Love Letter

Author : Kintanrahmi

Main Cast : Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Rating : General

Length : One shot *maybe*

Disclaimer : ini ff aku yang ngetik aku tapi idenya dari aku dan tuhan tentunya. Sungmin dan Kintan punya aku sisanya silahkan diangkut kerumah masing masing. Aku gak suka dengan namanya siders, plagiator, dan ngebash. Hargailah karya orang agar karyamu dihargai

My Pov

Aku tengah berdiri sambil menggenggam erat sebuah surat berwarna biru cerah. Yah, kalian semua pasti tau ini apa. Tepat sekali!! Love letter. Sekitar 5 meter di depanku, seorang pria yang tengah duduk sambil mendengarkan musik melalui earphone yang tersambung di ipod putihnya. Deg… deg.. Jantungku memompa darah dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Yap! Aku berdebar debar. Baiklah, kau tidak usah malu! Kau pasti bisa!! Sekarang, yang harus kau lakukan hampiri dia dan langsung berikan ini padanya. Aku berjalan dengan cepat menuju pria itu. Sekarang aku sudah berdiri tepat dihadapannya.

“Ee.. anu..” Ucapku grogi. Ia mendongak dan tatapan kami bertemu. Aish.. kenapa pria ini selalu berhasil melumpuhkan setiap kata yang sudah kususun dengan cermat?

“Ya?” Tanyanya dengan suara paling merdu yang pernah aku dengar.

“Err..” Aku hendak memberikan suratku.

“Ya!!! Kim Kintaaaaaan!! Tungguuuuu!!” Terdengar teriakan dari arah ujung koridor. Aku melihat seorang gadis cantik berlari dengan tergesa gesa kearahku.

Bruk!

Gadis itu telak menabrakku. Aku dan dia jatuh secara bersamaan. Saat aku pandangi secara dekat tampaknya aku mengenal dia. Ah! Diakan Kim Kintan! Siswa perempuan yang paling bandel di sekolah.

“Disini kau ternyata..” Guru kami. Mira seosangnim. Guru yang paling killer di sekolah menghampiri kami.

“A..ampun seosangnim..” Kintan menatap Mira seosangnim dengan takut2.

Habislah sudah gadis di sebelahku ini. Dia pasti akan disuruh membersihkan toilet lagi selama sebulan. Selama ini tidak ada yang pernah berhasil mengalajhkan seosangnim ku yang satu ini.

“Loh? Ada apa ini??” Pria yang menjadi tokoh utama di cerita ini akhirnya menyadari situasi yang tengah berlangsung.

“Syukurlah, kau ternyata ada disini!!” Kintan segera menghampiri pria itu dan tersenyum senang.

“Seosangnim.. biar aku saja yang memarahinya.. aku ini kan sahabatnya yang paling dekat.. tolong maafkanlah dia..” Pria itu tersenyum manis.

“Baiklah, kau Kintan! Hari ini kau selamat!! Aku pergi dulu…” Mira seosangnim berjalan pergi.

Bletak!

“Aww” Ringis Kintan. Aku terkaget kaget melihat tingkah pria ini. Ia menjitak Kintan?

“Kau berbuat ulah lagi ya?”

“Hehe~ tau aja~~”

“Kau itu.. sudah kubilang jangan suka membuat masalah! Untung ada aku, kalau ngga gimana ha??”

“Ne.. ne.. mianhe..”

“Anak pintar..” Pria itu, tersenyum manis dan mengelus lembut kepala Kintan.

Deg!

Entah kenapa dadaku terasa sesak dan sakit. Cemburu? Entahlah aku tidak tau. Aku bergegas pergi dari situ. Cukup, aku akan melupakannya. Cih, berpikir ia akan memilihku? Tidak mungkin! Sadarlah, kau tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan Kintang yang begitu cantik dan populer itu.

~=~

Belive that miracle can come tou you….

Him Pov

“Loh? Gadis tadi kemana?” Kintan celingukan. Aku yang bingung hanya bisa ikutan mencari

“Nugu?” Tanyaku.

“Yang tadi kutabrak!!”

“Oh.. gadis itu..” Wajahku seketika memerah

“Ya?! Bukannya kau menyukainya? Tadi dia ngapain ke tempatmu?” Tanya Kintan. Aku hanya mengangkat bahu bingung.

“Eh? Ada surat?!” Kintan menatap ke lantai dan memungut sebuah surat berwarna biru cerah. Aku mengernyit bingung.

“Untukmu loh!”

“Untukku?” Tanyaku bingung

“Ne!” Ia memberiku surat tersebut, dan aku pun langsung membuka surat itu.

“Dear handsome guy, That make me cannot sleep well every night. Entah kenapa saat pertama kali kita bertemu di hari pertama di sekolah aku berpikir bahwa itu adalah pertanda ada perasaan tulus yang kurasakan padamu. Tanpa sengaja aku menabrakmu dan kau menolongku. Kita beradu pandang sejenak dan saat itu juga terasa sengatan kecil didadaku seperti barisan semut semut kecil yang mengerayapi sekujur tubuhku. Terdengar klise bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Haah.. aku tidak terlalu berharap banyak kalau kau akan menerima perasaanku kepadamu asalkan kau sudah tau itu lebih baik dari pada aku sendiri yang memendamnya.. Sincerely you secret admire..”

Aku tertegun saat selesai membaca surat itu.

“Wah! Ini pasti tulisan tangan yeoja itu!” Ucap Kintan yang ternyata ikut membaca sedari tadi. Aku terkejut dan menoleh.

“Yeoja yang mana?”

“Aigoo!! Jangan pura pura bodoh! Yeoja yang kumaksud tentu saja yeoja yang kutabrak dan menghilang begitu saja!” Ucap Kintan yang terdengar sinis. Cih, yeoja ini… Tapi, bagaiman dia bisa tau tulisan yeoja itu?

“Dia itu kelasnya sama denganku..” Ucap Kintan seakan tau dengan pertanyaan yang ada di kepalaku. Aku ternganga tak percaya.

“Tutup mulutmu! Ketampananmu akan berkurang! Heran, bagamana bisa seluruh siswi disini terpesona dengan pesona iblismu?” Kintan menggelengkan kepalanya.

“Justru yang aneh itu kau! Bisa tidak tergila gila denganku.. aku kan tampan~~” Ucapku dengan segala prcaya diri yang kupunya sejak kecil. Kintan mendelik.

“Bunuh aku jika aku mencintaimu!!” Pekik Kintan kesal.

~=~

Hari demi hari pun berlalu, dan aku terus memperhatikan gadis yang memberikanku surat –walau tak langsung- itu. Memang, aku juga sudah menyukai gadis itu sejak kejadian saat masuk sekolah. Senyumannya yang tuus dapat membuatku yang jarang tersenyum kepada orang lain selain keluargaku jadi ikutan tersenyum. Kugenggam erat kertas surat yang sudah kesekian kalinya kubaca terus menerus.

“Sampai kapan kau akan terus membaca surat lecek itu dan tidak mengutarakan perasaanmu pada si penulisnya?” Tanya Kintan yang tiba tiba ada di sebelahku.

“Belum sekarang..”

“Lalu kapan?? Kita sudah akan lulus babo!”

“Menurutmu saat yang paling mendebarkan dan paling romantis di sekolah kapan?” Tanyaku. Kintan tampak berpikir.

“Ah.. tidak mungkin..”

“Yap, saat kelulusan nanti..” Aku tersenyum penuh arti.

~=~

Tapi ada saat dimana rencanamu tidak berhasil….

Hari kelulusan..

Aku tengah memperhatikan sekelilingku. Kugenggam dengan erat kancing jas almamater sekolahku. Ini adalah kancing terakhir setelah 3 kancing yang lain diperebutkan para gadis gadis penggemarku. Kuedarkan pandanganku menyapu semuanya untuk menemukan gadisku. Haha? Gadisku? Yap, sudah kutetapkan gadis itu akan menjadi kekasihku, dan saat nanti aku lulus kuliah aku akan langsung melamarnya.

“Gawat!! Gawat!!” Kintan berlari terengah engah kearahku sambil berteriak teriak.

“Ada apa?” Tanyaku bingung. Perasaanku mengatakan ada yang tidak beres disini.

“Gadis itu!! Di-dia sudah pergi menuju Jerman!!”

“Mwo??!!” Pekikku kaget.

~=~

My Pov

7 years later…

Kuseret koper hitamku menjauh dari kerumunan hiruk pikuk bandara. Kuhirup dalam dalam udara negara yang sudah kutinggalkan cukup lama.

Bruk!

Seseorang menabrakku. Aku jatuh terduduk

“Gwaenchana? Jweisonghamnida!!” Pria itu membantuku berdiri. Saat dalam jarak sedekat ini aku dapat menghirup aroma maskulin khas seorang pria. Kudongakkan kepalaku dan terkejutnya aku melihat siapa yang menabrakku.

Dia yang dulu hampir kuberikan first love letter yang entah kemana perginya sekarang. Dia yang sampai sekarang masih ada di pikiran juga hatiku. Bayangan masa lalu berputar diotakku.

“Gwaen.. gwaenchana…permisi..” Kutndukkan kepalaku dan hendak pergi.Namun, sebuah tangan mencegatkua.

“Tunggu, tapi tampaknya aku mengenalmu..”

Deg! Mati aku!! Semoga ia tak mengenalku!!

“Kau gadis yang saat SMA dulu, yang ingin mengatakan sesuatu tapi malah pergi kan?” Ucapnya dan menatapku dengan intens.

“Eh?” Tanyku pura pura tak mengerti. Keringat dingin mulai mengalir dari pelipisku. Tubuhku membeku. Ya tuhan! Semoga dia lupa! Semoga dia hanya mereka reka saja! Kutup perlahan mataku. Takut membayangkan kelanjutan setelahnya.

Sekejap kemudian yang kurasakan adalah, aku sudah terkurung dalam tubuhnya. Aroma tubuhnya tercium di indra penciumanku dan helaan nafasnya yang hangat menerpa kulit di leherku. Mmebuatku sedikit bergidik.

“Akhirnya aku menemukanmu..” Bisiknya lirih.

“Eh?” Ok, aku bingung sekarang

“Syukurlah, sekarang kau ada di dekatku.. tidak akan pernah lagi kulepas dirimu..” Ia melepas pelukannya namun tidak membebaskan diriku. Ditatapnya diriku dengan sorot mata tajam namun hangat.

“Perkenalkan aku Cho Kyuhyun, dan Jeongmal saranghaeyo…”

Aku terdiam tak tau ingin berbicara apa. Aku benar benar kaget dengan situasi yang terjadi saat ini.

“Ak-aku.. Shin Youngrin.. dan Nado jeongmal saranghaeyo…”

Ia tersenyum kecil dan menarikku lagi kedalam dekapannya.

“Ini mungkin terkesan buru buru tapi Would you be my wife?”

“Eh?”

The End….

 

4 thoughts on “Love Letter

  1. oh my god.. oh my god..
    Sumpah, ceritanya bener2 bkn orang jantungan..
    Da cinta pd pndgn pertama, da cinta yg bersemi kembali..
    Huwaaahh, kyu di sini gentel bgt..
    Br ketemu setelah 7 thn lgsg ngelamar..
    Poor buat kyuppa…
    Daebak juga pastinya buat author…

    Jia Jung

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s