Oppa, Please Come to My Life Again

Author  : ghefira010298
Genre   : sad
Length  : one shoot
Cast : Cho Kyuhyun (SuJu)
Shin Ririn (Ocs)

Happy Reading :D

Ririn POV

Aku duduk termenung sendiri di bangku  taman.

Ya! taman! Tempat terakhir kali aku melihatnya -_-                                                                                                                                                                                             Walaupun hari sudah malam, tapi aku tidak perduli bagaimana dinginnya udara malam.

Dinginnya malam yang sampai menusuk ke dalam hatiku. Tapi aku tak memperdulikan itu.

Malam ini, benar2 sangat dingin. Aku membutuhkan seseorang untuk menghangatkanku sekarang.

Aku butuh seseorang untuk menemaniku sekarang. Tapi siapa?

Aku sudah tak punya kedua orangtua. Karna orantuaku sudah tenang di surga sana.

Aku tak punya siapa-siapa lagi di sini.

Pasti kalian bertanya, apakah aku mempunyai namjachingu?

Entahlah! Aku tak sanggup untuk menjawabnya.

Aku tak ingin membahas hal yang berkaitan dengan ‘namjachingu’ karena apa? Karena aku tak ingin membahas namjachingu lagi.

Bagiku, namjachingu hanya membuat perasaanku sakit! Sakit! Dan tak bisa terobati.

Kau tau bagaimana perasaanku sekarang?

Hatiku hancur! Catat! Hancur! Lebih dari itu mungkin.

Sekarang aku hidup sendiri di dunia ini. Aku tak mempunyai siapa-siapa.

Aku ingin mempunyai seseorang yang bisa membuat hidupku lebih indah. Yang bisa membuat hidupku lebih bermakna. Yang bisa membuat hidupku lebih ceria. Yang bisa membuat hidupku bagaikan di surga.

Tapi! Yang bisa melakukan itu hanyalah dia.

Ya! dia! Hanya dia yang bisa melakukan itu semua untukku.

Hanya dia yang bisa membuat hidupku lebih indah.

Hanya dia yang bisa membuat hidupku lebih bermakna.

Hanya dia yang bisa membuat hidupku lebih ceria.

Hanya dia yang bisa membuat hidupku bagaikan di surga.

Tapi itu semua hanyalah harapan kosongku saja.

Karena apa? Karena dia tak mungkin bisa melakukan itu padaku lagi.

Sekarang, hidupku buruk. Hidupku tak bermakna, hidupku selalu diliputi oleh ketidakpastian, hidupku diliputi oleh kesedihan, dan hidupku bagaikan di neraka.

Tuhan! Kenapa? Kenapa kau mengambilnya secepat itu dariku?

Aku masih membutuhkannya!

Aku masih ingin dia ada di hidupku!

Aku masih MENCINTAINYA!

“oppa! Kau jahat! Kenapa kau meninggalkanku? Padahal kau sudah berjanji tak akan meninggalkanku!” rutukku dalam hati.

Semua ini gara-gara preman sialan itu! Preman itu harus tanggung jawab!!

Aku menangis. Tidak. Bukan menangis. Tapi aku mengeluarkan air mata kesedihan yang aku pendam.

Hatiku bagaikan bawang yang sedang diiris-iris dengan pisau yang baru diasah.

Kalian tau kan rasanya seperti apa?

Ya! SAKIT! SANGAT SAKIT!

Oppa! Kau harus tanggung jawab atas semua ini.

Aku benci kau oppa! Kau yg membuat hidupku seperti ini! Aku benci kamu!!!!!

Cho Kyuhyun! Ya dia lah namja yang membuat hidupku seperti ini!

Kalian jangan pernah jatuh hati pada namja yang bernama Kyuhyun itu! Karena apa? Karena kalau suatu saat dia meninggalkanmu, dia pasti akan membuat hidupmu hancur seperti aku ini.

=flashback tiga tahun yang lalu=

“chagi, kau ada di mana?” tanyanya khawatir lewat telephone.

“aku ada di taman oppa.” Tak usah ku bilang taman apa, pasti dia sudah tau jawabannya.

“taman? Malam-malam begini? Sendirian?”

“nde. Aku di taman kita oppa.”

“baiklah, kau tunggu aku di sana. Sebentar lagi aku akan menjemputmu!”. Blip! Hubungan telephoneku dengannya pun terputus.

Aku menunggunya di bangku taman. Menunggu kedatangannya menjemputku.

Tak berapa lama kemudian aku mendengar seseorang “chagi, ayo pulang!” katanya setelah mendekatiku.

Sekarang ini dia mengenakan jelana panjang jeans hitam, kemeja berwarna biru yang diselimuti oleh jaket tebal berwarna hitam. Bisa bayangkan betapa tampannya seorang Cho Kyuhyun mengenakan pakaian seperti itu?

“nanti saja dulu oppa. Aku masih ingin di sini. Menikmati suasana malam!” jawabku.

Dia pun duduk di sebelahku, “tapi ini sudah malam chagi. Lagi pula, udaranya juga sangat dingin!”

“oppa kalau mau pulang, pulang saja. Aku masih ingin di sini dulu. Sebentar saja! Malam ini indah sekali!” jawabku tersenyum menatapnya.

“nde. Malam ini indah sekali. Seperti wajahmu yang indah itu!” rayunya sambil mengeluarkan smirk smilenya itu. Ya Tuhan! Aku tak kuat melihatnya tersenyum seperti itu padaku. Hatiku meleleh.

“ah, kau ini selalu saja bicara gombal seperti itu!” elakku. Padahal kalo boleh jujur, aku senang dia bicara seperti itu, hihi :D

“yasudah kajja kita pulang sekarang chagi. Hari sudah malam. Udara juga dingin sekali. Kau tak kedinginan?” tanyanya.

“ani. Aku tak kedinginan. Ada eomma dan appa yang menghangatkanku dari surga sana. Dan juga ada oppa yang ada di sini sekarang. Menemaniku!” jawabku tersenyum.

Kyuhyun langsung memelukku erat. Erat sekali. Ya Tuhan! Hangat sekali. Bisakah waktu sekarang kau hentikan? Karena aku ingin terus ada di pelukannya seperti ini.

“iya chagi. Aku akan terus membuatmu hangat seperti ini.” Katanya lembut sambil mengelus-ngelus rambutku yang panjang.

“oppa, bisakah oppa berjanji satu hal padaku?” tanyaku.

“berjanji? Berjanji apa chagi?” katanya sambil melepaskan pelukannya.

“bisakah oppa berjanji untuk tak akan pernah meninggalkanku? Aku tak ingin oppa pergi. Kalau oppa pergi, aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.”

“tentu chagi. Aku janji. Tak akan meninggalkanmu. Meninggalkanmu sama saja aku menghilangkan separuh jiwaku!”

“jinjja?” ucapku tak percaya.

“nde chagi, jinjjayo. Aku gak bakal ninggalin kamu! Percaya deh!” katanya meyakinkanku. Dengan refleks aku pun mencium pipinya.

“gomawo oppa! Oppa harus janji loh!” ucapku setelah mencium pipinya singkat.

“nde. Oh ya Ririn-ah. Tadi ada sesuatu yang mendarat di pipi aku. Kira2 kamu tau itu apa? Kok mendaratnya tanpa izin aku yah?” godanya lagi yang sukses membuat pipiku merah.

“umm, aku juga gak tau oppa. Kira-kira apa yah yang mendarat di pipi oppa tadi? Aku tak melihatnya!” elakku.

“ooh begitu yah! Yaudah deh, aku mau cari sumbernya aja!” katanya.

Tiba-tiba, *cuuu* dia mencium pipiku balik!

Oh God! Barusan itu apa yang mendarat di pipiku? Kok rasanya hangat banget sih???

“nah itu balasannya!” ucapnya riang setelah mencium pipiku. Sementara aku masih tertegun tak menyangka.

“yak oppa! Apa yang kau lakukan barusan?”

“kenapa? Kau senang kan? Hayo! Mengaku saja kalau kau senang aku cium. Iya kan?” desaknya.

“ya tapi kau menciumku tanpa seizinku oppa!!”

“lah, kamu juga tadi mencium pipiku tanpa seizinku kan? Sekarang giliran aku yang mencium pipimu tanpa seizinmu. Hahaha” tawanya puas. Ya! puas membuat pipiku merah seperti kepiting rebus ._.

“oppa! Pulang yu! Aku mau pulang sekarang saja. Lain kali saja aku ke sini lagi.” Akhirnya aku memintanya untuk mengantarku pulang.

“dari tadi kan aku juga udah ngajak kamu pulang Ririn-ah! Tapi kamunya aja yang masih pengen di sini terus.” Katanya.

“hehe, iya, mianhae deh oppaku yang ganteng. Yaudah, anterin aku pulang ya!” rengekku manja.

“Cho Kyuhyun memang ganteng. Ayo! Tapi sebelum pulang kamu tunggu di sini sebentar ya!”

“loh? Memangnya oppa mau ke mana?” tanyaku heran.

“aku ingin membelikanmu minuman yang hangat dulu. Sebentar saja! Kau tunggu di sini ya. jangan ke mana-mana!” pesannya.

“nde oppa. Jangan lama-lama!” kataku mengingatkan.

Akhirnya dia pun pergi untuk membelikanku minuman hangat.

Aku menunggunya di taman. Sendirian. Ditemani dinginnya udara dan hembusan angin yang menerpa wajahku.

Ku gosok-gosokkan kedua tanganku. Berharap aku mendapatkan sebuah kehangatan.

“hai noona manis sendirian aja nih?!” kata seseorang. Sontak membuat aku berbalik arah!

Oh God! Siapa mereka? Di hadapanku kini sudah ada 3 namja berbadan besar! Dan! Agh. Wajah mereka mengerikan sekali. Sepertinya mereka orang jahat.

“mau apa kalian?” bentakku sambil mundur menjauh dari mereka. God! Tolong aku sekarang. Kyu oppa! Cepatlah datang. Aku takut sekali.

“hust, jangan galak-galak. Kami bertiga hanya ingin mengajakmu senang-senang malam ini.” Jawab pria yang memakai topi itu.

“mwoya? Apa maksud kalian? Aku tak mengerti?”

“sudahlah! Jangan banyak alasan. Ikut kami saja!” tiba-tiba dua diantara mereka langsung menghadangku. Memegang kedua tanganku sekuat tenaga.

“lepaskan! Lepaskan aku! Yak! Preman bodoh! Lepaskan aku!” aku terus meronta-ronta meminta mereka untuk melepaskan tanganku.

“apa katamu? Melepaskanmu? Haha! Tidak akan!” jawab mereka puas.

Dear! Apa yang ingin mereka lakukan padaku? Ya Tuhan! Lindungi aku!

“lepaskan aku preman bodoh! Lepaskan! Atau aku akan berteriak!” ancamku. Tapi sepertinya ancamanku tidaklah mudah untuk mereka.

“silahkan saja noona cantik kalau kau ingin berteriak! Silahkan! Hahaha”

“TOLONG! TOLONG! Kyuhyun oppa! Cepatlah datang.” Teriakku.

“hahaha. Siapa barusan yang kau bilang? Kyuhyun oppa?”

“lepaskan aku preman brengsek! Lepaskan aku!” pintaku pada mereka sambil meronta-ronta. Kekuatanku kecil. Sedangkan kekuatan mereka sangatlah besar. Aku tak kuat melawan mereka!

“HEI! Kalian preman bodoh! Lepaskan dia!” terdengar suara namja dari belakangku. Aku menoleh. God! Kyu oppa! Akhirnya kau datang juga.

Dua minuman yang ada di tangan Kyu oppa seketika jatuh di tanah.

“siapa kau? Berani-beraninya menggangu kami?” bentak salah seorang preman itu pada oppa.

“yak kalian preman brengsek! Lepaskan aku! Lepaskan!!!” aku terus meronta-ronta. Aku tak perduli sakitnya tanganku yang dipegang kuat oleh kedua preman itu.

“hadapi aku kalau kalian berani!” ucap Kyu oppa.

“andwae! Oppa! Jangan lakukan itu!” kataku khawatir. Aku khawatir Kyu oppa kenapa-napa.

“tenanglah chagi. Aku akan baik-baik saja!” jawabnya meyakinkanku. Entah kenapa, bathinku berkata kalau sesuatu akan terjadi padanya.

Agh! Mikir apa sih aku ini? Shin Ririn babo. Harusnya kau berdoa agar Kyu oppa baik-baik saja!

“berani-beraninya kau mengganggu kami. Rasakan ini!” ketiga preman itu langsung menyerang Kyu oppa.

Aku menangis sejadi-jadinya melihat perkelahian di antara mereka.

God! Lindungi Kyu oppa! Selamatkan Kyu oppa!

“yak preman bodoh! Hentikan!!!” teriakku.

Mereka tak mendengar ucapanku.

Tunggu! Eits ~ sejak kapan Kyu oppa jadi jago begitu? Kedua preman itu pun tersungkur di tanah. Tinggal tersisa satu.

God! Selamatkan dia!

1…2…3… ketiga preman itu terjatuh di tanah. Akhirnya Kyu oppa bisa mengalahkan mereka.

Saat Kyu oppa hendak menghampiriku, seorang preman bangkit kembali dengan mengeluarkan pisaunya.

Aigo! Sepertinya Kyu oppa tak melihat ini.

Preman itu berlari sambil memegang pisaunya, bersiap hendak menusuk Kyu oppa dari belakang.

“OPPA! AWAS!” teriakku memperingati Kyu oppa.

Kyu oppa berbalik dengan cepat dan……. *jleb* semuanya terlambat.

Pisau itu telah menusuk perut Kyu oppa karena tadi Kyu oppa sempat berbalik.

Dengan hitungan menit, darah segar mengalir dari perut Kyu oppa yang masih tertusuk pisau yang belum dicabut.

“bego! Preman brengsek! Preman sialan kalian!!” aku histeris melihat Kyu oppa jatuh tak berdaya di atas tanah. Bajunya penuh dengan darah. Aku segera menghampirinya. Memangku kepalanya di pahaku.

“bodoh! Preman brengsek! Pergi dari sini atau ku telephone polisi!!!” pandanganku masih menatap tajam ketiga preman itu. Seketika mereka pun langsung pergi begitu saja.

“Kyu oppa! Kau harus kuat!!” kataku sambil mengelus-ngelus rambutnya.

“R-ri-rin-ah!” ucapnya terbata-bata.

“oppa harus kuat. Biar aku panggilkan ambulance dulu.” Aku segera menelphone ambulance. Memberitahu di mana keberadaan kami berdua sekarang. Setelah petugas ambulance berkata ‘iya’, aku pun menutup telephone dan pandanganku sekarang hanya tertuju pada namja yang tergeletak tak berdaya di pahaku ini.

God! Selamatkan dia! Ku mohon!

“R-ri-rin-ah. Jaga dirimu baik-baik ya!” katanya.

“andwae! Oppa jangan bicara seperti itu. Oppa harus kuat! Oppa bisa melawan ini semua!”

“tenanglah chagiya.” Katanya tersenyum.

“oppa! Bodoh! Dalam kondisi dan keadaan seperti ini, oppa masih bisa tersenyum? Masih bisa bilang aku tenang? Oppa bodoh!” ucapku sambil menangis.

“kau harus tenang chagi. Tenanglah!” katanya terus menenangkanku.

Bagaimana aku bisa tenang, kalau namja yang aku cintai sekarang terkapar tak berdaya di hadapanku?

“bodoh! Bagaimana aku bisa tenang oppa kalo kondisi oppa saja seperti ini?!” tanyaku.

“kau tak usah mengkhawatirkanku! Ririn-ah, saranghae!” ucapnya. Sedetik kemudian matanya terpejam!

Andwae! God! Apa yang terjadi? Jangan biarkan Kyu oppa pergi.

“oppa! Oppa bangun! Bangun oppa! Bangun! Jangan bercanda seperti ini. Ini tak lucu. Bangun oppa! Oppa irona! Jebal!” pintaku sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya. Hening! Ya. jawabannya, hening -_- dia tak bergemih sama sekali.

“irona oppa! Jebal! Jangan bercanda seperti ini.! Irona oppa!” kataku sekali lagi sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya. Namun hasilnya tetap saja, nihil ._.

“KYUHYUN!!!!!” teriakku memanggil namanya.

Aku menangis sejadi-jadinya. God! Jangan biarkan dia pergi begitu saja.

Tak lama kemudian, ambulance pun datang. Petugas segera membawa Kyu ke dalam ambulance . petugas itu segera memberikan selang oksigen pada Kyuhyun.

Aku ikut masuk ke dalam ambulance.

Ya Tuhan! Aku tak tega melihatnya yang harus diberi selang oksigen seperti ini.

Andwae! Kyuhyun harus kuat! Kyuhyun harus selamat.

“oppa, jebal oppa, irona, irona oppa! Demi aku! Bangun oppa!” bisikku di telinganya. Kemudian aku mencium keningnya.

Sesampainya di rumah sakit, dengan sigap petugas itu menurunkan Kyuhyun.

Membawanya ke ruang UGD.

Setelah sampai di ruang UGD, mereka memasukan Kyuhyun ke dalam ruangan. Aku ingin masuk ke dalam, tapi seorang suster menahanku untuk masuk ke dalam.

“jebal suster, ku mohon, izinkan aku masuk ke dalam! Aku ingin melihat keadaannya.” Pintaku pada perawat yang sedang menahanku untuk tak masuk ke dalam.

“tapi maaf, anda tunggu sebentar di sini. Biar dokter yang memeriksa keadaannya.” Katanya.

“jebal. Biarkan aku masuk. Aku ingin melihat keadaannya sekarang. Aku ingin menemaninya.” Bujukku.

“anda tunggulah di sini. Biarkan dokter yang memeriksa keadaannya. Lebih baik, anda berdoa saja agar namja yang ada di dalam UGD ini bisa selamat.” Ucapnya.

“tapi bisakah dokter menyelamatkannya?” tanyaku sedih. Air mataku tak kunjung reda.

“semoga saja. Berdoalah! Semoga namja itu bisa diselamatkan. Kalau boleh saya tau, apakah namja itu namjachingu anda?”

“nde, dia namjachinguku. Dia seperti itu karena ditusuk oleh preman.”

“mwo? Ditusuk preman?” tanya suster itu tak menyangka.

“iya. Dia ditusuk karena menyelamatkanku dari gangguan preman-preman sialan itu!” emosiku mulai naik. Jujur! Aku benci dengan preman itu. Preman itu yang sudah membuat keadaannya seperti ini.

“aigo! Kasian sekali. Anda bersabarlah. Semoga namjachingumu itu bisa diselamatkan.” Katanya lembut sambil mengusap-ngusap pundakku.

“nde, gomawo. Berikan yang terbaik untuknya! Ku mohon. Selamatkan dia. Aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain dia.” Kataku lirih.

“nde. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyelamatkannya. Baiklah kalau begitu saya masuk ke dalam dulu.” Pamitnya padaku. Sesaat kemudian, suster itu pun masuk ke dalam ruangan UGD.

Aku menunggu di bangku yang tak letaknya tak jauh dari ruang UGD. Aku menunggu! Menunggu ada kabar baik yang ku dengar.

Ya Tuhan, ku mohon selamatkan dia. Selamatkan nyawanya! Aku tak ingin kehilangan dia. Hanya dia yang aku miliki di dunia ini. Kalau dia pergi, aku tak punya siapa-siapa lagi. -_-

Sudah tiga puluh menit aku menunggu. Tapi dokter atau perawat belum ada yang keluar satu pun dari ruang UGD.

God! Apa yang terjadi dengannya? Mengapa mereka lama sekali memeriksa Kyuhyun? Apa begitu parah keadaan Kyuhyun?

Satu jam sudah aku menunggu! Kenapa lama sekali? Mereka ngapain aja sih di dalem? Lama banget meriksa Kyuhyun?

Memangnya begitu parah luka Kyuhyun? Andwae! Kyuhyun pasti kuat. Kyuhyun pasti bisa melawan rasa sakitnya itu.

Dia tak mungkin pergi. Karena dia sudah berjanji tak akan meninggalkanku.

Tiba-tiba pintu UGD dibuka. Aku langsung berdiri dengan cepat. Menghampiri dokter  yang memeriksa keadaan Kyuhyun.

“gwaenchanha?” tanyaku cepat.

“apa benar kau yang bernama Shin Ririn?”

“nde, aku Shin Ririn. Waeyo?”

“pasien di dalam apa benar bernama Kyuhyun?”

“nde. Pasien itu bernama Kyuhyun. Ada apa dokter?” tanyaku panik.

“temui Kyuhyun di dalam. Ia ingin bertemu denganmu!”

“mwo? Maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“temui Kyuhyun di dalam. Ia ingin berbicara denganmu.”

“tapi keadaannya baik-baik saja kan?”

“masuklah dan temui dia di dalam. Dengan begitu, kau akan mengetahui jawabannya.” jawab dokter itu.

Kenapa dokter ini malah menjawab seperti itu? Memang apa yang terjadi?

“baiklah, aku akan masuk!” dengan cepat aku masuk ke dalam ruang UGD.

Aku masuk ke dalam. Betapa terkejutnya aku ketika sudah di dalam ruangan. Melihat keadaan Kyu oppa yang sangat… agh! Aku tak bisa menjawabnya.

Hidungnya diberi selang oksigen.

Dia terbaring lemah, tak berdaya di atas tempat tidur.

Aku mendekatinya yang terbaring di atas tempat tidur.

“oppa, gwaenchanha?” tanyaku pelan. Jujur! Air mata ini terus mengalir dari mataku.

“ne, gwaenchanhayo Ririn-ah.” Jawabnya lemah sambil tersenyum.

“oppa pasti sembuh kan?” tanyaku sambil menangis dan mengusap-ngusap kepalanya lembut.

“kau berdoa saja chagi. Berdoa agar aku bisa sembuh.” Jawabnya yang sukses membuatku kaget.

“mworago? Oppa! Kau harus sembuh. Jangan bicara seperti itu. Aku yakin oppa pasti sembuh.” Ucapku sedikit histeris.

“tenanglah chagi. Kalaupun aku pergi, aku masih tetap menjagamu! Janganlah bersedih! Sebentar lagi aku akan menyusul eomma dan appamu di surga sana. Untuk meminta restu dari mereka.”

“bodoh! Bicara apa kau Kyuhyun oppa? Kau tak boleh bicara seperti itu. Kau sudah berjanji tak akan meninggalkanku. Kau kan tau, kalau kau pergi, aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.”

Dia pun tersenyum. “tenanglah chagi, kalaupun aku pergi, kau masih memilikiku.”

“mwo? Oppa berkata apa sih? Pokoknya aku gak mau denger kalo oppa ngomong kaya gitu lagi.” Pintaku. Aku gak mau dia ngomong yang enggak-enggak kaya gitu. Apaan sih, itu semua gak akan terjadi. GAK AKAN! Kyuhyun pasti bertahan.

“kamu kenapa chagi? Takut?” tanyanya. Refleks aku langsung memeluknya yang masih terkapar tak berdaya.

“nde oppa. Please oppa, jangan berkata kaya gitu lagi. Aku gak mau denger oppa bilang kaya gitu. Oppa pasti sembuh. Oppa pasti bisa bertahan. Masa Cuma gara-gara tusukan pisau oppa gak bisa bertahan? Oppa kan udah janji sama aku kalo oppa gak bakal ninggalin aku.” Ucapku menangis.

“kehidupanmu masih panjang Ririn-ah. Janganlah kau terus memikirkanku. Di luar sana masih banyak namja yang lebih baik dari pada aku. Jagalah dirimu baik-baik. aku akan meminta restu orangtuamu di surga sana. Kau berdoalah! Semoga orangtuamu merestui hubungan kita.” Jawabnya. Aku langsung melepaskan pelukanku.

“andwae! Oppa. Jangan berkata seperti itu lagi! Oppa pasti bisa. Kalau misalnya aku gak bisa berpaling dari oppa, oppa masih tega ninggalin aku sendirian di dunia ini?” tanyaku sambil terus menangis. Tangan lembut seorang Cho Kyuhyun mengusap pipiku dan mengelap air mataku.

“kau tak sendirian. Masih banyak oraang-orang yang menyanyangimu. Tapi kau tak menyadari itu semuanya chagi.”

“ania. Tak ada orang yang menyanyangiku selain eomma, appa, dan oppa. Jadi hanya kalian yang menyanyangiku setulus hati.” Kataku terisak.

“kau jangan negative thingking dulu! Kalau kau menikah nanti dengan namja selain aku, ku jamin suamimu itu akan menyanyangimu lebih dari aku.”

“suamiku? Selain oppa? Haha, tidak akan!”

“kau harus bisa menerima kenyataan. Mungkin Tuhan belum menghendaki kita untuk menikah.”

Tiba-tiba, ku lihat nafas Kyuhyun mulai tak beraturan. Dia sepertinya mengalami sesak nafas.

“oppa. Oppa. Gwaenchanha?” tanyaku panik.

“jaga dirimu baik-baik ya. jangan lupakan aku! Aku rela seperti ini hanya untukmu chagi. Aku rela nyawa taruhanku hanya demi kamu Ririn-ah. Walaupun aku pergi, jangan lupakan aku. Tenanglah. Aku, eommamu, dan appamu akan menjagamu. Tapi di tempat yang berbeda. Di mana? Di surga. Ririn-ah, bolehkah aku memelukmu kali ini dan untuk yang terkahir kalinya?” pintanya.

Tanpa berbasa-basi, aku pun memeluknya. Erat sekali. Aku tak akan membiarkan dia pergi begitu saja.

“oppa. Jangan pergi. Demi aku oppa. Temani aku sekali lagi. Jangan pergi.” Kataku menangis sejadi-jadinya sambil memeluknya.

“terimalah kenyataan ini chagi. Jaga dirimu baik-baik ya. lagian salahku juga tadi meninggalkanmu sendirian di taman hanya untuk membelikan minuman. Ririn-ah, saranghae.” Katanya. Aku menangis sejadi-jadi-jadinya.

Aku mengeratkan pelukanku pada Kyuhyun.

aku mendengar alat pengukur napas Kyuhyun berbunyi.

Dengan berat, ku lepaskan pelukanku. Ku lihat, garis di alat tersebut lurus semua. Itu tandanya, Kyuhyun sudah tak bernapas.

Tuhan!  Berikan napas untuk Kyuhyun! Ku mohon! Jangan ambil dia dariku sekarang karena aku belum siap untuk kehilangan dirinya.

“oppa! Bangun oppa! Irona!” kataku sambil menangis dan menggoyang-goyangkan tubuhnya.

Dia tak menjawab. Dia tak bergemih. Apakah Kyuhyun akan pergi selamanya dariku? Dari kehidupanku?

Andwae! Itu semua tak boleh terjadi.

“oppa bangun! Bangun! Ku mohon bangun! Jangan tinggalkan aku sendirian di dunia ini. Jangan pergi dari kehidupanku oppa!” kataku menangis. Berharap suatu keajaiban datang untuk Kyu.

Aku pasrah! Tubuhku lemas. Aku tak menyangka, Kyuhyun tega melanggar janjinya sendiri.

Baru beberapa jam yg lalu dia berjanji untuk tak meninggalkanku, tapi sekarang apa yang terjadi? Dengan teganya Kyuhyun meninggalkanku begitu saja. Dia jahat!! Dia melanggar janjinya sendiri.

“oppa. Kau jahat. Kau telah melanggar janjimu sendiri. Kau tega meninggalkanku sendirian di dunia ini. Kau tega meninggalkanku sendirian di kehidupan ini. Please oppa, bangun! Please oppa!. Please oppa.” Bisikku pelan di telinganya.

“oke. Kalau itu yang oppa mau, aku tak bisa memaksa. Tidurlah yang tenang oppa. Mintalah restu pada orangtuaku. Tapi Kau harus janji kalau kau harus bisa mendapatkan restu eomma dan appa. nado saranghae Kyuhyun oppa.” Lanjutku.

Setelah aku membisikkan kata-kata terakhir padanya, aku mencium keningnya, mencium hidungnya,  turun mencium pipinya, dan sampailah aku mencium bibirnya singkat.

Aku menciumnya untuk terakhir kalinya. Dia pun tersenyum di dalam tidurnya.

Tuhan! Berikan napas untuk Kyuhyun sekali lagi.

Aku menangis! Menangis! Menangisi kepergiannya. Begitu cepat Tuhan mengambilnya dariku.

Apa salahku? Apa salahku Tuhan? Mengapa kau mengambil orang yang satu-satunya ku punya di dunia ini begitu cepat?

**

Sekarang aku berada di pemakaman Kyuhyun. Aku menangis melihat nisan yang bertuliskan Cho Kyuhyun.

Aku memegang nisan itu. Mengusapnya lembut.

“oppa! Tidurlah yang tenang di sana. Terimakasih karena malam itu oppa telah menolongku. Malam di mana oppa juga harus terluka dan sekarang oppa meninggalkanku. Terimakasih karena oppa telah menyelamatkanku dari gangguan preman-preman sialan itu. Terimakasih karena oppa telah memberikan nyawa oppa hanya untukku.”

“maaf aku tak bisa membalas kebaikan oppa. Maaf aku tak bisa membalas pengorbanan oppa untukku. Tapi, aku yakin, bagi oppa aku masih mencintaimu saja itu sudah lebih dari cukup kan? Kalau memang itu yang oppa mau, oppa tenanglah! Aku pasti akan tetap mencintaimu. Jikalau suatu saat nanti aku harus menikah dengan laki-laki lain, aku masih menyimpan nama Cho Kyuhyun di dalam hatiku. Dan akan ku ceritakan semua hal tentangmu pada suamiku nanti.”

“tapi sepertinya sangatlah sulit bagiku untuk mencintai laki-laki lain selain dirimu oppa. Sebelum kau pergi, kau bilang padaku kalau aku harus bisa menerima kenyataan ini. Beritahu aku oppa, beritahu aku bagaimana caranya agar aku bisa menerima kenyataan ini? Menerima kenyataan, bahwa aku kehilangan satu-satunya orang yang ku miliki di dunia ini. Oppa! Aku pulang dulu ya. janjilah padaku bahwa kau harus bisa mendapatkan restu eomma dan appa. saranghaeyo Cho Kyuhyun. Jeongmal saranghaeyo.” Ucapku. Lalu aku pergi meninggalkan pemakaman.

Rasanya sakit! Ya sakit sekali!

=flashbackend=

Dan itu semua cerita terpahitku. Sekarang aku sendirian di dunia ini.

Aku sendirian menghadapi dinginnya udara malam ini.

Tuhan. Bisakah kau kembalikan Kyuhyun padaku sekali lagi?

Jika bisa, aku janji aku akan menjaganya. Tidak akan ku biarkan seorang pun menyentuhnya, termasuk preman yang telah membuatnya pergi dariku.

Aku berjanji! Aku berjanji tak akan ada orang yang bisa menyakitinya. Akan ku jaga dia baik-baik.

Tapi kembalikan dulu Kyuhyunku!! Ku mohon Tuhan!!

Sekarang aku menangis. Aku tak tau lagi harus di mana aku menumpahkan segala kesedihanku. Aku tak tau harus pada siapa aku bisa mencurahkan isi hatiku saat ini.

“KYUHYUN!!!!” teriakku kencang memanggil namanya di suasana malam yang dingin.

Setelah berteriak, tangisku semakin menjadi. Aku tak dapat mengontrol air mataku ini. Air mata yang terus memaksaku untuk menangis.

Jujur, aku tak ingin menangis. Tapi, hatiku sakit! Sakit sekali.

“Kyuhyun!!! Oppa!!” teriakku sekali lagi. Berharap dengan aku berteriak, perasaanku bisa menjadi ‘plong’. Tapi itu tidaklah mudah bagiku.

“oppa. Datang lah  sekali lagi di duniaku. Datanglah sekali lagi di kehidupanku. Ku mohon oppa! Please, coming to my life again. Aku masih membutuhkanmu. Aku masih menyanyangimu, dan aku masih mencintaimu!!!” rutukku.

Sudah tiga tahun dia meninggalkanku.

Sudah tiga tahun dia meninggalkan duniaku.

Sudah tiga tahun dia meninggalkan kehidupanku.

Tiga tahun yang lalu saat dia meninggalkanku, di Korea sedang musim gugur. Dan sekarang tepat tiga tahun dia meninggalkanku di musim yang sama.

Hidupku serasa tak beroksigen. Karena Kyuhyunlah oksigenku.

Hidupku serasa tak bernyawa. Karena Kyuhyunlah nyawaku.

Aku menarik napas panjang, mengeluarkannya secara perlahan.

Perasaanku sekarang mulai sedikit lebih tenang.

Ku lirik jam tanganku, ah tak terasa, hari sudah larut malam.

Aku segera bergegas meninggalkan taman untuk pulang ke rumah.

Baru berjalan beberapa langkah meninggalkan taman, aku membalikkan badan. Melihat bangku yang ku duduki tadi. Karena bangku itu tempat terakhirku bersenda gurau dengannya.

Aku tersenyum miris melihat bangku itu. Dan ku dapati bayangan seseorang yang sangat ku rindukan. Bayangan seorang Cho Kyuhyun.

“saranghaeyo oppa.” Kataku pelan.

Lalu aku pun kembali meneruskan perjalanan untuk meninggalkan taman, dan segera pulang ke rumah.

Rasanya berlama-lama di taman itu, hanya akan membuatku mengingat seorang Kyuhyun…

-FIN-

11 thoughts on “Oppa, Please Come to My Life Again

  1. T.T
    Huuuu. . .huuuu
    sad ending,,tpi ceritanya bagus
    air mataku ngalir gitu aja . . .
    DAEBAKK !
    kasian cho kyuhyun
    saranghaeyo oppa
    T.T

  2. dari awal sad sampe akhirpun sad :( harusnya pas premanny nusuk kyuhyun jgn disuruh pergi lahh biar ditangkep polisi -_- *emosi gw pas part itu ._.*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s