SK chapter 7

Title : SK (Chapter 7)

Author : CHOVLKYU

Main Cast : Shin Sang Ri

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Support Cast : ShinDong dan Lee Teuk (anggap aja mereka orang tua kyuhyun, donghae dan SangRi)

Rating : PG 17

Genre : Romance

Warning! : tinggakan komen walaupun  SK protect udah tayang..

Ps : Author freelance yang baru coba-coba buat FF. cuma pengen tahu aja kalian suka ga sama FF buatan aku atau engga sama sekali?.. plise jangan debasing, aku hanya fans yang sangat mencintai KYUHYUN OPPA sama seperti kalian, hanya ini yang bisa mengimbangi kegilaan ku pada EVIL MAGNAE..

Kritik dan saran sangat membantu aku memperbaiki di Chapt selanjutnya..

TKS B4 ya buat admin yang mau publis FF-ku ini.

SELAMAT MEMBACA!

Disclaim : No Plagiat! YES Like NO CopyPaste YES Comment

Cerita sebelumnya..

“apa yang terjadi denganmu?” tanyanya langsung.

Kyuhyun terlihat frustasi menunggu jawabanku “aku bilang aku ba..”

“jangan kau katakan kau baik-baik saja. Jelas aku tahu kau punya masalah dan menyembunyikan sesuatu dariku” kyuhyun meninju dinding disebelah kepalaku. Hal itu membuatku ketakutan, apa yang mestiku katakan? Diakhir rapat aku memang sedikit terburu-buru untuk ke toilet. Mualku kambuh lagi.

Kyuhyun meletakkan kedua tangannya dipinggangnya, menatapku dengan tatapan membunuhnya “jawab dengan jujur, apa kau hamil? apa itu anakku?” sontak aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, tubuhku limbung bersandar pada dinding. Kenapa, kenapa ia bisa tahu?

SK Chapter 7..

TBC

Cho Kyuhyun POV

Selesai makan siang dengan para klien aku langsung menuju Meeting Room yang letaknya 1lantai diatas ruangaku. Jam menunjukkan pukul 12.50 itu artinya masih ada 10menit lagi.

Cklek!

Hanya mereka berdua. Aku melihat SangRi sedang memakan sesuatu. Kenapa ia makan disini?

“kenapa hanya baru kalian berdua yang ada disini?” aku berjalan mengitari meja oval untuk menepati kursiku. SangRi terlihat buru-buru menghabiskan saladnya.

“kau sedang.. kau bisa mengatakannya padaku jika belum siap untuk rapat”

“tidak, aku sudah menyelesaikannya” ia berdiri hendak membuang sampah. Aku melihat sisa cream mayo disudut bibirnya.

aku menatap layar laptop untuk memberitakukannya “bersihkan cream yang ada dibibirmu” secepatnya ia membersihkan mayonise yang ada dibibirnya.

SangRi kembali ke ruang meeting, saat rapat akan dimulai. Mataku selalu memperhatikan gerak-geriknya yang menurutku mencurigakan. Berkali-kali aku memergokinya membaca laporan dihalaman sebelumnya untuk menutupi tindakannya memperhatikanku.

Aku melihatnya dalam keadaan tidak enak badan. Berkali-kali ia mengusap bahunya untuk menghangatkan badan. Tangannya beberapa kali mencoba menutupi mulutnya. Bukan ekpresi mengantuk tapi aku melihatnya seperti mual saat rapat berakhir. Ia buru-buru meninggalkan ruang rapat. Aku mengejarnya sebisaku. Ia menuju toilet, aku menunggunya untuk beberapa saat dan menjaga jarak saat SangRi keluar dari toilet.

“kau muntah-muntah? Aku punya obat untuk meredakannya atau kau mau ke dokter?” temannya tadi yang bersama diruang rapat menawarkan bantuan.

“tidak, terima kasih. Aku punya obat khusus, kemarin aku sudah ke dokter hanya keletihan biasa”

Ya tuhan, jadi benar dia kemarin ke rumah sakit. Beberapa hari lalu aku melihatnya keluar dari parkiran rumah sakit. Hanya saja aku tidak yakin kalau itu SangRi.

Obat khusus?

Salad?

Sebulan lalu..

Ya tuhan apa dia hamil?

___

Shin Sang Ri POV

Aku berusaha menghindari kyuhyun saat hendak keluar dari ruang meeting. Terlihat dari wajahnya banyak sekali pertanyaan yang ingin dilontarkannya. Aku memutar arah untuk keruanganku. ternyata aku salah, kyuhyun masih mengikutiku sampai ke toilet dan menjegal tanganku.

“apa yang terjadi denganmu?” tanyanya langsung.

Kyuhyun terlihat frustasi menunggu jawabanku, aku berusaha mengelak darinya, tapi ia malah menyudutkanku didinding “aku bilang aku bai..”

 

“jangan kau katakan kau baik-baik saja. Jelas aku tahu kau punya masalah dan menyembunyikan sesuatu dariku”

BUGG!

kyuhyun meninju dinding disebelah kepalaku. Hal itu membuatku ketakutan, apa yang mestiku katakan? Diakhir rapat aku memang sedikit terburu-buru untuk ke toilet. Mualku kambuh lagi. Dan itu karena alasan yang kusembunyikan.

Kyuhyun meletakkan kedua tangannya dipinggangnya, menatapku dengan tatapan membunuhnya “jawab dengan jujur, apa kau hamil?! apa itu anakku?!” sontak aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, tubuhku limbung bersandar pada dinding. Kenapa, kenapa ia bisa tahu?

Masih tidak mau mejawabnya, kyuhyun menjadi lebih frustasi lagi. Kyuhyun menarik tanganku keruang operator yang jaraknya tidak terlalu jauh dan sangat privasi, kyuhyun erniat mengitrogasiku. Ia mendorongku masuk, mengunci pintu dengan cepat lalu menyimpannya dalam kantong celananya, takut aku akan kabur ditengah introgasinya.

“apa itu anakku?” kyuhyun terkekeh, kekehannya bahakan terlihat seperti mengejek diri sendiri mengingat itu adalah hasil perbuatannya.

“sudah dipastikan itu benar! Sudah berapa lama ia tumbuh dirahimmu?” aku menatapnya benci saat mengatakan berapa lama benihnya tumbuh dirahimku. Itu sama saja membuatku harus mengingat hari-hariku yang habisku pakai untuk laridari masalah ini.

“kau menarikku kesini agar tidak ada orang yang mendengarkan bukan?” aku tidak berniat menjawab pertanyaannya, aku sama emosinya. “tidak ingin aib ini terbongkar kan?!”.

“kumohon SangRi, 4 minggu? 3minggu? Katakan SangRi? Aku ayahnya?” kyuhyun masih menyodoriku dengan banyak pertanyaanya dengan mengiba.

Dia menolak janinnya?  Ini membuatku gila. Harusnya kugugurkan saja kandungaku ini. Aku masih saja mempertahankan kandunganku yang mengalir darah-dagingnya dalam diriku. Dia seharusnya tidak diantara kami, paling tidak untuk saat ini. aku takut bayi ini menjadi masalah besar kami, seperti saat ini.

“ini sudah menjadi urusanku. Kau tidak usah khawatir, aku akan menggugurkannya. Setelah resign tentunya” entah kenapa aku menangis, hatiku sakit saat harus mengatakan akan menggugurkannya. Kalau bisa aku akan mengurusnya sendiri jika ayahnya menolak kehadirannya. Aku menjaga anak kami tidak apa-apa kan?

“ya tuhan.. SangRi kenapa kau setega itu? jangan berpikir bahwa aku tidak mengingikannya. Aku tidak akan membiarkanmu mengurusnya sendiri, kita akan membesarkannya bersama, aku akan sangat senang jika anakku lahir dari rahimmu, SangRi..” kyuhyun meraih wajahku dalam tangkuban tangannya. Membawaku duduk pada meja operator informasi untuk menenangkanku dalam pelukannya. Apa dia bilang?

Semua ini terjadi begitu cepat. Sulit dipercaya. Dia menginginkan bayiku? Membesarkannya bersama? Itu yang aku ingin dengar darinya jika dia mengetahuinya. Darah daging nya hidup dirahimku.. syukurlah.. aku ingin sepuasnya menguapkan emosiku dipelukannya. Terima kasih tuhan.

Tapi bagaimana dengan donghae? Keluarga kami? Aku tidak sanggup menyakiti mereka dengan dosa kotor yang telah kami perbuat. Mungkin pengakuannya saja sudah cukup bagiku. Aku akan menikah dengan donghae. Pupus duah harapan kuuntuk bersama dengannya.

Aku merasakan tetes air mata kyuhyun jatuh dibahuku. Tapi hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“tidak-tidak, kyuhyun-shi ini tidak benar. Biarkan seperti ini, aku akan menikah dengan kakakmu dan tetap membiarkan anak ini tumbuh” aku menghidar dari kurungan tubuhnya.

“kau mencintainya?! Seribu kali kau mengatakannya aku tetap tidak percaya. Aku tahu kau sangat mencintaiku. Tuhan membuktikannya dengan janin yang tubuh dirahimmu. Bayi kita, ini bukti agar kita menjaganya bersama, hanya kau dan aku..” kyuhyun mengelus perutku yang berisikan benihnya didalam perutku yang masih rata. Ia masih seperti tidak mempercayainya, air mukanya mulai cerah.

Apa benar yang dikatakan kyuhyun. Janin ini tumbuh karena adanya cinta kami? Sayangnnya aku masih ingin berdebat dengan kyuhyun, mengingat masih ada dongahe diantara kami.

“sst.., lupakan malam gila dirumahmu itu. Justru tuhan menghukumku karena telah nyakiti donghae sst..” aku sedikit mendesah ketika tangan itu bergerak seduktif diatas perutku. maafkan aku kyu.. aku tidak tega menyakiti donghae..

“dia sangat mencintaiku. Jika aku mengatakan yang sebenarnya, mungkin dia akan memaafkanku dan menikahiku”

“apa donghae sudah tahu? Kalian akan menikah. Ku mohon jangan lakukan itu SangRi.. kau memisahkan aku dengan anak ini. ” pinta kyuhyun mengiba.

“tidak! Anak ini anakku bukan donghae ayahnya.. tolong batalkan pernikahan kalian” Kyuhyun mengeleng tidak terima aku perlakukan seperti ini. Kening kami diletakkannya saling beradu. Seolah dirinya mampu menenangkan emosiku yang memanas.

“tidak, tidak. Kau milikku, tuhan menitipkan ini pada kita untuk dijaga bukan disia-siakan” aku memejamkan mata untuk mencoba berpikir jernih. Bodohnya aku tidak mampu berpikir jika kyuhyun bersikap begini. Kalau boleh jujur aku sangat ingin bersamanya. Membentuk keluarga kecil yang bahagia, itu keinginanku.

“ hiks.. kau menyesal? Hiks.. Kau membiarkanku mengemis cinta padamu setiap harinya, dan memaksaku melakukannya saat aku mengatakan sudah tidak mencintaimu. Semudah itukah perasaan itu dibalik.. hiks..”

“kenapa? Kenapa kau melepaskan sesuatu yang hampir kau genggam dan meraih yang bukan kau inginkan. Aku mencintaimu jagi” apa ini pilihan bodohku lagi? Donghae pernah mengatakannya beberapa tahun yang lalu, saat aku mulai menyukai kyuhyun.

“tidakkah kau jujur pada perasaanmu.. jagiya, Saranghae..” kyuhyun mendekapku dalam pelukannya. Seperti yang dilakukannya dulu, mentransfer energy. Saat ketidak berdayaanku perlahan mulai sirna.

Kyuhyun menciumku, membuktikan cintanya agar aku semakin yakin dengan memilihnya. Kecupan demi kecupannya mulai bersaing dengan isak tangisku. Membungkamnya dengan kuluman agar aku berhenti menangis. Isakanku berhenti digantikan dengan adu lidah kami. Saling mendesah, melontarkan keinginan untuk terus bersama dan tidak terlepas. Kyuhyun tidak menyerah membuatku makin terhanyut, memenjarakanku dalam ketersiksaan mendesah. Seakan tahu aku membutukan sesuatu untuk dikeluarkan dan diungkapkan. Dan ini akhir yang indah. Hanya ada kami bertiga. Aku, kyuhyun, bayi ini.

Lee Donghae POV

Aku berjalan menuju ruang kerja SangRi. Ternyata wanita yang kurindukan beberapa hari ini tidak ada.

 “kau mencintainya. Seribu kali kau mengatakannya aku tetap tidak percaya. Aku tahu kau sangat mencintaiku. Tuhan membuktikannya dengan janin yang tubuh dirahimmu. Bayi kita, kita harus menjaganya bersama”

Aku mengenali suara ini. sepertinya..

“sst.., lupakan malam gila dirumahmu itu. Justru tuhan menghukumku karena telah nyakiti donghae sst..”

Sialnya microfon memperjelas pembicaraan mereka.

“dia sangat mencintaiku. Jika aku mengatakan yang sebenarnya, mungkin dia akan memaafkanku dan menikahiku”

“apa donghae sudah tahu? Kalian akan menikah. Ku mohon jangan lakukan itu SangRi.. kau memisahkan aku dengan anak ini. ” pinta kyuhyun dengan suara mengiba.

“tidak! Anak ini anakku bukan donghae ayahnya.. tolong batalkan pernikahan kalian”

Pantaskah mereka memamerkan hubungan gelap dengan cara seperti ini. Kalian sungguh tidak tahu malu. Untuk apa mengebut namaku dengan sangat jelas!

“tidak, tidak. Kau milikku, tuhan menitipkan ini pada kita untuk dijaga bukan disia-siakan”

Menghalalkan segala cara dan menusukku dari belakang. Sangat menyakitkan sekali.

“ hiks.. kau menyesal? Hiks.. Kau membiarkanku mengemis cinta padamu setiap harinya, dan memaksaku melakukannya saat aku mengatakan sudah tidak mencintaimu. Semudah itukah perasaan itu dibalik.. hiks..” aku masuk kedalam lift untuk naik karena ruang operator berada diatas ruang kantor ku.

“kenapa? Kenapa kau melepaskan sesuatu yang hampir kau genggam dan meraih yang bukan kau inginkan. Aku mencintaimu jagi” aku tidak suka, ia memaksa Sangri seperti itu.

“tidakkah kau jujur pada perasaanmu.. jagiya, Saranghae..” aku jijik mendengar dialog live mereka. Bahkan dialognya terus mengema diseluruh ruangan. Seperti drama percintaan. Aku harus menghentikan mereka. Untuk apa membawa-bawaku dalam dialog mereka dan memaksa Sangri mengakhiri hubungan denganku.

Kyuhyun harus sadar SangRi akan menikah denganku..

___

Brak!

“hh. Hh.. hh..” nafasku berpacu sangat cepat, aku sangat bernafsu memburu mereka. Menangkap basah mereka yang telah melakukan hubungan terlarang dibelakangku.

Clek! . Aku mematikan mic yang menyiarkan adegan percintaan keseluruh gedung. Beruntungnya mereka cepat lenyap dari sini.

Mereka menghilang, tanpa menyisakan sesuatu. Tidak tapi dihatiku terbentuk luka yang amat menganga. Sangri telah mendapatkan cintanya, meninggalkan aku yang terpuruk. Kenapa mereka setega itu? Menjalani hubungan terlarang dibelakangku.

Ini tidak bisa terjadi. Kami akan menikah dan aku yang akan memiliki SangRi meski didalam rahimnya terdapat benih adikku. Kyuhyun harus tahu bagaimana rasanya tidak dianggap. Tidak dicintai sangatlah menyakitkan terlebih tertahun-tahun lamanya.

Awa saja kalian berdua!

Aku memukul kasar pintu ruang operator dan meninggalkan ruangan itu.

Shin Sang Ri POV

“Kyuhyun-shi habis ini kita akan kemana?” aku meletakkan gelas coffe yang habisku minum. Kyuhyun malah menarikku kedalam pelukannya. Tindakan pertamanya sebagai pria yang kucintai. Pelukan pertama kekasihku.

“kemanapun, asalkan kau tetap disisiku” kata-kata pertamanya yang membuatku merasa memiliki dan menguasai hidupnya. Kyuhyun mengatakannya semudah yang dibayangkan. Kami disini sudah beberapa jam, membuatku merasa baru saja terlepas dari masalah berat.

Kami sekarang sudah mengetahui perasaan masing-masing, kesalah pahaman tadi membuatku bersyukur. Kami akan menjaga janin ini sampai ia lahir ke bumi. Aku mengeratkan pelukanku pada tubuhnya, aku lupa memakai baju hangat. Angin sore ini terlalu dingin untuk menikmati udara musim gugur.

“bebanku seperti terangkat..” desahku dalam satu hembusan nafas.

“yahh.. dirimu membuatku bersemangat untuk mendapatkanmu..”

“emm” aku mengiyakannya dengan lemah sambil memejamkan mata. Aku lebih terfokus dengan pelukannya hangat yang sudah berhasil menguapkan masalah kami.

“bisa kau memanggilku oppa?” oppa? Tidakkah itu terlalu… err..

“ottoke? Aku tidak terbiasa memanggilmu dengan sebutan oppa, menyatakan oppa saja bisa dihuting dengan jari?”

“baiklah terserahmu. panggil aku sesukamu”

Sepertinya sedikit hiburan mungkin baik. “ne,oppa” ia menoleh kaget! Aku tersenyum melihat wajahnya. Ternyat kyuhyun memiliki wajah yang sangat manis jika sedang kaget.

Aku menepuk-nepuk tangan kananku yang berada didadanya“tidak usah berlebihan, aku akan memanggilmu oppa!” ujarku girang.

“coba katakan sekali lagi…”

“oppa..” sepertinya evil loughnya sudah kembali.

___

“oppa aku takut?” aku menahan tangan kyuhyun oppa.

“apa yang kau takutkan kita hanya berkata jujur?” iya tapi..?

Jujur, modal pertama kami saat menginjakan kakiku kedalam rumah, adalah keberanian. Omong kosong  jika aku mengatakan karena cinta, bagi mereka yang tidak tahu bahwa kami saling mencintai sejak lama. Aku harap appa dan umma mau menerima kami. Aku tidak mau melepas lagi. Setelah mengenggamnya, maka aku harus menjaganya dan menyimpan baik-baik bukan? Terlebih ada anak yang harus kami jaga bersama..

Aku terus menundukkan kepala saat umma menatap kami bingung, dan untungnya appa sedang tugas keluar negeri. Aku langsung menyambar tubuh umma untuk kupeluk. Umma harus tau apa yang anaknya inginkan.

“umma, aku ingin kau tahu apa yang anakmu inginkan saat ini?..” umma mengelus punggungku penuh sayang.

Air mataku mulai menetes mengingat dosa yang telahku perbuat selama ini “umma bolehkah aku bersama kyuhyun. Aku tidak yakin akan bahagia jika menikah dengan donghae dalam keraguan dan keterpaksaan..”

Umma meraih wajahku dalam tangkupan tangannya “kenapa tidak segera pergi?” jawab umma yang mengagetkanku dan kyuhyun. “ajumma kami?..”

“untuk apa kau mengatakannya lagi.. bukankah itu sudah sangat jelas. Lakukanlah jika itu yang menurutmu terbaik. Menurutku ini belum terlambat. Aku sangat tahu kalian saling mencintai” inilah yang aku banggakan dari ummaku. Kami tidak akan mendapat restu jika kami tidak memintanya sendiri. Dan restu kami dapat meski tidak dari ayahku.

“kyuhyun-shi, jangan membuat orang tuamu khawatir”

“ajjuma, aku akan mengatakannya. Boleh aku membawa anakmu?”

TBC

PS: Dan sekali lagi diharapkan komen kalian ‘BERGUNA BUAT SAYA’ , seperti yang udah di janjikan sama saya dulu.. rating max udah lunas ya..

 

 

42 thoughts on “SK chapter 7

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s