Trapped in Love with Game 5

[PART 5] Trapped in Love with Game:

“Kyuhyun Confession”

Author                  : arsvio

Main cast             : Lee AdeLynnn, Cho Kyuhyun

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : Sequel

Rating                   : PG-13

Support cast       : member Super Junior

15

Suara tepuk tangan membahana di seluruh ruangan sesaat setelah Lynn mengakhiri presentasinya tentang game “Crush The Enemy”. Senyum kepuasan terulas dari wajah blasteran Korea-German tersebut. Setelah, melalui kerja keras dan rintangan, akhirnya game tersebut dipasarkan juga.

Tentunya di barisan kursi depan juga hadir seorang yang menjadi brand ambassadornya. Cho Kyuhyun datang dengan setelan jas formal dipadu dengan kemeja tanpa dasi. Dia tersenyum tipis menyambut suksesnya Lynn.

Namun, sebuah tangan terangkat ingin mengajukan pertanyaan. Dan Lynn menyilakan wartawan tersebut untuk mengemukakan pertanyaannya. “Silakan agashi,”.

“Kami kalangan wartawan mendengar desas-desus mengenai hubunganmu dengan brand ambassador game ini. Apakah semua itu benar, Adelynn-ssi?”. Wartawan tersebut sedikit menyeringai setelah melontarkan pertanyaannya.

Bukan Lynn jika tak mampu menangani pertanyaan usil salah satu wartawan tersebut. “Maaf, tapi alasan kita berada di ruangan ini adalah untuk launching game, bukan untuk mengorek masalah pribadiku, agashi,”.

“Tapi ini berkenaan dengan kredibilitas dan profesionalitas Anda dalam bekerja, agashi,” reporter tersebut tak mau kalah, sedangkan reporter lain sebagian ikut mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju.

Lynn menarik sudut kiri bibirnya. “Tidak mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaan, bukankah itu pedoman profesionalitas. Menjunjung asas kebenaran untuk publik dan menulis berita yang faktual,” Lynn sedikit menyinggung para penulis berita yang mengarang berita miring tentangnya. “Akan ada tempat dan waktunya untuk membicarakan hal tersebut. Jadi saya juga meminta keprofesionalan Anda saat ini,”.

Wartawan tersebut langsung merasa kalah telak dan malu atas ucapan sekaligus sindiran yang Lynn berikan. Beberapa orang yang sependapat dengannya ingin membantu membantah, namun MC dari pihak Game House langsung meng-cut perdebatan tersebut. “Dipersilakan bagi Cho Kyuhyun-ssi brand ambassador game ‘Crush The Enemy’, Park Jang Min-ssi direktur Game House untuk maju ke depan meresmikan secara simmbolik peluncuran game ini,”.

Dan rangkaian launching game diakhiri apik dengan foto-foto dari beberapa orang yang turut berpartisipasi dalam pembuatan Game.

_@Arsvio_

Eun Jung meyedot juz miliknya dengan mata yang tertuju pada berita yang diputar di plasma tv di sudut cafeteria. Dia memfokuskan pandangannya saat melihat seorang yang dikenalnya berada di berita tersebut. “Jadi, game Lynn sudah di launching,” pernyataan yang ditujukan pada lelaki di hadapannya.

“Ah, ya. Hari ini kalau tidak salah,” pria yang diajak bicara masih sibuk menyuapkan makan siang ke mulutnya. “Oleh karenanya, dia sibuk akhir-akhir ini dan tidak sempat merampungkan garapannya. Untungnya ada kau, jadi aku tidak terlalu kewalahan. Terima kasih karena kau membantuku menyelesaikan proyek tersebut,”.

“Sama-sama, Joon-ssi. Itu juga merupakan tugasku,” Eun Jung tersenyum. Hanya ungkapan terima kasih dari Lee Joon saja, sudah membuatnya amat senang. Sudah setahun belakangan gadis ini memang menaruh hati pada atasannya tersebut.

_@Arsvio_

“Semua akan baik-baik saja, Sweetheart,”. Donghae mengelus pelan kepala adiknya. Lynn duduk miring menghadap ke arah Donghae dengan kepala yang tersandar di punggung sofa. Nampak gurat kecemasan yang terpancar dari wajahnya.

“Bagaimana jika apa yang kukatakan malah memperburuk suasana, Oppa?” Lynn menghela nafas. “Sebuah image bagi kalian adalah segalanya. Jika aku salah bicara sedikit saja, maka akan berdampak besar bagi karirnya,”.

“Kau tidak akan melakukan kesalahan itu, Sayang. Karena gadis genius ini sudah sangat bisa berpikir masak-masak mengenai apa yang harus diucapkannya,” Donghae menjawil hidung Lynn.

“Tetap saja kegeniusan tidak berpengaruh pada kepandaian berbicara, Oppa. Aku akan lebih senang hati untuk memilih mengerjakan algoritma rumit daripada harus bicara di depan public tentang sesuatu yang err…tidak benar,” Lynn meragukan kata terakhirnya.

Donghae beringsut dan menghadapkan tubuhnya pada Lynn. “Sebegitukah khawatirnya kau? Sampai-sampai membuatmu terlihat frustasi, huh?”. Lelaki ini memiringkan kepalanya untuk mencari pandangan Lynn.

“Hum, ya. Kurang lebih seperti itu,”

“Eiy, aku jadi sangat cemburu dengan bocah setan itu. Kenapa adikku yang paling manis ini mau memperhatikannya lebih,” Donghae mendramatisir raut wajahnya menjadi sedih.

“Yaa, Oppa. Aku hanya membayangkan kalau kau yang mengalami ini semua. Pastinya, aku berharap ada orang sepertiku yang melindungi image-mu sebagai superstar,”. Lynn mencubit kecil lengan oppanya, menjadikan Donghae terkekeh pelan.

“Arasso, Sweetheart. Eh, kau tidak sedang jatuh cinta pada bocah setan itu kan?”

“YAAA, OPPAA…”. Lynn terus menghujani Donghae dengan cubitan-cubitannya, sedangkan Donghae sibuk menghindar. Dan terus terkekeh melihat ekspresi terkejut Lynn.

Seseorang di balik pintu yang sebenarnya sudah sedari tadi menyimak pembicaraan Donghae-Lynn, ikut tersenyum. Dia meraba dadanya tepat di jantungnya yang berdetak keras. “Huft, hanya karna dia membicarakanku saja, reaksiku sudah seperti ini,”.

_@Arsvio_

“Hya, apa yang kau lakukan di sini?” suara Sungmin membuat Kyuhyun sedikit terlonjak. Sungmin melongok ke arah dalam dan tersenyum penuh arti. “Kau menguping ya?”.

“Ya, Hyung,” ucap Kyuhyun menekan volume suaranya sambil membekap mulut Sungmin dan menyeret hyung-nya tersebut ke ruangan lain.

“Ish, bocah setan, apa yang kau lakukan?” Sungmin melepas tangan Kyuhyun yang tadi membekapnya. “Ah, kau benar-benar jatuh cinta pada sepupu Donghae itu ya?” senyum jahil terkembang di bibir Sungmin.

“HYA, HYUNG,” teriak Kyuhyun karena tak tahu bagaimana lagi membantah hyung yang paling mengertinya ini.

“Arraso. Pesanku, jaga dia. Kalaupun ada pihak yang menentang hubungan kalian, setidaknya dia memiliki tempat bersandar. Jangan biarkan dia terluka lagi karena tindakan fansmu,” nasihat Sungmin sambil menepuk punggung dongsaengnya.

“Bagaimana hyung tahu kalau-,” Kyuhyun menghentikan ucapannya dan mengingat kembali. “Pasti foto itu. Bahkan sampai sekarang aku belum mengetahui siapa pengirim foto-foto itu. Dan apa motifnya mengirimkan foto-foto hasil perbuatan fansku padaku?” heran Kyuhyun.

“Aku juga tidak tahu, Kyu,”. Sungmin melihat raut Kyuhyun yang berpikir. “Mungkin dia bermaksud baik dengan memberitahumu tentang tindakan fans pada Lynn. Sudahlah jangan dipikir. Oya, bagaimana reaksi Aboeji dan Eommonim?” tanya Sungmin.

Kyuhyun mendongak dan tersenyum. “Aku menjelaskan apa adanya, Hyung. Kurasa Appa sangat menerimanya. Beliau bisa mengerti kondisiku, bahkan beliau meminta dikenalkan pada Lynn. Menurutnya, Lynn seperti sosok Ahra Noona. Gadis biasa, pintar, dan cantik. Tapi, Oemma hanya diam saja, beliau tak menanggapi apa pun,” raut Kyuhyun berubah lagi.

“Sudahlah jangan terlalu dipikir. Mungkin Eommonim hanya sedang berpikir saja. Kalau Aboeji saja menyetujui kenapa Eommonim tidak,”.

“Kyuhyun hanya mengangkat bahunya. “Entahlah, Hyung. Kuharap juga seperti itu,”. Terlihat jelas keraguan di raut tampan magnae Suju tersebut. “Kau tahu sendiri Hyung. Bahwa ini hanya strategi dari perusahaan. Tapi, di sisi lain aku benar-benar jatuh hati padanya. Lalu apa yang harus kujanjikan padanya, Hyung?” ucap Kyuhyun frustasi.

“Jujurlah padanya, Kyu. Itu lebih baik. Kau sudah dewasa, pasti tahu bagaimana bertindak,” Sungmin menepuk kembali punggung Kyuhyun untuk memberinya semangat.

_@Arsvio_

Lynn mengatur nafasnya untuk mengurangi kegugupan yang tiba-tiba melanda. Dia sengaja mencuri waktu sebentar untuk mencari udara segar di salah satu balkon gedung SM Ent. Mencoba merilekskan diri sebelum wawancara digelar. “I can pass it,” ucapnya pada diri sendiri. [Aku dapat melewatinya].

“Of course, you can do it, Lynn,” ucap seseorang yang sudah berdiri di belakang Lynn. Membuat gadis tersebut sedikit terlonjak karena kaget.

“Mr. Cho, you shocked me. What’re you doing here?” bentak Lynn yang masih terkejut dengan kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba. [Mr. Cho kau mengagetkanku. Apa yang kau lakukan di sini?].

Kyuhyun melangkah ke samping Lynn dan menyandarkan badannya di pembatas balkon. “Aku menyusulmu karena khawatir kau akan melarikan diri dan menggagalkan interview ini,”. Khyuhyun mengangkat bahunya cuek.

“Could you appreciate my expense, just a little?” ucap Lynn yang sedikit geram dengan kata-kata Kyuhyun yang menurutnya menyebalkan. [Bisakah kau menghargai pengorbananku seddikit saja?].

“Oh baiklah,” Kyuhyun menegakkan badannya. “Adelynn, You look so beautiful with that polka dot Barbie dress,” Kyuhyun mengangkat kedua tangannya ke udara seolah dia sedang memuji seseorang. [Adelynn, kau terlihat cantik dengan gaun Barbie polkadot itu].

“Kalau seperti itu, kau lebih mengerikan, Mr. Cho,” cibir Lynn.

“Hei, tadi kau yang bilang aku harus bersikap baik. Sekarang malah kau mencibirku. Lalu bagaimana yang kau mau,” Kyuhyun bersungut dan mulai menggoda gadis di depannya. Sangat menyenangkan pikirnya.

“Sudahlah, aku sedang tidak mood untuk bertengkar denganmu,”. Lynn membalikkan badan dan siap untuk melangkah pergi, namun tiba-tiba Kyuhyun menangkap lengannya. “Now what?” ucapnya.

Kyuhyun melepaskan lengan Lynn dan berdeham kecil, agaknya sekarang dialah yang terkena seangan nervous. “Sebelum kita melangkah ke depan sana, aku ingin mengatakan sesuatu padamu,”.

Lynn memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun. Wajahnya ikut berubah menjadi serius karena melihat raut tegang Kyuhyun. “Ok, tell me,”.

“Interview ini bagi sebagian orang hanyalah sebuah alat mencapai profit, tak lebih. Dan scenario pun sudah diatur. Heh, sangat menggelikan ketika aku membacanya,” Kyuhyun menyeringai saat mengingat lakon yang harus dijalaninya. “Mempublikasikan menjalin hubungan dengan Lee Adelynn, seorang programmer sekaligus adik Lee Donghae. Membiarkan mereka mengekspos sedikit kehidupan relationship ini. Melambungkan namaku, meraih keuntungan, dan popularitas. Setelah 6 bulan, maka aku akan mengadakan konferensi pers bahwa hubungan kami telah berakhir karena bla bla bla,” Kyuhyun dengan malas menceritakan apa yang sebenarnya sudah diketahui oleh Lynn.

“Aku bukan orang yang akan nyaman dengan keadaan seperti itu. Sebuah kebohongan publik, seperti katamu,” ucap Kyuhyun terus terang. Dia terlalu jengah dengan trik klise seperti itu. “Bukankah kita terdengar seperti alat dalam strategi pemasaran? It’s so disgusting,”. [Itu sangat menjijikan].

“And then, what do you want to do?” Lynn menangkap kekesalan dari wajah lelaki di hadapnya. [Lalu apa yang ingin kau lakukan?]

Kyuhyun menghembuskan nafas panjang. Dia meraih tangan kanan Lynn dan mengenggamnya. Sedikit diabaikan debaran-debaran keras jantungnya. Dan Lynn sedikit tersentak dengan tindakan yang Kyuhyun tiba-tiba.

“Tak peduli dengan kenyataan bagi mereka bahwa hubungan ini hanya sebuah strategi, aku hanya ingin mengatakan ini. I love you, Lee Adelynn,” tutur Kyuhyun yang membuat Lynn membulatkan matanya.

“Kau-,”.

“Aku tidak butuh jawaban atau sanggahan darimu. Karena untuk saat ini, rasaku melampaui segala penolakanmu. Untuk saat ini, seperti kataku dulu, biarkan aku menjadi dinding yang melindungimu, meski pada kenyataannya dinding itu bisa runtuh kapan saja. Untuk saat ini, biarkan aku menjadi penopangmu, meski pada kenyataannya aku tak lebih tegar darimu. Tapi, bahkan itu semua akan lebih baik. Jadi aku minta padamu untuk percaya padaku,” Kyuhyun mengeratkan genggamannya.

“Setelah melangkahkan kaki ke depan, semua kamera akan tersorot padamu, semua mata akan tertuju padamu. Mereka mungkin akan tersenyum di hadapanmu, tapi siapa yang akan mengira jika mereka menyimpan duri di lengkungan senyum itu. Hingga akan datang saat dimana mereka menatap dengan sorot sengit padamu. Tatapan yang mengintimidasimu. Pandangan yang merendahkanmu,”

“Dan jika itu terjadi maka kuminta padamu untuk tetap menatapku. Jangan pernah alihkan pandanganmu dariku. Jangan pernah merasa terluka tanpa seizinku. Jadikan aku sebagai pedoman arahmu,”.

Lynn hanya mampu terpukau oleh kata-kata lelaki di hadapannya kini. Lelaki yang sering membuatnya naik pitam, namun bisa bersikap manis di saat tertentu. Lidah Lynn kelu untuk mengucapkan bahkan satu kata pun. Dia hanya mampu menjawab dengan detakan keras jantung miliknya.

Kyuhyun tersenyum melihat Lynn yang terdiam, lalu mengelus pelan poni Lynn. “Kajja,” ajak Kyuhyun sembari tetap menggenggam tangan Lynn.

_@Arsvio_

“Mulai kapan agashi berdua saling mengenal?”

“Kami berkenalan saat Donghae hyung mengajaknya ke apartemen Super Junior. Saat itu Lynn baru saja mengurus kepindahannya ke Korea,”

“Bagaimana kisah cinta kalian hingga akhirnya memutuskan untuk bersama,”

“Kami dekat karena sebuah Game. Aku seorang gamer, sedangkan dia seorang creator game. Karena ketertarikan pada game ini, membuat kami sering bertemu,”

“Untuk Lee Adelynn-ssi, bagaimana anda mulai menyukai seorang Cho Kyuhyun,”

“Kurasa alasanku tak jauh berbeda dengan elf di luar sana. Para sparkyu yang menggandrungi seorang Cho Kyuhyun karena bersuara indah dan tampan. Kyuhyun-ssi, walaupun para hyungnya menjulukinya evil magnae, namun dia adalah pribadi yang menyenangkan dan hangat,”

“Menjadi pacar seorang Cho Kyuhyun Super Junior, bagaimana anda menyikapinya?”

“Aku hanya bisa berharap penggemar Kyuhyun-ssi menerimaku. Bagi elf, kumohon jangan berhenti menyukai Cho Kyuhyun-ssi hanya karenaku. Tetaplah mendukungnya, karena cinta kalian membuatnya tetap bersinar. Dan keberadaanku, tidak akan mengubah cinta Cho Kyuhyun-ssi pada kalian semua,”

“Tentang pemberitaan miring yang akhir-akhir ini bergulir, bagaimana kalian menanggapinya?”

Sebuah pertanyaan yang berhasil membuat Lynn menegang. Dia mengepalkan tangannya di atas paha, mengingat bagaimana jatuhnya dia saat gossip tersebut bergulir tak terkendali. Tangannya sudah dingin karena gugup.

Kyuhyun melihat dari ekor matanya, kenyataan bahwa Lynn tidak nyaman dengan interview ini. Tanpa menoleh pada Lynn, Kyuhyun mengulurkan tangannya dan menggenggam jemari Lynn. Menyalurkan kekuatannya untuk melalui interview tersebut.

Lynn yang merasakan sentuhan hangat di tangannya, menoleh dan mendapati Kyuhyun yang tetap menatap ke depan. Seolah mengisyaratkan secara diam, bahwa interview masih harus berlanjut.

“Pemberitaan itu tidak benar adanya. Kami baik-baik saja. Tidak ada perselingkuhan ataupun pertengkaran hebat,”

“Tapi berdasarkan foto yang beredar, ada seorang pria yang bersama kalian saat itu. Dan terlihat agashi bertiga sedang bertengkar. Bagaimana Cho Kyuhyun-ssi menjelaskan ini?”

“Aku yakin kalian yang berada di sini pernah merasakan yang dinamakan cemburu,” Kyuhyun terkekeh pelan diikuti senyum dari semua orang. “Kami orang muda yang masih berdarah panas. Hanya sebuah kesalahpahaman kecil kala itu. Pria itu salah seorang teman kantor Lynn. Dan melalui media ini, aku ingin mengucapkan maaf dan terima kasih. Maaf karena telah melibatkanmu pada masalah. Dan terima kasih karena saat itu kau menolong Lynn,”

“Terakhir kalinya Cho Kyuhyun-ssi, apakah kalian bergandengan tangan secara diam-diam di bawah meja?” pertanyaan yang menimbulkan yang berada di ruangan tersebut, termasuk Kyuhyun, sontak tertawa karena pertanyaan konyol tersebut.

“Aku tertangkap basah rupanya,” Kyuhyun mengangkat tangannya, yang sedang menggenggam tangan Lynn, ke udara. Menunjukkan kepada wartawan di situ. Dan semua bertepuk tangan karena ulah Kyuhyun. Sebuah ending interview yang manis.

_@Arsvio_

Setelah satu jam berlalu, Lee Joon mengakhiri meeting dengan stafnya. Lelaki ini kemudian membereskan tablet dan beberapa berkas miliknya. “Lynn, temui aku di ruanganku,” ucap Joon sembari melangkah ke luar dari ruang rapat.

Lynn hanya mengangguk untuk menjawabnya. Gadis ini sesegera mungkin membereskan stuff-nya dan berdiri dari duduknya. Lynn siap melangkah namun perkataan seseorang menahannya.

“Wah, sedih sekali karena aku tidak bisa menonton konser pacarku,” ucap seorang gadis dengan nada mengejek. “Ah benar, pekerjaan ini membuatku tertahan,” sahut teman sang gadis. Keduanya dengan sengaja mengeraskan volume suara mereka.

Lynn hanya menyeringai menanggapi sindiran tersebut. Dia bukan tipe gadis yang mudah terpancing emosinya. Lynn terbiasa untuk menutup mata dan telinganya pada keadaan sekitar. Segala penolakan pernah diterimanya saat kecil dulu. Jadi bukan hal besar jika mendapat sindiran semacam itu.

Tetapi sepertinya dua gadis tadi memang sengaja mencari masalah dengan Lynn. Keduanya menghadang Lynn saat dia akan keluar dari pintu rapat. “Wah, Miss. Lee, terburu sekali,” ucap salah satunya.

Kembali Lynn hanya menarik ujung bibirnya. “Aku tidak ada perlu dengan kalian. Jadi minggir dari jalanku,” ucap Lynn dingin.

“Wah…wah…pacar Cho Kyuhyun berulah rupanya. Oh, kasihan sekali aku karna tidak bisa memelototi ketampanan pacarku itu saat konser, aku harus lembur. Ottoke?” kembali salah satu dari gadis tersebut melayangkan sindiran yang membuat kuping memanas. Keduanya terkekeh setelah ucapan tersebut.

“My apology, but it’s not your business. Better you two take care of your hairs, because it have been felt down,” giliran Lynn yang mengucapkan kata penghinaan. Lynn menunjuk beberapa helai rambut rontok di salah satu bahu dari kedua gadis. [Maaf, tapi itu bukan urusanmu. Lebih baik kau berdua mengurus rambutmu yang rontok].

Gadis yang dimaksud langsung bertampang kesal. Dan segera berranjak dari hadapan Lynn sebelum mendapat pukulan lain dari Lynn. Temannya hanya mengekor dengan tampang tak kalah masam.

Gadis lain yang berada di belakang Lynn hanya tertawa tertahan melihat adu sengit di hadapannya. “Kau hebat Lynn. Berani melawan mereka berdua,” gadis itu mendekati Lynn.

“They just have a rubbishy cheating, Eun Jung-ssi,” sahut Lynn dengan datar. Kembali Eun Jung terkekeh dengan perkataan Lynn. [Mereka hanya mengobrolkan sesuatu yang tak berguna].

“Tentu. Ayo kita ke ruangan Sajangnim. Aku harus menyerahkan berkas,” Eun Jung mengedikkan kepalanya untuk mengisyaratkan agar bergegas keluar ruangan.

_@Arsvio_

Kyuhyun merogoh mantelnya dan menyodorkan sebuah tiket pada Lynn. “Aku harap kau bisa datang ke SS4,” pinta Kyuhyun tulus. Tangannya kembali meraih garpu yang tadi diletakkannya, lalu menyuapkan spaghetti ke mulutnya.

Lynn menerima tiket ss4 tersebut. Membacanya dengan teliti, namun kemudian menyodorkan kembali pada Kyuhyun. “I’m really sorry. I can’t come. I’ve an overtime work,”. [Maafkan aku. Aku tak bisa datang. Aku kerja lembur].

Kyuhyun menegakkan kepalanya dengan wajah kecewa. “Kalau begitu kau bisa datang di hari kedua,” ucapnya untuk mencari solusi agar Lynn tetap datang di SS4.

“Aku tetap tidak bisa, Mr. Cho. Aku dan timku sedang menggarap suatu program. Jadi kami akan lembur 4 hari ke depan,” Lynn benar-benar menyesal karena tidak bisa datang dan membuat kecewa. Gadis ini juga ingin menyaksikan SS4, tentunya menonton bagaimana oppa kesayangannya beraksi di atas panggung. Juga, sedikit keinginan untuk melihat lelaki di hadapnya.

Kyuhyun menghembuskan nafas kesal dan menggembungkan pipi. “Kalau begitu kau harus datang saat SS4 di luar negeri,” ucap Kyuhyun cuek sembari melanjutkan makannya.

“Hya, sebegitu pentingkah konser itu, Mr.Cho?” protes Lynn dengan meninggikan volume suaranya.

“Tentu saja. Itu konser namjacingumu, masak kau tidak bisa meluangkan waktu untuk menonton,”

Lynn hanya mengangkat bahunya untuk menjawab pernyataan Kyuhyun. “Baiklah, kau datang sehabis konser saja,” Kyuhyun masih mencoba mencari solusi lain.

“No, I won’t. It will be so tiring,” sanggah Lynn yang disambut cebikkan dari Kyuhyun. Lelaki tersebut akhirnya mengalah karna memang tak ada lagi yang bisa diusahakannya agar Lynn tetap datang.  [Tidak, aku tak akan datang. Itu akan sangat melelahkan].

_@Arsvio_

Malam itu adalah hari kedua sebuah tim untuk bekerja lembur menyelesaikan sebuah aplikasi. Lynn adalah salah satu dari lima orang anggota tim. Gadis tersebut benar-benar focus pada pekerjaannya. Sampai-sampai dia melewatkan makan malamnya tadi.

Joon mendongakkan kepalanya dan memandang Lynn sejenak. Dia tersenyum karena sesuatu. “Choi Seung Hyun, kau benar dalam satu hal. Ini hanya strategi,” batin Joon. Terlihat bahwa Lynn lebih berkonsentrasi pada pekerjaannya, daripada sebuah konser yang saat ini telah berlangsung.

Eun Jung berdeham untuk membuyarkan lamunan Joon. Kentara sekali kalau gadis ini tidak menyukai cara Joon memandang Lynn. “Sajangnim, apakah kau ada ide untuk menyelesaikan ini?” Eun Jung menyodorkan tablet miliknya pada Lee Joon, berharap perhatian Joon beralih padanya.

“Ah ya, Ini adalah undangan untuk pesta ulang tahun perusahaan yang akan diadakan 3 hari lagi. Mianhata karena baru memberikan hari ini,” salah satu lelaki yang berada di situ membuka suara. Dia kemudian menyodorkan undangan itu pada masing-masing staf.

“Ah, Adelynn-ssi, kau pasti mengajak Kyuhyun-ssi untuk datang ke pesta ini ya? Wah senangnya memiliki pacar,” ucap Eun Jung tiba-tiba sembari melirik Lee Joon. Lelaki yang dilirik hanya menampakkan raut tidak sukanya pada pertanyaan Eun Jung.

Lynn hanya tersenyum dan meletakkan undangan itu lagi. “Maybe,” jawabnya singkat. Dia bahkan tidak memikirkan kemungkinan tersebut. Tadinya, rencana Lynn ingin mengajak oppanya atau hadir sendiri sepertinya lebih menyenangkan daripada mengajak evil itu.

“Sudah, kita lanjutkan dulu pekerjaan ini,” ujar Lee Joon untuk menutupi ketidaksukaannya pada topik pembicaraan yang bergulir. Sebuah perkataan yang disambut dengan anggukan semua yang hadir di situ.

_@Arsvio_

“Hi Lynn,”

“Gomawo, Lynn. Kau sedang apa?”

“Ah, cepat sampai rumah dan istirahat,”.

Kyuhyun yang duduk di sebelah Donghae, segera menoleh cepat dan menyimak Donghae yang sedang menelpon. Kyuhyun mencebik karena mengetahui Lynn lebih dulu menelpon kakaknya seusai SS4, ketimbang menelponnya. “Donghae Hyung, berikan telphonnya padaku,” tahu-tahu Kyuhyun sudah merebut ponsel milik Donghae.

Teriakan keras dari Donghae tak digubrisnya. Dia tetap berkonsentrasi untuk bicara dengan Lynn sembari menghalau tangan Donghae yang menggapai-gapai iphone miliknya.

“Ya, kau bahkan tak menelpon namjacingumu dulu, huh?”

“Mr. Cho, is that you? lalu kenapa aku harus menelponmu dahulu,”

“Tentu saja karna aku namjacingumu. Kalau begitu kau turun di halte dakat dorm super junior,”

“Kenapa aku harus melakukannya, huh?”

“Kau harus, kalau tidak aku yang akan ke apartemenmu sekarang juga,”

“Hya, apakah itu sebuah ancaman? Kenapa kau memaksa sekali sih?”

“Karena setelah SS4 yang melelahkan ini, aku ingin melihatmu, Sayang,”

“Ya ya, jangan ucapkan kata-kata itu. Aku ngeri mendengarnya,”

“Awas sampai kau tidak datang. Aku akan mencincang Oppa kesayanganmu ini,”

“OK, kau menang, aku datang, CAPTAIN CHO. Kau puas?”

“Ah, aku suka kau memanggiku seperti itu. Sampai nanti, Sayang,”.

Kyuhyun meyodorkan iphone Donghae kembali dengan wajah inocentnya. Donghae menerima iphone-nya dengan sedikit bergidik. “Ya, apa kau tidak keterlaluan menyuruh Lynn ke dorm padahal dia sudah lelah dari kantor. Hah, aku jadi menyesal membiarkanmu memacarinya,” rutuk Donghae.

Kyuhyun hanya menyandarkan punggunggnya dan bersikap cuek dengan protes hyungnya. “Karena aku ingin bertemu dengannya, Hyung,” sebelum Donghae melayangkan protes, Kyuhyun sudah kembali membuka mulut. “Tenang saja, aku akan mengantarnya pulang nanti,”.

_@Arsvio_

“Hi, Oppa,” sapa Lynn yang disambut pelukkan oleh Donghae. Lynn membalas pelukan ringan dari kakak sepupunya tersebut dengan senyum. Satu-satunya hal yang tidak disesali karena menuruti perintah evil magnae itu adalah dia dapat bertemu kakak kesayangannya.

“You must be suffer a lot, Sweetheart,” Donghae melepas pelukannya dan mengelus pelan rambut Lynn. Donghae melirik Kyuhyun yang semenjak tadi berdiri menatap tajam Donghae-Lynn. [Kau pasti sangat lelah, Sayang].

“Hah, dia ke sini karenaku Hyung,” ucap Kyuhyun sambil menarik lengan Lynn agar mengikutinya. Menjauhkan kedua kakak adik keluarga Lee ini, karena jika tidak maka usahanya memaksa Lynn agar ke dorm pasti sia-sia saja. Saudara sepupu ini sungguh susah dipisahkan jika sudah bertemu.

“Hya, bocah setan,” teriak Donghae yang tak mendapat tanggapan dari Kyuhyun. Donghae menyusul Lynn dari belakang. “Sweetheart, aku ada di kamar jika kau membutuhkanku untuk memenggal setan ini,” Donghae menepuk ringan pundak Lynn.

Lynn duduk kesal di sofa ruang tamu dorm Suju, sedangkan Kyuhyun menunjukkan senyum lebarnya. Kyuhyun memposisikan duduk di sebelah Lynn dan mengamati wajah Lynn yang masam. Kentara sekali bahwa gadis itu juga lelah.

“Hei, masak kau bertemu dengan namjacingumu dengan wajah seperti itu,” Kyuhyun mencolek lengan Lynn. Dengan tampang innocent-nya menatap Lynn yang terus memberangut.

“Lama-lama bisa kubunuh kau,” geram Lynn yang membalas tatapan Kyuhyun dengan sengit.

“Hey, jangan terlalu galak pada pacarmu sendiri. Dan hei, ucapkan panggilanmu untukku tadi,”

Lynn menyipitkan pandangannya pada Kyuhyun. “Tidak mau,” jawabnya singkat. Lynn mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

“Hah, ya sudahlah, aku lelah sekali,” ucap Kyuhyun sambil merentangkan kedua tangannya ke udara. Setelahnya, dia merebahkan dirinya di sofa dan menempatkan kepalanya di atas pangkuan Lynn. Walaupun tindakannya menimbulkan efek yang kurang baik bagi jantungnya, namun dia menikmati debaran tersebut.

Lynn sedikit terlonjak dengan kelakuan Kyuhyun. Menimbulkan desiran kuat saat memandang wajah lelaki tersebut berada di pangkuannya. Seketika pipinya merasa memanas. “Hya, what the hell are you doing, Mr. Cho?” geram Lynn untuk menutupi kegugupannya. [Hya, apa yang kau lakukan, Mr. Cho].

“Tolong jangan berisik, aku sangat lelah. Bangunkan aku satu jam lagi, akan kuantar kau pulang,”

“Hyaa, kakiku bisa kesemutan,” Lynn mengguncangkan kakinya. “Lagi pula kalau pada akhirnya kau mengantarku bukankah itu lebih buang-buang waktu dan energy?”

“Aku tak peduli, karena aku hanya ingin bertemu denganmu,” sanggah Kyuhyun. Dia kemudian memejamkan matanya dan menikmati waktu istirahatnya.

Perkataan yang walaupun tidak dikatakan dengan manis, tapi tetap saja meluluhkan keinginan Lynn untuk melempar lelaki tersebut ke laut Atlantik. Melihat kantung mata di wajah Kyuhyun, timbul rasa iba pada Lynn.

Lynn tak akan tega menjungkalkan Kyuhyun dari pangkuannya, karena dia juga akan melakukan hal yang sama ketika lelah. Tidur di pangkuan Mommy, orang tersayangnya, sangat menenangkan. Mengingat itu, membuat Lynn mengangkat tangannya dan membelai poni Kyuhyun yang jatuh berantakan di dahi. Tersenyum saat mendapati mata Kyuhyun terkatup sempurna dan senyum yang tesungging di bibirnya, sangat manis. Menyadari bahwa keberadaannya merasa dibutuhkan oleh pria yang terlelap di pangkuannya, sungguh menghangatkan hati.

Walaupun dengan mata terpejam, Kyuhyun masih merasakan sentuhan Lynn di dahinya. Membuatnya melengkungkan senyum. Dan mengantarkannya masuk ke alam mimpi.

_@Arsvio_

“Cukup sampai di sini saja,” ucap Lynn sambil menyampirkan tasnya di bahunya. Dia bersiap turun saat mobil Kyuhyun memasuki pelataran apartemen miliknya. “Thanks for walk me home,” Lynn akan membuka pintu mobil, namun tidak bisa. Terkunci. [Terima kasih karena mengantarku pulang].

“Maaf, Lynn Sayang. Tapi kau melupakan sesuatu,” ujar Kyuhyun. Dia menatap Lynn dengan senyum jahilnya.

“What? Aku merasa tidak melupakan apa pun,”

“Ah, really? Kau melupankan sesuatu yang penting Lynn,”. Kyuhyun menunjuk pipinya dengan jari telunjukknya untuk mengisyaratkan sesuatu sembari mencondongkan wajahnya ke arah Lynn.

“Hya, kenapa aku harus menciummu?” protes Lynn saat tahu apa yang dimaksudkan Kyuhyun.

“Bukankah kau dan Donghae Hyung melakukannya ketika berpisah, lalu kenapa denganku tidak?” sungut Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Karena dia Oppaku, lalu kau?” tunjuk Lynn pada Kyuhyun.

“Of course your boyfriend,”

“Ish, no way. Sekarang bukakan pintu mobilnya,”

Kyuhyun hanya menggeleng kemudian menunjuk lagi pipinya.

“CHO KYUHYUN!” teriak Lynn frustasi. “Oh my, kenapa aku tidak memiliki skandal dengan Siwon Oppa saja sih,” racau Lynn.

“Sayangnya itu tidak terjadi Lynn,” Kyuhyun tersenyum lebar. “Kau mau cepat turun tidak? Kalau kau cepat turun, maka kau akan cepat sampai di flatmu dan cepat istirahat,” goda Kyuhyun. “Umm…” sekali lagi Kyuhyun menunjuk pipinya.

Lynn mengeram kecil. Dia tahu akan sia-sia saja melawan kehendak evil magnae-nya Super Junior yang kurang ajar tersebut. Dengan kilas Lynn mengecup pipi Kyuhyun. Membuat pipinya sendiri memanas seketika.

Kyuhyun tersenyum puas. “Mulai sekarang kita akan melakukannya setiap akan berpisah,” ucap Kyuhyun semangat yang disambut tatapan horror Lynn. “Good night, Honey,” Kyuhyun membuka master lock pintu mobilnya dan membiarkan Lynn turun. [Selamat malam, Sayang].

Sepeninggal Kyuhyun, Lynn masih betah berdiri mematung. Dia sibuk mengontrol detak jantungnya. Memandang kembali ke arah mobil Kyuhyun menghilang, lalu menghembuskan nafas panjang.

_@Arsvio_

Lynn keluar dari lift dan siap melangkahan kakinya ke apartemen miliknya, tapi langkahnya tertahan saat melihat postur tubuh yang dikenalnya berjalan di depannya. Naluri Lynn mengatakan untuk tidak menyapa dahulu, dia mengikuti segala gerak dari orang tersebut.

Beberapa meter dari apartemen Lynn, orang tersebut berhenti sejenak  dan merogoh sesuatu dari mantelnya. Dia kemudian merentangkan benda yang diambil dari kantongnya yang ternyata sebuah masker.  Dan Lynn secara tersembunyi mengamati orang tersebut.

Lynn semakin heran saat orang tersebut terhenti di depan pintu apartemen Lynn. Kemudian meletakkan sebuah kotak tepat di depan pintu dan memencet bel apartemen Lynn secara brutal. Setelahnya, dia meninggalkan apartemen Lynn dengan menghentakkan kakinya.

Lynn keluar dari persembunyiannya. Dia menekan tombol ‘stop’ untuk menghentikan recording galaxy android miliknya. Menyeringai saat sudah menemukan titik terang. “Kau salah memilih orang untuk kau ajak bermain, Nona,” gumam Lynn.

Lynn memungut kotak yang diletakkan orang tadi dan melemparkannya ke tong sampah tanpa setelah melihat dan merekam isinya. Gadis itu menarik sudut kanan bibirnya dan menepuk-nepuk tangannya untuk menghilangkan debu. “I got you,”.

_@Arsvio_

Tiga hari ini benar-benar meremukkan tulang Lynn. Dia bekerja lembur dengan rekan-rekannya untuk menyelesaikan aplikasi mereka. Sebenarnya, itu adalah aplikasi yang Lynn sendiri usulkan ketika dulu Kyuhyun membuat kekacauan. Jadi mau tak mau dia harus berkomitmen lebih untuk menuntaskannya.

Tak lupa, secara diam-diam, Lynn juga mengumpulkan bukti-bukti untuk menyeret peneror hidupnya ke jalur hukum. Gelar magister yang disandang di belakang namanya mematangkan cara berpikirnya. Dia bukan tipe gadis yang akan dengan sembrono melabrak peneror itu. Tidak akan ada gunanya.

Lynn keluar dari ruang meeting dan mengecek arlojinya. Dia merogoh galaxy android di saku blazernya, lalu mendial nomor seseorang. Tanpa menghentikan langkahnya untuk segera keluar dari gedung Microsoft, Lynn menelpon seseorang dengan wajah sumringahnya.

Lynn melewati loby dan terkaget ketika melihat sosok Kyuhyun sudah berada di sana, menunggunya. “You do here, Mr. Cho. What’re you doing?” ucap Lynn yang masih ragu mengapa Kyuhyun sampai menunggunya. [Kau rupanya di sini, Mr. Cho. Apa yang kau lakukan?].

“Of course to pick you up,” ucap Kyuhyun. “Aku juga baru pulang, jadi sekalian saja mampir,” gengsi Kyuhyun yang mencoba menutupi kenyataan bahwa dia ingin sekali menjemput Lynn. [Tentu saja untuk menjemputmu].

Lynn tersenyum tertahan melihat kelakuan Kyuhyun. Sebenarnya dia ingin membantah lelaki tersebut, tapi lelah tubuhnya tidak mengizinkan. “Ok, lets go home,”. [Ok, ayo pulang].

“Antar aku ke dormmu saja, ada janji bertemu Donghae Oppa,” tutur Lynn saat mereka tiba di basement. “Aku baru saja menelponnya,” ucap Lynn ketika Kyuhyun akan membukakan pintu mobil untuknya. Namun, belum sempat pintu terbuka, Kyuhyun menghentikan tindakannya.

Dia menghela nafas panjang dan menatap sendu Lynn. “Someday, could you tell me that you really want to see me or have a great longing for me? Like what you do toward Donghae Hyung,” [Suatu hari, dapatkah kau berkata padaku bahwa kau ingin bertemu atau sangat merinduku? Seperti apa yang kau lakukan pada Donghae Hyung?].

“Oh come on, Captain Cho. It isn’t something that you have to jealous of,” Lynn tak habis pikir bagaimana lelaki di hadapannya mempersoalkan hal tersebut. Bukankah dia sendiri yang memaksakan hubungan ini, jadi kenapa sekarang dia juga menuntutya. [Oh ayolah Captain Cho. Ini bukan sesuatu yang harus kau cemburui].

“Lalu kenapa kau ingin bertemu Hyung?” tanya Kyuhyun.

“Hey, Donghae Oppa adalah keluarga satu-satunya yang ku punya di Seoul. Lalu apa masalahnya jika aku ingin menemui keluargaku sendiri, huh?”.

“Kau merasa lelah Lynn? Membutuhkan bahu untuk bersandar?” tanya Kyuhyun. Suatu hal yang terlintas di benaknya ketika teringat saat Lynn menghadapi masa sulit karena tekanan media. Lynn datang pada Donghae untuk membagi penatnya.

Lynn bergeming tidak menjawab, karena apa yang Kyuhyun katakan sudah merupakan jawabannya. Dia hanya menghela napas pelan dan memberikan tatapan memohon pada Kyuhyun agar mau menghentikan intimidasinya dan mengantarkannya pada oppa-nya.

Kyuhyun tahu bahwa yang dikatakan adalah pertanyaan retoris. Dia melangkah maju dan memperkecil jaraknya dengan Lynn, kemudian menarik Lynn masuk ke pelukannya. Memberikan sebuah pelukan dan sekaligus tempat bersandar bagi gadis itu.

Lynn yang tadinya diam saja, lambat laun membalas pelukan tersebut. Menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun dan tersenyum saat mendengarkan irama detak jantung Kyuhyun yang sama dengan miliknya, menghentak tak karuan. Tapi bahkan semua itu terasa nyaman.

Dihirupnya wangi maskulin Kyuhyun. Menikmati segala kenyamanan yang lelaki itu berikan. Pelukan yang terasa hangat dan aman, seolah tak akan ada yang dapat menyakitimu selama berada dalam ikatan tangan kokoh itu.

“Lain kali, jika ini yang kau butuhkan, bisakah kau datang padaku saja, hum?”.

Tanpa terasa Lynn mengangguk dan itu membuat Kyuhyun tersenyum tulus. Sungguh Membahagiakan pikirnya. Mendapati gadis yang kau cinta nyaman dalam dekapanmu. Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Lynn. Beberapa saat berlalu, namun mereka masih enggan melepas pelukannya.

_@Arsvio_

Seseorang mengeraskan rahangnya melihat pemandangan di depannya. Ingin sekali dia menjangkau pasangan yang tengah berpelukan di sana, dan memisahkannya. Namun, sepertinya langkahnya tertahan melihat sang gadis yang menikmati pelukan tersebut.

“Joon-ssi,” Eun Jung yang berada di dekat Lee Joon menyenggol lengan atasannya tersebut. Namun, usahanya sia-sia saja, Lee Joon tetap mengepalkan tangannya. Emosi lelaki ini sudah tersulut.

“Kita lihat saja, siapa nanti yang akan tetap bertahan, Cho Kyuhyun,” gumam lirih Joon yang bahkan Eun Jung pun tak dapat mendengarnya.

Eun Jung masih menatap nanar Joon. Dia mencengkeram lengan lelaki tersebut untuk mengembalikan Joon pada dunianya. Menyadarkan bahwa di sisinya ada dirinya yang selalu melihatnya.

 

 

Diary 1st : Lee Joon

“Aku salah menilai sesuatu. Apa yang aku lihat sekarang merupakan bukti bahwa hubungan mereka bukanlah kebohongan publik seperti yang Seung Hyun Hyung katakan. Sesak ini menjadi bukti juga bahwa aku sudah jatuh hati pada gadis itu. Menyerah? Tidak akan. Aku mengibarkan bendera perang terhadapmu, Cho Kyuhyun,”

Diary 2nd : Ham Eun Jung

“Kenapa kau tidak pernah melihatku?. Apakah gadis bermata biru yang baru beberapa bulan kau kenal itu sudah mampu membuatmu jatuh cinta?. Dibandingkan denganku yang berada di sampingmu selama dua tahun ini, apakah dia lebih memesonamu?. Ku yakinkan padamu, bahwa aku akan membuatmu melihatku semata, Lee Joon-ssi,”

Diary 3rd : Cho Kyuhyun

“Kau tahu bahwa ini sungguh membahagiakan, mendapati Lynn berada dalam jangkauanku. Menyadari bahwa dia tidak menolak eksistensiku di sekelilingnya. Suatu saat, aku yakin bisa mendapatkan hatimu penuh, Lee Adelynn,”

Diary 4th : Lee Adelynn

“Entahlah, apa yang ku rasa. Aku hanya merasa hangat dalam pelukan protektifnya. Biarkan semua mengalir lambat, karena suatu saat aku akan mendapatkan jawaban atas keraguan hatiku. Untuk sekarang, aku hanya bisa berkata bahwa aku seutuhnya menerimamu menjadi bagian di hidupku, Captain Cho,”.

TBC*

(Arsvio_ @November, 2011)

 

Note: Hua, part ini lebih pendek dari sebelumnya. Mian semua. Tapi inilah ide yang aku punya untuk part ini. Semoga kalian masih berkenan menunggu kelanjutannya. Thanks a bunch every one. Bow dan Bye. (^^ ,)/

22 thoughts on “Trapped in Love with Game 5

  1. huuuaaa…
    Akirnya Lynn bisa nerima Kyu..
    Trus, orang yg neror Lynn spa ya?
    Jgn2 Eunjung lagi..
    Joon, jgn jahat sm Lynn-Kyu ya..
    Fighting author..

    Jia Jung

  2. suka! Suka! Kyu jadi sosweet gt. Hoah XD, ending interview yg lucu, tau aja ntu wartawan kalo kyu gandeng tangan lynn. Hoho
    lynn akhrnya kao menerima kyu juga, part ini sosweet bener.
    Lanjut eo thor*asap*

  3. keren banget author ceritanya dr part ke part semakin bagus, romantis nya kyu oppa dgn Lyn. Lyn beruntung sekali donghae oppa n kyu oppa selalu ada untuk nya.. Kira2 siapa ya pelaku yg sering menaruh barang2 aneh di depan apartment Lyn, penasaran. Please Lee Joon menyerah saja, cinta Lyn n Kyu oppa sangat kuat. Pasangan yg sangat cocok. Please see Eun Jeung Lee Joon, she’s always try to take care of you. Ditunggu author part berikutnya. Amazing story really love it. Thanks

  4. owwwhhhhhh co cweet,,,, ngalah ja lu joon mah,, jadian ja ma eun jung,,, dari pada gangguin org yg lg kasmaran,,heehee^^

  5. Waa kyuhyun uda punya panggilan baru dari lynn.
    Penasaran sama si joon?
    Semoga kyulynn langgeng :-D
    next part jangan lama lama yaa

  6. Kenapa:-)” joon__naa kuu jahat!

    Sedikit ga rela, chingu! Joon:-)ku dibuat jahat

    Tapi kyu n lynn. ?…
    Hanbokhee….. Hope this, !

  7. huaaaa , sukaaaa !
    gak tau lah , part mana di ff ini yg gak akau suka . hehehee
    suka smuaa .
    aku suka gaya cueknya Lyn , tapi nggak kasar ke kyuhyun . skrh Lyn jadi bisa nerima kyuhyun . hihihi
    kyuhyun meski evil , tetep romantis euy . sweet banget deeh ! ^^
    kata-kata kyuhyun sederhana , tapi dalem banget artinya :)
    ditunggu next part nya segera yaaaa , bikin yg panjaang chingu ^^

  8. seru banget min , sebenernya uah baca dari part 1 tapi baru komen di sini gapapa ya :D
    tapi mau sekedar saran , ada humornya dong dikit juga ngga papa deh :D hwaiting!! :D

  9. Asdfghjkl romantisme kyu-lynn bikin iri u,u
    lee joon sama eunjung aja pleaseeee
    Jangan ganggu kyu-lynn pleaseee
    Next chaptnya ditunggu yaa^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s