Everything’s Gonna Be Normal [part 1]

Author             : ChoiHanChul
Main Cast        : Cho Kyuhyun (Super Junior)
Han Hyena
Kim Heechul
Support Case   : Choi HanEul
Choi JiYoo
Other Member Super Junior
Rating              : 13+
Genre              : Romance
Warning          : Alurnya rada ngaco di tengah-tengah-_-
PS                    : Ini afterstory nya true destiny, udah baca? Oke, happy reading~

Hyena’s POV

Sudah seminggu terakhir ini aku menjadi seorang istri Super Junior Cho Kyuhyun. Kau mau tahu rasanya? Emm, hari-hari kami dilewati dengan pertengkaran kecil yang sepele tapi itu……..menyenangkan.

Kau bingung? Tapi itulah kenyataannya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa aku adalah istri seorang Cho Kyuhyun. Banyak fans yang tidak menyetujuinya sebenarnya, tapi berkat Kyuhyun dan kekuatan cinta kami(?geli ya Allah!), kami bisa melewatinya. Terdengar menjijikan, bukan?

Sebenarnya hidupku sudah terasa lengkap apabila ada satu hal lagi yang hadir di hidupku. Kami belum mempunyai anak. Kami belum pernah melakukan first night. Itu menjijikan. Tapi Cho ahjumma sudah menyuruh kami untuk memiliki anak, Ahra eonni juga. Sebenarnya aku ingin. Tapi aku tidak mau. Lagipula, aku masih kuliah.

Aku melanjutkan kuliahku. Maka disinilah aku sekarang, berada di kantin kampusku yang ramai bersama Jiyoo.

“ada apa denganmu?”, kata Jiyoo sambil menyenggol badanku dengan sikutnya.

“ah, aniyo”,  jawabku.

Setelah kejadian antara aku dan Eunhyuk oppa yang menyebabkan aku menjadi……..ah, aku tidak mau mengingatnya, aku menjaga jarak dengan Jiyoo. Karena dia masih menjadi fans nya Eunhyuk oppa. Fans fanatik, bahkan dia menjadi stalker nya Eunhyuk oppa.

Setelah, Eunhyuk oppa minta maaf padaku, hubunganku dengan Jiyoo kembali seperti semula. Lagipula aku masih menyayangi sahabatku yang menyebalkan itu.

Dan kau tahu? Sewaktu aku dan Kyuhyun menjalankan resepsi, ternyata saat itulah Jiyoo dan Eunhyuk oppa menjadi sepasang kekasih. Aku tak menyangka ternyata Eunhyuk oppa tahu bahwa Jiyoo adalah stalker nya dan akhirnya Eunhyuk oppa jatuh cinta pada stalker nya sendiri. Tapi, itu belum menjadi rahasia umum. Hanya member Super Junior, aku, manager, dan beberapa artis SM yang mengetahuinya.

Mereka tidak mau memberitahu umum. Manager tidak menyetujuinya. Waktu Kyuhyun memberi tahu soal hubungannya denganku saja, dia marah-marah. Dan sewaktu kami menikah pun, manager memarahi Kyuhyun, bahkan oppadeul juga memarahiku dan Kyuhyun karena mendahului mereka.

Saat itu, SparKyu sangat tertekan, bahkan sekitar 3 hari aku diikuti beberapa gadis yang kuduga SparKyu yang mau menerorku. Bahkan sempat ada yang melabrakku dan memintaku bercerai dengan Kyuhyun. Tapi, untung saja saat itu mobil Heechul oppa lewat dan akhirnya Heechul oppa menolongku dari siksaan SparKyu. Akhirnya lama-kelamaan orang-orang yang menerorku berkurang dan akhirnya menjadi tidak ada. Mungkin mereka sudah menerimaku sebagai istri seorang Cho Kyuhyun.

Sebenarnya, aku bingung, apa yang membuat fans Kyuhyun itu sangat menyukai Kyuhyun? Tampan? Ya, aku akui dia memang tampan. Suara bagus? Hmm, memang benar. Tapi, apa mereka tidak tahu seberapa jahatnya dia? Dia itu raja setan. Bahkan sebagai suami, dia tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya padaku. Kami selalu saja bertengkar dimanapun, mungkin kecuali di depan publik.

Saat di depan publik, kami akan menjadi pasangan yang benar-benar saling-menyayangi dan romantis. Padahal saat acara itu selesai, kami akan saling memaki. Contohnya, “apa yang kau lakukan? Kenapa kau menggenggam tanganku seperti itu? Itu menjijikan kau tahu?” atau “aish, kau sangat menggelikan saat di atas panggung tadi. Kau mau mencuri kesempatan dengan mengelus-elus rambutku?”. Hal-hal seperti itulah yang akan kami katakan saat di belakang publik.

Memang, semenjak kami menikah, kami tidak pernah melakukan hal-hal yang romantis lagi. Bahkan oppadeul pun bingung kenapa kami bisa berubah 360 derajat seperti ini setelah menikah. Dari romantic couple menjadi evil couple. Gelar yang bagus, bukan? Haha. Lagipula romantic couple itu sangat menjijikan.

“yak, sekarang kau malah senyum-senyum sendiri! Ada apa denganmu?”, kata Jiyoo yang lagi-lagi mengagetkanku.

“ah, tidak ada apa-apa. Hanya mengingat sesuatu”, kataku menjawab pertanyaannya dengan wajah berseri-seri.

“ah, aku tahu. Kau sedang mengingat first night mu dengan Kyuhyun oppa, ya?”, kata Jiyoo yang membuatku membelalakkan mata. Kenapa dia jadi yadong seperti ini? Ah, sungguh efek yang tidak bagus karena berpacaran dengan orang yang yadong.

“aish, tidak! Menggelikan sekali! Aku masih perawan! Ingat itu!”, teriakku sambil menyentil kepalanya. Dan karena aku berteriak, perempuan-perempuan yang ada di dekatku mendengarnya dan membisikkan sesuatu di telinga satu sama lain.

Samar-samar aku bisa mendengarnya, “tentu saja Kyuhyun oppa tidak mau melakukannya dengannya! Sepertinya hanya Hyena saja yang terobsesi menjadi istri Kyuhyun oppa, dan akhirnya Kyuhyun oppa terpaksa menikahinya”, kata seorang perempuan yang memakai baju kuning dan tidak jauh dariku.

“ya, benar! Mana mungkin seorang Super Junior Cho Kyuhyun jatuh cinta padanya! Aku lebih suka mendengar KyuToria couple, daripada….kau tahu siapa”, kata perempuan yang ada di sebelah perempuan yang memakai baju kuning tanpa rasa bersalah sedikitpun. Seakan-akan aku tidak ada.

Deg.

Apa mungkin memang benar apa kata mereka? Mungkin saja, Kyuhyun sebenarnya sudah tidak mencintaiku. Mungkin saja, dia hanya kasihan karena aku mencintainya dengan sepenuh hati. Dan mungkin saja, memang dari awal Kyuhyun tidak pernah mencintaiku dan hanya menjadikanku sebagai pelariannya. Buktinya saja, dia tidak pernah mau menyentuhku sedikitpun setelah menikah. Terakhir kali, dia menciumku dan itu juga di atas altar. Semenjak itu, dia tidak pernah lagi mengelus rambutku seperti dulu. Sebenarnya aku mulai geli dengan hal seperti itu, sangat menggelikan. Tapi, bukankah wajar? Aku juga seorang yeoja, kan? Mungkin Kyuhyun tidak mau melakukan hal-hal seperti itu, karena dia sudah jatuh cinta pada……yeoja lain?

Ah, apa yang kau pikirkan, Han Hyena? Kyuhyun tidak akan melakukan itu. Dia sudah berjanji akan setia. Kau bodoh, Han Hyena. Lagipula untuk apa kau mempedulikannya? Dia saja sudah 3 hari ini tidak pulang ke apartemen. Hanya tinggal di dorm. Dia saja tidak peduli denganku. Cho Kyuhyun, kenapa kau menyiksaku?

“neo gwaenchana?”, tanya Jiyoo sambil mengelus pundakku. “kata-kata mereka tidak usah dipikirkan! Kyuhyun oppa tidak akan berbuat seperti apa yang mereka pikirkan”, kata Jiyoo menenangkanku.

“aku tidak peduli dengan raja setan itu, Jiyoo~ya”, kataku sambil berjalan meninggalkannya.

Aku bisa mendengar samar-samar apa yang dia katakan, “pasangan bodoh”, kata Jiyoo dengan suara yang kecil nyaris seperti bisikkan. Eh? Apa yang dia maksud?

=^=

Kyuhyun’s POV

Sudah 3 hari terakhir aku tidak pulang ke apartemenku dan Hyena. Aku belum terbiasa dengan kehadirannya di sampingku. Butuh kekuatan besar untuk tidak menyerangnya (?) selama aku tidur satu kasur dengannya. Aku takut dia belum siap…..atau tidak mau.

Aku merindukannya. Sangat merindukannya. Sudah 3 hari ini, aku tidak melihatnya. Sudah 3 hari ini, aku tidak melihat senyumnya. Sudah 3 hari ini, aku tidak mendengar tawanya. Sudah 3 hari ini, aku tidak melihatnya tidur di sampingku. Dan sudah seminggu ini, aku tidak merasakan rambut lembutnya.

Sebenarnya, aku ingin menyentuhnya. Aku ingin mengelus rambutnya lagi seperti yang dulu biasa aku lakukan. Aku ingin memeluknya lagi. Dan aku ingin menciumnya.

Sepertinya memang sudah saatnya aku pulang. Aku tidak melakukan apa-apa di dorm. Jadwalku sedang tidak sibuk. Dan bodohnya, bukannya aku memanfaatkan waktu, aku malah menyia-nyiakannya.

=^=

Akhirnya, disinilah aku sekarang. Di depan pintu apartemenku dan Hyena. Aku langsung membuka pintu tanpa mengetuknya. Aku melihatnya, akhirnya aku melihatnya. Hatiku lega saat melihatnya baik-baik saja.

Tanpa kusadari, aku tersenyum kecil. Dan saat ini, aku menahan diri untuk tidak memeluknya. Aku menghampirinya yang sedang menonton televisi dengan tenang.

Aku langsung mengerutkan kening begitu melihatnya menatap televisi dengan tatapan kosong. Apa yang dia pikirkan? Apa dia punya masalah?

“yak! Kau kenapa? Wajahmu terlihat jelek sekali seperti itu”, teriakku sambil menjatuhkan diri di sofa di sampingnya.

Dia hanya menolehkan kepalanya ke arahku sebentar lalu kembali menatap kosong televisi yang ada di depannya. Tanpa menjawab pertanyaanku sedikitpun.

“yak! Suamimu baru pulang! Bukankah seharusnya seorang istri menyambut suaminya yang baru pulang?”, teriakku.

Akhirnya dia menoleh, “aish, aku sedang malas berbicara denganmu, Kyu~a” , katanya sambil berlalu ke arah kamar.

Apa yang terjadi? Aneh.

=^=

Hyena’s POV

Aku malas berbicara dengannya. Bodoh sekali aku. Daritadi kata-kata perempuan yang di kantin tadi terus berputar-putar di otakku. Aku terus berpikir bahwa itu benar.

Aku merasakan sesuatu menetes di tanganku. Air mata. Air mata siapa? Aku menyentuh mataku. Basah? Aku menangis?

Aku langsung merebahkan badanku di atas kasur. Kepalaku terasa berat. Aish, Hyena~ya, kenapa kau menjadi lemah seperti ini? Hah, akhirnya aku menemukan kelemahanku. Cho Kyuhyun.

=^=

Kyuhyun’s POV

Sudah sekitar 2 jam aku duduk di ruang televisi ini. Berkutat dengan pikiranku sendiri. Bertanya-tanya apa yang terjadi pada Hyena.

Akhirnya, aku menyerah. Aku bosan. Aku memutuskan untuk tidur. Setelah 3 hari ini aku tidak melihatnya tidur di sampingku, aku bisa melihatnya. Aku memutuskan untuk duduk sebentar di lantai sambil melihat wajah Hyena.

Aku bisa melihatnya. Tapi itu bukan ekspresi yang kuharapkan. Aku bisa melihat raut sedih dan lelah di wajahnya. Bahkan aku bisa melihat bekas air mata di wajahnya. Apa yang terjadi padamu, Na~ya? Apa kau lelah menjadi istri seorang artis, Na~ya? Bukankah aku sudah berjanji di depan semua orang aku akan menjagamu? Tapi malah aku yang membuatmu tersakiti.

“Apa kau mau aku melepaskanmu? Sayangnya, aku tidak bisa, Na~ya. Itu bunuh diri namanya. Aku tidak akan sanggup, Na~ya”, bisikku dengan sangat kecil agar dia tidak terbangun. Aku menyentuh pipinya. Ah, bukankah aku sudah lama tidak menyentuhnya?

Aku bisa melihat pundak Hyena bergemetar. Dan tidak lama kemudian, air mata Hyena mengalir. Dia berbalik menghadap ke arah yang berlawanan denganku. Masih dalam keadaan tertidur.

Aku memutuskan untuk naik ke atas tempat tidur agar bisa melihatnya. Karena sekarang memang Hyena menghadap ke arahku.

Air mata itu terus mengalir. Raut kesedihannya makin terlihat jelas.

“kau kenapa sebenarnya, Na~ya? Apa aku memang tidak bisa menjagamu dengan baik? Tapi aku akan terus berusaha, Na~ya, bertahanlah”, kataku lagi sambil menghapus air matanya.

Tiba-tiba Hyena menggenggam tanganku dalam keadaan tertidur. “Kyuhyun~a….Kyuhyun~a…Kyuhyun~a”, panggilnya terus sambil mengenggam tanganku erat. Tangisnya semakin kencang. Apa sebegitu beratnya menjadi istriku, Na~ya? Sampai dalam mimpipun kau menangis sambil memanggil namaku.

“Kyu~a, tetaplah disini”, katanya sambil terus mengeratkan genggamannya.

“aku akan disini, Na~ya”, kataku. Dan entah karena dorongan apa, aku berani memeluknya. Bukankah aku sangat tidak tahu diri? Aku sudah menyakitinya dan sekarang aku seenaknya memeluknya. Bukannya aku melepasnya aku malah semakin mengeratkan pelukanku.

Perlahan tangan Hyena mengarah ke pinggangku. Membalas pelukanku. Sekarang jarak wajahku dengan wajahnya hanya sekitar 10 cm.

Aku semakin tidak tahu diri, aku mengelus rambutnya pelan. Dan secara perlahan juga, pundak Hyena berhenti bergetar. Dan helaan nafasnya kembali teratur.

=^=

Hyena’s POV

Aku terbangun saat merasakan hembusan napas tepat di wajahku. Hembusan napas yang hangat. Aku membuka mataku. Aku langsung membelalakkan wajahku begitu melihat Kyuhyun tepat berada di depan wajahku.

Wajahnya mungkin hanya sekitar 5 cm dari wajahku. Wajahnya sangat tampan saat tertidur. Begitu mempesona. Betapa beruntungnya aku bisa menjadi istrinya.

Tapi tunggu, aku memperhatikan posisi tubuhku. OMO! Apa yang terjadi?

“KYAAAAAA!!!!!! Apa yang kau lakukan?”, teriakku sambil menjauhkan diri darinya. Untungnya kami masih pakai baju (hayo!!mikirin apa? Lol!).

“aish, kau berisik sekali! Ini masih pagi”, balasnya berteriak.

“yak! Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan padaku?”, kataku.

Dia merenggangkan badannya sebentar lalu melihat ke arahku. “aish, percaya diri sekali kau, Na~ya! Aku tidak melakukan apa-apa padamu! Apa jangan-jangan kau yang melakukan apa-apa padaku?”, teriaknya.

“lalu, kenapa tadi…tadi….tadi posisimu….aish! Sudahlah lupakan!”, kataku sambil berjalan ke arah kamar mandi.

Aish, wajahku sangat memerah! Aish Hyena~ya, tenanglah! Dia hanya memelukku! Tidak ada yang terjadi. Tapi, kenapa pelukannya terasa sangat nyaman?

=^=

Kyuhyun’s POV

“kenapa kau?”, teriak Heechul hyung yang tiba-tiba langsung berada di sampingku.

Aku meliriknya sebentar, “tidak kenapa-kenapa, hyung”, jawabku.

“sudahlah aku bisa membaca apa yang kau pikirkan. Hyena kenapa lagi?”, katanya. Kenapa dia bisa tahu? “sudahlah, kalian ini! Kenapa setelah menikah jadi seperti ini? Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku saja yang menikah dengan Hyena”, aku langsung memberikan tatapan membunuhku pada Heechul hyung.

Walaupun dia hyung ku, tetap saja Hyena itu istriku. Dia milikku. Dia hanya boleh menjadi milikku. Dan dia asisten pribadiku.

“apa? Kau berani memberikan tatapan setanmu padaku? Kau lupa aku adalah mad evil? Itu berarti aku seniormu!”, kata Heechul hyung. “aku hanya bercanda, Kyu~a! Tidak mungkin aku akan merebut Hyena mu. Aku tidak mungkin merebut ratu iblis itu”, lanjutnya lagi sambil memukul pelan pundakku.

Aku sudah tahu. Siapa orang yang mau merebut ratu iblis itu? Hanya orang gila yang mau memilikinya, dan itu berarti aku. (?)

“entahlah, dia berubah akhir-akhir ini. Terutama semenjak aku pulang tadi malam”, jelasku. Entahlah, akhir-akhir ini aku sangat dekat dengan Heechul hyung.

“jelas saja dia berubah. Kau meninggalkannya selama 3 hari”, katanya. Meninggalkannya? Aku mengerutkan kening, “maksudku kau tidak pulang ke rumah”, lanjutnya.

“lalu apa hubungannya dengan perubahan sikapnya? Aku hanya tidak pulang ke rumah”, kataku. Aku tak mengerti apa yang dia maksud.

“seorang yeoja akan merasa kesal apabila suaminya tidak pulang ke rumah tanpa alasan. Apalagi dia itu asisten pribadimu, dia tahu seua jadwalmu. Sedangkan, jadwalmu sedang kosong. Itu hanya akan menyebabkan dia berpikir yang tidak-tidak”,  jelas Heechul hyung dengan sangat cepat sekali. Untungnya aku masih bisa mendengarnya dengan baik.

“tapi dia juga tahu aku tidak akan melakukan yang tidak-tidak”, selaku. Tentu saja dia tahu, dia tahu aku mencintainya.

“semua orang tidak selalu berpikir hal yang sama dengan kita, Kyu~a. Aku yakin Hyena pasti berpikir yang tidak-tidak, apalagi didukung dengan omongan fans mu itu. Kau tidak tahu saja bagaimana keadaannya saat ada salah seorang fans mu melabraknya dan meminta dia untuk bercerai denganmu”, aku hanya bisa termenung dengan semua penjelasan Heechul hyung. Yang dikatakannya semuanya benar. Apalagi akhir-akhir ini sangat banyak yeoja-yeoja yang dipasangkan denganku.

Aish, Cho Kyuhyun jeongmal baboya.

=^=

Keesokan harinya…..

“Na~ya, hari ini kau ada kuliah?”, tanyaku padanya saat kami berdua sarapan.

“tidak ada, wae?”, jawabnya tanpa ekspresi sambil tetap melanjutkan makannya. Aish, dia masih marah.

“aish, kau ini! Aku berbicara baik-baik denganmu! Setidaknya, jawablah aku dengan baik-baik juga”, teriakku. Aish, kenapa pagi-pagi seperti ini dia sudah membangkitkan jiwa setanku?

“aku malas bicara. Langsung saja to the point”, jawabnya masih tanpa ekspresi, tapi kali ini dia menatapku. Jelas sekali bahwa dia sangat lelah.

“terserah padamu”, aku menarik napas sebentar. “hari ini aku mau ke gedung SM, ada latihan untuk 5jib. Kau mau temani aku?”, pintaku. Sebenarnya tidak ditemani pun tak apa, tapi kata-kata Heechul hyung membuatku berpikir untuk terus membuatku berada di jarak pandangnya. Membuktikan bahwa aku setia padanya.

“haruskah? Aku malas”, jawabnya.

“harus! Aku menyuruhmu, aku suamimu”, jelasku.

Dia membanting sumpitnya ke meja sambil berdiri lalu berteriak, “aish, apakah seorang istri memang harus selalu menuruti kata-kata suaminya? Apa kau tidak tahu aku lelah, hah? Aku lelah dengan semua ini, Kyu~a”, pundaknya mulai bergetar. Dia menundukkan kepalanya

“Na~ya..”, kataku sambil menghampirinya.

“apa, Kyu~a? Tenagaku sudah habis. Aku bukan robot yang bisa diatur”, katanya.

Aku menarik tubuhnya ke dalam pelukanku, dan dia tidak menolak, “Na~ya, mianhae. Beri aku satu kesempatan untuk membahagiakanmu. Aku sedang berusaha, Na~ya. Bertahanlah”, kataku menenangkannya.

“bagaimana kalau aku tidak bisa bertahan?”, katanya.

“kau harus bertahan. Karena Cho Hyena hanya boleh berada di samping Cho Kyuhyun. Saranghae, Na~ya”, kataku sambil mencium bibirnya pelan. Aku bisa merasakan tubuh Hyena menegang. Lalu, aku berjalan ke arah kamar mandi.

“bersiaplah! Jam 10 kita harus berangkat”, teriakku dari dalam kamar mandi.

 

Hyena’s POV

“kau harus bertahan. Karena Cho Hyena hanya boleh berada di samping Cho Kyuhyun”, katanya sambil memelukku. Aku tercengang dengan kata-katanya. Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun berkata seperti itu? “Saranghae, Na~ya”, lanjutnya. Belum selesai aku meredakan detak jantungku karena kata-katanya, tiba-tiba bibirnya sudah berada di bibirku. Membuat tubuhku menegang.

Lalu, dia meninggalkanku yang masih mematung sendiri di ruang makan. Berpikir bahwa ini kenyataan atau bukan.

“bersiaplah! Jam 10 kita harus berangkat”, teriaknya dari dalam kamar mandi. Entah karena sihir apa, aku mengarah ke kamar untuk mengganti pakaian untuk menemaninya ke gedung SM. Aish Cho Kyuhyun, kenapa kau yang malah menjadi kelemahanku?

=^=

Sesampainya aku dan Kyuhyun di gedung SM, kami langsung ke ruang latihan dance. Aku hanya duduk di pojok ruangan sambil melihat mereka menari. Aku memperhatikan Kyuhyun, sesekali dia melakukan kesalahan. Oppadeul juga terkadang ada yang melakukan kesalahan. Tapi mereka saling menyemangati.

Betapa bodohnya aku dulu, bisa sampai membenci mereka semua hanya karena 1 member mereka. Bodohnya aku dulu, bisa sampai membenci grup yang penuh dengan rasa kekeluargaan ini (sotil).

Setelah menunggu sekitar 2 jam, akhirnya mereka beristirahat. Aku segera menghampiri Kyuhyun dan memberinya minum.

“ini minummu”, kataku sambil memberi minuman ke Kyuhyun. Dia pun menerimanya dan langsung meminumnya. Kelihatan sekali dia sangat lelah, sebenarnya bukan hanya dia, yang lain pun juga. Tenaga mereka terlalu diforsir.

“mana makanan untukku?”, tanyanya tiba-tiba. Aku mengerutkan kening, berani sekali dia berkata seperti itu. Memangnya aku pembantunya.

“kau tidak bilang kau ingin makanan, lagipula aku bukan pembantumu”, kataku santai.

“tapi disini kau dalam posisi sebagai asisten pribadiku. Jadi kau harus mengurus seua keperluanku”, katanya sambil agak berteriak dan menoyor kepalaku pelan.

“shireo~”, kataku sambil berjalan untuk mengambilkan yang lain minuman. Aku memberikan minuman ke Eunhyuk oppa, karena dia masih berlatih bagiannya sendiri.

“gomawo, Hyena~ya”, kata Eunhyuk oppa sambil memamerkan senyum gusinya. Dia tampan. Daridulu dia memang tampan. Hanya aku saja yang bodoh bisa sampai membencinya dulu.

“cheonmaneyo, oppa”, jawabku sambil tersenyum.

 

Kyuhyun’s POV

Aku melihat Na~ya memberikan minuman ke Eunhyuk hyung. Lalu Eunhyuk hyung tersenyum sambil mengatakan sesuatu yang disambut Hyena dengan tersenyum juga.

Deg.

Aish, apa perlu hyung ku itu memamerkan senyumnya? Bagaimanapun dia sudah punya yeojachingu, seharusnya dia tidak boleh memamerkan senyumnya kepada istriku.

Aku segera menarik tangan Hyena menjauh dari Eunhyuk hyung sebelum dia menebarkan pesonanya lagi. Apa kurang cukup jewels yang banyak itu untuk mengaguminya? Apa perlu menambahkan istriku ke daftar pengagumnya?

“aish, appo! Lepaskan aku”, teriak Hyena sambil terus berusaha melepaskan genggamanku, tapi dia tidak berhasil. Aku terus menariknya keluar ruangan.

“aish, lepaskan aku raja setan!”, katanya aku langsung memutar badanku dan mendekatkan tubuhku ke Hyena. Aku bisa melihat mata indahnya membulat.

“yak! Apa yang mau kau lakukan, hah?”, teriaknya. Dia mau menantangku? Dia mau menantang jiwa raja setanku bangkit?

“kau takut?”, kataku sambil mengangkat dagu Hyena.

“aniyo! Sudahlah, lepaskan aku!”, teriaknya sambil menginjak kakiku. Reflek aku langsung melepasnya.

“appo, babo!”, makiku kepadanya. Dia masih berdiri di depanku. Sesaat kemudian, dia berjalan menjauhiku.

Aish, kenapa kakiku sakit sekali? Dasar yeoja tidak punya perasaan! Apa dia tidak tahu kaki ini akan digunakan untuk latihan nanti? Babo!

“Kyuhyun oppa?”, panggil seorang yeoja. Aku mengangkat kepalaku dan melihat Seohyun berada di depanku.

“neo gwaenchana, oppa?”, lanjutnya sambil terus memperhatikanku.

“ah, gwaenchana”, kataku. Lalu dia membantuku untuk mencari tempat duduk. Aish, kenapa kakiku sangat sakit sekali? “aish, sakit sekali”.

Setelah mendapatkan tempat duduk, Seohyun berlutut dan melihat keadaan kakiku. Aku memperhatikannya. Bukankah seharusnya ini tugas istriku? Menjaga suaminya? Mana janjinya, hah?

Tiba-tiba Seohyun mengangkat kepalanya, dan mata kami bertemu. Lalu dia terus mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku bergidik ngeri melihatnya. Tiba-tiba aku dari sudut mataku, aku melihat Hyena mengintip dari balik dinding yang tidak jauh dariku. Dia langsung berlari, sekilas aku bisa melihat wajahnya memerah menahan air mata.

Astaga! Wajahku sudah 15 cm dari wajah Seohyun! Aku langsung mendorongnya.

“aish, apa kau lupa aku sudah punya istri, hah? Menjauhlah dariku!”, teriakku.

Dia meringis kesakitan, “oppa”, rengeknya. Aish sangat menggelikan sekali dia.

“kau mau menggodaku, hah?”, teriakku.

“kukira memang oppa menginginkannya (geligeligeligeligeligeli)”, rengeknya lagi.

“kau lupa aku sudah punya istri, hah?”, teriakku.

“mianhae, oppa”, rengeknya sambil menunjukkan puppy eyes nya padaku.

“sudahlah pergi sana!”, usirku. Menggelikan sekali dia.

Belum selesai satu masalahku muncul masalah yang lain. “AAARRRGGGGHHH!!!!”, teriakku setelah Seohyun pergi. Aku menjambak-jambak rambutku. Kenapa aku jadi sial begini?

=^=

Hyena’s POV

Aku melihatnya, aku melihat Kyuhyun berciuman dengan gadis itu, Seohyun. Hatiku hancur. Kenapa mencintaimu sangat sakit sekali, Kyuhyun~a? Kau mau mebunuhku, Kyu~a?

Aku terus menyusuri lorong yang entah membawaku kemana. Aku berjalan tanpa arah. Aku berusaha menahan air mataku yang sudah mendesak untuk berlomba-lomba keluar.

“kau kenapa, Hyena~ya?”, tanya seorang namja yang suaranya terdengar familiar di telingaku. Aku mengangkat kepalaku, ternyata Heechul oppa.

“kenapa menangis? Kyuhyun, hah? Aish, kalian berdua tidak bisakah tidak merepotkanku?”, omelnya panjang lebar dalam satu helaan napas.

“kau saja yang melibatkan diri dalam masalah kami, oppa”, jawabku sambil menundukkan kepala. Air mataku terus mendesak ingin keluar.

“yak! Aku tidak bisa melihat dongsaeng ku seperti ini! Kalian sangat berpengaruh dalam kelangsungan Super Junior!”, katanya setengah berteriak.

“kalau begitu, bukankah aku lebih baik mundur? Bukankah lebih baik aku tidak menjadi pengaruh dalam kelangsungan Super Junior lagi?”, kataku masih terus sambil menundukkan kepalaku. Pengelihatanku semakin kabur seiring banyaknya air mata yang ingin keluar.

“yak, apa yang kau pikirkan, hah? Itu sama saja kau membunuh Kyuhyun!”, katanya.

“tapi, bertahan dalam keadaan seperti ini juga membunuhku, oppa. Terlalu banyak yeoja yang lebih pantas dariku untuk menjadi istrinya”, kataku.

“Hyena, dengar! Sebanyak apapun yeoja yang berada di dekat Kyuhyun, hanya kau yang dia lihat”, jelasnya.

“hanya aku? Kalau begitu, kenapa dia…..kenapa dia tadi….kenapa..kenapa oppa?”, kataku. Perlahan air mataku keluar. Hatiku terlalu sakit membayangkannya lagi.

“aku tidak punya tempat bersandar lagi, oppa. Ingin sekali aku menyerah! Aku sudah hampir roboh untuk mempertahankan posisiku”, kataku. Reflek tubuhku langsung roboh ke dalam pelukan Heechul oppa. Aku terus menangis dalam pelukannya.

“aku izinkan kau menggunakan pelukanku untuk menenangkan hatimu. Aku oppa mu sudah menjadi kewajibanku kan untuk melindungimu, ya kan?”, katanya sambil mengelus punggungku perlahan.

“terima kasih, oppa. Aku heran kenapa kau belum menemukan yeoja padahal kau itu sangat baik, oppa”, kataku sambil tersenyum untuk menghangatkan suasana.

“aku masih memperjuangkannya, Hyena. Aku akan merebutnya. Lalu setelah aku mendapatkannya, aku akan memperkenalkannya padamu”, katanya sambil terkekeh pelan.

“baiklah, oppa”, kataku sambil tersenyum dalam pelukannya. Aish, aku melupakan banyak hal aku memiliki 12 oppa yang bisa menghiburku. Kenapa aku baru menyadarinya? Apa aku sebegitu bodohnya? Ya, aku memang bodoh.

=^=

Kyuhyun’s POV

Aish, kemana yeoja itu pergi? Apa dia marah? Apa tadi aku tidak salah lihat kalau dia menangis? Aargh, kenapa aku selalu menyakitinya? Apa aku terlalu buruk untuk menjadi suaminya? Apa aku memang tidak pantas menjadi suaminya? Tidak, aku pantas jadi suaminya karena Cho Hyena hanya akan menjadi istri Cho Kyuhyun.

Aku terus menyusuri lorong ini. Sesekali aku bertanya pada orang yang lewat kemana perginya Hyena. Tapi hasilnya nihil, tidak seorang pun melihatnya.

“baiklah, oppa”, ah suara itu! Suara yang sudah sangat familiar di telingaku. Suara yang sangat kubutuhkan. Suara yang membuatku hidup.

Aku sedikit berlari kecil. Aku terlalu ingin melihat keadaannya. Aku terpaku saat melihatnya. Aku melihat keadaannya. Tapi ini bukan yang ingin kulihat. Ini terlalu menyakitkan.

Dia berada di pelukan orang lain. Dia bersandar kepada orang lain. Dan yang paling menyakitkan adalah dia berada di pelukan hyung ku sendiri. Apa benar hyung ku itu menyukai Hyena seperti yang dia bilang waktu itu? Tapi itu hanya bercanda, kan? Bukankah seharusnya aku yang berada di posisi Heechul hyung saat ini? Kenapa malah dia? Kenapa dia? Seharusnya aku.

Aku mengepalkan tanganku. Menahan emosi agar tidak langsung berlari ke arah hyung ku dan memukulnya. Aku berjalan pelan ke arah mereka. Sebegitu nyamannyakah sampai kalian tidak menyadari keberadaanku?

Aku langsung menarik tangan Hyena dengan sekali sentakkan. Aku bisa merasakan dia kaget atas perlakuanku.

“Kyuhyun~ah, dengarkan dulu penjelasan kami!! Kyuhyun~ah berhenti! Kau menyakiti istrimu sendiri”, teriak Heechul hyung. Aku mengabaikannya dan terus menarik Hyena menuju tempat parkir. Sesekali dia menarik tangannya, tapi tidak berhasil.

“lepaskan, Tuan Cho! Appo!!!”, katanya sambil memukul tanganku dengan keras. Hah, aku sudah mati rasa, Na~ya. Aku sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Rasa sakit di hatiku membuatku mati rasa. Kenapa kau menyiksaku?

Sesampainya di dekat mobil, aku langsung memaksa dia masuk ke mobil. “masuk!”, perintahku.

“shireo!”, bantahnya.

“kubilang masuk, Cho Hyena!”, kataku dengan berteriak. Akhirnya, dia masuk.

Aku juga masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil ke apartemen. Kami berjalan dalam diam. Terlihat sekali dia sangat marah. Tapi di wajahnya aku bisa melihat bekas air matanya dan matanya juga bengkak. Apa karena melihat yang tadi dia menjadi seperti ini? Tapi tidak perlu berpelukkan dengan Heechul hyung, kan? Aku yang menjadi suaminya! Apa dia lupa?

Sesampainya di depan apartemen, aku langsung menariknya ke apartemen kami. Sesekali aku mendegar ringisan dari bibirnya. Memang aku menariknya dengan kuat sekali. Mianhae, Na~ya. Tapi aku jauh lebih sakit darimu.

Akhirnya, sampailah kami di dalam apartemen kami. Dia mencoba melepaskan genggamanku.

Aku membalikkan tubuhnya berhadapan denganku.“apa aku tidak cukup, hah?”, kataku dengan nada yang cukup tinggi.

“mwo?”, katanya. Aku meremas bahunya dengan keras. “sakit, Kyu~a! Lepas!”, katanya, bisa kulihat air matanya mengalir dari pipinya.

“kau belum menjawab pertanyaanku! Apa aku tidak cukup untuk menjadi suamimu?”, teriakku. Dia tersentak dan mengangkat kepalanya agar bisa melihatku.

“lalu, apa aku tidak cukup menjadi istrimu? Hah, aku memang tidak bisa menandingi Seohyun. Dia terlalu cantik di matamu, kan?”, teriaknya.

“apa yang kau katakan, Na~ya? Dia tadi menggodaku”, jelasku.

“dan kau menanggapi godaannya, kan?”

“tidak! Sudahlah, kau belum menjawab pertanyaanku, Cho Hyena!”

Hyena’s POV

“tidak! Sudahlah, kau belum menjawab pertanyaanku, Cho Hyena!”, teriaknya.

“apa?”, kataku dengan sedikit menantang.

Dia menarik daguku, “apa aku tidak cukup untuk menjadi suamimu? Apa aku sebegitu buruknya untuk menjadi suamimu?”, katanya, aku terpaku dengan kata-katanya.

Aku ingin menangis lagi. Tidak, aku tidak boleh terlihat lemah di hadapannya. Aku berlari menuju kamar dan saat aku ingin menutup pintu, Kyuhyun dengan sekali sentakkan menahannya dan masuk.

“keluar!”, teriakku.

“kau belum menjawab pertanyaanku, Nyonya Cho!”, teriaknya sambil mendekatkan diri ke arahku. Aku langsung bergerak mundur. Akhirnya, aku tidak bisa mundur lagi, sudah ada dinding di belakangku. Kyuhyun terus mendekat ke arahku, dan menarik daguku untuk kedua kalinya.(mentok nih gua-_- gabisa bayangin)

“jawab, Hyena!”, bentaknya.

Aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku tidak mau terlihat bahwa hanya aku yang mencintainya. Aku tidak tahu. Lidahku terlalu kaku untuk menjawab pertanyaannya.

“KENAPA? KENAPA KAU TIDAK MENJAWAB, HAH?”, bentaknya. Aku langsung menelan ludah. Dia tidak pernah terlihat semenyeramkan ini.

Aku langsung mengendalikan diri, “molla”, jawabku santai. Dia makin menarik daguku mendekat ke wajahnya. Apa aku harus mati dalam keadaan seperti ini?

“kenapa? Kenapa kau bisa sampai berpelukan dengan Heechul hyung? Kenapa dengan hyungku, Cho Hyena?”, kata Kyuhyun lagi.

“lalu kenapa kau bisa sampai berciuman dengan Seohyun, hah?”, kataku.

“aku tidak berciuman dengannya! Ingat itu!”, bentaknya. Aku langsung menundukkan kepalaku.

“apa kau tidak bisa hanya memelukku saja, Hyena?”, katanya, sontak aku langsung mengangkat kepalaku. Apa yang dia katakan?

Dia menghela napas sesaat, “dan aku akan berjanji aku hanya akan mengizinkan bibirku menyentuh bibirmu saja, bukan yang lain”, lanjutnya dan langsung menciumku. Lalu, entah siapa yang memulai. Akhirnya, kami melakukannya. Mungkin kami terlalu menahannya, sampai kami tidak tahu siapa yang memulai. (jangan paksa gua ngejelasin! Gua udah geli sampe sini)

=^=

Aku terbangun di saat alarm berbunyi. 06:00 am. Masih pagi. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali sebelum menyadari bahwa aku tidur di dalam pelukan Kyuhyun. Lagi. Aku memandanginya yang sedang tertidur sesaat.

Tiba-tiba matanya terbuka, “jangan menatapku seperti itu! Atau…..kau mau melakukannya lagi?”(geligeligeligeli) katanya tanpa dosa.

“menjijikan! Menjauhlah dariku!”, kataku sambil memukul-mukul dadanya.

“nanti kalau aku pergi jauh-jauh, kau akan merindukanku”, katanya menggodaku. Belum sempat aku membantahnya, “sudahlah kau tahu aku tak akan sanggup pergi jauh darimu”, lanjutnya.

Kami terdiam sejenak. Tenggelam dalam pikiran masing-masing. “Kyu~a, bagaimana kalau aku hamil?”, tanyaku polos.

“bagus, memang itu tujuan kita, kan?”, katanya sambil tersenyum ke arahku.

“kau tidak akan menyesal? Siapa tahu, fans mu berkurang saat tahu aku hamil”, tanyaku sambil bercanda.

“baguslah, sainganmu berkurang, kan?”, katanya sambil tertawa dan mengacak-acak rambutku.

“percaya diri sekali kau, tuan Cho!”, kataku. Ah, aku memang yeoja beruntung, kan? Mempunyai suami yang tampan yang akan menerimaku apa adanya.

=^=

Sebulan kemudian……

Kyuhyun’s POV

Sudah sebulan ini, Hyena tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia hamil. Sedikit kecewa memang. Padahal, sudah banyak orang yang menyuruh kami untuk mempunyai anak, dimulai dari eomma, appa, Ahra noona, hyungdeul juga sudah menyuruh kami.

“Kyu~a”, panggil Hyena pelan. Saat ini, kami sedang berada di waiting room. Seperti biasa, Hyena ikut. Karena dia asisten pribadiku selamanya~ dan kebetulan juga, dia sedang tidak kuliah. Libur katanya.

“mwo?”, kataku, entah kenapa aku tersenyum. Wae? WAEEEE? (apaansih ini).

Hyena mengerutkan dahinya sebentar, “kata SeungHwan oppa, lusa Super Junior M harus pergi ke China lagi dan tinggal disana selama 4 bulan”, katanya.

“mwo? Kenapa lama sekali?”, tanyaku.

“jadwal kalian padat disana, babo!”, teriaknya sambil memukul kepalaku pelan.

“appo, babo!”, kataku. “oh ya, tapi kau ikut ke China, kan?”, tanyaku sambil menatap matanya.

“a…aniyo, lusa aku harus masuk kuliah lagi”, katanya. Aku baru menyadari wajahnya sedikit pucat.

“kau sakit?”, tanyaku khawatir.

“molla, aku tidak kenapa-kenapa”, katanya sambil tersenyum. Tapi jelas sekali, wajahnya pucat. Bagaimana aku bisa meninggalkannya dalam keadaan seperti ini? Aish, ingin sekali aku bisa keluar dari dunia hiburan ini sejenak.

=^=

2 hari kemudian….

Hari ini adalah hari dimana aku harus pergi ke China. Dalam keadaan Hyena dengan wajah pucatnya. Semakin hari dia semakin pucat. Dia tidak mau diajak ke rumah sakit.

Akhirnya, aku memutuskan untuk meminta Heechul hyung menemaninya selama aku tidak ada di rumah untuk menjaga Hyena. Kesal memang, tapi Hyena sendiri yang memintanya. Katanya dia akhir-akhir ini sedang akrab dengan Heechul hyung. Itu tambah membuatku kesal. Aish, hyung ku yang satu itu, tidak cukupkah milyaran (y) Petals yang mengaguminya? Kenapa dia mau menambahkan Hyena ke daftar pengagumnya?

“baiklah hyung. Aku pergi dulu. Aku minta tolong jaga Hyena ya! Aku hanya memintamu MENJAGANYA! Ingat itu!”ucapku dengan penuh penekanan.

“kau berani memerintahku? Tanpa kau mintapun aku sudah selalu menjaga dongsaeng-dongsaeng ku dengan baik! Sudah pergi sana!”, usir Heechul hyung sambil mendorongku keluar dorm.

Baiklah Hyena, hanya 4 bulan itu tidak akan terasa……….lama? Eh? Itu akan terasa amat sangat lama bila tanpamu, Na~ya.

=^=

Hyena’s POV

Hari ini Kyuhyun harus berangkat ke China. Aku sedih tidak bisa menemaninya. Tidak bisa menjadi asisten pribadi yang baik untuknya. Aku juga tidak bisa menjadi istri yang baik untuknya. Bukankah seharusnya seorang istri mengantarkan suaminya ke bandara saat suaminya mau pergi keluar negeri? Aku makin terlihat seperti orang lemah. Kyuhyun memang terlihat sekali mengkhawatirkan keadaanku, sampai-sampai dia meminta orang untuk menjagaku. Aku meminta Heechul oppa yang menjagaku. Entah kenapa, semenjak kejadian aku memeluk Heechul oppa itu, aku selalu nyaman berada di dekatnya. Dia oppa yang sangat baik.

Aku memaksakan diriku untuk masuk kuliah hari ini. Entahlah, dari hari ke hari tubuhku semakin lemah. Tapi, aku tidak merasakan sakit apapun di sekujur tubuhku.

“Hyena~ya, aku meridukan Poo~”, kata Jiyoo manja. Poo adalah panggilan kesayangan Jiyoo untuk Eunhyuk oppa. Aku tidak mengerti darimana asal nama itu. Pasangan menjijikan.

“kau sangat berlebihan sekali, Jiyoo~ya belum ada 10 jam Eunhyuk oppa pergi ke China dan kau sudah seperti ini?”, kataku. Menggelikan sekali pasangan ini.

Tiba-tiba aku merasa lemas di sekujur tubuhku, secara tak sadar aku menyandarkan tubuhku ke dinding.

“Hyena, neo gwaenchana?”, tanya Jiyoo ketika melihat keadaan tubuhku yang tiba-tiba melemas.

“aku tidak tahu, Jiyoo~ya. Aku sangat mual”, jawabku.

“kalau begitu, ayo aku antarkan kau pulang!”, kata Jiyoo sambil menopang tubuhku yang lemah. Di saat-saat seperti ini, aku merasa beruntung sekali mempunyai sahabat sepertinya.

Tubuhku semakin lemah di saat aku sudah sampai di apartemenku sendiri. Jiyoo mendudukkanku di atas sofa, belum sempat aku duduk seketika dunia menjadi gelap.

Author’s POV

Ketika Jiyoo sedang membantu sahabatnya itu, tiba-tiba sahabatnya itu pingsan. Hyena pingsan.

“Hyena!!! Ireonna! Ayolah! Eottoke?”, kata Jiyoo panik.

“aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus ke dorm memanggil oppadeul? Tapi aku harus ke lantai berapa? Mungkin lantai 12, Leeteuk oppa pasti disana! Semoga”, kata Jiyoo sambil berlari keluar menuju lantai 12, dorm Super Junior.

Setelah berlari sekitar 10 menit, sampailah Jiyoo di lantai 12 tepat di depan dorm Super Junior. Jiyoo memencet bel dengan panik.

Setelah menunggu beberapa saat, “oppa!! Oppa tolong aku!!”, teriak Jiyoo pada namja di depannya.

“tolong apa?”, jawab Heechul.

“Hyena pingsan di apartemennya, aku bingung harus membawanya kemana!! Tolong aku”, kata Jiyoo masih dengan paniknya.

Heechul membelalakkan mata, “MWO?!”, teriak Heechul.

Heechul langsung berlari menuju apartemennya. Dia merasa bersalah sebagai orang yang dipercayai Kyuhyun untuk menemani istrinya dia gagal. Dia merasa di bukan oppa yang baik. Orang yang tidak dapat dipercaya.

Sesampainya Heechul di depan apartemen Kyuhyun dan Hyena, dia langsung berlari mencari sosok Hyena. Sosok dongsaeng yang berarti baginya.

Setelah jam menunjukkan pukul 08:06 pm, “oppa, aku pulang dulu, ya! Maaf aku tidak bisa ikut menjaga Hyena!”, kata Jiyoo yang disusul anggukkan kepala Heechul. Jiyoo langsung melangkah keluar apartemen.

Setelah berpikir sejenak, akhirnya Heechul mengangkat tubuh Hyena (ga ikhlas-_-) ke kamar. Karena tidak ada yang bisa menjaga Hyena, akhirnya Heechul pun memilih menginap di apartemen Kyuhyun dan Hyena.

=^=

Hyena terbangun saat jam menunjukkan pukul 06:55 am. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali.

“kenapa aku bisa disini?”, tanya Hyena pada dirinya sendiri. “ah ya, Jiyoo!! Tapi apa mungkin dia mengangkatku kesini? Apa Kyuhyun sudah pulang? Ah, tidak mungkin baru kemarin dia pergi”, kata Hyena berdebat dengan dirinya sendiri.

Akhirnya setelah menyegarkan wajahnya sedikit, Hyena keluar dari kamarnya. Mencari Jiyoo yang siapa tahu masih ada di rumahnya. Tapi yang dia temukan bukanlah sosok Jiyoo, melainkan sosok Heechul yang masih tertidur di atas sofa.

“oppa, ireonna!”, kata Hyena sambil mendorong-dorong tubuh Heechul (T-T).

Heechul terdengar menggumamkan sesuatu yang tidak jelas, kemudian tertidur lagi.

“aish, oppa ireonna!!!”, teriak Hyena.

“berisik!”, teriak Heechul tapi terbangun dari tidurnya dan memberikan tatapan tajamnya pada Hyena.

“mianhae”, kata Hyena ketakutan melihat tatapan Heechul.

“sudahlah jam berapa sekarang? Aku mau kembali ke dorm. Tak apa kan aku tinggal kau sendiri?”, tanya Heechul.

“ne”, kata Hyena sambil tersenyum.

Lalu mereka berdua mengarah ke arah pintu apartemen.

“kamsahamnida, oppa”, kata Hyena sambil membungkukkan badan sebentar.

“ne, cheonmaneyo”, jawab Heechul. Tanpa disadari oleh mereka, ada orang yang memotret mereka.

=^=

Hyena’s POV

Aish, kenapa aku pusing lagi? Ah, kali ini aku juga mual.

“Hyena, neo gwaenchana?”, tanya EunJi, dia salah satu teman dekatku di kampus setelah Jiyoo. Hari ini Jiyoo tidak masuk, dia harus pulang ke rumah orang tuanya karena suatu urusan.

“ne, nan gwaenchana”, jawabku sambil tersenyum. Aish, kenapa perutku mual sekali?

Aku langsung berlari ke kamar mandi saat aku merasa mual. Aku langsung masuk ke salah satu bilik kamar mandi. Aku memuntahkan segala yang aku ingin keluarkan.

Aku tersentak kaget saat melihat darah. Aku kenapa? Aku sakit apa?

“Hyena, benar tidak apa-apa?”, kata Eunji sambil mengetuk pintu.

Aku terlalu pusing untuk menjawab, mungkin sebaiknya aku langsung ke rumah sakit.

“EunJi~ya, aku sepertinya mau pulang saja sebelum keadaanku memburuk”, kataku pada EunJi setelah aku membuka pintu kamar mandi.

======================================

Setelah menjalani pemeriksaan ini itu, “nyonya Cho, sepertinya anda harus menambah porsi makan anda sedikit lebih banyak”, kata dokter Hwang, apa maksud dokter itu? Dia mau meledekku?

“wa…wae?”, kataku saat dokter Hwang mengulurkan tangannya padaku.

“selamat! Anda harus menanggung satu nyawa di dalam perut anda”, (ribet amat-_-) katanya sambil tersenyum. Aku mengerutkan keningku tanda tak mengerti. Setelah mencerna kata-kata yang dimaksud dokter Hwang aku terbelalak kaget.

“aa…aa..”, kataku terbata-bata. Aku ingin berteriak saat ini.

“iya, anda hamil Nyonya Cho. Selamat! Kandungan anda sudah memasuki umur 4 minggu”, kata Dokter Hwang dan langsung kubalas senyumannya. Aku ingin berteriak kencang saat ini.

Aku keluar ruangan dengan senyuman yang terpampang di wajahku. Antara percaya dan tidak percaya,“wa..wae?”, tanya EunJi yang menunggu di luar ruangan. “kau tidak kenapa-kenapa, kan?”, tanyanya sambil menyentuh pundakku.

Dengan senyum yang masih terpampang di wajahku aku menggeleng. “lalu, apa kata dokter?”, aku mulai mengelus-elus perutku sendiri. “tu…tunggu, kau hamil?”, senyumanku makin melebar. Seketika dia menjerit senang. “aaa, chukhae Hyena-ya!”

=^=

 “apa aku harus menghubungi Kyuhyun?”, pikirku sendiri diperjalanan pulang. EunJi harus kembali ke kampus karena masih ada kuliah. Jadi, aku pulang sendiri.  Aku mengedikkan bahu, “akan lebih baik jika aku jadikan kejutan, bukan?”, kataku sambil tersenyum mengingat aku sudah merindukannya.

Aku harus menghubungi seseorang, dan yang langsung terpikir adalah Heechul oppa karena dia yang sudah aku repotkan kemarin.

=^=

Author’s POV

Ting tong.

Ah, bunyi bel! Pasti itu Heechul oppa! Hyena sudah menghubunginya untuk datang ke apartemennya untuk memberitahu berita baik yang dia punya. Padahal, hari sudah malam.

“oppa!!”, katanya sambil memeluk Heechul saking senangnya. Untuk kedua kalinya ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Tidak mau membuang kesempatan, dia memotret kejadian itu lagi.

“w..wae?”, kata Heechul terbata-bata karena kaget melihat Hyena memeluknya.

“aku punya berita baik!”, kata Hyena sambil mengajak Heechul masuk.

“dan aku punya berita buruk. Haaahhh, dunia ini tidak adil!”, teriak Heechul frustasi.

“mwo? Apa itu?”, tanya Hyena.

“aku sudah menceritakan tentang yeoja itu ,kan?”, tanya Heechul disambut anggukkan kepala Hyena. “aarrgghh, dia menjauhiku!! Hanya tinggal 2 minggu lagi untuk membuatnya jatuh cinta padaku dan dia malah menjauhiku. Kenapa sulit sekali mendapatkannya?”, kata Heechul sambil menjambak rambutnya sendiri.

“itu berarti ada dua kemungkinan, dia ingin kau mengejarnya atau dia…..tidak mencintaimu, oppa”, jelas Hyena.

“m..mwo?”, kata Heechul sambil membelalakkan matanya.

“semakin kau mengejarnya, semakin kau menunjukkan betapa besar cintamu padanya, bahasa singkatnya dia mau mengujimu”, jelas Hyena menjelaskan kemungkinan pertama.

“aargh, sudahlah lupakan dulu! Aku frustasi! Akan kuusahakan untuk mendapatkannya, karena dia hanya boleh ada di sisiku”, kata Heechul sambil tersenyum sendiri, “ah jadi berita baiknya apa?”, tanya Heechul kembali serius pada Hyena.

“oppa!! Kau harus siap-siap untuk dipanggil ajjushi!”, kata Hyena sambil menyunggingkan senyumnya. Heechul langsung menangkap maksud dari pernyataan Hyena.

“ah! Kau hamil! Selamat!!! Apa kau sudah memberitahu Kyuhyun?”, tanya Heechul.

“aku mau memberitahunya, tapi akan lebih baik untuk dijadikan kejutan, kan? Dan sepertinya aku juga tidak akan memberitahu oppadeul dan bertemu dengan mereka dulu”, kata Hyena sambil tersenyum.

“terserah padamu. Tapi, menurutku semakin cepat kau memberitahu Kyuhyun akan semakin baik”, kata Heechul tanpa ekspresi.

“mungkin benar, baiklah aku hanya akan mengiriminya sms”, kata Hyena.

“sms bahwa kau hamil?”, kata Heechul.

“aniyo, aku akan bilang padanya aku punya kejutan untuknya”, kata Hyena sambil tertawa pelan.

=^=

3 bulan kemudian….

Kyuhyun’s POV

Aish, aku lelah sekali hari ini. Aku baru teringat aku belum menghubungi Hyena 3 bulan terakhir. Betapa bodohnya aku sampai lupa menghubunginya. Bagaimana kabarnya? Baru saja aku ingin menghubunginya,

Drrt drrt drrt.

From : Cho HyeNa

Kyuhyun~a, aku punya kejutan untukmu. Cepatlah pulang. Aku tak sabar memberitahunya padamu. Kapan kau kembali?

“aish, apa-apaan ini?”, kataku sambil tersenyum senang.

To : Cho Hyena

Apa maksudmu, hah? Ayo beritahu aku! Aku masih sekitar 4 hari lagi disini!

Karena tak sabar menunggu balasannya, aku langsung menggerakkan jari-jariku untuk menekan nomor 9. Nomor yang menghubungkanku kepada Hyena, istriku. Tapi,“MWO? Kyuhyun~a, lihat ini! Palli!”, kata Donghae hyung.

Aku terpaksa menunda untuk menelpon Hyena dan melihat apa yang ditunjukkan Donghae hyung padaku. Aku langsung membelalakkan mataku saat melihat apa yang ditunjukkan Donghae hyung.

Istri seorang Cho Kyuhyun selingkuh? Dan selingkuhannya adalah Kim Heechul? Cinta segitigakah? *ea banget

Sederet kalimat itu langsung membuatku seperti tersambar petir.

Disana juga ada bukti foto-foto Hyena bersama Heechul hyung. Foto pertama adalah foto dimana Heechul keluar dari apartemen kami, di ujung foto tertuliskan 06:58 am. Untuk apa Heechul hyung keluar dari apartemen kami sepagi itu?

Foto kedua, foto yang membuatku sangat sesak. Membuat dadaku sakit. Foto kedua adalah foto dimana Hyena dan Heechul berpelukan. Lagi-lagi mereka berpelukan di belakangku. Dan ekspresi Hyena yang tambah membuat dadaku sakit, Hyena tersenyum bahagia. Senyum yang sangat jarang ditunjukkannya pada orang-orang. Senyum yang biasanya hanya aku saja yang lihat. Sejauh apa hubunganmu dengan Heechul hyung, Na~ya? Tidak bisakah kau berhenti membuat dadaku sakit? Bukankah aku sudah bilang bahwa aku saja yang boleh kau peluk? Hah, apa kau mau menantangku? Baiklah akan kuladeni, Han Hyena!

“Kyuhyun~a..”, kata Donghae hyung saat melihat tatapan setanku muncul.

Drrt drrt drrt.

Cho Hyena calling….

Handphone ku terus berkelap-kelip dan bergetar. Kau mau apa lagi, Hyena? Kau mau aku melepaskanmu? Bukankah aku sudah bilang aku tidak akan melepaskanmu, meskipun kau mengancam bunuh diri sekalipun?

To Be Continued….

=^=

Gimana? Bagus? Penasaran? Kalo penasaran part 2 nya silakan dibaca~ aku yakin masih banyak yang kurang jadi butuh komennya nih. Makasyiiihhhhh~~ kepanjangan? Engga kan ya? Aku bingung motongnya dimana abisnya, ini ff oneshoot yang aku jadiin part. Bahahaha. Ohya dan masalah seohyun maaf banget yang fans nya seohyun aku make dia. Aku bingung mau make siapa, make victoria tambah ga tega. Maaf banget yaaaaaaaaa…..ga bermaksud apa-apa kok Cuma buat cast disini doang. Makasih~

12 thoughts on “Everything’s Gonna Be Normal [part 1]

  1. Yaakk author ff nya aduhaiii top b g t. Aku sempet nangis asli waktu kyu marah bgt sama hyena:’) kyu cemburuan bgt ya kekekek. Lanjutin lg author part selanjutnya tp jangan lama lama ya kekek *plak

  2. kyuhyun salah paham terus ya ma hyena .
    nyuruh hyena percaya kalau kyu bisa ngejagain hyena , nah tapi dianya juga gak percaya kalau hyena setia -__-
    pegimane nih kyu ??? haha
    dilanjut ya thoor .. :)
    hwaiting !

  3. Annyeong..
    Woooaaahh neomu daebaaakk..
    Suka bgt.. Critanya menarik & ga ngebosenin.. Ga bertele2 & ga terlalu buru2 jg alurnya..
    Wuuaahh kyuuu sabar~sabaaarr..
    ◦°◦:D◦Ħϊϊ◦:D◦ħϊϊ◦:D◦Ħϊϊ◦:D◦°◦
    Lanjutaaannya ya chinguuu
    Penasaraan..

  4. OMG gregetan dech sama yg foto Hyena dan Heechul oppa, mereka kan cm berteman dan Heechul oppa menjadi org yg dititipkan oleh Kyu oppa untuk menjaga Hyena. Apalagi skrg Hyena sdg hamil muda, smg Kyu oppa segera mengetahuinya.. Agar tdk salah paham.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s