Trapped in Love with Game 2

[PART 2] Trapped in Love with Game

Author                  : arsvio

Main cast             : Lee AdeLynn, Cho Kyuhyun

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : One Shot

Rating                   : PG-13

Support cast       : member Super Junior

Kyuhyun masih asyik menggonta-ganti saluran tv dengan remote di tangannya. Tangannya terhenti ketika suara penyiar berita menyampaikan suatu yang menarik perhatiannya.

“Bocornya file rahasia dari Microsoft menjadikan Lee Kwang Shik-ssi, humas perusahan computer terbesar ini, mengklarifikasi kebenarannya pagi ini di hadapan media. Turut hadir manager bagian penemuan dan pengembangan beserta salah satu stafnya untuk mendampingi konferensi pers yang diadakan di ballroom gedung Microsoft”

Kyuhyun mencoba mencerna berita tersebut. Alisnya berkerut saat melihat wajah gadis yang sangat dikenalnya terpampang di layar kaca. “Donghae Hyung, kemarilah,” ucap keras Kyuhyun.

Donghae dengan malas menghampiri Kyuhyun dan memposisikan duduk di sebelah magnae-nya. Dia turut menyimak berita siang yang ditontong Kyuhyun. “Lynn?” Donghae memiringkan kepalanya, heran.

“Dia ada masalah di tempatnya bekerja, Hyung?” Tanya Kyuhyun dengan menatap Donghae. Donghae sendiri malah menggelengkan kepala lemah untuk menjawab Kyuhyun.

“Lynn akan bercerita padaku jika dia ada masalah, tapi bahkan tentang ini aku tak tahu menahu,” nada kecewa terlontar dari Donghae. Beberapa hari ini, Lynn tidak menghubunginya, sedangkan dirinya sibuk dengan jadwal padatnya.

Sedikit perasaan kehilangan menyeruak di hati Donghae. Gadis kecilnya kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa, yang mungkin tak lagi membutuhkan eksistensinya. Hanya dengan membayangkannya, menjadikan mata Donghae berkaca-kaca.

#####

“Kita sudah dapat meredam media dengan scenario tadi. Tapi, tentunya saingan bisnis kita tak akan tinggal diam, mungkin mereka telah menghunus pedang untuk menjatuhkan kita,” analisis dari Joon. Beberapa karyawan ikut mengangguk mendapati kebenaran di kalimat Joon.

“Biarkan aku yang mengajukan pembenahan untuk kasus ini. Berikan waktu seminggu untuk menyusun proposalnya padamu,” ucap Lynn dengan wajah seriusnya. Lynn mengharapkan dia dapat menyusun terobosan baru untuk menutup kasus ini.

“Cih, bukankah kau harusnya menekuk mukamu dalam-dalam nona Lee. Seharusnya sudah kau serahkan surat pengunduran dirimu,” ucap seorang manager dengan nada syarat menyindir.

Lynn mengangkat sudut kanan bibirnya membentuk senyum seringai. “Karena aku bukan pengecut dengan melarikan diri. Keberadaanku di sini adalah karena aku ingin bertanggung jawab, Park Jae Woon-ssi,” balas Lynn.

“Tanggung jawab, kau bilang. Bagaimana kami bisa mempercayaimu setelah kecerobohan yang kau perbuat?” kembali nada ketus yang terlontar dari mulut orang bernama Park Jae Woon.

“Karena aku memiliki ability di bidang ini, Sajangnim. Bahkan pihak Microsoft-lah yang memintaku bekerja di sini,” tantang Lynn dengan tak sabar.

“Cih, kau terlalu mengagungkan gelar sarjanamu dari MIT itu?” cibir Jae Woon tak mau kalah. Semua yang berada di ruangan tersebut ikut mendengar perdebatan manager-karyawan.

“Setidaknya ada yang bisa aku banggakan, Sajangnim,” Lynn menekankan kata terakhirnya untuk meremehkan orang tersebut. Memberikan senyum dan tatapan sengit pada atasan tak langsungnya.

“HYA, kau pikir hebat dan bisa mengalahkanku,” geram Jae Woon langsung berdiri dan merasa tersinggung  dengan ucapan Lynn. Sang manager mengacungkan telunjuknya pada Lynn yang duduk tepat di hadapnya.

BRAKK…

Semua tersentak dan mengarahkan pandangannya pada sumber suara. “Aku tak ingin mendengar keributan di sini. Miss. Lee temui aku di ruanganku dan Park Jae Woon-ssi kembalilah ke ruanganmu sendiri karena masalah ini bukan termasuk wilayah kerjamu,” ucap Joon.

Semua segera mematuhi perintah manager muda tersebut. Park Jae Woon melangkah keluar dengan wajah merah menahan malu dan amarah.

#####

“Apa idemu Lynn?” Joon langsung ke pokok masalah. “Ah, bolehkah aku memanggilmu dengan nama itu?” Joon menatap Lynn yag duduk di hadapannya.

Lynn mengangguk untuk memberikan persetujuannya. “Aku berencana membuat terobosan terbaru untuk menutup lubang di Vista. Mungkin sekarang sudah ada windows 7, tapi aku berharap dengan mempelajari kesalahan pada Vista dapat menciptakan terobosan baru di atas windows 7,”

Joon mengangguk mencoba membaca file yang disodorkan Lynn. Membolak-balikkan halaman demi halaman untuk menelusur konsep awal yang Lynn berikan. “Apakah kau bisa menyelesaikan 50% alpikasi ini dalam seminggu, Lynn?” ucap Joon kemudian.

Sebuah tanggapan yang tak disangka oleh Lynn. “Ku jaminkan seluruh kemampuaku, Joon-ssi,” ucap Lynn mantap. Merasa sedikit lega karena mendapat kesempatan untuk bertanggung jawab.

“Kenapa kau tidak memecatku, Sajangnim?” suatu pertanyaan yang terus menggelitik Lynn. Memang, bukannya memecat Lynn, Joon malah memberikan tugas-tugas untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Joon tersenyum ke arah Lynn. “Jawabanku sama denganmu, Miss. Lee. Mengundurkan diri merupakan cara pengecut,” papar Joon.

#####

Lynn sejenak merebahkan dirinya di bed kamarnya. Melepaskan sedikit penat setelah dalam 16 jam bekerja terus menerus untuk menyelesaikan proyeknya. Lynn membuka kancing atas kemejanya untuk merilekskan diri.

Diliriknya jam weker kecil di samping ranjangnya. Pukul 09.00 KST. Lynn mendesah dan mengusap perutnya, dia merasakan perih yang melilit karena melewatkan makan siang dan makan malamnya.

Lynn bangkit dari tidurnya dan berjalan ke dapur untuk mengorek-orek makanan yang tersisa di kullkasnya. Dia tetap harus mengisi perutnya untuk mendapatkan tenaga. Sambil menyuapkan makanan, Lynn mengecek iphone miliknya. Beberapa sms belum sempat dibukanya tadi.

From : Aiden Oppa

Lynn, jangan lupa makan siang. Stay healthy, Sweetheart.

From : Aiden Oppa

Sweetheart, sudah waktunya makan malam. Selamat makan.

From : Aiden Oppa

Lynn, kau sudah pulang? Balaslah smsku, Sayang.

Lynn tersenyum mendapati semua perhatian dari Donghae. Dia segera mengetikkan sms untuk membalas sms Donghae.

From : +xxxxx

Hi, Kau membuat masalah di kantor ya?

Cho Kyuhyun.

Lynn mendengus kesal membaca pesan yang terakhir. “Memangnya karena siapa aku terlibat masalah, Mr. Cho!” geramnya. Lynn memang tidak memberi tahu permasalahan yang ditimbulkan Kyuhyun. Menurutnya akan sia-sia saja memberi tahu Kyuhyun, toh lelaki itu tak mungkin dimintai pertanggungjawaban.

Lynn merebahkan kembali badannya setelah menyelesaikan makan malam dan membersihkan diri. Belum sempat dia menutup matanya, dering iphone mengganggunya. Lynn meraba-raba meja kecil di sampingnya dan mengambil iphone-nya.

Dia mengernyitkan keningnya ketika mendapat panggilan dari nomor yang tak dikenal.

“Hallo,”

“Good Evening, Miss. Lee. How was your day going on?” sapa ramah penelphon tersebut.

Lynn mencoba mengenali suara lelaki yang menelphonnya. Seingatnya dia tidak mempunyai teman dekat apalagi seorang lelaki di Korea, kecuali kakaknya. Tapi, ini jelas bukan suara kakaknya.

“Who are you, Mr?”

“Hoa, you forget my number, don’t you? even, I had sent message to you couple hours ago,”

Lynn memutar bola matanya. Sekarang dia tahu siapa yang menelphon.

“Is there any problems, Mr. Cho?”

“Ah, you remember me quickly. Just like what I said before, how’s your day going on?”

Lynn mendengus kesal karena merasa dipermainkan.

“If there isn’t anything important, I’ll hang up my phone,”

“Cih, what a cold girl you are,”

“Good night, Mr. Cho,” Lynn mendesah kesal dan langsung menutup telephonnya.

#####

Kyuhyun mendecak kesal karena telephonnya diputus secara sepihak. “Huh, baru kali ini ada gadis yang menolak telephon dariku,” gumamnya sambil menatap lcd android miliknya. Dia kemudian menopang dagunya dan menerawang ke depan.

“Bosan sekali. Kenapa game-game itu seakan tak ada yang menarik,” celoteh Kyuhyun dengan bergeming dari posisinya. Kakinya menendang-nendang udara tak jelas dan beberapa kali dia menggembungkan pipi. “Aaa…” koornya.

Kyuhyun melirik kembali galaxy android yang tergeletak di sampingnya. “Kenapa, mengerjai gadis itu jadi sedikit menyenangkan,” wajah Kyuhyun kembali sumringah. Disambarnya ponsel tersebut dan mulai mengetikkan message untuk dikirim ke seseorang.

“Setidaknya, dia bisa menjadi obyek kejahilanku,” tawa renyah Kyuhyun. “Paling tidak dia bisa memberikan game terbaru,” lanjutnya kemudian sembari merebahkan diri di sofa.

#####

Lima hari ini rutinitas Lynn hampir sama. Pagi berangkat ke kantor dan pulang sampai larut. Ketika di rumah dia juga langsung berkutat dengan PC-nya. Seringkali, Lynn mengabaikan kesehatannya dengan melewatkan jam makannya.

Serasa belum cukup, setiap hari Kyuhyun mengirimi sms atau menelphonnya. Membuat Lynn sedikit jengah karena pokok masalah sebenarnya ada pada Kyuhyun. Bahkan lelaki itu tanpa dosa dengan seenaknya mengerjai dan menelphon untuk sesuatu tak penting.

Lynn bekerja pada dua pekerjaan berbeda. Microsoft dan Game House. Yap, benar sekali, perusahaan yang menangani pembuatan game. Lynn bekerja di bagian invention di Microsoft, sehingga dia punya waktu cukup untuk menjalankan pekerjaannya sebagai salah satu creator game di Game House.

Namun, seminggu ini kesalahan yang diperbuatnya di Microsoft menjadikan focus Lynn tertuju pada perusahaan tersebut. Segera dia ingin menyelesaikan proyeknya untuk menyelamatkan kredibilitasnya.

#####

Hari ini Lynn menyempatkan diri mampir ke dorm Suju untuk menemui Donghae. Dia merindukan sosok kakaknya tersebut karena beberapa hari belakangan tak berjumpa. Setelah memasuki lobby apartemen, Lynn segera menuju lift dan menekan angka 12.

Lynn memencet bel pintu dorm Suju dengan senyum yang terpancar di wajahnya yang bercampur dengan letih. Seseorang yang tidak ingin dilihat Lynn-lah yang membukakan pintu. Raut terkejut tercetak di wajah lelaki tersebut. “Masuklah,” ucap Kyuhyun dingin.

Lynn mengekor di belakang Kyuhyun dengan tak acuh. Dia duduk di ruang tau setelah dipersilakan oleh Kyuhyun. Lynn mengedarkan pendangannya ke seluruh penjuru ruangan.

“Donghae Hyung, adik kesayanganmu datang,” seru Kyuhyun yang langsung ditatap tajam oleh Lynn. Kyuhyun dengan santainya duduk di sofa ruang tamu bersama Lynn. Ada perasaan sedikit rindu karena tak melihat Lynn beberapa hari ini.

Tapi, membayangkan dia merindu Lynn sungguh di luar pikirnya. Memang pernah terlintas di benaknya untuk mengenal sosok Lynn, makanya Kyuhyun sering menjahilinya melalui sms atau menelphon. Yah, selain alasan utama tentunya. Game.

Lynn menunggu kakaknya cukup lama. Dia tidak menghiraukan segala polah Kyuhyun yang sedang berusaha menarik perhatiannya. Lynn mendesah pelan dan menyerah. “Apa Donghae Oppa ada di dorm?”.

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya. Dia kembali tenggelam dengan PSP-nya. Kyuhyun sengaja melakukannya agar bisa berlama-lama dengan Lynn di ruangan yang sama. Menyadari bahwa gadis itu tak jauh dari jangkauannya. Entahlah, tapi Kyuhyun hanya merasa senang saja.

Ryeowook tiba-tiba muncul dari dapur dan menatap Lynn heran. “Lynn? Kapan kau datang? Mencari Donghae Hyung?” Tanya Wookie bertubi-tubi.

“Hi, Wookie Oppa. Sudah cukup lama aku di sini. Bisakah aku minta tolong? Tolong panggilkan Donghae Oppa,” sebuah kesempatan meminta tolong pada seorang yang benar, batin Lynn. Sudah habis kesabarannya untuk menunggu.

Ryeowook memberikan tatapan bingung pada Lynn. “Kau tidak menelpon Hyung dahulu ya?”. Ryeowook berjalan mendekati Lynn. “Donghae Hyung ada pemotretan malam ini. Mungkin tengah malam baru selesai,”.

Mata Lynn membulat mendengar perkataan Ryeowook. Lynn mendengus kesal dan melayangkan tatapan membunuh pada Kyuhyun. “Kau mengerjaiku, Mr. CHO,” sentak Lynn. Lynn mengambil bantal sofa dan melemparnya pada Kyuhyun.

“HYA, kau,” geram Kyuhyun tak mau kalah. “Aku kan tidak pernah bilang bahwa Donghae Hyung di dorm. Kau saja yang terus menunggu,” kilah Kyuhyun.

Lynn semakin mengeraskan rahangnya, sedangkan Ryeowook mulai mengerti letak kesalahannya. Lynn menepuk keningnya untuk mengurangi amarah. “Wookie Oppa, terima kasih telah memberitahuku. Selamat malam, aku pamit dahulu,” Lynn memberi salam dan berjalan kesal keluar.

Lynn tidak mengacuhkan Kyuhyun dan itu membuat Kyuhyun jengkel. Dia langsung berdiri dari duduknya dan berlari menyusul Lynn. Menangkap lengan gadis itu dan menyeretnya masuk kembali ke dorm. Menarik gadis itu ke bagian belakang dorm.

“Kyuhyun-nie“ ucap Wookie yang khawatir dengan kelakuan sang magnae. Khyuhyun melemparkan tatapan tajam pada Wookie. “Aku tidak akan berbuat aneh-aneh padanya,” ucap Kyuhyun dingin.

#####

“Lepaskan,” Lynn meronta dengan cengkeraman Kyuhyun. Gadis tersebut mengusap lengannya pelan setelah terbebas dari Kyuhyun. “Apa maumu, huh?” tantang Lynn sambil menatap langsung mata Kyuhyun.

Kyuhyun terhenyak karena kembali terpesona dengan mata biru milik Lynn. Sepasang blue eyes yang saat pertama menatapnya membuatnya hilang kendali. Dan kini dia kembali menatap kedua mata indah tersebut.

Sungguh Kyuhyun merindukan tatapan dan sinar yang terpancar dari kedua mata tersebut. Mata biru jernih yang menenangkan, karena kau seakan melihat luasnya samudera saat menatapnya dalam. Walaupun, Lynn tetap pada sikap dinginnya tapi itu tidak mengurangi keindahan matanya.

Kyuhyun mengakhiri kontak mata dengan Lynn dan mengacak rambutnya sendiri. Merasa bingung harus menjawab apa, karena dia tidak punya alasan kuat untuk menjawab Lynn. Satu-satunya alasan adalah dia kesal karena Lynn mengabaikannya. Tapi tidak mungkin dia mengatakan langsung kepada Lynn.

“Kalau kau ingin mengerjaiku lagi, terima kasih,” lantang Lynn yang siap melangkah. Namun, lengannya kembali ditahan oleh Kyuhyun.

“Apakah setelah membalas ciumanku dulu, kau mengabaikanku seperti ini? Gadis macam apa kau ini,” Kyuhyun menghardik dengan kata tajamnya. “Ah, benar juga. Kau kan besar dalam kalangan budaya barat. Tentu saja sebuah ciuman merupakan hal biasa,”.

Lynn terperanggah sekaligus tersinggung dengan ucapan Kyuhyun. “Tidak bisakah kau bersikap lebih sopan, Mr. Cho. Dan memang aku dibesarkan di Amerika, tapi aku sangat sadar kalau di darahku mengalir darah orang timur,”.

“Dan siapakah yang sebenarnya kurang ajar di sini,” Lynn membalasnya dengan nada menyindir. “Kutegaskan, jangan pernah lagi mengirimiku message yang tak penting karena itu menggangguku” balas Lynn tajam.

“Hei, bukannya kau harusnya merasa beruntung karena orang sepertiku mau mengirimu message, huh?” Kyuhyun mendengus dan tetap menjaga cool imagenya. Setidaknya dia ingin memancing Lynn untuk mengetahui alasan kenapa gadis ini mengabaikannya.

“Beruntung, kau bilang. Kau adalah sumber bencana bagiku, Mr. Cho,” bentak Lynn yang mulai tak sabar. Pandangannya menelusur ruangan dimana dia berada kini.

Kyuhyun rasanya ingin meledak mendengar perkataan-perkataan Lynn. Apa yang sudah dilakukannya memang?. Dia merasa kejahilannya masih bisa ditolerir. Bahwa jika pun dia berbuat jahil sampai hyung-hyungnya ingin menelannya bulat-bulat, tapi dia sangat yakin kalau hyung-hyungnya menyayanginya. Kyuhyun mengernyitkan dahinya tatkala melihat Lynn menarik sebuah surat kabar dari meja santai di ruang belakang.

Lynn melemparkan surat kabar tersebut di atas meja sehingga menampakkan headline beritanya. “Kebocoran File Rahasia Microsoft”.

Kyuhyun semakin mengerutkan dahi sebagai tanda tak mengerti. “Apa maksudmu menunjukkan ini?” Tanya Kyuhyun yang mengambil surat kabar tersebut.

“Kau pikir karena siapa file itu menyebar, huh?” Tanya retoris Lynn. Lynn memijat keningnya pelan dan memerhatikan raut bingung Kyuhyun.

“Kau yang membocorkannya?” Kyuhyun memelankan suaranya saat selesai membaca artikel berita. Kyuhyun menaruh kembali Koran tersebut. Dia mengingat berita yang ditontonya beberapa hari lalu di tv.

“ITU KARENA KAU, CHO KYUHYUN,” emosi Lynn tumpah sudah. “Karena kau menggunakan PC milikku untuk game online, aplikasi rahasia itu secara tidak sengaja aktif dan menyebar melalui internet,”.

Kyuhyun menganga dengan penuturan Lynn. Juga dengan Ryeowook yang secara sengaja menguping dari balik tembok. Eternal magnae tersebut hanya khawatir dengan Lynn karena Kyuhyun menyeretnya tadi.

#####

Seorang menaruh map di hadapannya. Dia berdeham dan memulai meeting dengan karyawannya. Seakan tak mau membuang waktu, manager tersebut langsung membuka presentasinya.

“Aku memutuskan untuk meng-approve dan meluncurkan sebuah game di pertengahan bulan depan. Game ini hasil kreasi Lee Adelynn-ssi dan timnya,” ucap sang manager yang disambut tepuk tangan dari para karyawan.

“Aku juga telah memutuskan untuk menunjuk seorang artis untuk menjadi brand ambassador atau icon untuk game ini. Sebagai strategi pemasaran untuk mendongkrak minat beli masyarakat. Aku memilih Cho Kyuhyun dari Super Junior. Dia artist yang terkenal maniak game,” terang manager.

Bukan main terkejutnya Lynn dengan penuturan sang manager. Dia sungguh tak ingin berusan dengan lelaki yang bernama Cho Kyuhyun tersebut. Tetapi, kini dia malah akan menjadi brand ambassador produknya.

“Maaf, tapi bisakah kita mengganti icon-nya? Bukankah banyak kalangan boy band yang lebih muda dan terlihat fresh untuk menjadi icon dari produk ini?” Lynn menyuarakan pendapatnya.

“Benar, tapi mengingat kepopuleran super junior setelah comebacknya dan lagi super show yang akan digelarnya, sangat tepat jika kita memilih Cho Kyuhyun. Masyarakat akan masih menggandrunginya,” jelas sang manager.

“Tapi, kebanyakan khalayak yang menyenangi Cho Kyuhyun adalah gadis-gadis, sedangkan pasaran game kita kebayakan anak laki-laki. Bukankah sebaiknya mencari artis dari kalangan anak band saja?” sanggah Lynn lagi.

“Justru itu nona Lee. Pertama, kita ingin melebarkan sayap pemasaran kita, tidak hanya terbatas pada laki-laki tapi juga anak perempuan. Kedua, bukankah itu merupakan pertimbangan lain untuk Cho Kyuhyun agar popular juga di kalangan remaja laki-laki sehingga dia menerima tawaran ini,”.

Lynn mendesah pelan, agaknya usahanya sia-sia saja untuk mengganti keputusan sang manager. Lynn melempar map ke meja depannya. Dan membayangkan dirinya bekerja sama degan lelaki menyebalkan itu lagi.

#####

Kyuhyun mengunjungi apartemen Lynn karena rasa bersalahnya. Dia ingin meminta maaf karena kesalahan yang diperbuatnya menjadikan Lynn memperoleh masalah di tempat bekerja. Setelah melalui pedebatan kecil di pintu, Kyuhyun diizinkan masuk juga.

“Jadi ada perlu apa kau kemari?” Lynn melipat tangannya di depan dada. Menahan kesal karena lelaki di depannya terus mendesaknya agar diperbolehkan bicara dengannya.

Kyuhyun menghela nafas untuk mengurangi ketegangannya. “Aku-,” ucapannya terputus saat telephon di apartemen Lynn berbunyi.

Lynn menoleh ke  belakang, seperinya itu telephon di ruang kerjanya. “Tunggu sebentar, aku angkat telephon dulu,” Lynn segera beranjak dan meninggalkan Kyuhyun. Bukannya bermaksud tak sopan, tapi akhir-akhir ini Lynn sedang mengerjakan proyek penting sehingga telephon yang berasal dari ruang kerjanya bisa dipastikan merupakan sesuatu yang penting.

#####

Tiga puluh menit sudah Kyuhyun menunggu, tapi Lynn tak kunjung datang. Karena merasa penasaran, Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang kerja Lynn. Dia ingin tahu apa yang menghambat Lynn.

Pintu ruang kerja Lynn sedikit terbuka, menjadikan orang lain dengan mudah memandang ke dalam ruangan. Kyuhyun menajamkan penglihatannya pada Lynn yang berada di dalam. Gadis itu masih menempelkan gagang telephon di telinganya sambil menatap layar PC-nya.

Kyuhyun mendengar jelas perkataan Lynn, tapi dia tak mengetahui maknanya. Banyak kosa kata khusus yang hanya diketahui di kalangan terbatas scientist, terucap dari bibir Lynn. Kyuhyun masih mematung memerhatikan Lynn.

Beberapa saat kemudian, Lynn sudah meletakkan telephonnya, namun dia masih saja berkutat dengan PC nya. Entah apa yang dikerjakan. Wajah gadis itu secara bersamaan menyiratkan kepanikan, keseriusan, dan ke-genius-an. Mimik wajah yang jarang terpancar dari gadis-gadis di sekeliling Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum melihat paras cantik milik Lynn. Menikmati segala ekspresi Lynn. Sampai dia tersadar sudah cukup lama berdiam dalam posisi tersebut. Kyuhyun berbalik ke ruang tamu karena tidak ingin mengganggu kerja Lynn. Dia memutuskan menunggu Lynn saja.

#####

Lynn mengerjapkan matanya dan merenggangkan tangannya ke udara. Tertidur dengan posisi duduk di kursi kerjanya, walaupun kursi itu cukup nyaman, tetap membuat badannya pegal. Gadis tersebut menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk mengendurkan otot. Sampai gerakkannya terhenti. “Oh my,” Lynn segera bangkit dan berlari kecil ke ruang tamu.

“Fuhh, dia sudah pulang rupanya,” Lynn memandang sofa di ruang tamu dari arah belakang. “Mungkin aku harus siap dengan caciannya jika kami dengan tidak sengaja bertemu,” gerutu Lynn yang langsung melesak ke kamarnya untuk bersiap diri.

Tiga puluh menit setelahnya, gadis blasteran Korea-German tersebut telah siap dengan dandanan formalnya untuk pergi ke kantor. Setelah sarapan pagi yang cukup singkat karena hanya meminum sereal, Lynn segera menenteng tasnya.

Derap langkah Lynn terdengar melewati ruang depan apartemennya. Lynn berhenti mendadak sebab dirinya merasa sesuatu ada di balik sofa tamu miliknya. Dia memutar tubuhnya dan mulutnya membulat ketika menemukan sosok lelaki yang tertidur di sofa tersebut.

Lynn mendekati lelaki tersebut dengan hati-hati. Dari jaket yang dikenakannya, sudah pasti dia Kyuhyun. Gadis itu berdiri tepat di samping sofa dan memerhatikan Kyuhyun yang tertidur pulas. “Wajahnya terlihat damai sekali ketika tidur. Tapi akan jangan harap jika dia dalam keadaan sadar,” batin Lynn.

Lynn menundukkan kepalanya dan mengamati  wajah Kyuhyun yang tertidur. “Sebenarnya wajahnya sungguh tampan jika seperti ini, tapi sayang tidak dengan kelakuannya,” batin Lynn lagi sehingga membuatnya tersenyum. “Hei, Mr. Cho, wake up,” Lynn menggoyang-goyangkan lengan Kyuhyun.

“Uum…lima menit lagi Sungmin Hyung,” Kyuhyun bergumam kecil dan merubah posisi tidurnya. Lynn mendesah lalu dia menghitung dengan jari-jarinya, “One…two…thr…”. Dan benar saja, Kyuhyun terbangun dengan tiba-tiba dan langsung terduduk.

Kyuhyun lengkap dengan wajah kusut dan bingungnya mengamati sekeliling. Menyadari keadaan dirinya yang tertidur di apartemen Lynn. “Jam berapa sekarang?” sebuah pertanyaan pertama yang sedikit mengherankan. Karena bukannya dia harus berkata ‘Kenapa bisa aku tertidur di sini’ atau ‘Lynn? Sejak kapan kau di situ?’ suatu pertanyaan yang menyiratkan keterkejutan.

Lynn menghela nafas dan mengecek arlojinya. “It is half past seven, Mr. Cho,” sahut Lynn yang masih menatap Kyuhyun heran.

“What?” Kyuhyun segera bangkit dari duduknya dan berlari ke depan. Bahkan dia lupa dengan Lynn yang berdiri di hadapannya, membuat Lynn terbengong.

Lynn tidak terlalu ambil pusing dengan kelakuan Kyuhyun, bukankah dengan begitu dia tidak memerlukan tenaga untuk mengusirnya. Dia kembali berjalan untuk pergi ke kantor.

Sesaat setelah memastikan pintunya terkunci, Lynn berbalik dan terkejut kembali. Sosok Kyuhyun yang dikiranya telah kabur kini dengan terengah-engah berdiri di hadapannya. Lynn memiringkan kepalanya heran. “Ada yang tertinggal?” tanya Lynn.

Kyuhyun menegakkan kembali badannya setelah kesusahan mengatur nafas. Dia kembali membuat mimic dingin dengan wajahnya dan bedeham. “Tentang urusanku semalam, aku hanya ingin minta maaf. Itu saja,” ucap Kyu.

Lynn menarik sudut kanan bibirnya dan tertawa kecil. “Apakah begini caramu meminta maaf? Bahkan tidak ada raut menyesal dari wajahmu itu,” timpal Lynn tak kalah dingin.

“Hei, sudah terima saja maafku. Kau ini. Lagipula kau juga salah karena meninggalkanku tiba-tiba tadi malam, membiarkanku menunggu sampai-sampai aku tertidur di flatmu. Ayo sekarang kau yang harus minta maaf padaku,” sanggah Kyuhyun yang menaikkan nada bicaranya.

“Heh, itu semua juga gara-gara ulahmu, Mr. Cho. Sekarang aku harus lembur proyek ini agar bisa menutup kesalahanmu. Jadi kau tidak berhak menuntut apa pun dariku,” Lynn masih mempertahankan nada bicaranya yang datar.

“MWO?” Kyuhyun benar-benar kalah telak dengan ucapan Lynn. “Gara-gara tertidur di flatmu, sekarang aku hampir terlambat syuting. Kau ini sungguh -,” tapi tetap saja dia tak ingin kalah jika berdebat.

“Sudahlah, aku tak ingin pagiku dirusak dengan pertengkaran denganmu,” Lynn segera berlalu meninggalkan Kyuhyun. Dia sudah lelah mendengar ocehan Kyuhyun.

“Hya, kau gadis tak tahu sopan satun,” teriak Kyuhyun yang berhasil menghentikan langkah Lynn. Kyuhyun juga berhenti melangkah karena terkejut dengan reaksi Lynn. Dikiranya gadis itu akan tetap melenggang berjalan.

Lynn berbalik dan berjalan mendekat ke arah Kyuhyun. Menjadikan senyum miring syarat kemenangan terukir di bibir Kyuhyun. Dan ‘TAP’ dengan tiba-tiba Lynn menginjak kaki Kyuhyun dengan vantovel 7 cm miliknya.

“AWWW…LYYNNN,”

#####

Selesai melakukan syuting untuk suatu reality show, Kyuhyun menghempaskan badannya untuk beristirahat. Segera digapai PSP kesayangannya dan memainkannya. Namun, beberapa menit kemudian dia melirik android miliknya yang tergeletak di meja sebelahnya.

Sungguh ajaib ketika Kyuhyun meletakkan PSP-nya yang bahkan baru diaminkannya beberapa menit. Diutak-atik galaxy android-nya dan menekan dial untuk menghubungi seseorang.

“Yobeoseyo,” sapa Kyuhyun.

“Bisakah kau tidak menggangguku dengan telephonmu yang tak penting ini,” suara gadis.

“Tidak. Dan hei, aku menelphon karna ingin minta maaf. Kau ini sentimentil sekali,”

“Sudah selesai urusanmu, Mr. Cho? Kalau begitu good afternoon,” dan telephon diputuskan sepihak.

“Mwo? Aish, gadis ini,” rutuk Kyuhyun yang memandang androidnya. “Sombong sekali sikapnya. Semena-mena menutup telephon dari seorang Cho Kyuhyun. Kau pikir hebat, huh? Tunggu sampai kau bertekuk lutut padaku, Miss Lee,” gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri.

####

“Ah, Lynn. Masuklah, aku ingin mendiskusikan beberapa masalah pada konsep yang kau ajukan,” ucap Joon yang melihat salah satu stafnya memasuki ruangan. “Pindahkan kursi itu ke sampingku,” ujar Joon yang disambut dengan tataan penuh tanda tanya dari Lynn.

Joon mendongakkan pandangannya dari laptop di depannya karena merasa tidak mendapat respon dari Lynn. “Heh, aku kurang nyaman jika kita berdiskusi di sofa itu karena akan membuat punggungku sakit. Jadi seret kursi itu ke sampingku,” ucap Joon. Dan memang kurang nyaman jika kita bekerja dengan menatap laptop padahal tempat duduk kita sejajar dengan mejanya.

Lynn dengan patuh menggeser kursi di hadapan Joon setelah meletakkan notebook miliknya di meja Joon. Dia duduk dan meraih laptop miliknya. Lynn segera memerhatikan beberapa kejanggalan dalam proyek yang dibuatnya.

Dan setelahnya terlihatlah kerja sama atasan dan bawahannya. Mendiskusikan proyek yang sedang dirampungkan. Beberapa kali terlihat raut wajah Joon atau pun Lynn yang mengerut karena memikirkan solusi masalah untuk aplikasi yang diciptakan Lynn.

#####

Kyuhyun membolak-balikkan lembar demi lembar yang disodorkan padanya. Di samping Kyuhyun telah duduk managernya, sedangkan di depannya ada dua orang yang berpakaian formal. Keduanya sedang menawarkan proyek untuk Kyuhyun.

“Dengan menjadi icon dari produk ini, secara tak langsung kau juga memperlebar ketenaranmu pada gamer-gamer yang kebanyakan lelaki. Bukankah itu patut menjadi pertimbangan?” suara dari salah satu pria yang berjas.

Manager hanya mengangguk-angguk tanda setuju. Membenarkan kata-kata pria di depannya. Lagipula menjadi brand ambassador sebuah produk tidak akan terlalu menyita waktu Kyuhyun. “Kapan bisa kita mulai kerja sama ini?” ucap manager.

“Tunggu dulu, Hyung. Kau belum menanyakan kesediaanku kan?” Kyuhyun menutup lembaran file yang dipegangnya. “Aku bahkan belum memutuskan setuju atau tidak. Kau tahu sendiri jadwalku,”.

“Itu bisa diatur, Kyu. Lagipula kau hanya akan mengerjakan beberapa pemotretan saja untuk iklan produk ini,” sanggah manager. “Benar, Cho Kyuhyun-ssi. Kau hanya akan terlibat pada beberapa pemotretan dan pengambilan gambar,” sahut salah satu dari kedua pria yang berjas.

“Maaf, agashi. Tapi jadwalku sangat padat,” Kyuhyun tak mau kalah. “Kami baru saja comeback dan akan mengadakan konser SS4,” tambah Kyuhyun.

“Maka dari itu, tolong pertimbangkan lagi penawaran kami ini. Menjadi seorang brand ambassador dari sebuah game bukankah akan menjadi pengalaman barumu,” bujuk sang pria.

“Umm, tapi maaf, aku belum yakin pada creator game ini. Aku tidak ingin menjadi seorang icon dari game yang tidak jelas,” Kyuhyun mencoba bergeming.

“Ah, tentang itu. Anda tidak perlu meriasaukan tentang creatornya. Lee Adelynn-ssi adalah seorang creator game lulusan MIT. Dia gadis blasteran Korea-German berbakat karena beberapa kali berhasil mengembangkan game. Salah satunya adalah Starcraft. Walaupun masih muda, tapi kepiawaiannya dalam membuat program tidak bisa diremehkan,” jelas pria yang berjas.

Kyuhyun menyunggingkan senyum kemenangannya lagi. Akhirnya dia tahu jati diri creatornya. Benar tebakkannya, Lynn adalah gadis yang menciptakan game ‘Crush The Enemy’ ini. “Hemm, baiklah aku akan mempertimbangkan jika Miss Lee Adelynn sendiri yang menemuiku untuk memintaku menjadi brand produknya,” Kyuhyun segera berdiri meninggalkan tiga pria yang terbengong dengan keputusannya.

#####

“WHATTT?” suara Lynn cukup keras setelah mendengar penuturan pihak humas padanya. Ini sungguh menggelikan baginya, bukankah urusan mengkontak model adalah di luar wilayah kerjanya. “No, I’m not go. Just change with other artists,”.

“Tidak bisa Miss. Lee. Cho Kyuhyun adalah orang yang tepat untuk icon kita,” sang direktur yang turut ikut dalam meeting kecil tersebut angkat bicara.

Lynn mendengus. “Bukankah dia sudah menolaknya. Jadi sebaiknya kita ganti orang saja,” sungut Lynn mencoba membela.

“Dia tidak menolaknya, hanya mengajukan syarat. Mungkin dia ingin bertemu langsung dengan creatornya,” sanggah direktur.

“Tapi -,” ucapan Lynn terpotong dengan suara atasannya kembali. “Aku tahu ini bukan wilayah kerjamu. Tapi aku tetap memerintahkanmu untuk membujuk seorang Cho Kyuhyun agar mau menjadi brand ambassador kita,” sang direktur segera berdiri dan beranjak pergi. Mengisyaratkan bahwa keputusannya tidak dapat diganggu gugat.

Lynn menggeram kecil sambil memijit keningnya. “CHO KYUHYUN…”.

 

TBC

 

Note: Mian klo part ini menjemukan. Lagi ngeblank karena tugas analysis real yang bikin puyeng. Bagaimana bisa disebut analysis real kalau kenyataannya abstrak semua, hadeww. Maaf reader.

8 thoughts on “Trapped in Love with Game 2

  1. gimana bisa menjemukkan,, ga mungkin laaaaaahhhhh,,, part terakhirnya sukses bikin aku ngakak,, ada2 ja ye yang si Evil ne lakuin,,ckckckck,,, ya udhlah q tunggu next part-nya,,kekekeke,,,

  2. kyu,,bener2 cari masalah ni..
    Akhirnya ada hal yg bisa mengalihkan perhatian kyu dr psp and game..
    Poor buat lynn..
    sabar ya mbak Lynn..
    Fghting ja buat author..

    Jia Jung

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s