Me is Genoid [The Adventure part 7]

Author : Viehyun♥
Genre : AU,Fantasy,Romance and friendship
Type: countinue
Rating :PG
Cast :
Cho kyuhyun aka kyuhyun (Marcus)
kim heechul aka Casey
You aka Nam Hyo Ra
lee hyuk jae aka eunhyuk(Spencer)
choi siwon aka siwon (Andrew)
lee donghae aka Aiden
Leeteuk aka Dennis
Lee sungmin aka Vincent
Hangeng aka Joshua
Ryeowook aka Nathan
Kangin aka Jordan
Kibum aka Brian
Yesung aka Jeremy
Support cast :
Victoria f(x) aka Victoria
cover credit : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed
Disclaimer : I only own the plot, the characters are all belong to themselves, do not take it out without permission

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Annyeong haseo yeorobun…gomawo-gomawo buat yeonggu yang setia nunggu publis ff ini..mian sebelumnya untuk publis ff ini sangat lah lama. Oke buat ngobatin rasa kangen kalian kecerita ini langsung aja oke..selamat berfantasy..(_ _)

-Me is Genoid sebelumnya-

“Mothman adalah makhluk yang menyerupai manusia tapi mereka memiliki sayap malaikat dan memiliki mata seperti iblis dan setiap Mothman mempunyai kemampuan khusus. Begitupun dengan Jeremy yang memiliki kemampuan khusus membaca pikiran dan melihat masa depan.” Jawab eunhyuk masih dengan berbisik.

“kau tahu banyak tentang aku rupanya Spencer.” Ucap Jeremy tiba-tiba saat eunhyuk menjelaskan siapa Jeremy sebenarnya padaku. Dan kurasa Jeremy bisa membaca pikiran eunhyuk.

“hehe, begitulah.” Jawab Eunhyuk tertangkap basah.

“oh, iya ada satu orang lagi yang ingin ku kenalkan padamu, tapi sekarang dia belum datang.” Ucap siwon saat ia memotok steak sapinya.

“nugu?” tanyaku penasaran.

“sebenatar lagi dia datang.”

“kurasa dia sudah ada di depan pintu, dan kurasa aku kenal aura ini.” ucap Jeremy dingin.

“suruh dia masuk.” Ujar siwon pada seorang pelayan yang berdiri di sampingnya.

“tidak perlu, aku sudah disini.” Jawab seseorang di belakangku.

 

-Me is genoid part 7 strat-

“ apa masih jauh ?” tanyaku sambil menghapus peluh yang ada di dahiku.

“sabarlah, sebentar lagi prinz .” jawab Nathan membohongiku lagi. sudah puluhan kali dia mungucapkan itu tapi kami belum sampai juga di tempat yang akan dituju. Entah tempat seperti apa yang sebenarnya sedang dicari mereka berdua.

“baiklah kalau kau lelah kita istirahat dulu di kedai itu.” ujar Joshua sambil menunjuk sebuah kedai kecil.

Kamipun melangkahkan kaki bersama ke kedai itu, setelah di dalam kami memesan minuman dan beberapa roti untuk mengganjal perut. Aku meneguk beberapa gelas air saking hausnya, sampai akhirnya kantung kemihku tidak bisa menampung lagi air dan akhirnya panggilan alam untuk ke kamar mandipun muncul. Aku bergeas ke kamar mandi sampai aku lupa memberi tahu Joshua dan Nathan.

Kini aku melihat orang – orang yang berlalu lalang di jalan sempit yang ada di hadapanku, sesekali kulihat orang-orang itu menetapku aneh, tapi ku hiraukan saja semuanya.  Setelah mendengar kalau Joshua dan Nathan meninggalkanku di kedai itu, aku mulai sangat kesal. Bagaimana tidak penjaga kedai itu memberitahuku kalau Joshua dan Nathan sangat terburu-buru maka mereka meninggalkanku dan penjaga kedai itupun mengatakan kalau mereka akan kembali secepatnya tapi sampai sekarang DIMANA MEREKA??

Sudah hampir setengah jam aku menunggu dua orang itu, tapi sampai saat ini belum muncul juga tanda-tanda ke datangan  mereka kembali. Aku melirik sebuah kios buah-buahan yang tak jauh dari tempatku sekarang. Kurasakan perutku sudah mulai protes. Tapi ketika ku lihat isi saku di celana lusuhku. Aku mencoba menenangkan kembali perutku yang hampir tak bisa kompromi lagi.  ku hembuskan nafas beratku untuk mengurangi rasa laparku. Kembali ku lihat orang-orang yang berlalu lalang dihadapanku yang tak kunjung berhenti beraktifitas, tentu saja mana mungkin di sebuah pasar mereka hanya diam saja seperti aku ini.

“tuan.” Ucap sebuah suara lembut di belakangku, langsung ku balikan tubuhku menghadap sumber suara itu. tampak wanita dengan pakaian klasik ala eropa yang tersenyum manis padaku dengan membawa sebuah keranjang belanja di tangannya yang nampak sudah penuh dan berat.

Ku balas senyumannya dan menatapnya sedikit bingung.

“ada apa nona?” tanyaku pada wanita itu.

“ku lihat kau terus memegang perutmu, apa kau sakit ?”tanya wanita itu masih dengan nada lembutnya.

“ah, tidak aku bai….!” KRIUUUUKKKKKK kata-kataku terhenti ketika perutku berbunyi nyaring menandakan lambungku sudah sangat sekarat. Ku pejamkan mataku menahan malu karena kini wanita itu tertawa mendengar suara merdu perutku.

“aku tau sekarang apa jawabannya, em… bagaimana kalau kau makan saja apel ini untuk mengganjal perutmu.” Ujar wanita itu sambil menahan tawa dan memberikan sebuah apel yang cukup besar kearahku.

“terimakasih nona…?” ucapku dengan sedikit ragu meneruskan kelimatku karena aku tidak tau nama wanita yang ada di hadapanku ini.

“panggil saja aku Victoria.” Jawabnya tersenyum dan berlalu meninggalkanku.

“sekali lagi terimakasih nona Victoria.” Ucapku sebelum wanita itu pergi.

Ku lahap habis apel yang telah di berikan wanita itu tanpa meninggalkan sisa. Setidaknya setelah memakan apel itu aku bisa melanjutkan aktifitasku menunggu dua orang menyebalkan yang telah meninggalkanku sendirian di kota yang tak ku kenal ini.

>>>>

>>>>

>>>>

Kesabaranku sudah habis sekarang, kenapa dua orang itu belum kunjung datang juga. Bahkan sekarang mataharipun sudah akan pergi dari langit, tapi kenapa mereka belum datang juga. Ku hentakkan kakiku dan beranjak dari tempatku duduk sejak siang tadi, tapi ketika aku akan melangkah tiba-tiba hujan yang cukup deras turun dari langit dengan spontan aku berlari mencari tempat berteduh. Namun hanya ada sebuah gua kecil yang bisa ku jadikan tempat berteduh. Aku segera berlari ke gua itu. tampak kini langit benar-benar sudah gelap dan hanya cahaya bulan yang sedikit redup menerangiku. Aku menghembuskan nafas beratku untuk kesekian kalinya. Tapi tiba-tiba ku dengar suara seseorang di dalam gua itu. dan aku sedikit hafal dengan suara itu.

“bukankah itu suara wanita yang kujumpai tadi siang.” Gumamku pada diri sendiri.

Terdengar suara wanita itu lagi dan tak salah lagi apa yang ku dengar di telingaku. Wanita itu, dia berteriak meminta tolong. Tampa ragu ku masuki gua itu dan berlari mengikuti sumber suara.

Hyora POV

Sekali lagi aku menatap pria yang beberapa menit lalu baru bergabung dengan kami di meja makan ini. ku perhatikan pria itu dari ujung rambut sampai kakinya. Tidak ada yang aneh dari pria ini tapi rasanya ketika ia berada di ruangan ini aku merasa sangat tidak nyaman dan aku merasa aku seperti hampa. Siwon hanya memperkenalkan nama pria itu padaku tampa memberitahuku siapa orang ini. ku potong kembali daging yang ada di piringku meski dengan susah payah karena aura itu sungguh menekanku.

Kutatap Jeremy yang duduk di samping pria itu. dia hanya terdiam dan menatap piring yang ada di hadapannya. Kenapa Jeremy tidak cerewet seperti sebelum pria itu datang? Tanyaku dalam hati,kini  ku lirik siwon yang ada di kursi ujung meja makan ini. siwon menaruh garpu dan pisau makannya dengan hati-hati di piring kosongnya sampai tidak menimbulkan suara sedikitpun. Setelah itu dia melihat kesekelilingnya dan tatapannya berhenti diarahku.

“hyora-ssi apa kau tidak lapar?” tanya siwon sambil menunjuk piringku yang masih penuh.

“em…mungkin.” Jawabku ragu, kerena sebenarnya aku lapar tapi aku menjadi malas sekali untuk makan.

“tenanglah Brian tidak suka memakan manusia.” Ujar siwon dengan nada bergurau dan kata-kata siwon pun otomatis membuat sang empunya nama melihat ke arahku.

“makanlah.” Lanjut siwon padaku dengan diakhiri senyum malaikatnya.

“kalau kau terganggu, mungkin aku akan keluar dulu.” Tiba-tiba pria bernama Brian itu angkat bicara dan pergi meninggalkan ruang makan.

Kini Semua orang memandang kepergian pria putih itu. dan beberapa detik kemudian semuanya menatap kearahku.

“wah, berani sekali kau membuat pangeran dari kaum Samael itu pergi.” Ucap Eunhyuk takjub.

“sudahlah, biarkan Hyora makan dulu.” Jawab siwon memotong kalimat eunhyuk yang langsung di sambut tawa mengejek dari Jeremy.

>>>>

>>>>

“dimana pria bernama Brian itu?” tanyaku pada eunhyuk yang sedang melamun di depan sebuah jendela besar .

“dia sedang di ruangan Siwon bersama Jeremy, memang kenapa?” jawab eunhyuk dan balik bertanya.

“em..bukankah  tadi kau bilang padaku kalau Brian itu pangeran Sa-ma-el, memangnya makhluk apa itu?” tanyaku dengan sedikit mengeja pada kata samael.

“Samael itu adalah sejenis malaikat tapi terkadang Samael juga mendapat sebutan sebagai Angel of Death. Karena seorang samael bisa menjadi malaikat yang baik atau malaikat yang jahat dan membawa berita kematian. Samael merupakan penguasa dari surga tingkat ke 5 dan mengepalai 2 juta malaikat lainnya. Kau tau kaum Samael seperti Brian mereka semua tinggal di surga tingkat ke 7, jadi jangan pernah kau meremehkan mereka.” Jawab eunhyuk dengan penuh kewaspadaan. Mungkin ia takut orang yang ia jelaskan padaku datang tiba-tiba di hadapan kami.

Aku hanya mengangguk mengisaratkan aku mengerti semua yang ia katakan. Karena setelah tau siapa Brian sebenarnya aku pun merasa segan dan takut. Banyangkan saja ia bisa menjadi baik atau jahat pada kita. Dan kita tak pernah tau sisi manakah yang sedang muncul pada brian setiap waktunya. Jadi yang bisa kusimpulkan aku harus selalu hati-hati dengannya.

“bagaimana keadaan kyuhyun dan Joshua, apa mereka sudah mendapat marabantuan?” tanya eunhyuk, tapi kurasa pertanyaan itu tidak di tujukan padaku. Karena ia sama sekali tidak menanti jawabanku.

Aku kembali memikirkan kyuhyun setelah pertanyaan yang diajukan eunhyuk tadi. Benar, bagaimana keadaannya sekarang ? sudah cukup lama ia pergi, padahal eunhyuk dan Vincent pun sudah kembali. Kenapa ia lama sekali. Hah.. keadaan Heechulpun belum ada kabar?

“sedang apa kalian berdua?” tanya sebuah sura yang sudah taka sing lagi di telingaku, siapa lagi kalau bukan Jeremy.

“kenapa kau bertanya, harusnya kau tahu yang baru kami bicarakan.” Jawab Eunhyuk sedikit ketus.

Jeremy hanya tertawa mengejek namun kembali menatap serius kearah kami.

“ada apa?” tanyaku spontan ketika melihat raut wajah Jeremy yang tampak aneh ketika melihat Eunhyuk.

“tidak, mungkin aku salah mendengar.” Jawab Jeremy cepat dan ikut menatap keluar jendela sama seperti yang dilakukanku dan Eunhyuk sebelumnya.

“aku memang tidak bisa membaca pikiranmu, tapi aku bisa membaca raut wajahmu Hyora, jadi tenanglah kyuhyun pasti baik-baik saja.” Ujar Jeremy tiba-tiba tampa menatap kearahku. Aku tersenyum tipis menanggapi ucapan Jeremy karena aku pun yakin kalau kyuhyun pasti baik-baik saja apa lagi ia di dampingi Joshua.

“apa aku boleh tau apa yang kau bicarakan dengan siwon dan Brian tadi ?” tanyaku hati-hati.

Jeremy tersenyum sekilas dan seperti berfikir sejenak. “kami membicarakan bagaimana kami menyelamatkan Heechul, dan sudah ada sedikit titik terang karena aku bisa menerawang keadaannya sekarang meski masih samar-samar.” Ujar Jeremy.

“terimakasih.” Ucapku tanpa sadar.

“apa? Wah baru kali ini ada yang mengucapkan itu padaku HAHAHA..” Jeremy sedikit terkejut dengan apa yang ku ucapkan. Dia pun tertawa terbahak-bahak seperti telah melihat adegan lucu. Hah, mungkin ini memang pertama kalinya ada yang mengucapkan rasa terimakasih padanya.

“sudah sore, apa kau tidak masuk kedalam ? angin disini sudah mulai kurang baik untuk tubuh manusia sepertimu hyora-ssi.” Ucap eunhyuk setelah keheningan menerpa kami bertiga beberapa menit yang lalu.

“arra, aku masuk duluan tuan-tuan ajaib.” Jawabku dengan sedikit bercanda dan di tanggapi tawa eunhyuk dan Jeremy secara bersamaan.

Mungkin selama ini aku salah akan kesepian disini tapi ternyata aku menemukan keluarga baru yang hangat, meski mereka tidak sama sepertiku. Baiklah, aku akan menunggu kyuhyun dan heechul kembali karena aku yakin mereka akan kembali dengan selamat dengan bantuan keluarga baruku ini.

Author POV

“dimana kyuhyun?” ucap Joshua panik ketika ia dan Nathan berada di sebuah persimpangan pasar yang sangat ramai tanpa kyuhyun di belakang mereka.

“bukankah tadi prinz di belakangku.” Jawab Nathan sama paniknya dengan Joshua.

“aissh, anak ini pergi kemana dia?” gerutu Joshua sambil mengelilingkat pandangannya ke semua sudut pasar itu.

“sekarang sudah akan malam, bagaimana ini Master, disini bukankah banyak Sirens.” Ujar Nathan Menambah kepanikan Joshua.

“Kalau begitu kau lanjutkan perjalanan menuju rumah Jordan, aku akan mencari kyuhyun. Nanti aku akan menyusul.” Jelas Joshua sambil berlari meninggalkan Nathan.

Terdengar nafas Joshua yang sedikit tersengal-sengal, bagaimana tidak ia belum menemukan juga kyuhyun padahal hari sudah sangat gelap. Kini dipikirannya hanya memikirkan kapan terakhir kali ia melihat kyuhyun di belakangnya, tapi setelah Joshua memikirkan itu semua jawaban yang ia dapat ternyata setelah ia meninggalkan kedai itu ia tidak melihat kyuhyun di belakangnya dan ia baru sadar mengapa ia tidak menyadari hal itu sebelumnya. Fikirannya kembali menerawang, ia teringat apa yang bisa membuatnya seperti itu dan jawaban yang muncul di pikirannya adalah minuman yang ia minum bersama Nathan dan Kyuhyun. Buah Ekh benar Nathan bilang minuman itu dari buah Ekh, bukankah itu tidak boleh diminum seorang Genoid terlalu banyak karena akan membuat Genoid berhalusinasi. Jangan-jangan….. fikiran Joshua terhenti dan ia langsung berlari kembali menuju pasara yang baru ia lewati tadi siang.

>>>>

>>>>

“TOLONG…TOLONG…!!!” suara itu terus menggema di telinga kyuhyun.

Pria tinggi itu terus berlari menuju sumber suara tampa memikirkan bahwa ia semakin dalam memasuki gua itu. sampai akhirnya terdengar suara gemercik air dan beberapa detik kemudia tampaklah samudra luas dengan air yang berwarna biru kehitaman karena pantulan dari langit yang sudah sangat gelap. Pandangannya menyebar mencari sosok wanita yang ia jumpai tadi siang. Namun tak ada sedikitpun tanda-tanda dari siluet wanita itu. sampai akhirnya pandangannya terhenti di sebuah pusaran air yang di tengahnya terdapat wanita bernama Victoria itu. wanita itu timbul tenggelam di permukaan air yang berputar lambat.

Kyuhyun mempertajam pandangannya karena ia takut salah melihat sosok itu, namun kini matanya benar-benar membulat sempurna karena bukan wanta bernama Victoria yang ada di matanya sekarang melainkan Hyora yang berada di pusaran air itu. tampa ragu kyuhyun segera melompak ke dalam air laut yang dingin itu dan berenang menuju arah wanita itu.

Meski rasa dingin air laut menusuk kulit dan tulangnya namun Kyuhyun tetap menyelami laut itu agar segera sampai pada Hyora yang masih timbul tenggelam di laut hitam itu.

“Dapat!” ucap kyuhyun ketika meraih lengan wanita itu.

“berhasil.” Ucap wanita itu membuat bingung kyuhyun dan dengan sekejap wajah wanita itu berubah dan menjadi sosok wanita bernama Victoria. Wanita itu tersenyum licik dan segera menarik lengan kyuhyun kedalam pusaran air itu.

>>>>

>>>>

“Dennis?” ucap siwon ketika melihat laki-laki bernama Dennis itu ada dihadapannya.

“kenapa kau sudah pulang?” lanjut siwon bingung dengan kedatangan Dennis yang tak sesuai dengan ucapan Dennis beberapa hari yang lalu.

“aku butuh Jeremy.” Ujar Dennis terburu-buru.

“ada apa?” kini Brian mulai bersuara dengan keadaan yang terjadi pagi ini.

Siwon hanya menggelengkan kepalanya menandakan iapun tidak tahu apa yang terjadi pada Dennis sekarang ini.

“Master.” Ucap Jeremy ketika Dennis memasuki ruang pribadinya.

“tolong bantu aku menerawang Kyuhyun.” Pinta Dennis masih tergesa-gesa.

“ada apa dengan kyuhyun?” tanya Hyora dari balik pintu ruangan Jeremy.

Tak ada yang menjawab pertanyaan Hyora kerena kini semua memberikan ruang agar Jeremy dapat berkonsentrasi. Tampak Jeremy menutup matanya rapat-rapt sebelumnya dahinya tidak berkerut tapi semakin lama dahinya berkerut dan matanya memejam semakin dalam.

“Sirens..” ucap Jeremy pelan tapi dapat di dengar seisi ruangan itu.

“dimana mereka?” tanya Dennis di tengah konsentrasi Jeremy dan keheningan.

“pantai navagio, Yunani.” Jawab Jeremy dan membuka matanya.

“sudah ku duga akan seperti ini.” Ujar Dennis menghela nafas.

“kalian diam saja disini, aku akan segera kembali.” Ujar Dennis sambil melompat ke luar melalui jendela besar yang ada di dalam kamar Jeremy.

“aku ikut denganmu.” Ujar Brian tiba-tiba dan ikut meloncat dari jendela itu.

Kyuhyun POV

“Dingin disini terlalu dingin, apa ini kutub utara? Tolong beri aku selimut” gumamku dengan setengah sadar. Ku buka perlahan mataku dan kini aku hanya bisa menatap langit-langit kayu yang cukup tinggi diatasku. Ku kumpulkan kekuatanku untuk bangkit dan mencari seseorang yang ada di tempat ini. ku senderkan tubuhku ke tembok kayu yang ada di belakangku. Kepalaku sangat sakit dan tubuhku sangat kedinginan saat ini, sehingga aku tidak bisa berfikir sama sekali. Ku coba memikirkan apa yang baru saja terjadi tadi malam padaku.

*flashback*

“Dapat!” ucap ku ketika meraih lengan seorang wanita yang kurasa adalah Hyora.

“berhasil.” Ucap wanita itu membuat aku bingung dan dengan sekejap wajah wanita itu berubah dan menjadi sosok wanita bernama Victoria. Wanita itu tersenyum licik dan segera menarik lengan ku kedalam pusaran air itu, sampai semuanya gelap dimataku.

*Flashback end*

Kini aku terduduk lesu diruangan ini. ku edarkan penglihatanku ke sua sudut tempat dimana aku berada sekarang, meski rasanya kepalaku sangat sakit seperti telah terbentur benda tumpul. Fikiranku tiba-tiba  buyar ketika suara derit langkah seseorang mendekat kerahku.

“apa kau sudah sadar ?” tanya suara itu padaku dan aku berusaha menangkap siluet orang itu dengan mataku yang masih enggan terbuka.

Ku sipitkan mataku sampai dahiku membentuk sebuah kerutan, wajah itu sangat kuhapal dan bayangan tadi malampun tiba-tiba muncul kembali dan tidak salah lagi wanita ini lah yang menarik ku kedalam pusaran air dengannya.

“jangan mendekat, apa maumu?” ujarku ketika wanita itu mulai mendekat kearahku.

Tanpa menghiraukan ucapanku wanita itu tetap mendekat kearahku dan setelah dekat ia sedikit membungkukan badannya agar sejajar dengan wajahku yang ada di bawahnya.

“mauku, memilikimu Prinz.” Ujar wanita itu sambil mengelus pipiku dengan jari-jarinya yang sedingin es.

“kau gila ? aku ingin keluar dari sini. masih banyak yang belum ku selesaikan diluar sana.” Jawabku sambil bangkit meski dengan susah payah.

“untuk appa kau menyelesaikan urusanmu yang ada di luar sana, kalau kau tetap disini semua masalahmu itu akan selesai dengan sekejab.” Ucap wanita itu mencegahku pergi dengan menarik lenganku dan kini kepalanya menyender di punggungku.

“lepaskan, wanita aneh.” Bentakku sambil menghempaskan wanita itu dengan kasar.

“APA? WANITA ANEH? AKU INI VICTORIA. RATU SIRENS.” Teriak wanita itu dengan suara yang berubah 180 derajat menjadi lebih berat dan menakutkan.

Aku tersentak ketika kaki wanita itu berubah menjadi seperti ekor dan rambutnya memanjang sampai selutut. Mata wanita itu menatapku geram, matanya memancarkan warna hijau yang berkilat saat menatap kearahku. Ku kumpulkan semua tenagaku untuk segera lari dari tempat ini tapi lorong yang kulewati seperti tidak ada ujungnya. Tenagaku hampir habis sekarang, ketika ku lihat di belakangku wanita berwujud aneh itu masih mengejarku, ku paksakan kakiku untuk melangkah namun untuk saja secercah cahaya muncul dihadapnku ku percepat langkahku menuju cahaya itu, tapi ketika aku melangkahkan kakiku agar benar-benar menuju cahaya itu langkahku terhenti.

“jurang.” Ucapku terkejut karena jika aku melangkah sekali lagi aku akan jatuh ke laut yang penuh dengan batu karang yang tajam.

Ku lirik wanita itu yang ada di belakangku tampak samar senyum licik wanita itu muncul kembali. Ku akui aku panik sekarang hanya ada dua pilihan dihadapanku kini yaitu lompat atau menunggu sampai wanita itu menangkapku tapi semua pilihan itu pasti berujung dengan kematianku. Wanita itu semakin mendekat, kerikil yang ada di baah kakiku sudah mulai berjatuhan menuju laut karena terdorong langkah panikku.

Apa ini akhir dari perjuanganku ? baiklah ku putuskan aku akan menunggu sampai wanita itu ada dihadapanku siapa tahu ada sedikit harapan untukku.

Ku tutup mataku rapat-rapat menanti ajalku tiba, ku coba menghitung di dalam hatiku untuk menghilangkan rasa panik yang masih mendera tubuhku. Ku buka mataku sejenak untuk melihat wanita itu berada dimana. wanita it uterus mendekat ke arahku dan aku yakin saat aku menghitung sampai lima ia telah menangkapku.

“1…2…3…4……li..ma” ucapku sepelan mungkin sambil kembali menutup mataku rapat.

Hening tak ada suara sedikitpun, kini semua menjadi janggal. Apa aku sudah mati sehingga aku tidak bisa mendengara apapun lagi. tapi jika itu benar mengapa aku tidak merasakan apapun.

Ku beranikan diri membuka mataku tapi yang bisa ku lihat sekarang hanya cahaya menyilaukan  yang ada di hadapanku. Namun perlahan cahaya putih itu menampilkan siluet sayap angsa berwarna putih yang berukuran besar yang terlentang di hadapanku.

“kau baik-baik saja?” sebuah suara yang bisa menengkanku itu muncul dari balik sayap besar itu.

“Dennis.” Ujarku ketika kini aku bisa melihat wajahnya.

“syukurlah.” Ucapnya lagi sambil merapat kearahku.

“selesai.” Sebuah suara muncul dari balik Dennis dan aku tidak tahu suara siapa itu.

Ketika dennis menutup sayapnya barulah aku bisa melihat sosok itu. berbanding terbalik dengan Dennis, pria berkulit putih itu memiliki sayap hitam pekat seperti gagak dan ketika ia menutup sayap hitamnya aku bisa mengetahui jawab pertanyaanku tadi. Wanita itu sudah mati , karena kini tubuh wanita itu menancap di tombak pria bersayap hitam itu.

“syukurlah kita tidak terlambat.” Ujar Dennis menghela nafas.

“terimakasih, Brian.” Lanjut Dennis sambil menepuk pundak pria yang ternyata bernama Brian.

“hem.. apa gunanya julukanku sebagai Angel of Death kalau aku tidak buktikan dihadapnmu.” Jawab pria itu dengan senyim menyombongkan diri.

“a..ku..belum MAATTIII..!” tiba-tiba wnita itu bangkit kembali dan melepaskan tombak Brian yang padahal sudah menembus tubuhnya. Wanita itu benar-benar terlihat murka sekarang.

“MATI KALIAN!!!!” teriak wanita itu sambil menghempaskan ekornya kearah kami bertiga. Dengan sekejap tubuh ku terhempas terjun bebas kea rah laut berbatu karang itu.

“Kyuuuuhyyuuunnn.” Terdengar suara Dennis meneriakan namaku. Dan BRAK kulihat tubuh Dennis terbentur ke badan gua.

“Dennis!!!” teriak Brian panik berusaha mengembangkan sayapku agar melayang.

Bruk seseorang mengkapku dari bawah, tapi siapa? Dennis pingsan dan Brian terbang menuju Dennis, jadi siapa yang..

“akhirnya ku temukan kau.” Ucap suara yang menangkapku.

“Joshua?” ujarku ragu.

‘dasar anak bodoh.” Jawab Joshua sambil membawaku terbang menuju daratan.

“Dennis?” tanyaku panik ketika telah sampai didaratan yang aman.

“tenag ada Brian disana.” Jawab Joshua santai, dan setelah itu ada bunyi ledakan besar dan cahaya merah yang memancar lurus ke langit dari tempat wanita itu berada.

“sudah ku katakan, Brian akan menyelesaikannya.” Ujar Joshua kembali dan kini kulihat brian membawa Dennis turun kearahku.

“sudah ku bereskan, seharusnya aku membakarnya dari awal.” Ucap Brian ketika sudah berada bersamaku dan Joshua.

“Dennis, apa kau baik-baik saja?” tanyaku panik ketika melihat dennis yang terkulai.

‘tenanglah, aku tadi hanya lengah saja.” Jawab Dennis menghiburrku.

“baiklah, kita obati lukakalian dulu. Kita ke tempat Nathan saja sekarang.” Ucap Joshua sambil merentangkan sayapnya lagi di ikuti Dennis dan Brian.

“ayo” ucap Joshua sambil merikku terbang dengannya.

Author POV

Empat pria itu kini telah sampai di sebuah hutan tropis dan mereka berhenti tepat di sebuah rumah pohon yang cukup besar. Ketika keempat orang itu sudah meninjakan kaki di rumah itu muncul sosok pria mungil yang bernama Natahn menghambur keluar dari rumah pohon itu dengan panik dan diikuti seorang pria yang bertubuh besar di belakangnya.

“ apa yang terjadi pada Dennis?” tanya Nathan panik.

“kau masih punya obat itu, Jordan?” tanya Joshua pada pria bertubuh besar yang ada di belakang Nathan.

“akan ku ambil, masuklah dan baringkan Dennis.” Jawab pria bernama Jordan itu segera.

“maafkan aku, ini semua salahku.” Ujar kyuhyun bersalah setelah Dennis selesai di obati oleh Nathan.

“itu bukan salahmu, tapi kelalainku.” Balas Joshua ternyemun kearah kyuhyun.

“sudahlah, tak ada yang salah disini. Yang penting semuanya selamat.” Jawab Dennis menengahi.

“tapi kau menjadi terluka.” Ucap kyuhyun masih merasa ia yang bersalah disituasi ini.

“ini akan sembuh dengan cepat apa lagi sudah di obati Nathan dan obat dari Jordan.”jawab Dennis bijaksana.

“sudah malam..istirahat saja kalian semua. Kita lanjutkan besok.” Ujar Jordan pada semua tamu yang ada di rumahnya.

“ku rasa hal itu hanya untuk mahluk sepertimu dan kyuhyun saja. Apa kau lupa kami mahluk apa?” ucap Brian sedikit bergurau.

“hahaha.. kau ini.” jawab Jordan sambil tertawa.

“baiklah aku  dan kyuhyun istirahat dulu, tapi ku sarankan Dennis juga beristirahat hari ini. tuan –tuan immortal.” Jawab Jordan dengan nada sama dengan Brian.

-TBC-

Wah mian reader.. ff part 7 ini lama, harap dimaklum sekarang author lg banyak tugas jurnal… jangan lupa komen yah saran dan kritik yang membangun masih tetap di tunggu. Buat yang udah nunggu ff ini author ucapan makasih banyak…oke see you next time di Me is Genoid part selanjutnya… ^^

 

3 thoughts on “Me is Genoid [The Adventure part 7]

  1. Wuah makin seru aja ni..Sirens it mhkluk jnis apa ya? Gk d jelasin dh..
    Lanjut ya chingu, jgn lma2 ngpost’y ya,
    Gk sabar nunggu next part’y.. Hehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s