YOU

Tittle: YOU

Author : vea (eunve.wordpress.com)

Cast :

–          Lee hyuk jae

–          Kim yoon hye

Rating : 17+

Genre : romance

 

~prolog~

Kau tidak akan pernah bisa mencintaiku seperti aku mencintaimu seutuhnya. . . karna sampai kapanpun, cintamu akan selalu terbagi. . . tidak hanya untukku. . .

————————–

Sudah sejam lebih yoon hye duduk dicafe itu. dua gelas capucino hangat sudah disesapnya hingga tandas. Ia memandang keluar jendela. salju sedang turun. . . indah. . . namun dingin. . . sama seperti hubungannya dengan kekasihnya saat ini.

Yoon hye mendesah pelan sambil menatap cangkir2 yang ada dihadapannya itu. telphonenya yang sudah berkali2 itu tidak diangkat. Tiba2 ponselnya diatas meja itu bergetar pelan. dengan cepat disambarnya benda itu, sebuah pesan singkat masuk kedalam ponselnya.

‘jjagiya, mianhae. . . aku tidak bisa datang, saat ini aku benar2 sibuk, aku ada pemotretan mendadak, jeongmal mianhae, nanti akan kutelp. Lagi!! Saranghae. . .’

Yoon hye mendesah lagi setelah membaca pesan itu. ia melepas batrai ponselnya kemudian memasukkan benda itu kedalam tas, menaruh beberapa lembar uang diatas meja dan langsung beranjak pergi dari tempat itu.

Ia berjalan pulang sambil merapatkan jaket panjangnya. Begitu sampai dirumah, ia langsung naik keatas, masuk kekamarnya yang hangat. Ia melempar tasnya keatas tempat tidur kemudian melepas syal dan jaketnya dan melemparnya ketempat tasnya tadi.

Diambilnya sweeter coklat yang ada disofa putih kemudian dipakainya. Ia duduk disofa itu sambil memeluk lututnya, menatap keluar melalui jendela kamarnya. Bukan hanya sekali ia seperti ini, sudah berkali2 pria itu membatalkan janjinya untuk bertemu. Tidak mudah, tentu saja. . . dengan pekerjaan kekasihnya sebagai seorang penyanyi, membuat hubungannya sulit. Kau tau lee hyuk jae atau yang bisa dipanggil eunhyuk?? Dia adalah seorang penyanyi terkenal sekaligus sebagai pacar yoon hye. Tidak ada yang tau? tentu saja, mereka harus merahasiakan hubungan mereka.

Yoon hye merindukan saat2 dulu bersama hyuki, saat laki2 itu belum mengikuti trainee. Tapi semua itu juga adalah impian hyuki, tidak mungkin yoon hye menyuruh laki2 itu berhenti dari pekerjaannya. Yoon hye menggenggam erat liontin pemberian hyuki “kenapa sekarang rasanya dingin??” gumamnya lirih.

Dadanya terasa sesak, namun tidak ada air mata yang keluar, ia sudah terlalu lelah untuk menangis. Rasanya menyakitkan, tentu saja, yoon hye hanya bisa bertemu laki2 dua minggu sekali. Dan saat mereka bertemu kadang2 mereka juga bertengkar. Lelah. . . yoon hye benar2 lelah dengan ini semua.

Mungkin seluruh gadis didunia ini ingin sekali menjadi pacar hyuki. Tapi semua itu tidaklah semudah dan semenyenangkan yang mereka bayangkan. saat ini, ia benar2 berharap hyuki bukanlah seorang penyanyi terkenal. . .

 

Hyuki berkali2 menelphone kekasihnya itu, kim yoon hye. Namun selalu saja tidak aktif. Ia benar2 merasa bersalah pada gadis itu. ia tidak ingat ini sudah yang keberapa kalinya ia membatalkan janjinya. Jadwalnya bisa berubah tiba2 dan ia tidak punya pilihan.

“hyung, ayo, sudah dimulai!!” teriak ryeowook.

Hyuki mendesah pelan dan meletakkan ponselnya itu kedalam tasnya dengan berat hati kemudian mengikuti ryeowook. Mianhae yoon ah. . . gumamnya dalam hati.

——————-

 

“maaf aku terlambat!!” ucap hyuki dengan nafas tersegal. Terlihat uap keluar dari mulutnya, cuaca benar2 dingin.

“setidaknya kau masih datang!!” ucap yoon hye sambil tersenyum.

“ah, aku merindukanmu!!” kata hyuki tiba2 memeluk yoon hye.

Yoon hye membiarkan laki2 itu memeluknya. Hangat. . . detak jantung hyuki terdengar jelas. Ia mempererat pelukannya itu. tanpa sadar air matanya jatuh. Cepat2 dihapusnya.

“kenapa mengajak bertemu ditempat seperti ini??” tanya hyuki sambil melepaskan pelukannya “lihat, pipimu sudah memerah!!” dibenarkannya letak topi yoon hye.

“ada yang ingin kukatakan kepadamu. . .” kata yoon hye pelan.

“apa itu??”

Gadis itu terdiam. Hening. . . taman itu memang sepi. Yoon hye menghembuskan nafas perlahan, menekan rasa sakit dalam hatinya. Ia mendongak menatap wajah hyuki yang diterangi lampu kuning taman itu.

“kita selesai sampai disini. . .”

Senyum hyuki memudar bergantikan kerutan dikeningnya. Ia mencoba mencerna kata2 gadis itu.

“aku ingin hubungan kita berakhir oppa. . .” katanya lagi ketika hyuki hanya diam.

“kenapa?” tanya hyuki reflek.

“aku memutuskan untuk pergi kelondon, meneruskan sekolah designe-ku yang disarankan oleh appa!!”

“aku akan menunggumu!!”

Yoon hye menggeleng pelan “masalahnya bukan itu oppa. . .” gadis itu berbalik memunggungi hyuki, tidak sanggup melihat wajahnya “kau seorang penyanyi terkenal kini, kau tidak ada waktu yang cukup untukku oppa. . . dan aku lelah dengan itu semua. . . aku tidak ingin marah padamu, itu bukan salahmu, tapi aku juga tidak bisa menahannya. . .” air mata yoon hye jatuh satu persatu, ia sudah tidak bisa menahannya.

Tiba2 hyuki merengkuhnya dari belakang, memeluknya erat “jangan tinggalkan aku yoon ah, kumohon, aku mencintaimu. . .”

Yoon hye menggeleng pelan sambil berbalik menghadap hyuki “Kau tidak akan pernah bisa mencintaiku seperti aku mencintaimu seutuhnya. . . karna sampai kapanpun, cintamu akan selalu terbagi. . . tidak hanya untukku. . .

Karna itu, aku melepasmu oppa. . . saat kau tidak ada waktu untuk menemuiku ataupun menghubungiku, aku tidak akan bisa marah karna kau sudah bukan milikku lagi. . .”

Hyuki menatap sendu. Ia benar2 sedih melihat yoon hye yang bertahan selama ini untuknya. Ia memang tidak bisa menawarkan apa2. Bahkan status ‘kekasih’ dihadapan publikpun tidak. Ia sadar betapa menyakitkannya ini semua untuknya. Tapi ia juga sangat mencintai gadis itu. tanpa terasa air matanya jatuh.

“jangan menangis oppa, kumohon. . . jangan membuatku lebih berat untuk melepasmu, aku lelah. . .”

“aku tidak bisa berjanji untuk tidak melakukannya, tapi aku akan berusaha untuk tidak melakukannya. . .”

“railah mimpimu seperti yang kau inginkan, anyeonghaseo. . .” yoon hye membungkukkan badannya.

“tunggu, bolehkah aku meminta sesuatu??”

Yoon hye menatap hyuki bingung “apa itu??”

Tiba2 saja hyuki mendekatkan wajahnya “biarkan aku yang mendapatkan ciuman pertamamu. . .” kemudian dikecupnya bibir gadis itu dengan lembut.

Air mata yoon hye semakin deras. ia merasakan bibir lembut hyuki yang melumat bibirnya, rasanya hangat. Kemudian perlahan ia membalas ciuman itu. dadanya semakin lama terasa semakin sesak, akhirnya ia memalingkan wajahnya dan berbalik pergi, berlari meninggalkan laki2 itu sambil terisak.

Air mata hyuki jatuh bersamaan dengan butiran2 salju “mianhae yoon. . . aku tidak bisa untuk tidak menangis. . . kau milikku. . . selamanya akan menjadi milikku. . . tunggu hingga aku menjadi milikmu seutuhnya. . .”

 

~4 years latter~

 

Super junior!! Nama itu ada dimana2 dibelahan dunia ini. mereka benar2 sukses. Hyuki memandang keluar jendela pesawatnya. Ia baru saja dari paris. Selalu, saat ia sendiri, ingatan itu menyelinap masuk kedalam otaknya. Tentang gadisnya. . . ah, ia benar2 merindukan saat itu. dan seketika itu juga hatinya terasa kosong. Dingin. . . sama seperti terakhir kali mereka bertemu. Dimana ia sekarang??

 

Esoknya, member super junior langsung mengadakan pemotretan untuk baju2 salah satu butik terkenal. Mereka kelihatan lelah namun semuanya masih semangat hingga seorang gadis masuk kedalam ruangan itu dan membuat hyuki diam seketika.

Buuuk. . . sebuah bantal melayang tepat mengenai kepalanya. Ia menoleh dan mendelik kesal kearah leeteuk yang sedang tertawa2.

“nona, sepertinya dongsaengku menyukaimu!!” teriaknya pada gadis itu.

Hyuki hanya tersenyum kemudian matanya kembali mengamati gadis itu. dia sedang sibuk mencocokkan baju yang akan dipakai siwon. Tidak berubah. . . ia masih seperti yang dulu. Cara berpenampilannya tetap seperti yang dulu. Hanya saja sekarang rambutnya yang bergelombang dipotong sedikit kemudian diikat ekor kuda. Ia masih tetap manis. Kemudian sesuatu menarik perhatian hyuki. Liontin itu masih melingkar dilehernya. Liontin yang sama . . . tiba2 saja semuanya terlihat lebih indah. Bibirnya tersenyum masih terus menatap gadis itu.

Hingga akhirnya, tinggal hyuki yang tersisa diruangan itu. ia sengaja memilih giliran paling akhir. Untuk sejenak mereka berdua saling tatap kemudian gadis itu mulai sibuk memilih2 baju yang cocok untuknya dibantu asistennya.

“tidak merindukanku??” bisik hyuki saat gadis itu mencocokkan baju pada badan hyuki.

Dia tersentak dan menatap hyuki sejenak tapi kemudian dia kembali sibuk dengan baju2nya.

“aku sangat merindukanmu. . .” bisik hyuki lagi. Entahlah, ia senang sekali menggoda gadis itu saat ini.

Gerakan tangan gadis itu sempat terhenti sesaat saat mendengarnya, tapi lagi2 ia pura2 acuh. Hyuki tersenyum melihatnya.

“sudah selesai!!” kata gadis itu datar.

“apa menurutmu ini sangat cocok untukku??” tanya hyuki sambil memandang cermin.

“ya, sangat cocok!!” saut asistent gadis itu.

Hyuki menoleh menatap gadis itu untuk meminta jawaban.

Gadis itu mendesah pelan “ya, sangat cocok!!”

Akhirnya. . . hyuki mendengar lagi suara itu. . . suara yang selalu mengisi mimpi2nya. “gomawo!!” jawabnya sambil tersenyum manis kemudian mengecup pipi gadis itu cepat dan berjalan pergi membuat asistent gadis itu terbelak.

 

Cup. . .

Yoon hye mematung ditempatnya. Mati2an ia menahan semuanya, sekarang semuanya runtuh. Rasa itu, memang masih sama seperti yang dulu. . . mati2an ia berusaha menghilangkan rasa itu dengan belajar rajin. Tapi tetap saja ia tidak mampu. Dan saat ini, ketika ia bertemu dengannya, ia harus sekuat tenaga menahan agar tidak berlari memeluk namja itu. dimata namja itu, ia masih melihat ada cinta untuknya. Tidak. . . ia tidak boleh mencintai namja itu, jika tidak semuanya akan terulang lagi. . .

“dia menciummuuu!!!” pekik hyo ra tidak percaya sambil menggoyang2kan lengan yoon hye yang masih mematung “yaaa, kenapa kau menangis?? Seharusnya kau gembira!! Yoon ah??”

Air mata yoon hye jatuh semakin deras. akhirnya ia berlari pergi meninggalkan hyo ra yang kebingungan. Yoon hye masuk kedalam toilet dan menumpahkan seluruhnya. Pada kenyataannya ia memang masih sangat mencintai laki2 itu. oh tuhan, bagaimana sekarang??

———————–

 

Ruangan starking itu ramai sekali karna eunhyuk, baru saja membuat kebodohan dan menjadi bahan tertawaan semua orang.

“cukup2. . . sekarang kita bermain buka rahasia!! Aku akan membagikan bola2 ini, ayo ambil satu!!”

Semua yang hadir diacara itu, kyuhyun, shindong, yesung, dan donghae, yoona, jesica, sullie, donghoo, minho, dan hyuki tentu saja sudah memegang bola masing2.

“sekarang ambil kertas dalam bola itu dan buka!! Itu adalah angka2 kalian!! Sekarang aku akan mengacaknya!!” mc itu mengambil bola dari kotak kaca dan mengambil kertasnya “nomor 6!!! Siapa nomor 6???”

Kyuhyun tersenyum malu2 sambil mengancungkan kertasnya yang berisi angka 6.

“wooow. . .cho kyuhyun mendapatkan angka 6!! Benar2 cocok, angka evil untuk evil!!” semua orang tertawa “sekarang katakan apa rahasiamu?? Jika yang salah satu yang ada disini ada yang tau, maka tidak dihitung!!”

“mmm. . . aku tidak punya rahasia!!” elak kyuhyun.

“pasti ada satu, ayolah!!”

“baiklah baiklah. . . aku suka berciuman!!”

“wooo. . .” seisi studio langsung bersorak “siapa orang yang kau cium itu??” tanya mc

“pspku!!”

Gubraaaaak. . . . “aigooo. . . itu bukan rahasia!!”

“tapi tidak ada yang tau kalau aku suka mencium pspku!!” kata kyuhyun polos.

“benar juga. . . aku kasian kepadamu, apa perlu kucarikan wanita untuk kau cium??”

“ah tidak perlu, sungmin hyung sudah cukup!!”

“mwo??” seluruh studio kembali riuh [sungmin muntah2 didorm]

“baiklah selanjutnya nomor. . . sembilan!!!”

Hyuki tertawa sambil melemparkan kertasnya.

“baiklah eunhyuk ssi, apa rahasiamu??”

“aku. . . aku masih mencintai gadis masa laluku!!”

“wow, benarkah itu?? gadis yang mana??” tanya mc diiringi tawa penghuni studio.

“yaak hyung, jangan membuatku terlihat playboy seperti itu, kalau gadisku marah kau yang harus tanggung jawab!!”

“woo. . . kau terang2an kepada publik tentang gadis itu?? siapa dia??”

“sebelumnya bolehkah aku mengatakan sesuatu untuknya??”

“kau yakin dia sedang menonton acara ini nanti??”

“menonton atau tidak, ia pasti tau!!” jawab hyuki sambil tersenyum “sebelumnya aku meminta maaf . . . maaf sudah membuatmu lelah. . . tapi sekarang aku tidak akan ragu lagi. Aku yakin, aku sudah menemukan apa yang kubutuhkan dalam hidupku. . .  karna rasa ini tidak akan pernah berubah. . . dan kuharap rasamu untukku juga tetap sama!! Kim yoon hye ssi, saranghae. . .”

“jadi namanya kim yoon hye??”

“benar!!”

“kau tidak takut fansmu akan membunuhnya??”

Hyuki tersenyum pahit “jika jewels membunuhnya, itu artinya mereka juga membunuhku. . .”

“kau benar2 mencintai gadis itu??”

“tentu saja, kalau seandainya kau menanyakan hal ini setahun lagi, atau dua tahun lagi, bahkan sepuluh tahun lagi, jawabanku akan tetap sama, aku mencintainya!! Dan aku akan melakukan apapun termasuk berhenti menyanyi!!”

Sontak semua yang distudio tersentak kaget “hyung jangan bercanda!!” bentak kyuhyun.

“aku tidak bercanda!!”

“kau akan berhenti??”

Hyuki tersenyum “ya!! Karna aku ingin mencintainya secara utuh!! Dia pernah mengatakan kepadaku, aku tidak akan bisa mencintainya seperti ia mencintaiku karna cintaku selamanya akan terbagi, sekarang aku akan membuktikannya bahwa aku mencintainya secara utuh!!”

 

Yoon hye meneteskan air matanya. ia melihat acara itu dari luar jendela toko electronik. Benarkah laki2 itu masih mencintainya?? Benarkah rasa itu masih sama??

Disebelahnya ada tiga orang gadis yang sedang menangis juga.

“andwae. . . eunhyuk oppa tidak boleh berhenti. . .”

“eonni, siapapun kau yang dicintainya, tolong jangan biarkan dia berhenti bernyanyi. . .”

“suju tidak akan lengkap tanpanya, kami rela dia bersamamu asal enhyuk oppa tidak berhenti bernyanyi. . .”

“ini tidak boleh terjadi. . .”

Yoon hye terpaku melihat ketiga gadis itu. mereka benar, hyuki tidak boleh berhenti. Apa laki2 itu begitu bodoh?? Tanpa membuang waktu lagi ia berlari menuju tempat agency laki2 itu.

“dimana eunhyuk??” tanya yoon hye kepada salah satu staff diagency itu.

“anda siapa??”

“kim yoon hye!!”

“kim yoon hye??” mata staf itu terbelak “Kau??”

“dimana dia??”

“lantai tiga, ruang 8a!!”

Yoon hye langsung naik kelantai 3 menuju ruangan itu. tapi ia bertemu namja itu ditengah jalan.

“yoon apa yang kau lakukan disini??” tanyanya cemas kemudian langsung menarik yoon masuk kesalah satu ruangan kosong disitu.

“apa kau sudah gila?? Siapa yang mengajarimu berbuat seperti ini huh??”

Hyuki hanya tersenyum menatapnya.

“kenapa kau tersenyum??” bentak yoon hye kesal.

“kau jadi galak sekarang ini!!”

Sontak wajah yoon hye langsung memerah “po. . .pokoknya kau harus menghentikan kegilaan ini!!”

“aku tidak bisa yoon. . . saat ini yang kuinginkan hanya dirimu!! It’s you, YOU!! Aku tidak perduli dengan apapun lagi saat ini!! jika aku bukan penyanyi, aku akan punya waktu untukmu, aku bisa mulai dengan menjadi pengusaha!! Atau menjadi guru dance saja, bagaimana menurutmu?!!”

Mendengar itu yoon hye malah terisak “aku tidak bisa oppa. . . kau dilahirkan untuk menjadi seorang penyanyi. . . jangan membuat kecewa semua orang karna diriku. . .”

“aku hanya ingin mencintaimu seutuhnya yoon. . .”

Isakan yoon hye bertambah “jangan berhenti menjadi penyanyi, kumohon. . .”

“jangan menangis. . .” hyuki meraih wajah gadis itu kemudian menghapus air matanya “jangan menangis lagi yoon. . . aku tidak akan berhenti menyanyi asal kau menuruti permintaanku!!”

“apa itu??”

“jadilah istriku. . . dengan begitu, aku bisa menjadi milikmu seutuhnya. . . seluruh dunia akan tau bahwa lee hyuk jae adalah milik kim yoon hye, dan percayalah, aku benar2 mencintaimu melebihi diriku sendiri. . .”

Yoon hye tidak bisa berkata apa2, ditatapnya laki2 itu lekat, kemudian perlahan ia melingkarkan lengannya keleher laki2 itu dan berjinjit untuk memeluknya “aku bersedia. . . bisiknya pelan.

Hyuki mendesah lega kemudian membalas pelukan itu “saranghae. . .” bisiknya.

“nado saranghae. . .”

“jeongmal saranghae. . .”

“neomu2 saranghae. . .”

Hyuki memundurkan wajahnya, ditatapnya gadis itu “berjanjilah, jangan meninggalkanku lagi, itu hukumanmu yang paling kejam. . .”

“mianhae. . .”

“ini tidak adil. . . “

“lalu??”

“lalu??” hyuki tersenyum sambil mendekatkan wajahnya.

“la. . .lu. . .” nafas yoon hye tertahan sambil menatap wajah hyuki.

“lalu??” bisik hyuki sambil semakin mendekatkan wajanya.

Yoon hye merasakan nafas hangat namja itu menerpa wajahnya.

“la. . .lu. . .” bisiknya.

Diciumnya bibir yoon hye itu lembut. Dilumatnya pelan. hangat, sama seperti dulu. Yoon hye membalas ciuman itu sama pelannya.

“ini . . .ciuman keberapamu??” tanya hyuki disela2 ciumannya.

“kedua. . hh. . .ku. . .”

“sama. . “ kemudian tiba2 yoon hye memalingkan wajahnya.

“jangan membohongiku, hampir tiap hari kau menciumi anak2 super junior!!”

Hyuki tergelak tanpa menjauhkan wajahnya “kau cemburu??”

“aissh. . . ini tidak wajar, kalau kau mencium wanita lain mungkin aku pantas cemburu, tapi yang kau cium laki2!! Laki-laki!!!”

“setidaknya hanya kau satu2nya wanita yang pernah kucium, selamanya hanya kau, dan tenang saja, aku masih sangat normal!!” bisiknya kemudian melumat bibir yoon hye lagi.

Tapi tiba2 saja ia melepaskan ciuman itu “sial, aku lupa disini ada CCTV-nya!!”

“mwo??”

[diruang pusat monitor, para staff sedang berkumpul sambil menonton adegan itu penuh haru]

 

FIN

17 thoughts on “YOU

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s