After all 4

AFTER ALL

Keping Empat

Author : Lhyn Hatake

Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Yesung.

Support Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae (Eunhyuk), Lee Teuk, Kang In, Heechul, etc.

Rate : PG-18

Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.

pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan di FeedBack/Comment.

Warning : Genderswitch (LadiesSungmin), abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna. Not alowed to bashing the cast or other.

Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. please! DON’T TAKE IT OUT WITHOUT PERMISSION.

.

.

Jalanan di depan Sungmin tampak ramai dipadati pejalan kaki, sore itu. Si yeoja manis ini tengah berjalan pelan dengan tas belanja dalam jinjingan tangan kanannya, sementara tangan kirinya megandeng tangan namja yang berjalan di sampingnya dengan lengan kiri mendekap kantong belanja.

Keduanya tampak gembira dengan sesekali tertawa bersama, sejenak melupakan masalah-masalah yang sepertinya tak pernah ada habisnya dalam hidup mereka. Sungmin selalu menyukai sesi belanjanya bersama Ryeowook, namja itu benar-benar rekan yang handal dalam hal ini. Selain kemampuan menawar yang jarang di miliki namja lain, Ryeowook juga orang yang tepat untuk diajak mempertimbangkan suatu barang yang ingin dibelinya.

Sabtu memang jadi hari kedua paling menyenangkan setelah Minggu, tak banyak mata kuliah yang harus Sungmin lakoni dan bimbingannya bersama Siwon juga berjalan lebih cepat karena Siwon hanya membawanya menemui Shindong yang merupakan chingudeul Siwon. Shindong adalah seorang kepala personalia di departement store yang cukup besar di Seoul.

Sesuai janjinya di pertemuan terakhir mereka, Siwon mengenalkan Sungmin pada Shindong. Shindong pribadi yang menyenangkan, sama seperti Siwon, dia ramah dan hangat bahkan sedikit menjurus ke pribadi yang humoris. Yang paling membuat Sungmin takjub adalah, meski bertubuh gempal, Shindong tak sedikitpun terlihat lelet, sebaliknya dia sangat lincah bergerak ke kanan dan ke kiri. Saat Sungmin memujinya, namja gempal itu malah dengan bangga menunjukkan bahwa dia bisa mengikuti gerakan Super Junior di lagu Bonamana dari awal sampai akhir.

‘Klinting’

Sebuah bell pintu menyadarkan Sungmin dari lamunannya tentang Shindong. Yeoja manis itu kemudian sadar bahwa Ryeowook telah membawanya masuk ke sebuah toko roti.

Eoseo oseyo, mwol dowa deurilkkayo,” ucap seorang Ajusshi, menyambut Sungmin dan Ryeowook.

Ryeowook memberikan daftar belanjanya pada Ajusshi itu, Ajusshi itu mengangguk dan berlalu dari meja kasir guna mengambilkan seluruh daftar milik Ryeowook.

“Minnie noona tidak beli roti?”

Sungmin menggeleng. “Masih banyak di kulkas.”

“Hah, sebagian besar rotiku di kulkas di habiskan Yesung hyung yang selalu datang dalam keadaan lapar,” gerutu Ryeowook membuat Sungmin terkikik kecil.

“Kau beruntung Wookie, setidaknya Yesung oppa jadi punya pipi tembam, tidak seperti Kyunie yang pipinya begitu rata,” ujar Sungmin dengan tawa kecil.

Kali ini Ryeowook ikut tertawa.

“Ini, semuanya dua ribu delapan ratus won,” ujar Ajusshi yang telah kembali dan menghitung semua roti-roti pesanan Ryeowook.

Ryeowook membayar pesanannya dan mengandeng Sungmin keluar dari toko itu setelah mengucapkan. “Manhi paseyo.”

“Aku sudah mendapatkan rotiku, Minnie noona mau mencari apa lagi?” Ryeowook bertanya pelan sementara matanya mengamati deretan barang yang berjejer dan terpasang dari di etalase toko.

“Ung…” Sungmin menggeleng. “Aku sudah mendapatkan semuanya, kecuali makan malam, kita tidak akan sempat memasak untuk makan malam.”

Ryeowook mengangguk dan menatap langit yang kini telah menggelap. “Kita cari kafe yang bagus,” ujarnya seraya terus mengandeng Sungmin menyusuri jalanan pertokoan itu.

Mereka terus berjalan ketimur hingga tiba di perempatan yang tampak padat dengan penyebrang jalan. Masih dengan tangan yang saling bertaut keduanya masuk ke sebuah cafe latte tepat di kanan perempatan, keduanya mengambil duduk di bagian dalam dan meletakkan belanjaan mereka agar dapat meluruskan otot-otot tangan yang kaku.

Begitu pelayan datang Sungmin memesan strawberry cake dan strawberry float, sementara Ryeowook tampak bersemangat dengan tiramisu dan lemon squash. Menu yang sebenarnya tidak pas kalau mengingat mereka datang untuk makan malam.

Sesaat suasana hening mengembang diantara mereka. Sungmin mengarahkan iris foxynya pada sosok Ryeowook yang tampak termenung di depannya. Namja itu tampak berpikir keras dan apapun yang di pikirkannya membuat dia jadi gelisah.

“Kau merindukannya?” Sungmin tak tahan untuk terus diam.

Ryeowook menengadah dan menatap iris foxy itu, kemudian mengangguk. “Sudah seminggu kami tidak bertemu, terakhir aku meninggalkannya di flatku saat dia datang. Aku… jadi merasa bersalah sudah mengacuhkannya,” ujar Ryeowook murung.

“Dia tidak menemuimu bukan karena tak ingin, Wookie. Seminggu ini Kyunie juga tampak sibuk, dia hanya sempat mampir tengah malam untuk tidur dan pergi pagi-pagi sekali,” ujar Sungmin pelan dengan mengusap pundak Ryeowook pelan.

“Aku juga… tidak berharap dia datang.”

“Dia pasti akan datang begitu senggang, dan kalian harus benar-benar bicara baik-baik.”

Ryeowook tak lagi menimpali, berbagai pemikiran berputar di kepalanya. Sesungguhnya dia tidak akan pernah sanggup meninggalkan Yesung. Tapi semua pertentangan ada dalam dirinya, dia yang gay, dia yang tak jelas siapa Appanya, dia yang berasal dari tempat kumuh dan terbuang. Dia yang seharusnya tahu diri untuk tidak mengharap seorang Kim Yesung lagi.

“Wookie…” Sungmin mengusap lembut pundaknya dengan nada prihatin.

Ryeowook memandang mata kelinci itu, wajah imut seorang yeoja lembut baik hati yang selalu ada untuknya. Sungmin adalah yeonoonanya, Yeoja yang sangat dicintainya hampir seperti Ryeowook mencintai Eommanya. Bahkan tak jarang Ryeowook menumpahkan rasa rindu pada Eomma yang berada jauh di desa pada sosok Sungmin.

Sungmin yang selalu mencoba tersenyum, padahal yeoja itu juga tidak pernah bebas dari masalah. Masalah asmara yang bahkan kadang lebih menyulitkan dari pada masalah yang menyambangi Ryeowook. Kyuhyun yang masih saja setengah-setengah dalam mencintai yeoja ini, kadang membuat Ryeowook bersyukur Yesung benar-benar mencintainya. Cih! Benar-benar namja pabbo si Kyuhyun itu!

Jam di tangan Sungmin telah menunjukkan pukul delapan malam ketika Ryeowook mengajaknya untuk pulang. Sungmin yang memang tak ada lagi kebutuhan yang perlu di cari dan kaki yang rasanya mulai pegal pun mengangguk. Keduanya kembali berjalan menuju halte bus.

Kali ini Ryeowook juga berbaik hati untuk membawakan barang belanjaan Sungmin, sementara yeoja manis itu memeluk lengan Ryeowook dengan erat. Sungmin memandang lampu penyebrangan yang berubah merah sesaat sebelum dia melangkah turun kejalan, membuat bibirnya mengerucut sebal.

“Sabarlah Noona,” ujar Ryeowook pelan.

Sungmin hanya mengagguk-angguk pelan. Mata yeoja itu memandang seliweran mobil-mobil yang melintas di depannya, dan saat itulah mata kelinci itu menangkap bayangan mobil yang sangat dikenalnya, sebuah Audi putih yang melintas pelan di depannya dan berbelok kearah kirinya.

Sentakkan rasa nyeri menyerang dadanya begitu saja. Dia melihatnya, melihat dengan jelas siapa yang ada di dalam mobil itu, sangat jelas, terlalu jelas hingga sebongkah senyum dari Kyuhyun saat itu pun masih bisa tergambar di kepalanya. Senyum yang diberikan Kyuhyun pada sosok yeoja yang duduk si samping kursi kemudi. Yeoja berambut lurus dengan senyum cantik yang menawan.

Noona? Gwenchanayo?” tanya Ryeowook saat merasakan tubuh Sungmin yang limbung.

Sungmin tak menjawab, kakinya benar-benar terasa lemas sementara dadanya berdenyut-denyut sakit. Ketakutan menyerangnya begitu besar hingga membuat napasnya sesak.

“Minnie noona, gwenchanayo?” Ryeowook masih bertanya khawatir, tangannya telah merengkuh bahu Sungmin guna membuat yeoja itu tetap berdiri di sampingnya.

“K-Kyunie… Wo-Wookie, aku melihat Kyunie b-bersama yeoja itu…,” ujar Sungmin dengan suara yang gemetar.

“Kyunie?” Ryeowook membeo, di telusurinya area itu dengan cepat namun, “dimana si pabbo itu, Noona?”

Sungmin menggeleng. “Mobilnya baru saja lewat.”

Ryeowook terdiam. Di rengkuhnya tubuh kecil yeoja itu dengan ketat, tak ingin yeoja kesayangannya terjatuh dengan lemah. “Kau harus kuat Noona, jangan berpikir buruk terlalu jauh dan kau harus kuat.”

.

.

Sungmin bergerak gelisah di sofanya. Tangannya berulang kali meraih ponsel namun sebanyak itu pula dia meletakkannya kembali di atas meja. Jantungnya berdebar dengan rasa nyeri yang tak karuan.

“Telepon saja,” kata Wookie lagi, setelah sekian kali dia menyuruh Sungmin untuk menelpon Kyuhyun.

“Aku takut Wookie, bagaimana kalau mereka masih bersama?”

“Kau tidak boleh takut Minnie noona, dengarkan aku!” Ryeowook meraih kedua sisi rahang Sungmin untuk memaksa mata itu menatap matanya. “Kau tidak boleh tenggelam dalam ketakutan, kau harus melawan dan berjuang agar Kyuhyun bisa terus berada di sisimu,” ujarnya dengan sungguh-sungguh.

Sungmin mengangguk, kemudian meraih ponselnya dan menekan speed dial langganannya. Yeoja itu menunggu beberapa saat hingga sapaan hangat dari Kyuhyun terdengar.

“Kyunie, kau di mana sekarang?” tanya Sungmin pelan dengan tangan yang meremas tangan Ryeowook pelan.

“Aku di dorm, waeyo Chagiya?” tanya Kyuhyun dengan suara agak parau yang Sungmin taksir dia sedang tiduran dengan PSP di genggamannya.

“Bisa kau kesini Kyunie?”

Dengusan tawa terdengar dari sebrang sana. “Kau merindukanku Chagiya? Aku juga sangat merindukanmu, baiklah aku akan tiba di sisimu dalam sepuluh menit.”

Gomawo Kyunie.”

Sungmin memutuskan sambungan setelah mengucapkan itu. Yeoja itu menarik napas berat dan beralih menatap Ryeowook yang tengah mengamatinya.

“Bagaimana?”

“Dia akan ke sini, lalu apa yang harus ku katakan kalau dia sudah di sini Wookie?” seru Sungmin frustasi.

“Mulailah dengan baik-baik,” saran Ryeowook. “Dengar Noona! Kau harus benar-benar mempatenkan eksistensimu di samping Kyuhyun atau kau akan kehilangan dia.”

“Jangan menakutiku Wookie!” Sungmin berseru dengan wajah memucat.

Mian, tapi aku tidak berniat menakutimu Noona, aku hanya tidak percaya bahwa perasaannya padamu masih selemah ini!” Ryeowook tampak jadi kesal sendiri.

“Kau benar Wookie, mungkin selamanya dia tidak akan mencintaiku.”

“Sttt…. jangan berkata seperti itu Noona. AH! Bagaimana kalau kau tinggalkan saja dia lalu jadi yeojachinguku? Aku namja bebas sekarang ini,” goda Ryeowook dengan sebuah kerlingan nakal.

“Wookie!” Sungmin memukul namja itu dengan bantal sofanya.

“Hehehe… bercanda, Minnie noona…,” ujarnya sembari mencubir pipi Sungmin yang menggebung. “Tapi aku serius, kau tidak bisa terus-terusan merasa takut seumur hidupmu.”

Sungmin diam. Yang di ucapkan Ryeowook memang benar. Dia juga tak ingin dihantui rasa ketakutan akan kehilangan Kyuhyun setiap saat sepanjang hidupnya. Sekali lagi rasa sakit itu menyapa hatinya, kenapa bisa begitu sulit membuat Kyuhyun mencintainya? Hanya mencintainya.

Teeettt.. Teeetttt…

Bersamaan Sungmin dan Ryeowook menatap kearah pintu. Sungmin hendak bangkit saat Ryeowook mencegahnya dengan menahan bahunya, lalu menggeleng pelan.

“Biar aku saja Noona, sekalian aku keluar,”

Sungmin mengangguk, lalu mendekap erat bantal di pelukannya dan menatap punggung Ryeowook yang menjauh darinya.

“Annyeonghaseyo…,” itu bukan suara Kyuhyun. Sungmin menjulurkan kepalanya agar bisa melihat sosok yang agak tertutup tubuh Ryeowook.

“Yesung hyung?”

Ah! Suara Ryeowook sudah menjawabnya. Sungmin menghela napas lega, namun detik berikutnya dia memasang wajah khawatir saat menatap punggung Ryeowook yang menegang ketika Yesung memeluknya. Sungmin bisa melihat, wajah Yesung yang bersandar di bahu Ryeowook, terlihat suram dan beraut lelah.

“Kita ke flatku,” bisik Ryeowook pelan meski masih bisa Sungmin dengar. Sesaat kemudian Ryeowook berbalik kearahnya. “Noona, aku pulang dulu.”

Sungmin mengangguk dan membiarkan kedua orang itu menghilang di balik pintu flatnya yang ditutup oleh Ryeowook. Sungmin bangkit, hendak mengambil air minum di dapurnya. Namun baru setengah melangkah menuju dapur pintu flatnya kembali berbunyi. Membuat jantung yeoja manis itu berpacu lebih cepat lagi.

Sungmin berbalik lagi menuju pintu dan membukanya perlahan.

“Minnie!” persis seperti Yesung yang memeluk Ryeowook tadi, Kyuhyun juga langsung memeluk Sungmin tanpa memberi waktu bagi pintu untuk terbuka lebih lebar.

Sungmin mengusap punggung Kyuhyun pelan. Ada rasa nyaman yang begitu hangat menyusup ketika dirasakannya kecupan-kecupan lembut Kyuhyun di puncak kepalanya, menyalurkan sejuta rindu yang mendesak di dadanya. Sungmin tersenyum hangat, mungkinkah dia salah menganggap Kyuhyun tidak mencintainya selama ini? Karena bila seperti ini, Sungmin bisa merasakan rasa cinta yang begitu mendalam dari diri Kyuhyun untuknya.

“Kau sudah makan?” Sungmin bertanya masih dalam posisi Kyuhyun memeluknya erat.

“Belum,” jawab Kyuhyun singkat. Namja berambut caramel itu mengambil sedikit jarak untuk menatap mata kelinci Sungmin yang mengerjap lucu.

“Mau makan apa? Biar kumasakkan.”

“Kamu,” ujar Kyuhyun yang sukses membuahkan sebuah pukulan pelan di pundaknya.

Sungmin melepaskan pelukannya, membiarkan Kyuhyun masuk, menutup pintu dan…

Namja tampan itu telah mengecup rasa lembut bibirnya. Sungmin hanya mendesah kecil, dia pikir Kyuhyun hanya menggodanya tadi. Namun tak butuh waktu lama baginya untuk menyesuaikan ritme ciuman Kyuhyun dan membalasnya dengan lembut.

Kyuhyun membiarkan Sungmin menghisap bibir bawahnya sesaat sebelum dia membawa lidahnya untuk bergabung, menjilat dan menggelitik bibir bagian dalam Sungmin, membuat yeoja itu mengerang geli. Selesai dengan godaan kecilnya, Kyuhyun membelai lidah hangat Sungmin dan meliukkan lidahnya dengan gerak cepat, membuat saliva menggenang dan segera dihisap oleh namja itu penuh-penuh. Sungmin selalu kualahan kalau Kyuhyun sudah mulai menghisap salivanya.

Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka, membiarkan Sungmin meraup udara dengan cepat. Namun bukan berarti namja itu telah puas. Dia masih lapar, lapar akan Sungmin tentunya. Di kecupnya dengan lembut daerah terbuka di leher putih Sungmin. Menjilat, mengecup dan menghisapnya lembut.

“Kyuuhh…,” desah Sungmin, di iringi dorongan pelan di dada Kyuhyun.

Kyuhyun mengerti tanda itu. Tanda yang sering kali Sungmin gunakan untuk memperingatkan Kyuhyun agar namja itu tidak melewati batas. Kyuhyun mencintai Sungmin dan menghormati setiap keputusannya, termasuk jika Sungmin tak menginginkan ‘hal lebih’ sebelum menikah. Lagi pula, Kyuhyun juga sama sekali tak berminat pada seks sepihak beraroma pemaksaan.

Kyuhyun menarik lengan Sungmin untuk masuk ke flat itu lebih jauh, ke kamar Sungmin. Namja itu lelah, dan seperti biasa dia ingin tidur di pangkuan Sungmin, membiarkan aroma tubuh Sungmin menenangkan setiap syarafnya yang kaku. Dan Sungmin pun telah paham dengan hal itu, yeoja itu dengan patuh mengikuti Kyuhyun menuju kamarnya.

Kyuhyun naik ketempat tidur bersprai pink bermotif  manusia salju yang lucu, lalu menunggu Sungmin untuk duduk meluruskan kaki di tepi tempat tidur sebelum dia merebahkan kepalanya di pangkuan yeoja manis itu. Merasakan sentuhan-sentuhan hangat dari tangan Sungmin yang menyibak rambutnya dengan lembut.

Sama halnya seperti Kyuhyun, Sungmin pun sangat menikmati setiap detiknya bersama Kyuhyun saat ini. Mata kelincinya menatap raut tenang dari wajah Kyuhyun di pangkuannya. Sesekali dia akan menggoda dengan meniup kelopak mata yang tertutup itu. Sungmin menyukai ini, dan sangat menyukai tangan Kyuhyun yang menganggengam tangan kirinya di atas dada bidang namja itu.

Membiarkan Sungmin merasakan detakan jantung yang berdebar kencang yang akan semakin teratur seiring dengan terlelapnya namja itu. Hari esok akan datang dengan sentuhan senyum manisnya kalau saja yeoja itu tidak mengingat tujuan utamanya meminta Kyuhyun datang.

Sungmin menghentikan gerakan tangan kanannya yang mengusap rambut Kyuhyun.

“Hem?” Kyuhyun membuka matanya dan memandang bertanya pada Sungmin yang tiba-tiba diam dan memasang postur kaku.

“Aku dengar Seohyunssi sudah kembali, apa kau sudah tahu?” tanya Sungmin memulai dengan sedikit kebohongan.

Kyuhyun diam cukup lama, hanya iris kecoklatannya yang terus mengamati setiap emosi dalam iris foxy milik Sungmin. “Yah, aku bertemu dengannya di SME sore tadi,” katanya setelah cukup lama.

“Benarkah? Bagaimana kabarnya?” Sungmin mencoba agar terus terdengar tenang, meski pun dia yakin Kyuhun telah merasakan jantungnya yang berdetak kacau.

“Dia baik, kami sempat makan malam bersama, dan yang kudengar SME meminta dia untuk kembali tapi untuk bersolo karir,” jawab Kyuhyun dengan nada tenang dan tanpa getar lain selain ingin memberi informasi.

Sungmin mengangguk, dia cukup lega mendengar kejujuran Kyuhyun. Meski tetap saja dia masih merasa cemas. Bahkan semakin cemas saat mendengar mereka akan satu management lagi. “Kalian bicara banyak?” Sungmin mencoba bertanya lagi.

“Cukup banyak.”

“Kyunie…”

“Aku milikmu, percayalah,” potong Kyuhyun seakan mengerti kekhawatiran yeoja itu.

Sungmin diam, pandangannya menerawang entah kemana. Dia mengerjap pelan, lalu di pandangnya Kyuhyun yang mulai memejamkan matanya lagi, yeoja itu mengusap rambut Kyuhyun lembut kemudian turun ke pipinya dan mengusap bibir Kyuhyun yang merespon dengan mengecup tangan Sungmin di yang menempel di bibirnya.

“Kyu…,” panggil Sungmin pelan.

Ne?”

“Bisa kau membuktikannya?”

Diam beberapa saat.

Mata itu membuka dengan cepat dan menatap tak percaya pada Sungmin yang tengah tersenyum lembut padanya.

“Minnie?”

“Aku…,” Sungmin menelan ludah, “aku menginginkanmu Kyu….”

_TBC_

Sorry for the short Chapster, kedepannya bakal di panjangin lagi kok.

Mind To Give Your FeedBack/Comment?

One thought on “After all 4

  1. Akhirnya baca lanjutannya after all juga, tambah seru ceritanya.. Smg memang benar Kyu oppa benar2 mencintai Minnie aka Sungmin.. Sungmin takut kehilangan Kyu oppa krn Seohyun sudah kembali, ia takut cinta yg mrk pupuk apalagi sdh bertunangan akan kandas begitu saja krn kembalinya Seohyun.. Ryeowook oppa memang teman yg baik selalu menemani Minnie dan menyemangatinya agar cinta nya pd Kyu oppa tetap diperjuangkan.. Ditunggu author part berikutnya..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s