Everything’s Gonna Be Normal [Part 1]

Author             : ChoiHanChul

Main Cast        : Cho Kyuhyun (Super Junior)

Han Hyena

Kim Heechul

Support Case   : Choi HanEul

Choi JiYoo

Other Member Super Junior

Rating             : 13+

Genre              : Romance

Warning          : Alurnya rada ngaco di tengah-tengah-_-

 

Previous Part….

Disana juga ada bukti foto-foto Hyena bersama Heechul hyung. Foto pertama adalah foto dimana Heechul keluar dari apartemen kami, di ujung foto tertuliskan 06:58 am. Untuk apa Heechul hyung keluar dari apartemen kami sepagi itu?

Foto kedua, foto yang membuatku sangat sesak. Membuat dadaku sakit. Foto kedua adalah foto dimana Hyena dan Heechul berpelukan. Lagi-lagi mereka berpelukan di belakangku. Dan ekspresi Hyena yang tambah membuat dadaku sakit, Hyena tersenyum bahagia. Senyum yang sangat jarang ditunjukkannya pada orang-orang. Senyum yang biasanya hanya aku saja yang lihat. Sejauh apa hubunganmu dengan Heechul hyung, Na~ya? Tidak bisakah kau berhenti membuat dadaku sakit? Bukankah aku sudah bilang bahwa aku saja yang boleh kau peluk? Hah, apa kau mau menantangku? Baiklah akan kuladeni, Han Hyena!

“Kyuhyun~a..”, kata Donghae hyung saat melihat tatapan setanku muncul.

Drrt drrt drrt.

Cho Hyena calling….

Handphone ku terus berkelap-kelip dan bergetar. Kau mau apa lagi, Hyena? Kau mau aku melepaskanmu? Bukankah aku sudah bilang aku tidak akan melepaskanmu, meskipun kau mengancam bunuh diri sekalipun?

=^=

Part. 2

Hyena’s POV

Aish, kenapa dia tidak mengangkatnya, hah? Apa dia terlalu sibuk untuk mengangkat teleponku?

Setelah beberapa kali aku terus menghubunginya aku menyerah. Kau mau mencari gara-gara denganku, Kyu~a?

=^=

4 hari kemudian…

3 bulan terakhir ini aku tidak masuk kuliah. Aku cuti kuliah selama Kyuhyun tidak ada. Lagipula aku hamil, aku mau menjaga anak ini dengan sepenuh hati selama Kyuhyun tidak ada. Kejutan untuknya, kan?

Drrt drrt drrt.

Park JungSoo calling…

Ada apa Leeteuk oppa menelponku sepagi ini?

“yeoboseyo”, kataku pada Leeteuk hyung.

“Hyena~ya, apa berita itu benar?”, tanyanya tiba-tiba. Aku mengerutkan kening.

“berita apa?”

“soal kau dan Heechul. Soal Heechul yang pulang dari rumahmu pagi-pagi dan soal kau berpelukan di depan apartemenmu”, jelasnya. Aku membatu seketika. “aish, bagaimana bisa kau belum tahu? Kyuhyun uring-uringan sekarang! Dia tidak mau menemui siapapun”, lanjutnya.

“tapi itu….itu…itu pasti hanya salah paham! Aku tidak ada apa-apa dengan Heechul oppa!”, kataku panik.

“Heechul pergi dari kemarin semenjak jadwalnya kosong. Aku tidak bisa mengabarinya”, katanya. Heechul oppa memang bilang bahwa dia mau pergi untuk mengejar yeoja itu, menjaga yeoja itu dalam jarak pandangnya. Yeoja yang dia ceritakan padaku. Yang tidak aku tahu namanya. “Hyena, bisakah kau ke dorm lantai 12 untuk menjelaskan semuanya? Aku sudah mencoba berbicara dengan Kyuhyun tapi hasilnya nihil. Dia sudah 4 hari terakhir tidak makan. Hanya makan-makanan kecil saja. Dan sekarang dia sakit, Hyena~ya”, jelas Leeteuk oppa panjang lebar.

Aku langsung tersontak. Benar kata Heechul oppa sebaiknya aku cepat memberitahunya bahwa aku hamil. Dan bodohnya lagi oppadeul belum mengetahui bahwa aku hamil.

=^=

“mau apa kau kemari?”, tanya Kyuhyun dingin.  Saat menyadari aku datang, aku sempat melihatnya terkaget. Dia sedang duduk di ranjang sambil menatap dingin ke arahku yang membatu di tempat.

“untuk mengklarifikasi semuanya”, jawabku santai setelah berhasil mengendalikan diri.

“apalagi yang perlu diklarifikasi? Semua sudah jelas, kan? Kau mau hidup bersama Heechul, dan rupanya……kau sudah dihamilinya”, katanya santai. Tidak tampak sedikitpun raut sedih di wajahnya. Apa dia sudah tak mencintaiku lagi? Dan apa katanya? Aku dihamili Heechul oppa?

“tunggu, aku tidak mela…”, belum sempat aku menjelaskannya Kyuhyun sudah menyelaku.

“sudahlah, aku bisa menerimanya. Tapi jika kau ingin hidup bersamanya, maaf aku tak akan membiarkannya. Aku sudah pernah bilang, kan? Aku tidak akan melepaskanmu apapun yang terjadi”, kata Kyuhyun panjang lebar.

“Kyu~a, aku tidak mungkin melakukannya”, kataku dengan suara tercekat. Entah kenapa kepalaku kembali terasa berat. Aku mulai pusing kembali. Tapi aku berusaha menahannya, masih ada urusan yang belum diselesaikan, kan?

“melakukan apa? Meninggalkanku? Tentu saja, karena aku tak akan melepaskanmu. Tapi ternyata sekarang kau mengandung anak kau dan Heechul, Nyonya Cho? Ng, atau kau mau dipanggil Nyonya Kim?”, aku membelalakkan mataku mendengar kata-katanya. Aish, kenapa di saat seperti ini kepalaku bertambah berat? Tahan, Cho Hyena!

“tapi ini bukan anak…”, belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, aku sudah terjatuh. Tapi aku senang menyadari ada tangan yang besar dan hangat yang masih mau menopangku. Tangan yang selalu kucintai sepenuh hati. Belum sempat aku mengumpulkan semua kekuatanku, dunia ini tiba-tiba menjadi gelap.

 

Kyuhyun’s POV

Hah, aku sudah 4 hari ini berada di atas ranjang ini. Aku tidak mau ke apartemen dulu. Aku masih bisa mengingat dengan jelas berita-berita yang tersebar di internet. Bahkan saat aku sampai di bandara Incheon saja, para wartawan sudah siap dengan pertanyaannya tentang masalah itu. Tapi aku tidak bisa berkata apa-apa dan memilih untuk diam.

Aku mendengar suara pintu terbuka, aku langsung mendongakkan kepalaku. Ada setitik kebahagiaan di hatiku saat melihat sosok yang kurindukan itu baik-baik saja. Tapi sesaat kemudian aku menyadari, dia hamil. Apa dia melakukan ‘itu'(?) dengan Heechul hyung? Apa belum cukup mereka berpelukan, hah? Aku meninggalkannya selama 4 bulan dan ketika aku pulang dia hamil. Hebat sekali!

“mau apa kau kemari?”, tanyaku saat aku sudah bisa mengendalikan diri. Ingin sekali rasanya aku memeluknya. Aku sangat merindukannya. Tapi mengingat keadaannya sekarang, aku mengurungkan niatku itu dan memberikannya tatapan terdinginku.

“untuk mengklarifikasi semuanya”,jawabnya santai. Begitu mudahnya kau mengatakan mengklarifikasi, hah?

“apalagi yang perlu diklarifikasi? Semua sudah jelas, kan? Kau mau hidup bersama Heechul, dan rupanya……kau sudah dihamilinya”, kataku santai. Aku bersusah payah untuk mengendalikan suaraku dan ekspresiku agar tetap terlihat netral.

“tunggu, aku tidak mela…”, aku langsung menyela perkataannya. Aku tidak sanggup mendengar kebohongan yang dia lakukan.

“sudahlah, aku bisa menerimanya. Tapi jika kau ingin hidup bersamanya, maaf aku tak akan membiarkannya. Aku sudah pernah bilang, kan? Aku tidak akan sanggup jika kau tidak berada dalam jarak pandangku”, kataku menyela perkataannya.

“Kyu~a, aku tidak mungkin melakukannya”, katanya dengan suara tercekat. Seketika itu juga, wajahnya berubah menjadi pucat pasi. Aku menahan diriku untuk menopang tubuhnya yang kelihatannya mau jatuh itu. Aku masih bisa mengingat kejadian sebelumnya.

“melakukan apa? Meninggalkanku? Tentu saja, karena aku tak akan melepaskanmu. Tapi ternyata sekarang kau mengandung anak kau dan Heechul, Nyonya Cho? Ng, atau kau mau dipanggil Nyonya Kim?”, kataku dengan penuh penekanan.

“tapi ini bukan anak…”, badannya langsung terhuyung begitu saja. Refleks badanku langsung menopangnya yang hampir jatuh itu. Aku bisa melihat semburat merah di pipinya. Dan akhirnya dia pingsan.

“Na~ya, ireonna!”, kataku sambil memukul-mukul pipinya pelan.

Seketika itu juga, kamarku dipenuhi oleh penghuni dorm lantai 11 dan beberapa penghuni lantai 12.

“yak! Kenapa hanya melihat saja? Panggil ambulance! Palli!”, perintahku. Dan seketika itu juga kamarku sepi hanya ada aku dan Hyena.

Aku memegang dahi Hyena, panas. Sebegitunyakah kau berjuang mempertahankan anakmu dengan Heechul, Na~ya? Kenapa, Na~ya? Apa kau melupakan janji pernikahanmu denganku? Atau kau ingin mengulangi janji itu dengan orang lain? (udah mulai ngestuck dari sini nih-_- paling jadinya aneh)

=^=

Author’s POV

Semua orang cemas akan keadaan Hyena yang sekarang sedang berada di ruang ICU. Terutama Kyuhyun, dia terlihat sangat tertekan dan kacau. Dan ini semua hanya karena 1 orang yang dicintainya, Cho Hyena.

“tenanglah, Kyu~a. Aku yakin dia akan baik-baik saja”, kata Leeteuk menenangkan Kyuhyun yang makin uring-uringan dari detik ke detik.

“kemana orang yang satu itu, hyung? Apa yang telah dia lakukan pada istriku? KENAPA DIA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB?”, kata Kyuhyun kesal. Bukan hanya Leeteuk yang terkejut atas apa yang telah dilakukan Kyuhyun, tapi semua orang yang ada di lorong itu terkejut. Pasti dia sudah sangat frustasi, batin Leeteuk.

“maaf, hyung”, kata Kyuhyun. Lalu dia mendesah keras kemudian menyandarkan kepalanya ke dinding yang ada dibelakangnya. Dia memejamkan matanya seakan-akan ingin melupakan segala masalahnya. Ingin semua kembali seperti semula.

“yang kau maksud Heechul, Kyu~a?”, ucap Leeteuk sambil menatap Kyuhyun.

Kyuhyun tiba-tiba membuka matanya, “jangan sebut nama itu, hyung! Sudah cukup dia membuat istriku seperti ini”, katanya. Raut wajahnya penuh dengan kegusaran.

“bukankah sebaiknya kau mendengar penjelasan mereka dulu, Kyu~a?”, kata Sungmin yang tiba-tiba duduk di samping Kyuhyun. Sungmin sudah tidak tahan melihat dongsaengnya seperti ini. Lebih baik dia mendengar Hyena dan Kyuhyun saling meneriaki satu sama lain daripada seperti ini. “masalahmu sudah rumit begini, bukankah mendengar penjelasan adalah jalan keluar terbaik?”, lanjutnya.

“tidak ada yang perlu dijelaskan, hyung. Semua sudah jelas di mataku”, nada yang digunakan Kyuhyun adalah nada dingin, nada yang sangat jarang digunakannya apabila berbicara dengan Sungmin.

“di matamu, kan?”, Kyuhyun menoleh ke arah Kyuhyun. Sedangkan Leeteuk dan member lain sudah pergi entah kemana. “bukan di matanya atau di mata orang lain. Kau selalu mengambil keputusan satu sisi, Kyu~a”.

“memangnya ada keputusan lain? Bahkan publik sudah beranggapan hal yang sama denganku, itu berarti hal ini jelas bukan hanya di mataku kan, hyung? Di mata orang lain juga bahkan di mata publik”, jawab Kyuhyun.

“apa kau sudah lupa janjimu untuk mempercayai Hyena dengan sepenuh hati?”, Sungmin mulai berusaha menyudutkan Kyuhyun.

Belum sempat Kyuhyun menjawab, hal yang tak terduga terjadi. “Kyu~a, bagaimana kabar Hyena?”, suara berat yang sudah sangat familiar di telinga Kyuhyun terdengar, suara Heechul.

Kyuhyun memalingkan wajahnya, tidak mau melihat wajah orang yang dianggapnya sudah membuat istrinya seperti ini. Heechul menatap Sungmin dengan tatapan penuh dengan kebingungan.

Akhirnya, karena Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Heechul, Sungmin pun menjawabnya. “dia masih di dalam. Dokter sedang memeriksanya”.

“baiklah aku akan menunggunya”, katanya dengan senyum yang terpampang di wajahnya.

“ya, dan kau juga harus bertanggung jawab, Heechul~ssi”, kata Kyuhyun dingin tanpa menatap Heechul. Heechul hanya bisa memandang Kyuhyun dengan penuh kebingungan.“bila terjadi sesuatu dengan istriku…..kau harus bertanggung jawab!”, sambung Kyuhyun lagi.

“Kyuhyun~a, kau kenapa?”, tanya Heechul polos. Seperti tidak tahu apa yang telah terjadi, tapi memang itulah kenyataannya. Kyuhyun tetap diam. Memang setelah kejadian pelukan itu, Heechul pergi ke Incheon, kampung halaman gadis yang dicintai Heechul, untuk melakukan sesuatu agar gadis itu menjadi miliknya.

Dokter tiba-tiba keluar, “bagaimana keadaannya, dokter?”, kata Kyuhyun sambil bangkit dari tempat duduknya.

“kalian sudah boleh masuk tetapi jangan mengajaknya bicara terlalu banyak dan juga jaga pikirannya agar tidak terlalu memikirkan hal yang berat-berat. Hal itu bisa berpengaruh ke janin yang dikandungannya”, jelas Dokter Shim. Kyuhyun tersenyum berterima kasih pada Dokter Shim dan sedikit membungkuk.

“ahya, karena kondisi Nyonya Cho masih lemah, sepertinya dia butuh perawatan 1-2 bulan disini”, lanjut Dokter Shim sebelum pergi dari tempatnya berdiri.

“ah ne, kamsahamnida Dokter Shim”, jawab Kyuhyun dan melanjutkan langkahnya menuju kama Hyena.

Ketika sampai di dalam, Kyuhyun melihat Hyena terbaring lemah. Melihat keluar jendela. Wajahnya pucat pasi.

“ah, Kyu~a”, kata Hyena saat menyadari kehadiran Kyuhyun. Wajahnya terlihat lebih cerah. Kyuhyun dengan sangat keras menahan dirinya agar tidak langsung memeluk wanita yang sedang terbaring di tempatnya ini. Menahan rasa untuk menunjukkan rasa leganya melihat wanitanya baik-baik saja.

“kata dokter, kau harus dirawat di sini 1-2 bulan”, kata Kyuhyun yang sudah berdiri di samping ranjang Hyena. Menatap Hyena dengan tatapan dinginnya. Hyena tersenyum kecil, berpikir bahwa suaminya itu sudah memaafkannya.

Pintu terbuka, Heechul masuk ke dalam. Kyuhyun menoleh ke arah belakang memberikan tatapan terdinginnya. Sedangkan Heechul, Heechul hanya membalas tatapan Kyuhyun dengan tatapan datar. Dia masih tidak mengerti apa-apa.

“sepertinya ada orang penting yang ingin melihat keadaanmu. Jaga dirimu baik-baik”, kata Kyuhyun masih dengan nada dinginnya.

“ada apa dengannya? Dan hei adik ipar, kenapa kau bisa seperti ini? Bukankah sebelum aku pergi kau baik-baik saja?”, kata Heechul panjang lebar sambil mengambil tempat duduk dan duduk di samping ranjang Hyena.

“oppa….”, Hyena mengeluarkan raut sedihnya, membuat Heechul semakin kebingungan.

“wae?”, kata Heechul sambil melipat tangannya di atas kasur yang Hyena tempati.

“dia salah paham, oppa. Aku tidak tahu darimana orang-orang itu mendapatkan foto itu..”, kata Hyena sambil menatap Heechul. Melihat Heechul yang masih meminta penjelasan lebih dia melanjutkan “oppa belum melihatnya?”, tanya Hyena yang disambut dengan gelengan kepala dari Heechul. “foto kita berpelukkan ada di internet dan Kyuhyun melihatnya. Dia marah besar padaku. Dan dia mengira aku mengandung anakmu”, kata Hyena. Heechul hanya bisa mengerutkan kening.

“karena itu? Lalu kenapa kau bisa begini?”, tanya Heechul.

“molla, saat aku ingin menjelaskannya tiba-tiba aku sudah seperti ini”, jawabnya.

“dan bodohnya anak itu tidak mau mendengarkan penjelasan darimu”, Hyena mengangguk. “sudahlah lupakan! Aku yakin pada akhirnya dia tidak marah padamu. Dia tidak bisa hidup jauh-jauh darimu, kan?”, jelasnya. Hyena tersenyum lemah. “ah, aku lupa pesan Dokter Shim untuk tidak mengajakmu banyak bicara”

“bagaimana kalau kau mendengar berita bahagia dariku saja?”, lanjut Heechul sambil tersenyum bahagia.

“mwoya? Ada apa, oppa?”, kata Hyena dengan senyum yang juga terpampang di wajahnya.

“aku berhasil mendapatkannya”, kata Heechul singkat. Hyena langsung membulatkan matanya.

“jinjja? Bagaimana bisa?”, tanya Hyena masih dengan senyum di wajahnya.

“memang aku belum mendapatkannya. Tapi aku sudah pergi ke rumah orang tuanya, melamarnya tanpa sepengetahuannya. Aku hebat, kan?”, Heechul memainkan alisnya dan membuat Hyena tertawa.

Drrt drrt.

“ah tunggu sebentar”, kata Heechul saat mendengar ponselnya berbunyi. Sesaat kemudian dia tersenyum.

“yeoboseyo, kau merindukanku?”, Hyena hanya bisa melihat Heechul dengan senyuman kecil di bibirnya. Senyuman kecil penuh harapan agar Kyuhyun mendengarnya kembali. “na? Aku di……rumah sakit”, kata Heechul dengan suara lemas.

Berpura-pura menjadi orang sakit, hah? Batin Hyena.

“aku….uhuk..uhuk”, lanjut Heechul disertai batukan. Hyena hanya bisa terkekeh melihatnya. Sesaat kemudian, Heechul menutup ponselnya.

“calon tunanganmu?”, kata Hyena langsung yang dijawab dengan anggukkan kepala dari Heechul. “kau bilang apa padanya? Berpura-pura sakit, hah?”, lanjutnya.

“aku tidak bilang padanya kalau aku sakit, tapi setelah mendengar aku terbatuk dia langsung ingin segera kesini. Pesonaku mematikan, ya?”, katanya. Hyena hanya bisa tertawa geli melihat kelakuan Heechul oppa.

=^=

Kyuhyun’s POV

Hah, kau tertawa dan tersenyum bersamanya, seakan kau lupa akan rasa sakitmu. Ada apa sebenarnya denganmu? Kau melupakanku? Kau melupakan fakta bahwa Cho Kyuhyun adalah suamimu? Atau kau sudah tidak tahan dengan semua fakta itu? Kau ingin lepas dariku, hah? Tapi maaf sayangnya aku tak bisa Cho Hyena-ssi.

“kenapa tidak masuk, Kyu-a?”, seseorang tiba-tiba menepuk pundakku. Lee Sungmin.  Aku diam tanpa menjawab pertanyaannya. “ah, Heechul hyung, ya?”, aku hanya menolehkan kepalaku sedikit. “sudah kubilang kau harus mendengar penjelasan mereka dulu”, lanjutnya.

“semua ini sudah menunjukkan semuanya, hyung”, aku menunjuk ke arah kamar.

“itu belum menjelaskan semuanya, Kyuhyun-a. Bisa saja ternyata yang dikandung Hyena adalah anakmu”, kata Sungmin hyung dengan mata tertuju ke kamar.

“tapi dia hamil saat aku pergi, Hyung. Jadi tidak ada alasan lagi kan?”, kataku sambil berjalan ke arah tempat duduk. Rupanya sudah tidak ada lagi orang disini. Aku tidak tahu kemana Leeteuk hyung dan lainnya pergi.

“tapi saat kau pergi kau meninggalkannya dalam keadaan pucat, kan?”, kata Sungmin hyung. Sesaat setelah Sungmin hyung menyelesaikan kata-katanya Heechul hyung tiba-tiba keluar. Berjalan ke arah taman rumah sakit yang berada tidak jauh kamar Hyena.

30 menit kemudian….

“ya! Dimana Kim Heechul itu?”, teriak seorang yeoja sambil berlari kecil. Sungmin hyung dan aku yang masih belum berpindah dari tempat ini langsung melihat gadis ini dengan tatapan penuh tanya. Beberapa saat kemudian, Sungmin hyung menunjuk ke arah taman rumah sakit.

“siapa yeoja itu?”, tanyaku pada Sungmin hyung. Sungmin hyung hanya mengedikkan bahunya.

Author’s POV

Gadis itu, Choi HanEul, langsung berlari ke arah pria yang sedang duduk di kursi taman berwarna coklat kehitaman itu.

“neo!”, katanya dengan suara yang agak tinggi. Sedangkan lawan bicaranya sontak mendongak dan tersenyum ke arahnya.

“aigoo, uri HanEul benar-benar ke sini? Kau khawatir padaku, ya? Aku kesini hanya menjenguk teman”, jelasnya.

“aku tidak peduli sekalipun kau mati!”, katanya setengah berteriak. “yak! Kim Heechul! Apa yang sudah kau katakan pada orang tuaku, hah?”, kata yeoja bernama Choi HanEul itu sambil bersusah payah menahan emosinya yang sudah meluap-luap.

“aku hanya bertanya pada orang tuamu, apakah aku boleh mengikatmu agar tetap berada dalam jarak pandangku. Hanya itu. Dan tanpa kusangka mereka memperbolehkanku. Hanya itu, bukan masalah rumit, kan?”

=^=

Hyena’s POV

“yak, dimana Kim Heechul itu?”, kata seseorang yang membuatku tersadar dari tidurku. Siapa dia? Kim Heechul? Dia mencari Heechul oppa?

Aku merasa penasaran jadi aku berjalan dengan lemas sambil membawa infus yang masih menempel di tanganku. Aku membuka pintu dan langsung terpampang jelas 2 orang yang sedang duduk di kursi yang disediakan rumah sakit, Sungmin oppa dan Kyuhyun? Kenapa mereka tidak masuk saja?

Aku berdeham kecil, bermaksud membuat mereka menyadari kehadiranku. Sungmin oppa yang langsung menyadari keberadaanku langsung menyapaku, “ah, annyeong, Hyena~ya? Bagaimana keadaanmu?”, katanya sambil menunjukkan senyumnya.

Aku hanya menjawabnya dengan senyuman. Beberapa detik kemudian, aku baru menyadari hal yang membawaku kesini, “ah ya oppa, tadi aku mendengar suara wanita, siapa dia?”, kataku.

“kalau kubilang dia mencari Kim Heechul?”

=^=

Author’s POV

“kalau kubilang dia mencari Kim Heechul?”  kata Kyuhyun yang menjawab pertanyaan yang ditujukan bukan untuknya. Sambil mendongakkan kepalanya dia menjawab, “jadi karena suara wanita yang memanggil Heechul itu datang kemari? Kau cemburu ada wanita yang mencari Heechul?”, sambungnya.

Sungmin yang merasa harus segera menyingkir dari tempat ini langsung pamit pulang. “ah, sepertinya aku harus pergi. Baiklah Hyena~ya, cepat sembuh aku pergi dulu. Annyeong!”, kata Sungmin sambil melambaikan tangan lalu berlalu begitu saja.

“kau benar-benar menyukai Kim Heechul, ya?”, kata Kyuhyun sambil berdiri lalu memandang Hyena yang lebih pendek darinya.

“Kyu~a, aku hanya bertanya. Kenapa kau selalu menganggap kalau aku menyukai Heechul oppa?”, Hyena memberanikan diri membalas tatapan Kyuhyun yang dingin itu.

“memang itu kenyataannya kan? Kau menyukai Kim Heechul”, balas Kyuhyun sambil kembali duduk.

Hyena dengan gerakan perlahan memilih untuk duduk di samping Kyuhyun juga. “kenapa kau tidak mau mendengar penjelasanku? Kenapa kau selalu mengambil pemikiran sendiri?”, Hyena bertanya kepada Kyuhyun sambil menghadap ke arah Kyuhyun. Dia mati-matian menahan air matanya agar tidak keluar.

Hening sejenak. Tidak ada yang berbicara. Kyuhyun sibuk dengan pikirannya. Sedangkan Hyena terlalu sibuk menahan air matanya.

“bukankah semuanya sudah jelas?”, Kyuhyun memecah keheningan itu dengan pertanyaan yang membuat air mata Hyena jatuh begitu saja. “aku lupa, kau tidak boleh lelah. Kembali ke kamarmu”, kata Kyuhyun.

Melihat Hyena yang tidak bergerak sama sekali, Kyuhyun berdiri sambil mengulurkan tangannya. “ayo ku bantu”, Hyena memandangi tangan dengan jari-jari lentik itu sejenak, lalu menyambutnya.

Mereka berjalan dalam keheningan. Walaupun jarak dari tempat duduk hingga ke ranjang Hyena hanya beberapa meter tapi jarak itu terasa lama. Akhirnya, Hyena tidur di ranjangnya. Sesaat itu pula, Kyuhyun hendak pergi dari kamar itu apabila tidak ada tangan Hyena yang menahannya.

“kau tidak mempercayaiku? Kau lebih percaya pada mereka? Kau lebih percaya pada media massa yang sok tahu segala hal itu?”, kata Hyena tenang. Sangat tenang sampai dia bisa merasakan detak jantungnya.

“aku belum menjelaskan apapun padamu, Kyuhyun~a. Tapi kenapa kau tiba-tiba langsung beranggapan bahwa aku menyukai Heechul oppa? Bahkan kau bepikir aku dihamilinya. Apa jika aku bilang ini anakmu kau tidak mau percaya?”, Kyuhyun hanya menatap Hyena diam. Tidak tahu kalimat atau kata apa yang harus ia keluarkan.

“aku tidak akan marah bila kau mengatakan janin yang kau kandung anak kau dan Heechul, Na~ya. Tenang saja. Aku bisa menerima kenyataan”, kata Kyuhyun setelah berpikir panjang.

“jadi kau tidak mau mengakui ini anakmu? Kau masih tidak percaya kalau kukatakan Heechul oppa menginap karena menjagaku yang pingsan? Kau tidak percaya kalau kukatakan aku memeluk Heechul oppa karena senang mengetahui aku hamil dan ingin memberitahumu secepatnya?”, jelas Hyena yang sebenarnya berupa pertanyaan.

Kyuhyun hanya memandangi Hyena tak percaya. “kau berbohong ya, Na~ya? Aku tidak akan marah kalau kau mengatakan yang sejujurnya”, kata Kyuhyun setelah mengendalikan ekspresi di wajahnya sehingga kembali terlihat dingin.

“kau lupa, Kyuhyun~a?”, Hyena terlihat mengerutkan dahinya seperti menahan rasa sakit. Tangannya mulai bergerak memegangi perutnya. Kyuhyun yang melihat perubahan wajah Hyena langsung panik.

“kau kenapa, Na~ya? Bertahanlah”, Kyuhyun mulai menekan-nekan tombol untuk memanggil suster. Selang beberapa menit beberapa suster pun datang. Suster tersebut mulai memeriksa keadaan Hyena menggunakan peralatan yang dia bawa.

“nyonya Cho hanya kelelahan”, kata seorang suster sambil merapikan kembali alat-alat yang sebelumnya digunakannya. “biarkan dia tidur. Dokter Shim sedang tidak ada disini, jadi agak sulit kalau misalnya ada apa-apa”, jelasnya.

Kyuhyun kemudian tersenyum, “ne, kamsahamnida”. Kemudian kedua suster itu pun meninggalkan Kyuhyun dan Hyena berdua di kamar. Kyuhyun hanya bisa menatap Hyena yang sedang tertidur, mungkin karena dia terlalu lelah. “aku percaya padamu, Na~ya. Tapi untuk yang satu itu aku masih belum bisa percaya, Na~ya. Hatiku terlalu sakit menerima kenyataan kau menggunakan tubuh orang lain untuk kau peluk. Bukankah kau sudah berjanji bahwa aku saja yang boleh kaupeluk?”

=^=

Keesokan harinya….

Hyena mengerjapkan matanya beberapa kali. Sinar matahari mulai mengganggu tidurnya dan akhirnya membangunkannya dari tidurnya. Hyena terkejut saat kepalanya menoleh ke arah kanan, matanya langsung mengarah pada wajak Kyuhyun yang sedang tidur di kursi berbantalkan ranjang yang dipakai Hyena.

“Kyu~a bangunlah”, kata Hyena setelah membiarkan matanya menjelajahi waja Kyuhyun. “Kyuhyun~a”, tangan Hyena mulai menepuk-nepuk bahu Kyuhyun. Namun, respon Kyuhyun hanya gerakan kecil kemudian dia tertidur kembali. “Kyuhyun~a badanmu bisa pegal tidur seperti itu”, kata Hyena kembali sambil terus berusaha membangunkan Kyuhyun.

Akhirnya, Kyuhyun terbangun. Dia menegakkan tubuhnya. “semalam kau tidur disini?”, tanya Hyena melihat Kyuhyun sudah hampir sepenuhnya tersadar dari dunia mimpinya.

Kyuhyun memandang Hyena sejenak. Lalu, dia berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi. Sesaat kemudian datanglah seorang suster membawa makanan untuk Hyena, “kamsahamnida”

=====================================

Kyuhyun’s POV

Setelah selesai menyegarkan wajahku sedikit, aku kembali ke kamar Hyena. Aku melihatnya sedang menyantap sarapan dengan sangat pelan-pelan. Bibirku sedikit tertarik membentuk senyuman tipis. Melihatnya mulai membaik membuat seluruh organ tubuhku lebih baik dan lega.

Tiba-tiba dia melihat ke arahku, aku kembali memasang wajah dingin di hadapannya. Sebenarnya aku tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Aku tidak tahu harus berbuat jahat atau baik padanya. Aku masih mencintainya, dan akan selalu mencintainya. Aku bisa saja dengan mudah memaafkannya, tapi aku masih belum bisa meyakinkan diriku sepenuhnya bahwa yang dikandungnya adalah anakku. Hatiku berkata iya, sedangkan otakku berkata bukan.

Tok tok.

Siapa? Aku pun membukanya. Dan aku lansung tercengang begitu melihatnya. Kim Heechul

“kau mau menjenguknya? Baiklah aku akan pergi”, kataku sambil berjalan keluar dari kamar. Mendengar suara pintu tertutup, kupikir dia sudah masuk tapi ternyata dia masih di luar.

“aku bukan mau menemui Hyena. Aku mau menemuimu”, kata Heechul sambil berjalan ke arahku.

“ada apa? Aku tidak punya urusan apa-apa denganmu”, balasku sengit.

“mana panggilan hyung mu, Kyuhyun~ssi? Kau lupa aku lebih tua darimu? Aku hyung mu”

“kau masih menganggapku dongsaeng mu? Oh”, kataku kesal.

“kau begini karena Hyena, kan? Asal kau tahu aku tidak berbuat apa-apa padanya. Kau lupa kau menyuruhku menjaganya saat kau pergi karena dia pucat?”

“ya, aku ingat. Dan aku hanya bialng menjaga bukan memeluk apalagi sampai menginap, dan menghamilinya…”

“saat itu dia pingsan, Jiyoo tidak bisa menjaganya. Jadi siapa lagi kalau bukan aku? Dan soal menginap, aku menginap karena melihatnya yang tak kunjung sadar dan takut terjadi sesuatu padaya. Aku hanya menjaganya Kyuhyun-ssi”, katanya sambil menekankan kata -ssi.

“aku tidak percaya bualanmu, Heechul~ssi”, kataku sambil meninggalkannya.

“kau mau sampai kapan terus begini, Kyuhyun~a? Bukankah kau merasa tersiksa seperti ini terus? Aku tahu kau tidak sanggup seperti ini, kan? Berada di dekatnya tapi tak bisa berbuat yang seperti biasa kau lakukan. Bukankah itu melelahkan?”, katanya panjang lebar. Aku hanya bisa menolehkan kepalaku ke arahnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun karena semua yang dikatakannya……benar.

Sebaiknya aku harus mendinginkan kepalaku. Mungkin lebih baik aku ke dorm. Dorm tempat yang baik saat ini.

Setengah jam kemudian…..

Ternyata dorm tidak merubah pikiranku sama sekali. Bahkan PSP yang sedaritadi kumainkan tidak memberi pengaruh sama sekali. Kau menghancurkan semua organ tubuhku, Na~ya.

Aku membaringkan kepalaku sejenak. Bagaimana kalau yang dikatakan Heechul hyung benar? Bukankah dia mengatakan hal yang sama dengan Hyena? Bagaimana kalau itu benar? Tapi kalau memang benar, kenapa Hyena tidak mau memberitahukan bahwa dia hamil padaku sejak awal. Aku belum bisa sepenuhnya percaya apalagi didukung dengan foto mereka berpelukan. Bahkan semua media massa memberitakan hal ini. Dan fans pun malah memintaku menceraikannya. Cerai? Bagaimana bisa? Aku tidak akan bisa.

Tok tok.

“Kyuhyun oppa?”, seorang perempuan yang mengetuk pintu melongokkan wajahnya di sela-sela pintu yang dia buka sedikit.

“ah, Choi Jiyoo! Eunhyuk hyung tidak ada disini”, kataku.

“ah, aku memang bukan mencari Eunhyuk oppa aku mencarimu”, dia mulai masuk ke kamar.

Aku mengerutkan keningku“ada apa?”

“mau menjelaskan semuanya. Aku tidak tahan mendengar cemoohan teman-teman di kampus dan sebagian SparKyu di internet tentang Hyena. Aku hanya ingin kalian kembali seperti dulu”, dia memasang raut wajah sedihnya. Aku hanya bisa terdiam tidak tahu apa yang harus ku perbuat.

“oppa”, panggilan kecil itu membuatku mendongakkan kepalaku. Aku hanya diam.

“aku tidak suka melihat kalian seperti ini. Kalian benar-benar pasangan bodoh oppa. Kalian saling mencintai tapi kau tidak mau mepercayainya, apalagi mendengar penjelasannya. Kau mencintainya tapi kau tidak menggunakan dasar cinta itu sendiri”, jelasnya.

“oppa, Hyena tidak pernah dihamili Heechul oppa. Kalau itu yang kau mau tahu. Aku mendengar dari EunJi, saat aku tidak masuk kondisi Hyena semakin drop. Sehingga Hyena memutuskan untuk ke rumah sakit untuk mengecek keadaannya. Lalu hasilnya, Hyena sudah hamil 4 minggu. Heechul oppa menginap sehari sebelum dia men-check up keadannya tapi dia sudah hamil 4 minggu. Bukankah itu sudah menjadi bukti bahwa Heechul oppa sama sekali tidak menghamili Hyena? Lagipula 4 minggu sebelumnya bukankah oppa masih di Korea?”

Sekali lagi, aku hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Jiyoo. Otakku masih belum bsia mencerna apa yang Jiyoo jelaskan. Kenapa aku tidak berpikir seperti itu? Bagaimana bisa aku menyakiti istriku sendiri hanya karena hal bodoh yang kubuat. Sungguh, aku merasa seperti orang yang paling bodoh saat ini.

Aku hanya bisa mengurut keningku pelan. Masih belum percaya dengan penjelasan yang Jiyoo berikan. Bagaimana mungkin aku tidak berpikir ke arah sana? Bagaimana mungkin aku langsung menuduh bahwa Hyena mengandung anak Heechul hyung?

“oppa, jika kau sudah menyadari kesalahanmu lebih baik kau minta maaf padanya. Dia sudah mencoba menjelaskan hal ini padamu, tapi kau tidak mau mendengarnya, kan? Jadi untuk kali ini, turunkan egomu dan minta maaf padanya. Dia sedang mengandung anakmu, oppa. Setidaknya buatlah dia merasakan rasa bahagia saat mengandung anak, bukan kegelisahan”, sambung Jiyoo lagi sambil duduk di atas kasur di sampingku.

“tenang saja, Jiyoo-ya. Kau hanya perlu melihat apa yang terjadi, tanpa harus berbicara sepatah katapun lagi padaku dan aku bisa memastikan dia akan merasakan rasa bahagia saat mengandung, ah ani, selamanya”, sambungku sambil menyunggingkan senyum kecilku padanya. Sambil menahan ringisan yang ingin kukeluarkan saat ini juga.

Dia hanya menghembuskan napas. Dan mengangkat tangan, “baiklah, tugasku selesai. Aku hanya tidak mau tidak melihat pasangan bodoh seperti kalian bertengkar seperti biasanya lagi”, katanya sambil berjalan ke arah pintu.

Saat dia menyentuh kenop pintu terdengar suara yang sudah sangat familiar di telingaku, “hyung, Jiyoo kesini? DIMANA DIA?”, suara Eunhyuk hyung menggelegar sampai ke kamarku. Objek yang dicarinya hanya mendengus pelan sambil tersenyum senang.

“aku disini~”, teriak Jiyoo saat dia sudah di luar. Pasangan ini, benar-benar konyol.

=^=

Sesaat Jiyoo keluar dari pintu, sesaat itu juga aku langsung melesat mencari kunci mobil dan pergi ke rumah sakit. Tempat dimana seharusnya aku berada sejak tadi. Tempat yang bukan seharusnya menjadi tempat Hyena tinggal saat ini.

Aku masih bisa melihat semua orang yang ada di dorm melirikku. Namun, aku tetap mengacuhkannya dan tetap berjalan keluar.

Drrt drrt.

From : Choi Jiyoo

Fighting, oppa! Ingat apa yang harus kau lakukan, eo? Ah, mungkin Heechul oppa sedang berada di sana. Dan kau juga sebaiknya harus tahu kau harus melakukan apa. Bagaimanapun juga, dia hyung-mu.

Aku mendengus sesaat membaca tulisan yang berada di layar handphone-ku. Bagaimana bisa anak yang berumur 17 tahun itu menasehatiku yang jelas-jelas lebih dewasa darinya? Hah, sepertinya aku terlalu kekanak-kanakan sampai-sampai aku butuh kata-kata Jiyoo itu.

=^=

Author’s POV

Seorang laki-laki berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Suara langkah kakinya terdengar dan bergema di sepanjang koridor, suara langkah ini ternyata membuat seorang gadis yang duduk di bangku di depan sebuah kamar menoleh. Tetapi, laki-laki itu tidak menyadarinya dan terus berjalan. Akhirnya, dia berhenti di depan sebuah pintu kamar. Dia menatap kosong ke dalam.

“kau mau menjenguk Hyena, ya?” gadis yang tadi duduk di kursi yang di belakangi laki-laki itu akhirnya membuka mulut. Membuat laki-laki itu menoleh menatap sang gadis.

“ah, nde,” jawabnya.

“kenapa tidak langsung masuk? Kau ada hubungan apa dengan Han Hyena?” tanya gadis itu.

“ah, nan? Aku suaminya,” terlihat jelas sekali sang gadis tersentak kecil, namun dia berhasil mengendalikan dirinya dengan berkata, “ah, suami? Apa kau terganggu dengan keberadaan Kim Heechul di dalam? Baiklah aku akan menyuruhnya keluar, sudah setengah jam aku menunggunya di luar tapi dia tidak keluar-keluar,”ucap si gadis. Bahkan di saat seperti ini bukan aku yang berada di sampingnya, bukan aku yang menjaganya, batin laki-laki yang diketahui bernama Kyuhyun.

“ya, Choi HanEul! Kau tidak bermaksud menggoda suami orang, kan?” pintu kamar terbuka saat gadis yang ternyata bernama Choi HanEul itu ingin masuk ke dalam. “kau mau menjenguk Hyena? Masuk saja ke dalam,” kata Heechul dengan wajah datar.

“hyung, kamsahamnida,” Kyuhyun dengan suara beratnya dan menatap Heechul datar. Heechul hanya mengangguk dan mengalungkah tangannya ke bahu HanEul dan membawa gadis itu pergi. Mungkin lebih tepatnya memaksa, karena terlihat dengan jelas HanEul memberontak saat Heechul melakukan itu padaya.

Kyuhyun melirik pasangan itu sesaat dan membuka pintu. Dia langsung melihat gadis itu, gadis dengan bekas air mata yang terlihat jelas. Gadis yang seharusnya dijaganya, Cho Hyena.

HyeNa menyadari kedatangan Kyuhyun. Secara reflek dia langsung mengusap pipinya, menghapus apapun yang ada disana, termasuk air matanya. Kyuhyun dengan langkah perlahan semakin mendekati ranjang yang di tempati HyeNa. Dia menatap HyeNa penuh fokus dan tiba-tiba tangannya bergerak untuk memeluk tubuh HyeNa.

HyeNa tidak bisa berkata apa-apa. Dia terdiam. Terlalu terkejut dengan apa yang sedang terjadi. Dia semakin terkejut dengan suara berat yang terdengar lirih, “mianhanda,”. Kyuhyun melepaskan pelukannya perlahan.

“mianhanda,” ucap Kyuhyun sekali lagi sambil menatap HyeNa. “maaf untuk segalanya, maaf atas sifatku yang kekanakan, maaf atas ketidaksalahpahamanku, maaf atas kebodohanku, dan maaf atas…”, Kyuhyun menyentuh pipi HyeNa yang sudah dibanjiri air matanya, “ini,” ucap Kyuhyun.

Perlahan HyeNa tersenyum, melihat semuanya kembali. Kesalahpahaman itu hilang. “aigoo, ada apa dengan kau, Kyu-a? Kau sakit? Apa benar ini Cho Kyuhyun?”, kata HyeNa dengan seringaian kecilnya, seringaian yang sudah lama tidak dilihat Kyuhyun beberapa bulan terakhir.

“yak, aku sedang minta maaf! Seriuslah sedikit!”, kata Kyuhyun. HyeNa tersenyum lebar menatap Kyuhyun. Benar semuanya kembali normal, batin Hyena.

=====================================

Flashback~

Setelah mendapati kenyataan Kyuhyun pergi, HyeNa semakin terlihat kacau.

“kenapa? Kenapa semuanya menjadi seperti ini?”, tanya HyeNa lebih kepada dirinya sendiri. Dia hanya bisa menunduk tidak sanggup untuk mengangkat kepalanya. Dia merasa kepalanya bertambah berat, terlebih dengan kenyataan Kyuhyun yang bersikap seperti itu terhadapnya.

Heechul hanya bisa melihat adik iparnya dengan tatapan datar. Dia tidak bisa mengeluarkan emosinya saat ini. Sebenarnya, dia merasa bersalah, sangat bersalah. Melihat kedua adiknya seperti ini membuat Heechul merasa gagal sebagai kakak. Dia sudah menganggap HyeNa dan Kyuhyun adiknya sendiri.

“ya..”, kata yang seharusnya menjadi kata seruan itu berubah menjadi seperti teguran kecil. Heechul berjalan pelan ke arah HyeNa yang hanya bisa terduduk di tepi ranjang. Dia menyentuh pundak HyeNa pelan, “jangan menangisi bocah itu”, kata Heechul.

Namun, kata-kata Heechul justru membuat HyeNa menangis lebih keras. Dia sedang mengeluarkan seluruh emosinya. Heechul tidak bisa berkata apa-apa, tidak bisa berbuat apa-apa. Matanya menjadi sayu melihat kondisi adiknya.

Drrt drrt.

Heechul merasakan getaran di handphone nya. Dia sempat berpikir untuk membukanya atau tidak tetapi pada akhirnya dia memutuskan untuk membukanya.

From : Choi HanEul

Aku sudah sampai, apa yang kau perlukan dariku di sini, hah?

Dengan cepat Heechul menggerak-gerakkan jarinya untuk membalas pesan HanEul.

To : Choi HanEul

Jangan masuk! Tunggulah di luar! Jangan pergi! Tapi tunggu aku.

Pesan terkirim. Heechul memang membutuhkan HanEul di saat-saat seperti ini. Dia merasa dengan melihat HanEul perasaannya akan lebih tenang.

Heechul mendangakkan kepalanya dan melihat air mata itu menghilang dan meninggalkan sesenggukkan dari bibirnya. Heechul mengelus-elus pundak HyeNa pelan, berharap dengan cara seperti itu rasa sakit di hati HyeNa menghilang.

“sudahlah, semuanya akan kembali normal. Pasti”, kata-kata Heechul membuat HyeNa mendongakkan kepalanya dan melihat ke mata Heechul.

“bagaimana bisa? Masalah ini sudah terlalu rumit, oppa”, kata HyeNa dengan suara yang kecil, nyaris tidak terdengar.

“kau tidak boleh bertanya bagaimana, tapi kau hanya harus percaa padaku. Semua akan kembali normal”, jawab Heechul. HyeNa melihat ke dalam mata Heechul dan yang dia rasakan hanya dia harus percaya kepada Heechul. Hanya itu.

Semenit. Dua menit. Dan seterusnya, mereka tenang dalam kesunyian. Tidak ada yang berani menjawab. Mereka hanya tenang dalam pikiran masing-masing, entah apa yang mereka pikirkan.

“kau mau menjenguk Hyena, ya?” suara itu memecah keheningan di antara mereka. Mereka berdua reflek menoleh ke arah pintu, bertanya-tanya siapa yang ada di baliknya. Tetapi Heechul tahu, itu suara HanEul. HanEul yang sedang menunggunya

“ah, nde,” jawab seseorang dengan suara beratnya yang sudah sangat dikenal oleh mereka berdua.

“kenapa tidak langsung masuk? Kau ada hubungan apa dengan Han Hyena?”

“ah, nan? Aku suaminya,”

“ah, suami? Apa kau terganggu dengan keberadaan Kim Heechul di dalam? Baiklah aku akan menyuruhnya keluar, sudah setengah jam aku menunggunya di luar tapi dia tidak keluar-keluar,”Heechul mendengus pelan dan beranjak dari tempat duduknya.

Dia berkata pada HyeNa sambil tersenyum lembut. “kau hanya harus percaya padaku. Karena Cho Kyuhyun tidak akan sanggup berada jauh darimu, bukan? Menjijikan”, katanya sambil mendengus sambil terus berjalan ke arah pintu.

=^=

2 bulan kemudian….

HyeNa’s POV

Senang rasanya mendapati semuanya kembali normal. Benar-benar kembali normal. Benar, yang harus kulakukan hanya percaya semua akan kembali normal.

“minum susu ini!”, tiba-tiba Kyuhyun sudah duduk di sampingku yang sedang menonton televisi. Seminggu kemarin aku sudah diperbolehkan pulang dan ya, karena aku tidak betah berlama-lama di rumah sakit aku langsung bergegas dan pulang.

“minum, Na-ya!”, katanya lagi sambil menyodorkan segelas susu ke arahku. Aku hanya melirik segelas susu itu dan mengabaikannya. “ya! Minumlah! Aku sudah mau pergi”, sambungnya lagi.

Aku menatapnya, dia masih menatapku dingin sambil menyodorkan susu itu ke arahku. Dengan sangat terpaksa, aku mengambil susu itu dan langsung meminumnya.

“jja, anak pintar~”, katanya sambil menepuk-nepuk kepalaku. “ya! Cepat pergi”, kataku sambil mendorongnya pergi.

“ya, aku bukan babi yang bisa kau dorong-dorong seperti ini!”, katanya sambil terus berjalan karena doronganku, aku tertawa mendengar perkataannya.

“babi? Jadi kau merasa seperti babi, Kyu-a? Aku tidak menganggapmu begitu~ kau sendiri yang mengatakannya”, aku bisa melihat dia tatapan mematikannya ke arahku yang membuatnya semakin memukau.

“haish, istri macam apa kau ini? Baiklah aku pergi”, dia berjalan ke arah pintu. Setelah dia mengganti sandal rumah dengan sepatu, dia berbalik ke arahku. “ah, ingat! Kalau terjadi sesuatu, telpon aku atau pergi ke dorm”, perintahnya.

Dorm Super Junior, lebih tepatnya dorm di lantai 11, memang sangat dekat dengan apartemen kami. Apartemen kami dan dormnya berseberangan. Jadi, tidak heran kalau setiap membuka pintu untuk keluar aku sering bertemu dengan para member.

“arasseo”, jawabku kecil. Sambil berjalan ke arahnya. Dia berjalan pelan ke arahku, tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya ke arahku. Dan menyentuhkan bibirnya pelan ke bibirku, aku yang masih belum terbiasa hampir terhuyung ke belakang kalau saja tangan Kyuhyun tidak memegang pundakku.

Dia menepuk-nepuk kepalaku pelan, lalu melangkahkan kakinya dan membuka pintu. Aku bisa langsung menemukan Heechul oppa setelah pintu benar-benar terbuka.

“ah, Kyuhyun-a! Kau sudah siap?”, tanya Heechul oppa kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya singkat. Tenang saja, Kyuhyun sudah berbaikkan dengan Heechul oppa.

Menurut jadwal yang kupunya, hari ini Kyuhyun akan melakukan pemotretan untuk suatu majalah. Setelah itu, di wawancarai dan selesai. Yah, untung saja hari ini dia tidak terlalu sibuk.

“kenapa kau masih disini, hyung? Kenapa tidak langsung ke mobil?”, tanya Kyuhyun. “ah ya!”, kata Heechul oppa tiba-tiba. “Choi HanEul apa yang kaulakukan di dalam, hah? Bukankah kau sudah tahu dorm ku ada di lantai 12?”, tiba-tiba Heechul oppa menggedor-gedor pintu sambil berteriak.

Tidak lama kemudian, terdengar suara kaki berlari dari dalam. “apa yang kau lakukan, hah? Kau mau bertemu siapa? Eunhyuk? Kau bukannya sudah tahu dia sudah mempunyai yeojachingu, kan?”, katanya setelah HanEul keluar dari dalam dorm. Dia terlihat kaget mendapati Heechul yang sudah marah.

“aku lelah pergi ke lantai 12. Terlalu jauh, kau tahu? Sampai sini saja kau seharusnya sudah bersyukur!”, katanya sambil memukul kepala Heechul pelan. “ya!”, kata HanEul.

Mungkin Kyuhyun malas melihat mereka, dia berbalik ke arahku dan berkata. “pria itu kakakmu? Dia gila”, aku terkekeh pelan mendengarnya. “ya! Dia juga kakakmu”, ucapku sambil berjalan beriringan dengannya ke arah lift. Kami meninggalkan HanEul dan Heechul oppa yang masih berdebat satu sama lain.

“harusnya kau ikut denganku hari ini, kau masih menjabat sebagai asistenku, kan?”, kata Kyuhyun pelan. “kau berisik, sudahlah cepat masuk ke lift dan nanti kau terlambat”, kataku sambil mendorong bahu Kyuhyun.

“ya, berhentilah bersikap seperti ini! Bisa-bisa nanti anak kita lahir dengan sifat kasar sepertimu”, katanya sambil menahan pintu lift agar tetap terbuka.

“itu lebih baik daripada dia mewarisi sifat setan sepertimu, raja setan”

“bukankah kau juga menyandang predikat sebagai ratu iblis, hah? Dan bukankah itu keren, kalau kita raja dan ratu berarti anak kita pangeran atau putri iblis, kan?”, kata Kyuhyun sambil tertawa dan menutup pintu lift. Aku mendengus pelan dan berkata, “pangeran iblis? Putri iblis? Hmm, itu memang keren”, kataku.

END

yaaaaa ending macam apa ini? Aku galau bikin endingnya gimana TT-TT ancur banget pasti ya, ini ff padahal dimulai dari sebelum Heechul wamil dan baru selesai sekarang. Bahahaha~ maaf aku bikinnya ga sampe Hyena melahirkan, aku gabisa bayanginnya TT-TT Makasih sudah baca, kalo boleh komen juga gapapa. Bagus malah :3 ohya ada yang mau side story nya HanChul (HanEul-Heechul) Couple? *promosi kkkkk~ oh iya Han HyeNa sama Choi Jiyoo ini sebenernya cast punya orang lain, yaitu Yulli eonni sama Shella eonni. Mereka punya wordpress juga shappireblueoceanforsuju.wordpress.com dan sheverlasting.wordpress.com. tapi karakter nya pasti jauh sama yang disini mereka udah terlalu expert dalam dunia perffan-_- sekali lagi makasih~~

 

7 thoughts on “Everything’s Gonna Be Normal [Part 1]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s