Aku bukan Captain Cho

Title                 : Aku Bukan Captain Cho (One Shot)

Author             : Chajeong JewElf aka @AllRiseRed

Main Cast        : Cho Kyuhyun                       as Cho/Park Kyuhyun

Park Jung Soo (Leeteuk)       as Kyuhyun Appa

Cho Ah Ra                            as Kyuhyun Umma

Support Cast   : Lee Hyuk Jae                        as Eunhyuk

Lee Dong Hae                       as Donghae

Rating             : PG-13

Genre              : Family, Angst

Disclam           : Cast milik dirinya sendiri, keluarganya, dan tuhan. Seluruh cerita ini milik Author. Don’t Copy Paste & Plagiat.

Ps                    : FF ini pernah di publish di WP Pribadi aku, www.chajeong.wordpress.com

 

 

____________________*****____________________


=^^= April 2005 =^^=

*Author Pov*

“Anak-anak pelajaran olahraga hari bebas. Kalian bisa bermain sepak bola, bakset, atau volly. Jangan lupa bolanya nanti di kembalikan ke gedung olahraga.”

 

Penjelasan Kim Songsaenim di sambut teriakan gembira dari murid-muridnya. Lapangan SD Param sudah penuh dengan larian anak-anak. Tapi ada satu anak yang tetap diam tak bersemangat. Kim Songsaenim segera menghampiri salah satu muridnya itu dan mengelus punggungnya.

 

“Kyuhyun ssi, kau kembali ke kelas saja, jangan ikut bermain.”

 

Anak kecil yang dipanggil Kyuhyun itu hanya bisa mengangguk dengan wajah muram dan menuju kelasnya. Ia duduk di dekat jendela seorang diri sambil memandang iri kearah lapangan. Teman-temannya sedang berlari-larian mengejar bola dan tertawa tapi ia hanya bisa memandang mereka dari kejauhan.

*Author Pov End*

 

*Kyuhyun Pov*

Kim Songsaenim selalu tidak memperbolehkan aku ikut pelajaran olahraganya. Sama seperti appa dan umma yang selalu melarangku bermain. Aku tak mengerti kenapa mereka melarangku bermain, padahal aku ingin merasakan mengejar bola dibawah terik matahari.

 

Bel berbunyi nyaring, sudah berapa lama aku melamun. Karena ini pelajaran terakhir, jadi aku membereskan buku-bukuku dan bersiap pulang. Teman-temanku juga mulai masuk ke kelas. Saat aku ingin keluar kelas seseorang memanggilku.

 

“Kyuhyun, nanti kita belajar bareng lagi. Ajarkan aku matematika.”

 

“Ne. Nanti datang saja ke rumahku.”

 

Yang memangilku tadi Eunhyuk, dia teman sebangkuku. Kami sering belajar bersama. Aku siswa terpintar di sekolah ini, dia selalu minta diajarkan matematika. Walaupun kemampuan matematikanya jelek, tapi dia sangat pandai pelajaran olahraga yang tak pernah ku kuasai sama sekali. Dia orang yang sangat ceria, jadi aku senang berada di dekatnya.

 

Mobil mewah hitam telah menjemputku untuk mengantarkanku ke rumah. Orang tuaku tak akan membiarkanku berjalan kaki, padahal sekolahku letaknya cukup dekat dengan rumah. Umma yang melihatku pulang langsung memelukku.

 

“Captain Cho sudah pulang.”

 

Aku merengut saat umma memanggilku dengan sebutan itu lagi. Panggilan yang ku benci. Namaku kan Park Kyu Hyun, ayahku Park Jung Soo dan ibuku Park Ah Ra. Margaku Park, bukan Cho. Tapi umma selalu mengagapku seperti adiknya yang sudah meninggal, Cho Kyuhyun. Walaupun nama kami sama, tapi aku bukan adik umma.

 

“Umma. Sudah kubilang jangan panggil Captain Cho lagi.”

 

“Arasseo. Ayo makan dulu, umma sudah masak buatmu. Tapi jangan sisakan sayurnya.”

 

“Shiro. Aku tak mau makan sayur.”

 

“Kau memang Captain Cho.”, Umma berkata lirih sampai tak terdengar jelas di telingaku.

 

“Umma bilang apa?”

 

“Ani. Kau cepat ganti baju dan makan. Nanti temanmu keburu datang. Kajja.”

 

Tak berapa lama Eunhyuk sudah datang ke rumahku. Kami belajar bersama sampai sore hari. Saat ia memasukkan bukunya, aku melihat bola di dalam tasnya.

 

“Kau mau main bola lagi?”

 

“Ne. Aku mau main bola sama Donghae dan teman-teman yang lain. Kau mau ikut?”

 

“Hmmm. Aku coba tanya ke umma dulu. Nanti aku menyusulmu.”

 

Aku ingin sekali bermain seperti teman-temanku. Saat Eunhyuk sudah pergi dari rumahku, aku menghampiri umma yang sedang menonton TV.

 

“Umma, bolehkan aku bermain sama teman-temanku?”

 

“Jangan. Kau itu tidak boleh bermain.”

 

“Kenapa umma? Aku kan sehat. Aku ingin bermain. Sekali ini saja.”

 

“Tidak. Kau tidak boleh main keluar.”

 

“Umma jahat, pokoknya aku main.”

 

“Ya~ Kyuhyun-ah jangan berlari. Kau tidak boleh berlari.”

 

Aku tak pedulikan teriakan umma. Kakiku segera berlari meninggalkan rumah. Lama-lama aku mulai merasa ada yang aneh denganku. Nafasku tersengal-sengal, kepalaku pusing, jantungku terasa ditusuk-tusuk. Dan seketika gelap menyelimutiku.

*Kyuhyun Pov End*

 

*Author Pov*

“Kyuhyun-ah. Kau kenapa? Cepat antarkan kami ke rumah sakit!”

 

Ah Ra segera membawa Kyuhyun ke rumah sakit. Kyuhyun langsung dimasukkan ke ruang UGD. Ayah Kyuhyun, Jung Soo langsung berlari menuju ruang UGD bersama dokter lainnya. Ia salah satu dokter disana, tapi ia lebih memilih menemani istrinya yang di luar ruangan, membiarkan dokter ahli lainnya yang memeriksa kondisi anaknya.

 

Tangis Ah Ra langsung pecah selama menunggu. Gurat kecemasan tampak jelas di wajahnya. Jung Soo memeluk istrinya yang menangis sambil membelai kepalanya agar istrinya lebih tenang. Kecemasan juga dirasakan Jung Soo, tapi dipendamnya sendiri agar istrinya tak lebih cemas.

 

“Apa yang akan terjadi padanya?”

 

“Uljima. Kyuhyun tak akan kenapa-napa.”

 

“Ini salahku. Harusnya aku tak membiarkannya berlari. Aku tak mau kehilangan Captain Cho kedua kalinya.”

 

Jung Soo terus mencoba menenangkan istrinya. Tak berapa lama ruang UGD terbuka.

 

“Bagaimana keadaan anak saya dok?”

 

“Maaf, jantungnya sudah hampir tak dapat berfungsi. Secepatnya kita harus melakukan transplantasi jantung. Seperti dugaan kita sebelumnya. Cepat atau lambat hal ini akan terjadi, satu persatu organ tubuhnya berhenti berfungsi. Jadi persiapkan mental kalian jika sesuatu yang buruk akan terjadi.”

 

Ah Ra makin terisak-isak. Jung Soo yang sudah tahu hal ini, tapi tetap merasa shock, ia tak mengira akan secepat ini dampaknya. Anaknya yang baru berumur 10 tahun sudah kehilangan fungsi jantungnya.

 

“Yeobo, apa aku salah melahirkannya?”

 

Jung Soo langsung memeluk istrinya lagi, ia tak bisa menahan tangisnya juga. Ini hukuman buat mereka yang menyalahi takdir tuhan.

*Author Pov End*

____________________*****____________________

 

=^^= September 2010 =^^=

*Ah Ra Pov*

“Juara pertama lomba menyanyi Super Junior Idol 2010 jatuh kepada Park Kyu Hyun.”

 

Aku bertepuk tangan kencang saat Captain Cho naik ke atas panggung. Aku sangat bangga melihatnya berada di atas panggung menerima piala. Di umurnya yang ke 15, ia bisa memenangkan kontes menyanyi nasional. Impian Captain Cho memang menjadi penyanyi. Kini impiannya kian dekat.

 

“Piala ini aku persembahkan buat Umma. Sarangheyo.”

 

Air mataku mengalir, tak menyangka ia akan berbicara seperti itu. Ku rengkuh ia dalam pelukanku saat turun dari panggung. Terima kasih tuhan, kau masih mengijinkan Captain Cho-ku berada di dunia ini.

 

Sekilas aku mengingat kejadian lima tahun lalu saat ia melakukan operasi pertama kalinya. Jantung yang berdenyut di tubuhnya ini berasal dari orang lain. Jika tak ada jantung ini, tak ada Captain Cho hari ini.

 

“Sebagai hadiah, umma akan penuhin kemauan Captain Cho yang tampan.”

 

Ia berpikir sejenak, “Hmmm. Aku cuma mau umma jangan memanggilku Captain Cho. Aku kan bukan Captain Cho adiknya umma.”

 

Perkataannya tepat menusuk hatiku, bagaimana aku menjelaskannya. Dia itu Cho Kyuhyun, Captain Cho-ku. Tapi belum saatnya aku menjelaskannya. Jadi aku hanya mengangguk.

 

“Baiklah tuan Park Kyuhyun.”

 

Iya tersenyum riang, sebegitu senangnya kah saat aku memanggil namanya. Tapi raut wajahnya langsung berubah, ia memegang perutnya ke sakitan.

 

“Kyunhyun-ah. Ada apa?”

 

“Perutku sangat sakit umma.”

 

“Kita ke rumah sakit sekarang.”

 

Aku langsung mengubungi suamiku, kami dalam perjalanan ke rumah sakit. Tubuhku gemetar melihat ia meringis kesakitan. Apa yang akan terjadi lagi? Ku mohon tuhan jangan ambil dia lagi dari sisiku.

 

Sesampainya di rumah sakit suamiku sudah menunggu kedatangan kami. Captain Cho-ku segera dilarikan keruang pemeriksaan. Menunggu 2 jam seperti menunggu bertahun-tahun. Kami segera memasuki ruangan dokter yang menangani Captain Cho.

 

“Dokter Park. Kondisi yang kita takutkan terjadi juga. Sekarang salah satu ginjalnya sudah berhenti berfungsi. Hanya tinggal menunggu waktu ginjal satunya lagi juga mengalami hal yang sama.”

 

“Apa maksudmu dok? Captain Cho-ku akan baik-baik saja kan? Yeobo, katamu dia tidak kenapa-kenapa.”

 

Suamiku hanya diam. Aku masih sulit mencerna semua ini. Sekarang ginjalnya. Airmataku mengalir lagi. Captain Cho tak boleh meninggalkanku lagi.

 

“Sebaiknya kita pulang dulu. Biarkan Kyuhyun mendapatkan perawatan disini. Kita bicarakan masalah ini dirumah.”

 

Aku hanya bisa mengikuti apa kata suamiku. Sesampainya dirumah, aku langsung menuju kamar kami. Kuambil foto yang terletak di meja, 2 orang anak kecil sedang tersenyum. Anak perempuan yang lebih tinggi itu aku, Cho Ah Ra. Dan anak laki-laki disampingku Cho Kyuhyun, adik kesayanganku yang suka ku panggil Captain Cho. Ini foto terakhir yang kami ambil, karena setelah itu Captain Cho meninggal karena kecelakaan saat kami bermain.

 

Kuambil lagi foto di sebelahnya, foto diriku yang sudah menikah dengan Park Jung Soo dan merubah namaku menjadi Park Ah Ra. Di tengah-tengahnya ada anak kami, Park Kyuhyun. Dia benar-benar tumbuh seperti Captain Cho.

 

Kubandingkan fotonya, mereka benar-benar mirip. Wajahnya, cara tersenyumnya, kepintarannya, kebenciannya makan sayur, suara indahnya juga mirip. Tidak, bukan hanya mirip. Mereka memang satu orang yang sama.

*Ah Ra Pov End*

 

*Author Pov*

Jung Soo menyusul istrinya memasuki kamar mereka. Ia duduk di samping istrinya yang sedang memandang dua foto.

 

“Yeobo, kita harus bicara.”

 

Ah Ra segera meletakkan lagi foto-foto itu di atas meja. Jung Soo menatap istrinya lembut dan berkata dengan tenang, “Kita harus merelakan Captain Cho pergi.”

 

Ahra langsung terbelalak tak percaya memandang suaminya. Tubuhnya gemetar dan berkata lirih, “Apa maksudmu?”

 

“Sejak awal kita mengambil jalan ini, kita sudah tahu konsekuensinya. Anak hasil kloning tidak akan sesempurna ciptaan Tuhan. Organ tubuhnya tidak berkembang sempurna, satu persatu organ tubuhnya akan melemah.”

 

Ah Ra menangis mendengar fakta yang sudah ia pahami, tapi masih sulit untuknya mengakui kenyataan. 15 tahun yang lalu ia memohon-mohon ke suaminya agar ia menjadi uji coba kloning manusia pertama kali di Korea. Ia sangat terobsesi menghidupkan kembali adiknya yang telah meninggal. Jika proses Kloning berhasil, ia akan melahirkan anak seperti duplikat adiknya.

 

Sel tubuh dari adiknya yang telah meninggal dimasukkan kedalam rahimnya. Anak yang dilahirkannya itu 100% memiliki gen Cho Kyuhyun. Semua hal berjalan lancar, tapi tak ada yang sesempurna ciptaan Tuhan. Sel-sel tubuh Kyuhyun tak bisa bertahan lama, satu persatu sel-sel tubuhnya akan mati menyebabkan organ-organ tubuhnya berhenti berfungsi.

 

“Kau kan dokter. Kau harus selamatkan dia.”

 

“Ginjalnya sudah berhenti berfungsi.”

 

“Ambil ginjalku. Ginjal kami pasti cocok, aku kakaknya. Jangan biarkan Captain Cho pergi lagi.”

*Author Pov End*

____________________*****____________________

 

=^^= Febuary 2012 =^^=
*Kyuhyun Pov*

Kupandangi lagi piagam yang berada di tanganku, Juara Olympiade Matematika. Ini hadiah yang indah menjelang ulang tahunku ke-17. Semua orang di sekolah ini tak henti-hentinya memberiku selamat.

 

Aku ingin cepat-cepat pulang dan memberikan piagam ini. Tapi harus menunggu pelajaran olahraga berakhir. Seperti biasa aku hanya bisa memandang teman-temanku dari jendela di kelas.

 

Ada sesuatu mengalir dari hidungku, ku usap perlahan. Darah segar melumuri tanganku, aku segera bangkit menuju toilet. Akhir-akhir ini aku sering sekali mimisan. Tubuhku makin melemah. Apa ini sudah mendekati waktuku?

 

Bel berbunyi saat aku selesai membersihkan darah yang mengalir di hidungku. Tanpa buang waktu lagi, aku segera pulang ke rumah menemui umma.

 

“Captain Cho, sudah pulang. Bagaimana sekolahmu hari ini?”

 

Aku sudah tak permasalahkan lagi umma memanggilku Captain Cho. Aku sudah tau kalau aku hasil Kloning dari adiknya umma. Jujur aku bingung dengan keadaanku, walaupun diriku duplikat dari Cho Kyuhyun, tapi aku tak punya kenangan seorang Captain Cho.

 

Sebagaian diriku memberontak, aku ingin orang menganggapku sebagai Park Kyuhyun. Seseorang yang hidup selama 17 tahun ini. Karena hanya ingatan itu yang ku punya. Walaupun umma bilang aku adalah adiknya. Tapi aku selalu menganggapnya ummaku.

 

“Liat umma aku bawa apa.”

 

“Omona, Chukhae Captain Cho. Kau memang selalu hebat.”

 

Senyumku mengembang melihat umma bangga terhadapku. Malam harinya appa, umma, dan aku merayakan keberhasilanku. Aku sangat bahagia hari ini. Tapi kebahagiaan hanya hinggap sementara, keesokan paginya saat terbangun aku merasakan sesuatu yang aneh pada tenggorokanku. Suaraku sangat susah keluar.

 

Appa langsung membawaku ke Rumah Sakit lagi. Tempat ini seperti rumah keduaku, sebagian hidupku habis untuk ke Rumah Sakit, menjalani pemeriksaan, berbagai macam operasi bahkan tubuhku penuh bekas jahitan operasi. Aku sudah sangat lelah dengan semua ini.

*Kyuhyun Pov End*

 

*Author Pov*

Sekujur tubuh Kyuhyun telah dipasang alat-alat kedokteran, selang oksigen terpasang dihidungnya. Tubuhnya sudah sangat lemah, suaranya hanya terdengar serak dan pelan. Orangtuanya menemani disampingnya.

 

“Appa, suaraku kenapa? Tenggorokanku terasa sakit.”

 

Jung Soo hanya terdiam mendengar pertanyaan anaknya, tak sanggup menjawab pita suara anaknya telah rusak dan akan mengalami kebisuan. Ah Ra sudah mulai berkaca-kaca.

 

“Apa bisa sembuh appa? Aku ingin jadi penyanyi, jika suaraku tak kembali, aku tak ingin hidup.”, kata Kyuhyun lirih dengan suara serak yang terutus-putus.

 

Ah Ra sudah tak mampu lagi menahan tangisnya, ia pergi keluar ruangan. Sesampainya di taman ia menjatuhkan dirinya di kursi dan menangis melepaskan rasa sesak di dadanya. Jung Soo yang masih berasa di kamar mengelus lembut rambut anaknya.

 

“Kau tidur dulu. Nanti appa dan umma kesini lagi.”

 

Kyuhyun segera menutup matanya, dirinya merasa sangat lelah. Jung Soo berjalan meninggalkan kamar anaknya, ia menyusul istrinya yang sedang menangis. Dielusnya punggung istrinya dengan lembut.

 

“Kau harus melepaskannya. Dia tak mampu bertahan lagi.”

 

“Andwe. Dia harus hidup. Captain Cho-ku tak boleh mati.”

 

“Apa kau menyayanginya?”, Ah Ra langsung menatap tajam suaminya, seakan berkata mengapa tanyakan pertanyaan itu.

 

“Jika kau menyayanginya biarkan ia pergi. Pikirkan perasaannya, bagaimana perasaannya jika ia tahu tak akan bisa bernyanyi lagi. Sekarang suaranya, besok organ lainnya yang akan berhenti berfungsi, jika ia terus hidup sama seperti membunuhnya perlahan-lahan.”

 

Ah Ra makin terisak. Ia merasa sangat egois, memaksakan hidup seseorang. Terpikir lagi olehnya segala macam penderitaan yang dialami oleh Captain Cho-nya, ia pernah menangis karena tak bisa bermain seperti anak yang lain, rasa sakit yang terus-terusan di deritanya, dan segala macam operasi yang di lakukannya. Tapi masih ada keraguan di hati Ah Ra untuk melepas orang paling di sayangnya.

 

“Apa aku harus melepasnya?”

 

“Itu jauh lebih baik. Ini akan mengehentikan semua penderitaannya.”

 

“Apa artinya kau akan membunuhnya?”

 

“Tak ada jalan lain, kau tau ini juga berat untukku. Aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri. Tapi ini semua demi kebaikannya. Percaya padaku.”

 

“Lakukan, jika itu yang terbaik untuknya.”

 

Jung Soo memeluk Ah Ra, mereka menangis bersama. Jung Soo langsung menemui dokter-dokter yang menangani Kyuhyun dan menjelaskan keputusannya. Tim dokter segera melakukan segala pengecekan kesehatan Kyuhyun, bagi mereka Kyuhyun hanya kelinci percobaannya. Mengetahui sejauh mana manusia kloning dapat bertahan hidup.

 

Mata Kyuhyun terbuka saat seseorang memasuki ruangannya, ia tersenyum karena yang datang ummanya. Ah Ra berjalan menuju ranjang Kyuhyun, ia duduk di sampingnya. Ditatapnya adik kesayangannya dengan lembut, mungkin ini terakhir kalinya ia bisa menatap adiknya.

 

“Saengil Chukahamnida. Saengil Chukahamnida. Saengil Chukahamnida Captain Cho. Saengil Chukahamnida.”

 

Senyum Kyuhyun mengembang saat ummanya mendendangkan ucapan ulang tahunnya yang ke 17. Ah Ra tak dapat menahan tangisnya lagi.

 

“Umma, uljima.”, Ah Ra segera menghapus air matanya.

 

“Umma, bolehkah aku meminta sesuatu sebagai hadiah ulang tahunku?”

 

“Tentu saja. Apa yang mau kau minta Captain Cho?”

 

“Permintaanku masih sama, aku tak suka dipanggil Captain Cho. Biarpun aku duplikat adik umma, tapi aku bukan Captain Cho. Aku hanya ingin umma menganggapku sebagai Park Kyuhyun, anak umma.”

 

Ah Ra kembali menangis tersedu-sedu mendengar permintaan anaknya. Bodohnya ia selama ini, walaupun semirip apapun anaknya dengan adiknya. Tapi anak ini terlahir dari rahimnya yang berarti anaknya.

 

“Ne. Kau Park Kyuhyun, anak umma. Selamanya akan tetap jadi anak umma.”

 

Senyum Kyuhyun mengembang tipis, sudah tak ada lagi ganjalan di hatinya.

 

“Umma, aku lelah.”

 

“Tidurlah, nanti kau akan merasa tenang, tak akan merasa sakit lagi.”

 

Ah Ra mencium kening anaknya lembut. Dokter-dokter dan Jung Soo mulai memasuki ruang perawatannya. Di suntikkan cairan ke tabung infus Kyuhyun yang membuat Kyuhyun tertidur selamanya.

____________________*****____________________

 

Tanggal 3 Febuari 2012 Korea di hebohkan berita menggemparkan. Manusia Kloning pertama di Korea telah meninggal. Dia adalah manusia kloning yang mampu hidup terlama di dunia.

 

Tapi kecaman banyak bermunculan di Dunia. Kloning yang dimaksudkan menghasilkan duplikat manusia secara sempurna, ternyata banyak memiliki kelemahan. Kesalahan fatal dari Kloning adalah sebaik apapun duplikat itu tetap mereka manusia berbeda yang punya pemikiran berbeda. Karena memori seseorang tak bisa di pindahkan. Tak ada manusia yang bisa sama persis di dunia ini, itulah yang menyebabkan manusia menjadi unik, karena semua memiliki perbedaan.

 

Semenjak itu Kloning manusia dilarang di seluruh dunia. Kloning menyalahi takdir Tuhan yang sudah menetapkan hidup dan mati seseorang. Kloning juga dianggap bisa membahayakan jika di salah gunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Jangan biarkan kasus Kyuhyun diderita manusia kloning lain.

*Author Pov End*

____________________THE END____________________

Ini FF sebenernya udah lama banget di buatnya. Tapi pengen banget di publish disini. Klo di publish, gamsahamnida admindeul. ^^

 

Gimana tanggapan kalian FF aq ini?? Inspirasi FF ini dulu jaman SMP (10th yg lalu) aku pernah baca tentang Kloning Domba & pengen ada kloning manusia. Pengen banget bikin FF ini karena pertanyaan aku, jika manusia kloning itu hidup dan punya DNA 99% sama, emangnya siapa yang kasih roh tuk hidupnya?? Jika fisik bisa di buat tapi apa roh juga bisa di buat?? Manusia mahkluk ciptaan tuhan yang unik, semirip apapun tak akan ada 2 manusia yg sama persis walaupun kembar sekalipun, mereka juga berbeda.

 

Daripada menyalahi takdir Tuhan lebih baik syukuri kehidupan yang sudah ada.. Setiap Manusia akan akan menjalani fase lahir dan mati.. Itu sudah ketentuan yang di atas.. Sekian ceramah dari saya..

 

Klo mau liat FF aku yang lain, mampir di WP pribadi aku yah.. Gamsahamnida..

 

Jangan lupa comment.. :D

~Chajeong~

13 thoughts on “Aku bukan Captain Cho

  1. awalnya aku gak ngerti tapi pas dibaca smpe slsei akhrnya ngerti
    ya ampun kasian banget park kyuhyun
    klu da kloning kyuhyun wuaw bisa gempar dh hahahaha
    tapi endingnya terlalu menyakitkan,gak tega deh
    mmang manusia itu ciptaan tuhan paling unik
    seidentik apapun pasti berbeda
    nice ff,tersentuh banget
    daebak^^

  2. Sumpah, nyesek senyesek nyeseknya (apadeh) bca ff nie,,, mu nangis dtahan, tkut ketaun cengeng ma org rumh… Hebat chingu ff nya’…..
    Bner chingu, jika mang manusia kloning tu bisa trwujud, apakah bisa memiliki perasaan layaknya manusia biasa…!????

  3. Aduh thorrr..
    Tkut bget kalau Kyuppa smpai prgi slamanyaaa..!!
    Tapi thor ff BAGUS BANGET..!!
    Aku suka,aku suka..
    Thanks thorr..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s