waiting ~ part 4

{author: AndinaRus}

part 1 | part 2 | part 3

Jong Woon Pov

Hari ini tanggal 22 Februari, syuting kedua WGMku dengan In Joung. Berarti udah 2 minggu kami menjadi suami istri. Selama 2 minggu ini kami selalu berhubungan lewat SMS, telepon, dan kadang bertemu secara langsung walau cuma dua kali.

Lokasi syuting hari ini di Yeouido Park jam 10 pagi. Aku sudah mempersiapkan sesuatu yang special buat syuting hari ini.

Manager hyung udah siap di parkiran dengan mobilku untuk mengantarku ke Yeouido Park. Aku berjalan menuju parkiran dengan semangat. Sesampainya di mobil, manager hyung langsung mengemudikan mobil ke Yeouido Park.

Setengah jam kemudian, kami sudah sampai di Yeouido Park. Aku turun dari mobil dan langsung persiapan untuk syuting. Kulihat In Joung yang memakai dress biru agak panjang sedang asik main game di Ipadnya. Muka seriusnya kalau lagi main game selalu membuatku tertawa, karena aku bisa lihat muka seriusnya hanya ketika dia sedang main game.

Kudatangi In Joung yang sedang asik main game. Dan syuting pun dimulai.

“In Joung ah!” Sapaku sambil duduk di sebelahnya.

“Eh oppa.” Dia terlihat sedikit kaget ketika aku menyapanya.

“Main game lagi ya?”

“Hehehe.” Dia memasukkan Ipadnya ke dalam tas. Dia tampak manis dengan poni depannya dan rambut di ikat setengah. Ada yang berbeda dari dirinya.

“In Joung ah, kamu potong rambut ya?”

“Ne. Eottaeyo?” Tanyanya dengan antusias.

“Cantik.” Jawabku singkat. Ternyata jawabanku membuatnya malu. Mukanya terlihat memerah. Melihat dia seperti itu aku hanya tertawa.

“Kemarin ngapain aja?” Tanyaku padanya.

“Kemarin syuting pertama drama terbaru.”

“Oh iya? Sampai jam berapa?”

“Jam 2 subuh tadi.”

“Cape dong?” Tanyaku sedikit khawatir.

“Emm dikit, tapi capenya ilang kalau ketemu oppa.” Katanya sambil tersenyum kepadaku. Hatiku rasanya seperti akan meledak ketika mendengar ucapannya.

“Hahahaha. In Joung ah, kita pergi yu.” Kataku sambil berdiri.

“Eodigayo?”

“Udah ikut aja.” Aku menarik tangannya berjalan menuju mobilku.

Sesampainya di depan mobil, aku langsung membukakan pintu untuk In Joung. Setelah In Joung duduk, aku pun langsung menuju kursi kemudi. Kulajukan mobilku menuju tempat tujuan.

“Oppa, kita mau kemana?”

“Ada deh. Yang jelas kamu pasti seneng deh.” Kataku sambil melirik ke arah In Joung. Dia terlihat sedang memanyunkan bibirnya. Melihat tingkahnya, aku merasa seperti pernah melihat sebelumnya. Seperti mengingatkanku pada seseorang tetapi aku pun ga tau siapa seseorang itu.

In Joung terlihat seperti sangat mengantuk. Matanya terlihat sangat lelah. Sesekali ia menutup matanya agak lama dan membukanya lagi.

“In Joung ah, kalau kamu ngantuk tidur aja gih.”

“Hah? Aniyo oppa.”

“Gapapa tidur aja gih. Keliatan ko kamu kecapean. Tar kalau udah sampai aku bangunin.” Perintahku padanya.

“Gapapa oppa?”

“Gapapa.”

Kulihat In Joung mulai memejamkan matanya. Kuberhentikan mobil sebentar. Kulepas jaketku dan memakaikan jaketku di tubuh In Joung sebagai pengganti selimut.

“Gomawoyo oppa.” Katanya tiba-tiba sambil membuka mata dan tersenyum kepadaku lalu memejamkan matanya lagi.

Aku melajukan kembali mobilku ke tempat yang sudah aku persiapkan. Sesekali kulirik In Joung. Mukanya ketika tidur begitu lucu seperti anak kecil, sangat polos.

Sekitar 40 menit kemudian, kami sampai di tempat tujuan. Kubangunkan In Joung dengan lembut.

“In Joung ah, kita udah sampai.” Kataku sambil memegang pundaknya.

In Joung pun perlahan membuka matanya. Dengan kesadaran yang masih sedikit, dia melihat ke sekeliling.

“Everland?” Tanyanya.

“Ne. Ayo turun.” Aku pun keluar mobil dan membukakan pintu untuk In Joung. “Ayo turun tuan putri.” In Joung hanya tertawa mendengar ucapanku padanya.

“Kenapa kita kesini oppa?” Tanyanya ketika keluar dari mobil.

“Biar kita bisa seneng-seneng.” Jawabku sambil menutup pintu. “Ayo masuk.” Lanjutku.

Kami berjalan menuju pintu masuk Everland. Wajah In Joung terlihat berbinar-binar ketika kita masuk ke dalam Everland.

“Wae In Joung ah? Kamu keliatan seneng banget.”

“Aku belum pernah ke Everland.” Jawabnya polos.

“Jeongmal? Ini pertama kalinya kamu ke Everland?” Aku sedikit kaget dengan ucapannya. Everland sudah lama ada dan banyak orang luar korea yang pengen kesini.

“Iya, hehehe.” Katanya sambil tertawa ke arahku.

“Kaja!” Kataku sambil menggenggam tangannya. Dia terlihat kaget tetapi langsung tersenyum kepadaku.

“Kajaaa!” Teriaknya sambil menarik tanganku berjalan ke dalam everland.

“Kita mau kemana dulu nih?”

“Molla. Gimana oppa aja deh.”

“Emm, kita ke safari dulu oke.” Ajakku kepadanya yang diikuti anggukan kepala darinya.

Kami berjalan menuju safari. Disana sudah ada bis yang menunggu kita untuk berkeliling di safari. In Joung terlihat senang ketika kita naik ke dalam bus. Wajahnya berseri-seri ketika bus melaju mengelilingi safari. Wajahnya begitu polos seperti anak kecil. Melihatnya seperti itu membuat tawaku keluar.

“Waeyo oppa?” Tanyanya bingung.

“Lucu aja ngeliat kamu. Kayanya seneng banget jalan-jalan kesini.”

“Hehehe. Dari dulu pengen banget kesini. Setiap mau kesini mendadak ada jadwal. Hari ini akhirnya bisa kesini juga, jadi seneng. Apalagi kesininya sama oppa, hehehe.”

Lagi-lagi ucapannya membuat hatiku rasanya mau meledak.

Kulirik In Joung. Dia sedang asik melihat-lihat safari dari balik kaca bus. Wajahnya seperti anak kecil baru pertama kali dateng ke kebun binatang.

15 menit sudah kita mengelilingi safari. Kami pun sampai di pemberhentian bus safari.

“Oppa, udah ini kita kemana?” Tanyanya ketika kami keluar dari bus.

“Udah ikut aja.” Tanganku masih menggenggam tangannya. Di bus pun aku tidak melepas tangannya walau hanya sedetik.

Kami berjalan menuju Amazon Express. Kulihat sekitar Amazon Express. Banyak orang yang melihat ke arah kami. Bahkan ada yang teriak memanggil namaku dan kubalas dengan sebuah senyuman. Dapat dipastikan kalau itu elf.

“Amazon Express? Igeo mwoyo oppa?”

“Emm, ikut aja deh.” Kutarik tangannya menuju antrian Amazon Express. Lagi-lagi kulihat wajahnya berseri-seri.

Kami antri sekitar 10 menit sampai akhirnya kami sudah naik di perahu Amazon Express. Wahana ini seperti arum jeram dimana kita duduk di perahu dan perahu itu berjalan di atas air dengan ombak buatan.

Perahu kami pun mulai berjalan. In Joung terlihat menikmati wahana ini. Ketika di akhir rute, sebuah ombak hampir kena ke In Joung. Dengan cepat kuhalang ombak itu dengan tubuhku. Dan hasilnya bajuku basah semuanya.

“Ah oppa basah. Eotteokhae..” In Joung terlihat merasa bersalah.

“Hahaha gwaenchanha.” Kataku sambil tersenyum kepadanya.

Kami pun keluar dari perahu dan berjalan keluar area Amazon Express.

“Oppa, baju oppa basah semua. Eotteokhae?”

“Gapapa In Joung ah. Kan bisa ganti baju.” Kulihat tubuhku, tak ada satu bagian dari bajuku yang tidak basah. Untung celanaku hanya basah sedikit. Tetapi aku merasa tenang karena In Joung hanya basah di bagian kaki.

“Ah eottoekhae..” Wajahnya terlihat murung karena merasa bersalah.

“Gwaenchanha In Joung ah. Kaja! Kita ke wahana selanjutnya.” Kataku sambil menarik tangannya menuju Europe arena.

Ketika sedang berjalan, tiba-tiba In Joung berhenti dan menarik tanganku ke sebuah toko.

“Oppa! Kita beli baju dulu yaa. Sekalian oppa ganti baju.”

“Udah aku bilang aku gapapa In Joung ah. Aku bawa baju ganti ko.” Kataku meyakinkannya.

“Ah aniyo, pokoknya kita beli sekarang!” Katanya sambil melihat baju-baju di toko itu. Aku melihat kaos couple dipajang di toko itu.

“In Joung, kita beli yang itu aja!” Aku menunjuk ke kaos couple yang sedang dipajang. In Joung melihat ke arah kaos itu dan terlihat sedikit berfikir. “Eottae?”

“Johayo!” Katanya penuh semangat.

“Oke, kita beli yang itu ya.” Aku memanggil pelayannya untuk mengambilkan kaos yang akan kita beli.

Ketika aku akan membayar, tiba-tiba In Joung menarik tanganku.

“Ah aniyo oppa, biar aku aja yang bayar. Oppa kan basah gara-gara aku.” Katanya sambil menyuruh managernya untuk membawakan dompetnya.

“Biar aku aja yang bayar. Masa cewe yang bayar? Lagian aku basah emang kemauan aku kan.” Tolakku.

“Aniyo oppa! Itung-itung rasa terima kasih aku soalnya oppa udah ngajak aku kesini.” Kata In Joung sambil membayar. “Ayo ganti baju oppa.” Ajaknya.

Kami pun berjalan menuju ruang ganti baju. Barulah di depan ruang ganti baju aku melepas tangan In Joung. Kami menuju ruang ganti baju masing-masing. 5 menit kemudian aku keluar dari ruang ganti baju. Tak lama kemudian In Joung pun keluar dari ruang ganti bajunya.

“Eottaeyo oppa?”

“Cocok.” Dia memakai kaos di luar dressnya, seakan-akan dia menggunakan kaos dan rok.

“Kaja!” Kataku sambil menggenggam dan menarik tangannya menuju wahana selanjutnya.

****

Ga kerasa sekarang sudah jam 7 malem. Kuajak In Joung naik Royal Jubilee Carousel, korsel dengan nuansa Eropa.

“Gimana hari ini?” Tanyaku ketika kita sudah naik Royal Jubilee Carousel.

“Menyenangkan!” Katanya sambil tersenyum lebar.

“Syukurlah.” Kataku lega. “In Joung ah.” Lanjutku.

“Ne?”

“Tipe cowo kamu kaya apa?”

“Tipe cowo? Emm, yang penting ceria, perhatian, senang olahraga sama bisa di musik.”

“Kalau dari penampilannya?” Tanyaku lagi.

“Aku ga pernah liat orang dari penampilan yang penting dia rapi, dan enak dilihat aja. Kalau oppa?” Tanyanya balik.

“Emm, aku suka cewe mungil, polos dan baby face.”

“Ooh. Makanya oppa suka sama Moon Geun Young eonni, soalnya dia mungil dan baby face yaa.” Katanya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Tapi kamu juga masuk ke tipeku ko.”

In Joung melihatku dengan wajah kaget dan kemudian menunduk karena malu. Tiba-tiba suasana menjadi kaku dan hening. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami sampai akhirnya Royal Jubilee Carousel berhenti dan kuajak dia turun.

Suasana masih hening dan kaku hingga aku mengesali apa yang udah aku katakan tadi.

Shin Min Rin Pov

“Tapi kamu juga masuk ke tipeku ko.” Kata-kata Jong Woon oppa sanggup membuatku kaget setengah mati.

Rasanya kaya jantungku berhenti berdetak. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jong Woon oppa.

Suasana mendadak menjadi hening. Tak ada kata-kata apapun yang keluar dari mulut kami. Kulirik Jong Woon oppa, dia terlihat menundukkan kepalanya, mungkin karena malu.

Suasana seperti ini berlangsung hanya sekitar 10 menit, tapi rasanya seperti berjam-jam. Sampai akhirnya korsel ini berhenti dan Jong Woon oppa mengajakku turun.

“Ayo turun In Joung ah.” Katanya tanpa melihat ke wajahku sambil melepas genggaman tangannya dari tanganku.

Dia berjalan perlahan menuju pintu keluar Royal Jubilee Carousel. Melihat tingkahnya yang malu-malu tawaku pun keluar. Aku berjalan menuju Jong Woon oppa yang sudah berjalan di depanku.

“Oppa juga tipeku.” Kataku sambil menggenggam tangannya dan tersenyum. Jong Woon oppa terlihat kaget dan kemudian tertawa.

“Kaja!” Katanya dengan semangat.

“Eodigayo?” Tanyaku dengan muka bingung.

Dia hanya menjawabnya dengan tersenyum kepadaku. Dia menggenggam tanganku lebih erat dan menarikku ke Rose Garden tak jauh dari Royal Jubilee Carousel.

Suasana Rose Garden begitu romantis. Kiri kanan dipenuhi dengan bunga mawar. Oppa menyuruhku duduk di sebuah kursi di pinggir taman.

“In Joung ah, kamu duduk di situ dulu ya. Aku mau ke kamar mandi bentar.”

“Ne oppa.” Jong Woon oppa pun meninggalkanku.

Kulihat sekitar taman ini, begitu banyak mawar dari berbagai warna. Aku berjalan menuju sebuah mawar putih yang malu-malu untuk mekar di antara mawar lain yang mekar, seperti wajah Jong Woon oppa yang malu-malu. Membayarkan kejadian tadi senyumku hinggap di wajahku. Ketika sedang asik, tiba-tiba ada suara di belakangku.

“Congratulation! Congratulation!~” Jong Woon oppa membawakan sebuah chesse cake sambil menyanyikan lagu.

“Igeo mwoyo oppa?” Tanyaku bingung.

“Selamat buat drama barunya. Semoga dramanya laris manis.” Ucapnya dengan senyuman yang sangat manis.

Mendengar kata-katanya, melihat surprise darinya membuatku terharu. Tak ada orang yang begitu peduli sampai segininya, hanya untuk mengucapkan selamat buat drama baruku. Air mata keluar dari mata tanpa kusadari.

“In Joung ah, kenapa nangis?” Tanyanya dengan muka terkejut.

“Aniyo oppa, cuma terharu aja. Ga ada orang yang sepeduli sampai bikin surprise cuma buat ngucapin selamat kaya gini. Gomawoyo oppa.” Kataku sambil menghapus air mata.

“Ahahaha sama-sama. Di tiup dulu dong lilinnya.” Aku pun meniup lilinnya.

“Gomawoyo oppa.”

“Ne In Joung ah.” Senyuman yang dia berikan kepadaku terlihat begitu tulus. Kejadian ini mengingatkanku pada sembilan tahun yang lalu, kejadian dia memberikan surprise seperti ini.

“Ayo kita duduk lagi sambil makan kuenya.” Dia berjalan menuju kursi tempat tadi aku duduk.

Kami menikmati chesse cake yang dibawakan oleh Jong Woon oppa. Rasa chesse cake ini 100 kali lebih enak dari pada chesse cake yang biasa aku makan. Spesial dari Jong Woon oppa yang membuat chesse cake ini lebih enak.

Hampir dua jam kami mengobrol di kursi ini.

“In Joung ah, aku antar pulang ya.”

“Ne.” Kataku tanpa ada penolakan.

“Kaja!” lagi-lagi dia menggenggam tanganku. Kubalas genggaman tangannya.

“Kajaaaa!” Kataku dengan penuh semangat.

Kami berjalan keluar Everland dan menuju parkiran dimana mobil oppa di parkir. Oppa langsung membukakan pintu mobil untukku sesampainya kami di mobilnya.

“Gomawoyo wangjanim.” Kataku sambil tersenyum kepadanya. Jong Woon oppa hanya tertawa mendengar ucapanku.

Jong Woon oppa langsung melajukan mobilnya menuju rumahku ketika dia duduk di kursi kemudi. Selama perjalanan tak henti-hentinya aku mengucapkan kata terima kasih kepada Jong Woon oppa sampai dia bosen dengernya.

Sejam kemudian kami sampai di rumahku. Oppa pun langsung melajukan mobilnya ketika aku berjalan masuk ke dalam rumah.

Hari ini begitu menyenangkan. Kenangan sembilan tahun yang lalu perlahan-lahan mulai terulang kembali.

TBC~

15 thoughts on “waiting ~ part 4

  1. waahhh makin seru ja ceritanya..
    Kayanya hubungan mereka makin serius ni..
    Tapi masa yeppa bnr2 g inget si sm in joung??
    Sm kenangan n masa lalu mereka?
    Sabar ya in joung, yeppa pasti akn mencintai mu lagi…
    Fighting author..

    Jia Jung

  2. Min, aku reader baru. gatau kenapa pas buka wordpress ini aku langsung tertarik sama ff ini. di lanjutin ya min, kamsa~ ^^

  3. so sweet ceritanya makin mantabb.. Ayo donk jongwoon oppa ingat In Joung aka Min Rin.. sebetulnya 9 tahun yg lalu itu ada apa ya antara yesung n Min Rin.. ayo author bongkar yg banyak.. penasaran sekali dgn kisah selanjutnya.. smg penasaran ku terjawab di part berikutnya. Thanks

  4. thor,kenapa ecungnya ga inget inget aaaaaa _-_
    aku lagi belajar bikin ff tapi kayaknya kok masih jelek ya haha #curcol
    feel nya dapet thor…and i learn so much to get it in my ff :(
    btw, jangan panjang2 ya thor maksimal part 10 deh hehehe^^
    hwaiting authornyaaa ;)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s