Trapped in Love with Game 1

[PART 1] Trapped in Love with Game

Author                  : arsvio

Main cast             : Lee AdeLynn, Cho Kyuhyun

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : One Shot

Rating                   : PG-13

Support cast       : member Super Junior

“Annyeonghaseyo. I’m AdeLynn Lee,” ucap seorang gadis manis blasteran Korea-German. Beberapa member Super Junior membalas sapaan gadis tersebut dengan senyum yang terulas. “Ade…Lynnn..,” ucap sang leader mencoba melafalkan nama gadis yang baru dikenalnya.

Gadis tersebut terkekeh pelan, “Just call me Lynn, Leetuk-ssi”. “Ah,” Leetuk menjentikkan jarinya seakan mendapat pencerahan dari siksaan pronounciation.

“Dia baru saja mengurus kepindahannya untuk menetap di Korea. Kuharap kalian bisa maklum jika bahasa Koreanya belum lancar,” terang Donghae yang berdiri di sisi Lynn. Member yang lain hanya dapat mengangguk untuk mengiyakan.

Leetuk mempersilakan Lynn untuk duduk. Sang leader membelalakan matanya ketika menangkap sosok Kyuhyun yang asyik dengan laptop miliknya. Bukannya ikut menyambut kedatangan sepupu Donghae, dia malah asyik memainkan starfcraft.

“Hya, Kyu bisakah kau hentikan permainanmu dan menyapa tamu kita,” mencoba bersabar, itulah yang sedang dilakukan Leetuk. Kyuhyun menegakkan kepalanya dan mengangkat tangan miliknya, “Annyeong, naega Cho Kyuhyun-imida”. Selang beberapa detik Kyuhyun kembali menekuri laptopnya.

Leetuk hanya mendengus sebal, sedangkan member lain yang sudah hafal dengan kelakuan magnae mereka tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepala. Speechless, lebih tepatnya.

Lynn sedikit memiringkan kepalanya, bukan karena terkesan dengan sikap Kyuhyun, melainkan karena bunyi yang dikeluarkan dari laptop Kyuhyun. Sound effect yang tak asing ditelinganya.

“Starcraft, isn’t it?” Lynn menambah kadar heran dalam mimik wajahnya. Kyuhyun yang mendengar hanya bergumam untuk menjawab pertanyaan sang gadis.

“Starcraft, are you kidding me, Kyuhyun-ssi?” tak ragu lagi sang gadis menampakkan raut keheranan. Meski tak melihat wajah sang gadis, Kyuhyun menangkap nada keheranan pada perkataan Lynn.

Segera di-pause game miliknya karena dia penasaran, jangan-jangan gadis ini cukup mahir bermain starcraft. Tentu saja dia dengan senang hati mengajak gadis yang bahkan tidak diketahui namanya tersebut untuk berduel. Mencari lawan seimbang tentunya.

“Kenapa? Kau mahir memainkannya?  Mau berduel?” ucap Kyuhyun datar. “Oh come on, Boy. It is just a children game. Dan pria seumuranmu masih setia memainkannya? Impossible,” cerocos Lynn yang disambut tatapan maut Kyuhyun.

“Hya, kau bilang apa? Kau bahkan belum tentu bisa mengalahkanku dalam permainan ini,” teriak Kyuhyun tak mau kalah. “Oh, Boy. Bahkan sebelum diedarkan, aku sudah meriview game tersebut,” remeh Lynn.

“Aku bisa menerobos pertahanan game tersebut dan meloncat level. It’s too easy to do, Mr. Cho,” ungkap Lynn lagi. Member Suju yang lain malah bergidik ngeri melihat pertengkaran Lynn dengan magnae mereka.

“Kau sedang meracau miss?” balik Kyuhyun meremehkan. “Meracau? Kurasa kata itu tidak tepat kau lontarkan karena akulah developer starcraft,” sombong Lynn.

“MWO??” teriak kaget Kyuhyun.

#####

Mulut Kyuhyun sedikit terbuka menunjukkan raut terpukau sebab mendengar ocehan Donghae tentang sepupunya. “Jadi kau mengerti sekarang, kenapa dia bisa mengetahui seluk beluk game itu,” Donghae mengakhiri ceritanya.

“Dia bahkan lebih muda satu tahun dariku. Lulusan ilmu komputer Massachusett Institute Technology. Kenapa kau tak pernah menceritakannya?” nada tak percaya Kyuhyun yang disambut dengan anggukan mantap Donghae. “Pantas saja,” lirih Kyuhyun kemudian.

“Hah, jika kau berminat untuk berguru game. Kurasa dia dengan senang hati menjelaskan penciptaan game padamu,” Donghae terkekeh melihat wajah Kyuhyun. Dia segera beranjak dari duduknya sambil merentangkan tangannya ke udara karena lelah seharian mengantarkan Lynn berbelanja untuk keperluan apartemen barunya.

#####

Donghae bersama seorang dongsaengnya, yang memaksa ikut, memasuki gedung cabang Microsoft di Seoul. Mereka memasuki lobi. Pandangan Donghae menjelajah luasnya lobi kantor tersebut untuk menemukan seseorang.

Donghae melambai pada gadis yang sedang berbincang dengan rekannya. Donghae berjalan mendekat untuk mencapai gadis tersebut. “Annyeong,” sapanya singkat karena dilihatnya sang gadis masih sibuk dengan map di tangannya. Sapaan yang dibalas senyuman oleh gadis.

“Thanks a lot Mr. Kang. Please, hand in this data to me tomorrow morning,” ucap Lynn sambil menyerahkan sebuah map pada lelaki yang di sampingnya. “Ok, Miss. Lee,” angguk tuan Kang untuk pamit dan meminta maaf karena mengganggu waktu istirahat siang gadis tersebut.

“Kajja, Oppa,”. Donghae tersenyum dan mengikuti langkah Lynn. Lynn menolehkan kepalanya ke samping karena merasa seorang mengekor di samping Donghae. “Kau,” tunjuk Lynn pada lelaki yang dengan santai melenggang di sebelah kakaknya.

“Good Afternoon, Miss. Lee,” nada mengejek sang lelaki karena mendapat tatapan aneh Lynn. Lynn menoleh pada kakaknya untuk mendapat penjelasan. Donghae hanya berdeham kecil, “Dia memaksa ikut,”. Sang lelaki hanya mengangkat bahunya cuek.

#####

Lynn menyantap makan siangnya dengan santai sembari berbincang dengan Donghae. Dia mengajak kakaknya tersebut makan siang. Mentraktir sebagai ucapan terima kasih karena Donghae yang selama ini membantu mengurus kepindahannya, sekaligus mengeratkan tali persaudaraan kakak-adik.

Donghae menggusak rambut Lynn pelan karena gemas dengan raut lucu adiknya saat menceritakan keadaan keluarganya di Amerika. Mereka tersenyum bersama dan memperlihatkan sisi kemiripan, walaupun hanya sepupu.

“Ehem,” seorang di samping Donghae berdeham karena merasa tidak diacuhkan. Sedari tadi dia hanya melihat dan mendengarkan celoteh kakak beradik keluarga Lee tersebut.

“Waeyo, Kyuhyun-ah?” Donghae menoleh pada dongsaengnya tersebut. Lynn juga turut memandang Kyuhyun dan menunggu jawaban dari lelaki yang sedari tadi berdiam diri.

“Sudahlah, abaikan saja aku,” nada diplomatis Kyuhyun yang sedikit menyebalkan. “Hya, bukankah kau sendiri yang memaksa ikut. Jadi, tanggung sendiri konsekuensinya jika merasa terabaikan,” balas Donghae sengit.

Lynn menarik ujung bibir kanannya membentuk seringaian dan menggeleng pelan. Dia memang sedikit risih karena waktu pribadi dengan kakak sepupunya terusik dengan kehadiran orang yang masih dianggap asing baginya.

Dering ‘Music of The Sun’ dari iphone Lynn memecah suasana. “Hallo,” Lynn mengangkat telephone-nya tanpa menjauh dari kedua makhluk yang sedang berdebat di depannya.

“Ok, I’ll back soon. Handle it until I come,” Lynn mengakhiri pembicaraannya dan langsung meraih dompetnya. “Oppa, I’ve to go now. I’ll leave you my credit card. Maaf, mentraktirmu dengan cara seperti ini,” Lynn menyerahkan kartu kreditnya pada Donghae.

“Kenapa terburu sekali? Biar aku antar,” Donghae hanya menerima kartu kredit itu. Bukannya dia tak sanggup membayar, tapi saat itu memang tak ada yang bisa dipikirkannya karena ikut merasa panik melihat tingkah Lynn.

“It’s OK, Oppa. Aku bisa sendiri. See you, Oppa,” pamit Lynn. Lynn memutar tubuhnya ke samping meja dan menunduk untuk memberikan kecupan kilas di pipi pada kakaknya tersebut sebelum berjalan cepat meninggalkan pasangan KyuHae.

“Haish, kenapa aku malah menerima kartu kreditnya?” rutuk Donghae yang baru menyadari keadaan. Dia memandang kartu kredit milik Lynn dan meletakkan di dompetnya. Donghae kembali menyantap makanannya tapi segera menoleh karena merasakan tatapan Kyuhyun.

“Wae?” ucap Donghae dengan masih mengangkat garpu dan pisaunya. Kyuhyun hanya memiringkan kepalanya lalu menunjuk pipinya sendiri dengan ujung garpu yang masih dipegangnya. Mencoba memberikan isyarat.

“Waeyo? Apa lipstick Lynn menempel di pipiku?” ucap Donghae yang kemudian meraba pipinya. Donghae merogoh ponsel miliknya yang berada di saku celana dan berkaca pada lcd ponselnya. “Tak ada,” herannya lalu memandang Kyuhyun kembali untuk meminta penjelasan.

“Kenapa dia menciummu dan tidak denganku?” ucap Kyuhyun dengan mendramatisir mimik wajahnya menjadi sendu. Dia kembali mengiris danging stik di hadapnya dan, “Auww”. Pekik Kyuhyun karena jitakan dari Donghae mendarat mulus di kepalanya.

“DIA ITU ADIKKU, CHO KYUHYUN,” teriak Donghae. “Jangan berpikir aneh lagi. Di keluargaku, kami memang melakukan kecupan singkat sebagai tanda kasih sayang sebelum berpisah,” terang Donghae kemudian.

“Sayang sekali aku bukan kakaknya,” Kyuhyun mengunyah daging di mulutnya sehingga menyebabkan kata-katanya tak jelas. “Huah, ingin rasanya menjadi kakaknya,” lanjutnya kemudian yang mendapat tatapan sangar Donghae.

Kyuhyun hanya menunjukkan cengirannya ketika melihat Donghae. “Ah, anni, Hyung. Aku lebih suka menjadi namjacingunya saja. Tak salah jika dia adik seorang Lee Donghae, dia sungguh manis,” seringaian evil khas Kyuhyun terbentuk di bibirnya.

“HYAAA…jangan berani-berani kau,” bentak Donghae.

#####

Kyuhyun terus merajuk dan mengekor Donghae dari belakang. Menjadikan member lain yang melihatnya menatap aneh pada tingkah Kyuhyun. Sangat jarang dijumpai magnae mereka bersikap manis.

“Ayolah, Hyung. Kau kan ada acara, jadi biarkan aku saja. Bukankah aku cukup membantumu,” ucap Kyuhyun untuk kesekian kalinya. Pantang menyerah sampai dia mendapatkan yang dia inginkan.

Donghae meletakkan gelas yang isinya sudah tertegak setengah lebih. Sedikit menimbang dan berpikir. Donghae menghela nafas pelan. “Baiklah. Tapi jangan macam-macam atau kau tahu akibatnya,” telunjuk Donghae terangkat ke udara tepat di depan wajah Kyuhyun.

Senyuman lebar menghias wajah Kyuhyun. Segara ditepis dengan agak kasar telunjuk Donghae yang masih terangkat di udara. “OK, Hyung. Gomawoyo,” serunya kemudian.

“Huh, evilnya kembali saat sudah mendapat yang diinginkan,” rutuk Donghae.

#####

Lynn membukakan pintu apartemennya dan sedikit mengernyit dengan kehadiran tamunya. “What are you doing here?”. Lynn melongok ke belakang bahu lelaki di hadapnya untuk mencari sosok kakaknya. Mungkin kakaknya datang bersama lelaki tersebut lagi.

“Donghae Hyung tidak bersamaku. Jadi bisakah kau membiarkan tamumu masuk?” ucap Kyuhyun yang melihat gelagat Lynn. Lynn membukakan lebar pintunya dan mengedikkan kepalanya pelan.

Setelah dipersilakan duduk, Kyuhyun segera merogoh dompet miliknya dan mengambil sebuah kartu dari dalamnya. Kyuhyun masih menimang kartu tersebut untuk memamerkan pada Lynn. “Ku dengar kau seorang creator game? Bisakah kau berikan game versi terbaru secara cuma-cuma padaku?” ujar Kyuhyun blak-blakan.

Lynn mendengus kesal melihat kelakuan Kyuhyun yang mengajukan permintaan dengan wajah dingingnya. “Kembalikan kartu kreditku,” ucap Lynn sambil menyambar kartu yang dipegang Kyuhyun. Tapi sayangnya, dia kalah cepat.

“Tunggu dulu Miss. Lee. Aku akan mengembalikan ini jika kau memberikan game terbaru,” ucap Kyuhyun dengan penuh kemenangan. Kyuhyun menjaga suaranya agar tetap terdengar ketus agar harga dirinya tak jatuh. Kyuhyun malah mengulurkan sebuah flash disk pada Lynn.

Karena kesal, Lynn berdirii dan menuju ke ruangan kerjanya. Tak ada gunanya berdebat dengan maniak game tersebut. Setidaknya ada puluhan game anak yang bisa diberikannya. Lynn tersenyum kecil karena ide jahilnya.

Tanpa Lynn sadari, Kyuhyun mengekornya di belakang. “Hua, ruangan ini lumayan menkjubkan,” seru Kyuhyun yang mengagetkan Lynn.

Ruangan berukuran 4 x 4 yang dilengkapi dengan rak-rak buku dan meja kerja. Sebuah PC lengkap dengan 2 printer terletak di salah satu meja, sedangkan laptop yang dalam keadaan menyala juga terletak di meja di samping PC. Dua buah loudspeaker besar tertata apik di sudut ruangan. Belum cukup juga, Lcd besar berada di pinggir kiri dari meja kerja.

Lynn memang membutuhkan semua gadget canggih tersebut untuk pekerjaannya. “Apa yang kau lakukan? Keluar dari sini dan tunggu di luar,” perintah Lynn karena tidak senang jika orang lain mengacak-acak ruang kerjanya.

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya lalu berjalan memutar dan dengan santainya duduk di satu-satunya kursi kerja. Lynn yang sedang berdiri di sampingnya hanya speechless.

Kyuhyun memutar kursinya menghadap PC dan berbinar karena melihat puluhan game yang diincarnya terpampang jelas di explorer PC tersebut. Langsung direbutnya mouse yang masih dipegang Lynn.

“Hya, jangan sembarangan,” teriak Lynn. “Biarkan aku mengcopy game ini. Lalu kuberikan credit card-mu. Mudah bukan?” ucap Kyuhyun tak acuh.

Lynn mengepalkan tangannya menahan diri untuk tidak melempar lelaki di hadapnya ke Samudra Atlantik. Demi kartu kredit tersebut, Lynn membiarkan Kyuhyun mengcopy gamenya. Setidaknya dia hanya bersabar sampai Kyuhyun selesai mengcopy game.

Lynn berjalan menuju sofa di tengah ruangannya. Merebahkan diri dan masih mendengus kesal pada Kyuhyun. Gadis tersebut merutuki kakak sepupunya yang dengan mudah mempercayakan credit cardnya pada Kyuhyun.

Diperhatikannya lelaki yang sedang asyik dengan PC-nya. “Ada juga gamer seumurannya yang masih addicted dengan game anak,” batinnya. Tanpa Lynn sadari sebuah awal permasalahan muncul dari ulah lelaki tersebut.

#####

Hari ini adalah minggu. Waktu yang menyenangkan untuk dihabiskan bersama keluarga, tetapi karena keluarga Lynn berada jauh di Amerika, dia hanya merasakan kesepian. Yah, meski Lynn keturunan German tapi keluarganya telah menetap di Amerika. Walaupun cukup dekat jarak apartemennya dengan Donghae, namun Lynn tak yakin jika kakaknya tersebut tidak sibuk.

Lynn membuka gorden di jendela ruang tengah apartemennya. Berjalan menuju balkon dan menikmati udara pagi di Minggunya yang tenang. Pandangannya menjelajah pada hamparan kota Seoul di hadapnya.

Sampai suara dering iphone miliknya mengganggu kegiatannya. Lynn segera berjalan masuk dan mengambil iphone di meja tamu.

“Hallo,”

“Morning, Sweetheart,”

Lynn tersenyum mendapati panggilan sayang untuknya.

“Ada apa Oppa? Pagi-pagi sudah merindukanku, huh?”

Terdengar kekehan dari seberang sambungan.

“Tentu, Sweetheart. Maaf, karena kemarin aku meminta Kyuhyun mengembalikan kartu kreditmu,”

Lynn mendengus kesal mengingat kejadian yang kemarin. Sebenarnya dia sangat marah pada kakaknya tersebut, tapi mendengar sapaan sayang dari Donghae serta merta meluluhkan amarahnya. Lynn paling tidak bisa marah dengan kakak sepupunya satu ini.

“Hari ini aku tidak ada jadwal. Datanglah ke dorm, aku akan mengajakmu jalan-jalan,”

“Really? Of course I will be there as soon as possible,” jawab Lynn dengan sangat antusias.

Baru saja dia merasa bingung dengan apa yang akan dilakukannya di hari libur tersebut, kakaknya mengajak jalan-jalan. Sungguh rasanya tidak sabar untuk segera sampai ke dorm kakak kesayangannya tersebut.

“Hmm, sampai nanti, Sweetheart,” ucap Donghae untuk mengakhiri pembicaraannya.

#####

Lynn telah berada di depan dorm suju dengan pakaian santainya. Bersiap untuk menekan bel pada saat pintu terbuka. “Oppa,” sapa riang Lynn melihat Donghae yang membukakan pintu.

Tetapi sepertinya kenyataan pahit harus diterima Lynn. Donghae bersama managernya tengah terburu-buru untuk pergi. Donghae menatap dengan perasaan bersalah pada gadis di depannya.

“I’m really sorry, Lynn,” ucap Donghae. Sang manager menepuk pelan pundak Donghae dan mengisyaratkan agar Donghae bergegas. “Ada pemotretan susulan karena kemarin beberapa design terlewat. Hanya akan menghabiskan waktu sebentar. Janji aku kembali secepatnya,”.

Lynn memberangut mendengar penuturan kakaknya. Menunjukkan wajah kecewanya sebagai tanda manja pada Donghae. Sungguh kesal karena rencana hang-out nya terganggu.

Donghae mengelus puncak kepala Lynn pelan. “Kyuhyun-nie,” teriak Donghae disusul kepala yang tersembul dari balik tembok. “Tunggulah di dorm saja, ada Kyuhyun di dalam,” ucap Donghae pada Lynn. “Jaga adikku dan jangan macam-macam,” teriak Donghae lagi untuk Kyuhyun.

“Ok, Hyung, dengan senang hati,” jawab asal Kyuhyun yang berjalan mendekat ke arah pintu masuk. Lynn terbengong, bagaimana mungkin sang kakak menitipkannya pada lelaki yang membuatnya jengkel kemarin. Lagipula dia bukan lagi gadis kecil Donghae yang akan menangis jika Donghae meninggalkannya.

“Aku pergi dulu, Sweetheart,” Donghae memberi kecupan pada pipi Lynn dan berlalu. Lynn memandang punggung Donghae masih dengan wajah cemberutnya. Menandakan dia benar-benar tidak rela jika kakaknya pergi dan meninggalkan dirinya sendiri di dorm dengan seorang evil.

“Kalian ini kakak-adik atau kekasih sih, membuatku iri saja” sahut Kyuhyun melihat kedekatan Donghae-Lynn. Ucapan yang disambut dengan tatapan membunuh dari Lynn. “Ok-Ok, masuklah,” Kyuhyun mengangkat bahunya cuek dan menyilakan Lynn masuk.

#####

Kyuhyun sudah kembali dengan dunia gamenya, sedangkan Lynn tenggelam dalam dunia maya. Mereka duduk di ruang santai, Kyuhyun duduk di lantai dan asyik memencet joystick-nya dan Lynn duduk di sofa belakang Kyuhyun lengkap dengan ipad-nya. Diam, hanya suara dari sound effect game yang dimainkan Kyuhyun yang sedari tadi memecah kebisuan mereka berdua.

Tiba-tiba mengalir alunan music ‘Gee’ yang dipopulerkan oleh sembilan gadis cantik yang tergabung dalam SNSD. Alis Lynn terpaut menatapi layar ipad-nya namun sejenak kemudian tawanya meledak. “What the hell it is,” Lynn menyeka air mata di sudut matanya karena terlampau keras tertawa.

Tawaan yang berhasil mengusik ketenangan Kyuhyun, yang pada akhirnya dia menoleh ke belakang. “Hya, bisakah kau tidak berisik? Aku sedang berkonsentrasi,” teriak Kyuhyun setelah sebelumnya dia mem-pause gamenya.

Lynn masih terkekeh sembari memegang perutnya. Di tekannya tombol pause di video youtube yang sedang ditontonnya. Lynn menegakkan badannya dan menetralisir dirinya dari rasa tergelitik untuk tertawa.

“Mr. Cho, I suggest you never ever doing like this again,” Lynn mengangkat ipad-nya dan menghadapkan pada Kyuhyun. Terpampang wajah Kyuhyun lengkap dengan wig ala dandanan perempuan saat menyanyikan ‘Gee’ di Super Show 2.

“HYAA…” teriak Kyuhyun yang membahana. “Haish, aku mau melakukan hal memalukan seperti itu karna tututan professional,” pembelaan Kyuhyun yang menyembunyikan rona merah wajahnya karena malu.

“Really? but I watched that you enjoyed it,” ejek Lynn sambil kembali menekan tombol play. Kembali suara Kyuhyun mengalun untuk menyanyikan ‘Gee’ disambut gelak tawa Lynn. Sungguh menggelikan, bagaimana bisa lelaki angkuh di hadapannya itu berdandan seperti itu.

“HYAAA…hentikan menonton itu,” Kyuhyun segera bangkit dari duduknya. Dia segera menyambar ipad Lynn dan menekan close untuk web youtube yang sedang dibuka Lynn. Mata Kyuhyun membulat ketika melihat downloader melakukan loading untuk mengunduh video tersebut.

“What are you doing,” pekik Lynn yang langsung berdiri untuk merebut kembali ipad-nya. Dia menggapai-gapai ipad yang ditinggikan Kyuhyun dengan tangan kanannya. Tentu saja Lynn kalah tinggi dengan lelaki tersebut, dia meloncat-loncat kecil untuk meraih gadgetnya.

Kyuhyun masih asyik menjauhkan gadget sialan yang telah meruntuhkan image-nya tersebut. Walaupun, dia sudah menutup youtube, namun dia belum berhasil membatalkan downloader-nya untuk mengunduh video memalukan itu.

#####

Karena asyik berebut ipad, kaki Kyuhyun tergelincir joystick yang tergeletak di lantai. Spontan, tangan Kyuhun menggapai apa pun di hadapnya, berharap dia dapat menyeimbangkan badannya. Namun, sia-sia saja karena yang digapainya adalah tangan mungil dari seorang gadis.

Tidak bisa menahan bobot Kyuhyun, sang gadis ikut terjatuh mulus. Bedanya jika Kyuhyun meringis karena punggung belakangnya membentur kerasnya lantai, sang gadis hanya mendarat di badan Kyuhyun. “Aww,” pekik keras Kyuhyun.

Barang yang diperebutkan terhimpit diantara tubuh mereka berdua. Setelah menyadari kejadian dan keadaan, sang gadis segera menegakkan kepalanya. Bukannya bangun dari posisi yang tidak mengenakkan tersebut, dia malah berteriak histeris.

“Arrghh…What on earth,” pekiknya. Segera dia menarik ipad miliknya dan menekan tobol power untuk memastikan bahwa gadgetnya tidak rusak. “How could this,” racaunya karena tidak sabar menunggu start-up ipadnya.

“Fuhh,” gadis ini bisa bernafas lega karena ipad nya masih berfungsi baik. Dia sibuk membuka fitur-fitur dalam ipad nya untuk memastikan lagi. “Aww,” kini giliran sang gadis yang memekik karena sebuah jitakan mendarat tepat di kepalanya.

Tanpa rasa bersalah, gadis tersebut mengusap kepalanya dengan sebelah tangan, sedangkan tangannya yang lain mengangkat ipadnya agak tinggi. “Why the hell did you knock my head?” sungutnya tepat di depan wajah Kyuhyun.

“LYYYNNN…” teriak Kyuhyun yang menggema di seluruh ruangan. Bagaimana tidak kesal, jika gadis tersebut dengan entengnya mengecek ipad padahal posisi mereka belum bergeming dari semenjak terjatuh tadi. Sungguh Kyuhyun menahan sakit di punggungnya, masih juga Lynn, gadis yang menimpanya, tidak segera bangun dari atas tubuhnya.

Lynn segera bangun dan memposisikan duduk setelah mendengar teriakan Kyuhyun. “Huh, it was your fault,” ucap Lynn enteng sembari kembali memainkan ipadnya.

“Kau,” geram Kyuhyun yang bangun dan mengelus punggungnya. Diliriknya Lynn yang masih tidak mempedulikan keadaan dirinya. Sebal, jelas itulah yang dirasakannya. Tetapi, bukan Kyuhyun jika dia tidak bisa membalikkan keadaan.

Seringaian menghias wajah tampannya. Dicondongkan badannya pada Lynn, dan tidak mendapat respon dari gadis tersebut, belum tepatnya. “Kau, jangan-jangan mengambil keuntungan dari posisi jatuh kita tadi, benarkan?” goda Kyuhyun.

“What the-,” kaget Lynn. Lynn langsung memalingkan mukanya dan sekarang disesalinya karena wajah Kyuhyun hanya terpaut beberapa centi di sampingnya. Refleks, dia memundurkan wajahnya.

“Oh, come on, Baby. Kau pasti menikmatinya,” goda Kyuhyun lagi. “Apa yang harus kunikmati,” gagap Lynn yang dirutukinya dalam hati. Kenapa dalam keadaan seperti ini nada sombongnya menghilang.

“Ah, benarkah, Lynn,” Kyuhyun mendekatkan wajahnya sehingga ujung hidung mereka bersentuhan. Dan sungguh konyol, ketika Lynn merasakan detak jantungnya mulai menghentak-hentak tak karuan. Tangannya mencengkeram kuat ipad yang dipegangnya.

“Kau, jauhkan wajahmu,” ucap Lynn dengan bergetar. Nada bicara yang tak luput dari pendengaran Kyuhyun dan semakin membuatnya ingin menggoda gadis tersebut. Kyuhyun malah semakin merapatkan hidungnya pada Lynn.

“Kalau aku tak mau bagaimana?” bisik Kyuhyun. Tepat sebelum Kyuhyun memiringkan kepalanya dan mengecap kilas bibir Lynn. Bahkan awalnya dia hanya ingin memberikan ‘mischievous kiss’, tapi ketika bibirnya menyentuh permukaan bibir Lynn, ada perasaan addicted padanya. Seakan dia tidak ingin melepas ciumannya.

Agak lama dia menempelkan bibirnya di bibir Lynn, sebelum akhirnya mencium lembut gadis tersebut. Dipejamkan matanya dan menikmati sensasi atas ciumannya sendiri. Tangannya mengusap pelan pipi Lynn.

Lynn yang pada awalnya membelalakkan matanya karena perlakuan Kyuhyun, malah berakhir dengan ikut menikmati ciuman tersebut. Gila, ya sungguh. Bahkan jantungnya serasa akan melompat dari dadanya. Dan ribuan kupu-kupu menggelitik perutnya.

“Adelynn, aku da-,” teriakan seseorang secara tiba-tiba menyeruak dalam ruangan. Serta merta Kyuhyun melepaskan ciumannya karena kaget dengan interupsi tersebut. Dia mencari sumber suara.

“HYAA…” bentak suara itu lagi. “Kau, apa yang kau lakukan pada adikku, Evil magnae,” sang pemilik suara segera melangkah dan menarik Lynn berdiri. Memposisikan Lynn secara protektif di belakang punggungnya.

“Aku tak melakukan apa-apa, Hyung,” jawab Kyuhyun enteng walaupun sebenarnya dia masih kesulitan mengatur debaran jantungnya. Efek dari ciuman dan kaget yang menjadi satu.

“Kau jelas-jelas menciumnya. Kau bilang tak melakukan apa-apa,” bentak Donghae kembali. Lynn yang merasa risih dengan kata-kata kakaknya tersebut hanya menarik-narik kaos Donghae dari belakang. Berharap sang kakak menghentikan omelannya.

Bukannya Lynn tidak senang karena kakak sepupunya tersebut membelanya, bahkan kalau perlu Lynn ingin kakaknya tersebut menghajar laki-laki yang dengan seenaknya menciumnya. Tapi, dia sungguh malu dengan kata ‘menciumnya’ yang dilontarkan Donghae.

Tanpa berpikir lagi, Lynn menarik tangan Donghae agar menjauh dari Kyuhyun sebelum perang dunia ke tiga pecah. Diseretnya Donghae dengan sekuat tenaga ke arah ruang makan.

“I’m OK, Oppa. It was just a misunderstanding,” terang Lynn yang masih melihat kilatan amarah di wajah Donghae. Sang kakak hanya mendengus lalu mengambil tissue di atas meja makan. Disapukannya tissue tersebut di bibir Lynn, sepertinya dia benar-benar tidak rela atas ciuman tadi.

“Kesalahpahaman bagaimana? Aku tidak melihat adanya keganjilan,” cerocos Donghae. “Oh come on, Oppa. Kami tadi terjatuh dan menyebabkan kejadian yang tidak mengenakkan tadi,” Lynn tidak mengatakan kejadian bahwa Kyuhyun menggodanya. Bisa-bisa keselamatan magnae itu terancam karena Donghae pasti tidak segan-segan mencincangnya.

#####

“Cih, kenapa Hyung berlebihan sekali. Bukannya adiknya beruntung mendapat ciuman dari seorang Cho Kyuhyun,” bisik Kyuhyun yang ternyata mengekor di belakang Donghae dan melihat Donghae mengelap bibir Lynn. Kyuhyun menghentakkan kakinya kesal, entah mengapa dia merasa sangat kesal.

Kyuhyun menggerutu kenapa dengan mudahnya dia mencium gadis yang baru seminggu lalu dikenalnya itu. berdekatan dengan gadis itu seakan membuat tubuhnya tak terkontrol. Sepertinya, neuron-neuron di sistem sarafnya bekerja tidak atas kendali otaknya.

Melihat mata Lynn dari jarak sedekat itu, membuatnya merasa tersihir. Dua bola mata bulat bewarna biru dengan bulu mata lentik yang menghiasinya. Sangat jarang bagi ras Korea memiliki mata bewarna biru seperti milik Lynn. Sorot mata yang terpancar darinya juga sangat indah.

Di sisi lain, dia juga menikmati ciuman itu. Merasakan kehangatan menyebar dalam dirinya. Stimulus yang diperoleh dari menyentuh gadis itu menghasilkan impuls listrik yang mengacaukan kendali otak atas tubuhnya.

Kyuhyun kembali menghentakkan kakinya. “Argghh…aku tak tahu,” dia mengacak kesal rambut warna gold miliknya.

#####

Dengan penuh keseriusan Lynn bekerja di belakang PC miliknya di kantor. Seseorang menginterupsi konsentrasinya dengan ketukan kecil di pintu. Menjadikan tiga orang yang bekerja di satu ruangan tersebut menoleh.

“Miss. AdeLynn Lee, bisakah kau ikut aku ke ruang rapat,” sahut tuan Kang dari ambang pintu. Ketegangan terpancar jelas dari wajah khas korea-nya.

#####

“How could this happen, Miss. Lee?” geram manager bagian Penemuan dan Pengembangan tersebut. Gurat-gurat amarah tercetak jelas di wajah tampannya. Umur yang masih di angka 20-an tidak menyurutkan kreatifitas manager muda tersebut.

“Sorry, Joon-ssi. I didn’t realize when it was happen,” bela Lynn. Gadis ini sebenarnya akan mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab penuh jika memang terbukti bersalah. Tapi, dalam kasus ini, Lynn tak tahu menahu.

“Kau bisa mengecek tanggal dan waktunya, Miss. Lee, karena kebocoran itu dari servermu. Kami melakukan pelacakan dan sangat terkejut dengan alamat IP yang kami dapat,” sesal Joon dengan tampak frustasi.

“Vista memang produk yang sedikit mengalami cacat. Walaupun sebagian khalayak telah mengetahuinya, tapi tidak dengan kenyataan bahwa file algoritmanya bocor dan meluas melalui internet. Kau seharusnya mempelajari dan memperbaiki kelemahan tersebut, bukan membocorkannya,” sentak Joon kemudian.

Lynn membaca dan menekuni lembar-lembar yang tersodor padanya. Mencoba menarik benang merah atas kesalahan fatal yang diperbuatnya. “I’m really sorry. I’ll take responsible to overcome this,”.

“Aku telah memblokir beberapa situs yang mengunduh file ini untuk mencegah penyebarannya. Beberapa situs tidak mau bekerja sama dan memilih menggembor-gemborkan masalah ini. Daftar situs tersebut ada di map yang kau baca. Lakukan pemblokiran pada mereka, lumpuhkan sejenak situsnya kalau perlu,” Joon mengakhiri meeting kecilnya dan beranjak dari duduk.

#####

Sungmin menatap heran pada couplenya. Dia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Kyuhyun. “Kau tidak apa-apa?”. Sungmin menyenggol lengan Kyuhyun dengan agak keras. Berharap dongsaegnya merespon.

Kyuhyun hanya sedikit tersentak saat merasakan seseorang menyenggolnya. “Waeyo, Hyung?”. Ditatapnya Sungmin dengan penuh tanda Tanya.

“Tak biasanya kau bermain PS dengan tersenyum seperti itu. Kau malah terlihat mengerikan,” komentar Sungmin. Beberapa saat lalu, Sungmin mondar-mandir di depan Kyuhyun untuk mengecek kesadaran Kyuhyun.

“Ish, kau tak tahu kalau dongsaeng kesayanganmu ini sedang senang,” jawab Kyuhyun enteng. Sebenarnya dari tadi dia mengingat betapa bodoh kelakuannya saat bersama Lynn. Membuatnya terus tersenyum saat mengingatnya.

#####

Lynn memasuki apartemennya dengan terburu-buru. Segera dia berlari ke ruang kerjanya dan menyalakan PC miliknya. Hentakan-hentakan kecil kakinya menandakan ketidaksabaran.

Lynn mengecek history dan cookies dari browsernya. Ditelusuri data yang terpampang di lcd PC-nya. “Oh my gosh,” desisnya saat menyadari kesalahannya.

Terekam jelas kesamaan waktu bocornya file milik Microsoft dengan waktu penggunaan PC-nya oleh seseorang. Kesalahan tidak sengaja sebenarnya. Lynn yakin seorang tersebut tak tahu menahu mengenai algoritma rumit milik Microsoft.

Namun, karena ulahnya membuka portal sambungan internet untuk melakukan game online, secara tak sengaja menghubungkan dan mengaktifkan aplikasi rahasia milik Vista. Lynn mengusap wajahnya frustasi. Menyesali kecerobohannya karena membiarkan orang itu menyentuh PC nya.

“Arrgghh, CHO KYUHYUUUN,”.

 

TBC.

Note: This ff dedicated to my lil sist who talks and grumbles about Kyuhyun all over time.

Ini hasil pikiran galau karena lihat para member suju meruntuhkan image cool nya dengan menari dan menyanyi Gee di Super Show 2. Oh my, coba cek aj. Sang leader paling gak karuan dandannya. Q mpe cekakak-cekikik gaje gara2 penampilan mereka.

Buat Admin (Selly dan Serli), thanks a lot for sharing my ff. Sorry, if it’s fail. Buat Reader: thanks you so much for reading.

9 thoughts on “Trapped in Love with Game 1

  1. wahh, jadi penasaran gimana kelanjutannya.. :)
    btw, author, di tulisan ‘length’ tertulis ‘oneshot’, tetapi ini TBC, bukankah ini jadi seperti Chapter/Part?? @_@
    menurutku, diksi nya lumayan..
    cuman, ketika ada kalimat yg menunjukkan bahwa itu adalah sebuah pertanyaan, malah diberi tanda ‘koma’ bukan tanda ‘tanya’..
    hmm, ide nya cukup bagus, dan terlihat sekali tipe-tipe seorang gamer.. =))
    cuman ada satu kalimat >> “Arrgghh, CHO KYUHYUUUN,”.
    itu seharusnya tertulis seperti ini >> “Arrgghh, CHO KYUHYUUUN!!”
    sehabis penulisan kalimat untuk dialog, tanda baca itu sangat berpengaruh untuk kalimatnya.. jadi jangan sampai salah menulis tanda baca..

    hmm, nice story keep writing.. :)

  2. wooow seru nih ff nyaa…
    kyanya author suka game juga… *sok tau
    abisnya critanya seolah nyata
    pokoknya aq suka..
    lanjut thooorr

  3. wow..
    Akhirnya evil maknae menemukan pasangan yg cocok, pasti dia seneng bgt dkt2 sm lynn soalnya dpt game gratis..
    Hehe..
    Kyu, kau sgt terlalu.. Masa udh dikasih game grtsn mlh bkn masalah..
    Bener2 ni orang..
    Ckck.. :(
    Chingu, part2 kpn nongolnya?
    Soalnya senin udah UN tkt g bs baca ff..
    Fighting ya..

    Jia Jung

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s