Hey, I’m Your Lady [part 2]

Author: Kei

 

Main Cast: Leeteuk, Eunhyuk

Rating: SU

Genre: Romance

Ps: Kei is back with new chaptered FF

With new format and hope that you’ll like it

So here it is…

 

Jieun:

“Apa?” tanyaku segera kembali lagi berpijak ke bumi setelah sebelumnya lost in space.

“Kau dari tadi tidak mendengarkanku ya?” Tanya Eunhyuk dengan nada kesal.

“Tidak. Aku mendengarkanmu kok.”

“Tidak!! Kau hanya melamun saja.”

“Tidak!! Aku mendengarkanmu. Kau membicarakan tentang projek barumu kan?”

“Setelah itu?” tanyanya dengan mata menyelidik.

Hah? Dia membicarakan hal lain? Sial, aku benar-benar tidak memperhatikan omongannya tadi. PIkiranku sudah penuh dengan hal lain.

“Euummm, kau membicarakan tentang Leeteuk oppa?” jawabku ragu. Semoga benar.

“Kau tidak memperhatikan omonganku, Jieun ah.” Katanya kecewa.

“Maafkan aku. Tadi ada sesuatu yang sedang kupikirkan.” Kataku merasa bersalah. “Eh, kau tadi membicarakan tentang apa?”

“Sudahlah. Lupakan saja.” Jawabnya kesal.

“Eh, apakah kau gembira dengan rencana jalan-jalan kita?” tanyaku berusaha mengembalikan kembali moodnya yang sudah kurusak.

“Tentu saja. Kita jalan-jalan ke Maldives. Ah, pasti sangat menyenangkan.”

“Iya. Aku juga sudah lama tidak mengambil cuti. Pantai, pasir putih, dan pemandangan alam.”

“Yejin pasti senang sekali dengan segala tumbuhan alam yang tidak ada di Korea. Banyak terumbu karang dan juga jenis bunga-bunga khas negara tropis.”

Oh ya, ini acara jalan-jalan berempat. Bukan acara honeymoon alias jalan-jalan berdua, aku dan Eunhyuk, tapi ada Leeteuk oppa dan Yejin.

“Tidakkah kau merasa curiga oppa dengan appaku yang tiba-tiba saja memberikan kita tiket dan akomodasi ke Maldives?” tanyaku penuh dengan nada kecurigaan.

“Tadi siaboji (ayah mertua) bilang kan untuk hadiah honeymoon. Jadi apa yang perlu kau curigai?”

“Eunhyuk ah, honeymoon itu untuk berdua. Kau dan aku. Ini mengapa appa juga mengajak serta Leeteuk oppa dan Yejin?”

“Kan tadi siaboji juga bilang kalau ini juga untuk hadiah untuk anniversary Leeteuk hyung.”

I smell something fishy.” Kataku ngotot dan di jawab dengan pandangan kau-ini-kenapa dari Eunhyuk.

Kau tidak tahu bagaimana tabiat keluargaku Eunhyuk. Tidak mungkin mereka memberikan sesuatu dengan percuma kecuali kalau hal tersebut menguntungkan bagi mereka.

Ah, firasatku benar-benar tidak enak.

 

Eunhyuk:

Wow, Maldives memang sebagus iklannya. Pantai, pasir putih, dan segala hal yang bisa kau pikirkan tentang sebuah pulau tropis yang eksotis. Siaboji memang pintar dalam memilih tempat. Kami disewakan sebuah suit keluarga di salah satu hotel berbintang 5 disini. Hotelnya begitu unik karena hampir tiap kamar berada di atas laut. Jadi transportasi kami ke hotel induk melalui sebuah kapal kayu tradisional dan sebuah tangga kayu. Suit kami berisi dua kamar tidur, sebuah ruang keluarga, dapur, dan sebuah beranda yang menghadap ke laut bebas.

Ini seperti surga. Pulaunya tidak begitu ramai sehingga kami masih bisa merasakan debur ombak dan asinnya udara pantai walaupun kami berada di pasar di tengah kota. Pulau ini menjaga keselarasan pembangunan dan alam dengan baik. Mereka tahu kalau dari alam mereka berasal dan saat inipun alam telah menjadi bagian penting dari pariwisata.

Well, selain itu aku juga senang akhirnya bisa sedikit melarikan diri dari rutinitas perkotaan yang dengan suksesnya menenggelamkanku. Bosan, muak, dan lelah rasanya menjalani rutinitas seperti itu berulang-ulang. Bangun-ke kantor-rapat-meneliti laporan-rapat-pulang-tidur dan terus seperti itu. Setidaknya disini aku tidak perlu memikirkan laporan dan rapat. Aku bisa bermalas-malasan dengan berjemur, berjalan-jalan, dan melakukan kegiatan outdoor yang lain serta yang paling membuatku bahagia adalah bisa melihat Yejin setiap hari. Dia terlihat sangat gembira sewaktu kami memberi tahu rencana liburan ini.

Kalau aku mengingat wajahnya lagi sore itu, ah sangat manis. Dia membuka matanya lebar-lebar sehingga aku mengira kalau biji matanya akan keluar karena dia tidak percaya dengan  berita yang didengarnya itu. Dia melihatku, Jieun, dan Leeteuk hyung bergantian untuk memastikan kebenarannya sebelum akhirnya dia memeluk kami bergantian. Dia tertawa girang dan senyumnya tidak berhenti mengembang semalaman. Bahkan Leeteuk hyung bilang Yejin tersenyum dalam tidurnya. Ah, dasar anak itu membuatku gemas saja.

 

Jieun:

“Hei!!Kau sedang memikirkan apa?” Tanya Leeteuk oppa tiba-tiba dan tentu saja membuatku kaget. “Kau melamun.”

“Hah? Tidak. Hanya sesuatu.” Jawabku sambil tersenyum.

“Pasti sesuatu yang sangat penting sampai-sampai kau tidak tahu kalau sudah hampir sepuluh menit kau duduk diam.”

“Hah?”

“Kau diam saja sewaktu Yejin mengajakmu bermain air.  Alhasil Eunhyuklah yang menemaninya sekarang.” Kata Leeteuk oppa sambil menunjuk Yejin dan Eunhyuk yang sedang bermain air di pantai. Mereka terlihat sangat senang saling mencipratkan air.

“Hehehe. Kenapa tidak oppa saja yang menemani Yejin bermain di pantai? Ini kan juga honeymoon oppa?” tanyaku sambil mengerutkan kening.

“Aku lelah sesiangan tadi berjalan-jalan di pasar. Biarkan Eunhyuk saja yang menemani Yejin. Lagipula aku sudah tua. Tenagaku sudah tak sebanyak dulu lagi.” Kata Leeteuk oppa yang sontak saja membuatku tertawa. Tumben sekali dia mengakui kalau dirinya itu tua. Biasanya dia selalu menyangkal umurnya.

“Aku… Aku sedang memikirkan alasan appa ku memberikan liburan ini kepada kita. Aku yakin pasti ada maksud dibalik semua ini, oppa.”

“Kau memikirkannya lagi?”

“Lagi?”

“Eunhyuk bercerita padaku. Bilangnya kau mencurigai kebaikan appamu.” Kata Leeteuk oppa sambil mengembalikan gelas orange juicenya ke meja dekat tempat dudukku. “Kenapa kau tidak menikmati saja liburan ini dan beristirahat. Anggap saja tidak ada apa-apa.”

“Kau tidak mengenal appaku oppa. Dia tidak mungkin memberikan sesuatu kalau tidak mengharapkan balasannya.”

“Baiklah kalau memang kau memaksa begitu. Lalu kira-kira apa yang membuatnya melakukan semua ini?”

“Aku sendiri belum tahu apa tujuan appa. Tapi aku akan mengetahuinya dalam waktu dekat.”

“Jieun ah!!!” Panggil Yejin. “Ayo kemari!!!”

**

“Jadi setelah ini kita mau kemana?” Tanya Yejin. “Bagaimana kalau kita berjalan ke arah dermaga? Aku dengar kalau malam disana sangat romantis.”

“Tapi aku lelah.” Protesku sambil memukul-pukul betisku. Stamina Yejin itu memang jempolan. Setelah seharian menyusuri pasar tradisional sekarang dia mau ke dermaga.

“Ah, ayolah Jieun ah. Dermaga tidak jauh dari sini.” Pinta Yejin yang disertai dengan senjata andalannya yaitu puppy eyes.

“Yejin, aku lelah. Besok saja ya.” Kataku mencoba untuk membujuknya. “Atau kalian saja pergi tanpa aku.”

“Tapi pasti tidak akan seru kalau tanpamu.” Katanya lagi. “Iyakan Leeteuk oppa?”

Leeteuk yang merasa namanya dipanggil itu tersenyum sambil mengagguk. “Sudahlah, kalian saja yang pergi. Aku pulang ke hotel saja.”

“Nanti kau sendirian di hotel. Tidak ada yang menarik di kamar.” Kata Yejin lagi. “Eunhyuk ah, cepat bantu aku membujuk istrimu agar ikut ke dermaga.”

Eunhyuk meneruskan pekerjaannya yaitu membuat suatu gambar di pasir tanpa memperdulikan kata-kata Yejin. Yejin yang merasa tidak diperhatikan oleh Eunhyuk dengan segera melempar sandalnya dan tepat mengenai tangan Eunhyuk. “Aduh!!”

“Cepat bujuk istrimu!!”

“Sudahlah kalau dia tidak mau ke dermaga biarkan saja.” Katanya tetap fokus ke pasir.

“Kalian pergi saja. Aku tidak apa-apa kok.” Kataku sambil tersenyum dan berdiri.  Aku menepuk-tepuk gaun musim panasku untuk menghilangkan pasir pantai yang menempel. “Aku kembali ke hotel dulu ya.”

Ya, Eunhyuk! Apa yang kau lakukan disitu. Cepat susul istrimu.” Teriak Yejin.

“Buat apa? Aku mau ke dermaga denganmu. Lagipula dia sudah besar dan tidak akan tersesat.”

“Sudahlah. Aku bisa pulang sendiri. Kalian bersenang-senanglah di dermaga.” Putusku sambil berdiri dan bersiap untuk kembali ke hotel. SENDIRIAN, yah tentu saja sendirian karena Eunhyuk tidak akan sudi mengorbankan setiap kesempatan untuk bisa berdekatan dengan Yejin.

**

Yoboseyo? Apa?! Bagaimana itu bisa terjadi? Sudah menghubungi Pak Kim? Pak Park? Lalu? Tidak bisa ditunda sampai liburanku selesai? Algesuemnida! Aku akan pulang dengan penerbangan malam ini juga.” Kataku saat kami berempat sedang menikmati makan siang di salah satu restoran pinggir pantai.

“Ada apa?” Tanya Leeteuk oppa yang duduk tepat dihadapanku.

“Sepertinya aku harus pulang ke Korea nanti malam. Ada sedikit masalah dengan perusahaan yang tidak bisa diwakilkan.”

“Hei, aku barusan melihat selebaran bahwa nanti malam akan ada pesta kembang api disini. Nanti malam kita kesini ya.” Pinta Yejin sesampainya dia di meja. “Dan kau Jieun tidak boleh menolaknya lagi sama seperti kemarin sewaktu kita mau ke dermaga. Aku sudah susah payah membujuk suamimu untuk datang.”

Yejin….” Kataku sambil tersenyum penuh dengan maksud. Semoga dia bisa mengerti.

“Tidak Jieun ah. Jangan menolak lagi.”

“Bukannya aku mau menolak tapi aku benar-benar tidak bisa.”

“Kenapa? Kau AKAN lelah lagi?” Tanya Yejin sambil menekankan kata AKAN.

“Bukan itu. Aku suka kembang api tapi aku ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.”

“Jieun harus kembali ke Korea nanti malam.” Jelas Leeteuk oppa, menatap wajah istrinya yang duduk disampingnya dan membantuku membuat Yejin mengerti.

“Benarkah?” Tanya Yejin menatap Leeteuk oppa dan aku bergantian dan aku hanya bisa tersenyum dan menggerak-gerakkan bibirku membentuk kata mianhae. “Berarti hanya tinggal kita berdua, hubby?”

“Ehem, kau melupakanku?” kata Eunhyuk tiba-tiba memecah suasana. “Aku kan masih ada disini?”

“Kau tidak ikut pulang dengan istrimu?” Tanya Yejin mengerutkan keningnya. “Kalian sedang bertengkar? Tapi semalam kalian terlihat baik-baik saja.”

“Kau mau menjadi obat nyamuk disini, Hyuk?” Tanya Leeteuk oppa dengan suara dan wajah bercandanya. Tapi entah mengapa aku menangkap maksud yang berbeda. Suami mana sih yang mau liburan dengan istrinya diganggu sekalipun itu dengan adiknya sendiri.

 

Eunhyuk:

“Hentikan!” perintah Jieun.

“Apa?”

“Berhentilah membuat perjalanan pulang ini semakin gloomy, Hyuk. Kalau memang kau tidak mau ikut denganku pulang lalu kenapa kau tadi ikut?”

“Pertanyaanmu retorik sekali?!”

“Pertanyaanku tidak retorik kalau saja kau mencintaiku. Sayangnya kau mencintai Yejin dan statusku sebagai istrimu yang membuat seorang gentleman sepertimu harus menemaniku pulang. Iya kan? Padahal kau ingin sekali tetap berada disana.”  Jelas Jieun enteng menatap wajahku dari samping. “Kalau memang kau tidak mau ikut aku pulang, harusnya tadi kau bersikap keras kepala saja dan tinggal disana.”

“Kau mau aku jadi obat nyamuk disana?”

“Kan memang itu fungsimu selama ini disekitar mereka. Kau membuat Yejin sibuk dan saat Leeteuk oppa selesai dengan pekerjaannya kau menyerahkan Yejin padanya. You’re such a good entertainer, buddy.”

“Bisakah kita berhenti membicarakan ini?” tanyaku sangat malas membahas hal-hal seperti ini untuk yang kesekian kalinya karena aku tahu kalau aku hanya akan kalah setiap berdebat dengan perempuan ini. Dia pintar sekali membolak-balikkan fakta.

Aku kembali fokus pada layar kecil yang berada di depanku yang sedang memutar sebuah film action tapi sayang kata-kata Jieun barusan membuatku tidak bisa konsentrasi. Kata-katanya ada benarnya juga. Memang selama ini cintaku pada Yejin hanya Jieun yang mengetahuinya. Itupun sebenarnya dia tidak tahu hanya saja segala sikap dan kata-katanya menyiratkan kalau dia mengetahuinya.

Aku tidak pernah membicarakannya secara terang-terangan perasaanku ini pada orang lain. Biar saja aku yang memendam perasaan ini untuk Yejin. Biarlah dia mengira perhatian dan rasa sayangku ini hanya bentuk rasa sayang dari seorang adik ipar ke kakak iparnya.

Yejin, Yejin. Kenapa kita harus bertemu setelah kau menjadi istri hyungku sih??

“Hyuk.” Panggil Jieun tiba-tiba.

“Hmmm?”

“Sampai kapan sih kau akan memendam perasaanmu ini padanya?”

“…”

“Kau kira Yejin bodoh dengan tidak menyadari perasaanmu padanya? Kau jelas-jelas mengaguminya melebihi kapasitasmu sebagai adik iparnya dan sering kali, ah tidak, selalu kau lebih mendahulukannya daripada aku. Tidak pernahkah kau berpikir kalau Yejin merasakannya?”

“…”

“Kau juga tidak memikirkan pandangan orang lain terhadap sikapmu selama ini. Mereka diam-diam membicarakannya, Hyuk.”

“Aku…”

“Lalu sampai kapan juga pernikahan kita berjalan seperti ini?”

“Sudahlah kau tidur saja.” Jawabku cepat sambil menutup wajah Jieun dengan selimutnya. Gawat kalau sampai kami membicarakan ini semua disini. Bisa-bisa sampai mendarat di Korea pembicaraan kami belum selesai dan aku sudah tidak mempunyai tenaga untuk melayaninya.

Ya!!aku ini sedang berbicara denganmu.” Balasnya dengan sedikit berteriak.

“Sttt! Kau mau membangunkan semua orang?”

Jieun melihat kesekeliling dan memastikan bahwa orang-orang tidak terganggu dengan insiden barusan. Setelah memastikan bahwa semuanya baik-baik saja, Jieun mengerucutkan bibirnya sambil mengerenyitkan dahinya pertanda dia sebal dengan tingkahku barusan. Setelah itu dia pun menarik penutup mata tidur-nya, memunggungiku, dan memutuskan untuk tidur.

Aku melepas headphone dan memandang nanar jendela pesawat. Saat ini pesawat ini entah sedang terbang di atas negara mana karena yang terlihat hanya kerlap-kerlip lampu dan keremangan malam yang memekat. Sama seperti pikiranku menerima pertanyaan dari Jieun barusan. Gelap dan tanpa dasar. Sampai kapan aku akan mempunyai perasaan seperti ini pada Yejin dan sampai kapan aku memendamnya? Aku sudah berhasil memendamnya selama kurang lebih 3 tahun dan akankah perasaan ini tetap kupendam?

Sial kau Jieun!!Kau membuatku kembali memikirkannya lagi dan sekali lagi aku menemukan jalan buntu.

-Tbc-

9 thoughts on “Hey, I’m Your Lady [part 2]

  1. Eunhyuk jahat…
    Nanti giliran Jieun udah pergi baru nyesel…
    Tapi author, part 2 nya kependekan..
    Hehe… Peace “v”
    Cepet bikin “Monyet Oppa” jatuh cinta sm Jieun ya, kan kasihan Jieunnya…
    Fighting..

    Jia Jung

  2. wow asyik cepet post part 2 nya
    waaahhhh bikin eunhyuk nyesel nyia2in jieun !
    hehehehe
    iia nih kurang panjang part 2, next part yg lebih pnjang yawwww ….

  3. tega amat hyukie-
    tp suka jga jieun bukan tipe diem diem gmn gtu
    beda dh ceritanya ama y lain
    seneng jieun ngga main pasrah, haaaaaa
    hebat dh kamu kei :)

  4. hyuk sikap y bener2 bikin geregetan deh,,, ngak bisa perhatian dikit pa m jieun..dikiiiit aja….
    ntar klo dah jatuh cinta jieun baru tau rasa deh dia,, sekarang muja muja yejin n nyuekin jieun tp nanti ja ngemis2 deh ma jieun…..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s