Waiting ~ part 1

Hai saya datang bawa ff teman ^^ hahaha~ Dulu aja ni anak ngetawain saya bikin ff eeeh sekarang malah ketularan dan penasaran pengen bikin kekeke.. enjoy it readers :)

{Author: AndinaRus}

Ia menyesap minumannya pelan dan memandang ke luar jendela. Ia berdiri di jendela sana, memandangi butiran salju yang melayang-layang di luar. Sepasang anak SMA sedang asik saling melempar bola salju. Penampakan itu mengingatkan dirinya pada kejadian sembilan tahun yang lalu. Saat-saat menyenangkan dengan lelaki itu. Lelaki yang secara tidak langsung sudah menyakitinya tetapi tidak bisa dia lupakan.

Ia berputar membelakangi jendela dan memandang sekeliling ruangan. Ruangan itu sudah mulai ramai oleh tamu undangan. Para tamu undangan terlihat sedang mengobrol dan tertawa. Seorang tamu menghampiri dirinya dan memberikan selamat kepadanya.

Tepat saat itu sesosok lelaki datang dari arah pintu masuk. Lelaki itu terlihat begitu tampan dengan jas putih yang digunakannya.

Sesaat ia terdiam melihat sesosok lelaki itu. Lelaki itu terasa tidak asing bagi dirinya. Dia, dia lelaki yang datang di hidupnya sembilan tahun yang lalu.

****

“Ya In Joung ah!”

Suara itu membuyarkan lamunanku. Suara yang sangat menyebalkan itu selalu datang ketika aku sedang santai di rumah. Yaa, suara itu adalah suara Park Minho Oppa, managerku.

“Apa sih oppa? Teriak-teriak aja deh kerjaannya.” Balasku dengan nada kesal.

“Dari tadi oppa manggil kamu, kamunya ga jawab. Kamu tuh lagi nonton TV atau ngelamun sih? TV nyala tapi ga di tonton. Ckckckck.” Kata managerku sambil merebut remote dari tangganku.

“Ga ada acara yang rame sih. Oppa, hari ini aku ada jadwal ga?”

“Emm, pastinya ada dong. Hari ini kan kita mau ngerayain besar-besaran film kamu. Masa kamu ga inget sih?” Tanya managerku sambil menjitak kepalaku.

“Oh, hampir aja lupa hahahaha. Oke deh aku mandi dulu ya oppa.” Tanpa menunggu balasan dari Minho oppa aku langsung pergi ke kamar untuk mengambil baju.

Setengah jam kemudian, aku sudah duduk di sebelah Minho oppa sambil nonton TV. Di TV sedang membahas konser Super Junior yang sukses dengan penonton lebih dari 40.000 penonton di Taipei. Emm Super Junior.

“Oh iya In Joung ah, kamu tau ga kalau acara hari ini bakal ada bintang tamunya?” Tanya managerku tiba-tiba.

“Emm, tau. Tapi gatau siapa bintang tamunya.” Jawabku tanpa memalingkan wajah dari TV.

“Ya udah pasti sih kamu gatau, sejak kapan kamu peduli tentang pesta-pesta beginian. Penasaran ga siapa bintang tamunya?” Tanya manangerku lagi.

“Ga tuh.” Sahutku ringan. Aku emang kurang tertarik dengan penyanyi yang ada di korea. Ditambah aku tidak suka dengan pesta-pesta yang berisik.

“Ah ga asik nih kamu. Padahal aku yakin deh kamu pengen ketemu sama mereka.” Perkataan Minho oppa bikin aku jadi penasaran. “Siapa emang?” Tanyaku pada Minho oppa yang membuat oppa akhirnya tersenyum puas.

“Penasaran juga kan hahahaha. Tuh yang lagi ada di TV.”

Yang lagi di TV? Tanyaku dalam hati. TV? TV?? “SUPER JUNIOR?!!” Teriakku sambil menjatuhkan remote.

“Ya!! Berisik tau! Iya, SuJu, Super Junior. Kenapa kamu kaget kaya gitu? Kamu fansnya SuJu emang? Aku baru tau.” Jawab Minho oppa sambil meledekku.

“Hah? Ani.” Jawabku singkat. Super Junior? Eottokhae?

“Hey In Joung kenapa ngelamun kamu? Siap-siap gih sekarang udah jam 2, acaranya kan jam 4. Setengah jam lagi kita berangkat oke.” Kata managerku sambil meninggalkanku yang sedang melamun.

Super Junior? Super Junior? Ah kenapa harus Super Junior? Dengan sejuta pikiran, aku membangkitkan badanku menuju kamar untuk bersiap-siap pergi ke pesta hari ini. Pesta hari ini sangat penting bagiku. Ini pesta penghargaan pertamaku dari hasil kerja kerasku selama ini. Yap, ini pesta untuk merayakan filmku yang sangat laku di bioskop selama seminggu ini. Jadi aku harus tampil dengan sangat baik hari ini.

“Oppa! Aku udah siap, ayo kita berangkat.” Dengan malasnya aku melangkahkan kaki keluar dari kamar menuju ruang tamu.

“Wow, neomu yeppeo.” Kata Minho oppa ketika melihatku keluar dari kamar dengan menggunakan gaun pendek warna putih dipadu dengan sepatu hak tinggi berwarna putih.

Dengan wajah datar kutarik Minho oppa keluar dari rumah. “Ayo pergi oppa.”

****

Pesta yang cantik dengan dekorasi serba emas. Pesta yang meriah, bahkan sangat meriah. Tak ku sangka pesta ini akan sangat meriah seperti ini. Begitu banyak tamu undangan yang datang. Dengan wajah bangga aku berjalan menuju stand minuman di dekat jendela.

Dari kejauhan kulihat dua orang anak SMA sedang asik melempar bola salju satu sama lain, tanpa kusadari senyuman sudah menyungging di bibirku. Anak-anak SMA itu mengingatkanku pada kejadian sembilan tahun lalu. Kejadian dimana ketika aku dan oppa membuat boneka salju dan melempar bola salju satu sama lain.

Sembilan tahun? Tidak kerasa udah sembilan tahun. Selama itu pula aku tidak pernah bertemu dengan dia.

Seorang tamu menghampiriku dan membuyarkan semua lamunanku.

“Selamat atas keberhasilan filmnya Kim In Joung sshi.” Ucapan selamat itu datang dari tamu itu. Tamu itu merupakan partner kerjaku dalam film ini, Kim Kibum oppa.

“Ahahaha apa sih oppa. Oppa baru dateng?” Tanyaku sambil menyimpan gelas yang dari tadi aku pegang ke meja di belakangku.

“Ne. Pestanya meriah banget ya. Aku pikir ga akan semeriah ini. Seberhasil itukah film kita? Hahahaha.” Ujar Kibum oppa dengan ketawa khasnya. Ketika sedang asik mengobrol dan tertawa bersama Kibum oppa, sembilan sosok lelaki menggunakan jas putih datang dari arah pintu masuk. Kedatangan mereka mengalihkan perhatianku dari Kibum oppa. Seketika ruangan pesta menjadi ramai dengan kedatangan mereka. Ya, Super Junior sudah membuat ruangan ini menjadi semakin ramai.

Dengan ramah mereka menyapa tamu yang menyapa mereka. Sesosok lelaki di antara mereka menarik perhatianku. Lelaki itu terlihat begitu tampan dengan jas putihnya. Lelaki yang tidak asing bagiku dan hidupku. Tanpa kusadari mereka sedang berjalan menuju arahku dan Kibum oppa.

“Selamat atas keberhasilan filmnya Kim Kibum sshi dan Kim In Joung sshi. Saya sudah menonton filmnya dan waaw jeongmal daebak-i da!” Kata sang leader kepadaku dan Kibum oppa.

“Jeongmalyo? Gomawoyo Leeteuk sshi.” Kata Kibum oppa dengan mengembangkan senyum bangganya. Aku menjawabnya dengan senyuman. Di saat itu rasanya mulutku tidak bisa mengeluarkan kata-kata apapun. Rasa kaget setelah bertemu dengan lelaki itu masih sangat terasa.

“Sayapun sudah menonton film kalian. Kim In Joung sshi terlihat sangat cantik di film tersebut. Tetapi ketika saya bertatap muka langsung, anda terlihat jauh lebih cantik dibandingkan di film.” Suara itu membuatku kembali kedunia ini, menjauh dari dunia lamunan.

Perkataan lelaki itu membuat darahku serasa naik ke atas kepala, tanpa terasa mukaku merah karena malu. “Terima kasih……” “Yesung sshi.” Lanjutku. Yaa, lelaki itu adalah Yesung sshi, member Super Junior. Lelaki yang ada di hidupku sembilan tahun lalu. Lelaki yang selalu aku rindukan, Kim Jong Woon oppa.

“Kibum ah, In Joung ah!” Produser film kami memanggil kami sambil melambaikan tangan menyuruh kami menghampirinya.

“Maaf, kami harus kesana.” Kata Kibum oppa kepada member Super Junior.

“Oh, silahkan.” Sahut sang leader dengan senyum yang mengembang di pipinya.

Aku berjalan di belakang Kibum oppa. Otakku penuh dengan berbagai pikiran tentang pertemuanku yang singkat tadi dengannya. Long time no see you oppa. Kau tetap ramah seperti sembilan tahun lalu.

Tak lama, Super Junior tampil dengan lagu Mr. Simple dan Sorry Sorrynya. Ini pertama kalinya aku bertemu dan melihat langsung performance Super Junior walaupun aku sudah bergelut didunia entertainment selama 5 tahun, yang berarti hanya beda 1 tahun dengan debut Super Junior yang sudah debut selama 6 tahun.

Aku tidak punya keberanian untuk melihat Super Junior secara langsung. Aku masih tidak berani untuk bertemu dengan Jong Woon oppa secara langsung walaupun aku yakin dia tidak akan mengenaliku dengan wajahku yang sangat berbeda dari 9 tahun lalu dan nama yang sudah kuubah ketika aku masuk ke dalam dunia entertainment.

Tidak terasa sudah 4 jam pesta ini berlangsung. Para tamu mulai berpamitan pulang. Aku dan Kibum oppa berdiri di dekat pintu keluar untuk menyapa tamu yang akan pulang. Saat itu pula Super Junior berniat untuk pulang. Dengan ramah sang leader berpamitan kepada kami.

“Pesta hari ini sangat menyenangkan. Terima kasih telah mengundang kami.” Sahut sang leader dengan sebuah senyuman yang bisa membuat para fansnya meleleh.

“Sama-sama Leeteuk sshi. Hati-hati di jalan.” Kata Kibum oppa sambil menjabat tangan Leeteuk oppa.

“Oh iya In Joung sshi, ada salam dari Sora. Maaf dia tidak bisa datang karena dia ada syuting di luar kota.” Kata Leeteuk oppa kepadaku.

“Oh ne. Dia sudah meneleponku tadi. Terima kasih Leeteuk oppa.” Jawabku ramah.

Leeteuk oppa berjalan menuju mobil mereka yang di ikuti oleh para dongsaengnya. Jong Woon oppa berbalik dan tersenyum kepadaku. Saking kagetnya aku hanya terdiam dan tidak membalas senyum itu. Tak kusangka Jong Woon oppa akan berbalik dan tersenyum kepadaku. Aku terus memperhatikan dirinya hingga dia masuk ke dalam mobil.

****

“Huaaaaaa cape banget!” Gumamku setelah para tamu pulang.

“Ya! Kamu tuh ya, hobinya ngeluh terus. Udah pulang gih, istirahat. Besok pagi kita ada wawancara loh.” Kata Kibum oppa sambil mengelus lembut kepalaku.

“Ne oppa. Oppa juga cepet pulang terus tidur. Bye bye oppa, see you tomorrow!”

Aku berjalan lemas menuju mobil. Minho oppa sudah stand by di kursi kemudi. Selama perjalan pulang aku pergunakan untuk melamun. Membayangkan kejadian tadi, dimana oppa bilang aku cantik dan tersenyum kepadaku. Tatapan matanya masih lembut seperti sembilan tahun lalu. Cara bicaranya masih ramah seperti sembilan tahun lalu. Tak ada yang berubah di dirimu oppa.

Tanpa terasa kami sudah sampai di rumahku.

“Besok jam 8 aku kesini. Jangan telat!” Mulai deh Minho oppa ngomel-ngomel. Aku emang paling sebel kalau ada jadwal pagi-pagi kaya gitu.

“Iya oppa. Bawel banget sih, sana pulang!” Omelku kepada oppa. Setelah berdadah ria kepada oppa, aku masuk ke dalam rumah dan langsung menuju dapur. Tenggorokanku terasa sangat haus sekali. Sambil duduk di kursi meja makan, aku membuka Ipad dan menseacrhing tentang pesta hari ini. Banyak wartawan dan tamu undangan yang mengatakan pesta hari ini sangat menyenangkan. Senyum bangga mengembang di wajahku.

“Aaaaaah senangnyaa!” Teriakku “Mandi terus tidur Min ah! Besok kamu ada jadwal pagi.” Perintahku kepada diri sendiri, Shin Min Rin. Nama asliku memang Shin Min Rin. CEO agensiku yang mengganti namaku ketika aku mulai debut. Alasannya? Entahlah.

****

Wawancara dengan para media akhirnya selesai juga. Wawancara ini membuatku lelah. Bagaimana tidak aku harus duduk selama 2 jam tanpa berdiri dan hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkadang tidak masuk akal. Dasar wartawan. Kusandarkan punggungku di kursi café tempat biasaku dan Kibum oppa kunjungi. Sambil meminum hot chocolate, kuambil Ipadku dari tas dan mulai online. Seperti biasa aku membuka twitter dan membalas mention dari para penggemarku.

Mataku melotot melihat sebuah mention dari seorang fansku.

“Ya Min ah! Kenapa kamu?” Tanya Kibum oppa. Kibum oppa memang mengetahui nama asliku. Karena dia satu agensi denganku dan aku sudah mengenalnya ketika aku di training. Saat itu oppa sudah menjadi aktor yang sangat terkenal di Korea.

“Baca ini oppa!” Perintahku kepada oppa masih dengan mata melotot.

“Apa sih?” Oppa mengambil Ipadku dan mulai membaca mention dari fans yang aku tunjukkan “Eonni, apa benar eonni akan ikut WGM? Siapa pasangannya unnie? Ga sabar nih liat unnie di WGM. Kekekeke.” Oppa membacakan mention itu dan diapun ikut terkejut.

“Kamu ikut WGM???” Tanya Kibum oppa dengan nada yang agak keras. Orang sekitar kami seketika melihat kami. Dengan cepat aku menarik tangan Kibum oppa keluar dari café ini. Takut semua orang disana tau kami ada disana. Bisa gawat kalau ada gosip tentang kami. Aku membawa Kibum oppa ke dalam mobil oppa.

“Oppa bisa ga sih kalau ngomong ga teriak-teriak? Bisa gawat kalau orang-orang liat kita. Males tau ga kalau udah ada gosip gosip ga jelas.” Omel aku dengan wajah cemberut kepada oppaku yang satu ini.

“Mian mian. Kamu bener ikutan WGM?” Tanya Kibum oppa kembali ke topik yang sedang dibicarakan di café tadi.

“Ani oppa. Gatau maksudku. Tapi Minho oppa ga ngomong apa apa tentang WGM ke aku.”

“Terus ini fans kamu tau dari mana? Wah aku ga setuju kalau kamu ikut WGM! Kecuali kalau suami kamu aku hahahahaha.”

Dengan keras aku menjitak kepalanya. “Aku mending ga ikutan WGM kalau oppa yang jadi suami aku ahahahahaha.” Aku ketawa dengan puasnya. “Sudahlah gosip doang kali. Udah jam 3 nih oppa, aku harus ke kantor.” Lanjutku.

“Yaudah aku anter. Kebetulan jadwal aku selanjutnya jam 5 jadi masih ada waktu.” Kata Kibum oppa sembari menyalakan mobilnya dan mengantarkan aku ke kantor agensi kami.

Sejam kemudian kami sampai di kantor. “Thank you oppa! Annyeong.” Kataku sambil tersenyum dan oppapun langsung pergi menuju lokasi syutingnya.

Aku berjalan menuju tempat Minho oppa. Minho oppa menyuruhku datang jam 4 untuk membahas jadwalku selama seminggu kedepan.

“Oppa!” Kataku sambil mengagetkan Minho oppa yang sedang asik main game di Ipadnya.

“Yaa!!” Teriak oppa kepadaku  dan kubalas dengan tertawa.

“Jadwal minggu ini apa aja nih oppa? Pasti sibuk deh aku setelah film kemaren sukses besar.” Tanyaku dengan PDnya. Aku pun duduk di sebelah Minho oppa.

“Sombong banget kamu!”

“Hahahahaha. Eh oppa, tadi aku baca mention dari fans, katanya aku mau ikut WGM. Ngaco kan mereka? Dapet berita dari mana aku ikut WGM ckckckck.” Kataku panjang lebar.

“WGM? Ah! Iya aku lupa mau ngomongin ini sama kamu. MBC ngundang kamu buat ikut WGM, aku terima aja deh. Kan kamu bilang pengen ikutan WGM, jadi waktu ditawarin aku langsung terima deh.” Oppa mengatakan itu dengan wajah polosnya.

“Mwo?!! Ya oppa! Kenapa ga bilang dulu??? Siapa pasangan aku???” Kataku sedikit marah tapi senang. Emang aku pengen ikut WGM. Sirik ngeliat Sora sama Leeteuk oppa di WGM. Apalagi kalau udah ketemu Sora, dia bawaannya cerita terus tentang Leeteuk oppa.

“Ah kamu suka muna gitu deh. Bilang aja seneng! Hahahaha belum tau siapa. Katanya sih ga akan di kasih tau biar surprise.”

“Emmm, mulai syutingnya kapan oppa?” Tanyaku dengan penasarannya.

“Tiga hari lagi episode pertama. Siap siap ya kamu. Siapa tau pasangan kamu Park Hwee Soon sshi. Hahahahaha.” Kata oppa meledekku.

“Ah oppa! Jangan nakut nakutin dong!”

“Ya sudah, kita bahas jadwal selanjutnya.” Kata oppa sambil membahas jadwalku selama seminggu ini.

WGM? Hihihihi. Siapa pasangan aku ya?

****

            Besok adalah syuting pertamaku di WGM. Rasa penasaran siapa pasanganku semakin menjadi-jadi. Ku ambil Ipadku dan mulai menseaching siapa calon suami virtualku. Satu per satu artikel tentang WGMku muncul. Ada yang mengatakan aku akan di pasangkan dengan Jong Kook oppa, teman seumuranku Onew dan bahkan ada yang mengatakan aku akan dipasangkan dengan Kibum oppa.

“Hahahaha mana mungkin aku di pasangkan dengan Kibum oppa.” Ucapku sambil tertawa sendiri.

Aku terus mencari di google siapa calon suami virtualku. Hingga satu nama keluar yang membuat mataku terbelalak. Ye…sung? JONG WOON OPPA? Ah andwae.. Ga mungkin! Tidak mungkin Jong Woon oppa menjadi suami virtualku, lanjutku. Masih dalam kekagetanku, Kibum oppa datang dan menepuk pundakku.

“Min ah, lagi apa kamu?” Tanya Kibum oppa yang langsung duduk di sampingku.

“Ah ani oppa.” Kataku mencoba menenangkan diri. “Oppa ga ada jadwal?”

“Kosong sampai jam 4 nanti. Wae?”

“Yaaaah, asalnya aku mau ngajakin oppa main, tapi jam kosong oppa tinggal 2 jam.” Jawabku sambil manyun. Itulah ciri khasku kalau sedang bete, memanyunkan bibir.

“Hahahaha mianhae. Eh Min ah, besok kamu mulai syuting WGM ya? Udah tau siapa pasangannya?” Tanya Kibum oppa tiba-tiba.

“Belum tau. Penasaran banget nih oppa. Siapa ya kira-kira?”

“Kenapa ga nyoba nyari di internet?” Usul Kibum oppa.

“Udah oppa. Dan nama yang keluar ada 4 tapi kayanya bohong semua deh itu.” Jawabku dengan wajah lemas.

“Bohong? Wae? Siapa aja emang?” Tanya Kibum oppa dengan antusias.

“Kim Jong Kook sshi, Onew sshi, Yesung sshi dan oppa! Bohong kan tuh.”

“Na? Hahahaha jelas bohong kalau aku. Tapi kalau Onew sshi atau Yesung sshi sih mungkin mungkin aja.” Tawa oppa pun meledak.

“Ah molla. Gimana besok aja deh. Oppa aku mau pulang ya. Stress lama-lama deket sama oppa.” Kataku sambil menjulurkan lidah kepada Kibum oppa.

Jong Woon oppa? Ah ga mungkin dan jangan sampai.

****

Hari ini adalah hari kamis, hari pertama syuting WGMku. Sekarang aku sudah sampai di atap gedung MBC, sesuai jadwalku syutingku jam setengah 5 sore.

Sudah hampir 20 menit aku menunggu disini tapi calon suami virtualku belum tampak batang hidungnya. Rasa gugup ini mulai menggangguku. Ah, tenang Min ah tenang. Ucapku mencoba untuk menenangkan diri.

Karena merasa bosan aku berjalan memandangi sekitar atap ini. Di atap ini terdapat kebun kecil dan dua buah teropong untuk melihat pemandangan kota Seoul. Aku berjalan menuju teropong di sebelah kiri pojok. Dengan takjub aku melihat pemandangan kota Seoul yang begitu indah ketika langit sudah gelap.

Ketika asik melihat pemandangan kota Seoul dari teropong, terdengar suara langkah kaki dari kejauhan. Aku meninggalkan teropong dan mulai mencari tahu langkah kaki siapa itu. Dari kejauhan terlihat seorang lelaki dengan jas hitam sedang berjalan mendekat ke arahku. Disana gelap sekali sehingga aku belum bisa menebak siapa lelaki itu.

Lelaki itu semakin mendekat. Dengan hati penuh harap aku menunggu kedatangan lelaki itu. Semakin dekat, dekat hingga akhirnya lelaki itu sudah berada tepat di hadapanku.

Rasa kaget yang luar biasa menghampiriku. Seperti orang bodoh aku menatap wajah lelaki itu dengan mulut hampir terbuka karena saking terkejutnya. Kakiku terasa kaku, mulutku terasa terkunci sehingga aku tidak bisa mengucapkan apa-apa, untuk bergerakpun aku tidak bisa.

Sampai akhirnya lelaki itu menyapaku.

“Annyeong haseyo.” Sapa pria itu ramah.

Dengan tenaga yang aku punya, aku membalas sapaannya. “Annyeong haseyo…..”

TBC~

Ini FF pertama dia dan dia ingin punya masukan, jadi~ ayo beri kritik dan saran yaa ^^ *hugkiss*

22 thoughts on “Waiting ~ part 1

  1. kirain marsha oennni yang bikin hehe. buat temen oenni menurutku cara penceritaan udah bagus tapi aku agak kagok baca ff tapi bahasanya gak baku, maksudku bahasa yang dipake tuh kayak buat cerpen gitu kan agak gimana gitu, tapi kalo masalah cast gak masalah *soalnya aku yesung bias hehe* alurnya juga udah bagus gak kecepetan tapi ya cuma bahasa doang kalo menurutku. maap yak kalo banyak omong #bow

  2. kyanya dh tw tuch spa yg bkal jd pasangannya pasti yesung dech ^^
    ceritanya sih dh bagus tp gaya bahasanya baku bgt, bacanya jd rada ga srek gthu,,,
    di tunggu next part ya

  3. ffnya bagus, tapi kayaknya bener deh bahasanya mesti di cairin lagi, biar gampang dimengerti, tai ffnya keren kok ditunggu part selanjutnya, yah thor

  4. bahasa pengantarnya udah keren.. hhe tapi bgitu masuk dialog hehe *nyengir gaje* mian yaah~ aku setuju sama komen pertama klo bahasanya yang baku aja :)
    bahasa baku ga mesti menciptakn image kaku kok hhe cuma masukan aja sih…
    next chapt ditnggu :D

    • Hehehe makasih ^^
      Baru pertama kali bikin sih, jadi belum pengalaman. Makanya maksa manda buat ngepublish sekalian biar tau gitu apa yang harus di ubah lagi.
      Makasih :)

  5. Bagus ceritanya author, suka dech.. apalagi aku ngefans sm Yesung oppa. Kedua karakter utama Kim in Joung and Jongwoon oppa dapat banget feel nya.. pasti seru cerita selanjutnya.. Tks

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s