My Story [Forever Waiting You]

Author : cenuyyy

Cast : -Lee Donghae

-Hwang Ji Hae

-Cho Kyuhyun

Rating : PG-15

Genre : Love Complicated

Length : oneshoot

Hallo ini FF saya yang ke, ke berapa ya? Mungkin yang pertama. Ini FF murni ide saya + ada beberapa pengalam pribadi saya yang saya masukin ke dalam ceritanya.. okelah tanpa banyak babibu lagi *cekidot ->

.:*****:.

Annyeong, perkenalkan Hwang Ji Hae imnida atau kalian bisa memanggil ku Ji-ya. Hai ini aku ingin sedikit bercerita tentang bagaimana rasanya jatuh cinta pada tetangga sekaligus teman curhat kita.. ada kah yang ingin mendengarnya?.. kalau begitu mari kita mulai..

Ini semua berawal dari kedekatanku denganya yang bisa di bilang sangat intens. Waeyo? Karena dia tetanggaku sekaligus teman curhat ku. Umurku dengannya hanya beda dua tahun, tentunya dia kebih tua dari ku. Tapi aku tak pernah memanggilnya dengan embel-embel ‘Oppa’ atau sejenisnya dia juga tak pernah keberatan dengan hal ini.

Aku juga punya panggil khusus untuknya ‘Pabbo Fishy’, ya itulah panggilan ku untuknya. Kalian ingin tahu apa panggilan dia untukku?

“DWEJI, YA NONA DWEJI!!, cepat kemari!!!” perintahnya

Lihatkan seenaknya saja dia memanggil ku seperti itu, dasar ikan amis!!

Mendengarnya memanggil ku seperti itu, aku segera berlari menuju kamar ku yang berada dilantai dua rumahku. Ya sekarang dia sedang ada dirumah ku hanya sekedar untuk mengecek tugas sekolah ku.

Oh ya, aku baru kelas 2 SMA di ELF Senoir High School, sedangkan dia kuliah di Kyunghee university semester 2 *yang ini saya ngasal, hehe*. Bisa kalian tebak berapa perbedaan umurku dengannya, yups kurang lebih 2 tahun.

“waeyo Pabbo Fishy?” Tanya ketus saat tiba di kamarku.

“aiish, bisakah berhenti memanggilku seperti itu?. Bersikaplah lembut sedikit kepadaku Dweji.” Pintanya ketus.

“dan jangan pernah memanggilku dengan sebutan DWEJI!, aku ini cantik tidak seperti babi. Arraseo?” balasku tak kalah ketus.

Aku mempunyai badan yang bisa di bilang ideal -menurtku- tinggi 153cm dengan berat badan 52kg, apakah menurut kalian itu gemuk?. Rambutku? Aku tak suka menggerai rambutku, maka dari itu aku lebih memilih menjepit atau menguncir rambutku setiap ke sekolah.

Asalnya aku ingin memotong rambutku pendek tapi dilarang oleh Appa ku, alhasil rambutku sekarang panjang rambutku kurang lebih sepunggung belakangku. Oke beck to ikan amis itu.

“aku juga tampan dan pintar. Tapi kenapa kau memanggilku dengan ‘Pabbo Fishy’?”

Aku memang selalu kalah jika harus beradu argument dengannya. -___-

“coba lihat ini Nona Hwang?. Soal matematika semudah ini kau tidak bisa mengerkannya?, aigo aku malu menjadi guru les mu.” Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat hasil ulangan harian matematika ku dengan nilai C.

Padahal aku saja sudah bersyukur mendapat nilai C. biasanya aku mendapat nilai D atau yang paling tinggi C-. Aku memang lemah dalam pelajaran ini, tapi kalau Ipa aku masih bisa mentolelir pelajaran itu.

“baiklah. Hari ini aku akan memberikan mu soal matemati seperti ini dan kau harus mengerjakannya selama 1 jam.” Perintahnya

“aigo!!!, Lee Donghae, itu terlalu sebentar. Bisakah kau memperpanjangnya? Berilah aku additional time sekitar 1 jam. jadi totalnya 2 jam itu juga aku tidak yakin bisa mengerjakan semuanya dengan benar.” -____-

“Nona Hwang Ji Hae, kau pikit ini pertandingan sepak bola, huh? 30 menit ahh ani 15 menit bagaimana?. Mau atau tidak?”

Kenapa jadi tawar menawar kaya dipasar. -___-

“baiklah.” Jawabku pasrah.

Sekitar 15 menit dia membuatkan soal untukku. Aku hanya bisa berbaring dikasurku sambil berguling-guling ria dan membolak-balik buku catatan matematika tanpa bisa aku mengerti sama sekali isinya.

“ini,” Katanya sambil menyerahkan selembar kertas yang aku yakin itu adalah soal matematika buatannya.

“aku pulang dulu sebentar, kalau aku balik kau belum selesai mati kau Nona Hwang!!” ancamnya dan kemudian pergi meninggalku.

“arraseo Tuan Lee.”

Aku yakin dia pulang pasti meminta ijin sama ahjumma untuk menginap dirumahku malam ini. Pasti!!.

Jangan heran, kami memang sering menghabiskan waktu bersama. Tapi kalian jangan berpikir yang aneh-aneh dulu, walau kami sering sekamar bersama tapi kami tak pernah melakukan apa-apa paling kami hanya bercanda dan saling curhat. Kedua Orangtua kami juga saling tahu tentang kebiasaan kami.

Berdua dengannya dalam satu ruangan dengan kadar yang bisa di bilang sering, membuat ada rasa aneh yang muncul setiap kali dekat dengannya. Awalnya aku berfikir ini hanya perasaan sesaat, tapi aku rasa tidak. Aku sudah bersama dengannya dari usia ku 4 tahun dan sekarang aku sudah berusia 16 tahun dan bulan mei nanti aku akan berusia 17 tahun.

‘arrrrrrggh soal apa ini? Aku tak mengerti’ aku hanya bisa menggerutu dalam hati dan menggaruk kepalaku yang tak gatal. Pegal! Aku rasa mengerjakan diatas kasur lebih nyaman ketimbang di meja belajar.

‘akhhhhh, benarkan mengerjakan diatas kasur memang lebih nyaman’

Hampir 1 jam aku berusaha mengerjakan soal ini tapi sama sekali tak ada yang ku mengerti. Tunggu, ini jam berapa? Hah jam 8 malam, itu berarti sudah 1jam di belum kembali.

‘aku ngantuk.’

Dan tak lama kemudian aku tertidur diatas kasurku.

.:*****:.

CKLEK

Seperti ada yang membuka pintu kamarku. Ah biarlah lagi pula aku sudah terlanjur memejamkan mata.

“aish anak ini malah tertidur.”

Itu suara Donghae

Tak berapa lama kemudian aku merasakan tubuhku hangat. Donghae menyelimutiku dengan selimut? Ya aku rasa.

Tak hanya itu aku rasa ada sebuah tangan yang menyingkirkan rambut di wajah ku dan-

CHU~

Aigo!! Donghae mencium keningku. Astaga ada apa ini?

“jaljayo Nona Hwang.”

Dia kemudian mebereskan semua alat belajarku yang berserakan di lantai, meja belajar dan juga diatas kasurku.

“hah, aku sudah terlanjur bilang sama eomma akan menginap disini tapi bocah itu malah tidur. Lebih baik aku tidur di sofa saja.” Gumamnya sendiri.

Aku masih bisa memdengan gumamannya, karena aku sendiri juga belum sepenuhnya tertidur. Tak berapa lama kami berdua terlalap di tempat yang berbeda.

Ya itulah sedikit kebiasaan ku dengannya.

.:*****:.

“pulang sekolah mau ku jemput?” tawar Donghae kepada ku saat sampai di gerbang sekolah ku.

“tidak usah. Hari ini aku ada janji dengan Kyuhyun Sunbae, jadi kau tak pelu menjemput ku.” Jelasku.

Tampak ada sedikit kekecewaan di wajahnya. Tapi kenapa? Apa dia ridak suka aku ada janji denan Kyuhyun Sunbae.

“ah begitu. Oh ya, besok kan akhir pekan, bagaimana lakau kita habiskan mala mini dengan menonton fil aku ada film baru.” Tawarnya lagi.

“boleh. Tapi aku tak janji akan pulang cepat malam ini.” Jawabku.

“waeyo?” Tanyanya lagi.

“kan tadi aku sudang bilang, aku ada janji dengan Kyuhyun Sunbae. Dasar Pabbo Fishy, ya sudah aku masuk dulu. Annyeong Pabbo Fishy.” ucap ku sambil berlari belum aku mendapatkan hadiah jitakan darinya

“Yak!! Dasar DWEJI.”

.:*****:.

Saat pulang sekolah aku menepati janji ku, bukan janji ku sih tapi Kyuhyun Sunbae yang mengajakku bertemu di taman belakang sekolah.

“mianhae Ji-ya aku telat, tadi ada rapat Osis mendadak.” Ucap sebuah suara mengintrupsi dan aku yankin itu Kyuhyun Sunbae.

Ya, Kyuhyun Sunbae adalah ketua Osis di sekolah ku, jadi tak salah jika dia banyak di sukai murid-murid yeoja di sekolah ku. Aku? Ya aku akui di memang tampan tapi hey ayolah kalian pasti tahukan aku sukanya sama siapa.. :D

“ani gwenchana sunbae, lagi pula aku baru 5 menit disini. Hemm mianhae, tapi ada apa sunbae ingin bertemu dengan ku disini? Ada sesuatu yang penting kah?” tanyaku.

Tiba-tiba saja Kyuhyun Sunbae sudah berlutuh di depan ku. Aigo!! Ada apa ini.

“Ji-ya ah ani maksud ku Hwang Ji Hae. Mungkin ini terlalu cepat untukmu tapi Saranghae Hwang Ji Hae.” Ucapnya tiba-tiba.

Ah Tuhan apa yang harus aku lakukan.

“Su- sunbae. Ini salah..” ucapku terbata-bata.

“waeyo? Kenapa bisa salah.” Dia berdiri,

“ma- maksudku, ini salah. Mianhae mungkin aku tak seperti yoeja-yeoja yang ada di luar sana. Tapi aku tak punya rasa sama sekali sama sunbae. Sudah ada orang yang aku sukai sunbae di luar sana. Mianhae Sunbae.” Jelas ku dengan nada memelan.

“nugu?” terdengar ada nada penuh kekecewaan dari Kyuhyun Sunbae

“kau tak perlu tau Sunbae.” Jawabku

“ah baiklah kalau begitu. Yang penting aku sudah jujur dengan perasaan ku. Tapi apa setelah ini apa kau masih mau menjadi teman ku?” tanyanya.

Pertanyaan bodoh!!, Aku hanya bisa terkekeh mendengar pertanyaan barusan.

“tentu saja Sunbae.” Ucapku dan memberikan senyum tertulus ku.

“kajja, ini sudah malam akan ku antar kau pulang.” Dia menarik tangan ku menuju tempat parkiran motor yang tak jauh dari taman tersebut.

.:*****:.

“gomawo Sunbae sudah mengantar ku pulang.” Aku membungkuk dan mengucapkan terima kasih.

“ne. kalau begitu aku pulang dulu salam untuk orang rumah ya. Annyeong!” dan kemudian dia menghilang dari hadapan ku.

Aku segera memasuki rumah dan berlari menuju kamar ku.

CKLEK

“kemana saja kau jam segini baru pulang?”

“oe, donghae kau membuat ku kaget saja!”

*Donghae POV*

Hyaaaaa kenapa sudah jam 7 lewat dia belum sampai rumah, Nona DWeji awas kau ya. Eh? Kenapa aku mengawatirkannya. Ahhh Donghae ku rasa otak mu sudah konslet.

Seperti ada suara motor, aku langsung mengintip dari jendela kamar Nona Dweji dan benar saja dia sudah pulang tapi dengan siapa? Atau dia Sunbae-nya yang di kataan tadi pagi?. Ahhh masa bodo apa peduliku.

Aku rasa di sudah memasuki rumah dan pasti sebentar lagi dia akan membuka pintu ini.

CKLEK

“kemana saja kau jam segini baru pulang?” aku langsung menanyainya padahal dia belum menaruh tasnya.

“oe, donghae kau membuat ku kaget saja!”

“kau lupa kita kan ada janji menonton film dan kau membiarka ku menunggumu selama 1 ½ jam penuh. Dikamarmu ini Nona Dweji?” ucap ku ketus.

Hahhh kenapa dengan dengan diriku ini? aku marah padanya? Aneh sekali.

“kau ini kenapa Donghae? Apa urusan mu? Aku kan sudah bilang tadi pagi akan pulang telat. Kau saja yang ingin menungguku.”

Benar juga katanya. Arrrrgh Donghae ada apa dengan diri mu ini, huh? Cemburu?. Ahhh ani itu tak mungkin.

*Donghae POV end*

Aneh sekali sikap Donghae tadi saat aku baru sampai rumah. Dan sekarang dia sedang asik memilih film yang akan kami tonton. Selagi Donghae memilih film yang akan kami tonton lebih baik aku menonton televesi saja siapa tahu ada acara yang seru.

Saat aku mengganti acara chanel televisi yang menayangkan sebuah acara talk show tiba-tiba Donghae berteriak.

“STOPP!!”

“aiish, kuping ku tidak tuli Tuan Lee.” Ucap ku sambil mengusap kuping sebelah kanan ku karena memang dari tadi Donghae berada di sebelah kanan ku.

“kita tonton acara ini saja. Lagi pula ada Kim Tae Hee yangmenjadi Mc-nya.”

“Tuan Lee!! Tadi siapa yang mengajakku menonton film huh?, dan sekarang dengan enaknya kau ingin menonton acara ini.” Bentakku.

“ssssshhht, jangan berisik Nona Dweji!”

Sebenarnya ini rumah siapa sih?!!!!

Aku langsung berjalan kekamar sambil menghentak hentakkan kaki ku dan membanting pintu kamar ku lumayan keras.

Di dalam kamar aku hanya bisa berteriak-teriak kesal dengan bantal yag menutupi wajah ku.

Tak berapa lama aku mendengar pintu kamarku terbuka.

“Nona Dweji, apakah kau sudah tidur?” tanyanya yang aku yakin itu Donghae.

“sudah!!” jawabku masih dengan bantal menutupi wajahku.

“bodoh!!, mana ada orang yang sudah tidur bisa menjawab pertnyaan.” Dia hanya terkekeh mendengar jawaban ku.

“kau sudah puas menonton Kim Tae Hee-mu, Tuan Lee? Kalau sudah sana pergi tidur di kamar tamu!” perintahku.

Aku merasa di mencoba mengangkat bantal yang menutupi wajahku. Tapi sial sebelum aku menahan bantal dia sudah berhasil mengambil alih bantal tersebut dan memosisikan dirinya duduk ditepi ranjangku.

“Mianhae soal sikap ku tadi.” Katanya

“sikap mu yang mana?” tanyaku lagi, aku sudah terlanjur kesal dengannya.

“semuanya. Aku sadar aku salah, mianhae.”

“sudahlah jangan meminta maaf lagi. Lebih baik kau tidur sekarang.” Perintahku lagi.

Bukannya pergi tapi dia malah menarik tanganku dan memosisikan agar wajahku dengan wajahnya sejajar.

“Mianhae Nona Hwang Ji Hae!”

CHU~

Astaga dia mencium bibirku. Aku yang masih shock hanya bisa membelalakkan mata ku. Dengan posisi seperti ini aku bisa melihat dengan jelas wajah tampannya itu. Sampai aku ikut terhanyut dan menutup mata ku menikmati apa yang sedang terjadi.

Hampir 5 menit dia mencium ku. Dia melepaskan ciummannya itu dan pandangan kami saling bertemu, dengan melihat matanya aku bisa merasakan percakapan hati kami.

‘tunggu aku.’

‘untuk apa?’

‘untuk semuanya. Semua yang akan terjadi di masa yang akan datang. Hidup mu dan hidup ku akan bersatu, Nona Dweji.’

‘tapi sampai kapan?’

‘entahlah aku juga tak tahu.’

‘kalau begitu lebih baik tadi aku menerima tawaran Kyuhyun Sunbaenim.’

‘mwo?, tawaran apa?’

‘menjadi yeojachingu-nya.’

‘MWORAGO? Awas sampai kau menerimanya. Tapi kenapa kau menolaknya?’

‘semua demi kau Tuan Lee, demi My Pabbo Fishy.’

‘kalau begitu tunggulah aku.’

‘baiklah. Tapi jika kau terlalu lama, jangan salah aku kalau aku akan berpaling kepada namja lain.’

‘akan aku pastikan kau menjadi milikku, HANYA MILIKKU Nona Dweji!’

‘ne arraseo Tuan Lee!’

Hamper sekitar 7 menit kami melalukan percakpan hati dan kami kembali dalm kenyaatan.

“jaljayo Nona Dweji!” ucap Donghae dan kemudiah dia kembali mencium kening ku.

“nado jaljayo Tuan Lee.”

Dan aku rasa malam ini aku akan susah untuk tidur. Untung saja besok libur.

Sekarang aku mengerti apa artinya menunggu seseorang yang sangatvkita cintai dan berharga dalam hidup kita. Kenapa? Karena aku mencintai mu da kau berharga untuk hidup ku. Aku bersedia menunggu mu Tuan Lee.. ^^~

~FIN~

Huwaaaaaa ini FF pertama curhatan saya akhirnya kelar juga..

Mian typo bertebaran dimana-mana, ini ga saya edit lagi *males #Plakkk* hahaha..

Semoga ga ngebosenin ya tapi saya rasa ini garing bahkan terlalu.. -__-

Buat admin, jeongmal gomawo udah mau ngepost FF abal-abal ini..

Okelah silahkan yang mau comment + sarannya di tunggu Gomawo *bow bareng Dongha*.. :“D

5 thoughts on “My Story [Forever Waiting You]

  1. tenang, typo’a g t’lalu mengganggu ko..
    Keren, pa lg pas mereka melakukan percakapan hati..
    Hehehe..
    Tp sampe kpn Miss Hwang hr nunggu Mr Lee??
    Apakah akan ada sequel??

    Jia Jung

  2. waaaahhh daebak thor, apalagi pas percakapan hati. eaaak bgt dah.

    ini pengalaman pribadi author ya? /kepo/ hehe

    Kayanya pas nulis ff ini dengan sepenuh hati
    deh. Hahaha /sotoy/
    atau mungkin ff ini didedikasikan untuk your lovely neighbour thor? Hahah /dibagel author/

    btw, kurangi typo ya thor ^^v
    but overall your ff is DAEBAK !!!!

  3. so sweet akhirnya mereka bersatu, untung Ji Hae tadi menolak cintanya Kyu oppa. Nanti Donghae oppa nya sedih.. So sweet story

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s