Noona! Noona! Noona!

Author             :Shantyfyn

Main cast        :Kim Je Young

All of Member CN BLUE

Minor cast       :Yoon Doojoon B2ST

Genre              :Friendship maybe

Length             :Oneshoot

NB                      :Plot and story are mine. The casts aren’t mine. Sudah pernah dipost di blog and facebook pribadi.

***

“Noona! noona! noona!,” teriak Minhyuk tepat ditelingaku. Hah! Baru saja aku masuk ke ruaangan latihan ini tapi rasanya darahku langsung mendidih karena tingkah si pabo Minhyuk. Apa bocah itu berniat merusak pendengaranku ?.

“Sikkeureo!” teriakku yang tak mau kalah. “Berhenti menggilku noona atau kusumpal mulutmu dengan sepatuku,” aku langsung melepaskan sepatuku dan bersiap menyumpal mulut Minhyuk tapi bocah itu malah lari lalu bersembunyi dibalik punggung Jonghyun. Tsk, bocah itu benar – benar menyebalkan, rupanya dia menggunakan kelemahanku. Apa kelemahanku?, yups, Jonghyun. Aku memang sungguh beruntung bisa berteman dekat dengan Minhyuk, salah satu member CN BLUE dan aku penggemar berat Jonghyun. Sudah bisa di pastikan… ehm maksudku akhinya aku dekat dengan semua member CN BLUE.

Kang Minhyuk CN BLUE adalah temanku dikampus. Sebelumnya Minhyuk dikenal sebagai namja yang pendiam , dia jarang sekali bicara dengan teman dikelas sehingga ada beberapa orang yang menganggap dia sombong. Tapi entah mengapa dia bisa dekat denganku hanya karena saat ia patah hati aku mendengarkan curhatannya. Dasar namja aneh, dan aku sekarang tahu ternyata Minhyuk memang suka curhat, itu kata Jungshin karena ia sering jadi korban tempat curhat Minhyuk

“Ya! Je Young noona, noona ku yang cantik jangan galak – galak dong,” Jungshin merangkul pundakku seraya menyunggingkan senyumnya, ia rupanya mencoba merayuku. Ah, aku tidak tahan melihatnya tersenyum. Ow… tidak tidak tidak Jungshin, jangan kau keluarkan Aegyo-mu, aku makin gemas. Erghh…

Cup…

Aku mencium kilat pipi mulus Jungshin. Hei jangan heran, ini sering aku lakukan karena aku menggapnya adikku sendiri. Cium pipi dan peluk sering aku berikan untuk Jungshin, habis dia menggemaskan sebagai adik, makanya ketiga member yang lain sering iri, terutama si pabo Minhyuk, astaga sebenernya apa yang mereka iri kan hah (?), makanya Minhyuk mati – matian ingin memanggilku noona seperti Jungshin agar mendapatkan perlakuan yang sama seperti Jung Shin. Aishh… namja aneh, tentu saja aku menolak karena umur kami sama.

“Ya!,” teriak Minhyuk dan Jonghyun bersamaan. Mereka menatap tajam ke arahku dan Jungshin.

“Waeyo?,” tanyaku heran. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal ini, menatap Jung Shin dengan tanda tanya besar di kepalaku tapi Jung Shin hanya mengangkat bahunya tanda ia tidak tahu. Hah, bertambah lah namja pabo rupanya, Minhyuk si pabo lama dan Jonghyun si pabo baru.

“Kenapa kau mencium pipi Jungshin?,” Jonghyun malah balik bertanya padaku.

“Kenapa Jungshin boleh memanggilmu noona?,” sekarang giliran Minsyuk yang bertanya. Aish, bocah ini tidak bosan – bosannya menanyakan hal itu. Kini dia sudah tidak bersembunyi dibelakang punggung Jonghyun lagi.

Jungshin menarikku duduk disampingnya, dia menjulurkan lidahnya ke arah Jonghyun dan Minhyuk. Yah, sepertinya mereka iri lagi dengan Jungshin, tapi Jungshin malah membuat kedua hyungnya makin marah. Huft… aku menghela nafas panjang melihat tingkah mereka.

“Pertama, aku membiarkan Jungshin memanggilku noona, ya karena ia lebih muda denganku dan…,”

“Aku juga lebih muda darimu,” Minhyuk menyela jawabanku.

“Tapi kita hanya berbeda tiga bulan saja Kang Minhyuk. Apa aku setua itu dimatamu hah?,” aish… bocah ini membuatku tidak tahan ingin menjitak kepalanya. Sabar sabar, jangan sampai kau mengeluarkan tenaga dalammu yang maha dahsyat itu Je Young. “Oke aku lanjutkan, Jungshin itu sudah ku anggap sebagai adikku sendiri, jadi itu ciuman sayang dari noona untuk namdongsaengnya,” lanjutku sambil tersenyum ke arah Jungshin, mimik muka Jungshin terlihat kaget mendengar ucapanku, sesaat kemudian mukanya terlihat masam.

“Mwo?, noona, kupikir kau menyukaiku,” Jungshin kembali merangkul pundakku dengan tangan kirinya, ia lalu menatapku tajam. Aish…lagi – lagi aku tidak bisa mengartikan maksud dari tatapannya.

“Sadarlah Jungshin, dia itu menyukaiku dan sepertinya…,” Jonghyun berhenti sejenak, membuatku menahan nafas mengikuti jeda ucapannya, “Sepertinya aku juga menyukainya,” Jonghyun lalu memaksa Jungshin menggeser duduknya, kini ia ada diantara aku dan Jungshin. Ia menyunggingkan sebuah senyuman padaku. Eomma… tolonglah anakmu ini. Astaga, aku ingin meleleh saat ini juga. Apakah aku sedang bermimpi?, aku tidak salah dengarkan, Jonghyun CN BLUE, idolaku sendiri bilang menyukaiku. Jantungku berdetak cepat sekali, semoga jantungkku masih bisa bekerja dengan normal.

“Jonghyun Hyung, kau kira hanya kau saja yang menyukai Je Young, aku juga menyukainya. Tsk, rugi sekali aku mengenalkanmu dengan Hyung,” kata Minhyuk seraya menoyor kepalaku. Pletak… Aku mendaratkan sebuah jitakan untuk Minhyuk. Ia marah lalu memaksa Jonghyun dan Jungshin menggeser duduk mereka. Astaga, apa yang sebenernya mereka lakukan?. “Ya!, Je Young itu tipe yeoja idealku, dia lebih tua dariku,” kini Minhyuk melipat tangannya di dada. Pletak… sip, sepertinya hari ini tanganku gampang sekali menjitak Minhyuk. Kasian sekali dia, semoga otaknya masih berjalan dengan baik. “Aish… aphayo,” rintih Minhyuk karena tadi aku menjitaknya dengan stick drum.

“Kita hanya berbeda tiga bulan, harus bilang berapa kali sih agar kau tidak mengganggap aku ini noona, ” si pabo Minhyuk hanya tersenyum padaku. Evil Smile.

“Minhyuk hyung, dia itu tipe idealku, seorang noona yang cantik, kau itu mengikuti ku saja. Dan kau, Jonghyun hyung, Je Young noona itu bukan noona untukmu, jadi jangan rebut dia dariku,” Jungshin berdiri dari duduknya. Ia mulai mengomel sana – sini. Jonghyun dan Minhyuk yang kesal pun akhirnya beradu mulut dengan Jungshin. Finally, mereka bertiga beradu mulut mempermasalahkanku.

Antara senang dan bingung menjadi satu, ah tapi aku tidak mau ambil pusing, lebih baik aku mendengarkan Ipod.

Ten minutes later…

Hoammmm… aku menguap, melepaskan earphone yang ku pasang untuk mendengarkan lagu di Ipodku. Ternyata mereka bertiga masih belum selesai. Tsk, mereka itu sudah seperti ibu – ibu yang rebut ingin mendapatkan arisan.

Clek…

Yonghwa muncul dari balik pintu. Ia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu dari balik badannya. Sejenak pertengkaran trio pabo terhenti karena melihat Yonghwa berjalan mendekatiku. Ia menyodorkan sebuah kado berwarna pink padaku. Astaga pink, apakah cuma itu warna yang ia punya (?).

“Apa ini oppa?,” tanyaku heran melihat Yonghwa senyum sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu.

“Itu kado untukmu,” jawab Yonghwa. Tentu saja aku tahu, tapi apa maksudnya?. “Saranghae,” lanjutnya. Tenggorokannya tiba – tiba terasa kering, sedangkan trio pabo langsung melotot, menatap tajam Yonghwa.

“Kalau kau menyukai Je Young juga, mari kita berdebat karena kamu pun menyukai Je Young,” kata Jonghyun menarik kerah baju Yonghwa.

 

I can’t take my breath, breath, breath

Sigani galsurok jeomjeom jinagalsurok oh nan deo

I can’t hold my breath, breath, breath

 

Ah suara handphoneku. Tit……

Aku mengangkat flip handphoneku.

“Yoboseyo”

“…………”

“Ah, hampir saja aku lupa,”

“…………”

“Ne, saranghae chagiya,” kataku sambil menutup kembali flip handphoneku. Aku tersenyum senang, kualihkan pandanganku. Serrr… hawa diruangan ini tiba – tiba terasa mencekam. Astaga, sekarang Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk, dan Jungshin menatapku sangat tajam, kenapa hari ini semua mengandalkan tatapan tajam hah?. Tatapan mereka itu seakan – akan hendak menelanku hidup – hidup. Eomma, tolonglah anakmu yang cantik ini.

“Ya!,” teriak mereka secara bersamaan. Aku hanya bisa tersenyum.

“Ehm… aku sampai lupa kalau hari ini aku ada first date dengan namjachinguku yang baru… hehehehe, annyeong semuanya,” aku langsung kabur, keluar dari ruang latihan itu adalah satu – satunya cara menyelamatkan diri. Gara – gara mereka, gara – gara Minhyuk memanggilku noona, aku jadi lupa dengan niat awalku datang ke sini. Aku kan ingin memberitahu mereka kalau sekarang aku sudah punya namjachingu.

Perlahan aku mengintip mereka dari celah pintu, mereka menghempaskan tubuh mereka ke sofa secara bersamaan dan menghela nafas panjang. Hahahahahaha…

Lebih baik begini bukan, daripada harus memilih salah satu dari mereka. Tanpa sadar aku tersenyum cukup lebar.

“Chagiya…,” seseorang menepuk pundakku.

“Doojoon oppa, kkaja…,” aku mengapit tangannya. Ini dia namjachinguku, Yoon Doojoon, ia sudah menjemputku untuk first date kami. Ah senangnya hari ini, dan sangat menggelikan.

Ehm… biarlah aku dan CN BLUE tetap menjadi sahabat untuk selamanya

***

END

2 thoughts on “Noona! Noona! Noona!

  1. astaga astaga beruntung bgt d sukain ma semua pers0nil CN BLue ^^
    aduh dr pd mereka patah hati mending jonghyun oppa ma w ja ^^
    hahaha

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s