Like A Star ver.2 part 1

Author : Oriza Mayleni aka Alexa Han

Title : Like A Star ver.2

Cast : Han Yuri, Cho Kyuhyun

Support cast : Lee Sora, Choi Siwon, Song Raein, Kim Kibum, Lee Sungmin

Genre : Romance, Sad

Length : twoshoot

Rating : G

Backsound : Super Junior KRY (The one I love), Super Junior KRY (Just You), Kyuhyun ft The Grace (Just for one day), Jang Jungwoo (Geu gut man eun), Leeteuk ft Krystal (Grumbling), TRAX (Blind)

Disclaimer : FF is mine, Plot is mine, sambungan Like A Star Ver.1….semoga suka Ver.2 yang gak kalah abal ini……., SJ punya ortu mereka masing”….no bashing. Don’t be a silent reader. Happy reading ^^ RCL yah…….yang gak punya tisu beli dulu ya….soalnya ni FF bikin termehek-mehek *halah* *ditendang readers* *author banyak bacot* (pernah di publish di SuperjuniorFF)

 

Yuri’s POV

“mian…aku tidak bisa…..” lagi-lagi aku menolak seorang namja yang menyatakan cinta padaku

“apa ada yang tidak kau sukai dariku? Aku akan merubahnya….” Ujarnya

“tidak…kau tidak perlu berubah karena tidak ada yang salah denganmu…akulah yang bermasalah….mianhada…..aku pergi dulu…” kataku segera meninggalkannya

Hp ku berbunyi….dari Sora….aku lupa hari ini akan menemani dia menjemput Siwon dibandara. Ku percepat langkahku menuju stasiun.

aku melihat jam tangan yang kupakai…..Sora pasti sudah menungguku. Aku sedang ingin menyeberang tapi lampunya tidak kunjung berubah jadi merah…..kulihat Hp ku.Sms dari Sora….aku mengetikkan beberapa kata lalu kulihat semua orang sudah menyeberang. Segera kulangkahkan kaki. Sampai juga diseberang tapi…………kalungku….dimana dia?

Aku melihat kalungku ditengah jalan…..aku segera mengambilnya….tanpa sadar ada mobil melaju kencang kearahku…….

Dukkkk…seseorang menarikku dan kami ber2 jatuh ketrotoar.Sepertinya orang tersebut terluka.

“kau bosan hidup ya?????” orang tersebut membentakku

“jeseonghamnida…….” Aku hanya bisa menundukkan kepala

Ternyata seorang namja…..dia berdiri…aku bisa lihat ada goresan dilutut celananya.Pasti lututnya lebam.

“kau tidak apa-apa?” tanyaku

“jangan khawatirkan aku…khawatirkan dirimu sendiri yang hampir mati karena mau mengambil benda mati…..” katanya dengan nada tinggi…..aku tahu kalung itu benda mati tapi kalung itu punya tempat khusus dihatiku.

“maaf…sekali lagi maaf…..apa kakimu tidak apa-apa? Perlu ke RS?”

“tidak usah………next time be more carefully…..” ujarnya

“I will…..” dia lalu pergi begitu saja……

Astaga….Sora…..aku segera melesat setelah sadar Sora menungguku dibandara.

@Seoul Airport

“Sora…Lee Sora….” Kataku setengah berteriak

“yak!!!!! Kemana saja kau?”

“mianhae…..ada sedikit masalah tadi. Mana Siwon?”aku celingak celinguk

“dia sedang mencari temannya” jawab Sora

“mencari temannya?”

“iya….dia bilang ada temannya yang juga ke Korea dan dia minta Siwon menunggunya..nah itu dia….” Sora menunjuk Siwon

“bagaimana? Ketemu?” ujar Sora

“tidak….Hpnya pun tidak aktif”

“owh begitu…….”

“Chagi…kau tidak rindu padaku?” Siwon merentangkan tangannya

Sora dan Siwon berpelukan erat.

“ehem…..bisakah dilanjutkan nanti? Setelah kita makan?” kataku

“hehehhh….tentu saja”  ujar Siwon dan Sora bersamaan

Kami ber3 pun segera naik mobil milik Siwon.

“kita akan makan apa?” tanyaku

“bagaimana kalau pasta?” usul Siwon

“emmm…sepertinya enak…kita makan di la svera saja…” tambah Sora

End’s Yuri POV

 

Kyuhyun’s POV

“noona…tolong jangan beritahu appa kalau aku akan ke Korea….” Pintaku

“hajiman….jika appa tahu, dia akan marah besar….”

“ara…tapi aku sungguh ingin kesana….aku ingin menemui eommaku….”

Ahra noona menghela nafas panjang tapi akhirnya dia mau membantuku juga. Aku akan dikirim appaku ke Swedia untuk melanjutkan kuliah disana tapi sepertinya aku tidak akan benar-benar ke Swedia. Aku sudah menyusun rencana…..aku akan terbang ke Swedia tapi setelah itu aku akan terbang lagi ke Seoul.

“Noona….gamsahamnida…..”

“ne….baik-baik disana….”

@Canada  Airport

“belajarlah baik-baik….kau penerus appa…”

“ne….arraseoyeo…” ujar ku patuh…hajiman mianhae appa…aku akan sedikit memberontak kali ini

“pergilah…..” kata appaku sambil memberikan koper padaku

“ne…aku pergi…jaga kesehatan appa dan noona….”

@Swedia  Airport

Setelah sampai, aku segera memesan tiket penerbangan ke Seoul. Aku sudah menyiapkan passport sebelumnya..tentu saja tanpa sepengetahuan appa. Aku menelpon temanku yang juga pulang ke Korea.Sudah 15 tahun aku tidak pulang ke Korea jadi mungkin aku perlu pemandu.

@Seoul Airport

Kuhirup oksigen sebanyak-banyaknya.Kembali ke Negara ini membuatku teringat kenangan masa kecilku….kenangan indah tapi berakhir menyedihkan.Kupasang kacamata hitamku dan segera menuju hotel yang sebelumnya sudah kupesan.

Ternyata Seoul sudah berubah banyak….angin musim gugur membuatku tergoda untuk sekedar menikmatinya. Sesampainya di hotel, ku letakkan semua barangku lalu berjalan keluar mencari udara segar.

Saat berjalan ditrotoar, aku melihat seorang yeoja berdiri ditengah jalan yang ramai.Apa yang dia lakukan? Apa dia mau mati? Aku sungguh tidak suka pemandangan ini…..Segera aku berlari dan menariknya saat ada mobil melaju kencang kearahnya.Kami ber2 tersungkur ke trotoar dan sepertinya lututku memar.

“kau bosan hidup ya?????” spontan aku marah padanya…tahukah jika sedetik saja terlambat, nyawanya sudah melayang

“jeseonghamnida…….” Dia  menundukkan kepala

“kau tidak apa-apa?” ujarnya menunjuk lututku

“jangan khawatirkan aku…khawatirkan dirimu sendiri yang hampir mati karena mau mengambil benda mati…..” aku masih sedikit  emosi

“maaf…sekali lagi maaf…..apa kakimu tidak apa-apa? Perlu ke RS?”

“tidak usah………next time be more carefully…..” ujarku

“I will…..” aku lalu pergi meninggalkannya

Aku kembali kehotel untuk mengobati lukaku. Astaga…aku lupa Siwon. Aku memintanya menungguku di bandara tapi aku lupa.

“hya!!! Kau dimana?” teriak Siwon diujung sana…reflex aku menjauhkan handphone dari telingaku

“aku dihotel. Mian aku lupa….tadi penat sekali rasanya jadi saat sampai aku langsung jalan mencari udara segar”

“aku akan makan pasta….kau mau ikut? Sekalian ngobrol dan kukenalkan pada yeoja chingu dan temanku”

“baiklah…kebetulan aku juga lapar. Dimana tempatnya?”

“jalan XXX dekat Dongdaemun….nama restorannya La Svera…..kau masih ingat arah ke Dongdaemun kan?”

“tentu saja……aku punya ingatan yang kuat…..”

“ara…Marcus Cho…..kalau begitu sampai jumpa”

End Kyuhyun’s POV

 

Author’s POV

@La Svera

“mana temanmu? Aku sudah lapar!!!”  Sora mengelus-elus perutnya

“tidak tahu. Apa mungkin dia kesasar ya…masalahnya sudah 15 tahun dia tidak ke Korea” ujar Siwon

“aigoooo….temanmu kan bukan anak kecil..lagipula saat ditelfon tadi dia bilang kan dia tahu….” Kata Sora

Siwon melihat kearah pintu dan Kyuhyun muncul saat itu juga.

“Marcus!!!!!!!!!!!!!!!!” Siwon melambai-lambaikan tangan

Kyuhyun terlihat mendengus lalu berjalan kearah meja Siwon.

“jangan memanggilku Marcus..ini bukan kanada”

“hahah…itukan nama mu….o..ya kenalkan ini…..”

“Lee Sora kan?” belum selesai Siwon bicara, Kyuhyun memotongnya

“bagaimana kau tahu?” Sora bingung

“Andrew Choi ini sering menyebut namamu…..” Kyuhyun cekikikan pelan

“oooooo….begitu” wajah Siwon dan Sora sama-sama memerah

“maaf aku lama…” ujar Yuri yang baru kembali dari toilet

Kyuhyun dan Yuri sama-sama terkejut

“neo!!!!!!!!!!!!! O_O” ujar Yuri dan Kyuhyun bersamaan

“kalian saling kenal?” Tanya Sora

“ahhh…anio….” Jawab Yuri cepat

“tadi kami bertemu dijalan saat dia menolongku…” lanjut Yuri

“benarkah?” Siwon melihat kearah Kyuhyun

“ne…..” jawab Kyuhyun pendek

“kalau begitu Yuri perkenalkan ini temanku dari Kanada namanya……..” belum selesai Siwon bicara, Kyuhyun segera menyebutkan namanya sendiri

“Cho Kyuhyun imnida..”

“Han Yuri imnida…..”

Mereka ber4 lalu makan pasta yang sudah dipesan sambil sesekali mengobrol.

“Yuri-ah…kau bilang rumah yang disebelahmu kosong kan?” Tanya Siwon

“ne….waeyo?”

“Kyuhyun mencari rumah sederhana yang nyaman dan murah……Kyuhyun-ah kau mau melihat rumah itu?”

“boleh juga….” Jawab Kyuhyun yang masih sibuk menikmati pastanya

“tapi kalian ber2 saja ya…aku dan Sora mau kesuatu tempat…hehheheh…tidak apa-apa kan?”

Kyuhyun hanya mengangguk.

“kami duluan ya….” Ujar Siwon dan Sora bersamaan lalu meninggalkan Kyuhyun dan Yuri

“ayo…….” Ajak Kyuhyun lalu berjalan didepan

“kita ke hotel dulu…aku mau mengambil barang-barangku…..tidak apa-apakan?” kata Kyuhyun tanpa menoleh

“ne…gwenchana…tapi kau kan belum melihat rumahnya jadi kenapa harus bawa barang? Bagaimana kalau kau tidak suka? Kau harus membawa barangmu lagi..itu sangat merepotkan bukan…” jelas Yuri panjang lebar

Kyuhyun berbalik lalu menatapnya.Yuri hanya bisa mengalihkan pandangan.

“kau cerewet juga ya ternyata….” Celetuk Kyuhyun dengan wajah datar

“MWO?O_O”

“sudahlah ayo….” Lagi-lagi Kyuhyun bersikap cuek

“geu namja!!!!!!!” Yuri menggembungkan ke2 pipinya

***

Yuri mengedarkan pandangan keseluruh loby hotel tempat Kyuhyun menginap.

“wah….dia sepertinya orang kaya. Menyewa hotel Cuma untuk menaruh koper? Ckckkc…buang-buang uang sekali….tapi kenapa dia mencari rumah yang sederhana…padahal sepertinya dia bisa membeli apartement mewah” batin Yuri

“kau mau ikut keatas?” tawar Kyuhyun

“tidak usah…aku tunggu disini saja….”

“baiklah….jangan menghilang….”

“memangnya aku mau tersesat dimana….lagipula aku bukan anak umur 5 tahun” Yuri mendengus….Kyuhyun hanya tertawa kecil

“ara..ara….aku naik dulu…” Kyuhyun segera naik lift menuju kamarnya

Setelah Kyuhyun mengambil barangnya, dia segera check out dan langsung naik taxi menuju daerah tempat tinggal Yuri.

“jadi barangmu Cuma koper  1 ini?” Tanya Yuri dengan tatapan heran

“aku hanya sekolah disini…bukan pindah rumah kan?” ujar Kyuhyun

“iya sih…..” Yuri menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“kalau begitu kau tunggu disini…aku akan memanggil ahjumma yang punya rumah ini….”

15 menit kemudian Yuri kembali dengan seorang wanita paruh baya.

End Author’s POV

 

Yuri’s POV

“Shin ahjumma….ini temanku…dia ingin melihat-lihat rumah…namanya Marcus Cho” kataku

“annyeong haseyo….Cho Kyuhyun Imnida….” Kyuhyun lalu melayangkan death glare ke arahku..sepertinya dia tidak terlalu suka dipanggil Marcus…hey kenapa? Bukannya itu namanya :p

“Park Soojin imnida…kalau begitu ayo…” bibi Soojin lalu membuka pintu dan kami ber2 masuk….

Kyuhyun dan bibi Soojin berkeliling sedangkan aku lebih memilih duduk disofa berwarna coklat yang ada diruang tamu. Tiba-tiba Hp ku berbunyi……

“yeoboseyo…..jigeum?….ne…aku segera kesana” aku menutup flip Hp ku lalu berjalan ke dapur

“Kyu…..aku harus ke kampus…kau sendirian tidak apa-apa kan?” Kyuhyun hanya mengangguk

“Soojin ahjumma…aku permisi harus ke kampus….”

“ne…hati-hati…”

***

Huaaaaaaaaaaaaa….capek sekali….sekarang jam 10 malam dan aku masih berusaha menyelesaikan naskah yang harus dikumpul besok. Lebih baik aku menyelesaikannya dirumah saja.

“Raein…..kibum….aku pulang duluan ya…naskahnya akan kuselesaikan dirumah saja….”

“ne….perlu ku antar? Ini sudah malam” tawar kibum

“aigoo…tidak perlu….masa kau mau meninggalkan yeojachingumu sendirian disini…kalau Raein hilang bagaimana? Ahahahahahhah…..” ujar ku bercanda

“yak!! Han Yuri……” wajah Raein memerah

“aku pergi…selamat menikmati malam kalian yang romantis…wkwkkwkwwk”

aku segera melangkah keluar sampai ada seseorang yang menepuk pundakku…aku kaget dan reflex melayangkan tasku kearah orang tersebut.

“Omoooo…ini aku….”

“Sungmin sunbae…jangan mengendap-endap begitu…kau mengagetiku saja…” aku mengelus dada

“aku tidak mengendap-endap…aku sudah memanggilmu tapi kau tidak dengar…” ujarnya mendengus kesal

“mianhae…aku pakai headset jadi tidak dengar….”

“kau mau pulang? Sama-sama saja…lagian ini sudah malam…tidak baik yeoja jalan sendirian”

Sungmin sunbae segera menarik tanganku.

“tunggu disini…aku ambil mobil…”

Belum sempat aku menolak, dia sudah ngeloyor pergi. 5 menit kemudian kembalilah dia dengan mobilnya yang berwarna hijau.

“ayo naik…” dia membukakan pintu untukku

“gamsahamnida….” Ujarku lalu naik

Didalam mobil sepi…aku dan Sungmin sunbae sama-sama diam. Aku sedikit sungkan padanya sejak kejadian tadi pagi saat aku menolak pernyataan cintanya. Dia memang baik, lucu, tampan, dan pintar tapi lagi-lagi aku masih tidak bisa mengganti seorang namja dihatiku.

“sudah sampai….” Sungmin sunbae membuyarkan lamunanku

“ohh…ne…terima kasih sunbae…hati-hati pulangnya..jangan ngebut..kau bukan pembalap..” ujarku bercanda

“hahahahah…araseoyo….” Dia tertawa lepas

“annyong!!!” aku membungkukkan badan lalu berbalik dan dia memanggilku lagi

“Yuri-ah…..”

“ne…ada apa sunbae?”

“bisakah jangan memanggilku sunbae? Panggil saja oppa….”

“baiklah kalau begitu….ada apa?”

“emmm…tidak jadi saja. Sana pulanglah dan langsung tidur…”

“kau aneh sekali…..”

Setelah Sungmin oppa pergi, aku segera menaiki tangga jalan menuju rumahku.Ya memang rumah kontrakkan kecil ku itu terletak didataran yang agak tinggi.

Kulihat lampu rumah disebelahku mati…sepertinya Kyuhyun sudah tidur.Sesampainya didalam rumah, aku membaringkan tubuhku disofa.  Aduhhh…aku lapar….jika lapar, aku tidak akan fokus membuat naskah. Kalau begitu masak yang mudah saja…ramen….

Kemasukkan mie kedalam panci lalu aku masukkan bumbu. Huaa akhirnya selesai….selamat makan. Tunggu….sepertinya aku mendengar ada yang memanggilku…atau Cuma salah dengar  ya…ahh molla..

“HAN YURI!!!!!!!!!!!!!”

Omo….memang benar ada yang memanggilku…tapi siapa….arah suara itu dari kamar….aku segera masuk kekamar dan suara tersebut makin jelas.Kubuka jendela kamar ku dan ternyata Kyuhyun yang berteriak sejak tadi.

“YURI!!!!!!!!!! HAN YURI!!!!!” teriaknya lagi

“iya aku dengar….” Aku gantian berteriak, saat dia hendak berteriak lagi, aku memberikan kode jangan dengan menyilangkan tanganku. Yang benar saja…inikan sudah malam….masa dia mau berteriak-teriak seperti tarzan begitu. Aku mengambil kertas putih besar dan spidol.Lalu aku menuliskan sesuatu dan kuperlihatkan padanya.

waeyo?????’

Dia pergi lalu kembali dengan sebuah kertas bertuliskan juga

‘kau sedang memasak???’

OMO….bagaimana dia tahu O_O

‘iya…aku membuat ramen…memangnya kenapa?’

‘aku lapar (-____-)…………..’

‘lalu?O_o’

‘lalu apa? Ya aku minta makan…..’

‘datanglah kerumah kalau begitu…..’

Ting tong…omo Kyuhyun cepat sekali. Aku segera membuka pintu dan dia memamerkan senyum 3 jari.

“masuklah….” Kataku

“apa tidak apa-apa malam-malam begini namja masuk kerumah seorang yeoja?” katanya dengan polos

“aishhh…memangnya siapa tadi yang minta makan? Tidak mungkin kan aku mengantarkan ramen kerumah mu..enak sekali…”

“kau benar..hahahahaha….”

“duduklah…aku ambil mangkok….”

Dia makan dengan lahap……..

“aigoo…aigooo…apakah orang yang dari Kanada makannya begini?”

“ini kwarenaw lwapar…” katanya dengan mulut yang masih penuh

“sudah..sudah..lanjutkan makanmu, jangan bicara dulu….”

“I’m full……”

“ckckcckkk……kau sudah berapa hari tidak makan?”

“aku makan sebelum terbang kesini…..sudah lama tidak makan ramen dan kimchi jadinya aku begitu lahap” dia tersenyum lebar

“memangnya eommamu tidak membuatkan mu kimchi ya????”

Wajahnya yang tadi senang tiba-tiba berubah. Apa pertanyaan ku salah?O_O

“a..ada..apa…..?” kataku

“ani…eomma ku sudah meninggal saat aku berumur 8 tahun. Lalu aku pindah ke Kanada”

“Mianhada……..” kataku menyesal

“aku minta nomor telpon mu….” Katanya tiba-tiba

“untuk apa?” selidikku

“kau mau aku berteriak-teriak lewat jendela lagi hah?”

“tidak sih…baiklah kalau begitu…..”

Aku lalu menyebutkan nomor telpon ku.

“untung sekali jendela kita berhadapan…….” Katanya

“hidungmu tajam sekali ya……kau bisa tahu aku sedang masak…”

Dia hanya tersenyum aneh.

“sudah malam…kau juga mau istirahatkan? Kalau begitu aku pulang…”

“ne……………….”

“koki gratis…kapan-kapan buatkan makanan yang enak lagi ya…” ujarnya enteng

“hahhahah…lainkali aku akan menaruh harga Cho Kyuhyun-ssi……”

Dia pulang….dan sekarang saatnya kembali menyelesaikan tugas kuliah ku.

End Yuri’s POV

Kyuhyun’s POV

Aku mencium aroma masakan….perutku juga sedang lapar. Apa Yuri yang masak ya?Kutanyakan saja…tapi aku tidak punya nomor telponnya. Emm…sepertinya jendela ini berhadapan dengan jendela kamarnya. Kubuka jendela kamarku dan ternyata benar.Aku berteriak-teriak…..tidak lama kemudian jendela kamarnya terbuka.

Yuri menyuruhku kerumahnya untuk makan. Sebenarnya bukan dia yang menyuruhku tapi aku yang minta.

“memangnya eommamu tidak membuatkan mu kimchi ya????” tanyanya tiba-tiba

“a..ada..apa…..?” ujarnya lagi setelah melihat ekspresi wajahku yang tiba-tiba berubah

“ani…eomma ku sudah meninggal saat aku berumur 8 tahun. Lalu aku pindah ke Kanada”

“Mianhada……..”

Setelah selesai makan dan mengobrol sebentar, aku pulang.

Aku tidak bisa tidur….pikiranku melayang ke musim gugur  15 tahun lalu saat eomma ku pergi selama-lamanya…………..

#flashback

“sayang…kau mau makan apa?”

“aku mau ice cream eomma…” kataku polos….saat itu umurku masih 8 tahun

“kalu begitu ayo..kita beli ice cream coklat dan strawberry kesukaan mu”

Aku dan eomma ku membeli ice cream lalu kami memakannya disebuah taman. Aku memandang iri seorang anak yang sedang bermain dengan appa dan eommanya.

“eomma….apa aku tidak punya appa?” aku tidak tahu kalau pertanyaan itu bisa membuat eommaku menitikkan air mata

“eomma…euljima….aku tidak akan menanyakannya lagi…mianhae eomma…” eomma lalu memelukku

“Kyu….sudah sore..ayo kita pulang…” ajak eommaku…aku mengangguk

Saat berjalan ditrotoar, tiba-tiba syal kesayanganku yang dirajut eomma ku sendiri terbang kejalan karena angin yang sangat kencang. Aku reflex berlari mengambil syal itu dan ada mobil kencang melaju kearahku. Aku menutup mata dan tubuhku terhempas ke trotoar…..kubuka mata dan kulihat eomma  bersimbah darah ditengah jalan raya tersebut. Aku menangis lalu berlari memeluk eommaku….orang-orang membawanya ke RS tapi nyawanya tidak tertolong.

Aku tidak tahu harus bagaimana…aku merasa bersalah, karena aku…satu-satunya orang yang melindungiku dan kukenal meninggal. Aku hanya anak berusia 8 tahun.

Saat pemakaman, seorang paman datang kearah ku dan tiba-tiba memelukku erat sambil menangis. Diapun tahu namaku….dia bilang dia appaku…..aku tidak mengerti yang diucapkannya. Jika dia memang appa ku, kenapa dia baru muncul sekarang?Kenapa saat eomma sudah tidak ada?Kemana saja dia selama ini? Aku tidak tahu apa yang terjadi antara orang tuaku tapi aku yakin eomma ku menderita karena appa ku sendiri.

Akhirnya aku ikut appa pindah ke Kanada. Di Kanada aku punya seorang noona dan ibu tiri…..

#flashback end

Airmata ku tumpah setiap mengingat kejadian tersebut…….berulang kali aku bertanya pada appa tentang bagaimana kami bisa ada di Korea dan dia di Kanada, lalu kenapa dia meninggalkan kami….tapi….berkali-kali aku bertanya, berkali-kali juga appa ku hanya diam seribu bahasa.

Dada ku terasa sesak, kubuka jendela kamarku agar udara segar malam hari bisa masuk. Lampu kamar Yuri belum mati, apa dia belum tidur? Ini sudah jam 1 malam. Aku mengambil Hp ku lalu menghubunginya.

“yeoboseyo…..” jawabnya pelan

“kau belum tidur hah? Kau tahu ini sudah malam…”

“aigoo…Kyu…kau ini!! Aku tadi tidur lalu sekarang bangun gara-gara kau menelpon ku dan sekarang kau marah-marah menyuruhku tidur? Ckckkckck”

“benarkah? Aku kira kau belum tidur soalnya lampu mu masih menyala”

“aku tidak suka gelap…..Kyu…aku ngantuk….aku mau tidur lagi…annyonggggg!!!!!!!!!!”

Hahhahaha…masih ada saja orang yang takut gelap dijaman seperti ini.

Keesokan paginya………

Kubuka jendela kamarku untuk merasakan udara sejuk pagi hari…..kulihat Yuri sedang memejamkan mata. Sepertinya dia sedang menikmati sejuknya angin pagi ini. Kemudian sebuah senyum manis mengembang diwajahnya……dia membuka mata dan kaget saat melihatku. Wajahnya agak merah lalu dia menundukkan kepalanya dan menutup jendela….

End Kyuhyun’s POV

 

Author’s POV

“Hi!!! Good morning Alexa….” Kyuhyun tersenyum 3 jari saat Yuri lewat didepan rumahnya lalu Kyuhyun berjalan beriringan dengan Yuri

“Good morning Marcus…..ehh darimana kau tahu nama inggrisku?” ujar Yuri

“tadi malam saat aku kerumah mu, aku melihat tulisan ‘Alexa’s Room’ dipintu kamarmu….”

“matamu jeli sekali sampai memperhatikan setiap sudut rumah ku…..”

“hya….umurmu berapa? Masih takut dengan gelap…” ujar Kyuhyun mengejek Yuri

“ketakutan tidak ada hubungannya dengan umur….” Yuri mendelik kearah Kyuhyun

“hahahahaha…..memangnya kenapa kau takut gelap? Apa kau takut ada alien dibawah ranjangmu huh? Wkwkwkwkwk….” Ejek Kyuhyun lagi

Yuri menginjak kaki Kyuhyun.

“YAK!!!Appo….kenapa kau ini?”

“rasakan itu Marcus Cho……aku tidak mau jalan bersamamu..kau menyebalkan!!!!!!!!!!!” Yuri berjalan mendahului Kyuhyun yang masih kesakitan

“tunggu……kita kan 1 kampus jadi sama-sama saja…” teriak Kyuhyun

Kyuhyun segera menyusul Yuri. Yuri tak ambil pusing dan memasang headsetnya…Kyuhyun melepasnya tiba-tiba.

“kau memakai headset lalu aku harus bicara sendiri begitu?” jlekkkkkk…Yuri terdiam mendengar kalimat Kyuhyun yang sama persis dengan Yesung dulu….

“wae? Kenapa melamun?” Kyuhyun menyikut lengan Yuri pelan

“ani…ayo….kita bisa ketinggalan bus…” Yuri berjalan duluan

End author’s POV

 

Kyuhyun’s POV

Aku tidak tahu ada apa dengannya. Daritadi dia hanya diam dan memandang kearah luar lewat kaca bus ini…pandangannya kosong. Apa dia marah padaku? Marah karena aku melepas headsetnya tiba-tiba? Aku juga tidak tahu……aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya dan apa yang sedang dipikirkannya….

“ehemmm…jangan melamun…kau bisa kesetanan…” lagi-lagi dia hanya tersenyum sekilas lalu kembali ke aktivitasnya melihat pemandangan diuar sana. Saat aku melihatnya lagi, pipinya sudah basah oleh air mata.

“Yuri…gwenchanayo?Apa kau sakit hmmm?” tanyaku khawatir

“ani…..nan gwenchana….” Dia mengusap air matanya, aku tahu dia sedang tidak baik-baik saja

“ahjussi…berhenti disini…” teriak ku pada supir…bus berhenti. Aku menarik tangan Yuri membawanya turun

“Kyuhyun-ssi…kenapa turun disini? Kita kan harus ke kampus….” Ujarnya bingung

Aku masih menarik tangannya…..

“Kyuhyun-ssi….Kyuhyun-ssi…peganganmu terlalu kuat, tanganku sakit…..yak!!! kau mau bawa aku kemana?”

“kesuatu tempat yang bisa membuat mu tersenyum lagi…..” jawabku enteng…aku juga sebenarnya tidak tahu mau kemana…aku hanya berjalan dan berharap menemukan tempat yang menyenangkan…..

***

“MWO?Kebun binatang?Kau ini!!!!!!!!!!!!!!!” Yuri menjitak kepalaku

“memangnya kenapa? Apa yang salah dengan kebun binatang?” kataku membela diri

“aku mau kuliah…kalau kau mau disini silahkan. Aku pergi….” Aku menahan tangannya

“ayolah…kita sudah disini…sayang sekali kalau pergi begitu saja…aku mau melihat panda…” aku memasang wajah sepolos mungkin

“ck…memangnya di Kanada tidak ada panda hah?”

“tidak ada” jawabku enteng

Dia menghembuskan nafas panjang “baiklah kalau begitu….” Ujarnya pasrah

“kajja…..” aku menarik tangannya

***

Kami berkeliling melihat semua binatang yang ada dikebun ini. Sudah 1 jam kami disini….wajahnya yang tadi kusut sudah ceria lagi.

“sudah bisa dilepas?” katanya sambil melihat tanganku yang sedari tadi menggenggam tangannya…astaga..aku sendiri tidak sadar kalau aku sudah memegangi tangannya sejak masuk tadi

“aku bukan anak kecil Kyu…aku tidak akan hilang dikebun binatang….”

“mianhae……” aku segera melepas genggamanku

“aku capek…ayo duduk disana…”

Kami ber2 duduk disebuah bangku dikebun tersebut.

“kau haus? Mau minum apa?” tawarku padanya

“aku mau orange float…..”

“kalau begitu tunggu disini….aku segera kembali”

“ne……..”

10 menit kemudian aku kembali tapi Yuri tidak ada ditempat. Kemana anak itu sebenarnya….. aku berkeliling mencarinya, aku sudah mencoba menghubunginya tapi tidak diangkat. Astaga…aku tidak mau terjadi apa-apa padanya. Aku terus mencoba menghubunginya sampai akhirnya diangkat.

Yak!!!!!!!!!! Neo eodiya???” teriakku, aku tidak memperdulikan orang-orang yang sekarang memandangiku

“hikss…hiks…”

Aku bisa mendengar dia sedang menangis…aishhh…aku semakin khawatir saja. Kenapa yeoja ini sering sekali menangis tanpa aku tahu sebabnya dan dia selalu membuatku khawatir….

ada apa? Kau menangis? Kau dimana?….Aku akan kesana……..”

Aku segera berlari…saat sampai tempat yang dia sebutkan ditelfon tadi, aku melihat dia sedang menangis sambil melihat ke kandang buaya?O_O

“kenapa kau menangisi buaya itu? Kau tahu? Semua orang sekarang sedang melihatmu?” ujarku

“bukan itu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” katanya sambil menangis

“lalu kenapa?…yak!!! bukankah ku bilang jangan kemana-mana, kau suka sekali ya membuatku khawatir dan bingung…”

“kalung ku Kyu……….” Katanya menunjuk ke dalam kandang buaya…aku baru sadar dia menangisi kalungnya yang jatuh ke kandang buaya ini dan sudah putus jadi 2.

“berhentilah menangis….aku akan mencari penjaga untuk mengambilkan kalungmu…”

***

Dia diam terus daritadi…masih menangis memandangi kalungnya. Aku diacuhkan….

“sudah sampai…kau tidak mau turun? Tidak mau ke kampus?” tegurku

Dia berdiri tanpa bersuara lalu berjalan didepanku. Aku menyusulnya dan mensejajarkan langkahku.

“emmm….kau difakultas apa?” ujarku basa-basi

“perfilman….” Katanya singkat…seharusnya kan dia bertanya balik padaku

“seharusnya kan kau bertanya balik padaku…”

“mianhae…suasana hatiku sedang tidak bagus. Kau di fakultas apa?”

“kedokteran…” jawabku singkat

“MWO? NEO? Kedokteran????? JINJJA???”

“wae? Memangnya tidak boleh?”

Dia cekikikan tidak jelas….

“aku masuk duluan…kau tahu dimana fakultas kedokteran kan?”

“ne…araseo….” Jawabku

“annyong!!!!!!!!”

Aneh sekali…tiba-tiba menangis, tiba-tiba tersenyum, aku tidak pernah mengerti tentangnya…pasti ada rahasia besar yang tersembunyi dibalik setiap ekspresinya…kenapa dia menangis? Kenapa dia begitu sayang pada kalungnya itu?…tapi 1 hal lagi yang tidak kumengerti…aku tidak mengerti kenapa aku begitu suka berada disekitarnya….

End Kyuhyun’s POV

 

Yuri’s POV

kalung milik Yesung putus jadi 2….bodoh sekali aku. Kenapa bisa begini? Lalu sekarang bagaimana? Daritadi air mataku ingin mengalir keluar tapi kutahan…aku sudah janji tidak akan menangis dengan matanya…..

“Yuri….kemana saja kau?” seseorang merangkul pundakku…ternyata Raein

“ehh..aku….tadi Cuma pengap jadi aku jalan-jalan….” Kataku sembarang

“sejak kapan kau jadi tukang bolos hah?????”

“hehheheh sekali tidak apa-apa kan…..Raein….kemana pangeranmu itu? Tumben tidak bersamanya”

“dia sakit…nanti temani aku mencari kue ya…aku tidak tahu toko kue yang enak…”

“beresssssss……..”

“o..ya….kau jalan-jalan denga siapa?” Raein mengangkat alisnya sebelah dan menatapku curiga

“memangnya kenapa? Kenapa memandangku begitu? Aigoo…kau menyeramkan….”

“katakan saja…siapa namja tinggi itu hah? Sepertinya dia mahasiswa baru? Apa dari luar negeri?…” Raein memborongku dengan banyak pertanyaan

“siapa yang kau maksud? Aku tidak mengerti…”

“aishhh…siapa lagi kalau bukan namja yang tadi bersamamu….aku melihat kalian berjalan sama-sama masuk ke kampus…..”

“ooooo….itu….temannya Siwon, dari Kanada….”

“lalu kenapa dia bersamamu? Kalian……”

“jangan berpikiran macam-macam…..kami tetangga jadi kekampus sama-sama tidak apa-apa kan?….”

Aku dan Raein masuk kelas.

***

@canteen

“jangan memandangi kalung itu terus…..jajangmyeon mu sudah dingin..” Raein memukul” mangkuk jajangmyeon ku dengan sumpitnya

“apa menurutmu masih bisa diperbaiki?”

“kemungkinan bisa…..aishhh sudahlah makan dulu…”

Sora datang…

“anyeonggggg!!!!!!!!!!!!!” ujarnya

“kau lapar?” tanyaku pada Sora

“ne……aku mau pesan juga…” jawabnya

“tidak usah….kau makan saja punyaku. Aku tidak berselera….” Aku menyodorkan mangkuk jajangmyeon ku pada Sora

End Yuri’s POV

 

Author’s POV

“baiklah aku makan….” Sora segera melahap jajangmyeonnya

“siapa yang akan menggantikan Kibum?” ujar Raein

“Ryeowook….tapi masih kurang 1 lagi karena Eunhyuk dan Henry sakit….” Jawab Sora

“hari Ini ada pertandingan Hoky lagi?” Ujar Yuri

“ne…..Siwon masih bingung mencari pemain 1 lagi…..” Sora menghela nafas panjang

Hp Sora tiba-tiba berbunyi……..sebuah pesan….

“sudah lengkap…..mereka siap bertanding…..” Sora tersenyum lebar

“siapa yang bergabung?” Tanya Raein

“Kyuhyun….” Jawab Sora

“Kyuhyun itu siapa? Baru kali ini aku dengar namanya….” Raein bingung

“mahasiswa baru fakultas kedokteran dari Kanada…..” jelas Sora

“oooo….namja yang berkencan dengan Yu…..” Yuri segera membekap mulut Raein

“berkencan dengan siapa?” Sora menatap Yuri

“wae? Aku tidak kencan…….” Yuri salah tingkah

“kalau kencan juga tidak apa-apa…hahahahahaha…” Sora tertawa lebar

“MWO?….jangan sembarangan….”

“kalau begitu jangan lupa nanti malam jam 8….ok…aku tunggu…” Sora kembali lagi ke kelas nya

End author’s POV

 

Kyuhyun’s POV

Siwon memintaku bergabung di tim Hoky es nya yang akan bertanding nanti malam. Kebetulan aku suka bermain hoky es, jadi aku terima saja penawarannya.

Pukul 20.00

“kau sudah siap?” Tanya Siwon

“tentu….”

Aku dan yang lain segera masuk lapangan. Aku mengedarkan pandangan ke bangku penonton. Sosok yang ku harapkan ternyata hadir…..tunggu…dia tersenyum dengan siapa? Yang pastinya bukan denganku….ternyata dia tersenyum dengan namja bernama Sungmin.

“kau kenapa jadi kusut begitu?” tegur Siwon

“ani…..” jawabku singkat

***

Kami menang….tapi perasaan ku benar-benar tidak baik…..sepanjang pertandingan, kulihat Yuri sangat mendukung Sungmin dari bangku penonton sana. Kami merayakan kemenangan disebuah café…..Sora ikut….tentu saja Yuri juga…..

@Prince Café

Semua anggota tim membawa yeojachingu……aku? Aku tidak punya karena tentu saja aku baru 2 hari di Korea…..bangku dihadapan Yuri kosong…aku duduk disitu.

“chukkae…” Yuri tersenyum padaku

“gomaewo…..” datar…….

“kau bosan? Kau tidak suka keramaian? Kulihat daritadi kau menekuk wajahmu terus” ujarnya lagi

Tiba-tiba Sungmin datang dan duduk didekat Yuri…..mereka bicara akrab…ahhhhh pemandangan ini menyebalkan….apa mereka pacaran?????

“aku mau pulang. Kalian lanjutkan saja…..” ujarku

“ne…hati-hati….” Kata mereka semua

***

Kepalaku sakit……..dimana aku? Apa ini rumah sakit? Tanganku tidak bisa digerakkan…….sial……….

“Kyuhyun…kau tidak apa-apa?” aku kenal suara ini….sepertinya suara Siwon….aku membuka mataku perlahan…..memang benar dia dan teman-teman ku ditim Hoky…

“maaf…jam besuk sudah habis…pasien harus istirahat….” Ujar seorang suster

“baiklah….Kyuhyun kami permisi…istirahatlah…masalah ini sudah diurus polisi…besok kami akan datang lagi……” ujar Siwon

Aku hanya mengangguk….aku ingat…saat pulang dari café, aku dihadang tim hoky yang jadi lawan kami di pertandingan malam ini. Mereka mengeroyokku  karena tidak terima dengan kekalahan mereka….dan tiba-tiba semua gelap.

Keesokan paginya……………………….

“Kyuhyun………………..” terika semua teman-teman tim ku

“jangan berisik, ini RS….bukan kebun binatang….” Siwon menjitaki kepala mereka

“aku sudah memberitahu Ahra Noona………..” ujar Siwon

“Mwo? Kau memberitahunya?” jangan sampai noona ku memberitahu appa…kebiasaannya kan selalu begitu…..

“iya…memangnya kenapa? Keluargamu berhak tahu kan….” Jawab Siwon enteng

Tiba-tiba Sora dan Yuri datang……….

“Kyuhyun-ah…kau baik-baik saja kan? Yeoja ini semalaman khawatir ingin melihatmu” Sora menunjuk Yuri…apa? Yuri mengkhawatirkanku? Jinjja?

“kami pulang kalau begitu” ujar yang lain serentak

“aku juga. Aku mau kencan dengan Sora. Yuri-ah…jaga chinguku ya….annyong!!”

Mereka semua pergi…tinggal aku dan Yuri. Ragu-ragu dia mendekat,

“bagaimana keadaanmu?”

“agak baikan. Kau bawa apa?”

“eh…ini kue. Aku tidak tahu mau bawa apa jadi aku beli kue saja”

“kebetulan aku sedang lapar….bisakah aku memakannya sekarang?”

“ne…tentu saja” Yuri membuka kotak kue tersebut dan menyodorkannya padaku

“apa menurutmu aku bisa makan dengan tangan seperti ini?” aku menunjukkan tangan ku yang diperban

Tanpa perlu penjelasan yang lebih panjang lagi, dia mengambil kue dengan sendok dan menyuapiku. Aku membuka mulut lalu tersenyum….dia mendengus lalu tertawa.

“emmm…bagaimana kalungmu?”

“sudah ku perbaiki” dia tersenyum sambil menunjukkan kalung yang dipakainya

“boleh aku bertanya sesuatu?” aku penasaran…lebih baik tanyakan saja daripada gelisah terus-menerus

“apa? Tanyakan saja”

“kalung itu…..bolehkah aku tahu dari siapa?” kataku dengan suara pelan tapi aku yakin dia bisa mendengarnya

“……..” diam…dia menundukkan wajahnya…selalu seperti ini….aku tidak suka saat aku tidak bisa menebak perasaannya

“kalung ini dari namjachinguku…” akhirnya dia buka suara….apa? namjachingu? Dia sudah ada yang memiliki?

“apa dari Sungmin?” aku tidak tahu kenapa pertanyaan tersebut keluar dari mulutku begitu saja

“Sungmin?….”

“kalian terlihat dekat dan akrab sekali….pasti dia namjachingumu” aku tidak bisa menyembunyikan wajah kesal ku….Kyuhyun babo!!!!

“tebakanmu salah besar Cho Kyuhyun….” Dia tertawa

“aku dan Sungmin sunbae memang dekat tapi hanya sebatas pertemanan…..”

“jinjja? Lalu siapa namjachingumu itu?” mulutku ini rasanya sudah tidak bisa dikontrol

“aku menyebutkan namanya pun kau tidak akan tahu….sudahlah makan saja kue mu”

Saat Yuri hendak menyuapkan kue lagi, Hp ku berdering keras. Yuri kaget sampai menjatuhkan kue itu ke kemeja ku.

“OMO….mianhaeyo…aku tidak sengaja….”

“gwenchana….bisakah tolong ambilkan Hp ku?”

“ne….” dia mengambil Hp ku lalu menekan tombol hijau untuk menerima telpon. Yuri memegangkan Hp untukku…

“yeoboseyo…noona….ada apa?”

“aku dengar kau dipukuli? Kau tidak apa-apa?”

“aku baik-baik saja…sangat baik malah….”

“syukurlah…keundae…Kyu mian…appa…..”

“apa appa sudah tahu aku diKorea?”

“ne…dia sudah naik pesawat malah…..maaf aku tidak bisa membantumu….”

“kau tidak salah noona…aku tahu appa tidak akan bisa dibohongi  terlalu lama”

“istirahatlah……”

“ne…..”

Yuri menaruh Hp ku dimeja. Aku memandang kemeja yang kupakai. Tidak mungkin kan aku memakai kemeja yang sudah terkena cream ini..

“Yuri-ah bisakah bantu aku berganti baju?”

“ehhh….n..ne…” dia mengambil kemeja putih ditas yang dibawa Siwon tadi

Setelah itu dia menghampiriku dan wajahnya memerah??? Tentu saja…tanganku sedang sakit dan itu artinya dia yang harus membuka kancing bajuku.

“maaf membuatmu melakukan ini……”

Yuri membukakan kancing bajuku perlahan, dia memalingkan wajahnya.

“kapan akan selesai jika kau memalingkan wajah seperti itu?”

“aku……aishhh…kenapa tidak panggil perawat saja….”

“aku tidak mau perawat melihat tubuhku”

“lalu tidak apa-apa begitu jika aku yang melihat huh? Dasar aneh….” Yuri mendengus kesal lalu bersiap memasangkan kemeja yang bersih untukku

“Kyu…apa ini?” sepertinya Yuri melihat bekas luka di punggung ku

“itu…..bekas luka….”

“luka karena apa?……..” tanyanya lagi

“luka yang diciptakan ibu tiri ku…..”

End Kyuhyun’s POV

 

Yuri’s POV

Aku tidak sengaja menjatuhkan kue dibaju Kyuhyun. Sekarang aku harus membantunya berganti pakaian. Wajah ku merona……aishhhh pasti tampang ku aneh sekali. Saat hendak memasangkan kemeja baru, aku melihat bekas luka dipunggungnya….bekas lukanya panjang…..

“Kyu…apa ini?” ujarku

“itu…..bekas luka….” jawabnya

“luka karena apa?……..” aku semakin penasaran

“luka yang diciptakan ibu tiri ku…..” apa? Ibu tirinya memukulnya sampai berbekas seperti ini?

Aku tidak banyak bertanya lagi. Segera kukancingkan kemejanya.

“kau terharu?” ujarnya tiba-tiba

“ne???”

“melihat bekas luka itu. Sepertinya kau terharu dan mau menangis…” Kyuhyun memamerkan senyum khasnya

Aku tidak menjawab…

#flashback

Aku masih terus menangis…..aku menolak makan…aku kesepian. Appa sibuk bekerja, dia pergi saat aku tidur dan pulang saat aku sudah tertidur juga. Aku tidak suka di Kanada……

Ibu tiri sepertinya sangat membenciku…aku juga tidak tahu kenapa. Tatapannya sangat dingin padaku. Aku benar-benar rindu eomma…..aku menangisi syal rajutannya sampai tertidur.

Keesokan paginya syal tersebut tidak ada…aku mencarinya kemana-mana sampai akhirnya ibu tiriku buka mulut.

“apa yang kau cari?” katanya dengan tatapan jahat

“eomma..apa kau melihat syal buatan Ibuku…” sejak aku sampai di Kanada, dia selalu jahat padaku…tentu tidak didepan appa. Walaupun dia jahat tapi aku tetap bersedia memanggilnya ‘eomma’

“sudah kubakar” jawabnya santai

Aku hanya anak umur 8 tahun ….apalagi yang bisa kulakukan selain menangis????

“eomma…kenapa kau jahat padaku? Apa salahku?”

“kenapa tidak tanya pada Ibumu saat dia masih hidup? Kenapa dia merusak rumah tangga orang lain? Cihhh…saat melihatmu, aku selalu teringat padanya….wanita perusak rumah tangga orang”

Aku tidak mengerti maksudnya…..aku terus menangis….syal rajutan Eomma dibakar

“Eomma ku bukan perusak rumah tangga orang…..” aku berteriak padanya lalu dia melayangkan sebuah tamparan padaku….tidak berhenti disitu, dia menyeretku kekamarnya lalu mengambil ikat pinggang appa. Dia mencambukku berkali-kali sambil terus memaki. Ahra noona datang menolongku lalu membawaku pergi. Aku tidak menceritakan kejadian tersebut pada appa…noona yang ingin mengadu pada appa pun kularang.

#end flashback

Aku menitikkan air mata saat dia bercerita tentang bagaimana dia memperoleh luka tersebut. Kenapa ada orang sekejam itu?

“aigoo….seharusnya aku tidak bercerita…kau jadi menangis begini…” dia mengusap air mataku dengan tangan kirinya yang tidak cedera

Wajahnya dekat sekali dengan wajahku……ada rasa aneh….rasa yang tidak pernah muncul semenjak Yesung pergi…..kalung ku tiba-tiba jatuh……..pertanda apa ini? Aku mengambil kalung ku lalu memundurkan badanku menjauh dari Kyuhyun……

“aku ada urusan lain. Aku pulang…” aku mengambil tas lalu berlalu….aku tidak berani melihat wajah Kyuhyun

End Yuri’s POV

TBC………..

Sebenarnya mau dibikin oneshoot tapi karena kepanjangan, aku potong jadi 2….:D….

11 thoughts on “Like A Star ver.2 part 1

  1. uuwwaaahhh… So sweet ceritanya…
    Pa tar yuri n kyu jadian?
    Trus soal ade na yeppa yg buta gmn?(di part 1)
    Di tunggu chapter selanjutnya ya author..
    Fighting..

    Jia Jung

  2. woooow kyu cepat sekali jatuh cintany!!! hahahaha
    lanjuuuut chingu jgn lama”,,pasti endingny so sweet deh ^^

  3. keren banget ceritanya.. mantabb.. kyu oppa karakter nya di cerita ini bagus dan semua tokoh disini punya porsi cerita masing2 yg balance jadinya tambah keren.. mudah2an annti kyu oppa jadian sm Yuri cocok sepertinya dan apakah kira2 nanti yesung oppa akan kembali.. penasaran dgn cerita selanjutnya.. Tks

  4. baguuss ceritanya ..
    aku suka sifat kyuhyun disini :D
    aku sempet pengen nangis kalo baca flashback nya kyuhyun :(
    ntar jadian kan ma yurii ??
    ditunggu segera kelanjutannya ya chinguu :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s