Hey, I’m Your Lady [Part 6]

Author: Kei

 

Main Cast: Leeteuk, Eunhyuk

Rating: 17 (marriage life)

Genre: Romance

Ps: Kei is back with new chaptered FF

With new format and hope that you’ll like it

So here it is…

 

 

Jieun:

 

“Kau darimana?” Tanya Eunhyuk sewaktu aku pulang dari kolam renang.

“Tumben kau sudah pulang.” Kataku sambil berjalan kearah ruang cuci baju dan menaruhnya di mesin cuci.

“Sedang tidak ada kerjaan di kantor.”

“Oh, kau mau teh? Ku buatkan.”

“Kau darimana?” tanyanya mengulangi pertanyaannya tadi yang belum sempat kujawab.

“Dari kelas senam hamil.”

“Sendirian?”

Aku mengangguk sambil menyeduh teh di mug. “Memangnya dengan siapa lagi?”

“Mungkin saja dengan seseorang.” Katanya mengambang.

“Hahahaaaa. Kau ini lucu. Buat apa aku ke kelas senam hamilku dengan orang lain. Kau pikir aku sedang berbelanja?”

“Jadi kau sendirian?” tanyanya lagi.

“Iya, Hyuk.” Jawaku lagi kali ini dengan nada dan penekanan yang lebih pada setiap kata-kataku. “Tumben kau bertanya tentang kelas senam hamilku. Ada apa? Kau mau datang?”

“Untuk apa?” tanyanya lagi.

“Eum, aku tidak tahu juga apa yang bisa kau lakukan kalau kau datang. Kami hanya senam selama dua jam dan setelah itu pulang atau kadang kami minum teh di café di depan gedung.” Jawabku sambil mengingat-ingat apa yang biasa kami lakukan di kelas dan sesudahnya.

You know, mungkin lain kali kalau kau membutuhkan pasangan untuk senam hamil hubungi saja aku. Mungkin aku sedang tidak ada kerjaan dan bisa menemanimu.” Katanya tanpa memandangku. Dia mengambil mug tehnya dan berjalan kearah sofa yang ada di depan TV. ”Ku dengar senam hamil sering membutuhkan pasangan.”

 

Eunhyuk:

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Yejin padaku melalui telpon.

“Tidak ada yang penting.” Jawabku sambil menyingkirkan beberapa dokumen dari hadapanku. Oh, Yejin ah. Suara itu sangat menyegarkan disaat aku pusing dengan banyaknya tabel dan neraca di laporan-laporan ini. “Kenapa? Kau sedang bosan?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Karena biasanya kalau kau sedang bosanlah kau menelponku.”

“Kau itu selalu mengerti aku. Iya aku sedang bosan. Temani aku meliput bagaimana? Sore ini di taman bermain sedang ada wahana baru yang akan diresmikan besok. Hanya beberapa orang undangan saja yang boleh mencobanya untuk pertama kali.”

“Eum sore ini ya? Jam berapa?”

“Sekitar jam 2. Kau pasti menyukainya. Itulah mengapa aku mengajakmu. Leeteuk oppa sedang sibuk dan aku tidak enak mengganggunya.”

“Jadi kau pikir aku tidak sedang sibuk?”

“Kau pasti akan menolakku kalau kau sedang sibuk. Tapi yang ada kau malah menyetujui ajakanku.”

“Kapan aku menyetujuinya?”

“Aku tahu kau pasti akan setuju. Jadi nanti sore di taman bermain K jam 2. Oke?”

“Baiklah, nona Yejin.” Kataku sambil tersenyum. Aku bisa membayangkan senyuman puasnya karena berhasil mengajakku ke taman bermain, pasti senyumnya itu sangat manis.

“Aku pergi dulu dan tidak akan kembali ke kantor.” Kataku pada sekretarisku sewaktu melewatinya keluar dari kantor.

“Baik.” Jawabnya dengan senyum, mengantar kepergianku.

“Permainan yang menyenangkan. Aku suka.” Kata Yejin setelah kurang lebih tiga kali kami menaikinya. Perutku seperti diaduk-aduk sewaktu kami naik untuk yang ketiga kalinya. Kalau saja aku tidak memohon padanya untuk berhenti mungkin saja kami akan menaikinya sebanyak mungkin sampai aku mual.

“Perutku sakit, Yejin ah.”

“Kau ini dasar laki-laki lemah. Baru seperti ituu saja sudah lelah.” Katanya sambil tersenyum dan memukul tanganku.

“Kau saja yang tenaganya berlebihan.”

“Eh, selagi kita disini bagaimana kalau kita bermain itu?” kata Yejin sambil menunjuk sebuah permainan dan tanpa mendengar jawabanku, dia menarik tanganku dan here I am berada dibalik tali pangaman di roller coaster. “You’ll gonna love it.”

“Aku lelah, Eunhyuk ah.” Kata Yejin yang terduduk di sebuah kursi kayu panjang di pinggir air mancur yang ada di tengah-tengah taman bermain.

“Bagaimana kau tidak lelah? Sudah banyak permainan kau coba dari tadi pukul 2 sampai sekarang hampir pukul 5.” Kataku mengangsurkan minuman padanya. “Lebih baik kita pulang sekarang. Ayo, kuantar pulang.”

“Eunhyuk ah, bisa aku meminjam ponselku? Bateraiku habis.” Tanya Yejin.

“Ini.” Kataku menyerahkan ponselku.

“Ya ampun ponselmu juga mati.”

“Aku punya charger. Carilah di dashboard.”

“Oke, sudah. Eh, ada banyak sekali missed call dan pesan yang masuk.”

“Dari siapa?”

“Jieun. Dia mengirimu pesan enam kali dan menelponmu lima kali.” Kata Yejin sambil melihat layar ponselku. “Kau tidak melupakan sesuatu kan Eunhyuk?”

“Aku rasa tidak.”

“Lalu kenapa dia menelponmu sampai lima kali?” tanyanya. “Hari ini bukan jadwal periksa kehamilan Jieun kan?”

“Bukan. Jadwalnya besok.”

“Lalu apa?”

Aku berpikir keras mengapa Jieun sampai menelponku dan mengirimiku pesan sebanyak itu. Bukannya seperti aku melupakan janji dengannya kan? Aku rasa aku tidak membuat kesalahan apapun hari ini. Jadwal pemeriksaan kehamilan Jieun itu besok sore jam 4. Jadi apa yang kulupakan? Ah, kelas senam hamil! Bodoh kau, bagaimana mungkin kau bisa melupakannya.

“Yejin ah, aku harus kembali ke kantor untuk mengambil beberapa dokumen.. Tidak apa-apa kan kalau janji makan malam kita batalkan?” tanyaku dengan senyum kaku. Aku harus memulangkan Yejin secepatnya dan pulang ke rumah sambil memikirkan alasan apa yang bisa kuberikan pada Jieun.

“Ah, iya tidak apa-apa.”

 

Jieun:

Pintu depan terbuka dan aku masih berusaha untuk menonton TV dengan tenang.

“Oh, kau sudah pulang?” sapanya dengan suara yang dibuat setenang mungkin.

“Iya, aku sudah pulang. Tadi kelasku selesai 30 menit lebih awal.” Jawabku tanpa mau memandangnya. Aku bisa merasakan dia hanya terdiam kikuk di belakangku memikirkan respon apa yang perlu di katakannya. “Tadi Yejin menelpon. Dia bilang kameranya tertinggal di mobilmu.”

“Hah? Kamera? Yejin?” tanyanya dengan kening berkerut (kurasa).

“Tadi dia cerita kalau kalian ke taman bermain untuk mencoba sebuah wahana baru. Pasti menyenangkan ya?!”

“Ta..tadi..tadi kami..”

“Aku akan sangat sibuk sekali jadi kalau kau makan malam buatlah sesuatu.” Kataku memotong pembicaraannya sambil berjalan ke kamar, kesal. “Dan kalau kau mengira aku kesal karena kau membatalkan janji hari ini kau benar. Memang aku kesal tapi setelah mengetahui siapa yang kau temui sehingga membatalkan janji denganku aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku kan memang tidak bisa membuatmu mendahulukan aku daripadanya dari dulu.”

Aku menutup pintu kamar atau lebih tepatnya membanting pintu kamar. Menangis? Tidak aku tidak akan menangis. Bukan karena aku tidak mau tapi karena tidak bisa. Ada sesuatu di tenggorokanku yang membuatku tercekat sehingga tidak bisa menangis dan itu lebih sakit daripada menangis.

Sudah kurang lebih pukul sebelas malam dan itu berarti sudah lebih dari tiga jam aku menenggelamkan diri dalam laporan marketing review triwulan yang sedang kukerjakan. Perutku sudah berbunyi dan minta diisi. Maafkan aku anakku karena kekesalan ommamu ini kau yang menderita.

Aku berjalan ke arah dapur dan melihat Eunhyuk menonton TV. Dapur sedikit berantakan dengan panci dan beberapa bercak bumbu yang berceceran. Aku hanya menghela nafas pendek sebelum akhirnya memanaskan spaghetti yang kubeli tadi.

“Kau mau spaghetti? Aku membelinya tadi. Kalau kau mau akan kupanaskan.” Kataku yang sama sekali tidak diresponnya.

YA!!” kataku sedikit berteriak. Kau sudah membuatku kesal hari ini dan kau mau membuatku kesal lagi?

Aku berjalan ke arahnya dengan mengomel berharap dia meresponku. Tapi nyatanya sampai aku berkacak pinggang pun dia tidak meresponku. Aku berjalan ke depannya dan melihat apa yang dilakukannnya. Tidur. Ternyata dia sedari tadi tidur sehingga tidak merespon pertanyaanku.

Malam ini Leeteuk oppa mengundang kami untuk makan malam. Salah satu temannya membuka sebuah restoran baru di daerah Hongdae.

“Bagaimana kabarmu Jieun ah?” Tanya Yejin yang duduk dihadapanku. Malam ini dia terlihat cantik dengan rok selutut warna biru tua. “Kau makin terlihat cantik.”

“Cantik? Dia terlihat membulat sekarang.” Sambar Eunhyuk yang disambut dengan tawa oleh Yejin dan Leeteuk oppa.

Aku hanya memberikan pandangan mematikan yang ternyata tidak cukup mematikan karena Eunhyuk tidak merasakan apapun dan melanjutkan tawanya. “Aku baik-baik saja, seperti yang bisa kau lihat. Kau sendiri?”

“Aku juga baik-baik saja. Sudah lama kita tidak double date seperti ini. Aku merindukannya.”

“Hey, Eunhyuk ah. Kau tidak boleh mengatakan seperti itu. Jieun kan sedikit lebih besar karena kau juga.”

“Karena aku?”

“Kan karena perbuatanmu juga.” Kata Leeteuk oppa bercanda. “Tenang Jieun ah kau semakin seksi saja.”

“Ah, oppa bisa saja. Aku jadi malu.” Jawabku sambil tersenyum. Well, setidaknya ada yang membelaku malam ini.

“Oh ya bagaimana keadaan kehamilanmu?” Tanya Yejin.

“Baik-baik saja. Segalanya lancar. Aku periksa teratur dan meminum banyak vitamin dan makan banyak makanan yang baik untuknya.”

“Kalian tidak tahukan nafsu makannya itu besar sekali. Dia sehari bisa makan lebih dari 5 kali.” Kata Eunhyuk menambahi.

“Aku rasa itu wajar karena kau kan sedang makan untuk dua orang.” Kata Leetuk oppa membelaku lagi.

“Tapi tetep saja itu namanya rakus. Dia makan banyak sekali hyung. Lihat sekarang dia gendut.”

“Bagaimana dengan senam kehamilan. Kau tidak mengikutinya? Aku dengar itu bagus untuk kehamilan dan melancarkan saat melahirkan.” Tanya Yejin mencoba untuk meredakan suasana yang mulai memanas.

“Aku mengikutinya kok. Seminggu sekali. Cukup menyenangkan karena kau bertemu dengan ibu hamil lainnya dan berbagi cerita.”

“Bukannya kau sedang meliput tentang rumah senam? Kenapa kau tidak meliput kelas senam Jieun?” kata Leeteuk oppa memberikan ide. “Aku pernah kesana dan aku rasa itu cocok dengan apa yang sedang kau kerjakan.”

“Kau pernah kesana hyung?” Tanya Eunhyuk dengan pandangan menyelidik.

Leeteuk oppa mengangguk sambil memandang ke arahku. Aku mengiyakan pernyataannya. “Oppa kesana untuk menyerahkan beberapa dokumen yang aku minta.”

“Dan apa yang kau lakukan, hyung?”

“Tidak ada. Hanya menyerahkan dan langsung pulang.” Jawab Leeteuk oppa yang diakhiri dengan dehaman berusaha mengganti topik pembicaraan.

“Benar kau langsung pulang? Tidak menemani Jieun di kelas senamnya?” Tanya Eunhyuk keras kepala. “Seperti membantunya dalam kelas yang membutuhkan pasangan atau lainnya?”

“Kau bicara apa?”

“Kau tahu di kelas senam kehamilan ada yang dinamakan gerakan berpasangan. Seperti membantunya untuk stretching atau sebagainya.”

“Makanan sudah datang. Mari makan.” Kataku berusaha untuk menghentikan perang dingin yang terjadi.

“Gerakan itu seharusnya dilakukan oleh pasangannya, hyung. Pasangannya itu biasanya suaminya.” Kata Eunhyuk lagi tetap berusaha menyulut pertengkaran.

“Kalau memang dia punya suami yang baik dan benar itu merupakan tanggung jawab sang suami. Tapi kalau tidak ada, tidak ada salahnya kan membantu.” Kata Leeteuk oppa yang sudah mulai terpancing. “Tapi aku yakin kau tidak seperti itu kan, Hyuk?”

“Tapi seharusnya sebagai pasangan pengganti, dia tahu batasan-batasan yang harus ditepati.”

“Dia tahu batasan-batasan tersebut, tapi kalau memang diharuskan untuk melakukannya demi kelas senam apa yang harus diperbuat?”

“Itu namanya penghiatan dan tidak bisa didiamkan.”

“KALIAN BERDUA HENTIKAN!! Ini di restoran jadi bersikaplah sopan.” Bentakku yang tak tahan dengan situasi ini. Mereka berduapun melihat ke arahku dan memutuskan untuk diam. Yejin yang tidak tahu apa-apa sedari tadi hanya diam. Memandangi kami satu persatu dan memutuskan untuk mematuhi kata-kataku.

“Apa-apaan sih kau ini?” tanyaku sesampainya kami di mobil di perjalanan pulang.

“Apanya?” Tanya Eunhyuk ringan seperti tidak ada yang pernah terjadi.

“Sikapmu tadi itu di restoran.”

“Tidak ada yang penting.”

“Tidak mungkin. Kau tadi bersikap seolah-olah aku telah berselingkuh dengan Leeteuk oppa.”

“Bukannya iya?” tanyanya dengan nada mengejek.

“HAH??! APA YANG KAU BILANG??”

“Aku tahu kau tidak pernah mengajakku ke kelas senam hamilmu karena kau lebih suka ditemani oleh hyungku kan? Lagipula sejak awal kan memang kau berharap untuk menikah dengannya bukan denganku.”

“Hah? Kapan?”

“Tidak usah berbohong. Aku tahu segalanya.”

“Terserah sajalah.” Kataku sambil memberikan pandangan kesal dan mengalihkan pandangan pada jalan melalui jendela.

 

Eunhyuk:

“Bisa kita bicara?” Tanya Leeteuk hyung menyembulkan kepalanya dibalik pintu ruang kerjaku. Aku hanya menganggukkan kepalaku sambil sedikit menyingkirkan beberapa kertas yang sedari tadi kupegang. “Ada apa?”

“Tentang yang di restoran waktu itu.” Katanya berusaha merangkai kata-kata. “Aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan sampai kau berbicara seperti itu.”

“…”

“Kau masih ingatkan kalau aku ini hyungmu dan dia itu istrimu. Tidak mungkin kau mngira kami bertemu diam-diam di belakangmu dan …” kata Leeteuk hyung tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Selingkuh maksudmu?”

Leeteuk hyung menggoyang-goyangkan kakinya pertanda dia sedang gugup. “Apapun yang terlintas di pikiranmu waktu itu semuanya tidak benar. Tidak seperti yang kau bayangkan. Aku bisa menjelaskannya padamu.”

Aku menyilangkan tanganku mempersilakan hyungku itu untuk menceritakan kisahnya.

“Sore itu Jieun memintaku untuk memberikannya beberapa dokumen sedari siang hari. Tapi sayangnya baru sore hari aku bisa memberikannya. Dia menyuruhku untuk ke kelas senam hamilnya. Setelah memberikan dokumen itu, tiba-tiba instruktur senamnya mengajakku untuk menjadi pasangan Jieun di kelasnya. Instruktur bilang Jieun tidak pernah membawa pasangannya.”

“Dia tidak pernah meminta bantuanku ataupun menghubungiku.”

“Ah, kau ini masa tidak bisa membaca sifat Jieun? Dia orang yang suka membuat dirinya sendiri kesusahan. Dia lebih suka membuat dirinya bekerja lebih keras dari biasanya daripada meminta bantuan orang lain. Seharusnya sebagai suaminya kau sudah mengetahuinya.” Kata Leeteuk hyung menceramahiku. “Kau ingatkan siang itu aku pernah mengingatkanmu tentang kelas senam hamil Jieun yang membutuhkan pasangan? Aku tahu kau pasti akan bersikap seperti ini kalau tahu aku pernah menemaninya.”

“Lalu hanya sekali hyung menemaninya?” tanyaku berusaha terlihat tidak tahu apa-apa. Aku mau lihat hyungku ini akan berkata bohong atau tidak.

“Eum tentang itu…” katanya ragu-ragu. “Mungkin tiga sampai empat kali.”

“Lalu?”

“Tapi tidak seperti yang kau pikirkan. Aku hanya membantunya di kelas senam dan setelah itu aku mengantarnya pulang.” Jawab Leeteuk hyung. Hah? Mengantar pulang? Jadi sekarang kau mau berperan sebagai suaminya.

-Tbc-

25 thoughts on “Hey, I’m Your Lady [Part 6]

  1. aaa enhyuk aneh deh , nemenin gg pernah tapi liat dia ditemeni orang lain marah :o
    aaa gemes sama enhyuk.

    mian koreksi dikit yaa author,
    tolong setiap pergantian adegan di kasih tanda, biar gg bingung bacanya .
    #mian

  2. Eunhyuk nyebelin sumpah! Dia sendiri selingkuh ama Yejin, tapi marah kalo liat jieun ama leeteuk!! Kasian jieun~ makin seruuu! ^^ lanjut !!

    • udah kelar kok cm tinggal di posting aja XD
      satu hal yang bisa aku jamin adl klu ad postingan FF dr aku selalu uda kelar aku kerjain jd tinggal nunggu di publish aja

  3. Kurang panjang,min.sprti biasa,bgus and penasaran bgt lnjtan’y.kpan c eunhyuk baik ma jieun?g prnh perhatian ma jieun.mlah nuduh leetuk yg engga2.eunhyuk ngeselin bgt.good job,thor!

  4. Author semakin bagus ceritanya.. Eunhyuk oppa mau nya berantem terus dgn Ji Eun.. Kan Leeteuk oppa menemani Jieun krn Eunhyuk oppa nya tdk bs terus.. Dan Yejin yg tdk th apa2 menjadi diam saja dan bingung.. penasaran kira2 kapan pasangan EUnhyuk oppa dan Jieun bs saling mengerti apalagi Jieun sedang hamil skrg.

  5. pertama baca ff ini, pas aku baca ff yang sebelumnya aku jadi gemes banget sama pasangan ini, kayanya mereka udah mulai pada suka ya thor? tapi pada gak ngerespek perasaannya, Yejin kok gak nyadar sih kalo hyuk suka sama dia, mana sering ngeganggu lagi*menurut aku tuh thor* tapi bagus kok thor cuman satu kekurangannya kurang panjang hehe, oh iya salam kenal ya thor, mian komentarnya terlalu panjang ya?*bow*

    • salam kenal juga and gpp kok klu komennya panjang mala seneng aku bacanya jd brasa masuuuk bgt gt ke ceritanya.hihihi

      btw jgn benci Yejin,aku aja g benci dy kok #eh
      dy kan g salah apa-apa

  6. oh, jadi namja yg di kolam renang Lee Teuk ya..
    Eunhyuk gila, nuduh Jieun selingkuh pd hal dia sendiri kan yg demen sm Yejin..
    Kshn Jieun, punya suami kaya Hyuk..
    Mdh2an Hyuk cpt insaf ya..
    Ah, udh g sbr nunggu part 7…

    Jia Jung

  7. iiiiiihhhhhhhhhhhhhhhhh………gemesss banget dech sama si kunyuk…..ya ampunnnn gag peka banget sich jadi orang….sampe mesti di ingetin sama leeteuk kan…???!!!1

    kayknya udah mulai cemburu nich…..

    next part nya di tunggu ya thor….^^

  8. euh,part ni meradang y..eunhyuk bnar2 klwatan..yejin, mnurutku jga..msak ngajak kluar adik iparnya seenteng itu..

    Alur yng cpat trnyata ttp tdak mngurangi makna critany..ttp ok..

  9. euh,part ni meradang y..eunhyuk bnar2 klwatan..yejin, mnurutku jga..msak ngajak kluar adik iparnya seenteng itu..

    Alur yng cpat trnyata ttp tdak mngurangi makna critany..ttp ok..

    Msuk b ni komen..

  10. ternyata cwo y tu leeteuk kan….
    hyik sih cuek bgt ma jieun oadahal kan dia dah hamil n sekarang giliran jieun ada yg merhatiin dia cemburu n marah2 kyk kebakaran jenggot….
    maka y hyuk lebih oerhatian n padahal hyuk jg ad salah y dia malah main pergi sama yejin…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s