After All 1

After All

Keping Pertama

Author : Lhyn Hatake

Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Yesung.

Support Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae (Eunhyuk), Lee Teuk, Kang In, Heechul, etc.

Rate : PG-18

Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.

Type : Multichapter/Continues.

pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan di FeedBack/Comment.

Warning : Genderswitch (LadiesSungmin), abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna. Not alowed to bashing the cast or other.

Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. please! DON’T TAKE IT OUT WITHOUT PERMISSION.

Summary : Yeoja itu datang diantara mereka, merapuhkan ikatan dan kepercayaan yang ada. Sungmin ragu, bukan pada Kyuhyun tapi pada dirinya sendiri. Tidak tahu apakah dia mampu bertahan atau lelah, menyerah dan pergi.

.

Hari ini hari yang buruk! Benar-benar buruk sampai-sampai rasanya Sungmin sanggup menghabiskan sebotol penuh air mineral satu setengah liter! Jangan tertawa dan berpikir itu tidak ada sangkut-pautnya. Jelas saja ada sangkut-pautnya bila yang membuat yeoja bermata kelinci ini kesal adalah karena harus pulang berjalan kaki dari kampusnya yang berjarak hampir dua kilometer.

Ingin menendang seseorang rasanya ketika sakit di lututnya yang terasa berdenyut! Dan satu-satunya orang yang paling pantas ditendang adalah Cho Kyuhyun! Menyebalkan sekali namja berambut coklat caramel itu. Dia sendiri yang menelponnya dan berjanji akan menjemput sepulang kuliah, dia sendiri juga yang memutuskan membatalkannya. Membuat yeoja cute itu harus pulang berjalan kaki lantaran bus terakhir menuju kawasan tempat tinggalnya telah berlalu sepuluh menit sebelum kabar pembatalan itu datang!

Sungmin meletakkan botol air yang telah kosong di atas pantri di dekat kulkas, baru kemudian beranjak meninggalkan dapurnya. Hari ini dia benar-benar lelah, dia harus menyelesaikan dua puluh SKS sejak jam sepuluh pagi hingga jam sembilan malam, lalu berdiri menunggu Kyuhyun di depan gerbang kampusnya selama dua jam dan berakhir berjalan kaki pulang ke flat kecilnya.

Dengan sisa tenaga yang tersisa, yeoja itu membuka pintu kamarnya, meletakkan tasnya di atas meja dan meraih handuk di gantungannya sebelum menuju ke kamar mandi, berendam sesaat rasanya cukup menjanjikan bagi tubuh lelahnya.

.

“Huft….” bibirnya mengerucut seiring dengan udara yang dihembuskannya kasar. Berendam memang sedikit menghilangkan lelahnya. Harap garis bawahi kata ‘sedikit’ itu.

Dengan gerakan lelah dia beringsut ke kasur berseprai pink dengan aksen polkadot lucu kesukaannya. Menarik selimut pelan dan mulai memejamkan matanya hingga…

‘Teeettt… Teettttt….’

Bell pintu flatnya bernyanyi.

‘Teeettt…. Tetttt….’

Tak perlu berteriak ‘siapa’ atau ‘tunggu’ karena dia tahu pasti siapa tamunya ini, dan karena dia tahu siapa tamunya dia juga tahu pasti kalau tamunya itu tidak akan berhenti menekan bellnya sebelum Sungmin membuka pintu flatnya.

“Minnie… kau sudah pulang? Syukurlah, aku cemas kau tidak akan mendapatkan bus,” suara bass itu bergema di gendang telinga Sungmin. Membuat yeoja bergigi kelinci itu memutar bola matanya dan mengerucutkan bibir sebal. Dia kan memang tidak mendapatkan bus.

Mianhe… sungguh aku benar-benar tidak bisa lolos dari Heechul-hyung, dia benar-benar ngotot ingin semuanya selesai hari ini,” Kyuhyun kembali bicara, namja tampan itu tidak memperhatikan ekspresi Sungmin karena wajah yeoja cantik itu telah berada di dekapan dadanya.

“Ya Kyunie… sebaiknya kita masuk dulu,” Sungmin berusaha memperingatkan posisi mereka yang masih di tengah pintu, “kau mau coklat panas? Kau terlihat lelah,” sama seperti aku. Sungmin tersenyum dengan mengerjapkan matanya mengamati wajah lelah yaghonnyeonya yang dalam sekejap menghilangkan keinginan untuk menendang namja tampan yang telah membuatnya harus berjalan kaki.

Yap! Yaghonnyeonya. Tunangannya. Namja tampan itu telah mengenakan cincin berukir nama ‘Sungmin’ yang menandakan bahwa dia bukan lagi namja yang bebas untuk dipikat. Ada Sungmin yang siap melayangkan beberapa tendangan khasnya yang dia pelajari di kelas martial arts.

Alih-alih menjawab dan mengiyakan tawaran Sungmin, Kyuhyun justru menampilkan evil smirknya dan secepat kilat menawan bibir yeoja itu dalam kelembutan bibirnya sendiri. Sungmin hanya menhela napas pasrah atas serangan mendadak itu, dia telah cukup terbiasa dengan otak pervert si Evil Maknae kebanggaan Super Junior itu.

Menjadi yaghonnyeo seorang Cho Kyuhyun memang gampang-gampang susah, senang-senang tapi bikin stress. Siapa yang tak mengenal Evil Maknae bersuara rendah menggoda ini? Namja yang menjadi anggota terakhir Super Junior itu memiliki kepribadian yang cukup aneh dengan segala kemesuman dan kejahilannya.

Belum lagi kenyataan bahwa Kyuhyun adalah satu dari enam anggota Super Junior, Boys Band asahan SM Entertaiment. Membuat yeoja cute itu harus bersabar-sabar ria dalam menanggapi segala konsenkuitas gelar ‘Idola’ yang disandang Kyuhyun dan segudang aktivitas yang sering kali menyita waktu Kyuhyun untuk tidak berada di sisi Sungmin.

Tapi dari semua itu, Sungmin tahu dan yakin bahwa dia bisa menghadapi semuanya dengan bermodal pribadinya yang memang pada dasarnya kalem dan penyabar. Benar! Sungmin tak pernah mempermasalahkan hal-hal itu, tak pernah sedetikpun Sungmin merasa ragu dengan Kyuhyun kecuali untuk satu hal…

Cinta Kyuhyun… dan masa lalu Kyuhyun.

Satu cerita masa lalu Kyuhyun yang selalu saja membuat Sungmin merasa takut. Yeoja imut itu selalu merasa ragu setiap kali bayangan masa lalu Kyuhyun kembali terlihat di mata sang Yaghonnyeo-nya. Selalu ada ragu dan takut di dada Sungmin setiap kali mata itu memberi pancaran yang berbeda. Pancaran yang mengabarkan bahwa cinta Kyuhyun belum sepenuhnya miliknya.

“Minnie…???”

Sungmin merasakan sentuhan halus di pipinya. Dia mengerjapkan mata kelincinya sebelum tersenyum kecil pada Kyuhyun yang masih setia melingkarkan lengannya di pinggang Sungmin.

“Kau melamun saat aku mencumbumu? Ck.. Tega sekali…,”  Kyuhyun merajuk dan melepaskan lingkar tangannya.

Saat Kyuhyun mengucapkan kata ‘mencumbumu’ Sungmin baru sadar kalau lehernya telah basah. “Mianhe, aku hanya lelah, biar kubuatkan coklat panas untuk kita berdua,” ujarnya dengan balas membelai lembut pipi tirus Kyuhyun dan menggandeng namja tampan itu menuju sofa sebelum meninggalkannya menuju dapur.

.

.

.

…georeooneun neoui moseup
Neoui moseup neoneun machi
Nae simjangeul barpgo wannabwa

Yeoboseyo,” sapa Sungmin segera setelah meletakkan benda kecil itu di dekat telinganya, mendengar ringtone yang telah cukup sampai di tengah lagu membuatnya berpikir yakin bahwa si Pemanggil telah cukup lama menunggu.

“Minnie Noona? Di mana Kyuhyun?” suara Donghae bertanya lembut.

Sungmin melirik pada onggokan tubuh di bawah selimut pink polkadotnya dan menghela napas pelan. Tidur Kyuhyun sangat lelap sampai suara ponselnya pun tak membangunkannya, membuat Sungmin harus berlari dari dapur meninggalkan omelet di atas wajannya.

“Kyunie masih tidur, Hae. Mau menitipkan pesan? Sepertinya dia akan bangun siang,” ujarnya dengan suara menyesal.

“Sebaiknya Noona bangunkan dia sekarang, jam sembilan kami harus live TV di chanel Tiga,” Sungmin melirik jam di meja kamarnya, masih jam tujuh. Dia juga baru ada kuliah jam setengah sembilan nanti. Membiarkan Kyuhyun tidur sebentar lagi rasanya tak apa.

“Akanku pastikan dia tiba di dorm jam delapan nanti,” Sungmin berkata lembut.

“Baiklah, gomawo Minnie Noona.”

Selesai mengucapkan itu sambungan telepon terputus. Sungmin pun meletakkan ponsel itu dan kembali ke dapur, menyelesaikan urusannya dengan omelet yang masih setengah matang. Selain omelet, yeoja manis ini juga membuatkan roti bakar dengan selai kacang untuk Kyuhyun, Namja tampan itu tidak suka sayur.

Selesai dengan urusan dapur, yeoja manis itu kembali bergegas ke kamarnya dan menarik selimut pink polkadotnya dengan lembut untuk membangunkan Kyuhyun.

“Kyunie… bangun…,” ujarnya seraya menyingkirkan poni coklat caramelnya yang meliar menutupi mata. “Kyunhmmmppp…,”

Dasar licik! Si Evil itu telah bangun dan sengaja menggoda yeoja manis itu dengan berpura masih tidur hingga dia bisa menangkap tengkuk Sungmin dengan lihai dan menarik kepala gadis itu ke bawah, ke arah bibirnya yang langsung terbuka mengulum bibir sungmin.

Mendapatkan ciuman pagi yang panas dan menggairahkan. Menggerakkan lidahnya dengan lihai dan mengakhirinya dengan decapan keras saat dirasakannya dorongan yeoja itu kian keras.

“Kyuhhh!” Sungmin merajuk dengan napasnya yang terengah.

“Jangan menampilkan ekspresi seperti itu atau aku akan memakanmu, Minnie chagi,” Ujar Kyuhyun dengan evil smirk andalannya. Membuat Sungmin mengembungkan pipinya dan menimpuk wajah namja tampan itu dengan bantal.

Yeoja manis itu bangkit dari tempat tidurnya dan merapikan rambut ekor kudanya yang tadi sempat dirusak Kyuhyun.

“Cepat bangun dan sarapan Kyunie… lalu antar aku ke kampus, pagi ini aku ada kuis,” ujar Sungmin setelah merapikan rambutnya, yeoja manis itu berlalu dari kamarnya, meninggalkan Kyuhyun yang menatap punggungnya dengan pandangan nanar.

Ada rasa bersalah di mata itu…

.

.

[ From : Sarang Kyunie

Jam berapa kuliah terakhirmu selesai?

Wanna dinner with me?

Miss you Chagiya, saranghae..]

Sungmin tersenyum menatap layar ponselnya, kemudian diketiknya balasan untuk sang Yaghonnyeo-nya dengan cepat dan menekan ‘send’ dengan segera. Yeoja manis itu melirik jam di pergelangan tangannya singkat, jam lima sore, masih setengah jam lagi sebelum kuliahnya berakhir. Sebenarnya ini bukan kuliah terakhir, jam tujuh nanti dia ada janji bimbingan dengan Seonsaengnim pembimbingnya untuk skripsinya. Ada waktu sekitar satu setengah jam dan itu tidak mungkin Sungmin lewatkan ketika ada tawaran dinner dari Kyuhyun.

Masih setengah jam lagi.

Sungmin pun mengembalikan perhatiannya pada Seonsaengnim yang tengah memberikan beberapa contoh gambar melalui proyektornya. Mengalihkan sedikit perhatiannya, Sungmin mengetik sebuah alamat website di laptopnya dan mulai mencari-cari preferensi lain yang bisa menunjang kuliahnya saat itu.

Setengah jam kemudian Sungmin telah keluar dari ruang kuliahnya dan berjalan cepat menyusuri koridor universitasya, tangannya bergerak cepat meraih ponsel dan menekan speeddial untuk menghubungi Kyuhyun.

“Minnie Jagi… lama sekali, aku sudah menunggumu di parkiran timur,” suara Kyuhyun mendahului salam yang hendak diucapkannya.

Mian Kyunie, aku segera kesana,” ujarnya pelan dan segera menutup sambungan teleponnya. Yeoja manis itu segera berlari kecil menuju halaman parkir timur, tempat biasa Kyuhyun menunggunya saat menjemput. Parkiran timur yang lumayan jauh dan sepi karena Kyuhyun harus menghindari fans atau namja tampan itu akan pulang dengan membawa sedikitnya satu cakaran di anggota tubuhnya.

“Kyunie, Mianhe membuatmu menunggu lama,” Sungmin tersenyum meminta maaf saat dia baru saja duduk didalam Audi putih kesayangan Kyuhyun.

Evil Maknae itu memamerkan evil smirknya dan memasukkan PSPnya ke saku kemeja biru muda yang dikenakannya. Namja berambut coklat caramel itu meraih tangan Sungmin yang tengah memasang seatbelt dan menariknya, membuat Sungmin terhentak kearahnya dan mempermudah si Evil Maknae meraih bibir Sungmin yang sedikit kering.

“Shhh….,” Sungmin mendesis saat merasakan lidah Kyuhyun yang bergerak membasahi bibirnya dan mencari celah untuk masuk. Sungmin bermaksud membuka bibirnya namun dengan liciknya Kyuhyun menarik diri. Membuat yeoja manis itu melongo dengan wajah memerah….

“Aish! Menyebalkan sekali kau ini!”

Evil smirk itu muncul di wajah tampan Kyuhyun, membuat Sungmin tak tahan untuk tidak memukul pundaknya meski pelan. “Aku lapar, Minnie Jagi. Kalau tidak segera berhenti bisa-bisa kau yang kumakan.” Kyuhyun beralasan, alasan yang membuat pukulan Sungmin semakin keras.

“Aish!” Sungmin mendesis dan menggembungkan pipinya sebal meski efeknya malah membuat wajah manisnya makin manis.

Kyuhyun mencubit pipi yang menggembung itu dengan gemas sebelum menginjak gas mobilnya menuju sebuah restorant bintang lima yang berada di puncak gedung hotel bintang lima. Sambil menggenggam tangan kecil Sungmin, Kyuhyun melangkah masuk.

“Meja atas nama Cho Kyuhyun,” ujar Kyuhyun pada seorang doorman yang menyambut mereka.

“Silahkan,” si pelayan membungkuk sopan dan memberi tanda dengan tangannya supaya Kyuhyun dan Sungmin mengikutinya.

Pelayan itu membawa mereka kesebuah meja yang terletak lumayan jauh dari kumpulan meja di tengah restaurant itu, kesan ‘Privasi’ terasa kuat disana. Kyuhyun bergerak sigap menarikkan kursi untuk Sungmin sebelum si Pelayan yang -Kyuhyun perhatikan- beberapa kali melirik Sungmin dengan raut wajah mencurigakan.

Dengan senyum lima jari yang terus terpasang di wajahnya, Pelayan itu memberikan buku menu pada Sungmin dan Kyuhyun. Kyuhyun menyebutkan menu mereka tanpa melihat bukunya, dia mulai jengah pada pelayan itu yang terus saja memperhatikan Sungmin.

“Aish! Kenapa kau tersenyum padanya Minnie Jagi!?” protes Kyuhyun begitu si Pelayan pergi.

“Dia tersenyum padaku Kyunie, tidak sopan kalau aku mengacuhkannya, kan?”

“Jangan tersenyum pada siapapun selain aku!” sikap otoriter Kyuhyun keluar, membuat Sungmin mengerjapkan matanya heran.

“Kyunie, aku kan hanya tersenyum,” ujar Sungmin agak kesal.

“Ya! Kalau kubilang tidak boleh berarti tidak boleh! Kau itu milikku Chagiya,” Kyuhyun masih berkeras.

Sungmin hanya menghela napas pasrah menghadapi sifat childish Namja tampan itu. Bagaimanapun berdebat dengan Evil Maknae itu bukan hal yang menyenangkan. “Apa kau ada acara setelah ini Kyunie?” Sungmin bertanya mencoba mengalihkan pembicaraan tentang senyumnya.

Kyuhyun menggeleng. “Tidak ada, hanya training dance untuk perform movie video yang lain…” ucapan Kyuhyun diinterupsi pesanan mereka yang datang.

“Apa itu artinya tak lama lagi kau akan mulai promo lagi?” tanya Sungmin dengan wajah aegyonya.

“Jangan bertanya dengan raut wajah seperti itu Chagi,” Kyuhyun mengusap pipi Sungmin lembut, membuat pipi kenyal itu dirambati nuansa pink tipis. Setelahnya, namja tampan itu meraih piring steak Sungmin, untuk memotong-motongkan dagingnya. Refleks karena kebiasaan, sebenarnya.

Sungmin hanya mengangguk dan tersenyum tipis, bagaimanapun dia tahu bahwa sudah menjadi konsekuensi untuknya memiliki seorang yaghonnyeo seperti Kyuhyun. Namja dengan segudang bakat dan kemampuan menarik perhatian yang menjadi kelebihan alaminya.

Keduanya mulai memakan makanan di depan mereka dengan pelan tanpa obrolan lain, suasana hati Sungmin telah sedikit berubah muram setelah mengetahui jadwal Kyuhyun yang akan menjadi sangat padat di bulan mendatang.

Seusai acara dinner itu, Kyuhyun kembali mengantarkan Sungmin ke kampusnya lagi dengan wajah kesal. Sungmin lupa memberi tahu bahwa dia masih ada pertemuan untuk bimbingan skripsi pada Kyuhyun, itu membuat namja tampan yang telah berharap bisa membawa Sungmin ke dorm mengerang kesal.

Mianhe Kyunie, aku akan ke dorm begitu ini selesai,” ujar Sungmin lembut, di raihnya tangan Kyuhyun guna melunakkan hati si Evil Maknae.

Sedikit luluh dengan pandangan memohon dari mata kelinci itu, Kyuhyun tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Namja tampan itu melepas seatbeltnya dan mencondongkan tubuhnya kearah Sungmin.

Sungmin mundur sedikit hingga tubuhnya bersandar pada jok mobil, dan Kyuhyun pun meraih bibirnya. Mengecap rasa manis dan kenyalnya, menyesap dan menghisap lembut, membuat Sungmin mendesah pelan. Kyuhyun menjilat bibir bawah Sungmin singkat baru kemudian melesakkan lidahnya masuk kedalam rongga hangat Sungmin yang basah.

Suara decakkan terdengar pelan, lidah yang saling melilit dan bergerak liar. Sungmin harus menggunakan tenaga ekstra untuk mendorong dada Kyuhyun saat napasnya mulai berat. Hingga Kyuhyun pun melepaskan bibirnya dan tersenyum tipis, senyum yang sebenarnya terlihat hambar karena tak mencapai matanya. Senyum yang membuat Sungmin tahu, bahwa Kyuhyun tengah memikirkan yeoja ‘itu’ saat ini.

_TBC_

Annyeonghaseyo Oppa/Eonni… perkenalkan Lhyn Author baru disini, dan ini fic pertama Lhyn di sini. Fic ini sebelumnya pernah di muat di Fanfiction (.) Net, belom tamat juga sih disana, dengan judul, nama author dan isi story yang sama, tapi dengan rating yang berbeda. Whehehe…

SUJU di fic ini Cuma ada enam orang dan siapa aja castnya akan Lhyn munculin di Chaps depan, Heechul di sini sebagai manager SUJU (keluar di percakapan KyuMin), lalu Siwon juga sedikit lebih tua dari Sungmin. Akan ada Slight BxB (YeWook) disini, maaf kalo ada yang keberatan. Hubungan Suju lainnya mungkin hanya Friendship (kecuali ada yang minta)

Plish beri FeedBack/Comment untuk kelanjutan fic Ini.

5 thoughts on “After All 1

  1. Keren! ^o^v
    lanjutannya di tunggu loh~
    tpi menurutku bnyk kata kyunie sama minie yah~ gak terbiasa, hahaha XD
    Sungmin jadi cew, wooowww~ pengen liat XDD
    lanjutannya, fighting!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s