Fake Girlfriend part 1

Title : Fake Girlfriend (1)

Author : Pupuputri

Main Cast : Lee Donghae

Support Cast : Lee Hyukjae, Im Yoona

Rating : 13PG

Genre : Love/Friends, Super Junior, Chapter/Parts, SNSD

Ps : Sebenarnya FF ini tidak ada niatan untuk dibuat berseri tapi karena begitu banyak ide yang muncul di benak saya secara tiba-tiba dan ceritanya jadi terlalu panjang, maka saya putuskan untuk dibuat 3 seri saja. Kalau begitu, selamat membaca~

 

DEAL

 

LEE DONGHAE POV

Kuhembuskan nafasku berat. Jadi begini rasanya patah hati, kau tahu? Merelakan orang yang kau cintai bersama orang lain itu tidak semudah yang kalian bayangkan. Mungkin kau berpikir, membiarkan yeoja yang kau cintai bersama namja lain asal yeoja-mu bahagia itu sudah cukup. Padahal sebenarnya tidak, itu sangat sulit untuk dilakukan. Kenapa aku bilang begitu? Karena inilah yang kurasakan saat ini ketika aku harus melepaskan Jooyeon bersama Kyuhyun.

Terkadang aku merasa kesal kenapa aku tidak menyadari perasaanku lebih awal? Melihat Jooyeon dan Kyuhyun bersama bukanlah pemandangan yang enak di mataku. Hati ini masih saja terasa sakit saat melihat mereka berdua, ada yang tahu cara menanganinya?

“Tersenyumlah, kau tambah jelek kalau terus-terusan menekuk wajahmu, Lee Donghae”

Suara itu tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Kutatap yeoja yang baru saja duduk di sebelahku sambil menyesap cocoa panasnya.

“Yak, panggil aku ‘Oppa’” perintahku tak terima.

“Untuk apa aku memanggilmu ‘Oppa’ kalau kelakuanmu itu masih seperti bocah?” sindirnya.

Kupelototi yeoja yang lebih muda 4 tahun dariku ini tapi yang dipelototi malah asyik saja memperhatikan orang-orang yang lalu lalang.

“Tak bisakah kau sekali saja memanggilku ‘Oppa’? lagipula aku lebih tua 4 tahun darimu” belaku.

“Aku tidak mau memanggil seseorang dengan sebutan ‘Oppa’ kalau dia itu lebih cengeng daripada aku” jawabnya enteng.

Jujur, itu sangat menohok dan aku tidak bisa membalasnya. Kenapa? Karena itu memang benar.

“Ara..ara, aku memang cengeng tapi kau sendiri lebih jantan daripada yeoja lainnya” sindirku balik.

“Setidaknya penampilanku lebih memungkinkan untuk menarik perhatian namja dan yang pasti aku tidak cengeng”

JLEB!

Sekali lagi, yeoja itu membuatku merasakan sebuah panah menancap tepat di jantungku. Tapi tiba-tiba saja dia tersenyum ke arahku dan tertawa ringan. Aku yang merasa kesal padanya malah ikut-ikutan tertawa bersamanya. Ya sudahlah, lagipula itu sudah biasa dan aku juga tidak terlalu memikirkan candaannya itu.

Oh iya, perkenalkan! Namaku Lee Donghae, salah satu member boyband yang sedang meroket di Korea; Super Junior. Dan yeoja menyebalkan ini adalah juniorku saat SD dulu, namanya Song Yoojin. Jangan terkecoh dengan penampilannya yang menawan, asal kalian tahu dia ini sangat tomboy dan kata-katanya sangat pedas.

Biar kudeskripsikan Song Yoojin ini, dia memiliki tinggi yang lumayan; hanya berbeda 8 cm dariku, rambutnya wavy sebahu dan dicat coklat kopi, sering memakai topi sesuai dengan busana yang dia kenakan, matanya coklat dan cukup besar untuk ukuran orang Korea, kulitnya putih dan jarinya begitu panjang.

Dia kuliah di LAMDA (London Academy of Dramatic Art) jurusan drama dan film dan dia juga seorang pianis. Sekarang dia sedang magang di Korea sebagai dosen di Dongguk University di usianya yang masih muda. Cukup sempurna’kan? Tapi meskipun dia itu cantik dan anggun, kelakuannya ini sangatlah ‘namja’ dan dia sangat tidak sopan padaku. Dia lebih suka memanggilku ‘Donghae’ daripada ‘Oppa’ padahal sudah jelas-jelas aku lebih tua daripada dia.

“Sedang kau disini?” tanyaku kemudian.

“Menemani namja yang sedang patah hati” ucapnya sambil tersenyum jahil.

Aku hanya bisa tersenyum hambar menanggapinya. Aku suka menceritakan tentang Jooyeon padanya, bagaimana aku jatuh cinta padanya, dan bagaimana aku ditolaknya.

“Gwaenchana?” tanyanya pelan.

“Keurom” jawabku.

“Jangan terlalu dirasakan, sakit hati itu hanya tinggal mencari obatnya saja” ujarnya berhipotesis.

“Keure? Kalau begitu apa obatnya, Dr.Song?” tanyaku sambil menghadap ke arahnya.

“Hm..begini menurut penelitian yang telah kulakukan sekitar 2 tahun terakhir ini, Anda harus banyak makan, mulai berkencan dengan yeoja lain dan menemukan cinta baru. Dijamin Anda akan merasa lebih baik” ujarnya berlagak seperti Dokter.

Aku hanya bisa terkekeh menanggapinya. Kemudian raut wajahnya jadi agak serius dan mengusap tanganku pelan.

“Kau namja yang baik, Donghae-ah.., aku yakin Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik daripada Jooyeon..”

Aku terkesima pada perkataannya itu.

“Plus, kau harus mentraktirku makan sekarang” ucapnya sambil berdiri.

“Whaaat?” tanyaku tak percaya.

“Ayolah, sudah lama kau tidak mentraktirku’kan?” ujarnya sambil menarikku untuk berdiri.

“Aish! aku sudah mentraktirmu minggu lalu, kenapa kau tidak mau gantian mentraktirku?” tanyaku tak terima.

“Karena kau sudah memberimu advice, muahahaha!!!” tawanya kini membudal.

“Aish!” decakku sambil mengacak-acak rambutku dan menyusulnya.

Entahlah, rasanya aku tidak akan pernah bisa menang melawannya. Dia memaksaku mentraktirnya di sebuah kedai samgaetang dan asal kalian tahu juga, dia ini makannya sangat banyak tapi entah kenapa dia tidak gemuk karenanya.

“Yoojin-ah, kenapa kau belum pacaran sampai sekarang?” tanyaku tiba-tiba dan membuatnya menatapku aneh.

“Wae? Daripada kau urusi aku, lebih baik kau cari yeoja lain untuk menyembuhkan sakit hatimu itu!” ucapnya cuek.

“Aish! kau ini!”

Aku kalah lagi. Dia terus memainkan game di HP-nya tanpa menghiraukanku.

“Bagaimana kalau kau yang jadi obatku?”

Pertanyaan konyol itu keluar begitu saja dari mulutku. Entah kenapa, aku ingin dia yang menjadi obatku, hey jangan lihat aku begitu, itu bukan berarti aku menyukainya lho.

Dia agak tertegun dengan pertanyaanku dan akhirnya mengalihkan perhatiannya padaku dengan pandangan ‘apa kau bercanda?’.

“Otte?” tanyaku lagi.

“Ya Tuhan, Lee Donghae! Apa kau mulai sakit jiwa hanya karena patah hati?” dia menempelkan tangannya di dahiku, seolah aku ini memang sakit.

“Yak! aish! aku ini baik-baik saja, kau ini benar-benar Drama Queen sekali sih?” protesku sambil menyingkirkan tangannya.

“Habis kau ini bicara yang tidak-tidak sih!”

“Aku serius, aku tidak bercanda!”

Dia kembali menatapku dan mulai melipat tangannya sambil mendekatkan wajahnya padaku.

“Wae? Coba kau katakan alasan yang bagus kenapa aku harus menyetujui ide gilamu itu” ucapnya.

“Oke, yang pertama kita sama-sama belum pernah pacaran dan yang kedua hanya kau yang tahu ceritaku, bagaimana sakitnya perasaanku saat ini dan hanya kau yang tahu cara menyembuhkannya” jawabku panjang lebar.

Dia masih menatapku dengan pandangannya yang tak bisa ku artikan atau lebih tepatnya wajah tanpa ekspresi? Sepertinya dia masih belum puas dengan jawabanku.

“Plus aku akan mentraktir apapun yang kau mau” ucapku pasrah.

“Deal!” dia memberikan tangannya ke arahku.

Aish! dia ini kalau sudah menyangkut makanan, pasti langsung semangat!

Kujabat tangannya itu dan tersenyum puas.

“Mohon kerjasamanya, Nona Song”

“Itulah gunanya teman” jawabnya enteng.

Aish! padahal tadi dia tidak mau bekerjasama denganku sebelum aku menyebutkan senjata terakhirku. Dasar yeoja penjilat! Aku sendiri tidak percaya minta bantuannya padahal masih banyak yeoja di luar sana yang bisa membantuku tanpa minta upah.

Yaah tapi tidak bisa kupungkiri dengan alasanku yang pertama itu, siapa tahu dengan begini aku juga bisa cari tahu kelemahannya dan mengalahkannya atau bahkan lebih baik lagi kalau aku bisa mengubah sifatnya itu, matji? Yaah sebagai teman yang baik ‘kan harus saling menolong, haha!

“Baik, jadi apa rencanamu Lee Donghae?” tanya serius.

“Pertama, kau harus memanggilku ‘Oppa’” jawabku.

“Mwo? Shireo! Aku’kan sudah bilang aku..”

“No, no, no! Kita sudah sepakat dan kau harus patuhi peraturanku” jelasku penuh kemenangan.

Bisa kulihat raut tidak relanya itu. Tentu saja dia akan menolak mentah-mentah karena sejak SD, dia tidak pernah memanggilku ‘Oppa’ dan mau tidak mau, dia harus mau sekarang, haha!

“Aish! arasseo, Oppa” ucapnya sedikit berat.

“Haha..begitu dong!” ujarku puas sambil mengacak-acak rambutnya.

“Aish! Jangan acak-acak rambutku, Dong..maksudku Oppa!”

“Ara..ara..peraturan yang ke-2, kau harus berperilaku seperti yeoja di depanku”

“Seperti yeoja? Memangnya aku seperti namja di matamu?” tanyanya polos.

“Lebih buruk dari namja malah, kau itu cantik Jin-ah karena itu kau harus berperilaku manis layaknya yeoja lainnya” ucapku sambil mengelus pipinya pelan.

 

SONG YOOJIN POV

“Seperti yeoja? Memangnya aku seperti namja di matamu?” tanyaku polos.

Aku merasa sudah sangat seperti yeoja malah, tak bisakah dia lihat dari dandananku ini?

“Lebih buruk dari namja malah, kau itu cantik Jin-ah karena itu kau harus berperilaku manis layaknya yeoja lainnya” ucapnya sambil mengelus pipiku pelan.

DEG!

Omo! Ada apa dengan jantungku? Rasanya seperti mau copot dari tempatnya dan aku bisa merasakan pipiku memanas. Dia tersenyum manis padaku, rasanya aku mengerti kenapa para yeoja begitu tergila-gila pada namja cengeng ini. Dia bisa membuat hati semua yeoja bergetar hanya karena senyumannya itu. Aish! yak, Song Yoojin sadarlah! Dia pasti sedang mengerjaimu sekarang!

“Tidak perlu bersikap manis juga semua namja pasti suka padaku, kau saja langsung memintaku jadi obatmu’kan? Muahaha!!” tawaku puas.

“Yak! peraturan ke-3, jangan tertawa seperti itu!” lanjutnya lagi.

Lee Donghae adalah Sunbae-ku saat SD, perbedaan umur kami cukup jauh yaitu 4 tahun. Entah bagaimana caranya dulu kami bisa jadi akrab. Semenjak dia lulus SD dan aku pindah ke London, kami jadi lose contact. Kemudian kami bertemu lagi beberapa bulan yang lalu dan kadang bertemu hanya sekedar untuk ngobrol atau makan bersama.

Entah kenapa, aku tidak suka memanggilnya ‘Oppa’ dan sekarang dia tertawa puas karena dia bisa menyuruhku seenaknya karena perjanjian kami. Aku sendiri bukan karena makanan sebenarnya menerima tawarannya itu. Sebenarnya aku agak prihatin dengan keadaannya itu, semenjak ditolak Jooyeon; adik Kyuhyun sekaligus yeoja chingu Kyuhyun, dia jadi sering melamun dan sebagai teman yang baik, aku ingin membantunya meski tanpa imbalan.

Tadi itu aku hanya ingin mengujinya saja, apa dia mau melakukan apa saja agar aku mau kerjasama dengannya atau tidak dan hasilnya adalah iya. Dia rela mentraktirku apa saja demi tujuannya itu, haha lumayanlah! sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui.

***

“Oppa, apa tidak apa membawaku kesini?” tanyaku khawatir.

Sekarang ini kami berada di dorm SuJu entah dalam rangka apa. Yang kukhawatirkan sekarang adalah bagaimana kalau ada paparazi dan itu bisa berpengaruh buruk pada karir Donghae dan tentunya padaku.

“Gwaenchana, na mideo!” ucapnya PD sambil terus menarikku.

Justru karena aku tidak percaya padamu, aku bertanya padamu. Memang ini sebuah keharusan ya? Untuk apa coba? Aku tidak mengerti jalan pikiran ikan kembung cengeng.

“Aku pulang” ujarnya pada penghuni rumah.

“Eo, Donghae-ya! Kau bawa yeoja chingu-mu itu’kan?” seorang namja langsung menghampiri Donghae.

“Keurom! Ini dia, perkenalkan ini Lee Hyukjae. Hyuk-ah, ini Song Yoojin, yeoja chingu-ku” ucapnya pada namja bernama Lee Hyukjae itu.

“Annyeong haseyo, Song Yoojin imnida, pangabseumnida” ucapku sambil membungkuk.

“Ne, Hyukjae imnida. Panggil saja aku Eunhyuk Oppa ya? Aigoo, kau benar-benar pintar memilih pacar, Hae-ya! Dia benar-benar cantik” pujinya sambil memperlihatkan gusinya itu.

Aku agak tersipu juga dibuatnya. Kulihat Donghae agak salah tingkah karena ucapan temannya itu. Waekure? Yang dipuji’kan aku, bukan dia! dasar ikan -_______-“

“Ayo, yang lain sudah menunggu” ucap Hyukjae sambil berlalu.

Jakkaman! Yang lain?

“Yak! apa maksudnya ‘yang lain’?” tanyaku menarik tangannya.

“Tentu saja member SuJu dan Jooyeon yang pasti” jawabnya enteng.

“Mwo?! Jukeosippo? Kalau mereka tahu kita hanya pura-pura pacaran bagaimana? Micheonya!” ucapku setengah berbisik.

“Gwaenchana, ini hanya bagian dari rencanaku. Kau ikuti saja, tidak usah banyak tanya, arasseo?” ucapnya tak kalah berbisik di telingaku.

Aku tidak percaya ini! Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan? Tanpa memperhatikan muka pongo dan ketidakpercayaanku, dia langsung menarik tanganku ke dalam.

Di dalam, kulihat 8 orang namja dan seorang yeoja sedang berkumpul. Tatapan merekapun teralihkan saat kami masuk ke dalam ruangan yang cukup besar itu.

“Semuanya, perkenalkan yeoja chingu-ku, Song Yoojin. Yoojin-ah, ini Kyuhyun, Jooyeon, Siwon, Shindong Hyung, Leeteuk Hyung, Sungmin, Yesung Hyung dan Ryeowook” ujar Donghae.

Ooh ini yang namanya Jooyeon toh? Cantik sih tapi apa ya yang bisa membuat Donghae klepek-klepek padanya? Akan kuselidiki saja sendiri.

***

Hari sudah malam, kami berniat untuk makan malam disini bersama dengan semua member dan dengan Jooyeon pastinya. Aku sedang membantu Ryeowook dan Jooyeon memasak walaupun aku tidak terlalu banyak membantu karena aku tidak begitu pandai memasak.

“Jadi bagaimana kalian bertemu?” tanya Jooyeon tiba-tiba.

“Ne?” tanyaku terkejut.

“Iya, bagaimana kalian bisa bertemu dan pacaran? Ayo ceritakan padaku, Eonnie!” ucapnya antusias.

Aish! aku tidak menyangka akan ditanya-tanya seperti ini! Aku harus mengatakan sesuatu!

“Ehm..kami teman sejak SD dan 1 tahun yang lalu kami bertemu, lalu begitulah..aish! aku malu untuk menceritakannya” ucapku sambil menutup wajahku.

“Ahaha..arasseo, oh iya menurut Eonnie, Donghae Oppa itu bagaimana? Karena yang kutahu, dia itu begitu lembut pada semua yeoja. Apa ada perlakuannya yang berbeda atau tidak biasa pada Eonnie?” tanyanya lagi.

Sepertinya dia percaya, haha! Kau memang Drama Queen, Song Yoojin!

“Hm..dia agak protective padaku sebenarnya. Oh iya, menurutmu Donghae Oppa itu bagaimana? Karena walau bagaimanapun, kau lebih lama mengenalnya daripada aku” tanyaku memancingnya.

“Hmm..menurutku dia itu namja yang manis, baik dan gentle. Aku tidak tahu kalau Donghae Oppa bisa seprotective itu pada yeoja chingunya. Mungkin karena spesialnya, dia memperlakukan Eonnie berbeda ya? Kyu Oppa juga begitu padaku” jelasnya.

Bisa kulihat semburat merah di pipinya ketika berbicara soal Kyuhyun. Pantas saja Donghae kalah olehnya, Kyuhyun bahkan bisa membuat Jooyeon tersipu malu hanya karena menyebut namanya saja.

“Eonnie tahu? Eonnie sangat beruntung bisa mendapatkan Donghae Oppa. Aku jamin Eonnie tidak akan kecewa pada Donghae Oppa karena Hae Oppa itu namja terbaik yang pernah kukenal!” terangnya lagi.

“Sepertinya kau kenal baik dengannya, kau suka padanya ya?” tanyaku lagi mulai memancing.

“Hahaha, aniya. Donghae Oppa itu sudah seperti Oppa kandungku sendiri jadi tidak mungkin aku suka padanya, lagipula dia’kan sudah punya Eonnie” ucapnya sambil tersenyum.

Polos sekali. Jadi begini ya seleranya si ikan cengeng itu?

“Tapi dulu aku pernah dengar, Donghae Oppa suka padamu, matji?” tanyaku tak mau kalah.

“Ehm..itu’kan dulu, Eonnie tidak usah khawatir. Hubungan kami ini hanya sebatas Oppa dan dongsaeng saja” jawabnya santai.

Aku menganggukan kepalaku mengerti. Kau benar-benar kalah telak Donghae-ya, dia benar-benar jatuh cinta hanya pada Kyuhyun dan dia hanya menganggapmu sebagai Oppa-nya saja. Aku jadi tambah kasihan saja padanya, sepertinya aku harus cari cara lain saja untuk mengobati rasa sakit hatinya.

“Aku senang, Donghae Oppa sudah bisa menemukan cinta baru dan kaulah orangnya Eonnie. Kuharap kalian bisa terus bersama dan suatu hari menikah, jangan lupa untuk mengundangku ya Eonnie!” ucapnya girang.

Jujur, aku merasa bersalah karena telah berbohong padanya soal hubungan kami. Tidak hanya pada Jooyeon saja, pada semua member SuJu juga. Jakkaman! Menikah? Aish! pacaran saja tidak!

Bisa kurasakan wajahku memanas karena omongannya itu dan jantungku berdebar keras. Yak! berhentilah bertalu-talu seperti itu! berdetaklah normal jantungku! Padahal itu hanya gurauan saja tapi kenapa begitu memikirkannya, aku malah jadi salah tingkah begini? Andwae! Fokus pada misimu saat ini Song Yoojin! Fokus!

“Ahaha..ha..” aku hanya bisa tertawa garing menanggapinya.

 

LEE DONGHAE POV

“Kupikir kau tidak akan pernah bisa melupakan Jooyeon” ucap Hyukjae tiba-tiba.

“Maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“Maksudku kau sangat mencintainya, pasti berat sekali untuk melupakannya. Well, setidaknya itu yang kutahu”

“Yaah siapa yang tahu? Life goes on” bohongku.

“Jadi apa yang membuatmu jatuh cinta pada Yoojin? Yang kutahu, kau tidak semudah itu jatuh cinta pada seseorang. Pasti ada alasannya’kan?” tanyanya bertubi-tubi.

Aku tahu pasti akan ditanya macam-macam olehnya, jadi aku sudah menyiapkan jawaban yang tepat, haha!

“Awalnya memang tidak mudah tapi Yoojin berhasil membuatku sadar dan membangkitkanku dari rasa sakit ini, begitulah kira-kira” jawabku mantap sambil berakting.

“Jinjja? Jadi apa yang kau sukai darinya?” tanyanya lagi.

Mwo? Memang alasan itu saja tidak cukup?

“Sifat apa yang kau sukai darinya sampai dia bisa membuatmu untuk bangkit kembali?”

Sial! Aku tidak mempersiapkan untuk yang ini! Putar otakmu, Lee Donghae!

“Ehm..semuanya, dirinya yang apa adanya, cara bicaranya, caranya memainkan piano dan caranya mengalahkanku, haha..” ucapku ringan.

“Sepertinya kau benar-benar jatuh cinta pada yeoja ini, Hae-ya”

“Mwo?” tanyaku kaget.

“Jangan sampai kau kehilangan dia ya?” ucapnya sambil menepuk bahuku.

Apa dia bilang? Apa yang barusan kukatakan? Jantungku berdebar tak karuan, ada apa ini? Tidak mungkin’kan aku benar-benar suka pada Yoojin? Kami ini hanya teman saja’kan?

***

Aku sedang menunggu Yoojin di Seoul Tower. Sungguh, ini ide tergila yang pernah ada. Kemarin Jooyeon mengajakku untuk double date, awalnya aku menolak tentunya tapi karena dia sangat memaksa dan aku tidak tega jadilah sekarang ini aku disini.

Kyuhyun dan Jooyeon sudah datang dan yeoja setengah namja itu belum menampakkan batang hidungnya. Aish! mana bocah itu?

“Ah itu dia!” ujarku saat melihat yeoja itu berlari ke arah kami.

“Mi..mianhae..aku terlambat..hosh..hosh..” ucapnya begitu di depan kami.

“Gwaenchana Eonnie, nah ayo kita naik!” ujar Jooyeon.

Mereka berdua sudah berjalan duluan sedangkan aku masih menunggunya yang masih mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Aish! lihat saja syal dan topinya itu! benar-benar berantakan!

“Kenapa kau baru datang, hah?” tanyaku sambil terus menatapnya yang masih bungkuk.

“Igo!”

Tiba-tiba dia menyodorkan segelas cocoa panas di depanku.

“Cuacanya sangat dingin jadi aku beli cocoa dulu, aku juga beli untukmu” ucapnya sambil tersenyum.

Wow, aku terkejut dengan sifatnya yang tidak bisa ditebak ini. Terkadang dia baik mau membelikanku sesuatu tapi terkadang juga sangat pelit. Ku ambil cocoa itu dari tangannya dan menyeruputnya.

“Gomawo..” ucapku sambil tersenyum.

Dia balik tersenyum padaku. Senyum yang tak pernah berubah sejak dulu, senyum andalannya.

“Pegang ini. Harusnya kau tidak usah repot-repot, lihat syal dan topimu jadi berantakan gara-gara kau berlari seperti itu” ceramahku.

Dia diam saja saat kuperbaiki letak syal dan topinya. Hanya tertunduk, apa dia merasa bersalah?

“Tapi gomawo untuk cocoa-nya. Ayo!” ucapku sambil menarik tangannya.

 

SONG YOOJIN POV

“Pegang ini. Harusnya kau tidak usah repot-repot, lihat syal dan topimu jadi berantakan gara-gara kau berlari seperti itu” ceramahnya.

Aish! kenapa jantungku berdebar keras saat tangannya menyentuhku? Rasanya wajahku panas. Aku hanya bisa menunduk, berusaha menyembunyikan wajah merahku ini.

“Tapi gomawo untuk cocoa-nya. Ayo!” ucapnya sambil menarik tanganku.

Debaran itu datang lagi dan semakin keras saja. Ada apa denganku? ini belum pernah terjadi sebelumnya.

***

TAK!

Tiba-tiba saja suara itu membuatku sedikit tersentak. Itu suara kerikil yang di lempar ke jendelaku. Aish! diamlah!

TAK!

Aku masih bersikukuh untuk terus merapatkan selimut tebalku.

TAK!

Cukup!

Kuhentakan kakiku kesal dan berjalan menuju jendela kamar yang tepat di seberang tempat tidurku. Kubuka jendela itu lebar dan melihat siapa biang kerok dari kelakuan bocah tadi. Ku edarkan pandanganku untuk mencari dalangnya dan bingo!

Aish! udara di luar dingin sekali! Kurapatkan jaketku untuk mengusir rasa dingin ini begitu aku turun dan menemui bocah ikan itu.

“Aish! yak, mau apa kau pagi-pagi begini? Menganggu tidurku saja!” ujarku ketus.

“Kau ini ketus sekali sih? Yak, bagaimana kalau kita main basket? Sudah lama sekali’kan?” tanya namja menyebalkan yang tak lain dan tak bukan adalah Lee Donghae.

“Yak! kau membangunkanku sepagi ini hanya untuk mengajakku main basket? Aish! aku capek sekali, mainlah sendiri!” ujarku sambil hendak masuk ke dalam rumah.

“Aish! jangan begitu, sekali-sekali kau harus olahraga! Cepat, kutunggu disini. Palliiii!!” perintahnya.

Dengan terpaksa, aku menuruti keinginan bocah ikan ini. Aish! dia ini sarap atau apa sih? Sepagi ini mengajakku untuk olahraga mana udaranya dingin sekali lagi!

“Yak! senyuuuuum~” dia memamerkan senyumannya itu.

Kubuang wajahku karena aku masih sangat kesal pada namja cengeng ini, padahal ini hari libur dan aku ingin bermalas-malasan di kamarku tapi ikan kembung ini malah menyeretku keluar hanya untuk bermain basket.

“Ara..ara..mian aku membangunkanku. Aku akan menunjukan slam dunk untukmu supaya kamu ceria lagi, oke?” tawarnya.

Entah kenapa, aku jadi tertarik dengan tawarannya itu. Dia mulai men-drible bola, membawanya kesana-kemari dan..

SRAK!

Bolapun masuk dan yang membuatku tercengang, dia benar-benar bisa ber-slam dunk padahal waktu SD dulu dia selalu gagal melakukannya.

“Waaah daebak!” ucapku takjub.

“Kau lihat? Itu untukmu, Yoojin-ah!” serunya.

Lagi-lagi dadaku bergemuruh hebat dan pipiku memanas melihatnya yang sedang tersenyum ke arahku. Kontan otot-otot bibirkupun membentuk sebuah senyuman. Kenapa aku begitu senang?

***

Ada yang salah denganku. Aku merasa jantungku sering berdebar keras dan rasanya mau copot. Wajahku sering memanas secara tiba-tiba dan aku jadi sering senyam-senyum sendiri ketika aku memikirkan Donghae.

“Kau hanya sedang jatuh cinta, Yoojin-ah” jelas Yoona.

“Mwo?” tanyaku tak percaya.

Ini sudah berlangsung selama 1 minggu dan ketika aku menceritakannya pada Yoona; salah satu member SNSD yang juga merupakan muridku, itulah jawabannya. Aku? Jatuh cinta?

“Kubilang, kau sedang jatuh cinta tepatnya pada Donghae Oppa” tuturnya.

“MWO?!”

Aish! aku harus pergi ke THT kali ya?

“Tidak usah berlebihan seperti itu, memangnya kenapa? Bukannya kalian itu pacaran ya?” tanyanya curiga.

Aku jatuh cinta pada si ikan kembung itu? si cengeng itu? maldo andwaeeeeee!!!

“Yak! kenapa kau malah melamun?” tanya Yoona lagi.

“Kenapa kau begitu yakin aku sedang jatuh cinta pada Donghae Oppa?” aku malah balik tanya.

“Kenapa? Tentu saja dari semua penjelasanmu itu tergambar jelas bahwa kau mulai menyukainya. Kuberitahu kau ya, kalau kau masih terus merasakan semua itu saat di sisi Donghae Oppa atau bahkan hatimu sakit saat melihatnya bersama yeoja lain maka bisa dipastikan kau benar-benar menyukainya” terangnya.

Jinjja?

“Yak! waekure? Masa setelah berpacaran, kau baru jatuh cinta padanya?” tanyanya lagi tapi tak kuhiraukan.

Benarkah itu semua? Aku menyukai si cengeng itu? sejak kapan?

TBC

Otte? Sukakah kalian dengan part 1-nya? Silakan, dikomen..dikomen~

18 thoughts on “Fake Girlfriend part 1

    • Chinguuuu~ FYI, saya udah post di blog saya dan udah tamat, masih ada juga FF lainnya yang masih pending di WFF tapi udah saya post di blog saya. Mampir yaaa pupuputri.wordpress.com ditunggu komennya~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s