Hey, I’m Your Lady [part 4]

Author: Kei
Main Cast: Leeteuk, Eunhyuk
Rating: 15 (marriage life)
Genre: Romance
Ps: Kei is back with new chaptered FF
With new format and hope that you’ll like it
So here it is…

Jieun:

“Oh, panasnya.” Keluhku saat akhirnya bisa juga duduk di pesta ulang tahun Hara. Terlalu banyak hal tiba-tiba yang membuatku harus repot mengurusi hal ini-itu padahal inikan bukan tugasku.

“Ini.” Kata Eunhyuk sambil menyerahkan segelas minuman dingin.

“Terima kasih.”

“Kalau kepanasan kenapa kau tidak melepas scarf mu ini?” tanyanya sambil memegang scarfku dan bersiap untuk melepaskannya.

“Jangan!” kataku menghentikan gerakan tangannya yang sudah hampir melepaskan ikatan scarfku.

“Kenapa?”

“Itu semua karenamu. Aku kan semalam sudah bilang jangan memberiku hickie di leher.” Jawabku sambil memberikan tatapan marah.

Dia hanya tersenyum lebar memperlihatkan giginya sambil berkata,”Maaf. Biasanya kau bisa menutupnya dengan bedak dan apapun kosmetik yang kau pakai itu.”

BB cream ku habis kemarin dan aku belum sempat membeli yang baru.” Jawabku sambil sedikit melonggarkan ikatan scarfku dan menyelipkan tisu untuk mengurangi keringat yang ada.

Imo!! (tante) Boleh aku pinjam scarfnya? Saputangan ayah hilang entah kemana.” Tanya Hara yang datang dengan gaun berwarna pink yang membuatnya tampak seperti seorang putri.

“Ta..tapi scarf punya imo kotor.” Tolakku halus.

“Jieun ah,cepatlah pinjamkan scarfmu. Permainannya akan dimulai!” teriak Joongki oppa yang berjalan mendekat.

Oppa, scarfku kotor. Lebih baik kucarikan yang ….” Belum selesai kata-kataku Joongki oppa langsung menarik scarfku dan memberikannya pada Hara.

Hara tersenyum gembira dan berlari ke arah teman-temannya dan memulai permainan.

“Ah, kau ini kenapa pelit sekali? Memangnya seberapa mahalnya scarfmu itu sampai tidak boleh dipinjamkan ke keponakanmu?”

Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan Joongki oppa dan dengan segera melepas kepangan rambutku untuk menutupi hickie yang ada di leherku.

**

“Terima kasih telah membantu Jieun ah dan Eunhyuk.” Kata Gyuri, istri Joongki, sewaktu kami sudah duduk setelah para tamu pulang.

“Sama-sama onnie.” Jawabku sambil memasukkan beberapa kado ke kardus yang lebih besar.

“Ini hadiah dari kami berdua untukmu Hara.” Kata Eunhyuk sambil memberikan boneka teddy bear pada Hara.

“Terima kasih.” Kata Hara mengambil boneka itu dari tangan Eunhyuk.

“Oh, tanganmu kenapa? Merah seperti itu?”

“Tergigit nyamuk. Akhir-akhir ini banyak nyamuk berkeliaran di sekitar rumah. Besok akan kusuruh orang untuk membersihkan halaman belakang.” Jawab Gyuri.

“Oh, lihat leher imo juga memerah. Imo juga tergigit nyamuk semalam sepertiku?” Tanya Hara dengan polosnya.

Aku hanya bisa meringis bingung dengan pertanyaan Hara. “Ah, imo. Leher imo..”

“Iya, leher imo mu digigit nyamuk sama sepertimu. Bedanya nyamuk di rumah imo besar dan buas sehingga bisa menggigit imo mu berkali-kali.” Jawab Joongki dengan tatapan nakalnya ke arahku dan Eunhyuk.

Oppa!!” kataku saat memukul lengan Joongki.

“Loh, itu semua kan benar. Iya kan, Eunhyuk?”

Bagus!!Eunhyuk hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Joongki.

“Buat apa malu? Bagus malah kalau nyamuk itu terus menggigitimu. Kalau begitu kan kalian bisa memberikan teman main ke Hara.”

Eunhyuk:

Sudah seminggu ini suasana hati Jieun sungguh susah untuk diprediksi. Aneh, tidak biasanya dia se-moody ini. Dia bisa marah-marah di pagi hari, bersikap manis di menit berikutnya, dan kembali bersikap mengesalkan di malam harinya.

“Kubantu mencuci piring.” Kataku sambil mendekatkan diri ke tempat cuci piring, berdiri disamping Jieun.

“Tumben kau mau membantu mencuci piring.” Kata Jieun sambil tersenyum.

“Tidak apa-apa. Hanya ingin saja.” Jawabku berbohong. Aku hanya ingin membuat mood nya baik sehingga hidupku pun juga akan baik.

“Kau belum mandi ya?” Tanya Jieun mendekatkan hidungnya ke pundakku membauiku.

“Sudah. Tadi sewaktu pulang aku langsung mandi kok.” Jawabku membaui tempat yang dibaui Jieun. “Aku wangi kok.”

“Tidak!! Kau bau. Mandi lagi sana. Aku tidak tahan dengan bau badanmu.” Usir Jieun dengan pundaknya dan berhasil membuatku tersingkir dari depan bak cuci piring.

“Tapi aku sudah mandi, Jieun ah.” Rengekku. Aku tidak mau disuruh mandi lagi.

“Mandi atau kau malam ini tidur di sofa!!” titah Jieun.

Aku bau? Kau bercanda? Tidak sampai dua jam yang lalu aku barusan mandi dan yang kulakukan hanya menonton TV dan makan malam.

**

Aku mendengar suara flush toilet yang sedang bekerja dan suara pintu yang ditutup. Ah, Jieun sudah selesai mandi. Lebih baik aku bangun dan mandi. Aku berjalan ke arah kamar mandi, membuka pintunya dan, menemukan Jieun yang sedang duduk bersimpuh di samping toilet, pucat.

“Jieun ah, kau tidak apa-apa?” tanyaku panik dan berjongkok di sampingnya.

Dia menggelengkan kepala pelan dengan mata yang lelah. Belum sampai dia mengeluarkan sebuah kata, dia langsung menolehkan kepalanya ke arah toilet dan muntah.

“Apa yang kau makan kemarin sampai kau seperti ini?”

Dia menggeleng dan menyeka mulutnya.

“Kau tidak apa-apa? Perlu ke dokter?” Tanyaku sambil mengelus punggungnya.

Dia kembali muntah dan aku pun memijit tengkuknya.

“Aku merasa tidak enak badan. Mungkin stress karena pekerjaan.” Jawabnya.

“Lebih baik kau di rumah saja tidak usah bekerja.”

“Tidak bisa. Ada meeting penting hari ini.” Tolaknya dan mencoba untuk berdiri.

“Kalau begitu kuantar dan jemput kau ke kantor hari ini.” Kataku tegas dan menunjukkan sikap otoritasku yang tidak mau dibantah. Dia mengangguk lemah.

Jieun:

Sudah lebih dari setengah jam dan Eunhyuk belum kembali ke kantornya. Kemana sih dia? Aduh, aku rapat yang harus kuhadiri.

“Aku menaruh sebuah amplop untuk Eunhyuk di mejanya. Tolong beri tahu kalau aku mampir dan menunggunya.” Kataku pada sekretarisnya. Dia tersenyum dan mengangguk tanda mengerti.

Yoboseyo. Iya aku akan kesana. Beri aku waktu lima menit lagi.” Jawabku sewaktu sekretarisku menelpon memberi tahukan rapat.

“Rapat ini akan kita lanjutkan bulan depan sekaligus melihat review pasar China.” Kataku menutup rapat dengan departemen marketing.

Dia sudah membuka amplopnya apa belum ya? Kenapa dia tidak menelponku? Apakah dia terlalu sibuk sehingga tidak bisa menelponku sebentar saja? Oh, ayolah ini kan berita yang menggembirakan.

Yoboseyo, kau dimana? Jadi kau belum kembali ke kantor. Kau sedang dimana sih? Ramai sekali sih!! Oh, disitu. Aku tahu! Aku susul kau kesana. Tunggu aku dalam lima belas menit.” Kataku sambil tersenyum dan mematikan sambungan telepon.

“Jieun ah!!” teriak Yejin dari jauh.

Wait! Kenapa ada Yejin disini?

“Yejin! Kau disini!” kataku terkejut sambil melepaskan pelukan Yejin padaku dan menatap Eunhyuk.

“Oh, itu dia yang punya restoran. Aku harus berbicara dengannya.” Kata Yejin langsung pergi meninggalkan kami berdua.

“Aku tadi mau memberi tahumu kalau aku kesini menemani Yejin melakukan liputan.” Jawabnya sambil menyesap jus yang ada di depannya.

“Tuan Chang, ini adik iparku Eunhyuk dan istrinya. Mereka akan ikut aku mengelilingi perkebunan organikmu. Tidak apa-apa kan?” Tanya Yejin pada seorang laki-laki setengah botak yang memakai kemeja khaki dan celana pendek coklat tua.

Dia tersenyum dan mengangguk. “Tapi bagaimana dengannya? Sepatunya sedikit …”

“Ah,benar! Sepatu stilettomu Jieun ah.” Kata Yejin dengan wajah sedih.

“Ya sudah, kau tetap disini saja atau pulang.” Kata Eunhyuk menengahi. Aku tahu maksudnya. Dia menyuruhku tidak mengganggu ‘kencan’nya dengan Yejin.

I’m fine.” Jawabku yang direspon dengan wajah cemberut dari Eunhyuk. Oh, Tuhan!! Wajah cemberutnya itu lucu sekali.

“Baguslah kalau begitu. Tidak apa-apakan tuan Chang?” Tanya Yejin.

“Jangan suruh aku membantumu kalau sepatumu stuck atau apapun itu!” kata Eunhyuk memperingatkan.

“Aku tidak akan merepotkanmu, Hyuk. Tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri kok.” Kataku sedikit berbisik dan meraih lengan Yejin untuk berjalan bersamanya yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Perkebunan organik milik tuan Chang lumayan besar untuk skala perkebunan kecil. Selain untuk menyuplai kebutuhan restorannya yang sudah membuka tiga cabang di seluruh Seoul dan juga tiga toko sayur-buah organik, perkebunan ini ternyata juga menjual produknya di pasar terdekat. Banyak petani yang mulai tertarik dan belajar bercocok tanam secara organik.

“Saya ingin anak-anak saya tumbuh dengan sehat dan bebas dari berbagai macam bahan pengawet yang banyak ada di pasaran.” Jawabnya sewaktu Yejin menanyakan tentang alasan dia membuat perkebunan organik ini.

“Ayo Jieun ah!” ajak Yejin sewaktu mereka akan menaiki tempat yang lebih tinggi untuk melihat perkebunan melon. Tapi karena tempatnya yang tidak memungkinkanku untuk ikut, karena kalau aku memaksa ikut yang ada sepatuku akan terendam lumpur atau bahkan stuck dan tidak bisa keluar dari sana, karenanya aku memutuskan untuk menunggunya di sebuah bagunan kecil yang terlihat seperti gubuk singgah untuk para petani.

“Aku menunggu disini saja.” Kataku sambil tersenyum.

“Kau yakin tidak apa-apa?” tanyanya kahwatir. Aku mengangguk. Terlihat dia membisikkan sesuatu ke Eunhyuk. Dari raut wajahnya aku bisa mengira-ngira apa yang dikatakan Yejin. Pasti dia menyuruh Eunhyuk untuk menjagaku. “Yejin ah, biarkan Eunhyuk ikut. Aku baik-baik saja disini.”

“Tapi..”

“Sudahlah!! Cepat pergi sebelum matahari terbenam.” Kataku sambil berusaha mengusir mereka.

Lebih baik aku sendirian disini daripada bersama Eunhyuk yang mengomel karena aku. Aku duduk di pinggir bangunan itu sambil berusaha membersihkan lumpur yang menempel di sepatuku dengan ranting kayu. Tiba-tiba saja ada seorang anak perempuan kecil yang memandangiku kagum. Aku tersenyum saat dia mendongakkan kepalanya dan menatapku. Poni rambutnya yang sudah panjang menutupi pandangan matanya sehingga aku melepaskan jepit rambutku dan memasangkan padanya.

“Ow, yeppeuda (cantiknya)!”kataku yang direspon dengan cengiran dan memperlihatkan beberapa giginya yang belum lengkap sambil mengulurkan sebuah strawberry merah padaku.

“Terima kasih.” Jawabku dan memakan strawberry itu. Manis.

Dia menarik tanganku dan membawaku ke tempat strawberry itu tumbuh. Disitu ada tiga orang ibu-ibu yang sedang bekerja memetik strawberry. Anak tersebut melepaskan tanganku dan mendekati salah seorang ibu dan berbisik. Ibu itu menoleh dan tersenyum padaku.

Annyong Haseyo.” Sapaku ramah dan membungkuk.

Annyong Haseyo. Apa yang anda lakukan disini?” tanyanya.

“Kakak ipar saya sedang meliput perkebunan ini.” Jawabku. “Sedang panen strawberry?”

“Iya. Terima kasih untuk jepit yang anda berikan.”

“Sama-sama. Bolehkah saya ikut memanen strawberry?”

“Silakan.”

Ibu itu pun mengajariku cara memilih dan memetik strawberry yang sudah matang. Sudah hampir satu keranjang penuh strawberry yang ku panen sedangkan anak kecil itu tidak berhenti-hentinya menggodaku untuk menemaninya bermain kejar-kejaran walaupun ibunya telah melarangnya. Kasihan, aku pun mulai mengejarnya. Kami bermain kejar-kejaran sampai keluar dari perkebunan strawberry dan bertemu dengan tuan Chang, Yejin, dan Eunhyuk.

“Awas nona jangan kesana!!!” teriak tuan Chang memperingatkanku. Tapi terlambat, aku sudah terpeleset dan jatuh terjerembab dan sepatuku tertancap dengan sempurna di tanah.

“Lihat? Kau merepotkanku.” Kata Eunhyuk melihat keadaanku yang terduduk di tanah tanpa alas kaki dan kotor.

“Jieun ah, kau tidak apa-apa?” Tanya Yejin mencoba membantuku untuk bangun. Aku mengangguk mencoba membersihkan siku dan lututku dari tanah.

“Ini sepatu anda. Kelihatannya akan susah dibersihkan nodanya.” Kata tuan Chang dengan sepatuku yang warna creamnya sudah tertutup tanah.

“Ah, tidak apa-apa tuan Chang.” Kataku. “Terima kasih.”

“Lebih baik kita kembali ke restoran saja dan membersihkan pakaian anda.” Kata tuan Chang melihat keadaanku.

“Lihat! Kau berdarah dan pasti kakimu terkilir. Kau tidak bisa berjalan dengan benar kan?!” kata Eunhyuk skeptis.

“Huaaaaaaa!!!” anak itu tiba-tiba menangis dan membuatku ingat kalau dia masih ada disitu.

“Hyuk, kau menakutinya!” kataku. “Tidak usah menangis, aku tidak apa-apa. Hanya sedikit terluka dan ini bukan kesalahanmu.”

“Iya, bukan kesalahanmu anak kecil. Hanya kesalahannya sendiri.” Kata Eunhyuk sinis.

“Sudah jangan menangis ya.” Kataku sambil menghilangkan air matanya yang terus menerus keluar. Dia menatapku sambil sesenggukan. Wajahnya terlihat sangat bersalah. “Lihat! Aku baik-baik saja kok.”

“Mari kita pulang ke restoran.” Ajak tuan Chang.

Aku berjalan sedikit tertatih karena benar kata Eunhyuk kakiku sedikit terkilir. “Lihat? Kakimu terkilir.” Ejek Eunhyuk.

“Diam kau!” kataku sebal.

“Sini kubantu berjalan.” Tawar Yejin dengan segera mengambil tangan kananku dan membantuku berjalan.

“Ayo cepat! Sudah malam.” Kata Eunhyuk lagi. Dia sudah berjalan di depan bersama tuan Chang meninggalkan kami. “Lihat!! Kau merepotkan kita semua.” Katanya berjalan ke arah kami.

“Hyuk!!” kata Yejin yang mulai kesal dengan tingkah Eunhyuk yang menindasku.

“Dasar kura-kura. Cepat naik.” Katanya sambil (hampir) jongkok di depanku.

“Aku bisa berjalan. Tak usah.” Tolakku.

“Cepatlah. Ini sudah malam.” Katanya lagi. Mungkin karena dia ingin segalanya berjalan dengan cepat makanya dia menarik tanganku yang sedang dipegang oleh Yejin dan dengan cepat menggendongku di belakang. Aku yang kaget hanya bisa mengeratkan pegangan tanganku yang berada di depan lehernya sehingga sepatuku terlepas. “Kenapa kau jatuhkan sepatumu sih?”

“Sudah sana jalan. Biar sepatunya aku yang urus.” Kata Yejin sambil mendorong punggungku.

Setelah badan dan pakaianku (sedikit) dibersihkan dan juga lukaku dirawat kami pun dijamu dengan hidangan organik yang merupakan hidangan paling istimewa di restoran ini.

“Sebaiknya mobil Jieun aku saja yang bawa. Kau pulanglah dengan Jieun.” Kata Yejin yang sukses membuat Eunhyuk semakin dongkol. Wajah kesalnya semakin terlihat dengan jelas sewaktu dia masuk ke mobil bersamaku dan anehnya aku sangat menyukai wajahnya yang seperti itu. Kalau menggoda Eunhyuk itu sangat menyenangkan kenapa tidak kulakukan dari dulu?

-Tbc-

Hickie: love bite/love mark/kiss mark : bekas kemerahan yang terdapat dibagian tubuh karena dihisap oleh sesuatu. (well, you know what suck her, rite?)

25 thoughts on “Hey, I’m Your Lady [part 4]

  1. eunhyuk pas berdua sama jieun aja baik,pas ada yejin cuek lagi u.u
    jieun hamil horraaaaay~~ayo eunhyuk lo gak tau hahaha lanjuuuuuut

  2. huhue kependekan ceritanya wkwk
    Unyuknya ituloo, gatau greget ngeliat sikapnya. Mau punya anak msh aja gitu wkwk
    Ditunggu next chapnya =D

  3. Yaaa kok slesenya cepet banget,
    si hyuk ababil nih klo beduan baik, klo bareng yejin cuek bangt.
    Si jieun hamil ya? ??horreeeee

  4. waw tambah seru ff nya.. Eunhyuk oppa msh ya tetap suka sm Yejin, kasihan Jieun. Jangan2 Jieun hamil ya kalau lihat dr clue2 yg diberikan di ff part ini, smg stlh nanti Jieun benar2 hamil Eunhyuk oppa nya 100% sayang dan cinta sm Jieun. Kasihan Jieun jatuh, seharusnya Eunhyuk oppa lebih perhatian. Ditunggu author kisah di part berikutnya yg pasti smkn seru.. Thanks

  5. Nyamuk besar??
    Ngakak sendiri bacanya…

    Itu ji eun hamil??
    HOREEE *ko gw yg seneng ya* :D

    lanjut thor..kga sabar nunggu part berikutnya :D

  6. awlny s4 khawtr ff ney g dpublish krn wff sdng mnangni siders..fuh untngny. Cz aku ska ni ff. Kei?
    Snang dg bhsa dan alur y kau ciptkn. Cpat dan tpat. Tdk brtele2,tp ttp dpt feelny.

    • aq jg sempet khawatir tp untungny te2p d publish ^^
      thanx uda baca n komen.suka de sm komenmu,,ayo baca ffku yg laen n komen.hihi

  7. ehh, t,nyata udah keluar part 4 nya..
    Itu Jieun hamil ya, tapi ko g dikasih tau ke Hyukie si??
    Pgn tau deh responnya Hyujie kalo tau Jieun hamil…
    Mudah2an Hyukie sayang n cinta sama Jieun n Baby Hyuk..
    Part 5…..
    I will wait..

    Jia Jung

  8. waaaaaaaaaaaa seru bgt ceritanya walaupun pendek ceritanya
    hickie dileher ????
    ditunggu ya part 5nya :)

  9. akhirnya part 4 keluar jugaaa..
    aah tapi terlalu pendek._.
    jieun hamil juga akhirnya. eunhyuk juga keliatannya udah mulai ada rasa suka nih sama jieun. huaaah serruuu thoor
    lanjut baca part 5~~~~

  10. jieun y hamil ya?? n hyuk y blm baca surat yg ditaro ma jieun…..
    hyuk kok jd galak lg kan udah berubah kok sekarang dia balik kyk dulu lg paa uejin pa hyuk masi cinta ma yejin???

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s