my wedding [it’s war] #3 – END

Akhirnya WFF dibuka *potongtumpeng* Oke, karena banyak yang bilang kemaren agak gantung, saya buat lanjutannya walaupun ini masih gantung dan tetap absurd kayanya *plak* hehehe selamat membaca

Chaejin’s pov

Aku berjalan sendirian. Miris? Kalian inginnya aku berjalan dengan siapa huh? Ck! Sekarang aku sudah berada di Korea, kemarin lusa kami pulang. Babi bodoh itu sampai hari ini masih berperan sebagai eksekutif muda yang sibuk dan didampingi oleh sekretarisnya yang cantik, seksi, amat sangat perhatian pada Kyuhyun. Itu sangat menyebalkan dan menyebalkan dan menyebalkan dan.. aah okey, abaikan!

Aku melirik ponsel dan taraaa sebentar lagi jam makan siang. Apa Kyuhyun sudah makan? Kalau ingat di kantornya ada wanita itu, entah kenapa rasanya aku ingin memindahkan ruangan kerja Kyuhyun jadi di kamar — hey, jangan berpikiran yang tidak-tidak okey? Ini hanya agar dia tidak dekat-dekat dengan wanita China itu. Ck!

Jangan tatap aku seolah-olah aku ini wanita yang sangat kejam dan overprotektif. Kalian bilang aku cemburu? Hahahahaha mana mungkin aku cemburu! Oke, baiklah aku akui aku bohong, kalian benar, mungkin aku sedikit cemburu, hanya SEDIKIT!

Aku berhenti sebentar dan melirik Kedai Jajangmyeon. Sebaiknya aku membeli itu dan membawakannya untuk Kyuhyun di kantor. Emm.. mungkin satu cup bubble milk tea juga! Lee Chaejin, kau benar-benar istri yang baik hohohoho.

****

Err.. baiklah dalam situasi seperti ini yang sangat dibutuhkan adalah pengendalian diri. Tarik nafaas.. hembuskan!

“Permisi, aku ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun”

Aku menatap wanita berambut panjang dan harus kuakui dia cantik memakai jas berwarna coklat dan rok diatas lutut yang berwarna sama. Dia, Lou Yi Xiao menatapku agak lama. Apalagi yang salah dengan penampilanku hah? Apa sekarang aku terlihat seperti pengantar delivery Jajangmyeon?

“Lou Yi Xiao-ssi, aku ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun apa dia ada?”

“Ne, tunggu seb- ah selamat siang Sajangnim!”, Aku melihat Yi Xiao membungkuk hormat. Aku berbalik dan ternyata abeoji ada tepat dibelakangku bersama dengan Hyukjae oppa dan Rae Eun eonni. Oh iya, sekarang Rae eonni juga bekerja di kantor ini. Aissh~ aku jadi ingin cepat lulus dan menjadi wanita karir. (T^T)

“Chaejin-ah, kau datang?”

“Ne abeoji, aku mengantarkan makan siang untuk Kyuhyun, err.. apa abeoji sehat? Sudah makan?”

“Ne, aku sehat dan mau makan bersama Hyukjae, tadinya aku mau mengajak bocah itu makan juga tapi aigoo membawakannya makan siang, kau benar-benar istri yang baik..”

Huahahahahaha rasanya aku ingin mengibaskan rambut lagi depan si Lou Lou itu. Abeoji~~ aku mencintaimuuuu~

“Gamsahamnida abeoji..”

“Kau memasak apa untuk Kyuhyun? Masakanmu itu kan payah semua hahaha”, tanya Hyukjae oppa.

JLEB! Dilihat dari sudut manapun sudah terlihat jelas dia sedang mengejekku! Aissh jinja! Aku memberikan deathglare terbaikku pada monyet jelek ini. Aaaaah image-ku!

“Aku tidak memasak, err.. aku membawakannya jajangmyeon, oppa..”

“Chaejin-ah, harusnya kau membawakannya makanan yang bergizi seperti sayur-sayuran!”

JLEB! JLEB! Pasangan suami-istri ini benar-benar sengaja membuatku malu eoh? Kalau babi bodoh itu suka sayur aku sudah membelikannya capcay! Lagipula, untuk apa aku membelikan itu jika ujung-ujungnya aku yang disuruh makan? (==’)

“Ya sudah, kami duluan ne? kalau kau ingin menyusul, datang saja ke restoran depan kantor, ne?”

Aku tersenyum pada abeoji sebelum abeoji dan Hyukjae oppa pergi. Si monyet itu mencubit pipiku keras, sial! Aku membalikan tubuhku menatap Lou Yi Xiao yang sedang menahan tawa. Lee Hyukjae mati kau! Mati! Mati! Mati!

“Apa kau lihat-lihat eoh?”, aku melirik Yi Xiao tajam. Ck!

“Aku membuatkannya bekal, isinya ada sayur-sayuran.. jika kau peduli dengan gizi suamimu, biarkan dia makan bekal dariku, bagaimana?”, ujarnya sambil mengeluarkan kotak bekal berwarna pink. Yi Xiao menekankan kata ‘membuatkan’ dan itu menyedihkan sungguh (.___.).

“Dia akan lebih memilih memakan jajangmyeon yang aku bawakan daripada bekal sehat buatanmu itu! Berikan saja bekalmu pada orang lain daripada tidak ada yang makan!”

“Asal kau tahu, biasanya dia tidak pernah menolak makan siang yang kubuat..”

“Tapi sekarang dia pasti akan menolaknya karena aku membawakannya makan siang!”

“Makan siang yang bagus itu makan nasi, bukan mie..”

“Memangnya kau ini ahli gizi hah? Aku ini istrinya jadi kau itu jangan sok tahu!!”

Aissh~ Dia belum pernah kelilipan meja hah?

“Kau memang istrinya, tapi aku tidak yakin kau benar-benar istri yang baik untuk Kyuhyun, kau itu masih kecil Chaejin-ssi”

Dia belum pernah merasakan tinjuku eoh? Dia ingin merasakannya sekarang? Tahan Lee Chaejin, tahaaaan..

“Ne, aku masih kecil karena aku awet muda dan berapa umurmu hah? kau terlihat seperti.. seperti.. ahjumma! NE! AHJUMMA!”

Cklek! Aku menoleh ke arah pintu ruangan Kyuhyun. Akhirnya bocah itu menampakan wajahnya. Dia muncul disaat yang tepat, karena telat sedikit saja bisa dipastikan wajah wanita dihadapanku tidak akan selamat dari ciuman penuh cinta dari meja atau tempat sampah disampingku.

“Ada apa? Kenapa berisik sekali?”

Aku menarik nafas panjang lalu tersenyum empat jari menatap bocah bodoh menyebalkan ini. Aissh tidakah dia tahu istrinya ini hampir menjadi pemain tinju dadakan eoh? dengan cepat aku menggandeng tangan Kyuhyun dan menyeretnya masuk ke dalam ruangan sebelum terpengaruh aura-aura gelap!

“Tidak apa-apa Kyuhyun sayang, ayo masuk, aku membawakan makan siang untukmu hohoho kaja!”

.

Aku berjalan dan menghempaskan diri di kursi kerja Kyuhyun. Apa aku terlihat seperti seorang boss sekarang? Kursinya empuk hohohoho. Aku menatap Kyuhyun yang masih berdiri di pintu sambil menatapku dengan pandangan.. bingung?

“Waeyo? Ada yang salah?”

“Tadi kau bilang apa?”

“Apa?”

“Kyuhyun sayang? aigoo~ kesambet apa kau tadi di jalan?”, tanyanya sambil duduk di sofa dan mengeluarkan isi bungkusan yang tadi aku bawa.

“Woow! Bagaimana kau bisa tahu aku sedang ingin makan jajangmyeon huh? bubble milk tea! hahahaha tapi kenapa cuma satu? mana punyamu?”

Aku tersenyum melihat ekspresinya yang seperti bocah. Senyum favoritku!! Oh iya, apa aku sudah cerita kalau dia potong rambut dan gagal? Sehari setelah pulang dari Taiwan dia potong rambut dan terlalu pendek di bagian depan, itu membuatnya murung seharian karena rambutnya dan mengabaikan tatapan orang terutama gadis-gadis yang menatapnya lapar saat keluar dari salon. Dia tampan. Harus kuulangi? dia amat sangat tampan.

“Jinja? mungkin.. insting seorang istri?”

“Kau mengakuiku sebagai suamimu sekarang eoh?”

“Hei hei.. aku sudah mengenalkanmu sebagai suamiku pada Chanyeol saat di bandara tempo hari kan? dan aku heran, kenapa semua wanita yang menyukaimu amat sangat terang-terangan di hadapanku? dan mereka sangat menyebalkan!”

“Nugu?”, tanyanya dengan muka polos yang dibuat-buat serta mulut penuh dan belepotan. Dasar bocah! aku duduk disebelah Kyuhyun lalu mengambil tissue dan mengelap mulutnya yang err.. sexy? AIGOO apa yang aku pikirkan? bodoh!

“Sekretarismu yang sexy, free and single itu! Lama-lama disini bisa membuatku gila kau tahu?”, Aku menyandarkan kepalaku di bahu Kyuhyun.

“Kau terlihat manis saat sedang cemburu..”

“Dalam mimpimu Tuan babi! Sudah habiskan makanmu!”

“Nyonya babi, bagaimana jika kau menyuapiku? pasti itu sangat romantis!”, Kyuhyun tersenyum empat jari padaku. Dia sedang merajuk? manisnyaaaaa..

“Berapa umurmu hah? Kau tahu? bahkan Eunjun saja tidak pernah minta disuapi saat makan!”

“Itu karena dia aneh, dewasa sebelum waktunya! Lagipula kau itu tidak pernah memanjakanku Lee Chaejin! Memangnya kau ingin sekretaris yang sexy, free, dan Single itu yang menyuapi dan memanjakanku hmm?”

Sialaaaan! Merusak mood! Aku merebut sumpit dan mangkuk jajangmyeon ditangannya. Bocah menyebalkaaaaaan!

“Buka mulutmu babi besar! Aaaaa~”

.

“Aaaah perutku benar-benar penuh! Rasanya semakin enak karena kau yang menyuapiku..”

“Berlebihan!”

Aku menyandarkan kepalaku di bahu Kyuhyun lagi. Aaah bahu, perut dan paha Kyuhyun memang enak untuk dipakai bersandar. Kalian tahu? dia agak gemuk sekarang dan bersandar padanya seperti tiduran di bantal bulu angsa hahaha.

“Bulu angsa~”

“Apa?”

“Bahumu Kyu haha sangat nyaman..”

Kyuhyun menggenggam tanganku dan memainkan jari-jariku. Mulut sialan! kenapa rasanya aku tidak bisa berhenti tersenyum? memalukan dan hanya dengan sentuhan seperti ini jantungku berdebar-debar.

“Kyu, err.. jangan pernah menggendong wanita lain seperti itu lagi, mengerti?!”

“Seperti apa?”

“Lupakan!”, Aku menjitak kepalanya keras. Menyebalkan!

“Jadi aku tidak boleh menggendong eomma-ku?”

“Kecuali eomeoni..”

“Rae Eun atau Seara? jika terdesak bagaimana?”

“Mereka boleh tapi saat terdesak!”

“Minji?”

“Dia masih bayi Cho Kyuhyun! jadi tidak apa-apa!”

Uwoooooow~ dengan cepat Kyuhyun menggendongku dan sekarang aku sudah ada di pangkuannya dengan posisi menyamping. Bocah itu memeluk pinggangku erat. Berkali-kali aku mencoba melepaskannya tapi tidak bisa. Ini memalukaaaaan!

“Cho Kyuhyun! Bodoh! Babi gendut! Jelek! turunkan akuuuuuu~”

“Shireo!”

“Aku terlihat seperti sekretaris yang sedang menggoda atasannya kau tahu?! menjijikan!”

“Kalau begitu ganti saja, bagaimana dengan seorang istri yang merayu suaminya agar ditemani shopping atau minta dibelikan barang mewah?”

“Aku tidak seperti itu!”

“Ne, aku tahu.. bahkan dulu kau pernah menolak mengenakan cincin pernikahan kita kan?”

Kyuhyun memelukku erat dan nampaknya sia-sia mencoba melepaskan diri darinya. Kenapa? karena sekali lagi aku merasa nyaman. Aku memeluk leher Kyuhyun, dan aissh aroma Kyuhyun benar-benar membuatku gila! Aku bisa tidur sekarang juga kalau aku mau ~(=,=)~.

“Aku benar-benar lelah dengan semua dokumen menyebalkan itu~ aku butuh PSP-ku!”

“Kau tidak membawanya? Aku yakin di laptopmu itu penuh dengan games kan?”

“Ne, tapi sangat tersiksa karena tidak bisa memainkannya! aaah sedikit saja bersantai maka pekerjaanku terbengkalai banyak!”

“Benarkah?”, Kyuhyun mengangguk sambil mengeratkan pelukannya dipinggangku. Aku memainkan rambut belakang Kyuhyun. Rambutnya jadi pendek sekali. Baiklah, kalau dipikir-pikir memang akhir-akhir ini dia terlalu sering bekerja dan lembur. Pulang dari sini aku akan membelikannya banyak suplemen!

“Chaejin-ah..”

“Hmm?”

“Badanmu kurusan eoh? kau jadi tidak hugable!”

“Berarti berhenti mengataiku Nyonya babi lagi! Kalau kau pantas disebut Tuan babi karena pipi, perut dan pahamu sekarang sangat empuk seperti bulu angsa!”

“Bukankah bagus? berarti aku tidak kurang gizi! Jangan dengarkan ucapan orang lain yang bilang kau bukan istri yang baik untukku, karena hanya aku yang menilai apakah kau istri yang baik atau tidak untukku Lee Chaejin-ku yang sadis!”

Aku mengeratkan pelukanku di leher Kyuhyun dan menyesap aroma parfum yang ada di lehernya. Ini agak klise memang, tapi hanya dengan menghirupnya saja perasaanku jauh lebih baik. Omo! Apa parfumnya menggunakan campuran narkoba? dan.. tunggu kenapa dia membahas ini? apa dia mendengar percakapanku tadi?

Kyuhyun melepaskan pelukannya  lalu tersenyum bocah.

“Hei, kau tidak hugable lagi tapi kenapa bibirmu menjadi sangat terlihat kissable eoh?”

“Mwo?”

Kyuhyun memegang kedua pipiku dan mendekatkan wajahnya. Wajahnya yang sudah agak tidak berjerawat itu –iyaa, aku tahu, tampan! kalian puas? mendekat dan nafasnya.. aku bisa merasakan nafasnya di wajahku.

Perlahan, bibirnya menyentuh bibirku. Beberapa kecupan dan err.. dia melumat bibirku, bibirnya yang tebal lembut. Kenapa rasanya sudah lama sekali aku tidak merasakan bibirnya yang lembut seperti ini? Aku melingkarkan tanganku lagi di leher Kyuhyun dan membalas ciumannya.

Sekitar bibirku basah. Huaaaaaaah aku butuh udara! udara! Aku menepuk-nepuk bahu bocah bodoh itu keras! Sialan!

Kyuhyun melepas pagutannya tapi hanya sebentar, tersenyum lalu mengecup pipiku. Omo! Dia mendekatkan wajahnya dan menciumku lagi. Tidakkah dia tahu wajahku sudah sangat merah pasti sekarang!

“Ehemm.. Apa appa menganggu kalian?”

MATI KAU LEE CHAEJIN! Aku tidak berani melihat ke belakang, eotteohke? Aku menatap Kyuhyun dan tidak tahu harus apa. Mendengar suara mertua-mu tidak akan masalah jika kau sedang tidak melakukan hal yang ‘memalukan’ dengan suamimu di err.. kantor? Huweeeeeeee malunyaaa!

Dengan cepat aku berdiri dan menunduk malu, wajahku pasti merah. Aku melihat Abeoji, Hyukjae oppa, Rae eonni dan Yi Xiao di pintu. Apa aku tadi terlihat seperti istri yang agresif? (TTvTT)

“Aissh~ kalian mengganggu! Kalau kalian tidak datang, mungkin aku sudah bisa memberikan cucu untuk appa dan kepona– AAWW~!”

“Jeongmal?”, Abeoji tersenyum sambil membelalakan matanya.

Aku menginjak kakinya keras. Kenapa dia bisa sesantai itu mengatakan kalimat memalukan itu hah? HAH?

“Appa, aku izin pulang ya, aku benar-benar harus melakukan kegiatan yang tertunda! Lagipula pekerjaan-ku sedikit lagi beres! Ne?”

Abeoji mengangguk sambil tersenyum diikuti tatapan mesum Hyukjae oppa dan Rae eonni serta tatapan kaget Yi Xiao. Kyuhyun memamerkan senyum empat jarinya lalu  mengambil tas ranselku dan menarik tanganku keluar ruangan.

“Cho Kyuhyuuuun.. mati kau!”, gumamku pelan tapi aku yakin bocah bodoh itu pasti mendengarnya.

“Siapkan saja energimu Nyonya babi-ku yang sadis! HAHAHA”

END

Jangan timpuk sayaaa! Ini keluar emang lama dan hasilnya kurang memuaskan, maaf *bow* mungkin efek udah lama banget gak nulis #alibi hehehe tapi tinggalkanlah komen okey? kritik dan saran diterima kecuali bashing. Dan tidak menerima komen ‘kurang panjang’ hehehehe *ditimpuk**menghilang*

Dan my wedding [it’s war sudah END] oke ^^

65 thoughts on “my wedding [it’s war] #3 – END

  1. ntu baru dy balasan yg amat sangat sadis buat sapapun yg merasa menyukai tuan Cho hohohohohoo nice one Kyujin couple ampe s’lou2 ntu cengo dasar sekertaris ganjen just go to the hell !!!!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s