Cloudless

Title                 : CLOUDLESS

Author             : rizuka^^

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon(as known as Yesung)

Length             : Oneshot

Genre              : Friendship

Rating              : G

Tag                  : Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon—Yesung

Warning          : umm, this pairing is not official—right?  But I like seeing them together

Ps                     : for kyumin shipper, wonkyu shipper, or even changkyu shipper, please don’t be mad at me

Disclaim          : purely mine. don’t plagiarize please

***

Kau langit dan aku awannya, Hyung

***

“YA, kyuhyun-ah!” Yesung berjalan mendekati magnae Super Junior itu dan menyipitkan matanya.

Mereka berhadapan. Selama beberapa detik mereka tidak melakukan apapun—hanya saling memandang. Lalu Kyuhyun berdehem dan mengalihkan pandangannya ke langit biru musim semi yang sangat cerah tanpa awan.

“Kau aneh, Hyung.” gumam magnae itu pelan sambil berjalan menjauhi Yesung. Baru beberapa langkah saat ia mendengar suara berat Hyungnya itu memecah keheningan.

“Aku tahu.”

Suara itu begitu berat dan sedih—Kyuhyun dapat menangkap nada putus asa di dalamnya. Kyuhyun sedikit menyesal dengan perkataannya tadi, tapi ia mencoba mengacuhkannya. Ia melangkahkan kakinya menuju dorm saat ia mendengar suara decitan mesin kendaraan dan suara debuman yang keras. Ia memutar tubuhnya ke belakang dan mendapati hal aneh dalam degup jantungnya.

“Hyung!”

***

Yesung memandang Kyuhyun dan tanpa sadar menghela nafas berat. Dan beberapa saat kemudian, ia mendapati dirinya terlalu lama menatap magnae yang lebih tinggi darinya itu.

“Kau aneh, Hyung.” kata Kyuhyun kemudian.

Pupil matanya sedikit membesar. Ini bukan pertama kalinya ia mendengar perkataan itu, tapi kali ini ia merasa hatinya sangat sakit. Jadi ia hanya menjawab pelan.

Saat Kyuhyun berjalan memunggunginya, ia tahu tidak ada jalan kembali. Ia mengepalkan tangannya erat sampai buku-buku jarinya memutih dan berlari mengejar Kyuhyun yang sudah berjalan cukup jauh.

Seharusnya ia tidak seteledor itu.

Kakinya sudah mencapai tengah jalan saat ia mendengar suara mesin bus yang sangat keras. Yesung tidak bisa menggerakkan kakinya. Semua anggota badannya seolah sudah terpaku disana. Jadi ia hanya pasrah dan memejamkan matanya saat ia mendengar suara lembut yang begitu dikenalnya berteriak frustasi memanggilnya.

Itu sudah cukup.

***

Bau obat-obatan yang menyengat membuat Yesung perlahan membuka kelopak matanya. Matanya berusaha menyesuaikan dengan keadaan sekitar.Ia mengerjapkan matanya dua kali sebelum ia merasakan kepalanya seperti dihantam palu. Ia mengerang pelan.

“Hyung, kau sudah sadar?”

“Hyung, apa kepalamu masih sakit?”

“Hyung, kau baik-baik saja kan?”

Pertanyaan itu berentetan keluar dari mulut si magnae yang sejak beberapa jam lalu menunggunya disana.

Seulas senyum tipis keluar dari bibir Yesung. Ia merasa semua pertanyaan tadi sangat bodoh—bahkan pertanyaan itu bisa terjawab dengan sendirinya. Tapi ada rasa senang yang menyeruak.

Yesung hanya menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban. Kyuhyun menggigit bibirnya dan tidak berkata apa-apa lagi. Setelah itu ia mengusap air matanya pelan. Yesung baru menyadari kalau magnae yang dingin itu bisa menangis.

Menangis karenanya.

Memikirkannya saja sudah membuat Yesung terbang.

Yesung menegakkan punggungnya lalu mendongak ke arah Kyuhyun yang sedang menatapnya. Detik berikutnya ia meringis kesakitan. Tapi ia tetap pada posisinya. Karena pada posisi ini ia dapat memandangi wajah sembap magnae Super Junior itu sepuasnya. Ia melihat sesuatu di leher Kyuhyun yang berkilauan. Yesung menyipitkan matanya dan menfokuskan pandangannya.

Kalau saja saat ini ia tidak dalam keadaan sakit pasti ia sudah menari tarian cumi-cumi favoritnya dengan semangat.

Kalung yang dipakai Kyuhyun adalah kalung yang diberikannya hampir lima tahun lalu setelah Kyuhyun pulang dari rumah sakit. Seketika pikirannya menerawang saat Kyuhyun, Eunhyuk, Leeteuk, dan Shindong mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup parah. Ia ingat bagaimana setiap malam yang dilakukannya hanyalah menangis dan berdoa.

“Hyung?” suara itu seketika membuyarkan lamunan Yesung.

“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, Kyuhyun-ah. Aku baik-baik saja.”

***

Tanpa sadar Kyuhyun menghembuskan nafas lega. Sekali lagi ia mengusap pipinya yang basah.

Bodoh.

Pasti Yesung Hyung sedang menertawakannya dalam hati.

Kyuhyun mendesah keras dan mengomel dalam diam. Kenapa ia bisa sekhawatir ini? Kenapa ia ikut meringis saat melihat Yesung  menggigit bibir kesakitan?

Dan bagaimana ia bisa tahan duduk berjam-jam di rumah sakit ini tanpa melakukan apapun—tanpa memainkan psp kesayangannya dalam waktu yang tidak sebentar.

Siapa yang aneh sebenarnya?

***

Yesung membuka matanya dan merasakan godam keras lagi lagi menghantam kepalanya—ia benar benar tidak berlebihan soal itu. Kepalanya berdenyut kencang. Ia bahkan merasa urat urat wajahnya ikut tertarik seiring kepalanya berdenyut.

Yesung memandang sekeliling kamarnya dan tidak menemukan siapa siapa disana. Ia tersenyum miris.

Ia melemparkan pandangan ke meja kecil di sampingnya dan menemukan beberapa surat—yang bisa dipastikan surat dari penggemar dengan melihat warnanya yang mencolok, wangi parfum yang menyengat serta berbagai gambar hati di amplopnya.

Ia juga menemukan akuarium kaca dengan kura kura kesayangannya disana.

“Kami membawa kura kuramu kesini untuk kejutan tapi kau malah tidur -__- Semoga cepat sembuh!^^”

Yesung tertawa membaca pesan yang tertempel di akuarium kacanya.

Yeah..

Setidaknya ia tidak sendiri saat ini.

Yesung membuka selimutnya dan mulai berjalan pelan. Sangat pelan. Tapi ia merasa setiap gerakan yang ia lakukan dengan pelan itu—sepelan apapun ia melakukannya, membuat tubuhnya sangat sakit.

Pintu berderit pelan dan Kyuhyun menatapnya dengan wajah cemas. Raut wajah yang tidak pernah ia suka apapun keadaannya tapi saat ini ia menyukainya.

Karena rasa cemas itu untuk dirinya.

“Hyung! Kau mau kemana sih? Kenapa tidak meminta perawat itu mengantarmu?” gumam Kyuhyun sambil membantu Yesung berjalan.

“Memalukan. Aku ini artis. Aku kan hanya ingin pergi berjalan jalan sebentar. Aku bosan.” jawab Yesung seadanya.

“YAH! Kau masih memikirkan soal seperti itu disaat begini? Kau ingin jatuh dan membuatmu lebih lama di tempat mengerikan ini?”

“YAH! Panggil aku ‘Hyung’ Kyuhyun-ah!” jawab Yesung lebih keras. Beberapa orang mulai memperhatikan mereka dan Kyuhyun cepat cepat membungkuk untuk meminta maaf.

“Aish! Kau ini. Caramu berpikir itu sangat aneh, Hyung.” bisik Kyuhyun frustasi. Setelahnya magnae itu mulai menggumam tidak jelas.

Yesung membiarkan magnae itu mengomel – ngomel tanpa henti. Kedua ujung bibirnya tanpa sadar tertarik ke atas.

Ia merindukan suara magnae yang cerewet ini.

***

Yesung kembali duduk di tempat tidurnya setelah lima belas menit berjalan—dan efeknya ternyata fatal.

Tulangnya terasa remuk.

Kakinya mulai ngilu.

Kepalanya kembali berdenyut.

Dan ia tidak bisa berhenti tersenyum.

Yesung memegang kepalanya yang dibalut perban. Basah.

Ia melihat jari jarinya yang ikut terasa basah itu dan melihat warna merah disana.

Detik berikutnya pandangannya terasa kabur tapi ia masih bisa melihat dengan samar seseorang berjalan mendekatinya dengan langkah cepat. Ia berharap tak salah mengenali orang itu.

“Hyung!” Nafas orang itu tercekat. Suara baritonnya yang lembut mengalun di telinga Yesung.

Yesung benar. Ia tak salah mengenali orang.

“Kyuhyun-ah, kau ingat? Seharusnya aku awannya—karena aku memang cloud untuk diriku.”

Yesung tertawa sebentar. Membiarkan Kyuhyun melepas hembusan nafas yang sejak tadi ditahannya. Menenangkan magnae itu.

“Dan kau, kau langitnya Kyuhyun-ah—karena tidak akan ada awan tanpa langit.”

***

FIN

6 thoughts on “Cloudless

  1. wohaaa
    romantis sekalii..
    kekeekee,,nggak nyangka bakal baca ff beginian,ada juga ternya
    n btw, aku ketingalan baca cross love..huweeee :-(

  2. good ff, biasanya aku menemukan ff wonkyu atau yewon baru kali ini aku menemukan ff yekyu…nice ff
    sequel dong atuhor…hehe
    salam kenal…

  3. maaf telat ngucapin, tapi makasih semuanya :)
    cerita ini emang masih dikategorikan friendship
    cuma disini yesung merasa seneng aja si magnae akhirnya merhatiin dia
    yesung suka banget–bukan dalam arti yang lain ya, sama si magnae
    si magnae akhirnya bisa melihat ketulusan yesung dan dia tersentuh dan merasa bersalah atas kelakuannya yang dulu
    overall begitulah plotnya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s