waiting ~ part 3

{author: AndinaRus}

part 1 | part 2

Shin Min Rin Pov

Pagi-pagi gini udah ada di kantor, padahal ini baru jam 7 pagi. Rasa ngantuk masih mengginggapiku. Aku mengambil handphone di tas dan mulai mengetik SMS. Dengan sebuah senyuman kukirimkan SMS itu.

Aku berjalan menuju kantin untuk membeli hot chocolate kesukaanku. Setelah memesan hot chocolate aku duduk di kursi kantin dengan wajah lemas.

“Ya!! Pagi-pagi gini udah lemes gitu. Dasar pemales!” Suara Kibum oppa mampu membuatku kaget setengah mati dan membuat mataku terbuka dengan lebar. Tanpa ragu-ragu, Kibum oppa duduk di kursi tepat di hadapanku.

“Ah oppaaa! Kerjaannya ngagetin aja deh. Aku ngantuk tauuuu. Semalem ga bisa tidur.” Gumamku sambil sesekali menguap.

“Emang kemarin jadwal kamu sampai jam berapa?” Tanya oppa.

“Aku nyampe rumah jam 11. Hoaaaaam.” Kataku sambil menguap lagi.

“Ngapain aja? Setau aku kamu belum ada jadwal drama deh, kenapa ampe malem gitu pulangnya?” Tanyanya lagi.

“Aku kan syuting WGM oppaaa.”

“Ah iya aku lupa. Siapa suami kamu Min ah?” Tanya Kibum oppa penasaran.

“Yesung oppa.”

“Yesung sshi?” Tanyanya ragu.

“Ne.”

“Kamu gapapa dipasangkan dengan dia?” Tanyanya dengan hati-hati.

“Wae oppa? Gara-gara sembilan tahun yang lalu? Emm, awalnya aku juga takut. Cuma ngeliat Jong Woon oppa ga kenal aku sebagai Shin Min Rin sembilan tahun lalu, aku jadi tenang. Ya jalanin dulu aja deh.”

Kibum oppa adalah satu-satunya orang yang tahu kisahku sembilan tahun yang lalu. Bahkan keluarga dan managerku pun tidak tau.

“Oh ne.” Jawab Kibum oppa singkat penuh kekhawatiran di wajahnya.

“Ah oppaaa! Tenang aja, aku gapapa ko. Oke?” Kataku meyakinkannya.

“Ne.” Jawabnya sambil mengelus lembut kepalaku.

Hot chocolateku akhirnya datang. Ku pegang hot chocolateku dengan kedua tangan di badan cangkir dan kuminum pelan-pelan.

“Ya! Kebiasaan jelek jangan di lakuin terus dong. Nanti tangan kamu panas kalau kamu megang cangkirnya kaya gitu.” Omelnya kepadaku.

Aku memang mempunyai kebiasaan kalau minum hot chocolate, aku megang cangkirnya di badan cangkir bukan di tangkainya. Orang-orang mungkin akan merasa kepanasan, tetapi bagiku panasnya hot chocolate sama sekali tidak terasa. Dan Kibum oppa selalu mengomeliku kalau aku minum hot chocolate dengan cara begitu. Dia takut tanganku akan merasa panas. Ya begitulah Kibum oppa dia sangat perhatian kepadaku, seperti oppa sendiri.

“Hehehe mian. Udah kebiasaan sih.” Ujarku sambil ketawa. “Eh oppa, ngapain sih kita pagi-pagi gini disuruh ke kantor?”

“Kita kan mau reading naskah CF kita. Gimana sih kamu, masa lupa? Kamu tuh ya, kebiasaan jelek ga pernah bisa ilang. Ckckckck.” Omelnya lagi kepadaku.

“CF? Emm, ah aku baru inget!” Inilah sifat jelekku yang sangat menonjol, pelupa, sangat pelupa. “Ayo kita ke ruang sajangnim.” Ajakku kepada oppa sambil membawa cangkir hot chocolateku dan menarik tangannya ke ruang sajangnim.

Jong Woon Pov

“MAKNAE YAA!!” Teriak Hyukjae. “Pinjem bentar aja pedit banget sih kamu!” Lanjutnya.

“Hyung, kenapa sih kerjaannya selalu ganggu kalau aku lagi main game?? Hyungkan punya laptop sendiri, main di laptop sendiri dong!!” Balas kyu sambil marah-marah.

“YAA!! Pinjem bentar doang!” Pinta Hyukjae.

“Ga mau!!” Teriak Kyu kepada Hyukjae.

“YAAA!! Kalian bisa diem ga sih? Pagi-pagi selalu aja berebut main game. Hyung lagi tidur keganggu tau!” Teriakku kepada Hyukjae dan Kyu. Dengan berat hati aku membuka mata dan keluar dari kamar menuju ruang tengah dimana Hyukjae dan Kyu sedang berebut laptop.

“Ini nih hyung, Kyu pedit banget ga mau minjemin laptopnya.” Rengek Hyukjae padaku.

“Hyung juga kan punya laptop sendiri. Kenapa harus pinjem yang orang lain sih!” Omel Kyu kepada Hyukjae.

“Ya Hyukjae, kamu punya laptop sendiri pake punya sendiri aja. Kamu juga Kyu, ke hyung sendiri pedit banget. Saling berbagi kenapa sih kalian tuh. Stress lama-lama kalau tiap pagi kaya gini.” Omelku pada mereka.

“Ne hyung. Mianhae.” Kata mereka bersamaan.

Suasana sudah mulai tenang. Hyukjae dan Kyu akhirnya berbagi untuk bermain game bersama. Suasana seperti ini yang selalu aku inginkan di pagi hari, tenang tanpa ada teriakan. Hyukjae dan Kyu selalu begitu setiap pagi, kerjaannya berantem buat main game, ga ada yang mau ngalah. Kalau aku udah marah, baru mereka bisa diem. Susahnya punya dongsaeng-dongsaeng keras kepala kaya anak kecil gini

Aku merebahkan tubuh di sofa sambil menyalakan TV. Wookie datang membawakan susu dan pancake.

“Ini hyung, dimakan.” Kata Wookie sambil memberikan susu dan pancakenya kepadaku.

“Gomawo Wookie ah.” Kataku sambil melahap pancake.

“Hyung! Hyung belum cerita tentang syuting WGM kemarin. Ayo cerita hyung!” Rengek Wookie padaku. Kyu dan Hyukjae yang mendengar ucapan Wookie meninggalkan game mereka dan langsung mendekatiku.

“Iya hyung. Cerita dong. Penasaran!” Kata Hyukjae dengan antusiasnya.

“Emm.”

“Hyuuuuuuuung!” Rengek Hyukjae.

“Emmmm.”

“YESUNG HYUNG!” Teriak Hyukjae dengan kesal.

“Hahahaha, apa yang pengen kalian tau?” Tanyaku.

“Siapa istri hyung?” Tanya Kyu dengan cepat.

“Emm, sesuai dugaannya Wookie.”

“Dugaanku?” Tanya Wookie sambil berfikir. “KIM IN JOUNG SSHI?” Teriak Wookie.

“Ye.” Jawabku singkat.

“Yang bener hyung?” Tanya Hyukjae tidak yakin.

“Wae?”

“Terlalu bagus buat hyung.” Kata Kyu dengan polosnya.

“Bener!” Kata Hyukjae setuju.

“YAA!!” Sebuah jitakan mendarat di kepala Hyukjae dan Kyu. Wookie yang dari tadi terdiam karena syok akhirnya berbicara juga.

“Huuuaaa patah hati deh aku.” Katanya dengan wajah sedih.

Aku yang melihat tingkah Wookie hanya tertawa. Aku berjalan ke kamar meninggalkan dongsaeng-dongsaengku yang sedang asik bergelut dengan pikirannya masing-masing.

Aku mengambil handphone di atas meja riasku. Senyum mengembang dengan cepat ketika kulihat ada sebuah SMS.

Pagi Oppa ^^

Sebuah SMS yang singkat tetapi bisa membuatku senang. Dengan cepat kubalas SMS itu.

Annyeong In Joung ah. Jangan lupa sarapan yaa ^^

Pada awalnya aku memang menentang ikut WGM, tetapi setelah aku tahu bahwa In Joung gadis yang menyenangkan, aku tidak menyesal mengikuti acara ini.

“Yesungie hyung, ayo sarapan!” Teriak Ryeowook dari ruang tengah.

“Ne.” Balasku dari kamar.

Dengan senyuman yang masih mengembang di wajahku, kulangkahkan kakiku menuju ruang makan untuk sarapan.

****

Jadwal Super Junior malam ini adalah sebagai tamu di Kiss The Radio. Sekarang masih jam setengah 8. Karena KBS dekat dengan Handel and Gretel, aku sempatkan untuk datang ke Handel and Gretel. Disana banyak fans yang sudah menungguku. Dengan ramah kusapa fansku sambil berjalan menuju dapur kecil caféku. Kusimpan tas lalu memasang celemek merah dan berjalan menuju kasir menggantikan Jongjin.

“Selamat Malam, mau pesan apa?” Sapaku ramah kepada pelanggan dan aku yakin dia Cloud salah satu fansku karena aku sering melihat dia kalau aku lagi di Handel and Gretel.

“Americano satu.” Katanya sambil tersenyum centil.

“Oke, tunggu bentar ya.”

“Yesung oppa!” Panggilnya tiba-tiba.

“Ne?”

“Bolehkah aku salaman sama oppa?” Rengeknya manja.

“Ne.” Kataku sambil mengulurkan tangan yang disambut tangannya. Setelah bersalaman aku melanjutkan bergulat dengan mesin kasir. Aku memang belum familiar dengan mesin kasir jadi lumayan lama ketika melayani pelanggan.

“Oppa!” Panggilnya lagi.

“Ne?”

“Minta tanda tangan oppa dong!” Pintanya.

“Aku ga bisa ngasih tanda tangan kalau lagi kerja.”

“Sekali aja oppa. Ya ya ya ya?” Rengeknya.

“Ini americanonya. Makasih udah dateng kesini.” Kataku ramah sambil memberikan Americano pesanannya.

Gadis itu pun menyerah dan pergi meninggalkan depan kasir. Aku memang sudah terbiasa menghadapi fans yang manja dan maksa kaya gitu. Ini belum seberapa, pernah aku menghadapi fans yang maksa-maksa sampai akhirnya Jongjin turun tangan.

“Selamat Malam, mau pesan apa?” Sapaku pada pelanggan selanjutnya.

“Iced Chocolate satu.” Kata pelanggan itu yang sedang fokus dengan handphonenya.

“Relugar atau Large?”

“Regular.” Jawabnya singkat tanpa memalingkan wajah dari handphone.

Aku langsung memproses pesanannya. Pelanggan yang satu ini tidak heboh seperti fansku yang lainnya. Rasa penasaran datang menghampiri tentang pelanggan ini. Kuperhatikan terus wajahnya, tetapi tertutupi dengan topi dan kacamata yang di pakainya.

“Ini silahkan.” Kataku sambil memberikan pesanannya.

Dia mengambil dompet di tasnya. Wajahnya sedikit terlihat dari pinggir. Wajahnya begitu familiar bagiku.

“Ini.” Katanya sambil memberikan uang kepadaku. Kulihat wajahnya, dan kutahu siapa dia.

“In Joung ah?” Tanyaku ragu.

Dia mengangkat kepalanya dan menatapku. Benar dia In Joung.

“Yesung oppa?” Katanya sambil membuka kacamatanya.

“Majja! In Joung ah!”

“Oppa, ko bisa ada disini?”

“Aku kerja disini.”

“Kerja?” Tanyanya kaget.

“Ahahaha ini café ibuku. Kamu baru pertama kali kesini?” Tanyaku.

Kulihat antrian di belakang In Joung lumayan panjang. Kasian kepada pelangganku yang lain, kusuruh In Joung untuk duduk di kursi yang tidak begitu jauh dari meja kasir.

“In Joung ah, kalau kamu ga lagi sibuk, kamu duduk disana dulu ya. Nanti setelah aku selesai melayani pelanggan aku kesana. Oke?” Kataku sambil menunjukkan kursi tersebut. Dia hanya mengangguk kecil dan berjalan menuju kursi tersebut.

Aku pun mulai melayani tamu lagi. Sesekali kulihat ke arahnya. Dia sedang asik menikmati iced chocolatenya. Kupanggil Jongjin dan membisikan sesuatu kepadanya. Jongjin mengganguk dan langsung menjalankan perintahku.

Tak lama Jongjin berjalan menuju In Joung dan memberikan yang aku suruh kepadanya. Kulihat In Joung melihat kearahku sambil tersenyum. Ku balas senyumannya dan melanjutkan melayani pelanggan agar aku bisa cepet ngobrol dengan In Joung.

Shin Min Rin Pov

Hari ini sangat melelahkan. Gimana engga, hari ini kerjaannya cuma baca naskah doang. Mending kalau cuma satu, ini ada tiga naskah.

Aku berjalan menuju luar kantor dan berjalan menuju mobilku. Kulaju mobilku ke café biasaku di dekat KBS. Kebetulan jadwal selanjutku jam 9 di KBS, jadi kusempatkan dulu untuk bersantai di Handel and Gretel.

Sesampainya di Handel and Gretel, kuambil topi dan kacamataku di kursi belakang mobil. Kupakai kacamata dan topi lalu keluar dari mobil dan berjalan menuju Handel and Gretel. Suasana Handel dan Gretel disini memang selalu ramai. Padahal Handel dan Gretel di tempat lain tidak seramai ini.

Aku mengantri untuk memesan. Handphoneku berbunyi, kuambil handphone dari tas dan mulai membaca SMS yang datang. Aku terus fokus di depan handphone sampai akhirnya aku tepat di depan kasir siap untuk memesan.

“Selamat Malam, mau pesan apa?” Sapa ramah sang pelayan.

“Iced Chocolate satu.” Kataku tanpa mengalihkan pandangan dari handphone

“Relugar atau Large?” Tanya pelayan tadi.

“Regular.”

“Ini silahkan.” Kata pelayan tersebut tak lama setelah aku menyebutkan pesananku.

Aku mengambil dompet di tas dan mengambil uang lalu membayar pesananku.

“In Joung ah?” Tanya pelayan itu tiba-tiba.

Aku mengangkat kepalaku dan melihat kearah pelayan tersebut. Aku terkaget melihat sesosok pria yang sedang berdiri di depan mesin kasir dengan kaos hitam dan celemek merahnya.

“Yesung oppa?” Kataku sambil membuka kacamata.

“Majja! In Joung ah!”

“Oppa, ko bisa ada disini?” Tanyaku penasaran.

“Aku kerja disini.”

“Kerja?” Tanyaku sedikit kaget. Buat apa dia bekerja di café seperti ini sedangkan dia sudah menjadi penyanyi terkenal.

“Ahahaha ini café ibuku. Kamu baru pertama kali kesini?” Tanyanya. Ketika aku akan menjawab pertanyaannya, dia melanjutkan omongannya.

“In Joung ah, kalau kamu ga lagi sibuk, kamu duduk disana dulu ya. Nanti setelah aku selesai melayani pelanggan aku kesana. Oke?” Katanya sambil menunjukkan kursi yang dia maksud.

Aku menganggukan kepala dan berjalan menuju kursi tersebut. Kulihat yesung oppa dengan ramah melayani pelanggan yang sebagian besar mungkin adalah fansnya. Ini kesekian kalinya aku datang ke tempat ini, tapi aku tidak tahu kalau café ini punyanya yesung oppa. Bahkan aku kenal dengan bibi yang biasa melayani pesananku.

Kuambil handphone di tas dan memotret minumanku. Ku buka twitterku dan mulai mengupdate.

“Iced Chocolate at Handel and Gretel. Jjang-i ya! ^^”

Aku memang selalu mengupdate twitterku tentang kegiatanku sekecil apapun itu. Itu salah satu cara untuk bisa dekat dengan para fansku. Ketika sedang asik membuka twitter, tiba-tiba seseorang berdiri di depanku. Kulihat wajahnya, dia Jongjin oppa adiknya Yesung oppa.

Dia memberikan sepotong cheese cake. Aku melihatnya dengan wajah bingung karena aku tidak memesan cheese cake.

“Ini cheese cake dari yesungie hyung. Dia menyuruhku memberikannya kepada In Joung sshi. Silahkan dinikmati.” Katanya sambil pergi meninggalkanku. Cheese cake itu terlihat enak dan cake kesukaanku memang cheese cake.

Kulihat ke arah Yesung oppa yang ternyata sedang melihat kearahku. Aku tersenyum kepadanya sebagai ungkapan terima kasih.

Kupotong cheese cake itu dengan garpu dan memasukkannya ke dalam mulutku. Rasa cheese cake ini begitu lembut dan enak.

Kukeluarkan Ipadku untuk menghilangkan rasa bosan menunggu yesung oppa. Kubuka game kesukaanku dan mulai memainkannya.

Ga kerasa udah hampir setengah jam aku habiskan waktu menungguku dengan bermain game. Saking asiknya main game, aku ga sadar kalau yesung oppa udah duduk tepat di hadapanku.

“Rame ya?” Tanyanya tiba-tiba.

“Hah?” Kataku dengan wajah kaget.

“Hahahaha, lagi main apa sih serius amat.”

“Ah aniyo oppa. Oppa udah selesai ngelayanin pelanggannya?” Mataku berkeliaran melihat ke sekeliling. Handel and Gretel mulai sepi pelanggan, cuma sekitar 10 pelanggan yang ada disini dan itupun di layaninnya sama Jongjin oppa.

“Udah. Gantian sama Jongjin.”

“Oh ne.” Kataku singkat. “Eh oppa, gomawoyo buat cheese cakenya.” Lanjutku sambil tersenyum lebar.

“Haha, sama-sama. Cheese cake kesukaan kamu kan?”

“Ko oppa bisa tau?”

“Hehehe. Kamu suka cheese cake, hot chocolate, iced chocolate, jus strawberry, steak, ttokpokki, ayam. Oh iya kamu juga benci sama kupu-kupu. Majja?”

Aku terbengong mendengar perkataannya. Bagaimana dia bisa tau semua yang aku suka dan aku benci.

“Ne. Bagaimana oppa bisa tau?” Tanyaku penasaran.

“Internet hehehe.”

Tiba-tiba bibi yang biasa melayaniku, datang menghampiri kami.

“In Joung ah. Oraenman-iya.”

“Eomoni, annyeong haseyo.” Aku berdiri dan membungkuk kepadanya.

“Eomma, kenal sama In Joung?” Tanya oppa.

“Kenal dong, In Joung sering datang kesini. Jong Woon ah, kamu juga kenal sama In Joung?”

“Eomma, inget aku cerita tentang aku ikut WGM? In Joung istri aku di WGM eomma.” Kata oppa kepada eommanya.

“Jeongmal? Bagus kalau begitu, eomma merestui kalian hahaha.” Aku tersenyum malu mendengar perkataannya.

Ketika sedang mengobrol, Jongjin oppa memanggil eommanya untuk membantunya. Dia pun langsung pergi untuk membantu Jongjin oppa.

“In Joung ah, kamu ga ada jadwal?” Tanya oppa setelah eommanya pergi.

“Ada jam 9 di KBS. Kalau oppa?”

“Jeongmal? Aku hari ini ada jadwal di Sukira jam 10. Kalau gitu kita berangkat bareng ke KBSnya yaa.” Ajaknya.

“Tapi kan oppa jadwalnya jam 10. Kasian nanti nunggu sejam.”

“Ah gwaenchanha, member yang lain biasanya juga udah dateng dari jam 8an.”

“Oke deh.”

Aku melihat jam di tangan. Sekarang udah jam 8 lebih. Berarti aku harus berangkat ke KBS sekarang.

“Oppa, berangkat sekarang yuk? Udah jam 8 lebih soalnya.” Ajakku padanya.

“Oh ne. Tunggu bentar ya, aku ngambil tas dulu.” Dia berjalan mengambil tasnya dan berpamitan kepada eommanya dan Jongjin oppa lalu berjalan ke arahku.

“Kaja. Eh In Joung ah, kamu kesini naik apa?”

“Aku bawa mobil. Kita ke KBSnya naik mobil aku aja gapapa kan?”

“Oke, mana kuncinya?” Aku menyerahkan kunci mobilku kepada Jong Woon Oppa.

Kami berjalan keluar Handel and Gretel dan menuju mobilku. Aku masuk ke dalam mobil begitupun dengan oppa yang langsung duduk di kursi kemudi.

“Kaja!” Katanya sambil melajukan mobil menuju KBS.

****

Gedung KBS sudah mulai ramai dengan fansnya Super Junior. KBS jam segini memang selalu rame dengan fans Super Junior untuk melihat Super Junior Kiss The Radio, Sukira. Di tambah lagi tamu hari ini Super Junior.

“Oh iya In Joung ah, tadi kata eomma kamu sering dateng ke Handel and Gretel, tapi kamu gatau kalau itu punya keluarga aku?” Tanyanya ketika kita sedang berjalan menuju gedung KBS.

“Gatau. Soalnya aku kalau dateng kesana cuma beli doang, ga pernah makan disana.” Jawabku polos.

“Oooh.” Katanya sambil mengangguk-anggukan kepalanya. “Kesana yu.” Dia mengajakku ke sebuah sofa dimana member Super Junior yang lain lagi ngobrol.

“Ah aniyo oppa. Aku nunggu disini aja.” Kataku sambil menunjuk ke sebuah kursi di dekat pintu masuk.

“Udah ayo.” Katanya sambil menarik tanganku menuju member Super Junior yang lain.

Jantungku rasanya akan meledak ketika Jong Woon oppa memegang tanganku. Perasaan sembilan tahun tahun lalu sedikit demi sedikit muncul kembali.

Aku berjalan menuju member Super Junior dengan kepala menunduk karena malu.

“Hyung!” Kata Shindong oppa ketika kami sedang berjalan menuju mereka.

“Hyung, hyung sama siapa?” Tanya Eunhyuk.

“Yeoreobun, kenalin dia istri aku.” Kata Jong Woon oppa sambil melepas tanganku dari genggaman tangannya ketika kita sudah sampai di sofa tempat member Super Junior lagi ngumpul.

“Kim In Joung sshi?” Tanya Eunhyuk lagi.

“Annyeong haseyo.” Kataku sambil mengangkat kepala.

“Waaw, Kim In Joung sshi!” Shindong oppa terlihat kaget.

“Annyeong haseyo.” Sapaku kepada Shindong oppa.

“In Joung ah, kenalin itu Chaejin, pacarnya kyuhyun. Lee Chaejin.” Jong Woon oppa menunjuk ke seorang gadis yang sedang duduk di sebelah Kyuhyun oppa.

“Annyeong haseyo, bangawoyo Kim In Joung sshi.”

“Annyeong haseyo Lee Chaejin sshi.”

“Ya Chaejin ah, tumben kamu ramah sama orang.” Kata Kyuhyun oppa meledek pacarnya.

“Ya!! Diam kau dwaeji!”

“Mwo?? Dwaeji?!! Mau mati kau Chaejin?”

“Ya!! Kalian berdua tuh ya hobinya berantem ga jelas gitu!” Kata Sungmin oppa yang baru dateng. “Eh Kim In Joung sshi. Annyeong haseyo.” Sapa Sungmin oppa kepadaku.

“Annyeong haseyo.”

“In Joung ah, kita kesana aja yuu.” Ajak Jong Woon oppa ke sebuah sofa yang lumayan jauh dari member Super Junior.

“Hah?”

“Ayo!” Belum sempat berpamitan dengan member Super Junior yang lainnya, dia menarik tanganku menuju sofa yang ditunjuknya tadi.

Sofa yang Jong Woon oppa tunjukan lumayan jauh dari sofa yang sedang digunakan member Super Junior lainnya, sekitar 15 meter.

Jong Woon oppa langsung duduk ketika kami sampai di sofa begitu pun dengan aku. Kulihat dari kejauhan member Super Junior yang lain sedang membicarakan sesuatu sambil melihat ke arah kami.

“In Joung ah, ada jadwal apa ke KBS?” Tanya Jong Woon oppa tiba-tiba.

“Aku dapet drama baru di KBS, hari ini tanda tangan kontraknya.”

“Drama? Bakal sibuk dong ya?”

“Waeyo oppa?”

“Ani.” Mukanya terlihat agak murung. Melihat ekspresinya, tawaku pun keluar.

“Wae ketawa?”

Tiba-tiba handphoneku berbunyi, bertanda ada telepon. Telepon itu dari Minho oppa, managerku.

“Jamsimanyo oppa.” Kataku pada Jong Woon oppa.

“Oke.”

“Ne oppa. Aku di bawah… Oke, araseo.”

“Dari siapa In Joung ah?” Tanya Jong Woon oppa.

“Manager oppa, dia udah ada di atas.”

“Oh ya udah kamu ke atas gih, nanti manger kamu nunggu.” Kata Jong Woon oppa.

“Ne.” Aku berdiri dari sofa, bersiap-siap untuk ke atas.

“Annyeong In Joung ah.” Kata Jong Woon oppa sambil melambaikan tangannya.

“Annyeonghi jumuseyo.” Kataku sambil jalan menuju tangga.

Kulirik Jong Woon oppa yang masih berdiri melihat kepergianku. Kulangkahkan kaki menuju lantai dua KBS.

Tiba-tiba handphoneku berbunyi, ada sebuah SMS. Kubuka SMS itu yang ternyata dari Jong Woon oppa.

Good Night In Joung ah, jangan pulang terlalu malam ^^

Senyumku mengembang membaca SMS itu. Kulirik lagi Jong Woon oppa, dia pun tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku. Tak kurasa mukaku sudah panas dan memerah, dengan cepat kulangkahkan kaki menuju lantai dua supaya Jong Woon oppa tidak melihat mukaku yang merah karena malu.

TBC~

12 thoughts on “waiting ~ part 3

  1. so sweet senang banget ceritanya bagus.. Ayo Yesung oppa smg bs jadian dgn Kim In Joung.. Mudah2an nanti Yesung oppa ingat bhw 9 thn yg lalu dia sdh pernah bertemu dgn In Joung aka Shin Min Rin.. Lanjutkan author ceritanya seru dan bagus.. Thanks

  2. kok dia bisa gak inget gt sih ya sama in joung …… terus itu beneran dia tau dari internet soal makanan kesukaan sama apa yg gakn di sukai in joung ? dasar yesung oppa -,- . hahaha makin menarik thorr daebak lah~~

  3. Suka. ?….
    Yesung keliatan so romantis….

    Kenapa yesung ga ngenalin in joong, yaa!

    Moga cepet inget yaaaa! !!!!!!!!!

  4. seru..seru..
    Tapi tbcnya kecepetan,, hehehe…
    kalo bisa part selanjutnya agak di panjangin ya…
    Daebak n Fighting Author…

    Jia Jung

  5. wah jadi penasaran, sebenernya apa yang terjadi 9 tahun yg lalu??~~
    in joong nya operasi plastik apa yesungnya pikun tuh ^,^v hehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s