Divine [Chapter 6]

Tittle : Divine

Author : Iheartaemin / Christ Sella / E.Genie(Lee Jini)

Casts : Lee Jin,Lee Mina,SHINee.

Special Appearance : Luhan EXO.

Genre : Adventure,Fantasy,Myth,Drama(?).

Rating : PG-16

Length : On going.

Inspired by : Michael Scott,Percy Jackson,William Shakespeare,Nicholas Flamel,Stephenie Meyer,etc.

Tracks : Bring me to my life –Evanencence | Leave –Linkin Park | Ready or Not,Romantic,Quasimodo –SHINee | The name I loved,Vanilla Love –Onew | Time Machine –SNSD | Saranghaneun sarama –Lee Haeri | Angel –EXO M | River flows in you –Yiruma | Beautiful Goodbye,Is it OK? –f(x) | When I look at You –Miley Cyrus | What if –Ashley Tisdale |I love you –Taeyeon | Average girl –Emily Osment | etc.

Warning!! : cerita ini mengandung KEKERASAN dan MITOLOGI MITOLOGI KUNO! Yang merasa gasuka mending tutup tab ini. Dan karakter tokoh itu hanya FIKSI BELAKA,jangan bash saya kalo merasa tersinggung karna ini hanyalah karya seorang fans semata.

Note : apakah ada yang merasa bosan dengan FF ini?maaf yaa,kalo ntar aku cepetin jadi kesan nya terburu buru. Eotteokaji ? :[ dan Guest star nya adalahhh……LUHAN gege!! *selingkuhan baru* /plakk /dijewerunyu

Di part ini aku nyoba nyoba pake bahasa novel. Kritik nya yahh. ^^

=Opinions and Critics are WELCOMED,Bashes REJECTED! And Typo may APPLIED=

***

“Seunghee sekamar dengan Jinie dan Mina. Aku Jinki hyung dan Taemin. Jjong hyung dengan Kibum.” Minho menyerahkan salah satu besi putih yakni kunci itu kepada ku.

Kami memasuki kamar masing masing untuk membilas tubuh kami dan beristirahat setelah perjalanan panjang tadi.

“eonnie,siapa mandi duluan?” Adik angkat ku berbicara. Sebenarnya aku sudah sangat ingin mandi,tetapi aku terlalu lelah untuk bergerak,apalagi berdiri di bawah pancuran.

“apakah ada bathtub?” well,kalau ada aku akan terakhir mandi,aku ingin berendam untuk merenggangkan otot ku.

“gongjunim,ireonaseyo.. ini kota kecil,tidak ada shower apalagi bak mandi raksasa –bathub  yang sering kalian gunakan!” Seunghee mendengus bahkan mungkin mengejek. Biasa nya kalau aku sedang letih,aku akan berendam selama 1 jam,tapi disini tidak ada bathtub. Nightmare fikir ku.

“ck arasseoyo,kalian duluan saja,aku mandi sangat lama.” Mata ku menjelajahi seisi ruangan ini.

Tidak ada ranjang,hanya ada kasur lipat. Lemari di pojokan terlihat sudah tua dan ruangan ini hanya sebesar kamar mandi ku di rumah.

Lampu kuning yang terlihat menghitam menyinari kamar ini remang remang. Aku berjalan ke samping lemari untuk mengambil kasur lipat itu dan menyusun nya perlahan. Bantal dan selimut nya mungkin ada di dalam lemari.

Aku menaruh ransel ku ke salah satu tempat yang kosong. Mengeluarkan satu setelan baju yang sudah disiapkan Soeun ajjhuma –Eomma nya Jinki oppa.

Sudah hampir 1 jam,mengapa lama sekali mereka? Merasa jenuh, aku membuka jendela usang yang terbingkai tak jauh dari lemari lapuk tadi.

Angin malam membelai wajah ku,sungguh sejuk tetapi dingin. Bahkan aku mulai bergemeletuk,merapatkan jaket kulit hitam ku. Sekarang adalah bulan purnama,sungguh indah.

Cahaya rembulan merambat menerangi kamar yang kutempati. Ku letakkan kedua lengan ku di sanggaan jendela,memejamkan mataku membiarkan rembulan dan hembusan angin menerpa ku.

Aku merasakan seseorang mengawasiku.

Feeling.

Ku kerjabkan mataku dan menatap ke luar,jauh ke dalam hutan sana. Belakang penginapan ini adalah hutan belantara,sangat angker memang. Tetapi rasa penasaran mengalahkan ketakutan ku yang tak beralasan ini –secara logis.

Aku menangkap siluet seorang di antara pohon pohon lebat tak jauh dari penginapan ini. Aku menahan nafas dan membelalakkan mata ku,seketika saja,hanya dalam satu kedipan,sosok itu hilang! Apakah aku berhalusinasi? Tidak.

Bayangan itu masih saja terekam jelas dalam memoriku. Aku tidak sedang berhalusinasi.

Aku terlonjak kaget ketika sebuah tangan menepuk pundak ku.

“gapjagi!”

“waeyo?kau terlihat tidak baik.” Orang itu adalah Taemin.

“hmm,ani.” Aku melihat sekilas ke tempat sosok itu bersembunyi tadi.

“mandi lah. Kami semua menunggu mu di kamar Minho hyung.mari ku antar ke kamar mandi.” Taemin tersenyum lalu memberikan ku handuk kecil,dia pun berjalan mendahului ku.

Dengan sigap ku ambil pakaian yang sudah ku siapkan tadi.

Ternyata kamar mandi ada di belakang penginapan,tamatlah diri ku.

“ppalliwa?aku menunggu mu di dalam. –ruang tunggu atau yang kita sebut dengan lobby di gedung gedung di kota.

Tak menghabiskan waktu lebih lama lagi di sini,dengan cepat aku membasuh tubuh ku. Dingin sekali.persis seperti seunghee katakan,tidak ada shower,tidak ada bathtub. Beruntung nya diri ku.

Setelah menyudahi bisnis ku dengan air dingin aku langsung berjalan menuju pintu belakang penginapan,tetapi belum genap 3 langkah,aku mendengar suara ranting patah.

#River Flows in you –Yiruma#

Ku tolehkan kepala ku ini ke arah hutan. Sosok tadi. Jantung ku berdegup kencang,tenggorokan ku tercekat.

Ada apa dengan sosok itu?apakah dia mengejarku? Sekilas terbesit ucapan Lee ajjushi.

“para tetua dan humani telah mengetahui keberadaan mu,mereka mencari keempat pengendali

Aku tercenggang,jangan jangan sosok itu adalah salah satu dari mereka –tetua atau pun humani bahkan mungkin yang lebih buruk,makhluk jadi jadian.

Sibuk dengan pikiran ku,sosok itu mendekat ke tepi hutan,yang berjarak hanya beberapa kaki tadi tempat ku berpijak.

Ku genggam erat handuk dan pakaian ku,seakan disihir,membuka mulut pun aku tak mampu,apalagi berlari meminta perlindungan. Jinki,ya,Jinki pasti tahu kalau aku dalam bahaya. Jiwa kami saling berbagi. Kami tinggal di tingkat 4,memakan beberapa waktu untuk sampai ke belakang penginapan. Aku mengambil ancang ancang untuk berlari,tetapi dia berkata,“Pie pha..(jangan takut)”

angin bertiup menerbangkan rambutku yang basah . Suara nya menggetarkan hati ku. Ada semacam perasaan. Perasaan yang  tidak dapat ku simpulkan. Perasaan yang sangat dalam,sampai sampai dada ku terasa sesak.

“Ni shi sei(kamu siapa)?” setelah sekian lama,aku berusaha mengeluarkan sepatah kata dengan tergagap,dan usaha ku berhasil.

Dia berbisik dan aku tidak dapat mendengar nya. Mulut nya menggumamkan sesuatu yang entah apa,aku tidak menangkap nya.

Sekali lagi mulut nya merangkai kata kata untuk ku,“Wo jiao Luhan….(aku Luhan)” dia berbicara dalam bahasa mandarin,aku mengerti,karena aku adalah Halfblood,Chinese-Korean. Sejak lahir aku tidak pernah melihat Appa,Eomma yang membesarkan ku.kami tinggal di Indonesia,dan pada saat aku berusia 16 tahun,aku dikirim oleh eomma ke Korea untuk tinggal bersama Haraboji.

“Ni wei shen me gen zhe wo?(kenapa kamu mengikuti ku?)” aku bertanya dan mengerutkan kening. Benar juga,kenapa dia terus mengawasi ku?aku tidak mungkin terlalu percaya diri,tapi memang itulah fakta nya –menurut ku.

“Wo mei you gen zhe ni. Wo shi zai bao hu ni.(aku tidak mengikuti mu, tapi aku sedang melindungi mu.)” entah firasat ku atau memang aku yang sedang berhalusinasi. Aku melihat senyum nya yang teduh. Di samping mata nya yang cukup besar itu,aku bisa melihat wajah nya.

Cahaya bulan purnama menerangi wajah nya,kini dia kian mendekat,sekarang aku sudah bisa dengan jelas melihat rupa nya. Tampan. Tidak ada kata lain yang bisa mendeskripsikan wajah nya yang rupawan itu.

Aku bisa melihat garis rahang nya yang tegas,bahkan seolah olah mata ku bisa melihat dada bidang nya di balik baju hitam yang dikenakan nya.

“Wo yong yuan dou hui zai ni shen bian, bao hu ni.zhuo ni de shou hu zhe.(Aku akan berada di sisi mu selama nya,menjaga mu.menjadi pelindung mu.” Darah ku berdesir –antara kaget dan shock,selepas itu dia menghilang,bersamaan ketika Jinki memanggil nama ku. Aku masih saja bergeming. Sesak ,dada ku terasa sesak. Aku merasa sedih. Wae?

Handuk yang tadinya ku genggam kian erat nya,sekarang tergeletak menyelimuti rerumputan malang yang kami pijak.

Namja itu menghilang ditelan kegelapan. Luhan pergi. “gwaenchanchi?!aku merasa tidak enak,neo wae geurae?badayo!” Jinki mengguncang tubuh ku,kutatap Jinki kosong. Dia menatap mata ku dalam,mencari sesuatu. “Shou hu thian shi(Guardian Angel).” Ucap ku pelan,sedih,tanpa alasan. Guardian Angel? tidak. Master hanya ada satu Guardian. Jinki terlihat gusar,mencerna apa yang barusan ku ucapkan. Yang lain nya tiba tiba datang berlarian menghampiri ku.

“gwanchana?seperti nya kamu baru bertemu dengan seorang. Nugunde?jangan berbicara dengan sembarang orang,itu berbahaya” Kibum mengelus rambutku yang setengah kering –kering oleh angin malam.

Seunghee,Mina,Minho,Kibum,semua menatap Jinki menanyakan penjelasan,tapi Jinki hanya merosotkan bahu nya,pertanda bahwa ia juga tidak tahu.

Minho dan Taemin tiba tiba berlari,apakah sesuatu terjadi? “waeyo?” satu kata berhasil lolos dari mulut ku,”kata nya kau dalam bahaya,gwaenchana?” Minho melihat ku dan Jinki bergiliran.

Mata belo nya seaakan ingin melompat keluar dari tempat nya ditambah lagi dada nya naik turun karena ngos ngos-an berlari.

Aku menggeleng,”aku…” mereka semua melihat ku was-was,”..ngantuk” Adik ku Mina memungut handuk yang ku jatuhkan tadi dan merangkul sebelah lengan ku memasuki penginapan. Tanpa melihat pun aku tahu,beberapa pasang mata itu menatapku antara lega,kecewa dan heran.

***

“apa yang telah terjadi tadi eonnie?” aku memilih untuk bungkam. kami bertiga berbaring di atas kasur lipat,aku berada di dekat jendela,Mina di apit aku dan Seunghee. Posisi ku membelakangi mereka. Aku menatap jauh keluar jendela,seakan akan aku bisa melihat pepohonan yang menjulang tinggi di luar.

Perasaan tadi,perasaan yang entah timbul dari mana,tidak beralasan. Tetapi perasaan itu sangat kuat. Seperti Déjà vu.

Aku ingat perasaan ini. Aku pernah merasakan nya. Ketika aku berlibur ke luar kota tanpa eomma selama beberapa minggu,aku tahu ini apa.

Rindu.

Rindu yang amat mendalam.

Air mata menetes membasahi bantal,ku cengkram selimut kuat kuat,menahan sesak di dada ku.

Aku tidak bisa percaya,aku menangis –tanpa sebab. Terlalu lelah,terlalu lelah sampai sampai tak terasa,mimpi pun menghampiri ku.

Aku berputar di tengah ilalang yang tinggi nya sepinggang.

            Tertawa.  Ada seorang namja.

            Ku julurkan tangan ku kepada nya,aku bisa melihat dia tersenyum.apakah dia juga senang?

            Tidak,dia tersenyum pahit. Sosok itu menjulurkan tangan nya,saat jemari kami hampir bersentuhan,kami menjauh.

            Semakin lama semakin gelap….

Aku terduduk di atas kasur  dengan keringat yang membasahi tubuh ku. Masih gelap. Mungkin ini baru subuh. Aku mengusap wajah ku kasar  dan beranjak ke sisi jendela. Perlahan ku buka jendela itu,udara masih sangat dingin.langit masih biru,sebiru perasaan ku sekarang.

#Zhe me le –S.H.E#

Aku menunduk ke arah hutan,mungkin dia ada disana. Dia tidak ada. Entah mengapa aku merasa kecewa. Bukan terhadap nya,kecewa pada diri ku sendiri karena berharap terlalu banyak.

Ku usap air mata yang menggenang di pelupuk mata ku dan mau menutup jendela,kuurungkan niat ku setelah melihat dia di tempat yang sama. Aku tercenggang,apakah aku berhalusinasi?

Dia menatap ku intens,aku melihat ada kepedihan dalam tatapan nya itu. Aku merasakan hal yang sama. Ku pegang dada kiri ku,jantung ku memompa dengan cepat. Aku dengan cepat menutup jendela perlahan,mengendap ngendap keluar.

Aku sampai di belakang penginapan,dia,Luhan masih di sana. Tidak beranjak se -senti pun.

Dia berjalan menuju ku dengan pelan dan berhenti,menyempitkan jarak diantara kami.

“wo men jian guo ma?chu fei zuo thian(apakah kita pernah bertemu kecuali semalam)?” tanpa ragu kutanyakan pada nya,mata nya menerawang. Dia menggeleng,”zhe shi wo men de di er chi jian mian.” Aku mendesah kecewa.

“Zhen me le(waeyo)?” Dia mendekat dan jarak kami tinggal seperempat meter.wangi tubuh ini sangat ku kenal,aku tidak tahu dimana.tapi aroma ini sangat familiar. Ku pejam kan mata ku,berusaha memutar otak ku.

Tak di duga,dia mengelus rambut ku. Ku tatap dia dengan ekspresi tak percaya. Luhan hanya tersenyum teduh. Dia merapikan rambut ku dengan menyelipkan jemari nya ke helaian rambut ku dan bergerak menurun seperti menyisiri rambut ku.

Lagi lagi perasaan itu datang lagi. Rindu yang amat mendalam.

Telinga ku daritadi sudah memerah,aku yakin itu. Aku mempunyai banyak kebiasaan,salah satu nya Telinga ku akan memerah kalau aku sedang malu atau pun salting. Sungguh memalukan.

“Ni zhen me phao chu lai la(kenapa kamu keluar)?” Dia duduk membelakangi penginapan. Aku mengikutinya,rumput yang basah dan dingin menyambut ku.lengan kami bersentuhan,Langit masih gelap,aku tidak perlu khawatir akan ketahuan oleh mereka karena mereka masih di bawah alam sadar. “Ni shuo ne(menurut mu)?” aku  mendongak,mendapati sedikit bintang di langit.

#Time Machine –SNSD#

“Ni dao di shi sei?(siapa sebenarnya kamu)”

“Xi Luhan.”

“Na..ni zhen me zhi dao wo zai zher ne?(lalu bagaimana bisa kamu tau aku disini?)”

“Mimi(Rahasia)”

Dia tersenyum,mata nya yang besar itu membentuk satu garis cembung. Menampakkan sederet gigi nya yang rapi. Seperti magnet,aku pun ikut tersenyum melihat nya. Pipi ku terasa panas. Lagi lagi perasaan ini datang.

Seperti nya aku sudah sangat lama mengenal Luhan. “Ni ci sui le?(kamu sudah berumur berapa?) dia berpaling dari langit yang sudah memerah dan melihat ku berkata dengan ragu,”20,ni bi xu jiao wo ge(kau harus memanggil ku abang.)”

“wo chai bu yao e~(shireo~)” aku memeletkan lidah ku,dia tertawa dan mengacak asal rambut ku.

“Wo xiang,wo men jian guo mian ba..(aku rasa,kita pernah bertemu..)” tanpa sadar aku mengucapkan kalimat yang aku sendiri  tidak tahu. Kalimat itu meluncur saja dari mulut ku. Dia menatap ku dengan tatapan itu lagi. Tatapan yang menyedihkan.

Aku melihat nya dan sekarang kami bertatapan. “wo xi wang ru ci.(aku berharap begitu)”

Dia bangkit dan membersihkan celana nya dari rerumputan,aku  bergeming,memeluk lututku.

Luhan mengulurkan tangan nya pada ku,ku sambut uluran tangan nya dan berdiri.

“Jin qu ba,bie rang ni pheng you dan xin.(masuk lah,jangan biarkan teman mu khawatir)” dia memasukkan kedua tangan nya ke saku jeans nya dan tersenyum. “wo men……neng bu neng zai jian mian?(kita……apakah bisa bertemu lagi?)”

Luhan mengangguk dan tersenyum,”Ni phao dao na li,wo dou hui zao dao ni.(kemana pun kamu pergi,aku pasti bisa menemukan mu.)”

Lalu ia bergumam melanjutkan perkataan nya yang terhenti,”Ying wei wo shi ni de Shou hu zhe.(karena aku adalah pelindung mu)”

“zai jian.” Ku langkah kan kaki ku memasuki penginapan,sekali lagi ku tolehkan kepala ku ke belakang,Luhan sudah tidak ada. Aku bertanya Tanya,apakah dia memang malaikat?

Seperti yang sering ku dengar dari buku buku dongeng. Malaikat sering berada di dekat manusia,tetapi kita tidak menyadari nya. Aku terlalu lancang,berani berfikir seperti itu. Ku gelengkan kepala ku,mengusir pikiran tadi.

“waeyo Jin-ah?” Minho mengagetkan ku,dia mengucek mata nya dan bersandar pada pegangan tangga.

“ani,aku baru dari kamar mandi.” Bohong.biasanya kalau berbohong,telinga ku akan memerah. Seperti tahun lalu,disaat ku masih sekolah,aku bermaksud untuk mengerjai Nari yang sedang ber ulang tahun,tetapi dia sudah mengetahui seluk beluk diri ku. Hancur lah surprise party yang kami semua siapkan. Menyebalkan!

“Suruh mereka cepat bangun,aku mau mandi dulu.” Untung nya Minho masih dalam keadaan setengah sadar,dia tidak menyadari. Dahaengida.

Aku berjalan ke arah kamar ku dan membangunkan Mina lalu Seunghee. Kemudian aku berjalan ke seberang,kamar Jonghyun dan Kibum.

“oppa..ireonna..” ku bangunkan Jonghyun,hanya dalam sekali panggilan,si Dino –panggilan sayang Mina ke Jonghyun oppa langsung sadar dan bangun. “aku akan membangunkan Kibum.”

Lalu aku pun berjalan ke sebelah,kamar Jinki dan Taemin. Aku duduk di tengah tengah Taemin dan Jinki.

“Taemin oppa,ireonna..” hening. “Jinki oppa..” ku guncang tubuh mereka berdua. Ku pukul perut mereka dengan kuat. Kiri Taemin,Kanan Jinki.

“ouchhh…..” Taemin langsung terduduk dan menunduk di bawah selimut,memegangi perut nya. Aku terkikik.

“aigoo,jinie ya,kalau mau bunuh aku pun jangan di penginapan tua ini,aishh” dia menggerutu. Aku memukul lengan Jinki oppa,tubuh nya terbungkus oleh selimut. Ku tarik dengan sekuat tenaga selimut nya itu.

Jinki mengerang dan menutup mata nya dengan lengan nya,ku apit hidung nya lagi dan ku pegang dagu nya.

Dengan termegap megap dia menggapai gapai udara kosong dengan kedua tangan nya. Segera saja ku lepas,Jinki langsung terbatuk batuk dan mengambil nafas sebanyak banyak nya.

Taemin yang tadi meringkuk sekarang duduk bersila dan tertawa. “ireona!”

Aku berjalan ke kamar untuk mengambil baju,bermaksud untuk mandi. Biasanya jam segini di rumah aku masih tidur dengan pulas. Berbeda dengan sekarang,aku –maksudku kami dituntut untuk cepat,kami akan melanjutkan perjalanan ke Jangho.

***

Aku menatap keluar jendela,ladang terhampar luas di sebelah kiri dan kanan kami. Sekarang kami melanjutkan perjalanan ke Jangho. Mungkin memakan waktu 2 jam,karena tidak jauh dari kota ini,melewati sungai daan hutan lalu kami akan segera tiba.

Tanpa sengaja mata ku menangkap sesuatu,bukan manusia. “sesange..” gumam ku,tenggorokan ku tercekat.

“oppa…” suara ku terdengar bergetar,bagaimana tidak bergetar? Di luar sana aku melihat sesuatu,monster? Atau apalah yang ku lihat.

“telepon minho oppa atau siapa pun!!” kelihatan nya Mina melihat apa yang ku lihat. Taemin langsung menghubungi Kibum dan terlihat cemas.

Monster itu kian mendekat ke sisi kiri mobil,di tempat aku duduk. “makhluk apa itu?!!”

Monstros1!” Taemin memekik,dengan segera ia mengeluarkan pedang nya,aku pun mengeluarkan pedang ku dari ransel.

“ppalli!!!!!!!” Jinki menaikkan kecepatan mobil nya,”tidak diangkat!” Taemin mendesah kecewa dan menggenggam pedang nya erat.

Seperti nya Minho cs sudah tahu mereka mempercepat laju mobil. Makhluk itu sudah berada di jalan raya,di depan maupun belakang tidak ada mobil karena memang tempat ini terpencil. Mobil yang dikendarai Jinki sempat oleng,Taemin yang di sampingnya menatap was was ke makhluk itu. Monstros.

Mobil kami terlempar ke samping,makhluk itu tepat di samping ku sekarang. Rupa nya sungguh jelek! Hampir seperti kambing,memiliki tanduk,tubuh berbulu,tinggi nya kira kira dua meter.

Mata nya berwarna hitam pekat,melihat dengan buas. Dia mengayunkan tongkat yang berada di lengan kanan nya itu ke jalanan. Membuat getaran pada jalan. Monstros itu mengejar kami!

Berkali kali dia mencoba untuk memukul mobil kami,dan kali ini dia berhasil. Kaca bagasi pecah dan porche minho sudah penyot pada bagian belakang. Lengan ku terkena serpihan kaca tetapi hanya luka luar,tidak serius.

“ppalli!!!” Aku terus melihat ke belakang dan melotot ketakutan. Aku mengerang ketika tongkat makhluk itu mengenai atap mobil kami, aku dan Mina terpaksa menunduk karena atap mobil bagian belakang peot. Sungguh sesak,Aku tidak bisa berbuat apa pun! Aku memang tidak bisa diandalkan. Percuma saja aku bersandang kan status Pengendali air tapi sama sekali tidak berkemampuan. “babo!bukan saat nya berpikiran seperti itu!” Apakah Jinki bisa membaca pikiran ku? Mina memegang tangan ku erat dan Taemin melihat ke belakang.

Dan hal yang ku takutkan terjadi. Pemukul itu mengenai mobil kami lagi dan pukulan yang terakhir itu berhasil mematikan mesin mesin yang bekerja. Come on! Ya Tuhan,kirimkan lah bantuan,ku mohon…….

Tiba tiba saja ketika makhluk itu mengayunkan lengan nya,tongkat nya mengapung di udara.

Seperti nya makhluk itu berfisik sangar tapi berotak dungu. Monstros itu berdiri tepat di bawah tongkat nya yang sedang mengapung dan mendongak terheran.

Bukkk.. tongkat itu terjatuh. Gravitasi sudah kembali bekerja pada senjata makhluk itu. Alhasil,makhluk itu terjatuh dan pingsan.

Mobil Minho cs yang berada di depan sudah berhenti.mereka semua berhamburan menghampiri kami. Aku hampir saja mati. Aku langsung membuka pintu mobil yang peot dan terjatuh di samping,terbatuk batuk karena sesak nafas. Kibum langsung memangku ku di pangkuan nya,Seunghee menatap ku khawatir.

“gwaenchana?” Minho menyerah kan sebotol air mineral kepada ku,langsung saja keteguk habis. Aku masih terengah engah. Siapa yang menolong kami? Tiba tiba saja tubuh monstros itu hangus terbakar. Kami semua tercenggang,aku bertanya Tanya,apakah sang pengendali api akhir nya muncul?

To be continued~

Keterangan : Monstros –monster dalam mitologi Yunani. Terserah anda mau membayangkan monster ini kaya apa. Hohoho

Ottaeyo?kalian lebih suka bahasa novel gini ato bahasa ff biasa?biar aku bisa buat di chapter selanjut nya. Dan FF ini kemungkinan besar masih panjang ^o^

Special thanks to : Seunghee eonnie (rela menjadi main cast dalam FF ini :’]) Jia Jung (reader divine yang setia:*) Yosefenny/Airin (sebangku aku yang udah bantuin aku dalam penyimpulan karakter) Kim Minji (Minji ya,mianhae eonnie belum masukin kamu di part ini,gidaeryobwa,o? ^^) Siders (SEMOGA TUHAN MEMBERKATI MU) :P Gidaeya,SHOW SHOW SHOW! Annyeong~ ^^

Find me on : Twitter [@Christsella] Facebook [Christ Sella] Me2day [christsella] Cyworld [Iheartaemin] ~

Gidaeya,SHOW SHOW SHOW! Annyeong~ ^^

10 thoughts on “Divine [Chapter 6]

  1. kayanya lebih seru pake bahasa novel deh, ceritanya lebih hidup gitu…
    Trus Luhan tu sapa??
    Tapi dia bukan Master kan?
    Ok, makin seru ni ceritanya..
    Tapi masih penasaran, 2 master lagi sapa ya??
    Ppaaallliiiwwwaaa….
    Heheh… :)
    Fighting…

    Jia Jung

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s