Second Chance [part 2/2 END]

Author: Kei
Main cast: Lee Hyukjae, Hwang Jihee, Lee Sena
Support cast: Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Donghae, Leeteuk, Yesung
Rating: U
Genre: Romance
Ps:
Kalau kalian merasa cerita ini mirip atau merupakan sambungan dr FF lain. Iya, emang. Ini sejenis bentuk protes diam-ku terhadap ending yang dikasih sama author aslinya. Namanya aku ganti demi menjaga kerahasian FF asal karena aku gak bilang sm authornya kalau aku gak suka sama ending yang dia bikin dan kalau kalian Tanya FFnya apa? Aku gak bakalan kasih tahu. hihihii. LOL

So, here it is ^^

 Sejurus dengan ucapan selamat tinggal dari Jihee. Mrs.Lee berjalan menuju satu-satunya pintu di atap meninggalkan delapan orang yang berwajah sedih dan satu orang yang tersenyum tidak sabar mengetahui apa yang akan terjadi setelahnya.

**

“Siapa sih perempuan itu?” Tanya Heena pada orang-orang yang saat ini sedang berkumpul di rumah keluarga Lee.

“Dia adalah Hwang Jihee. Ayahnya mempunyai jaringan hotel internasional yang sedang menjajaki kemungkinan untuk membangun jaringan hotelnya di Korea. Itu hotel yang kemarin baru saja di bangun di Seoul.” Kata Yesung sambil membaca laporan yang dibawa oleh anak buah Leetuk.

“What a tough enemy.” Ucap Haeri dari ujung bibirnya.

“Apa yang harus kita lakukan? Waktunya hanya tiga hari?” Tanya Heena mulai sadar akan limitasi waktu yang diberikan oleh Mrs.Lee.

“Hmmm, bau apa ini? Enak sekali.” Kata Donghae menginterupsi rapat dan disusuk oleh cubitan di perutnya. “Aw, sakit jagi.”

“Jangan mengacaukan suasana, bodoh!” kata Haeri galak.

“Tapi benar. Baunya sangat enak. Kokimu masak apa Hyukie ah?”

“Mana aku tahu.” Jawab Hyukjae malas.

“Nona Jihee mengundang anda semua untuk makan siang bersama di ruang makan.” Kata pengurus Jang kepada mereka semua.

“Perempuan itu tinggal disini?” teriak Siwon seketika dan membuat semua mata memandang Leetuk dan Eunhyuk bergantian.

Mereka hanya bisa mengangguk malas sebagai balasannya.

“Bilang pada nona hotel kalau kami tidak sudi untuk makan bersamanya.” Kata Heena marah.

**

Well, setelah itu bisa diprediksikan apa yang terjadi. Mereka ramai-ramai memusuhi Jihee dan menganggapnya perempuan jahat yang tidak berbeda dari Mrs.Lee.

Bagaimana nasib perempuan yang dipanggil Sena? Tepat seperti permintaan Mrs.Lee, urusan Sena dibereskan oleh Leetuk dan tentu saja membuat Hyukjae frustasi. Setelah tidak berhasil membujuk ibunya, dia pulang ke Korea dengan napsu membunuh. Dia sangat kesal dan ingin melampiaskan segala ketidakberdayaannya itu. Sayang Jihee yang menjadi kandidat utama kemarahannya itu sedang sibuk mempersiapkan pembukaan hotel barunya di pulau Jeju sehingga Hyukjae melampiaskannya pada minuman beralkohol. Hampir seluruh koleksi wine mahal Leetuk dan Siwon dihabiskannya. Entah diminum atau hanya dibuang percuma. Selama hampir sebulan dia menjadi mayat hidup yang hanya bangun, minum wine, ke club, menggoda banyak perempuan, dan tidur disembarang kamar hotel.

Kepulangan Jihee ke Seoul tidak banyak membuat perubahan di rutinitas terbaru Hyukjae. Dia tidak mau dipanggil Hyukjae lagi karena menurutnya Hyukjae sudah mati bersamaan dengan Sena. Dia sekarang kembali ke rutinitas hidupnya yang dulu. Bahkan mungkin lebih parah. Dengan nama Eunhyuk, dia kembali menjadi cassanova yang bahkan lebih bejat dan kurang ajar yang hanya bisa menghabiskan uang di club-club malam bersama para perempuan yang selalu berganti-ganti.

Jihee hanya bisa menyayangkan apa yang terjadi pada Eunhyuk. Dia berencana untuk membatalkan rencana pertunangan mereka yang akan diadakan bulan depan oleh keluarga besar mereka berdua. Tetapi sesuatu tiba-tiba terjadi. Entah apa yang terjadi pada Eunhyuk, suatu hari dia mendatangi Jihee dan memintanya untuk tidak membatalkan pertunangan mereka.

Jihee masih mengingat detil perkataan Eunhyuk padanya malam itu di ruang tengah di rumahnya.

“Jangan batalkan pertunangan kita.” Kata Eunhyuk berdiri di belakang sofa yang berada di sebelah kanan Jihee.

“Kenapa? Toh kau juga tidak rugi apapun kan?”

“Aku mohon.”

“Aku tidak akan menikahi seorang laki-laki yang tidak bisa mengurus pekerjaan. Laki-laki yang hanya tahu bersenang-senang, Mr.Lee.” kata Jihee sambil melipat tangannya di depan perut.

“Aku akan berubah. Beri aku kesempatan.”

“Apa yang membuatmu berubah, Mr.Lee?”

“Aku menyadari kalau hidupku bukan milikku sendiri. Hidupku itu milik orang tuaku dan juga para pemegang saham perusahaan.” Jawabnya lemah sambil menundukkan kepala.

Jihee hanya bisa melihat Eunhyuk dengan perasaan kasihan. Bagaimanapun juga mereka terlahir dari lingkungan dan latar belakang yang sama. Hanya saja Eunhyuk telah mendapatkan pelajaran yang setimpal dari sifat memberontaknya itu.

“Tunjukkan padaku selama seminggu ini. Kalau kau mengecewakanku maka akan kubatalkan pertunangan kita.” Kata Jihee sambil tersenyum tipis.

Yeah, right!! Kau masuk perangkap dengan mudah Hwang Jihee.” Kata Jihee dalam hati sambil memutar kursi besar berlapis kulit yang sedang didudukinya itu.

**

Gereja tempat pemberkatan pernikahan itu terlihat penuh akan tamu undangan. Mereka adalah para sosialita yang berasal dari klub-klub yang dihadiri rutin oleh keluarga Jihee dan Eunhyuk dan relasi perusahaan Hwang dan Lee. Mereka memakai gaun dan suit terbaik mereka seakan-akan pesta pernikahan ini adalah sebuah runway bukannya upacara sakral penyatuan dua insan manusia.

Jihee terlihat sangat cantik dengan gaun buatan designer yang sedang naik daun karena gaun rancangannya kemarin dipakai oleh Kate Middleton, sang putri baru di keluarga kerajaan Inggris. Gaun yang simpel tapi tidak kehilangan sentuhan elegannya. Gaun berwarna broken white dengan tiara sebagai penghias kepalanya dan ekor gaun yang tidak begitu panjang membuat pemakainya leluasa bergerak.

Wajahnya yang bahagia terpancar jelas dari senyumannya. Auranya membuat orang-orang yang berada di sekelilingnya iri akan kecantikannya dan juga posisinya saat itu –sebagai seorang pengantin perempuan dari keluarga Lee-

“Kau sangat cantik.” Kata Eunhyuk pelan seperti bisikan saat tangan Jihee menyentuh lengannya di altar.

Jihee membalasnya dengan senyuman terbaiknya dengan cepat dan berpaling ke arah pendeta yang sudah memulai acara pemberkatan tersebut.

“Apa kau Lee Hyukjae menerima Hwang Jihee sebagai istrimu dalam susah maupun senang sampai maut memisahkan kalian?” Tanya pendeta pada Eunhyuk.

Eunhyuk terlihat ragu-ragu. Dia melihat wajah pendeta dan Jihee bergantian sebelum akhirnya dia berdeham untuk meyakinkan dirinya atas keputusannya itu.

“No, I don’t.” jawabnya lantang yang membuat seluruh orang di gereja diam.

Jihee hanya bisa memandangnya takjub akan keputusan yang baru saja diambil. Dia mengerjap-kerjapkan matanya dan mulai kembali sadar dari shock nya. “Kau bercanda kan, hunny?”

“Tidak!” jawab Eunhyuk tegas. “Kau sudah mendapatkan balasanmu miss Hwang!” katanya berbisik di telinga Jihee. “Kau pikir aku akan menikahi perempuan yang sudah membuat Sena meninggal? Kau salah!”

“Adios, stupid girl.” Kata Eunhyuk sebelum akhirnya dia berjalan meninggalkan Jihee di altar. Dia berjalan menyusuri alley sambil melonggarkan dasi kupu-kupunya dan kancing pada kedua lengan bajunya itu.

“Dan sekarang aku harus memberinya second chance?” Tanya Jihee monolog dan sarkastik. “I won’t! Even in your dream!

**

*Eunhyuk POV*

Aku tahu diriku pasti tidak akan mendapatkan kesempatan kedua dari perempuan itu. Dia sudah cukup sakit hati akan perlakuan bejatku padanya.

Hanya seorang laki-laki brengsek yang meninggalkan seorang perempuan di altar pernikahannya. Apalagi alasannya hanya untuk sebuah balas dendam yang ternyata hanyalah sebuah salah paham.

Salah paham? Well, aku terlalu menyederhanakan pemakaian kalimat. Mungkin kata-kata yang lebih tepat adalah kebodohan.

Yah, karena kebodohan seorang Lee Hyukjae, Hwang Jihee menjadi pusat dan bahan tertawaan hampir semua orang di Korea.

Seorang perempuan yang hampir menikah.

Seorang perempuan yang ditinggalkan di altar pernikahan karena dendam.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Heechul dengan nafas memburu.

“Kau habis berlari ya, hyung?” Tanya Eunhyuk dari meja bar. Saat ini semua orang  -Leetuk,Siwon, Donghae, Heena, Haeri, dan Yesung- berkumpul di bar pribadi milik keluarga Choi. Mereka sedang menikmati pembalasan dendam mereka atas kisah cinta tragis milik Eunhyuk.

“For Sena.” Kata Eunhyuk sambil mengangkat gelas wine nya di udara. “May she smile from heaven knowing that I already paying her revenge.”

Yang lain mengikuti langkah Eunhyuk yang mengangkat gelas mereka dan meminumnya.

“Bodoh!” kata Heechul sambil memukul kepala Eunhyuk dengan kertas yang dibawanya. “Kau telah melakukan kesalahan fatal.”

“Maksudmu? Aku sudah membuat ibuku dan perempuan itu malu hari ini. Aku meninggalkannya di depan altar, hyung.” Jawab Eunhyuk sedikit tipsy.

“Bagaimana kalau ku bilang Sena belum mati?” Tanya Heechul tiba-tiba dan membuat semua orang menghentikan kegiatan mereka termasuk si pasangan mesum itu.

“Maksudmu oppa?” Tanya Haeri kebingungan.

“Bagaimana kalau yang menyelamatkan Sena dari ibumu itu Jihee?”

“Hahahahaaa. Hentikan semua omong kosong itu, Hyung. Perempuan itu sama seperti ibuku.”

“Baca dan lihat ini, bodoh!” kata Heechul menyerahkan sebuah map berwarna merah yang berisi beberapa kertas dan foto.

Eunhyuk yang tipsy hanya melihat kertas-kertas itu sambil tertawa. “Tidak mungkin Sena masih hidup. Aku sudah mencarinya kemana-mana dan aku sudah mengutus orang untuk mencarinya dan mereka hanya memberikanku alamat makam Sena.”. Dia melemparkan map tersebut sembarangan.

“Terserah kau sajalah. Tapi jangan salahkan aku ataupun mencariku kalau kau sudah tahu kebenarannya.” Kata Heechul sambil memberikan padangan kasihan.

“Sudahlahlah oppa. Lebih baik kau ikut minum bersama kami disini.” Kata Haeri yang diamini oleh Donghae.

Sementara itu Yesung dan Leetuk yang duduk tidak jauh dari map yang dilemparkan oleh Eunhyuk dengan segera mengambilnya. Mereka penasaran dengan sikap Heechul yang terlihat semakin aneh dari hari ke hari. Berawal dari malam pertama kali mereka melihat si nona hotel. Heechul yang sedari awal ingin membantu Eunhyuk untuk membuat perubahan di keluarga mereka itu secara perlahan tapi pasti mulai mundur dan mengurangi intensitasnya dalam rencana pembalasan dendam mereka. Dia yang biasanya tidak tahan untuk tidak ikut campur dengan masalah orang tiba-tiba lebih banyak diam dan tersenyum menanggapi ide-ide yang mereka lontarkan.

Leetuk sudah menyuruh orang untuk memata-matai Heechul. Tetapi yang mereka dapatkan hanya beberapa foto kebersamaan Heechul dan Jihee berbelanja. Sewaktu ditanya apakah hubungan mereka, Heechul hanya menjawab bahwa selera fashion mereka yang sama yang membuatnya senang berbelanja bersama. Hal tersebut juga berlaku untuk penyelidikan yang dilakukan oleh Yesung. Heechul tidak pernah terllihat melakukan sesuatu yang aneh dan ganjil.

“Sena masih hidup.” Ucap yesung yakin setelah dia membaca kertas ketiga yang dipungutnya dari lantai.

“Benarkah?” Tanya Leetuk mengambil kertas yang sedang dibaca oleh Yesung.

“Ini laporan kemarin malam dan foto ini diambil dua hari yang lalu. Dia terlihat sedikit berbeda. Lebih kurus dan berambut coklat muda. Wajahnya sedikit mendapatkan operasi tapi aku yakin itu dia.” Kata Yesung lagi. Dia menatap tiga buah foto yang menunjukkan seorang perempuan yang menjadi pusat dari foto tersebut.

“Dia berganti nama menjadi Katagiri Eriko dan tinggal di Jepang.” Kata Leetuk membaca kertas pertama yang dilewatkan oleh Yesung. Dia mengeluarkan ponselnya dan segera menelpon seseorang. “Halo, tolong periksa seseorang untukku. Katagiri Eriko. Dia tinggal di Jepang. Akan kukirim fotonya. Cari tahu latar belakangnya dan serahkan laporannya padaku besok pagi.”

“Kalau laporan ini benar. Berarti kita telah menyakiti nona hotel dan menyalahkannya akan sesuatu yang tidak diperbuatnya.” Kata Yesung menatap Leetuk intens yang dijawab dengan wajah Leetuk yang berubah menjadi dingin.

**

Hatiku berdebar tidak karuan sekarang. Kurang dari sepuluh menit lagi aku akan bertemu dengan Sena, perempuan yang kucintai. Perempuan yang hampir dilenyapkan oleh ibuku. Semoga ini benar, Tuhan. Semoga ini memang Sena karena aku sudah sangat lelah mencarinya dan terus berharap kalau dia masih hidup.

Tempat yang dipilih oleh Heechul hyung sangatlah terpencil. Di sebuah kuil yang ada di kaki gunung. Kuilnya kecil tapi terjaga kebersihannya karena beberapa biksu tinggal di bagian belakang dari kuil tersebut. Kami disuruh masuk ke sebuah ruangan sembari menunggu kedatangannya.

Aku duduk didekat jendela yang diberi tirai dari bambu untuk menghalangi masuknya cahaya matahari yang berlebihan sementara yang lain memilih untuk duduk menyandar tembok menghindari cahaya matahari. Heena dan Haeri sangat tidak suka matahari, mereka bilang cahayanya tidak baik bagi kulit.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan membukanya dengan cara menggeser. Perempuan itu masuk dengan menundukkan kepalanya dan menutup pintu dengan memunggungi orang-orang yang berada di dalam.

“Hai, Sena.” Sapa Heechul santai sambil menyesap teh hijaunya.

Aku yang mendengar sapaan Heechul hyung langsung melihat perempuan yang saat ini telah duduk di hadapannya. Dia melepaskan jaket tebalnya dan juga syal yang melindunginya dari angin hutan.

Ya, dia Sena.

Sena yang ku kenal. Sena yang kucintai.

Walaupun dia mengubah warna rambutnya dan wajahnya pun terlihat sedikit berbeda tapi aku masih bisa mengenalinya.

Senaku.

Heena dan Haeri langsung memeluk Sena sambil sesekali mencubit pipinya. Mereka sangat senang melihat Sena dan kenyataan bahwa dia masih hidup dan bahkan hidup dengan baik.

“Bagaimana kau bisa lepas dari … “ kata Heena tidak melanjutkan kata-katanya.

“Nona Jihee membantuku.” Katanya sambil tersenyum. “Sewaktu aku tenggelam di laut, tiba-tiba ada beberapa orang yang menyelamatkanku. Mereka merawatku sampai aku sembuh.”

“Apa? Tenggelam di laut? Ibu menenggelamkanmu?” tanyaku tiba-tiba. Kepalan tanganku mengeras dan memutihkan buku-buku jari serta telapak tanganku sendiri. Aku ngeri membayangkan seorang perempuan ringkih dan lemah seperti Sena di siksa dan di tenggelamkan di laut.

“Ternyata orang-orang tersebut adalah orang-orang suruhan nona Jihee. Setelah aku siuman, aku bertemu dengan nona Jihee. Dia yang membantuku hidup selama ini. Dia yang menyuruhku mengubah penampilan dan membuatkan identitas baru sehingga aku bisa hidup sampai sekarang.”

“Ja,,jadi dia yang menyelamatkanmu?” Tanya Siwon sedikit terbata-bata.

Sena mengangguk dan tersenyum. “Aku tidak tahu lagi bagaimana nasibku kalau tidak ada nona Jihee.”

“Tapi pasti dia meminta sesuatu sebagai balasannya kan?” Tanya Haeri berusaha untuk tidak terpengaruh dengan cerita yang baru saja di dengarnya itu.

“Tidak ada. Dia hanya berpesan untuk menjaga diriku sendiri karena dia tidak bisa setiap saat melindungiku.”

Aku akhirnya memberanikan diriku untuk mendekatinya dan menyentuh tangannya. Aku sedari tadi duduk diam di dekat jendela dan hanya berani memandangnya tanpa mengedipkan mata hanya karena aku takut kalau semua ini hanya khayalan atau bahkan hanya sebuah mimpi.

Tangannya yang kecil itu sedikit bergetar sewaktu ku pegang. Dia tersenyum sangat manis kepadaku sewaktu aku menggenggam tangannya. Setelah menyadari kalau ini bukan mimpi, akupun menariknya kepelukanku.

Yes, she is my Sena.

“Jangan menangis oppa.” Katanya sambil menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya.

“Aku masih merasa bahwa semua ini adalah mimpi, Sena.”

“Aku nyata, oppa.”. Sena mengankat tanganku dan menangkupkannya ke pipinya.

“I won’t let you go anymore.” Kataku sambil memeluknya lagi.

“Ya, kau harus melepaskanku kali ini dan untuk selamanya.” Jawab Sena dan mengejutkan tidak hanya diriku tapi semua orang –tentunya kecuali Heechul hyung yang tampaknya sudah mengetahui bahwa Sena akan berkata seperti itu- di ruangan itu.

“Ke,,,ke,,,kenapa Sena?”

“Kau harus melepaskanku oppa dan mulailah hidup baru. Ingatlah aku sebagai seorang teman.”

“Tidak mau!! Aku mencintaimu Sena. Sangat mencintaimu dan aku tidak mau melepasmu.”

“Kau harus melepaskanku.” Kata Sena menekankan kata harus.

“Kau sudah tidak mencintaiku lagi?” tanyaku sambil memandang matanya mencari sebuah kebenaran.

“Atau kau diancam oleh perempuan itu?” Tanya Heena galak.

“Tidak. Nona Jihee tidak mengancamku.” Jawab Sena sambil memandang Heena. Dia berbalik memandang Eunhyuk sambil berkata, “Aku masih dan akan selalu mencintaimu oppa. Tapi setelah kejadian itu aku jadi sadar kalau memang kita berbeda. Mau sampai kapan pun kita berjuang demi cinta kita pasti akan berakhir dengan kejadian yang sama atau bahkan lebih buruk.”

“Lebih baik aku melepasmu dan kau melepaskanku. Kita bisa menjalankan hidup kita masing-masing dengan bahagia. Bukankah cinta tidak selamanya harus memiliki? Aku bahagia oppa melihatmu hidup bahagia walaupun tidak denganku.” Tambahnya lagi.

“Tapi aku tidak bisa hidup tanpamu.”

“Kau bisa hidup tanpaku, oppa. Selama ini sebelum bertemu denganku kau bisa hidup dengan baik kan? Setelah ini kau pasti juga bisa hidup dengan baik.”

“Don’t do this to me.”

“Kita harus melakukannya oppa. Aku tidak mau kau disakiti oleh ibumu lagi oppa.”

“Aku tidak apa-apa. Aku bisa menerima segala konsekuensinya. Bahkan kalau aku harus mati.”

“Jadi kau lebih suka membuatku menderita dengan memikirkanmu terus menerus tanpa mengetahui bagaimana keadaanmu? Atau bahkan kau senang aku meratapi kematianmu dan tidak hidup dengan baik di dunia ini setelah kau pergi?”

Sena tersenyum hambar setelah menyelesaikan kata-katanya itu.

Entah mengapa aku pun hanya bisa diam menanggapi semua yang terjadi. Otak dan hatiku memberikan penolakan terhadap ide gila Sena tentang cinta yang tidak harus memiliki. Tapi apa daya badanku serasa mati rasa dan tidak melakukan apapun selain melepas Sena pergi dengan diam.

**

*Author POV*

“Kau belanja apa?” Tanya Heechul pada Jihee.

“Beberapa baju.” Katanya sambil mengintip beberapa tas belanjaannya yang ditaruhnya di bawah meja.

Oppa sendiri?”

“Aku hanya sedang jalan-jalan di sekitar sini dan tiba-tiba melihatmu sedang duduk disini.” Jawabnya sambil menyesap ekspresso. “Aku kasihan melihat seorang gadis cantik duduk sendirian di sebuah café.”

“Gadis cantik ini sedang kelelahan karena dia sedang menghabiskan gaji bulan lalu untuk megisi lemari pakaiannya.” Jawab Jihee sambil tersenyum.

“Jadi ini semua dari gajimu sendiri?”

“Iya. Ternyata menyenangkan menghabiskan uang yang dihasilkan dari kerja kerasmu sendiri daripada allowance dari mom and dad.”

“Hey, minggu depan aku mau ke Paris. Kau mau ikut? Victoria Secret akan lauching bikini musim panasnya dan aku mendapatkan front seat.”

“Hmmm, boleh. Aku tadi sempat ke store mereka tapi koleksi yang kulihat tidak ada yang menarik.” Kata Jihee sambil memandang ke arah cangkir ekspresso Heechul.

“Oh ya, by the way aku turut sedih atas gagalnya pernikahan adikmu.” Kata Jihee mengubah tone suaranya dari yang ceria menjadi sedikit lebih serius. “Aku mendengarnya dari teman-temanku. Mereka bilang Heena dan Siwon tidak jadi menikah.”

“Hah? Oh, mereka.” Kata Heechul sambil mengubah posisi duduknya. “Pasangan yadong itu hanya hidup dari napsu dan terbukti kalau napsu mereka tidak bertahan lama.”

“Apa yang terjadi? If you don’t mind.”

“Seharusnya kau hadir disaat pernikahannya.” Kenang Heechul. “Kau ingat disaat pendeta mengeluarkan pertanyaan bahwa apabila ada orang yang keberatan segeralah mengatakannya atau diam selamanya? Saat itu ada seorang perempuan yang berdiri dan menahan pernikahan itu. Dia berkata kalau dirinya mempunyai anak dari Choi Siwon. Dia datang dengan sebuah surat yang menunjukkan bahwa anaknya adalah anak Siwon.”

“Lalu?”

Well, Heena hanya bisa diam dan memandang tidak percaya pada calon suaminya itu.”

“Siwon turun dari altar dan mengecek surat-surat yang diberikan kepadanya. Dari ekspresi wajahnya terlihat kalau surat-surat tersebut meyakinkan kebenarannya.” Kata Heechul dan menghela nafasnya panjang.

“Setelah itu?”

“Nah, hal lucunya baru saja dimulai. Saat Siwon disibukkan dengan perempuan itu. Ada seorang laki-laki yang mengulurkan tangannya dan mengajak Heena pergi dari altar.”

“Dan Heena mengikutinya?”

“Aku rasa otak adikku itu sudah terganggu atau sedikit karatan karena jarang dipakai lagi setelah dia terlalu banyak berciuman dan melakukan adegan mesum bersama Siwon. Dia meraih tangan laki-laki itu dan pergi menghilang selama 2 minggu.”

“Wow.”

“Setelah dua minggu mereka di temukan disebuah desa di pedalaman Argentina dan Heena dinyatakan hamil dua bulan setelah itu.”

“Anak Siwon?”

“Bukan. Anak laki-laki itu.”

“Lalu sekarang?”

“Heena menikah dengan laki-laki itu dan tinggal di Argentina.”

“Wow. Seru sekali kelihatannya. Sayang aku tidak ada disana.” Kata Jihee sambil tersenyum membayangkan segala sesuatu yang dilewatkannya itu.

“Ada satu berita heboh lagi.”

“Apa lagi?” Tanya Jihee dengan mata bersinar-sinar khas perempuan yang haus akan gossip.

“Donghae dan Haeri, mereka putus.”

“Kenapa? Dari cerita yang aku dengar mereka melewati kisah yang lumayan romantis hanya untuk bersatu.”

“Aku sendiri kurang tahu bagaimana detilnya. Tapi setelah kejadian batalnya pernikahan Heena dan Siwon. Donghae dan Haeri yang berencana untuk menghabiskan liburan di Yunani, pulang dengan pesawat mereka sendiri-sendiri.”

“Apa yang terjadi?”

“Haeri pulang terlebih dahulu dan sendiri. Sementara Donghae tiba-tiba saja pulang dengan tunangannya yaitu Kim Hyori, anak dari seorang pengusaha software.”

Heechul mengecilkan volume suaranya dan menjulurkan lehernya membuat Jihee mengikuti gerakannya. Kepala mereka bertemu di tengah-tengah meja. Heechul berbisik, “Aku rasa Haeri tidak diterima oleh keluarga Donghae sehingga mereka memutuskan untuk mempertunangkan Hyori dan Donghae.”

“Memangnya kenapa dengan Haeri? Dia putri maskapai kan?” Tanya Jihee penasaran.

“Gosipnya, ayah Haeri telah merebut tunangan ayah Donghae. Dendam pribadi.”

“Maksudmu kalau ibu Haeri itu sebenarnya adalah tunangan ayah Donghae. Tapi karena satu dan lain hal dia menikahi ayah Haeri. Begitu?” Tanya Jihee memastikan kesimpulannya.

Heechul hanya mengangguk santai mendengarnya. Terlihat ujung bibir kanannya naik membentuk sebuah senyuman sarkastik khas dirinya.

Daebak!!” kata Jihee menyadari apa yang terjadi. “Jadi sekarang peer group mu terpecah belah?”

Short of.” Kata Heechul sambil mengangkat tangannya memberi tanda pada pelayan bahwa dia ingin tambah. “Dengan gagalnya pernikahan Siwon-Heena dan pertunangan Donghae-Haeri membuat Korea tidak mengasyikkan lagi.”

“Itu alasanmu kesini?”

“Aku rindu padamu, hoobae ku sayang.” Kata Heechul memandang Jihee penuh arti.

“Coba saja kita tidak dipertemukan dalam situasi yang aneh ini. Pasti saat ini kita telah menjadi teman baik ya sunbae.”

Well, situasinya memang sedikit kurang baik but we got it, right? We’re having a good relationship as far as I remembered.

Jihee hanya bisa tersenyum memandang Heechul yang terlihat sangat keren dengan posenya saat itu. Dia duduk sedikit menyamping dengan gelas ekspresso di tangannya dan cahaya matahari yang menyinarinya dari balik kanopi di dekat jendela. Seperti lukisan-lukisan yang ada di galeri kesenian atau bahkan patung pahatan yang banyak tersebar di Italia dan Yunani.

“Lalu bagaimana dengan si bodoh itu?” Tanya Heechul tiba-tiba dan membuat Jihee tersedak.

I don’t wanna talk about it, oppa.” Jawab Jihee sambil menyesap capucinnonya dan memandang ke arah pedestrian.

**

Oppa, hati-hati ya.” Kata Jihee melepas Yunho di gate tujuh.

“Kau juga.” Jawab Yunho sambil mengelus rambut adik perempuannya itu. “Penerbanganmu satu jam lagi kan?”

“Iya.” Jawab Jihee sambil mengangguk.

Gate berapa?”

“Empat.”

“Sudah lebih baik kau segeralah ke gate empat.” Kata Yunho sambil memeluk Jihee. “Aku akan menyusulmu ke Maldives. Jangan lupa kenalkan aku pada perempuan-perempuan cantiknya, oke.”

“Selesaikan dulu urusanmu dengan perempuan-perempuan di Milan, baru nanti ku kenalkan pada perempuan Maldives.” Jawab Jihee.

Yunho tersenyum sambil berjalan meninggalkan Jihee dan mulai memasuki ruang tunggu. Sementara itu Jihee menrik kopernya dan berjalan ke gate empat tempatnya menunggu pesawat.

“Jihee!!!Tunggu!!” teriak seseorang dari kejauhan.

Jihee yang merasa namanya dipanggil langsung memutarkan kepalanya mencari sumber suara. Ternyata dari seorang laki-laki yang berlari ke arahnya dengan celana jeans yang robek-robek kecil di bagian paha sampai lutut, memakai kaos dan jaket.

“Kenapa kau tidak bilang padaku kalau aku mau pergi?” tanyanya dengan nafas memburu.

“Memangnya kau siapa?” Tanya Jihee dingin.

“Tunggu.” Katanya lagi sambil memegangi koper Jihee dan terpaksa membuatnya berhenti. “Beri aku waktu untuk menjelaskannya.”

I have a flight to catch.

Just 5 minutes.”

Jihee menangkap sirat keputusasaan pada wajah laki-laki yang berdiri didepannya itu. Dia merasa mungkin saja kalau dia memberikan lima menit maka setelah itu laki-laki ini akan menyerah dan meninggalkan dirinya.

“Baiklah. Lima menit.” Kata Jihee sambil melihat jam tangannya.

“Sena masih hidup.” Katanya dan berhasil membuat Jihee kaget. “Aku mau mengucapkan terima kasih padamu telah menyelamatkannya dari ibuku.”

“Sudah?”

“Aku mau minta maaf karena telah meninggalkanmu di altar. Aku tahu aku sangat bodoh dengan melakukan balas dendam tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu.”

Jihee tetap memandang jam di tangannya.

“Aku telah berpikir dan merefleksikan semua tingkah lakuku setelah kau pergi. Aku memang laki-laki berengsek.”

Jihee hanya mendengus saat mendengar kata-kata tersebut dia tersenyum sarkastik.

“Karenanya aku mau menebus segala kesalahanku. Aku mau kau memberiku kesempatan kedua.”

“…”

Marry me.” Kata laki-laki itu sambil berlututut dan menyorongkan sebah kotak berisi sebuah cincin berlian.

Your 5 minutes is over Mr.Lee.” kata Jihee sambil memutar badannya dan berjalan pergi.

Wait!!!Jihee ah, please give me a second chance.” Katanya memelas.

Not even in your wildest dream, Hyukjae.”

I’ll change everything.

I already give you my heart but you brake it. I’m sorry.

Jihee berjalan melewati metal detektor dan meninggalkan Hyukjae yang masih berdiri ditempatnya semula.

I’ll come to find you miss Hwang and I’ll make you mine.” Teriak Hyukjae dari luar.

Yeah, right.” Kata Jihee lirih sambil mendengus kesal dan berjalan menjauhi pintu.

**

7 thoughts on “Second Chance [part 2/2 END]

  1. haduuhh..
    Tuh kan, makanya jgn cuma ngikutin nafsu ja, tapi kita juga hrs b’fikir secara realita..
    Kalo cuma mentingin nafsu pasti akhirnya bakal nyesel..
    Dan inget, kesempata itu g akn p’nah dtg 2x jd p’gunakanlah ksmptn yg kita miliki dgn sebaik-baiknya..
    Author, sequel dnk….
    Pgn liat Eunhyuk mohon2 sm ce…
    Fighting..

    Jia Jung

  2. akuu sepertinya tau dehh ini ff dan authornya hehe,tapi ini agaknya versi bad ending ya?,nice ff typo agaknya not found deh hihi

  3. annyeong haseyo…….aq reader br dsni, salam kenal…
    aq kayakx tau deh ff ini, hehehe….aq jg suka cerita yg ini thor, tp endingx gantung, tlg sequelx yaaa……

  4. oalah~ Eunhyuk … kalo kaya gitu sih fatal lah
    oh man!! ditinggalin sendiri di altar
    misal gw jd jihee juga sakit hati ga ketulungan deh dan kemungkinan besar responnya bakal kaya jihee disini

    keren keren, gaya tulisan auhor bikin ceritanya nampol nih ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s