Cause You Look Like Her

Title : Cause you look like her

Author : @tium_ara a.k.a Siwonara a.k.a Tium a.k.a. El_fara

Main Cast : Eunhyuk! Jessica Kim (fiction) Jessica Jung (SNSD)

Support Cast : anggota SNSD deh sama Super Junior

Rating : PG 13?

Genre : Love/Friends│Super Junior│SNSD/Girls Generation│Eunhyuk│Jessica│oneshoot

Warning! : tentang cinta, cinta dan persahabatan. Gak ada yang patut dicurigakan!

Ps : ini adalah FF sedih dan happy ending. Gak papa deh aku kasih tau alurnya. O ya, salam kenal ya! Semoga kalian suka posting ini

Disclaim : mungkin gak cukup menarik, tapi kalau ada yang mau copy comment dulu, ya atau mention @tium_ara dan tulis wall FB Tiara Umbari

 

I don’t know how to live without you.

I don’t know how to breath in life.

tell myself I’d stop everyday knowing that I won’t

Because of you Because of you

.

Sekali lagi Hyuk Jae menghela napas berat. ia terlalu lelah hari ini sehingga ia berilusi kalau Jessica ada di sebelahnya, berjalan mengikutinya daritadi.

Sekarang ia menggelengkan kepala keras-keras. Mencoba mengusir sosok Jessica yang sedang menari riang di sebelahnya sambil mencoba mensejajarkan langkah seorang Hyuk Jae. Dan seketika itu juga sosok riang Jessica itu hilang.

Dan Hyuk Jae pun melanjutkan langkahnya pulang ke rumah.

~flashback 1 tahun~

“annyeong Jessica!” sapa Hyuk Jae riang saat melihat kekasihnya sedang menunggunya di taman seperti biasa.

“ah, annyeong Hyuk oppa!” balas Jessica kaget. Entah apa yang sedang dilamunkannya tadi sehingga ia terkejut mendengar sapaan pacarnya.

“bogoshipo!!” manja Hyuk Jae sambil mencoba memeluk Jessica. Jessica yang masih kaget sempat menghindar dengan mundur sedikit dari tempat ia duduk, tapi akhirnya ia membiarkan Hyuk memeluk badannya sambil duduk tanpa membalas pelukan Hyuk.

“kenapa semakin lama kamu semakin kurus, eh?” tanya Hyuk yang menyadari bahwa kekasihnya terlihat lebih kecil dibanding saat bertemu terakhir minggu lalu.

Jessica tersenyum. “ani. I’m fine.” Sekarang terlihat jelas bahwa Jessica pucat seperti kelelahan dengan kantung mata yang disamarkan. Ingin Hyuk Jae meminta penjelasan dengan kantung mata yang dimiliki Jessica, tapi melihat Jessica tersenyum membuat Hyuk sedikit lega. Dan rasa lelahnya pun hilang.

Eunhyuk memang sedang dalam tahap menuju menjadi artis sekarang. Ia sedang menjadi trainee di SM Ent yang terkenal di Korea. Kemampuan menarinya membuatnya diterima di suatu kompetisi. Itu yang membuat Hyuk dan Jessica tidak bisa berpacaran seperti pasangan remaja lain yang bertemu setiap hari dan kencan di tempat-tempat kencan biasa seperti bioskop atau café setiap bertemu.

Mereka hanya bisa menatap bintang di langit di sebuah taman kota bersama keluarga-keluarga muda lainnya setiap mereka bertemu. Itu karena Hyuk Jae yang terlalu sibuk dan sangat kelelahan tiap ketemuan dan mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu bertemu dengan berbincang dan bercanda ria berdua lama-lama tanpa diganggu.

“Jessica, kau dingin sekali.” Komentar Hyuk Jae perhatian.

“hmm..” Jessica hanya bergumam sambil tersenyum memberitahu bahwa ia memang merasakan hal itu. Ia kedinginan, tapi tidak cukup dingin untuk membuatnya menggigil atau menggosok-gosokkan tangannya kasar-kasar karena ada sebuah sinar penghangat di sebelahnya.

“aku akan belikan kopi. Kau tunggu sini, jangan kemana-mana!”suruh Hyuk Jae lalu menatap Jessica untuk memastikan cewek itu berjanji.

“yaksok!” Jessica berjanji. Itu membuat Hyuk Jae puas dan akhirnya ia berlari mencari mesin pembuat kopi.

“kenapa rasa sakit ini datang sekarang?” keluh Jessica sambil memegangi kepalanya dan mencoba menghilangkan rasa sakit dengan bersandar di kursi taman.

“Hyuk oppa.. Aku tidak bisa, tidak bisa.. ke-..hi…la..ngan..mu…” ucap Jessica tidak jelas. Seketika itu juga ia tubuhnya semakin berguncang hebat menahan rasa sakit dan ia pun jatuh lemas di atas kursi taman. Ia pingsan.

♡♡♡

Jessica menggoyangkan tubuhnya mencoba untuk membuka mata. Namun kepalanya yang sakit membuatnya hanya terlihat menggerakkan tangan.

“ah, Jessica-ah, kau sudah bangun?”

Itu suara Hyuk Jae oppa. Jessica senang sekali mendengarnya. Ia senang mendengar suara Hyuk saat ia bangun tidur.

“ne oppa. Aku dimana?” tanya Jessica setelah melihat seluruh ruangan. Pandangannya terhenti saat melihat wajah namja rupawan bak monyet tampan sedang tertunduk lesu.

“Jessica, mian.. Aku baru tau sekarang. Aku bukan namjachingu yang baik untukmu.” Hyuk Jae menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Jessica tetapi menggenggam penuh kasih tangan Jessica itu.

Sesaat Jessica mengerutkan kening—tidak mengerti—tapi kemudian ia tersenyum manis. Malah terlihat seperti ia yang ingin minta maaf.

“ani oppa. Mianhamnida aku belum memberitahumu. Aku tidak ingin kau terbebani. Aku masih baik baik saja kok.” Jessica berbicara meyakinkan Hyuk Jae. Tapi kali ini Hyuk tidak merasa lebih baik mendengar penjelasan Jessica.

“penyakitmu tidak main main, Jessica-ssi! Kenapa kau masih santai-santai saja, hah?! Aku sangat menghawatirkanmu sekarang! Kau tidak memberitahuku dari awal. Kenapa? Kenapa?” Hyuk bangkit dan berteriak dengan geram. Jessica merasa sedikit takut melihat Hyuk yang marah-marah karna mengkhawatirkan dirinya. Ia tidak pernah melihat Hyuk seperti ini. Terlihat sangat emosi dan khawatir. Memang, sejak dulu Hyuk sangat perhatian padanya, malah bisa dibilang over karna dari dulu kondisi badan Jessica sangat lemah dan mudah capek. Tapi saat Hyuk diterima menjadi trainee, Hyuk tidak memberi perhatian seketat dulu pada Jessica karna Hyuk kurang punya waktu untuk mengawasi Jessica setiap waktu.

Tapi sekarang, terlihat sekali kalau Hyuk menyesali kelonggaran perhatian yang ia berikan pada Jessica semenjak menjadi trainee, ia tidak menyangka ternyata Jessica menderita penyakit parah.. Kanker otak.. Stadium 2..

“oppa, jangan membuatku sedih dengan sikapmu.” Perlahan Jessica terisak menahan tangis. Hyuk memandangnya putus asa. Ia bingung dengan dirinya sendiri, harus bagaimanakah dia?

“aku akan pergi Singapur untuk berobat..” Jessica berkata pelan. Hyuk langsung melotot mendengarnya dan mengambil tempat lagi di bangku di sebelah ranjang Jessica.

“baik baik lah kau jadi trainee. Aku selalu mendukungmu dan kuharap kau selalu mendukungku disana. Aku pasti akan kembali oppa. Meskipun bukan dengan wujud seorang Jessica Kim.” Hyuk langsung menolak. Ia tidak bisa bernapas tanpa Jessica Kim di dekatnya.

“jangan Jessica… aku tidak bisa tanpamu!” Hyuk berteriak lalu tiba-tiba 2 perawat menariknya keluar. Ternyata mereka suruhan orangtua Jessica agar Hyuk juga tidak terlalu dalam terluka melihat keadaan Jessica.

Sejak saat itu Hyuk merasa ia memang dijauhkan dengan Jessica Kim. Ia mencari semua info tentang Jessica yang selama ini ia ketahui. Tapi ternyata sumber-sumber itu seolah menghilangkan Jessica. Rumah lama Jessica ternyata sudah lama menjadi ruko pertokoan. Malah sebelum kepergian Jessica yang ternyata benar-benar ke Singapura. Kenapa hyuk tidak tahu itu? Ya, jawabannya adalah karna Hyuk lupa sudah berapa bulan ya, ia tidak ke rumah Jessica atau malah menjemput Jessica kencan dari rumahnya.

3 bulan setelah kejadian bahwa ia tahu Jessica menderita kanker otak, Hyuk benar-benar menjadi seorang super idol. Ia menjadi rapper dan dancer utama di sebuah grup berisi 11 namja lain yang memiliki karakter berbeda dengannya. Sekarang namanya Eunhyuk ‘Super Junior’. Kesibukannya sebagai pendatang baru yang sedang naik daun membuatnya sedikit demi sedikit melupakan masalah Jessica.

Keadaan membuatnya bertemu dengan banyak yeoja cantik. Tapi, tetap tidak ada satu pun yang menarik hatinya lebih. Tapi teman-temannya selalu membuatnya tertawa dan tidak meratapi dan memikirkan Jessica. Meskipun dalam hati ia selalu mendoakan Jessica Kim.

Baru saja ia merasakan ketenangan hati dengan selalu membawa nama Jessica di hatinya tanpa harus menyalahkan diri sendiri untuk situasi Jessica sekarang, tapi ternyata tepat 1 bulan yang lalu kakak Jessica Kim, Karel Kim datang ke rumahnya tepat saat ia sedang berlibur.

“annyeonghaseyo Hyuk Jae.” Sapa Karel Kim melihat Hyuk menyambutnya di pagar rumah.

“annyeonghaseyo hyung..” Hyuk langsung membungkuk memberi salam.

“sebenarnya banyak yang ingin aku obrolkan denganmu..” Karel terdengar menggoda Hyuk Jae. Hyuk Jae mencoba merendah. “tapi aku kesini hanya untuk kepentingan menyampaikan ini…” katanya serius lalu memberikan kardus sebesar kardus rice cooker ke Hyuk Jae.

“apa ini hyung?” tanya Hyuk heran.

“dari penggemar setiamu.. sampai ia mati, ia selalu mengagumimu.”

“nugu?”

“Jessica.”

“apa maksud hyung? Sampai mati…?”

“ne, Hyuk. Tubuhnya tidak kuat meskipun hati dan fikirannya hanya terpusat padamu. Penyakit sialan itu merogoti tubuhnya. Berkali ia kehilangan ingatan saat ia bangun tidur di pagi hari tapi yang ia panggil panggil adalah Lee Hyuk Jae.”

“…..”

“berkali ia memutuskan bunuh diri saat kami tidak menjelaskan dimana dan bagaimana kamu. Kami sedih, Hyuk. Tapi sekarang kami mulai merelakannya karna ia adalah milik Tuhan yang Abadi di hati kita semua. Dan kami harap kamu juga seperti kami, mencoba ikhlas.”

“Ikhlas? Aku tidak tahu bagaimana caranya rela kehilangan Jessica, hyung..” pandangan Hyuk kosong. Ia merasa dunia runtuh menghantam tubuhnya. Semua organnya mati. Sakit. Tertekan.

Karel tersenyum mengerti. “ia dimakamkan tanggal 3 bulan kemarin. Belum genap sebulan, Hyuk. Tapi mian kami tidak bisa memakamkannya disini. Semua keluarga Kim tinggal di Singapura ‘merawat’ Jessica agar selalu cantik bertemu denganmu.”

“kenapa begitu jauh, hyung?” Hyuk Jae bertanya sambil menatap Karel.

Tapi Karel hanya tersenyum tulus dan kemudian berbalik pergi. Senyumnya menawan, mirip senyum malaikat Jessica Kim.

Hyuk masuk rumah dengan sempoyongan karna pusing. Ia sedang tidak ingin diganggu sekarang. Ia membuka kotak kardus tadi. Ia merasa membuka semua kenangan indah dengan Jessica. Bahkan bagi mereka berdua pun saat bertengkar adalah kenangan indah karna dengan mereka berteriak-teriak pada pasangan masing-masing, mereka jadi mengerti apa mau pasangannya.

Di kotak itu bertaburan ratusan foto. Fotonya dan foto mereka berdua. Ada kotak CD disini, CD Musik siapa ini? Ah, ternyata itu CD Musik mereka, Super Junior yang kelihatannya dikoleksi oleh Jessica. Foto-foto Hyuk hasil jepretan professional juga dikumpulkan oleh Jessica.

Ada handphone Jessica juga disana, dalam keadaan mati. Hyuk jadi ingat kalau Jessica sangat menyayangi handphonenya sampai ia memberikan nama pada ponsel itu. Namanya Hyuca.. Hyuk Jae dan Jessica Kim.

Ada diary Jessica! Sepertinya ini sudah mulai keriting karena terlalu sering dibuka dan kena air. Dilihatnya ada gambar diri seorang Jessica yang cantik alami di halaman belakang sampulnya. Hyuk tersenyum saat ada foto dirinya sendiri terselip di halaman pertama. Sepertinya ini diary baru. Jessica menulisnya selama di Singapura.

Hyuk mulai membaca satu persatu cerita.

Dear Hyuk oppa, hari ini hari pertama aku les bahasa Inggris. Bahasa Inggrisku parah sekali oppa. Aku tersiksa disini, seperti bicara dengan alien. Selamatkan aku dari sini, oppa..” Hyuk mulai menangis padahal baru cerita pertama. Hh, ia memang cengeng.

Lembar kedua jauh lebih ceria dari cerita pertama

Hyuk, ahaha.. maaf aku kurang sopan dengan tidak memanggilmu oppa. Tapi aku sedang praktek conversation Inggrisku. Disini mereka kurang sopan dengan hanya memanggil nama pada yang lebih tua. Aku janji aku tetap akan memakai budaya Korea pada orang-orang. O ya, guru bahasa Inggrisku ganteng lho.. Seperti oppa yang waktu itu kau kenalkan padaku. Hae oppa kalau tidak salah. Wajahnya tampan sekali dengan rambut coklat spike asli di kepalanya. Teman satu kelasku juga macam-macam. Kebanyakan dari Asia. Tadinya eomma memasukkan aku ke kelas privat, tapi aku tidak mau sendirian. Nanti kebodohanku terlalu kelihatan… kkk. Selamatkan aku dari sini, oppa… Aku menunggumu.” Sesaat tadi Hyuk cemburu saat mengetahui guru Jessica ganteng seperti teman segrupnya kini. Tapi ia langsung tersenyum saat Jessica lagi-lagi membahas kebodohannya dalam Bahasa Inggris. Dan menangis lagi saat melihat kalimat yang juga ada di cerita pertama ditambah “aku menunggumu”

Kenapa Jessica minta diselamatkan? Apakah pengobatannya disana menyakitkan sekali?

Dear Hyuk appa. Haha, aku merasa aku tambah pintar bahasa Inggris sekarang. Now, let’s we talk in English. Do you clever in English, right? Oke, How are you Hyuk brother? I’m fine here.” Hyuk tertawa kecil melihat tulisan Jessica. Sepertinya putri Kim ini menganggap kalau diarynya adalah Hyuk Jae sehingga ia menuliskan berbagai kata yang ingin ia sampaikan pada Hyuk.

Hyuk melanjutkan membaca cerita ketiga.

… nah, cukup. Obrolan yang kubisa hanya sampai segitu. Oppa aku senang disini. Tapi aku tetap saja merasaa aku bisa hidup jika oppa di sampingku selalu. Maaf kalau aku egois. Selamatkan aku dari sini oppa..

Kata-kata “selamatkan aku dari sini oppa..” di setiap cerita Jessica terus ada sampai saat Hyuk debut. Mungkin Jessica tidak mau memberatkan jalan Hyuk? Atau ia sudah senang menetap disana? Malah Jessica memberi selamat dengan tulus pada Hyuk.

oppa, kau sudah debut? Congratulation!! Kau dengan grupmu tampan sekali. Kalian keren dengan lagu debut kalian. Meskipun aku tidak dibolehkan mendengarkan lagu ribut (maaf aku menyebut lagumu dengan lagu berisik) tapi aku selalu curi-curi mendengarkan lagi Twins itu lalu melihat wajahmu di MV itu. Selamat ya oppa, aku janji akan melihat langsung kau tampil.

oppa, aku ingin melihat acara on air mu! Tapi aku tidak dibolehkan ke Korea atau keluar dari rumah sakit kecuali untuk les Bahasa. Aku ingin sekali melihatmu lagi!! Aku merasa mungkin ini kesempatan terakhirku melihatmu langsung entah kenapa.” Hyuk mengerutkan dahi. ‘apa Jessica mulai merasakan waktunya tak lama lagi?’ Hyuk melirik tanggal ditulisnya surat tersebut. 1 minggu sebelum tanggal 3 kematian Jessica.. itu jadwal ia dan Super Junior on air di salah satu stasiun tv.

Hyuk terus membaca sehingga tanpa terasa diary itu sedah habis dibacanya dengan hanya sekali baca. Ada tetes-tetes air mata Jessica di lembar itu.

sekarang tanggal 2. Oppa, semakin lama rasa sakit ini tidak bisa ditahan. Aku berkali bilang pada eomma dan appa kalau aku ini baik-baik saja agar mereka tidak khawatir. Tapi tetap saja tubuhku ini tidak bisa diajak kompromi. Seringkali aku malah pingsan saat aku bilang aku baik-baik saja. Maaf aku membuatmu kecewa dengan tidak bisa lebih kuat lagi. Aku lemah, oppa. Maaf.. jika nanti Tuhan ingin aku kembali padanya, aku harap kau mendoakanku agar masuk Surga dan aku bisa melihat kau dari Surga. Aku mau kau aktif. Kau menjadi member yang paling banyak gerak agar kau tidak memikirkan aku. Kenalkan namaku pada anggota Super Junior sebagai orang yang kau sayangi, ya! O ya, bilang pada Donghae oppa kalau kembarannya di Australia ini baru saja menikah dengan seorang wanita cantik, artis ibu kota. Bagaimana dengan Donghae oppa disana? Kapan menikah? ;) dan untuk Ryewook oppa, aku menyukai wajahnya. Untuk Sungminnie oppa, aku menyukai aegyonya. Pada Siwon oppa, kau sempurna! Tapi biar saja kau tampan seperti malaikat pun Hyuk oppa tetap yang kusayang ^^ untuk Leeteuk oppa, kau keren sebagai leader disana. Untuk Heechul oppa, ah, aku iri pada kecantikan dirimu. Hangkyung oppa, aku tau bagaimana rasanya datang ke negeri orang untuk pertama kalinya. Pasti kau kesulitan di bahasa.. Fighting oppa!! Kangin dan Shindong oppa, badan kalian bagus. Aku suka melihat kalian bulat seperti itu, kkkk. Untuk Kibum oppa, pasti senang ya kau kembali lagi ke kampung halaman, apalagi sebagai artis? Yesung oppa, maaf aku menyebut namamu terakhir. Tapi aku sangat mengagumi suaramu. Sekali kali kau menyanyi untukku ya! Dan untuk member Super Junior ku yang tersayang, Eunhyuk oppa tampan, jaga diri, ya. Aku tidak memaksamu untuk terus mengingatku, tapi aku ingin kau menemukan yang lebih baik dariku..

“aku tidak bisa menemukan yang lebih baik darimu, Jessica. Tidak mungkin bisa.” Hyuk meneteskan air matanya. Tak tahan dengan harapan Jessica untuknya. Bagaimana mungkin Jessica bisa merelakan Hyuk untuk wanita lain yang lebih baik.

‘Ah, ada satu cerita lagi. Apa ini juga ditulis oleh Jessica? Jadi, ini ceritanya menjelang ia menghembuskan napas?’

oppa, semoga kau pernah membaca cerita-ceritaku yang kutulis selama kita dipisahkan Negara. Sebenarnya, ada banyak lagi diary yang kutulis selama aku memendam perasaan padamu. Tapi cukup aku saja yang tahu ya oppa, aku malu. Semoga kau bertemu denganku yang lain. Aku tersenyum senang lho saat menulis ini,” sambil tersenyum getir Hyuk menangis.”

~flashback end~

“Hyung, kau tahu? SM akan merekrut trainee untuk grup Super Junior versi wanita.” Kata Ryewook menyambut wajah murung Hyuk di pintu dorm.

“maksudmu?”

“akan ada sekitar 9 orang wanita yang menjadi girlband baru SMent.” Yang menyahut malah Donghae.

“baru direkrut kan?”

“mungkin beberapa lama lagi akan debut.”

“ooh..”

Semenjak hari itu Hyuk kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Saat waktu senggang lagi-lagi ia memikirkan Jessica Kim. Sampai suatu hari, saat entah sudah berapa tahun Jessica Kim tertidur tenang.

“hyuk, hyuk! SNSD debut! Lagu barunya keren lho.. kau kenal semua membernya? Ada yang namanya seperti cinta pertamamu lho..” kata Leeteuk membuyarkan lamunan Hyuk yang sedang melamunkan Jessica (lagi lagi)

“ah, siapa maksudmu?” hyuk bertanya lama setelah itu. Nah, ternyata yang ditanya pun sudah masuk kamarnya.

***

“Eunhyuk, kau sudah siap?” tanya managernya. Super Junior akan tampil di SBS.

“ne, hyung!” jawab Hyuk semangat.

“oke, kajja!” Hyuk terakhir yang keluar dari ruang tunggu. Tenyata Super Junior berpapasan dengan junior mereka. Girls Generation atau SNSD baru saja membawakan lagu baru mereka. Mereka sedang asyik-asyiknya bercanda lalu langsung menyapa oppa-oppa Super Junior.

“annyeong oppa..” satu persatu mereka membungkukkan badan. Anggota SuJu pun membalas mereka dengan mata terkagum-kagum. Fikiran member Super Junior sama semua saat melihat 9 wanita itu. Cantik.. hanya kata itu yang dapat mereka fikirkan saat melihat fisik Girls Generation secara langsung dan jelas.

Tapi Hyuk terpesona pada anggota SNSD yang termasuk mungil. Saat ia melihat nametag yeoja itu. Deg! Jantungnya langsung berdegup kencang. Jessica.. Entah Hyuk berdebar karna nama wanita ini Jessica atau karna fisik wanita ini yang juga mirip Jessica?

Entah.. tapi semenjak itu Hyuk mencoba mendekati Jessica—bukan Kim—tapi Jung. Sekali lagi Hyuk tidak tahu alasan mengapa Jessica bisa menarik hatinya.

Setiap hari ia jadi memikirkan Jessica Jung saat ia berdoa untuk Jessica Kim. Setiap Super Junior dan SNSD bersama secara tak sadar ia selalu memerhatikan gerak-gerik Jessica.

Ternyata semua itu terlihat oleh member Super Junior lain. Mereka jadi langsung berfikir bahwa Hyuk sudah menemukan ‘The Next Jessica’. Jadi dimulailah pendekatan antara Hyuk dan Jessica Jung oleh para anggota Super Junior.

Sekarang setiap malam Hyuk jadi punya kegiatan baru menggantikan berdiam diri di sudut dorm sambil menangisi Jessica Kim, yaitu adalah menghubungi Jessica Jung. Entah mereka telpon-telponan, chatting, smsan atau malah video call. Kini setiap malam pula dorm Super Junior dipenuhi suara dehaman saat Hyuk mulai mendekati sudut-sudut dorm yang sepi untuk menghubungi Jessica.

~Hyuk POV~

Sekarang aku sudah tidak lagi menangisi Jessica-ku tiap malam. Karna para hyung dan dongsaengku di Super Junior, aku malah jadi dekat dengan personil SNSD yang bernama Jessica.

Entah sejak kapan aku mulai tertarik padanya. Mungkin tanpa sadar aku memerhatikannya tiap kami—Super Junior sedang bersama SNSD sehingga member lain menganggap aku menyukainya. Hmm.. mungkin iya, mungkin tidak. Hanya saja aku merasa aku baru ‘tertarik’ oleh pesona Jessica Jung—atau SNSD—yang sedikit banyak mirip dengan Jessica-ku, Jessica Kim.

Ia manis, imut dan mungkin sedikit dingin. Jessica juga bisa menempatkan diri dimanapun ia berada, seperti Jessica Kim yang pandai menempatkan diri.

Huaah! Aku jadi teringat video call aku dengannya semalam. Dengan nekat aku mengajaknya bertemu sore ini. Apa aku harus memastikan perasaanku padanya, ya? Aissh.. bagaimana ini?! Aku harus pakai baju apa???

“Donghae-ah… Pakaian apa yang pantas untukku?” aku melihat Donghae melewati kamar. Segera saja aku meminta pendapatnya.

“heh? Wae?” sejenak ia terlihat bingung dengan pertanyaanku. “ehm mungkin kau bagus dengan kaus dan hoodie serta jeans. Kau keren dengan pakaian kasual.” Tapi ia langsung menjawab pertanyaanku saat aku ingin membatalkan bertanya padanya karna takut dicurigai.

“ah, gomawo Donghae~ah. Sekarang kau keluar dulu!” haha.. setelah bertanya padanya dan membuatnya masuk kamar aku malah langsung mengusirnya dan lalu mencari kaus terbaikku dan warna hoodie paling cool.

Pilihanku adalah kaus putih dengan sablon unik dan hoodie warna biru tua. Benar kaua Hae, aku lebih bagus dengan pakaian informal seperti ini daripada memakai jas hitam dan celana bahan.

Aku mematut diri di depan kaca. Aku terkekeh karna berfikir bahwa aku ini seperti gadis yang sedang jatuh cinta. Ah, tak apa lah.. aku kan masih muda, jadi masih pantas bergaya seperti ini, bukan?

Hmm.. Jessica, ku harap kau tak kecewa padaku karna aku sepertinya mulai bisa move on saat kau baru saja pergi selama 4 tahun. Tapi aku masih berharap kau juga mendoakanku bersatu dengan wanita yang mirip denganmu ini. Awalnya aku menyukainya karna ia begitu mirip denganmu. Tapi setelah kufikir lagi, bagaimana pun juga tak akan ada wanita yang bisa menyamaimu di hatiku.

Jadi aku menyukainya sebagai wanita yang berbeda darimu. Yang juga bisa merebut perhatian ku. Doakan aku ya, Jessica!

I’m missing you.
And I want you to come and give me your love.
I’m missing you You’ve given me your one last Adios, but now I believe your true mind.
Now I know I’m missing you whole time, Don’t say good bye

 

FIN

Gimana? Bagus gak ceritanya? Semoga cukup bagus ya sehingga kalian suka. Ini adalah FF pertama yang aku selesaikan. Sebenarnya ini bukanlah FF pertamaku.

Dan entah kenapa aku suka sekali Eunhyuk sebagai karakter utama di cerita-cerita yang kubuat. Padahal sejujurnya bias utamaku di Super Junior adalah Siwon. Kkk~~

3 thoughts on “Cause You Look Like Her

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s