Like A Star ver.1

(Bayangin aja ini taman tempat Yuri dan Yesung bertemu)

Author : Oriza Mayleni aka Alexa Han

Title : Like A Star ver.1

Cast : Han Yuri, Kim Jongwoon (Yesung)

Support cast : Lee Donghae, Lee Sora, Choi Siwon, Park Yoonhee

Genre : Romance, Sad

Length : oneshoot

Rating : G

Backsound : Kiss (Because I’m a girl), HowL (No More), SJ (In my dream), Yesung ft Luna (And I love you), Taeyeon ft The One (Like A star)

Disclaimer : FF is mine, Plot is mine, FF ini terinspirasi saat author melihat MV Kiss – Because I’m a girl.….semoga suka FF abal ini……., SJ punya ortu mereka masing”….no bashing. Don’t be a silent reader. Happy reading ^^ RCL yah…….jangan lupa sedia tisu soalnya ni FF sangat mengharu biru…#plakkkk gak penting….

Yuri’s POV

Disinilah aku…berdiri dbawah isebuah pohon besar.Orang yang melihatku pasti berpikir aku sedang mencari wangsit…tapi tidak, aku sedang menunggu seorang namja.Seorang  namja yang telah mengisi hari-hari ku selama 10 tahun ini dan namja yang telah menjadi kekasihku selama 2 tahun terakhir. Sudah 2 minggu terakhir hubungan kami merenggang, aku mendengar berita kurang enak makanya aku ajak dia bertemu. Akhirnya dia datang juga….

“sudah lama?….” katanya….aku menggeleng

“apa berita itu benar oppa??” tanyaku langsung. Dia hanya diam dan menundukkan kepalanya.

“mianhae………” ujarnya tanpa mengangkat wajah

“so….we break up?” dengan susah payah aku mengeluarkan kalimat tersebut….aku menahan air mata yang sedari tadi ingin tumpah

Kupaksakan sebuah senyuman kearahnya “chukkae….semoga kau selalu bahagia…….aku  pergi” kupercepat langkahku meninggalkannya. Aku menerobos hujan….air mataku bercampur dengan hujan….dingin sekali….hatiku serasa membeku.Tidak mudah melepasnya……wajahnya, senyumnya, suaranya, sifatnya, semuanya aku suka.Tapi jika aku mempertahankannya….itu artinya aku egois.Aku tahu perjodohannya ini diatur appanya bahkan sebelum kami bertemu dan sekarang appanya sedang sakit.Yang bisa kulakukan hanya melepasnya dan berharap dia bahagia.

“chakkaman…..pakai ini kau bisa sakit” dia memakaikan jaketnya padaku…aku menolak

“ti..tidak..is..us..usah……” bibirku bergetar, bukan karena dinginnya hujan tapi karena menahan air mataku didepannya. Dia memelukku erat……aku tahu ini pelukan terakhirnya jadi biarkan aku merasakan hangatnya pelukan darinya untuk yang terakhir.

“mianhada…jeongmal mianhada….saranghanda…hajiman…….” aku bisa melihat dia menangis….

“ara………jangan merasa bersalah karena kau tidak salah……semoga appamu cepat sembuh….” Aku memberikan jaketnya lalu segera berlari……..

***

Sudah setengah jam lebih aku duduk dibangku taman ini. Hanya diam…tidak melakukan apa-apa.Baju yang kupakai basah kuyup tapi sekarang sudah hampir kering…..mataku perih……kepalaku sedikit pusing.

“permisi…..” seseorang menepuk pundakku dan aku berbalik

“ne….” jawabku

“ehemmm….bisakah kau pindah? Aku ingin memfoto bangku dan pohon ini”  dia mengusirku? OMO

“maaf….ini tempat umum. Aku berhak duduk dimanapun. Kalau mau foto ya foto saja” jawabku cuek lalu kembali mengalihkan pandangan

“tapi jika kau ada didalam fotoku, fotoku akan tampak menyedihkan”

“Mwoga???????” aishhhhh…namja ini benar-benar  me-nye-bal-kan

“lihatlah penampilanmu….mata sembab, baju basah, rambut basah….ckckckck….”

“YAKK!!!! Kau ini mau apa sebenarnya? Aku duduk disini duluan….jangan mengusirku seenak mu”

“calm down……”

Aishhhhh…..sok inggris dia…..x_x  aku sedang tidak ingin berdebat jadi lebih baik pergi saja. Aku bergegas berdiri dan melangkah pergi. Tiba-tiba…….dukkkkkkkk…..huaaaa aku jatuh dan lututku berdarah T______T

“neo gwenchana??? Ayo kerumah sakit” namja yang tadi sok baik

“tidak usah…….aku tidak akan mati karena luka begini….” Aku menepis tangannya kasar

“kau galak sekali…..” katanya sambil melepas kacamata hitamnya, dia lalu membantuku berdiri dan mendudukanku dikursi.

“apa yang kau lakukan?” kataku saat dia mengelap darah dilututku dengan sapu tangannya

“diamlah….ini akan sedikit perih…..” katanya lalu mengambil obat merah dan plester dari dalam tasnya

“aduhhh….pelan-pelan….” Aku menggigit bibirku menahan perih….dia meniup luka dilututku…..aku terkejut…..

“sudah selesai…..” dia mendongakkan kepala lalu tersenyum manis

Mataku berkaca-kaca…..sial aku menangis lagi…….aku menutup wajahku dengan ke2 telapak tanganku.

“kau menangis? aigo….karena aku mengusirmu tadi? Ujarnya

End Yuri’s POV

 

Yesung’s POV

Kuhirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu kukeluarkan perlahan saat aku sampai di Seoul.Perjalanan dari Cheonan membuat ku lelah.Segera kulangkahkan kaki keluar stasiun.

sesampainya di hotel, aku mengambil kamera dan tas lalu memutuskan mencari udara segar. Aku terus berjalan tanpa tujuan….tiba-tiba kulihat sebuah taman dan kuputuskan mengambil beberapa foto taman tersebut. Indah sekali….musim semi…burung-burung beterbangan…pohon oak yang bersemi dengan warna orange cerah dan angin semilir ini.

Aku menangkap sesosok yeoja memakai baju putih dengan rambut hitam panjang duduk disebuah kursi. Sudah 30 menit lebih aku memperhatikannya tapi dia sama sekali tidak bergerak, posisi duduknya tidak berubah. Apa dia baik-baik saja? Wajahnya tidak terlihat karena dia duduk membelakangiku…aku hampiri saja dia untuk memastikan keadaannya.

“permisi…..” aku menepuk pundaknya dan dia berbalik….dia tidak pingsan ternyata…tapi wajahnya pucat

“ne….” jawabnya

“ehemmm….bisakah kau pindah? Aku ingin memfoto bangku dan pohon ini”  aku mencari alasan lain, tidak mungkin kan aku bilang aku menghampirinya untuk memastikan dia tidak pingsan

“maaf….ini tempat umum. Aku berhak duduk dimanapun. Kalau mau foto ya foto saja” jawabnya cuek lalu kembali mengalihkan pandangan kedepan

“tapi jika kau ada didalam fotoku, fotoku akan tampak menyedihkan” ujarku lagi….ku ajak ngobrol saja..sepertinya dia sedang sedih

“Mwoga???????” jawabnya agak sedikit kesal

“lihatlah penampilanmu….mata sembab, baju basah, rambut basah….ckckckck….”

“YAKK!!!! Kau ini mau apa sebenarnya? Aku duduk disini duluan….jangan mengusirku seenak mu” emosinya memuncak….

“calm down……” ujarku menenangkan

Yeoja tersebut malah berdiri dan bergegas pergi….baru beberapa langkah, aku melihatnya terjatuh.Segera kuhampiri dia.

“neo gwenchana??? Ayo kerumah sakit” aku melihat luka robek dilututnya

“tidak usah…….aku tidak akan mati karena luka begini….” dia menepis tanganku kasar

“kau galak sekali…..” kataku sambil melepas kacamata hitam yang daritadi kupakai, aku lalu membantunya berdiri dan mendudukannya dikursi.

“apa yang kau lakukan?” katanya saat aku mengelap darah dilututnya dengan sapu tanganku

“diamlah….ini akan sedikit perih…..” aku mengambil obat merah dan plester dari tasku

“aduhhh….pelan-pelan….” Aku meniup luka dilututnya

“sudah selesai…..” aku mendongakkan kepala lalu tersenyum

Matanya berkaca-kaca…..kenapa dia menangis?…….

“kau menangis? aigo….karena aku mengusirmu tadi?” kataku sedikit bercanda

Dia masih menangis….

“baiklah aku minta maaf….euljima…..kutraktir ice cream ya….mau kan?” ujarku mencoba merayunya dengan ice cream

“MWO? Shireo!!!!!!!!!!!! Kau pikir aku anak kecil hah?….hiks..hiks…hiks….” aigooo……dia tidak mau ice cream ternyata

“baiklah…kalau begitu kita minum kopi saja….kopi bukan minuman anak kecil kan?” dia hanya mendengus

“bagaimana? Mau tidak?????” kataku lagi

“terserahlahhh….” Teriaknya

“baiklah…aku pergi beli dulu. Jangan kabur kemana-mana….araseo????”

“ne…” jawabnya malas-malasan

End Yesung’s POV

 

Yuri’s POV

10 menit kemudian namja tersebut kembali dengan 2 cangkir kopi. Cepat juga dia…kedai kopi kan agak jauh dari taman ini.

“ini….” Dia menyodorkan 1 cangkir untukku dan aku mengambilnya

“gamsahamnida…” ujarku sambil menudukkan kepala

“kenapa kau menangis?” tanyanya sambil duduk disampingku

“karena perkataan mu sangat menyinggung” sebenarnya bukan karena itu….tapi tidak mungkin kan aku bilang kalau aku menangis karena ingat pacarku…maksudku mantan pacarku yang pernah mengobati lukaku seperti yang dia lakukan tadi.

“perkataan ku yang mana?” aishhh…sok polos dia

“umurmu berapa? Barusan 10 menit yang lalu kau sudah lupa apa yang kau katakan…dasar pikun” ujarku sambil menyesap kopiku

“banyak yang ku katakan padamu….yang mana?” ujarnya sambil membidikkan kameranya kearah anak-anak yang sedang bermain

“jika kau ada dalam fotoku, fotoku akan tampak menyedihkan….INGAT?” kataku penuh penekanan..dia hanya tersenyum

“memang itu benar kan?”

“apa wajahku sejelek itu sampai jika ada aku terfoto, fotomu jadi menyedihkan???”

“bukan masalah wajahmu tapi……perasaanmu. Aku yakin..saat ini kau sedang tidak bahagia kan???”

Aku tidak menjawab.Aku hanya mendongakkan kepala keatas menikmati angin musim semi.

“ini jam berapa?” tanyaku padanya

“jam 4 lewat 23….”

“OMO!!!!!!!!!! Aku harus pergi……terima kasih atas kopinya….”  Aku mencoba berdiri tapi luka ku masih sakit…dia membantuku lagi

“biar aku tuntun…kau mau mencari taxi kan?” katanya sambil memegang tanganku

“ne…..terima kasih…” aku berhutang banyak padanya

Aku sudah masuk kedalam taxi.

“gomaewo tuan photographer…..:)”

“apa? Tuan photographer?” tanyanya bingung

“iya..aku tidak tahu namamu….jadi kupanggil begitu saja….:D”

“aku Kim Jongwoon…..tapi panggil saja Yesung”

“aaaa…..Yesung…aku Han Yuri. Ban gapseumnidda….terima kasih sekali lagi”

“ne…hati-hati…sampai jumpa”

***

Sampai rumah aku segera mandi dan bersiap pergi kerja. Sora pasti akan menceramahiku habis-habisan jika aku terlambat lagi.

Selesai bersiap, segera ku kayuh sepedaku menuju sebuah café tempat aku bekerja part time.Untunglah….3 detik lebih awal dari kemarin.

“yak!!! Kau terlambat lagi???” ujar Sora dengan tampang seramnya

“hehhe…aku tidak terlambat, lihatlah….3 detik lebih awal…” aku menunjuk jam dinding

“ck…kau tahu? Aku akan pusing 7 keliling mencari alasan untukmu jika kau terlambat”

“ne…araso…gamsahamnida chingu….”  Ujarku sambil memeluk sahabat ku ini

“matamu sembab…ada apa?” tanyanya

“aku….kurang tidur karena harus menyelesaikan beberapa naskah….kau tahu dosennya sangat galak…sedikit terlambat, nilai kami akan dipotong” kataku bohong

“kau bohong!!! Pasti ada hubungannya dengan Donghae..iya kan?” sekarang dia seperti menginterogasi  diriku…aku menghela nafas panjang…

“kau memang tidak bisa dibohongi…..aku sudah putus denganya…”

“jadi maksudmu berita dia dijodohkan itu benar? Lalu dia menerima dan memutuskanmu begitu saja???”

“pelankan suaramu Lee Sora….aku yang memutuskan….dan perjodohan itu diatur appanya…appanya sedang sakit. Lagipula aku hanya orang biasa…seharusnya kusadari daridulu kalau aku tidak cocok bersamanya…” air mataku hampir tumpah lagi…cengeng sekali aku ini….

Sora mengelus pundakku.

“ada pelanggan…aku kesana” ujarku lalu menuju sebuah meja”

End Yuri’s POV

 

Author’s POV

Pukul 22.00 Yuri dan Sora selesai bekerja.Mereka tinggal bersama disebuah kontrakkan yang tidak terlalu besar. Kuliah di universitas yang sama namun berbeda fakultas. Kuliah dari jam 8 pagi sampai 2 siang…bekerja part time dari pukul 5 sore sampai 10 malam.

@Campus

“aku dengar dia putus dengan Donghae oppa…”

“tentu karena Donghae bertunangan dengan Yoonhee…..”

“kasihan dia….”

Macam-macam tanggapan didengar Yuri pagi ini dikampus.Semua sepertinya telah tahu bahwa Yuri putus dengan Lee Donghae anak pemilik kampus.

“jangan didengar…mereka hanya orang kurang kerjaan yang bisanya bergosip” ujar Sora pada Yuri

Yuri hanya tersenyum “aku lapar…ayo makan”

Saat Yuri dan Sora makan….datanglah Yoonhee……

“Yuri-ssi….ini untukmu…” Yoonhee menyerahkan undangan pada Yuri

“n..ne…gomapta….” jawab Yuri

“jangan lupa datang…..” Yoonhee tersenyum singkat lalu pergi

“aishhh….buang saja undangannya…” ujar Sora kesal

“wae??”

“memangnya kau mau datang?”

“mungkin……” jawab Yuri asal

“MWO????? Terserahlah….tapi jangan sampai kau menangis disana” kata Sora sambil mendengus

“tidak akan….aku memang sudah putus dengannya tapi bukan berarti aku menjadi musuhnya kan?” kata ku membela diri

“ne…Han Yuri kau memang orang paling sabar yang pernah kutemui….”

“mana pangeran Choi mu?”

“dia kembali ke Kanada….ada urusan keluarga katanya…”

“aigoo….sabar ya Lee Sora…pangeranmu akan segera kembali…wkwkwkwkk…”ujar Yuri menggoda Sora yang sedang rindu pada kekasihnya

“aku masuk dulu….” Ujar Yuri lalu melambaikan tangan pada Sora

Yuri berjalan sambil membuka-buka naskah yang sudah diselesaikannya tadi malam.Brukkkkkkkkkkkk….dia menabrak orang yang ada didepannya.

“jeseonghamnida…saya tidak sengaja….” Yuri membungkukkan badan lalu “Kau!!!!”

End Author’s POV

 

Yesung’s POV

Universitas ini besar sekali….aku menyempatkan mengambil beberapa foto.Brukkkkkkkkk…ada yang menabrakku dari belakang…untung kamera ku tidak jatuh.

“jeseonghamnida…saya tidak sengaja….” Ujar orang yang menabrakku

“Kau!!!!!” kata kami bersamaan…ternyata yeoja yang ditaman kemarin….

“Yuri-ssi…..” kataku lalu membantunya berdiri…yeoja ini sering sekali jatuh

“gomapta…….aku sedang melihat naskah-naskah ini jadi tidak melihat ada orang….”

“hehehhe…gwenchana….kau tidak apa-apa?”

“aku baik-baik saja. Kamera mu tidak apa-apa?” ujarnya sambil menunjuk kamera ku

“kau lebih khawatir pada kamera ini ketimbang aku? Jahat sekali….”

“hahah…kamera itu mahal….wkwkwkk….” dia tertawa manis, tidak seperti saat aku melihatnya pertama kali ditaman….

“kau kuliah disini?” Tanyanya lagi

“ne…aku mahasiswa baru….” Kataku sambil membantu mengumpulkan naskahnya yang berserakahan

“aku harus masuk kelas….nanti kita ketemu lagi…aku traktir minum capuccinno….”

“jinjja?”

“ne…….kita bertemu ditaman kampus….aku pergi dulu”

“sampai jumpa….hati-hati jangan sampai jatuh lagi” kataku sedikit menggodanya

“NEEEE……………..”

***

“hi!!!!!!!!!!” Yuri mengagetiku

“jantung ku Cuma 1…kalau aku serangan jantung bagaimana?”

“tinggal dikubur saja…..” jawabnya enteng

“OMO….kata-katamu kejam sekali……”

“aku hanya bercanda…ayo kita duduk disana….” Aku mengikutinya kesebuah bangku ditaman kampus

“tunggu disini…aku beli capuccinno dulu…..” ujarnya

“aku saja….” Kataku cepat

5 menit kemudian aku kembali….

“ini…..” aku menyerahkan secangkir capuccinno hangat padanya

“kenapa punyaku hangat dan punyamu dingin?” protesnya

“kau kemarin habis hujan-hujanan…jangan minum yang dingin dulu…bisa sakit” nasehatku

“kau tidak adil Yesung-ssi…..” dia menggembungkan ke2 pipinya

Aku hanya tersenyum

“o..ya…apa perasaan seseorang bisa mempengaruhi sebuah foto seperti yang kau katakan kemarin. Katamu karena aku sedih…hasilnya akan jelek”

“tentu….begitu juga dengan perasaan photografernya…..bisa mempengaruhi hasil foto” jawabku

“oo…begitu….o..ya…kau pindah darimana?”

“Cheonan……”

“apa yang membuatmu pindah ke Seoul?”

“beasiswa…”

“aigooo….hebattttt….” dia mengacungkan jempolnya

“emmmm…….kenapa kau menangis waktu itu ditaman?” tanyaku penasaran

“heh?”

“sebenarnya aku sudah memperhatikanmu selama 30 menit…tidak begerak sama sekali. Aku kira kau pingsan jadi aku hampiri saja…ternyata kau baik-baik saja tapi matamu sembab. Pasti habis menangis kan?” kataku panjang lebar

“aku putus cinta….” Jawabnya malas

“huahahahahhahaha………………..”

“yak!!!!!!!!!!! Kenapa kau malah senang?”

“aku hanya lucu saja…kau menangis sambil hujan-hujanan….jangan menyia-nyiakan kesehatanmu seperti itu…namja kan ada banyak….”

“sudahlah tidak usah membahas itu…….” Katanya lalu memakai headset…aku melepas headsetnya

“kau memakai headset lalu aku harus bicara sendiri begitu?”

“aku sedang malas bicara”

“kalau begitu aku juga. Biarkan aku dengar….” kami memakai headset sama-sama

Ternyata lagu klasik…..

“kau suka musim semi?” tanyaku padanya

“anio…….”

“wae???”

“terlalu banyak kesedihan yang kualami saat musim semi…..kau suka musim semi?” tanyanya padaku

“anio….”

“kau meniru jawabanku” ujarnya dengan tatapan datar

“anio….aku jujur….musim semi 10 tahun lalu membuatku  tidak suka pada musim semi”

“kalau aku boleh tahu, apa yang terjadi?”

“kami sekeluarga kecelakaan….eomma dan appaku meninggal…tinggal aku dan adik perempuan ku. Menyedihkan sekali nasibku…….”

“kita sama…..bedanya kau masih punya seseorang yang menemanimu..sedangkan aku sebatang kara sejak umur  10 tahun…untungnya ada orang baik hati yang mengijinkanku tinggal bersama mereka……”

End Yesung’s POV

 

Yuri’s POV

Aku menceritakan masa lalu ku pada Yesung….entah kenapa aku merasa dekat dengannya padahal baru saja kami kenal. Mungkin karena nasib kami sama….jadi yatim piatu sejak masih kecil. Dia tinggal bersama neneknya sedangkan aku ditampung seseorang baik hati. Dia adalah direktur  tempat appaku bekerja sekaligus appa Lee Donghae…..kami selalu bersama sejak kecil…mereka sangat baik padaku….Donghae bilang dia mencintaiku, begitu juga aku. Sampai saat dia dijodohkan aku harus melepasnya.Aku sadar….hanya di drama lah seorang gadis biasa menikah dengan seorang pemuda kaya dan tampan. Aku menyukainya bukan karena dia kaya tapi karena sejak kecil dia selalu melindungiku…apa aku hanya kagum padanya dan menganggapnya sebagai ‘oppa’? aku tidak tahu……..

Hening…..kami hanya diam mendengar alunan music dan menikmati angin yang menyapa wajah kami.

2 years later……..

Aku berhasil melupakan Donghae oppa…..ternyata aku sadar….selama ini Donghae oppa hanya seperti seorang kakak yang melindungiku…..Donghae oppa pindah ke Jepang bersama Yoonhee.

Sekarang hari-hariku lebih berwarna….semenjak aku bertemu dengan namja bernama Yesung.Aku sangat mencintainya….kami sering menghabiskan waktu bersama ditaman hanya sekedar untuk menikmati angin atau menemaninya mengambil foto.Hari ini aku dan dia janji bersepeda bersama.

@beach

“oppa…kau bilang kita akan bersepeda…kenapa malah kepantai?” ujarku

“bersepedanya nanti saja…..ada yang mau aku tunjukkan…kaja”

End Yuri’s POV

Yesung’s POV

“oppa…kau bilang kita akan bersepeda…kenapa malah kepantai?” katanya dengan wajah memerah karena dinginnya angin pantai

“bersepedanya nanti saja…..ada yang mau aku tunjukkan…kaja” aku menggenggam tangannya

***

“Cuma sunset? Aku kira apa…..” protesnya

“ini romantis…..di drama-drama kan begitu……” ujarku

“aku sudah sering melihat sunset…..”

“tapi kan berbeda melihat sunset sendiri dan bersama seseorang….”

Aku menyandarkan kepala Yuri dibahuku.Kami menikmati deru ombak dan angin bersama-sama. Sampai malam tiba……

“ayo..ini sudah waktunya….” Kataku

“waktunya apa?”

“aku kan bilang akan menunjukkan sesuatu padamu. Saat malam baru bisa dilihat” aku membawa Yuri kesebuah bukit tidak jauh dari pantai ini…..dari bukit tersebut bintang lebih indah….

***

“wuahhhhh………….ippunde….” katanya kagum

“ini namanya Hill Stars…” kataku

“jinjja? Sepertinya nama yang cocok…dari sini…bintangnya lebih terlihat banyak…indah sekali….”

“kau suka?”

Dia mengangguk……aku memeluknya

“kadang saat orang yang sangat kita cintai meninggalkan kita….kita bersedih…..tapi sebenarnya mereka masih tetap bersama kita…mereka hidup dihati kita dan diatas sana. Setiap malam mereka bersinar….berharap kita tidak bersedih lagi….”

“oppa…..kata-katamu diambil darimana?”

“wae? Bagus bukan?”

“terlalu dramatis……”

“emmm…aku juga akan menjadi bintang untukmu Yuri-ah….”

“MWO? Aishhh..andwae…..kau bilang orang yang jadi bintang itu yang sudah pergi, aku tidak mau kau pergi sungie…..aku mencintaimu..aku tidak mau kau pergi….”

“nado saranghae……..” aku mencium keningnya

***

Keesokannya…….

Seperti biasa Yuri datang ke kontrakkan ku dan memasak untuk ku…..dia sangat pintar membuat Kimchi.Selesai makan, dia membantuku mencetak foto-foto ku.

“aku mengambil cairan developer  dulu” ujarku

“aku saja….” Katanya langsung ngeloyor

“dasarrrrr…..”

Aku kembali melihat hasil-hasil jepretanku….banyak foto aku dan Yuri.

“oppa!!!!!!!!!!!!!!” aku mendengar teriakan Yuri lalu segera menyusulnya

End Yesung’s POV

 

Author’s POV

“oppa!!!!!!!!!!!!!!!!!” Yuri berteriak keras saat cairan developer menumpahi matanya

“Yuri-ah……”

“oppa!!!! Appo….jeongmal appo…mataku….”

Yesung langsung membawa Yuri ke RS dan menelpon Sora dan Siwon.Yesung mondar-mandir cemas.Dokter keluar.

“dokter…bagaimana matanya? Tidak apa-apa kan?” Yesung memburu denganbanyak pertanyaan

“maaf….cairan yang mengenai matanya sangat keras….kemungkinan besar dia akan buta”

Hati Yesung serasa ditusuk……air matanya tumpah…..yeoja yang dicintainya akan buta karena dia.

“tapi bisa disembuhkan dengan operasi kan?” ujar Yesung lagi

“mata adalah bagian tubuh yang sensitive….satu-satunya cara menyembuhkannya adalah dengan cangkok mata…..”

“eotheokkhe??” Sora menangis lalu Siwon memeluknya

“saya permisi dulu…” kata dokter tersebut

“Yesung…..jangan putus asa…kita carikan donor untuk Yuri” ujar Siwon

Yesung masuk dan melihat Yuri yang masih belum sadar.Matanya dibalut perban.Yesung duduk disebelah Yuri.

“kalian pasti lelah…pulanglah…aku yang akan menjaganya. Jika dia sadar, kalian akan segera kuhubungi” ujar Yesung

“baiklah….kami pulang dulu…” ujar Siwon lalu mengajak Sora keluar

Yesung memegang tangan Yuri….air matanya tumpah….

“Mianhae chagi….jeongmal mianhae…..”

***

Tangan Yuri bergerak…..Yesung terbangun…..dia lalu mengirim sms pada Sora.

“Yuri-ah……” Yesung membelai rambut Yuri

“Sungie….kenapa gelap sekali??? Mataku perih….”

“itu….karena matamu diperban…..kata dokter harus diperban dulu”

“apa mataku tidak apa-apa? Rasanya masih sakit dan perih”

“kata dokter tidak apa-apa……akan segera sembuh…..”

10 menit kemudian Sora dan Siwon datang.

“Yuri…….” Teriak Sora lalu memeluk Yuri

“aigooo….aku tidak apa-apa…..” kata Yuri

Sora melihat Yesung, Yesung hanya menganggukkan kepala memberi isyarat.

3 days later……

Perban mata Yuri dibuka…Yesung sudah siap dia harus berkata apa saat Yuri mengetahui yang sebenarnya.

“sekarang buka matamu perlahan…” ujar Dokter

Yuri membuka matanya perlahan lalu berkedip……

“gelap………”ujar  Yuri

“kenapa aku tidak bisa melihat? Kenapa gelap? Nyalakan lampunya…gelap sekali….” Ujar Yuri sambil menangis…Yesung memeluknya

“oppa….nyalakan lampunya….aku tidak bisa melihat dalam gelap….”

“Yuri…..” ujar Yesung sambil memegang ke2 pipi Yuri

“jangan bilang aku buta….pasti salah…aku tidak buta….” Tangisan Yuri semakin menjadi-jadi

“Yuri-ah….” Sora gantian menenangkan Yuri

“Sora…katakan padaku…aku tidak buta kan?….jawab….jangan diam saja….”

Suasana hening….Yuri menangis sambil membenamkan wajahnya dike2 telapak tanganya.

1 month later……

“Chagi….aku minta maaf….” Kata Yesung lirih

“jangan minta maaf terus…kau tidak salah apa-apa…..” Yuri tersenyum sambil memegang wajah Yesung

“walaupun aku tidak bisa melihatmu, tapi aku masih ingat dengan jelas wajahmu seperti apa” kata Yuri lagi

“tentu…..wajah tampan ku ini tidak mudah dilupakan” kata Yesung bercanda

“ck….dasar big head….kekkekekek”

***

“sudah selesai bersiapnya?” ujar Sora

“ne…..” jawab Yuri

Seperti biasa….Sora menemani Yuri memeriksakan matanya. Biasanya Yesung yang menemani tapi Yesung sedang ada pekerjaan lain.

“Yesung bilang akan ke RS 30 menit lagi…….” Ujar Sora saat mereka sudah masuk kedalam taxi

“seharusnya aku tidak menyuruhnya datang…dia kan sedang sibuk…..”

“aigoo….dia tidak akan bisa dilarang….”

***

“sampai…ayo turun…..” Sora menuntun Yuri

Sora menunggu diluar selama Yuri melakukan pemeriksaan.20 menit kemudian Yuri keluar dibantu seorang suster.

“Yuri…….” Ujar Sora

“suaramu kenapa? Kau menangis?” kata Yuri

“ani……sudah selesai…ayo pulang”

“tapi Yesung……”

“emmm….dia……pulang ke Cheonan….adiknya sakit dan dia buru-buru….dia tadi mengirim sms padaku”

“owh begitu….kalau begitu ayo….”

“kami permisi dokter…..” Sora membungkukkan badan kearah Dokter yang bertugas memeriksa keadaan mata Yuri

Keesokanya…….

“Yuri…………….ada donor mata untukmu……” ujar Sora lalu memeluk Yuri

“jinjja???” wajah Yuri berseri-seri

“ne……dokter sudah mempersiapkan operasinya……lusa kau akan menjalani cangkok”

“aku harus memberitahu Yesung oppa….”

“itu…..tidak perlu, aku sudah memberitahunya…..”

“benarkah? Aku ingin orang yang pertama kulihat adalah dia….” Yuri tersenyum bahagia

“tentu….dia pasti akan ada disamping mu saat perbanmu dibuka”

Pembukaan perban…………………

Dokter membuka perban dimata Yuri perlahan-lahan.

“sekarang buka matamu……..perlahan….”

Yuri membuka mata perlahan.Cahaya yang diterimanya sedikit menyilaukan.Yuri mengedipkan matanya.

“Sora……Siwon…” ujar Yuri sambil meneteskan air mata

“Yuri….kau bisa melihatku?” ujar Sora lalu mendekat.Yuri mengangguk mantap. Mereka berpelukan

“jarhanda…..” ujar Siwon yang juga ikut terharu

“kalau begitu kami permisi….” Ujar Dokter dan Suster lalu

“ne….gamsahamnida dokter….” Ujar Yuri, Sora, dan Siwon

“Yesung oppa….eodiya?” kata Yuri

Siwon dan Sora diam………Sora menundukkan kepalanya lalu menangis…..

“wae? Dia dimana? Apa dia masih di Cheonan?” Tanya Yuri lagi

“mianhae Yuri……jeongmal mianhae…..” Sora memeluk Yuri erat

“kau ini kenapa?” Yuri bingung dengan tingkah sahabatnya

“Yesung…..dia sudah….dia sudah meninggal…….” Kata Sora

“MWO?Kau bercanda?Kalian mau mengerjaiku ya? Jangan begini…ini tidak lucu”

“ani…..ingat saat terakhir aku mengantarkanmu memeriksakan mata…..dia kecelakaan dalam perjalanan…..mata yang kau pakai sekarang adalah matanya…..” Sora terisak

“tidak….kau bohong!!!!!!!!! Tidak mungkin!!!!!!!!!!” Yuri menangis sejadi-jadinya……

“mianhada….aku merahasiakannya…..” kata Sora

“andwae……………ini tidak nyata…..”

“Yuri………” Siwon mengelus pundak Yuri pelan

“Siwon oppa….Sora bohong kan? Dimana Yesung? Dia dimana?”

Siwon hanya menitikkan air mata…….

Suasana diruangan tersebut penuh dengan tangisan dan kesedihan…berbeda dengan cuaca musim semi yang cerah diluar sana.

#flashback

Sora masih menunggu Yuri yang memeriksakan matanya. Tiba-tiba Hp Yuri yang dibawanya berdering…..dari Yesung

“Yesung….kau dimana?” kata sora

“maaf….ini benar dengan nona  Yuri…..” ujar suara diujung sana

“bukan…ini dengan temannya……maaf, bukankah ini nomor Kim Jongwoon?”

“ne kami dari kepolisian Seoul……tuan Kim mengalami tabrak lari…..sekarang kami membawanya ke Seoul Hospital”

“kami akan kesana……” Sora menghubungi Siwon……

Yuri keluar…..Sora tidak mungkin memberitahu kejadian barusan……Sora mengantar Yuri kerumah dan menyuruhnya beristirahat.Kemudian Sora ke Seoul Hospital.

@Seoul Hospital

“Siwon oppa…….” Sora berteriak saat melihat Siwon

“Sora……” wajah Siwon pucat pasi

“bagaimana Yesung? Dia tidak apa-apa kan? Aku takut Yuri shock jadi kubilang saja Yesung ke Cheonan”

“terlambat…Yesung kehilangan banyak darah…..dia……” kata-kata Siwon terpotong

Sora menutup mulutnya dengan ke2 telapak tangannya.Sora dan Siwon masuk ke sebuah ruangan yang sangat dingin.Disitu terlihat Yesung yang terbaring dan setengah badannya ditutupi kain putih. Wajahnya pucat….sudah tidak bernafas……

#end flashback

2 weeks later…………

“kau yakin mau ke Cheonan sendirian?” Tanya Sora

“ne……aku bisa sendiri…” jawab Yuri sambil memasukkan barang-barang yang akan dibawanya

“kalau begitu hati-hati……”

“ne……..”

End author’s POV

 

Yuri’s POV

Aku sampai di Cheonan…..segera kucari taxi lalu menuju sebuah alamat yang tertulis dikertas yang sedang ku pegang.

Ting…tong..aku membunyikan bel…..seorang nenek yang kuyakin nenek Yesung membukakan pintu. Aku membungkukkan badan.

“kau pasti Yuri….” Katanya sambil tersenyum ramah

“ne….Han Yuri Imnida….” Kataku

“masuklah……ayo duduk disini…aku siapkan minum dulu”

“tidak usah repot-repot……”

“tidak repot….duduk saja…….Jimin…..orang yang kau tunggu sudah datang”

Aku melihat seorang yeoja yang lebih muda dariku keluar dari kamar dengan tongkat.Aku tahu dia adalah Jimin…yeodongsaengnya Yesung oppa….tapi aku baru tahu kalau adiknya buta.

“Yuri eonni….” Ujarnya

Aku berdiri lalu menuntunnya duduk

“ne..ini aku…..” kataku

“bisakah bantu aku kekamar oppa?” ujarnya sambil tersenyum manis

Aku menggandenganya kesebuah kamar….kamar milik Yesung. Aku dan Jimin duduk sebuah ranjang yang seprainya masih sangat rapi karena memang tidak ada yang tidur disini…..

Aku mengedarkan mataku…..banyak sekali fotoku dan Yesung tertempel didinding kamar ini. Air mataku keluar begitu saja….

“eonni…maukah kau ambil kotak yang ada dimeja?” ujar Jimin memecah lamunanku

“ne..tentu saja….” Aku mengambil sebuah kotak besar dimeja lalu kuberikan pada Jimin

“gamsahamnida eonni….” Dia tersenyum

“ne….” jawabku

Dia membuka kotak tersebut dan ternyata isinya adalah kamera Yesung. Kemudian ada juga kalung bintang  yang biasa dipakai Yesung.

Aku duduk disebelah Jimin.

“eonni….maukah kau terima ini? Aku yakin oppa juga ingin kau memilikinya”

“tapi kalung ini kan pemberian eomma kalian? Aku tidak bisa menerimanya” kataku

“tapi oppa pernah bilang dia akan memberikan ini untuk yeoja yang dia cintai…dan dia juga bilang kalau yeoja itu adalah eonni….jadi terimalah……”

Aku mengambil kalung  tersebut lalu memeluk Jimin.

“mianhada Jimin….jeongmal mianhada….” Aku terisak

“aigoo…kau mirip sekali dengan oppaku…tidak salah apa-apa tapi meminta maaf…..”

Aku tertawa kecil

“eonni…menginap disini ya…..” katanya

“baiklah…..” ujarku mantap

Keesokannya….

Aku pergi ke pemakaman dengan Jimin.Kami membeli seikat bunga lily putih.

“sudah sampai” ujarku saat kami sampai ditempat Yesung beristirahat…Jimin meletakkan bunga lily yang tadi kami beli.

“eonni….saat aku mendapat donor mata nanti, aku mau orang yang kulihat setelah nenek adalah kau….aku ingin tahu bagaimana yeoja yang selalu diceritakan oppaku”

“ne…aku akanada disebelahmu saat operasi mu…”

“ingin sekali aku cepat mendapat donor…..”

“aku yakin tidak akan lama lagi kau akan melihat dunia ini lagi….”

Angin semilir yang menerpa wajahku sangat menyejukkan…..Yesung oppa….kau juga bisa merasakan angin segar musim semi ini kan? Aku sudah tidak benci musim semi lagi karena dimusim semi lah aku bertemu denganmu.Kau sudah tidak terlihat lagi tapi aku yakin kau masih bersamaku seperti kata-katamu waktu itu dibukit bintang. Kau hidup dihatiku dan akan menerangi malamku seperti bintang dilangit. Aku akan menjaga mata ini baik-baik….berbahagialah disana….tersenyumlah selalu….

Saranghaeyo…Gomaewoyo…..Kim Jongwoon….always shinning for me like a star…..

-end-

Gimana FF abal ini?:D kurang dapat kah feelnya? Maklum aja…masih amatiran….maap juga kalau tulisannya masih awur-awuran…..thanks buat yang udah baca *hug readers* don’t be a silent reader ya….kritik dan saran selalu diterima…….jangan lupa baca yang Ver.2 yah…..*menghilang*

21 thoughts on “Like A Star ver.1

  1. Saya first ya ??

    Author daebak bikin saya nangis.. Huhuhu *nangis sesenggukan* *buang tissue*

    Thor,, bikin versi Ryeowook thor.. tp happy ending ya thor.. gomawoo~

    Akhir kata, AUTHOR DAEBAK d(^o^)b

  2. (˘̩̩̩ . ˘̩̩̩ƪ) ending tapi keren koq… Daebak author… Tetap Semangat!!!(ง’̀☐’́)ง ‎​Ɣαªªα …

  3. ceritanya sukses buat aku menitikkan air mata…
    perlu ditambahin juga tuh backsoundnya… Yesung – for one day
    dijamin feel nya makin dapet^^

  4. Huaaaa……. Sya nangis thor’ baca nya…!!!? Tega nie author, udh ditinggal nikah ma donghae, dtinggal mati jg ma yesung….!, sumpah thor’ sya mrinding bac nya…! Daebak lah…!!!!

  5. Bagus banget.. sweet story but sad story too.. kasihan Yuri ditinggal Yesung oppa meninggal, aku br th.. jadi salah dech tadi komen nya pas di like a star ver 2 krn blm baca ver 1 nya.. aku kira yesung oppa nya msh hidup.. so sweet cinta mereka berdua Yuri n yesung sangat kuat.. mudah2an Jimin segera mendapat donor mata.. ditunggu like a star ver 2 part 2 dan selanjutnya..Trmksh

  6. pas bgt lg baca ini denger lagu memories suju yg melow jadi nangiskan…..
    kasian yuri y menderita 2x,,, ngak jodoh ma donghae n sekarang yesung y meninggal….
    adik y yesung buta juga,,, n yesung milih mata y didonorin k yuri…..

  7. pas bgt lg baca ini denger lagu memories suju yg melow jadi nangiskan…..
    kasian yuri y menderita 2x,,, ngak jodoh ma donghae n sekarang yesung y meninggal….
    adik y yesung buta juga,,, n yesung milih mata y didonorin k yuri…..!!!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s