Me-mo-ri 2

Title    :           ME-MO-RI (Chapter II-MWO???)

Author:          uchikyasha

Maincast:       Kim Hima, Cho Kyu Hyun, Choi Minho

Supportcast:  Super Junior, Hye Chan, Cho Ahra.

Rating :           PG-15

Genre :           Romantic comedy, Love, Chapters/Parts

PS       :           Maaf  ya untuk part 2 nie postingnya lama (kayak ada yang nunggu aja!). Soalnya saya harus pergi semedi 1 bulan untuk dapat inspirasi. Jangan bosan-bosan komen ya… thanks wat yang udah komen sebelumnya. Kebanyakan (jiah…kayak banyak yang komen aj!) bilang ngikutin 18vs29. Sebenarnya sih ia, tapi cuman scene2 tertentu. Aku suka banget film itu coz ada siwon oppa yang masih imut2 dan jadi tergila-gila karenanya. Trus, juga typo. Miannata.. waktu itu ngetiknya sambil merem (maca ceee???). aku kan berusaha tuk memberikan yang lebih baik lagi wat chapter2 berikutnya. Haik! Ganbarimasu‼

Author POV

Hima sudah sampai di kedai tappoki Park Ajhumma. Kedai kecil itu selalu penuh dengan murid-murid dari SMA Mio Seung Geok. Hima danHyeChanpun sering menghabiskan waktu bersama, berlomba menghabiskan tappoki super pedas dalam waktu satu menit.

Begitu melihat Hima muncul diambang pintu, Wanita paruh baya itu kaget. Hima tersenyum dan membungkuk hormat. Park ajhumma segera memeluk Hima erat, seperti lama tak berjumpa.

“Hima-nni!” serunya dan memukul pundak Hima. “Aigoo… ke mana saja kau? Kenapa baru muncul?”

“Aish ajhumma! Aku baru satu hari tidak datang ke sini kau sudah rindu sekali padaku rupanya!” Ujar Hima dan berjalan ke salah satu meja dan diikuti ajhumma yang duduk dihadapannya.

“Sa-satu hari? Yaa! Kau itu sudah bertahun-tahun tidak datang ke sini.” Ajhumma berhasil membuat gadis didepannya itu bingung. Akhirnya dia cuman tertawa dan menggeleng.

“Ajhumma, berikan aku satu porsi tappoki. Yang pedas ajhumma.”KataHimamencoba tidak menghiraukan perkataan ajhumma yang menurutnya tidak masuk akal sama sekali.

“Ne, chakkaman!” ajhumma setengah berlari menuju gerobaknya dan dengan cekatan menuangkan tappoki ke piring sterofoam dan segera menghidangkan pada Hima. Wah, panas dan pedas. Ini yang kubutuhkan, batin Hima.

“Kau baik-baik saja selama ini kan? Kau tidak pernah ke sini lagi setelah lulus. Apa kau sibuk?” pertanyaan ajhumma kali ini membuat Hima tak bisa menghiraukannya lagi.

“Ajhumma, aku masih kelas dua. Sepertinya ajhumma sudah pikun berat. Ckckck..” decaknya dan kembali melanjutkan makannya.

“Aish.. jinjja! Kau itu yang pikun! Kau kan-tunggu sebentar.” Ajhumma segera bangkit melayani pelanggan yang datang sementara Hima melanjutkan makan sambil memikirkan kata-kata ajhumma. Sementara itu, Hye Chan yang telah sampai, berjalan dengan tergesa-gesa, menghampiri sosok gadis yang sibuk meniup tappokinya yang panas.

“HIMA-GA‼” jeritnya histeris dan memeluk Hima yang terkejut.

“Babo gatteun! Jangan membuatku terkejut seperti itu!” Hima kesal dan menjitak kepala Hye Chan.

“Yak! Kau benar-benar membuatku kesal! Kau mau membuatku mati muda hah?!”

“Jinjja! Kau, lalu Park Ajhumma mengatakan hal-hal yang membuatku bingung! Sebenarnya ada apa sih?” Hima benar-benar bingung sampai kepalanya kembali berdenyut. “Aigoo, kepalaku sampai sakit.” Tambahnya.

“Gwenchana? Lebih baik kita pulang sekarang.” Hye Chan sedikit panik dan membantu Hima berdiri dari kursi. Hima terkejut saat melihat penampilan Hye Chan.

“Kau tidak sekolah? Chakkaman! Kenapa bajumu seperti ajhumma yang bekerja dikantoran? Kau berhenti sekolah dan bekerja?” tukasnya dan melirik Hye Chan dari atas hingga bawah.

“Nanti saja aku jelaskan!Ayoikut aku pulang!” seruHyeChandan menarik paksa Hima keluar dan segera menaiki sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan kedai. Ternyata dikursi belakang sudah ada seorang yeoja yang tersenyum saat mereka masuk. Di belakang kemudi, ada seorang namja dengan kaca mata hitamnya ikut berbalik saat Hima masuk.

“Hima, gwenchanayo?” yeoja itu segera memeluk Hima dengan ekspresi lega.

“N-ne.” jawabnya sambil mengerutkan kening. Dia berbalik pada Hye Chan yang ada disamping kirinya dan berbisik “Hye Chan-a, nunna itu, siapa dia?”

“AkuChoAhra, kakak iparmu. Kau benar-benar tidak kenal padaku?” jawab yeoja itu, mendengar bisikan Hye Chan.

“Mw-mwoya? Ka-kakak ipar?” Hima segera berpaling cepat kembali ke yeoja bernama Ahra itu.

“Ne. Kau tidak ingat? Coba perhatikan wajahku baik-baik.” Ujar Ahra dan mendekatkan wajahnya pada Hima. Hima menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Nunna, percuma, dia tidak akan ingat padamu,” Namja yang sedari tadi berkonsentrasi menyetir ikut berbicara, menatap Hima melalui cermin spion kecil didepan. Tak sengaja, tatapan namja dan Hima bertemu di cermin spion itu.Dan, Hima kenal wajah itu!

“Hye Chan dia itu komplotannya ajhussi perampok yang menghajarku itu‼” jerit Hima dan mulai menangis histeris, begitu ingat, mata tajam itu. “Aku mau turun Hye Chan! Hhuuwaaa‼ Eommma‼”

“Yaak! Dia itu suamimu Hima!ChoKyuHyun! Kau itu sudah menikah! Arrasso??” kataHyeChansedikit membentak saat Hima mulai memberontak , terus-terusan memanggil Eommanya. Ahra ikut memeganginya. Hima terjepit ditengah-tengah, tak bisa bergerak lagi. namun tangisnya tetap menjadi.

“H-hye chan.. hiks, aku masih sekolah bagaimana bisa menikah? Huuwaaaa…” isaknya dan menggeleng kuat-kuat.

“Aishh.. jeomngmal baboya.” Desis namja bernama Kyu Hyun itu.

“Dia benar-benar suamimu  jagi, aku mohon berhentilah menangis,” pinta Ahra dan menyeka air mata Hima.

“Aku tidak mau, aku mau Eommaku. Eommaku di mana Hye Chan-a? Di mana? Hiks.,” Hima membenamkan wajahnya ke dalam pelukanHyeChan, yang ikut menangisl.

“Aku akan jelaskan setelah kita sampai di rumah. Arasso?” isak Hye Chan. Hima memeluknya lebih erat.

Mobil berhenti di depan sebuah rumah yang cukup mewah dan lumayan besar.Adataman di sebelah kiri mereka dengan berbagai macam bunga. Kyu Hyun memimpin jalan, sementara para yeoja mengikuti dari belakang. Hye Chan dan Ahra tetap mengapit Hima yang masih sesenggukan, membantunya tetap berdiri tegak. Begitu sampai di dalam, mereka mendudukkan Hima di sofa bersama Hye Chan, sementara Ahra segera ke dapur mengambilkan segelas air. Kyu Hyun membuka kaca mata hitamnya dan bersimpuh didepan Hima yang masih menangis. Yeoja itu terlihat takut, saat Kyuhyun menatapnya dalam. Kyuhyun hendak menggenggam tangan Hima, namun ia segera menepisnya.

“Hima, dengarkan aku,” ujar Hye Chan dan memasang tampang serius, memegangi kedua pipi Hima yang sedikit chubby “kau Kim Hima. Umurmu 23 tahun. Kau sudah lulus sekolah menengah 5 tahun yang lalu. Kau menikah diumur 22 tahun. Namja dihadapanmu ini suamimu.NamanyaChoKyuHyun.”

“Eeoommmaaa…” jerit Hima dengan tangis makin menjadi. Kyuhyun berdecak kesal dan berdiri sedikit menjauh, mengacak rambutnya frustasi.

“Kau benar-benar tidak tahu aku? Kau benar-benar kesal padaku sampai melupakanku?!” seru Kyuhyun sedikit membentak. Ahra yang kembali dengan segelas air putih memukul kepala Kyuhyun.

“Yaa! Istrimu sedang sakit tapi kau masih saja membentaknya! Suami macam apa kau? Aisshh..” Ahra menggeleng dan menyodorkan segelas air yang dibawanya tadi pada Hima.

“Hye Chan-a, kau tahu di mana Eomma?” tukas Hima setelah meminum seteguk air. Hye Chan menatap Kyuhyun dan Ahra bergantian. Dia tertunduk sebentar dan akan mengatakan sesuatu, namun Kyuhyun segera menyela.

“Eomma sedang berlibur di Jepang!” ujarnya cepat. Ahra memelototinya. Hima menatap Hye Chan nanar.

“Be-benarkah Hye Chan?” Hima mencoba memastikan. Hye Chan memaksakan diri untuk tersenyum. Kyuhyun segera mengambil tempat di samping Hima yang kosong, memegang kedua bahu Hima, agar bisa menatap wajahnya yang sembab.

“Keureom, Eomma sedang ke Jepang. Dia bilang dia rindu pada Appa dan mengunjungi makamnya,” Kyuhyun mencoba meyakinkan. Hima menatapnya dalam.

“Ke-keureyo ajhussi?” gumam Hima sambil menyeka air matanya diujung dagu.

“Aish, sudah ku bilang jangan panggil aku ajhussi!” gusar Kyuhyun. Namun, dia segera tersenyum evil dan berkata “panggil aku Yeobo.”

Hima menatapnya tajam dan mendesis, “Kau mau mati hah?”. Kyuhyun bergidik dan segera menjauh.

“Ternyata sifat kejammu itu tidak hilang,” kata Kyuhyun. Ahra terkekeh pelan.

“Benarkah Eommaku ke Jepang? Kau tahu Hye Chan-a?” Hima kembali berpaling pada Hye Chan yang salting.

“N-ne..” jawabnya dengan nada berat. “Hima-ga, ini rumahmu. Apapun yang terjadi kau tidak boleh pergi lagi. Kalau kau menghilang lagi dan membuatku khawatir, aku akan mematahkan kedua kakimu. Arachi?” ancam Hye Chan mencoba mengalihkan pembicaraan diikuti anggukan Hima.

Sekarang Kyuhyun tahu, kenapa Hima begitu kejam. Ternyata sahabatnya tak kalah jahatnya.

“Kyuhyun, aku titipkan sahabatku. Kalau kau sampai membuatnya menangis, kau lihat saja!” ujar Hye Chan dan berdiri. Kyuhyun mengangguk dengan muka mengkerut.

“K-kau mau ke mana?” tanya Hima menyeka sisa air mata yang masih menempel di pipinya, menarik tanganHyeChan, agar dia tetap disini.

“Aku harus pergi bekerja jagi. Kau di sini saja ya? nanti malam kalau tidak lembur aku akan datang lagi. jaga dirimu baik-baik ya?” Hye Chan segera berlalu setelah memeluk erat Hima dan berpamitan pada Kyuhyun dan Ahra.

“Nuna, aku harus kembali. Ada panggilan dari Leeteuk hyung.”UjarKyuhyunsambil menutup flip telponnya.

“Ara. Aku akan menjaga Hima. Tapi, aku harus pergi jam setengah 7 nanti. Aku harus masak untuk makan malam di rumah.”

“Ne, aku akan minta izin pulang lebih awal. Gomawo nunna.” Kata Kyuhyun dan memandangi Hima yang tertunduk lesu. “Saranghae,” sambung Kyuhyun dan mengecup puncak kepala Hima. Wanita itu terkejut. Saat dia mengangkat kepala, Kyuhyun telah menghilang dibalik pintu.

**

HimaPOV

“Saranghae,” ujar ajhussi itu diikuti sebuah ciuman yang mendarat dikepalaku. Saat aku mengangkat kepala, dia sudah menghilang. Berani-beraninya dia melakukan itu padaku?!

“Aih anak itu. Istrinya sedang sakit dia malah pergi,” ujar Nuna cantik itu. aku memperhatikan wajahnya lebih dalam. Sepertinya, aku pernah melihat dia sebelumnya. Tapi, di mana ya?

“Hima, kau masih tidak mengingat sesuatu?” ujar Ahra nunna yang mengaku sebagai kakak iparku. aku segera menggeleng pelan. Kemudian, dia memasuki sebuah kamar dan kembali membawa sesuatu. Album foto sepertinya.

“Ini album foto pernikahan kalian,” ujarnya dan membuka satu demi satu halamannya. Eh? Semua ini benar  wajahku. Ada foto aku bersanding dengan ajhussi itu, serta ada ajhumma dan ajhussi yang tak kukenal serta Ahra nunna dan banyak namja.

“Ini appa dan eommaku. Tapi karena kau sudah menikah dengan Kyu, berarti mereka juga eomma dan appamu. Arachi?” ujar nunna dan menunjuk ajhumma dan ajhussi yang tengah mengapitku dalam foto itu. Aku mengangguk pelan, pura-pura tahu.. Tapi, setelah album foto itu habis, tak satupun foto Eomma dan aku. Apa waktu itu dia sudah ke Jepang?

Apakah, ini semua benar-benar terjadi? Jadi kehidupanku selama 18 tahun itu hanya khalayanku saja atau semua ini hanya mimpi? Argh, kepalaku kembali berdenyut.

“Kau kenapa?” suara nunna kelihatan panik saat melihatku sedikit limbung

“Aniyo,” jawabku pelan.

“Lebih baik kau istirahat dulu di kamar. Kajja.” Ahra nunna segera memapahku ke dalam kamar. Begitu aku sudah berbaring, dia segera keluar. Aku memperhatikan sekelilingku. Kamar ini nyaman, berwarna biru terang, mengingatkanku pada laut dan langit biru cerah tanpa awan. Ada beberapa bingkai besar, foto pernikahanku dan ajhussi itu. mesra sekali sampai aku mual melihatnya. Terlalu banyak berpikir akhirnya membuat mataku berat dan aku pun terlelap.

**

Aku tersadar saat sebuah cahaya lampu yang terang menerpa wajahku. Seseorang sudah duduk disampingku. Aku mengerjapkan mata, mempertajam penglihatanku. Ah! Ajhussi itu! aku segera bangkit dan berlari ke sudut kamar. Dia tersenyum padaku.

“Tidurmu nyenyak?” ujarnya dan berjalan mendekatiku.

“Yaa! J-jangan mendekat atau tulang belakangmu akan kupatahkan menjadi 3 bagian!” ancamku. Apa dia sudah dari tadi duduk disitu dan memperhatikanku? Aishh!

“Aisshh jinjja! Yak, aku sudah bersikap baik padamu tapi kau tetap kasar padaku! Kau belum mau mengakuiku sebagai suamimu hah?!”

“Sireo!” jawabku tak kalah keras. Ke mana nunna itu? apa hanya ada aku dan ajhussi ini?

“Ara, ara. Aku menyerah. Ayo keluar, aku sudah menyiapkan makan malam. Kau boleh marah lagi setelah makan. Kajja.” Dia mulai melunak dan hendak menarik tanganku.

“Sileo!” aku berkeras dan berlari cepat keluar, menuju sebuah kamar disebelah kiri dan segera menguncinya begitu aku berada di dalam. Omo! Gelap! Aku gelagapan mencari saklar lampu dengan meraba-raba tembok. Ya tuhan dimana saklar lampu itu! aku benci gelap! Untunglah, aku berhasil mendapatkan saklar brengsek itu dan segera menekannya hingga lampu menyala terang. Aku mendesah pelan dan menyeka keringatku. Belum selesai aku terkejut, aku kembali dikagetkan dengan gedoran pintu yang keras.

“Yak Hima! Buka pintunya. Aku tidak akan macam-macam denganmu. Aku janji!” ujarnya terus menggedor pintu. Aku duduk di atas tempat tidur sambil memeluk bantal. Suasana kembali tenang. Tidak ada suara ajhussi itu dan gedoran pintu lagi. Mungkinkah dia sudah masuk ke kamar? Kalau begitu aku bisa keluar dan menelpon Hye Chan untuk menjemputku. Lebih baik aku tidur di rumahnya. Aku akan beralasan kalau aku mengalami KDRT. Saat aku akan memutar kunci, terdengar langkah kaki mendekat. Aku kembali berlari ke atas tempat tidur.

“Hima.. bisa kau cium aroma sedap ini? Ini makanan kesukaanmu. Lezzaattt…” Cih apa-apaan dia? Tapi, aromanya memang lezat ketika tercium olehku. Perutku terus berbunyi. Mungkin saja ini jebakan. Begitu aku membuka pintu, lalu dia menerkamku dan… aku tidak berani membayangkan sisanya. Dia terus mengoceh diluar dan aku tidak akan tergoda! Huh! Ya Tuhan, semoga sahabatku yang cantik dan baik hati Park Hye Chan benar-benar datang mengunjungiku. Aku beranjak dari tempat tidur dan memperhatikan sekelilingku. Kamar ini lebih kecil daripada yang di sana. tidak banyak perabotan. Hanya ada satu meja kecil dan sebuah lemari.Adasebuah jendela di sana. hei, mungkin aku bisa keluar dari jendela itu.

“Hima-ga, jangan coba-coba kabur lewat jendela itu!” Waw, kenapa dia bisa tahu? Apa ada kamera pengintai di sini?. “Aku tahu otak dan tabiatmu. Baiklah aku mau pergi tidur. Makan saja makanan yang di atas meja,” tambahnya dan menjauh dari kamar sepertinya. Aku kembali beranjak ke tempat tidur. Aku menarik selimut hingga menutupi kepala.

Hhuuwwwaa! Aku bisa gila kalau begini terus‼

**

Aku tersadar dari tidurku. Aku membuka mata perlahan, berharap, sudah ada dikamarku. Kamar yang sudah aku tempati selama 18 tahun. Haahh… tidak. Kamar ini masih sama seperti tadi malam. Kamar yang asing. Aku melirik jam disebelahku, di atas meja kecil. Jam 5 pagi. Aku belum bisa menerima keadaan ini. aku harus mencaricara. Yah, benar. Aku harus bertemu Hye Chan. Aku beranjak dari tempat tidur. Meregangkan tubuh dan memperbaiki penampilanku yang kacau didepan cermin rias. Aku menyibak gorden yang menutupi sebuah jendela yang tingginya hapir sama denganku. diluar sudah agak terang. Aku membuka jendela dan keluar. Begitu berhasil kabur, aku segera berlari menuju pintu gerbang. Oohh… udara segar. Aku harus mencari telpon umum dan menelpon Hye Chan.

“ChoHima-ssi? Kenapa kau berlari secepat itu?” seorang ajhussi menghalangi jalanku. Dia sangat tinggi dan kurus. Saat dia berbicara, menampakkan sebuah lesung dipipinya. Lumayan tampan, tapi aku tidak suka melihat jaket training yang dipakainya. Menyilaukan mataku! Aku berhenti dan menatapnya. Dia mengenalku? Tapi dia salah menyebut margaku!

“ChoHima-ssi, gwenchanayo?” Dia kembali memanggilku. Aku tersenyum dan membungkuk dan kembali berlari. Aku masih bisa mendengar dia memanggilku. Aish, tidak penting. setelah berlari cukup lama, aku akhirnya sampai dijalan besar dan menemukan bilik telpon umum disana. Dengan sisa uang koin terakhirku, aku menghubung nomor Hye Chan yang sudah kuhapal.

“Yak… kau mau mati…  dasar brengsek… beraninya kau mengganggu tidurku…” gumamHyeChan.Sepertinyadia belum sadar dari tidurnya.

“Babo! Ini akuHyeChan! Cepat jemput aku diterminal bis dekat rumah yang kau datangi kemarin.” Seruku tidak sabaran.

“Mwo? Kau kira ini jam berapa hah?! kau kabur dari rumah suamimu?” Mwo? Dia malah membentakku?

“Cepat jemput aku atau aku akan pergi dan kau tidak akan melihatku lagi! cepat jemput aku dalam 30 menit!” jeritku dan menutup gagang telpon. Aku punya sebuah rencana agar aku bisa keluar dari zaman yang mengerikan ini. aku merasa ini bukan tempatku. Ah, aku ingat film yang pernah aku tonton, dimana tokoh utamanya seorang namja berusia 30 tahun yang tiba-tiba kembali ke usia 17 tahunnya setelah menabrak pohon. Apa aku juga seperti itu? terlempar ke masa depanku? Ini sangat aneh, tapi seperti nyata. Sangat nyata malah!

**

Author POV

Hye Chan berkali-kali menguap sampai air matanya menggenang di ujung mata. Sedangkan Hima disampingnya terus berceloteh sejak Hye Chan menjemputnya.

“Aku bisa terima kalau aku sudah dewasa. Aku senang. Tapi aku dewasa dan sudah berumah tangga dengan namja yang sama sekali tidak aku kenal dan tidak aku cinta?? Aku tidak terima!” ujar Hima dan memukul dashboard mobil, hingga membuat Hye Chan tersentak.

“Yak! Kau membuatku kaget! Sudah terima saja. kau itu terlalu banyak mengeluh. Seperti anak 18 tahun saja,” gusar Hye Chan tanpa melihat Hima disampingnya.

“Aku memang masih 18 tahun! Pokoknya kau harus membantuku mencari paranormal. Dia pasti bisa membantuku kembali ke zaman umur 18 tahunku!” Hima bersikukuh.

“Kau sedang berencana membuat film fiksi ilmiah hah?” ejek Hye Chan dan tersenyum sinis.

“Terserah kau mau bilang apa. Pokoknya kau harus mengantarku ke paranormal kalau tidak aku akan kabur!” Ancam Hima dan kembali memukul dashboard.

“Ara! Tapi jangan memukul dashboard mobilku sekencang itu! kau tahu mobil ini masih 10 tahun lagi lunasnya!” bentakHyeChan.Himatersenyum getir dan mengelus-elus dashboard. Hye Chan mendesah pelan, mencoba mengalah. “Baiklah, aku akan mengantarmu ke kuil di luarkota. Mungkin para biksu bisa melakukan ritual pengusiran setan.”

“Mwo? Kau kira ada setan dalam tubuhku?” kata Hima setengah kaget juga kesal.

“Keureom. Sifatmu seperti setan!” sambar Hye Chan.

Lebih dari dua jam perjalanan dari kotaSeouldan mereka sudah tiba disuatu pedesaan. Disana ada sebuah kuil kuno, dengan bangunan kunonya. Mereka harus naik ratusan anak tangga agar bisa sampai dikuil. Begitu mereka sampai dipuncak tangga, keduanya terduduk lemas, seraya menyeka keringat yang berjatuhan. Hima dengan sisa tenaga terkahirnya menyeret tubuhnya sendiri serta Hye Chan masuk ke dalam kuil. Di dalam kuil ada sebuah patung Budha raksasa emas, dengan berbagai hiasan, lilin serta sesajian berupa buah-buahan dan makanan lain disekelilingnya.Ada6 buah tiang sangat besar yang menyangga kuil, berjejer rapi saling berdampingan mulai dari depan altar Budha, sampai pintu masuk kuil. Begitu mereka menginjakkan kaki dalam kuil, seorang biksu berumur lebih dari setengah abad, segera menghampiri mereka. Jenggotnya yang panjang sudah mulai memutih, sama denganalistebalnya yang memanjang diujungnya.

“Ada yang bisa kubantu aghassi?” ujarnya lembut dan tersenyum ramah. Hima dan Hye Chan menggangguk bersamaan. “Kalau begitu, kita bicara diruang tengah saja.” ujarnya.

Mereka sudah duduk berhadapan diruang sang biksu senior. Hima sudah menceritakan apa yang menimpanya. Sang biksu mengangguk-angguk sambil mengelus jenggot panjangnya.

“Jadi…. Menurutmu kau terlempar masa depan?” Biksu mencoba mengambil kesimpulan.

“Keure biksu Han. Jadi kau bisa membantuku? Apa kau punya mesin waktu? Atau kau akan membuka portal waktu untukku?” ujar Hima diikuti Hye Chan yang menyikut perutnya. Hima menatapnya heran. Hye Chan memasang tampang galaknya.

“Hmm… ini kasus yang sangat aneh. Tidak ada upacara seperti itu, kecuali upacara reinkarnasi atau pengusiran setan. Mana yang kau pilih?” ujar biksu dengan tampang super innoncent. Hima menatap Hye Chan nanar. Sedangkan Hye Chan tersenyum dan menaikkan satu alisnya, memasang tampang-sudah kubilangkan upacara pengusiran setan cocok untukkmu-.

Akhirnya, mereka bertiga kembali ke dalam kuil. Hima tetap melaksanakan ritual yang tidak masuk akal itu. dia duduk bersimpuh diatas bantal merah kotak. Sedangkan Hye Chan memperhatikan agak jauh dari tempat Hima. Biksu mulai menggumamkan mantra atau doa secara tidak jelas. Dia memejamkan mata erat, mulai mengitarkan dupa beraroma kamboja kuburan disekeliling Hima. Setelah itu, biksu melemparkan segenggam beras hitam, kemudian segenggam beras putih. Hima memejamkan mata erat saat wajahnya dilempari beras.

Apa-apaan ini? kenapa aku malah dilempari beras? Memamgnya aku ayam? Batin Hima.

“Huwaaahhh!” biksu mulai berteriak tidak jelas. “Kau! Setan yang ada didalam. Keluarlah… keluarlah… lepaskan yeoja ini. biarkan dia kembali ke alamnya‼” ujar biksu dan kembali melemparkan segenggam biji kacang hijau. Hye Chan setengah mati menutup mulutnya, mencoba menahan tawa, sedari tadi memperhatikan tingkah aneh biksu. Bahkan sekarang biksu sudah menari-nari seperti orang gila disekitar Hima. Setelah melemparkan berbagai macam biji-bijian dan padi-padian, kini, dia akan melemparkan seember air yang sebelumnya sudah biksu bacakan doa dan mencuci kakinya yang baud an cantengan didalamsana.

“Huwaaa biksu chakkaman!” seru Hima sambil menahan ember yang sudah berada di atas kepalanya. Biksu menurunkan embernya dan menatap bingung Hima.

“Waeyo?” tukasnya.

“Biksu mau menyiramku dengan air itu??” tanya Hima dengan tampang kaget.

“Keureom. Ini akan menyempurnakan ritual ini.” jawab biksu dan kembali mengangkat ember. Hima berteriak histeris. Untung sajaHyeChanyang sigap segera  menarikknya keluar dari kuil dan kabur secepatnya.

**

HimaPOV

Kami dalam perjalanan kembali ke Seoul. Hampir saja aku terkena air yang menjijikkan.

“Dia pasti gila.” Ujar Hye Chan dan menatapku sebal. “Kau juga gila sama seperti dia!”

“Hm, it artinya kita harus mencari kuil lain.” Ujarku dan mengelus-elus dagu.

“Kau gila? Itu kuil paling dekat dari kota. Yang lain harus ditempuh berjam-jam perjalanan. Aish kau ini! gara-gara kau aku jadi terlambat bekerja. Sekarang saja sudah jam 10!”

“Ya sudah aku bisa cari sendiri.” Jawabku enteng.

“Andwae! Aku akan mengantarmu ke rumah suamimu itu. apapun yang terjadi, suka tidak suka dia keluarga terdekatmu sekarang. Dia mungkin belum sadar kau kabur dari rumah.”

Aku merengut kesal dan diam selama perjalanan. Dia mau menyerahkanku pada ajhussi yang tidak kukenal? Omo…HyeChan.Kausahabatku yang paling tega!

Kemudian, mobil berhenti di depan rumah putih dan besar yang baru saja aku tinggal kabur. Sial sekali aku harus kembali ke sini. Hye Chan menyeretku dari dalam mobil ke dalam rumah. Setelah dia menekan bel, pintu dibuka oleh ajhussi itu.

“Omo!” serunya dan memegang pundakku. “Hye Chan-a! kenapa Hima bersamamu?” tukasnya dengan wajah panik setengah kaget melihatku danHyeChanbergantian.

“Dia kabur dan mengajakku ke kuil melakukan ritual bodoh agar dia kembali ke masa 18 tahunnya itu. beri dia pengertian kalau dia itu hanya hilang ingatan.” Kata Hye Chan datar. Aku menepis tangan ajhussi yang menempel dipipiku dan mendelik tajam kea rah Hye Chan.

“Mwoya? Ritual? Kau gila!” seru si ajhussi dan menjitak kepalaku.

“Yak! Appo ajhussi!” seruku dan mengelus kepalaku.

“Ajhussi??? Aku suamimu!NamakuChoKyuhyun! Kyuhyun! Harus berapa kali kubilang hah?” bentaknya dan menarikku paksa ke dalam. Aku menatap Hye Chan dengan jurus mata berbinar Sinchan, agar dia mau membawaku pulang bersamanya. Tapi dia hanya menjulurkan lidahnya dan segera pamit pulang.HuwaaaHyeChan! Awas kau! Akan kubongkar rahasiamu!

Ajhussi yang bernama Kyuhyun itu mendudukkanku dengan paksa dikursi di ruang makan. Kemudian, dia meletakkan beberapa piring berisi makanan dan semangkuk nasi.

“Makanlah,” ujarnya dan mengambil tempat tepat dihadapanku. Huah, baunya menggoda. Aku langsung mengambil sumpit dan menyantap makanan-makanan ini. aku belum makan dari malam sepertinya. Ani, tepatnya dari kemarin siang. “Kau,” ujarnya sambil menunjuk hidungku “sudah kubilang jangan kabur tapi kau tetap bersikukuh pergi.”

Aku menatapnya sinis sesaat, kemudian kembali melanjutkan makanku.

“Kau benar-benar tidak ingat padaku?” gumamnya.

Aku mendongak dan menjawab “Bukan tidak ingat tapi tidak tahu!” ketusku.

“Kau pasti pura-pura kan? Kau marah padaku gara-gara skandal murahan yang diciptakan para wartawan kan?”

“Skandal? Maksudmu?” aku mengerutkan kening tak mengerti. Memangnya dia artis sehingga terlibat skandal? Masa sih?

“Lupakan.” Katanya datar. “Baiklah, kita mulai semuanya dari awal. Perkenalkan, namaku Kyuhyun.ChoKyuhyun. Aku penyanyi dan actor multitalented, aku magnae Super Junior, boyband bintang Hallyu.” Ujarnya penuh rasa bangga. Cih, menjijikkan. “Kita pacaran kurang lebih 2 tahun. Setelah itu kita menikah selama satu tahun. Karena itu sekarang aku Tuan Cho dan Kau nyonya Cho.” Sambungnya.

“Mwoya?NyonyaCho? Jangan seenaknya merubah margaku!” sengitku dan menatapnya tajam.

“Kau sudah menikah denganku otomatis margamu harus mengikutiku margaku.”

“Sireo! Margamu sama dengan snack yang dimakan Sinchan. Cho-co-bi.” Kataku sedikit melotot saat mengeja Chocobi.

“Mwoya? Yak Kimchi! Harusnya kau bangga menyandang marga Cho. Asal kau tahu, keluarga Cho itu semuanya sukses termasuk aku! Aku aktor dan penyanyi yang berkelas dan hebat asal kau tahu. Di boyband ku Super Junior, meskipun aku magnae tapi suaraku paling oke.”

“Kau narsis sekali. Kalau kau benar suamiku, berikan aku uang.” Tantangku dan tersenyum sinis.

“Apa yang akan kau lakukan dengan uang yang kuberikan? Membeli tiket ke Jepang untuk menyusul Eomma?” Hoaah! Darimana dia tahu?

“Jangan memasang tampang shock seperti itu. aku tahu semua tabiatmu karena kau istriku! Hanya namja tangguh sepertiku yang bisa menjadi suamimu. Kalau namja lain pasti sudah K.O dari awal tidak tahan dengan sifatmu itu.”

Aku mendesis kesal. Nafsu makanku sudah hilang entah ke mana. Kalau dia benar suamiku kenapa dia terus merendahkanku? Aih, jangan-jangan, saat aku pingsan Eomma menjualku ke ajhussi ini. dan uang yang didapatnya digunakan untuk kabur ke Jepang? Ani, tidak mungkin. Meski dia benci sekali padaku, tidak mungkin dia menjual putrinya sendiri. Lalu, apa yang membuatku bisa menikah dengannya?

“Ya sudah. Aku harus pergi kerja. Kau jangan ke mana-mana. Sebentar lagi Ahra nunna akan menjemputmu bertemu  appa dan eomma.” Pesannya dan bangkit dari kursi. Aku mengangguk tanpa melihatnya. Kemudian, dia berjalan ke arahku, menarikku paksa hingga aku berdiri, dan terperangkap dalam pelukannya. Dia menekan kepalaku lebih dalam ke dadanya. Tangan yang lain memeluk erat pinggangku. Dia cari mati!

“Walaupun kau tidak ingat padaku, setiap hari harus tetap berpelukan.” Bisiknya ditelingaku.

Aku mendorong perutnya dan menendang tepat ditulang keringnya.

“Ja-jangan macam-macam!” teriakku. Sial, dia sudah melecehkanku.

“Yak. Aigo kakiku! Appo!” jeritnya tak kalah keras sambil melompat-lompat dengan satu kaki. Aku melihat wajahnya sampai memerah. Pasti tendanganku sangat kuat. Baguslah.

“Aku masih belum menerimamu sebagai suamiku. Jadi jangan seenaknya memelukku!” dengusku dan masuk ke dalam kamar. Membanting pintu sekuat tenaga.

**

Aku menyandarkan kepala dijendela mobil, sambil menatap keluar. Berkali-kali aku menghembuskan nafas, masih mencoba mencerna semua situasi ini. Eomma, apa yang sebenarnya terjadi padaku? Apa ini karma yang dibilang ajhumma peramal itu?

“Hima-nni, gwenchanayo?” Aku segera berbalik dan tersenyum pada Ahra nunna yang menatapku sedikit khawatir. Mungkin dia mendengarku terus-terusan mendesah berat. Aku menggeleng pelan. “Apa kepalamu sakit? Atau kau mengingat sesuatu?”

“ Ani nunna. Gwenchanayo. Oh ya nunna, ng… apa saat aku menikah dengan ajhussi-maksudku dengan Kyuhyun aku dalam keadaan sadar atau mabuk?”tukasku dengan wajah super innoncent dan berhasil membuat Ahra nunna tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha, Hima kau sangat lucu. Aigo.. darimana kau mendapatkan pikiran seperti itu?” ujarnya dan menggeleng. Ku rasa dia berpikir kalau aku ini gila. Ya rasanya aku mau gila sekarang!

“Aku hanya bingung nunna. Aku hanya pingsan sebentar tapi terlalu banyak yang berubah. Aku yakin, pasti aku terlempar ke masa ini, masa depanku.” Jawabku serius, namun sekali lagi dia tertawa, sampai dia harus menepikan mobilnya karena tidak tahan dengan kalimatku yang menurutnya asal, ku rasa. Mungkin, karena melihat wajahku yang sedikit kesal-aku memang kesal karena terus ditertawakan- Ahra nunna berhenti tertawa dan mengelus kepalaku.

“Jagi-ah, kau menikah dengan adikku Kyuhyun, karena kalian saling mencintai. Saat itu kau sangat sadar dan kau tidak sedang mabuk saat menikah dengannya. dan… kau hanya hilang ingatan karena kecelakaan mobil.”

“Kecelakaan?” ujarku heran. Aku tidak pernah mengalami kecelakaan. Aku hanya terkena tendangan ajhussi saat menyelamatkan seorang yeoja.

“Ne. kecelakaan mobil. Suatu saat kau pasti akan ingat. Jadi, maukah kau menerima Kyuhyun menjadi suamimu? Mungkin dia selalu membuatmu menderita. Tapi aku tahu, dia sangat mencintaimu karena aku tahu bagaimana perjuangannya untuk mendapatkanmu dulu.”

Aku mengigit bibir bawahku, memikirkan permintaan Ahra nunna untuk menerima Kyuhyun sebagai suamiku. Aih, nunna! Jangan melihatku dengan tatapan anak anjing yang kedinginan seperti itu.

“Kau maukan Hima-ssi? Jebal…” Ahra nunna menggenggam erat tanganku. Pertahananku pun runtuh, aku mengangguk pelan. Dia terlihat senang dan memelukku erat.

“Aku akan belajar nunna,” ujarku setengah hati. Hm, kupikir tidak ada salahnya aku sedikit “menikmati” masa dewasaku. Aku yakin, suatu saat aku akan kembali ke masa 18 tahunku. Hm, karena itu aku harus mencari kuil yang lebih sakti, dan biksu yang lebih waras.

“Terima kasih Hima. Kau memang adik iparku,”

“Ne, nunna. Sama-sama.” Kataku dan tersenyum lembut.

“Oh, kita berhenti di depan toko kue,” ujarnya baru  sadar akan kehadiran toko kue disamping kirinya. Aku ikut menoleh kea rah tatapannya. Dia melepaskan sabuk pengamannya dan turun dari mobil.

“Hima aku mau beli kue untuk appa dan eomma. Kau tunggu disini, jangan ke mana-mana.” Pesan Ahra nunna dan berjalan masuk ke dalam. Aku duduk diam sambil melihat sekelilingku. Kaca mobilnya bening, jadi aku bisa melihat dengan jelas diluar. Saat aku menoleh ke samping kananku, disebrang jalan, aku melihat sosok namja berseragam sekolahku-Sekolah Mio Song Geuk-sedang berjalan sambil menenteng sepedanya. Choi Minho!

Aku segera membuka sabuk pengamanku dan turun dari mobil.

“Minho!” teriakku padanya yang disebrang sana. sial, suaraku tertelan deru mesin mobil dan suara klakson yang nyaring. Sekali lagi aku berteriak memanggilnya sambil mengikuti langkahnya. Huah! Ku rasa dia memakai earphone. Omo, bagaimana bisa dia mendengarku? Aku mau menyebrang, tapi laju mobil dijalanan begitu mengerikan. Aku menggerakkan kedua tanganku ke udara berharap dia melihatnya. Tapi, sia-sia, dia tidak melihatku.

Aku harus bertemu dengannya. dia serta orang tuanya pasti panik karena aku tidak pulang dua hari.

“Minho-ssi‼” aku kembali mencoba memanggilnya. Orang-orang yang berjalan ditrotoar mulai melirikku dengan tatapan aneh dan berbisik-bisik. Cih, memangnya aku peduli.

Aku masih berusaha membuat Minho melirikku. Tapi, seorang ajhussi dan ajhumma yang tidak kukenal mencegat langkahku. Mereka sepertinya senang sekali melihatku. Si ajhussi berbadan tambun mulai mengambil gambarku dengan blitz kameranya yang terang. Yak! Apa-apaan ini?

“ChoHima-ssi! Anda benarkan Cho Hima-ssi, istri Cho Kyuhyun?” ujarnya semangat sambil menyodorkan semacam perekam suara ke dekat mulutku. Omo, mereka mengenalku? Tapi mereka salah menyebut margaku. Ah, jangan-jangan mereka wartawan?

“Maaf ajhumma! Kau salah orang!” seruku dan mencoba menghindari mereka. Tapi si ajhumma berambut merah api dengangayarambut paling buruk yang pernah kutemui tetap mengejarku dan mencecarku dengan pertanyaan yang aku sendiri tidak mengerti. Dia terus menyebutkan tentang skandal si Cho ajhussi.

“Bagaimana perasaan anda tentang skandal suami anda yang tertangkap basah oleh seorang wartawan tengah berduaan bersama artis berinisial S di kamar Hotel X?”

“Aku tidak peduli!” seruku dan mempercepat langkahku. Sang ajhussi tetap mencoba mengambil gambarku. Ku rasa aku sudah cukup jauh dari mobil. Apa aku kembali saja ke mobil?

“Anda tidak peduli?” ujarnya setengah kaget dan mengulang pernyataanku. Aih, aku salah berkomentar! “Apakah ini berarti anda sudah cerai dari Cho Kyuhyun? Kapan anda bercerai tepatnya? Lalu kapan sidangnya Cho Hima-ssi?”

Aku sudah muak dengan berbagai pertanyaannya. Aku berhenti dan menatap si ajhumma tajam.

“Ya ajhumma! Jangan campuri urusan orang lain!” bentakku.

“Aku memang harus mencampuri urusan orang lain, apalagi artis-artis bermasalah.” Jawabnya enteng. “Jadi, kapan tepatnya kau akan bercerai dengan Cho Kyuhyun?”

Aisshh… jinjja! Aku ingin sekali menjambak rambut jeleknya itu. dia tidak melihat wajah murkaku apa sampai masih berani menyodorkan alat perekam itu padaku. Aku melemparkan tatapan membunuhku.

“Oh, dari tatapanmu pasti kalian sudah bercerai? Aigo… yang tabah Hima-ssi. ” katanya dengan tampang innoncent.

“M-mwoya?! Kau gila! Yak berhenti mengambil fotoku!” bentakku frustasi dengan kelakuan mereka yang sudah diluar batas. Aku mempercepat jalanku dan menghindar dari pertanyaan mereka. Sial, mereka tetap mengikutiku, aku pun terpaksa berlari secepat mungkin. Aku masih dapat mendengar mereka menyuruhku berhenti. Aku menoleh ke belakang sebentar. Sang ajhumma sepertinya mantan atlit karena dia masih setia berlari dibelakangku. Sedangkan si ajhussi kulihat tengah memuntahkan isi perutnya dibawah sebuah pohon. Yak, menjijikkan.

“Berhenti!” suara ajhumma terdengar lagi. Omo, aku sudah lelah dan dia masih mengejarku. Aku memutuskan berbelok ke sebuah gang sempit. Diujung gang, seseorang dengan sepedanya berhenti tepat didepanku dengan bannya yang berdecit.

“Minho-ssi!” teriakku senang.

“Ppali!” serunya dan melirik sebentar ke belakang, mengisyaratkanku untuk segera naik ke boncengan sepedanya.

TBC

Gimana, gimana? Tambah seru atau membingungkan? Tolong komen ya chingu..

 

13 thoughts on “Me-mo-ri 2

  1. akhirna publish huahauah
    aduh… si hima keras kepala bgt. di blg’in lupa ingatan tetep ja gk percya..
    ckkckc hima hima
    lanjut ching:)

  2. akhirnya……..dach lama aku nngunya…
    daebak …!! seru abizzz thor…
    ditnggu part slanjutnya ,jngan lama” ya….

  3. Bagusnya ceritanya, jadi Hima hilang ingatan ya.. Kasihan sebetulnya Ibunya Hima kemana.. Mudah2an Kyu oppa bs menyatukan cinta mereka kembali stlh Hima mengetahui rentetan kejadian yg sebenarnya dan menerima Kyu oppa sbg suaminya.. Ditunggu author part selanjutnya.. Thanks

  4. Wah..ffnya keren!!
    Walaupn Aq bacanya mulai d part2#part1nya ga ketemu#
    18v29 ya? Aq jg sm drama it..awal kenal suju scr detail jg stelah liat Siwon yg cakepnya astagfrullah.

    Bener g ya yg nolongn Ima it Minho?
    Next Partnya dittgu^^

  5. eonni. itu sih udah lama lagi post-nya. tapi LUAMAAAAAAAA!!!!!!!!! padahal aku kan gak sabar buat lanjutin ceritanya. sungguh tega dimu eonni T_T

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s