Its a Wonderful Gift!

Title: Its a Wonderful Gift!

Cast: Choi SeoWoo, Choi SiWon

Support Cast: Jung YongHwa, Lee HyukJae, Cho KyuHyun, Lee SunHi, Cho MinHee, Jung EunJi.

Author: Stellyn  Jung (stellyn.wordpress.com)

Rating: All Ages

Genre: Romantic

-_-_-_-_-_-_-

“Ne, tolong rapatnya segera dijadwalkan dengan sekretarisku. Kamsahamnida.” Kata seorang namja berparas tinggi tegap kepada seorang namja lainnya.

“Ne sajangnim. Akan segera saya urus ke HyuAn-sshi.” Ujar namja lain kemudian keluar dari ruangan namja berparas tinggi tersebut.

Setelah dilihatnya tidak akan ada yang menganggunya lagi, ia memutuskan untuk menyandarkan dirinya pada bangku kerjanya kemudian melonggarkan sedikit ikatan dasinya. Ia memijat kepalanya yang tidak terasa pusing. Ia hanya merasa bingung untuk memutuskan melakukan sesuatu bagi seseorang yang berarti dalam hidupnya sekarang.

Kring kring. Telepon kantornya berbunyi, menandakan bahwa ada panggilan masuk dari sekretarisnya.

“Ne?”

“SiWon sajangnim, nona Choi SeoWoo ingin bertemu dengan anda. Saat ini ia sedang menunggu anda di lobby.” Ujar HyuAn pada namja bernama Choi SiWon di telepon.

“Ah. Suruh ia masuk ke dalam ruanganku saja.” Ujar SiWon cepat kemudian membereskan dasinya dan memasang muka ceria, agar kekasihnya itu tidak merasa khawatir pada SiWon karena pekerjaan SiWon yang terus menumpuk.

Tok tok tok.

“Ne? Masuk saja Woo-ya.”

Perlahan pintu ruangan SiWon terbuka dan seorang yeoja berpakaian floral dress dengan cardigan putih, sepatu flat hitam serta tas tangan masuk ke dalam ruangan SiWon dengan wajah yang berseri-seri. SiWon tersenyum melihat kedatangan yeoja tersebut.

“Oppa! Bogoshipo!” Ujar yeoja tersebut kepada SiWon kemudian memeluk SiWon. SiWon balas memeluk yeoja tersebut.

“Nado Woo-ya” ujar SiWon kepada yeoja bernama Choi SeoWoo itu sambil melepaskan pelukan mereka.

“Oppa, kau sudah makan siang?” Tanya SeoWoo. Belum SiWon menjawab, perut SiWon berbunyi (baca: memberikan isyarat lebih dahulu) yang membuat SeoWoo tertawa kecil dan SiWon tersenyum malu, salah tingkah.

“Aku juga belum makan oppa. Ayo kita makan! Kajja!” Ajak SeoWoo sambil menarik SiWon keluar dari ruangannya kemudian segera menuju sebuah kafe yang berada di seberang perusahaan Choi Corp yang biasanya digunakan untuk bertemu dengan beberapa klien oleh para karyawan Choi Corp.

Sesampainya di kafe bernama ‘La e’carte’ SeoWoo memilih untuk duduk di lantai 2 agak pojok tapi tetap berada di dekat jendela agar ia bisa melihat pemandangan sekitarnya. SiWon mengikuti kekasihnya tersebut. SiWon tahu SeoWoo memilih tempat tersebut agar mereka memiliki sedikit privasi.

“Anda ingin memesan apa agasshi?” Tanya pelayan kepada mereka.

“Lasagna dan Hot Cappucino. Spaghetti Bolognese dan Strawberry juice.” Jawab SeoWoo cepat sebelum SiWon sempat menjawabnya. SiWon terkekeh pelan melihat tingkah laku kekasihnya ini.

“Mohon tunggu agasshi.” Ujar pelayan itu kemudian pergi meninggalkan SeoWoo dan SiWon.

“Bagaimana pekerjaanmu Woo-ya?” Tanya SiWon memulai percakapan.

“Baik oppa. Aku sudah mendapatkan pekerjaan tetap sebagai interior design di perusahaan KyuHyun” jawab SeoWoo senang.

“Wah. Chukkae Woo-ya!” Ujar SiWon sambil mengacak rambut SeoWoo.

“Oppa!” Teriak SeoWoo kesal dengan ulah SiWon. SiWon hanya terkekeh pelan.

Tak lama, pesanan mereka pun datang. Mereka makan sambil sesekali mengobrol mengenai banyak hal. Mulai dari pekerjaan SeoWoo sampai anjing peliharaan SiWon bernama Hye. Obrolan mereka tak ada habisnya. Tak terasa makanan mereka telah habis.

“Oppa, habis ini kau ada jadwal apa?” Tanya SeoWoo.

“Seingatku ada rapat dengan pemegang saham Choi Corp. Sesudah itu bertemu dengan klien. Mungkin bisa larut malam. Wae, Woo-ya?” Tanya SiWon.

“Aniya. Hanya ingin tahu saja. Jangan terlalu capai oppa. Aku tidak ingin kau jatuh sakit.” Ujar SeoWoo. SiWon mengangguk sambil tersenyum. Mau tidak mau SeoWoo pun ikut tersenyum.

“Kajja. Aku tidak ingin Direktur Choi Corp ini terlambat menghadiri rapatnya.” Ujar SeoWoo dengan nada jahil yang membuat SiWon gemas dengannya sampai-sampai SiWon mencubit pipi SeoWoo hingga SeoWoo kesakitan.

SeoWoo ingin membalas perbuatan SiWon, tapi terlambat. SiWon sudah keburu berlari kembali ke arah gedungnya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah SeoWoo. SeoWoo tersenyum balik dan melambaikan tangannya pula. Sosok SiWon sudah tak terlihat lagi sekarang.

“Berjuang Choi SiWon sajangnim! Hwaiting!” Ucap SeoWoo pelan sambil.  tetap tersenyum. SeoWoo memutuskan untuk pergi ke tempat trio temannya berada yaitu SunHi, MinHee dan EunJi di butik milik EunJi.

-_-_-_-_-_-_-_-

“Ne, terima kasih atas kerja samanya hari ini!”

Pintu ruang rapat di lantai 15 Gedung Choi Corp pun terbuka lebar. Banyak karyawan keluar dengan cepat dari ruangan tersebut. Yang terakhir keluar adalah SiWon dan seorang namja. Mereka berjalan menuju ke lift dan terlihat masih serius membicarakan sesuatu tapi lama kelamaan mereka berdua terlihat seperti bercanda. Tak lama kemudian pintu lift terbuka dan mereka berdua masuk dalam lift tersebut. SiWon memencet tombol 10.

“Hyung, jadi apa yang sudah kau siapkan untuk ulang tahun SeoWoo?” Ujar namja tersebut begitu mereka berdua keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan SiWon.

“Ne? Ulang tahun SeoWoo?” Tanya SiWon polos. Beberapa detik kemudian, ia menyadari sesuatu dan menjentikkan jarinya.

“Aku lupa, YongHwa-ya!” SiWon menepuk jidatnya sendiri sementara YongHwa melihatnya dengan tatapan ‘bagaimana-sih-kau-ini’. Yang ditatap hanya nyengir. Mereka memasuki ruangan SiWon kemudian duduk di sofa.

“4 hari lagi adalah hari ulang tahunnya hyung! Bagaimana kau bisa melupakannya?” Ujar YongHwa kesal dengan penyakit lupa hyungnya yang satu ini.

“Beberapa hari ini kegiatanku di kantor sangat padat. Tidak sepertimu yang bisa memberikan tugas tersebut terhadap bawahanmu” jawab SiWon dengan nada lelah.

YongHwa menepuk-nepuk pundak SiWon. “Itulah gunanya ad teman, arraseo hyung? Aku tahu kau tidak ingin SeoWoo tahu keadaanmu. Kau bisa berbagi denganku, KyuHyun, atau HyukJae hyung kalau kau sedang merasa letih. Siapa tahu kami bisa bantu.”

“Gomawo YongHwa-ya.” Siwon tersenyum pada YongHwa begitupula sebaliknya.

“Jadi? Apa kau sudah mempunyai rencana?” Tanya YongHwa. SiWon menggeleng pelan.

“Bukan rencana juga sih. Tapi memang sudah kupikirkan dalam beberapa bulan belakangan ini.” Ungkap SiWon yang membuat YongHwa mengerutkan dahinya, bingung.

“Lalu? Hal apa yang ingin kau lakukan,hyung?” SiWon mengangguk pelan.

“Begini YongHwa ya. Aku butuh bantuanmu, HyukJae, KyuHyun, serta sahabat dari SeoWoo itu sendiri” YongHwa mengangguk.

“Yang ingin kulakukan adalah…”

-_-_-_-_-_-_-

Hari silih berganti dan hari ini adalah ulang tahun SeoWoo yang ke 23. Akan tetapi SeoWoo tidak menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Maklum lah, SeoWoo termasuk pelupa, sama seperti kekasihnya.

Hari ini SeoWoo mempunyai rencana untuk pergi seharian bersama 3 chingunya itu. SeoWoo tengah berada di lobby apartemennya, menunggu dijemput oleh EunJi. Sebelumnya EunJi sudah menjemput SunHi dan MinHee.

SeoWoo mengenakan t-shirt putih yang dipadukan dengan hot pants biru muda dan sendal jepit. EunJi mengenakan t-shirt putih dengan jaket hitam dipadukan dengan celana pendek hitam serta sendal jepit. SunHi dan MinHee mengenakan baju kembaran, celana pendek (SunHi), rok mini (MinHee), serta sendal jepit.

SeoWoo sama sekali tidak curiga dengan mereka bertiga yang jelas-jelas memiliki rencana khusus untuk SeoWoo hari ini. Begitu mobil EunJi tiba di lobby apartemennya, SeoWoo segera mendatangi mobilnya.

“So, where will we go, guys?” Tanya SeoWoo begitu ia memasuki mobil EunJi. EunJi segera melajukan mobilnya.

“Temani kami shopping hari ini. Kami butuh gaun dan teman-temannya untuk pesta nanti malam. Begitu pula untukmu.” Ujar SunHi.

“Ada acara apa?” Tanya SeoWoo pada EunJi yang sedang konsen menyetir.

“Hari ini hari 1st anniversary kafe milik SunHi. Kau lupa, Woo-ya? Nanti malam kita ada pesta kecil-kecilan di sana.” Jawab EunJi yang diikuti oleh anggukan kecil SeoWoo. Sebenarnya SeoWoo merasa ada yang aneh karena para sahabatnya ini sama sekali tidak memberitahu apapun ke SeoWoo sebelumnya. Tapi SeoWoo membuang jauh-jauh pikiran itu. SeoWoo berpikiran positif bahwa para sahabatnya ini sudah memberitahunya dan ia lupa akan hal itu.

“Tapi aku tidak membawa uang yang cukup” ujar SeoWoo polos

“Tenang saja. Urusan uang untuk membelinya, sudah ada tersendiri bagi kita. Yang perlu kau lakukan hanyalah mencari yang cocok untukmu dan mengenakannya nanti malam” ujar MinHee menimpali. SeoWoo hanya mengangguk-angguk saja.

Sesampainya di depan butik milik keluarga EunJi, EunJi memarkirkan mobilnya tepat di depan butiknya. Mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam butik EunJi.

“Di sini aku sudah mempersiapkan beberapa buah pilihan dress yang mungkin cocok dan sesuai selera kalian. Silahkan dipilih. Kalau tidak ada yang berkenan dengan kalian, beritahu aku. Aku akan segera mengantar kalian ke toko lainnya.” Ujar EunJi.

“Loh? Bagaimana dengan dressmu?” Tanya SeoWoo.

“Dressku sudah kusiapkan sendiri. Dan tentunya punyaku bukan dress. Tetap dengan celana panjang.” Jawab EunJi.

“Aku tinggal dulu ya. Ada beberapa hal yang harus kuurus.” EunJi pergi menuju lantai 2 meninggalkan SeoWoo, MinHee dan SunHi yang sibuk memilih dress yang akan mereka kenakan.

Setengah jam telah berlalu. EunJi yang telah menyelesaikan urusannya turun ke bawah untuk melihat pilihan SeoWoo, MinHee dan SunHi. Ia melihat MinHee sedang sibuk memilih aksesoris sementara SunHi dan SeoWoo duduk istirahat di sofa yang disediakan.

“How?” Tanya EunJi singkat.

“Like what you see. MinHee got it, not for us.” Jawab SunHi yang membuat EunJi tersenyum kecil.

“Finish!” Ujar MinHee senang setelah menemukan aksesoris yang cocok dengan gaun yang ia pilih.

“Tolong siapkan gaun dan aksesoris yang telah MinHee pilih untuk dikenakan nanti sore.” Ujar EunJi pada salah satu karyawannya. Karyawannya mengangguk kemudian membawa masuk gaun serta aksesories pilihan MinHee.

“Mian EunJi-ya. Gaun yang kuinginkan tidak ada pada model gaun yang kau berikan pada kami.” Ujar SeoWoo menyesal.

“Gwenchana Woo-ya. Kita masih bisa pergi setelah ini. Masih ada 6 jam sebelum acarnya dimulai. Kajja!” Ujar EunJi kemudian keluar dari butiknya diikuti yang lain dan masuk ke dalan mobilnya kembali. EunJi segera melajukan mobilnya menuju toko butik berikutnya.

Ada sekitar 3-4 butik yang mereka kunjungi selain butik milik keluarga EunJi. SeoWoo mendapatkan gaun dan aksesorisnya pada butik ke-3 sedangkan SunHi mendapatkan gaun dan aksesorisnya pada butik ke-4. Sekarang mereka hanya perlu mencari high heels / wedges yang akan mereka kenakan ke pesta tersebut.

“Aku punya rekomendasi tempat yang modelnya oke-oke. Bagaimana?” Ujar MinHee diikuti anggukan yang lain. EunJi segera melajukan mobilnya menuju tempat yang dimaksud oleh MinHee.

Sesampainya di sana, mereka segera turun kemudian memasuki toko sepatu tersebut. Ternyata sang pemilik adalah teman baik dari Eomma MinHee. Tentu saja ahjumma itu menyambut mereka dengan baik. Bahkan sang pemilik sendiri yang langsung turun tangan mencarikan model yang cocok bagi gaun mereka dan diri mereka. Mereka ber4 langsung menemukan high heels / wedges yang mereka cari dan sesuai dengan selera serta gaun mereka.

Setelah menemukan semua hal yang mereka cari untuk mempersiapkan diri untuk pesta nanti malam, mereka kembali ke butik EunJi untuk bersiap-siap karena acara pesta tersebut akan dimulai sekitar 2 jam lagi. EunJi telah meminta karyawannya untuk memanggil RyeoJi-sshi – Stylish pribadi keluarga Jung – untuk menangani make up serta hair stylish mereka ber4. RyeoJi dan para karyawannya segera mengmake over EunJi, SeoWoo, SunHi dan MinHee sebelum mereka mengenakan gaun dan aksesorisnya.

Waktu telah berjalan kurang lebih satu jam. Saat ini mereka ber4 sedang mengenakan gaun dan aksesoriesnya. Mereka telah selesai di make up oleh RyeoJi dan para karyawannya dan hasilnya sangat memuaskan bagi mereka.

“RyeoJi eonni, hasilnya sangat memuaskan!” Puji SeoWoo sambil melihat pantulan dirinya pada kaca setelah ia mengenakan gaun dan aksesorisnya.

“Sangat sesuai dengan gaun dan aksesoris yang kugunakan!” Puji EunJi yang diikuti anggukan SunHi dan MinHee.

“Gomawoyo. Aku juga sangat senang bisa mengmake over kalian ber4. Sudah lama sekali aku tidak mengmake over kalian. Apalagi kau, SeoWoo. Malam ini kau begitu berbeda!” Puji RyeoJi balik kepada SeoWoo yang membuat SeoWoo tersipu malu.

“Nah, sekarang waktunya kita berangkat. Acaranya akan dimulai setengah jam lagi.” Ujar SunHi.

“RyeoJi eonni, kami pergi dulu ya. HyeJin-sshi, tolong urus segala keperluan RyeoJi eonni selama di sini. Aku pergi dulu” ujar EunJi meminta tolong pada salah satu karyawan kepercayaannya.

Mereka ber4 mengenakan high heels/ wedges yang sudah mereka pilih kemudian keluar dari butik milik EunJi. EunJi dan SunHi duduk di depan sementara SeoWoo duduk di belakang bersama MinHee. EunJi melajukan mobil Ferrari merah kesayangannya kali ini. Mobil yang tadi ia gunakan sudah di bawa pulang oleh supir yang tadi ia minta untuk membawakan mobil ferrari ini ke butiknya.

-_-_-_-_-_-_-_-

“Woah!”

SeoWoo kagum dengan dekor bagian luar kafe milik SunHi. Sangat sesuai dengan konsep desain yang dianut oleh SeoWoo, Chic but simple. Ornamennya berwarna coklat muda agak bling-bling, tapi warna dasarnya berwarna putih bersih.

“Kau suka?” Tanya SunHi. SeoWoo mengangguk antusias.

“Baguslah kalau kau suka.” Jawab SunHi pelan yang membuat SeoWoo sedikit mengeriyit bingung.

“Memang ada hubungan apa antara aku dengan dekornya, SunHi-ya?” Tanya SeoWoo polos yang membuat EunJi, MinHee, dan SunHi terkekeh pelan.

“Ayo kita masuk ke dalam. Sebentar lagi acaranya akan segera di mulai” ajak SunHi sambil menggandeng tangan SeoWoo masuk ke dalam kafenya diikuti MinHee dan EunJi.

Begitu mereka memasuki kafe milik SunHi, terdengar alunan lagu Happy Birthday. SeoWoo bingung, ia berpikir siapa yang berulang tahu hari ini. Ia menoleh ke arah teman-temannya yang sedang tersenyum mencurigakan. Teman-temannya menarik SeoWoo untuk berdiri di atas podium kemudian..

“Happy Birthday, Choi SeoWoo!” Teriak EunJi, SunHi dan MinHee bersamaan dengan HyukJae, YongHwa, dan KyuHyun yang sejak tadi berada di dalam kafe tersebut.

SeoWoo terdiam. Beberapa saat kemudian ia membelalakan matanya, baru menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Pantas saja hari ini mereka sedikit berbeda, pikir SeoWoo. SeoWoo tersenyum senang mendapatkan kejutan dari para sahabatnya ini. Ia sangat tidak menyangka bahwa mereka akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuknya hari ini.

“Woo-ya” SeoWoo menoleh ke arah suara itu berasal dan mendapati SiWon tengah berjalan ke arahnya sambil membawa kue ulang tahun untuknya.

“Ayo ucapkan permohonanmu kemudian tiup lilinnya” ucap SiWon begitu ia berdiri di depan SeoWoo. SeoWoo menutup matanya kemudian mengucapkan permohonannya dalam hati setelah itu meniup lilinnya. SunHi mengambil kue yang dipegang SiWon kemudian menaruhnya pada sebuah meja yang terletak tak jauh dari mereka berkumpul.

“Gomawoyo. Aku benar-benar lupa hari ini aku berulang tahun.” Ucap SeoWoo senang sekaligus sedikit malu karena ia melupakan hari ulang tahunnya sendiri.

“Sama-sama, Woo-ya. Kami sudah mengira kau pasti akan lupa hari ulang tahunmu sendiri. Kami sengaja membuat kau sibuk beberapa hari ini.” Ujar MinHee senang karena berhasil mengelabui SeoWoo. SeoWoo menggembungkan pipinya, kesal. Tentu saja SeoWoo hanya bercanda.

“Happy birthday Woo-ya. I love you so much” ucap SiWon kemudian memeluk SeoWoo dan mengecup keningnya.

“Gomawo, Nae Masi oppa. I love you too.” Ujar SeoWoo balas memeluk SiWon dengan muka yang sudah merah seperti tomat.

“Haizz. Jangan mulai untuk bermesra-mesraan sekarang. Waktunya masih nanti.” Ujar EunJi meledek yang membuat keduanya melepaskan pelukan mereka dan salah tingkah yang membuat EunJi dan yang lainnya terkekeh pelan.

“Happy birthday Woo-ya” ujar EunJi kemudian memeluk SeoWoo. SeoWoo membalas pelukan EunJi.

“Gomawo, Ji-ah. Secepatnya temuka pengganti ‘dia’, ne?” Ujar SeoWoo sambil melepaskan pelukan mereka. EunJi hanya tersenyum hambar.

“Saengil chukkahamnida, uri dumpling!” Ujar MinHee dan SunHi bersamaan.

“Gomawoyo, Hee-ya, Sun-ya!” Ujar SeoWoo sambil memeluk mereka berdua.

“Langgeng-langgeng dengan pasangan kalian, ne?” Ujar SeoWoo bercanda sambil melepaskan pelukannya. MinHee dan SunHi tersenyum sambil menagngguk.

“Happy birthday Woo-ya. Semoga semakin pintar, semakin bijaksana, dan persahabatan kalian tidak putus.” Ujar YongHwa bijaksana.

“Gomawoyo, Yong-ah. Segera resmikan hubunganmu! Sadarkan dia akan perasaanmu. Buat ia kembali seperti Ji-ya yang kukenal.” ujar SeoWoo dengan nada sedikit lirih sambil melirik ke arah EunJi yang membuat YongHwa salah tingkah dan sedikit penasaran mengenai perkataan SeoWoo.

“Saengil Chukkaehamnida, SeoWoo!” Ujar HyukJae dengan heboh yang langsung mendapat cubitan kecil di perut HyukJae dari SunHi. Yang lain tertawa kecil melihat tingkah HyukJae.

“Gomawo Hyuk oppa. Jangan melihat yeoja yang lain arra? Aku capek mendengar ocehan SunHi tentangmu.” Ujar SeoWoo sambil tertawa. Semua tertawa kecuali HyukJae yang menunjukkan muka pura-pura kesal.

“Chukkae Woo-ya.” Ujar KyuHyun sambil menjabat tangan SeoWoo. SeoWoo membalas jabatan tangan KyuHyun.

“Gomawo Kyu-ah. Jangan selalu bermain game! MinHee terlantar tuh” SeoWoo menunjuk MinHee yang langsung mendapat cengiran KyuHyun dan SeoWoo di pelototi oleh MinHee. SeoWoo pun memberikan cengiran pada MinHee.

“Nah, saatnya pemberian kado.” Ujar EunJi sambil membawakan sebuah laptop menyala dan headphone untuk SeoWoo. YongHwa dan KyuHyun mengambil sebuah meja untuk meletakkan laptop tersebut dan sebuah kursi untuk SeoWoo duduki.

“Nah, Woo-ya. Sekarang kami memiliki sebuah kejutan lagi untukmu. Duduklah di sini dan gunakan headphone itu” ujar MinHee. SeoWoo duduk pada kursi tersebut dan memakai headphone itu kemudian melihat ke arah layar laptop.

“Sudah bisa dibuka sekarang eomonim.” Ujar SunHi agak keras di dekat microphone yang terdapat pada headphone tersebut.

Layar hitam pada laptop tersebut berubah menjadi terang dan menunjukkan 2 yeoja dan seorang namja atau sepasang suami istri yang sudah berumur dan seorang yeoja yang tampak memiliki umur yang lebih tua dari SeoWoo.

“Appa! Eomma! JiWoo eonni!” Ujar SeoWoo kaget melihat mereka bertiga ada di layar laptop.

“Anneyong, Woo-ya. Uri dumpling~” ujar eomma SeoWoo.

“Jeongmal bogoshipo, appa, eomma, JiWoo eonni” ujar SeoWoo sambil berusaha menahan air matanya keluar. Pengelihatan SeoWoo mulai sedikit buram karena air matanya mulai keluar.

“Uri dumpling sudah dewasa ya sekarang.” Ujar appa SeoWoo. SeoWoo telah berpisah dari keluarganya sejak ia berumur 12 tahun. Ia dititipkan di rumah halmeoni nya oleh orang tuanya. Keluarga SeoWoo sendiri juga belum bisa kembali ke Korea karena pekerjaan mereka yang menumpuk di sana.

“Saengil chukkaehamnida Uri SeoWoo.” Ujar mereka bersamaan yang membuat air mata SeoWoo tumpah. SiWon memberikan tissue pada SeoWoo untuk menghapus air matanya.

“Jangan menangis, Woo-ya. Mianhae kami meninggalkan kamu begitu lama di Korea. Apalagi semenjak halmeoni meninggal 2 tahun lalu.” Ujar JiWoo pada SeoWoo.

“Kami punya kabar baik untukmu, SeoWoo. Tunggulah kami setahun lagi, nak. Sebentar lagi kami akan kembali ke Korea. Appamu ditugaskan kembali di Korea. Sabarlah sedikit, Woo-ya” ujar Eomma SeoWoo yang diikuti anggukan Appa dan JiWoo.

“Ne, appa, eomma, eonni. SeoWoo akan sabar menunggu kalian. Jeongmal saranghae.” Ujar SeoWoo sambil terisak.

“Woo-ya, tolong cabut kabel headphonemu ya dari laptop. Eomma ingin berbicara dengan semua teman-temanmu.” SeoWoo mencabut kabel headphonenya kemudian melepaskan headphonenya.

“SunHi, MinHee, EunJi, silahkan kalian lanjutkan acaranya. Skype ini akan terus kami nyalakan, silahkan panggil kami kembali apabila waktunya sudah tiba” ujar eomma SeoWoo yang dijawab oleh EunJi dengan membulatkan jari tangannya berbentuk O yang berarti ok.

“Sekarang waktunya puncak acara ya.” Ujar SunHi kemudian meminta HyukJae untuk meletakkan meja di samping SeoWoo serta tetap membiarkan laptop itu terbuka walaupun Skypenya sudah di minimize. MinHee membawa sebuah saputangan berwarna biru tua kemudian berdiri di belakang SeoWoo.

“Mianhae, Woo-ya. Tapi kali ini matamu harus ditutup. Nanti begitu ikatanmu di lepas, kau boleh langsung membuka matamu untuk melihat apa yang terjadi” Ujar MinHee sambil menutup mata SeoWoo dengan menggunakan saputangan yang tadi ia bawa.

Setelah dilihat mata SeoWoo sudah tertutup dan dipastikan ia sudah tidak dapat melihat untuk sementara waktu ini, EunJi, MinHee, SunHi, YongHwa, dan HyukJae bekerja untuk membuat sesuatu di tengah-tengan ruangan kafe tersebut kemudian berdiri di pinggir podium. Mereka tersenyum bahagia menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sementara KyuHyun membantu SiWon membawa kursi untuk diletakkan tepat searah pengelihatan lurus SeoWoo. SiWon duduk tepat ditengah-tengah sesuatu yang dibuat oleh MinHee dkk barusan sambil memegang gitar.

SunHi mendekati SeoWoo untuk melepaskan ikatan saputangan pada matanya. Pada saat yang bersamaan dengan terlepasnya ikatan saputangan itu, SiWon mulai memetik gitar dan bernyanyi..

♪ Moon so bright, night so fine,

Keep your heart here with mine

Life’s a dream we are dreaming ♪

♪ Race the moon, catch the wind,

Ride the night to the end,

Seize the day, stand up for the light ♪

♪ I want to spend my lifetime loving you

If that is all in life I ever do ♪

SeoWoo menangis terharu melihat lilin yang diletakkan didepannya hingga membentuk hati dan SiWon tengah menyanyi untuknya ditengah-tengah hati itu.

♪Heroes rise, heroes fall,

Rise again, win it all,

In your heart, can’t you feel the glory? ♪

♪ Through our joy, through our pain,

We can move the worlds again,

Take my hand, dance with me. ♪

♪ I want to spend my lifetime loving you

If that is all in life i ever do ♪

♪ I will want nothing else to see me through

If I can spend my lifetime loving you ♪

♪ Though we know we will never come again

Where there is love, life begins

Over and over again ♪

♪ Save the night, save the day,

Save the love, come what may,

Love is worth everything we pay ♪

(I want to spend my life loving you by Tina Arena)

Selesai. SiWon meletakkan gitarnya kemudian berjalan menuju ke arah SeoWoo duduk saat ini. Ia mengajak SeoWoo untuk berdiri. SeoWoo masih menangis terharu dan SiWon menghapus air mata SeoWoo menggunakan usapan jarinya.

SiWon mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Ternyata SiWon mengeluarkan sebuah kotak kecil kemudian membukanya. SeoWoo membelalakkan matanya terkejut melihat isi dari kotak tersebut. Isinya adalah cincin dengan inisial SW.

SiWon berlutut didepan SeoWoo sambil mengangkat cicin tersebut.

“SiWon oppa..”

“Choi SeoWoo. I’m Choi SiWon, choose you as my soulmate for still in my side in happiness and sadness, in healthy and sickness. I love you and I need you as my soul, my life, my oxygen. Would you be mine forever?” Ujar SiWon lembut, dengan segenap perasaannya seolah-olah SeoWoo adalah jiwanya.

“I don’t think I can’t say NO to you. Yes, I’m yours, Choi SiWon” Ujar SeoWoo sambil tersenyum. SiWon tersenyum mendengar jawaban SeoWoo.

SiWon berdiri kemudian mengambil sebuah Cincin dari dalam kotak tersebut kemudian menyematkannya pada jari manis tangan kanan SeoWoo. SiWon memeluk erat SeoWoo, seolah-olah SeoWoo akan pergi jauh dan SiWon tidak mengijinkannya untuk pergi.

“SeoWoo..” Panggil EunJi pelan yang membuat SiWon dan SeoWoo menoleh ke arahnya dan mendapati YongHwa tengah memegangi laptop dan layarnya mengarah ke mereka.

“Eomma, appa, JiWoo eonni..” Ujar SeoWoo pelan setelah menyadari bahwa keluarganya telah melihat dirinya dipinang oleh SiWon.

“Chukkae Woo-ya.” Ujar JiWoo tulus.

“SiWon-ah. Tolong jaga Uri SeoWoo sampai kami kembali. Sekembalinya kami, mari kita bicarakan hubungan kalian kedepannya.” Ujar Appa SeoWoo bijak.

“Ne ahjusshi. Aku pasti akan menjaga SeoWoo dengan segenap kemampuanku” Ujar SiWon mantap.

“Sudah waktunya kami untuk pergi ke suatu acaranya. Sekali lagi selamat SeoWoo.” Ujar eomma SeoWoo sambil tersenyum kemudian melambaikan tangan dan menonaktifkan akunnya. YongHwa menaruh kembali laptop tersebut pada meja yang tersedia.

“Chukkae SeoWoo, SiWon oppa.” Ujar EunJi, MinHee, dan SunHi tulus kemudian memeluk mereka satu per satu.

“Gomawoyo Ji-ya, MinHee-ya, SunHi-ya” ujar SeoWoo.

“Chukkae Woo-ya, Siwonnie!” Ujar HyukJae kemudian memeluk mereka satu persatu.

“Gomayo Hyuk-ah. Aku menantikan giliranmu dengan SunHi.” Ujar SiWon yang membuat muka keduanya menjadi merah.

“Hyung! Chukkae! Woo-ya, perhatikan namjachingumu ini benar-benar ya!” Ujar YongHwa sambil merangkul SiWon.

SiWon balas merangkul YongHwa. “Hei! Cepatlah kau resmikan juga hubunganmu dengan EunJi. Kan jadi kita bisa ngedate ber4.” Ujar SiWon pelan yang membuat muka YongHwa merah.

“Lihat saja nanti hyung. Akan ada giliran tersendiri bagiku.” Ujar YongHwa yang membuat SiWon terkekeh pelan.

“Hyung, Woo-ya! Chukkae! Aku menantikan kehadiran keponakan!” Ujar KyuHyun yang langsung mendapatkan jitakan dari SiWon.

“Appo hyung!” Ringis KyuHyun kesakitan.

“Belum waktunya memberikanmu keponakan! Masih panjang jalan kami. Kau ini. Ckckck. Kenapa kau jadi ketularan yadong HyukJae sih?!” Ujar SiWon kesal dengan ucapan KyuHyun. Merasa namanya dibawa-bawa oleh SiWon, HyukJae mendatangi SiWon.

“SiWon-ah, kau bilang apa tadi pada KyuHyun?” Tanya HyukJae.

“Ah. Kubilang kalau kau sudah menularkan virus yadongmu pada KyuHyun!” Jawab SiWon santai yang mendapat injakan kaki dari HyukJae.

“Oppa!” Teriak SeoWoo pada HyukJae melihat SiWon kesakitan karena kakinya diinjak oleh HyukJae yang membuat semua orang menoleh ke arah mereka dan mendatangi mereka.

“Ada apa ini?” Tanya SunHi.

“Baby, masa aku dibilang yadong sama SiWon?” Ujar HyukJae meminta ‘perlindungan’ dari sang kekasih. SunHi menghela napas pelan.

“Bukankah itu memang kenyataan?” Jawab SunHi acuh tak acuh.

“Yak! Kau ini! Bukannya membela pacarmu sendiri!” Ujar HyukJae kesal dengan jawaban SunHi yang memojokkan dirinya. Semua orang terkekeh melihat tingkah laku HyukJae dan SunHi.

“Akui saja lah kalau kalian itu memang Yadong Couple!” Ujar EunJi iseng yang langsung mendapat ‘death glare’ dari SunHi dan HyukJae. EunJi tertawa melihat reaksi mereka berdua. Yang lain pun ikut tertawa.

SeoWoo tersenyum melihat kebersamaan dan kehangatan yang sedang dirasakan saat ini, di hari ulang tahunnya. Walaupun awalnya ia melupakan ulang tahunnya sendiri, tapi itu memberikan berkah tersendiri baginya. Dan moment ulang tahun ini memiliki arti yang sangat spesial baginya, terutama bagi hubungannya dengan Choi SiWon, namjachingunya.

-The End- (?)

Epilog..

#flashback

“Begini YongHwa ya. Aku butuh bantuanmu, HyukJae, KyuHyun, serta pasangan kalian alias sahabat dari SeoWoo itu sendiri” YongHwa mengangguk.

“Yang ingin kulakukan adalah melamar SeoWoo.” Ucap SiWon malu dengan muka merah seperti tomat. YongHwa terkekeh pelan melihat tingkah laku hyungnya yang satu ini. Ia tidak pernah melihat hyungnya malu seperti ini.

“Baiklah, kita bicarakan besok ya hyung. Malam ini aku akan menghubungi EunJi dan memintanya untuk memberitahu SunHi dan MinHee untuk berkumpul di kafe milik SunHi besok malam jam 7. Aku juga akan memberitahu KyuHyun dan HyukJae hyung.” Ujar YongHwa yang mendapat anggukan SiWon.

“Ah, biar KyuHyun aku saja yang menghubungi. SeoWoo bilang padaku bahwa ia telah menjadi interior designer tetap di perusahaan KyuHyun. Kuminta pada KyuHyun untuk memadatkan pekerjaan 3 hari ke depan agar ia terfokus pada pekerjaannya sehingga ia melupakan hal lain.” Ujar SiWon.

“Ne, hyung. By the way, sudah malam. Aku pulang duluan ya hyung.” Ujar YongHwa kemudian keluar dari ruangan SiWon meninggalkan SiWon yang sedang memikirkan rencananya di hari ulang tahun SeoWoo.

-_-_-_-_-_-_-

“Jadi, kenapa kita berkumpul di sini?” Tanya EunJi membuka pembicaraan.

EunJi, SunHi, MinHee, KyuHyun, SiWon, YongHwa dan HyukJae tengah berkumpul di sebuah ruangan privasi di kafe milik SunHi. Mereka hanya diberitahu SiWon dan YongHwa agar berkumpul di kafe milik SunHi malam ini untuk membicarakan sesuatu mengenai SeoWoo. YongHwa menyikut pelan SiWon untuk mulai menjelaskan maksud mereka berkumpul di sini.

“Begini, ulang tahun SeoWoo ke 23 tinggal 3 hari lagi. Sebenarnya aku lupa akan hal itu. Untung YongHwa mengingatkan. Ada sebuah hal yang sudah ada di dalam benakku beberapa bulan belakangan ini, tapi belum menemukan hal yang pas untuk melaksanakannya.” Ucap SiWon.

“So, what will you do?” Tanya SunHi.

“I’ll propose her as my fiancee.” Ucap SiWon dengan muka sedikit memerah, malu.

“MWO?!” Teriak SunHi, MinHee dan EunJi bersamaan. Mereka terkejut mendengar ucapan SiWon.

“Jinjjayo, SiWon oppa?” Tanya MinHee yang dijawab SiWon dengan anggukan pasti.

“SeoWoo pasti akan terkejut dan tidak menyangka bahwa kau akan melamarnya oppa.” Ujar SunHi. Ia membayangkan reaksi SeoWoo dan tertawa kecil.

“Jadi, apa yang harus kami lakukan?” Tanya EunJi to the point.

“Aku minta tolong padamu, MinHee dan SunHi membawanya jalan seharian untuk mengalihkan perhatiannya sekalian membuatnya menjadi berbeda hari itu. Ini budget kalian untuk mengmakeover Nae SeoWoo. Pinnya ulang tahunku.” Ucap SiWon sambil memberikan kartu debitnya pada EunJi.

“Roger, Choi SiWon sajangnim!” Ucap EunJi sambil mengambil kartu debit milik SiWon.

“Lalu, YongHwa, KyuHyun dan HyukJae kuminta untuk membantuku menghias ruangan yang akan kupakai serta menyiapkan segala keperluan yang akan kupakai nantinya.” Ucap SiWon sambil menoleh ke arah mereka bertiga. Yang dilihat langsung mengangguk menyanggupi.

“Ah ya. SunHi, bisakah aku reservasi sebuah ruangan di kafemu ini?” Tanya SiWon pada SunHi.

“Tentu saja. Ruangan ini saja bagaimana? Ada podium kecil di sana yang bisa digunakan.” Ucap SunHi sambil menunjuk ke arah podium tersebut.

“Okay. I agree to reservation this room.” Ucap SiWon yang diberi acungan jempol oleh SunHi.

“Ah ya. Wonnie, kau harus memberitahu keluarga SeoWoo mengenai hal ini dan mengajak mereka bekerja sama.” Ucap HyukJae mengingatkan SiWon. SiWon menepuk jidatnya, ia lupa akan keluarga SeoWoo yang selalu memberinya ucapan selamat pada jam 12.

“Urusan itu biar aku saja yang menanganinya.” Ujar MinHee.

“Tolong ya MinHee.” Ucap SiWon.

“Nah, sekarang, mari kita sukseskan acara lamar-melamar ini” kata HyukJae.

Sementara yang lain tidak memperhatikannya, SiWon melihat ke arah wallpaper blackberry miliknya. ‘SeoWoo-ya, semoga ini menjadi kado ulang tahu terindah untukmu’ ujar SiWon dalam hati yang membuatnya tersenyum sendiri.

#flashback end

-The ‘Real’ End- :D

4 thoughts on “Its a Wonderful Gift!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s