Trapped in Love with Game 7

[PART 7] Trapped in Love with Game

 

Author                  : arsvio

Main cast             : Lee AdeLynn, Cho Kyuhyun

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : Sequel

Rating                   : PG-13

Support cast       : member Super Junior

Lynn hanya duduk menopang dagunya sembari memerhatikan seorang pria yang sibuk lalu lalang di dapur minimalisnya. Mata birunya terus mengikuti gerak sang pria, takut kalau saja sang pria melakukan kesalahan dan malah membuat kacau semuanya. Beberapa kali menawarkan bantuan, tetapi pria itu bersikukuh untuk melakukannya sendiri.

“Hastyy…” Lynn mengulurkan tangannya untuk menjangkau tissue. Ini sudah bersin ke puluhan kalinya semenjak 15 menit dia duduk di ruang makannya.

“Yeah, ayo kita sarapan,” pekik lelaki yang semenjak tadi menjadi pusat perhatian Lynn. Lelaki tersebut menyuguhkan mangkuk berisi bubur serta secangkir lemon hangat ke hadapan Lynn. “Take off your masker and let’s have a breakfast,”.

Lynn memandang bubur di hadapnya, andai saja hidungnya tidak tersumbat pasti dia bisa mencium aroma harum bubur tersebut. “Apa Sungmin Oppa yang membuat ini?” tanya Lynn yang dijawab dengan sebuah anggukan dan gumaman dari sang lelaki. “Oh, baguslah, berarti aku tidak perlu meragukan rasanya,”.

“Maksudmu, jika aku yang memasak ini, maka-,”.

“Maka 99% aku akan meragukan kualitas layak makannya,” potong dan lanjut Lynn.

“HYAA…” teriak nyaring lelaki tersebut. “Kita bahkan baru berdamai kemarin malam, tapi pagi ini kau sudah mengajak ramai,” sungut sang lelaki yang sudah dapat ditebak siapa. Sebuah senyum tertahan terbentuk di wajah Lynn.

Kyuhyun menarik kursi tepat di depan Lynn, dia duduk dan meraih sendoknya. “Lusa aku harus ke Malaysia untuk show MOA. Pertengahan bulan ini, aku juga harus ke Osaka untuk SS4,” Kyuhyun menyuapkan bubur ke mulutnya. Menunggu respon dari gadis di depannya.

“So,”.

“Aku akan sibuk untuk latihan-latihan demi persiapan ke dua konser tersebut,”.

“Hmm,”.

“Pementasan ‘The Three musketeers’ juga menyita banyak waktuku,”

“Then,”.

Helaan lembut keluar dari mulut Kyuhyun. Menyadari bahwa gadisnya tidak terlalu menganggap topik pembicaraan mereka sebagai sesuatu yang serius. “Dan aku pasti akan sangat merindukan momen sarapan ini,”.

Lynn menegakkan kepalanya dan menatap Kyuhyun lurus. Tersenyum saat didapatinya raut wajah Kyuhyun yang terlihat sedikit resah. Dan Lynn tahu jelas penyebabnya. “Aku masih bisa mengunjungimu seusai latihan atau pementasan, kan?”.

Kyuhyun meletakkan sendoknya tiba-tiba. “Benarkah? Kau akan melakukannya?”. Matanya berbinar memandang Lynn. “Promise me?”.

“Yeah, promise,”.

_@Arsvio_

Seorang manager muda meraih ponselnya dengan sedikit enggan saat terdengar sebuah pesan masuk. Namun, matanya membesar ketika membaca pesan tersebut. Dengan segera, dia menyalakan koneksi internetnya.

Seung Hyun membaca ulang beberapa artikel yang tersebar di beberapa blog. Bibirnya bergerak-gerak untuk membaca tulisan-tulisan tersebut dengan lirih dan cepat. Digebrak meja kerjanya dengan satu hentakan. “Damn it,”.

Telephon di sisinya berdering menandakan sebuah panggilan dari sekretarisnya. Seung Hyun memijit keningnya sebentar untuk mengurangi ketegangan kemudian mengangkat panggilan tersebut.

“Sanjangnim, Anda memperoleh telephon dari SM Ent. Bisa saya sambungkan?”.

“Ya, sambungkan aku,”.

_@Arsvio_

“Kenapa melakukan ini, Jungie?”. Joon menemui Eun Jung di sebuah cafe.

Eun Jung memamerkan seringaiannya. “Kau tak akan bisa memahaminya Joon-ssi. Lagipula, aku masih dalam tahap pemeriksaan, belum dijadikan tersangka bukan?”.

“Sudahlah, aku tahu kekhawatiranmu. Sudah hampir lima hari kasus ini bergulir, dan selama itu kau bolak-balik kepolisian untuk pemeriksaan. Apa yang sebenarnya terjadi?”.

“Kenapa kau ingin tahu Joon-ssi? Apakah ini sebuah rasa simpati? Atau karena menyangkut gadis itu,”.

“Gadis itu punya nama Jungie. Apa selama dua tahun menjadi rekan, aku tidak boleh mengetahui keadaanmu?”.

“Bukankah kau masih bisa mengirimkan pesan atau telephon? Bertemu seperti ini, bagiku terlalu berlebihan. Jadi benar karena gadis itu?”

“Lynn tak ada sangkut pautnya dengan pertemuan ini. Apakah kau baik-baik saja?”.

Eun Jung memalingkan wajahnya ke arah lain. Pertanyaan Joon seakan menunjukkan sebuah perhatian. Dan ini membuatnya semakin sulit. Ketika Eun Jung mencoba menyerah, sebuah harapan kecil malah terpapar.

“Aku tidak bisa berkata bahwa aku baik-baik saja. Tapi, apa dengan ini bisa merubah semua?”.

Joon memandang Eun Jung dengan intens. Menyadari bahwa gadis di depannya memiliki lingkar mata hitam dan kantung mata yang disamarkan oleh make up. Merasa sedikit khawatir dengan kondisi tersebut.

“Jungie, aku yakin semua masalah memiliki lebih dari satu penyelesaian. Semua bergantung pada dirimu. Bagaimana caramu untuk memilih penyelesaian tersebut,”.

“Aku bahkan tak mempunyai pilihan, Joon-ssi,”.

“Temui Lynn. Minta dia mencabut tuntutan atas dirimu,”.

“Itu tidak mungkin, Joon-ssi. Sama artinya menghancurkan harga diriku,” Eun Jung menatap cangkir kopinya. Jemari tangannya mengeratkan genggaman pada pegangan cangkir tersebut.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian berdua? Aku pikir hubungan kalian baik-baik saja,”.

“Semua baik-baik saja jika dia tidak melakukan kesalahan itu,” Eun Jung meninggikan volume suaranya.

“Kesalahan?”.

“Tertangkap basah dengan ambassador ‘Crush The Enemy’,”.

“Apa maksudmu? Kau ingin mengatakan kalau kau cemburu dengan hubungan Lynn? Kau menyukai superstar itu?”.

Eun Jung mengangkat pandangannya sehingga bertemu dengan Joon. Bahkan sampai saat ini, perasaannya masih belum diketahui oleh lelaki tersebut. Lalu dengan cara bagaimana dia menampakkannya?.

“Bahkan kau tak mengerti sedikit pun. Tetaplah berpikir seperti itu, mungkin itu bisa menjadi jawaban atas pertanyaanmu, Joon-ssi,”. Eun Jung segera berdiri dari duduknya. Tetapi dengan cepat Joon meraih tangannya.

“Aku benar-benar tidak mengerti. Kau tahu sendiri bahwa aku benci dengan ketidakjelasan,”.

“Kau ingin kejelasan seperti apa lagi Joon-ssi,” Eun Jung berusaha melepaskan cengkeraman Joon namun tidak berhasil. “Lepaskan Joon-ssi,”.

“Tidak sebelum semua jelas,”.

Eun Jung memejamkan matanya sejenak, sekedar mengurangi emosinya. “Semua karena aku jatuh cinta pada orang yang salah. Dia tidak pernah melihatku. Lelaki itu bahkan menyukai gadis lain, membuatku semakin terluka. Dan kau tahu, lelaki itu adalah kau, Lee Joon-ssi,”.

Perlahan cengkeraman Joon mengendur. Dia terlalu terkejut dengan pengakuan tersebut. Wajahnya menunjukkan raut kebimbangan. Tanpa disia-siakan, Eun Jung menarik tangannya dan segera berlari untuk menyembunyikan rasa sesaknya.

_@Arsvio_

Menggema suara riang di ruang tamu Lynn. Sebuah kehangatan yang sangat jarang dijumpai di apartemen gadis tersebut. Perlahan, kenangan-kenangan tercetak di sana, terukir dalam setiap tawa dan senyum mereka.

“Kau harusnya menambahkan pita pink di rambutmu, Captain,” Lynn menunjuk rambut bagian depannya sendiri. “Bukankah itu akan terlihat manis?” Lynn kembali terkekeh hanya dengan membayangkan.

“Itu akan terlihat semakin aneh,” Kyuhyun menimpali. “Kau lihat saja baju yang kami pakai saat menyanyikan do-re-mi. Itu sudah cukup lucu, jadi tidak perlu menambah pita lagi,” Kyuhyun memutar tubuhnya hingga menghadap Lynn.

“Tapi itu terlihat manis, Donghae Oppa melakukannya,” Lynn tetap bersikukuh pada pendapatnya setelah tadi menonton rekaman SS4 dari Kyuhyun. Tangannya terangkat untuk membesut setitik air mata di sudut matanya karena terlalu banyak tertawa.

“Dan Donghae Hyung terlihat sangat akward dengan tambahan pita dan kacamata itu,”.

“Tidak. Sungmin oppa, Leetuk-ssi, juga melakukannya dan mereka sangat manis,” Lynn masih terus ngotot.

“Aku tidak akan melakukannya,”.

“Ayolah, bagaimana kalau pita biru safir?”.

“Tidak,”

“Pita hijau,”

“Tidak,”

“Ungu, putih, orange,”

“Ti-dak,”.

Lynn sedikit mencebikkan bibirnya meski Kyuhyun tak bisa melihatnya karena tertutup masker. Bahkan sekarang dia merasa nyaman untuk bermanja dengan lelaki di hadapnya tersebut. Semua ego, defensive diri, dan sefl esteem-nya lenyap terganti dengan sifat ceria dan manja yang manis.

Kyuhyun menarik tangan kiri Lynn ke arahnya untuk memperkecil jarak. “Kalau kau datang ke SS4, aku akan memakainya. Bagaimana?”. Disibakkan poni milik Lynn untuk mengagumi kening gadis Korea-German tersebut. Lynn duduk tepat di samping Kyuhyun dengan posisi menghadapnya.

“Kau mulai menawar lagi?”.

“Begitulah. Kau tahu, bahkan Kang Sora-ssi datang untuk menonton Leetuk Hyung. Membawakan dia banner, bekal makan, dan sebuah standee. Bahkan dia belajar dance Suju,” Kyuhyun mengangkat bahunya.

“Itu karena mereka terlibat dalam satu program acara. Jadi mau tak mau dia harus datang,” sanggah Lynn.

“Tapi itu sangat manis,” tiru Kyuhyun pada perkataan Lynn tadi. Kyuhyun memainkan jemari Lynn, dia tidak sedang mengerjai gadis itu saat mengungkapkan keinginannya.

“Sorry,” ucap Lynn tiba-tiba. Rasa bersalah menghinggapi hatinya. Dia tidak bisa menyempatkan diri datang ke SS4, dia terlambat saat menonton ‘The Three Musketeers’, dia juga tidak pernah mengunjungi Kyuhyun saat latihan. Tapi itu terjadi saat belum menyadari betapa berharganya waktu bersama lelaki tersebut.

“Ani, kau tidak perlu minta maaf,”. Kyuhyun kembali menarik Lynn sehingga gadis tersebut berada dalam dekapannya. “Seperti ini saja, menghabiskan waktu bersamamu. Sudah membuatku bahagia,”.

Lynn berusaha mendorong Kyuhyun, bukan karna dia menolak pelukan tersebut. “Mr. Cho, kau bisa tertular flu jika memelukku seperti ini,”. Sebelum sempat Kyuhyun menyanggah, Lynn kembali berkata. “Kau masih punya dua show. Jangan abaikan kesehatanmu,”.

Kyuhyun tersenyum dan melepas pelukannya. “Jadi sekarang kau mengkhawatirkanku?” dia mendorongkan telunjuknya di dahi Lynn. “Ah ani, kau bahkan sudah mengkhawatirkanku sejak dulu,” Kyuhyun melempar senyum jahilnya.

Lynn memutar bola matanya untuk menanggapi ucapan Kyuhyun. Dan memang benar adanya seperti itu, bahkan dari awal. “Terserah kau saja, Mr. Cho,”.

“Hey, bisakah aku meminta sesuatu sebagai ganti?”

Lynn menatap Kyuhyun penuh selidik. Jarang-jarang lelaki itu meminta sesuatu yang waras. “Apa? Asal kau tidak meminta yang aneh-aneh,”.

“Hey, permintaanku masih dalam taraf kemanusiaan,” ucapan yang disambut tatapan aneh Lynn. “Lynn, bisakah kau memanggilku oppa? Bukankah kau memanggil Donghae Hyung dengan sebutan oppa. Tapi kenapa tidak denganku?”

“Umm…” Lynn berpura-pura berpikir keras, seakan itu adalah permintaan sulit. “Kyuhyun Oppa?” lafalnya.

Kyuhyun mengangguk-angguk antusias. Ini pertama kalinya Lynn menyebutnya ‘oppa’. Dan sungguh, baginya ada kehangatan tersendiri yang menyebar di dalam dadanya. Bukan berlebihan seperti yang kalian pikir, karena memang bersama Lynn dan membagi kebahagiaan adalah sebuah mimpi baginya.

“Itu sedikit err aneh, Mr. Cho,”.

Setelah dilambungkan, detik itu juga dijatuhkan. “Hyaa…”. Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di depan dada, mengerutkan bibirnya, dan sedikit menggembungkan pipi. Melakukan aksinya untuk meluluhkan Lynn.

Terdengar tawa Lynn. “Kau terlihat imut dengan ekspresi seperti itu, Captain Cho,”. Tangan Lynn terulur dan mencubit pelan pipi Kyuhyun. “So cute,” girang Lynn.

“Yak…yak…aku tidak imut. Aku tampan,” ucap Kyuhyun yang disambut tawa Lynn kembali. “Hya, berhenti tertawa,”. Tangan Kyuhyun terangkat dan mulai menggelitik pinggang Lynn.

“Hentikan, Mr. Cho. Geli,” Lynn terus saja tertawa, menggeliat, dan mencoba menghentikan tangan Kyuhyun yang terus menggelitiknya.

“Katakan dulu ‘Kyuhyun Oppa’,”.

“Baiklah-baiklah, Kyu Oppa,” ucapnya lirih karena tidak tahan digelitiki. Lynn menarik tangan Kyuhyun dari pinggangnya dan menggenggamnya. “There is something that I’ve to tell,” serius Lynn.

Kyuhyun memerhatikan jemarinya. Mengagumi bagaimana kedua tangan lentik Lynn menggenggamnya. Kemudian membalas genggaman Lynn. Dia memiringkan kepala saat dirasa topik yang dibicarakan Lynn merupakan sesuatu yang penting.

“Tentang peneror itu. Aku menuntutnya,” awal cerita Lynn. Dan kemudian, gadis tersebut menceritakan detailnya. Membagi beban dengan kekasih hatinya. Sesuatu yang belum pernah dilakukan sepanjang umurnya, dan ternyata hal ini cukup meringankannya.

_@Arsvio_

Leetuk membanting beberapa lembar kertas berisi artikel-artikel mengenai salah satu membernya. “Bagaimana ini bisa terjadi? Kau menyembunyikan sesuatu Donghae-ya?”.

Secara kilas, Donghae membaca artikel berita yang dibawa hyungnya. Tertera dengan jelas judulnya ‘Persekongkolan SM Ent dengan Game House’. “Maaf, Hyung,”. Hanya itu kata yang bisa diucapkan atas rasa bersalahnya.

“Sungmin juga mengetahuinya?” tanya Leetuk lagi dan ditanggapi dengan anggukan Donghae.

“Haish,” Leetuk berkacak pinggang dan berjalan mondar-mandir. “Aku heran mengapa SM Ent masih saja menggunakan trik klise ini,”.

“Bukan seperti itu juga, Hyung,”.

“Maksudmu? Tidakkah kau berpikir bagaimana perasaan Kyuhyun atau Lynn?”.

“Hubungan Kyuhyun dan Lynn adalah nyata. Memang awalnya itu adalah strategi, namun bocah itu sudah menegaskan hubungannya dengan Lynn sejak awal,”.

“Maksudmu, perusahan menganggap hubungan mereka palsu, namun di lain pihak bagi mereka itu adalah nyata?”.

Sekali lagi Donghae menganggukan kepalanya. “Jangan terlalu khawatir Hyung. Kalaupun ini gossip, Kyuhyun dapat mengklarifikasinya. Bukankah mereka memang menjalin hubungan, jadi tidak masalah bukan?”.

“Semoga berita ini cepat berlalu. Aku harap itu hanya tingkah usil anti-fans,” Leetuk menghempaskan tubuhnya di sofa. “Tingkah magnae itu akhir-akhir ini sepertinya menambah keriput di wajahku, membuatku cepat tua saja,” ucap Leetuk yang disambut ledakan tawa dari Donghae.

_@Arsvio_

Tapi, sepertinya harapan Leetuk tidak terwujud…

“Apa maksudmu, agashi?” Seung Hyun memberikan tatapan tajam pada pria jangkung di hadapnya.

“Website official kami di hack, Sanjangnim. Hacker memasukkan artikel berita tersebut di web kami. Parahnya lagi, bahkan kami sebagai admin tidak bisa memasuki web tersebut untuk sementara waktu,” jelas pria yang merupakan staf SM Ent.

“Apakah sudah meminta bantuan ahli?” tanya Seung Hyun.

“Sudah kami lakukan. Saat ini kami sedang berusaha memblokir beberapa blog yang mengupload berita tersebut, namun tetap saja kami tidak bisa menghalangi penyebarluasannya,”.

Seung Hyun menyeringai tipis. “Sungguh pintar trik yang digunakannya dengan membajak web official. Karena bersumber dari website official SM Ent, menjadikan berita tersebut bukan sekedar gossip isapan jempol,”.

“Lalu bagaimana langkah selanjutnya, Seung Hyun-ssi?” ucap Lee So Man penuh wibawa. Pria paruh baya ini terus menyimak penjelasan dari staffnya dan Seung Hyun.

“Lalukan pemblokiran secepatnya untuk meminimalkan penyeberluasan berita tersebut. Lalu klarifikasi berita miring ini di hadapan media,”.

“Opsi terakhir tidak bisa kita lakukan, Seung Hyun-ssi. Besok Super Junior harus terbang ke Malaysia. Artinya Cho Kyuhyun tidak bisa mengadakan konferensi pers. Lagipula, jika kita mengadakan konferensi pers lagi bukankah itu akan menjadi cibiran publik?” jelas Lee So Man.

Seung Hyun mengelus dagunya dan mempertimbangkan ucapan Lee So Man. “Segera lacak server hacker tersebut. Aku akan mengirim staffku untuk membantu mengerjakannya,”. Manager muda tersebut berdiri dari duduknya dan memberi hormat untuk berpamitan.

_@Arsvio_

Kyuhyun yang berada tepat di belakang Donghae memiringkan badannya untuk memerhatikan tatapan hyungnya tersebut. Matanya mengikuti arah pandang Donghae. Dia mendecak kemudian menggeser tubuhnya untuk berdiri di samping Donghae.

“Hya, jangan tatap gadisku seperti itu, Hyung,” Kyuhyun menyenggol lengan Donghae untuk membuyarkan lamunannya.

Donghae sedikit terlonjak dengan sikap Kyuhyun. “Ck, kau ini,” sikunya menyodok dada Kyuhyun pelan. “Kau benar-benar mengganggu, lagipula yang menjadi gadismu itu adikku,”.

“Hey, tetap saja seharusnya aku yang marah karena kau terus saja menatapi gadisku,”.

“Ish, bocah setan kau tak mengerti betapa berartinya momen itu,” tunjuk Donghae pada ketiga orang yang sibuk di dapur dorm suju. Terlihat Sungmin, Ryeowook, dan Lynn yang tengah asyik menyiapkan makan malam. “Ini pertama kalinya aku melihat Lynn nyaman berdekatan dengan orang asing,”. Donghae menghela nafas pelan seakan melepaskan suatu beban. “Gomawo Kyu-nie, mungkin karenamu dia belajar untuk diterima dan menerima,”.

Kyuhyun ikut melihat dan mengangguk-anggukkan kepala. “Humm, dan senyumnya selalu menawan,” Kyuhyun memamerkan senyum evilnya.

Donghae menatap dongsaengnya tersebut dengan sengit. Diraihnya kepala Kyuhyun dan dibenturkan dengan dahinya sendiri. Dia segera berlalu karna Kyuhyun tidak bisa diajak berbicara sedikit serius.

“AUWW…Hyuuung,”.

_@Arsvio_

“Thanks a buch for today, Lynn. For helping me pack and for cooking the dinner,” Kyuhyun menyesap cappuccino miliknya. Menikmati pemandangan kota Seoul di malam hari dari balkon apartemennya terasa sedikit berbeda dengan kehadiran Lynn disampingnya.

Lynn menolehkan kepalanya pada Kyuhyun dan mengulas senyum, “Kyu-“.

“Oppa,” sambung Kyuhyun cepat.

Lynn terkekeh geli. “Baiklah, Kyu Oppa. Maukah kau bernyanyi untukku? Setidaknya aku pernah melihat live performmu,”.

Kyuhyun memutar bola matanya untuk berpikir lagu apa yang ingin dinyanyikan. “Tentu saja,” digeser kursinya ke belakang kemudian berdiri. Dia memutar langkahnya untuk menghampiri Lynn, kemudian mengulurkan tangannya.

Lynn menatap heran uluran tangan Kyuhyun, tidak mengerti dengan maksud lelaki tersebut. Dengan ragu, Lynn menyambut uluran tangan Kyuhyun.

Kyuhyun menggenggam jemari Lynn dan membantunya berdiri. Dia membimbing tangan Lynn untuk melingkar di lehernya, lalu beralih memeluk pinggang Lynn. Memperkecil jarak diantara mereka.

“She maybe the face I can’t forget

The trace of pleasure or regret

Maybe the treasure or the price I have to pay

She maybe the song that summer sings

Maybe the chill that autumn brings

Maybe a hundred different things

Within the measure of the day

She maybe the beauty or the beast

Maybe the famine or the feast

May turn each day into a heaven or a hell…” (She)

 

Kyuhyun mulai menyenandungkan ‘She’ sambil menggerak-gerakkan badan mereka pelan mengikuti irama lagu. Dia menikmati setiap inchi paras ayu yang selama ini mengganggunya. Tersenyum, saat mata indah milik Lynn beradu pandang dengannya. Menatap langsung pada dua bola mata tersebut  dan mengagumi warna irisnya. Menyelami damainya laut yang terpancar dari tatapan sayu Lynn. Kehangatan segera menyebar dari jantung ke system sarafnya.

Lynn hanya mampu terpukau dengan kelakuan Kyuhyun. Desiran halus di jantungnya berubah menjadi debaran-debaran saat ditatapnya wajah sang pemilik hatinya. Pandangannya terus menelisik dengan tak bosan pada wajah tersebut. Mengagumi setiap lekukan yang terpahat pada paras tampan Kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan gerakannya saat menyelesaikan nyanyiannya. “Does this mini concert satisfy?” tanya Kyuhyun yang dibalas senyum dan anggukan dari Lynn. Kyuhyun menarik tangan kanan Lyn yang melingkar di lehernya dan menaruhnya di depan dadanya. “Can you fell it Lynn, my heartbeat?”.

Lyn memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah wajahnya. Hanya sebentar, kemudian dia memalingkan kembali ke arah Kyuhyun. Tidak ingin kehilangan menit untuk mengagumi sosok di depannya.

“May I hear it closer?” pertanyaan yang sedikit risih diucapkannya. Tapi, dia membuang egonya agar bisa mendengar irama detak jantung milik Kyuhyun yang berfrekuensi sama dengan jantungnya. Menimbulkan resonansi sehingga detak mereka beriringan.

Lyn merapatkan telinganya pada dada Kyuhyun setelah mendapat anggukan dari Kyuhyun. Mendengar detak penyangga hidup dari lelaki yang dikasihinya, menghirup aroma khas yang disukainya dan melarutkan segala kasihnya.

Kyuhyun dengan senang hati menempelkan pipinya pada kening Lynn, yang memang memiliki tinggi badan lebih pendek darinya. Menyesap wangi gadis tersebut dan merasakan lembut kulitnya yang semakin membuat dia mengeratkan pelukannya.

“I’ll miss you a lot, Adelynn,”.

_@Arsvio_

Beberapa wartawan berkumpul di depan pintu masuk Game House. Tentu saja, mereka ingin mengklarifikasi berita ‘hubungan palsu’ antara brand ambassador Game House dan seorang creator gamenya. Mereka menelisik setiap karyawan yang keluar masuk gedung tersebut, takut kalau-kalau melewatkan seorang sumber berita yang mereka buru.

“Adelynn-ssi,” teriak salah satu reporter yang berlari menghampiri Lynn. Rekan semua reporternya langsung tanggap dan ikut menghampiri Lynn. Mereka mengerubungi Lynn dan tidak memberikan celah pada gadis itu untuk menghindar.

“Adelynn-ssi, benarkah pemberitaan hubunganmu dengan Cho Kyuhyun?”.

“Benarkah bahwa agashi menggunakan hubungan itu untuk mendongkrak penjualan,”.

“Bukankah itu artinya agashi memperalat Cho Kyuhyun? Lalu bagaimana agashi menjelaskannya?”.

“Bisakah agashi memberikan keterangan tentang kebenaran pemberitaan SM Ent?”.

Para wartawan terus memberondonginya dengan pertanyaan-pertanyaan. Sungguh merupakan kejutan bagi Lynn di pagi tadi saat manager pemasaran Game House menelphonnya untuk memberi kabar buruk. Sekarang Lynn tak tahu bagaimana mengatasi para pencari berita yang haus tentang kehidupan pribadinya.

“Maaf, tidak sekarang,”. “Bisakah memberi jalan,”. “Saya tidak bisa mengklarifikasinya sekarang,”. Dengan karisma angkuhnya, Lynn terus melontarkan penolakan namun tidak digubris oleh para wartawan. Jumlah mereka terlalu banyak, sehingga Lynn tak mampu mengatasinya.

“Sedikit saja Adelynn-ssi,”. Berulang kata seperti itu.

Kedua tangan Lynn terangkat ke depan wajahnya sebagai sikap bertahan. Dia tidak tahan dengan desakan dan kilatan blitz. Kepalanya sudah berdenyut menghadapi ulah para wartawan. Beruntungnya, itu tak berlangsung lama. Lynn merasakan tangan kokoh seseorang merangkulnya dan membimbingnya keluar dari kerumunan.

_@Arsvio_

“Minumlah,” Seung Hyun menyodorkan segelas cokelat hangat pada Lynn. “Ini,” lelaki itu kembali menyodorkan band aid pada Lynn.

“Thanks a lot, Mr. Choi,” Lynn menerimanya. Dia meringis saat menyentuh lukanya. Hanya luka kecil akibat tergores sesuatu, saat tadi dia menembus kerumunan wartawan dibantu oleh Seung Hyun.

“Need a help, Miss. Lee?” tawar Seung Hyun saat melihat Lynn kerepotan menempelkan band aid di lengan kanannya.

“Ah, tidak perlu,” tolak Lynn, seperti biasa. “Dapatkah Anda menjelaskan kejadiannya, Mr. Choi?” Lynn kembali fokus terhadap masalahnya. Dia tidak ingin membuang waktu untuk sekedar berbasa-basi meratapi kesialannya pagi ini.

Seung Hyun berdeham kecil, sejenak mengagumi ketegaran Lynn. Bahkan Seung Hyun tahu, gadis di depannya masih shock dengan kejadian di depan gedung Game House tadi, namun sepertinya sang gadis mampu mengontrol emosinya. Kemudian, Seung Hyun menceritakan duduk permasalahan yang sedang mereka hadapi.

“SM Ent belum bisa angkat bicara Miss Lee. Keadaan memang tidak memungkinkan mereka buka mulut. Aku sudah berusaha memblokir pemberitaan tersebut. Namamu dan perusahaan dipertaruhkan, Miss Lee. Namun masalahnya tidak hanya sesederhana itu,”.

Lynn memfokuskan dirinya pada penjelasan Seung Hyun. Agaknya masalah kali ini juga akan memukulnya kembali. “Lalu?”.

“Baru dua hari berita itu beredar, penjualan game kita mengalami penurunan, cukup drastic. Aku harus memusatkan perhatian pada angka penjualan yang kian menukik turun. Aku tahu ini tidak adil, namun inilah solusi yang harus ku ambil,”.

Lynn tersenyum kecut, mulai bisa membaca situasi. Gadis ini menata hati untuk menghadapi kemungkinan terburuk. “Apa keputusan Anda, Sanjangnim?”.

Seung Hyun menghela nafas pelan, merasa berat untuk mengucapkannya. Raut wajahnya mengeras mengingat kepahitan yang akan diucapkan pada gadis di hadapnya tersebut. “Aku meminta bagian kepegawaian agar memberhentikan agashi untuk sementara waktu,”. Dia menyorongkan amplop putih sebagai surat pemberhentian sementara atas nama Lee Adelynn.

Seringaian sengit terukir di bibir Lynn saat menatap surat tersebut. Dia sudah menduga ini sebelumnya. Jadi, setelah kerja kerasnya selama ini untuk menciptakan game, kemudian merelakan dirinya untuk mengikuti strategi perusahaan, inilah sekarang yang di dapatnya.

“Maafkan aku Miss Lee. Untuk saat ini, hanya ini yang bisa aku lakukan sampai namamu bersih. Inilah caraku untuk melindungimu dan perusahaan,” Seung Hyun berdiri dari duduknya dan membungkukkan badannya sedikit pada Lynn. Suatu tindakan untuk menghormati kerja keras Lynn dan meminta maaf atas keputusan yang diambilnya.

Lynn mendorong kursinya ke belakang dan berdiri. Diulurkan tangannya untuk menjabat Seung Hyun. “I don’t have any idea to say something to you, Sanjangnim,”.

Seung Hyun menjabat tangan gadis blasteran Korea-German tersebut. “Aku berjanji untuk menuntaskan masalah ini Miss Lee. Kau salah satu programmer handal Game House, kami akan sangat kehilanganmu,” ucap datar Seung Hyun.

_@Arsvio_

“Project kita diterima oleh Microsost pusat. Mereka menyatakan bahwa aplikasi tersebut akan dikembangkan sebagai fitur untuk Windows generasi baru. Gamsahammida, kalian telah bekerja keras,” Joon sedikit menundukkan kepala sebagai manner. Dan tepuk tangan menggema di ruang meeting tersebut.

“Gomawo, Lynn. Berkat idemu, kita mendapat apresiasi dari pusat,” Joon menepuk pundak Lynn pelan. Ruang rapat telah kosong dan hanya tinggal segelintir orang saja. “Maaf tentang perkataanku malam itu,”.

Lynn mengangkat alisnya. “It doesn’t matter, Sanjangnim,”. Dia mempercepat dalam membereskan stuffnya, bersegera berdiri untuk mencoba menghindar. Walaupun kenyataannya dia berkata baik, tapi Lynn tidak bisa untuk tidak bersikap hati-hati pada Joon.

“Try to avoid me, don’t you?” tebak Joon tepat sasaran. Joon melangkah mendekati Lynn yang terhenti. “Please, lets have a talk,”.

_@Arsvio_

Lynn memandang kosong spaghetti miliknya. Dia memainkan gulungan-gulungan spaghetti tersebut dengan garpu dan sendoknya, tanpa berminat untuk melahapnya. Perutnya terasa kenyang meski belum ada makanan yang masuk dari pagi ini.

“Kau kecewa padaku, Lynn?” Joon memerhatikan tingkah Lynn. Dia meletakkan sumpitnya dan mengelap ujung bibirnya dengan tissue. “Aku sungguh minta maaf jika perkataanku membebanimu,”.

“Tidak, bukan itu Sanjangnim,” Lynn turut meletakkan sendok garpunya. Jemarinya menyisir pelan poni menyampingnya. “Aku hanya tidak nyaman jika masalah pribadiku dikorek-korek,”.

Joon menyandarkan punggungnya ke belakang. “Tapi, aku membaca artikel berita akhir-akhir ini tentang kehidupan pribadimu yang tersebar di internet. Apa kau baik-baik saja Lynn?”.

Sebuah pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Tentu saja tidak, namun Lynn bukan orang yang akan mengumbar sisi emosionalnya pada orang lain. Hanya senyum tipis yang diberikannya sebagai jawaban pertanyaan Joon.

“Ah, aku turut prihatin dengan pemberitaan itu,” ungkap Joon. “Jika butuh bantuan, kau bisa datang padaku, anytime Lynn,”.

_@Arsvio_

“Hyung, kau mengetahui tentang pemberitaan ini?” Kyuhyun menunjuk lcd androidnya pada Donghae. “Apa yang sebenarnya terjadi? Leetuk Hyung mengetahuinya?” tanyanya beruntut dengan cepat.

Donghae merebut android Kyuhyun dan membaca artikel beritanya. “Kenapa jadi berkembang seperti ini. Bagaimana bisa mereka memberhentikan Lynn? Damn it,” marah Donghae. Dia langsung menyambar ponselnya untuk menghubungi adiknya.

Kyuhyun menggertakkan giginya saat mendengar penjelasan leadernya. “Jadi SM Ent juga tidak bertindak apa-apa kali ini? Memilih diam kembali?” Kyuhyun meninggikan volume suaranya. Emosinya meradang.

“Belum ada kejelasan sampai kita kembali ke Korea nanti, Kyu-nie,” ujar Leetuk. “Jaga dulu kondisi serta emosimu. Aku tahu ini berat untuk kalian,”. Leetuk mendekati Kyuhyun yang duduk di sofa dengan pandangan lurus menghujam ruang hampa di hadapnya. “Besok kita sudah kembali ke Korea, bersabarlah. Pasti ada jalan untuk menyelesaikannya. Kau hubungi Lynn dahulu,”.

_@Arsvio_

Setibanya di Korea, Kyuhyun bersegera menghadap managemennya. Namun sayang, setelah melewati perdebatan, dia tetap mendapati bahwa SM Ent tetap akan diam menghadapi pemberitaan tersebut.

Kyuhyun meraih ponselnya yang semenjak tadi berdering tanda panggilan masuk. Keningnya berkerut saat mendapati nomor yang tak dikenalnya. Tapi, dia tetap mengangkatnya.

“Yobeoseyo,”

“Bagaimana Cho Kyuhyun? Apakah permainan ini menyenangkan?”

“Siapa ini? dan apa maksudmu?”

“Oh, jangan bersikap naïf Kyuhyun-nie. Kau ingin aku berbuat apa lagi?”

Kyuhyun mengerutkan alisnya dan berpikir sejenak. “Kau pembuat ini semua?”.

“Hahaha…tentu saja Kyuhyun-nie. Kau pikir untuk apa aku repot-repot menelphomu,”

“Apa maumu?” tanya Kyuhyun langsung.

Jeda sebentar sebelum sang penelpon asing menjawab. Terdengar helaan nafas dari ujung sambungan. “Lepaskan Lee Adelynn,”.

Kening Kyuhyun semakin berkerut setelah mendengarnya. Sungguh aneh permintaan orang asing tersebut. Bukannya meminta materi, orang itu malah ingin hubungannya dengan Lynn berakhir. “Heh, kau pikir aku akan termakan gertakanmu?”.

“Lalu kau pikir aku hanya menggertak?”.

“Aku tidak akan melakukan hal bodoh itu,” tegas Kyuhyun. Mana mungkin dia melepas Lynn setelah perjuangannya untuk menjadikan gadis itu di sisinya terwujud.

“Itu keputusanmu Kyuhyun-nie. Kita lihat saja besok, berita apa yang akan menjadi headline,”.

Kyuhyun menyeringai tipis. “Aku tidak akan termakan bualanmu,”.

“Maka gadis itu yang akan menanggung sikap keras kepalamu,” ucap sang penelpon dengan sedikit geram.

Sambungan terputus setelah itu. Kyuhyun mengumpat dan meninju udara untuk melampiaskan amarahnya. “What the hell,”.

_@Arsvio_

Lagi-lagi, Lynn menghentakkan kakinya agar ayunannya melambung. Sudah hampir tengah malam, namun gadis ini masih enggan untuk beranjak dari duduknya. Dia memikirkan kembali semua. Baru saja sebuah kebahagiaan diperolehnya, tapi kini semua terancam terenggut.

Kehilangan pekerjaannya di Game House bukan masalah besar. Sakit karna terhianati oleh perusahaan bukan suatu hal utama baginya. Ada ketakutan lain yang menggerayang di pikirannya. Bagaimana jika dia kehilangan lelaki itu. Apakah hidupnya akan kembali seperti semula?.

Lynn menggeleng-gelengkan kepalanya. Ada rasa rindu yang bergumul di dadanya. Meski dia tahu Kyuhyun telah kembali dari Malaysia, tapi ada rasa takut untuk bertemu. Takut jika pertemuan itu akan menyakitinya atau lebih parahnya menyakiti Kyuhyun.

“Ini sudah sangat malam untuk seoarang gadis berada di luar rumah,” sapa orang tiba-tiba.

Lamunan Lynn buyar seketika sebab sapaan itu. Lynn menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. “Apa yang kau lakukan di sini, Joon-ssi?”.

“Pertanyaan yang sama untukmu Lynn, apa yang kau lakukan di sini sendiri?”.

Joon mengambil ayunan sebelah Lynn. “Boleh aku menemanimu di sini?”.

Lynn hanya tersenyum tipis, tidak mengiyakan juga menidakkan. Dia hanya diam sembari menghentakkan kakinya kembali untuk mengayun. Mendongak menatap kelam langit yang memamerkan keangkuhannya.

_@Arsvio_

Esok harinya…

“Kau baik-baik saja Lynn?” Joon menunduk dan mengguncang pundak Lynn yang sedang duduk untuk memastikan keadaan gadis tersebut. Nampak kecemasan di raut wajah tampan Joon.

“Terima kasih atas pertolonganmu, Joon-ssi. Aku baik-baik saja,” Lynn menepis dengan halus tangan Joon. Dia masih berusaha menenangkan diri dari keterkejutannya. Lagi-lagi para pencari berita memburunya.

“Kau pikir aku percaya kalau kau baik-baik saja, Lynn?” Joon menegakkan berdirinya. “Walaupun kau tak bercerita, aku tahu ulah fans Cho Kyuhyun terhadapmu. Mereka dengan terang-terangan menghakimimu bersalah, padahal berita itu masih simpang siur,”.

“Sungguh aku masih baik-baik saja,” Lynn mengalihkan pandangannya ke arah jendela kaca. Dimana dia bisa melihat para reporter masih berkumpul di bawah sana, menunggu mangsanya. Ada kekhawatiran lain di hati Lynn. Oleh karena itu, dia harus bertahan demi seseorang.

“Kau keras kepala Lynn,” Joon mendengus. Dengan tiba-tiba Joon meraih tangan Lynn dan mengangkatnya ke udara. Tindakannya mengakibatkan lengan panjang baju Lynn tertarik sehingga menampakkan lengan bawahnya. “Apa ini kau sebut baik-baik saja?”.

Lynn menarik tangannya dengan paksa. Tak habis pikir bagaimana pria itu tahu kalau di lengannya terdapat memar dan luka gores akibat tindakan SparKyu yang menggila. Bagaimana tidak, berita yang beredar mengatakan kalau Lynn-lah yang memanfaatkan ketenaran Kyuhyun untuk meraup untung. Wajar saja para SparKyu marah. “Mereka tidak tahu yang sebenarnya, dan itulah cara mereka menyayangi Kyuhyun,” bela Lynn.

“Dengan menyakitimu? Kau bodoh Lynn,” Joon berlalu meninggalkan Lynn. Lelaki itu sudah kehabisan kesabaran untuk menghadapi Lynn.

_@Arsvio_

Kyuhyun tak hentinya mengumpat ketika membaca headline berita. “Jadi dia benar-benar tidak bergurau,”. Dia mencengkeram botol air mineralnya sampai tak berbentuk.

Kyuhyun menelisir lcd androidnya untuk membaca lanjutan berita. Terpampang dengan jelas foto seorang gadis yang terdesak di pelataran gedung Microsoft. Sebaris kalimat membuatnya semakin mengepalkan tangan. ‘Adelynn Lee terancam diberhentikan dari Microsoft karena kredibilitasnya yang patut dipertanyakan’.

Disambarnya remote tv dan segera memencet tombol power. Dan benar saja, dia menyaksikan breaking news yang menampilkan gadisnya sedang terdesak oleh puluhan wartawan. Kyuhyun semakin mengepalkan tangannya tatkala terlihat seorang lelaki, yang dikenalnya, merangkul Lynn untuk membantu gadis tersebut.

“Yobeoseyo,” Kyuhyun dengan tidak sabar mengangkat panggilan masuk yang diterimanya, lagi-lagi dari nomor asing.

“Belum puas dengan berita tersebut?”.

“Kau tak akan bisa menyingkirkan Lynn dari Microsoft. Kau hanya pembual,”.

“Ah benarkah Kyuhyun-nie. Bagaimana jika aku adalah petinggi perusahaan ternama itu? Apakah masih tidak mungkin jika aku menyingkirkan kekasihmu itu?”.

“Sial. Siapa sebenarnya kau?”.

“Haha…kau masih ingat tentang foto-foto ulah fansmu yang kukirim padamu?”.

“Kau pengirimnya?”.

“Bingo, Kyuhyun-nie. Jika kau teliti, kau bisa mengetahui seberapa besar pengaruhku?”.

“Jangan pernah menyentuh Lynn, sampai kau menyakitinya, aku tak akan melepasmu,”.

“Semua tergantung pada keputusanmu,”.

“Apa sebenarnya tujuanmu?”.

“Harus berapa kali kukatakan, Kyuhyun-nie. Lepaskan gadis itu, maka kupastikan dia hidup tenang,”.

“KAU-“ geram Kyuhyun yang terpotong karena panggilan yang terputus.

_@Arsvio_

Kyuhyun menendang-nendang kerikil di hadapnya. Terus memikirkan ulah peneror yang mengganggunya. Mungkin di benaknya dia sudah bisa menduga pelakunya, namun tak ada bukti secuil pun yang dimilikinya. Bahkan sampai saat ini dia belum bisa menemui Lynn. Takut jika ulahnya akan memperburuk suasana.

“Lynn, apakah aku harus bertahan dengan egoku untuk memilikimu?” ucap Kyuhyun. Dia merenungkan kembali keputusannya. Setiap jam, pemberitaan yang bergulir malah bertambah buruk.

“Jika melepasmu jalan satu-satunya agar kau tidak terluka, apakah aku bisa melakukannya?” pertanyaan diajukan untuk dirinya sendiri. Matanya telah tergenang air mata. Membayangkan bahwa udaranya terenggut dari sisinya, apakah hidupnya akan baik-baik saja setelahnya.

Tapi akan terlalu egois jika dia mempertahankan Lynn, sedangkan gadis itu menanggung semua derita. Padahal dia tidak bisa melakukan sesuatu pun untuk menghapus perih gadisnya, lalu bagaimana dia sanggup melihat Lynn bertahan di sisinya.

Kyuhyun meraih ponselnya saat dia sudah memutuskan. Diketiknya sebuah sms untuk seseorang.

To : My Fairy

Lynn, tolong luangkan waktumu untuk besok. Kujemput kau pukul 9. I miss you so badly.

Kyuhyun menggenggam erat ponselnya setelah menekan send. Dibenamkan wajahnya di kedua tangannya saat air mata meluncur di pipinya.

_@Arsvio_

“Oh kau, Hyung. Masuklah,” Joon menyilakan tamunya. Dia segera menutup kembali pintunya saat tamu tersebut sudah masuk dan berjalan ke dalam. Bagi Joon, itu merupakan hal biasa, mengingat tamu yang dimaksud tak lain adalah Seung Hyun.

Seung Hyun berdiri dengan angkuh di ruang tamu milik Joon. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana formalnya. Bibir yang tak membentuk senyum, raut tegang, dan alis tebal meninggi miliknya mempertegas bahwa dirinya sedang serius.

“Ada masalah, Hyung?” Joon yang berteman cukup lama dengan Seung Hyun sudah hafal dengan ekspresi tersebut.

“Sudahkah kau puas bermain, Joon?” tanyanya datar.

Joon mengerutkan keningnya. Mencari tahu apa maksud pertanyaan Seung Hyun. Tak kunjung mendapat jawaban, dia hanya bisa bertanya walaupun tahu sahabatnya tersebut adalah orang yang tidak suka jika pertanyaannya dijawab dengan pertanyaan. “Apa maksudmu, Hyung?”.

“PUASKAH KAU BERMAIN JOON?” Seung Hyun mengeraskan suaranya. Tangannya menarik dan mencengkeram kerah kaos Joon. Mata elangnya memberikan tatapan mengintimidasi.

Tanpa perlu jawaban, Joon sudah tahu yang dimaksudkan. Dia hanya melemparkan smirk-nya. “Haruskah aku menjawabnya, Hyung?”. Dan seketika sebuah hantaman bersarang di rahang kirinya, membuat dirinya terjengkang.

_@Arsvio_

“Bagaimana kabarmu Lynn?” Kyuhyun membuka percakapan sesaat setelah dia memberhentikan mobilnya. Dari dalam mobil, mereka dapat menikmati luasnya pantai dan birunya ombak yang menyapu pasir putih. Tapi, bahkan pemandangan indah itu terasa menusuk hati Kyuhyun karena mengingatkan pada warna irish mata kesukaannya.

“Aku baik-baik saja,”.

Kyuhyun menolehkan kepalanya dengan cepat. Memandangi Lynn yang duduk di sebelahnya. Dia tahu gadis tersebut berbohong agar orang lain tak mengkhawatirkannya. “Jangan berdusta, Lynn,”.

“Lalu apa aku harus berkata tidak baik-baik saja?” Lynn tersenyum kecut. Dia masih belum bisa membalas tatapan Kyuhyun. Memilih memandangi birunya laut, padahal itu sama sekali tidak membantu menenangkannya. Ada pelukan hangat yang ia rindukan.

“Setidaknya beraktinglah baik-baik saja jika kau ingin mengucapkan kebohongan itu,” ada perih yang mulai menjalar ketika mengucapkannya. Kyuhyun mencengkeram kemudinya, dia tidak sanggup untuk meneruskan perkataannya. Wajahnya seketika mengeras menunjukkan ekspresi marah.

“Katakanlah, Oppa,” seolah Lynn bisa membaca pikiran lelaki di sampingnya.

Pandangan Kyuhyun menatap lurus ke arah laut. “Apakah jika aku melepasmu, maka kau akan bahagia, Lynn?”.

Lynn meremas jemarinya. Rasa sesak dengan cepat menguasai kinerja paru-parunya. “Apa kau butuh jawaban? Apakah jika aku menjawabnya, itu akan mengubah keputusanmu?”.

“BERHENTILAH MENJAWAB PERTANYAANKU DENGAN PERTANYAAN,” Kyuhyun meninggikan suaranya dan menatap nanar Lynn. Dia bukan marah karena Lynn, namun karena ego dirinya sendiri.

Lynn memalingkan wajahnya, membalas tatapan Kyuhyun. “Apa keputusanmu? Itulah hal yang menjadi pokok utama, bukan pendapatku,”.

Kyuhyun membalas tatapan mata biru itu sejenak, kemudian kembali memalingkan pandangannya ke arah laut. Nafasnya tersengal. Dia mendorong punggungnya ke belakang sehingga membentur sandaran jok mobil. Kyuhyun mengeraskan rahangnya sebelum mengucapkannya. “I let you go, Adelynn Lee,”.

Sebuah kata pelan, namun laksana petir yang menyambar. Lynn menatap Kyuhyun, mencari kebenaran di ucapan lelaki tersebut. Namun, yang ditatap hanya diam saja. Pandangan Lynn mulai memburam akibat air mata yang mendesak ingin keluar. “Fine, we break up,” lirih Lynn.

Lynn membuka pintu mobil dan segera keluar. Dia tak sanggup menahan rasa sakit jika terus berada di samping Kyuhyun. Air mata mulai menganak sungai di pipinya. Lynn mempercepat langkahnya, hingga akhirnya berlari. Berharap dengan berlari, semilir sang bayu yang menerpanya dapat mengikis perih hatinya.

Di sisi lain, Kyuhyun memukul kemudinya dengan keras. “ARGHH…” raungnya. Matanya memerah akibat luapan amarah dan air mata. Ingin rasanya berlari mengejar Lynn, namun itu tidak mungkin dilakukan karena justru itulah yang akan semakin melukai gadis itu.

 

Diary 1st : Lee Adelynn

“Bodohnya aku. Harusnya sejak awal aku tidak mempercayainya. Harusnya sejak awal aku menjauh. Seharusnya…Sekarang bahkan aku tak yakin hidupku akan kembali seperti semula sebelum aku mengenalnya. Ini terlalu sesak,”

Diary 2nd : Cho Kyuhyun

“Apakah keputusanku bisa membahagiakanmu, Lynn? Aku takut jika aku terlalu egois untuk mempertahankanmu. Bahkan sekarang, akulah yang mengingkari keyakinanku, bahwa kita dapat memperjuangkan kebahagiaan ini. Maafkan aku, Adelynn,”

Diary 3rd : Lee Joon

“Aku tak akan puas sebelum memilikinya. Sudah sejauh ini, maka aku akan tetap melangkah maju. Suatu saat aku akan meraihmu, my girl,”

TBC*

(Arsvio : December, 2011)

Note: Tak puas dengan part ini? Hehe…aku buat ngebut sebelum ujian. Mungkin part selanjutnya agak lama karena baru akhir januari aku selesai ujian. Maaf. Kuharap cingudeul tetap bersabar menunggu kelanjutannya.

Bye and Bow…

13 thoughts on “Trapped in Love with Game 7

  1. Sedih banget ceritanya.. Pasti ulah Lee Joon.. the real devil in this story..tega sekali Lee Joon.. Jgn2 meski Seung Hyun sdh th pelakunya Lee Joon, lee joon tetap bersikukuh melanjutkan aksinya.. So sad for Lyn n Kyu oppa.. sabar ya. Hopefully have a beautiful resolution for both of them.. Trapped in love with game between Kyuhyun oppa n Lynn story too sweet and very sad if this couple break up.. Daebak author feel ceritanya dapat banget sampai emosi dlm hati naik turun dan berakhir dgn tangisan.. Ditunggu author kisah selanjutnya.. Super Junior Great.. Gomawo

  2. Suka banget nih ff,,,ceritanya keren,,,
    Gak nyangka joon kenapa bisa sejahat itu,,,T_T,,
    Gak sabar nunggu lanjutannya,,,

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s