Divine [Chapter 2]

Tittle : Divine

Author : Iheartaemin / Christ Sella / E.Genie(Lee Jini)

Casts : Lee Jin,Lee Mina,SHINee.

Support Casts : Yuhee,Lee Minho(as Haraboji),Soeun,etc.

Special Appearance : Leeteuk.

Genre : Adventure,Fantasy,Myth,Drama(?).

Rating : PG-16

Inspired by : Michael Scott,Percy Jackson,William Shakespeare,Nicholas Flamel,Stephenie Meyer,etc.

Tracks : Bring me to my life –Evanencence | Leav –Linkin Park | Ready or Not,Romantic,Quasimodo –SHINee | The name I loved,Vanilla Love –Onew | Saranghaneun sarama –Lee Haeri | River flows in you –Yiruma | Beautiful Goodbye,Is it OK? –f(x) | When I look at You –Miley Cyrus | What if –Ashley Tisdale |I love you –Taeyeon | etc.

Warning!! : cerita ini mengandung KEKERASAN dan MITOLOGI MITOLOGI KUNO! Yang merasa gasuka mending tutup tab ini. Dan karakter tokoh itu hanya FIKSI BELAKA,jangan bash saya kalo merasa tersinggung karna ini hanyalah karya seorang fans semata.

Note : Di part ini agak agak gimana gitu,Sangtae Sella lagi kumat,harap dimaklumi. Ox) <- *faking an angelic face* aslinya mah >x) <- evil faced.

=Opinions and Critics are WELCOMED,Bashes REJECTED! And Typo may APPLIED=

***

Namja POV

I yeoja nuguya? Aku baru saja siap mandi dan kedatangan yeoja asing.

Tapi dia sangat manis,aku bermaksud untuk mengerjai nya dan entah kenapa jantung ku melompat lompat dengan tidak semesti nya.

Kutatap dia dengan seksama,menelusuri setiap wajah nya.

‘yeppeo’ dia menutup mata nya dengan erat dan kulihat telinga nya memerah.

‘Unik’. Aku tersenyum dan mendaratkan tangan ku ke puncak kepala nya.

Dia membuka mata nya dan menatap ku malu.

“hahahahaha” tawa ku akhir nya pecah melihat air muka nya yang begitu lucu. “aihhh” dia mendengus kesal.

“nuguya?” Tanya ku lagi. “Lee Jin imnida.”

Aku berjalan ke kloset dan memakai baju lengan panjang berwarna abu kehitam hitaman.

“apakah kamu maniak black and white?” Tanya nya.

Aku hanya mengendik kan bahu dan tersenyum. “turun?” Tanya ku.

***

Jin POV

“aku pikir kamu kabur!” semprot(?) Lee Ajjushi sewaktu aku dan namja ini turun.

“maldo andwae..aku masih sayang sama haraboji..” jawab ku.

“Ini Jinki,anak tunggal kami” Soeun ajjhuma memperkenal kan.

“Lee Jinki imnida,panggil saja Onew “ senyum manis terlukis di wajah malaikat itu..

Aku hanya mengangguk sekilas,“Lee MinA imnida” ucap yeodongsaeng ku.

“Jinki lebih tua dari mu 5 tahun,dia berumur 22” terang Soeun ajjhuma.

“eumm araseumnida.” Sahut kami –aku dan MinA.

“jadi bagaimana dengan bersaudara ini yeobo?” Tanya Soeun ajjhuma.

“Mereka akan pergi menemui Hekate.” Balas ajjushi.

“Ajjhuma tahu????” kaget ku. “Apakah kamu pikir kami ini keluarga biasa?Jinie ya..”

“n..de..?” jawab ku ragu. Suami istri itu bertatapan sejenak “Kami diutus untuk menjaga keluarga mu dari tetua tetua gelap,Jinki adalah Guardian mu.” Jelas Soeun ajjhuma.

“lalu MinA?” Tanya Jin “Hanya pengendali lah yang mempunyai Guardian.”

“kalau MinA terluka bagaimana?!!dia kan tidak bisa self healing!” protes ku.

“selama kau bisa mengendalikan elemen mu,MinA akan terlindungi.” Jinki oppa membuka suara.

“fine,berbicara tentang Guardian,apa itu?baby sitter?for God sake” desis ku.

“Master hidup demi Guardian nya,dan Guardian hidup untuk Master nya. Setengah Jiwa Master adalah setengah Jiwa Guardian. Untuk saat ini kalian belum di satukan. Jiwa kalian masih tersendiri. Disaat kamu dibangkit kan,jiwa kalian akan bersatu,tak ter-pi-sah-kan” tegas Lee ajjushi.

‘Tak ter-pi-sah-kan’ kata kata itu terngiang ngiang bagaikan gema di telinga ku.

“aku sudah menyiap kan segala sesuatu nya.” Soeun ajjhuma mengangkat suara.

“Ini untuk Jinki,Jinie,dan MinA” Soeun ajjhuma menyerah kan ransel Biru tua ke Jinki oppa,Biru pastel kepada ku dan Hijau pastel kepada MinA.

‘ransel yang unik’ batin ku.

“Disana ada uang,berbagai kebutuhan kalian,beberapa pasang pakaian,bekal,dan yang paling penting,ada senjata untuk kalian.coba ambil bolpoin di dalam.”

Kami membuka ransel itu,wow lengkap.aku mengeluarkan bolpoin tersebut.

“itu adalah pedang,aku menyiapkan 2 per orang untuk berjaga jaga.”

Jinki oppa menarik pelatuk kecil pen itu dan pen itu memanjang menjadi pedang,aku juga demikian tetapi pedang ku lebih kecil dari punya Jinki oppa.

“pedang ku sungguh tidak keren!” keluh MinA sambil mendengus kesal. Jelas saja,pedang nya sebesar pisau dapur. xD kami pun tertawa.

***

“aku hanya bisa mengantar kan kalian sampai disini.carilah Lee samdong” Ucap Lee Ajjushi.

Kami tiba di depan sebuah hutan belantara.

“gamsahamnida ajjushi,titipkan salam ku pada haraboji” ucap ku.

“nado” sahut  MinA. “josimhae” pesan Lee ajjushi dan menepuk pundak Jinki oppa.

Kami mengangguk dan berbalik dan menapaki tanah di hutan tersebut.

“sounds like a drama..” ucap MinA. “exactly” aku membenarkan.

“petualangan kita baru saja dimulai” Jinki oppa menerawang sejenak dan menoleh kepada ku yang sedari tadi memperhatikan nya.

“ready?” Tanya Jinki oppa.

Aku dan MinA berpandangan sebentar dan kami tersenyum.

“yeah!” seru kami bersamaan dan berlari.

(bayangin dah kaya  di pilem pilem.. .-. /dorr)

***

Author POV

“geundae mina-ya,kamu kenapa tidak terkejut kalau aku adalah WaterMaster?” Tanya Jin seraya menyusuri hutan itu.

“aku sudah tahu sejak lama.” Jawab Mina.

“bagaimana bisa?”

“yeah,aku keturunan dari eomma ku.” Healer ini menghela nafas dan melanjutkan,”sewaktu aku berumur 14 aku melihat burung yang terluka.aku kasihan melihat nya,dan aku berpikir andai saja kalau aku bisa menyembuhkan nya. Aku merasa sesuatu menjalar melalui tangan ku dan terlepas ke udara kosong. Kucing itu sembuh setelah dibelai oleh angin yang keluar dari telapak tangan ku.”

Jin mendengar kan dengan seksama dan Jinki yang berada beberapa langkah di depan mereka berbisik dengan agak keras,”ada gubuk”

Mereka berdua –WaterMaster dan Healer menoleh,gubuk tua yang beratap kan kumpulan jerami,berdinding kan anyaman bambu.

Jinki dan Jin mengeluarkan pen mereka yang bertransformasi menjadi pedang.

Ketiga nya melangkahkan kaki memasuki gubuk tua itu. “sillyehamnida?” permisi Jinki,dan melihat ke kanan dan kiri.

Tiba tiba ada angin kecil  berhembus dengan lembut di belakang mereka,Jinki mengacungkan pedang dan berbalik.

Jin menarik MinA ke belakang tubuh nya dan turut menggenggam pedang itu dengan erat.

Hening..

“apa itu?” Tanya Sang Master. “mollayo” jawab Guardian nya itu.

“nuguseyo?” sebuah suara berat dari kegelapan mengagetkan ketiga insan tersebut.

“Mianhamnida” ucap Jin dengan ragu dan melihat ke Jinki sebelum melanjutkan perkataan nya,”kami tidak bermaksud untuk mengganggu Anda.Kami ingin bertemu dengan Leeteuk.” Jin mengeratkan genggaman nya pada pedang.

“Aku Leeteuk,Atas dasar apa kalian mau bertemu dengan ku?” suara berat tersebut kembali membahana di gubuk kecil itu.

Mereka terperangah,”Naneun Lee Jin –iyeyo,cucu dari Lee Minho” Jin menjawab dengan cepat.

Hening kembali menyergap,suara berat tadi tidak lagi menyahut.

Tap tap tap –derap kaki mengisi keheningan diantara mereka,Jinki kembali mengacungkan pedang nya.

Secerca cahaya menerangi sekitar mereka,diikuti dengan senyum ramah.

“Annyeong” sapa seorang namja dengan senyum ramah,”Cucu dari si tua bangka,dan teman teman nya,ikut lah dengan ku.”

“kukira dia adalah kakek peot!kakek kenapa bisa bergaul dengan seorang muda?” cerocos Mina diiringi kekehan sang kakak.

Mereka mengikuti langkah teman lama kakek Sang Master,lagi lagi ketiga insan tersebut terperangah.

Ternyata di dalam gubuk tersebut ada pintu rahasia yang menghubungkan gubuk tersebut kepada pondok sederhana yang minimalis.

“anjaseyo” Leeteuk mempersilahkan,“Musun iriseyo?” lanjut nya.

“Mohon anda beritahukan cara menemui Hekate.” Ucap Jinki singkat.

Leeteuk menatap bersaudara tersebut bergantian.

“Siapa adalah Master?” Tanya Leeteuk.

“Saya adalah WaterMaster” Mina terlihat menaut kan alis nya dan menatap ke Guardian kakak angkat nya,Jinki hanya membalas dengan mengangkat kedua bahu nya.

“geurayo..” gumam Leeteuk seraya mengangguk ngangguk,Jin menatap kedua rekan nya dengan gusar.

“ terjadi perang besar antar para tetua dan leluhur,mereka memperebutkan kekuasaan.” Mereka bertiga menatap Leeteuk heran –terutama sang Master.

“kupikir kalian ingin tahu asal muasal semua ini” senyum menghiasi wajah Leeteuk,”legenda keempat penjaga langit itu nyata.” Healer membuka suara,”lalu?”

Blue dragon –pengawal awan,White tiger –penjaga angin,Black turtle –wali hujan,dan Phoenix –penjaga api,menjelma menjadi suatu pusaka sakti yang melambangkan setiap elemen. Humani mendapat kabar bahwa benda sakti tersebut ada,mereka pun berebutan benda benda tersebut agar dapat menguasai dunia. Akhir nya,Dewa mengutus pengendali untuk menjaga pusaka tersebut. Semua  pengendali dan Guardian adalah immortal1 mereka abadi,sampai waktu tertentu,pengendali akan digantikan oleh generasi selanjutnya. Sampai saat itu,mereka akan kehilangan immortality nya,perlahan perlahan.” Leeteuk menarik nafas yang cukup panjang setelah bercerita panjang lebar.

“berapa lama menjadi pengendali?” Tanya sang WaterMaster penasaran. “entahlah,puluhan,ratusan,bahkan mencapai ribuan tahun.”

“Siapa pengendali sebelum nya?” Tanya Jinki,Leeteuk menjawab,”Yuhee –Pengendali air,Soojung –Pengendali Angin,Kai –Pengendali tanah,dan Amber –Pengendali tanah.”

“ngomong ngomong,Anda mengapa bisa tahu begitu banyak?” Jin mengernyit “Aku adalah Guardian –Guardian  pengendali sebelumnya. Kakek mu juga,mantan Guardian.”

“mworago?!” kakak beradik itu melongo tak percaya. “kakek adalah Guardian,mengapa kakek begitu tua sedangkan anda awet muda?” Tanya si Healer

Leeteuk hanya menanggapi dengan senyuman. “Pergilah ke utara,disana ada hutan terlarang,di tengah tengah nya ada pohon raksasa,menghubungkan kalian ke Yggdrasil2 menujuUnderworld. Hekate berada di Underworld. Agak sulit menemukan nya karena dia Invisible. Kalian yakin ingin menemui Hekate?” Tanya Leeteuk ragu.

Jin dan Jinki mengangguk mantap.

“Underworld bisa dengan mudah dimasuki,tetapi setelah kalian berada di Underworld,there’s no way back.” Jinki menyahut,”pasti ada.”

“yah mungkin,kalau kalian adalah Perseus3 atau Hades atau Persefone.kalian bebas keluar masuk”

“hanya sejauh ini aku dapat membantu.” Leeteuk menyudahi. “gamsahamnida” ucap Jin sopan.

“sudah gelap,tinggallah satu malam.” Usul Leeteuk.

***

(Quasimodo/Romantic –SHINee)

Jin sedang duduk di ayunan di belakang pondok Leeteuk melihat bintang bintang.

Tiba tiba Leeteuk menyampirkan segulung selimut di bahu sang WaterMaster.

“Tidak baik malam malam di luar.” Jin tersenyum dan menggeser duduk nya,memberikan tempat untuk Leeteuk.

“apakah kamu ingin mendengar sebuah kisah?”

Jin mengangguk mantap, “puluhan tahun yang lalu,ada seorang pengendali dan guardian. Mereka selalu bersama dan saling menjaga. Tak terasa kebersamaan mereka menabur benih benih cinta. Berstatuskan pengendali,pengendali dan guardian tidak boleh terlibat dalam hal berbau cinta karena akan mengacaukan tugas mereka.mereka saling mencintai,suatu hari Sang guardian menyatakan perasaan nya pada sang Master. Dan Guardian benar benar sadar saat itu,dia meminta sang Master melepaskan  status nya sebagai pengendali. Dan hidup bersama dengan nya. Sang Master menolak permintaan guardian nya itu karena keegoisan nya itu. Dengan hati yang hancur,guardian menerima keputusan sang Master dengan tulus tetapi dengan syarat,Master melepaskan guardian dengan mengambil setengah jiwa nya lagi –yang berarti mencabut immortality nya.bodoh bukan?”

mata Jin mulai berkaca kaca, “apakah dia kakek?” lirih nya.

“tak lama setelah dia pergi,aku mendengar kalau dia menikah dengan nenek mu”

***

Jin mendongak melihat bintang bintang yang bertaburan bagaikan glitter dan leeteuk pun mengikuti.

“apakah anda pernah jatuh cinta?” Tanya Jin tanpa menoleh. “hmm” gumam Leeteuk.

“seperti apa rasanya?” Jin tersenyum tetapi setelah itu dia murung. “seperti apakah dicinta?” Tanya nya lagi kemudian. Leeteuk tersentak dan menoleh ke Jin.

“Seperti apakah cinta itu?” Tanya nya lagi,pandangan Jin menjadi kabur karena air mata yang menggenang.

“Si tua bangka mencintai mu” Jin tersenyum. “semoga saja” ucap Jin lirih.

“aku dikirim eomma ku ke korea untuk tinggal bersama Haraboji,aku tidak pernah merasakan sosok seorang appa.foto nya saja aku tidak pernah lihat. Haraboji lebih menaruh perhatian ke Mina dibandingkan dengan ku. Eomma sibuk mencari uang uang dan uang.”

“lalu seperti apakah cinta itu?” ulang Jin. Cairan bening itu membasahi pipi nya.

Leeteuk berpaling dari Jin,dia malu. Seorang namja meneteskan air mata,bukan kah itu memalukan?

Yeoja itu tersenyum sendu dan mengusap air mata nya. Jin berdiri dan menaruh selimut itu di pangkuan Leeteuk.

“jaljayo sunbaenim” ucap Jin pada Leeteuk.

“dengarkan nasihat ku,jangan jatuh cinta.” Pesan leeteuk tiba tiba. “karena itu hanya akan membunuh mu perlahan tapi pasti” lanjut nya dengan lirih.

Langkah Jin terhenti sesaat sebelum dia memasuki pondok Leeteuk.

***

“ikuti saja jalan setapak ini,ini akan membawa kalian ke utara.” Ucap Leeteuk,mereka semua melihat arah tangan Leeteuk.

“gamsahamnida leeteuk sunbaenim.” Ucap Jin sambil menunduk.

“Cheonmaneyo,kalau ada bantuan,saya disini.dan jangan lupa yang semalam” leeteuk mengedipkan mata nya ke Jin dan tersenyum misterius.

Jinki mengumpat dalam hati,’tau umur dong bro(?)’ dan mengernyit.

“apakah ada yang kulewatkan?” gerutu sang Guardian,dan Mina tersenyum gak jelas.

Jin tersenyum melihat Jinki yang terlihat cemburu,”kami pamit.” Ucap Jin dan MinA melambaikan tangan nya ke Leeteuk.

“ya!!jawab aku~~” rengek Jinki sambil mengejar Master nya itu, “Sunbaenim!anda tahu?kalau saja anda masih muda,kemungkinan besar aku akan jatuh cinta padamu!”teriak Mina heboh, kakak nya tertawa terpingkal pingkal sedangkan Leeteuk hanya tertawa dan melambaikan tangan nya pada ketiga muda mudi itu.

Setelah mereka tak terlihat,Leeteuk menurun kan tangan nya dan menghela nafas sambil tersenyum  lembut.

***

“aya” Mina mengelus ubun ubun nya yang baru dihadiahi bogem mentah eonnie nya.

“siapa yang mengajari mu seperti itu?dasar” dengus Jin.

“Eonnie selalu mengajarkan ku untuk jujur,dan tadi aku hanya mengungkapkan isi hati ku.” Jawab Mina polos dan Jinki pun tertawa lepas.

Jin terpana melihat wajah malaikat Jinki,tiba tiba Mina menarik lengan kiri Jin dan menarik nya menjauh dari Jinki beberapa langkah.

“eonnie,kamu suka Jinki oppa kan,hayo ngaku!” bisik Mina dengan wajah detektif.

“m..mwo?aniya!jangan ngarang indah kamu,cukup author nya aja yang sarap,jangan ikut ikut dia,sesat!” omel Jin. “nyangkal lagi..telinga eonnie memerah tu,tanda nya kan eonnie lagi salting.”

“apa yang sedang kalian bicara kan?” tiba tiba Jinki muncul di tengah tengah kakak beradik itu.

“ani!” mereka menjawab dengan kompak,”ayo cepat sebelum langit gelap.” Jawab Jin canggung.

Langkah Jinki terhenti dia mendongak ke atas lalu menyingkap lengan jaket nya,”masih jam 6 pagi,kok gelap sih??”,”gelap ah!” lanjut nya lagi.

Setelah sadar dari kegiatan nya,ternyata mereka berdua –Jin dan Mina sudah jauh di depan.

“ya!tunggu aku!” seru Jinki dan merutuki ‘gelap’,gara gara nya dia tertinggal.

***

To Be Continued!

Keterangan : 1 Immortal –Seorang abadi,tidak bisa meninggal,tetapi bukan berarti seorang immortal tidak bisa terluka^^v 2 Yggdrasil –Itu adalah mitologi nordik,pohon kehidupan yang bercabang cabang,dan entahlah apa nama nya aku ga ingat. 3 Perseus –Dewa pembawa pesan para Dewa Dewi Yunani,salah satu dari 12 Dewa Olympus. ^^

Haha maaf ya ending ending nya aneh,lagi korslet otak ini. xD

Pwahahaha~ readers,maafkan sella ya. #korbaniklan. itu aku ada nyangkutin(?) scene mellow dikit,gaada angst ga rame /ehh. Saya,selaku author FF Anguish,tidak bisa melepaskan status itu,aneh aja kalo gaada mellow nya sama kata kata nya formal gitu,jadi nyangkutin satu dua kata bisa lah ya. x)

Malhaedo Sella sangtae,prok prok prok. (?)

Gidaeya~SHOW!SHOW!SHOW!Annyeong~ ^^

4 thoughts on “Divine [Chapter 2]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s