Love Chocolate

Love Chocolate

Tittle                      : Love Chocolate

Author                  : Hyo Mi a.k.a @nopnophi

Main Cast            : Cho Kyuhyun

Park Hyo Mi

Support Cast      : Park Jungsoo, Lee Donghae, Lee Hyukjae

Genre                   : Romance

Length                  : One Shot

Rating                   : T

 

*Seoul Senior High School*

“c c c cho cho kyuhyun-ssi …” kata gadis itu terbata-bata

“ara, sini!” diambilnya sebuah kotak di hadapan pria itu kemudian berlalu seiring terpakunya gadis itu dibelakangnya.

*Kyuhyun Classroom*

“Hei Mr.Cho, berapa hadiah yang kau terima hari ini huh?” suara itu berasal dari captain basket Seoul SHS

“Seperti biasa, boleh kuambil semua kan kyu?” bisik Hyukjae dengan cengiran kudanya

Kyu hanya menganggukan kepalanya dan bersamaan dengan itu 3 sekawannya, Hyukjae,Donghae dan Jungsoo langsung menyerbu kado-kado yang Kyu letakkan di kursi kosong sebelahnya.

“Wah lihat ini, berani-beraninya anak ini memberi Kyu kado dibungkus koran” kata Hae sambil mengangkat kado yang ia maksud

“Buahahaha, ige mwoya? Apa isinya ya?” kata Jungsoo. Hyukjae mengetuk-ngetuk permukaan kado dan menempelkan telinganya di permukaan kado.

“Ya! Pabo! Apa yang kau lakukan?” Hae menarik Hyukjae dari kado tersebut

“Siapa yang memberimu ini Kyu?”

“Molla, mana kuingat. Buang saja  kalau kalian tak mau” Kyu masih tak berpaling dari PSP-nya

“Bahkan anak ini membungkusnya dengan koran tadi pagi ckck” Hyukjae bersuara lagi

“Jadi ini dibuang?” Jungsoo mencoba mengulanginya lagi

“Terserah padamu” Kyu melangkah keluar kelas sambil menenteng PSP-nya

Ke taman belakang lagi, batin 3 sekawan

*A couple hours later*

Alunan Mozzart menggema di seluruh penjuru sekolah menandai usainya kegiatan belajar mengajar di sekolah itu. Di sisi lain, Cho Kyuhyun sedang bersiap pulang dan mulai membereskan barang-barangnya dan saat itu, ia melihat kado yang sedari tadi pagi diributkan oleh 3 sahabatnya. Koran? batinnya. Berani-beraninya ckck . Ia masukkan kado itu ke dalam tasnya. Dan melangkah ke luar kelas, pulang.

*Cho Family Home*

“Cho Kyuhyun, mati kau jika dalam 1 menit kau tak bereskan tas dan sepatumuuuuu” teriak seorang wanita dari arah ruang tamu

“Cho Ahra, tanpa kau teriak-teriak akan aku bereskan nanti!”

“Nantimu itu kapan Tuan Cho, cepat turun atau kubunuh PSPmu!!!” teriaknya lagi lebih kencang

“Sial!” Pria itupun turun sambil menenteng PSPnya. Mengambil sepatunya dan melemparnya ke rak sepatu paling atas. Nice Shoot, Mr.Cho. Diambilnya tasnya dan naik kembali ke kamarnya. Diletakkannya tas itu di atas tempat tidur. Kembali ia menekuni PSPnya di atas tempat tidur sampai akhirnya ia tertidur.

*23.00 KST Kyuhyun Room*

Seorang pria terbangun dari tidurnya, berusaha menjangkau pintu dan turun ke lantai satu menuju dapur. Lapar pikirnya. 5 menit ia mejelajahi kulkasnya dan hasilnya nol besar. Dilihatnya dari lantai satu pintu kamar noonanya, Cho Ahra, tertutup rapat. Di saat seperti ini punya noona pandai memasak seperti diapun tak ada gunanya sungutnya dalam hati. Ia kembali ke kamar dan sedetik kemudian otaknya teringat perihal kado tadi siang yang ia bawa pulang. Jangan-jangan isinya … makanan! Teriaknya girang. Semenit kemudian ia sudah memasukkan sebatang coklat ke dalam mulutnya, ya kado dari gadis itu.

“Hoeekkkk” Kyu berlari menuju kamar mandi di dalam kamarnya.

“Sial! Yeoja apaan ini memberiku cokelat gosong” omel Kyu

*SSHS*

Seorang yeoja, Hyo, berlarian girang menuju kelasnya. Ia menenteng sebuah kertas, kertas ujiannya, berniat menunjukkannya pada sahabatnya, Yejin, di kelasnya.

“Aku tahu, bahkan sebelum mendengar jawabanmu aku sudah tau apa yang akan terjadi sunbae” isak seorang gadis di taman belakang

“Aku tidak tau, kuharap kau mengerti. Aku sedang tidak ingin berhubungan dengan siapapun” kata seorang pria sambil berlalu.

Dan tanpa sengaja, Hyo mendengar pembicaraan mereka, Cho Kyuhyun dan Seo Eun Kyung. Gila pikirnya. Bahkan gadis sekelas Eun Kyung ditolaknya. Aku ini bahkan hanya sepersekian dari kesempurnaan Eun Kyung. Hoobae secantik itu ditolaknya,apalagi aku! Sial!

Hyo kembali meneruskan perjalanannya ke kelas Yejin.

“Yejin-ah, ini” Hyo menyerahkan kertas ujian matematikanya

“Hoah, daebak. 80? Kau memang hebat Hyo!” Yejin menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu. Bersamaan dengan itu, Kyuhyun masuk ke kelas dan duduk selisih satu bangku di belakang Yejin. Jantung Hyo bergemuruh, paru-parunya seperti kehilangan oksigen. Antara penasaran dan senang, karena ia ada di dekat pria itu-lagi.

“80 tentu sudah sangat memuaskan bagimu cih” Kyu menggerutu sambil mengeluarkan PSPnya.

Hyo terkejut. Hyo menggebrak meja di depannya, mendadak emosinya naik, lalu pergi menjauh dari kelas itu. Ia selalu tak tahan dengan pria itu. Dia selalu meremehkan orang lain, menganggap dia adalah yang terbaik di angkatannya. Tampan? Hyo mengakuinya. Rambut hitamnya yang legam dan senyumnya itu … Sialnya sangat tampan! Dan dia memang pintar. Tetapi dia tidak sesempurna itu, dia tidak bisa berolahraga. Eja dengan benar : t-i-d-a-k b-i-s-a. Dengan fakta itu, Hyo sangat puas karena ia adalah tim inti dari tim basket di sekolahnya. Silahkan tertawa Mr. Cho. Sayangnya, gadis bernama Park Hyo Mi tersebut terlanjur jatuh cinta pada pria menyebalkan itu. Klise kan?

*Gi Joon Room*

Bodoh bodoh bodoh pikirnya. Gadis itu memukul-mukulkan kepalanya di atas meja.

“Saem, gwenchanayo?” seorang anak berusia 9 tahun menyodorkan segelas air putih kepada gadis itu

“Ah Gi Joon, gwenchana. Gomawo airnya” Hyo meneguk air putih itu buru-buru

“Saem, sedang ada masalah? Kita libur saja saem daripada saem seetress” Gi Joon menirukan kata stress seperti nada stress yang diucapkan Kang Gary di acara Running Man.

“ahahaha, kau lucu sekalih Gi Joon-ah. Seandainya dia sepertimu huh”

“Dia? Namja?”

“O, namja menyebalkan Gi Joon-a. Kau jangan jadi seperti itu kalau sudah besar”

“aku kan anak baik, saem suka padanya?” tanya anak itu blak-blak-an

“molla, menurutmu?” gadis ini berbalik tanya

“aigoo saem, mana kutahu. Aku juga pernah suka pada seseorang” Gi Joon bersemu, pipinya memerah

“”Astaga, Gi Joon-ah. Umurmu masih 9 tahun. Aigoo, bagaimana rasanya?”

“Ya! Noona, jatungmu akan berdegup tak beraturan tiap ada di dekatnya. Kau akan selalu penasaran apa yang dia sedang lakukan, kau selalu berpikir kapan kau akan bertemu dia lagi, semacam itu noona”

“Ah … ” Gadis itu hanya bisa termenung. Kenapa Gi Joon seperti sedang bercerita tentang keadaan dirinya sekarang???

*SSHS*

Break time tiba. Hyo melangkahkan kakinya menuju cafetaria. Buru-buru membayar snack yang baru saja ia beli dan mencari tempat duduk kosong dan hasilnya nol besar. Semua tempat penuh. Dengan langkah gontai, Ia berjalan menuju taman belakang sekolah. Ia duduk di sebuah bangku di depan sebuah kolam ikan kecil.

“hei bodoh” terdengar suara seseorang, sialnya gadis itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri sehingga tidak mendengarnya

“kau tuli hah?” suara itu lagi dan gadis itu masih terdiam

Kesal, pria bernama Cho Kyuhyun itu bangun dari duduknya dan berjalan memutari bangku di depannya. Sekarang, ia berhadapan dengan gadis itu.

“Bodoh, kau menghalangi pandanganku ke kolam karena kau duduk disini” teriak Kyu. Gadis itu menegakkan kepalanya, melihat sosok Kyuhyun ada di depannya yang sedang menatap intens matanya, Iapun terlonjak dan jatuh dari duduknya.

“Ah Eomma, sakit” Hyo mengelus kakinya yang berhasil menabrak batu di depannya

“Bodoh” Kyu pergi, meninggalkan Hyo sendiri

“Sial, dia lagi. Berani bertaruh bahkan mengingatku saja dia tidak. Malangnya nasibmu Hyoooo” sungutnya

*Basketball Court*

Siang ini Hyo disibukkan kembali dengan latihan basket, karena bulan depan ia harus mengikuti pertandingan melawan Anyang SHS. Yejin, sahabatnya, juga masuk dalam tim inti. Mereka baru bersahabat sejak 3 tahun lalu, pertama kali mereka bertemu pada waktu masa orientasi sekolah awal tahun. Sejak itu, mereka dekat dan bersahabat sampai sekarang. Hyo berniat melanjutkan kuliahnya nanti masih di kota yang sama, Seoul sedangkan Yejin ingin sekali mengambil scholarship di Jepang.

“Kau jangan terlalu lelah Hyo” kata Yejin di sela-sela istirahat mereka

“Ini belum seberapa Jin-ah, kau tau kan aboji?”

“Arayo, hanya saja kau harus mengajar Gi Joon juga setiap hari. Apa kau tidak lelah?”

“Gi Joon itu hartaku, Jin-ah. Kau tau kan appaku sangat meremehkanku? Kalau aku berhenti mengajar, appa akan berhenti percaya kalau sebenarnya aku ini cukup pintar”

“Cih, kau bukan pintar tapi licik” Yejin mencubit lengan Hyo

“kuanggap itu sebagai pujian” kata Hyo sambil tersenyum

Kedua sahabat itu masih saling tertawa sampai menemukan tempat duduk yang nyaman di bawah pohon. Tanpa sengaja, mata Hyo menangkap sosok laki-laki yang sedang menatapnya. Jantung Hyo berdegup cepat, sedetik kemudian pria itu pergi. Dia selalu begitu, setelah melihatku, dia langsung pergi batin Hyo.

*Yejin Home*

“Yang aku tahu, Cho Kyuhyun tidak pernah memberi perhatian khusus pada gadis-gadis di kelasku” Yejin sedang bercerita tentang teman-teman di kelasnya, kebetulan nama itu keluar dari mulut Yejin begitu saja, Cho Kyuhyun.

“Kulihat dia selalu sendiri” Hyo memancing dengan pernyataannya untuk tahu lebih jauh

“Kau benar, tapi dia punya 3 sahabat yang selalu di dekatnya. Kau tentu tau Jungsoo kan? Selain itu ada Hae dan Hyukjae. Mungkin karena sekelas, jadi kelihatannya mereka hanya dekat ketika di kelas” jelas Yejin

“Bukankah Cho Kyuhyun itu populer?” Hyo lagi-lagi memancing Yejin untuk bicara

“O, separuh lebih yeoja di kelasku sudah menyatakan cinta padanya. Tapi tidak satupun diterima. Aku heran, kudengar dia belum pernah pacaran”

“Jinjjayo?” Mata Hyo membulat, cukup shocked dengan pernyataan Yejin

“Wajahnya itu sok, tapi dia belum pernah berhubungan dekat dengan yeoja. Kyu itu sok cool

“Ada lagi yang kau tahu tentang dia?” ups kali ini Hyo jelas akan mati dengan pertanyaan blak-blak-annya.

“Obseo, hmm… ada satu lagi, kudengar dia tidak pernah menatap mata yeoja ketika sedang berbicara dengan yeoja di depannya”

Hyo bersyukur Yejin tidak menyadari pertanyaan-pertanyaannya yang menjurus ke arah Cho Kyuhyun dan sialnya pria itu dua kali bertemu dengannya dan dua kali pula menatap mata Hyo! Kau membuat aku gila Mr.Cho! teriak Hyo dalam hati

*Break time , Cafetaria*

Hyo terlihat murung.Kali ini otaknya benar-benar mempermasalahkan sekolahnya yang tidak memberi ruang yang cukup untuk makan di cafetaria. Di depannya adalah Eun Kyung, hoobaenya yang ditolak Kyuhyun sebulan lalu. Disamping kirinya Yejin sedari tadi tenang memakan Jjangmyeon panasnya. Mereka kini satu meja.

“Kyung-ah, kudengar seminggu yang lalu cokelatmu diterima Kyuhyun sunbae?” gadis di sebelah kanan Eun Kyung bertanya dengan bola mata seperti mau keluar dari tempatnya

“Ne, bahkan dia memakan cokelat buatanku” Kata Eun Kyung sambil tersipu malu

“Ah, kau beruntung sekali Kyung-ah. Kudengar Kyuhyun sunbae tidak pernah menerima hadiah-hadiah yang ia dapat, biasanya hadiah-hadiah itu diambil oleh 3 sekawan sunbae yang selalu bersama Kyu sunbae atau katanya jika tidak berminat hadiah-hadiah itu dibuang begitu saja” sambung teman sebelah kirinya

“Itu benar. Aku beruntung sekali sunbae mau memakannya. Besok aku berencana membuatkannya vanilla cake” Eun kyung terlihat semakin terlihat percaya diri dengan apa yang diucapkannya

“Kau beruntung sekali Kyung-ah, ani … sunbae beruntung sekali memilikimu kau kan pintar memasak. Dia pasti bahagia sekali”

Tak ada yang menyadarinya. Raut muka Hyo sudah berubah, air mata sudah mendesak ingin keluar dari matanya. Sayangnya, Hyo memang sulit sekali menerima kenyataan kalau ia sedang terluka… dalam. Memiliki katanya? Batin Hyo sedih

*Basketball Court*

“Aku bosaaaaaannn” Yejin berteriak tiba-tiba

“Wae? Kau bosan dari tadi bersamaku?” Hyo memukul lengan Yejin

“Bagaimana aku tidak bosan? Kau mengacuhkanku dari tadi Hyo. Aku berbicara panjang lebar dan dari tadi kau hanya menganggukkan kepala. Kau kan biasanya cerewet dan menyebalkan aduh” Hyo mencubit lengan Yejin

“Aku sedang ingin diam Jin-ah”

“Aku tahu kenapa kau begini” Yejin melangkah mendahului Hyo

“Kau tahu?” Mata Hyo membelalak, lalu mengejar Yejin dengan langkah besar-besar

“Bagaimana mungkin aku tidak tahu?” Yejin balas bertanya, kini mereka berhadap-hadapan

“Kupikir kau tidak menyadarinya” air muka Hyo berubah sama seperti di cafetaria pagi tadi

“Kau bodoh Hyo” Yejin memukul kepala Hyo

“Aku tahu aku bodoh” Hyo masih dengan raut muka yang sama

“Masih banyak ikan di laut Hyo”

“Aku tahu”

“Eh bukankah kau membenci Cho Kyuhyun?” tanya Yejin sambil mengedipkan sebelah matanya

“Aku membencinya. Aku benci pria yang malas berolahraga!” teriak Hyo keras

“Nah, kau tahu itu Hyo. Jangan bersedih! Hwaiting Hyo!”

“Ara, Hwaiting!” teriak Hyo lagi. Seberkas senyum samar menghiasi wajah seorang pria di kejauhan sana.

*Three Months Later*

“Hyo … Hyo Mi… Park Hyo Miiiiii !” teriak seorang pria

“Wae wae wae?” teriak Hyo balik

“Kau kemanakan telingamu huh?”

“Ya  Park Jungsoo! Dari awal aku dengar kau memanggilku! Kau yang dari tadi sepertinya bernafsu sekali meneriakkan namaku” balas Hyo, beberapa detik Jungsoo hanya menatap yeoja di depannya dengan tatapan cengo

“Kau mau apa ke kelasku? Mencariku?” Jungsoo tersadar dari lamunannya

“Ne, ini undangan” Hyo menarik undangan itu dari tangan Jungsoo

“Undangan apa?”

“Basket. Kita akan adakan makan malam bersama Hyo. Pesta bulgogi Hyoooo, kau suka kan?” mata Jungsoo membelalak lebar karena terlalu senang

“Aish, belum tentu aku bisa datang jungsoo-ya”

“Ah, wae? Kau lama tak keliatan di basecamp Hyo. Sejak 3 bulan lalu kau menghilang. Boom, tak ada kabar” Jungsoo membulatkan tangannya lalu membukanya berusaha mendeskripsikan kepergian Hyo

“Kau tahu kan kalau aku butuh belajar banyak heh? Bagaimana mungkin aku bisa masuk SNU kalau kerjaanku hanya main basket huh?”

“Aku bisa” Jungsoo mendekapkan tangannya di dadanya

“Sial!” Hyo menghembuskan nafasnya berat

“Kau harus ikut. Titik.”

*Ink Restaurant*

“Kau bisa menyingkir sebentar nona. Sepertinya kau menduduki PSPku”

“Nona, bisakah kau menyingkir sebentar?” masih suara yang sama dan Hyo masih juga tidak mendengar

“Park Hyo Mi, bisakah kau menyingkir?” Hyo berjengit kaget mendengar namanya dipanggil, ia terjatuh dan menabrak meja yang ada di depannya

“Ah eomma, sakit” Hyo mengaduh

“Kau baru menoleh kalau dipanggil namanya dulu nona?” Kyuhyun mengambil PSPnya dan mulai memencet-mencet tombolnya

“Kau mengagetkanku,… dan ini bukan yang pertama kali”

“Dan kau selalu jatuh setelah melihatku dan berteriak memanggil eommamu lalu mengaduh kesakitan. Hei, kau sudah besar nona” Pria itu mengambil alih bangku yang diduduki Hyo

“Kau masih mau duduk di lantai sampai kapan nona?” Kyu bertanya sambil menyunggingkan senyum khasnya

Sial dalam hati Hyo. Ia dengan berat hati duduk di sebelah Kyuhyun. Matanya menatap lekat bintang-bintang di langit. Di halaman luar restoran itu, hawa dingin menerpa kulit tetapi pikirannya sangat panas mengingat Kyu ada di sampingnya. Orang ini selalu muncul di waktu yang tak terduga pikirnya.

“Kau tidak bertanya kenapa aku ada di sini?” Kyu mengawali pembicaraan setelah kurang lebih tiga menit mereka terdiam

“Kenapa kau ada disini?” Hyo bertanya

“Aku kan bagian dari tim” Kyu masih memainkan PSPnya

“Mwoya! Badan kurus sepertimu, track records tidak pandai berolahraga. Sejak kapan kau jadi tim basket kami?”

“Hei, kau harus belajar menghilangkan kata ‘kami’ dan menggantinya dengan ‘kita’ karena bagaimanapun kita satu organisasi sekarang”

“Cho Kyuhyun, bagaimana bisa?”

“Siapa bilang aku tidak bisa berolahraga? Basket? Hanya hal kecil yang bisa aku lakukan” Kyu masih saja memainkan PSPnya sepertinya tak terganggu dengan obrolan mereka

“Karena Eun Kyung kah?” Hyo memberanikan diri bertanya

“Dia memang menyuruhku masuk tim. Kau tau kan history dia saat mendaftar tim?” Kyu balik bertanya

“Kau benar. Eun Kyung pasti sangat menginginkanmu masuk tim. Dulu ia gagal saat mendaftar” Hyo berusaha tenang

“Dan nona Hyo, kenapa kau ada disini?” Kyu nyaris membanting PSPnya saat tau ia gagal lanjut ke level game berikutnya

“Aku bagian dari tim juga. Kau tak tau?” Hyo sudah pandai mengontrol emosinya

“Aku tahu. Kalau aku tidak tahu aku tidak akan bisa memanggil namamu” kata Kyu dengan santai

“Kau terpaksa menghafal namaku?” selidik Hyo

“Sedikit” Kyu menggabungkan jari telunjuk dan jempolnya mengisyaratkan kalau dia memang sedikit terpaksa

“Kau … terserahlah” Hyo putus asa menanggapi setiap pernyataan Kyu

“Lalu bagaimana kau bisa memanggilku Cho Kyuhyun? Kau mengenalku?” Kyu dengan innocent bertanya

“Kau bodoh atau apa?” Hyo menggantungkan jawabannya dan bergegas masuk ke restoran lagi. Pria itu tersenyum untuk kesekian kali.

*Inside of Ink Restaurant*

“Yak Ppali!” Jungsoo beteriak menyuruh semua berkumpul dan makan bersama

“Silahkan dinikmati” Donghae, entah sejak kapan juga sudah bergabung dengan tim, mempersilahkan makan

“Oppa, makanlah yang banyak” Eun Kyung, duduk di hadapan Hyo, memotong-motong steak milik Kyu. Kyu tersenyum manis. Hyo berdiri, melangkahkan kaki ke luar restaurant.

*Out Of Ink restaurant*

“Kyuhyun, Donghae, Hyukjae masuk tim setelah ikut seleksi 3 bulan yang lalu Hyo-ya” Yejin berbicara di samping Hyo. Hyo masih menatap jalanan di belakang pagar.

“Lalu apa hubungannya denganku?”

“Dan Eun Kyung dia masuk melalui open recruitment untuk angkatan baru Hyo” Yejin meneruskan

“Kau tidak seharusnya menjelaskan itu padaku Jin-ah” sambung Hyo

“Aku tahu. Kau kan sudah tidak bodoh lagi Hyo jadi jangan anggap tim kita sudah berubah menjadi ajang perkumpulan hoobae yang gila mengejar-ngejar sunbaenya”

“Kau pikir aku berpikir seperti itu heh?” Hyo menatap sahabatnya lekat

“Benar kan?” Yejin balik menatap lekat mata sahabatnya

“Kau benar Jin-ah. Aku sudah dewasa” Hyo tersenyum lalu memeluk sahabatnya

*Yejin Classroom*

“Jin Jin-aaah” Hyo berlari menuju bangku Yejin

“Ige mwoya?” Yejin bertanya

“10 menit lagi aku ujian Lee Saem, ini no.3 bagaimana caranya Jin-ah? Kepalaku mau meledak” Hyo bertanya dengan rambut yang sudah berantakan, terlihat lusuh

“Ah, seminggu yang lalu aku sudah baca bagian ini. Molla, aku lupa Hyo” Hyo hanya menatap tak percaya pada sahabatnya. Berpikir mengapa nasibnya begitu buruk, berlarian sepanjang koridor menemui sahabatnya yang termasuk 10 besar paralel terbaik di sekolahnya dan barusan dia bilang tidak tahu?

“Ini mudah sekali. Begini saja tidak tahu?” seorang pria menengahi keadaan tidak nyaman yang terjadi antara Hyo dan Yejin

“Kau siapa?” tanya Hyo cengo di hadapan Kyu

“Pabo! Aku Cho Kyuhyun baru tadi pagi kita bertemu di gerbang sekolah haah” Kyu memukulkan pulpennya ke kepala Hyo

“Arraaaaa! Aku tahu kau Cho Kyuhyun menyebalkan itu! Maksudku siapa yang memanggilku kemari hah?” Hyo meledakkan emosinya

“Aku hanya mau mengajarimu ini … ” Hyo sudah merebut bukunya kembali dan berlalu ke luar kelas

“Aku tidak butuh bantuanmu Tuan Cho” Hyo berjalan menuju taman belakang. Sial, 5 menit lagi ujian pikir Hyo. Ia masih mengotak-atik rumus di bukunya. Bahkan konsetrasinya sekarang sudah pecah karena Cho Kyuhyun tiba-tiba muncul tadi.

“Sini, perhatikan dan jangan berkomentar apa-apa” Cho Kyuhyun tiba-tiba muncul dan merebut buku Hyo. Mengajarkan rumus yang benar dan menuliskannya di buku Hyo. Hyo hanya menatap kosong ke arah Kyu yang sekarang wajahnya hanya 10 centi dihadapannya. Menatap kosong dan tidak menyadari bahwa Kyu baru saja menyelesaikan penjelasannya.

“Kau bodoh sekali sampai tidak bisa soal sesederhana ini” Kyu sudah menegakkan wajahnya, menjaga jarak antara wajahnya dan Hyo yang tadi sangat dekat

“G..g..go .. gomawo” sahut Hyo patah-patah

“Cheon” Kyu berdiri lalu berbalik meninggalkan Hyo. Kejadian itu hanya dua menit tapi betul-betul menguras energi Hyo. Hyo memegangi dadanya, degupnya masih sama ketika dulu ia memutuskan untuk jatuh cinta pada pria itu. Dengan segera Hyo menyadari waktunya tinggal satu menit lagi. Ia berlarian di lorong kelas sambil membaca ulang tulisan Kyu, dan larinya terhenti saat ia membaca pesan singkat Kyu di bagian bawah penjelasannya. ‘Bodoh, aku tau kau bisa melakukannya! Fighting! ^^’ Jantungnya berdegup cepat lagi, dan beruntung lamunannya segera dipecah oleh teriakkan Lee Saem.

“Park Hyo Mi, cepat masuk kelasss!” Hyo berjengit mendengar raungan Lee Saem

*Hyo Classroom*

“Bagaimana hasilnya?” Yejin menghampiri kelas Hyo yang sekarang kosong, meninggalkan Hyo dan Yejin berdua di sana

“Menurutmu?” Hyo membereskan buku-buku dan peralatan belajarnya

“Aku tahu kau bisa” Yejin mengedipkan sebelah matanya

“Maksudmu?” Hyo memandang sahabatnya bingung

“Ani, kau mau langsung pulang? Hyo besok weekend, kita jalan-jalan dulu yaaa” Yejin menggelayut di lengan Hyo manja

“Hei, kau apa-apaan? Memangnya mau kemana?” Belum sempat Yejin menjawab, seorang laki-laki bertampang aneh datang memecah keheningan kelas

“Hyo kajja kita pergiiii, ayo ke Lotte World” Jungsoo datang menarik-narik tangan Hyo. Sebelah kiri dipegangi Yejin dan kanan ditarik Jungsoo.

“Ayolah Hyooo” Yejin memelas

“Aku tidak punya uangggg” teriak Hyo

“Kau kemarin baru terima gaji dari eommanya Gi Joon, Hyo” Sial pekik Hyo tertahan

“Ayolaaah” Jungsoo kali ini sudah memegang lembut tangannya

“Aku tidak mau lama-lama di sana” Hyo menyerah

“O!” jawab kompak Yejin dan Jungsoo

“Sudahi drama kalian! Ayo pergi sekarang” sebuah suara memecah pembicaraan mereka bertiga

“Kau?” Hyo ternganga

“Aku supirmu hari ini. Kajja kalian!” Kyu mendahului keluar dari kelas

“Dia supir kita hari ini, Hyo. Kita tidak usah menghabis-habiskan uang untuk naik subway kan kalau ada dia?” Yejin tertawa sedangkan Hyo hanya menatap kosong pintu kelas di hadapannya

*Lotte World*

“Aku seperti kembali menjadi umur 8  tahun” Kyu bicara sendiri sambil menatap berbagai permainan di depan matanya

“Kau lama tak ke sini ya?” Hyo bertanya

“O! Terakhir aku ke sini sewaktu umur 8 tahun. Appa dan Eommaku terlalu sibuk untuk mengajakku ke tempat seperti ini” Kyu tersenyum

“Kau kan punya noona”

“Ne, tapi dia juga sibuk. Dia itu eommaku kalau eomma yang sebenarnya sedang tidak di rumah” kata Kyu sambil berbisik di dekat Hyo

“Hahahahahahaha” Hyo tertawa lepas, membayangkan Kyu dimarahi habis-habisan oleh noonanya ketika di rumah. Tanpa sadar, seseorang tersenyum melihat tawa Hyo. Aku membuatnya tertawa teriaknya dalam hati.

Tanpa sadar, Yejin dan Jungsoo sudah tidak bersama mereka lagi. Entah mereka menghilang ke wahana yang mana. Faktanya mereka sering sekali ke Lotte World dan setiap kali ke sana selalu keadaannya sama. Hilang.

“Kau sering kesini?” Kyu menyerahkan ice cream yang baru dibelinya pada Hyo

“Ne” Hyo menerimanya dan salah tingkah karena dari tadi ia terus memperhatikan Kyu dari atas sampai bawah. Seragam mereka sudah berganti dengan pakaian casual. Kyu menggunakan T-shirt berkerah warna hitam dan jika dipadukan dengan rambut pendek hitamnya itu …

“Hyo?” Kyu memanggilnya

“Ne?” Hyo salah tingkah lagi

“Aku harus terus mengulang memanggilmu jika aku mau bicara denganmu huh?” Hyo merasa serba salah

“Mian”

“Astaga! Seorang Hyo minta maaf pada seorang Cho Kyuhyun! Seharusnya tadi ada yang merekamnya!” kata Kyu heboh

“KAU MAU MATI HAH?” Hyo murka

“Tidak apa-apa. Asal aku mati di tanganmu Hyooo” Kyu mengedip-ngedipkan matanya

“Kau gila!” Hyo berjengit ngeri menjauh

“Aku gila karenamu” Kyu membalas

“Kau benar-benar gila Kyu” Hyo bergidik mendengar pernyataan Kyu

“Aku gila seperti ini karenamu, kau tidak sadar?” Kyu mendekat ke arah Hyo dan Hyo menjauh

“Aku gila dekat-dekat denganmu” Hyo berusaha menjauh

“Aku tahu kau tergila-gila padaku” Kyu tersenyum lebar

“Kyuhyuuuuuuun, berhenti menggodakuu” teriak Hyo

“Aku tidak menggodamu, aku hanya memancingmu” tawa Kyu meledak

“Aku bukan ikaaaan, aku bukan donghaeee. Jangan main-main denganku” Hyo kembali berteriak

“Ahahaha, arra Hyo. Aku benar-benar sudah gila” Kyu masih mencoba mendekat

“Ya!  Kau gila! Kau benar-benar … ” Kata-katanya terputus karena Kyu tiba-tiba menarik tangannya dan memeluknya, erat.

“Aku tidak akan pernah melepasmu, kau sudah masuk perangkapku Park Hyo Mi” bisik Kyu lembut

“Kyu… lepas” Hyo memberontak, namun Kyu masih memeluknya erat tetapi masih menyisakan ruang untuk Hyo bernafas

“Kumohon jangan menjauh lagi” Kyu melepas pelukannya. Menatap intens ke arah mata Hyo.

“Jangan berlaku bodoh lagi. Kau harusnya bisa membaca situasi Hyo. Untuk apa kau menanyakan aku bermain basket untuk siapa? Untuk apa kau mengikutiku dari belakang setiap pulang? Untuk apa kau pergi setiap aku sedang bersama yeoja lain?” Kyu memberontak dengan berbagai pertanyaan

“Kau terlalu bodoh sampai tidak menyadari ada apa di sekelilingmu. Untuk itu aku selalu memanggilmu bodoh Hyo. Kau bertanya untuk siapa aku bermain basket padahal sudah jelas alasanku karena dirimu. Mengikutiku setiap pulang, kau hanya membuatku ingin berbalik kepadamu lalu memelukmu di tengah jalan. Kau masih saja tidak bisa membaca situasi dan pergi dengan tatapan terluka setiap aku bersama yeoja lain. Kau terlalu bodoh. Aku pun tidak suka membagi apa yang aku tahu dengan orang lain seharusnya kau tahu itu. Dan berapa kali aku menawarkan bantuanku padamu? Dan kau masih juga belum menyadarinya? Kau benar-benar bodoh Hyo”

“Sejak kapan… ?” Hyo terdiam. Kyu menarik tubuh Hyo mendekat. Mensejajarkan wajahnya dengan wajah Hyo.

“Cokelat. Kau ingat?” Kyu melembutkan tatapannya, menatap Hyo yang masih setengah bingung

“Aku memakan cokelat buatanmu. Cokelat gosong buatanmu itu membuatku penasaran siapa yang membuatnya. Awalnya aku ingin memaki dan memarahi si pembuatnya. Tapi pertemuan kita selalu tidak tepat. Setiap aku mau memarahimu karena cokelat itu, kau selalu menyulut emosiku dengan permasalahan yang lain. Dan itu terjadi berkali-kali Hyo. Dan aku … terbiasa dengan keberadaaanmu” Hyo masih ternganga mendegar penjelasan Kyu

“Aku menawarkan dua pilihan kepadamu. Satu, menerimaku menjadi pilihan hidupmu selamanya. Dua, terikat denganku hingga waktu yang tak ditentukan. Kau mau yang mana?” Hyo masih ternganga mendengar penjelasan Kyu

“Penyakitmu kenapa justru kambuh di saat seperti ini bodoh. Kau tidak mendengarku lagi?” Kyu menyentuh dahi Hyo dengan telapak tangannya

“Aku mendengarmu Kyu” kata Hyo lirih

“Aku milikmu Hyo. Kau senang kan?” Kyu menghambur memeluk Hyo untuk kedua kalinya.

“Kaum milikku” Kyu mengeratkan pelukannya

“Sial!” Hyo balas memeluk Kyu sambil tertawa

END

 

 

 

17 thoughts on “Love Chocolate

  1. Lol!!! Pertama yang mau gue omongin cuman satu kata, ‘ketawa’ ngakak bgt bacanya xD bagus loh karakter kyuhyunnya disini. Nyebelin2 gimaneeee gitu haha. Beruntung bgt yang jadi Hyo nya xD gue juga mau wkakaa

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s