Me is Genoid? Part 6 [Arrivals]

Tittle: Me is Genoid…? [part 6 -Arrivals- ]

Author : Viehyun♥

Genre : AU,Fantasy,Romance and friendship

Type: countinue

Rating :PG

Cast :

Cho kyuhyun aka kyuhyun (Marcus)

kim heechul aka Casey

You aka Nam Hyo Ra

lee hyuk jae aka eunhyuk(Spencer)

choi siwon aka siwon (Andrew)

lee donghae aka Aiden

Leeteuk aka Dennis

Lee sungmin aka Vincent

Hangeng aka Joshua

Ryeowook aka Nathan

Yesung aka Jeremy

Support cast :Sunny snsd aka Dirta

cover credit : the original photo doesn’t belong to me, but I edited it as needed

Disclaimer : I only own the plot, the characters are all belong to themselves, do not take it out without permission

SAY NO TO PLAGIAT, AND SAY NO TO BASHING

THIS STORY 100% MY IMAGINATION

Annyeong (>o<)……ketemu lagi sama author, kali ini author usahain cepet hehe khusus buat reader setiaku #plakk. Anggak kerasa dah part 6, tapi apa ceritanya makin seru ? Cuma reader yang tahu jawabannya. Kali ini makin banyak tokoh yang dateng loh, dengan berbagai macam karakter, keahlian dan ketampanan *maksud*..kali ini author dapet inspirasi abis liat info unik di ttiiiitttttt *sensor :gg boleh sebut merk* jadilah inspirasi itu part ini. biar engga penasaran baca aja yach..^^

Ku tatap namja yang baru ku temui hari ini, aku belum tahu nama mereka tapi yang jelas aku tahu mereka bukan manusia, atau mungkin disini hanya aku yang manusia.

“aku Vincent.” Ucap seseorang di sampingku, dan ternyata itu  pria manis yang memakai kemeja putih.

“ah, ne..cheoneun Nam Hyo Ra imnida.” jawabku memperkenalkan diri.

“dan ini Joshua.” Lanjutnya sambil menunjuk pria jangkung yang duduk tepat di hadapan kyuhyun. Pria itu hanya tersenyum sekilas padaku.

“kalau pemimpin kami Dennis mungkin masih berdiskusi dengan eunhyuk.” Lanjut kembali Vincent setelah melihatku yang seperti mencari seseorang.

“perkenalannya mungkin cukup!” kini terdengar suara dari belakang ku dan ternyata itu adalah dennis dan eunhyuk.

“hyung, kau sudah selesai!” ucap Vincent sambil mempersilahkannya duduk di bangku paling ujung yang Nampak seperti bangku untuk pemimpin.

“ne, aku sudah selesai mungkin kita bisa mulai pembagian tugasnya sekarang!” jawab Dennis sambil membuka beberapa kertas.

-ME IS GENOID PART 6, DIMULAI-

Angin berhembus begitu kencang menerpa kain-kain tipis yang terbentang di jendela besar rumah putih itu. tak satupun diantara keenam orang itu yang memperhatikannya. Mereka hanya terpaku pada seorang pria yang duduk di ujung meja panjang itu, pria yang menggenggam beberapa lembar kertas yang cukup buram dan terlihat lusuh. Terdengar beberapa kali hembusan nafas berat dari salah satu keenema orang itu, tepatnya dari seorang pria jangkung yang berambut sedikit ikal kecoklatan, pria itu tak sedikitpun memalingkan wajahnya dari namja yang duduk cukup jauh darinya itu, karena ia tak ingin melewatkan satu katapun yang akan di ucapkan namja yang dipanggilnya Dennis.

“oke, aku akan memberi tugas padakalian, jadi dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya lagi.”ucap namja bernama Denis itu setelah beberapa saat ia terdiam.

Hening tidak ada tanggapan dari namja dan seorang yeoja yang duduk di hadapannya.

“baik aku akan mulai dari  kyuhyun.” Ujar dennis sambil melirik kearah kyuhyun dan kembali menatap kertas yang ada di tangannya. Ada raut tegang di wajah kyuhyun ketika namanya yang dipanggil pertama kali oleh Dennis.

“aku akan menyuruhmu pergi ke sebuah tempat yang akan di tunjukan oleh Joshua, tugasmu disana adalah meminta bantuan dari kaum ELF. Untuk lebih jelasnya akan di jelaskan oleh Joshua saat di perjalanan kalian.” Jelas Dennis yang disertai anggukan dari kyuhyun dan Joshua.

“baik, selanjutnya untuk eunhyuk dan Vincent, kalian ku tugaskan untuk mencari orang yang dapat membantu kita dalam menemukan Heechul.” Ujar Dennis dan di sertai anggukan mengerti dari eunhyuk dan Vincent.

“sedangkan kau nona, kau akan diam disini dengan Siwon. Untuk tetap menjaga rumah ini, hal ini untuk menghindarkan mu dari hal yang tidak diinginkan.” Lanjut Dennis. Tapi ada ketidak setujuan dari wanita yang dipanggilnya nona itu.

“kenapa aku hanya diam dirumah ini, bukankah kalian bilang aku harus membantu kalian.” Pekik wanita itu dengan sedikit geram.

“kau memang harus membantu kami, tapi yang kami butuhkan darimu adalah keselamatan jiwa dan ragamu. Jika kedua hal itu dapat terjaga kau benar-benar telah membantu kami.” Jelas Dennis sambil menatap lembut yeoja yang semula menatapnya geram.

“benar, kami hanya membutuhkan keselamatanmu. Jadi diamlah disini dengan baik.” Ucap kyuhyun menengakan wanita itu. hanya ada anggukan dari yeoja itu untuk membalas perkataan kyuhyun dan Dennis.

“oke, semuanya sudah kubacakan dan tugas ini kita mulai dari menit ini juga.” Ucap Dennis ketika semua orang yang dihadapannya telah setuju dan mengerti.

“tunggu, tugasmu?” tanya kyuhyun tiba-tiba ketika Dennis beranjak dari duduknya.

“aku harus mengurus sesuatu di kampung halamanku, tapi kau jangan khawatir semuanya berhubungan dengan masalah ini.” jawab Dennis tetap diakhiri dengan senyum lembutnya.

Hyora POV

Setelah pria bernama Dennis itu beranjak dari duduknya tampak kesibukan dari semua orang yang ada di ruang makan ini. eunhyuk dan Vincent tiba-tiba menghilang dengan kekuatan khusus mereka. Kini tak ada kerahasian lagi diantara kami, semuanya sudah terbuka menunjukan kelebihan dan keistimewaan mereka, atau lebih tepatnya di hadapanku.

Kini ku lihat namja yang beranjak mendekatiku setelah ia berunding dengan rekannya yang bernama Joshua. Tampak rasa canggung ketika ia telah berdiri di hadapanku, namun kuakui aku pun merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan.

“hyora-ssi, hem..mianhae.” ucapnya mengahiri kecanggungan kami.

“untuk apa?” tanyaku tak mengerti.

“mianhae, aku tidak bisa menepati janjiku untuk menjagamu selama disini.” Ujar kyuhyun tanpa berani menatap wajahku.

“sudahlah, aku mengerti kondisimu, lagi pula aku bukan hyora yang lemah seperti dulu. Semuanya juga berkat kau.” Jawabku berusaha menghilangkan rasa bersalah yang ada di hati kyuhyun.

“gomawo.” Jawabnya sambil menatap mataku.

“pergilah, Joshua sudah menunggumu. Dan jangan kecewakan aku dengan hasil yang kau bawa nanti.” Ucapku  setelah melihat Joshua yang sudah berdiri di belakang kyuhyun dengan tak sabar.

“ne, doakan aku.” pinta kyuhyun berpamitan. Aku hanya mengangguk menjawab permohonan yang tak perlu di mintanya itu, karena aku pasti akan selalu mendoakannya.

Beberapa detik kemudian dua namja jangkung itu benar-benar menghilang dari hadapanku yang kini terpaku di ruang makan itu sendiri.

“bagaimana perasaanmu?” tanya seseorang tiba-tiba dari belakangku dan ternyata itu siwon.

“hem..entahlah aku belum percaya dengan semuanya.” Jawabku sejujur mungkin pada namja berbadan tegap itu.

“istirahatlah, karena mungkin besok kita akan sedikit sibuk di rumah ini.” ujar siwon sambil menepuk pundakku pelan.

“arraso.” Jawabku sambil melangkahkan kakiku keluar dari ruang makan itu dan kembali menuju kamarku yang ada di lantai dua.

Ku baringkan tubuhku kembali diranjang yang berukuran bigsize putih itu. ku pejamkan mataku perlahan untuk menghilangkan rasa lelah yang menghampiri tubuhku. Tapi baru beberapa detik aku terlelap akusudah membuka kembali mataku. Sungguh aneh kenapa wajah namja itu bisa muncul di benakku? Kenapa wajah Heechul bisa muncul? Bukankah yang harus ku pikirkan sekarang adalah kyuhyun, tapi kenapa heechul yang muncul?

Ku tegakkan tubuhku dan melangkahkan kakiku menuju ruangan kecil yang ada di dalam kamar ini. ku basuh wajahku dengan air yang mengalir untuk menyegarkan tubuhku. Ada rasa yang menggeliti hatiku saat ini, entah apa nama perasaan ini yang jelas wajah kedua namja itu kini terus berputar di benakku. Setelah kupastika tubuhku sudah cukup segar ku putuskan keluar dari ruangan itu dan kembali menuju ranjang. Sebelum sempat aku membaringkan tubuhku keranjang putih itu, aku melihat kertas yang di berikan eunhyuk padaku tadi, kertas yang berisikan surat ancaman untuk kami. Ku baca lagi surat itu.

For Dennis

Hallo,kawan lamaku sudah lama kita tidak mengirim surat seperti ini. Bagaimana keadaanmu dengan keluarga barumu? Menyenangkankah? Haha rasannya aneh menanyakan hal seperti ini padamu. Ah, bagaimana dengan Genoid berdarah murni itu, apakah dia menyusahkanmu? Ku rasa tidak karena wanita itu sudah ada di tanganmukan. Wanita pelurus takdir, sang pemegang kunci peradaban kaum kita.  Tapi aku membawa berita buruk untukmu, Oops..apa kau terkejut?!…HAHAHA memang wanita bernama Hyora itu sudah ada di tanganmu tapi kini pemegang kunci takdir kedua yaitu  Kim Heechul sudah ada di tanganku, Aiden teman lamamu yang kau tendang dari langit sudah menangkap kunci kedua itu.

Tapi kau tidak usah khawatir dengan Heechul alias tuan Casey. Karena dia aman denganku. Ah iya! Kau tak perlu susah-susah mencari ku dengan Casey karena kami akan mendatangimu terlebih dahulu sebelum kau menemukan kami, karena kami akan datang di perang kita yang tertunda berabad-abad yang lalu, tuan Dennis. Jadi latihlah pasukanmu sebaik mungkin, karena aku tidak ingin menang terlalu mudah di pertempuran nanti.

Oke, sampai jumpa tuan Dennis yang agung.

di medan pertempuran kita.

AIDEN

 

Kulipat kempali lembaran kertas itu, lembaran yang megungkap keberadaanku disini dan kini aku sudah yakin dengan siapa Genoid darah murni itu pasti itu Kyuhyun. Membaca surat itu bulu kudukku masih saja berdiri ketika membaca bagian pertempuran yang akan segera sampai di depan mataku. Tak bisa kubayangkan pertempuran kaum istimewa seperti mereka.

 

Author POV

Pria itu tampak bingung dengan tempat yang ia pijak sekarang. Karena beberapa detik yang lalu ia masih berpijak pada batu marmer yang terpasang rapih di rumah besar yang sudah ia tempati beberapa minggu itu.  tapi kini ia sudah menginjak rumput hijau yang terbentang luas. Tampak beberapa domba yang di gembalakan sedang mengunyah rumput-rumput itu. ada raut takjub di wajah tampannya saat melihat mahluk yang berukuran lebih mungil dari ukuran manusia normal tapi bukan kerdil.

“kita sudah sampai.” Ucap Joshua saat kyuhyun masih mengamati daerah sekitarnya.

“dimana kita?” tanya kyuhyun sambil tetap mengamati daerah padang rumput itu.

“kita dia Desa kaum ELF atau ‘Dorf der ELFen’ .” jawab Joshua sambil melangkahkan kakinya menjauhi kyuhyun.

“apa? Kau mau pergi kemana?”  tanya kyuhyun sebelum ia dapat mengerti apa yang di katakana Joshua. Pria itu berlari kecil untuk mengejar namja jangkung yang merupakan teman pendampingnya sekarang.

Tampak namja jangkung itu menghampiri mahluk yang bertubuh mungil  yang sedang menggembal domba. Ada rasa terkejut pada mahluk mungil itu ketika kyuhyun dan Joshua menghampirinya.

Master.” pekik mahluk itu sambil menundukan kepalanya saat melihat kyuhyun dan Joshua dari dekat.

“senang bertemu denganmu Nathan.” ucap Joshua dengan senyum lembutnya.

“mengapa anda datang begitu mendadak?” tanya mahluk bernama Nathan itu dengan ramah.

“apa surat dari Master Dennis sudah kau terima?” jawab Joshua balik bertanya, sedangkan Kyuhyun hanya terdiam tidak mengerti dengan obrolan dua orang dihadapannya.

“ah, sudah. Jadi itu rupanya tuan Joshua datang kesini dengan…?” kalimat Natahn tidak ia lanjutkan karena ia masih asing dengan kyuhyun.

“tunggu apa itu Master Marcus?” pekik Natahn setelah beberapa saat berfikir.

Pertanyaannya hanya di jawab anggukan oleh Joshua.

“Marcus?” kini kyuhyun yang bersuara.

“itu namamu di dunia kami.” Jawab Joshua menjelaskan.

“baiklah, bagaimana kalau tuan mampir di rumah kami, aku sudah mempersiapkan apa yang diminta oleh Master Dennis.” Ajak Nathan pada Joshua dan kyuhyun.

“willkommen, di rumah kami yang sederhana!” pekik Nathan saat membukakan pintu rumahnya dan tampak beberpa orang yang ukurannya mirip dengannya sedak duduk di kursi kayu yang berbentuk seperti jamur.

Master!” ucap makhluk-makhluk itu bersamaan saat kyuhyun dan joshua masuk. Sama seperti yang di lakukan Nathan saat pertama kali bertemu di padang rumput.

“lama kita tidak bertemu.”ucap seorang wanita mungil.

“betul, mungkin sudah 200 tahun kita tidak bertemu Dirta.” Jawab Joshua sambil ikut duduk di kursi kayu yang masih kosong.

“sebenarnya tempat apa ini?” bisik kyuhyun pada Joshua.

“sudah kubilang ini Desa Kaum ELF.” Jawab Joshua balik berbisik.

“ELF?” tanya kyuhyun tak kunjung mengerti.

“mahluk kecil yang ada dihadapan kita ini adalah ELF atau menurut manusia mereka ini peri.” Jelas Joshua masih dengan berbisik.

“kami hanya ada teh madu, Master.” Ucap wanita mungil bernama Dirta itu sambil membawa gelas-gelas kecil dari pahatan kayu ke meja di hadapan kyuhyun dan Joshua.

“tidak apa, lagi pula kami datang hanya sebentar, hanya ingin meminta bantuan Nathan.” Jawab Joshua sambil melihat Nathan yang baru saja berganti pakaian.

“minumlah dulu, lagi pula perjalanan kalian akan melelahkan.” Sergah Dirta.

“baiklah.” Joshua mengambil gelasnya dan menyeruput isinya secara perlahan.

“apa ini tuan Marcus?” tanya Dirta saat sudah beberapa lama mengamati kyuhyun.

“benar, ini tuan Marcus.” Jawab Nathan pada saudara perempuannya itu.

“hamba merasa terhormat atas kedatangan anda prinz.” Ucap Dirta sambil kembali memberikan hormat ala ELF pada kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum canggung dengan perlakuan yang dilakukan Dirta padanya.

“semua sudah selesai apa kita bisa berangkat sekarang?” tanya Natahn ketika Kyuhyun dan Joshua sudah menghabiskan minum mereka.

“kita berangkat sekarang!” ajak Joshua sambil bangkit dari duduknya.

“kami pergi.” pamit Nathan pada Dirta adiknya.

“hati-hatilah.” Jawab Dirta saat mengantar 3 pria itu keluar dari halaman rumahnya.

>>>>>
>>>>>

>>>>>

“bisakah kau tidak bersendawa di dekat ku!” omel seorang pria saat ia sedang melahap sup jangung hangat di sebuah kedai kecil.

“maaf, aku tidak sengaja.” Jawab pria yang berada di sampingnya itu sambil tertunduk malu.

“kenapa Dennis harus memasangkan aku denganmu, menyebalkan.” Gerutu pria itu sambil beranjak dari bangkunya dan meninggalkan sup jagungnya yang masih penuh.

“hei, mau kemana bukankah kita sedang istirahat?” teriak pria yang baru saja di omeli itu ketika melihat rekannya pergi begitu saja.

“waktu istirahat sudah selesai, lebih cepat kita sampai di tempat itu akan lebih baik.” jawab pria itu santai.

“baiklah, aku akan ikut saja denganmu tuan Vincent.” Jawab pria itu malas.

“bisakah kau jalan lebih cepat, sekarang hampir malam.” Ujar pria yang dipanggil Vincent itu.

“aissh, awas kau.” Gerutu pria bernama eunhyuk itu kesal, sambil mempercepat langkahnya.

Tampak kedua pria itu menaiki sebuah rakit kecil untuk melintasi sungai yang menghalangi perjalanan mereka. Tak butuh waktu yang lama kini dua orang pria itu sudah sampai di sebuah desa kecil, namun sepertinya bukan desa itu tujuan mereka melainkan kastil yang berada di puncak bukit di dekat desa itu. tapi tampak rasa waswas dari dua orang pria itu ketika melintasi desa kecil yang sebenarnya tampak  biasa-biasa saja. Bukan hal yang berelebihan memang karena sebenarnya desa itu bukanlah desa yang dihuni oleh manusia. Namun di huni oleh makhluk bernama Troll yaitu makhluk yang menyerupai manusia namun berukuran kerdil, mereka sering disebut sebagai roh pegunungan dimana mereka sering menculik wanita dan anak-anak ketika malam hari.ada dua macam Troll yaitu Giant yang berukuran besar dan dwarf yang berukuran kerdil.

“apa tidak akan terjadi apa-apa kalau kita melalui jalan ini?” tanya eunhyuk saat mereka berdua sudah berada di depan pintu masuk ke dalam desa itu.

“hanya ini jalan terdekat kita, apa kau mau memutar melintasi dua bukit itu dulu? Lagi pula kita bukan anak – anak dan wanita kan, atau mungkin kau wanita?” tanya Vincent sambil sedikit menggoda eunhyuk.

“aissh kau ! aku tahu, tapi disini…” kalimat eunhyuk tak bisa ia lanjutkan karena pria itupun bingung untuk mendeskripsikan suasana yang ia hadapi di tempat itu.

Tampak rasa ragu ketika eunhyuk melangkahkan kakinya memasuki kawasan desa itu. namun berbeda dengan eunhyuk, Vincent sangatlah tenang.

“wah, siapakah ini yang berani masuk dalam wilayah kami?” ucap seorang pria kerdil saat eunhyuk dan Vincent berada di tengah perjalanan di dalam desa itu.

“kurasa kita dalam masalah.” Bisik eunhyuk pada Vincent yang masih terlihat santai.

“aku Vincent dan ini Eunhyuk.” Ujar Vincent memperkenalkan diri pada pria itu.

“aissh, kenapa kau malah berkenalan dengannya.” Bisik eunhyuk tak setuju dengan perilaku Vincent yang menurutnya tidak masuk akal.

“eunhyuk?” tanya pria itu sambil mengerutkan dahinya.

“ah, aku lupa maksudku Spencer.” Jelas Vincent pada pria yang masih berdiri di hadapan mereka cukup jauh.

“kalian pasti lelah bukan, bagaimana kalu aku tawarkan penginapan untuk kalian.” Usul  pria itu dengan seringaian kecil di bibirnya.

“kurasa boleh.” Jawab Vincent dingin.

“yak, apa kau gila?” bisik eunhyuk dengan sedikit nada membentak.

“bukankah kau akan mengikuti semua keputusanku?” ujar Vincent sambil berlenggang pergi meninggalkan Eunhyuk mendekati pria itu. Eunhyuk terpaku beberapa detik dan dengan terpaksa akhirnya eunhyuk mengikuti jejak Vincent mengituki pria yang diyakininya seorang dwarf.

Sampai ankhirnya mereka sampai disebuah rumah kayu yang sederhana, rumah itu persis dibawah bukit yang merupakan jalan menuju kastil tujuan utama mereka.

“hallo Jeremy, lama kita tidak bertemu.” Ucap Vincent tiba-tiba pada seorang pria yang ada di rumah itu.

Tampak kebingungan di wajah eunhyuk saat Vincent mengatakan hal itu.

“kau datang, kenapa lama sekali?” tanya pria yang di panggil Jeremy itu.

“ada seorang penakut yang memperlambat perjalananku, aku juga tidak tahu kenapa aku harus di pasangkan dengannya oleh Dennis.” Jawa Vincent menyindir eunhyuk.

“apa anda mau minum?” tanya pria kerdil yang menjemput mereka pada eunhyuk.

“apa?” tanya eunhyuk belum mengerti.

“tenanglah mereka temanku, jadi santailah.” Ujar Vincent menenagkan eunhyuk yang belum menyadari keadaan mereka yang sebenarnya aman-aman saja.

“hem, itu Ukon asistenku. Dia tidak seperti dwarf lainnya, jadi tenanglah.” Jelas pria bernama Jeremy.

Eunhyuk hanya membalas dengan senyuman kaku, dan berusaha untuk bersikap wajar. Tampak Vincent dan Jeremy sudah sangat akrab. Tapi siapa Jeremy? Hanya pertanyaan itu yang muncul dalam benak eunhyuk saat ini.

“aku adalah teman Dennis, ku akui aku bukan angel sepertinya tapi aku bisa diandalkan.” Ucap Jeremy pada eunhyuk tiba—tiba seperti ia bisa membaca pikirannya.

“Jeremy adalah seorang Mothman, ia bisa membaca pikiran dan dapat melihat masa depan dengan sekilas. Jadi Dennis menyuruh kita untuk menemuinya. Apa kau mengerti sekarang?” jelas Vincent pada eunhyuk yang masih terlihat bingung.

Mothman adalah mahkluk bersayap malaikat, bertubuh seperti manusia tapi mereka memiliki mata yang merah menyala seperti iblis dan setiap Mothman mempunyai kemampuan khusus. Begitupun dengan Jeremy yang memiliki kemampuan khusus membaca pikiran dan melihat masa depan.

“kenapa kau disini bukan di kastil ?” tanya Vincent saat minuman yang di bawa oleh Ukon telah datang.

“aku bosan, disana terlalu sepi.” Jawab Jeremy sambil memandangi langit malam dari jendela kayu.

“Kalau kau bosan bagamana kau kau ikut kami melakukan tugas dari Dennis?” ajak Vincent tiba-tiba yang langsung menarik perhatian Jeremy.

“tugas? Jadi itu maksudmu mengirim telepati padaku untuk datang kesini.” Jawab Jeremy sambil meminum minumannya.

“bagaimana? kurasa tugas ini akan menghilangkan rasa bosanmu setelah 100 tahun di dalam kastil?” tanya Vincent merayu Jeremy.

“em…boleh, kurasa temanmu akan menghiburku banyak di dalam perjalanan tugas kita nanti.” Jawab Jeremy sambil menatap Eunhyuk yang sedang mengunyah beberapa biscuit di dalam mulutnya.

Hyora POV

Aku terbangun dari tidurku yang sangat melelahkan. Bagaimana tidak di dalam mimpipun aku selalu memikirkan dua pria itu, siapa lagi kalau bukan kyuhyun dan Heechul. Bagaimana keadaan mereka sekarang? Apa mereka baik-baik saja di luar sana? Apa mereka akan kembali dengan utuh?  Hanya hal itu yang selalu muncul di benakku sampai waktu istirahatkupun terasa melelahkan seperti ini. ku buka jendela kamarku agar cahaya dan udara pagi masuk kedalam ruangan ini.

Tapi ada hal yang berbeda di luar sana. Langit bukan berwarna biru seperti biasanya, tapi sedikit kemerahan, apa ini bukan pagi? Apa sekarang sudah sore? Atu ini sudah waktunya penyerangan. Tapi kyuhyun dan yang lainkan belum kembali. Pikiran buruk it uterus berputar dalam benakku sampai akhirnya ku putuskan untuk menemui siwon. Agar mendapat penjelasan dengan semua keadaan ini.

Pasti kini langkah kakiku menuruni tangga sangat terdengar jelas di lantai satu, tampak pelayan-pelayan melihatku heran. Tapi kurasa mereka belum tahu keadaan di luar sana. Ku masuki ruangan siwon tanpa permisi, dan tampak raut terkejut dari wajah siwon saat aku masuk.

“ada apa Hyora-ssi?” tanya siwon saat melihat kehadiranku di ruangannya.

‘apa kau belum lihat keluar? Ada hal aneh di luar sana, mungkin akan ada penyerangan dari Anggel sekarang.” Ucapku tergesa-gesa menjelaskan apa yang kulihat di luar sana.

“apa langit berwarna merah?” tanya siwon padaku.

“nde.” Jawabku gusar.

“hem..tenanglah itu hanya efek dari segel yang dibuat Dennis di rumah ini.” jawab siwon santai dan kembali menata meja kerjanya.

“segel?” tanyaku tak mengerti.

“Dennis pergi untuk beberapa hari, jadi agar dia tidak khawatir dengan keadaanmu dia memasang segel dirumah ini, agar dia tahu keadaan disni.” Jelas siwon padaku.

Kurasakan detak jantungku yang semula berdegup kencang kini mulai melambat, tapi kini wajahku terasa panas, karena kini aku sudah malu di depan siwon apalagi kalau bukan karena tingkahku yang konyol beberapa detik lalu.

“mandilah dan ganti bajumu, kau tampak kacau sekali.” Ucap siwon ketika aku hanya terdiam.

Benar saja penampilanku sangat kacau saat ini. aku terlalu terburu-buru saat akan datang kesini. Aku terlalu panik.

“kalau begitu aku permisi.” Ucapku sambil keluar dari ruangan itu tetap dengan menahan maluku.

“temui aku 15 menit lagi di ruang makan ada yang ingin ku kenalkan denganmu.” Ucap siwon saat aku akan menutup pintu ruang kerjanya.

Aku berjalan menuju kamarku dan melakukan yang di suruh oleh siwon, lima belas menit sudah aku merapihkan diriku. Dan aku segera bergegas menuju ruanng makan untuk bertemu orang yang akan dikenalkan siwon padaku.

Tampak beberapa orang telah duduk di kursi ruang makan, tapi hanya satu orang yang asing dimataku. Apa orang itu yang akan dikenalkan oleh sinwon padaku?

“Eunhyuk kau sudah pulang?” ucapku saat memasuki ruang makan itu.

“hem.. untunglah aku selamat.” Jawab eunhyuk dengan senyum yang dipaksakan.

“hallo hyora-ssi.”Sapa Vincent saat aku sudah duduk di kursi ku.

Aku hanya membalas sapaan Vincent dengan senyuman karena aku belum bisa bersikap biasa di depan angel ini, bukan pada Vincent saja sebenarnya aku seperti ini tapi pada dua angel lainnyapun aku seperti ini. aura para angel itu terlalu membuatku ‘meleleh’.

“ini dia yang ingin ku kenalkan padamu.” Ucap siwon sambil menunjuk pria yang duduk di samping Vincent.

“hallo nona, namaku Jeremy.” Ucap pria bermata merah  itu sambil tersenyum padaku, dan aku sangat kaget ketika melihat gigi taringnya. Apa dia ini vampire?

“aneh, aku tidak bisa mendengar apapun dari nona ini, kurasa dia kebal terhadapku.” Ucap pria bernama Jeremy itu setelah beberapa detik menatapku.

“benarkah?” tanya Eunhyuk takjub.

“maksudmu?” ucapku balik bertanya karena aku benar-benar tidak mengerti dengan arah obrolan ini.

“Jeremy bisa membaca pikiran dan melihat masa depan, tapi ia tidak bisa membaca pikiranmu Hyora-ssi.” Jelas Vincent padaku.

“itulah alasan Vincent membawanya kesini untuk membantu mencari keberadaan Heechul.” Ucap siwon memperjelas kehadiran pria mirip Vampire itu.

“itu benar.” Jawab Jeremy sambil mengacungkan garpunya.

“dia adalah seorang Mothman.” Ucap eunhyuk berbisik padaku.

“Mothman?”

“Mothman adalah makhluk yang menyerupai manusia tapi mereka memiliki sayap malaikat dan memiliki mata seperti iblis dan setiap Mothman mempunyai kemampuan khusus. Begitupun dengan Jeremy yang memiliki kemampuan khusus membaca pikiran dan melihat masa depan.” Jawab eunhyuk masih dengan berbisik.

“kau tahu banyak tentang aku rupanya Spencer.” Ucap Jeremy tiba-tiba saat eunhyuk menjelaskan siapa Jeremy sebenarnya padaku. Dan kurasa Jeremy bisa membaca pikiran eunhyuk.

“hehe, begitulah.” Jawab Eunhyuk tertangkap basah.

“oh, iya ada satu orang lagi yang ingin ku kenalkan padamu, tapi sekarang dia belum datang.” Ucap siwon saat ia memotok steak sapinya.

“nugu?” tanyaku penasaran.

“sebenatar lagi dia datang.”

“kurasa dia sudah ada di depan pintu, dan kurasa aku kenal aura ini.” ucap Jeremy dingin.

“suruh dia masuk.” Ujar siwon pada seorang pelayan yang berdiri di sampingnya.

“tidak perlu, aku sudah disini.” Jawab seseorang di belakangku.

-TO BE CONTINUE-

Hohohoh..gimana ceritanya penasaran sama siapa yang dateng? Terus gimana perjalanan kyuhyun dengan dua rekannya menuju tempat rahasia. Tunggu part selanjutnya…oke komen yang banyak…anyeong^^

Kamus ff (bhs.jerman) : Dorf der ELFen = desa kaum ELF, Master = tuan, willkommen= selamat datang, prinz= pangeran.

 

3 thoughts on “Me is Genoid? Part 6 [Arrivals]

  1. akhirnya publish jg, aq kangen bgt ma ff ini….
    uuooww makin tegang suasananya
    yg dtg syp ya? penasaran jadinyaaa..
    dtuggu klanjutannya. publishnya jgn lama2 ya, hehehe…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s