Trapped in Love with Game 3

[PART 3] Trapped in Love with Game

Author                  : arsvio

Main cast             : Lee AdeLynnn, Cho Kyuhyun

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : One Shot

Rating                   : PG-13

Support cast       : member Super Junior

Seorang gadis yang duduk di sudut ruangan café, menyerutup hot chocolate yang baru lima menit dihidangkan. Mata biru miliknya mengedarkan pandangan untuk mencari sosok yang ditunggunya. Tidak ditemukan apa yang dicarinya, gadis tersebut kembali menarikan jarinya di keyboard notebook putih di hadapnya.

“Good afternoon, Miss. AdeLynn Lee,” sapa lelaki yang kemudian memposisikan diri duduk di hadapan Lynn. Lelaki dengan setelan jas non formal dan sebuah syal biru sapphire yang terikat sangat longgar di lehernya, hanya untuk asecoris tentunya.

“Have you been waiting quite a while? Sorry, my photo shoot took a little bit longer,” ucap sang lelaki saat dilihatnya Lynn yang masih berkutat dengan notebooknya. Dia mengangkat tangannya pada waitress sebagai tanda untuk memesan.

“It is OK, Mr. Cho. You just waste my ten minutes,” sindir Lynn. “You get what you want and then me too. I just need your signature here,” Lynn langsung menyodorkan map berisi kontrak. Dia memandang Kyuhyun yang menyeringai di hadapnya.

“Apa begini, caramu meminta, Miss. Lee. Bahkan dari raut wajahmu tak terlihat memohon,” Kyuhyun menirukan kata-kata Lynn dahulu saat dirinya meminta maaf. Diketuk-ketukan jarinya pada map yang disodorkan Lynn.

Lynn mendengus menanggapi perkataan Kyuhyun, menyadari bahwa lelaki di hadapannya sedang menguji kesabarannya. “Aku sudah memenuhi permintaanmu dengan meluangkan waktu berhargaku hanya untuk menemuimu. Jadi sudah sepantasnya jika kau memberikan janjimu, Mr. Cho,” Lynn menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Cih, aku hanya akan mempertimbangkan bukan menerima. Tapi, jika kau mau mengulangi kata-katamu untuk memintaku menjadi iconmu dengan bahasa yang lebih sopan, maka tanpa ragu akan kuterima,” lagi-lagi Kyuhyun mengeluarkan bantahan.

Lynn memejamkan matanya untuk meredam emosi. Beberapa kali bertemu dengan Kyuhyun, emosinya selalu tersulut. “Bahkan ini diluar wilayah kerjaku, dan aku sudah merendahkan diri untuk menemuimu. Apakah aku harus merendahkan diri lagi untuk memohon?” nada datar Lynn.

Seorang pelayan menginterupsi pembicaraan mereka saat membawakan pesanan Kyuhyun. Namun, Kyuhyun agaknya tidak terlalu peduli dengan senyum ramah dari sang waitress. Yang menjadi prioritasnya adalah gadis yang duduk di depannya kini.

“Hei, bukankah kau yang membutuhkanku, jadi sudah sepantasnya jika kau memohon,” ucap Kyuhyun dengan menyebalkan. Dia senang membuat Lynn marah dan menikmati setiap ekspresi yang dikeluarkan gadis tersebut.

“Aku sudah menuruti sikap childish-mu. Jangan mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan, Mr. Cho,” sanggah Lynn dengan nada yang dijaganya agar tetap datar. Mencoba menyadarkan pria di depannya tentang sikap kekanakannya.

“Kau bilang ap-,” sanggah Kyuhyun yang dipotong dengan dering ‘Price Tag’-nya Jessie J milik Lynn. Segera Lynn mengangkat telapak tangannya ke udara untuk memberikan tanda ‘stop bicara’ pada Kyuhyun. Lynn merogoh tasnya dan mendapati Lee Joon menghubunginya.

“Hallo,”

“…”

“Of course, Sajangnim. I’ll back soon,”

“…”

“No, it’s Ok. That is my job. Thank you, Sajangnim,”

Tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Kyuhyun, Lynnn men-sleep-kan notebooknya dan segera memasukkannya ke tas jinjingnya. “Sorry, I have to go. I’ll leave this file to you. Please, consider this contract,” Lynn segera beranjak tanpa menunggu jawaban Kyuhyun.

Kyuhyun mendengus kesal sepeninggalan Lynn. Waktu berharganya dengan gadis itu terpotong karena ‘Sajangnim’ yang tiba-tiba menelphon. Dia menyambar map dan ikut pergi juga tanpa menyentuh minuman yang dipesannya.

_@Arsvio_

“Kau sedang ada masalah Lynn?” Joon menepuk pundak Lynn pelan sehingga membuat gadis tersebut memandangnya. Joon menarik keluar kursi di sebelah Lynn dan duduk. “Maaf aku mengganggu istirahatmu,”.

“Never mind, Sajangnim,” Lynn menurunkan jemari tangannya yang tadi sibuk memijat keningnya. “Aku beberapa kali memperbaiki algoritmanya tapi belum kutemukan solusi untuk mengatasinya. Beri aku sedikit waktu lagi, Sajangnim,”.

Joon tersenyum ke ara Lynn walau gadis itu tidak memperhatikan karena pendangannya lurus menatap notebook HP miliknya. “Of course, Lynn. Aku tertarik dengan perbaikan yang kau lakukan. Karena itu aku berharap aplikasi ini berhasil,”.

“Agaknya kau sedang dalam masalah Lynn? Kudengar gamemu akan segera liris?” tanya Joon setelah melihat Lynn memijit keningnya lagi dalam lima menit terakhir.

“Ah, hanya sedikit kendala, Joon-ssi,” Lynn menyunginggkan senyum miringnya. Mengingat apa yang menjadi kendala bagi peluncuran gamenya. Hanya karena sikap kekanakan artis yang akan menjadi iconnya.

“Cho Kyuhyun Super Junior?” Joon memiringkan kepalanya karena membaca sekilas nama artis yang berada di dokumen kontrak Lynn. Sebuah map yang tergeletak begitu saja di samping Lynn. “Dia yang akan menjadi icon? Dan hei, sejak kapan kau merangkap menjadi humas, Lynn?”.

Lynn tersenyum kecut dengan pertanyaan Lee Joon. Tentu saja dia bisa menjawab yang sebenarnya, tetapi diurungkan niatnya. Ada sesuatu pada dirinya yang mengatakan bahwa dia harus sedikit berbohong demi nama besar Cho Kyuhyun. “Tidak. Hanya saja aku lah yang ingin menanganinya sendiri dan memastikan kualitas dari artis yang akan kujadikan icon,”.

“Aku tahu kau berusaha melakukan sesuatu dengan perfect, tapi sebegitu jauhkah sampai-sampai masalah kontrak artis, kau harus turun tangan?” Heran Joon.

Lynn menghela nafas panjang. “Seperti itulah. Aku hanya tak ingin masalah sepele menggagalkan proyekku,” mata Lynn masih terfokus pada layar notebooknya. Lynn menjawab pertanyaan Lee Joon sambil mengerjakan tugasnya. Bukan bermaksud tidak sopan, dia hanya tidak ingin orang lain mencampuri urusannya.

Joon menatap lekat gadis di sampingnya. “Kau memiliki mata biru yang indah,” ucap Joon tiba-tiba sembari berdiri dari duduknya dan kembali menepuk kecil pundak Lynn.

“Oh?” kaget Lynn yang mendapat pujian Joon. Bahkan dia tidak menyangka akan mendapat pujian dari Joon.

_@Arsvio_

Kyuhyun memutar-mutar ponsel di telapak tangannya. Dia terus saja menatap pada dokumen yang diberikan Lynn dua hari lalu. Dan selama itu, Kyuhyun sama sekali belum menghubungi Lynn juga sebaliknya.

Kyuhyun mendesah panjang dan menelungkupkan kepalanya pada kedua tangan yang mensedekap di meja. “Kenapa tiba-tiba aku ingin mendengar suaranya?” keluh Kyuhyun. Dengan membayangkannya saja sudah membuat jantung Kyuhyun berdebar.

Ada hentakan-hentakan keinginan cukup kuat pada dirinya agar bertemu Lynn. Menikmati ekspresi marah Lynn ketika dia mengerjainya, mengagumi ekspresi genius Lynn saat berkutat dengan gadgetnya, dan memuji ekspresi serius Lynn saat terfokus pada pekerjaannya.

Dan lagi tentunya, sepasang mata biru milik Lynn. Meneduhkan sekaligus mendebarkan saat memandang lekat ke dalam mata bulat tersebut. Seakan gravitasimu menghilang sejenak, melayang dalam ruang hampa di dalam iris matanya. Membuat kau bisa mendengarkan irama detak jantungmu sendiri yang terlampau keras tak terkendali.

“Hah, aku pasti sudah gila karena gadis bermata biru itu,” Kyuhyun menegakkan kepalanya. Dia melirik kembali dokumen kontrak di hadapnya. “Kau bisa menjadi alasan agar aku bertemu lagi dengannya,” tunjuk Kyuhyun pada map di depannya.

Kyuhyun mendial nomor seorang yang telah mengusiknya. Setelah beberapa kali bunyi sambungan, diangkat juga telephonnya. Senyum merekah di wajah Kyuhyun tanpa disadari.

“Hallo,”

“What are you doing?”

“I think it’s not your business, Mr. Cho. Apa yang membawamu kali ini untuk menelphon?”

“Hei, tak bolehkah aku bertanya apa yang ingin kuketahui, huh?”

“Tentu, tapi aku juga berhak untuk tidak menjawab,”

“Kau sedang berada di tempat umum?”

“Tentu saja karena aku bagian dari masyarakat umum yang berada di tempat umum, Mr. Cho,”

“Ok-Ok, malas berdebat denganmu. Bisakah kita bertemu?”

“For what reason?”

“That contract,”

“Ok, temui aku di- AAAAaaa…” sebuah teriakan Lynn disusul suara gemuruh yang tak jelas seketika mengganggu pembicaraan Kyuhyun. Beberapa saat masih terdengar jelas jeritan-jeritan beberapa orang, sampai telephon terputus.

“Lynn? Kau masih di sana, apa yang terjadi?”

Hening

“LYNN, ADELYNN LEE JAWAB AKU,”.

Kyuhyun mendial ulang nomor Lynn, namun sudah beberapa saat tidak terangkat. “Lyn, apa yang terjadi?” racau Kyuhyun sambil memandang lcd androidnya.

Kyuhyun segera mematikan sambungan telephonnya dan meninju udara. Otaknya bekerja keras mencari alasan yang logis untuk menterjemahkan suara-suara yang baru di dengarnya. Kepalanya menggeleng cepat ketika bayangan yang ditakutkan berkelebat. “Tidak, tidak, Lynn baik-baik saja, dia hanya mengerjaiku,”.

Walaupun mulutnya berkata demikian, namun tubuhnya tidak sejalan. Segera disambar jaket dan kunci mobilnya. Kyuhyun tidak bisa untuk sekedar diam dan menunggu Lynn mengangkat telephonnya lagi.

_@Arsvio_

Kyuhyun kembali mendesah kasar untuk kesekian kalinya. Sudah lima menit berlalu semenjak dia berdiri di depan apartemen Lynn tapi sepertinya sang pemilik sedang tidak di rumah. Berulang kali Kyuhyun men-calling ponsel Lynn untuk mengetahui keberadaan gadis tersebut, tapi berulang kali juga tidak mendapat jawaban.

“Kenapa kau tidak mengangkat telephonku, Lynn,” gusar Kyuhyun sambil memandang layar ponsel miliknya. Khawatir dengan keadaan gadis tersebut, Kyuhyun lasung mendial nomor Donghae untuk menanyakan keberadaan Lynn.

Tetapi hasilnya nihil, Donghae pun tidak mengetahui keberadaan adiknya tersebut. Kyuhyun meninju udara kosong di hadapnya. Dia segera berjalan cepat menuju lift dan menekan ‘B’ untuk menuju basement.

Kyuhyun berlari-lari kecil untuk mencapai mobilnya. Wajahnya dengan jelas mengungkapkan raut kekhawatiran. Bersamaan dengan tangannya yang terulur untuk membuka pintu mobilnya, sebuah black audy terpakir tepat di samping mobilnya.

Tangannya terhenti tatkala menyadari siapa yang duduk di bangku depan tepat di sebelah driver. Adelynn Lee. Perasaan lega bercampur dengan kalut melihat gadis tersebut dalam kondisi baik-baik saja dan bersama lelaki lain. Lebih lagi, Lynn malah terhanyut dengan candaan dengan sang lelaki beberapa saat setelah mobil tersebut terpakir.

Lynn keluar dari mobil tersebut juga beserta lelaki yang menjadi drivernya, sedangkan Kyuhyun mematung menahan emosi. Tangan Kyuhyun sudah terkepal sempurna, tanpa berpikir dua kali dilangkahkan kakinya mendekati Lynn. Kyuhyun menarik lengan Lynn.

Butuh sepersekian detik untuk menyadari apa yang terjadi. Lynn memekik, “Mr. Cho, what on earth are you doing?”. Dirinya mencoba meronta melepaskan cengkeraman tangan Kyuhyuh, namun usahanya tidak membuahkan hasil.

Tiba-tiba sang lelaki, yang mengantar Lynn, sudah menghadang langkah Kyuhyun. “Maaf, agashi, bisakah kau bersikap sopan pada wanita?”. Sang lelaki menahan sebelah tangannya di dada Kyuhyun.

Merasa tersinggung, Kyuhyun dengan kasar menepis tangan tersebut. “Jangan ikut campur, agashi. Ini urusanku dengan gadis ini,” tukas Kyuhyun sambil berancang-ancang melangkah kembali.

Namun, sang lelaki tidak menyerah begitu saja. Dia meraih lengan Lynn yang bebas dan menarik tubuh Lynn dalam pelukannya, meskipun tangan sebelah Lynn masih ditarik Kyuhyun.

Merasa terhentak, Kyuhyun menoleh ke belakang dan mendapati Lynn dalam pelukan lelaki tersebut. Sempurna sudah emosinya. Kyuhyun memperkecil jaraknya dengan Lynn, sehingga kini ketiga orang tersebut saling melekat dengan Lynn berada di tengah-tengah.

“Lepaskan tanganmu darinya,” geram Kyuhyun. Lelaki yang ditantang hanya menunjukkan seringaiannya. Meremehkan kata-kata Kyuhyun.

“Tidak akan, agashi,” balas sang lelaki sengit.

Merasa terhimpit dalam suasana yang tidak mengenakkan, Lynn angkat suara. “Lepaskan aku, Lee Joon-ssi. Kurasa memang ada yang harus kubicarakan dengan lelaki ini,” kepala Lynn mengedik ke arah Kyuhyun.

Belum sempat Lee Joon membuka mulut untuk menyangkal, Lynn memotong ucapannya. “Aku baik-baik saja, Joon-ssi,”. Lynn menarik tangannya yang berada dalam dekapan Joon. Dia mendorong pelan tubuh Joon. Awalnya, Joon menolak dan tetap menahan Lynn dalam dekapannya. Tapi melihat raut memohon Lynn, akhirnya dengan berat hati Joon melepas gadis tersebut.

“Terima kasih, Joon-ssi,” ucap Lynn setelah bebas dari dekapan Joon. Lynn melihat Joon yang masih bergeming di tempatnya. “Aku akan menghubungimu nanti,” ucap Lynn untuk menenangkan, walaupun dia sendiri sangsi untuk apa dia harus menghubunginya.

Tapi ‘voila’, Joon menghembuskan nafasnya dan mulai mengendurkan otot-otot wajahnya yang menegang tadi. “Ok. Call me later,” Joon berbalik dan meninggalkan Kyuhyun dengan Lynn.

“Cih, aku akan menghubungi nanti,” nada mengejek Kyuhyun. “Manis sekali perpisahan kalian,” sambung Kyuhyun.

Lynn kembali mendorong, kali ini tubuh Kyuhyun, untuk melepaskan dekapannya. Namun, Kyhyun malah mengeratkan pelukannya pada Lynn. Memandang tajam pada gadis tersebut.

“Aku mati-matian khawatir padamu, tapi kau malah mengumbar romantisme dengan lelaki tadi, huh?”. Kyuhyun kembali merapatkan dekapannya. Menahan nafsunya untuk berteriak.

“Itu bukan urusanmu, Mr. Cho,” bentak Lynn. “Jadi apa urusanmu sampai meminta bertemu?” tanya Lynn langsung. Karena tidak mungkin Kyuhyun memaksa bertemu tanpa alasan.

Belum sempat Kyuhyun membalas, dengan cepat ditolehkan kepalanya ke samping. Pandangan Kyuhyun menelusur ke sekitarnya. Mencari-cari sesuatu yang terasa mengusik. Dan benar saja, dilihatnya seorang paparazzi sedang asyik memfotonya dari jarak lumayan jauh.

“SH*T,” umpat Kyuhyun yang disambut tatapan heran Lynn. Lynn ikut mengarahkan penglihatannya dan dia mengerti kenapa Kyuhyun sampai mengumpat. “Kita selesaikan masalah ini di apartemenku,” Lynn menarik Kyuhyun sebelum amarah lelaki tersebut meledak tak terkendali.

_@Arsvio_

Kyuhyun segera menangkap kembali lengan Lynn ketika mereka telah memasuki apartemen milik Lynn. Dibalikkannya badan Lynn untuk menghadapnya. “Kau berhutang penjelasan padaku Lynn,” ujar Kyuhyun dengan nada dingin.

Lynn menghela nafas perlahan. “Apa yang harus kujelaskan padamu, Mr. Cho?” tanya Lynn karena dia memang tidak mengerti kenapa Kyuhyun begitu terlihat emosi. Sepengetahuannya, dia masih bersikap biasa, menyebalkan, saat ditelphon satu jam lalu.

“Kenapa tidak membalas telephon dariku, Lynn. Kau tahu aku hampir putus asa karena kau tidak mengangkat telephonmu,” Kyuhyun mulai menaikkan nada bicaranya. Mencoba mentransfer segala bentuk amarahnya.

Lynn mengusap keningnya dan menyibakkannya poninya ke belakang. Cukup lama dia menahan tangannya di dahinya sebab tidak terpikir bahwa pria di hadapannya marah hanya karena dia tidak mengangkat telephonnya. Bukankah itu sering terjadi, tapi kenapa kali ini Kyuhyun terlihat sangat terganggu dengan hal itu.

Oleh karena gerakan Lynn, sebuah band aid yang tertempel di sudut keningnya terlihat. Juga dengan beberapa band aid di punggung tangan dan jari-jarinya yang melindungi lukanya. Beberapa luka kecil yang tadinya tidak terlihat karena penerangan yang kurang di basement, sekarang menjadi terpampang jelas.

Mata Kyuhyun menelisik keadaan tubuh Lynn. Diperhatikan dengan lekat gadis yang di hadapannya tersebut. Kyuhyun menjulurkan tangannya menyentuh kening Lynn tepat di luka yang terbungkus band aid. “Kau kenapa? Apa yang terjadi, huh?” seketika kemarahan Kyuhyun hilang dan tergantikan dengan khawatir.

Lynn agak tersentak dengan perlakuan Kyuhyun. Dia baru sadar bahwa gerakan refleknya mengakibatkan luka di dahinya terlihat. “Ah, hanya kecelakaan kecil. Bus yang kutumpangi menabrak pembatas jalan. Itu sebabnya aku tak bisa mengangkat telephon darimu. Saat tabrakan terjadi, karena posisiku yang sedang menelphon mengakibatkan ponselku terlontar entah kemana,”.

Kyuhyun membelalakan matanya ketika Lynn mengakhiri penjelasannya. “Di mana yang terluka,” Kyuhyun memegang bahu Lynn dan menggerakkan ke kanan dan ke kiri. Dia ingin memastikan keadaan Lynn.

“Lain kali bisakah kau langsung menghubungiku? Bukankah kau bisa meminjam ponsel orang lain atau menggunakan fasilitas umum yang ada, huh,” cerocos Kyuhyun dengan raut muka sangat ketakutan. “Setidaknya memberi kabar pada Donghae Hyung bisa kan?” Kyuhyun kembali menaikkan nada bicaranya, tetapi kali ini lebih karena khawatir.

Lynn mendesah kesal dengan bentakan Kyuhyun untuk kesekian kalinya. Dia menepis tangan Kyuhyun yang berada di bahunya. “Jangan menunjukkan sikap berlebihan, Mr. Cho. Lagipula ini hanya sebuah kecelakaan kecil, yang tak perlu kau khawatirkan,” sengit Lynn.

“Kau bilang hanya kecelakaan kecil?” bentak Kyuhyun. Dia mengepalkan tangannya mendapati jawaban Lynn. Kyuhyun memalingkan wajah dan memejamkan matanya untuk meredam gelisah hatinya. Bayangan-bayangan dirinya dan member lain saat mendapat kecelakaan beberapa tahun lalu berkelebat di benaknya. Membuatnya secara reflek khawatir terhadap Lynn.

Sangat sulit menghilangkan memori dirinya saat menghadapi ambang maut. Bagaimana dia berjuang demi kesembuhannya, bagaimana orang-orang terkasihnya menatap sedih padanya, dan bagaimana dia menerima keadaan pasca kecelakaan. Kini, mendengar Lynn mendapat kecelakaan, secara otomatis membuatnya teringat atas memori tersebut. Entahlah, tapi Kyuhyun merasa sangat gelisah ketika bayangan Lynn menghadapi maut sepertinya terlintas di imajinasinya.

Lynn memandang Kyuhyun yang bergeming di tempatnya. Diperhatikannya lelaki tersebut dengan lekat, bahwa terpancar luka dari raut wajahnya. Lynn menangkap dengan matanya, tangan Kyuhyun yang gemetar, menandakan bahwa Kyuhyun tidak bergurau dengan kekhawatirannya.

Terbesit rasa bersalah di hati Lynn karena ucapannya. Walaupun, pria di hadapannya ini sering kali membuatnya naik pitam, tetapi  melihat Kyuhyun seperti itu, menggerakkan nalurinya untuk melindungi. Tidak tahu mengapa, tapi hati kecil Lynn merasa terusik memandang Kyuhyun yang terluka.

Lynn melangkahkan kakinya untuk memperkecil jarak. Dengan pasti diraihnya jemari tangan Kyuhyun yang terkepal dan gemetar, kemudian digenggamnya erat. “Maafkan aku. Aku tak tahu apa yang terjadi padamu, tapi aku hanya bisa bilang bahwa aku baik-baik saja,”.

Kyuhyun membuka matanya karena merasa sentuhan hangat jemari seseorang. Suara Lynn terdengar sarat penyesalan dan simpati. Dipandangnya Lynn yang berada tepat di hadapannya. Mata biru milik Lynn menatapnya balik dan memberikan ketenangan padanya.

Serta merta diraihnya Lynn masuk dalam pelukannya dengan sebelah tangannya yang bebas. Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Lynn. Mencium wangi gadis tersebut. Menyadari bahwa Lynn baik-baik saja dan kini berada aman dalam pelukkannya. Tak ada debaran keras di jantungnya, yang ada hanya sebuah rasa nyaman dan lega.

Lynn menerima pelukan tersebut dan menepuk-nepuk ringan punggung Kyuhyun. “Aku baik-baik saja. Kuharap kau juga begitu. Terima kasih karena mengkhawatirkanku,” ulang Lynn. Dia masih bisa merasakan bahu Kyuhyun yang bergetar sehingga dibalasnya pelukan Kyuhyun tak kalah erat. Sebuah naluri untuk melindungi, menyalurkan kehangatan pada pria yang dipelukknya.

Tenggelam dengan suasana mellow, namun tiba-tiba sebuah suara mengganggu ketenangan. Kruyuuukk. Mereka masih bergeming sejenak, namun kemudian Lynn melepas pelukannya dan tertawa lepas. “Hahaha, kau merusak suasana, Mr Cho,”.

“YA…YAA, berhenti tertawa. Aku belum makan malam karenamu,” teriak Kyuhyun. Beberapa jam lalu dia melewatkan makan malamnya selepas syuting karena khawatir dengan Lynn.

“Baiklah-baiklah, maaf karenaku kau tidak makan malam. Mau tinggal sebentar untuk mencicipi masakanku?” tawar Lynn sembari mengusap air mata di sudut matanya. Dia terlalu lepas tertawa sehingga membuatnya menitikkan air mata.

“Huh, kalau kau memaksa. Baiklah,” ujar Kyuhyun yang menahan lapar. Sebenarnya dia juga senang melihat Lynn bisa tertawa seperti itu, hanya saja bahan tertawaan Lynn yang membuatnya jengkel setengah mati. Ini kedua kalinya dia meruntuhkan imagenya di depan Lynn.

_@Arsvio_

“Apa kau benar bisa memasak?” Kyuhyun sedikit mencondongkan badannya ke depan. Dia duduk di meja makan yang tepat bersisian dengan dapur minimalis di apartemen Lynn.

“Sudah 4 kali kau bertanya seperti itu dalam kurun 10 menit terakhir, Mr. Cho. Kalau kau meragukan masakanku, bukankah lebih baik tak menerima tawaranku?” Lynn menjawabnya dengan masih sibuk memasukkan ayam ke dalam oven. Seakan dia tak peduli dengan ocehan pria di belakangnya.

“Hei, aku sangat lapar dan kau menawariku dalam waktu yang crucial. Aku hanya memastikan saja,” Kyuhyun menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Melihat punggung Lynn dari arahnya, membuatnya sedikit memiliki keinginan untuk memeluk gadis itu. Lynn dengan pakaian mengenakan hot pants jins, kaos oblong, dan sebuah celemek serasa sebuah pemandangan baru yang tak bosan dinikmatinya.

“Kau tidak menaruh racun dalam makanannya kan?” Kyuhyun sedari tadi menanyakan sesuatu yang tidak penting untuk mengganggu Lynn. Bukannya dengan tidak sengaja dia berbuat demikian, hanya saja sepertinya itulah cara efektif melenyapkan imajinasinya untuk memeluk gadis tersebut.

“Hei aku tidak sedang bicara dengan angin lalu? Kenapa kau tak merespon?” jengkel Kyuhyun yang melihat Lynn tetap mondar-mandir untuk menyiapkan makan malam. “Hah, kenapa gadis itu terlihat cantik dengan baju rumahan biasa,” batin Kyuhyun. Dia memukul kepalanya ringan untuk mengusir bayangan aneh tersebut.

“Ya, kenapa kau diam saja,” protes Kyuhyun kemudian. “Aku bicara denganmu. Kau punya mulut untuk menjawab kan, Miss. Lee?” nada bicara Kyuhyun yang mulai menjengkelkan. Padahal jantungnya berdebar tak karuan.

Segera Lynn membalikkan tubuhnya disertai wajah geramnya. “HYA, COULD YOUR MOUTH JUST SHUT UP? OR I’LL MAKE YOU SHUT YOUR MOUTH UP!” Lynn mengacungkan pisau yang tengah dipegangnya ke udara ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun bergidik ngeri dan mengangkat tangannya di udara. “OK, lupakan. Aku masih ingin hidup,” jawab sekenanya. Dia mengelus dadanya ketika bunyi ‘ting’ membuat Lynn menghampiri oven untuk menarik ayam panggangnya keluar.

“Ayam panggang madu, soup, dan kentang yang dihaluskan. Apa kau ingin menggatikan kentangnya dengan nasi?” ujar Lynn sembari meletakkan masakannya di meja makan. Kyuhyun hanya menggeleng menanggapi pertanyaan Lynn.

“Selamat makan,” ucap mereka berdua bersamaan. “Hmm, ayam madu buatanmu enak. Tak kusangka kau bisa memasak,” Kyuhyun dengan mulut penuh makanan memuji masakan Lynn. “Dan, hmm…soupnya juga lezat. Kurasa aku tidak akan menolak jika kau menawarkan makan malam lagi lain kali,” Kyuhyun menaruh sendok soupnya.

Lynn tersenyum juga mendapat pujian tersebut. “Kurasa lain kali aku tidak akan menawarimu makan malam,” candanya yang membuat Kyuhyun memberangut di tengah makannya. Lynn tertawa tertahan melihat ekspresi lucu Kyuhyun, rasanya dia ingin mencubit pipi bocah setan itu.

“Kau pelit sekali. Tapi, tenang saja aku masih bisa memaksa Donghae Hyung agar mengajakku makam malam buatanmu,” ujar Kyuhyun dengan ceria setelah mendapat ide.

Lynn hanya memanyunkan bibir bawahnya kesal. Bahwa sepertinya dia tidak akan menang melawan kehendak evil magnae super junior tersebut. “Aku tak pandai memasak masakan korea. Jadi hanya beberapa makanan barat yang simple saja yang bisa kubuat. Kau akan bosan,” terang Lynn.

“Tak masalah,” Kyuhyun mengangkat bahunya cuek. “Setelah ini, kau bisa mengajukan kontrakmu itu. Akan kutandatangani setelah mempertimbangkan dinner yang enak ini,”.

Lynn menegakkan kepalanya tak percaya. “Really?” herannya sambil terus memperhatikan Kyuhyun, mencari kebenaran dari ekspresinya. “Kau tidak bercanda kan?”.

“Kenapa kau menunjukkan ekspresi berlebihan seperti itu. Tentu saja iya,” jawab Kyuhyun dengan masih sibuk mengunyah makanan di mulutnya. “Walaupun sebenarnya aku tak yakin dengan game ciptaanmu itu. Kurasa starcraft jauh lebih baik,” Kyuhyun mulai dengan nada menjengkelkan lagi.

“Cih, kau ini,” Lynn kesal juga dengan pria ini. Kenapa dia tidak bisa bersikap manis sebentar saja. “Jangan berdebat masalah game denganku. Aku jauh lebih mengenal starcraft. Game yang kubuat kali ini menggunakan teknologi yang lebih canggih dari starcraft, dilengkapi dengan human interface device yang telah kukembangkan sehingga membuat gamernya merasakan nyata,”.

“Ara…ara…” jawab Kyuhyun. “Hei, bagaimana bisa kau bersama lelaki tadi?” tiba-tiba Kyuhyun mengingat seorang lelaki yang bersama Lynn di basement.

“Huh, yang kau maksud Lee Joon-ssi?” Lynn memainkan sendoknya ke udara.

“Aku tak peduli dengan namanya. Aku hanya peduli bagaimana kau bisa bersamanya,” sungut Kyuhyun. Dia tahu bahwa topik ini bisa merusak makan malamnya yang menyenangkan, tetapi rasa penasarannya lebih dominan. Dan diakuinya, ada sedikit rasa cemburu melihat Lynn bersama lelaki tadi.

“Hei apa kau sedang mencemburuinya?” tanya Lynn frontal yang mendapat tatapan tajam dari Kyuhyun. “Ok, I understand. You just wanna know about my credibility,” sahut Lynn. “Dia atasanku di Microsoft. Tidak sengaja dia melewati bus yang kutumpangi saat kecelakaan terjadi. Lalu, dia mengantarku. Itu saja,”.

“Oh,” sahut Kyuhyun singkat. Sedikit rasa tenang mengetahui bahwa hanya sebuah ketidaksengajaan, Lynn bersama lelaki tersebut.

_@Arsvio_

“CHO KYUHYUN, kemari kau,” teriak sang leader dari ruang tamu dorm dongsaengnya di lantai 12. Leetuk berkacak pinggang, terpancar jelas keteganggan di wajah tampannya. Saking tidak sabar, dia bahkan memilih berdiri dan berjalan mondar-mandir daripada duduk. Pagi yang indah, namun dikacaukan dengan amarah sang tetua.

“Waeyo, Hyung?” Kyuhyun berjalan dengan masih mengucek matanya. Dia sungguh mengantuk karena sekitar jam 11 malam kemarin baru sampai di dorm setelah menyelesaikan urusan kontraknya dengan Game House.

“Kau baca itu,” tunjuk Leetuk pada sebuah surat kabar yang tadi dilemparnya ke meja. Alis sang tetua Suju ini masih bertaut menandakan murkanya.

Mata Kyuhyun menjadi membelalak setelah membaca headlinenya ‘CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR TERTANGKAP KAMERA SEDANG BERMESRAAN DENGAN KEKASIHNYA’. Terpampang foto Kyuhyun yang sedang memeluk Lynn. Pupil matanya semakin melebar setelah membaca deretan paragraph berita tersebut. “SH*T!” Kyuhyun meremas surat kabar tersebut dan melemparnya.

“Bukankah gadis itu Lynn?” tanya sang leader. “Apa yang sedang kau lakukan di sana? Kau berpacaran dengan sepupu Donghae, huh?” cerocos Leetuk. “Aku tak melarangmu menjalin hubungan, tapi tidak bisakah untuk berhati-hati. Bahkan kau tidak mengenakan penyamaran, Kyu. Lalu bagaimana kau membantahnya!”.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. “Itu tidak seperti yang tertulis dalam berita, Hyung,” jelas Kyuhyun. “Aku kesana untuk -,” kata Kyuhyun terpotong karena tidak mungkin dia mengatakan alasannya. “Haish, pokoknya bukan seperti itu kejadiannya,”.

“Aku tak mau tahu, Kyu. Apa pun yang terjadi, sekarang diam dulu. Jangan katakan apa-apa pada media. Kuharap berita ini hanya angin lalu,” Leetuk menepuk ringan pundak Kyuhyun. Bagaimana pun keadaannya, dia harus menjadi seorang pemimpin, lebih dari itu, seorang hyung yang melindungi dongsaengnya. “Aku hanya mencemaskanmu dan Lynn tentunya. Semoga netizen tidak mengenalinya,”.

_@Arsvio_

Lynn mengembungkan pipinya dan meniupkan udara dari dalamnya. Beberapa kali dilakukan hal itu untuk meredam kekagetannya setelah membaca berita yang menjadi topik hangat di pagi ini. Walaupun, Kyuhyun telah menelphonnya dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja dan segera menghilang, namun tetap saja hatinya tak tenang.

Ingin rasanya mempercayai Kyuhyun dan berharap semuanya akan membaik seiring berjalannya waktu. Tapi, menimang beberapa hal seperti SS4, comeback Suju, dan terpilihnya Kyuhyun menjadi iconnya, sepertinya akan sulit meredam berita tersebut. Gossip itu tentunya akan makin membesar karena nama Suju sedang melambung.

Dan benar saja, sepertinya dewi fortuna memang tidak berpihak padanya. Baru saja dia menaruh tasnya di meja kerjanya, sudah didapati sebuah kaleng dengan sepucuk surat di dalamnya. Lynn mernarik surat tersebut dengan rasa ngeri. Dikibaskan kertas tersebut dan terpapar tulisan dengan tinta merah ‘JAUHI KYUHYUN. KAU TAK PANTAS BERADA DI SISINYA’.

Lynn mendesah kesal. “What the hell it is!” Lynn melempar kaleng beserta suratnya ke dalam tempat sampah di samping meja kerjanya. Dia mengurut keningnya, kebiasaannya ketika cemas atau stress. “Bagaimana netizen secepat ini mengenalinya,” gumamnya.

_@Arsvio_

”CHO KYUHYUN MENJALANI HUBUNGAN RAHASIA DENGAN SEORANG GADIS MISTERIUS”

“MAGNAE SUPER JUNIOR TERLIBAT PERTENGKARAN DENGAN KEKASIH RAHASIANYA”

“KYUHYUN SUPER JUNIOR BERTENGKAR DENGAN SEORANG PRIA TAK DIKENAL”

“IDENTITAS KEKASIH CHO KYUHYUN MULAI TERSIBAK”

“PERTENGKARAN SEPASANG KEKASIH DENGAN KEHADIRAN PIHAK KETIGA”

“KEKASIH GELAP CHO KYUHYUN BERSELINGKUH”

Lynn memijit keningnya saat beberapa headline yang akhir-akhir ini memanas semakin tak benar adanya. Bahkan beberapa sumber mengatakan tanpa adanya bukti. Yang terpenting adalah bagaimana mereka mencari berita panas yang memiliki nilai jual.

Beberapa fotonya bersama Kyuhyun dan Lee Joon saat di basement tersebar luas di kalayak umum melalui surat kabar ataupun internet. Foto-foto yang menjadikan beberapa pihak salah mengartikan apa yang sesungguhnya terjadi.

Di tempat lain, Kyuhyun mengeraskan rahangnya mendengar gossip yang merebak. Tidak menduga bahwa sang paparazzi cukup lama mengintainya. Ulah para penulis berita yang tak bertanggung jawab menjadikan gossip kian memanas.

_@Arsvio_

Dan benar saja, seperti yang diprediksi Lynn, berita tentang dirinya dan Kyuhyun membesar seperti bola salju. Beberapa sumber bahkan memojokkannya, bahwa dialah penyebab gossip tersebut muncul, menjadikan magnae Super Junior tersebut memperoleh skandal. Di tengah popularitas Suju, dia adalah orang yang menjadikan nama baik Kyuhyun tercemar.

Tak sampai di situ, pagi ini dia mendapati sebuah bangkai tikus dengan entah darah atau apa tergeletak di kursinya. Serta merta gadis itu menjerit. Ini sudah sekian kali dia mendapat terror, tidak di apartemen atau di kantor, dia merasa tak aman.

Dan sungguh yang membuatnya geram adalah seseorang telah mengacak-acak dokumen pribadinya di PC kantornya. Lynn lelah dengan semua. Dia sudah di ambang batas kesabarannya. Tapi, dengan siapa dia hendak meluapkan emosinya, bahkan penerornya saja sampai sekarang belum diketahui.

“Ahh…” Lyn menghempaskan mousenya ke lantai. Berkacak pinggang dan menaruh sebelah telapak tangannya lagi di dahinya. Nafasnya memburu akibat luapan amarahnya. Lynn mencoba meredam emosinya akibat ulah elf yang menerornya.

Dering dari iphone barunya menginterupsi amarahnya. Menjadikannya menoleh pada ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya. Namun, setelah melihat ID penelphon, dia buru-buru mematikan ponselnya.

_@Arsvio_

Kyuhyun melempar beberepa foto yang baru diterimanya melalui pos. Dia menggeletukkan giginya karena di ambang kemarahan. Sorot matanya kentara akan kekesalan dan amarah. Kyuhyun menyambar kunci mobil miliknya dan segera meninggalkan dorm setelah berpamitan singkat dengan Sungmin saat melewatinya.

Sungmin melongokkan badannya menyadari sesuatu yang tidak beres dengan dongsaeng kesayangannya. Dia kemudian menuju kamarnya dan berniat menanyakan ketidakberesan Kyuhyun pada saat Kyuhyun kembali nanti. Namun, niat itu sudah terjawab dengan lembar-lembar foto yang tersebar di lantai kamarnya. Sungmin memunguti foto-foto tersebut dan membelalakkan matanya saat melihat satu demi satu foto-foto tersebut.

_@Arsvio_

Dengan tergesa Kyuhyun mencapai apartemen Lynn. Dan baru beberapa detik dia sampai di depan pintu Lynn, dia sudah mendapat kejutan tak mengenakkan. “SH*T,” umpat Kyuhyun.

Dia menemukan sebuah kardus di depan pintu apartemen Lynn. Tanpa meminta persetujuan Lynn, Kyuhyun membuka kotak tersebut. Bukan tanpa alasan, karena kalau itu merupakan paket, pasti pengantarnya menyerahkan langsung pada Lynn, bukan meletakkan sembarangan di depan pintu. Dan benar dugaannya, di dalamnya adalah ku tart dengan saus darah kental, menilik dari bau anyirnya. Mungkin hanya darah binatang, entah apa.

Dipencetnya bel apartemen Lynn namun tak ada jawaban. Dia menunggu dengan gusar. Sudah sepuluh menit Kyuhyun mondar-mandir di depan flat Lynn, tapi sang pemilik sepertinya tidak berniat membukakan pintu.

Mengecek jam yang menunjukkan pukul 10.00 KST, pasti Lynn sudah kembali dari kantornya. Gadis itu bukan tipe gadis yang suka dengan hingar bingar kehidupan malam. Dia tipe gadis yang lebih memilih menekuri ipadnya daripada harus clubbing untuk menghilangkan stress.

“LYNN, BUKA PINTUNYA. AKU TAHU KAU DI DALAM,” teriak Kyuhyun yang mulai frustasi. Dia menggedor pintu Lynn keras. “LYNN, WHAT THE HELL IT IS, WE HAVE TO MEET!!,”.

Memang benar perkiraan Kyuhyun, Lynn sedang meringkuk di sofa ruang tamunya. Pandangannya menatap kosong ke depan. Dia mendengarkan ucapan dan umpatan Kyuhyun, namun tak berniat sedikit pun untuk membukakan pintu. Memilih membiarkan Kyuhyun menyerah sendiri.

Dan akhirnya Kyuhyun dengan berat meninggalkan apartemen Lynn. Masih tercetak jelas amarah dari wajahnya. Usahanya untuk menemui gadis itu sia-sia. Lynn memilih menghindar dan bungkam terhadapnya.

_@Arsvio_

“ARRGHH…,” Kyuhyun menjerit frustasi. Matanya dan wajahnya memerah menahan luapan emosi. Kepalan tangannya semakin erat. Dan ‘BUK’ dia meninju dinding di hadapannya dengan keras untuk menyalurkan amarahnya. Secara berulang dilayangkan tinjunya pada dinding hingga luka-luka lebam dan gores menghias punggung jemarinya.

“HENTIKAN KYU!” bentak Donghae yang menarik pundak Kyuhyun untuk menjauh dari dinding. “Tak ada gunanya kau bersikap seperti itu,” dada Donghae naik turun karena tersengal. Jelas dia juga sedang menahan emosi.

“Kenapa, Hyung?” lirih Kyuhyun dengan tatapan kosongnya. “KENAPA DIA MENGABAIKANKU, HYUNG,” teriaknya kemudian. Kyuhyun menjenggut rambut miliknya dengan agak kasar. “Kenapa, Hyung?” ulangnya kembali.

Donghae maju mendekati Kyuhyun, meletakkan kedua tangannya pada bahu dongsaengnya tersebut, dan mengguncangnya pelan. “Aku juga tidak tahu jawabannya, Kyu. Tetapi yakinlah, bahwa dia punya alasan kuat kenapa menghindarimu,”.

“Jangan lukai dirimu lagi, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah,” nasehat Donghae yang mulai mereda. Dia ikut merasakan bagaimana tersudutnya Kyuhyun dan terutama Lynn, dalam pemberitaan akhir-akhir ini. Dua orang yang disayanginya mendapat masalah, dan tak ada yang bisa dilakukannya kecuali selalu menemani dan menenangkan Kyuhyun. Hanya sebuah perkataan yang mampu dia berikan, bukan suatu tindakan, dan itu menyebabkannya marah pada dirinya sendiri.

_@Arsvio_

“Kau sudah merasa baikan?” Joon memerhatikan wajah pucat Lynn yang tadi pagi mendapat kejutan tak mengenakkan di kantornya. “Kenapa tidak mengklarifikasi masalah ini?” Joon mengusap dahi Lynn yang penuh keringat dingin dengan tissue, namun segera diambil alih oleh Lynn sendiri.

“Melihat Bagaimana dia bisa menerobos keamananku, aku rasa orang kantor yang melakukannya,” Lynn menganalisis. Dia mulai berpikir bahwa peneror itu pasti salah satu Elf yang bekerja dengannya. Menilik bagaimana cepat dia mengenali Lynn dan bagaimana dengan mudah dia meletakkan segala terror tersebut.

“Ku rasa juga seperti itu. Kau belum juga membicarakannya dengan orang itu?” Joon malas mengucapkan nama Kyuhyun karena merasa geram dengan tindakan fansnya. Sangat jelas bahwa Joon mulai menaruh perhatian pada Lynn akhir-akhir ini.

“Tidak. Aku tidak ingin dia mengetahui ini,” ucap Lynn tenang. Dia beberapa hari ini sengaja menghindari Kyuhyun agar lelaki tersebut tidak mengetahui tingkah salah satu sparkyu nya. Selain untuk meredam gossip, adalah karena ada perasaan kuat dalam diri Lynn untuk melindungi lelaki tersebut.

Entah dorongan dari mana, tapi Lynn merasa bahwa ini adalah yang terbaik yang bisa dia lakukan untuk menjaga nama baik Kyuhyun. Bahwa sebuah image sangat berharga bagi seorang artis sepertinya. Lynn tidak bisa seenaknya berkoar-koar di hadapan public tentang hubungannya dengan Kyuhyun karena itu akan memancing emosi public. Dia tidak mungkin mengatakan secara lugas bahwa seorang Cho Kyuhyun hanya pengganggu kecil di hidupnya.

Meskipun Kyuhyun adalah orang yang menyebalkan dan sangat jarang bersikap manis padanya, tetapi ketika bayangan wajah Kyuhyun yang terluka melintas di pikirannya, tumbuh kekuatan pada dirinya bahwa dia mampu menghadapi terror tersebut. Ada rasa tak rela jika sampai lelaki tersebut terluka lagi.

Selain pertimbangan itu, Lynn tahu benar bahwa Kyuhyun adalah brand ambassador terpilih untuk game ciptaannya. Lynn tak ingin menghancurkan proyek yang telah digarapnya tersebut. Proyek yang dikerjakan dengan sepenuh hati, berharap akan mendulang sukses di pasaran.

_@Arsvio_

Donghae menatap lurus tv di hadapannya dengan tatapan nanar. Berita yang ditontonnya dengan tidak sengaja tersebut berhasil membuat dunianya seolah berhenti berputar. Rahangnya terkatup sempurna, kilat-kilat amarah terpancar jelas dari pandangan matanya.

Tapi, dering ponsel di tangannya membuyarkan amarahnya. Setelah membaca ID penelpon, dia segera mengangkat telephon tersebut.

“Hi Oppa, have you any spare time for me?”

“Of course, Sweetheart. I always have time for you,”

“Oppa, can we meet after this?”

“Sure. I’ll free at 8.00 pm, you can wait me in dorm, Sweetheart. I think it is more confortable and saver for us to meet there,”

“But-,”

“Kyuhyun won’t be at dorm in that time. He will have schedule,”

“Hmm, I’ll be there. Thank you, Oppa,”.

Donghae menutup telephon dari adik sepupunya dengan desahan dari mulutnya. Dia mengusap kasar wajahnya karena ikut frustasi dengan berita-berita miring menyangkut adiknya. Selama ini, dia diam, seperti yang diinginkan pihat SM, tapi melihat Lynn yang beberapa kali tersudut media sungguh menyulut emosinya.

Dia merasa tak berguna sebagai kakak. Bukannya bertindak, namun hanya memilih membisu dari media demi sebuah nama besar. Donghae mengepalkan tangannya penuh amarah. Wajahnya memerah menahan emosi mengingat betapa berat beban psikologis yang ditanggung Lynn. “Kenapa kali ini aku tidak bisa menghardik orang-orang yang melukaimu, seperti dulu, Lynn?”.

Dalam hal ini, dia juga tidak bisa menyalahkan Kyuhyun karena beberapa kali dia melihat dongsaengnya tersebut frustasi. Merasakan sendiri bagaimana emosi Kyuhyun meluap tak terkendali setiap mendengar berita yang tak mengenakkan tersebut. Bahkan tak jarang dia lah yang menenangkan magnae tersebut ketika kalap.

Dia bahkan melihat bagaimana Kyuhyun marah ketika Lynn menolak telephonnya atau menolak untuk bertemu. Memang benar, adiknya tersebut sedang menghindari Kyuhyun. Tak tahu mengapa, tapi dia yakin Lynn punya alasan.

Setelah Lynn tadi menelphonnya untuk bertemu, setidaknya terdapat sedikit kelegaan di hatinya. Dia bisa mengetahui keadaan Lynn dan berusaha memposisikan dirinya sebagai oppanya. Seorang keluarga yang sangat dibutuhkan Lynn untuk menghadapi masalah.

_@Arsvio_

Dengan setengah hati Kyuhyun menyiapkan diri untuk pemotretan malam itu. Gosip yang melandanya akhir-akhir ini membuatnya uring-uringan. Belum lagi, Lynn yang secara terang-terangan menghidarinya. “Heh, apa yang harus kulakukan, Lynn?” racaunya.

Tak tahu bagaimana jalan pikiran gadis tersebut karena memilih menghindarinya. Kyuhyun sangat khawatir dengan keadaan Lynn. Semua yang terjadi adalah kesalahannya, andai saja dia dapat menahan emosi saat itu, pasti ini tak akan terjadi.

Sekarang setelah berita tersebut meledak, dia tahu pasti siapa yang paling terluka. Lynn. Dan tak ada sesuatu pun yang dapat dia lakukan karena pihak managemennya yang memilih bungkam. Sadar benar dengan beberapa polahnya yang membuat Lynn dalam masalah, semakin membuat amarahnya meletup-letup.

Awalnya dia hanya menginginkan game dari Lynn, namun interaksi langsung dengan gadis tersebut membuatnya lupa dengan tujuan utama. Bahwa dia tidak bisa menolak pesona Lynn. Bahwa jantungnya akan bekerja ekstra saat Lynn di dekatnya. Bahwa dia akan merasa frustasi ketika tidak bertemu Lynn. Bahwa dia akan khawatir berlebihan tentang Lynn. Tapi, perasaan tersebut sungguh dinikmatinya.

Kyuhyun tiba-tiba meraba saku-saku bajunya dan menepuk keningnya pelan. “Hyung, aku naik ke atas sebentar. Ada yang tertinggal,” ucapnya pada manager hyung yang berjalan di depannya.

“OK, cepatlah, Kyu,”

_@Arsvio_

Kyuhyun memasuki apartemennya dengan terburu karena androidnya tertinggal. Setelah membuka pintu, dirinya mematung melihat pemandangan di depannya. Kyuhyun menahan kakinya untuk melangkah dan berusaha menikmati apa yang dilihatnya.

Lynn terdiam dalam pelukan protektif sang kakak. Matanya memejam. Disandarkan kepalanya pada dada bidang kakaknya dan menikmati belaian sayang yang kakaknya berikan. Lyn sungguh memerlukan limpahan sayang yang nyata dari keluarganya saat ini.

Segala penat dan letih yang dirasakan selama seminggu ini luluh dengan pelukkan tersebut. Dieratkan lingkaran tangannya di pinggang Donghae. Tapi itu hanya sesaat sebelum tubuh Lyn merosot perlahan.

“Lyn…Sayang,” panik Donghae yang merasakan tubuh adiknya merosot. “Lyn,” teriaknya sambil menepuk-nepuk pipi Lyn agar sang adik membuka matanya. Tapi, sia-sia saja, Lyn tetap menutup rapat matanya.

 

TBC*

Note: Hua…besok ada 2 kelas aljabar dan aku malah lebih tertarik mengetik ff ni ketimbang menekuri homomorfisme dan kawan-kawan. Huhu…

Reader, maaf kalau alurnya jadi terasa buru-buru. Aku juga bingung bagaimana buat reader merasa nyaman membacanya. Tapi ini part dah lumayan panjang. Ok, deh apa pun itu, terima kasih karena berkenan membaca.

Buat Selly : Ditunggu ‘ex wife’ nya. Makasih juga dah mau mempublish ff ni.

 

 

 

14 thoughts on “Trapped in Love with Game 3

  1. yah, tu Lyn knp??
    Ko pingsan,,
    Salut buat author, aku jg udh mau UN tp mlh giat baca ff..
    Hehe…
    Makin seru ni, tp Joon jg suka sm Lynn ya?
    Cinta segitiga dnk…
    Fighting ya author..

    Jia Jung

  2. Ceritanya keren banget sebelumnya sdh baca di tmpt lain yg part 1 dan 2 nya dan part ini konflik nya terasa banget. Smg Lyn cepat sehat dan Kyu oppa bs bersama Lyn lagi serta semua konflik terselesaikan. Ditunggu author part berikutnya.. Thanks

  3. makin penasaran,,,,,
    konfliknya juga dah kerasa kok,,, meskipun masih agak kecepetan,,heheee
    smangat y chingu,,,

  4. Kasian banget lynn sampe diteror begitu ckck
    Itu lynn pingsan ya?? Ckck
    Semoga masalahnya bisa cepet selesai ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s