Me-mo-ri 4

Title    :           ME-MO-RI (Chapter IV-URI SARANG)

Author:          uchikyasha

Maincast:       Kim Hima, Cho Kyu Hyun, Choi Minho

Supportcast:  Super Junior, Hye Chan, Cho Ahra.

Rating :           PG-15

Genre :           Romantic comedy, Love, Chapters/Parts

PS       :           Jangan bosan-bosan komen ya… thanks wat yang udah komen sebelumnya. Oh ya, ada scene yang aku ikut disebuah film. Silahkan ditebak scene yang mana dan di film apakah??? At least but not the last, selamat membaca..

HimaPOV

“Silahkan…” seru Wookie hyung dan menghidangkan sepiring nasi goreng lezat. Meskipun belum mencicipinya, tapi dari aroma dan penampakannya saja sudah mewakili.

“Makanlah selagi hangat,” tambah Sungmin hyung yang duduk di sampingku. Tapi sebelum aku menyantapnya, tahu di mana aku sekarang? Dan bagaimana aku bisa mengenal Wookie dan Sungmin hyung? Ini semua gara-gara nappeun namja bernamaCHOKYUHYUN‼!

=FlashBack=

Author POV

Setelah menabrak Hima hingga yeoja itu terduduk di lantai, orang yang memakai mantel hingga menutupi sebagian wajahnya dan kaca mata gelap tersebut hanya menundukkan kepala sebentar dan berlari. Hima ingin sekali berteriak. Namun, keperluannya di toilet lebih mendesak sehingga dia hanya bisa mengumpat.

“Aish! Dasar tidak tahu sopan santun!” gemasnya dan segera masuk ke dalam toilet. Sementara, orang yang menabrak Hima itu, segera mendekati Kyuhyun yang sibuk memilih menu di suatu sudut restoran.

“Oppa!” serunya dan menarik lengan Kyuhyun hingga berdiri. Dia sedikit terkejut hingga buku menu yang dipegangnya terjatuh. Dia tidak tahu siapa orang itu dan bagaimana orang itu tahu dirinya dalam penyamaran yang menurut Kyuhyun sekelas detektif terkenal?

“Oppa tolong aku!” serunya dan menarik lengan Kyuhyun, menuntun namja tersebut agar segera keluar dari restoran.

“T-tangsin mwoya (siapa kau)?” seru Kyuhyun, mencoba menarik lengannya yang digenggam erat orang tersebut.

“Ini aku!” serunya sambil menurunkan sedikit syal tebal yang melilit di lehernya.

“K-kau?Adaapa dan kenap-“ kalimat Kyuhyun tak terselesaikan karena orang itu menyeretnya keluar dari restoran. Di belakang mereka ada beberapa wartawan dan fotografer yang kebingungan mencari seseorang.

“Ta-tapi aku-“

“Tolong aku oppa! Mereka mengejarku!” serunya hampir menangis tetap menyeret Kyuhyun menuju mobil yang diparkirnya. Sepertinya yeoja itu sangat mengenal Kyuhyun, sampai hafal betul jenis dan warna mobil Kyuhyun. Kyuhyun sedikit ragu dan tertegun. Hima masih di dalam, dan tidak mungkin dia meninggalkannya.

“Oppaayo cepat mereka melihat kita!” serunya lagi menyadarkan Kyuhyun. Dengan sangat terpaksa, Kyuhyun mengeluarkan kunci mobilnya dan membuka pintu. Begitu di belakang kemudi, dia segera menstater mobil dan melaju kencang ke jalanan. Kalau sampai ketahuan wartawan mereka berduaan-meski tidak sengaja- maka skandal yang lebih besar akan tercipta.

Sementara itu, Hima yang baru saja keluar dari toilet sedikit kebingungan mencari Kyuhyun saat melihat namja itu tak ada di mana pun, di ruangan itu. Dia menyapu pandangannya ke seluruh ruangan restoran yang tidak ramai. Namun, tidak ada tanda-tanda kehadiran Kyuhyun. Dia berjalan ke meja resepsionis yang tadi untuk bertanya.

“Jugiyo… apa kau melihat namja yang warna rambutnya aneh, kemudian memakai masker operasi dan kaca mata sebesar ini?” tukasnya sambil membulatkan jari di depan matanya, menunjukkan besarnya kaca mata yang dipakai Kyuhyun.

“Maksud anda Tuan Cho Kyuhyun? Yang tadi datang bersama anda?” tukasnya.

“Keure!” seru Hima sambil mengacungkan jari telunjuknya.

“Tadi seseorang berambut pirang menariknya kemudian mereka naik mobil bersama. Mereka baru saja pergi. Sepertinya, orang itu seorang yeoja menurutku…” jawabnya sedikit ragu.

“M-mwoya? Na-naik mobil? Dan baru saja pergi? Bersama yeoja?” mata Hima membulat terkejut.

“Ne. mianhae, kalau boleh  tahu, anda siapanyaChoKyuhyun?”tanyasang resepsionis penuh selidik. Hima memaksakan diri tersenyum dan menunduk kemudian segera keluar tanpa menjawab pertanyaan sang resepsionis.

Di luar, Hima berkacak pinggang sambil menghela napas sekerasnya.

“Cih! Beraninya dia meninggalkanku sendirian tanpa memberiku makan?! Cari mati kau Cho Kyuhyun!” teriaknya sambil menghentakkan kaki, kesal.

“Omona, bagaimana cara aku pulang? aku tidak punya uang seperpun.” Lirihnya dan berjalan menuju sebuah bangku, dan duduk di sana sambil menerawang jauh ke depan. Lagi-lagi perutnya berbunyi. Hima meringis pelan, sambil mengelus perutnya pelan. Udara semakin dingin, jadi dia merapatkan mantelnya. Dia kembali berpikir sambil melirik kanan-kiri, berharap Kyuhyun datang menjemputnya.

“Apa aku harus menunggunya? Memangnya, dia akan datang lagi? Ku rasa, dia tidak akan datang.” Gumam Hima sambil menggoyangkan kakinya. Perasaannya sedikit terasa aneh saat mendengar dari sang resepsionis kalau Kyuhyun pergi dengan seorang yeoja. Dia tidak bisa mengartikan perasaan itu. saat dia menebak kalau perasaan itu adalah cemburu, Hima menggeleng kuat-kuat.

“Ani! Aniyo! Itu bukan cemburu! Itu hanya amarah karena dia meninggalkanku. Yah, betul. Itu perasaan amarah. Keunde, kenapa dia harus pergi dengan seorang yeoja? Apa dia tidak ingat padaku?” gumamnya lagi, kini diakhiri geraman emosi. “Aarrggghhh! Awas saja kau Chocobi! Kalau kau tidak kembali menjemputku, aku akan membuatmu botak permanen di sepanjang sisa hidupmu!” dengusnya dan berdiri, kemudian kembali duduk memutuskan untuk menunggu Cho Kyuhyun. Entah kenapa, sebagian dirinya yakin kalau namja itu akan datang menjemputnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menunggu. Sepuluh menit berlalu, dan tidak ada tanda kehadiran Kyuhyun dan mobilnya. Hima mulai bosan. Jadi dia memutuskan bernyanyi sambil berjalan mondar-mandir.

“Kim! Suhanmoo! Gobugiwa durumi. Samchangapja dongbangsak. Wori-wori, sarisari senta…”

Dendangnya pelan sambil mengawasi jalanan.

Kruyuukkkk ~

Perutnya kembali berbunyi dan Hima pun lemas seketika. Dia memutuskan kembali duduk dan melakukan hal lain. Dia mulai melakukan permainan lain. Menghitung setiap mobil merah yang lewat.

Sekarang, sudah mobil merah yang ke-39, namun Kyuhyun belum juga menampakkan batang hidungnya. Perutnya yang tadi perih, semakin perih. Hima menghentakkan kaki dengan sangat kesal.

“CHOKYUHYUUNNNN‼‼AKUBENCIPADAMU! BENCI! BENCI! BENCIIIIII‼!APAYEOJAITULEBIH PENTING DARI AKU??? SICHAAIIII SSIIIRRREEEEOOOO‼!” teriaknya frustasi. Dia sudah tidak peduli tatapan aneh dan ketakutan orang-orang padanya.

“WAE???‼” bentaknya pada seorang namja yang menatapnya cukup lama hingga dia terganggu. “Kau mau kupatakan tulang belakangmu jadi tiga bagian?! Sangat mudah bagiku karena itu sama seperti mematahkan ranting kecil!” jeritnya dan berjalan menjauhi namja yang sudah lari terbirit-birit itu.

Hima yang tadinya berjalan dengan cepat, kini mulai melambat. Entah kenapa, dia mengeluarkan air mata.

“Ke-kenapa aku harus menangis?” isaknya dengan tangisan yang makin jelas. Rasa amarah yang memuncak memaksanya menitikkan air mata. Dan, perasaan yang dipungkirinya tadi, kini sepertinya menjadi penyebab kenapa dia menangis. Cemburu? Atau marah?

Kemudian, sebuah mobil sedan hitam berhenti agak jauh di depan Hima. Namun, yeoja itu terus berjalan sambil terisak. Seorang namja keluar dari mobil tersebut dan menghampirinya. Hima hampir saja menabraknya kalau dia tidak berhenti tiba-tiba saat namja itu menghadang jalannya.

“Syukurlah aku bisa menemukanmu.” Gumamnya lega dan menarik Hima dalam pelukannya.

=FlashbackEnd=

HimaPOV

Dan… begitulah ceritanya aku bisa sampai di Dorm Super Junior, berkat Sungmin hyung yang menemukanku. Aku kaget setengah mati saat dia datang dan memelukku tiba-tiba. Tapi, setelah dia menjelaskan bahwa dia teman si brengsek dalam boyband Super  Junior itu, aku jadi sedikit lega.

Dan begitu aku datang, aku disambut oleh Wookie, Eunhyuk dan Yesung hyung.

“Aigo… suami mu itu benar-benar tidak bertanggung jawab. Meninggalkan istrinya ditengah malam yang dingin, dengan perut kosong? Ckckckck!” seru Eunhyuk hyung sambil menggelengkan kepala tak habis pikir. Keure hyung! Dia itu namja yang tega!

“Yak! Jangan memperkeruh suasana! Dasar siluman monyet!” bentak Yesung hyung dan menjitak kepala Eunhyuk hyung. Eunhyuk hyung yang tidak terima pun mencoba membalas, namun Yesung hyung dengan cepat menghindar dan dengan gesit segera kabur. Eunhyuk hyung pun tak mau melepaskannya dan ikut mengejar Yesung hyung entah ke mana. Tinggal lah aku, Wookie dan Sungmin hyung di meja makan.

“Jangan dengarkan Eunhyuk. Dia itu memang sembarangan. ” Ujar Sungmin hyung dan tersenyum. Aku mengangguk dan membalas senyumnya, kemudian melanjutkan makanku hingga habis.

“Kau mau tambah?” tawar Wookie hyung. Aku mengangguk dan dia segera mengambil piringku dan mengisinya lagi dengan nasi goreng. Oh ya, mereka sudah tahu keadaan ku -yang selalu di bilang Kyuhyun –yang lupa ingatan. Makanya mereka memperkenalkan diri lagi saat bertemu. Kata Wookie hyung, di dorm ini ada 9 orang. Tapi yang lain sedang keluar untuk bekerja.

Uhuk! Ya ampun! Aku sepertinya tersedak! Aku memukul-mukul dadaku yang sesak. Aku makan terlalu cepat saking laparnya.

“Kau tersedak?!” seru mereka berdua bersamaan. Aku mengangguk, karena tentu saja aku tidak bisa bicara! Sungmin hyung yang didekatku segera membantu memukul punggungku, sementara Wookie hyung mengambilkan minum. Aku sudah tidak tahan lagi! aku berlari menuju kamar mandi yang tadi sudah aku gunakan sebelumnya untuk memuntahkan nasi goreng yang ada di mulutku, yang tidak bisa kutelan.

Saat tanganku sudah memegang gagang pintu, seseorang -entah siapa- malah menahan lenganku. Aku berbalik dan melihatnya. Yak‼ Apa yang kau lakukanChoKyuhyun????

“Gwenchanayo? Kau kenapa? ” tukasnya dan memegang erat kedua lenganku. Aku menggeleng dan berusaha melepaskan tangannya. Tapi dia malah semakin erat memegang kedua lenganku!

“Hima kau marah padaku hah?! Katakan sesuatu!” kini dia malah menggoyangkan lenganku. Aku kembali menggeleng kuat-kuat, sambil tetap mengatupkan rapat-rapat mulutku agar isinya tidak menghambur keluar. Aku berusaha melepaskan tangannya sambil menunjuk pintu toilet, tapi dia terus menahanku, memaksaku bicara, sementara aku tidak bisa menahan nasi goreng ini. Pemahaman bahasa non-verbal Kyuhyun benar-benar payah! Baiklah, kau yang meminta.

“Jjagi! Katakan sesu-“

Burrsstttt!

“atu…”

Sekarang wajah Kyuhyun penuh dengan butir-butir nasi goreng yang bercampur liurku.

“Rasakan pembalasanku!” bentakku seraya menyeka mulutku dengan punggung tangan dan meninggalkannya. Aku bingung harus ke mana jadi aku kembali ke meja makan untuk menghabiskan nasi gorengku. Sekarang, di meja makan sudah ada seseorang lagi. Begitu dia melihatku muncul, dia segera berlari dan memelukku. Ani, memeluk kepalaku lebih tepatnya, menekan wajahku ke dadanya. Aku tidak bisa bernapas! Pengap!

“Hima syukurlah kau baik-baik saja. Kyuhyun bilang kau lupa ingatan. Maaf kami tidak pernah mengunjungimu.” Ujarnya sementara aku berusaha mendorong tubuhnya agar aku bisa mendapat udaraku kembali.

“Yak! Hyung lepaskan istriku!” aku mendengar Kyuhyun berteriak dan menarik tanganku. Akhirnya… aku bisa mendapatkan udaraku kembali. “Aku kan sudah bilang jangan memeluk Hima seenaknya!”

“Kenapa wajah jerawatanmu itu bisa tumbuh nasi hah?” kelakarnya dan diikuti tawa para hyung. “Aigo.. kau sudah menikah tapi tetap saja seperti bocah! Hima kan sudah kuanggap sebagai dongsaengku. Kita harus memberinya kasih sayang agar ingatannya cepat kembali. Aish… jeongmal baboya.” Ujar hyung itu dan menggelengkan kepala.

“Tapi kau tidak perlu memeluknya kan?!”

“Aku kan sudah lama tidak bertemu Hima. Memangnya tidak boleh? Hima saja tidak berkomentar apapun.”

“Pokoknya tidak boleh!” Kyuhyun menarikku dan menyembunyikanku di balik punggungnya. Aku mengintip sebentar hyung itu. dia tersenyum, menampakkan lesungnya dan mengerlingkan mata kanannya. Aku tersenyum geli. Sepertinya dia sedang mengerjai Kyuhyun.

“Leeteuk hyung berhenti menggoda Himaku‼!” Ooh… jadi dia bernama Leeteuk. Tadi Wookie hyung sedikit menceritakannya padaku. Dialah sang leader.

“Sejak kapan dia cuman milikmu? Kalau dia memang milikmu seharusnya kau tidak meninggalkan Hima di restoran. Aku sudah mendengar semuanya dari Sungmin. Kau melepaskan tanggungjawabmu dan melimpahkannya pada Sungmin.”

“Ta-tapi a-aku punya alasanku!”

“Yah,yah. Alasan apapun itu, meninggalkan seorang yeoja yang sangat kau cintai ditengah malam buta dengan perut kosong sangat tidak bisa diterima. Apalagi aku yang seorang pecinta wanita, tidak akan pernah melakukan hal setega itu.”

“Aku tidak meninggalkannya! Aku hanya tidak sengaja!” Kyuhyun mencoba membela diri. Cih, sudah tahu salah masih mencoba membela diri. Dasar super egois!

“Hyung sudahlah. Kau tidak lihat sedikit lagi dia menangis? Uljima. Uljima  Hyun-ah.”GodaWookiehyung yang diikuti tawa yang lain. Tentu saja aku juga tertawa. Tapi tawaku segera berhenti saat Kyuhyun berbalik dan menatapku tajam. Dia mendengus kesal dan menarikku masuk ke dalam sebuah kamar, dan menutup pintunya. Dari dalam sini aku masih bisa mendengar suara tawa para hyung. Ada yang berteriak agar Kyuhyun tidak melakukannya dengan keras. Apa maksudnya?

Kemudian, dia mendudukkanku di sebuah kasur. Entah kamar siapa ini. Dia mengambil selembar tisu dan menyeka wajahnya yang masih belepotan nasi.

“Wae?” ujarku datar saat dia menatapku.

“Kau marah padaku? Mianhae, aku benar-benar tidak bermaksud meninggalkanmu.” Cih, wajah penyesalannya itu acting atau kenyataan? Sulit dibedakan. Aku mencibir sebentar dan membuang pandanganku. Perlukah aku menjawab? Apa ekspresiku ini kurang mengerikan?

“Aku menunggu selama 2 jam dan kau hanya mengatakan maaf? Kau tidak tahu betapa dinginnya di luar! Aku seperti seorang gelandangan.” Aku melipat tangan di depan dada, mencoba mempertahankan posisiku. Tidak boleh, aku tidak boleh menangis. Aku akan terlihat menyedihkan jika melakukannya.

“Aku benar-benar tidak sengaja. Ta-tadi aku bertemu hoobaeku yang dikejar wartawan dan dia memaksaku untuk pergi bersamanya. Ja-jadi terpaksa aku pergi…”

Aku menaikkan satu alisku dan segera berpaling dari wajahnya yang menyebalkan itu. Cih, memangnya aku peduli? Kalau saja dia meninggalkanku dengan sejumlah uang bis atau taksi, aku tidak perlu menunggunya selama dua jam dengan cuaca yang bisa membuat jari-jarimu membeku!

“Katakan sesuatu! Apa kau marah padaku?”

Aku masih bertahan dalam aksi diamku. Dasar bodoh! Bodoh! Jeongmal baboya‼ Dia tidak pandai membaca ekspresi wajah orang lain! Aku muak melihat wajahnya terlalu lama. Aku berdiri dan hendak membuka pintu, tapi dia malah menarik tanganku, hingga aku terjatuh dalam pelukannya.

“Ya, lepaskan.” Gumamku pelan namun tajam.

“Saranghae, sichai sarangheyo…” ujarnya pelan di telingaku.

**

Author POV

Kyuhyun tak bisa membiarkan  yeoja itu pergi tanpa menyelesaikan masalah mereka terlebih dahulu. Dia menarik tangan Hima sebelum yeoja itu sempat memegang gagang pintu, hingga menciptakan hentakan dan membuat Hima berakhir dalam pelukannya.

“Saranghae, sichai sarangheyo…” bisiknya lembut, membuat tembok yang susah dibangun Hima untuk menunjukkan bahwa dia baik-baik saja dan tegar, runtuh, dan menghasilkan air mata. Hima sendiri bingung dalam pikirannya. Untuk apa dia menangis? Apa kata-kata saranghae itu begitu dramatis hingga dia harus menitikkan air mata?

“Jwessonghamnida jjagi. Uljima…” katanya lagi dan memperat pelukannya pada Hima. Tangis yeoja itu semakin menjadi. Dia memukul-mukul punggung Kyuhyun sambil terus menangis.

“Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Kau terlalu berharga untuk ditinggalkan.”

“Aku sangat membencimu! Sichai sireo! Huuwaaaa‼” isak Hima agak keras dan terus memukul punggung Kyuhyun yang masih memeluknya, merasa dirinya tak berdaya. Seharusnya, saat ini, dia membuat Kyuhyun botak permanen seperti ancamannya tadi. Tapi, entah kenapa, pelukan Kyuhyun membuat semua amarah di dadanya hilang, dan berganti suatu  sensasi perasaan yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Sensasi perasaan yang memaksanya untuk menangis. Menangis karena lega. Entah, lega karena apa.

Kyuhyun tersenyum. Sekarang, dia yakin, yeoja itu cemburu, dan memerlukan dirinya. Cemburu, berarti cinta kan?

“Saranghae,” ulang Kyuhyun, namun lebih lembut, dan membuat isakan Hima mereda. Entah apa yang sedang dipikirkan yeoja itu, diluar kendalinya tangannya bergerak hendak membalas pelukan Kyuhyun. Namun, gerakannya berhenti saat pintu tiba-tiba terbuka lebar, diikuti Wookie, Yesung, Sungmin, Leeteuk dan Eunhyuk yang jatuh dan saling menindih satu sama lain. Mereka sepertinya mencoba menguping dari balik pintu. Wookie yang berada tepat di depan pintu, ditendes oleh anggota yang lain, dan tidak sengaja memutar kenop pintu. Wookie yang bersandar pada pintu, otomatis jatuh saat pintu terbuka, diikuti oleh yang lain.

“Aigoo punggungku!” seru Wookie, yang paling bawah.

“Ha-hai, maaf mengganggu kesenangan kalian. Hehe.” Kata Eunhyuk dan tersenyum tiga jari. Hima refleks mendorong dada Kyuhyun.

Brugh‼

Terlalu keras mnedorong Kyuhyun membuat namja itu tersungkur dan keningnya terantuk keras pada ujung meja. Hima yang semula terkejut, akhirnya malah tertawa melihat Kyuhyun yang kesakitan dan melihat hyungdeul bertumpuk seperti bantal.

**

Author POV

Pukul 01:00 dini hari saat mereka pulang ke rumah. Rencananya, Hima akan segera tidur begitu sampai di rumah karena dia sangat lelah. Sial, Kyuhyun memaksanya memasak mie instan, karena namja itu belum makan apapun sejak dari rumah orang tuanya.

“Cih, apa hoobaemu itu tidak memberikan makan sebagai tanda terima kasihnya karena kau sudah mengantarnya ke rumah dengan mengorbankanku?” sinis Hima sambil menatap tajam Kyuhyun. Pria itu sedikit salting, namun segera menguasai keadaan.

“Di-dia sibuk! Aish  apa itu penting dibahas???”

“Tentu saja! apalagi dia seorang yeoja!” Hima segera terbelalak dan membelakangi Kyuhyun, dia memukul pelan kepalanya, merutuk dirinya yang keceplosan. Kyuhyun pun gelagapan.

“Da-darimana kau tahu dia seorang  yeoja? A-apa kau melihatnya? Kau sudah ingat padanya?” tiba-tiba saja Kyuhyun menjadi gagap. Mungkin dia harus mendapat julukan baru, gagapkyu, pikir Hima dalam hati.

“Memangnya kenapa kalau aku melihat yeoja itu?” sinis Hima tanpa melihat Kyuhyun dan berjalan ke dalam rumah. Begitu memasuki rumah, dia segera masuk ke dalam kamar, dan membanting pintu dengan keras.MeskiKyuhyunsudah minta maaf dan mengatakan saranghae, dia tetap saja kesal saat tahu Kyuhyun pergi dengan yeoja lain dan meninggalkannya begitu saja.

Sementara itu diluar, Kyuhyun menarik  napas.

“Sepertinya dia masih marah,” gumamnya pelan dan murung. “Tapi itu bagus, berarti dia cemburu,” gumamnya lagi, kini dengan evil smirk khasnya.

Krruuuyyyuukk ~

Kyuhyun memegang perutnya yang berbunyi. Terpaksa dia harus membuat mie instannya sendiri. Perlahan dia menuju dapur dan menyalakan kompor listriknya yang canggih. Setelah itu, dia mengambil panci dan mengisinya dengan air dari keran.

“Apa ini cukup?” tukasnya dan melihat air dalam panci yang hampir penuh. “Yah, kurasa cukup,” lanjutnya dan meletakkan panci tersebut di atas kompor. Lalu, dia mengambil sebungkus mie  dari dalam lemari, membuka isinya. Dia mengeluarkan mie dan bungkusan bumbu yang langsung dia tuangkan dalam panci. Begitu air dalam panci mendidih, dia segera memasukkan mie, dan membuat air dalam panci penuh. Otomatis, sebagian air yang mendidih keluar dari panci. Kyuhyun panik dan hendak mengangkat panci. Sial, dia lupa memakai sarung tangan dan tangannya terbakar saat memegang gagang panci.

“Aarrgghhhh‼” teriaknya kepanasan. Hima yang bersiap tidur pun segera keluar dan berlari ke arah suara tersebut.

“Tangsin Waegeure???” serunya panik melihat panci mie yang menggila dan Kyuhyun bergantian, yang segera menunjukkan tangannya yang melepuh. Hima sedikit panik saat melihat telapak tangan Kyuhyun memerah. Dia segera mematikan kompor dan mengangkat panci, meletakkannya di atas meja.

“Huuuwaaaa‼!” teriak Kyuhyun lagi.

“Waeyo?!” kini Hima lebih panik. Kyuhyun melotot pada panci yang ada di atas telapak tangan yang lain, yang ada di atas meja.

“Aaaaa mianhaeyo!” seru Hima panik dan meletakkan panci ke dalam bak cuci piring.

“Tangannku…” lirih Kyuhyun. Kini, kedua telapak tangannya benar-benar terbakar. Dia menatap Hima tajam, sedangkan yeoja itu hanya tersenyum miris, sampil mengatupkan kedua tangannya, meminta maaf.

**

HimaPOV

Aku selesai melilitkan perban ke kedua telapak tangan Kyuhyun. Aku menjadi merasa bersalah. Tadi aku berhasil membuatnya benjol dan sekarang aku membakar tangannya. Tapi, ini setimpal dengan apa yang dia lakukan. Jadi kurasa semuanya sudah impas. Hehe.

“Aigoo, bagaimana aku beraktivitas kalau jari-jariku terlilit perban?” gumamnya pelan dan menatap nanar kedua telapak tangannya.

“Ya, jangan seperti anak kecil!”

“Dengan jari-jari yang menyatu seperti ini bagaimana aku bisa memegang sesuatu? Aigoo, aku  lapar.” Kyuhyun memelas dan menatapku dengan jurus mata berbinar. Aku memutar  bola mataku, tahu apa yang diharapkannya dan segera beranjak ke dapur, membuka kulkas, mencari sesuatu yang bisa dimasak.Didalam kulkas, hanya terdapat daun prey, kol, bubuk cabe dan sekantung kue beras yang belum diolah. Aku tahu, harus memasak apa.

“Tappoki‼” serunya senang seperti anak kecil begitu tappoki yang sudah masak aku hidangkan di atas meja. Dia mencoba memegang sumpit dengan kedua telapak tangannya, namun sumpit itu selalu jatuh. Dia menatapku lagi seperti mengatakan –tolong suapi aku-.

“Mwo? Aku tidak akan menyuapimu.” Ujarku kejam.

“Apa kau ingin melihatku makan seperti anjing?” lagi-lagi dia memasang tampang memelasnya. Aku mendesah kesal dan mengambil sumpit, menyuapinya dengan setengah hati.

“Sudah lama kau tidak memasak untukku. Ini tappoki terlezat yang pernah ku makan.”

“Cih, memangnya aku pembantumu yang harus selalu menyediakan makanan untukmu??” sinisku dan menjejalkan tappoki dengan kesal ke dalam mulutnya.

“Aku jarang pulang ke rumah sebenarnya. Mianhae selalu meninggalkanmu,”

“Minta maaf saja pada istrimu yang sebenarnya.” Jawabku asal. Pasti, itu bukan pertama kalinya dia meninggalkanku seperti itu. Dia terdiam dan menatapku dalam. Mwo? Kenapa dia harus menatapku seperti itu? Aku berhenti menyuapinya dan mulai sedikit gugup.

“Apa selama ini kau menderita hidup bersamaku?”

“Mw-mworago?”

“Apa aku gagal menjadi seorang suami?”

“Ya, aku tidak mengerti ke mana arah pembicaraanmu!” seruku mulai kesal, dan memakan tappoki, untuk menghilangkan rasa panikku diserang pertanyaan yang tidak aku mengerti.

“Pernahkah kau berpikir untuk… bercerai denganku?”

Aku menarik napas dalam. Menelan tappoki yang masih tersisa. Meletakkan sumpit dengan rapi di sampingku. Aku meletakkan kedua tanganku di atas meja, ikut menciptakan suasana yang serius dengan sedikit mencondongkan tubuh ke tengah meja.

“Aku baru beberapa hari masuk ke duniamu. Kau mengaku sebagai suamiku. Tapi, kenapa selalu perasaan marah, kesal dan tangisan yang selalu ada jika aku bersamamu?”

“Mak-maksudmu, kau benar-benar menderita?”

Aku menggeleng pelan. “Aku… tidak bisa memutuskannya sekarang, Kyuhyun.” Jawabku dan tertunduk. Jika dibandingkan dengan Minho, aku, selalu tertawa dan bahagia bersamanya. Bocah itu, selalu tahu caranya membuatku tersenyum. Tapi…

“Lalu, apa kau bahagia bersamaku?” tanyanya lagi.

“Aku juga tidak bisa memutuskannya sekarang.” Ujarku diplomatis. Aku mendengarnya mendesah pelan.

“Boleh, aku bertanya sesuatu?” tukasku pelan. “Jawab dengan jujur, bagaimana kita bisa menikah. Kau tidak menikahiku karena aku hamil duluan kan?” lanjutku dengan sedikit ragu-ragu, berharap pertanyaanku tidak benar. Entah sudah berapa kali aku menanyakannya namun aku tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan. Aku benar-benar lega saat dia menggeleng pelan. Wajah sedihnya kembali berubah serius.

“Kita menikah selain karena cinta, juga… karena eomma.”

“Eomma siapa?” aku mencoba memperjelas.

“Eommamu,” ujarnya pelan. “Ada yang ingin aku katakan yang sebenarnya tentang eommamu,” lanjut Kyuhyun dengan wajah serius, sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Perasaanku, menjadi tidak enak.

**

TBC

Nah, apakah kalian tahu bagian mana scene yang mirip adegan disuatu drama? Dan, judul apakah drama tersebut?? Hehehe. Jangan lupa komen ya…

10 thoughts on “Me-mo-ri 4

  1. Lanjut dooooooooong!!!klo scene gak tahu deh….tp yg nyanyiannya drama secret garden kan???
    pokoknya cepetan y lanjutannya…

  2. keren..keren..
    Tapi ku mau ngasih sedikit koreksi ni..
    Pas bagian Hima yg ketemu nak2 Suju ko manggilnya Hyung si? Kan harusnya Oppa, krn kalo Hyung tu dari adik co ke kk co sdgkn Oppa dr adik ce ke kk co..
    Makanya aku tadi pas baca smpt bingung..
    Overall, ceritanya seru ko, Hima jg udh mulai cemburu.
    Btw, ce yg narik Kyu di resto itu nak SNSD ya?
    Cuma nebak..
    Oke deh, Fighting ya part 5 na..

    Jia Jung

  3. waahhhh…daebak thor…..
    sru abiz….akhirnya kyu mau cerita, msalah eommannya hima….
    sp sich yang narik kyu waktu di restoran…..?
    yes…..yes…yes….. hima dach mulai cemburu…wkwkwk…, trus wktu kyu peluk mau bles plukannya, berarti perasaanya dachmulai muncul….
    ditnggu lanjutannya thors, bikin yang lebih seru lagi ya….klo bisa jangan lama”
    annyeong^^

  4. waw ceritanya tambah seru dr part ke part.. Kira2 ibunya Hima kemana ya.. Knp pernikahan Hima dan Kyuhyun oppa ada kaitannya dgn beliau.. Penasaran.. Ditunggu part berikutnya yg pasti semakin seru. Tks

  5. ‘kenapa wajah jerawatanmu itu bisa tumbuh nasi’
    mwahahaha! Suka kata2 itu XD
    teuki pecinta wanita, aigoo bahasanya. Kekeke
    part ini paling sukses bwt aku ngakak. Hohoho
    Udah d bwt benjol, tangan kyu di ‘lepuhin’ lagi yaampun ..
    btw. Yeoja itu siapa?
    Trus ada apa dengan eomma hima?
    Aku ga tw scene apa it. Hoho
    lanjut dhe thor#asap X)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s