He’s My Manager [part 1]

Author              : AlwaysNadineLee

Main Cast         : Park Jungsoo (Leeteuk), Cho Young Mi (OCs)

Support Cast    : Eunhyuk, Lee Eunji, Kim Junghoon

Rating               : PG-13

Genre               : Romance
PS: Annyeong! Inget yaak, RCL! Ini ff bnernya udh mendekam lamaa di laptop :D, Cuma baru berani kirim ke wff J Ngomong2, sblm bingung.. Cho Youngmi itu critanya sodara kembarnya Kyuhyun ^^ Kembar dampit gt (cewe cowo).. anggep aja mrk mirip.. hehehe.. Happy reading! ^^ sorry kalo ada typo~

 

Leeteuk POV

“Soo..”

Suara bening itu terdengar jelas ditelingaku. Suara yang selama 3 tahun ini selalu mewarnai hari-hariku. Dan, kali ini, pemilik suara itu sedang merajuk. Aku tidak menjawab dan malah menyibukkan diri dengan iPhoneku. Demi Tuhan, aku ingin sekali menoleh dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Tapi, ego menghalangiku. Aku tidak peduli. Aku benar-benar tidak peduli.

“Soo..” Aku meliriknya lewat sudut mataku, dan aku melihatnya sedang menunduk, memainkan jari-jari tangannya. Aku tidak tega sebenarnya, apa aku harus menanggapinya?

“Arra, aku tahu kau marah padaku. Geundae, jebal.. bicaralah sesuatu.” Lagi. Biasanya, suaranya akan membuatku lebih bersemangat menjalani schedule-scheduleku. Tapi, sekarang tidak, aku benar-benar marah padanya. Lelah, apa mungkin dia bosan dengan hubungan ini sampai sebegitu niatnya mencari laki-laki lain?

Aku menoleh dan menatapnya tajam, “Jangan ganggu aku.”

Saat ini kami berdua sedang berada di backstage SMTOWN New York. Ya, kami memang satu agensi. Banyak artis SM berlalu-lalang disini, dan aku tidak ingin semua orang tahu bahwa aku dan YoungMi, yeojachinguku, sedang bertengkar. Terlebih lagi member Super Junior lainnya. Cukup Eunhyuk dan aku saja yang tahu.

“Ya! Ya! Ya! Ppaliwa~ YoungMi-ah! Kita akan perform 2 menit lagi!” Teriakan seorang staf terdengar di belakang kami. Aku menoleh dan mendengus, kemudian kembali menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak jelas. YoungMi berdiri, berjalan melewatiku dan berhenti tepat di belakangku yang sedang duduk di sofa. Seperti biasa, yeoja itu memeluk leherku dari belakang dan mengecup pipiku―maksudku hampir mengecup pipiku karena aku langsung menghindar. Aku mengernyit menatapnya, seolah-olah jijik. Astaga, pandangan itu. Ya, aku tahu. Dia.. terluka.

“Mianhae.”

Dia pergi. YoungMi benar-benar pergi.

Tiba-tiba saja Eunhyuk sudah duduk di sebelahku, “Hyung, YoungMi…”

Aku menoleh dan menatap Eunhyuk dengan pandangan aku-sudah-tahu. “Aku sudah tahu. Aku benar-benar marah kali ini. Bisa-bisanya dia ber―”

“Anni, Hyung. YoungMi menangis.” Eunhyuk memotong ucapanku, tatapannya tajam. “Tadi aku melihatnya saat ia berjalan melewatiku.”

Aku terperangah, YoungMi menangis? Dia menangis dan itu semua karena kelakuanku. Apa aku keterlaluan? ANNI! Dia yang keterlaluan! “Eonje?” Tanyaku.

“Mmm.. mungkin 1 menit yang lalu.” Kata Eunhyuk, masih dengan wajah datar.

PLETAK!

“Aisshh~ Hyung! Waeyo?! Aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Hyung, sudah kuperingatkan berapa kali, hah? Jangan memukul kepalaku, nanti memoriku hilang semua!”

“Memori apa, hah? Memori pelajaran biologi?! Dasar..”

 

***

Sabarlah Jungsoo. Ini sudah performance terakhir dan sebentar lagi kau akan menemui gadis itu. Berdua saja. Tanpa gangguan para member, saudara kembarnya, bahkan Junghoon sekalipun.

Mengingat nama itu membuatku kesal. Sungguh, walaupun dia managerku, tapi aku tidak akan bersikap sopan  apabila itu menyangkut YoungMi. JungHoon hyung berusaha merebut Youngmi dariku! Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Karena.. YoungMi adalah takdirku, dia milikku.

Aku mencari-cari YoungMi diantara kerumunan artis SM yang menggila di panggung, dan aku menemukannya sedang menyalami fans dibawah sana dengan senyum yang dipaksakan. Tiba-tiba rasa bersalah kembali menyergapku. Astaga, apa yang aku lakukan terhadap gadisku? Untung saja tadi YoungMi di panggil oleh staf, sehingga aku tidak perlu membentaknya di depan semua orang.

Sungguh, aku ingin sekali menghampirinya, menggenggam tangan mungilnya lagi, memeluknya dan memperlihatkan ke semua orang bahwa dia milikku. Tapi aku terlalu takut. Takut jika aku akan menyakitinya lagi. Takut jika aku membuatnya menangis lagi.

“Youngie.. mianhae.”

 

***

            Mulai dari Super Junior sampai f(x) sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing, kamar hotel tentunya. Aku satu kamar dengan Eunhyuk dan Kyuhyun. Ah, untunglah.. jadi aku bisa curhat dengan leluasa. Aku merebahkan tubuhku yang benar-benar terasa remuk keatas kasur putih yang empuk. Aigoo~ nyamannya! Tapi.. lebih nyaman lagi kalau yeoja itu ada di sampingku, dalam pelukanku.

“Hyuk, kau mau kemana?” Eunhyuk, yang sudah berganti baju serta menghapus make-upnya, berjalan menuju pintu kamar. “Aku ada perlu dengan Eunji.” Aishhh~ baru saja aku ingin curhat. Aku melirik Kyuhyun yang kini tengah berbaring di sampingku. Seperti biasa, dia sedang berselingkuh dengan PSPnya, padahal di sini aku sedang bermasalah dengan saudara kembarnya.

“Kyuhyun-ah,” Panggilku.

“Hmm.. Apa, hyung?”

“YoungMi.”

“Ne, aku tahu. Dia sudah menceritakannya padaku di bus tadi.” Kyuhyun mematikan PSPnya dan menoleh padaku, “Aku tahu bagaimana perasaannya, hyung.”

“Kyu, aku kecewa diperlakukan seperti itu.” Kataku sambil menghembuskan nafas berat. Kenapa rasanya bisa seperih ini? Aku mencintainya, terlalu mencintainya sampai-sampai aku tidak rela melihatnya berdekatan dengan managerku sendiri, Junghoon hyung.

Suara Kyuhyun membuyarkan lamunanku, “Kau harus percaya pada YoungMi, hyung. Dia bukan gadis seperti itu. Aku sudah mengenalnya dari bayi. Bahkan dari dalam rahim Eomma.” Magnae kurang ajar itu menatapku datar sedatar-datarnya. Haruskah aku percaya pada YoungMi setelah apa yang aku lihat tadi pagi?

“Arasseo. Aku pergi dulu, Kyu.”

Jantungku terasa melompat-lompat. Aku gugup harus bertemu dengan YoungMi. Bagaimana reaksinya nanti? Apakah dia akan marah-marah padaku? Atau malah menangis? Aishh~ sumpah YoungMi, jangan menangis lagi. Itu membuatku tambah merasa bersalah.

5916. Nomor kamar itu terpampang jelas di depan mataku sekarang. Ne, aku sudah berada di depan kamarnya. Eotteokhe? Jantungku masih belum tenang juga, semakin meloncat-loncat ingin keluar dari tempatnya. Aish~ oke.. tarik nafas. Hembuskan. Tarik nafas.. hembuskan. Ta―

CKLEK!

Pintu kamar terbuka, dan sosoknya yang menggunakan kaus dan celana pendek terlihat sangat manis di mataku. Sosok yang ingin sekali kupeluk daritadi. “A-annyeong.” Sapaku kaku. Gadis itu terlihat terkejut sejenak, kemudian wajahnya kembali murung dan menunduk, tidak berani menatapku.

“W-waegeurae?” Dia tergagap. Ya Tuhan, dia ketakutan.

“Bisakah kita bicara sebentar?” Kataku setelah berhasil menemukan suaraku yang entah mengapa tidak bisa keluar dengan benar.

“N-ne.” YoungMi memberiku ijin untuk masuk. Tentu saja Eunji tidak ada. Sudah tahu alasannya, kan?

Suasana kembali canggung. Aku diam. Dia diam. Ah, harus kumulai dari mana? Bertanya soal apa yang aku lihat tadi pagi? Atau apa? Aish~ aku bingung!!! Disaat-saat seperti ini, hanya Kyuhyun yang bisa membuat YoungMi kembali ceria seperti biasanya.  Padahal kami sudah berteman sejak kecil, tapi kenapa aku tetap tidak mengerti sisi YoungMi yang satu ini?

“YoungMi-ah..” Aku memanggilnya selembut mungkin, mendekatinya yang duduk agak berjauhan denganku. Dia masih menunduk dan terdiam, membiarkan tanganku mengelus rambut cokelatnya, merapikan poni halusnya yang sedikit berantakan. “Mianhae.”

Youngieku mendongak dan menatapku dengan heran, “Mwo?”

“Mianhae. Maafkan aku, sayang.”

“Bukankah seharusnya aku yang bilang begitu?” Aku terkekeh kecil mendengar penuturannya.

Kuakui, saat ini aku sudah tidak begitu kesal padanya, setidaknya perasaanku jauh lebih baik. “Apa ada yang ingin kau jelaskan padaku?” Tanyaku kemudian. Aku ingin mendengar penjelasan langsung dari mulutnya.

YoungMi menunduk lagi, dia menggeleng pelan, “Soo.. ada apa denganmu?” Suaranya terdengar amat halus ditelingaku. Aku hanya bisa menatapnya nanar. Ya, ini salahku. Salahku yang langsung mengacuhkannya tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu.

Dengan tangan yang masih mengelus rambutnya, aku menjawab, “Molla.”

“Molla?” YoungMi menghindarkan tanganku dari kepalanya. “Jelaskan padaku, kau kenapa?”

Aku menghela nafas kemudian  bersandar di bahunya yang tegap. “Saranghae, Youngie-ya.” Hanya itu yang keluar dari bibirku. Setelah beberapa saat terdiam, aku membuka pembicaraan, “YoungMi-ah, aku lelah. Kurasa karena itu. Tubuhku terlalu lelah. Lalu, melihat hal itu tadi pagi, membuatku marah.”

“Mwo? Apa yang kau lihat?” Aku terkejut setelah dia mengatakan hal itu. Aku memaksakan diriku untuk duduk tegak di kasur dan menatapnya sedalam yang aku mampu.

“Kau masih belum mengerti?” Tanyaku, YoungMi menggeleng.

Aku menghembuskan nafas panjang, “Tadi pagi.. aku melihatmu―keluar dari gedung SM.”

YoungMi mengernyitkan alisnya, bingung dengan ucapanku. “Lalu?” Tanya gadis itu.

“Kau keluar gedung SM, bersama Junghoon hyung.” Gotcha! Akhirnya aku mengatakan hal itu juga! Beban di pundakku terasa lebih ringan. Hah, aku sedikit lega sekarang. Tapi, aku masih penasaran, penjelasan apa yang nanti akan dilontarkan YoungMi? Apakah sebuah pembelaan? Atau jangan-jangan sebuah pengakuan yang membuat jantungku serasa di peras dengan kuat? Aku menunggu, YoungMi-ya.

“Ah! Ne, aku memang pergi bersama Junghoon Oppa. Lalu kenapa?” Mworago? Jawaban macam apa itu, hah? Dia tidak merasa bersalah sama sekali?

“Aku kecewa Youngie. Kau berselingkuh dibelakangku.” Ujarku, sedikit ragu namun terselip sebuah tuduhan diucapanku barusan.

“MWOYA?!” Kulihat YoungMi terbelalak, mata karamelnya membulat sempurna. “Bicara apa kau, Jungsoo?!” Teriak YoungMi keras. Dia terperangah.

Emosiku tersulut tiba-tiba, “Aku tahu Cho YoungMi!!! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!!! Kau berciuman dengan Junghoon hyung!!! Kau dengar, JUNGHOON HYUNG!!! DIA MANAGERKU, YOUNGMI!” Babo kau, Park Jungsoo! Sekarang kau benar-benar membentaknya! Bagus! Kau menyakitinya lagi!

“Mwo?” YoungMi berkata lirih. “Berciuman?”

“NE!!! Bukan poppo! Itu bukan poppo, YoungMi.” Suaraku mereda, “Itu bukan poppo, itu sebuah ciuman. Itu sebuah kisseu.”

“Soo! Dengarkan aku!” YoungMi merengkuh wajahku dengan kedua tangannya, membuatku mau tak mau menatap matanya tajam. Lagi.. mata itu memperlihatkan semuanya kepadaku. Rasa terluka itu, kesedihan, kepedihannya. Semua terasa sampai ke ulu hatiku. Aku salah telah membentaknya. Kyuhyun benar. Gadisku sedih.

“Apapun yang kau lihat, itu tidak benar! Aku tidak ada berciuman dengan Junghoon Oppa! Wae, Jungsoo? Wae? Kenapa kau tidak pernah percaya padaku?” Pertanyaannya membuat hatiku tertohok. Benar katanya, kenapa aku tidak percaya padanya?

Aku mengelus pipinya, halus. “Youngie, kau terlalu indah. Kau terlalu cantik. Kau terlalu sempurna. Mereka semua menyukaimu, mereka mencintaimu, YoungMi. Aku cemburu!” Ujarku berapi-api. Ya, YoungMi terlalu sempurna untukku. Kenapa dia menerima cintaku 3 tahun yang lalu?

YoungMi melepas rengkuhannya diwajahku kemudian menarik tanganku, memainkan jari-jariku yang panjang. “Jungsoo. Park Jungsoo. Itu adalah sebuah nama yang selalu memenuhi pikiranku selama 3 tahun belakangan ini. Bukan Junghoon. Tetapi Jungsoo. Bukan Siwon yang selalu memujiku, tapi Jungsoo yang memberikan kebahagiaan untukku. Bukan Dongho yang selalu tersenyum padaku, melainkan Jungsoo yang memberikan lesung pipinya padaku. Bukan Minho yang senang mengajariku basket, tetapi Jungsoo yang bersedia bermain piano bersamaku. Semuanya kulalui bersamamu, Soo. Semuanya.” Aku terdiam mendengar penuturan manisnya yang mungkin selama ini dia simpan. “Aku hanya mencintai satu orang.”

YoungMi menarik tengkukku dan mencium pipiku kilat, “Saranghae, Soo.”

Ia terkikik. Kenapa dia?

“Jadi, maafkan aku, Oppaku sayang.” Youngie mencubit pipiku gemas.

“Maaf? Jadi kau benar-benar berciu―” Sebelum sempat menyelesaikan kata-kataku, YoungMi menyurukkan wajahnya ke leherku, tangannya melingkar erat di pinggangku. Lebih tepatnya, dia memelukku manja.

“Anni. Aku tidak berciuman. Geundae, dari mana kau melihatnya?” Tanyanya.

Wajahku kembali memanas begitu mengingat kejadian itu lagi, “Dari atas. Lantai 4.” YoungMi mendongak, “Mwo? Lantai 4?”

PLETAK!

“Akh! Youngie! Kenapa memukulku? Aku ini lebih tua darimu 5 tahun!” Protesku, tidak terima. Memangnya kenapa kalau aku melihatnya dari lantai 4? Tidak ada bedanya, tetap saja kelihatan!

“Soo Babo!” Dia menarik hidungku. “Kalau kau melihatnya dari lantai 4, pasti tidak jelas! Terlebih lagi.. kau sudah tua. Matamu pasti sudah tidak berfungsi dengan maksimal. Benar, kan?”

“Youngie!!! Kenapa kau nakal sekali, sih?” Aku menggelitikinya tanpa ampun.

Selang beberapa menit, nafas YoungMi masih terengah-engah. “Soobo! Ampun! Aku hanya bercanda!” Hahaha.. kena kau YoungMi, biar saja. Aku tidak peduli karena kau berani-beraninya mengejek usiaku. Eh, tunggu. Soobo?

“Soobo?” Dahiku menyatu, apa maksudnya?

“Hmm.. Soo Babo. Bagus, kan?” Ketika aku hendak menggelitikinya lagi, gadis itu menahan tanganku, “Aigoo~ Jungsoo-ya, aku bercanda! Biarpun usiamu hampir kepala tiga, tapi teman-temanku bilang kau terlihat seperti anak kuliahan! Cish~” Benarkah? Aku menatap YoungMi dengan mata yang berbinar. “Mwoya? Kau sudah puas dibilang muda?”

“Anni.” Aku terkikik kemudian menyodorkan pipiku kearahnya. “Poppo.”

“Mworago? Poppo?” YoungMi mendorong wajahku menjauh. “Setelah mengataiku berciuman dengan namja lain, sekarang kau seenaknya minta ciuman? Shireo!”

“Aahhh~ Youngiiiee-yaaa… Poppo! Ah, atau kau inginnya kisseu, ya? Ne, arasseo. Kisseu!”

YoungMi mengacak rambutku ganas, “Ya! Park Jungsoo, kenapa pelajaran biologi Eunhyuk jadi tertanam di otakmu, hah?” Sekarang dia mengetuk-ngetukkan tangannya di kepalaku, pelan.

“Ayolah YoungMi~ Dari tadi pagi aku ingin bermanja-manja denganmu, tapi karena aku marah.. ya, tidak jadi.” Tak kuduga, YoungMi malah menjulurkan lidahnya kearahku, “Salah siapa? Salahmu kan. Jangan salahkan aku.”

“Youngie!” Aku merengek kali ini. Sebenarnya, dari tadi aku sudah merengek, sih. Kalau semua member disini, mereka pasti akan cemburu melihatku dengan YoungMi. Bahkan, publik pun ikut bahagia melihat kemesraanku dengan YoungMi. Tunggu, publik? Ne, publik. Hubunganku dengan YoungMi, maupun hubungan Eunhyuk dan Eunji sudah diketahui publik. Sooman Sajangnim bahkan mendukung kami berempat dan mengijinkan kami menikah. Sisanya.. akan aku ceritakan lain kali *lirik author -.- Untungnya, kami semua tidak mendapatkan antis dari fans. Yang terjadi malah sebaliknya, banyak yang mendukung kami dan mendesak kami untuk segera menikah.

“Ne! Ne! Kau menyebalkan!” YoungMi terkikik kemudian langsung memberikan kecupan di pipiku kilat. Tapi, aku buru-buru menahan tengkuk YoungMi dan menciumnya dalam. Awalnya dia terkejut, namun langsung rileks begitu merasa familiar dengan bibirku.

“Soo, kau tahu tidak?” Tanya YoungMi begitu kami saling melepas diri.

“Hmm?”

“Junghoon Oppa itu keren sekali!!!”

“MWORAGO?!”

 

TBC

Ingeeett, RCL.. boleh kasi kritikan, asal jangan bash aja ya.. Youngmi itu bukan author kok, itu Cuma cast palsu :D

{JungMi’s Day} He’s My Manager!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Title                  : {JungMi’s Day} He’s My Manager!

Author              : AlwaysNadineLee

Main Cast         : Park Jungsoo (Leeteuk), Cho Young Mi (OCs)

Support Cast    : Eunhyuk, Lee Eunji, Kim Junghoon

Rating               : PG-13

Genre               : Romance
PS: Annyeong! Inget yaak, RCL! Ini ff bnernya udh mendekam lamaa di laptop :D, Cuma baru berani kirim ke wff J Ngomong2, sblm bingung.. Cho Youngmi itu critanya sodara kembarnya Kyuhyun ^^ Kembar dampit gt (cewe cowo).. anggep aja mrk mirip.. hehehe.. Happy reading! ^^ sorry kalo ada typo~

 

Leeteuk POV

“Soo..”

Suara bening itu terdengar jelas ditelingaku. Suara yang selama 3 tahun ini selalu mewarnai hari-hariku. Dan, kali ini, pemilik suara itu sedang merajuk. Aku tidak menjawab dan malah menyibukkan diri dengan iPhoneku. Demi Tuhan, aku ingin sekali menoleh dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Tapi, ego menghalangiku. Aku tidak peduli. Aku benar-benar tidak peduli.

“Soo..” Aku meliriknya lewat sudut mataku, dan aku melihatnya sedang menunduk, memainkan jari-jari tangannya. Aku tidak tega sebenarnya, apa aku harus menanggapinya?

“Arra, aku tahu kau marah padaku. Geundae, jebal.. bicaralah sesuatu.” Lagi. Biasanya, suaranya akan membuatku lebih bersemangat menjalani schedule-scheduleku. Tapi, sekarang tidak, aku benar-benar marah padanya. Lelah, apa mungkin dia bosan dengan hubungan ini sampai sebegitu niatnya mencari laki-laki lain?

Aku menoleh dan menatapnya tajam, “Jangan ganggu aku.”

Saat ini kami berdua sedang berada di backstage SMTOWN New York. Ya, kami memang satu agensi. Banyak artis SM berlalu-lalang disini, dan aku tidak ingin semua orang tahu bahwa aku dan YoungMi, yeojachinguku, sedang bertengkar. Terlebih lagi member Super Junior lainnya. Cukup Eunhyuk dan aku saja yang tahu.

“Ya! Ya! Ya! Ppaliwa~ YoungMi-ah! Kita akan perform 2 menit lagi!” Teriakan seorang staf terdengar di belakang kami. Aku menoleh dan mendengus, kemudian kembali menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak jelas. YoungMi berdiri, berjalan melewatiku dan berhenti tepat di belakangku yang sedang duduk di sofa. Seperti biasa, yeoja itu memeluk leherku dari belakang dan mengecup pipiku―maksudku hampir mengecup pipiku karena aku langsung menghindar. Aku mengernyit menatapnya, seolah-olah jijik. Astaga, pandangan itu. Ya, aku tahu. Dia.. terluka.

“Mianhae.”

Dia pergi. YoungMi benar-benar pergi.

Tiba-tiba saja Eunhyuk sudah duduk di sebelahku, “Hyung, YoungMi…”

Aku menoleh dan menatap Eunhyuk dengan pandangan aku-sudah-tahu. “Aku sudah tahu. Aku benar-benar marah kali ini. Bisa-bisanya dia ber―”

“Anni, Hyung. YoungMi menangis.” Eunhyuk memotong ucapanku, tatapannya tajam. “Tadi aku melihatnya saat ia berjalan melewatiku.”

Aku terperangah, YoungMi menangis? Dia menangis dan itu semua karena kelakuanku. Apa aku keterlaluan? ANNI! Dia yang keterlaluan! “Eonje?” Tanyaku.

“Mmm.. mungkin 1 menit yang lalu.” Kata Eunhyuk, masih dengan wajah datar.

PLETAK!

“Aisshh~ Hyung! Waeyo?! Aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Hyung, sudah kuperingatkan berapa kali, hah? Jangan memukul kepalaku, nanti memoriku hilang semua!”

“Memori apa, hah? Memori pelajaran biologi?! Dasar..”

 

***

Sabarlah Jungsoo. Ini sudah performance terakhir dan sebentar lagi kau akan menemui gadis itu. Berdua saja. Tanpa gangguan para member, saudara kembarnya, bahkan Junghoon sekalipun.

Mengingat nama itu membuatku kesal. Sungguh, walaupun dia managerku, tapi aku tidak akan bersikap sopan  apabila itu menyangkut YoungMi. JungHoon hyung berusaha merebut Youngmi dariku! Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Karena.. YoungMi adalah takdirku, dia milikku.

Aku mencari-cari YoungMi diantara kerumunan artis SM yang menggila di panggung, dan aku menemukannya sedang menyalami fans dibawah sana dengan senyum yang dipaksakan. Tiba-tiba rasa bersalah kembali menyergapku. Astaga, apa yang aku lakukan terhadap gadisku? Untung saja tadi YoungMi di panggil oleh staf, sehingga aku tidak perlu membentaknya di depan semua orang.

Sungguh, aku ingin sekali menghampirinya, menggenggam tangan mungilnya lagi, memeluknya dan memperlihatkan ke semua orang bahwa dia milikku. Tapi aku terlalu takut. Takut jika aku akan menyakitinya lagi. Takut jika aku membuatnya menangis lagi.

“Youngie.. mianhae.”

 

***

            Mulai dari Super Junior sampai f(x) sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing, kamar hotel tentunya. Aku satu kamar dengan Eunhyuk dan Kyuhyun. Ah, untunglah.. jadi aku bisa curhat dengan leluasa. Aku merebahkan tubuhku yang benar-benar terasa remuk keatas kasur putih yang empuk. Aigoo~ nyamannya! Tapi.. lebih nyaman lagi kalau yeoja itu ada di sampingku, dalam pelukanku.

“Hyuk, kau mau kemana?” Eunhyuk, yang sudah berganti baju serta menghapus make-upnya, berjalan menuju pintu kamar. “Aku ada perlu dengan Eunji.” Aishhh~ baru saja aku ingin curhat. Aku melirik Kyuhyun yang kini tengah berbaring di sampingku. Seperti biasa, dia sedang berselingkuh dengan PSPnya, padahal di sini aku sedang bermasalah dengan saudara kembarnya.

“Kyuhyun-ah,” Panggilku.

“Hmm.. Apa, hyung?”

“YoungMi.”

“Ne, aku tahu. Dia sudah menceritakannya padaku di bus tadi.” Kyuhyun mematikan PSPnya dan menoleh padaku, “Aku tahu bagaimana perasaannya, hyung.”

“Kyu, aku kecewa diperlakukan seperti itu.” Kataku sambil menghembuskan nafas berat. Kenapa rasanya bisa seperih ini? Aku mencintainya, terlalu mencintainya sampai-sampai aku tidak rela melihatnya berdekatan dengan managerku sendiri, Junghoon hyung.

Suara Kyuhyun membuyarkan lamunanku, “Kau harus percaya pada YoungMi, hyung. Dia bukan gadis seperti itu. Aku sudah mengenalnya dari bayi. Bahkan dari dalam rahim Eomma.” Magnae kurang ajar itu menatapku datar sedatar-datarnya. Haruskah aku percaya pada YoungMi setelah apa yang aku lihat tadi pagi?

“Arasseo. Aku pergi dulu, Kyu.”

Jantungku terasa melompat-lompat. Aku gugup harus bertemu dengan YoungMi. Bagaimana reaksinya nanti? Apakah dia akan marah-marah padaku? Atau malah menangis? Aishh~ sumpah YoungMi, jangan menangis lagi. Itu membuatku tambah merasa bersalah.

5916. Nomor kamar itu terpampang jelas di depan mataku sekarang. Ne, aku sudah berada di depan kamarnya. Eotteokhe? Jantungku masih belum tenang juga, semakin meloncat-loncat ingin keluar dari tempatnya. Aish~ oke.. tarik nafas. Hembuskan. Tarik nafas.. hembuskan. Ta―

CKLEK!

Pintu kamar terbuka, dan sosoknya yang menggunakan kaus dan celana pendek terlihat sangat manis di mataku. Sosok yang ingin sekali kupeluk daritadi. “A-annyeong.” Sapaku kaku. Gadis itu terlihat terkejut sejenak, kemudian wajahnya kembali murung dan menunduk, tidak berani menatapku.

“W-waegeurae?” Dia tergagap. Ya Tuhan, dia ketakutan.

“Bisakah kita bicara sebentar?” Kataku setelah berhasil menemukan suaraku yang entah mengapa tidak bisa keluar dengan benar.

“N-ne.” YoungMi memberiku ijin untuk masuk. Tentu saja Eunji tidak ada. Sudah tahu alasannya, kan?

Suasana kembali canggung. Aku diam. Dia diam. Ah, harus kumulai dari mana? Bertanya soal apa yang aku lihat tadi pagi? Atau apa? Aish~ aku bingung!!! Disaat-saat seperti ini, hanya Kyuhyun yang bisa membuat YoungMi kembali ceria seperti biasanya.  Padahal kami sudah berteman sejak kecil, tapi kenapa aku tetap tidak mengerti sisi YoungMi yang satu ini?

“YoungMi-ah..” Aku memanggilnya selembut mungkin, mendekatinya yang duduk agak berjauhan denganku. Dia masih menunduk dan terdiam, membiarkan tanganku mengelus rambut cokelatnya, merapikan poni halusnya yang sedikit berantakan. “Mianhae.”

Youngieku mendongak dan menatapku dengan heran, “Mwo?”

“Mianhae. Maafkan aku, sayang.”

“Bukankah seharusnya aku yang bilang begitu?” Aku terkekeh kecil mendengar penuturannya.

Kuakui, saat ini aku sudah tidak begitu kesal padanya, setidaknya perasaanku jauh lebih baik. “Apa ada yang ingin kau jelaskan padaku?” Tanyaku kemudian. Aku ingin mendengar penjelasan langsung dari mulutnya.

YoungMi menunduk lagi, dia menggeleng pelan, “Soo.. ada apa denganmu?” Suaranya terdengar amat halus ditelingaku. Aku hanya bisa menatapnya nanar. Ya, ini salahku. Salahku yang langsung mengacuhkannya tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu.

Dengan tangan yang masih mengelus rambutnya, aku menjawab, “Molla.”

“Molla?” YoungMi menghindarkan tanganku dari kepalanya. “Jelaskan padaku, kau kenapa?”

Aku menghela nafas kemudian  bersandar di bahunya yang tegap. “Saranghae, Youngie-ya.” Hanya itu yang keluar dari bibirku. Setelah beberapa saat terdiam, aku membuka pembicaraan, “YoungMi-ah, aku lelah. Kurasa karena itu. Tubuhku terlalu lelah. Lalu, melihat hal itu tadi pagi, membuatku marah.”

“Mwo? Apa yang kau lihat?” Aku terkejut setelah dia mengatakan hal itu. Aku memaksakan diriku untuk duduk tegak di kasur dan menatapnya sedalam yang aku mampu.

“Kau masih belum mengerti?” Tanyaku, YoungMi menggeleng.

Aku menghembuskan nafas panjang, “Tadi pagi.. aku melihatmu―keluar dari gedung SM.”

YoungMi mengernyitkan alisnya, bingung dengan ucapanku. “Lalu?” Tanya gadis itu.

“Kau keluar gedung SM, bersama Junghoon hyung.” Gotcha! Akhirnya aku mengatakan hal itu juga! Beban di pundakku terasa lebih ringan. Hah, aku sedikit lega sekarang. Tapi, aku masih penasaran, penjelasan apa yang nanti akan dilontarkan YoungMi? Apakah sebuah pembelaan? Atau jangan-jangan sebuah pengakuan yang membuat jantungku serasa di peras dengan kuat? Aku menunggu, YoungMi-ya.

“Ah! Ne, aku memang pergi bersama Junghoon Oppa. Lalu kenapa?” Mworago? Jawaban macam apa itu, hah? Dia tidak merasa bersalah sama sekali?

“Aku kecewa Youngie. Kau berselingkuh dibelakangku.” Ujarku, sedikit ragu namun terselip sebuah tuduhan diucapanku barusan.

“MWOYA?!” Kulihat YoungMi terbelalak, mata karamelnya membulat sempurna. “Bicara apa kau, Jungsoo?!” Teriak YoungMi keras. Dia terperangah.

Emosiku tersulut tiba-tiba, “Aku tahu Cho YoungMi!!! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!!! Kau berciuman dengan Junghoon hyung!!! Kau dengar, JUNGHOON HYUNG!!! DIA MANAGERKU, YOUNGMI!” Babo kau, Park Jungsoo! Sekarang kau benar-benar membentaknya! Bagus! Kau menyakitinya lagi!

“Mwo?” YoungMi berkata lirih. “Berciuman?”

“NE!!! Bukan poppo! Itu bukan poppo, YoungMi.” Suaraku mereda, “Itu bukan poppo, itu sebuah ciuman. Itu sebuah kisseu.”

“Soo! Dengarkan aku!” YoungMi merengkuh wajahku dengan kedua tangannya, membuatku mau tak mau menatap matanya tajam. Lagi.. mata itu memperlihatkan semuanya kepadaku. Rasa terluka itu, kesedihan, kepedihannya. Semua terasa sampai ke ulu hatiku. Aku salah telah membentaknya. Kyuhyun benar. Gadisku sedih.

“Apapun yang kau lihat, itu tidak benar! Aku tidak ada berciuman dengan Junghoon Oppa! Wae, Jungsoo? Wae? Kenapa kau tidak pernah percaya padaku?” Pertanyaannya membuat hatiku tertohok. Benar katanya, kenapa aku tidak percaya padanya?

Aku mengelus pipinya, halus. “Youngie, kau terlalu indah. Kau terlalu cantik. Kau terlalu sempurna. Mereka semua menyukaimu, mereka mencintaimu, YoungMi. Aku cemburu!” Ujarku berapi-api. Ya, YoungMi terlalu sempurna untukku. Kenapa dia menerima cintaku 3 tahun yang lalu?

YoungMi melepas rengkuhannya diwajahku kemudian menarik tanganku, memainkan jari-jariku yang panjang. “Jungsoo. Park Jungsoo. Itu adalah sebuah nama yang selalu memenuhi pikiranku selama 3 tahun belakangan ini. Bukan Junghoon. Tetapi Jungsoo. Bukan Siwon yang selalu memujiku, tapi Jungsoo yang memberikan kebahagiaan untukku. Bukan Dongho yang selalu tersenyum padaku, melainkan Jungsoo yang memberikan lesung pipinya padaku. Bukan Minho yang senang mengajariku basket, tetapi Jungsoo yang bersedia bermain piano bersamaku. Semuanya kulalui bersamamu, Soo. Semuanya.” Aku terdiam mendengar penuturan manisnya yang mungkin selama ini dia simpan. “Aku hanya mencintai satu orang.”

YoungMi menarik tengkukku dan mencium pipiku kilat, “Saranghae, Soo.”

Ia terkikik. Kenapa dia?

“Jadi, maafkan aku, Oppaku sayang.” Youngie mencubit pipiku gemas.

“Maaf? Jadi kau benar-benar berciu―” Sebelum sempat menyelesaikan kata-kataku, YoungMi menyurukkan wajahnya ke leherku, tangannya melingkar erat di pinggangku. Lebih tepatnya, dia memelukku manja.

“Anni. Aku tidak berciuman. Geundae, dari mana kau melihatnya?” Tanyanya.

Wajahku kembali memanas begitu mengingat kejadian itu lagi, “Dari atas. Lantai 4.” YoungMi mendongak, “Mwo? Lantai 4?”

PLETAK!

“Akh! Youngie! Kenapa memukulku? Aku ini lebih tua darimu 5 tahun!” Protesku, tidak terima. Memangnya kenapa kalau aku melihatnya dari lantai 4? Tidak ada bedanya, tetap saja kelihatan!

“Soo Babo!” Dia menarik hidungku. “Kalau kau melihatnya dari lantai 4, pasti tidak jelas! Terlebih lagi.. kau sudah tua. Matamu pasti sudah tidak berfungsi dengan maksimal. Benar, kan?”

“Youngie!!! Kenapa kau nakal sekali, sih?” Aku menggelitikinya tanpa ampun.

Selang beberapa menit, nafas YoungMi masih terengah-engah. “Soobo! Ampun! Aku hanya bercanda!” Hahaha.. kena kau YoungMi, biar saja. Aku tidak peduli karena kau berani-beraninya mengejek usiaku. Eh, tunggu. Soobo?

“Soobo?” Dahiku menyatu, apa maksudnya?

“Hmm.. Soo Babo. Bagus, kan?” Ketika aku hendak menggelitikinya lagi, gadis itu menahan tanganku, “Aigoo~ Jungsoo-ya, aku bercanda! Biarpun usiamu hampir kepala tiga, tapi teman-temanku bilang kau terlihat seperti anak kuliahan! Cish~” Benarkah? Aku menatap YoungMi dengan mata yang berbinar. “Mwoya? Kau sudah puas dibilang muda?”

“Anni.” Aku terkikik kemudian menyodorkan pipiku kearahnya. “Poppo.”

“Mworago? Poppo?” YoungMi mendorong wajahku menjauh. “Setelah mengataiku berciuman dengan namja lain, sekarang kau seenaknya minta ciuman? Shireo!”

“Aahhh~ Youngiiiee-yaaa… Poppo! Ah, atau kau inginnya kisseu, ya? Ne, arasseo. Kisseu!”

YoungMi mengacak rambutku ganas, “Ya! Park Jungsoo, kenapa pelajaran biologi Eunhyuk jadi tertanam di otakmu, hah?” Sekarang dia mengetuk-ngetukkan tangannya di kepalaku, pelan.

“Ayolah YoungMi~ Dari tadi pagi aku ingin bermanja-manja denganmu, tapi karena aku marah.. ya, tidak jadi.” Tak kuduga, YoungMi malah menjulurkan lidahnya kearahku, “Salah siapa? Salahmu kan. Jangan salahkan aku.”

“Youngie!” Aku merengek kali ini. Sebenarnya, dari tadi aku sudah merengek, sih. Kalau semua member disini, mereka pasti akan cemburu melihatku dengan YoungMi. Bahkan, publik pun ikut bahagia melihat kemesraanku dengan YoungMi. Tunggu, publik? Ne, publik. Hubunganku dengan YoungMi, maupun hubungan Eunhyuk dan Eunji sudah diketahui publik. Sooman Sajangnim bahkan mendukung kami berempat dan mengijinkan kami menikah. Sisanya.. akan aku ceritakan lain kali *lirik author -.- Untungnya, kami semua tidak mendapatkan antis dari fans. Yang terjadi malah sebaliknya, banyak yang mendukung kami dan mendesak kami untuk segera menikah.

“Ne! Ne! Kau menyebalkan!” YoungMi terkikik kemudian langsung memberikan kecupan di pipiku kilat. Tapi, aku buru-buru menahan tengkuk YoungMi dan menciumnya dalam. Awalnya dia terkejut, namun langsung rileks begitu merasa familiar dengan bibirku.

“Soo, kau tahu tidak?” Tanya YoungMi begitu kami saling melepas diri.

“Hmm?”

“Junghoon Oppa itu keren sekali!!!”

“MWORAGO?!”

 

TBC

Ingeeett, RCL.. boleh kasi kritikan, asal jangan bash aja ya.. Youngmi itu bukan author kok, itu Cuma cast palsu :D

ps from admin: foto tidak masuk karena tidak dimasukkan sebagai attachment. Dari microsoft word ke wordpress gak bisa.

8 thoughts on “He’s My Manager [part 1]

  1. seru..
    Tapi kalo YoungMi kembarannya Kyu, kelakuannya sm ga ya kaya Kyu?
    Secara Kyu kan t’kenal sbg Maknae yg kurang ajar n sadis…
    Tp kayanya mereka sama deh, buktinya YoungMi mukul pala Teuki..
    G kebayang kalo Kyu bnrn punya kembaran…

    Jia Jung

  2. Annyeong~ gamsahamnidaa udh mau baca ff aku ^^
    Oh iya, tapi aku mau ralat niii~ ini bnernya bukan chapteran.. ini sjenis my wedding gitu deh..
    Judul lngkapnya {JungMi’s Day} He’s My Manager
    Skali lagi gomawo yaaa~ salam kenaall onnie2 *aku yakin smuanya lbh gede dri aku hehe..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s