Cross Love part 6 / End

CROSS LOVE (Part 6/END)

Author : Kyu Bee

Main Cast :      Cho Kyuhyun

Song Hyerin

Lee Donghae

Park Hyemi

Support Cast :    Jonghyun (club matemathic leader)

Hyesung (Hyemi’s sister)

Minho (kid on mathematic club)

Harin (Hyerin’s sister)

Hyoyeon (Hyerin’s basket mate)

Hyemi’s Mom and Dad

Rating : All Age (anak TK gak mungkin baca ini kan???)

Genre : Romance, Friendship

No Warning!

HAPPY READING….

Author pov

Kyuhyun menoleh, “Hyung… kau… ada di sini?”

Mendengar suara itu Hye Mi langsung duduk tegak. Hye Rin menoleh dan terkejut melihat pemandangan itu.

“Kyu, Mimie, sedang apa kalian? Mimie, kau tadi bilang akan mengunjungi nenekmu bukan? Kenapa sekarang ada di sini?” Hye Rin memburu Hye Mi dengan pertanyaan.

Mereka bertiga membeku. Tidak ada yang berani bicara. Wajah mereka pun sama, seperti habis menyaksikan pembunuhan brutal di depan mata mereka. Pucat. Lalu Hye Rin tertawa.

“Jadi selama ini kau sering pergi dengan Hye Mi di belakangku?” Hye Rin menatap Kyu.

Kyuhyun berekspresi antara marah dan merasa bersalah. Marah karena melihat Dong Hae bersama Hye Rin, merasa bersalah karena sedang bersama Hye Mi.

“Lalu apa?”

“Lalu apa kau bilang? Hah, lucu sekali! Tentu saja itu salah, karena kau namjachinguku!”

“Kau sendiri sering pergi dengan Dong Hae hyung kan di belakangku? Apa itu bukan kesalahan?” balas Kyuhyun.

“Itu semua karena kau selalu mengacuhkanku! Berapa kali harus ku bilang, Kyu?”

“Kau butuh perlakuan seperti apa lagi? Kau sendiri tidak pernah bersikap sebagai yeojachingu yang baik padaku.”

“Apa? Sekarang kau membalik kesalahanmu padaku? Kau sungguh menyebalkan!”

“Sudah, Rin-chan! Jangan marah-marah lagi. Kyu oppa hanya kesepian…” Hye Mi mulai berkaca-kaca.

“Sedekat itukah kau dengan Kyu? Kau ini sahabat macam apa? Jadi kau membatalkan janjimu denganku hanya untuk bersama Kyu?”

“Aku… aku bingung. Hae oppa tidak pernah memperhatikanku. Yang ada di matanya hanya kau saja. Aku lelah, Rin-chan.”

“Kau pikir aku tidak lelah, setiap hari harus bersamamu ke sana kemari?” sahut Dong Hae.

“Tapi kau tidak lelah menemani Rin-chan, oppa.”

“Sudah cukup! Aku ingin pulang,” Hye Rin berjalan meninggalkan mereka bertiga.

“Akan ku antar pulang,” Dong Hae menahan Hye Rin.

“Tidak, aku ingin sendiri!” Hye Rin melepaskan genggaman Dong Hae dan berlari menjauh.

^0^

Kyuhyun memainkan PSPnya dengan kasar. Teman-teman sekelasnya tidak ada yang berani mendekat, takut bernasib sama dengan benda tak berdosa itu. Lalu tiba-tiba Kyu membanting PSPnya ke bangku karena kalah.

“Aaaaah,” dia berteriak. “Kenapa melihatku seperti itu?” dia menatap teman-temannya seolah akan menelan mereka hidup-hidup.

Teman-temannya langsung bubar dan bergidik ngeri. Sepertinya memang Kyuhyun bisa berubah menjadi pembunuh setiap saat. Mengingat dia baru saja membanting benda kesayangannya rasanya sangat mungkin kalau korban selanjutnya adalah orang yang ada di dekatnya. Kyuhyun meninggalkan kelasnya masih dengan wajah pembunuh. Saat di koridor, tanpa sengaja dia bertemu Dong Hae. Mata mereka bertemu sesaat lalu kembali berjalan seolah mereka tidak saling kenal. *Kalo bingung, liat mv mr. simple*

Hye Rin menderible bolanya dengan kasar, membuat pemain yang lain ketakutan. Mereka menghindar sebisa mungkin dari amukan kapten mereka itu. Kemudian Hye Rin melepas bola itu dengan kasar saat dilihatnya Dong Hae berdiri di hadapannya. Dia meninggalkan lapangan basket dan pemain lain yang masih belum mengerti ada apa.

“Hye Rin-ah, kau tidak mau latihan?” seru Hyoyeon.

“Aku sudah lelah, kalian latihan sendiri,” jawab Hye Rin tanpa menoleh.

Di kelas, Hye Mi sama sekali tidak bisa memperhatikan penjelasan Kim songsaenim. Dari pagi Hye Rin bahkan tidak melirik ke arahnya sama sekali. Itu membuatnya semakin terpukul. Keadaannya semakin memburuk saja.

^0^

“Eomma, aku sudah selesai,” kata Hye Rin sambil beranjak dari meja makan malam.

“Kau mau kemana?” Tanya Ha Rin eonni.

“Tidur,” jawabnya, tanpa menoleh. “Aku lelah seharian main basket.”

Hye Rin sudah memakai baju tidurnya, memakai sandal tidur dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya saat ponselnya menerima 1 pesan.

From : Mimie

Aku mau bicara. Temui aku di Purple Coffee.

Hye Rin mendesah, ‘Apa lagi sekarang?’ dan tanpa ganti baju dia bergegas ke Purple Coffee. Ha Rin yang melihatnya memakai baju tidur terheran-heran.

“Katanya mau tidur? Sekarang mau kemana?”

“Ke Purple Coffee. Aku pinjam mobil eonnie, boleh kan?”

“Boleh saja,” Ha Rin menyerahkan kunci mobil padanya. Hye Rin langsung pergi tanpa bilang terima kasih. “Hei, tunggu! Kau mau ke café dengan memakai baju tidur?” tapi Hye Rin tidak merespon dan langsung melajukan mobilnya.

Hye Mi sudah menunggu di meja dekat jendela kaca dengan secangkir cappuccino. Dia menatap kosong ke arah pemandangan kota di luar.

“Ada apa?” Tanya Hye Rin yang kini sudah berdiri di hadapannya dengan baju tidur dan sepatu yang talinya tidak terpasang.

“Apa aku mengganggumu?”

“Sejujurnya sangat. Tapi aku tidak mau basa-basi dan cepatlah bicara karena aku sudah sangat lelah seharian ini.”

“Setidaknya duduklah dulu karena aku ingin membicarakan banyak hal,” pinta Hye Mi dan Hye Rin menurut. “Kau mau pesan kopi?”

“Aku hanya ingin kau cepat bicara dan selesai.”

“Baiklah, kalau begitu,” Hye Mi meminum kopinya untuk menghilangkan rasa gugup yang kini dirasakannya. “Aku… pertama aku ingin minta maaf. Aku sudah menjadi sahabat yang paling buruk untukmu,” Hye Mi menunggu respon dari Hye Rin, berharap dia akan memaafkannya. Tapi Hye Rin bahkan tidak memandangnya sedikit pun. “Aku… memang bersalah. Aku memang sering bersama Kyu oppa, tapi ketahuilah itu tidak disengaja.”

“Dengan membatalkan janji denganku?” Hye Rin menyela, masih menatap ke luar jendela.

“Bukan, yang itu… Murni kesalahanku. Kyu oppa mengajakku, dan saat itu perasaanku benar-benar sudah hancur. Dong Hae oppa dan aku bertengkar dan aku merasa jika aku bertemu denganmu, pikiran konyol bahwa kau dan Dong Hae oppa sering menghabiskan waktu bersama, itu membuatku semakin gila,” mata Hye Mi berkaca-kaca.

“Apa pernah kau memikirkan perasaanku sebentar saja? Aku juga punya pikiran yang sama setiap kali Kyu membanding-bandingkan aku yang bodoh dan tidak bisa apa-apa ini denganmu, Park Hye Mi yang serba bisa.”

“Aku mengerti perasaanmu…”

“Kau tidak pernah mengerti karena kau punya segalanya, bahkan hati Kyuhyun,” suara Hye Rin bergetar.

“Kau salah, Kyu oppa tidak menyukaiku, Rin-chan. Dan kalau pun selama ini dia sering menemaniku, itu karena Dong Hae oppa selalu menolak ajakanku. Aku juga sadar betul kalau aku bukan yeojachingu yang baik untuk Dong Hae oppa. Aku hanya memikirkan kenyamananku saja, tanpa sadar Dong Hae oppa mulai bosan pada sikapku itu,” kali ini Hye Mi benar-benar menangis. “Dan seandainya memang Dong Hae oppa sudah tidak menyukaiku lagi dan memilih dirimu, aku akan merelakannya padamu. Mianhamnida… Rin-chan…” ucapnya dan berlalu meninggalkan Hye Rin yang masih memandangi jendela kaca.

Hye Rin masih membeku dalam posisinya sekarang. Dan, sesuatu yang sangat langka terjadi. Hye Rin menangis.

^0^

Dong Hae menderible bolanya dengan santai, walau pikirannya tentu sangat tidak santai. Nama Hye Rin dan Hye Mi berputar-putar di otaknya. Kyuhyun yang mengamatinya dari tadi lalu turun ke lapangan dan ikut main dengannya. Dia merebut bola itu, lalu menembakkannya tapi tidak tepat sasaran.

“Aku memang tidak sehebat dirimu,” kata Kyuhyun dan menyerahkan bola kembali pada Dong Hae.

“Mwo?”

“Main basket. Aku memang tidak sehebat dirimu,” Kyuhyun mengulang ucapannya. Dong Hae hanya memantul-mantulkan bolanya. “Dan… untuk Hye Rin.”

“Itu adalah kesalahan,” Dong Hae menderible bolanya kembali, lalu menembak dan masuk dengan mulus. “Kita yang memulainya.”

“Tapi aku sudah menduga sejak awal bahwa kau tertarik dengannya.”

“Lalu kau cemburu dan memanfaatkan Hye Mi untuk membuatku cemburu juga?”

“Entahlah, mungkin aku memang bertujuan seperti itu. Tapi itu terjadi begitu saja.”

Dong Hae mengelap wajahnya yang penuh keringat.

“Lalu sekarang?” Tanya Dong Hae.

Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari tasnya. “Ini ku kembalikan. Aku yakin dia tidak membutuhkannya.”

Dong Hae tertawa kecil memandang DVD yang kini berpindah ke tangannya. “ Sudah kuduga kau tidak memberikannya pada Hye Rin. Waktu kita bicara waktu itu aku juga bimbang akan memberikan ini padanya atau tidak. Makanya ku titipkan padamu, karena aku yakin kau yang berhak menentukannya.”

“Sekarang kau tahu seberapa besar perasaanku padanya kan? Jadi lepaskan dia,” Kyuhyun beranjak meninggalkan Dong Hae.

“Aku tidak pernah memiliki perasaan lebih padanya,” kata Dong Hae, memperhatikan punggung Kyuhyun yang menjauh. Kyuhyun menghentikan langkahnya, tersenyum, lalu melangkahkan kakinya kembali.

^0^

Dong Hae menarik nafas, berusaha santai. Mungkin dia tidak mampu merangkai kata manis, tapi dia sudah memantapkan niatnya. Hye Mi harus kembali padanya. Hanya karena kesal sesaat bukan berarti dia benar-benar jatuh cinta pada Hye Rin. Dia merasa terlalu egois menganggap Hye Mi terlalu bergantung padanya. Sekarang dia merasakan kegugupan yang sama seperti saat menyatakan perasaannya pada Hye Mi, hanya saja kali ini dia berusaha mengatur skrip untuk minta maaf agar Hye Mi mau menerimanya lagi.

“Benar juga, hanya manga yang bisa menyelamatkanku,” dia menyetir mobilnya ke toko buku terdekat.

Dong Hae tidak tahu apa-apa tentang manga, jadi dia bertanya pada penjaga toko untuk memilihkan manga yang romantis untuknya. Penjaga toko menunjukkan sederet manga romantis. Dia mengambil salah satu manga dengan asal, bahkan dia tidak tahu apa judulnya. Dia bergegas keluar, tapi langsung mundur saat dilihatnya yeoja yang membuatnya harus menghafal skrip ‘minta-maaf’ kini berada di tempat yang sama dengannya.

Dia mencari tempat yang nyaman untuk sembunyi, tapi terlambat. Hye Mi menyadari keberadaannya.

“Oppa, kaukah itu?” Tanya Hye Mi dari balik punnggungnya. Bahkan Dong Hae susah bernafas saking gugupnya. Dengan hati-hati dia berbalik. Hye Mi kelihatan sangat canggung berada di hadapnnya.

“Umm, annyeong, Hye Mi-ah? Kau… sedang apa?” Dong Hae berusaha bersikap normal.

“Tentu saja beli manga. Harusnya aku bertanya pada oppa. Tidak biasanya oppa di tempat seperti ini,” kata Hye Mi.

“Oh… itu… aku… sebenarnya… itu… aku…” dia mulai berkeringat dingin sekarang. Hye Mi melirik manga di tangan Dong Hae.

“Oppa beli manga? Untuk siapa? Oppa kan tidak suka baca manga.”

Bahkan dia merasa lebih baik dihantam bola basket lalu pingsan saja, agar Hye Mi tidak menanyainya lagi.

“Oh… ini… untuk… ini… manga ini… aku… ingin… baca. Ne, aku merasa bosan di rumah jadi ku coba membaca manga ini. Begitu…” ucapnya, dan merasa itu adalah alasan paling bodoh yang pernah dia buat.

“Arasseo…” kata Hye Mi.

“Kau… sudah mendapat manga yang kau cari?” tanya Dong Hae lagi.

“Ani, manga yang kucari sudah habis terjual.”

“Sayang sekali, ya,” dia tertawa kecil.

“Boleh ku lihat manga yang oppa beli?”

“Tentu saja,” Dong Hae menyodorkan manga yang dia ambil secara asal tadi.

“Omo, ini manga yang ku cari itu. Jadi oppa yang tadi membelinya. Coba aku datang lebih awal…” kata Hye Mi, lalu mengembalikan manga pada Dong Hae.

“Kalau begitu, buatmu saja.”

“Tidak usah, itu kan manga pertama yang oppa beli. Aku pulang dulu, sampai nanti,” ucap Hye Mi, membungkuk sebentar lalu meninggalkan Dong Hae. Kelihatannya dia tidak ingin berlama-lama bertemu Dong Hae.

“Sebenarnya, manga ini untukmu,” akhirnya Dong Hae bicara jujur. Langkah Hye Mi terhenti.

“Mwo?”

“Lupakan soal manga ini. Yang terpenting,sekarang… Mianhae, jeongmal mianhae. Aku terlalu egois, tapi bagaimana pun sikapku padamu, aku… masih mengharapkanmu. Hye Mi-ah, apa kau mau memaafkanku? Aku janji akan menjadi namjachingu terbaik untukmu,” entah kekuatan dari mana dia bisa mengingat semua skrip itu.

“Oppa… kau.. bicara apa?” Tanya Hye Mi tak percaya.

“Aku ingin kau tetap menjadi yeojachinguku. Mulai sekarang, aku tidak akan mengeluh lagi. Aku akan menemanimu ke mana pun kau mau. Aku tidak akan menunggu di luar lagi, aku akan menemanimu memilih manga yang akan kau beli.”

“Oppa… kau… bukannya… menyukai Rin-chan?”

“Hye Rin itu adalah teman bermain basket terbaik yang ku kenal. Tapi Hye Mi… adalah yeojachingu terbaik yang akan ku miliki sampai kapan pun,” Dong Hae mengucapkannya dengan ajaib. Dia sendiri tidak menyangka bisa mengatakan itu tanpa menghafal sebelumnya.

Hye Mi menghambur ke pelukannya. Kini semua pengunjung toko buku melihat mereka seolah sedang menonton drama tv.

“Aku yang salah, oppa. Aku yang terlalu egois. Tentu saja aku masih ingin oppa menjadi namjachinguku. Sarangheyo…”

“Nado…” sebenarnya, dia ingin bersikap romantis. Tapi dia menyadari kalau kini mereka menjadi actor dan aktris dadakan di toko buku. “Umm, Hye Mi-ah. Bisa kita keluar dulu. Kita bisa kencan setelah ini. Kelihatannya orang-orang… um… memperhatikan kita.”

Hye Mi tersadar. Cepat-cepat dia melepas pelukannya.

^0^

Hye Rin masih semangat latihan, sementara pemain yang lain sudah kelelahan.

“Hye Rin-ah, kami duluan ya,” kata Hyoyeon.

“Ne, aku masih ingin di sini. Jangan lupa besok ya, pertandingan minggu depan kita harus menang lagi,” sahut Hye Rin sambil terus menderible bolanya.

“Arasseo.”

Tinggal Hye Rin sendirian, dengan bola basketnya. Dia latihan dengan serius untuk pertandingan minggu depan. Tiba-tiba, namja bertubuh tinggi menghalanginya.

“Minggir,” katanya datar, saat tahu itu Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tak menghiraukannya, malah mengikutinya. “Kubilang minggir,” ulangnya, mulai tak sabar. Kyuhyun masih bertahan. “Kau ingin aku melempar bola ini tepat di kepalamu, Setan Kurus?”

Mendengar itu, Kyuhyun tersenyum.

“Aku tahu kau masih menyukaiku,” ucapnya.

“Mwo? Memangnya aku bilang begitu tadi?” Hye Rin kembali menderible bolanya.

“Kau mau taruhan?” Tanya Kyuhyun.

“Kalau kau tidak ada kepentingan apa-apa, cepat tinggalkan lapangan ini karena aku harus latihan.”

“Jika aku bisa menembakkan bola itu tepat sasaran, kau harus memaafkanku. Tapi kalau aku tidak berhasil aku akan…”

“Sebenarnya kau bicara apa? Aku tidak akan meladeni taruhan bodohmu itu,” kata Hye Rin semakin kesal.

“Aku belum selesai bicara…”

“Aku tidak mau dengar dan tidak mau tahu apa yang akan kau katakan.”

“Setidaknya dengarkan dulu…”

“Sudah ku bilang aku tidak mau mendengar taruhan bodohmu lagi!” teriak Hye Rin. Dia melempar bola basketnya, hampir mengenai Kyuhyun. Sementara Kyuhyun malah mengeluarkan senyum setannya.

“Kau takut kan?”

“Aku tidak takut kalah…”

“Kau takut aku akan meninggalkanmu.”

Hye Rin terdiam. Ucapan Kyuhyun tepat sasaran. Walau Kyuhyun selalu bersikap buruk, tapi sejujurnya dia tidak rela Kyuhyun meninggalkannya.

“Makanya, kau harus mendengarkanku sampai selesai bicara,” Kyuhyun mendekatinya. “Babo!”

Tidak seperti biasanya, Hye Rin tidak menjitak kepala Kyuhyun walau dia memanggilnya Babo tepat di hadapannya. Sebenarnya dia merindukan panggilan itu dari seorang Kyuhyun.

“Aku ingin menanyakan satu hal,” kata Hye Rin.

“Mwo?”

“Apa kau… menyukai Mimie?” tanyanya, lalu cepat-cepat menambahkan, “Bukannya aku cemburu…”

“Kau jelas cemburu dan aku hanya menyukaimu, Hye Rin,” jawab Kyuhyun mantap.

“Tapi kau dan aku… tidak memiliki kecocokan. Maksudku, kau dan Hye Mi… begitu…”

“Makanya aku memanggilmu babo. Kau bahkan tidak menyadari betapa bodohnya dirimu. Hanya karena aku dan Hye Mi memiliki hobi yang sama bukan berarti kami cocok satu sama lain. Pasangan yang cocok untukku itu adalah kau, Hye Rin bukan Hye Mi. Kau itu, seperti potongan puzzle yang bisa melengkapi bagian yang hilang di sini,” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri. Wajah Hye Rin memerah.

“Kau mau bicara apa, lanjutkan saja. Akan aku dengarkan…”

“Cih, tidak biasanya kau berkata semanis itu.”

“Jangan membuat moodku untuk menjitak kepalamu kembali lagi, Kyu,” Hye Rin menegaskan.

“Ara… tadi aku mau bilang kalau aku tidak berhasil, aku akan berjanji tidak akan melepaskanmu, Song Hye Rin yang babo!” seru Kyuhyun tepat di telanga Hye Rin.

Wajah Hye Rin semakin merah. Aish, dia tidak berani melihat Kyuhyun sekarang.

“Ku anggap kau setuju,” kata Kyuhyun. Dia mengambil bola basket, menderiblenya sebentar lalu menembakkannya. Tidak berhasil. “Andwe! Aku tidak berhasil,” Kyuhyun mengatakannya dengan nada menyesal yang dibuat-buat. “Terpaksa aku aku harus berjanji padamu. Ingat itu, Song Hye Rin babo! Aku tidak akan melepaskanmu lagi,” kali ini senyum Kyuhyun bukan senyuman setan, tapi senyuman seorang Pangeran Setan yang jatuh cinta. *sama aja kaleee* “Mianhaeyo, aku selalu bersikap buruk padamu.”

“Aku juga selalu bersikap buruk. Aku juga minta maaf,” jawab Hye Rin, masih belum berani menatap Kyuhyun langsung.

“Kajja,” Kyuhyun menarik tangannya.

“Mau kemana?”

“Kita sudah lama tidak kencan. Aku ingin makan jajangmyeon dan ditemani olehmu lagi,” kata Kyuhyun.

“Um… Kyu. Tadi kau bilang, aku adalah pasangan yang cocok untukmu. Benarkah begitu?” Tanya Hye Rin, semanis mungkin.

“Ne, kita memang cocok. Aku suka DVD game, kau suka DVD thriller. Aku begitu tampan dan menawan, kau berantakan dan tidak menarik. Aku begitu pintar matematika, kau sangat sangat babo. Jadi kita saling melengkapi kan?” jawab Kyuhyun tanpa dosa. Tanpa dia sadari kini mood Hye Rin untuk menjitaknya kembali lagi.

“Cho Kyuhyun, kau cari mati?”

^0^

“Chukkae, hyung. Kau hebat sekali kemarin,” ucap Kyuhyun.

Dia bersama Dong Hae dan Hye Mi menonton pertandingan Hye Rin. Kemarin Dong Hae berhasil menjuarai pertandingan basket lagi.

“Semoga hari ini Hye Rin menang juga, jadi kita bisa pesta besar nanti,” sahut Hye Mi bersemangat.

Dan doa Hye Mi terkabul. Tim Hye Rin berhasil membantai lawannya dengan skor 25-22. Kyuhyun sampai jingkrak-jingkrak tidak karuan. Bukan karena bangga akan kehebatan yeojachingunya itu, tapi karena akan ditraktir jajangmyeon sesuai janji Hye Rin padanya kemarin. Mereka berempat pergi ke kedai jajangmyeon setelah pertandingan selesai.

“Chukkae, Rin-nie. Kau benar-benar hebat saat di lapangan,” kata Dong Hae.

“Aku tahu, aku memang hebat. Tidak seperti setan gamer di sebelahku ini.”

“Yak, kenapa bawa-bawa aku? Kalau begitu aku mau tambah lagi. Ahjumma, satu lagi!” seru Kyuhyun pada pemilik kedai. Hye Rin berhasil memberi jitakan manis.

“Kau sudah habis tiga mangkuk. Kau tidak sadar perutmu sudah buncit begitu?”

“Jangan rusak selera makanku dengan jitakanmu itu, Hye Rin. Hye Mi-ah, aku mau kencan denganmu saja. Kau pasti tidak akan pernah menjitakku seperti Hye Rin,” Kyuhyun menggeser tempat duduknya ke dekat Hye Mi.

“Mworago? Apa yang oppa lakukan?” Hye Mi tampak tidak nyaman.

“Apa yang kau lakukan Kyu? Baik, kalau begitu aku akan mengajak Hye Rin kencan denganku. Kau mau kan Rin-nie?” pinta Dong Hae, kini berdiri di dekat Hye Rin.

Sejenak dua yeoja itu saling pandang. Lalu mereka mendekati namjachingunya masing-masing dan memukul kepala mereka bersamaan. END

 

*Mian kalau ff ini ceritanya gak oke… Tapi komen ya… Kansahamnida buat yang udah menyempatkan diri baca ff ini.*

 

13 thoughts on “Cross Love part 6 / End

  1. wah, g kerasa t’nyata udh tamat..
    Alhamdulillah ya t’nyata mereka kembali pd jln yg benar (pa si mksudnya, sdh abaikan)
    Seneng dh bacanya..
    Pokoknya 10 jempol buat author…
    Ditunggu mahakarya berikutnya ya…
    Fighting..

    Jia Jung

  2. wah… keren2 thor. dari awal aku udah baca ffnya yang ini. tapio baru komen sekarang. hehe, mian :D
    gak disangka bakal balik lagi. wah aku seneng kyuhyun balik lagi sama song hye rin, donghae juga sama park hye mi

  3. ceritanya bener” di luar dugaan..
    aku kira endnya kyu sm hyemi. gataunya tetep sm hyerin.. aahh.. keren bangetttt………….
    ini ff yg paling aku tunggu.. buat yg lebih bagus lagi ya chinguuu…. ^^

  4. okelah… ini keren kok..aku sangaatt menghargai semua author yg udh mau bikin ff..
    yahh,,cepet amat ya udah ending, nyebelinn..huhuhuhu

  5. alhamdulillah ye suswanto bgt*nekomengajelas*,,,
    seruuuuuuu bgt,, ku kira mrk bnran gnt pasangan,,,, q ampe deg2an bacanya,, ga rela dech klo mrk ampe bnran tukeran pcr,,, DAEBAK-lah,, d tuggu ff kreatif lainnya,, Hwaiting,,,!!!^^

  6. akhirnya balikan lagi….lucu sama isis surat dari eomma-appa-eommi hyerin.akhir akhirnya romantis lucu pulaaa>< daebak!!

  7. hahahahahahahahhahahaha endingnya lucu kayak muka author xD
    Rinie seneng banget ngejikat pala Kyu , harusnya Rinie sering ngejitak pala Hyukppa biar Yadong yg ad d otak hyukppa kluar smua #melencengdaricerita #kata2kulebeh #abaikankata2lebehygkusebut :)
    TP FFNYA AUTHOR TETEP DAEBAK :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s