You’re my heartbreaker part 1

Title : you’re my HEARTBREAKER chapter 1

Author : mozamoya

Main Cast : lee donghae, cho soonji, lee sungyeol

Support Cast : jung il woo

Rating : general

Genre : angst.

Ps : ini pernah di post di blog admin dengan judul yang sama .Mozamoyaa.wordpress.com J

Disclaim : the cast belong to GOD. But the storyline and the characther belong to ME!! Mozamoya!! Muaahhaahahha #plak

 

You’re my HEARTBREAKER

Kau tau ? Mencintaimu adalah hal tergampang yang pernah kulakukan…

Mencintaimu hanya bermodalkan mata, telinga dan jantung yang berfungsi dengan baik…

Namun setelah itu sangat sulit buatku…

Melihat para lelaki menatap mu dengan nafsu….

Melihat para lelaki ikut menikmati suara merdumu…

Bahkan mengetahui para lelaki merasakan apa yang kurasakan setiap melihatmu…

Atau….

Perlukah aku membutakan lelaki yang melihat mu agar aku lega..?

Perlukah aku menulikan lelaki yang mendengar suaramu agar aku nyaman?

Atau …

Haruskah aku menusuk jantung lelaki yang merasakan debaran seperti yang kualami??

Demi TUHAN susah sekali untuk menjagamu agar terus berada dalam jangkauanku…

Kau wanitaku …. hanya melihat dan menatapku saja…

 

 

 

 

 

 

 

3 oktober 2011

Bunyi alarm menyadarkanku dari mimpi buruk. Lagi – lagi karena bermimpi tentang mu. Entah apa yang kulakukan dulu pada Negaraku, mungkin dulu aku telah menjadi pahlawan sekaligus pengkhianat. Karena semua itu yang kurasakan sekarang. Aku merasa senang sekaligus merasa sengsara. Hatiku mencelos dan tenggorokan ku tercekat setiap kali mengingat mimpi tersebut. Keringat membanjiri pelipis dan sekujur tubuh membuat basah bed cover yang ku pakai . ku lirik jam dinding tepat di depanku menunjukkan pukul 01,00, what the fuck is this? I sleep just like 21 hours , here it comes actually i sleep just for 1 hours ago. Damn this ! i cursed in my mind.

 

30 menit kemudian ku lalui dengan hanya menatap langit-langit kamar . tak banyak yang kulakukan selain menatap langit-langit kamar lalu aku sadar bahwa masih ada paper  yang belum ku kerjakan namun harus di kumpulkan secepatnya. Mata ku segera mengarah ke meja kerja ku yang berantakan di penuhi oleh pensil – pensil, kertas – kertas , dan peralatan tulis lainnya serta laptop Mac – ku yang masih menyala dengan indahnya. Aku beranjak dari ranjang dan mendekati kekacauan yang kutinggalkan  satu setengah jam lalu. Dengan helaan napas aku duduk di depan meja kerjaku dan menatap kekacauan ini.

 

Aish, sebenarnya apa maksud mereka dengan mengatakan Donghae sang genius dalam hal apapun karena di sinilah aku seorang Lee Donghae telah membuktikan bahwa aku tak lebih dari seorang pecundang biasa. satu helaan napas panjang keluar lagi membuktikan bahwa aku sedang frustasi.

“ kurasa tak ada pilihan lain selain aku mengerjakan tugas ini. FIGHTING donghae yah!! “ i said in monologue way then i took my glass and started working my paper.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<

 

Suasana di Universitas Toudou telah ramai di penuhi oleh mahasiswa-mahasiswi baru yang tengah menjalani Masa Orientasi Mahasiswa. Namun bukan hanya itu saja yang membuat ramai melainkan Para Kingka dan Queenka yang membuatnya menjadi ramai.

Di tengah keramaian itu justru hanya satu orang yang tak memedulikan apapun selain buku yang ia baca bahkan menyangkal satu fakta bahwa ia adalah satu dari semua alasan yang membuat ramai di sekitarnya. Ia adalah Lee Donghae seorang mahasiswa jurusan Design semester 4. Seorang yang bodoh mencoba menutupi ketampanannya dengan kacamata besar geek’s style yang malah membuat ia terlihat semakin tampan. Seorang namja babo yang berpikir bahwa ia bisa melepas gelar Kingka no 1 di Universitas Toudou dan nampaknya tidak berhasil. Karena sudah di takdirkan di garis hidupnya bahwa ia tak bisa melepas gelar tersebut, malahan dengan dia berakting cuek seperti ini, gadis-gadis di Universitas ini dan bahkan di luar Univ mendapati dia jauh lebih tampan dan semakin mencintainya.

 

“ ya! Donghae~ya… apa yang sedang kau lakukan di sini” ujar namja dengan perawakan khas pengusaha elit diiringi senyum yang terus menghiasi wajahnya. Wajah tampan yang pasti membuat melted hati para wanita. Namja itu duduk di samping Lee donghae dan memperhatikan lekat-lekat wajah sahabatnya itu.

 

“ hanya menunggu waktu masuknya kelas . Kenapa il woo~aah?” tanya Lee Donghae dengan mata masih tertuju kepada buku yang sedang ia baca.

 

“nanti malam ada undangan goukon kamu mau ikut? Tenang saja yang datang dari kalangan elit yang setara dengan kita” tanya ilwoo dengan wajah berseri-seri.

Tetapi Lee Donghae tetap bergeming sambil membaca buku di depannya dengan seksama membuat teman terbaiknya semenjak di playground itu menyerah. Akhirnya ia lebih memilih menutup mulutnya daripada memperkeruh keadaan . Tentunya ia tak mau kejadian yang sudah-sudah kembali terulang. Dan sepanjang 30 menit kedepan mereka berdua hanya diam, Ilwoo yang sibuk dengan pikirannya sendiri sementara lee Donghae yang sibuk terhadap bacaannya serta berusaha tidak memikirkan macam-macam.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Flashback

Mata Donghae terbelalak, jantungnya berdegup kencang, serta dadanya kembang kempis efek dari melihat kekacauan di depannya. Hal itu dikarenakan seorang yang sekarang ini sedang tertidur nyenyak di kursi dengan tubuhnya tergeletak begitu saja di atas meja belajar donghae. Ia tak habis pikir darimana makhluk ini berada di apartemennya dan mengetahui kode pengaman apartemennya. Ruang belajarnya yang semula rapih bergaya kasual sekarang telah berubah menjadi ruangan badut. Banyak warna-warni di sekitar ruangan tersebut khususnya warna pink, krem dan merah maroon. Dan siluet-siluet aneh berwarna hitam mendominasi. entah otak udang mana yang sedang ia pakai sehingga menghasilkan ruangan hancur ini.

‘ini sudah keterlaluan’ batinnya dalam hati.

 

Donghae berjalan ke arah gadis tersebut secara perlahan dan segera mencengkram ujung kerah bagian belakang baju membuat nya bangun seketika. Namun alih-alih marah gadis manis dengan semburat merah di pipinya tersebut justru tersenyum berseri-seri. Gadis itu lalu menghambur ke dalam pelukan lee donghae yang menghindari pelukannya.

 

“ Donghaeyaaa… i miss you. Kenapa kamu pulang lebih sore dari biasanya?” tanya gadis tersebut.

 

Tapi Donghae tetap menutup mulutnya alih alih berbicara ia malah berbalik menuju dapurnya mencari segelas susu dingin, ia berniat menjernihkan pikirannya terlebih dahulu agar tidak berakhir dengan kejadian tak diinginkan.

 

“ Donghaeyaaaa lihatlah ruang belajar mu, aku sengaja menghiasnya dengan sepenuh hati agar kau bisa tenang saat belajar” cerocos gadis itu masih dengan wajah berseri- seri.

Sementara Donghae sudah mengaktifkan inaudible-mode dalam dirinya. Suatu sistem yang hanya terjadi pada dirinya saat chaerin –gadis berisik di depannya- berada di sekitarnya. Donghae tidak perduli apakah ruang belajarnya akan berwarna-warni dengan wallpaper lucu berbunga-bunga. Yang ia pedulikan sekarang ini adalah bagaimana cara nya makhluk menyebalkan di depannya bisa pergi jauh jauh dari dirinya, tapi sepertinya itu tidak mungkin. Mengingat seberapa gigihnya ia mencoba tetap saja gadis ini mempunyai cara lain untuk bisa berada di dekatnya, maka ia pun pasrah sambil terus meneguk dari gelas yang berisi susu putih kesukaannya dan di sebelahnya chaerin setia menunggu sampai Donghae selesai minum.

Donghae tidak mengacuhkan kehadiran Chaerin, ia malah kerap kali melewati atau tidak mendengarkan ocehan – ocehan berisik Chaerin. Donghae melanjutkan aktivitasnya seperti belajar, memasak , memonton TV dengan memutuskan tidak menghiraukan kehadiran chaerin sampai waktu tidur dan larut malam pun Donghae langsung masuk kamar  mengunci pintu kamarnya, sepertinya Chaerin sudah menjadi hal yang abstrak bagi Donghae.

 

Melihat kelakuan Donghae, chaerin hanya bisa menghela napas. Ia bisa memaklumi jika Donghae seperti itu dan ia sama sekali tidak keberatan . akhirnya ia lebih memilih untuk meninggalkan Donghae sementara waktu ini.

End Flashback

>>>>>.<<<<<

 

Kali ini Donghae terjaga lebih awal dari biasanya. Mata nya yang sayup terbuka lebar menatap lurus kedepan. Sesekali ia mengambil segelas kopi yang diletakkan di atas meja disamping ranjangnya, menyesapnya berusaha menikmati kafein yang merasuki tubuhnya.

Tak mau bersusah payah untuk kembali tidur Donghae kemudian menyalakan lampu kamarnya menggunakan sebuah remote khusus dan menghidupkan TV di depannya yang menayangkan sebuah random Music Video. Kemudian sepanjang malam ia lewati dengan terjaga.

 

>>>>>.<<<<<

Soonji berlari menyusuri koridor kampus tempatnya menuntut ilmu, dengan terseok-seok ia berlari sambil membawa buku-buku berat berisikan teori rumit yang harus ia hapalkan kemudian di rapalkan di hadapan teman-temannya ketika  melakukan presentasi kedepan. Ia menyesal, batinnya dalam hati. Tidak seharusnya ia telat di hari sepenting ini. Langkah kakinya semakin di percepat, sangat mustahil baginya untuk berlari diatas koridor yang basah hasil air hujan pagi tadi, namun sebisa mungkin ia melawan rintangan ini. Bukankah ia sudah dari dulu terbiasa melakukan sesuatu yang melawan takdir. Jadi, hanya berusaha untuk tidak terjatuh di atas lantai licin mungkin termasuk mudah baginya.

 

Ia berlari lalu belok ke kanan koridor, namun sialnya kali ini ia menabrak seseorang. Mengakibatkan buku-buku berat ‘mahal’ dan ‘tua’ yang tidak ia miliki jatuh berceceran diatas lantai. Ia-menabrak-seseorang. Mereka berdua terjatuh. Tetapi Orang yang ditabrak Soonji tetap diam dengan tenang, mengambil bukunya yang sempat terjatuh dengan keadaan terbuka dan terus berjalan, seperti tidak menyadari keberadaan Soonji. Soonji terduduk di atas lantai basah nan kotor dengan wajah terkejut dan tidak percaya. Bukan karena ia baru saja menabrak seseorang sehingga membuat ia terjatuh, melainkan fakta dimana barang-barang yang tengah ia bawa tadi hancur berantakan di atas lantai dengan satu ceplakan besar sepatu orang itu. Entah orang itu sengaja atau tidak , namun dia tidak merasa bersalah sama sekali.

 

Dengan perasaan hancur, ia mengumpulkan kertas-kertas nya yang berserakan dilantai, dan untuk kedua kalinya ia shock melihat kenyataan, Buku-buku perpustakaan yang sengaja ia pinjam karena ia sampai kapanpun tidak akan sanggup membelinya telah rusak akibat terjatuh tadi. Buku-buku itu memang sudah tua tetapi sangat berguna untuk dia menuntut ilmu kedokteran di Universitas Toudou. Dan lagi, buku tersebut telah rusak dengan isi yang sudah tersebar berantakan di sekitarnya. Dan orang itu juga menginjak hampir sebagian dari halaman-halam buku tersebut. Bukan main, soonji sangat kesal. Buru-buru ia melangkahkan kaki ke arah sebaliknya, arah orang itu berjalan. Walaupun itu sia-sia karena orang itu sudah tak tampak lagi kehadirannya.

Segera ia membereskan ‘barang-barang’ nya yang tercecer, dan dengan langkah gontai ia pergi dari Kampusnya. Moodnya sedang buruk dan ia tidak berselera untuk menghadiri kelasnya walaupun itu adalah mata pelajaran yang di ajar oleh Profesor Shou, profesor paling ‘killer’ di Universitas Toudou ini.

 

>>>>>.<<<<<

Wajah soonji terbenam diatas meja makan. Di meja tersebut tergeletak kertas-kertas yang kotor terkena air. Terlihat bahwa Soonji sedang frustasi sekarang. Kejadian satu jam lalu masih terputar jelas di otaknya. Setelah kejadian tabrakan tersebut, ia segera menemui penjaga perpustakaan Universitas Toudou untuk meminta pengampunan*?* tetapi tak ada gunanya. Ia sekarang mempunyai hutang sebesar 322.000 yen dan itu sangat banyak. Ada rasa penyesalan menyelimuti Soonji, andai saja dia tidak meminjam buku tersebut, andai saja ia tidak berlari saat itu atau andai saja ia tidak berhenti sejenak di toko roti untuk membeli muffin. Pastinya ia tidak akan mengalami masalah ini. darimana ia bisa mendapatkan uang 322.000 yen, percaya atau tidak itu cukup untuk menghidupinya selama 3 bulan lebih.

Waktu terus bergulir dan tidak ada tanda-tanda kehidupan bagi Soonji jika kau paham apa maksudku. Bagaimana tidak? Ia dihadapkan dengan hutang besar di negeri orang di tambah ia hanya seorang mahasiswi miskin yang beruntung mendapatkan beasiswa. Sudah lewat 2 jam lamanya soohae mendekam di sebuah cafe dekat universitas Toudou itu sambil sesekali menghela napas atau hanya menatap kosong.

 

Seorang pelayan yang sedari tadi memperhatikan Soonji menghela napas panjang. Ia telah di beritahu oleh manager untuk mengusir Soonji karena Soonji menempati tempat duduk dengan hanya memesan satu coffelatte yang telah habis berjam-jam lalu tanpa memesan apapun lagi. Jelas saja bahwa itu membuat geram managernya. Namun pelayan yang memakai name tag bertuliskan ‘Sungyeol-Lee’ tak tega mengusir seorang gadis cantik yang terlihat depresi itu.

“ Maaf nona, bisakah anda menyelesaikan makanan anda, karena masih banyak pelanggan lain yang membutuhkan meja” ujar sungmin berbasa-basi padahal sudah jelas tidak ada lagi yang tersisa dalam gelas caffe latte milik soohae

 

Wajah soonji menengadah, matanya berkunang-kunang. Dan ia tak bisa melihat fokus pada satu benda. Darah rendah ku kumat, demikian pikirnya.

“ mmmh,,,?” gumamnya yang lebih kepada pertanyaan apa ada orang didekatnya.

Namun, lonjakan perasaan tak enak seketika hadir. Seperti ada asam dan gas yang memenuhi lambung soonji sehingga menekan keluar makanan yang tadi pagi dimakannya. Dan ia sudah tak tahan. Satu-satunya cara ialah memuntahkan isi perutnya dengan setengah hati. Dengan segera ia berdiri membuat kaget sungyeol karena gerakannya yang tiba-tiba.

 

“ tolong jaga barang- barang ku sebentar aku ingin ke kamar mandi. Jangan samp hmmff huek .. hila hmffd ng. Hmf” ujar nya seperti berkumur-kumur kemudian berlari kecil ke arah kamar mandi meninggalkan sungmin yang bingung dengan apa yang terjadi, namun akhirnya memutuskan untuk menuruti perintah gadis bernama soojin tersebut.

 

Sungyeol melayangkan pandangan pada kertas-kertas berserakan  diatas meja yang digunakan soonji. Sungyeol tidak bermaksud tidak sopan dengan memeriksa barang-barang Customer tempatnya bekerja. Tetapi ia penasaran dengan barang yang sepertinya ia kenal. Barang itu adalah sebuah kartu kuning yang berlambangkan logo yang ia kenal.

‘ Cho soonji. Toudou University? Apakah ia kuliah disana juga? Wah hebat, ia seorang mahasiswa Kedokteran hanya beberapa tingkat diatasku. hemm’ ujar Sungyeol dalam hati dan meletakkan kartu tersebut pada tempatnya kembali.

 

>>>>>><<<<<<<<

Soonji POV

Di dalam Toilet, Cafe la ELF

 

Aku berada dalam salah satu stall di Toilet ini. Melakukan hal yang menurutku paling menjijikkan dengan tangan kiri ku berpegangan dengan dinding stall, tangan kananku menggenggam setumpuk tissue toilet dan mulutku menganga menghadap lubang menjijikkan ini. Tidak hanya timbul perasaan aneh setiap melakukan hal ini. bahkan dengan aku yang sudah bersiap – siap dari tadi pun belum berhasil mengeluarkan ‘hal’ tersebut dalam tubuhku. Hanya air-air berwarna kecoklatan dan putih yang keluar dari mulutku. Di pastikan itu adalah sisa-sisa dari pencernaan kue Muffin cokelat yang ku beli tadi pagi. Sudah kuduga, membeli kue muffin sialan itu hanya membawa sial dan membuang waktu. Aku akan mengingat, tidak akan pernah membeli muffin itu.

‘oh tidak, mulai keluar lagi’ pekikku tertahan dan digantikan oleh luapan makanan-makanan yang belum sempat tercerna keluar dari mulutku. Yikes.. menjijikkan.

 

>>>>>>><<<<<<

 

Author POV

Soonji keluar dari Toilet dengan langkah terhyung-hyung dan kepala masih pening berjalan menuju tempatnya duduk.

Tanpa memedulikan sekitarnya, ia beres-beres barangnya yang berserakan dan bergegas keluar dari Cafe itu. Semenit saja ia tinggal lebih lama, Soonji tidak tahu bagaimana nasib isi dompetnya nanti. Karena perutnya yang kembali minta diisi setelah keluar dengan biadabnya di toilet tadi. Dan jelas ia tidak akan sanggup untuk membeli makan di cafe ini.

 

>>>>>>><<<<<<

 

Deru suara itu tidak mau hilang, dan pada taraf ini ia yakin ia telah gila. Deru suara itu tak mau meninggalkannya. Dia bingung dengan apa yang terjadi padanya, dia telah gila, demikian yang terus ia pikirkan selagi mendengar suara tersebut. Tak ada lagi yang ia dengar selain suara itu. Tidak suara professor Tanaka yang sedang mengajar, tidak pula suara celoteh teman-temannya yang ia yakin mereka sedang mengobrol. Dunia yang ia tinggali sepertinya telah berbeda dengan dunia yang ditinggali orang lain. Ia seperti telah terperangkap dalam dunianya sendiri. Dan di dunia dia, mungkin saja kedap suara karena ia tidak mendengar apa-apa selain deru suara itu.

Deru suara itu telah lama berdengung di telinganya sekitar setahun belakangan ini. awalnya ia mengira bahwa ia terkena tumor telinga atau apalah, namun setelah berkali-kali ia memeriksakan telinganya di Rumah sakit spesialis THT ia malah lebih yakin tempat yang seharusnya untuk dia adalah sebuah bangsal di rumah sakit jiwa.

 

Waktu terus bergulir dengan lambat sampai tiba waktunya makan siang. Dia tidak menuju kantin seperti yang seharusnya. Kantin adalah tempat terakhir yang akan ia kunjungi pada waktu makan siang. Tindakan yang tidak bijaksana bagi seorang lee dong hae jika ia pergi ke kantin pada waktu makan siang. Alih – alih berjalan belok kiri koridor utama mengarah ke kantin, ia malah menaiki Lift menuju lantai atas. Tempatnya yang seharusnya.

Lift segera berhenti ketika sampai di lantai teratas. Donghae pun keluar dan masih menaiki tangga yang berada di arah kiri lift. Setelah menaiki tangga untuk naik satu lantai, ia segera membuka gembok yang mengunci pintu di depannya. Seketika Donghae membuka pintu itu. Pintu tersebut tidak berisikan ruangan malahan pintu keluar untuk mencapai bagian paling teratas gedung universitas Toudou ini.

Senyum samar tersungging di bibirnya, Donghae segera duduk di bawah tanpa alas tidak memperdulikan bajunya yang kotor. Donghae jelas bukan tipe pria ‘prince-alike’, ia pun memilih tempat ini bukan seperti tipe-tipe prince charming yang lebih suka ketenangan dan memilih atap gedung sebagai tempat untuk membaca buku atau apalah. Atau tipe-tipe Gangster yang memilih atap gedung sebagai tempat untuk merokok dan tidur tanpa ketahuan.

 

Donghae hanya tidak bisa berkomunikasi. Itulah masalahnya. Tahun-tahun belakangan ini menjadi tahun tersulit bagi seorang Lee Donghae. Ia tidak bisa berkomunikasi pada orang-orang. Bukan karena tidak mau dan sombong, melainkan ia tidak tahu apa yang harus di ucapkannya. Atau bahkan, Donghae sama sekali tidak pernah mendengarkan apa yang mereka katakan. Seperti yang telah di akuinya, dunia tempat dia tinggal sekarang sangat hening. Layaknya film bisu hitam putih pada tahun 70-an kebawah. Jadi, ketika orang-orang berbicara kepadanya, ia tidak bisa mendengar sama sekali. Apakah karena memang tidak terdengar atau donghae yang memang tidak mau mendengar? Itu masih menjadi misteri bagi semua orang termasuk donghae sendiri.

 

Donghae menghela napas, ia terbaring di atas lantai dan mengedarkan pandangannya di antara langit biru mencari sesuatu yang menarik untuk dipandang.

 

‘ mungkin memejamkan mata sebentar tidak merugikan’ batinnya sambil menutup mata dan seketika terlelap .

>>>>.<<<<

 

Cho soonji, mahasiswa angkatan 3 jurusan kedokteran baru saja keluar dari kantor dosen dengan wajah suram. Dia sedang mengalami shock ringan karena baru saja di marahi oleh salah satu Dosen ter Killer di Universitas Toudou, professor Shou. Menghabiskan waktu makan siang nya hanya untuk mendengarkan ceramah Professor Shou, karena dirinya telah membolos mata kuliah nya yang penting. Dalam hati, Soonji tidak merasa setuju terhadap tindakan Professor Shou yang memarahinya hanya masalah sepele seperti itu. Dia bahkan tidak pernah melihat Professor Shou memarahi Koike Teppei, mahasiswa paling bengal seangkatan.

Namun kemudian ia mengingat apa perkataan Professor Shou tadi

“ aku mengatakan ini karena kau adalah salah satu murid asing terbaik di universitas ini. Dan, kau pasti tidak akan mau gelar mu sebagai murid terbaik dan beasiswa mu di ambil hanya karena satu hari membolos kan? Kau pun tahu, kami tidak akan rugi untuk melepas satu saja murid asing di sekolah ini, walau ia berbakat dan pintar seperti kamu. Masih ada banyak mahasiswa lokal yang bisa menggantikan posisi mu! KAU MENGERTI!!”

Kata-kata pedas yang diucapkan Professor Shou benar-benar menusuk hati soonji. Mau tak mau soonji merenungkan kesalahannya. Yeah, memang sebagian kesalahannya, tapi… tapi ini juga kesalahan pemuda itu.

Aihh!! Kalau saja ia tidak menginjak buku Perpustakaan yang Mahal itu, batin soonji.

Kriukk .. Kriuukkk ..perut karet Soonji menginginkan untuk diisi

 

.’ Dasar perut karet’ maki nya dalam hati.

 

Ia terus mengeluarkan tantrum, selama ia berjalan melewati koridor menuju lift. Mengenai betapa tidak adilnya hidup, betapa kejamnya kata-kata Professor Shou*yeah, walaupun ia benar*, dan betapa malang dirinya. Akhirnya ia sampai di depan lift dan menunggu sampai lift itu terbuka. Selagi menunggu pikirannya di penuhi oleh lelaki yang menabraknya. Masih teringat jelas di ingatan Soonji, sosok belakang lelaki itu. Begitu angkuh, batin soonji.

 

“ INI SEMUA KARENA MUUU” teriak soonji kesal berbarengan dengan pintu lift yang terbuka. Lift yang dipenuhi lampu di dalamnya terbuka sehingga cahaya yang tadinya terbendung dalam ruangan sempit itu keluar dan menyilaukan mata soonji. Pupilnya mengecil begitu pula dengan matanya yang menyipit alih alih menghindari cahaya itu, dan mulutnya menganga karena kaget.

Pada saat itu, waktu seperti telah berhenti bagi soonji. Walau jarak pengamatan soonji terbatas karena cahaya yang berlebihan, tapi dia bisa melihat satu-satunya orang yang berada di dalam lift itu. Tidak begitu jelas, tapi sosoknya membuat efek aneh di tubuh soonji. Seperti ada listrik yang menjalari tubuh soonji dan membuat lutut soonji seperti jelly.

TBC

7 thoughts on “You’re my heartbreaker part 1

  1. ada typo ya? yang harusnya sungyeol jadi sungmin? hehehhee itu kayanya cast sebelomnya sungmin atau author lagi mikirin sungmin nihh hahaha *readers sok tau
    aduh bayangin haepa yang cool gitu *.*
    ayo lanjut :D

    • huwaaaa bener sekaliii >////<

      itu cast sebenarnya sungmin… tapi …tiba tiba…. aku jadi ngefans sama sungyeol jadi sungminnya aku ganti hehehe

      me : mian ya oppa … muehueheuheu

      sungmin : *kabur* *nangis dipelukan kyu*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s