Sister Complex (Birthday Fight)

Title : Sister Complex (Birthday Fight)

Author : Pupuputri

Main Cast : Cho Kyuhyun

Support Cast : Lee Minho, member Super Junior

Rating : PG15

Genre : Love/Friends, Super Junior, One Shoot

Ps : Oke, saya tahu ini sudah sangat telat tapi rasanya ada yang kurang kalau saya tidak membuat cerita ini. Karena saya harus mengerjakan tugas di hari pertama saya masuk kampus #curhat, FF ini jadi sedikit macet. Tapi untungnya ilham ceritanya datang begitu saja dan bisa saya selesainya dalam waktu beberapa jam. Inilah FF spesial ulang tahun Kyuhyun Oppa, saengil chukhae Oppa~ *cipok Kyu Oppa* #plakk!!

 

CHO JOOYEON POV

Kutangkupkan kedua tanganku sambil berpikir. Dua hari lagi ulang tahun Kyuhyun Oppa dan aku masih bingung dengan kado apa yang sebaiknya kuberikan padanya. Ah lebih baik aku minta tolong pada Donghae Oppa saja. Segera ku ambil mantelku dan berjalan menuju pemberhentian bus.

Begitu sampai di dorm SuJu, langsung saja aku masuk karena aku sudah tahu password dorm mereka. Disini sepi sekali, apa tidak ada siapa-siapa ya? Tapi tiba-tiba saja aku mendengar suara. Tapi suara yang kudengar itu rasanya aneh, seperti sebuah decakan. Suaranya berasal dari dapur.

Omo! Ige mwoya? Kenapa tiba-tiba aku malah melihat adegan seperti ini? Disana kulihat Donghae Oppa sedang mencium Yoojin Eonnie. Aish! wajahku rasanya panas! Aku tidak bisa minta tolong dong kalau begini caranya?

Segera saja kulangkahkan kakiku keluar dari dorm. Aish! jantungku berhentilah meloncat-loncat seperti itu! baru kali ini aku melihat adegan ciuman live begitu. Apa waktu aku ciuman dengan Kyuhyun Oppa, kami juga terlihat seperti itu? aish! memalukan, jangan pikirkan itu sekarang Jooyeon-ah!

Langsung kuputar otakku kembali, hm..kalau begitu bagaimana dengan Sungmin Oppa? Dia’kan dekat dengan Kyu Oppa, pasti tahu apa yang sedang dia inginkan sekarang ini. Langsung saja kutelfon Sungmin Oppa. Tapi kenapa tidak di angkat juga? Apa dia sedang sibuk?

Aish! ottokhae? Aku tidak mau minta bantuan pada Ahra Eonnie karena suka punya ide gila kalau menyangkut hubunganku dengan Kyu Oppa. Cheonsa? Segera kutelfon Cheonsa dan tak lama kemudian telfonpun di angkat.

“Yoboseyo?”

“Cheonsa-ya~ ottiga?” tanyaku langsung.

“Dimana? Tentu saja di Jepang, aku’kan sedang promosi album baruku” jawabnya.

Oh iya, aku lupa!

“Waeyo?” tanyanya lagi.

“Ani, sudah ya” ujarku sambil metutup telfon.

Ottokhaeyo? Aku tidak minta bantuan Victoria Eonnie karena dia itu cerewet *Author ngarang banget* #plak!, pasti dia langsung laporan pada Kyu Oppa.

BRUK!

“Auw..” ringisku.

Aish! kenapa aku sampai tidak memperhatikan jalan dan menabrak orang begini?

“Juisonghamnida” ucapku sambil membungkuk.

“Jooyeon?” panggil namja yang kutubruk.

Jakkaman! Aku tahu suara itu!

“Minho Oppa?” tanyaku.

“Eo, gwaenchana?” tanyanya.

“Ne, Oppa. Ottiga? Kenapa sendirian saja?” tanyaku pada Lee Minho Oppa.

“Ani, aku baru beli cemilan untuk nanti, kau sendiri? Kenapa berjalan sendiri? Mana Kyu?” tanyanya.

“Aniya, aku sendiri saja. Aku sedang mencari kado untuknya, nanti tanggal 3 dia’kan ulang tahun” jelasku.

“Oh iya ya? Memang kau mau berikan dia kado apa?” tanyanya lagi.

“Molla, aku juga bingung. Aku sudah minta bantuan pada Donghae Oppa, Sungmin Oppa dan Cheonsa tapi mereka semua sedang sibuk” ucapku lemas.

“Hm..mau kutemani? Mumpung aku juga sedang tidak ada jadwal” tawarnya.

“Jinjja?”

Dia mengangguk semangat sambil tersenyum. Kalian bertanya sejak kapan aku akrab dengannya? Jawabannya sejak aku menyukainya di drama ‘BBF’ dan aku paksa Kyu Oppa untuk mempertemukanku dengannya dan kamipun jadi teman.

“Assa, tapi menurut Oppa kado apa ya kira-kira?”

“Bagaimana kalau syal buatan sendiri? Namja itu lebih suka diberi sesuatu yang khusus dibuat oleh yeoja chingu-nya. Kau bisa merajut’kan?” tanyanya.

“Eo, maja! Aku tahu tokonya, nanti Oppa bantu pilihkan ya?” pintaku.

“Arasseo, kajja!” ujarnya sambil menarik tanganku.

CHO KYUHYUN POV

“Hyung, aku mau beli jajangmyeon dulu ya!” pamitku pada Teuki Hyung.

“Eo, jangan lama-lama!” ujarnya.

Segera ku ambil alat penyamaran dan mantelku. Aish! dingin sekali, padahal sudah memasuki bulan Februari. Ngomong-ngomong, ulang tahunku sebentar lagi ya? Apa Jooyeon akan memberiku kejutan? Tidak juga tidak apa sih, memilikinya saja sudah seperti kado terbaik yang pernah kudapatkan.

“Ahjumma, jajangmyeon-nya satu ya” ucapku saat berada di depan kedai jajangmyeon.

Hm? Jooyeon? Itu Jooyeon’kan? Kenapa dia berjalan bersama namja? Siapa namja itu? yak! apa yang dia lakukan bersama seorang namja tanpa sepengetahuanku?

Setelah membayar jajangmyeon, akupun langsung mengikuti mereka yang sudah masuk ke sebuah toko sampai tiba-tiba sebuah tangan menarikku kasar.

“Yak! ottiga? Kita bisa terlambat, kajja!” ujar Teuki Hyung.

“Ta..tapi Hyung, aku..”

“Tidak ada alasan, waktunya sebentar lagi!” ucapnya tanpa melihatku.

Aish! kalau sudah begini, aku tidak bisa beralasan apalagi yang kulihat tadi belum tentu Jooyeon’kan? Aish! buang jauh-jauh pikiran jelekmu itu, Cho Kyuhyun! Jooyeon pasti sedang di rumah bersama Hyorin, ya bersama Hyorin bukan bersama namja tak dikenal.

***

Akhirnya selesai juga! Rasanya aku ingin pulang ke rumah saja, aku kangen sekali pada Jooyeon dan masakannya tentu saja, kekeke. Tidak lama kemudian, aku sudah sampai dekat rumahku. Hm? Ige mwoya? Ada sebuah mobil silver yang parkir di depan rumahku dan sepertinya dia mau menurunkan seseorang, apa itu Ahra Noona? Tanpa sadar, aku langsung memberhentikan mobilku tak jauh dari mobil silver itu. Entah kenapa aku begitu penasaran dan perasaanku jadi tidak enak.

Kulihat seorang yeoja turun dari mobil itu, eh? Rambutnya panjang? Setahuku Ahra Noona itu rambutnya pendek dan yang rambutnya panjang itu..Jooyeon? siapa yang mengantarnya? Kulihat dia berbalik pada si pengantar dan melambai sambil tersenyum. Tak lama kemudian, mobil silver itu langsung pergi meninggalkan Jooyeon.

Apa-apaan ini? Kenapa dia tidak bilang apa-apa? Biasanya tiap mau pergi kemana-mana, dia selalu laporan karena aku yang menyuruhnya, tapi sekarang? Segera saja kumasukkan mobilku memasuki gerbang. Dengan langkah jengkel, kulangkahkan kakiku menuju rumah. Tenanglah Cho Kyuhyun, itu pasti hanya salah satu teman yeojanya saja. Kuhembuskan nafas panjang sebelum kubuka pintunya.

“Eo, Oppa? Tumben kau tidak bilang dulu mau kesini?” tanyanya.

Mworago? Dia saja tidak bilang padaku kemana dia pergi tadi dan bersama siapa!

“Wae? Kau tidak suka?” tanyaku ketus.

“Aniya, hanya saja’kan biasanya kau selalu beritahu aku dulu” ujarnya santai.

“Supaya kau bisa pulang lebih awal dari acara jalan-jalan rahasiamu itu?”

“Mwo?” tanyanya.

“Tadi kulihat kau baru turun dari sebuah mobil silver, darimana kau?” tanyaku sambil melipat tangan di dadaku.

“O..oh itu, aku tadi ada urusan dengan teman sekelompokku di kelas Kwon Seonsaengnim” jawabnya terbata-bata. Tambah mencurigakan saja.

“Jinjja? Lalu kenapa kau tidak bilang padaku dulu?” tanyaku lagi.

“Wae..waeyo? dia hanya temanku, aku tidak perlu memberitahukan semua kegiatanku pada Oppa’kan? Toh aku juga tidak meminta Oppa memberitahukan semua jadwal Oppa” sangkalnya sambil berbalik pergi.

“Nugu? Namja atau yeoja?” tanyaku sambil menahan lengannya.

“Tentu saja yeoja, aish! sudahlah, Oppa! Aku capek, aku mau istirahat” kilahnya sambil pergi ke kamarnya.

Kalau begitu, yang kulihat tadi siang bukan Jooyeon? Aish! sudah kubilang’kan, siapa tahu kau hanya salah lihat saja, Cho Kyuhyun! Kenapa aku begitu pencemburu?

CHO JOOYEON POV

Aish! hampir saja aku ketahuan pergi bareng Minho Oppa! Lain kali, kau harus hati-hati Cho Jooyeon! Segera saja kukunci kamarku dan mulai merajut, waktunya sangat sempit. Semoga saja bisa keburu sampai harinya tiba.

Aku memilih warna hijau tosca dan untuk kuenya? Aku mau buat sendiri, aku mau buat rainbow cake dan supaya tidak ketahuan lagi, sepertinya aku tidak boleh membuatnya di rumah ataupun di dorm SuJu. Apa aku harus minta bantuan lagi pada Minho Oppa?

***

Akhirnya kuputuskan untuk membuatnya di apartemennya Minho Oppa, untung saja dia mau mengerti. Kuputuskan untuk pergi kesana setelah pulang kuliah, Minho Oppa bilang dia akan menjemputku langsung di kampus.

“Memangnya tidak apa kalau membuatnya disana?” tanya Hyorin.

“Gwaenchana, wae? Sepertinya kau khawatir sekali?” tanyaku.

“Tentu saja aku khawatir, kalau sampai kau ketahuan Kyu Oppa bagaimana? Aish! kalau saja, rumahku sedang tidak direvisi, lebih baik kau buat saja di rumahku” ucapnya.

“Gwaenchana, Hyorin-ah. Lagipula aku’kan hanya numpang membuat kue saja” jelasku.

“Bukan begitu, Yeonnie-ah. Siapa yang tahu apa yang ada di pikiran namja yang sedang cemburu, hah? Kau seperti tidak tahu Oppa-mu itu saja”

“Aish, Hyorin-ah, aku dan Minho Oppa hanya teman dan Kyu Oppa juga tahu itu. Tenang saja, aku hanya ingin memberikannya kejutan saja” ucapku santai.

***

Sebuah mobil silver parkir tepat di depanku, itu mobil Minho Oppa. Langsung saja aku masuk ke dalamnya dan mobilpun bergerak lagi begitu aku menutup pintunya. Perjalanannya lumayan jauh dari kampusku, hampir 1 jam waktu yang kami habiskan diperjalanan menuju kesana. Akupun memanfaatkannya untuk melanjutkan rajutanku. Tinggal sedikit lagi, tadi malam aku begadang mengerjakannya.

“Oppa, mian merepotkanmu lagi” ucapku kemudian.

“Gwaenchana, tidak usah sungkan. Bagaimana hasil rajutannya?” tanyanya.

“Sedikit lagi selesai” jawabku pendek.

“Kau yakin tidak mau beli saja kuenya?”

“Ani, aku ingin semuanya serba spesial dan buatanku sendiri. Kkokjonghajimaseyo, semuanya pasti berjalan lancar” ucapku tanpa melihat ke arahnya.

“Arasseo”

Tak lama kemudian, kamipun sampai di apartemennya Minho Oppa. Setelah memakirkan mobilnya, kamipun keluar dari mobil.

“Kkeut! Sudah jadi, Oppa!” ujarku riang.

“Jinjjayo? Coba kulihat” pintanya.

Langsung saja kupakaikan syal itu di lehernya.

“Otte?” tanyaku cemas.

“Wah, joha!” ujarnya.

CHO KYUHYUN POV

“Otte?” tanyanya cemas.

“Wah, joha!” ujar Minho Hyung.

Kulihat dia, Park Jooyeon, bersama Lee Minho dan dia memberinya sebuah syal. Senyuman terkembang di bibir kecilnya, senyuman yang selalu dia tunjukkan padaku, dia lontarkan pada namja lain. Jadi ini yang dia sembunyikan dariku dan aku baru tahu sekarang? Lalu apa arti semua yang telah kami lalui itu?

Sakit sekali. Pertama, karena Jooyeon berbohong padaku dan aku yakin kemarin juga dia bersama Minho Hyung bukan bersama teman yeojanya. Kedua, dia kembali pergi bersama Minho Hyung tanpa sepengetahuanku dan parahnya dia memberinya sebuah kado untuknya. Rasanya hatiku sakit sekali, kupegang setir kemudiku erat-erat, berusaha memendam kemarahan dan kecemburuanku.

Wae? Kenapa kau berbuat ini padaku, Park Jooyeon?

Tak lama kemudian, mereka memasuki apartemen itu sambil terus berbincang-bincang. Rasanya amarahku sudah naik ke ubun-ubun dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kugas mobilku dan pergi dari sana.

Aku tidak percaya ini. Padahal aku sudah sepenuhnya percaya pada Jooyeon dan mencintainya dengan sepenuh hati tapi inikah balasannya terhadapku? Pergi dengan namja lain di belakangku dan memberinya hadiah? Ingin rasanya aku tidak mempercayai apa yang kulihat tadi tapi bayangan itu terus saja diputar dalam otakku bagai sebuah film. Aku sangat kecewa padamu, Park Jooyeon.

CHO JOOYEON POV

Aish! kenapa HP-nya tidak aktif sih? Ini sudah jam 11 dan aku ingin langsung memberikannya kejutan ulang tahun ini. Segera saja kutelfon Teuki Oppa dan tak lama kemudian, telfonku di angkatnya.

“Yoboseyo?”

“Oppa, kau tahu dimana Kyu Oppa? Dia tidak menjawab telfonku daritadi” tanyaku langsung.

“Kyu? Dia ada dikamarnya, di dorm kami. Wae?” tanyanya.

“Ani, aku segera kesana. Oppa jangan tidur dulu ya!”

Segera kuputuskan sambungan telfon dan langsung pergi ke dorm, di antar Minho Oppa tentunya. Setelah berterima kasih, akupun langsung memasuki dorm SuJu. Aku sampai tepat 10 menit sebelum jam 12. Secepat mungkin aku berjalan menuju dorm sambil menenteng sebuah cake yang tadi kubuat, tak lupa dengan hadiahnya. Segera kupencet bel begitu aku sampai di depan dorm.

“Nuguseyo?” tanya Teuki Oppa lewat intercom.

“Ini aku, Oppa. Jooyeon”

Pintupun dibuka dan nampaklah namja dengan lesung pipinya yang bagai malaikat itu.

“Jooyeon-ah, masuklah. Wae? Kau datang selarut ini dan apa ini?” tanyanya pada box cake yang kubawa.

“Ssst! Aku ingin memberi kejutan ulang tahun untuk Kyu Oppa, dia ada di kamar?” tanyaku sambil mengeluarkan lilin.

“Ulang tah..? aah, keure! Tanggal 3 ya? Aku hampir lupa! Ne, dia ada di kamar dan sepertinya sudah tidur” ujarnya sambil membantuku.

“Assa, bantu aku ya Oppa” pintaku.

“Keunde Jooyeon-ah, sepertinya dia sedang bad mood karena sejak pulang tadi dia tidak berkata apapun dan memasang wajah mengerikan” peringatnya.

“Jinjja? Ah tidak apa, mungkin setelah dapat kejutan ini, mood-nya langsung bagus” ucapku cuek.

Teuki Oppa tidak berkomentar apapun lagi, hanya membantuku membangunkan Oppadeul untuk turut memberinya kejutan juga. Pintupun dibuka dan kulangkahkan kakiku teramat pelan mendekatinya.

“Kyu Oppa, ireona~” ucapku sambil sedikit menggoyangkan badannya.

“Nggh..?” ucapnya sambil menggeliat pelan.

Akhirnya dia bangun juga. Dia terlihat kaget dengan banyaknya orang di dalam kamarnya.

“Saengil chukhahamnida..saengil chukhahamnida.., saranghaneun uri Kyuhyun, saengil chukhahamnidaaaa~” kamipun bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Setelah bernyanyi, kamipun bertepuk tangan ria.

“Mwoya? Keluarlah, aku ngantuk sekali” ucap Kyu Oppa sambil kembali tidur.

Mworago?

“Yak! ini tanggal 3 Februari, ulang tahunmu, babo!” ucap Hyuk Oppa.

“Aish! ireona palliii~ dan tiup lilinnya!” kali ini Sungmin Oppa yang memaksanya bangun.

“Aish! sudahlah, Hyung! Aku juga tahu ini hari ulang tahunku lalu kenapa?!” tepisnya.

“Waekure? Apa kau tidak lihat Jooyeon memberimu kejutan?” kini Teuki Oppa yang angkat bicara.

“Kejutan? Dia sudah cukup mengejutkanku tadi. Pergi bersama Lee Minho ke apartemennya secara diam-diam bahkan memberinya kado, aku jadi bingung siapa yang sedang berulang tahun disini” ucapnya ketus.

DEG!

Minho Oppa? Dia melihat kami tadi?

“Yak! kau ini bicara apa, hah? Lee Minho?” tanya Donghae Oppa.

“Kenapa tidak kau tanyakan saja pada dongsaeng kesayanganmu ini? Oh iya, terima kasih atas kejutanmu, aku benar-benar dibuat terkejut olehmu dan terima kasih juga atas harapan palsumu. Kalau sudah mengerti, pulanglah” ucapnya dingin.

Airmataku keluar tanpa dikomando. Kue yang kupegangpun langsung jatuh begitu saja. Tuhan, apa yang terjadi disini? Apa itu artinya dia memutuskanku? Sejenak otakku sulit mencerna semuanya.

“O..Oppa, aku bisa jelaskan..” ucapku sambil mendekatinya.

“Tidak usah. Semuanya sudah kau jelaskan padaku tadi, sudah cukup jelas di mataku. Pulanglah, ini sudah larut” ucapnya lagi.

Aku belum pernah melihatnya sedingin ini padaku dan juga pandangan yang dia lontarkan padaku. Aku tidak bisa berkata-kata lagi, mataku rasanya panas dan airmata itu keluar lagi. Dadaku sesak, seolah semua oksigen di dunia ini berubah jadi karbon dioksida. Tanpa aba-aba lagi, kakiku langsung berlari, pergi keluar dari dorm.

Wae? Kenapa aku begitu bodoh dan ceroboh sampai-sampai Kyu Oppa memergokiku dan berprasangka buruk terhadapku? Kenapa tidak kuhiraukan peringatan Hyorin waktu itu? kenapa?

Aku bahkan tidak tahu sudah berlari kemana, yang ku inginkan adalah pergi ke tempat dimana aku bisa menghirup oksigen. Tapi sepertinya itu mustahil. Aku sudah kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupku. Tidak ada lagi tempat untukku untuk menghirup oksigen karena aku sudah kehilangan oksigenku.

CHO KYUHYUN POV

“Tidak usah. Semuanya sudah kau jelaskan padaku tadi, sudah cukup jelas di mataku. Pulanglah, ini sudah larut” ucapku lagi.

Dia tidak bicara apa-apa lagi, tapi kemudian dia pergi berlari menerobos Hyungdeul dan keluar dari dorm. Semua member menatap kepergian Jooyeon tapi tidak denganku. Aish! kenapa hatiku begitu sakit begitu melihatnya menangis? Padahal dia yang sudah membuatku sakit hati duluan.

“Apa yang kau pikirkan, Cho Kyuhyun?! Tega sekali kau membuatnya menangis di saat dia sudah memberikan kejutan untukmu!!” teriak Donghae Hyung.

Tidak kuhiraukan pertanyaannya itu, setelah berbicara begitu, dia langsung pergi mengejarnya. Kontan semua member langsung menatapku tajam. Great! Jadi sekarang aku yang jadi peran antagonisnya?

“Wae? Aku tidak salah apa-apa” belaku.

“Tidak salah apa-apa? Kau membiarkan Jooyeon pergi sendiri selarut ini?” tanya Sungmin Hyung tak percaya.

“Siapa suruh dia datang kesini selarut ini? Lagipula dia’kan sudah punya Minho Hyung, dia pasti mau mengantarnya pulang” jawabku dingin.

“Minho? Kenapa sih daritadi kau terus menyebut namanya? Apa hubungannya dengan Jooyeon, hah?” kini Yesung Hyung yang bertanya.

“Apa hubungannya? Dia pergi dengan Minho Hyung tanpa sepengetahuanku dan memberinya sebuah syal, aku ini tidak bodoh Hyung! Aku lihat sendiri semuanya dengan mataku sendiri! Apa itu juga belum cukup?!” tanyaku sedikit menaikan nadaku.

Semua member tidak memberikan respon apapun. Aku masih berusaha mengatur nafasku yang sudah tidak beraturan.

“Apa hanya karena sebuah syal dan itu membuatmu jadi buta? Kau tahu mereka dekat, kenapa kau tidak bisa mengendalikan rasa cemburumu itu, hah?” tanya Teuki Hyung.

“Ini bukan masalah syal Hyung dan aku tidak buta. Asal kau tahu, kejadian itu tidak hanya tadi saja, bahkan dia pergi dengannya kemarin juga dan mungkin sudah sejak lama mereka berhubungan tanpa kuketahui!!” teriakku kesal.

PLAK!

Mworago?

“Kau..menamparku Hyung?” tanyaku.

BRUK!

Sebuah syal berwarna hijau tosca melayang tepat ke arah wajahku.

“Kendalikan emosimu itu, Cho Kyuhyun. Asal kau tahu, syal itu adalah buatan Jooyeon untukmu bukan untuk Lee Minho” ucap Teuki Hyung.

“Mwo?” tanyaku tak percaya.

“Dia bermaksud memberimu kejutan dan dia meminta bantuan Minho karena kami semua sedang sibuk tapi apa balasanmu? kau tidak menghargai usahanya dan bahkan membuatnya menangis. Kau benar-benar rendah!” bentaknya.

“Maldo andwae..” ucapku.

“Kenapa kau tidak mau mendengarkan penjelasannya dulu, hah? Kalau kau memang benar mencintainya, harusnya kau bisa mengendalikan emosimu dan mendengarkan penjelasannya dulu. Kau harus belajar untuk menghargai orang lain!” lanjutnya lagi.

Aku tidak bisa membalas kata-katanya. Benarkah itu? apa yang kulihat itu bukan seperti yang kupikirkan? Apa yang telah kau lakukan, Cho Kyuhyun? Kau telah membuat yeoja yang kau cintai menangis. Baboya!

Kakikupun langsung berlari keluar untuk mengejarnya. Itu tidak mungkin’kan? Kenapa aku mudah terbakar api cemburu? Kenapa aku tidak mau mendengarkan penjelasannya dulu? Kenapa aku membuatnya menangis? Kau benar-benar namja terbodoh sedunia, Cho Kyuhyun!

Ku edarkan pandanganku mencari sosok yeoja yang kucintai itu. Pikiranku saat ini adalah hanya 1. Hanya Jooyeon. Aku takut terjadi apa-apa padanya apalagi ini sudah sangat larut. Segera kularikan kakiku mencarinya. Aku tidak tahu harus mencarinya dimana tapi yang kutahu, aku tidak ingin kehilangan dia lagi.

Sudah sekitar 30 menit aku mencarinya. Tidak kupedulikan udara yang semakin dingin ini, pikiranku hanya fokus pada Jooyeon. Bagaimana kalau dia sakit? Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi padanya? Tuhan, lindungilah dia! aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri kalau sampai terjadi apa-apa padanya.

Tiba-tiba kudengar suara isak tangis dari arah taman. Kuhentikan langkahku dan mulai mencari asal suara itu.

DEG!

Dia disana bersama Donghae Hyung dan menangis. Donghae Hyung yang sadar akan kehadiranku mengerti dan akhirnya meninggalkan kami berdua. Dia menutup seluruh wajahnya dengan tangannya. Kudekati dirinya dan melihatnya yang masih menangis itu. Melihatnya seperti itu membuat hatiku sesak.

“Jooyeon-ah..”

CHO JOOYEON POV

“Jooyeon-ah..”

Suara itu memanggil namaku. Suara itu tepat di sebelahku. Kudongakan kepalaku melihat namja yang kucintai itu. Dia, Cho Kyuhyun, berada di hadapanku dengan nafas tersenggal-senggal. Apa ini mimpi? Kyu Oppa mengejarku?

“Op..pa?” panggilku pelan.

GREP!

Tiba-tiba badannya yang lebih tinggi dariku itu memelukku erat. Airmataku menetes lagi, apa ini juga mimpi? Kalau benar ini mimpi, jangan bangunkan aku, Tuhan.

“Badanmu dingin, sejak kapan kau disini?” tanyanya.

“Ne?”

“Kenapa kau tidak langsung pulang ke rumah? Apa kau tidak tahu aku begitu mencemaskanmu? Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?” tanyanya lagi.

“Ne?”

Diapun melepaskan pelukannya dan menatapku. Airmataku yang sedari tadi mengalir, segera dihapusnya dengan ibu jarinya.

“Mianhae..” ucapnya kemudian.

Aku tertegun dengan kata-katanya itu.

“Jeongmal mianhae, aku sudah berprasangka buruk padamu..” lanjutnya.

“Aku terlalu termakan dengan rasa cemburuku dan malah menyakitimu, mianhae..”

“Op..pa?”

“Jangan pergi dariku, jebal. Aku sangat mencintaimu, Jooyeon-ah..saranghaeyo..” ucapnya lagi sambil kembali memelukku.

Ini bukan mimpi’kan?

“Nado..nado saranghaeyo, Oppa..” ucapku kemudian sambil membalas pelukannya.

Kini aku merasa sudah bisa bernafas kembali, aku merasa oksigenku sudah kembali lagi. Dilepasnya pelukannya itu dan menatapku. Disingkirkannya rambut halus yang menutupi wajahku. Perlahan dia mendekatkan wajahku ke arahku, bisa kurasakan hembusan nafasnya yang hangat di wajahku. Kututup mataku pelan sampai akhirnya bibirnya menempel di bibirku.

CUP.

Dia mengecup bibirku pelan. Rasanya masih lembut dan manis. Kubalas kecupannya sama pelan sampai kemudian dia melepaskannya. Dia kembali menatapku dan tersenyum ke arahku. Senyuman favoritku, senyuman tulusnya.

***

Dia menggenggamku erat tanganku sambil berjalan kembali ke dorm. Aku salut padanya, dia bahkan hanya mengenakan jaket dan tidak memakai alat penyamarannya untuk mencariku. Di sepanjang perjalanan, begitu banyak yang kami bicarakan termasuk kesalahpahaman kami.

“Lain kali, mintalah Hyorin atau teman yeoja-mu untuk membantumu. Aku tidak suka kau berdekatan dengan namja lain” ucapnya.

“Oppa! Bukankah Oppa sudah bilang aku boleh berteman dengan siapa saja?” tanyaku sambil memanyunkan bibirku.

“Memang, tapi aku tetap melarang keras kau berdekatan dengan namja lain apalagi sampai pergi berdua tanpa sepengatahuanku” ucapnya tak mau kalah.

“Aish! ara..ara, tapi Oppa juga harus berjanji untuk tidak menyimpulkan semua yang Oppa lihat dan Oppa tidak boleh terlalu cemburuan!” akupun tak mau kalah.

“Arasseo” jawabnya.

“Oh iya, 1 lagi!”

“Yak! kenapa banyak sekali? Aku’kan sedang ulang tahun, harusnya aku yang banyak minta padamu” ucapnya tak terima.

“Hanya 1 lagi kok!” pintaku memelas.

“Ara..ara, apa itu?” ujarnya mengalah.

“Oppa harus belajar percaya padaku” ucapku sambil menatapnya.

Dia agak tertegun dengan ucapanku.

“Dan berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku lagi seperti tadi” lanjutku.

CHO KYUHYUN POV

“Dan berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku lagi seperti tadi” lanjutnya.

Mana mungkin aku meninggalkanmu? Tidak melihatmu tertawa saja sudah membuatku seperti orang gila dan uring-uringan.

“Aku berjanji..” ucapku sambil memeluknya.

Aku berjanji padamu dan pada diriku sendiri agar kita bisa terus bersama, apapun yang terjadi.

“Oh iya, aku mau tanya sesuatu. Apa benar syal itu buatanmu dan itu untukku?” tanyaku sambil melepaskan pelukanku.

“N..ne..” ucapnya malu-malu.

“Lalu kenapa orang yang pertama kali memakainya itu Minho Hyung?” tanyaku masih jengkel.

“Aku’kan hanya ingin tahu pendapatnya dan apakah syalnya tidak terlalu pendek karena tinggi Oppa dengan Minho Oppa sama jadi kupikir tidak apa” jelasnya polos.

“Tapi aku tidak suka” ucapku sambil pura-pura ngambek.

“Waekure? Bukankah kita sudah membicarakannya tadi? Aku’kan..”

CUP!

Kucium bibirnya itu kilat. Dia kelihatan syok dan bisa kulihat rona merah di pipinya itu. Haha..kyeopta~

“Itu hukumannya, mehrong~” ucapku sambil pergi berlalu.

“YAK!! OPPA!!!” teriaknya kesal.

Aku tidak akan membiarkanmu pergi dan berpaling dariku karena kau adalah cinta pertama dan terakhirku. Ini adalah ulang tahun terbaik yang pernah ada karena aku bisa mendapatkan pelajaran berharga akan hubungan ini dan aku bisa melewatinya bersamamu, Park Jooyeon.

THE END

Otte? Gejekah? Anehkah? Ramekah? Mohon masukan kalian dan komennya~ #bow

11 thoughts on “Sister Complex (Birthday Fight)

  1. kyaaa…
    daebak sekali thor..aku suka Kyu oppa yang seperti itu!!
    aahahaaaa
    Gomawo atas ffnya :)
    buat lagi ff oneshot yg romantis tp evilkyunya tetep ada, ya?????

  2. daebaaak chingu,,,
    smakin keren aja perkembangan hubgn mreka,,,hehehee
    smangat y chingu buat tulisan2 slnjtnya,, (^___^)v

  3. mereka b’2 couple favorite-ku! :D
    Aku suka ceritanya :) Simple tapi ngena di hati n bermakna. hehe…
    Aku tunggu cerita tentang mereka yg lainnya yaa :)
    Hwaiting chingu! ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s