My 27 Years Old Fiancee

 

[SungRi Couple] My 27 years old fiancée

Tittle               : [SungRi couple] My 27 years old fiancée

Author : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast       : Yesung Super Junior, Jung Yuuri (author nampang, hehe^^)

Support cast   : Jung Yunho DBSK, Kim Ryeowook Super Junior

Genre              : Romance, sedikit comedy ^^

Rate                : PG 13

Disclaimer      : This story, Yesung, and Yunho is MINE! >///<

Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

Author’s POV

Yuuri menutup matanya, ketakutan menatap adegan perang sadis yang saat ini sedang ditontonnya. Sebenarnya ia tidak biasa menonton film action perang, tapi karena hari ini ia tidak ada kegiatan di kampus dan oppanya, Yunho, tidak bisa menemaninya jalan-jalan karena ada kesibukan bersama boybandnya, DBSK, akhirnya ia menerima ajakan nonton film yang ditawarkan padanya.

Yuuri menatap namja di sebelahnya yang saat ini terlihat sangat menikmati film perang yang ditayangkan. Ia menggerutu kecil, menyesali ajakan namja ini. Memang sih sebelumnya namja ini menanyakan padanya ingin menonton film apa. Tapi saat itu hanya ada dua pilihan film. Film romantic dan film action perang. Yuuri sebenarnya sangat menyukai film bergenre romantic, tapi jika harus menontonnya bersama namja aneh di sebelahnya ini, lebih baik ia menghindarinya saja. Daripada nanti namja itu berpikiran aneh padanya setelah menonton adegan romantic seperti berciuman dan skinship.

Setelah satu setengah jam menonton dengan sesekali menutup wajah, akhirnya film itu selesai. Yuuri mendesah lega.

“Kau kenapa?”tanya namja di sebelahnya. Namja itu sudah memakai penyamarannya. Topi, kacamata hitam dan syal yang melilit leher sampai ke mulutnya. Penyamaran yang bodoh menurut Yuuri. Karena dengan berpenampilan aneh begitu orang pasti berpikir namja itu orang terkenal yang membutuhkan penyamaran.

“Aku menyesal menonton denganmu, Ahjusshi!”kata Yuuri kesal.

Namja itu menatapnya bingung. “Waeyo?”

“Oh, sudahlah.”jawab Yuuri kesal, lalu beranjak dari duduknya dan pergi keluar teater.

“Ya! Yuuri! Chankamanyo!”teriak namja itu, lalu menyusul Yuuri keluar teater. Ia menarik tangan Yuuri sampai yeoja itu berbalik menghadapnya. Yuuri memalingkan wajahnya, menghindari tatapan namja itu.

“Kau tidak menyukai film tadi?”

“Ne. aku tidak menyukainya.”

“Lalu kenapa kau tidak memilih film romantic tadi?”

Yuuri memandang sekelilingnya dengan sedikit panic. Sudah banyak pasang mata yang melihat mereka berdua.

“Lebih baik kita segera pergi dari sini.”kata Yuuri lalu menarik tangan namja itu dan berjalan cepat.

 

Yuuri’s POV

Aku mendesah lega setelah sampai di dalam mobil. Kemudian aku memandang tajam namja menyebalkan itu. ia sudah melepaskan penyamaran merepotkannya itu. “Lainkali jangan mengajakku menonton film seperti tadi!”omelku.

“Tadi kan kau yang memilihnya Yuu-ya. kalau kau tidak suka kenapa kau tidak memilih film romantic saja tadi?”

Aku hanya cemberut dan mengalihkan pandangan ke arah lain, asal tidak ke namja itu. Tidak mungkin kan aku menjawab karena aku tidak ingin namja itu memikirkan hal yang aneh-aneh setelah menonton film romantic itu.Itu akan sangat memalukan! Nanti aku dikira yadong lagi! Eh, tapi kan memang aku yang berpikiran yang tidak-tidak. (=_=)’

“Ah… aku tahu.”kata namja menyebalkan itu tiba-tiba membuatku meliriknya.

Ia terlihat tersenyum geli. Apa itu maksud tatapannya? Ia mencoba menggodaku ya? “Kau takut aku membayangkan yang tidak-tidak kan setelah menonton film romantic itu?”

Gotcha! Tepat sasaran!Dan bagus sekali pipiku sekarang terasa panas, bisa kubayangkan pasti warnanya sudah merah sekali. >///<

Ia tersenyum kecil, membuat mata sipitnya semakin sipit. Haduuh… ia lucu sekali! heh~ apa yang barusan kupikirkan? Sadar Jung Yuuri!

Tanpa sempat kucegah ia menyentuh kedua pipiku dengan kedua tangan kecilnya dan mengelusnya dengan ibu jarinya.

“Neomu kyeopta.”ucapnya dengan senyum lembut… ah anhi… itu lebih mirip senyum genit!

Aku melepaskan kedua tangannya di wajahku.

“Jangan cari-cari kesempatan, Ahjusshi genit!”omelku. Jung Yuuri babo! Kenapa tadi kau malah bengong saat ia menyentuh pipimu?! Otakku pasti sudah mulai korslet terus-terusan bersama orang ini. (=,=)’

“Ya! jangan panggil aku ahjusshi! Kenapa kau tidak bisa memanggilku dengan manis, seperti Jongwoonie, Yesungie, chagi atau oppa? Lagipula aku kan belum setua itu.”katanya dengan cemberut.

Aku tertawa mendengarnya. “Oppa? Ahjusshi itu lebih cocok untukmu. Umurmu kan lebih tua tujuh tahun dariku.”

“Tapi aku kan tunanganmu, chagiya. Belajarlah untuk memanggilku dengan mesra, kita kan nanti akan menikah.”

Wow pede sekali ahjusshi ini! “Itu masih lama! Aku kan masih dua puluh tahun! Aku belum mau nikah muda!”

Ia kembali tersenyum lalu mengelus pipiku lagi! Namja ini benar-benar ya! Aku melepaskan sentuhan tangannya itu dengan kesal.

“Akan kupastikan kau akan mau menikah secepatnya denganku, Jung Yuuri-ku yang bawel.”katanya percaya diri.

Wowowowow! Apa katanya? Jung Yuuri-ku? sejak kapan aku jadi ‘ku’-nya? Oh iya aku lupa, kami kan tunangan ya? (=,=)”

“Kita lihat saja nanti, Ahjusshi genit!”balasku.

Aku menghela napas mengingat awal pertunanganku dengan namja yang bernama Kim Jongwoon atau orang biasa memanggilnya Yesung. Ia adalah seorang penyanyi terkenal dari boyband Super Junior. Kenapa aku yang seorang gadis biasa-biasa saja bisa bertunangan dengannya? Pertunangan karena dijodohkan. Ya, aku Jung Yuuri, baru berusia 20 tahun dan orangtuaku menjodohkanku dengan Yesung yang berumur 27 tahun! Wajar kan kalau aku memangilnya ‘ahjusshi’? *ditampol Clouds*

 

Author’s POV

*FLASHBACK*

“Eomma! Lihatlah! YunOppa keren sekali!”kata Yuuri menunjuk-nunjuk layar tivi yang menampilkan perform DBSK. Eommanya hanya melirik tivi sekilas lalu kembali menata meja makan dengan masakan yang tadi dimasaknya berdua Yuuri.

“Kau ini seperti baru kali ini melihat oppamu saja,”kata Eomma.

Yuuri kembali membantu ibunya menyusun meja makan. “Yun oppa keren sekali Eomma! Tidak ada namja lain yang bisa sekeren oppaku, Jung Yunho!”kata Yuuri dengan semangat.

Eommanya menatap Yuuri khawatir. “Tidak adakah namja yang kau sukai Yuu? Kau selalu saja membicarakan oppamu, tidak pernah ada namja lain.”

Yuuri cemberut mendengar perkataan ibunya. “Untuk apa ada namja lain. Bagiku hanya ada Yun oppa!”

“Lalu memangnya kau mau menikahi oppamu?”

“Kalau bisa kenapa tidak?”

Eomma Yuuri memukul kepala Yuuri dengan sendok, kesal dengan perkataan asal putrinya itu.

“APPO, EOMMA!”jerit Yuuri.

“Jangan bicara asal begitu!”omel Eommanya. Yuuri cemberut, ia kembali menata meja makan bersama ibunya. Kemudian ia mendengar suara merdu yang sangat familiar di telinganya. Ia mengambil remote tivi dan mengencangkan volume suaranya. Melantunlah lagu favoritnya It Has To Be You yang dinyanyikan oleh Yesung Super Junior. Yuuri tersenyum mendengar lagu ini. Suara penyanyinya sangat merdu, lirik lagunya juga enak. Ia sangat menyukai suara merdu Yesung Super Junior.

“Apa kau menyukainya?”tanya Eomma.

“Siapa?”

“Yesung itu.”

Yuuri tersenyum lebar. “Ne. Suaranya sangat bagus Eomma. Aku sangat suka suara Jae oppa yang merdu. Tapi aku juga sangat menyukai suara Yesung. Suaranya punya keunikan tersendiri.”jelas Yuuri.

Eomma Yuuri hanya tersenyum menanggapi perkataan putrinya.

***

“MWO? TUNANGAN?!”jerit Yuuri. Ia menatap kedua orangtuanya dengan syok. “Kalian bercanda kan?”

“Anhiyo, Yuu. Kami memutuskan untuk menjodohkanmu dengan putra teman kami.”jelas Appa.

“Ta… tapi kenapa…? Aku kan masih dua puluh tahun…”ucap Yuuri putus asa.

“Sejujurnya kami khawatir karena sudah sampai usia dua puluh tahun ini kau masih tidak bisa dekat dengan namja. Kau selalu mengikuti oppamu kemanapun.”

“Yunho oppa kan oppaku Eomma… memangnya salah jika aku terus bersamanya?”

“Tidak salah. Tapi salah jika kau ingin menikah dengannya.”

“MWO?!” Yuuri menatap ibunya dengan syok. Jadi ibunya menganggap serius omongannya waktu itu?

“Itu kan cuma bercanda Eomma. Mana mungkin aku menikah dengan Yun oppa…”

“Tapi jika kau terus-menerus mengikuti oppamu kapan kau akan punya namjachingu?”

Yuuri menggigit bibirnya kesal. Memang benar kata ibunya, tapi ia tidak ingin mengakuinya.

“Pokoknya Yuu nggak mau!”

“Harus! Appa memaksa!”kata ayahnya keras.

Yuuri hanya cemberut  mendengar perkataan ayahnya. Karena jika ayahnya sudah keras seperti itu tidak akan ada yang bisa menghentikannya. Ia memutuskan akan mencoba menggagalkannya dengan cara lain.

*END OF FLASHBACK*

 

Yesung’s POV

Aku melirik yeoja cantik di sampingku ini. Rupanya tunanganku ini masih kesal denganku gara-gara film tadi. Ia terus-menerus menatap ke luar jendela mobil. Entah apa yang ditatapnya. Tapi aku yakin ia bukannya tertarik dengan apa yang ada di luar. Ia hanya tidak ingin melihatku atau mengajakku berbicara.

Dengan tanganku yang bebas dari setir aku mengambil tangannya yang berada di pangkuannya. Awalnya ia menolak dan berusaha menarik tangannya lagi. Tapi aku menggenggamnya erat sehingga ia akhirnya pasrah tangannya digenggam olehku, membuatku tersenyum senang.

Jung Yuuri. Yeoja yang dijodohkan olehku sejak enam bulan lalu ini memang yeoja yang unik. Ia adalah seorang Clouds, begitu yang kutahu dari orangtuanya dan juga Yunho, oppanya. Kalau begitu seharusnya saat dijodohkan denganku ia senang kan? Tapi Yuuri sama sekali tidak senang. Ia malah marah dan menangis. Aku tidak bisa melupakan hari itu.

 

*flashback on Yesung’s POV*

Hari ini orangtuaku mengajakku dan Jongjin ke rumah keluarga calon tunanganku. Ya, di umur yang ke 27 tahun ini orangtuaku tentu saja sudah tidak sabar ingin melihat aku menikah. Tapi aku malah tidak punya yeojachingu. Sebenarnya aku tidak suka perjodohan seperti ini, tapi aku menyayangi orangtuaku. Aku tidak ingin mengecewakan mereka, jadi kuterima saja perjodohan ini. Lagipula orangtuaku pasti akan memberikan yang terbaik untukku.

Kami sampai di sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang asri dan banyak bunga-bunga. Eomma bilang bunga-bunga itu ditanam sendiri oleh yeoja calon tunanganku itu. Aku tersenyum mendengar cerita Eomma. Dari cerita Eomma sepertinya yeoja itu adalah gadis yang feminim dan lembut. Mungkin aku bisa menyukainya. Anhi. Aku harus bisa mencintainya dan menikah dengannya sesuai keinginan orangtuaku.

Ternyata hari ini hari ulang tahun yeoja calon tunanganku itu. Karena saat kami masuk sudah ada hiasan ulang tahun hanya saja tidak banyak. Mungkin karena ini hanya dirayakan secara sederhana oleh keluarga saja.

Kedatangan kami disambut oleh kedua orangtua yeoja itu. Mr. dan Mrs.Jung. Mrs.Jung terlihat cantik di usianya yang mungkin sudah limapuluhan tahun. Jika ibunya saja cantik, aku yakin putrinya juga cantik.

“Tunggu sebentar ya. Yuuri masih bersiap-siap di kamarnya.”kata Mrs.Jung tersenyum  padaku. Hmm… jadi namanya Jung Yuuri. Nama yang cantik.

“Oh ya, Jongwoon tidak keberatan kan jika kami menjadikanmu hadiah ulangtahun untuk Yuuri?”tanya Mrs.Jung.

“Ng… musun suriya?”tanyaku bingung.

“Eomma, Appa, Yuu bertingkah lagi.”kata suara yang familiar olehku. Aku mengalihkan perhatianku pada si pemilik suara.

“Yunho?”kataku, terkejut melihat dongsaengku di management. Jung Yunho leader boyband DBSK.

“Yesung hyung? Kenapa ada di rumahku?”tanyanya bingung.

“Ini rumahmu?”tanyaku lebih bingung lagi. Apa Jung Yuuri itu noonanya Yunho ya? eh, tapi setahuku dia tidak punya noona.

Kemudian Yunho memandang orangtuanya terkejut. “Jangan-jangan yang Eomma dan Appa maksudkan hadiah special untuk Yuu itu Yesung hyung?”

“Kau benar sekali Yun-ya!”kata Mrs. Jung riang. “Jongwoon-ah, Yuuri adalah penggemarmu. Ia pasti sangat senang di hari ulangtahunnya kau datang.”

“Wah aku jamin dia pasti senang! Hyung, Yuu itu Clouds!”

Aku tersenyum saat mendengar cerita kedua orangtua Yunho tentang Yuuri yang ternyata adalah penggemarku. Baguslah. Setidaknya aku yakin dia akan menyukaiku.

“Hyung, itu….”Jongjin menunjuk ke arah cake yang dibawa oleh Mrs.Jung ke meja makan. Di atasnya tertulis nama Jung Yuuri dan lilin berbentuk angka 20?!

“Eomma!”

“Hmm? Ada apa Jongwoon-ah?”

“Calon tunanganku itu adiknya Yunho? Umurnya 20?”tanyaku dengan berbisik.

“Memangnya kenapa?”

“Umurnya jauh sekali di bawahku!”

Eomma dan Appa tertawa mendengar protesku. “Yang penting kan dia suka padamu.”kata Appa.

Entah kenapa aku jadi tidak yakin hubungan ini akan berjalan dengan baik setelah tahu berapa umurnya.

“Yun oppaaaa!!! Tega sekali membiarkanku berjalan sendiri dengan sepatu seperti ini!”kata suara merdu dari seorang yeoja.

Aku terpana saat melihat yeoja yang aku yakini bernama Jung Yuuri itu. Yeoja itu cantik sekali. Bentuk wajahnya oval, matanya cukup besar untuk orang korea kebanyakan, dengan hidung mancung dan bibir tipis serta lesung pipit membuat wajahnya sangat enak dipandang. Rambut panjangnya tergerai sempurna dengan sedikit blow di bagian bawah rambut.Ia memakai dress merah marun selutut dengan rok mengembang dan tali spaghetti yang menampakkan bahunya yang putih mulus.

Penampilannya memang anggun, tapi jalannya tidak sama sekali. Ia turun dari tangga sambil bertumpu di selasar tangga. Satu tangannya sibuk membenarkan high heelsnya yang kurasa memang tidak biasa dipakainya.

“Yun oppaaaa!!!”teriaknya saat sudah sampai di anak tangga paling bawah. Kemudian ia mengangkat wajahnya –yang sedari tadi ia tundukkan karena sibuk dengan sepatunya– dan terkejut melihat kedua orangtuaku yang berada tidak jauh dari tangga. Pipinya memerah. Ia terlihat malu sekali.

“Aigoo… Yuu… Kau ini membuat Eomma malu saja menjerit-jerit begitu di depan tamu.”kata Mrs.Jung menatap tajam Yuuri. Yunho terkekeh melihat wajah adiknya yang sudah sangat memerah.

“Jweseonghamnida. Maaf aku bersikap tidak sopan.”ucapnya lalu membungkuk hormat. Ibuku tersenyum lalu menghampirinya.

“Yuuri?”tanya ibuku.

“Ne. Annyeonghasseyo, Jung Yuuri imnida.”ucapnya sopan lalu membungkuk lagi.

“Neomu yeppeo.”puji ibuku, membuat wajahnya kembali memerah. “Saengilchukae.”

“Gamsahamnida.”

Kemudian kedua orangtua Yuuri memperkenalkan keluargaku pada Yuuri. Ia bersikap sangat sopan. Lalu saat ibunya mengenalkanku paling terakhir, ekspresinya berbeda. Matanya membelalak lebar, membuat matanya terlihat lebih besar, dan ia ternganga.

“Ye… Yesung Super Junior?”tanyanya takjub.

Aku tersenyum dan mendekatinya. “Kim Jongwoon imnida. Mungkin kau mengenalku sebagai Yesung.”

Ia menangkupkan kedua tangannya di mulut kecilnya, kurasa berusaha menahan jeritan yang mungkin akan keluar. Matanya mengerjap-ngerjap. Kemudian setelah mungkin sekitar lima detik ia kembali membungkuk.

“Annyeonghasseyo, Jung Yuuri imnida. Senang sekali bisa bertemu dengan Yesung-ssi. Aku adalah seorang Clouds!”katanya dengan mata berbinar-binar membuatnya bertambah cantik.

“Apa kau suka hadiah dari kami, Yuu?”tanya Mrs.Jung. Yuuri menatap ibunya terpana.

“Eomma yang mengundang Yesung-ssi kesini?”

Aku tersenyum. “Saengilchukae, Yuuri-ya.”

Ia terlihat sangat gembira. “Waaahhh…. Ini benar-benar hadiah yang bagus sekali!”katanya, membuat semuanya tertawa.

Kemudian kami mulai makan malam dan berbincang-bincang akrab. Ternyata Yuuri kuliah di jurusan kehutanan, makanya ia suka sekali menanam. Pohon-pohon kecil di halaman rumahnya itu adalah ia yang tanam.Selain menanam, ia sangat suka berjalan-jalan dan memotret. Ia mengatakan tidak terbiasa memakai dress dan high heels, makanya tadi terlihat kerepotan saat turun tangga. Dari caranya berbicara aku menyimpulkan kalau ia seorang yeoja yang terbuka, periang dan sedikit cerewet. Ia seorang gadis yang mampu membuat orang lain tertarik hanya dengan melihatnya berbicara.

“Nah, Yuu, menurutmu Jongwoon gimana?”tanya ibunya.

“Yesung-ssi penyanyi yang hebat! Suaranya sangat bagus!”jawabnya bersemangat membuat kami semua tertawa karena jawabannya sangat tidak nyambung dengan pertanyaan ibunya. Aku dan yang lain mengerti maksud ibunya. Mrs.Jung menanyakan bagaimana pendapatnya tentangku yang akan menjadi tunangannya.

“Maksud Eomma bagaimana pendapatmu tentang Jongwoon yang akan bertunangan denganmu?”tanya Mr.Jung.

“Eh?” Yuuri terlihat terkejut. “Mm… Appa bercanda kan? Tunanganku yang Appa bilang bukan Yesung-ssi kan?”tanyanya ragu.

Aku berharap saat kedua orangtuanya mengatakan “iya” ekspresinya akan seperti waktu awal kami berkenalan. Wajahnya yang memerah karena malu. Tapi aku salah.

Yuuri bangkit tiba-tiba dari kursinya. Aku terkejut melihat tatapannya. Sebelumnya ia memandangku dengan berbinar-binar, tapi sekarang ia menatapku marah. Kemudian airmatanya merebak, dan ia berjalan pergi meninggalkan ruang makan.

*end of Yesung’s flashback*

 

Setelah itu kukira perjodohan ini akan dibatalkan, tapi ternyata tidak. Orangtuaku mengatakan jika awalnya Yuuri hanya syok saja akan bertunangan dengan idolanya, dan masalah  perbedaan umur kami yang cukup jauh. Sekarang ia sudah mulai menerima dan mau melakukan pendekatan denganku.Tapi masalahnya selama enam bulan ini aku sulit sekali mendekatinya. Kami memang sering jalan berdua, tapi jarang sekali skinship. Aku hanya bisa menggenggam tangannya saat ada orangtua kami. Makanya aku senang sekarang ia tidak melepaskan genggamanku.

Mobilku sampai di depan rumahnya. Ia melepaskan genggaman tanganku lalu sebelum membuka pintu mobil aku menarik badannya sehingga ia menghadapku. Ini ide yang tiba-tiba muncul. Aku langsung mencium pipinya. Seketika reaksi yang kuharapkan muncul. Wajahnya memerah.

“GYAAAAAA~”

 

Yuuri’s POV

Ahjusshi menyebalkan ini terus saja menggenggam tanganku. Aku sudah berusaha melepaskannya, tapi sulit, ia menggenggamnya kuat. Ya sudah kubiarkan saja. Lagipula tangannya hangat, nyaman juga kok. Lho lho lho? Apa sih yang kau pikirkan Jung Yuuri?! (=_=)”

Akhirnya mobilnya sampai di depan rumahku. Saat aku akan membuka pintu mobil tiba-tiba kurasakan badanku tertarik dan dibalik ke belakang. DEG. Wajahnya dekat sekali denganku. Aku belum sempat bereaksi apapun ketika wajahnya mendekat dan IA MENCIUM PIPIKU!

Darah di seluruh tubuhku kini berkumpul di pipiku yang pasti menimbulkan warna yang sangat merah. Kemudian….

“GYAAAAAA~”

Aku menjerit lalu mendorongnya. “APA YANG KAU LAKUKAN, AHJUSSHI GENIT!”

“Aku mencium pipi tunanganku.”

Apa-apaan itu?! Reaksinya sesantai itu?! Sementara aku…. o///O

Ia tersenyum padaku! Senyuman genit!

“Jangan menatapku seperti itu!”omelku, lalu aku memukul-mukul lengannya. “Kau ahjusshi menyebalkan! Menyebalkan!”

“Ya ya ya! Jung Yuuri! Jangan memukulku terus!” Ia lalu menangkap kedua tanganku agar menghentikan pukulanku. Ia menatapku tajam.

Omo! Ia mendekatkan wajahnya padaku! Tapi kenapa aku tidak bisa bergerak?Aku bahkan tidak bisa menutup mataku. Nafasnya semakin terasa di kulit wajahku. Tidaakk…. Ada apa denganmu Jung Yuuri? Ayo sadaarrrr!!! Nanti dia mengambil ciuman pertamamu!

CUP.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku kaget. Bibirku masih selamat? (.____.)

Aku memandang kesal ahjusshi menyebalkan yang tadi mengecup keningku itu. Wajahnya itu… ia tertawa?!

“Apa yang kau tertawakan ahjusshi genit!”

“Wajahmu merah sekali, Jung Yuuri-ku yang bawel!” Aku memegang kedua pipiku yang pasti memerah sekarang. Aku memandang kesal ahjusshi yang masih tertawa-tawa ini. Kenapa tawanya tidak berhenti-henti? Apa sekrup rahangnya lepas?! (=_=)”

“Yak! Sudah! Hentikan tawamu ahjusshi genit!”omelku.

Kemudian ia mulai menghentikan tawanya dan pandangan matanya berubah. Menjadi lembut. Lembut?!

“Aku tau ciuman di pipi tadi ciuman pertamamu dari namja selain appa dan oppamu.”

Aku melotot mendengar ucapannya. Dia tahu darimana?! Tuh kan pipiku memerah lagi…. >///<

“Kalau sudah tau kenapa tadi menciumku…” Aduh kenapa suara yang keluar pelan sekali? apa ini karena aku malu dengannya?

“Yuu-ya, apa kau ingat sudah berapa lama kita berhubungan?”

Kenapa ia tiba-tiba menanyakan itu?

“Hmm… sekitar 6 bulan?”

“Dan kau pikir normal selama 6 bulan ini aku bahkan jarang sekali memegang tanganmu? Kita tidak ada kemajuan sama sekali. Seharusnya dengan hubungan selama itu kita sudah sampai tahap ciuman!”

Oh. My. God. Ahjusshi ini benar-benar genit ya! Tapi benar juga sih kata-katanya. Kami memang sering berkencan, tapi untuk skinship kami jarang sekali, bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah. Tapi bagaimana lagi, aku kan malu. O///O

“Jadi karena itu kau menyerangku tadi?”tanyaku sebal, “Kau hanya ingin skinship denganku?”

Ia mendekatkan tubuhnya padaku. Demi apapun yang ada di langit dan di bumi, kenapa ia senang sekali mempersempit jarak seperti ini sih sekarang?! Aku kan jadi harus memundurkan tubuhku sampai pintu mobil.

“Apa maumu sih?”desisku sebal, tanpa melihat wajahnya. Bisa-bisa wajahku merona lagi nanti.

“Kita sudah berusaha saling mengenal selama enam bulan ini kan? Lalu apa kau sudah mencintaiku?”

DEG. Pertanyaan itu. Kenapa ia harus menanyakan pertanyaan itu sih?!

Aku hanya diam. Pertanyaan itu sebenarnya juga sudah berkali-kali aku tanyakan pada diriku sendiri. Tapi sampai sekarang aku bingung akan jawabannya. Apa aku menyukai ahjusshi genit ini sebagai penyanyi idolaku atau sudah menyukainya sebagai seorang namja yang akan aku nikahi nanti? Awalnya sih aku menentang perjodohan ini karena umurnya yang terlalu jauh denganku juga status selebritisnya. Aku sudah cukup kesepian mempunyai oppa yang seorang selebritis, lalu dengan teganya orangtuaku menjodohkanku dengan seorang selebritis juga?! Hal itulah yang tidak bisa aku terima.

“Yuu…”

“Ne?”Aku mengangkat wajahku saat ia memanggil. Dan itu ternyata perbuatan bodoh! Sekarang aku bertatapan lagi dengannya! Kurasakan aliran darahku sampai di pipi, wajahku pasti memerah lagi. Omo! Apa dia mau mencium bibirku?! Aku tidak mau ia melakukannya tapi kenapa tubuhku membeku begini?!

Saat wajahnya denganku hanya tinggal berjarak 2 cm ia memundurkan kembali tubuhnya. Aku menghela napas lega.

“Aku tidak akan mengambil ciuman pertamamu dengan cara memaksa Yuu. Aku akan menciummu jika kau juga menginginkannya.”katanya lembut. Kenapa sih dengan ahjusshi ini? Dia hari ini bersikap aneh sekali. Tapi kata-katanya itu tak urung membuatku merasa nyaman.

“Mianhe.” Cuma kata maaf yang bisa kukatakan padanya. Habisnya apa lagi yang bisa kuucapkan?

“Kalau kau merasa bersalah seharusnya kau menciumku sebagai permintaan maaf.”

“DASAR AHJUSSHI GENIT!”

 

***

Aku berjalan mondar-mandir di kamarku. Aku benar-benar gelisah. Sudah empat hari ini si Ahjusshi genit itu tidak menghubungiku. Kami memang tidak sering bertemu karena kesibukannya. Tapi biasanya dia menelponku tiap malam sebelum tidur. Kalaupun ia tidak bisa menelponku ia pasti menyempatkan diri untuk meng-smsku.Pokoknya ia paling lama ia tidak menghubungiku hanya dua hari. Tapi sekarang sudah empat hari dan ia tidak menghubungiku sama sekali! Ada apa dengannya? Apa ia sakit?

Aku mengambil ponselku, mempertimbangkan untuk menghubunginya. Tapi pikiran warasku menghentikannya. Nanti kalau aku yang menghubunginya lebih dulu pasti dia akan geer dan berpikir aku mengkhawatirkannya. Tapi aku memang mengkhawatirkannya sih. (=_=)”

“Lebih baik aku melihat twitternya saja.”

Aku memutuskan untuk mengecek twitternya.

shfly3424 Super Junior Yesung

I have to bed rest today

Favorite Retweet Reply

 

“Bed rest?! Dia sakit?! Kenapa tidak ada yang memberitahuku sih?!”

Aku benar-benar panik sekarang. Aku berlari keluar kamar dan mencari kunci mobil di kamar orangtuaku. Setelah menemukannya di atas meja di samping tempat tidur aku langsung berlari ke garasi mobil. Aku baru akan membuka pintu mobil saat menyadari sesuatu. Aku kan tidak bisa menyetir. (=___=)”

Akhirnya aku meminta Lee Ahjusshi, pengurus rumahku untuk memesankan taksi.Setelah hampir setengah jam menunggu dengan gelisah akhirnya taksi itu tiba. Aku langsung mengatakan tujuanku kemana. Di dalam taksi aku tidak bisa tenang, akhirnya aku menurunkan gengsiku sedikit lalu menelponnya.

“Yeoboseyo? Ahjusshi genit, kau sakit?”tanyaku langsung saat ia mengangkat telponku.

“Yuu-ya… Uhuk uhuk!”

Omo! Eottohke?! Dari suaranya sepertinya ia benar-benar sakit!

“Aku akan segera ke tempatmu!”Lalu kututup telponku. “Ahjusshi, tolong ngebut!”kataku pada supir taksi.

Kim Jongwoon, kau benar-benar membuatku cemas!

 

Yesung’s POV

Sudah empat hari ini aku tidak enak badan, dan dari semalam aku demam. Sepertinya karena kesibukan grupku akhir-akhir ini membuatku kurang berisitirahat dan daya tubuhku melemah.

“Hyung yakin tidak apa-apa sendirian disini?”tanya Wookie padaku.

“Ne. Tidak apa-apa. Aku hanya butuh tidur saja kok.”

Wookie menatapku yang sedang berbaring dengan cemas. Sepertinya ia khawatir meninggalkanku sendirian di dorm. Tapi mau gimana lagi, mereka kan tidak bisa meninggalkan schedule mereka begitu saja.

“Bagaimana jika kuhubungi Yuuri saja?”

Yuuri? Memangnya dia mau?

“Tidak usah. Kalo dia ada aku yakin aku tidak akan bisa tidur. Dia kan bawel sekali.”

Wookie tertawa. “Ah ya, aku lupa kalo Yuuri itu bawel sekali. Kalo begitu aku pergi dulu ya hyung. Hyung tidur saja. Aku akan kembali secepatnya.”

Aku memejamkan mataku berusaha beristirahat, tapi wajah Yuuri selalu terbayang, membuatku tidak bisa tidur. Sudah empat hari ini aku tidak menelponnya atau mengiriminya pesan. Aku sengaja melakukan itu. Obrolan kami lima hari yang lalu saat di mobil itu membuatku cukup kecewa, karena setelah enam bulan kami berhubungan aku masih belum tahu ia mencintaiku atau tidak. Ia sendiri bahkan tidak tahu bagaimana perasaannya padaku. Aku jadi ingin mengujinya. Apa jika aku tidak menghubunginya lebih dari dua hari ia akan menghubungiku lebih dulu? Sepertinya tidak. Ia kan punyi gengsi yang sangat tinggi. (=_=)”

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Tanpa melihat caller idnya aku langsung saja mengangkatnya.

“Yeoboseyo? Ahjusshi genit, kau sakit?”

Aku tercengang mendengar suara itu. Itu suara Yuuri!

Aku sangat senang mendengar suaranya. Ternyata ia mencemaskanku. Haha~ aku buat saja ia lebih cemas!“Yuu-ya… Uhuk uhuk!”Aku sengaja terbatuk-batuk.

“Aku akan segera ke tempatmu!” PIP.

Aku memandang ponselku, kemudian tertawa gembira. Ternyata ia mencemaskanku! Buktinya saat aku terbatuk suaranya menjadi lebih cemas dan dia bilang akan kesini! Yes! Jung Yuuri, kau pasti mencintaiku!

Tidak sampai setengah jam kudengar bel dorm berbunyi. Itu pasti dia. Aduh kepalaku pusing sekali, tapi aku harus membukakannya pintu. Dia kan tidak tahu password pintunya. Akhirnya kuseret kakiku ke pintu dorm. Saat kubuka pintu, wajah cemasnya lah yang pertama kulihat. Aku tersenyum lemah. “Aku senang kau datang…”

Setelah itu semuanya gelap.

 

Yuuri’s POV

Akhirnya aku sampai di dorm super junior. Kutekan belnya berkali-kali, tidak ada jawaban apapun dan tidak ada yang membuka pintu. Masa’ sih dia tidak ada disini?  Atau ia ada tapi hanya sendirian, lalu tidak bisa membuka pintu saking sakitnya? Aduuuhhh… aku benar-benar cemas! Sepertinya aku harus menelpon Wookie oppa untuk minta password dorm.

Kemudian pintu dorm terbuka. Ternyata benar pikiranku. Ia sendirian, dan dari wajahnya yang sangat pucat itu aku bisa menyimpulkan jika ia tidak kuat berjalan untuk membuka pintu.Aku menghampirinya. Dan dalam keadaan keadaan seperti itu ia bisa tersenyum?

“Aku senang kau datang…” kemudian tubuhnya melemah dan ia jatuh ke pelukanku.

“Ya! ahjusshi!”panggilku panik sambil menepuk-nepuk pipinya. Ia tidak bangun-bangun juga. Wajah pucatnya berkeringat.

Dengan susah payah aku menarik tubuhnya ke kamarnya. Ya, tuhan! Ia berat sekali!

Kubaringkan ia di tempat tidurnya. Kemudian ia bergerak, tapi tidak sadar. Tubuhnya menggigil. Kuselimuti dia, tapi ia tetap menggigil. Aku berlari ke dapur dan mengambil air dan es batu untuk mengompresnya. Kukompres ia menggunakan handuk kecil miliknya. Tapi aku sama sekali tidak melihat perubahan. Aku mulai ketakutan. Airmataku sudah mengalir.

Aku mengambil ponselku di tas dan menghubungioppaku. Aku tidak tahu siapa lagi yang bisa membantuku sekarang.

“Yeoboseyo? Yun oppa….  Jongwoon sakit… aku takut sekali… kumohon datanglah ke dorm suju…”kataku sambil terisak-isak.

Tidak berapa lama Yunho oppa datang bersama seorang dokter. Aku menangis dalam pelukan oppaku sementara dokter memeriksanya.

“Dia tidak apa-apa, Agassi. Hanya kecapekan dan kena maag karena tidak makan teratur. Aku sudah memberinya antibiotic. Tapi ada kemungkinan malam ini ia masih akan demam, yang perlu anda lakukan hanya terus membuatnya hangat.”Aku mengangguk dan sedikit lega mendengar penjelasan dokter. Tadi aku ketakutan sekali. kupikir ia sakit parah.

Aku menghampirinya yang sekarang sudah bisa tidur tenang di tempat tidur. Kugenggam tangannya yang dingin. Padahal baru empat hari yang lalu ia menggenggam tanganku dengan tangannya yang hangat.

“Ahjusshi babo! Bukankah aku sudah menyuruhmu makan teratur?  Pasti kau lupa. Apa aku harus mengingatkanmu terus?”kataku padanya yang sedang tertidur. Jung Yuuri, kau babo sekali! Masa’ berbicara dengan orang tidur? (=,=)’

“Kau pasti mengkhawatirkannya ya?”

Aku berbalik dan melihat Yunho oppa yang menatapku sambil tersenyum menggodaku. Oh, tidak! Ternyata ia masih disini!

“Sepertinya kau sudah mencintainya ya…”

“Me… memangnya tidak boleh aku mengkhawatirkannya? Lagipula aku tahu dia sekarat tadi masa’ aku membiarkannya! Aku pasti akan berbuat begitu jika ada orang lain yang sakit!”

Sial! Yunho oppa masih saja menggodaku dengan tatapannya. Menyebalkan! >///<

“Hahaha~ jangan cemberut begitu, Yuu-ya. Akui sajalah. Kan bagus sekali jika pada akhirnya kau mencintai tunanganmu sendiri. Kasihan Yesung hyung jika terus bertepuk sebelah tangan.”katanya lalu pergi keluar.

Hah… Aku masih bingung dengan semuanya. Aku mencemaskannya kan bukan berarti aku mencintainya.Aahhhh…. Molla. Aku tidak tahu bagaimana ciri-ciri seorang yeoja yang mencintai namja. Katanya jika jantungmu berdetak kencang saat bersama dengannya, itu berarti kau mencintainya. Tapi masalahnya adalah sebelum kami dekat pun jantungku selalu berdetak kencang saat melihatnya bernyanyi. Walaupun hanya melihatnya di tivi.Nah, jadi itu sebenarnya aku mencintainya sebagai seorang idola atau sebagai seorang namja? Aduuhhh… Jung Yuuri! kenapa kau babo sekali sih terhadap masalah seperti ini?Abis gimana ya, aku kan masih muda, tidak seperti ahjusshi ini. (=,=)

“Yuu-ya…”

Omo! Dia bangunkah? Kuperhatikan dia baik-baik. Ternyata dia cuma mengingau. (=,=)”

Tapi kenapa ia mengigau namaku? Ahjusshi genit ini jangan-jangan memimpikan yang aneh-aneh tentangku?! o_O

“Yuu-ya…”Dia menyebut namaku lagi. Sebenarnya apa sih yang aku lakukan dalam mimpinya? Kenapa ia menyebut namaku terus? Aduh, kenapa ia menggenggam tanganku makin erat? Nah lho! Nggak bisa dilepas. (=_=)”

“Saranghae, Yuu-ya…”

Tubuhku mendadak membeku mendengar igauannya. Tadi aku tidak salah dengar kan? Ia bilang ia mencintaiku? Memang sih ia sudah sering mengatakannya, tapi aku tidak begitu percaya. Kan hubungan kami karena dijodohkan, jadi bisa saja kan ia tetap mau meneruskan perjodohan kami karena ia menghormati keinginan orangtuanya, bukan karena benar-benar mencintaiku. Tapi kalau ia mengucapkannya saat tidak sadar begini aku malah jadi percaya. o///O

“Yuu-ya… dingin…”

Aku mengusap keningnya yang berkeringat dengan tanganku yang bebas. Kasihan sekali dia. Padahal selimutnya sudah tebal, AC juga sudah dimatikan, tapi ia masih tetap kedinginan. Apa yang harus kulakukan agar ia tetap hangat?

Hmm… masa’ aku harus melakukan hal itu? Itu kan memalukan sekali. Tapi aku tidak tega melihatnya kedinginan. Akhirnya aku naik ke atas tempat tidur dan tidur di sebelahnya. Aku mendekatkan tubuhku ke tubuhnya lalu memeluknya dengan tanganku yang tidak digenggamnya.  Kusandarkan kepalaku di bahunya. Hmm… aku bisa mencium wangi shampoo di rambutnya.

Tiba-tiba ia bergerak dan memelukku erat dengan kedua tangannya. Aduuuh… erat sekali. Tapi aku tidak tega melepaskan pelukannya. Ia terlihat sangat kedinginan.

Kupandangi wajah pucatnya yang begitu dekat dengan wajahku. Kurasakan pipiku kembali memanas. Ternyata walaupun sakit begini ia tetap terlihat tampan ya. >///<

Tiba-tiba satu tangannya naik ke atas dan menyentuh bibirku! Oh, tidak, tangannya semakin naik ke atas bibirku. Ia menyentuh viltrum hidungku dan mengusap-usapnya dengan jari telunjuknya. Aku lupa kalau ini kebiasaannya saat tidur. (=_=)”

Kubiarkan saja telunjuknya terus mengusap-usap viltrum hidungku.

“Yuu-ya… hangat…”

Aku tersenyum mendengar igauannya itu. Kusentuh pipinya lembut. Apa aku sudah mencintainya ya? Bagaimana cara memastikan perasaanku?

Lama-kelamaan aku pun tertidur.

***

 

Yesung’s POV

Yuuri tidur memelukku? Aku tidak percaya ini! Semalam aku ingat ia datang ke dorm, tapi aku tidak tahu kenapa ia bisa berada di pelukanku sekarang. Apa karena tadi malam aku kedinginan, jadi ia memelukku untuk menghangatkanku? Ah molla! Yang penting aku bisa memeluknya! Hahaha…

Kupandangi wajah cantiknya yang berada di pelukanku. Ia terlihat sangat polos saat tidur. Beda sekali jika dia sadar. Bawelnya itu benar-benar mengganggu. (=_=)”

Kemudian ia menggeliat-geliat kecil. Kurasa ia terbangun. Ia mengucek-ucek matanya pelan kemudian membuka matanya. Ia terlihat terkejut saat melihat wajahku yang tepat di depan wajahnya.

“GYAAAAA~”

“Aww! Kenapa kau mendorong orang sakit?!”Aku terjatuh karena dorongannya tadi. Tuh kan, kalau bangun pasti heboh lagi. (=_=)’

“Mi… Mianhe…” Yuuri turun dari tempat tidur dan membantuku berdiri. Ia mengalungkan lenganku di bahunya. Sebenarnya sih dia nggak perlu membantuku, tapi mana mungkin aku menolak kesempatan untuk memeluknya. Hahaha.

Ia mendudukkanku di kasur. “Kau sudah baikan? Apa masih pusing? Lapar? Mau kubuatkan sesuatu?”

Aku tersenyum mendengar perhatiannya. Aku menggeleng.

“Benarkah? Kan sudah sering kubilang kalau kau harus menjaga kesehatanmu. Walaupun sibuk harus makan teratur. Kan kasihan oppa-deul yang lain jika kau tidak bisa ikut tampil karena sakit. Kasihan juga penggemarmu yang tidak bisa melihatmu tampil, mereka pasti juga mencemaskanmu. Aku heran deh kenapa malah kura-kuramu yang sehat. Seharusnya kau juga ingat memberi dirimu sendiri makan.”

Aku mengangguk saja. Ia mulai bawel lagi. (=_=)”

“Tadi malam kau tidur memelukku ya?”

Aku memandangnya yang berdiri di hadapanku. Wajahnya berubah jadi merah sekali. Aku tertawa. Ia memang gadisku yang benar-benar menggemaskan. Aku mencubit kedua pipinya yang memerah.

“Ya! ahjusshi genit! Jangan memegang pipiku!”omelnya lalu melepaskan tanganku dari pipinya.

Aku cemberut. “Padahal tadi malam kita tidur berpelukan, tapi sekarang kenapa kau tidak membolehkanku menyentuh pipimu?”

“Itu kan karena tadi malam kau kedinginan, genit!”

Aku menariknya sampai ia jatuh terduduk di pelukanku. Tadinya ia berusaha melepaskan pelukanku, tapi aku mendekapnya erat.

“Lepaskan genit!”omelnya.

“Kalau kau tidak diam aku akan menciummu!”ancamku. Akhirnya ia berhenti meronta. Aku bisa merasakan debaran jantungnya. Rasanya sangat nyaman memeluknya. Aku menyesal sekali baru bisa memeluknya sekarang.

Aku mengelus rambut panjangnya. Kudekatkan hidungku di rambutnya. Hmm… wangi shampoo-nya sangat khas. Wangi bunga Lily, bunga favoritnya.

“Hmm… ahjusshi… bisa kau lepaskan pelukanmu?”

“Panggil aku Jongwoon oppa baru kulepas.”

“Emm… Jong…woon…oppa… Bisa kau lepaskan pelukanmu?”

Aku melepaskan pelukanku tapi tidak melepaskan pegangan tanganku di lengannya. Ia menundukkan wajahnya yang memerah.

Aku tertawa kecil. “Aigoo… Jung Yuuri… sepertinya kau harus membiasakan diri dipeluk olehku ya. lihat wajahmu, merah sekali!”

“Aku… ada yang ingin kutanyakan padamu…”

“Tanyakan saja.”

“Hmm….” Ia terlihat malu-malu. Memangnya ingin menanyakan apa ya? “… apa kau benar-benar….Mencintai…ku?”

Aku terbelalak mendengar pertanyaannya. Selama ini aku sudah sering mengatakan cinta padanya, tapi ia tidak pernah menganggapnya serius. Kenapa sekarang ia menanyakannya?

“Kenapa kau menanyakannya? Bukankah sudah jelas? Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu.”

Ia terdiam lama, lalu tiba-tiba ia menangis.

“Lho? Yuu-ya, kenapa kau menangis?”tanyaku bingung sambil mengelus-elus lengannya.

“A… aku bingung…”

“Bingung kenapa?”

“Aku bingung apa aku mencintaimu atau tidak…”

Aku terkejut mendengar perkataannya. Kukira selama ini ia tidak pernah memikirkannya. Ia selalu terlihat cuek. Tapi sekarang berbeda. Ia terlihat sedih sekali.

Aku menyentuh dagunya, mengangkat wajahnya yang menunduk agar mau melihatku. “Aku tahu kau mencintaiku.”ucapku lembut lalu menghapus airmata di pipinya.

“Tapi aku tidak mengerti perasaanku sendiri. Aku benar-benar merasa bersalah padamu…”

“Gwenchana…”

“Anhiyo. Mianhe karena aku selama ini selalu bersikap menyebalkan padamu. Awalnya aku keberatan dijodohkan denganmu karena umurmu yang terlalu jauh di atasku. Aku merasa banyak hal yang tidak aku mengerti mengenai hubungan seperti ini. Aku juga tidak suka mempunyai hubungan dengan selebiritis. Makanya aku marah saat tau akan dijodohkan denganmu.”

Oh, jadi karena itu awal-awal sikapnya sangat menyebalkan padaku. Tapi ada yang membuatku bingung. “Tapi kenapa kau tidak suka mempunyai hubungan dengan selebritis? Oppamu kan selebritis terkenal?”

“Justru karena oppa. Aku sangat menyayangi oppa. Orangtuaku selalu sibuk bekerja. Tapi tidak masalah buatku, karena oppa masih bisa menemaniku. Tapi setelah oppa terkenal aku jadi kesepian. Aku tidak bisa dekat dengan namja manapun, jadi aku tidak pernah punya namjachingu. Waktu Eomma dan Appa bilang akan menjodohkanku awalnya aku menolak, tapi akhirnya aku setuju juga karena aku pikir mungkin namja yang akan menjadi tunanganku bisa selalu menemaniku. Makanya aku sedih dan marah sekali saat mereka mengenalkanmu sebagai tunanganku…”

Ya tuhan, jadi ini penyebab sikap cueknya itu? Ia takut tergantung padaku? Sementara aku tidak bisa selalu ada di sisinya?

Ia mulai menangis lagi. “Uljima…” Aku memeluknya erat dan mengusap-usap punggungnya. “Mianheyo… aku tidak mengerti perasaanmu…”

“Ini bukan salahmu. Aku mengerti jika perjodohan kita tidak mungkin dibatalkan. Makanya aku mulai mencoba untuk bisa menerimamu. Tapi aku masih bingung dengan perasaanku…”

“Tidak usah dipaksakan Yuu-ya…”

Ia menggeleng dalam pelukanku. “Aku takut menyakitimu jika aku tidak punya perasaan yang sama…”Kemudian ia melepaskan diri dari pelukanku. “Bolehkah aku mencoba membuktikannya?”

“Caranya?”

“Cium aku.”

Aku terkejut mendengar permintaannya. Seorang Jung Yuuri yang selalu takut kusentuh kini memintaku untuk menciumnya? Apa otaknya masih waras?

“Yuu-ya… kau makan sesuatu yang salah kemarin? Atau kepalamu terbentur? Atau…”

“Ahjusshi!”

Kemudian sebelum ia sempat menolak aku langsung mencium bibirnya.

 

Yuuri’s POV

Ia memelukku dan mengelus-elus punggungku dengan lembut. Perasaanku sedikit lega karena sudah jujur padanya. Tapi masih ada yang mengganjal. Aku masih belum tahu bagaimana sebenarnya perasaanku padanya.

“Tidak usah dipaksakan Yuu-ya…”

Aku menggeleng dalam pelukannya. “Aku takut menyakitimu jika aku tidak punya perasaan yang sama…”Kemudian aku melepaskan diri dari pelukannya. “Bolehkah aku mencoba membuktikannya?”

“Caranya?”

“Cium aku.”

Aku tahu ini kedengarannya konyol. Aku yang biasanya selalu menolak disentuh olehnya kini memintanya untuk menciumku. Tapi ini harus dipastikan. Aku merasa bersalah sekali padanya yang selama ini selalu bersabar dengan sikapku. Dan yang aku dengar dari chingu-deul ku di kampus, jika kita mencium seseorang kita bisa tahu kita mencintainya atau tidak. Makanya aku ingin mencobanya.

Ia menatapku aneh. “Yuu-ya… kau makan sesuatu yang salah kemarin? Atau kepalamu terbentur? Atau…”

“Ahjusshi!”

Kemudian tanpa sempat mengantisipasi apapun bibirnya sudah menempel di bibirku. Ia melumat lembut bibirku. Seketika itu juga aku merasakan ada yang aneh dengan diriku. Tubuhku seperti tersengat listrik, jantungku berdetak kencang, pipiku menghangat, tapi ada perasaan yang paling berbeda dari semuanya. Aku merasa bahagia! Sangat! Kebahagian ini tidak pernah kurasakan sebelumnya. Aku ingin memilikinya. Aku ingin memiliki namja yang sekarang sedang menciumku dengan lembut ini. Kemudian airmataku menetes.

Ia melepaskan ciumannya. Membuatku kecewa.

“Yuu! Kau menangis! Mianheyo, aku memaksamu tadi.”katanya panik. Aku terus-menerus menangis. Aku memukul-mukul lengannya.

“Eottohke?! Aku mencintaimu! Eottohke?!”kataku kesal. Aku kesal kenapa aku harus mencintainya. Dia tidak bisa selalu ada di sampingku. Dia akan sama sibuknya dengan Yunho oppa. Aku akan tetap sendirian. Kesepian. “Eottohke…”

“Kau mencintaiku, Yuu?”tanyanya. Nada suaranya gembira, membuatku semakin kesal. Aku memukulnyasemakin keras. “Aku mencintaimu, ahjusshi menyebalkan! Kenapa harus kau…”

Ia kembali menarikku ke dalam pelukannya. “Saranghaeyo, Yuu-ya. Aku tidak akan membuatmu kesepian.”

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dalam pelukannya. “Anhiyo. Kau pasti akan selalu sibuk…. kita pasti akan sulit bertemu seperti biasanya…”

Ia menyentuh daguku dan mengangkat wajahku agar memandangnya. Ia menatapku lembut. Aku bisa melihat cinta disana. “Anhi. Ada cara agar kita bisa selalu bersama, Yuu…”

Aku terus menatapnya, matanya seperti menghipnotisku. “Apa?”tanyaku dengan suara serak.

“Would you marry me?”

Aku membelalakkan mataku mendengar pertanyaannya. Inikah kalimat sederhana yang dapat mengubah hidup seseorang? Kalimat yang butuh keberanian besar untuk diucapkan. Juga kalimat yang butuh keberanian besar untuk dijawab. Aku memandang matanya yang penuh ketulusan. Ia dengan segala kedewasaannya punya keberanian untuk mengatakan itu, tapi bagaimana denganku? Apakah aku punya keberanian untuk menjawabnya?

Aku hanya gadis berusia 20 tahun. Gadis manja yang kesepian, yang selalu membutuhkan seseorang untuk menemaniku. Gadis yang egois, yang ingin orang-orang yang dicintainya selalu bersamaku. Aku bahkan baru mengerti bagaimana itu cinta beberapa saat lalu.

Ia namja berusia 27 tahun. Namja dewasa yang selalu mengerti bagaimana bersikap dengan baik. Namja yang sangat mencintai keluarganya dan sangat menghormati keinginan orangtuanya. Selalu berusaha untuk tidak bersikap egois. Ia mengerti bagaimana mencintai dan menyayangi orang lain. Dan namja ini mau menerimaku sebagai tunangannya karena ia menghormati orangtuanya.

Namja bernama Kim Jongwoon ini berusaha mencintaiku dan bahkan memintaku menjadi istrinya dengan segala kekuranganku.

“Sudahlah. Tidak usah dijawab.”katanya setelah aku terdiam lama. Ia menatapku sedih. “Aku mengerti mungkin ini terlalu cepat untukmu. Aku tidak akan memaksa.”

Bagaimana mungkin aku menolak namja sepengertian dirinya?

Aku memeluk tubuhnya erat.

“Aku mencintaimu.”

“Aku tahu.”Ia mengelus-elus punggungku.

“Aku ingin menjadi istrimu.”

“Aku ta… MWO?!”

Aku melepaskan pelukanku dan memandang wajah tampannya dengan mataku yang sudah basah.Aku tersenyum, kemudian ia tersenyum.

Hari itu aku tahu, aku tidak akan kesepian lagi.

 

END

 

Eotte? Eotte? Gimana ahjusshi imutku? #ditampol clouds

Ni FF kubuat pas lagi kangen-kangennya sama Invisible Leader SUJU itu, abisnya udah lama gk diapelin sih. #plaakk.

Silakan kritik sarannya ditunggu. No Bashing ya!

 

Pernah di publish juga di blog ff :myroomsama di wp pribadiku: ideaFina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12 thoughts on “My 27 Years Old Fiancee

  1. hahay…aku jg mau bgt jd tunangannya Jong woon oppa haha…
    Tenang Oppa umur kta ga jauh2 bgt kok, yahh..cm beda 2 thn hehehe..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s