E.L.F and Ever Lasting Love

Title : E.L.F and Ever Lasting Love

Author : Sparkyu4ever

Main cast : Cho Kyuhyun, Choi Mi-cha

Support Cast : Super Junior Member, Hyorin, Minho

Rating : ff 15+

Genre : Romance and Friendship

Warning : ga ada maksud apa-apa dalam cerita ini, cuma mau coba lihat aja dari cara pandang ELF ke Super Junior dan Super Junior ke ELF

Disclaim : just read it, oke? and also comment :)

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

Sudah hampir 45 menit aku menunggu orang itu untuk menjemputku. Seperti biasa ia hampir selalu telat jika kami membuat janji.

Tidak berapa lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar apartemen ku langsung saja aku berlari untuk membuka pintu.

“maaf telat” kata orang yang berdiri di depan pintu dengan memasang senyum lebarnya yang sangat khas. Cho Kyuhyun berdiri di depan pintu dengan mengenakan mantel panjang berwarna hitam dan masker yang ia turunkan sedikit dari mulutnya             .

“lama sekali sih?! Make up ku sudah hampir luntur gara-gara menunggumu opaa!” kata ku sambil memasang ekspresi kesal walaupun sebenarnya aku sudah terbiasa dengan keterlambatan pacarku tersayang ini.

“tadi ada briefing tambahan sebelum acara nanti malam, dan kau cantik sekali malam ini Mi-cha” kata Kyuhyun sambil melihat ku dari ujung kaki sampai ujung kepala, mau tak mau rasa kesal ku langsung hilang begitu Kyuhyun melontarkan pujiannya kepadaku.

”ah, oppa kau ini selalu bisa membuatku tidak jadi marah kepadamu” aku merasakan wajahku memerah dengan pujiannya.

“ayo berangkat kalau begitu” Kyuhyun menyodorkan tangannya kepdaku dan aku langsung menggenggamnya. Kami pun pergi untuk menghadiri sebuah acara yang akan di hadiri oleh Super Junior.

Aku dan Kyuhyun sudah 1 tahun menjalin hubungan. Tidak usah ditanya bagaimana aku bisa kenalan sampai akhirnya menjadi pacar super star yang satu ini. Tetapi yang jelas hubungan kami tidak pernah terhembus oleh media. Bukan tidak pernah, pernah hampir ketahuan tetapi pihak SM Entertainment selalu punya cara untuk menyembunyikan hubungan kami dari awak media. Maklum, Kyuhyun adalah bagian dari Super Junior, menjaga image 7 hari x 24 jam adalah bagian dari pekerjaan nya. Kami bisa menjalin hubungan setelah kontrak Kyuhyun di SM Entertainment yang melarang membernya untuk berpacaran sudah lewat jadi para member Super Junior bisa menjalin hungan denagn wanita manapun yang mereka mau tetapi tetap harus di balik layar.  Memang kurang menyenangkan, tetapi mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa menuntut lebih dari ini.

Dan hari ini aku di ajak Kyu-oppa menghadiri sebuah acara ulang tahun televisi dimana super junior akan menampilkan beberapa hits mereka. Hari ini juga adalah hari jadian kami yang ke 1 tahun lewat 1 bulan hehehe. Berhubung saat tepat 1 tahun kemarin Kyu-Oppa harus ke Thailand untuk show ia mengajak ku makan malam selesai acara ini.

“baiklah, aku siap-siap dulu, Mi-cha menunggulah di bangku penonton ya, setelah ini kita makan malam. ini tiketnya” kata Kyuhyun sambil mengeluarkan selembar tiket dari balik mantel nya. Inilah salah satu keuntungan punya pacar super star, aku bisa selalu nonton konser Super Junior gratis.

“oke oppa. Sukses ya acara nya. Fighting!!” kataku sambil mengepalkan tangan. Kyuhyun hanya tersenyum sambil mengusap-ngusap kepalaku. Lalu aku keluar dari mobil Kyu-oppa terlebih dahulu, Kyuhyun pun langsung menjalankan mobilnya ke parkiran.

Sesampainya di dalam stasiun tv aku masuk ke bangku penonton dan menunggu acara dimulai. Aku duduk di bagian bangku dimana para ELF berkumpul, terlihat dari light stick biru yang mereka bawa. 1 jam kemudian acara dimulai. Malam itu Super Junior membawakan 3 hits mereka yaitu Bonamana, Mr. Simple dan di tutup dengan hits fenomenal mereka Sorry Sorry. Setelah Super Junior ada beberapa artis lain yang juga tampil seperti SNSD, f(x), MBLAQ, 2pm, dll.

Sesuai perjanjian, setelah acara selesai Kyuhyun akan langsung menjemputku di loby tadi kami berpisah. Aku kembali menunggu. 10 menit ia tidak juga datang. 20 menit belum juga datang. 30 menit kemudian dan jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, aku lapar dan udara cukup dingin disini ditambah aku mengenakan mini dress selutut untungnya aku masih mengenakan jaket. Akhir nya aku memutuskan menelepon Kyuhyun. Tidak diangakat. Aku coba lagi dan lagi juga tidak di angkat.

Akhirnya aku mengirim Kyhyun sms “oppa lama sekali sih? Apa kau masih apa pekerjaan?” aku menunggu balasan dari Kyuhyun tidak juga ada balasan akhirnya aku mengiriminya beberapa sms tetapi tidak juga ada balasan.

Kesabaran ku mulai habis, jam sudah menunjukkan pukul 22.00 dan aku kelaparan sebelum aku pulang akhirnya aku melakukan upaya terakhir ku untuk memberitahu Kyuhyun.

“oppa, sepertinya kau sangat sibuk. Baiklah, aku sangat lapar jadi aku pulang duluan ya.” Setelah itu akupun menyetop taxi dan mampir untuk membeli makanan di restoran cepat saji.

Cukup banyak aku membeli makanan malam itu. Aku membeli ayam goreng, kentang goreng, nasi, dan milkshake strawberry. Selain lapar aku juga kesal sekali dengan Kyuhyun. Kenapa ia tidak datang. Memberi kabar saja tidak. Sesampainya di apartemen aku langsung meletakkan makanan di meja dan berajalan ke dapur untuk mencuci tangan. Berjalan ke dapur melewati kaca aku melihat diriku sendiri di cermin. Aku cukup cantik malam itu dengan mini dress warna hitam dan jaket warna hijau tua plus make up natural yang menghias wajah blasteran Korea-Inggris ku. Tetapi aku mulai berfikir aku tidak cukup baik untuk Kyuhyun. Aku tidak cukup pengertian akan keadaaannya sebagai suer star. Sudah sering kami bertengkar karena masalah seperti ini. aku mencintai Kyuhyun, sangat. Tetapi sampai kapan mau begini terus? Lelah harus bersembunyi setiap kali akan kencan, aku lelah Kyuhyun tidak selalu ada di sampingku saat aku sangat butuh perhatiannya, bahkan aku lelah dengan fans yang seakan membuat anti-fans kepada setiap wanita yang mendekati Kyuhyun (juga member Super Junior lain). Air mataku mulai menetes, aku bahkan lelah untuk menangisi hal ini terus menerus. Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan rencanaku untuk makan. Siapa tahu dengan makan perasaan ku akan membaik.

“Harusnya malam ini tidak berakhir begini” gumamku dalam hati. Setelah makan aku memutuskan untuk tidur. Baru sebentar aku tidur ada yang mengetuk pintu kamarku. Aku menduga itu Kyuhyun, aku malas membukakan pintu untuknya. Tapi pintu terus di ketuk “arrgghhh” setengah menjerit aku bangun dari tempat tidurku dan membuka kan pintu, benar saja Kyuhyun yang ada di depan pintu kali ini hanya mengenakan kaus hitam jeans dengan topi dan masker yang tidak pernah ketinggalan ia bawa. “Oppa, ini sudah jam 1 malam pulanglah kau pasti lelah” kataku yang memang sudah mengantuk “Mi-cha maaf ya, boleh aku masuk? Aku akan jelaskan semua nya” kata Kyuhyun memelas ia terlihat cukup lelah, tetap saja aku tidak tega melihat Kyuhyun begitu. “masuklah, tapi sebentar saja ya aku capek” jawab ku sambil membiarkan Kyuhyun masuk.

Begitu Kyuhyun berjalan melewatiku aku mencium bau yang aku kenal, bau arak ia pasti habis minum-minum lagi. Langsung saja aku bertanya “kau habis minum?” tanyaku dengan nada kesal “ya, tadi kami mengadakan after party sebentar setelah acara dan” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya aku sudah memotong “oh jadi kau melupakan janjimu padaku untuk datang ke pesata itu dan mabuk mabukan? Kau tidak tahu berapa lama aku menunggu? 2,5 jam oppa!” aku sudah tidak bisa mengontrol emosi lagi “dengar dulu, kau tidak tahu yang sebenarnya?” Kyuhyun kaget mendengar suaraku yang emosional begitu “apa lagi yang harus aku dengar, apa kau tidak punya handphone? At least kau bisa menghubungi ku kan kalau membatalkan janji. Ini sudah janji ke berapa yang kau batalkan?” emosiku tidak juga reda “kenapa sih kau tidak mau dengar dulu penjelasanku?!!” kali ini suara Kyuhyun tidak kalah emosi “ah sudahlah aku capek!” jawabku sambil membelakangi Kyuhyun, sebenarnya aku ingin menangis tetapi aku tahan sebisa mungkin “dasar egois! Kau selalu tidak mau mendengar pendapat orang lain. Aku benci sifatmu itu!!” Kyuhyun mengucapkan kata-kata yang benar benar menusuk hati ku “egois? kau bilang aku egois? Jadi aku yang menunggumu 2,5 jam dan aku juga yang salah?” air mataku kini sudah tidak tertahankan dan mulai mengalir membasahi pipiku “tidak ada gunanya diteruskan. Aku pulang, good bye Mi- Cha” Kyuhyun pun langsung pulang meninggalkan ku sendiri duduk di dapur apartemenku. Aku mendengar Kyuhun menutup pintu.

Kali ini aku benar-benar menangis keras sekali. Aku tidak bisa tidur malam itu. Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Aku melihat cermin, kacau sekali wajahku. Mataku merah dan sembab. Di sekeliling apartemenku banyak sekali tissue berserakan. Aku kemudian memaksa diri untuk tidur. Jam 7 pagi weker ku berdering hari ini aku malas ke sekolah untuk mengajar. Dengan tampang begini yang ada murid-murid ku malah hanya akan mempertanyakan keadaan ku. Aku pun meminta izin untuk cuti satu hari.

Pintu apartemen ku ada yang mengetuk lagi, aku berjalan membukakan pintu dan lagi Cho Kyuhyun berada di depan pintu ku kali ini ia tidak mengenakan masker. Takut ada yang melihat langsung saja aku menyuruhnya masuk.

“masih marah kepadaku?” tanya Kyuhyun “tidak tahu, tetapi sepertinya fikiranku sudah lebih jernih dari semalam” jawabku seadanya “mau dengar penjelasan ku sekarang?” Kyuhyun bertanya tanpa melihat wajahku “apa?” jawabku singkat sambil mengambil orange juice dan dua gelas untuk kami “aku di ajak pesta semalam, aku tidak bisa menolak karena semalam Mr. Lee Soo Man juga datang. Aku ingin menghubungimu tetapi aku tidak tahu dimana ponselku saat itu. Ternyata jatuh waktu aku bersiap siap tampil dan manajerku yang menemukan tetapi karena kami larut dalam pesta ia baru mengembalikannya tadi pagi” Kyuhyun menjelaskan kejadian tadi malam. Aku mengerti tetapi tetap merasa kesal kenapa ia tidak berusaha meminjam ponsel Donghae, Siwon, Sungmin, Leetuk, Shindong, Yeesung atau siapapun di ruangan itu. “oh begitu” aku kembali merespon singkat perkataan Kyuhyun. “ya! Mi-cha jangan begitu!” Kyuhyun sepertinya sadar aku acuh tak acuh menanggapi pernyataannya.

“Choi Mi-cha lihat aku” Kyuhyun menarik lengan ku yang dari tadi hanya memandang gelas kosong di meja. Aku melihat wajah Kyuhyun, ia terlihat lelah sepertinya juga tidak tidur lalu aku kembali melempar pandanganku ke arah lain. “Cho Kyuhyun kau tahu? Aku Lelah harus bersembunyi setiap kali kita kencan, aku lelah kau  tidak selalu ada di sampingku saat aku sangat butuh perhatian mu, aku lelah selalu menunggumu, bahkan aku lelah dengan fans-fans mu yang selalu bersikap posesif terhadapmu” aku menumpahkan semua yang ada di dalam pikiran ku ke Kyuhyun ia tertegun sesaat kemudian mengangkat dagu ku “apa kau mencintaiku?” lumayan sering pertanyaan ini saling kami tanyakan selama hubungan kami tetapi kali ini wajah Kyuhyun benar-benar serius, matanya menatapku lekat “jawab Mi-cha” Kyuhyun mendesakku untuk menjawab pertanyaannya. Aku tidak menjawab hanya mengangguk kecil “jangan mengangguk, jawab pertanyaanku” Kyuhyun tidak puas dengan respon yang ia dapatkan “ya, aku mencintaimu Cho Kyuhyun” Kataku dengan nada mantap. Diluar dugaan Kyuhyun langsung berlutut di hadapan ku mengeluarkan sebuah cincin kecil dan berkata “maukah kau selalu di sampingku sebagai istriku?” perkataan Kyuhyun ini seperti mimpi bagiku, bahkan jika ini mimpi aku tidak ingin bangun. Aku tidak percaya Cho Kyuhyun melamarku. “Kyu..aku..” aku benar benar tidak tahu harus menjawab apa. Suasana hening seketika. Berbagai spekulasi muncul diotakku, aku sadar 100% jika aku menerika lamaran Kyuhyun dan menjadi Ms. Cho hidupku di jamin tidak akan mudah. Aku bahkan sudah bisa membayangkan reaksi ELF satu dunia begitu tahu magnae kesayangan mereka menikah dengan orang lain, belum lagi tekanan media dll.

Setelah diam beberapa saat aku dapat mengambil sebuah kesimpulan dan dengan tegas aku menjawab “ya, aku bersedia menjadi istrimu Cho Kyuhyun” kataku sambil tersenyum. Apapun resikonya nanti aku tidak mungkin bilang tidak karena aku terlalu mencintai Kyuhyun. Kyuhyun langsung berdiri dan memelukku. Aku membalas pelukannya, tubuh nya terasa sangat hangat dan tinggi. Ia memang 15 cm lebih tinggi dariku. Ia kemudian memasangkan cincin itu di jariku dan kemudian mengecup kening ku lama sekali.

“ayo kita ke Dorm” aja Kyuhyun yang kali ini menonton tv sambil minum kopi di sofa ku. Aku duduk di bawah sofa sambil melihat cincin yang baru saja ia berikan tadi. “untuk apa?” tanyaku heran “minta izin kepada hyung-hyung ku kalau kita akan menikah. Setelah itu kita ke menelepon orang tua mu di Inggris untuk minta izin dan ke rumah ku untuk minta izin kepada ayah dan ibuku” jawab Kyhyun sambil tersenyum kepadaku. “wee? Sekarang?” aku malah baik bertanya, tetapi perkataan Kyuhyun benar, izin-izin itu semua di perlukan untuk masa depan kami. “baiklah” kataku menyetujui tetapi masih malas beranjak dari tempat duduk ku. “cepat mandi sana. Matamu masih bengkak tahu” kata Kyuhyun sambil mengelitiku agar aku mau mandi “ya!! Oppa geli, aku kan tahu aku paling tidak suka di kelitiki” kataku protes. Kyuhyun hanya tertawa aku pun melangkah ke kamar mandi.

Satu jam kemudian kami tiba di Dorm Super Junior secara terpisah. Kyuhyun masuk terlebih dahulu dan aku masuk belakangan. Takut takut ada fans yang melihat. Begitu aku masuk, sudah ada beberapa member yang berkumpul di ruang tamu. Aku di sambut hangat oleh anggota Super Junior. “annyeong Mi-cha” Sungmin-oppa menyapaku aku melemparkan senyum terbaikku “Mi-cha masaklah untuk kami, hari ini Ryewook tidak mau masak ia kelelahan dari acara kemarin” Shindong-oppa malah menyuruhku masak “Hyung, kok malah menyuruh Mi-Cha masak kan tadi aku sudah bilang ada yang akan kami bicarakan dengan kalian” Kyuhyun menanggapi pertanyaan Shindong hyung dengan protes. “eh tapi ngomong-ngomong matamu kenapa Mi-cha? Kau habis menangis?” Eunhyuk bertanya tentang mata sembab ku “ah tidak hyung hanya kurang tidur, ngomong-ngomong mana Leetuk dan Siwon hyung? Apa mereka sedang pergi?” aku mencoba mengalihkan pembicaraan “yap, tetapi sebentar lagi akan pulang, aku penasaran apa yang akan kalian katakan kepada kamu” Sungmin hyung yang menjawab “nanti kau akan tahu Hyung” kata Kyuhyun sambil terkekeh.

Benar saja 2 menit kemudian Leetuk, Siwon plus Donghae kembali ke dorm. “halo Mi-cha lama tidak berjumpa. Apa kabar?” Siwon hyung menyapaku dengan gaya ala gentelman nya “baik sekali hyung” jawab ku dengan tersenyum lebar “tetapi sepertinya matamu tidak baik” Donghae menyambung pembicaraan kami dengan kembali mempertanyakan mata sembabku “kalian mau membiacarakan apa? Sepertinya serius sekali” Leetuk sang leader langsung duduk di sofa. “aku ingin semua berkumpul dulu, mana Yeesung hyung?” Kyuhyun mencari Hyung teman duetnya itu “aku disini, maaf tadi sedang memberi makan kura-kura ku” jawabnya sambil langsung duduk di samping Ryeowook. Minus Heechul, dan Kangin yang sedang wamil Kyuhyun merasa ada yang kurang saat itu.

“nah sekarang sudah lengkap, jadi apa yang akan kalian katakan” Leetuk membuka pembicaraan yang terkesan sangat formal itu. Kyuhyun duduk di samping ku dan hyung-hyung Super Junior mengelilingi kami. Kyuhyun memegang tangan ku dan mulai berkata “hyung, aku dan Mi-cha akan menikah” suasana hening menyelimuti mereka ketika Kyuhyun mengatakan niatnya untuk menikahiku. Aku sempat melihat para member terkejut dengan berita ini, aku bahkan melihat Siwon menaikkan alis matanya gaya khas saat ia terkejut akan sesuatu. Tapi yang paling misterius adalah wajah Leetuk, ia hanya menunduk kebawah sambil memikirkan sesuatu.

“sebenarnya aku, Leetuk Hyung dan Dongahe sudah menduga kalian akan mengatakan hal ini” suara Siwon memecahkan keheningan.

Aku belum bisa berkata apa-apa aku sangat takut dengan hyung-hyung Super Junior kali ini.

“kalian siap dengan semua konsekuensinya?” Euhyuk mengajukan pertanyaan pertama “kami siap” jawab ku dan Kyuhyun bersamaan.

“kalian nanti mau tinggal dimana nantinya?” Sungmin mengajukan pertanyaan kedua “aku akan membeli apartemen sebelah yang akan di jual oleh pemiliknya” jawab Kyuhyun.

“oh apartemen sebelah dijual oleh paman itu ya?” Ryewook menanggapi pernyataan dengan hal tidak penting, langsung saja Yeesung menempeleng kepalanya.

“apa kau akan berhenti dai Super Junior setelah menikah?” Shindong mengajukan pertanyaan ke tiga “tentu saja tidak, disini adalah rumah ku” jawab Kyuhyun mantap.

“bagaimana dengan fans?” pertanyaan keempat dari Leetuk lah yang sepertinya paling sulit di jawab oleh Kyuhyun “aku belum memikirkan masalah itu, tetapi kami berencana menikah secara sederhana saja di daerah pedesaan jadi akan sulit bagi mereka untuk mengetahui hal ini”.

Aku merasakan genggaman tangan Kyuhyun yang semakin erat. Suasana kembali hening. “kalau kau yakin dengan semua ini kami tidak bisa berkata apa-apa selain menyetujui rencana kalian” akhirnya Leetuk berkata dengan wajah terangkat.

Mendengar itu aku semakin tidak bisa mengangkat kepalaku dan masih memandangi lantai. “ahh senangnya! Akhirnya akan ada pesta pernikahan di keluarga kita!” Siwon tiba-tiba mengeluarkan suara gembira di susul dengan tepukan dari member-member lain dan mereka bergantian memeluk Kyuhyun satu persatu sambil berkata “jaga ia baik-baik Kyu” dan Leetuk berpesan “aku percaya padamu kau bisa melakukan nya sebgai suami dan member Super Junior”. Mau tak mau aku tersenyum lega karena satu izin sudah kami kantongi, dan feeling ku berkata orang tua ku dan orang tua Kyuhyun aka memberikan izin karena kami memang sudah saling mengenal.

Dugaan kami benar, orang tua kami menyetujui permintaan kami untuk menikah dan tanggal pernikahan pun di atur 1 bulan dari sekarang.

Ayahku dan ibuku bahkan sudah datang dari Inggris 2 minggu sebelum hari H tiba. Mereka memang bekerja disana. Di korea aku hanya tinggal sendirian. Keluarga Kyuhyun juga tidak kalah sibuk, aku mendapat hadian gaun pengantin dari ibu Kyuhyun, gaun itu ia pakai saat menikah dengan ayah Kyuhyun hampir 30 tahun lalu. Walaupun sudah sangat lama, tetapi gaun itu masih sangat bagus. Dengan di beri sedikit modifikasi gaun itu tampak sangat indah. Nenek Yeesung oppa bahkan besedia meminjamkan rumahnya untuk acara pesta kami. Rumah nenek Yesung memang berada di pedesaan dan cukup tetutup karena pagarnya yang tinggi jadi cukup aman dari sorotan publik. Tidak banyak yang kami undang, hanya beberapa kolega Super Junior yang sesama artis SM Entertainment, management SM yang berurusan langsung dengan Super Junior, keluarga dekat ku dan Kyuhyun serta beberapa teman lama kami.

Hari H pernikahan kami, aku merasa sangat gugup. Aku memakai gaun putih dan rambut cokelat gelapku di gelung sederhana, sesederhana pesta pernikahan kami. Aku bercermin sebentar sebelum keluar untuk memulai acara, wajahku merona bukan hanya karena make up tetapi karena ini adalah hari paling bahagia seumur hidupku. Seulas senyum mengembang dibibirku. Lalu sebelum keluar ibu ku dan Ibu Kyuhyun memelukku secara bergantian. “kau cantik sekali Mi-cha” kata mereka, aku hanya tersenyum, gugup mulai menyelimutiku. Aku melihat Kyuhyun sudah menungguku, ia mengenakan jas hitam, tetap tampan seperti biasanya. Ia memangkas rambutnya menjadi pendek dan rapi beberapa hari lalu. Terlihat senyum di wajahnya tetapi ia juga terlihat gugup. Aura di tempat itu sangat hangat, pesta pernikahan kecil bertemakan garden party itu berlangsung Khidmat. Beberapa jam kemudian aku resmi menjadi nyonya Cho. Semua orang menyelamati kami.

Pesta berakhir, kami pun langsung kembali ke Seoul karena besok sore Super Junior sudah ada jadwal acara tampil lagi. Terpaksa aku dan Kyuhyun menunda bulan madu kami. Aku cukup kecewa dengan hal itu tetapi bukan kah ini baru saja permulaan?

Ayah-ibu ku langsung kembali ke Inggris begitu acara selesai. Ayahku ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda dan keluarga Kyuhyun juga sudah kembali ke rumah mereka. Jadi kami juga langsung pulang ke apartemen di lantai 11 yang sekarang menjadi rumah kami.

Keesokan paginya badan ku terasa pegal semua saat bagun. Mungkin efek terlalu lelah setelah acara kemarin. Begitu membuka mata aku termenung sebentar mengingat-ingat apa yang terjadi kemarin aku takut itu mimpi. Tetapi ternyata tidak, karena begitu aku menengok kesamping Cho Kyuhyun benar-benar sedang tidur bersamaku. Ia suami ku sekarang.

Lelap sekali tidurnya, pasti ia juga lelah karena kemarin seharian ia meneytir dengan jarak yang cukup jauh ke tempat pernkahan kami. Aku tidak tega membangunkan nya tetapi ini sudah jam 9 pagi, dan ia akan melakukan show nanti sore jadi aku memutuskan untuk membangunkannya untuk bersiap-siap.

“oppa, bangun” kataku sambil mengguncang-guncang badannya. Kyuhyun bukannya bagun ia malah menutup badannya dengan selimut. “hey, lihat jam berapa sekarang. Kau kan ada show nanti sore” aku tidak menyerah membangunkan suami ku ini. Akhirnya ia membuka mata. “peluk aku” Kyuhyun berkata dengan manja “tidak mau, bangun dulu baru kau ku peluk” jawab ku sambil menggodanya. Kyuhyun langsung bangun dari tempat tidurnya dan mencium keningku “sudah sana mandi, nanti kau telat. Aku akan membuatkan sarapan” kataku sambil mencubit pipinya “ah kau ini, aku kan masih ngantuk” Kyuhyun merajuk seperti anak kecil “begini saja, kalau kau mandi sekarang aku akan buatkan kau pancake? Deal?” kataku sambil membelai rambut Kyuhyun yang berantakan karena baru bagun tidur “ahh deal kalau begitu” Kyuhyun langsung melempar senyum khas nya dan beranjak pergi ke kamar mandi.

Aku langsung bergegas ke dapur membuatkan pancake dan kopi untuk sarapan kami.

“ah enak” Kyuhyun berkata dengan mulut penuh. “oppa jangan makan sambil berbicara begitu nanti kau tersedak” kataku geli melihat tingkah Kyuhyun “kau memang pintar masak Mi-cha beruntung sekali aku menjadi suami mu” jawab Kyuhyun memuji ku, ia memang pandai memuji.

“ah iya, sekarang kan aku sudah menjadi suami mu, bagaimana kalau kau memanggilku dengan Darling, atau honey, sayang atau my love? Agar lebih mesra, bagaimana?” Kyuhyun tiba-tiba membuat permintaan aneh, mau tak mau aku tertawa “kenapa tertawa?” Kyuhyun bingung aku menertawakannya “tidak mau, aneh sekali buatku memanggilmu dengan sebutan itu” kataku tidak setuju dengan ide Kyuhyun karena memang menurutku cukup memanggilnya oppa seperti yang selama ini aku lakukan.

“kau tidak romantis” Kyuhyun memajukan mulutnya, aku terkekeh melihat nya “oppa, saranghae” aku berkata sambil mengelap selai strawberry di mulut Kyuhyun. Kyuhyun memegang tangan ku dan berkata “saranghae Mi-cha” sambil mencium tangan ku, aku tersenyum.

“oppa aku ada lagu khusus untuk mu” tiba-tiba aku teringat sebuah lagu yang aku ‘ciptakan’ untuk Kyuhyun tadi malam selama perjalanan pulang dari desa tempat kami menikah “lagu? Kau bisa menyanyi?” Kyhyun terkekeh menggodaku “ya sudah tidak jadi” aku menarik tangan ku dan menyuap satu potong pancake terakhir di piringku “aku bercanda, apa lagunya aku ingin dengar” jawab Kyuhyun “dengar baik-baik ya, dan jangan tertawa!” kataku sambil membetulkan suara, Kyuhyun mengangguk.

“listen Kyu, jowahe. Baby Kyu Saranghae namani norul wiha yeoja durojwo bwa noru hyanghan gobek. Selesai”  kataku menyanyikan lirik lagu Bonamana yang dinyayikan Kyuhyun dengan sedikit improvisasi pada kata-katanya.

Mendengar lagu ini Kyuhyun tertawa terbahak-bahak “Mi-cha, ternyata lagu itu yang mau kau nyanyikan hahahahaha” Kyuhyun masih terus tertawa “bagus kan?” aku tetap PD walau Kyuhyun mentertawaiku “bagus-bagus,  tetapi aku fikir kau benar-benar mengarang lagu untukku” kata Kyuhyun usai tawanya reda “ah kau kan sudah janji tidak tertawa! Malas! Sudah siap-siap sana, nanti aku buatkan kau bekal untuk dibawa ya” akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri percakapan konyol itu dan meletakkan pirinng kotor di dapur untuk di cuci “Mi-cha” Kyuhyun memanggilku, dan saat aku berbalik badan Kyuhyun langsung mencium ku tepat di bibir “kena!” katanya, langsung kembali ke kamar untuk bersiap-siap “ahh kau ini” kata ku senang.

Sekitar jam 1 siang Kyuhyun berangkat bersama anggota Super Junior lain untuk menghadiri salah satu acara, tadinya aku di ajak tetapi aku masih lelah. Dan lagi aku ingin membuatkan makan malam spesial untuk Kyuhyun nanti, jadi lebih baik aku di rumah saja.

——————————————-Kyuhyun Point of View————————————————————-

“ah, dasar pengantin baru, wajah mu bahagia sekali hari ini” Donghae menggoda ku karena dari tadi aku terus mengingat-ingat apa saja yang sudah aku lalui kemarin dan hari ini, sungguh hari-hari yang sempurna! “cepat-cepat menikah lah hyung, itu akan membuat hidupmu terasa sempurna” aku berkata sambil bermaksud sedikit pamer pada hyung-hyung ku itu karena akulah yang paling dahulu menemukan seseorang yang bisa menjadi pendamping hidupku “dengar tuh, Lord Kyu mulai berkhotbah” Leetuk menggoda ceramah ku tentang pernikahan, member yang lain tertawa “oh iya, Kyu ceritakan bagaimana tadi malam” tiba-tiba Eunhyuk yang duduk di kursi depan berpaling kebelakang sambil bertanya “tadi malam apanya?” aku malah baik bertanya, walaupun sebenarnya aku tahu arah pertanyaan Eunhyuk-hyung “ah kau jangan pura-pura bodoh, kau tahu kan maksud pertanyaan nya Eunhyuk, ayo ceritakan bagaimana kau melakukan nya dengan Mi-cha, kami ingin dengar, janji tidak akan cerita ke siapa-siapa” Leetuk Hyung mendukung pertanyaan Eunhyuk, aku geli sendiri melihat tingkah hyung-hyung ku ini

“jadi begini. Setelah kami pulang dari desa kemarin” aku memulai ceritaku, otomatis semua mata tertuju kepadaku kecuali supir kami yang tampak nya hanya mendengar dengan seksama “aku dan Mi-cha langsung masuk kamar, lalu kami duduk di kasur, bercanda-bercanda sebentar. Setelah itu Mi-cha mandi” ceritaku ini tampaknya sangat menarik perhatian mereka, terlihat jelas dari raut wajah para hyung ku ini “setelah itu?” Tanya Shindong “setelah dia, aku juga mandi dengan air hangat lalu kami tidur dan bangun jam 9 lalu dia membuatkan ku pancake dan capucinno, setelah itu aku berangkat ke dorm kalian” ceritaku dengan nada santai, dan jelas saja hal ini membuat para pendengar kecewa “ahh kalau itu sih tidak usah kau ceritakan” jawab Donghae, aku tertawa geli “kalau yang lain rahasiaaaaa” aku menjulurkan lidah ku kepada mereka, memangnya mereka kira aku mau menceritakan apa yang kami lakukan semalam? Bisa-bisa aku malu sendiri.

Sesampainya di tempat acara, kami melakukan rehearsal sebentar dan mengganti kostum. Setelah selesai mengganti kostum Seohyun SNSD menghampiri ku. “Kyu, bisa bicara sebentar?” tanya nya “ah ada apa Seouhyun-sshi bukannya kalian tidak ikut tampil pada acara ini?” jawabku bingung kenapa Seouhyun ada disini “ada hal penting yang harus ku bicarakan kepadamu” jawab nya, raut wajahnya cemas, lalu kami mengobrol di ruang rias yang sudah sepi karena hampir semua pengisi acara sudah ke belakang panggung “aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya” Seouhyun terlihat gugup “ada apa memang? Kau sakit? Mukamu pucat sekali” Kyuhyun jadi bingung dengan Seouhyun “sebelumnya aku minta maaf Kyu, aku kehilangan kamera digital ku” Seohyun berbicara sebentar lalu diam lagi, aku jadi tambah bingung “lalu kenapa? Kau mau meminjam kamera digital ku?” Kyuhyun menebak apa yang akan dibicarakan Seouhyun “bukan, tetapi didalam nya ada foto-foto pernikahan kau dan Mi-Cha kemarin” Deg! Mendengar cerita Seohyun aku langsung lemas, bagaimana kalau orang lain melihat foto-foto itu dan menyebarkannya “dimana?” hanya itu pertanyaan yang keluar dari mulutku “aku tidak yakin tetapi seingatku saat aku ke minimarket untuk membeli minuman setelah menghadiri pernikahanmu kemarin kamera itu masih aku pegang, aku takut kameranya jatuh” Seouhyun berkata sambil menundukkan kepala “kenapa kau ceroboh sekali?!” aku memarahi Seohyun “maaf Kyu, aku benar-benar minta maaf. Aku sudah menyuruh orang untuk mencarinya dan belum ada kabar” raut wajah Seohyun terlihat sungguh menyesal, aku jadi tidak tega untuk marah, dan disaat yang bersamaan manajerku memanggil karena acara akan segera dimulai “baiklah, tolong kabarin aku secepatnya apapun itu” jawabku sambil langsung berdiri dan pergi ke panggung.

Aku berusaha tenang menghadapi masalah ini selama di panggung. Begitu acara selesai aku langsung menceritakan hal ini kepada salah satu hyung ku, siwon “OMO! Benar begitu?” jawab nya dengan alis terangkat “iya, aku bingung hyung harus bagaimana? Kau ada ide untuk menemukan kamera Seohyun?” aku bertanya kepada Siwon, karena biasanya ia punya ide brillian untuk masalah-masalah seperti ini ”bagaimana kalau kau membuat iklan di koran? Tetapi jangan menggunakan namamu” Siwon memberi solusi “benar juga ya, tapi kalau tidak ketemu juga?” jawabku pesimis “coba dulu, nanti kita pikirkan jalan lain jika ini tidak berhasil” jawab Siwon sambil menepuk pundak ku.

Aku sampai di rumah pukul 10 malam, Mi-cha belum tidur menungguku ia masih menonton televisi. “ah oppa kau sudah pulang” Mi-cha langsung menyambutku di depan pintu, aku tersenyum melihat istrku itu “kenapa belum tidur?” aku bertanya sambil melepas sepatu “tentu saja aku menunggumu, aku tadi melihat acaranya. Kalian keren sekali” Mi-cha memuji penampilan kami tadi “tentu saja, kami kan Super Junior” jawab ku membanggakan grup ku sendiri “narsis! mandilah. Kau pasti berkeringat banyak tadi. Setelah itu makan aku sudah masak Bimbap untukmu” Mi-cha membawakan tas ku dan mendorong ku ke kamar mandi “asikk, oke aku mandi” kataku sambil masuk ke kamar mandi.

Selesai makan kami menonton televisi disofa, Mi-cha bersandar manja di pelukanku ia sepertinya tertidur. Aku membelai lembut rambutnya. Masalah kamera Seohyun yang hilang itu masih ada di otakku. Aku hanya takut ada orang yang mempublikasikan foto-foto pernikahan kami, jika itu terjadi habislah aku dan Super Junior juga bisa terseret masalah. Aku belum meceritakan hal ini kepada Mi-cha karena tidak mau membuatnya khawatir. “oppa kau belum ngantuk?” Mi-cha membuyarkan lamunan Ku, ia berbicara dengan mata tertutup “kau belum tidur sayang?” tanya ku sambil memeluk tubuh istriku itu “belum, ah ya lusa aku kembali mengajar” jawab Mi-cha memberi tahuku ia akan kembali mengajar di sekolahnya lusa “gendong aku ke kamar” kata Mi-cha kemudia tetap dengan mata tertutup, aku geli melihat MI-cha, apa ia mengigau? tetapi tetap saja aku menuruti apa yang diminta Mi-cha.

Keesokan harinya, para hyung ku ‘berkunjung’ ke apartemen kami, Mi-cha menyuruh mereka datang karena ia ingin membuatkan makan siang spesial untuk kami. Saat itu Leetuk memberitahu bahwa manajemen sudah deal dengan salah satu Event organiser di Jepang untuk mengadakan konser di acara pertukaran kebudayaan di Osaka, dan Super Junior yang memang menjadi salah satu duta kebudayaan Korea diundang untuk hadir. Kami akan berangkat 5 hari lagi. Ini berarti aku harus meninggalkan Mi-cha sendiri di rumah. Tidak tega sebenarnya.

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

Hari pertama aku kembali mengajar kembali setelah mengambil cuti untuk menikah selama 3 hari kemarin. Aku mengajar sebagai guru bahasa Inggris dan Spanyol kelas 2 s/d 4 SD di salah satu sekolah dasar berstandart Internasional di Seoul. Dengan darah blasteran Inggris dari Ayahku, tentu bahasa Inggris bukanlah hal sulit untukku juga bahasa Spanyol yang di ajarkan paman ku sejak aku kecil.

Aku bersemangat sekaligus gugup karena aku menyembunyikan pernikahan ini kepada semua rekan-rekan guru ku di sekolah ku. Hanya satu orang yang tahu aku menikah, yaitu ketua yayasan sekolahku. Ia awalnya cukup kaget dengan siapa aku menikah. Karena ia tidak ingin terjadi keributan di sekolah, maka atas sarannya sebaiknya aku merahasiakan pernikahan aku dan Kyuhyun.

Aku datang ke ruang guru, saat itu baru ada salah seorang guru bernama Hyorin, aku cukup dekat dengannya ia sangat baik. “hai Mi-cha bagaimana liburan mu?” ia menyapa ku begitu aku memasuki ruangan “ah Hyorin-eonni menyenangkan sekali liburanku. Bagaimana murid-murid?” tanyaku “mereka protes karena kau tidak mengajar, kau adalah salah satu guru favorit mereka jadi mereka agak susah di atur saat diajar oleh guru lain” kata Hyorin sambil tertawa “benarkah? Aku juga kangen dengan mereka. Makanya aku bersemangat sekali pagi ini” aku senang mendengar cerita Hyorin, tiba-tiba Hyorin melihat tangan ku. Sial! Aku lupa melepas cincin kawin ku, terlambat untuk menyembunyikannya “hey cincin apa itu?” kata Hyorin sambil mengangkat tanganku “ahhh ini..” aku bingung mau menjawab apa, aku takut ketahuan karena di sala satu bagian cincin yang menghadap telapak tangan ku ada ukiran nama ‘Kyu’. “kau dilamar oleh pacar mu ya?!” Hyorin mengambil kesimpulan sendiri, tetapi aku bersyukur dia berfikir seperti itu “begitulah” jawabku sambil tersenyum semanis mungkin “wah selamat! Tetapi kenapa kau tidak pernah memperkenalkan pacarmu kepadaku?” tanya Hyorin kembali “kapan-kapan akan aku kenalkan, baiklah sepertinya murid-muridku sudah datang. Nanti kita cerita lagi ya” jawabku sambil langsung pergi meninggalkan Hyorin.

Pelajaran belajar mengajar hari ini berjalan lancar seperti biasa. Selesai jam mengajar aku memutuskan mampir ke super market karena tadi pagi Kyuhyun memintaku membuatkannya sup iga.

————————————————— Kyuhyun’s POV ————————————————————-

Sudah hampir lima hari sejak kamera Seohyun hilang, tidak ada kejadian apa-apa aku rasa semua akan baik-bak saja. Semoga begitu. Tiga jam lagi aku akan berangkat ke Jepang untuk Show, Mi-cha sudah mengetuk pintu kamar mandi menyuruh ku mempercepat mandi ku, cerewet sekali istriku ini.

“Oppa cepatlah, hyung-hyung mu sudah menunggu di ruang tamu” Mi-Cha kembali teriak dari luar kamar, diluar terdengar member Super Junior lain sedang bersenda gurau “aku sudah selesai” kataku sambil berjalan keluar kamar dan menenteng koper kecil yang berisi baju dan peralatan yang aku butuhkan selama tiga hari berada di Jepang.

“aku berangkat sayang, jaga dirimu baik-baik. Telepon aku kalau ada sesuatu yang penting” kataku kepada Mi-cha “tidak usah khawatirkan aku, kau lah yang harus hati-hati disana. Sukses oppa untuk acaranya” jawab Mi-cha yang bersandar di pintu depan ketika kami akan berangkat. Aku memeluk dan mencium pipinya sesaat sambil bekata “saranghae” yang di balas dengan ucapan yang sama oleh Mi-cha. Hyung-hyung ku langsung bereaksi melihat adegan mesra itu. “hey, jangan pamer kemesraan dengan kami yang belum menikah ini, bikin iri saja!” seru Shindong. Kami pun berangkat.

Super Junior dengan sukses mendarat di Jepang, begitu turun dari pesawat dan ingin keluar dari terminal kedatanagn Internasional entah berapa banyak ELF yang sudah menunggu kami, meneriakkan nama kami, dan teriakan “OPPA AISHITERU!!” terdengar dari segala arah. Aku selalu menikmati semua perhatian dari fans-fans ku selama itu tidak terlalu menggangu privacy ku. Apa arti Super Junior tanpa ELF kan?

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

“iya pa, aku baik-baik saja sendiri. Kalian juga jaga diri ya disana. Baik. See you dad” aku menutup telepon dari ayahku, walaupun aku bilang aku baik-baik saja sepi juga rasanya di apartemen ini sendirian. Tadi Kyuhyun baru menelepon ku katanya ia sedang makan sushi disana, I miss my husband walau baru sebentar ditinggal. Aku pun memutuskan untuk tidur.

Keesokan harinya seperti biasa aku bersiap-siap untuk mengajar dan sebelum mengajar aku biasa menonton berita sambil sarapan. Berita yang tampil hari ini seperti biasa bervariasi dari berita olahraga sampai politik, aku mengganti-ganti chanel sampai mataku tertuju pada satu tulisan berita newsticker yang berjalan di bawah layar. Tertulis “Beredar Gosip bahawa Cho Kyuhyun Super Junior telah menikah” glek, aku menelan sereal yang menjadi sarapan ku dengan susah payah. Langsung saja aku mengakses internet dari ponsel ku untuk memastikan beritanya. Aku langsung membuka salah satu website gosip yang paling update. Dan benar saja headline itu tertulis huruf besar “CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR TELAH MENIKAH DENGAN SEORANG GADIS BLASTERAN!” dengan jantung berdegup kencang aku membuka berita itu. Dengan membaca skimming aku berusaha menangkap apa isi berita itu. Untuk melengkapi bukti kebenaran berita itu di tampilkan foto pernikahan ku. Aku benar-benar kaget langsung saja aku menelepon Kyuhyun. Bagaimana ini bisa terjadi?

“oppa, pernikahan kita ketahuan” kataku tanpa basa-basi kepada Kyuhyun yang bahkan aku tebak dia belum sepenuhnya sadar dari tidurnya ”apa? Jangan bercanda Mi-cha” jawabnya dengan suara khas orang bagun tidur “lihat saja di inetrnet” kataku buru-buru “serius?” kali ini suaranya jauh lebih sadar dari tadi “oppa, apa yang harus kita lakukan” tanyaku bingung “ah sial bagaimana ini? tenang saja dulu aku coba konsutasikan dengan hyung dulu ya. Yang penting kau hati-hati” Kyuhyun spertinya juga bingung apa yang harus dilakukan “baiklah” jawabku sambil menutup telepon. Aku berdoa semoga reaksi ELF positif terhadap berita ini. lalu aku memutuskan untuk berangkat ke selokah, aku hampir terlambat.

Sepanjang perjalanan aku merasa banyak tatapan aneh terhadapku, bahkan ketika aku akan berjalan ke parkiran di basement beberapa office boy berbisik-bisik sambil menatapku. Aku tidak mau ambil pusing, tetapi sebenarnya aku khawatir dengan situasi di sekolah nanti,

Kekhawatiran ku terwujud dan do’a ku idak terkabul. Satu sekolah sekarang membicarakan ku bahkan Hyorin sampai bilang “aku kecewa kepadamu Mi-cha, bukan karena kau telah menikah dengan Cho Kyuhyun tetapi karena kau tidak jujur kepadaku” kata-kata Hyorin begitu menusuk hatiku. Aku hanya bisa minta maaf kepada Hyorin, dan menjelaskan apa yang terjadi kepadanya. Tetapi sepertinya ia masih marah kepadaku. Lebih buruk lagi saat aku baru keluar dari jalan sekolah keluar sekolah ada beberapa perempuan remaja berdiri dan membawa poster dengan tinta merah bertuliskan ‘SUPER JUNIOR BELONG TO ELF. KYUHYUN OPPA IS ELF’S MINE’. “Perfect! Resmi sudah aku punya anti fans” gerutu ku dalam hati.

Begitu sampai di apartemen aku langsung saja masuk dan menelepon Kyuhyun. Tidak diangkat, sepertinya ia sedang mulai show nya. Aku memutuskan untuk tidur. Baru akan tidur ada dua pesan singkat masuk ke handphone ku “kau perempuan jalang! Menjauhlah dari Kyuhyun-oppa” dan yang satu lagi berbunyi lebih sadis “aku bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan Kyuhyun oppa dari mu” oh my God! Apa-apaan ini. Dari mana mereka tahu nomor ponsel ku? Apa mereka tidak berfikir kalau Kyuhyun oppa mereka juga manusia yang berhak bahagia? Mana bisa Kyuhyun menikahi semua ELF di dunia?!! Aku ingin membalas pesan itu tetapi aku tahu itu malah akan memperkeruh suasana. Otakku tidak bisa berhenti berfikir. Dari mana berita ini tersebar? Apa yang akan terjadi besok?. Aku pun tertidur.

Keesokan harinya, begitu aku bangun tidur aku kaget karena seorang laki-laki tidur di sampingku. Setelah melihat dengan ‘sadar’ ternyata itu Kyuhyun, kapan ia sampai rumah? Kontan saja aku membangunkannya. Tidak seperti biasa, kali ini begitu aku memanggilnya Kyuhyun langsung bagun.

Aku langsung memeluknya erat sekali, seperti kami tidak bertemu bertahun-tahun “kau baik-baik saja kan?” tanya nya, aku masih tidak mau melepaskan pelukanku “ya, aku tidak apa-apa. Kau kapan pulang?” tanyaku kepadanya “tadi malam, jam 3 pagi aku sampai Seoul, aku pulang lebih dulu dari yang lain. Aku khawatir kepadamu” jawab Kyuhyun, aku melepaskan pelukan ku “aku takut oppa” aku merengek seperti anak kecil kepadanya “aku janji semua akan baik-baik saja” kata Kyuhyun mencoba meyakinkan ku.

“bagaimana ini bisa terjadi” tanyaku kepada Kyuhun. Kyuhyun kemudian menceritakan tentang hilangnya kamera Seouhyun yang berisi foto pernikahan kami. “itu sudah hampir seminggu yang lalu, aku fikir tidak-akan terjadi apa-apa” Kyuhyun menutp ceritanya. “aku justru lebih khwatir kepadamu dan kepada Super Junior. Bagaimana karir kalian nanti?” aku berkata, ada sedikit rasa bersalah dalam nada suaraku. “manajemen sedang membicarakan hal ini dengan manager ku, aku akan ke kantor SME siang nanti. Semoga mereka punya jalan yang terbaik” kata Kyuhyun. Aku hanya mengangguk.

Di sekolah hari ini tidak lebih baik dari kemarin, Hyorin juga belum mau berbicara dengan ku. Bahkan beberapa rekan guru ada yang terang-terangan menanyakan kebenaran berita ini kepadaku. Aku hanya tidak bisa menjawab dan hanya tersenyum.

————————————————— Kyuhyun’s POV ————————————————————-

Aku memasuki ruang rapat SME di lantai 5. Ada Lee So Man, bos besar SM Entertainment, manager Super Junior, Leetuk-hyung yang baru tiba dari Jepang dan beberapa direksi datang dalam rapat yang sebenarnya punya tujuan ‘menghakimi’ ku. “Kyuhyun-shhi aku sebenarnya sudah memperhitungkan akan terjadi hal seperti ini. tetapi hanya tidak menyangka hal ini terjadi begitu cepat” Lee Soo Man membuka rapat dengan nada suara dinginnya. Orang ini selalu membuatku segan karena memiliki aura kepemimpinan yang sangat tegas. “aku minta maaf, aku akan terima semua resiko yang ada” jawabku menatap wajah wajah di ruangan itu

“ini tidak akan baik untuk kelangsungan karir Super Junior dan terutama Image mu Kyuhyun” kata salah seorang direksi “bisa-bisa peluncuran album ke-5 kalian batal” direksi lain menyumbang suara. “mereka semua benar, karenanya aku sudah memutuskan satu hal dan hanya ini satu-satunya cara bisa menyelamatkan Super Junior” jawab Lee Soo Man sambil menatap kearahku “apa?” tanyaku penasaran “kalian mengakulah sudah menikah, tetapi bilang ini atas dasar keterpaksaan dan katakan kau tidak mencintai istrimu” aku berusaha mencerna setiap kata-kata tadi, dan bagiku itu tidak mask akal! “aku setuju dengan ide itu, dengan begitu simpati kepada mu akan bertambah” kata salah satu direksi. Aku sangat ingin marah kepada Lee Soo Man, tetapi aku menahan karena bagaimanapun ia adalah orang paling berjasa dalam karirku. “aku tidak bisa” jawab ku singkat “Mr. Lee apa tidak ada jalan lain? Kalau begitu bukan hanya akan membuat kebohongan publik, tetapi Mi-cha juga akan semakin menjadi sasaran kemarahan fans” Leetuk membelaku “kau punya jalan lain yang tidak merugikan SME? Jika ada silahkan” jawab Lee Soo Man datar. “sampaikan hal ini kepada semua anggota Suju dan suruh mereka berkata begitu jika ditanyai wartawan. Aku rasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, rapat aku akhiri disini” Lee Soo Man kemudian berkata dan langsung meninggalkan ruangan.

Tinggal lah aku dan Leetukh-hyung berdua. “jika kau tidak setuju dengan ide ini jangan kau lakukan Kyu, sudah saatnya kau memikirkan hidup mu” jawab Leetuk “kenapa saat ini aku seakan di paksa memilih salah satu antara Super Junior dan Mi-cha? Aku tidak bisa” jawabku sambil menatap mata hyung ku itu “tetapi, keadaan nya memang mengharuskan mu untuk memilih. Aku yakin memebr yang lain juga akan meletakkan keputusan kepadamu. Jadi tidak usah khawatir, apapun yang kau lakukan kami kakak-kakak mu akan selalu ada di sampingmu” jawab Leetuk hyung, kata-katanya sedikit banyak menyemangatiku.

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

Aku baru akan memasuki apotek untuk membeli vitamin ketika tiba-tiba ada sebuah benda merah kecil yang menghantamku dan mengotori bajuku. “Shit! Hey kalian” aku melihat siapa yang melempar tomat itu kepada ku, ada 3 orang gadis remaja disana dan pasti mereka anti-fans ku. Ketika salah satu dari mereka akan melempar tomat lagi tiba-tiba Siwon muncul dan menyuruh mereka pergi. Melihat Siwon datang, ketiga gadis tadi langsung lari. “kau tidak apa-apa Mi-cha?” tanya Siwon “tidak apa-apa oppa, terimakasih ya” jawabku memaksa senyum walaupun sebenarnya aku kesal setengah mati “sebaiknya belakangan ini kau jangan keluar rumah sendiri dulu berbahaya, sekarang satu dunia sudah tahu kau adalah istri Cho Kyuhyun, dan aku rasa sedikitnya se per empat gadis di dunia mencintai Kyuhyun” siwon menasihatiku. “emh baiklah oppa” jawabku “kau kuantar pulang saja ya, mobil mu biar nanti di urus oleh asisten ku” Siwon kembali menawarkan bantuannya “baiklah” aku menyetujui, karena aku sekarang merasa tidak aman jika harus pulang sendiri. Aku merasa jadi penjahat yang di cari-cari semua orang. “oppa, jangan cerita hal ini ke Kyuhyun ya, aku tidak mau menambah beban hidupnya” aku berkata kepada Siwon dalam perjalanan pulang ke apartemen “tapi Kyuhyun suami mu, dia harus tau apa yang kau alami agar dia bisa melindungi mu Mi-cha” Siwon tidak setuju dengan ide ku ini. “ah tidak hyung, aku tahu beban Kyu-oppa sudah sangat berat aku tidak mau hal-hal sepele ini menjadi fikirannya” jawabku ngotot “terserah kalau itu mau mu, tapi kau harus jaga diri baik-baik ya” Siwon akhirnya menyetujui syaratku.

————————————————— Kyuhyun’s POV ————————————————————-

Aku bingung harus menyetujui apa yang diusulkan pihak SME atau tidak. Aku bingung harus mengatakan ini kepada Mi-cha atau tidak. “oppa, jangan meletakkan handuk basah di kasur nanti jadi lembab” seperti biasa wanita ini cerewet sekali, tetapi aku selalu suka mendengar ocehannya. “aku lupa” kataku sambil tertawa, lalu Mi-cha duduk di sampingku “tadi aku ke kantor” aku memutuskan untuk bertanya pendapatnya tentang ide yang disampaikan tadi siang “jadi apa hasilnya? Aku baru akan menanyakan hal ini kepadamu” jawab Mi-cha cepat. Aku menceritakan semua hasil dari rapat tadi siang, aku tidak berani melihat wajah Mi-cha. Aku yakin ia pasti kecewa sekali dan kemungkinan besar ia akan menolak ide ini.

Seletah selesai cerita Mi-cha hanya diam tanpa memberi komentar. Aku memegang tangannya. “bilang saja begitu oppa” katanya dengan senyum polos “apa kau gila?!” jawab ku tidak percaya Mi-cha meyetujui ide ini. “mau bagaimana lagi, sepertinya dengan begini Super Junior akan selamat dari amukan fans”katanya sambil tertawa kecil “kau fikir aku setega itu bilang ke orang-orang kalau aku terpaksa menikah dengan mu karena di jodohkan dan seolah-olah aku tidak mencintaimu?!” nada ku tiba-tiba jadi tinggi. Mi-cha menunduk “aku tidak peduli apa yang oppa bilang ke wartawan, karena aku tahu itu sebaliknya” jawabnya singkat “kau.. tidak, suami macam apa aku kalau sampai begitu.” Jawab ku “kau ada cara lain? kelangsungan Super Junior dan karir mu di pertaruhkan disini” jawab Mi-cha “bagaimana kalau kita pindah ke Inggris dan memulai hidup baru disana” tiba-tiba ide itu terlintas di benakku “kau fikir memulai hidup baru semudah membalikkan telapak tangan? Mudah jika mau bukan magnae Super Junior. Tetapi hidupmu ada di Korea oppa. Dan aku tidak mau gara-gara aku hidupmu berantakan” Mi-cha masih berkata sambil menundukkan wajah, ia selalu begitu jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku “lihat aku” aku berkata sambil mengangkat wajahnya, seulas senyum ada di bibirnya “oppa, itu kan hanya sekedar jawaban yang kau buat di TV, sampai gosip ini reda ber pura-puralah dahulu” aku bahkan tidak tahu saat itu istriku serius atau tidak dalam menyatakan pendapatnya.

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

Aku menyaksikan di layar televisi yang meyiarkan Press Conference Super Junior mengenai masalah ini. Dengan mata kepalaku aku menyaksikan Kyuhyun menjawab semua pertanyaan dari wartawan. Ada Leetuk, Siwon, dan Shindong di Conference itu menemani Kyuhyun. “sejak kapan kalian kenal?” tanya wartawan “setahun yang lalu” jawab Kyuhyun “benarkah kalian di jodohkan?” pertanyaan selanjutnya dari wartawan “ya” jawab Kyuhyun sambil menatap wartawan, tetapi pandangannya terlihat berbeda “apa kalian terpaksa menikah hanya karena orang tua kalian dan sebenarnya kalian tidak saling mencintai?” pertanyaann ini tidak hanya mengguncang Kyuhyun tetapi juga aku “Menurut kalian di jodohkan itu sebuah keterpaksaan atau tidak? ada atau tidaknya cinta di pernikahan kami biar kami saja yang tahu, Tetapi mau bagaimanapun ia tetap istriku jadi tolong hormati ia” jawab Kyuhyun singkat dan berpuluh-puluh pertanyaan lain membanjiri sesi conference itu. Sampai Leetuk berkata “aku rasa sekian cukup, jadi mohon untuk memaklumi keadaan yang ada. Ini menyangkut keluarga Kyuhyun dan Mi-cha jadi tolong jangan membuat berita yang tidak masuk akal dan aku mohon ELF tetap dukung kami” setelah itu mereka pergi dari meja Conference. Acara itu selesai dan air mataku sudah membanjiri pipiku. Sakit sekali rasanya mendengar pernyataan Kyuhyun di televisi tadi. Tapi mau bagaimana lagi, aku juga menyetujui ide ini. aku hanya bisa menagis di belakang sekarang, aku bertekad tidak akan menunjukkan wajah susah ku di hadapan Kyuhyun.

Sebenarnya rencana ini ditentang keras oleh kedua orang tua ku dan Orang tua kyuhyun. Tetapi mereka juga tidak punya solusi yang bisa menyelamatkan keadaan Super Junior. Setelah acara conference itu memang pemberitaan di media mulai meyurut tetapi justru anti-fans ku bertmabah semakin banyak. Teror sms semakin gencar aku bahkan sampai mengganti nomor ponsel. Aku benar-benar stress dengan keadaan ini. puncaknya saat kepada yayasan memanggilku dan memberitahukan bahwa aku di non-aktifkan sementara dari kegiatan mengajar demi menjaga image sekolah. Aku tidak cerita hal ini kepada Kyu, takut ia khawatir. Saat itu aku merasa hidupku berantakan sekali. Yang tersisa hanya Kyuhyun sekarang.

Malam itu sudah jam 11 lebih, Kyuhyun belum juga pulang. Tetapi tadi aku bertemu dengan Sungmin dan Ryeowok, mereka bilang hari ini Super Junior tidak ada kegiatan bersama, jadi kemana Kyuhyun? Aku masih menunggu Kyuhyun pulang walaupun aku mengantuk sekali. Tidak berapa lama suara pintu di buka, Kyuhyun akhirnya pulang. “oppa, dari mana saja? Kenapa ponsel mu tidak aktif” kataku sambil berjalan ke pintu. Tetapi ada yang aneh dengan Kyuhyun, ia terlihat berjalan seperti orang pusing. “Mi-chaaa aku pulangg” ia berteriak. Kyuhyun mabuk.

Kemudia Donghae menyusul masuk “Mi-cha, Kyuhyun minum banyak sekali hari ini. aku tidak bisa melarangnya” kata Dongahe “ya Tuhan, kenapa kau begini Oppa” jawa ku sambil memapah Kyuhyun dengan susah payah. Omongan Kyuhyun mulai melantur. “terimakasih oppa sudah mengantar Kyu pulang” jawabku kepada Donghae “kau perlu bantuan mengangkatnya kekamar?” Donghae terlihat khawatir “tidak apa aku bisa sendiri” jawabku “istirahatlah, kau pasti lelah menemani bayi besar ini menum dari tadi” aku berkata kepada Dongahe sambil memegang Kyuhyun yang masih mengoceh tidak karuan. “baiklah, jika ada apa-apa langsung bilang kepada kami ya” kata Donghae sambil langsung kembali ke Dorm Super Junior.

“oppa kau kenapa mabuk sih?” aku heran, semenjak kami menikah 3 bulan lalu, Kyuhyun sudah tidak pernah lagi menyentuh minuman keras, apalagi sampai mabuk. Ia berjanji kepadaku untuk berhenti minum ketika kami menikah “ahh Mi-cha, istriku kau cantik sekali hari ini” kata Kyuhyun masih melantur “tunggu sebentar aku bawakan kau teh herbal” aku mendudukkan Kyuhyun di sofa sambil membuatkan Kyuhyun secangkir the herbal hangat, begitu kembali dari dapur Kyuhyun sepertinya sudah tidur tetapi kemudian ia mengigau “aku capek, aku muak dengan semua ini” lalu kembali tertidur.

Aku mematung di samping Kyuhyun, memandangi nya. Ia seperti anak kecil jika sedang tertidur. Tetapi terlihat jelas wajahnya menunjukkan kalau ia sedang lelah. Aku mengingat perkataannya barusan. “aku capek, aku muak dengan semua ini”. Apa arti dari kata-kata itu?

Semenjak mabuk waktu itu, Kyuhyun jadi semakin suka mabuk. Aku sudah berusaha melarangnya tetapi sepertinya ia tidak mau dengar nasehatku kali ini. Ada sedikit perubahan sikap Kyuhyun yang aku rasakan. Kalau pulang malam ia jadi sering tidur di Sofa, dan sering mabuk. Itulah dua perbedaan besar yang aku rasakan. Apa ia terlalu stress dengan keadaan yang ada? Tetapi bukankan wartawan sudah tidak terlalu sering menanyakan tenatang pernikahan kami? Aku juga tidak pernah cerita apa yang terjadi kepadaku?

Malam itu Kyuhyun pulang sambil mabuk lagi, kali ini Sungmin yang mengantarnya. “oppa, kau ini kenapa? Ceritalah kepadaku” kataku sambil duduk disamping Kyuhyun yang tidur di kasur. “Mi-cha kau tahu? Aku lelah sekali. Semua orang berkata banyak hal buruk kepadamu seolah-olah kau wanita penggoda. Aku lelah harus berpura-pura terus. Aku tidak mau kau menderitaaa Mi-chaa” Kyuhyun menjawab pertanyaan ku entah sadar atau tidak dengan yang ia katakan lalu ia melanjutkan “aku ingin sekali pergi jauh sendirian, sepertinya menyenangkan” katanya sambil tertawa sebentar lalu kembali tidur. Kalimat Kyuhyun yang terakhir menyentak diriku. Kyuhyun ingin pergi? Sendirian? Apakah artinya ia sudah menyerah dengan keadaan ini? apa ia sudah tidak ingin lagi mempertahan kan rumah tangga ini? kalau dipikir-pikir dengan semua kejadian yang ada aku rasa semua dugaan ku benar. Kyuhyun sekarang berubah tidak seperti dulu. Aku tidak mau Oppa ku terluka.

Keesokan paginya, aku membuatkan sarapan omelet dan daging asap untuk Kyuhyun. “Selamat pagi sayang” kataku saat Kyuhyun berjalan ke dapur “kepalaku pusing” kata Kyuhyun “kau mabuk lagi semalam” kataku “ah sepertinya terlalu banayk minum lagi. Maaf kan aku ya” jawab Kyuhyun sambil memegang kepalanya “mandilah, setelah itu kita sarapan” kataku “oke sayang” Kyuhyun pun beranjak ke kamar mandi. 20 menit kemudian kami sudah sarapan bersama “Mi-cha kenapa jam segini kau belum berangkat ke sekolah? Aku perhatikan belakangan kau berangkat siang terus?” Pertanyaan kyuhyun mengagetkannku “aku sering mengajar di jam siang jadi tidak apa aku berangkat sedikit terlambat ” jawab ku beralasan “bagaimana Hyorin, apa ia masih marah kepadamu?” Kyuhyun bertanya tentang Hyorin, masalah ini memang pernah aku ceritakan kepadanya “dia sudah baik kepadaku. Tenang semuanya under control” jawab ku dengan senyum menegmbang “senang mendengarnya” jawab Kyuhyun “oppa, I really really really love you” kataku, hal inilah yang sangat ingin aku katakan kepada Kyuhyun dari tadi “really really relly love you too baby” jawab Kyuhyun sambil mengecup keningku. Aku tersenyum.

Setelah sarapan Kyuhyun langsung pergi bersama Hyung-hyungnya untuk berangkat ke Jaeju Island. Mereka ada show disana. Aku memeluk Kyuhyun erat sekali sebelum ia keluar dari rumah “hey, ada apa? Kenapa kau aneh dari tadi?” Kyuhyun bingung dengan sikapku “tidak, aku kan hanya memeluk suamiku, tidak boleh?” aku protes “tentu saja boleh” Kyuhyun berkata lalu mendaratkan bibirnya di bibirku. Aku menahannya agak lama “jaga dirimu” aku berkata kemudian.

Setelah Kyuhyun pergi, aku segera mengemas baju-baju yang sering aku gunakan dalam koper. Aku memutuskan untuk pergi dari kehidupan Kyuhyun selamanya. Aku akan mengurus perceraian kami besok, jadi setelah Kyuhyun pulang dari Jaeju Island ia hanya tinggal menandatangani berkas perceraian. Aku rasa inilah yang terbaik untuknya. Ia punya kehidupan yang tidak mengizinkannya berada dalam satu pernikahan. Aku tidak ingin membuatnya terbebani.

Setelah selesai aku langsung pergi ke apartmen di dekat sekolah tempat aku mengajar. Aku melihat iklan ada apartemen disewakan beberapa hari lalu. Aku sebenarnya ingin kembali ke Inggris, tetapi Ayahku tidak setuju aku bercerai dengan Kyuhyun. Kata-kata ayahku saat aku terakhir berbicara dengannya adalah “My daughter never fails her life, you can’t give up now” tetapi ia tidak merasakan langsung situasinya. Aku tertekan, Kyuhyun mungkin lebih tertekan lagi. Terlebih ada semua anggota Super Junior yang karirnya bisa terhambat. Aku tidak mau hal itu terjadi.

Sesampainya di apartemen baruku yang untungny bisa langsung aku sewa, aku langsung beres-beres. Apartemen ini tentu jauh lebih kecil dari yang kutinggali dengan Kyuhyun sekarang. Tetapi tempatnya sangat bersih yang nyaman. Ada beberapa barang yang ingin aku buang jadi aku keluar untuk membuang sampah. Tidak diduga aku bertemu Hyorin disitu. Kami salah tingkah tetapi ia menyapaku terlebih dahulu.

“Mi-cha kenapa kau disini?” kata Hyorin dengan ekspresi kaget “kau sendiri? Aku sekarang tinggal disini” kataku “apa? Mana suami mu?” Hyorin tambah bingung “panjang ceritanya, maaf kan aku ya” kataku tulus meminta maaf kepadanya atas kesalah pahaman waktu itu “ah, lupakan. Aku hanya emosi sesaat. Ayo ke apartemenku” ajak Hyorin, ternyata ia juga tinggal disini, aku lega salah satu teman ku kembali menerimaku. Sesampainya di apartemen Hyorin aku di suguhi teh hangat. “apa yang terjadi Mi-cha? Kenapa kau jadi pindah kesini?” tanya Hyorin. Aku menceritakan semua yang aku alami hingga aku mengambil keputusan seperti ini “ya! Mi-cha kau jangan bodoh!” tiba-tiba suara Hyorin meninggi “untuk apa kau melakukan semua ini? Kyuhyun akan sedih kalau begitu!” ia melanjutkan kata-katanya “tapi aku rasa ini yang terbaik, aku tidak tahan melihatnya pulang dengan wajah lelah, aku tidak tahan ia berbohong untuk melindugi ku dan band nya. Kasihan ia” jawabku “apa kau tidak mengasihani dirimu sendiri? Kau juga berhak bahagia, Kyuhyun juga. Kalian berhak menikah. Jangan jadikan alasan apapun menghancurkan pernikahan kalian” kata Hyorin “kau tau sendiri kan apa reaksi fans ketika mereka tahu Kyu menikah? Kau kan juga seorang ELF, bagaimana reaksimu?” aku malah balik bertanya kepada Hyorin, ia diam sesaat “aku juga awalnya merasa kehilangan Kyuhyun, dan merasa kau berbohong kepadaku. Tetapi kalau aku fikir siapa aku cemburu kepada istri Kyuhyun? Dari sudut pandangku sekarang Kyu adalah manusia yang berhak menentukan hidupnya. Dan banyak juga beberapa ELF temanku yang berfikiran sama. Aku rasa tidak seharusnya Kyuhyun menyampaikan pernyataan seperti pada saat conference waktu itu” Hyorin menjelaskan panjang lebar “aku tidak bisa mengubah keputusanku” jawab ku tidak terpengaruh ucapan Hyorin “jika kau fikir itu yang terbaik untukmu, tetapi pikirkanlah sekali lagi” jawab Hyorin.

Malam nya aku menelepon Kyuhyun. “halo sayang” terdengar suaranya, sepertinya disana dia sedang berkumpul bersama teman temannya “hai oppa, bagaimana shownya tadi?” tanyaku “sukses, sperti biasa. Sekarang kami sedang makan malam. Kau sudah makan?” tanya Kyuhyun dengan nada ceria “aku sudah makan tadi. Oppa, aku ingin bicara sesuatu” aku mengumpulkan segala keberanianku untuk meberitahukan rencana ku “ada apa?” tanyan Kyuhyun penasaran.

Berat sekali rasanya mengatakan hal ini “aku.. aku ingin bercerai darimu” mengatakan hal ini rasanya seperti menusukkan pisau tajam ke jantungmu sendiri. Sakit sekali, ingin rasanya aku menangis. “hah?” terdengar suara Kyuhyun yang sangat kaget “aku ingin kita bercerai oppa. Aku sudah tidak tahan dengan keadaan ini. anti-fans ku masih saja meneror ku, aku juga bosan dengan semua orang yang terus membicarakan jelek tentang kita” aku benar-benar ingin menangis mengatakan semua ini, tetapi aku masih coba menanhan air mataku. “Mi-cha ada apa? Kenapa tiba-tiba? Kau bercanda kan?” Kyuhyun masih sulit mempercayai apa yang ia dengar “tidak oppa, aku tidak bercanda. Besok aku akan kirimkan surat perceraian kita. Kau tinggal tandatangani saja” kataku, kali ini air mataku sudah tidak bisa di tahan lagi. Karena menangis suaraku jadi berubah “kau dimana?” Kyuhyun langsung bertanya lagi “aku dalam perjalanan ke bandara, aku mau ke rumah papa mama di Inggris. Jadi kita tidak akan bertemu lagi” aku bisa mendengar suaraku jadi parau karena menangis “Cho Mi-cha kau berbohong!! karena kau menangis, katakan padaku kenapa kau begini?” Kyuhyun rupanya menyadari aku menangis “aku kan sudah bilang aku hanya tidak tahan dengan keadaan ini, jadi lebih baik kita selesaikan saja” jawabku sambil mengelap air mataku “jangan pergi dulu, aku segera pulang, kita bicarakan ini nanti” kata Kyuhyun langsung menutup teleponnya. Aku memeluk lututku, membenamkan kepalalu di dalamnya dan menangis sekeras-keras nya. “maaf kan aku oppa” kataku berulang-ulang.

Aku memaksa badanku untuk tidur walaupun sulit. Tissue berserakan di kamarku. Kepalaku pusing, perutku mual. Ini pasti karena aku tidak makan seharian dan aku kelelahan. Di tambah stress. Besok aku akan minta tolong Hyori untuk mengambil berkas perceraian di kantor urusan pernikahan. Kalau aku yang mengambil akan terjadi berita menghebohkan lagi. Lebih baik tidak ada yang tahu kalau aku akan bercerai dengan Kyuhyun.

————————————————— Kyuhyun’s POV ————————————————————-

“hyung aku pulang duluan ke Seoul” kataku kepada hyung-hyung ku yang masih makan dan mengobrol. “hey kenapa?” tanya Sungmin yang sepertinya menjadi pertanyaan semua orang di ruang makan itu. Aku tidak menjawab dan langsung pergi ke kamar untuk membereskan barangku. Aku menelepon airline pesawat untunglah masih ada tiket tersisa untuk penerbangan 1 jam lagi.  Gila! Apa-apaan sih Mi-cha. Pikiran ku kalut, aku tidak menyangka istriku bisa melakukan hal ini. ada apa sebenarnya? Pantas saja tadi pagi ia terlihat aneh.

“Kyuhyun-sshi ada apa?” tanya Leetuk yang menyusul ke kamarku “nanti aku ceritakan hyung sekarang aku pergi dulu, kita ketemu di Seoul, oke?” jawabku sambil membawa tas ranselku, aku bahkan meninggalkan koperku dan langsung berjalan keluar. Tetapi Eunhyuk menahanku “hey, cerita dulu jangan buat kami khawatir” katanya. “istriku mau pergi meninggalkan ku, kau fikir aku masih sempat cerita?!!!!” kataku setengah membentak hyungku itu dan langsung pergi meninggalkan mereka yang masih bingung dengan keadaan ini.

Jam setengah 12 dini hari aku tiba di apartemenku. Kosong. Mi-cha benar-benar pergi. Aku duduk di sofa. “apa ia benar-benar pergi? Apa ia sudah tidak mencintaiku lagi?” aku bertanya kepada diri sendiri sambil memandangi foto pernikahan ku dengan Mi-cha. Saat itu aku merasa ada sebagian dari hidupku yang diambil. Tiba-tiba terlintas sesuatu di benakku. Tadi Mi-cha bilang akan pulang ke Inggris. Jika benar harusnya ia bilang kepada papa mama nya. Langsung saja aku mengambil ponselku. “halo, is it Kyuhyun?” suara seorang pria di seberang sana “yes, dad this is Kyuhyun” kataku dalam bahasa Inggris. Ayah mertuaku ini memang tidak fasih bahasa Korea “halo boy? How are you? Where is Mi-cha?” ia menanyakan Mi-cha? Berarti orang tua Mi-cha tidak tahu kalau anaknya akan ke Inggris atau Mi-cha sebenarnya Mi-cha tidak ke Inggris “that’s also I want to ask you. Mi-cha is gone. I don’t know where is she now” kataku putus asa “what?! What happened?” suara ayah Mi-cha sanagt terkejut. Aku menceritakan semua nya “for God shake, I don’t believe it! Mi-cha never say she wants to go here. Where is she? Please find her Kyuhyun” benar dugaan ku, Mi-cha berbohong ia tidak ke Inggris “I will, please let me know if she came to England. I will try to look for her now” jawabku. Setelah itu aku coba menelepon Mi-cha, tidak di angkat. Aku coba sms “aku sudah pulang, kau dimana baby?” bunyi sms ku. Tidak ada balasan.

Aku mengambil kunci mobil ku dan berjalan mengelilingi kota Seoul sampai pagi mencari Mi-cha. Tetapi tidak ada tanda-tanda kehadirannya. Lelah dan mengantuk aku memutuskan pulang dan tidur. Menyakitkan memandang tidak ada Mi-cha di bagian lain tempat tidur ini.

Sore harinya aku ke dorm Super Junior, aku merasa kesepian di apartemenku sendiri. “tenanglah, aku akan bantu mencari Mi-cha” kata Ryoewook kepadaku “terimakasih Hyung” jawabku, sambil memainkan PSP ku. “apa Mi-cha pergi karena kau sering mabuk akhir-akhir ini?” Leetuk bertanya, dan pertanyaannya menyindir aku. Tetapi mungkin saja, aku kalau mabuk memang suka bicara melantur. Mungkin ada pembicaraan ku yang menyakiti hati Mi-cha. “aku menyesal hyung, kalau Mi-cha kembali kepadaku aku janji tidak akan mabuk lagi” jawabku sambil mematikan PSP ku, tiba-tiba selera main game ku hilang.

“Kyu, sebenarnya aku mau bercerita sesuatu kepadamu” kata Siwon sambil duduk di sampingku “cerita apa hyung?” tanyaku “kau tidak tahu kan apa yang di alami Mi-cha?” Siwon mulai bercerita “tahu, makanya karena ia sudah tidak tahan ia meninggalkanku begini” jawabku “bukan, maksudku perlakuan yang ia dapatkan dari anti-fans nya?” siwon melanjutkan ceritanya “perlakuan? Ya memang selama ini banyak yang tidak suka padanya kan?” aku bingung apa yang dimaksud Siwon dengan perlakuan “selama ini Mi-cha seperti di bully anti-fans nya. Ia pernah di lempar tomat oleh beberapa orang wanita saat akan ke apotek. Ban mobilnya pernah di kempes kan saat ia akan pulang dari mengajar. Ia di ‘demo’ oleh beberapa orang yang sambil membawa poster bertuliskan penolakan akan pernikahan kalian, bahkan teror sms pun juga di alaminya, karenanya ia mengganti no ponsel. Walaupun ia bilang alasan nya kepadamu karena no barunya memiliki urutan angka yang lebih bagus” cerita Siwon.

Aku terkejut. Aku tidak tahu kalau selama ini Mi-cha mengalami semua itu. Ia selalu terlihat baik-baik saja dan tidak pernah menceritakan hal ini kepadaku. “tapi ia tidak perbah bilang apa-apa kepadaku” hanya itu yang bisa aku katakan “memang, karena ia tidak mau membuatmu khawatir dan kau tahu? Bahkan sudah dua bulan ini ia di non-aktifkan sementara dari sekolahnya karena kepala yayasan tidak mau image sekolahnya tercoreng oleh pemberitaan di media massa” Aku seperti ditampar keras-keras mendengar cerita Siwon ini. Aku merasa tidak berguna dan gagal sebagai seorang suami. Ternyata selama ini Istriku begitu melindungi diriku. “carilah ia, aku yakin Mi-cha masih di Korea” kata Donghae kemudian.

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

Hyorin sudah mengambilkan berkas perceraian yang siap aku isi. Aku mengisi nya dengan segan. Kemudian menandatangani nya. Berharap dengan begini semua masalah akan selesai. Badan ku masih terasa lemas. Kemudian Hyiorin datang ke apartemenku. Aku menyuruhnya menginap disini malam ini. aku sedang tidak ingin sendirian. “Mi-cha ada kabar gembira” kata Hyorin, kabar gembira? Akhir akhir ini aku jadi jarang mendengar kata bahagia “ada apa?” tanyaku acuh tak acuh “kepala yayasan akan memintamu kembali mengajar. Aku tidak yakin kenapa ia berkata begitu tetapi sepertinya ini adalah permintaan dari murid-murid mu. Mereka bahkan kemarin menulis surat kepada kepala yayasan yang memintamu untuk kembali mengajar. Mereka menulis dalam bahasa Inggris dan Spanyol untuk menunjukkan kau berhasil mengjar mereka” cerita Hyorin membuatku kagum akan anak-anak didikku. Aku tidak menyangka mereka berbuat begitu demi aku. “benarkah? Senang sekali mendengarnya” kataku sambil tersenyum lebar “semoga kepala yayasan menghubungi mu secepatnya ya” kata Hyorin kemudian “ngomong-ngomong muka mu pucat sekali, kau sakit?” tanya Hyorin “ya, aku memang tidak enak badan. Apa sebaiknya aku ke dokter?” aku memang sudah tidak tahan dengan sakit kepada dan mual yang terus melanda ku dari kemarin, sangat mengganggu “ayo aku antar kalau begitu” kata Hyorin kami pun berangkat ke dokter.

“kau tidak minum obat bebas kan selama ini?” dokter yang memeriksakan ku bertanya kepadaku “ah tidak dok, aku hanya minum teh herbal untuk mengurangi rasa mualku” jawabku “bagus, kau memang tidak boleh meminum obat sembarangan karena kau sedang hamil 6 minggu, selamat kau akan menjadi seorang ibu”

Dokter itu bercanda? Hamil?! “aku hamil?” tanyaku memastikan “ya, kau hamil nyonya Cho. Jaga dirimu baik-baik makan banyak buah dan sayur. Jangan terlalu lelah dan hindari stress. Usia kandungan mu masih rentan” kata Dokter itu kemudian.

Hyorin memeluk ku erat sekali “ah selamat Mi-cha, aku senang sekali akan menjadi bibi” jawabnya dalam perjalanan pulang. Aku bukan nya tidak senang aku mengandung anak Kyuhyun, aku senang sekali. Hanya saja aku bingung, apa aku harus bercerai dengannya dalam keadaan hamil? Bagaimana nasib anak ini nanti? Tetapi kalau aku orang tahu Kyuhyun akan punya anak, apa keadaan tidak akan menjadi lebih buruk? Aku hanya mengelus perutku, aku bertekad untuk melindungi anak ini apapun yang terjadi.

————————————————— Kyuhyun’s POV ————————————————————-

Sudah 5 bulan surat perceraian itu ada di meja makan. Tidak pernah aku sentuh dan juga tidak pernah aku tandatangani. Tanpa menandatanganinya pun aku sudah merasa seperti duda. 5 bulan sudah aku tidak bertemu Mi-cha. Bukan aku tidak mencarinya, namun aku tidak tahu harus mencari kemana. Yang lain juga sudah membantuku, namun hasilnya nihil. Sering kali saat berjalan-jalan di kota aku melihat orang yang mirip langsung aku datangi tetapi ternyata aku salah. Mi-cha seperti hilang di telan bumi. Aku khawatir apa ia baik-baik saja di luar sana? Bagaimana kalau ia sakit? Aku memandangi cincin perkawinanku yang terukir inisial ‘CM’.

Aku memutuskan membeli sarapan di salah satu restoran kecil agak jauh dari apartemenku. Ketika akan memesan makanan, aku melihat seorang wanita yang rasanya pernah aku lihat sedang duduk di meja di depanku bersama seorang lelaki. Aku langsung menghampirinya. “Hyorin?” tanyaku kepada wanita itu “ah Kyuhyun?!” ia terkejut melihatku “wah, Kau kenal dengan Kyuhyun Super Junior sayang?” tanya laki-laki yang sepertinya adalah kekasih Hyorin “kau tahu dimana Mi-cha?” tanyaku langsung to the point kepada Hyorin. Hyorin terlihat bingung mau menjawab apa. “duduklah, banyak yang mau aku ceritakan kepadamu” Hyorin menyuruhku duduk, aku menurut “ia tinggal di apartemenku sekarang” Hyorin mulai bercerita “benarkah? Apa ia baik-baik saja? Ia sehat kan? Bagaimana aku bisa menemuinya?” tanya ku membabi buta “secara keseluruhan ia baik-baik saja, ia kembali bekerja di sekolah sekarang karena kepala yayasan memutuskan Mi-cha boleh kembali mengajar di sekolah” secara keseluruhan? Maksudnya apa? Dan Mi-cha sudah kembali mengajar “dimana apartemen nya?” aku langsung bertanya alamat dimana aku bisa menemukan istriku, Hyorin menuliskan alamat di tissue makan. “ini, tapi tolong jangan buat ia tertekan. Kau akan lihat sendiri bagaimana keadaan nya. Ia sedang tidak boleh stress berlebih” perkataan Hyorin ini membuatku khawatir, apa yang terjadi dengan Mi-cha. “bailah, terimakasih banyak Hyorin aku pergi dulu” kataku sambil membungkukkan badan memberi salam dan pergi ke alamat yang diberikan kepadaku.

Aku memacu kecepatan mobilku sampai angka 80 Km/ jam. Bahkan jika tidak sedang siang hari rasanya aku ingin memacu kecepatan lebih. Tidak sulit bagiku menemukan alamat apartemen Mi-cha. Dengan masker dan topi aku langsung menuju kamar 118 yang menjadi tempat tinggal Hyorin. Jantungku berdebar keras. Aku mengetuk pintunya, sekali. Tidak ada jawaban. Dua kali, juga tidak ada jawaban. Lalu ada seorang nenek tua yang menepuk pundakku. “Mi-cha sedang mengajar di sekolah kalau jam segini. Biasanya ia akan pulang sekitar jam 3 sore” kata nenek itu “ah terimaksih nek” kataku sambil membungkukkan badan dan langsung menuju tempat sekolah Mi-cha mengajar.

SD Seoul International School adalah SD ternama di Korea, bangunannya sangat modern. Aku menunggu Mi-cha didepan pintu gerbang sekolah. Perasaan ku tidak karuan, gugup dan bersemangat mendominasi pikiran ku saat ini. aku akan menunggu sampai sekolah selesai.

Jam 2 anak-anak di sekolah itu bubar, aku langsung mengamati dengan seksama apa ada sosok perempuan blasteran yang keluar dari sekolah itu. Setengah jam, Mi-cha belum juga keluar. Lalu aku melihat seorang anak kecil laki-laki berdiri di gerbang sekolah. Sepertinya ia sedang menunggu di jemput. Aku memutuskan menghampiri anak itu dan bertanya, siapa tahu ia kenal Mi-cha.

“permisi” kataku menghampiri anak itu. Anak itu akan lari karena takut melihatku memakai masker dan topi. Mungkin aku terlihat seperti penculik anak. “hey, tunggu dulu dik. Paman hanya mau bertanya” kataku menahan tangan anak itu “lepaskan paman” anak itu memberontak. Karena keadaan sudah cukup sepi aku melepas topi dan masker ku. “wahhh paman anggota Super Junior kan?!” begitu melihat wajahku anak itu malah memandang kagum ke arah ku “hebat sekali, paman tanda tangani tas ku, kakak perempuan ku pasti iri sekali aku bisa dapat tanda tangan paman” anak itu kini berceloteh mengagumi ku karena aku anggota Super Junior “baik, nanti paman akan menandatangani tas mu, tetapi paman mau bertanya dulu kepadamu, boleh?” kataku kemudian “boleh, apa paman?” tanya anak itu “kau kenal ibu Choi Mi-cha?” tanyaku kepada anak itu “tentu saja aku tahu, dia kan mengajariku bahasa Inggris dan dia guru favoritku karena ia sangaaaattt cantik dan baik, waktu itu Bu Mi-cha pernah memberikan aku cokelat karena aku dapat nilai 100 di ulangan bahasa Inggrisku!” kata anak itu mendeskripsikan Mi-cha, aku semakin bersemangat mendengar jawaban anak itu. “kau tahu dimana aku bisa menemukan bu Mi-cha?” tanyaku dengan tidak sabar “memang paman Super Junior siapanya ibu guru?” anak itu malah bertanya balik, dan ia menyebutku paman Super Junior? “aku teman dekat ibu gurumu” jawabku kemudian “wah bu guru hebat punya teman paman Super Junior” katanya sambil tepuk tangan “jadi dimana aku bisa menemukan ibu gurumu itu?” tanyaku kembali, anak ini sedikit cerewet juga “kalau paman mau aku bisa memanggilkan ibu guru di ruang guru” kata anak kecil itu menawarkan bantuan “benarkah? Kalau begitu boleh paman minta tolong panggilkan ibu guru Mi-cha tapi jangan bilang paman Super Junior ini yang mencarinya. Katakan saja teman sekolahnya dulu yang mencarinya” aku semakin tidak sabar “baik, tunggu sebentar paman” kata anak itu sambil berlari kedalam sekolah. Dasar anak kecil pikirku, tetapi aku juga berterimakasih sekali dengan anak itu.

Hampir 15 menit anak itu pergi, tetapi Mi-cha belum juga kelihatan. Aku mulai berfikir untuk menyusul ke dalam. Tetapi kalau begitu pasti akan heboh kan? Tiba-tiba aku melihat anak tadi menggandeng seorang wanita berambut cokelat yang mengenakan pakaian ala seorang guru. Sesorang yang sangat ia rindukan. Mi-cha cantik sekali dengan rambut panjangnya yang diikat kebelakang. Tetapi apa ada yang salah dengan mataku? Mi-cha terlihat lebih gendut dari terakhir aku bertemu, dan perutnya? Astaga, apa ia hamil?!

Jantungku berdegup kencang sekali, Mi-cha juga sepertinya kaget melihatku. Anak kecil tadi menarik-narik tangan nya agar ibu gurunya itu mau mendekat ke arahku. Setelah sampai anak kecil itu langsung berkata “paman ini ibu guru Mi-cha sekarang tanda tangani tas ku” kata anak itu menagih janji ku yang tadi sambil menyodorkan spidol kecil. Aku langsung saja menandatangani tas anak itu. “Min-jo itu ibumu sudah menjemput, hati-hati di jalan ya sampai bertemu besok” kata Mi-cha kepada anak itu “sampai jumpa besok ibu guru, paman Super Junior terimakasih tandatangan nya ya” kata anak bernama Min-jo itu sambil berlari ke arah mobil jemputannya.

Kini tinggal aku berdua dengan Mi-cha. “kenapa kau kesini?” tanya nya memandangku “kenapa kau pergi?” aku balas bertanya kepadanya. “sudah kujelaskan berulang-ulang kali kan?” kata Mi-cha singkat “kenapa kau tidak bilang kau hamil?” aku kembali bertanya “hak ku untuk tidak memberi tahumu” kata Mi-cha datar “tapi aku ayahnya, aku juga berhak tahu kan? Kau tidak tahu seberapa menderitanya aku ketika kau meninggalkanku?” nada bicaraku mulai meninggi “jangan bicara disini, lebih baik kita cari tempat lain” kata Mi-cha mengajak ku pergi. Aku memutuskan membawa Mi-cha ke apartemen kami. Karena hanya disitulah kami bebas bicara berdua.

 

 

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

Aku tidak menyangka Kyuhyun bisa menemukanku, dari mana ia tahu. Jujur aku senang sekali melihat oppa ku ini. Anak di dalam kandungan ku seakan tahu ayahnya datang, dari tadi ia menendang-nendang keras sekali. Kami sampai di apartemen yang dulu aku tinggali dengan Kyuhyun. Aku mencium bau khas apartemen itu, bau lavender karena Kyuhyun selalu meletakkan aroma therapi lavender kesukaan nya di rumah. Aku melihat berkas perceraian ku tergeletak begitu saja di meja makan. terlihat berdebu, aku bertanya sudah berapa lama Kyuhyun tidak menggunakan meja makan ini.

“sekarang jelaskan semua nya kepadaku” kata kyuhyun begitu kami duduk di sofa “tidak ada lagi yang harus aku jelaskan, kenapa kau belum menandatangani berkas itu?” tanyaku kepada Kyuhyun, seperti biasa, dalam keadaan seperti ini aku tidak berani memandang wajahnya “aku tidak mau bercerai” kata Kyuhyun aku bisa merasakan matanya menatap tajam ke arahku “lalu kita harus bagaimana? Sudah tidak ada jalan keluar untuk masalah ini, kau sendiri yang bilang kau ingin pergi sendiri, kau juga pernah bilang kalau kau sudah muak dengan semua ini. aku hanya mengabulkan permohonan mu oppa” aku kemudian memandang foto ku dengan Kyuhyun saat ia menggendongku di acara pernikahan kami. Miris sekali melihat foto itu.

“kapan aku bilang begitu?” Kyuhyun bingung “saat kau mabuk kau sering sekali mengatakan hal seperti itu” kataku singkat “kau percaya perkataan orang mabuk?” Kyuhyun membela diri “kalau sekali mungkin aku tidak akan percaya, tetapi hampir setiap kali kau mabuk kau mengatakan hal seperti itu. Apa itu bukan berarti kau memang sudah lelah? Jadi buat apa kita teruskan” aku berkata seperti menantang Kyuhyun “demi Tuhan Mi-cha, karena alasan seperti itu kau memutuskan pergi. Kau sedang hamil!” nada suara Kyuhyun meninggi, orang yang satu ini memang cukup emosional. “tetapi setelah aku pergi kehidupanmu jauh lebih mudah kan? Tidak ada lagi kebohongan dan tidak ada lagi kepura-puraan. Aku tidak mau anak ini menderita nantinya karena harus di sembunyikan terus!!” jawab ku tidak kalah emosi “Kau fikir aku bahagia kalau tidak ada satu hari pun aku lewati tanpa mengkhawatirkan mu? kau fikir aku bahagia, hah? Kau fikir aku bahagia kalau setiap malamnya aku harus merasa kesepian tanpa dirimu? Kau fikir aku bisa bahagia kalau setiap detik aku selalu merasa bersalah kepadamu? Kau fikir aku bahagia kehilangan orang yang aku cintai? Dan apa kau gila mau memisahkan aku dengan anakku ini?” Kyuhyun membentak ku , aku semakin takut memandangnya. Aku juga tidak tahu mau menjawab apa jadi aku diam. “lihat aku Mi-cha. Lihat aku!” nada Kyuhyun masih tinggi, aku memandang wajahnya. Ternyata ia menangis. Aku benar benar tidak tega melihat Kyuhyun begini, kenapa ia harus menangis. “jawab pertanyaanku. Apa kau masih mencintaiku?” aku benci Kyuhyun menanyakan hal itu sekarang, karena aku tidak bisa menjawab ‘iya’ “tidak” jawabku singkat “Cho Mi-cha kau fikir kau bisa berbohong kepadaku?” Kyuhyun benar, aku memang tidak bisa berbohong kepadanya. Saat itu aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Aku berjalan ke pintu sampai kyuhyun menarik tangan ku dan memeluk ku “Kyuhyun, lepaskan aku” aku memberontak, tetapi tenaga nya jauh lebih kuat dari ku “aku tidak akan membiarkan mu pergi. Aku tidak peduli kau masih mencintaiku atau tidak yang jelas aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi” kata Kyuhyun, aku bisa merasakan air matanya jatuh mengenai pipi ku “kau gila!” aku berteriak “memang, semua ini membuatku gila. Kau yang membuatku begini” perkataan Kyuhyun semakin tidak masuk akal “kau ini kenapa sih?!” aku berhenti memberontak dan melihat wajah Kyuhyun “lepaskan dulu Kyu, aku sulit bernafas” kataku, kali ini Kyuhyun melepaskan pelukan nya aku kembali duduk di sofa. Luluh sudah hatiku, aku tidak bisa membohongi diriku lebih lama lagi kalau aku masih mencintai Cho Kyuhyun.

Kyuhyun mengambil berkas perceraian dari meja, kemudian ia merobeknya di depanku. “kalau ini cara mu untuk berpisah dariku, jangan harap Mi-cha”Kyuhyun melempar robekan itu hingga berserakan di lantai “oppa kenapa kau begini?” aku bingung kenapa Kyuhyun bisa bertindak seperti ini, apa ia sebegitu tidak ingin kehilangan ku? “saranghae” kataku akhirnya, lega sekali aku bisa mengatakan ini. “benarkah?” Kyuhun berlutut dihadapan ku. “oppa bangunlah” kataku “janji tidak akan meningglkan ku lagi?” Kyuhyun bertanya sambil menatap mataku lekat, aku membalas pandangan nya “tapi  bagaimana dengan mu sendiri? Bagaimana karirmu?” aku masih tetap khawatir dengan semua itu “itu semua tidak penting lagi bagiku, aku siap jika harus keluar dari Super Junior” aku bisa melihat kesungguhan dari wajah Kyuhyun “kau ingat aku pernah bilang untuk tinggal di Inggris? Kita bisa melakukan hal itu jika kau mau. Aku akan mencari pekerjaan disana. Kita pergi dari Korea agar tidak ada lagi yang menyakiti mu” tangan Kyuhyun menggenggan erat tangan ku. “Mi-cha mau kah kau tetap menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak ku?” nada suaranya persis sama seperti saat ia melamarku 7 bulan lalu “aku mau” jawab ku singkat sambil memeluk nya erat. Aku bisa mencium kembali bau tubuh laki-laki ini dan itu mebuatku tenang. “aku minta maaf atas semua yang telah kau alami, terima kasih telah memberikan ku kesempatan kedua. Aku janji kali ini semua hal itu tidak akan terulang” Kyuhyun berbisik kepadaku. Aku pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.

————————————————— Kyuhyun’s POV ————————————————————-

Bagian dari diriku yang hilang sudah kembali, aku siap menghadapi apapun yang terjadi nanti. Keesokan harinya aku menemui Lee Soo Man di kantor SME. Memberitahukan bahwa aku akan keluar dari Super Junior dan akan pindah ke Inggris. “kau gila Cho Kyuhyun” itulah kata pertama yang dilontarkan Soo Man begitu aku mengutarakan maksudku. “maafkan aku pak, aku tida bisa membohongi diriku. Aku akan membayar penalty sisa kontrak ku di Super Junior” kata ku bersikukuh “kau tidak memikirkan dampaknya bagi grup mu?” Soo Man kembali berkata “aku tahu, hyung-hyung ku sudah menyetujui hal ini” aku melihat Soo Man, orang berumur 55 tahun itu memasang wajah dingin “terserah kalau begitu, tapi ingat satu hal kalau kau pindah kau tidak boleh menerima tawaran agensi manapun di korea yang akan mengorbitkan mu jika kau masih mau berkarir disini” Lee Soo Man mengajukan sebuah syarat yang cukup berat bagiku, tetapi tekadku sudah bulat “kau tidak usah khawatir pak, setelah ini aku akan pindah ke Inggris bersama istriku” jawak ku “jika itu keputusan mu” kata Lee Soo Man datar. Aku langsung meninggalkan ruangan itu. Mi-cha menungguku di ruang tunggu bersama hyung-hyung ku yang lain.

“kapan kalian akan berangkat ke Inggris?” Siwon bertanya kepada Mi-cha saat aku masuk ruangan itu. “setelah album ke-5 selesai. Kami juga sedang mengurus visa dan dokumen-dokumen lain” aku menjawab pertanyaan Siwon “ah oppa kau sudah kembali. Bagaimana?” tanya Mi-cha begitu melihat aku memasuki pintu. Aku menceritakan apa yang terjadi. “benarkah tuan Lee Soo Man berkata begitu?” tanya Leetuk. Aku mengangguk “kau tidak apa-apa” kali ini Mi-cha yang bertanya “tekad ku sudah bulat” jawab ku tegas. “ayo, kita harus ke imigrasi mengurus visa” kataku kepada Mi-cha “hyung aku pergi dulu ya” kataku sambil memberi salam “hati-hati lah, istri mu sedang hamil jangan buat ia terlalu lelah” pesan Yesung hyung saat aku mau pergi.

Di luar dugaan, di parkiran sudah banyak sekali wartawan menunggu ku dengan Mi-cha. Cepat sekali kabar ini beredar, sial! Aku memegang erat tangan istriku berusaha mencapai mobil. Lampu flash kamera dan serbuan pertanyaan langsung membanjiri ketika aku mendekat. Kami tidak bisa jalan karena wartawan begitu mengerubingin kami. Aku merangkul Mi-cha didekatku. “Kyuhyun apa benar kau akan keluar dari super junior?” “kyuhyun apa benar setelah ini kau akan pindah ke inggris?” “apa benar SME memecatmu dari Super Junior?” “Istrimu sudang hamil berapa bulan?” “kau pernah bilang pernikahan ini dipaksakan tetapi kenapa sekarang kau malah mau keluar demi pernikahanmu?” dan berjuta pertanyaan lain membanjiri kami. “no comment” hanya itu yang bisa aku jawab tetapi semakin aku menjawab sperti itu semakin penasaran mereka.

“stop stop stop” aku mendengar suara orang berteriak di luar kerumunan itu. Terlihat Leetuk berteriak ke arah wartawan, aku melihat member Super Junior lain menerobos kerumunan wartawan dan berdiri di samping Mi-cha dan aku. “aku mohon, tolong jagan paksa Kyuhyun seperti ini. kalian tidak kasian dengan Mi-cha yang sedang hamil?” Leetuk memberikan kami pembelaan. Ia memang selalu bisa melindungi kami adik-adik nya di Super Junior. Wartawan kembali membanjiri kami dengan pertanyaan “apakah rumor Kyuhyun di pecat dari SME benar?” “apakah SME akan mencari pengganti Kyuhyun setelah ia keluar nanti” “apakah ada perpecahan di tubuh Super Junior?” “apakah member lain merasa diperlakukan tidak adil karena Kyuhyun boleh menikah sedangkan yang lain tidak?” gila sekali pertanyaan mereka ini. “itu tidak benar, tidak ada perpecahan di Super Junior. Kami tetap seperti saudara. Jika kyuhyun ingin keluar itu adalah pilihannya. Kami sepenuhnya menghormati dan mendukung keputusan yang diambil Kyuhyun” Leetuk menjawab pertanyaan wartawan “kami tidak saling cemburu atau bahkan marah kepada Kyuhyun, aku ingin mengatakan kepada ELF, apapun yang terjadi Super Junior tetap milik ELF, tetapi tidak kah kalian juga ingin melihat Kyuhyun oppa kalian bahagia bersama wanita yang ia cintai? Mi-cha juga seorang ELF sama seperti kalian. Hanya saja, Kyuhyun memilihnya untuk menjadi pendamping hidupnya. Tetapi hal itu tidak membuat Kyuhyun meninggalkan Super Junior dan ELF bukan? Apa pernah Kyuhyun oppa kalian ini membatalkan show karena istrinya? Apa setiap wanita yang dekat kepada kami harus menerima perlakuan kasar? Aku juga ingin menikahi salah satu dari ELF suatu hari nanti”

pernyataan Leetuk ini membuat suasana di situ sepi, hanya ada beberapa kamera yang mengambil gambar kami. Aku sangat berterimakasih kepada hyung ku yang satu ini atas pembelaannya yang luar biasa. “ELF kalian lihat kan, Mi-cha sedang mengandung anak Kyuhyun? Itu berarti keluarga besar kita akan bertambah? Bukan kah harusnya kalian senang?” kalimat Siwon ini sungguh menyentuh hati. “tapi bagaimana dengan kelanjutan Super Junior dengan hanya tinggal 8 member dan Leetuk sebentar lagi akan wajib militer?” tanya salah satu wartawan “Super Junior akan tetap berjalan seperti biasanya, Kyuhyun akan resmi keluar dari Super Junior setelah selesai proses pembuatan album ke-5 ini” Leetuk menjawab pertanyaan Wartawan. Tiba-tiba Mi-cha angkat bicara “aku ingin meminta maaf kepada semua orang dan semua ELF yang tidak setuju dengan pernikahan kami. Aku mencintai Kyuhyun walau seandainya ia bukan anggota Super Junior. Aku menyesal keadaan ini harus terjadi. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk merubah keadaan. Yang bisa aku lakukan saat ini hanya meminta tolong kepada kalian untuk terus mendukung Super Junior dan Kyuhun. Aku akin ELF adalah sebiah keluarga” aku tertegun dengan perkataan Mi-cha, semakin aku memegang erat tangannya. “Maaf kan aku juga. Aku juga minta maaf kepada hyung-hyung ku yang telah membela ku dan aku minta maaf kepada pihak SME yang telah aku kecewakan dengan keputusan ku. Walau nanti aku tidak lagi di Super Junior, aku akan tetap mencintai ELF” aku menambahkan pernyataan Mi-cha. Donghae dan beberapa orang menepuk-nepuk pundak ku. Aku dan Mi-cha membungkukkan badan untuk pamit dan kami langsung pergi.

Berita mengenai akan keluarnya aku dari Super Junior seperti menjadi trending topic di seluruh dunia akhir-akhir ini. Koran, televisi, dan internet selalu mengulang-ngulang berita ini. Banyak pihak yang menyayangkan keputusanku. Banyak pakar yang memprediksi karirku akan hancur begitu aku pindah.

“oppa berhenti main game, makanlah dulu” Mi-cha memanggil dari dapur, aku segera menghampiri istriku “asik, makan apa kita hari ini?” aku mencium bau masakan yang mengundang selera dari dapur “kari ayam, kau suka kan?” Mi-cha terlihat  menyiapkan piring untuk kami berdua. “sejak kapan aku protes sama masakanmu?” aku duduk di kursi dan langsung mengambil sendok. Ponsel ku berdering ketika baru akan menyuap makanan ku “halo hyung, ada apa?” jawabku sambil mengunyah makanan “omo?! Ada apa lagi?” Leetuk menyuruhku ke kantor SME sekarang “cepatlah kesini ada hal penting” katanya di seberang telepon “baik aku segera kesana” kataku langsung menutup telepon. “siapa yang menelepon” Mi-cha bertanya “Leetuk-hyung dia menyuruhku segera ke kantor SME” jawabku sambil berusaha menghabiskan makanan ku secepat mungkin.

Sesampainya di kantor SME para hyung ku sudah berkumpul di ruang tunggu seperti biasa, tetapi ada yang aneh disitu. Aku melihat banyak sekali tumpukan surat berwarna biru. Saking banyak nya ada sekitar 3 box besar surat dan satu box kecil yang aku duga berisi cd.

“ada apa ini? kenapa surat dan cdnya banyak sekali?” tanyaku bingung “itu dari ELF” kata Yeesung hyung. “ditujukan untuk Super Junior” Shindong melanjutkan perkataan yeesung “kenapa banyak sekali, bagaimana kita membacanya dengan surat sebanyak itu? Dan cd cd itu? Apa kita bagi-bagi saja untuk di tonton?” aku bertanya polos kepada hyung “tidak perlu dibaca semua rangkuman 3 box surat itu ada disini, baca ini” Sungmin menyodorkan ku selembar kertas A4 yang juga berwarna biru muda dan di tulis dengan tinta biru tua. Di kertas itu berbunyi:

“Dear Leetuk-oppa, Heechul-oppa, hangkyung-oppa, Eunhyuk-oppa, Kanginoppa Yeesung-oppa, Shindong-oppa, Sungmin-oppa, Donghae-oppa, Siwon-oppa, Kibum-oppa, Ryeowook-oppa dan Kyuhyun-oppa yang sangat kami cintai dan Mi-cha-eonni yang kami sayangi,

Kalian pasti bingung bukan, tiba-tiba ada ribuan surat dan cd membanjiri kantor SME? Hehehe. Kalian tidak perlu bingung bagaimana membaca dan menonton surat juga cd-cd yang menumpuk itu. Karena surat ini adalah rangkuman dari surat-surat dan cd yang ada. Melalui surat ini, kami ELF, ingin menyampaikan permintaan maaf kami kepada Super Junior terutama Kyuhyun oppa dan Mi-cha-eonni. Kami minta maaf atas perbuatan kami yang sangat mengganggu kehupan Kyu-oppa dan Mi-cha-eonni. Tidak seharusnya kami melakukan semua hal itu tetapi kami hanya cemburu kepada Mi-cha eonni yang bisa mendampingi Kyu-oppa. Selama ini, ELF merasa mencintai Super Junior seperti kami mencintai kakak kami, seperti kami mencintai kekasih kami, dan kami merasa memiliki Super Junior. Karenanya, terkadang kami bertindak berlebihan jika ada sesuatu yang menurut kami tidak sesuai dengan ekspetasi kami terhadap Super Junior.

Tetapi kini kami sadar, bahwa kami harus lebih dewasa dalam mendukung Super Junior. Setelah kami mendengar perkataan Leetuk Hyung dalam wawancara beberapa waktu lalu, kami setuju bahwa setiap member berhak untuk bahagia dengan cara kalian masing-masing. Kami janji setelah ini, apapun yang Super Junior lakukan ELF akan selalu ada di samping kalian sebagai anggota ke-14.

Melalui surat ini juga kami berharap Kyuhyun oppa mengurungkan niatnya untuk keluar dari Super Junior dan pindah ke Inggris. Kami akan sangat merindukan suara lembutmu oppa kalau kau sampai keluar. Sikap kami kepadamu tidak akan berubah walau kau nanti sudah menjadi seorang ayah. Hehe. Kau pasti jadi ayah yang sangat keren oppa!!

Kami juga ingin titip salam kepada Heechul-hyung dan Kangin-hyung yang sedang menjalani wajib militer, Hankyung-hyung yang sedang berada di Cina, dan Kibum-hyung. Di hati ELF super junior tetaplah 13 orang.

Semoga, surat ini sampai di tangan Super Junior dan Kyuhyun oppa tetap menjadi magnae di Super Junior. Super Junior belong to ELF and ELF belong to Super Junior forever. SUPER JUNIOR, FIGHTING!!!

Best and Warm Regards,

Worldwide ELF.”

Aku membaca surat itu 2x dan kemudian memandang hyung-hyung ku. “luar biasa sekali bukan?” kata Leetuk hyung sambil tersenyum lebar. “aku cinta ELF!” kataku sambil teriak kegirangan. “jadi bagaimana keputusan mu? Sekarang ELF sudah menerima pernikahan mu. Aku rasa kau tidak usah keluar dari Super Junior” jawab Shindong. “entahlah, aku sudah terlanjur berbicara kepada manajemen” aku mengakat bahu.

Tiba-tiba manajer ku mengetuk pintu, ia bilang Lee Soo Man mau bertemu dengan ku. Langsung saja aku pergi menuju tempat direktur SME itu. Aku mengetuk pintunya “masuk” terdengar suara Lee Soo Man dari dalam. Aku masuk ke ruangan, melihat Lee Soo Man sedang duduk di kursi besarnya. Memasang wajah dingin seperti biasa. “apa apa pak?” tanya ku kepada Lee Soo Man “kau masih mau keluar dari Super Junior dan pindah ke Inggris?” tanya nya sambil menatap ku “tidak tahu, aku bingung” kataku jujur, aku memang tidak yakin denagn keputusan ku sekarang setelah mendapat surat dari ELF tadi “asal tahu saja, kalau kau keluar jumlah penalty kontrak yang harus kau bayar adalah sebesar 5 juta won” kata Lee Soo Man menyebutkan angka fantastis itu, tetapi sebenarnya aku masih bisa membayar jumlah itu dengan penghasilan ku yang aku dapat selama ini “banyak sekali?!” kataku polos “yah, tapi aku yakin kau masih mampu membayarnya” kata Lee Soo Man terkekeh “tetapi, bukan kah lebih baik dengan uang sebesar itu kau asuransikan untuk anak mu nanti?” Lee Soo Man melanjutkan kata-katanya “maksudmu pak?” aku tidak mengerti apa maksud Lee Soo Man “sekarang sepertinya keadaan sudah membaik, ELF sudah bisa menerima mu kembali. Jadi aku rasa tidak masalah kalau kau tetap di Super Junior” perkataan ini otomatis membuatku tersenyum lebar “benarkah? Aku boleh tetap disini?” aku bertanya untuk meyakinkan “lagipula hyung-hyung mu akan kesulitan jika Super Junior hanya 8 orang, sebentar lagi Leetuk akan wamil” Lee Soo Man melanjutkan kata-katanya. Kali ini aku benar-benar berterimakasih kepada bos ku ini. “terimakasih pak, aku janji akan bekerja lebih keras” aku membungkuk sambil mengucapkan terimakasih. “ya sudah-sudah, pergilah buat sesuatu yang bagus untuk perusahaan ini.” kata Lee Soo Man “terimakasih sekali lagi pak” kataku sambil keluar ruangan.

Rasanya beban hidup yang selama ini ada di pundak ku langsung hilang. Langkahku terasa ringan. Langsung saja aku menelepon istriku dan memberitahu kabar yang luar biasa ini. Begitu aku memberitahunya Mi-cha tidak percaya. Ia senang sekali, Ia bilang ia ingin loncat-loncat tetapi aku melarang nya. Dia kan sedang hamil. Ah senangnya hari ini.

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

Aku seperti ingin lompat-lompat kegirangan setelah mendengar perkataan Kyuhyun tadi. Selesai sudah semua masalah yang kami hadapi. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan atas semua ini.

“Mi-cha besok kau bisa izin mengajar tidak?” kata Kyuhyun sambil ia main playstation “kenapa memangnya?” aku balik bertanya “ada sebuah reality show yang mengundang kita sebagai bintang tamunya, ada ELF juga yang waktu itu mengorganisir penyampaian surat dan cd yang aku ceritakan” Kyuhun menjelaskan “benarkah? Baiklah aku akan minta izin besok” aku bersemangat sekali mendengar hal ini. Aku memang ingin berterimakasih secara pesonal kepada ELF yang sudah membantu kami itu.

Hari yang dijadwalkan pun tiba. Aku dan Kyuhyun datang di stasium SBS yang menampilkan acara reality show ini. setelah make up selesai acara yang disiarkan secara on-air ini pun dimulai. Aku tidak diizinkan bertemu dengan ELF yang membantu itu dulu. Produsernya bilang, agar reality Shownya nanti terkesan real.

Acara pun dimulai. Aku gugup sekali. Karena ini pertama kalinya aku tampil berdua dengan Kyuhyun di televisi. Apakah keluargaku di Inggris menonton? MC membuka acara, aku di persilahkan duduk oleh MC, aku duduk di samping Kyuhyun.

“ah Mi-cha shhi apa kabar? Ternyata kau ini memang cantik sekali ya walaupun kau sedang hamil besar?” kata si MC “kabarku baik, terimakasih pujiannya” kataku tersenyum “sudah berapa usia kandungan mu?” MC kembali bertanya “9 bulan, doakan ya sebentar lagi aku akan melahirkan” kataku “woo, Kyuhyun sebentar lagi kau akan menajdi ayah, bagaimana perasaanmu?” MC kali ini bertanya kepada Kyuhyun “tentu saja aku senang, ini akan menjadi perngalaman pertama ku menjadi seorang ayah” kata Kyuhyun menjelaskan perasaan nya “tentu saja ini yang pertama memang kau sudah berapa kali menikah?” penonton di studio langsung tertawa “mengenai masalah yang pernah terjadi, apa benar awal nya kau di jodohkan?” MC kembali bertanya “ya begitulah, awalnya kami di jodohkan tetapi lama-kelamaan aku benar benar jatuh cinta kepada Mi-cha” kami memang memutuskan untuk sedikit memodifikasi cerita pertemuan kami, karena yang pertama mencuatkan berita aku dan Kyuhyun di jodohkan adala pihak SME. ELF akan berfikir SME berbohng jika kami tidak bilang bahwa kami di jodohkan “ah sungguh romantis, dimana kalian menikah?” tanya MC kemudian “di rumah nenek Yesung-hyung di daerah pedesaan, karena akan heboh sekali kan kalau aku menikah di Seoul” kata Kyuhyun “ya benar-benar, nah pemirsa kali ini kami akan menampilkan 3 gadis ang menjadi Leader untuk ELF Korea, merekaah yang menggalang surat-surat dukungan untuk Super Junior dari seluruh dunia, langsung saja kita panggil mereka” tepuk tangan memenuhi studio itu, aku tidak sabar bertemu pahlawan bagi ku dan Kyuhyun.

Masuklah 3 orang gadis remaja, kira-kira umur mereka 16 atau 17 tahun. Mereka duduk berjajar di bangku di samping Kyuhyun “nah perkenalkan diri kalian” kata MC “anyyeong, Lee Sora inmida” kata gadis berambut pendek bernama sora “annyeong, Kang Chaeri inmida” jawab gadis berambut ikal se bahu yang bernama Chaeri “anyyeong, Jun Baek hee inmida” jawab gadis yang sangat manis bernama baek hee. “nah jelaskan kenapa kalian bersusah payah mengumpulkan surat dari ELF di seluruh dunia untuk Super Junior?” MC mulai bertanya “karena kami merasa bersalah kepada Kyuhyun oppa dan Mi-cha eonni. Mi-cha eonni bahkan sempatt mendapat perlakuan buruk dari segelintir ELF yang menjurus ke phisical bullying” pengakuan Chaeri mengejutkan MC dan penonton “benarkah kau di bully?” tanya MC kepada Mi-cha “sempat sih, tapi tidak terlalu parah kok masih bisa di tolerir” kataku, aku tidak ingin membesar-besarkan masalah yang sudah lewat “seperti apa itu?” MC bertanya kepada 3 orang gadis ELF “aku tidak tahu persis tetapi yang aku tahu eonni pernah di lempar tomat, di teror sms dan di ejek” kali ini giliran Sora yang buka suara “OMO, benarkah begitu Mi-cha?” MC semakin penasaran, aku bingung harus mengakuinya atau tidak aku melirik suamiku, kyuhyun mengangguk kecil “ya begitulah, tapi aku maklum saat itu keadaan sedang ‘panas’ siapa yang tidak cemburu pria setampan dia menikah?” kataku berusaha membawa suasana se rileks mungkin. Berhasil, semua orang tertawa “sepertinya kau sangat mencintai suami mu ya Mi-cha. Tapi bagaimana kau bisa tahan di perlakukan begitu?” MC kembali bertanya “awalnya aku memang tahan, tetapi pernah sekali waktu aku minta cerai dari Kyuhyun karena tidak tahan dengan keadaan itu. Tetapi permohonan cerai ku tidak di terima Kyuhyun. Mau bagaimana lagi” kataku sambil tertawa ”menarik sekali, benarkah begitu Kyu” MC kali ini bertanya kepada Kyuhyun “ya, aku fikir konyol bukan jika ada orang yang menikah hanya selama 3 bulan?” penonton berceloteh sendiri. Baru kali ini fakta tentang kehidupan rumah tangga ku sedikit banyak terungkap.

Setelah iklan acara dilanjutkan “jadi karena alasan tadi ELF merasa bersalah kepada Super Junior?” MC bertanya kepada 3 orang gadis itu “ya, kami berfikir tidak harus sampai segitunya ELF bertindak. Kami tidak ingin kejadian buruk di masa lalu terulang, makanya kami berinisiatif untuk membuat semacam penggalangan dukungan kepada Super Junior berupa surat dan cd rekaman. Kami juga sempat khawatir karena beredar gossip Kyuhyun oppa akan keluar dari Super Junior. Tentu saja kami tidak menginginkan hal itu terjadi” penonton bertepuk tangan “boleh aku bertanya?” Kyuhyun meminta izin kepada MC untuk mengajukan pertanyaan “ah tentu, silahkan” kata MC mempersilahkan “bagaimana caranya kalian mengumpulkan 3 box besar surat yang semuanya berwarna biru begitu?” Kyuhyun melontarkan pertanyaannya “hey, itu akan di tanyakan nanti” kata MC bercanda, penontn tertawa aku juga ikutan tertawa “awalnya kami menyebarkannya lewat beberapa akun jejaring sosial yang kami punyai, ternyata tanggapannya sangat positif jadi kami semakin gencar menyerukan hal ini di sekolah-sekolah kami juga” kata Sora “ya, dan pada deadline waktu yang di tentukan ternyata ribuan surat berhasil kami kumpulkan, awalnya hanya surat tetapi ternyata ada juga teman-teman yang mengirimi cd tentang isi hari mereka kepada Super Junior” Baek hee melanjutkan “lalu kalian mengirim surat dan CD itu ke kantor SME?” tanya MC “ya, kami mengepak surat-surat itu dan mengiriminya sendiri ke kantor SME” kata Chaeri “sendiri?” Kyuhyun bertanya “iya oppa, pasti mahal kalau mengirim lewat jasa pengiriman jadi kami meminta bantuan dari teman-teman yang lain untuk mengirim surat tersebut” penonton, aku dan Kyuhyun bertepuk tangan “luar biasa sekali kalian” Kyuhyun memuji. “bagaimana Super Junior membaca ribuan surat tersebut?” MC kembali bertanya kepada Kyuhyun “jujur saja aku baru membaca sekita 10 surat karena banyak sekali, member yang lain juga baru membaca beberapa dan kami sudah menonotn beberasa cd. Tetapi untungnya ada rangkuman dari semua surat tersebut” kata Kyuhyun “benarkah? Bagaimana isi rangkumannya?” MC bertanya “aku akan bacakan” kata Kyuhyun mengeluarkan ponselnya, rupanya ia memotret surat dari ELF tersebut. Kyuhyun membacakan isinya. Setelah selesai dibacakan para penonton bertepu tangan keras sekali, tanda mereka salut dengan ELF.

“aku kagum dengan kalian, terimakasih ya” kataku sambil memeluk Chaeri, Baek Hee dan Sora bergantian setelah acara berakhir. “ah tidak apa-apa Eonni, kami juga senang membantu Super Junior” kata Sora “kalian tahu perbuatan kalian ini sungguh sangat berarti buat kami, terimakash banyak” kata Kyuhyun berterimakasih sambil membungkukkan badan “sama-sama” kata mereka bersamaan “oppa bagaimana kalau kita foto-foto” kata Baek Hee mengusulkan untuk foto. “sini biar aku yang ambilkan gambarnya” kataku sambil mengambil kamera dari tangan Sora “kau tidak ikut foto Eonni?” Chaeri bertanya “tidak usah, ayo pasang pose yang bagus di samping Kyuhyun” kataku. Mereka pun bergantian berfoto bersama Kyuhyun.

————————————————— Kyuhyun’s POV ————————————————————-

Tidurku akan nyenyak sekali malam ini, aku tidur sambil memeluk Mi-cha di sampingku. Tiba-tiba ia bangun dan mengeluh kesakitan ada darah yang keluar dari kakinya. “oppa sakit!” Mi-cha merintih ia duduk di pinggir kasur, darah mulai keluar dengan deras. Aku segera membawanya ke mobil “kau mau melahirkan, kau kuat jalan” kataku panik, Mi-cha mengangguk “aku kuat jalan”. Langsung saja aku memapah nya ke mobil setelah sebelumnya aku membersihkan bekas darah di kakinya.

Susah payah kami mencapai mobil yang di parkir di basement. Seletah berhasil masuk kami langsung menuju ke rumah sakit terdekat. Di perjalanan aku membangunkan Sungmin hyung. Ini pengalaman pertama ku menemani istri melahirkan aku tidak mau sendiri. “benarkah? Baik-baik aku segera kesana” jawab Sungmin begitu aku mengabarkan Mi-cha akan melahirkan.

Setelah sampai di rumah sakit Mi-cha langsung di tangani oleh dokter. Tidak berapa lama Sungmin, Leetuk dan Donghae sampai di rumah sakit untuk menemaniku “bagaimana Mi-cha?” tanya Dongahe “sudah di dalam hyung, dokte sudah menanganinya” aku menjawab pertanyaan Donghae “kau tidak menemani istrimu di dalam?” Sungmin bertanya “ah, tadi sih dokter menawariku untuk menemani di dalam, tapi aku takut hyung” kataku dengan nada memelas “bodoh sekali anak ini, cepat temani istrimu! Masuk sana” Leetuk hyung menjitak kepalaku dan mendorong ku keruangan tempat Mi-cha melahirkan.

Akhirnya aku masuk, aku takut membayangkan bagaimana seorang manusia kecil bisa keluar dari tubuh seorang wanita. Begitu masuk, Mi-cha memanggilku. “oppa sakit” ia setengah berteriak “dorong terus nyonya ayo kau pasti bisa” kata dokter dan suster menyemangati Mi-cha seperti mereka sedang menyemangati orang yang sedang adu panco. Aku memegang tangan Mi-cha, dan Mi-cha memegang tangan ku kuat sekali. “terus dorong kepala bayinya sudah hampir terlihat” ahh ini dia saatnya! anak ku akan segera lahir ke dunia. Tiba-tiba ada semangat didiriku. Aku mengusap rambut Mi-cha unuk menenangkannya.

Setelah perjuangan ekstra keras dari Mi-cha lahirlah seorang bayi mungil. Bau darah langsung menyelimuti ruangan itu. Aku menutup hidung karena mual tetapi masih memegang tangan Mi-cha dengan sebelah tanganku. “selamat tuan dan Nyonya, bayi kalian laki-laki dengan berat 3,4 Kg” kata dokter setelah mebersihkan bayi mungil tersebut dari darah dan menimbanganya. “kita jadi orang tua sayang” aku berbisik kepada Mi-cha, tetapi ia seperti orang tidak sadar “dokter ada apa dengan istriku?” tanyaku  panik kepada Dokter “sepertinya ia kelelahan, tolong keluar dulu kami akan menangani istrimu. Nanti kau bisa melihatnya setelah ia kembali di ruang perawatan” kata dokter menyuruh ku keluar.

Begitu keluar sudah ada ibu, ayah dan kakak perempuanku yang tadi sempat aku hubungi “laki-laki” kataku menjawab pertanyaan yang muncul di raut wajah mereka tentang jenis kelamin anakku dengan senyum sangat lebar. Satu persatu hyung ku memeluk ku untuk memberi selamat, juga semua keluarga ku. Lengkap sudah kebahagiaanku saat itu.

 

AFTER STORY

—————————————————- Mi-cha Point of view—————————————————–

“Cho Minho, ayo dimakan sayurnya. Kau ini mirip sekali dengan appa mu Susah makan sayur!” aku berusaha membujuk anak laki-laki ku yang berumur 4 tahun itu untuk makan sayur. Ia malah lari ke luar apartemen. Buk! ia jatuh tersandung persis di depan apartemen Super Junior. Minho menangis. Aku menghammpirinya, “kau tidak apa-apa?” tanyaku, Minho masih menangis. Lalu keluarlah Kyuhyun dari apartemen yang temboknya penuh dengan coret-coretan fans itu. “hey, kau kenapa jagoan?” Kyuhyun menggendong Minho “appa, aku jatuh” kata Minho mengadu kepada ayahnya “kau pasti kabur lagi saat ibu menyuruhmu makan sayur?” Kyuhyun menebak apa yang terjadi, Minho mengangguk lalu kembali menangis. “hey, kalo jagoan tidak boleh cengeng” Siwon keluar dari dalam apartemen. “ayo makan sayurnya, nanti paman ajak kau main di taman hiburan, paman punya tiket gratis nih” Siwon membujuk Minho agar ia tidak menangis. “benar paman?” Minho bertanya “benar, nanti kita pergi sama-sama dengan paman Leetuk dan yang lain” kata Siwon melanjutkan bujukannya “asik” tangis Minho berubah menjadi tawa sekarang “tapi, appa tidak mengizinkan kalau sayurnya tidak di habiskan” Kyuhyun memberi Minho syarat “akan aku habis kan appa!” suara Minho kini sudah kembali ceria. Aku hanya tertawa melihat kelakuan anak ku itu. Cho Minho yang berusia 4 tahun adalah anakku dengan Cho Kyuhyun. Orang-orang bilang semua dari dirinya adalah Kyuhyun kecuali matanya, matanya besar dan bulat sepertiku. Sejak lahir, Minho seperti di asuh oleh hyung-hyung Super Junior. Mereka senang sekali mengajak Minho main.

“eomma, kenapa kita harus gosok gigi dulu sebelum tidur?” tanya Minho kepadaku saat aku menyuruhnya gosok gigi “nanti kalau tidak gosok gigi, gigimu bisa habis di makan oleh kuman-kuman jahat yang ada di mulutmu. Nanti kau tidak punya gigi loh” aku menjelaskan kepada putraku itu, Minho memang anak yang kritis.

Pernah suatu hari ia bertanya kepada Kyuhyun begini “Appa, setelah beberapa tahun nanti apa aku akan besar dan tinggi seperti appa?” lalu Kyuhyun menjawab “bisa saja asal kau mau makan sayur yang eomma mu masak” diluar dugaan Minho kembali bertanya “berarti nanti Appa juga akan mempunyai rambut putih dan gendut seperti kakek-kakek yang tadi aku lihat di super market? Ahh kalau begitu nanti appa tidak akan tampan lagi seperti sekarang?” bahkan saat itu aku dan Kyuhyun kaget anak itu bertanya seperti itu. Kyuhyun yang bingung mau menjawab apa malah berkata “mungkin rambut appa mu ini akan memutih tapi appa akan terlihat tetap tampan, bukan begitu eomma?” tanya nya Kepadaku, aku hanya tertawa.

“begitukah eomma? Aku takut! Aku tidak mau gigiku hilang semua. Kalau begitu aku mau sikat gigi terus sebelum tidur” kata Minho yang langsung menggosok giginya “itu baru anak eomma, ayo kita tidur sekarang” aku menggendong Minho kekamarnya untuk menidurkan anak ku ini.

Ternyata Kyuhyun ada di kamar Minho, ia sedang membaca sesuatu. “Minho appa punya buku cerita bagus, sini mau appa bacakan tidak?” Kyuhyun ternyata sedang membaca sebuah buku cerita berjudul ‘Petualangan 3 babi’ “ini cerita favorit appa waktu dulu appa kecil” Khyunyun melanjutnkan omongannya. “mau appa!” Minho turun dari gendongan ku dan kami ber 3 berkumpul dalam satu kasur. Aku mendengarkan Kyuhyun membacakan cerita untuk Minho. Kyuhyun memang pandai bercerita, ia bisa menirukan beberapa macam suara.

Baru setengah cerita di bacakan, Minho sudah tertidur. “cepat sekali dia tertidur” Kyuhyun sebal karena anaknya malah tertidur saat ia sedang membacakan cerita. Aku tertawa “sama saja seperti appanya. Gampang tertidur” memang kenyataannya Minho dan Kyuhyun sama-sama mudah tertidur. “bagaimana kalau kita tidur juga?” kata Kyuhyun dengan wajah jahilnya. “kenapa mukamu aneh begitu?” kataku langsung masuk ke kamar ku dengan Kyuhyun. Kyuhun mengikuti ku ke kamar. Ia memelukku dari belakang.

“hey, kau mau apa?” tanyaku sambil tertawa jahil “kau tahu apa yang aku mau. Saranghae baby” Kyuhyun semakin erat memelukku “saranghae” kataku sambil mendekatkan bibir ku ke Kyuhyun. Tetapi belum sempat kami berciuman, Minho memanggil kami dan ia sudah ada di depan pintu begitu aku membuka pintu. Aku dan Kyuhyun otomastis kaget “ada apa Minho, kenapa kau bangun lagi?” tanya ku kepada anak ku itu “aku sedang ingin tidur bersama eomma dan appa, boleh tidak?” kata nya sambil mengusap matanya karena ia mengantuk. Aku dan Kyuhyun tertawa “tentu saja boleh, ayo kita tidur” kata Kyuhyun sambil menggendong Minho di tangan kanannya dan merangkul ku di tangan kirinya untuk mengakhiri malam itu bersama-sama.

10 thoughts on “E.L.F and Ever Lasting Love

  1. horeee…hore…
    Happy family..
    Sumpah aku puas bgt baca ff ni, selain ceritanya yg bagus n alurnya yg detil, ceritanya yg panjang yg bikin aku seneng..
    Jujur ja aku plg males kl baca cerita yg pndk n setengah2, abis suka lupa lg sama ceritanya…
    Salut sama author, bisa bikin cerita segini panjangnya sekaligus..
    Author is the best…
    Lope You deh pokoknya.. :)
    Hehehe…

    Jia Jung

  2. Happy ending… #prok2…
    Goodjob buat author yg berfikiran positif…
    :)
    Kira2 kapan ya kyu bakal punya anak? Hahaa… Bakal seru tuh… :D

  3. sumpa gokil! gue nangis bacanya T..T huaaa X( bagus banget , inget ya ELF selalu dukung tindakan positif yang di lakuin OPPADEUL kitaaaa !!!! ELF jadiin ini gambaran ya , kita jangan bersikap kaya gitu oke~ LEF DAEBAK SUPER JUNIOR DAEBAK , sambil denger lagu 허각 – 나를 잊지 말아요 (OST.THE GREATEST LOVE)

  4. Seru bgt !!!!!!!!!!! Kya kya kya four thumbs up !
    Ceritanya bener” ngegambarin suju sama elf bgt !!!! Jadi ada pencerahan begini ..
    Daebak !

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s