Protect me, baby!

PROTECT ME, BABY ! (Sequel of HOT ICE CREAM)

Author: DiiyuTaem aka DianAra Taemint
Cast: Lee Taemin SHINee as Lee Taemin, Shin Hyunna (oc)
Support Cast: Key SHINee as Key..
Genre: Romance, Comedy, Friendship
Rating: PG-15, PG-13
Leght: One Shoot, Song fic
Cr song: Infinite – Wings
A.n: Ini sequel nya Hot Ice Cream. Dsini bakalan lebih clear, ga ngegantung kayak Hot Ice Cream nya ._. oya saia juga ganti nama author biar readers ga bingung antara nama author sama uname saia ..
oke biar ga bnyak bacot …
Happy Reading ^^

 

AUTHOR POV

****

Baby just can’t let you go
Just can’t let go~

“ANDWAE!!!” teriak Hyunna. Ia ketakutan melihat kelakuan namjachingu-nya Taemin yang mulai tidak terkontrol. Terlebih sekarang Taemin terlihat seperti orang lain dimata Hyunna. Penuh keinginan akan sesuatu.

Taemin mencoba menekan Hyunna dengan ciuman yang panas. Lidahnya hendak masuk kedalam rongga mulut Hyunna. Namun bibir Hyunna seakan tidak bisa di buka. Dikatupnya bibir mungil itu rapat-rapat. Apa yang terjadi pada Taemin? Kenapa ia bisa sebernafsu ini?

Taemin seketika terhenyak ketika Hyunna mulai terisak pelan. Ia tidak tahu mengapa dirinya menjadi seperti itu. Ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Dan sekarang ia menyesal. Taemin mulai mendudukkan Hyunna. Hyunna hanya bisa menutup wajahnya yang sedang menangis itu.

“Hyunna gwenchanayo?” tanya Taemin hati-hati.

“Oppa, waeyo? Kenapa kau seperti ini?!” hardik Hyunna yang seketika membuat Taemin menegang karena ini kali pertama Hyunna marah dihadapannya.

“Mianhae, jeongmal mianhae jagiya,” ucap Taemin tulus.

Hyunna menyeka sisa air matanya, ia menatap Taemin lurus yang sedang menunduk penuh penyesalan. Ia marah, sangat marah akan kelakuan namjachingu-nya itu. Ia sadar mereka hanya berdua di ruangan UKS sekolah Hyunna. Entah kenapa mereka bisa masuk kesana. Apa Key masih berkeliaran di sekitar sekolah. Molla.

Yeoja itu bergidik mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Ia merasa seperti yeoja murahan yang setiap namja bisa menciumnya seenaknya. Tadi Key lalu sekarang Taemin. Untuk Taemin memang pengecualian karena mereka berpacaran, namun tetap saja Hyunna tidak bisa menerimanya karena ia di cium paksa seperti tadi. Benar-benar membuat hati Hyunna hancur. Key yang tiba-tiba saja mencium Hyunna di depan Taemin. Bayangan itu seketika berkelebat di pikiran Hyunna. Ditambah perlakuan Taemin terhadapnya yang membuat dirinya sekarang berantakan. Rambut acak-acakan, kemeja yang dua kancingnya terbuka. Hampir saja ia mencelos melihat roknya tersingkap sampai paha atas. Ia benar-benar berantakan.

Taemin mulai menatap Hyunna perlahan. Taemin yang melihat keadaan Hyunna sekarang hanya bisa menelan ludah. Namun iaharus bisa menyingkirkan segala yang memberontak dari dalam dirinya. Perlahan Taemin menarik tangan Hyunna. Menggengamnya erat.

“Maafkan aku karena sifat ku yang berlebihan ini.” Taemin menarik nafas pelan. “Sungguh, aku melakukan ini karena aku tak mau kehilanganmu.”

I can’t breathe anymore because you’re not by my side
My heart is still beating like this
I still believe that it’s not true (I believe so)
I will protect you (my mind will)
I can’t turn back the time, but one more time

Hyunna menghela nafas. Ia mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Taemin. Ia berpikir sebentar. Perlahan di genggamnya erat tangan Taemin yang membuat namja itu terkejut akan perlakuan Hyunna.

“Gwenchana oppa,” kata Hyunna sambil tersenyum manis kearah Taemin.

Taemin pun membalas senyum Hyunna kemudian mencium kening Hyunna. Ia berharap sifat posesif nya akan berkurang dan tindakannya yang tadi tidak akan ia lakukan hingga ia ataupun Hyunna akan sama-sama siap.

“Mianhae, aku harap perasaanmu tidak akan berubah padaku,” bisik Taemin di telinga Hyunna. Hyunna yang mendengarnya hanya bisa tertawa geli sambil mengangguk.

“Kajja oppa kita pulang,” ajak Hyunna.

Mereka mulai menyusuri koridor sekolah yang mulai gelap. Tetap saling berpegangan tangan, saling melempar senyum sesekali bercanda seakan tadi tidak terjadi masalah apa-apa. Taemin semakin mengeratkan gengaman tangannya pada Hyunna. Berharap mereka akan selalu bahagia seperti ini.

“Oppa?” panggil Hyunna perlahan.

“Ne?”

“Aku ingin menjelaskan apa yang Key sunbae lakukan tadi. Ia tidak salah-”

Seketika perkataan Hyunna terhenti ketika jari telunjuk Taemin tepat berada di bibirnya yang munggil.

“Aku tidak ingin mendengar namanya, dan biarkan masalah tadi berakhir. Sekarang hanya ada aku dan kau,” jawab Taemin sambil megusap rambut Hyunna.Hyunna hanya memberengut. Taemin hanya bisa terkekeh melihat kelakuan yeoja chingu nya itu.

***

“Menunggu lama, huh?” tanya seorang namja hanya sekerdar basa basi, dengan nada angkuh dan sedikit terdengar seperti meremehkan.

“Tidak,” jawab namja yang lain, berbeda dengan namja yang pertama sangat tenang mendengar pertanyaan namja angkuh itu.

“Jadi mau mu apa Lee Taemin? Kau ingin mengajak ku kencan hingga harus bertemu di taman seperti ini?” tanya namja itu yang tak lain adalah Key. Ia menyeringai melihat Taemin- Namjachingu dari yeoja yang ia sukai- Hyunna.

“Apa aku terlihat seperti gay? Hey, aku normal Key. Aku ingin berbicara,” ucap Taemin, sebisa mungkin ia tidak terpancing dengan ulah Key yang semakin menjadi-jadi.

Key memang sudah memendam lama perasaannya, ia sudah menyukai Hyunna semenjak Hyunna menjadi Hoobae-nya di sekolah. Key mendekati Hyunna perlahan. Namun kenyataan berbalik, Hyunna lebih memilih Taemin padahal yang kenal lebih dulu dengan Hyunna adalah Key bukan Taemin. Sehingga ia selalu sinis terhadap Taemin yang selalu mengantar dan menjemput Hyunna ke sekolah padahal sekolah mereka berbeda. Ingin sekali Key melenyapkan Taemin agar ia bisa memiliki Hyunna seutuhnya.

Hingga Key melakukan berbagai cara untuk menjauhkan Hyunna dari Taemin. Membuat Taemin menunggu Hyunna adalah salah satu caranya, dan masih banyak lagi yang Key lakukan agar bisa bersama dengan Hyunna lebih lama. Itu lah yang menyebabkan Taemin protectiv pada Hyunna. Menjaga yeojachingu-nya dari namja yang sudah terlihat seperti psikopat yang selalu menguntit Hyunna.

“Jauhi Hyunna!! Sudah berapa kali aku harus mengatakan ini!!” bentak Taemin.

“Wowowow, santai saja. Aku tidak bisa menjauhi yeojachingu-mu. Aku menyukainya, sama seperti mu.”

“Berhenti mengejarnya karena Hyunna tidak menyukaimu dan dia itu pacarku!! Kau harus menyadarinya!!!” bentak Taemin keras.

Tidak perduli. Tidak mungkin ada yang mendengar pertengkaran mereka itu karena mereka berada di sebuah gudang tua dekat dengan taman.

BUGH. Sebuah tinjuan tepat di rahang Key yang membuat namja itu tersungkur ketanah. Taemin kemudian mengambil ancang-ancang untuk memukul Key kedua kalinya. Namun di urungkannya.

“Carilah yeoja lain. Hyunna tidak suka kau mengikutinya terus. Tapi ia menghargaimu sebagai sunbae dan temannya. Maka dari itu berhentilah menggangunya,” ucap Taemin tegas namun penuh makna di setiap kata yang ia keluarkan.

Key terperangah mendengar ucapan Taemin. Apa Hyunna sebegitu tersiksanya? Setiap hari ia menguntitnya. Tak
memberikan waktu untuk Hyunna menjelaskan apa masalah yang sedang ia hadapi ketika bersama Key.

“Mianhae.”

****

Baby just can’t let you go
Even if I have everything, without you by my side
Everything will collapse
just can’t let you go
Even if I fall from exhaustion, if you become my wings
I can fly high into the sky

I can’t turn back the time, but give me one more chance
I can’t turn back the time, but turn back to me just once
You’re not at my side
My love right now is a red sign
Even my rain of tears has stopped
My hands that used to fit so well with yours
They’re above my knees now
I pray every night
I don’t want to believe in tomorrow
Because I will still live in a pretend world in which you will come back tomorrow

Hyunna sibuk melamun di dalam kelasnya. Sudah seminggu terakhir ini Key tidak pernah menunjukkan batang hidungnya di depannya. Ia kesepian. Walaupun Key selalu menguntitnya hingga ia kesal namun terasa sepi jika Key tidak datang. Ia mencoba bertanya pada Sunbae, Teman sekelas Key tapi tidak ada yang tahu keberadaan namja itu.

Haruskah Hyunna senang? Hyunna ragu. Ia tidak membenci Key, terkadang memang kesal karena Key yang menyebabkan namjachingu-nya selalu marah padanya. Ia menyukai Key namun dalam artian teman. Tidak lebih.

***

“Hyunna,” panggil Taemin pada yeoja yang ia lihat di depan pintu gerbang sekolah.

“Taemin oppa,” balas Hyunna dengan senyuman yang manis.

Hingga membuat jantung Taemin hampir mencelos melihat senyuman yeojachingu-nya itu.

“Bogoshipo oppa,” ucap Hyunna pada Taemin sambil mengamit lengan namja itu. Setelah mereka lumayan berjalan jauh dari Sekolah Hyunna.

“Eh?” Taemin kaget. Tidak biasanya yeojachingu-nya seperti ini.

“Waeyo? Oppa tidak suka,” jawab Hyunna sambil mengerucutkan bibirnya.

“Anniyo. Hanya saja kau membuatku malu,” ujar Taemin polos.

Seketika muncul semburat merah di pipi mereka berdua. Tidak biasanya mereka seperti itu. Saling terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

Baby just can’t let you go
Even if I have everything, without you by my side
Everything will collapse
just can’t let you go
Even if I fall from exhaustion, if you become my wings
I can fly high into the sky

baby just can’t let you go
just can’t let you go

In my mind there’s only you
Without you, the world is too cold
You’re the only one I would put everything on the line for

“Oppa, kita kesana ya? Kajja,” ajak Hyunna ketika mereka melihat sebuah taman bermain yang hanya ada setahun sekali. Mereka masuk sambil saling menautkan kedua tangan mereka. Erat. Seperti tidak pernah terpisahkan.

Hyunna menoleh sekeliling. Mencari permainan yang mana akan ia mainkan pertama. Namun seketika matanya tertuju pada sosok yang ia kenal. Key. Sedang apa dia disini. Dilihatnya Key tengah tersenyum pada seorang yeoja. Hyunna yang melihat kejadian itu ikut tersenyum. Berbahagialah Key oppa, ucapnya dalam hati.

Hyunna kemudian menarik tangan Taemin. Menjelajahi dan bermain di setiap permainan yang ada. Tersenyum bahagia. Seperti semua beban terlepas dari pundak mereka masing-masing.

“Saranghae,” ucap Taemin sambil mendekatkan Hyunna pada dirinya. Dipeluknya erat Hyunna, berharap mereka tidak akan terpisahkan. Apapun yang terjadi.

“Nado oppa-”

Belum selesai dengan perkataanya, bibir Hyunna sudah di serang oleh Taemin dengan ciuman yang lembut kemudian berubah menjadi lebih panas dan ganas.

Lagi?!… Batin Hyunna.

Just can’t let you go
Even if I fall from exhaustion, if you become my wings
I can fly forever

just can’t let you go
My love right now is a red sign
Even my rain of tears has stopped
My hands that used to fit so well with yours
They’re above my knees now
just can’t let you go
I pray every night
I don’t want to believe in tomorrow
Because I will still live in a pretend world in which you
will come back tomorrow

 

 

 

END

Gimana? Gajekah? yang berharap FF sequelnya jd NC mian ya aku ga jd buat
yang NC. Takut mimisan *abaikan*
Comment sangat di harapkan ya reader-deul ^^
Gomawo udah baca  *bow*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s