Differences In Love part 1

Title: Differences In Love

part : 1 of ?

author:Min

Disclaimer: Tokoh yang ada dalam FF ini adalah diri mereka sendiri . Cerita ini hanya khayalan, tak ada maksud apapun dalam FF ini.FF ini,asli buatan saya, yuuri66 © 2010.

‘Differences In Love’ adalah ff berchapter kelima saya :)

oOo

“Mianhae, aku aku ..”

Hyerin tersenyum pilu mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Changmin. Jawaban Changmin membuat napasnya sesak tak tertahankan, ia paham arti dirinya bagi Changmin.

“Akh tidak apa Changmin , kau tidak perlu merasa bersalah karena itu.” sudut bibirnya terangkat memaksakan seulas senyum.

“Tapi Hyerin , aku ..”

“Walau kau sahabatku dari kecil tapi kau tidak perlu memaksakan diri untuk mencintai.” sela Hyerin cepat, rasa sakit kembali menusuk hatinya.

Changmin menghela napas singkat. Ditatapnya sendu gadis didepannya itu. “Tapi kau jangan menjauhiku janji??” diangkat jari kelingkingnya, menunggu Hyerin mengiyakan permintaannya.

Lagi. Dipaksakan lagi senyum menghias bibirnya. Perlahan ia tautkan jari kelingkingnya dengan jari Changmin.

‘Akan ku usahakan untuk tetap bersamamu, walau berat.’

oOo

“Aishh kau pikir kau sangat tampan?? Sehingga kau bisa melukai hati wanita seenaknya hah??”

“Ya!! Lee Chaejin!! Kau salah paham!! Aku tidak ada hubungan apapun dengan gadis itu!!”

Chaejin mencibir mendengar perkataan yang selalu ia dengar dari kekasihnya itu. “Ya!! Cho Kyuhyun!! kau pikir aku bodoh apa!! Aku melihat dengan mata dan kepalaku kalau gadis itu memelukmu!!” Ini bukan kali pertama ia melihat kekasihnya di peluk wanita lain didepannya. Baginya cukup kesabaran yang ia berikan pada Kyuhyun.

“Aish perkataan dan sikapmu tidak ada yang bisa dipercaya!!” teriaknya kesal, didorongnya Kyuhyun dari hadapannya dan berlalu meninggalkan Kyuhyun yang diam terpangu melihat kepergiannya.

“Aishh!! Damn!!” Kyuhyun mengumpat kesal, dengan cepat ia berlari mengejar Chaejin yang telah cukup jauh meninggalkannya.

oOo

Hyerin tertunduk dalam. Ia tak berani mengangkat wajahnya. Matanya basah, tak kuasa menahan tangis. Rasa sakit itu merajam hatinya. Penolakkan Changmin, membuatnya sadar bahwa tak ada dirinya di hati Changmin. Ia tahu, Changmin tak pernah menganggapnya lebih dari seorang sahabat yang selalu menemaninya. Tapi tak bisakah ia berharap Changmin akan mencintainya lebih dari seorang sahabat??

Kakinya melangkah gontai, pergi sejauh yang ia bisa. Wajahnya terpekur dalam, meredam isak tangisnya. Ia sedikit terperajat saat dirasakan seseorang membalik tubuhnya cepat dan mencium bibirnya.

‘Changmin, apakah kau membalas cintaku??’

Detik berikutnya matanya terpejam menikmati ciuman itu.

oOo

Chaejin berjalan cepat. Lelah rasanya menanggapi semua sikap Kyuhyun padanya. Ia sadar, Kyuhyun begitu populer dikalangan wanita. Banyak wanita yang memuja kekasihnya itu tapi tak bisakah sekali saja Kyuhyun memperhatikannya? memikirkan perasaannya? Terlebih, ia dan Kyuhyun pun tak satu sekolah membuatnya kian cemas.

“Aissh menyebalkan sekali!! Mestinya aku menamparnya dulu tadi sebelum pergi!!” teriaknya kesal. Tangannya mengepal geram, manahan kemarahannya.

“Apa kau begitu marah padaku??”

Dapat ia dengar suara dari arah belakangnya. ‘Kyuhyun kah??’

Chaejin menoleh pelan, kepalan tangannya mengendur. Tampak seorang pria tengah menatapnya sendu.

oOo

Hyerin membuka matanya perlahan saat bibir itu melepaskan tautan ciumannya. Ia sedikit terperajat menatap pria didepannya yang tampak tersipu, bibirnya terkatup rapat.

“Apa kau sudah tidak marah padaku ;) ??”

Matanya terbelalak mendapati pria yang menciumnya bukan Changmin, melainkan seorang pria yang tak ia kenal sama sekali. Pria itu tersenyum menatapnya dan perlahan mendekatinya.

Kyuhyun tersenyum kecil, melihat kekasihnya yang tampak kaget dengan sikapnya tadi. “Kau terkejut, chagi??” tangannya terjulur, berusaha memeluk gadis didepannya.

Hyerin mundur selangkah saat pria itu berusaha memeluknya. Dengan cepat ia mengusap bibinya dengan punggung tangannya berkali – kali. Tanpa sadar air mata mengalir dipipinya.

“Mianhae atas kelakuanku tadi, tapi aku benar – benar tidak ada apa – apa dengan wanita itu. Percayalah padaku!!” kembali ia julurkan tangannya tuk memeluk kekasihnya.

Hyerin menepis tangan pria itu, saat tangan itu kembali berusaha menyentuhnya.

Kyuhyun mendesah berat, menanggapi sikap Chaejin padanya. “Chagiya maafkan aku!! Aku janji tak akan mengulangi hal itu lagi!!”

“Ya!! Kau siapa?? Tiba – tiba menciumku!!” bentak Hyerin, geram.

Bibirnya mencibir menatap pria didepannya. “Aishh sial sekali nasibku!! Sudah ditolak dan dicium pria tak jelas!!”

Kyuhyun mendengus kesal. “Chagiya, kau masih marah karena wanita tadi??”

“Aissh kau gila hah?? Chagiya!! Chagiya!! Kau pikir aku kekasihmu apa??”

“Chagiya, mainhae.” berharap kekasihnya itu melunak.

“Ya!! Dasar ogila!!”

Kyuhyun mendengus kesal. “Aish dari tadi kau menyebutku gila!!! Aku kan sudah minta maaf karena masalah wanita tadi yang memelukku!! Sampai kapan kau akan marah hah??”

“Ya!! Kau memang gila!! Aku tidak mengenalmu, tiba – tiba kau menarikku dan menciumku!! Apa itu kau sebut waras hah?? Aich sial sekali aku!!” kembali ia usap bibirnya kasar dengan punggung tangannya.

Kyuhyun berdecak pinggang. Kekasihnya benar – benar membuatnya jengkel. “Kau marah sampai pura –pura tidak mengenalku?? Aisshh kau sungguh  keterlaluan!!”

“Chagiya minhae.” kembali, ia berusaha memeluk Chaejin. Tapi yang ia terima sebuah tamparan tepat dipipi kirinya.

“Aishh!! Benar – benar tak waras!!!” umpatnya kesal, dengan cepat ia bergegas meninggalkan pria itu yang tampak terkejut menerima tamparannya.

“Ya!!! Chagiya!!!”

oOo

Kyuhyun kembali ke kafe tempat ia bertengkar dengan Chaejin tadi. Pikirannya kacau. Ia tak habis pikir Chaejin akan menamparnya. Padahal ia tak ada niat untuk membuat Chaejin marah, ia hanya ingin gadis itu cemburu dan memperhatikannya. Hanya itu, tak lebih. Rencananya memang berhasil tapi hasil yang ia terima melebihi dari perkiraannya.

“Aish!! Damn!!” umpatnya kesal.

oOo

Chaejin menyerengit menatap pria didepannya. Ia sama sekali tak mengenal pria itu. “Siapa kau??”

Changmin menghela napas berat mendengar pertanyaan Hyerin padanya. “Bukankah kau tadi kau bilang kau tidak akan menjauhiku?? Kenapa sekarang kau pura – pura tidak mengenalku??”

“Hah?? Apa maksudmu?? Kita ini tak saling mengenal!!”

“Hyerin mianhae, aku merasa bersalah padamu tadi. Tidak semestinya aku menolakmu tapi bagiku kau adalah sahabat terbaikku dan aku-”

“Hyerin siapa?? Aishh kau salah orang!! Namaku bukan Hyerin!! Namaku Lee Chaejin dan aku tidak mengenalmu!!” selanya cepat.

Changmin mendesah berat, dilangkahkan kakinya perlahan mendekati Hyerin. “Hyerin, mianhae. Bisakah kau tak bersikap seperti itu? Aku-”

“Hyerin!! Hyerin!!! Sudah aku bilang, aku bukan Hyerin!! Aku Lee Chaejin!!” selanya.

“Hyerin mianhae, aku tahu kau marah padaku tapi setidaknya biarkan aku mengantarmu pulang. Sekarang sudah malam tak baik untukmu pulang sendirian.”

“Aissh kau gila ya??”

“Hyerin, kau kenapa? Kenapa malah mengatakan aku gila? Aku mencemaskanmu!!”

Chaejin mencibir gusar. “Ya!! Kau memang gila!! Kita ini tak saling kenal dan aku bukan Hyerin!!”

“Hyerin..”

Changmin perlahan menggerakan tangannya, menggapai tangan Hyerin tapi gadis itu malah menepis tangannya dan berlari cepat meninggalkannya.

“Ya!! Soo Hyerin!!”

oOo

Hyerin berlari cepat mencari tempat, agar pria itu tak mengikutinya. Ia tak habis pikir ia akan sesial itu. Ditolak Changmin dan cium pria aneh.

“Aishhh sial sekali aku!! Ditolak dan dicium pria aneh!!”

Wajahnya menoleh kebelakang berharap pria itu tak mengikutinya. Tiba – tiba..

oOo

Chaejin melangkahkan kakinya cepat. Sesekali ia menoleh ke belakang, memastikan pria itu tak mengejarnya.

“Aku rasa pria itu pasti stress!! Hyerin siapa lagi??”

“Aku bukan Hyerin tapi Chaejin!!”

Chaejin kembali menoleh kebelakang sambil terus mengumpat kesal. Ia tak menyadari seorang gadis tengah berlari ke arahnya.

‘BRUK’

“Akhhh sakit!!” pekik Hyerin, sambil mengusap panggulnya yang terantuk jalanan. Ia jatuh terjungkal kebelakang. Ia tak melihat ada seseorang didepannya tadi.

“Ya!! Matamu buta hah??” bentak Chaejin kesal. Di usap sikunya yang sedikit lecet, terbesut jalan saat seseorang menabrak tubuhnya.

Hyerin beranjak bangun “Mianhae, mianhae aku tidak sengaja menabrakmu.” badannya membungkuk, penuh penyesalan telah menabrak gadis itu.

Chaejin menopang tubuhnya dan beranjak bangun. “Akhh sial sekali aku!! Sudah ketemu orang stress sekarang ditabrak sampai terjatuh!!” ujarnya kesal.

Hyerin mengangkat wajahnya. “Aku kan tidak se-” Hyerin tercekat. Matanya membesar. Mulutnya terbuka. Begitu juga dengan gadis didepannya. Ia tak yakin dengan penglihatannya saat ini. Ia seperti sedang berdiri didepan cermin.

“Wajahmu-” pekiknya kaget.

oOo

Chaejin terkejut melihat gadis didepannya. Matanya terbelalak. Wajah gadis didepannya benar – benar mirip dengannya. Hanya berbeda dari segi cara berpakaian saja. Gadis itu berpakaian lebih feminin dengan dress dan sepatu high hillnya.

“Wajahmu-” pekiknya dan gadis itu bersamaan.

oOo

Hyerin dan Chaejin duduk disebuah kafe dekat tempat mereka bertabrakan tadi. Mereka saling pandang – memandang satu sama lain. Ditatapnya Hyerin dari atas sampai bawah begitupun sebaliknya.

“Aku Soo Hyerin.” diulurkan tangannya ke arah gadis di depannya.

“Akhhh jadi kau Hyerin? Aishh pasti pria itu menyangka aku adalah kau tadi!!”

“Akhh mianhae, aku Lee Chaejin.” dijabatnya tangan Hyerin yang masih terjulur kearahnya.

Alis Hyerin terpaut mendengar perkataan Chaejin. “Apa maksudmu??”

“Tadi ada pria aneh yang mengejarku dan minta maaf karna ia telah menolakku. Apa kau mengenal pria itu?”

Bibir Hyerin terkatup rapat. Jantungnya berdegup cepat. ‘Mungkinkah itu Changmin?’

Chaejin mengerjap menatap Hyerin. Gadis itu terdiam seketika setelah mendengar perkataannya. Apa ia salah bicara?

“Ya!! Apa kau mengenalnya?” ulangnya.

“Anniyo, aku tak mengenalnya.” bohongnya.

“Akhh tadi aku juga dicium pria aneh yang yang minta maaf karena telah memeluk gadis lain. Apa kau mengenal pria itu?”

Seketika rahangnya mengeras. Dialihkan wajahnya dari Hyerin. ‘Kyuhyun kah??’

Dapat ia tangkap gelagat yang janggal pada Chaejin. “Apakah pria itu kekasihmu??”

“ANNIYO!!Aku tidak punya kekasih!!!” ujarnya mantap. Ia benar – benar kesal dengan Kyuhyun, baginya hubungan dengan Kyuhyun telah berakhir.

“Tapi aku tak menyangka kalau ada seseorang yang wajahnya mirip denganku.”

Hyerin mengangguk pelan. “Ne, aku juga tidak menyangka.”

“Hei, apa mungkin kita ini saudara kembar??” tanya Chaejin antusias.

“Mungkin kita hanya mirip. Lagipula katanya didunia ini manusia ada 7 kembaran. Apa kau tahu hal itu?”

“Ne, mungkin kau benar. Lagipula orang tuaku tak pernah bilang aku punya saudara.”

“Yahh ibu ku pun tak pernah mengatakan aku punya saudara.”

“Hyerin, apa kau anak tunggal??”

“Ne, aku anak tunggal.” kepalanya mengangguk singkat.

“Sama!! aku juga anak tunggal!!” pekik Chaejin. “Akkh kau tinggal dimana??”

“Tinggal didekat sini bersama kedua orang tua dan nenekku. Kau sendiri tinggal dimana??”

Chaejin menyandarkan tubuhnya di kursi, sambil menyesap coffe lattenya. “Agak jauh dari sini, aku tinggal bersama kedua orang tuaku.”

Chaejin menaruh gelas coffenya. Dicondongkn wajahnya ke arah Hyerin. Entah kenapa ide gila merasuki pikirannya saat memperhatikan Hyerin lekat. “Hyerin, apa kau mau menjadi diriku??”

Alis Hyerin terpaut, ia tak mengerti maksud pertanyaan Chaejin. “Hah?? Apa maksudmu??”

Chaejin mendesah singkat, menanggapi kepolosan Hyerin yang tak paham maksud perkataannya. ” Maksudku, aku menjadi kau dan kau menjadi aku. Apa kau tak ingin mencoba menjadi orang yang berbeda? Lagipula kita mirip, tak akan ada yang curiga kalau kita bertukar tempat. Apa kau mau?”

Hyerin tertunduk dalam. Kepalanya terasa berdenyut. Ajakkan Chaejin sepertinya menarik, apalagi ia habis di tolak Changmin. Yah walaupun hal itu terkesan gila tapi tak ada salahkan untuk di coba?

“Ya!! Bagaimana? Apa kau mau? Ini akan sangat mengasikkan bukan?”

Diangkat wajahnya, ditatapnya Chaejin. Entah kenapa ia ragu menerima ajakkan Chaejin padanya. “Aku…”

Chaejin mendesah kesal. “Kau tak perlu khawatir!! Wajah kita sangat mirip, aku rasa keluarga kitapun tak akan sadar kalau kita bertukar tempat!! Ini akan sangat menarik Hyerin, menjadi pribadi dan hidup yang berbeda!! “

Ditatapnya Hyerin lekat. ‘Mianhae Hyerin, sebenarnya alasanku bukan itu tapi- aku.. aku ingin melupakan Kyuhyun.’

Hyerin terdiam sejenak. Dihirupnya napas dalam. Ditatapnya Chaejin yang tengah menunggu jawabannya. ‘Apakah ini cara yang diberikan tuhan untuk melupakan Changmin?’

Hyerin mendesah berat, perlahan ia anggukan kepalanya. “Baiklah, sepertinya hal itu akan menarik. Tapi sampai kapan pertukaran tempat ini?”

Chaejin tersenyum puas mendengar jawaban Hyerin. “Sampai salah satu dari kita ingin mengakhiri permainan ini.” Dijulurkan tangannya kearah Hyerin. “Bagaimana? Deal?”

Ditatapnya tangan Chaejin yang terjulur kearahnya. ‘Mungkin memang ini yang terbaik.’ dijabatnya tangan Chaejin cepat. “Deal.”

oOo

Hyerin menatap bangunan bertipe minimalis didepannya. Dibaca papan nama yang tersemat dipagar rumah itu. “Lee. Ini rumah keluarga Lee.” gumamnya.

Kakinya terasa berat untuk masuk, entah ia harus bersikap seperti apa saat bertemu dengan kedua orang tua Chaejin. Bahkan ia pun tak mengetahui sama sekali karakter Chaejin. Apa yang harus ia perbuat? Apakah ia batalkan saja pertukaran itu? Wajahnya terpekur dalam, memikirkan setiap kemungkinan yang akan terjadi jika ia masuk ke rumah Chaejin.

“Chaejin, sedang apa kau? Kenapa malah diam saja didepan pagar? Cepat masuk!!”

Hyerin sedikit terperajat. Diangkat wajahnya cepat. Tampak pria setengah baya tengah berdiri didepan pintu dan menatapnya. Apakah itu tuan Lee? Ayah Chaejin?

“Kenapa malah diam saja? Cepat masuk, sudah larut.”

Hyerin terkesiap. “Akhh ne, appa.” diulaskan senyum tipis. Jantungnya berdegu cepat, ia gugup. Perlahan ia buka pagar dan masuk kedalam rumah.

‘Aku sekarang Lee Chaejin!! Bukan lagi Soo Hyerin.”

oOo

Chaejin mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah Hyerin. Rapih. Berbeda dengan rumahnya yang agak berantakan. Tapi kenapa tidak ada orang? Kemana ibu dan neneknya Hyerin?? Dilangkahkan kakinya menaiki tangga. Dibukanya salah satu pintu dekat tangga. Ternyata sebuah kamar dengan nuansa merah muda dan terkesan feminim. Apakah ini kamar Hyerin?? Kamar yang sesuai dengan penampilan pemiliknya. Ditatapnya sebuah pigura foto yang terletak diatas meja lampu. Foto Hyerin dengan seorang wanita, wanita di foto itu tengah memeluk Hyerin. Apakah itu ibu-nya Hyerin?

“Apa wanita di foto ini ibu-nya Hyerin?”

Ceklek. Terdengar suara pintu terbuka.

“Kau sudah pulang nak??”

Chaejin menoleh cepat.Dilihatnya seorang wanita difoto tadi tengah berjalan kearahnya. Diulaskan senyum kearah wanita itu.

“Ne,omma.”

0Oo

Hyerin mengerjap cepat saat sinar mentari menerobos masuk diantara sela tirai kamarnya. Ditolehkan wajahnya kearah jam weker diatas meja lampu. Pukul 6 pagi. Seketika matanya terbelalak, ia kesiangan. Dengan cepat ia bergegas kekamar mandi dan membasuh wajahnya.

‘Aishhh aku kesiangan!! Padahal aku harus membantu omma menyiapkan sarapan!!’ umpatnya kesal.

Dilangkahkan kakinya cepet menuruni tangga dan segera berlari kedapur. Seketika langkahnya terhenti. Dapur rumahnya tampak berbeda. Bahkan tak ada ibunya.

Hyerin mendesah pelan. Ia terkekeh saat menyadari sesuatu. “Akh ini kan rumah Chaejin.” gumamnya pelan.

Bibirnya menyunggingkan senyum tipis. Dilangkahkan kakinya kearah kulkas dan membukanya, dikeluarkan semua bahan makanan yang bisa ia masak untuk sarapan.

oOo

Chaejin sedikit menggeliat saat dirasakan sesuatu membelai wajahnya lembut. Matanya mengerjap pelan, menyeimbangkan penglihatannya. Tampak seorang wanita tengah tersenyum kearahnya.

“Ayo bangun dan bantu omma didapur.” ujar wanita itu seraya meninggalkannya yang terpaku.

‘Akh Ibunya Hyerin’

Chaejin beranjak bangun dan bergegas kekamar mandi. Setelah selesai, ia berjalan kearah dapur dan mendapati Nyonya Soo tengah memasak.

“Kajha, bantu omma memotong sayuran ini.”

Chaejin terdiam menatap sayuran didepannya. Ia belum pernah memasak, selama ini kalau sarapan dengan roti, makan malampun selalu di luar rumah. Bagaimana ia harus memotong sayuran itu? Memegang pisau dapur pun tak pernah.

“Kenapa diam saja? Di potong sayurnya.” ujar Ny. Soo seraya tersenyum.

Chaejin mendesah berat. “Ne, omma.” ujarnya lirih.

oOo

Hyerin menatap puas hasil masakannya. Yah walaupun hanya nasi goreng. Tak ada bahan lain di kulkas selain telur dan sawi hijau.

“Kau sudah bangun Chaejin??”

Hyerin terkesiap, saat mendengar suara seorang wanita. Dibalikkan tubuhnya cepat. Tampak wanita setengah baya berjalan kearahnya. Apakah ibu-nya Chaejin?

‘Ibunya Chaejin kan?’

Hyerin memang belum bertemu dengan ibunya Chaejin. Chaejin hanya bilang Ny. Lee seorang wanita karir dan selalu pulang larut, wajarlah ia tak bertemu Ny. Lee semalam.

“Ne, omma.”

Ny. Lee melihat kearah meja makan. “Kau yang memasak ini semua??”

“Ne.”

“Wah sepertinya enak. Omma baru tahu kau bisa memasak.” sembari menarik bangku dan duduk.

“Panggil appa suruh ke meja makan dan sarapan ya.”

Hyerin mengangguk cepat dan berlalu dari ruang makan.

oOo

Chaejin terdiam menikmati kebersamaannya dengan keluarga Hyerin. Keluarga yang hangat, neneknya Hyerin begitu lembut, Ny. Soo begitu perhatian dan Tn. Soo begitu baik. Suasana kekeluargaan begitu kental. Berbeda dengan keluarganya, kedua orang tuanya sibuk bekerja. Hanya sarapan ia bisa bertemu kedua orang tuanya.

“Hyerin, kenapa kau malah melamun. Cepat kau habiskan sarapanmu!!” ujar Ny.Soo

Chaejin terkesiap. “Akh ne omma.”

oOo

Hyerin terdiam. Suasana rumah Chaejin berbeda sekali dengan suasana rumahnya. Chaejin memang bilang, orang tuanya semuanya sibuk. Dan jarang berada dirumah. Hyerin hanya merasakan sarapan yang kaku tanpa ada obrolan, setelah itu orang tua Chaejin beranjak pergi kekantor.

“Omma dan appa duluan ya.” pamit Tn. Lee

“Jangan lupa kunci pintu saat kau pergi sekolah ya!!” timpal Ny. Lee.

“Ne.”

Hyerin menghela nafasnya panjang. Dilangkahkan kakinya ke arah kamar dan bersiap tuk berangkat sekolah.

Tiba – tiba ponselnya berdering.

“Yoboseyo??”

‘Sekolahmu dimana?’

Alis Hyerin terpaut. “Chaejin??”

‘Ne,sekolahmu dimana??’

“Sekolah putri Chong An kelas 2A”

‘Ah arra arra.’

‘Sekolah ku di In Chen kelas 2D’

“Arraseo.”

Hyerin menutup telponya dan bersiap keluar rumah. Saat ia akan beranjak pergi. Sebuah mobil berwarna hitam sudah terparkir didepan rumahnya. Seorang pria keluar dari mobil dan tersenyum kearahnya.

Hyerin tersentak. Matanya membulat. Pria aneh yang menciumnya, sekarang berada didepannya. Dengan senyum yang tersampir dibibirnya.

“Aku menjemputmu, sebagai permintaan maaf yang kemarin” ujar pria itu sembari berjalan kearahnya.

Hyerin terpaku. Napasnya tercekat, saat pria itu tepat berdiri dihadapannya.

‘Jadi laki – laki ini, kekasihnya Chaejin?’

“Mianhae chagiya, aku benar – benar tidak akan mengulanginya lagi!!” ujar pria itu. Dapat ia tangkap raut wajah penyesalan dari pria itu.

“A akh gwachana.” Diulaskan senyum getir.

Hyerin terkesiap saat pria itu membenamkan tubuhnya kedalam pelukkan pria itu. Dadanya terasa bergetar, sensasi aneh merasuki tubuhnya cepat.

“Aku senang kau memaafkanku.”

“Malu dilihat orang, lebih baik kita berangkat sekarang.” ujar Hyerin gugup, didorongnya pelan tubuh pria itu menjauh.

Hyerin kembali terkesiap saat pria itu menggenggam jemarinya dan membawanya masuk ke dalam mobil. Dapat ia rasakan pipinya memanas, saat pria itu menggenggamnya erat.

‘Akhhh Chaejin, bagaimana ini?’

oOo

Chaejin menutup telponnya. Kembali ia lihat pantulan tubuhnya di depan cermin. Ia tampak seperti orang yang berbeda, tak terlihat seorang Lee Chaejin. “Kenapa bisa tampak seperti Hyerin?” dihelanya napas berat.

“Chaejin, Changmin sudah datang menjemputmu!!” terdengar seruan Ny. Soo dari luar kamar.

Alis Chaejin terpaut. ‘Changmin? Nuguya?’

Diambilnya tas dan bergegas turun. Dapat ia dengar obrolan dari ruang tamu, suara Ny. Soo, Nenek dan suara pria. Apa pria itu Changmin? Dilangkahkan kakinya cepat. Langkah kakinya terhenti. Pria itu menoleh, menyadari kehadirannya.

Tubuhnya terasa berat. Matanya membulat menatap pria yang tengah tersenyum kearahnya. ‘Pria yang semalam.’

“Hyerin ah, kau sudah siap?” tanya pria itu, sembari beranjak dari duduknya dan berjalan menghampirinya.

Chaejin mengangguk pelan. Kepalanya terasa berdenyut, matanya menatap lekat pria di depannya. Hyerin berbohong padanya prihal pria yang bernama Changmin.

‘Ternyata kau memang mengenal pria itu Hyerin.’

oOo

Hyerin mundur selangkah saat kekasih Chaejin ingin mencium keningnya. Dialihkan wajahnya dari pria itu. Tak berani ia angkat wajahnya. Jantungnya berdegup tak beraturan sejak tadi, setiap menerima perlakuan pria itu padanya.

Kyuhyun menyerengit saat Chaejin mundur saat akan ia cium. Tak biasanya Chaejin bersikap seperti itu. Apakah Chaejin masih marah padanya?

‘Apakah ia masih marah??’

“Ya!! Chagiya!! Kau masih marah padaku??” rajuk Kyuhyun.

Hyerin terkesiap. Digelengkan kepalanya cepat. “An annio.”

Mata Kyuhyun menyipit menatap Chaejin. Gelagat Chaejin tampak mencurigakan. “Lalu kau kenapa??”

“Akh kau akan terlambat, kalau tidak berangkat sekarang!!” ujar Hyerin cepat, mengalihkan pembicaraan.

“Sekolahmu kan aturannya sangat ketat!! Nanti kau bisa dimarahi songsaenim, kalau terlambat!!” tambah Hyerin.

“Akh kau benar!! Nanti pulang akan aku jemput!!” dikecupnya kening Chaejin cepat dan bergegas masuk kemobil. Dipacu mobilnya meninggalkan sekolah Chaejin.

Hyerin mendesah lega, begitu melihat mobil pria itu telah menghilang dari pandangannya. Ia tahu, kalau pria itu tak satu sekolah dengannya. Yah seragam pria itu berbeda dengannya, seragam yang dikenakan pria itu sama dengan Changmin. Seragam Kwang Su Senior High School.

Matanya menerawang menatap langit. Bibirnya mengulaskan senyum getir. “Changmin, kau sedang apa?” gumamnya lirih.

Hyerin menggeleng pelan, dihelanya napas berat. Dilangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah. Baru beberapa langkah, ia telah di cegat oleh beberapa pria bertubuh besar yang menatapnya tajam.

Hyerin mundur beberapa langkah. Diteguk liurnya cepat. “Mau apa kalian??” tanya Hyerin awas. Dilihatnya para pria itu tersenyum bengis menatapnya.

oOo

Chaejin terdiam. Ia terus menatap Changmin yang tengah menyetir. Tampan. Garis wajah yang tegas dan sempurna. Baru ia sadar Changmin begitu tampan, tak kalah tampan dengan Kyuhyun.

‘Kenapa baru sadar pria itu begitu tampan? Aishh semalam kan tidak terlalu jelas melihatnya, jelas saja wajah tampannya tak terlihat jelas!! Aishh dasar Lee Chaejin!!’

“Akh kau murid Kwang Su ya??” tanya Chaejin cepat, yang membuat Changmin terkesiap.

Ditatapnya seragam Changmin lekat. Ia baru sadar, kalau seragam Changmin sama dengan seragam Kyuhyun. Seragam sekolah elit di Seoul, Kwang Su Senior High School.

‘Aishh berarti dia satu sekolah dengan Kyuhyun!! Aishh Lee Chaejin bodoh!!’ umpatnya.

“Hyerin ah, kenapa kau tiba – tiba bertanya seperti itu? Kau kan sudah tahu dari dulu kalau aku brsekolah disana.”

“Akh mian, aku lupa!!” ujar Chaejin, ketus.

Changmin menoleh pelan kearah Hyerin yang duduk disampingnya, gadis itu tampak menatap kearah luar jendela. Kemabali ia fokus menyetir. Entah kenapa Hyerin tampak berubah, perkataannya kasar dan terlihat agak – entahlah ia sendiri sulit mendeskripsikan Hyerin saat ini. Apakah gadis itu masih marah padanya?

Changmin menghentikan laju mobilnya. Ditolehkan wajahnya kearah Hyerin, bibirnya mengulas senyum menatap gadis itu. “Sudah sampai sekolahmu.”

Chaejin mendesah singkat. Dilangkahkan kakinya keluar mobil Changmin. “Gomawo sudah mengantarku.”

Changmin tersenyum tipis. “Ne, aku senang mengantarmu. Akhh kalau begitu aku pergi dulu.”

Chaejin mengangguk pelan. Dilihatnya mobil Changmin perlahan menjauh dan menghilang di perempatan. Ditatapnya bangunan disepannya. Sekolah putri Chong an. Dilangkahkan kakinya masuk.

Mata Chaejin mulai awas, saat beberapa siswi menatap dan berbisik kearahnya. Aneh. Sebenarnya ada apa? Apa ada yang aneh?

‘Kenapa mereka melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku?’

“Hyerin ah, akhirnya kau datang juga!!”

Chaejin menghentikan langkahnya, seorang gadis berdiri tepat didepannya dengan napas terengah.

Alis Chaejin terpaut. “Ne? Kau mencariku?”

“Bukan aku!! Tapi Choi Songsaenim yang mencarimu.”

“Hah?? Memang ada apa?? Kenapa songsaenim mencariku?”

“Bukankah kau kemarin ke Kyung An Senior High School?”

“Hah??”

Chaejin mengerjap, ia tak mengerti arah pembicaraan gadis didepannya. Bahkan ia tak tahu siapa yang tengah mengajaknya berbicara. Tapi sepertinya gadis didepannya teman Hyerin.

“Aishh!! Jangan diam seperti itu!! Cepat kau keruang guru!!” ujar gadis itu cepat sembari menariknya pergi.

“Eh? Ya!! Tunggu dulu!!”

‘Aishh apa Hyerin melakukan kesalahan?’

oOo

Kyuhyun beranjak dari duduknya saat dilihat sahabatnya, masuk kedalam kelas. Dihampiri sahabatnya itu.

“Akhirnya kau datang juga.” dirangkul bahu sahabatnya.

“Ya!! Kenapa pipimu agak merah hah? Apa kau habis berkelahi?”

Kyuhyun berdecak kesal. Dihempaskan tubuhnya kesalah satu kursi. “Tidak, ini tanda cinta dari kekasihku.” diusap pipinya sambil terkekeh pelan.

“Aishh pasti kau membuat kekasihmu marah lagi kan?”

“Ya!! Changmin!! Kau ini!! Aishh aku tak membuatnya marah, hanya membuatnya sedikit cemburu saja.” gerutu Kyuhyun kesal.

Changmin terkekeh geli melihat reaksi Kyuhyun. Diambilnya posisi duduk disamping Kyuhyun. “Aku jadi ingin lihat gadis seperti apa yang membuatmu rela bersusah payah tuk membuat gadis itu cemburu.”

“Dia itu gadis yang unik. Berbeda dengan gadis yang ku kenal selama ini.”

Changmin merangkul bahu Kyuhyun cepat. Matanya berkedip jahil. “Kalau begitu kenalkan padaku. Aku ingin tahu se unik apa dia.”

Kyuhyun melepaskan rangkulan Changmin dibahunya. “Ya!! Aishh kau ini!! Tak mau aku kenalkan dia padamu!!”

“Mwo?? Wae??”

“Nanti kau bisa tertarik padanya!! Aku tak mau kau tertarik padanya lagipula bukankah kau juga sudah punya kekasih!! Untuk apa aku kenalkan dengan kekasihku.”

Changmin tak bisa menahan tawanya mendengar perkataan Kyuhyun. “Ya!! Kekasihku yang kau maksud Hyerin?”

“Aku tidak tahu, yang jelas gadis yang kau bilang teman masa kecilmu itu tak mungkin hanya sekedar temankan?”

Changmin tertawa semakin kencang. Perkataan Kyuhyun membuatnya tak tahan untuk tertawa.

“Ya!! Shim Changmin!! Memangnya perkataanku lelucon apa sampai kau tertawa seperti itu hah??” gerutu Kyuhyun kesal.

“Akhh maaf tapi kalau kau berpikir Hyerin kekasihku, kau salah besar Kyuhyun. Hyerin itu hanya teman dan tak lebih dari itu.”

Sudut bibir Kyuhyun terangkat. Ditatapnya Changmin penuh. “Benar hanya sekedar teman dan tak lebih dari itu hmm? Tak ada perasaan khusus?”

Changmin terdiam. Seketika wajah Hyerin terbesit didadalam benaknya. Detik berikut senyum mengembang di bibirnya. “Ne, hanya teman. Tak lebih dari itu.”

“Aissh masa tidak ada perasaan khusus? Bukankah kau bilang ia gadis yang sempurna. Aneh kalau kau tak menyukainya.”

Changmin menghela napas dalam. Dialihkan wajahnya kearah luar jendela kelas. “Karna bagiku terlalu sempurna sampai membuatku takut tuk melukainya.

Alis Kyuhyun terpaut. “Maksudmu?”

“Tak perlu dibahas. Lagipula kau ini, kenapa jadi membicarakan Hyerin hmm?”

Kyuhyun mengangkat bahunya singkat. “Entahlah, hanya penasaran gadis seperti apa Hyerin itu yang mampu membuatmu takut tuk melukainya.”

Changmin mencibir. “Aku juga penasaran gadis seperti apa yang membuat Cho Kyuhyun jatuh cinta.”

“Begini saja, besok aku akan mengenalkan Chaejin padamu dan kau mengenalkan Hyerin padaku. Bagaimana?” tawar Kyuhyun.

continue..

thanks for read :) dont be silent reader :D

ff lama tapi semoga reader suka :) ditunggu komen, kritik dan sarannya :D

5 thoughts on “Differences In Love part 1

  1. Ommo bagus banget ff nya author, waktu di awal cerita msh bingung koc Chaejin dan Hyerin marah sm Kyu oppa dan Changmin oppa. Rupanya yg dilihat Kyu oppa dan Changmin itu org yg berbeda dan ternyata wujud fisik Chaejin dan Hyerin itu sama persisi hanya gaya berpakaiannya saja yg berbeda. Krn skrg mereka bertukar tempat jangan2 nanti Hyerin akan jatuh cinta pada Kyu oppa dan Chaejin nanti akan jatuh cinta pada Changmin oppa. Waduh kayaknya gawat nich kalau sampai Kyu oppa dan Changmin oppa mempertemukan org yg mereka sukai masing2 tsb padahal sebetulnya Chaejin dan Hyerin itu sdh saling mengenal dan nanti cowok2 tsb bs tambah bingung krn mereka berdua itu sangat mirip. Penasaran dgn kisah selanjutnya. Ditunggu author chapter selanjutnya. Daebak.. Great story. Really like it

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s