Trapped in Love with Game 4

[PART 4] Trapped in Love with Game

Author                  : arsvio

Main cast             : Lee AdeLynnn, Cho Kyuhyun

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : Sequel

Rating                   : PG-13

Support cast       : member Super Junior

Kyuhyun memasuki apartemennya dengan terburu karena androidnya tertinggal. Setelah membuka pintu, dirinya mematung melihat pemandangan di depannya. Kyuhyun menahan kakinya untuk melangkah dan berusaha menikmati apa yang dilihatnya.

Lynn terdiam dalam pelukan protektif sang kakak. Matanya memejam. Disandarkan kepalanya pada dada bidang kakaknya dan menikmati belaian sayang yang kakaknya berikan. Lyn sungguh memerlukan limpahan sayang yang nyata dari keluarganya saat ini.

Segala penat dan letih yang dirasakan selama seminggu ini luluh dengan pelukkan tersebut. Dieratkan lingkaran tangannya di pinggang Donghae. Tapi itu hanya sesaat sebelum tubuh Lyn merosot perlahan.

“Lyn…Sayang,” panik Donghae yang merasakan tubuh adiknya merosot. “Lyn,” teriaknya sambil menepuk-nepuk pipi Lyn agar sang adik membuka matanya. Tapi, sia-sia saja, Lyn tetap menutup rapat matanya.

Derap langkah terdengar dari belakang Donghae, Kyuhyun tentunya. Dia ikut panik karena melihat Lyn yang pingsan. “Angkat ke sofa, Hyung,” pekiknya pada Donghae.

Donghae segera membopong tubuh Lyn dan membaringkan di sofa ruang tamu, sedangkan Kyuhyun segera berlari menyambar telephon. “Wookie-ya, Wookie-ya,” teriak Donghae frustasi untuk memanggil dongsaengnya tersebut. Setidaknya Ryeowook lah yang terlintas di benaknya, yang bisa dimintai tolong.

Ryeowook menyembul dari balik pintu dengan sedikit tergesa karena teriakkan Donghae. “Waeyo, Hyung?”. Ryeowook mendekati Donghae dan tanpa menerima jawaban, dia tahu apa yang membuat Hyung-nya tersebut panik. “Sebentar, Hyung,” Ryeowook berlari kembali ke dalam untuk mencari air dan pertolongan pertama.

“Aku sudah menelpon dokter Ahn. Memintanya agar segera kemari,” ucap Kyuhyun. Kyuhyun ikut berlutut di samping sofa dan meraba kening Lyn. Dia tersentak menyadari betapa panas suhu badan gadis tersebut. “Lyn, Lyn,” Kyuhyun melakukan hal yang sama dengan Donghae, menepuk-nepuk pipi Lyn pelan untuk membuat gadis itu sadar.

Raut cemas sangat kentara di dua wajah tampan dua member Suju tersebut. Donghae hanya mampu menggenggam tangan Lyn. Matanya sudah berkaca-kaca melihat adik perempuan kesayangannya. Ryeowook datang dengan air putih dan minyak angin di tangannya. Akhirnya ketiga lelaki tersebut sibuk untuk menyadarkan Lyn.

Terdengar pintu apartemen yang terbuka. “Kyu, ayo berangkat,” teriak manager hyung yang sudah masuk dan berdiri di ambang pintu. “Kau akan terlambat nanti, cepatlah,” ujarnya gusar. Karena tak mendapati reaksi Kyuhyun, sang manager masuk lebih ke dalam.

“Oh, bukankah dia adikmu, Donghae-ya. Ada apa dengannya?” sang manager turut bersimpati. Donghae hanya menggeleng sebagai jawaban. “Kyu, ayo berangkat,” manager mengingatkan kembali.

“Batalkan, Hyung. Aku tidak bisa,”. Tentu saja ucapannya membuat sang manager terperanggah. Kyuhyun masih sibuk menggoyang-goyangkan minyak angin di depan hidung Lynn, agar memberikan rangsang bau untuk menyadarkan gadis tersebut. Dia juga mengusapkan minyak angin di pelipis Lyn.

“Jangan bercanda, Kyu. Sudah ada Donghae dan Ryeowook yang mengurusnya,” sang manager memberi saran karena dilihatnya wajah Kyuhyun yang penuh kecemasan. “Ayo jangan buang waktu. Kau akan terlambat nanti,” bujuk sang manager sambil mengguncang bahu Kyuhyun.

Serta merta Kyuhyun berdiri dan menepis kasar tangan managernya. “Sudah kukatakan aku tak bisa, Hyung,” teriaknya. “Aku tak mungkin meninggalkannya,” emosi Kyuhyun.

“Kyu, tenanglah. Ada aku dan Ryeowook yang di sini. Kau berangkatlah,” ujar Donghae untuk menenangkan. Seseorang tanpa mereka sadari sudah berdiri di ambang pintu, menyaksikan pertengkaran tersebut.

“Tidak, Hyung. Tidak lagi. Aku yang membuatnya dalam masalah, sekarang jangan paksa aku meninggalkannya,” ucap Kyuhyun cepat. Tangan Kyuhyun bergetar menyadari ucapannya.

“Profesionalah, Kyu,” bentak sang manager. Kyuhyun langsung tertawa sinis mendengar ucapan tersebut.

“Profesional? Apakah aku kurang professional dalam jadwal yang menggila itu, huh?” ucapnya telak. Kyuhyun sangat enggan untuk menghadiri sebuah interview setelah melihat Lyn collapse. Seluruh pikirannya sudah dipenuhi kekhawatiran atas gadis tersebut.

“Berangkat sekarang atau kuseret kau,” sang manager mencengkeram lengan Kyuhyun kuat. Kyuhyun memandang tajam sang manager dan dengan satu tarikan dia mencengkeram kerah managernya dengan tangan lainnya yang bebas.

Seseorang dengan paksa menarik cengkeraman sang manager dari lengan Kyuhyun. Begitu juga, melepaskan tangan Kyuhyun dari kerah manager. Tanpa diduga, lelaki tersebut melayangkan kepalan tangannya pada rahang Kyuhyun dan membuat Kyuhyun terjengkang.

Semua yang berada di ruangan memekik tertahan. “Leetuk Hyung,” lirih Ryeowook yang kemudian membantu Kyuhyun berdiri. Benar, sang leader yang telah menghadiahkan bogem mentah pada salah satu dongsaengya sendiri.

Kyuhyun berdiri dan siap berargumen kembali, namun tanpa diduga olehnya, Leetuk sudah melontarkan kata-kata. Dan kata-kata tersebut bukan ditujukan untuk dirinya, melainkan manager hyung.

“Sekarang, dia punya alasan kuat untuk membatalkan acaranya,” ucap Leetuk yang merujuk pada darah di sudut bibir dan sedikit lebam di pipi Kyuhyun. Manager hyung mengumpat pelan dengan kelakuan sang leader. Dia berjalan cepat untuk keluar sembari sibuk menghubungi seseorang.

“Gomawo, Hyung,” ucap Kyuhyun sambil menyeka darah di bibirnya. Leetuk menepuk lengan Kyuhyun ringan dengan ekspresi yang masih tegang.

“Aku tahu kau sudah cukup dewasa untuk mengambil setiap keputusan, Kyu. Berjalanlah sesuai dengan hatimu dan bertanggungjawablah atas segala tindakanmu,” nasihat Leetuk sambil memandang ke arah Lyn yang belum sadar juga. Kyuhyun hanya mengangguk mendengar petuah Leetuk. Walaupun sang leader tak jarang bertingkah absurd, tapi Kyuhyun sangat menghormatinya.

_@Arsvio_

Kyuhyun merekatkan plester penurun panas di dahi Lynn. Setelah tadi menggeser kursi, dia memposisikan diri duduk di sebelah ranjang Lynn, sedangkan Donghae duduk di pinggir ranjang. Kedua member Suju tersebut memutuskan untuk membawa Lynn kembali ke apartemen Lynn setelah sebelumnya mendapat pemeriksaan dokter.

Terlihat gurat-gurat kecemasan di wajah Donghae. Dia menggenggam tangan kanan Lynn erat dan menempelkan di dagunya. “Lynn, cepatlah sembuh, Sweetheart” lirihnya. Dan tentunya ‘King of tears’ ini masih setia dengan air mata yang menggenang.

“Kau pasti sangat menyayanginya, Hyung,” ucap Kyuhyun tiba-tiba yang membuat Donghae menoleh padanya. Kyuhyun masih memerhatikan wajah pucat milik Lynn.

“Tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyayanginya, Kyu. Bodohnya aku membiarkannya menelantarkan dirinya sendiri sampai seperti ini,” sahut Donghae sembari menegakkan posisi duduknya. “Kupikir kedewasaannya akan mencuri sosoknya dariku,”.

Kyuhyun menoleh pada Donghae dan memberikan tatapan heran. “Dia sakit bukan karenamu, Hyung. Tapi aku,” lirih Kyuhyun sarat penyesalan. Menundukkan kepalanya karena rasa bersalah yang kesekian kali terhadap gadis yang terbaring di sisinya kini.

Kyuhyun tahu benar bahwa Lynn bekerja ekstra keras demi memperbaiki kesalahan yang dibuatnya. Dan akhir-akhir ini, juga muncul gossip miring dirinya dengan Lynn. Pemberitaan yang pastinya menyudutkan dan memberikan tekanan psikologis gadis tersebut. Bahkan di saat seperti itu, Kyuhyun tidak bisa melakukan sesuatu pun.

“Heh, itu masalah diantara kalian, Kyu. Terlepas dari itu, harusnya akulah yang menjaganya,” Donghae mengusap pelan tangan Lynn. Merasakan suhu badan Lynn yang masih panas.

“Baru aku sadari, bahwa dia masih Lynn kecilku,” ucap Donghae yang membuat Kyuhyun kembali menolehkan pandangannya pada Hyungnya tersebut. “Ketika Lynn kecil, banyak orang sekitarnya yang menolak eksistensinya. Menjadikan dia sebagai bulan-bulanan, musuh, atau pun seseorang yang harus dihindari. Kau tahu kenapa?” jeda Donghae.

Kyuhyun hanya menggeleng dan terus menatap Donghae. Dia sedikit tercekat atas penuturan Donghae mengenai masa kecil Lynn.

“Karena dia gadis korea bermata biru. Dia berbeda dengan kebanyakan orang korea. Terlebih lagi, Lynn berotak brilliant, menjadikan pemikirannya sedikit berbeda dengan teman sebayanya. Dan itu menambah daftar alasan bagi orang kebanyakan untuk menolak Lynn. Itu mengapa Lynn tidak mudah percaya pada orang lain, memilih membentengi diri, menjadikannya sebagai sosok yang tertutup,” Donghae menerawang dengan tatapan kosong ke arah Lynn yang sedang tertidur.

“Dan ketika dikerjai, bukannya tidak melawan, Lynn bahkan gadis kecil pemberani. Tapi mereka yang berbanyak tak sebanding dengan tubuh mungilnya. Juga, riwayat kesehatan Lynn yang tidak begitu bagus. Dia sering jatuh sakit hanya karena hal sepele,”.

Kyuhyun menunggu Hyungnya kembali bercerita tentang Lynn. Suatu masa lalu yang mungkin tak akan didengarnya dari mulut Lynn sendiri, mengingat bagaimana hubungan mereka.

“Lynn selalu lari dan bersembunyi di balik punggungku atau Donghwa Hyung ketika segerombol siswa menyerangnya. Saat dimana dia sudah tak mungkin bisa melawan. Tapi karena Donghwa Hyung masuk junior high school lebih dulu, jadinya dia lebih sering berlari padaku. Dan tentunya aku tak segan-segan menghardik bahkan menghajar siswa-siswa yang mengganggunya,” Donghae tersenyum mengingat masa kecilnya.

“Karena itu satu-satunya teman sekaligus oppa baginya adalah aku. Lynn kecil akan tertawa gembira ketika aku mengajaknya berain di pantai, dia juga akan menunjukkan muka masam ketika harus kutinggal. Pernah suatu saat ketika aku meninggalkannya, dia terus menungguku di bawah hujan. Seketika itu juga dirinya jatuh sakit sampai dua minggu lebih. Aku merasa sangat bersalah, jadi kutunggui Lynn yang sakit dan selalu menggigau memanggil namaku,”.

“Sampai suatu saat ketika dia lulus elementary school, keluarganya harus pindah ke America. Dia memelukku sangat erat dan menangis sesenggukan saat di bandara, bahkan ahjumma terus membujukknya agar mau melepaskanku. Aku sama halnya dengannya, sangat tak rela jika harus berpisah dengan adik kesayanganku,”.

“Sekarang, Lynn di sini, di Seoul bersamaku. Tapi bahkan aku tak mengacuhkannya dan akhir-akhir ini sibuk dengan kegiatanku. Karena masalah dengan Microsoft kala itu, membuatku berpikir bahwa Lynn tak lagi membutuhkan kehadiranku. Dia yang sekarang adalah wanita dewasa yang bertanggung jawab,”.

“Namun, hari ini ketika dia memelukku, aku baru tahu, dia adalah Lynn kecilku. Lynnku yang butuh perhatian dan lindungan dari oppanya. Membutuhkan oppanya untuk mendukungnya. Mungkin karena ulahmu, aku jadi tersadar dan mendapatkan Lynnku kembali, Kyu,” Donghae mengakhiri cerita panjangnya dengan helaan nafas.

“Pasti kau sangat ingin menghajarku karna membuat masalah dengan Lynn. Ya kan Hyung?” Kyuhyun mulai mengerti kenapa Donghae protektif pada Lynn.

Terdengar kekehan kecil dari Donghae. “Tentu, tapi kurasa Leetuk Hyung sudah mewakili. Lagipula aku tahu kau mengganggunya karena ingin mencuri perhatian Lynnku, bukan karena ingin berbuat jahat,” Donghae menatap Kyuhyun.

Yang ditatap hanya memamerkan senyumannya karena ucapan Donghae tepat mengenai sasaran. “Kapan kau mulai mengetahuinya, Hyung? Tapi kurasa adikmu ini terlalu tinggi untuk kugapai. Dia agaknya belum bisa menerimaku,”.

“Kau pikir aku hidup seatap denganmu berapa tahun, Kyu. Aku sudah hafal benar kejahilanmu itu,” Donghae membenahi selimut Lynn. “Dia mulai bisa menerimamu, Kyu,”.

Kyuhyun membelalakkan matanya tak percaya. “Bagaimana bisa kau berkesimpulan seperti itu, Hyung? Bahkan dia bersikap dingin padaku,” ucap Kyuhyun.

“Dia diam ketika kau membuatnya dalam masalah. Dia diam ketika harus berjuang sendiri menyelesaikan kekacauan yang kau buat. Dia juga diam saat kau dijadikan icon produknya. Kalau dia menolakmu, dia pasti sudah akan menemuimu, mendebatmu sejak awal, dan menyatakan secara lugas bahwa dia tak menyukaimu,” terang Donghae yang mau tak mau membuat senyum terukir di bibir Kyuhyun.

“Dan dia diam ketika kau mencuri ciumannya,” Donghae mengerling ke arah Kyuhyun membuat Kyu salah tingkah dengan menggaruk leher belakangnya dan tertawa hambar. “Kau pasti tersihir dengan sepasang blue eyes miliknya. Percayalah, dia akan menerimamu, Kyu,”.

“Kau benar Hyung. Aku sangat terpukau dengan mata bulat biru miliknya. Sepasang mata yang menenangkan. Bodoh, jika mereka menolak Lynn hanya karena mata birunya karena justru itulah kekuatan Lynn,” jujur Kyu. “Kau memperbolehkanku mendekatinya, Hyung?” Kyuhyun agak ragu apakah ini suatu pertanyaan yang penting.

Donghae hanya mengangguk kecil untuk mengiyakan. “Walaupun kau sangat menyebalkan dengan sikap evilmu dan kejahilanmu, aku yakin kau tulus kepadanya. Kau juga merupakan orang yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab,” jawab Donghae tulus.

“Gomawoyo, Hyung,” senyum untuk kesekian kalinya terukir di bibir Kyuhyun. “Aku akan berusaha menjaganya. Dan hei, aku cemburu karena kau bisa seenaknya menyebut ‘Lynnku’,” ucap Kyuhyun yang kemudian mendapat jitakan ringan dari Donghae.

“Egh…egh…hiks…egh…” gigau Lynn yang menghentikan pembicaraan KyuHae. Lynn terus-menerus meracau tak tenang. Kemungkinan karna suhu badannya yang tinggi.

“Ya, Lynn. Oppa di sini, Sweetheart,” Donghae mengusap dahi Lynn dan menyingkirkan helai-helai rambut yang menutupinya.

‘Fly me to the moon

Let me play among the stars

Let me see what spring is like on Jupiter and Mars

In other words, hold my hand

In other words, baby, kiss me

Fill my heart with song

And let me sing for ever more

You are all I long for

All I worship and adore

In other word, please be true

In other words, I love you’

(Fly me to the Moon)

Donghae menyanyikan lagu nostalgianya dengan Lynn. Lagu yang selalu dinyanyikan saat Lyn mulai merajuk dan menggigau karena sakit. Dan benar, seketika, Lynn berhenti menggigau dan kembali tidur tenang.

“Istirahatlah, Hyung. Kau belum istirahat semenjak siang tadi. Biarkan aku yang menjaganya,” Kyuhyun menepuk ringan lengan Donghae. Dan disambut dengan anggukan pelan dari hyungnya tersebut.

_@Arsvio_

Lynn mengerutkan kelopak matanya yang berat untuk terbuka. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata. Secara reflek, pandangannya menoleh ke samping dan mendapati Oppanya tertidur pulas di sofa kamarnya. Menjadikan senyum tersungging di bibirnya.

Ingatannya melayang pada kejadian malam tadi. Terakhir yang diingatnya adalah dia memeluk Donghae Oppa, setelah itu pandangannya gelap. Lynn meraba dahinya dan menemukan plester penurun panas tertempel di sana. Sekarang dia tahu apa yang terjadi.

Lynn mengeram kecil karena tubuhnya sulit digerakkan. Ada sesuatu yang cukup berat menimpa perutnya. Dialihkan pandangannya dan melihat tangan yang melingkar di perutnya. Lynn tersenyum kecut mendapati siapa pemilik tangan tersebut.

Kyuhyun tertidur dengan posisi yang tidak nyaman. Kepalanya tertelungkup di tepi ranjang Lynn, sedangkan tubuhnya dalam posisi duduk di kursi. Sungguh kurang nyaman, mengingat bed milik Lynn yang tidak terlalu tinggi, dan hampir sejajar dengan kursi yang di duduki Kyuhyun.

Lynn mengulurkan tangannya dan membelai rambut gold Kyuhyun. Dia menyibakkan helaian rambut yang menutupi wajah Kyuhyun. Dan tersenyum ketika mendapati wajah damai Kyuhyun saat tidur.

Lynn membiarkan lelaki tersebut tetap tenggelam dalam mimpinya karena terlihat dia masih sangat lelap. Dia kembali memejamkan matanya tanpa ada keinginan untuk membangunkan kedua lelaki yang tertidur di kamarnya tersebut.

_@Arsvio_

“Menurut analisis kami, itu merupakan hal yang menguntungkan bagi masing-masing pihak,” ucap Choi Seung Hyun, seorang manager pemasaran Game House. Lelaki berumur 20-an tahun tersebut, menentuh layar ipad miliknya dan membuka beberapa file.

Pria paruh baya lawan bicaranya masih mengusap-usap dagunya sembari berpikir. Dia melihat beberapa file yang disodorkan pihak Game House padanya. “Jadi pihak kalian memutuskan untuk  angkat bicara?” tanya pria tersebut untuk meyakinkan.

“Ya, karena dengan tindakan tersebut, media dapat kita kuasai. Berita miring mereda tergantikan dengan berita yang tak kalah mengejutkan dan kami mendapat profit atas produk kami,” Seung Hyun berdeham kecil. “Aku sudah menelusuri dan mempertimbangkan dengan matang konferensi press ini, termasuk juga dengan netizen,” lanjut Seung Hyun saat dilihatnya gurat-gurat keraguan terpancar dari lawan bicaranya.

Pria paruh baya tersebut meletakkan file yang telah selesai dibacanya. “Aku rasa, aku sependapat denganmu, Choi Seung Hyun-ssi. Akan kubereskan masalah konferensi ini,” ucapnya.

Seung Hyun menyunggingkan senyumnya. “Senang bekerja sama dengan Anda, Lee Soo Man-ssi,” Seung Hyun berdiri sembari mengulurkan tangannya untuk menjabat.

_@Arsvio_

“Kenapa memakai cara ini, Hyung?” Joon menyesap kopi panasnya. Sibuk meniupkan udara ke permukaan kopi untuk menguragi panasnya.

“Aku manager pemasaran dan itu hakku untuk memutuskan. Aku akan mengambil apa pun yang akan menguntungkan. Kau sedang tidak meragukan kemampuanku kan?” Seung Hyun tersenyum menyeringai ke arah Joon yang duduk di hadapnya.

“Cih, aku tahu kau ini handal. Tapi bisakah berpikir cara lain, Hyung? Aku hanya tidak suka dengan penyelesaiannya, bukan meragukan kemampuanmu,” Joon meletakkan cangkir kopinya dan memandang lekat Seung Hyun. Manager muda bagian pemasaran Game House ini merupakan sahabatnya ketika berkuliah, perbedaan umur yang hanya sedikit menjadikan keduanya cepat akrab.

Seung Hyun terkekeh pelan mendengar sanggahan Joon. “Kau sedang mengajukan protes, Joon-a? bukankah kau harus berterima kasih padaku karena masalahmu terpecahkan. Ingat, bahwa wajahmu ikut terpampang dalam foto-foto yang tersebar di media,”.

Terlihat Joon masih tidak puas dengan jawaban Seung Hyung. Dan itu terbaca jelas oleh Seung Hyun. “Kau menyukai gadis genius itu?” tebak Seung Hyun. Dan memang benar karena itu membuat Joon memalingkan mukanya.

“Sudahlah, ini hanya strategi pemasaran saja. Tenanglah,” Seung Hyun terkekeh pelan kemudian berdiri sembari memperbaiki jasnya. “Aku harus mengurus beberapa hal untuk konferensi pers. Game baru ciptaan gadis pujaanmu itu akan diluncurkan tiga hari lagi,”.

“Hya, Hyung. Jangan cepat menyimpulkan,” teriak Joon yang hanya dibalas lambaian oleh Seung Hyun.

_@Arsvio_

“Kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu,” Donghae mengecup pipi Lynn dan mengelus puncak kepala adiknya tersebut. “Kyu, tolong jaga Lynn sementara waktu,” Donghae pamit dan meninggalkan Lynn karena ada jadwal pemotertan.

Sepeninggal Donghae, Kyuhyun meraih mangkuk bubur yang diletakkan di meja di samping ranjang Lynn. Dia mengaduk dan meniup-niup buburnya pelan untuk mengurangi panas. Kyuhyun menyendokkan bubur tersebut dan menyuapkan pada Lynn. “Buka mulutmu,” nada dingin Kyuhyun.

Lynn hanya menurut saja karena dia sedang malas berargumen dengan Kyuhyun, menggingat kondisnya sekarang. Lynn mengamati raut dingin Kyuhyun yang sedari tadi ditunjukkan lelaki tersebut. Merasa bingung karena tak menemukan alasan atas sikap dingin Kyuhyun.

Walaupun perasaan Kyuhyun sedikit lega karena perbincangannya dengan Donghae tadi malam, namun dia tetap marah saat mengingat Lynn mengabaikannya. Merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk melingdungi Lynn atas perbuatan fansnya. Dan itu membuatnya frustasi.

Dering ponsel Kyuhyun menyelamatkan Lynn dari sarapan yang menegangkan. Kyuhyun meletakkan sendok bubur yang dipegangganya dan beringsut untuk menjangkau galaxy androidnya. Setelah membaca ID caller-nya, dia langsung memindahkan mangkuk bubur di pangkuannya ke meja.

Kyuhyun berjalan menjauh untuk mengangkat telephonnya. Jelas, dia tidak ingin Lynn tahu urusannya.

“Yeoboseyo”

“…”

“Begitukah?”

“…”

“Aku akan menemuinya nanti siang, Hyung. Gomawo.”

Kyuhyun menutup telephonnya dan kembali ke kamar Lynn untuk melihat keadaan gadis tersebut. Dia mendapati Lynn yang sudah membaringkan tubuhnya kembali. “Kau sudah meminum obatnya?”.

Lynn terpaksa membuka matanya kembali saat mendengar pertanyaan Kyuhyun. “Nanti saja,” ucapnya kemudian memejamkan matanya. Lynn sedikit membenci untuk minum obat sebab dia bosan karena tubuhnya yang rentan sakit menjadikannya tergantung pada benda mungil tersebut.

“Bangun dan minum obatmu dulu,” Kyuhyun duduk di tepi ranjang Lynn sambil menggapai beberapa pil yang harus diminum Lynn. Hening sejenak karena Lynn tidak mengacuhkan perintah Kyuhyun. “Jangan pura-pura tidur, Lynn,” namun tetap tak ada jawaban.

“Minum obatmu, atau aku akan membuatmu meminum obatmu,” ancam Kyuhyun yang tidak ditanggapi oleh Lynn. Gadis itu tetap setia dengan mata yang terpejam.

“Baiklah, kuanggap kau memilih opsi yang kedua,” Kyuhyun mencondongkan badannya. Dia menjulang di atas Lynn dengan tangan kanannya yang menyangga di sisi kanan. Wajah dinginnya terganti dengan senyum yang terukir karena mengamati wajah Lynn dari jarak sedekat itu.

Merasakan deru hangat yang menyapu permukaan wajahnya, mau tak mau membuat Lynn membuka matanya. Dan mata birunya membulat ketika dilihatnya wajah Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa centi saja darinya. “Hya, a-apa yang k-kau mau lakukan?” Lynn terbata. Kentara sekali gadis ini menutupi kegugupannya.

“Membuatmu meminum obat, Lynn Sayang,” jawab Kyuhyun dengan seringaian khasnya. Meskipun sepertinya dia yang berkuasa, tapi jantungnya tetap berdebar keras saat melihat mata biru Lynn. Memancing adrenalinnya meluncur di darah, memberikan sensasi menggila saat memandang Lynn.

“Ok, I’ll do by myself,” Lynn sama juga. Jantungnya juga bekerja keras mempompa darah. Pun dengan paru-parunya yang berusaha mendapatkan oksigennya kembali karena entah bagaimana secara tiba-tiba udara di sekitarnya seakan menghilang.

“No, you can’t. You ignored me before. It means you have decided to choose second option, Lynn,” Kyuhyun sudah tidak bisa mengendalikan tubuhnya. Dia mengecup bibir Lynn, merasakan kelembutan dan kehangatannya.

Lynn hanya mengerjap-ngerjapkan matanya karena terlalu syok. Ini kedua kalinya Kyuhyun dengan seenaknya menciumnya. Kali ini, dengan kesadaran, dia mendorong dada Kyuhyun. “Hya, kenapa kau menciumku?” bentak Lynn sambil menutup bibirnya dengan punggung tangannya.

Kyuhyun yang kembali ke kesadarannya malah terkekeh dengan dua alasan, pertama karena menyadari kenekatannya dan kedua melihat ekspresi keterkejutan Lynn. “Bangun dan minum obatmu, atau kau mau kuc-,” ucap Kyuhyun terpotong.

“Ok-Ok…” Lynn bangun dan mengambil pil-pil yang berada di telapak tangan Kyuhyun. Dia menelan pil-pil tersebut dengan bantuan air putih tentunya. Setelah selesai, Lynn kembali memerhatikan raut wajah Kyuhyun. Mimic dinginnya tergantikan dengan senyum. “Kau sudah baikan?”.

Kyuhyun mengerutkan alisnya tanda tak mengerti. “Maksudmu? Aku baik-baik saja sedari tadi,”.

“Tsk, bukannya kau menunjukkan ekspresi dinginmu itu tadi?” sanggah Lynn mulai menjelaskan. Dia ingin kembali istirahat tetapi ada sesuatu yang ingin ditanyakannya.

Kyuhyunn tampak menghela nafas penjang. Menyadari kemana arah pembicaraan gadis tersebut. “Bagaimana rasanya, jika kau melihat orang yang kau sayangi tersakiti namun kau tidak bisa berbuat apa pun? Bahkan orang tersebut memilih menghindarimu. Bisakah kau bernapas dengan baik?”.

Lynn memiringkan kepalanya tak mengerti. Dia sungguh tak tahu maksud Kyuhyun mengatakan pertanyaan seperti itu. “Sudahlah, aku tak mengerti maksudmu,” Lynn kemudian merebahkan diri kembali dan menaikkan selimutnya. “Oh, dan satu lagi, kau berkelahi?”.

Kyuhyun meraba memar di pipinya dan menyeringai tipis. “Hanya pukulan ringan dari Leetuk Hyung. Tapi, yah aku menerimanya kali ini,”.

Lynn membulatkan matanya. “Kau berbuat apa sampai Leetuk Oppa memukulmu?”.

“Hya, pertanyaanmu seolah-olah aku adalah biang keladinya,” protes Kyuhyun tak terima.

Lynn hanya mengangkat bahunya cuek. “Seperti itulah. Anyway, thanks a lot for taking care of me. Dan, JANGAN MENCIUMKU SEENAKNYA,” Lynn meninggikan nada bicaranya yang terakhir dan setelahnya dia memejamkan mata.

Kyuhyun tersenyum, “Istirahatlah, Lynn Sayang,”. Kyuhyun mencondongkan badannya dan secara kilat mencium pipi Lynn dan segera berlari kecil sebelum gadis tersebut melayangkan benda-benda di sekitarnya untuk dilempar padanya.

“Hya…Mr. CHOO!!”.

_@Arsvio_

“Sajangnim, kau yakin akan menjalankan strategi ini?” Kyuhyun mengelus dagunya. Dia berpikir dan menimbang pemecahan atas masalah yang melandanya. Dia sedikit memainkan kursinya dengan memutar-mutar sedikit ke arah kanan kiri.

“Itu adalah penawaran dari pihak Game House sendiri. Mereka ingin gossip tentang dirimu tidak mengganggu peluncuran gamenya. Kurasa aku memilih menerima penawaran ini. Selain dapat menuntaskan berita-berita yang makin tak karuan tersebut, kau bisa sekaligus melambungkan popularitasmu,” jelas pria yang dipanggil Sajangnim oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menarik ujung bibirnya membentuk seringaian. Tentu saja pada akhirnya sebuah profit adalah tujuan utama. Tapi, jika hanya dengan jalan tersebut dia dapat melindungi seseorang, kenapa tidak. Kalaupun para sparkyu akan sedikit kecewa, itu hanyalah sedikit pahit yang akan dirasakannya.

“Konferensi pers akan diadakan dua hari setelah peluncuran game. Rundingkan semua dengan matang. Pilah kata-kata yang tidak menyakitkan penggemarmu,” petuah Sajangnim yang dibalas anggukan dari Kyuhyun.

_@Arsvio_

“Lee Joon-ssi, aku sudah menyelesaikan program yang kau minta. Support untuk program office yang kau kembangkan,” seorang gadis meletakkan berkas-berkas di meja Joon. Senyum terkembang di wajah cantiknya membuat siapa pun yang memandang akan terpesona. “Lee Joon-ssi,” ulang gadis tersebut karena tak mendapat respon dari Lee Joon.

“Ah, Eun Jung-ssi,” ucap Joon yang menunjukkan sedikit keterkejutan dengan sapaan dari salah seorang pegawainya tersebut. Jelas, lelaki ini tadinya sedang berkonsentrasi penuh terhadap sesuatu sampai-sampai tidak menyadari kedatangan wanita yang dipanggil Eun Jung tersebut.

“Ah, mianhata mengagetkanmu. Aku hanya ingin menyerahkan berkas-berkas ini,” Eun Jung menunjuk map yang tadi diletakkan di meja Joon. Kembali ditunjukkan senyum manisnya. Pandangannya tak pernah lepas dari lelaki di hadapnya.

“Ah, ne. Aku akan memeriksanya nanti. Kemungkinan aplikasi office ini akan kupending beberapa waktu. Aplikasi perbaikan dari Adelynn menguras pikirannku. Kau harus melihatnya nanti, pasti kau juga akan tertarik dengan aplikasi tersebut,” ucap Joon.

Raut wajah Eun Jung berubah seketika karena mendengar penuturan Lee Joon. Namun segera dia mengembalikan mimik wajahnya agar tidak terbaca oleh lawan bicaranya. Ada kekecewaan pada dirinya sebab mendapati kerja kerasnya bukan merupakan prioritas. “Ah, begitukah. Aku undur diri dulu, Sajangnim,”.

_@Arsvio_

Setelah deringan ke tiga, akhirnya Lynn membuka pintu apartemennya. “Hai,” sapa Kyuhyun saat melihat gadis tersebut. Dia memandang Lynn yang tersenyum lemah padanya. “How’s your feeling?” tanya Kyuhyun sambil berjalan masuk ke dalam flat Lynn.

“Never better,” jawab Lynn kilat, jawaban yang menandakan agar orang lain tak perlu khawatir tentang dirinya. Namun sayangnya, dia terlalu cepat menjawab dan tidak memperhatikan kondisinya. Lynn terhuyung karena pusing menyerang kepalanya kembali.

“Kau tak apa-apa?” nada Kyuhyun khawatir ketika dia menangkap bahu Lynn. Menyeimbangkan tubuh Lynn untuk dapat berdiri tegak lagi. Ditahan tangannya untuk tetap memapah Lyn. Kyuhyun memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Lynn.

“Aku baik-baik saja, tak perlu khawatir,” Lynn mencoba melepas tangan Kyuhyun yang berada di lengan atasnya. Tetapi tetap saja Kyuhyun bergeming setelah melihat betapa pucatnya wajah Lynn.

“Kuantar kau beristirahat,” Kyuhyun mengeratkan jemarinya pada lengan Lynn. Maksud hati ingin mengantar Lynn ke kamar untuk beristirahat, namun sang gadis malah menolaknya dengan menggeleng.

“Tidak perlu. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu,” tolak Lynn.

Kyuhyun menghela nafas panjang dan menuruti ucapan Lynn. Sepertinya akan sia-sia saja jika dia mendebat Lynn agar tidak meneruskan pekerjaannya. Gadis itu seorang workaholic. Dan akhirnya Kyuhyun menuntun Lynn ke ruang kerjanya.

_@Arsvio_

Kyuhyun duduk di sofa tengah ruang kerja Lynn sembari menikmati gadis bermata birunya bekerja. Untuk kesekian kali dia memandang Lynn dalam raut wajah serius. Dan dia tak akan bosan untuk memandangi setiap detik dari mimic serius Lynn.

Kalau laki-laki lain berkata bahwa mereka menyukai gadisnya saat tersenyum atau tertawa, Kyuhyun malah tidak. Bukannya dia tidak menyukai jika Lynn bahagia, dia bahkan sangat menyukai tawa Lynn yang lepas saat menonton video Gee ala Suju. Tapi senyum yang ditampakkan Lynn sering kali hanya sebuah kamuflase untuk menjaga image, menyembunyian kenyataan, dan mengontrol emosi.

Kyuhyun menyukai ketika melihat Lynn berkonsentrasi pada pekerjaannya. Ekspresi yang ditunjukkan Lynn sangat alami dan apa adanya. Dia dapat melihat bagaimana mata biru Lynn menatap lurus pada obyeknya, bagaimana bibir Lynn terkatup sempurna memperlihatkan bentuk aslinya, bagaimana alis Lynn berkerut ketika lebih dalam berpikir, dan bagaimana senyum tipis terukir di wajah Lynn tatkala dia memecahkan persoalannya. Semuanya sangat indah di mata Kyuhyun.

Lynn berdiri untuk menyalakan printer yang terdapat di meja sebelahnya. Dia sudah menyelesaikan pekerjaannya dan kini tinggal mencetakknya. Namun, karena gerakannya yang secara tiba-tiba berdiri, menyebabkan tubuhkan belum siap dan kembali limbung saat kepalanya berdenyut.

Kyuhyun segera bangkit dan mendekat pada Lynn. “Gwencanayo?” paniknya sembari memegang bahu Lynn. Khawatirnya mulai merajai ketika dilihatnya Lynn memijit keningnya dan wajah gadis itu juga semakin pucat.

Tanpa menunggu persetujuan Lynn, Kyuhyun mengangkat tubuh gadis tersebut. “Cukup. Kau harus istirahat. Tidak ada bantahan,” Kyuhyun segera keluar dari ruang kerja Lynn dan berjalam menuju kamar.

Dia menidurkan Lynn dan menyelimutinya. Kyuhyun mengecek suhu badan Lynn dengan tangannya. Wajah lelaki ini berubah dingin ketika merasakan panas yang menyengat di telapak tangannya. Dia segera bangkit dan meninggalkan Lynn untuk mencari obat-obat yang diresepkan dokter tempo itu.

Selang beberapa saat, Kyuhyun telah kembali dengan beberapa tablet obat dan segelas air putih. Dia membantu Lynn bangkit dari tidurnya dan menyodorkan tablet-tablet tersebut. Kyuhyun diam, tanpa kata yang terucap.

Lynn yang menyadari ekspresi Kyuhyun mengerutkan alisnya. “Kau kenapa? Ekspresi itu yang sering kau perlihatkan padaku. Cold face,” tanyanya saat Kyuhyun merapikan bantal untuknya beristirahat.

Tetapi lelaki itu tetap diam seribu bahasa. “Hei, jawab aku,” Lyn menarik lengan kemeja Kyuhyun untuk mendapatkan perhatian dari lelaki tersebut.

Itu pun tidak berhasil. Kyuhyun tetap diam dan mendorong pelan tubuh Lynn untuk berbaring. Dia kembali menyelimuti Lynn tanpa sepatah kata pun.

“Kau sedang dalam mood yang buruk?” tanya Lynn kembali. Sekelebat pikiran melintas, mungkin Kyuhyun terpaksa menjaganya. “Aku baik-baik saja. Kau bisa pulang. Maaf tidak bisa mengantarmu sampai depan. Pintu akan terkunci secara otomatis nantinya,” ujar Lynn karena memikirkan alasan tersebut.

Kyuhyun mendesah, “Istirahatlah,”. Dia masih mempertahankan ucapan dan raut wajah dingin.

“Kau marah? Padaku?” Lynn tak kenal lelah ingin mengetahui alasan Kyuhyun.

“Diam dan pejamkan matamu,” sentak Kyuhyun yang mengagetkan Lynn. Lynn hanya mendecak kesal dan mulai memejamkan matanya.

Kyuhyun tetap bergeming di tempatnya. Berdiri dengan menyilangkan tangannya di depan dada sambil menatap lekat Lynn. Dia kesal dan marah, tapi itu bukan untuk gadis yang berbaring di depannya, melainkan pada dirinya sendiri.

Merasa tak berguna dan hanya bisa melihat Lynn berjuang sendiri untuk menyelesaikan masalah yang diperbuatnya. Menjadikan gadis tersebut jatuh sakit. Pun dia juga belum mengetahui alasan Lynn menghindarinya dan memilih diam terhadap perilaku fansnya. Sekelebat pemikiran terlintas bahwa Lynn berusaha melindunginya. Dan pemikiran ini membuatnya bertambah marah pada dirinya sendiri.

Walaupun mata Lynn telah menutup, tapi dia belum bisa menenggelamkan dirinya ke alam mimpi. Gadis itu bergerak-gerak gelisah karena belum juga bisa tertidur. Rasa lemas karena demamnya dan obat yang dikonsumsinya tak jua memudahkan untuk terlelap.

Kyuhyun luluh juga dengan kegelisahan Lynn. Dia berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang Lynn. Menarik dan membenahi selimut gadis tersebut kemudian mulai bersenandung. Menyanyikan sebuah lagu, berharap dengan itu bisa mengantar Lynn untuk tertidur.

_@Arsvio_

Paginya, Lynn bangun dengan kondisi yang lebih baik meskipun kepalanya masih terasa berat. Dia menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjang miliknya untuk bersiap ke kantor. Pandangannya menelusur ke setiap penjuru kamarnya.

“Dia sudah pulang rupanya,” sedikit rasa kecewa bergelayut di hatinya karena tidak mendapati sosok Kyuhyun. Semalam dia tertidur karena senandung merdu dari Kyuhyun dan paginya ada sedikit keinginan melihat lelaki tersebut. “Oh, my. Apa yang kupikirkan,” Lynn memukul ringan kepalanya. Dia segera beranjak menuju kamar mandi dalam kamarnya.

Dua puluh menit berlalu, dan Lynn telah berganti baju dengan setelan formalnya. Dia berkaca dan mendapati wajahnya yang masih terlihat pucat. Dipoleskan kembali bedak pada wajahnya dan menambah sedikit blush on pada pipi untuk menutupi pucatnya.

Meskipun pucat dapat disamarkan, namun rasa sakit yang kembali mendera kepalanya tidak bisa diingkari. Lynn memijit-mijit keningnya untuk mengurangi rasa sakit pada kepalanya. Dia meringis karena kepalanya kembali berdenyut.

“Kau mau kemana?” tiba-tiba suara berat mengagetkan Lynn. Menjadikan gadis tersebut sedikit terlonjak karena mendapati seorang lelaki telah berdiri di ambang pintu kamarnya. Lelaki tersebut mendekat dan mengamati Lynn. “Mau ke kantor dengan keadaan seperti itu?”.

“Kau belum pulang, Mr. Cho?” Lynn tidak membalas pertanyaan Kyuhyun malah melontarkan pertanyaan baru. Lynn berdiri tiba-tiba dari kursi riasnya, menjadikan dirinya limbung untuk kesekian kalinya. Tubuhnya benar-benar tidak bisa diajak kompromi untuk berakting baik-baik saja.

Dengan cepat, Kyuhyun menangkap lengan Lynn. Menyangga agar Lynn tidak terjatuh. “See? Tubuhmu butuh istirahat, Lynn,” Kyuhyun mengatakan dengan sedikit kesal. Dia muak melihat Lynn memaksakan diri untuk bekerja. Emosinya selalu tersulut melihat hal tersebut. Satu hal yang pasti, Kyuhyun sangat mengkhawatirkan kondisi Lynn.

“Aku tak apa-apa,” Lynn menepis tangan Kyuhyun, tetapi tentu saja Kyuhyun tidak melepasnya begitu saja. Dia bisa membaca kondisi Lynn dari gelagat gadis blasteran Korea-German tersebut.

“Let me go, Mr. Cho,” Lynn sedikit berteriak karena merasa cengkraman Kyuhyun menguat.

“Bisakah kali ini kau mendengarku, Lynn,” bentak Kyuhyun tak mau kalah. “Diam dan kembali berbaring,”. Mata Kyuhyun sudah berkilat menunjukkan dia tak mau ditentang kali ini.

Lynn balik menatap Kyuhyun dengan mata birunya. Ada sedikit kesal dalam sorot matanya dan entah kata apa yang dapat mendiskripsikannya. “Lepaskan aku Mr. Cho. Kau tak berhak mengaturku,” ucap Lynn dingin.

“Untuk kali ini tidak akan. Dan mungkin selanjutnya seperti itu pula. Bisakah kau tidak menyiksa dirimu sendiri Miss. Lee,” Kyuhyun balas menatap lurus mata Lynn.

“Istirahatlah, tubuhmu sungguh membutuhkannya,” perkataan Kyuhyun melunak karena melihat mata Lynn yang mulai berkaca-kaca.

“Kumohon, lepaskan aku. Banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan,” Lynn tetap mencoba meronta namun tidak berhasil. “Kyuhyun-ssi, kumohon,” rintihnya lagi dan kini air mata telah bergulir di pipinya. Ada beban yang terkuak dengan meluncurnya air mata milik Lynn. Gadis ini menangis bukan karena Kyuhyun yang tidak melepasnya, namun karena beban yang ditanggungnya.

Kyuhyun tetap bergeming dengan cengkramannya. Walaupun gadis tersebut memohon, tapi dia tidak akan melepaskannya dan membiarkannya bekerja dalam keadaan sakit. Semua demi melindungi sang gadis.

“Ayolah. Kumohon, hentikan semua ini. Aku lelah, Kyu,” Lynn memohon kembali. Dia sudah penat dan lelah dengan masalah yang dihadapinya. Mulai dari kebocoran file Vista, proyek aplikasi perbaikannya, game yang sebentar lagi liris, sikap Kyuhyun, gossip yang menderanya, dan terakhir adalah segala terror dari penggemar Kyuhyun.

Kyuhyun segera menarik Lynn masuk dalam pelukannya. Dia tidak bisa melihat sorot terluka Lynn. Dieratkan pelukannya pada Lynn untuk membagi kehangatan yang dapat menenangkan gadis tersebut. Matanya juga berkaca-kaca karena masalah yang ditimbulkan membuat orang yang disayangnya terluka.

Lynn tak dapat membendung tangisnya lagi. Dia meluapkan emosinya dalam tangisannya. Cukup sudah segala persoalan yang menimpanya. Tangan Lynn terulur dan balas memeluk Kyuhyun. Diremasnya kemeja Kyuhyun bagian belakang untuk menyalurkan emosinya.

Diterimanya kehangatan yang menenangkan dalam pelukan lelaki tersebut. Dan ini berbeda ketika Oppanya yang memelukknya. Ada sedikit rasa terluka yang bisa dia terima dalam pelukkan tersebut. Rasa lelah milik Kyuhyun yang sama seperti miliknya, yang tertransformasi melalui dekapan lelaki tersebut. Dan memalui pelukan tersebut, serasa mereka saling menyangga dan memberikan kekuatan untuk bertahan.

“Kita akan melewati masalah ini, Lynn. Percayalah bahwa ini akan segera berlalu,” Kyuhyun mengelus kepala Lynn lembut. Mencoba menguatkan gadis tersebut. “Kali ini, izinkan aku untuk menjadi sandaranmu. Could I?”.

Lynn melepas pelukannya dan mendorong pelan tubuh Kyuhyun. Dia mendongak dan menatap Kyuhyun tepat di manik matanya. Mencari jawaban atas pernyataan yang Kyuhyun tujukan padanya.

“Menjadi penopangmu, meskipun aku tahu aku bisa rubuh kapan saja. Menjadi pelindungmu, walaupun aku tahu aku bisa terluka kapan pun. Namun, jika pun itu terjadi, akan lebih tidak menyakitkan bagiku, daripada melihatmu berjuang sendiri. Bukanlah hal salah, jika kita menyandar sejenak kepada orang lain, membiarkan kita menerima limpahan kasihnya,” Kyuhyun meyakinkan.

Agak ragu, Lynn menganggukkan kepalanya. Untuk sekarang, itulah yang bisa dilakukan. Mencoba percaya kepada lelaki yang memberikan senyuman tulus saat dia menjawab dengan anggukan kepala. Mengesampingkan segala ego dan proteksi dirinya untuk menerima bantuan orang lain.

Kyuhyun mengusap air mata di pipi Lynn. Perlahan dia ingin menghapuskan perih yang Lynn derita. Menggantikannya dengan kebahagiaan yang dengan pasti akan didatangkannya. “Sekarang, ganti bajumu kembali. Aku bawakan sarapan. Ok?”.

Lynn menyambut dengan senyumannya. Mengangguk setuju.

 

Diary 1st : Lee Adelynn

“Aku menemukan ketulusan dalam rangkaian kata yang diucapkannya. Cukup puitis dan romantis, tapi bukan itu esensinya. Bahwa mulai detik ini, aku mulai meruntuhkan tembok defense yang dibangun kokoh selama bertahun usiaku. Membiarkan orang lain ternama Cho Kyuhyun merambah dalam proteksi diriku. Aku mempercayainya”

Diary 2nd : Cho Kyuhyun

“Aku merasakan tersakiti lebih dari dia tersakiti, seakan jiwaku memberontak keluar untuk merajam mereka yang telah melukainya. Dan diriku yang terbelenggu menyempurnakan amarahku. Tak kusadari mulai kapan seperti ini, namun yang aku yakin pasti, mulai saat ini aku jatuh hati padanya. Seorang ternama Lee Adelynn”

TBC*

(Arsvio_ @November, 2011)

Note: Hi reader. Adakah yang masih setia menanti kelanjutan kisah Kyu-Lynn? Hehe…Semoga part kali ini cukup meninggalkan misteri (?) bagi kalian. Nha lho, ‘misteri dendam Nyi pellet’ kali ye?. Part kali ini mencoba alur menurun dan datar untuk mulai menyelesaikan konflik utama.

Hope you guys, enjoy reading this part. Sorry, if there are many typo.

Thanks a lot to my lil sist who made the poster. Thanks awfully to reader who spent time for reading this ff. Last, thank KYU so much to admin who posted this ff.

See you in next chapter. Bye..( ^^,)/

 

 

13 thoughts on “Trapped in Love with Game 4

  1. hore..hore..
    Akhirnya Kyu-Lynn baikan..
    Bikin syukuran deh…
    Hehe…
    Iya thor, kalo mereka berantem trus kan g seru..
    Penasaran sm isi confrensi pers,,
    Author, Fighting ya buat part 5..

    Jia Jung

  2. thor! Suer neomu joha ama ff ini, apalagi part 4 hoho. Kyu peduli banget ke lynn.
    Mereka baikan ini :) haha, akhirnya.
    Lynn, dia juga suka toh ama kyu? Ya kan? Ya kan?*abaikan*
    oh ya, ntu seunghyun ama soman kerja sama apa? Penasaran dhe*ASAP*
    next ya thor. Cepet publish! Hwaiting :D

  3. huaaaaa , suka banget :D
    suka kyuhyun yg curi curi perhatian ke Lynn .
    suka waktu kyuhyun yg perhatian waktu Lynn sakit .,
    hehe , suka smua deh ..
    oya , suka juga sama sikap leetuk dan donghae , bener-bener bijaksana banget :*
    lee joon suka ma Lynn , wah jadi saingan kyuhyun nih ..
    ditunggu kelanjutannya segera ya chinguuu , khamshaa ~~~

  4. keren banget ceritanya author, kasihan Lyn sakit untung ada Donghae oppa n Kyu oppa yg selalu take care dan sigap menjaga Lyn dgn tulus. Smg nanti Lyn bs mempercayai Kyu oppa dgn utuh, sepertinya pasangan gamers ini cocok banget. Lee Joon menyerah sj ya jgn suka2 sm Lyn, ada Eun Jung kayaknya yg suka dgn Lee Joon. So Sweet Story Great.. Smg semua masalah dpt terselesaikan dgn baik. Ditunggu author part berikutnya yg pasti semakin seru.. Thanks

  5. sweet bgt kyu,,,,
    ngakuin kalo dy juga bisa ngalamin hal buruk,,, tapi smuanya bakal baik2 aja selama mereka bisa saling berbagi satu sama lain,,
    bener2 terharu pas bacanya chingu…
    smangat y buat next partnya,, ^^

  6. whoaaaaaa,,,, q ampe terharu deng bacanya,,, ampe spechless,,, next part,,, di tunggu bangeeeeeeeeeeeettttttttttt,,,,^^

  7. WOW, semakin ke sini ffnya makin keren aja, sarat pesan kasih sayang antara kakak-adik, kyu-teuk, hae-lynn, kyu-hae,

    dtgu lanjutannya
    keep writing!!

  8. Finally!! Mereka balikan jugaaaa(y)
    Yaampun kyuuuu~ so sweet banget sumpah!! Ckck
    Itu mereka bakalan ngadain konferensi pers ttg hubungan kyu-lynn kah??
    Next partnya ditunggu ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s