Birthday Kiss

Haiiii~~ ini sayaa specialshin mwahahah udah lama ga post ff disini *author kacau tingkat zeus

ah, ff ini dipost juga di blog pribadi saya. specialshin.wordpress.com (oh ya, yang punya hobi nulis juga, saya lagi ngadain lomba berhadiah disana:)

jangan lupa RCL yaa ^^

 

story :

Yoonji menyeduh mint chocolatenya yang masih mengepul panas dan berjalan kembali  ke sofa ruang tengah apartemennya sebelum menyalakan laptop. Ia membuka email dan menemukan satu pesan masuk dari kekasihnya membuatnya tersenyum. Lee Sungmin entah mengapa belakangain ini jadi hobi menggunakan Email.

Kemarin mereka menciptakak permainan baru “The Secret Admirer,” jadi Sungmin membuat Email rahasia dan mengirimi Yoonji pesan dan ucapan ucapan seakan akan ia adalah penggemar rahasia. Begitu pula Yoonji yang mengirimkan kado misterius ke Dorm Sungmin, dengan kode khusus jadi Sungmin akan bisa membedakan hadiah Yoonji dengan fans lainnya.

Oke terkesan kekanak kanakan, tetapi itulah cara Shin Yoonji menikmati hidup dan secara tidak langsung menyeret Sungmin masuk ke dalamnya.

Yoonji kembali terkikik kecil ketika membuka inbox dan menemukan alamat Email familiar, myblacksmile@xxx.com oke, ini akun yang jelas jelas sangat familiar bagi mereka berdua. Yoonji tersenyum kecil dan mengklil email tersebut untuk membaca isinya.

From     : Pumpkin <myblacksmile@xxx.com>

To          : Apple <Specialshn13@xxx.com>

Subject : This Blue Day.

Hey, aku  lagi penggemar rahasiamu.

Oke, aku juga tidak mengerti mengapa aku suka sekali menggunakan akun ini sekarang, mungkin hanya kau yang pernah menerima email dari akun pribadi rahasia Lee Sungmin. Kau beruntung, Shin Yoonji~ yah, aku masih heran mengapa kau bisa terima saja saat aku bilang tidak bisa melalui malam tahun baru bersamamu, tetapi aku yang mengatakannya saja masih tidak rela sekarang.

Seperti yang kau bilang, aku menguasai Chinesse Matrial Art kenapa aku tidak membunuh saja Kim Youngmin si tua Bangka itu dengan tongkat wushu-ku? Dan well, sampai sekarang aku belum menemukan jawabannya. Bisakah kau mencarikan alasan untukku membunuh kakek sihir satu itu? Setelah apa yang dilakukannya pada Super Junior di Gayo Daejun?

Yoonji-ya, tetapi ELFdeul benar benar daebak. Mereka tetap memberikan dukungan penuh di saat saat seperti ini. Kau harus tahu wajah menyeringai Eunhyuk melihat reaksi ELF saat membaca twitter updatenya. Dan kau tahu? Setelah itu dia jadi sering sekali menyuruh ELF makan banyak. Apa kau menuruti apa katanya Yoon? Kau kan Fans si monyet itu. Ingat jangan makan yang aneh aneh, kau alergi kepiting dan rentan terhadap mi instan.

Ah ya, Leeteuk Hyung benar benar kecewa pada si kakek sihir Youngmin itu kau tahu? Dan sepertinya yang kau katakan benar. Dia jadi sering bad-mood karena bawaan umur kkk~ tunggu sampai aku mengadu padanya, Shin Yoonji. Oke aku tidak tega melakukan itu.

Dan yaah tetap saja aku ingin merayakan Tahun Baru ini bersamamu Yoon, tetapi pihak SM malah memberikan kami jadwal penuh hari ini. Kami kembali ke dorm pukul satu pagi, dan aku tidak mau mengambil resiko kau terkena flu dan sejenisnya. Kau tidak kesepian kan? mengapa kau menolak pergi ke Busan untuk tahun baru bersama keluargamu?

Yoonji-ya, dingin sekali disini kalau kau ada mungkin aku sudah memelukmu, kkk~ kau jangan lupa minum yang hangat hangat dan jangan makan makanan instan. Ini musim dingin, rawan penyakit. Apakah aku terdengar seperti Eomma-mu? Donghae bilang aku terlalu over-protektif tetapi aku tidak mendengarkan perkataannya. Dia sendiri juga over protektif… terhadap Eunhyuk maksudku. Oke, aku bergurau.

Oke, Shin Yoonji sepertinya para crew sudah memanggilku dan Eunhyuk sudah penasaran tingkat dewa dengan email aneh ini, kkk~ yah…… aku merindukanmu Yoon. Aku….  Sangat mencintaimu juga. Happy New Year, cantik.

Your not-anymore Secret Admirer

Yoonji tersenyum kecil membaca email dari Sungmin tersebut. Dalam jadwal sepadat ini saja Sungmin masih sempat mengiriminya Email. Sebenarnya Yoonji sedikit kecewa saat Sungmin dengan menyesal mengatakan tidak bisa menghabiskan tahun baru ini dengannya. Tetapi toh akhirnya Yoonji mengerti.

Ini adalah resiko menjadi kekasih seorang artis. Yoonji sudah sangat bersyukur natal kemarin dihabiskannya bersama Sungmin dan keluarganya di Busan. Jadi kali ini tidak akan terlalu bermasalah kalau ia merayakan Tahun Baru sendiri.

Oke, memang member Super Junior sudah memberikannya rekor  ‘Pacar Baik Baik,’ dengan masing masing alasan.  ‘Tidak Evil,’ kata Kyuhyun. ‘tidak banyak maunya.’ Kata Leeteuk. ‘Sayang orang tua,’ kata Donghae. ‘penurut,’ kata Ryeowook. ‘Rajin ke Gereja’ kata Siwon. ‘Tidak Moody,’ kata Heechul. Bahkan ‘Tidak pernah menonton video yadong,’ kalau itu…..  kata Eunhyuk.

Oke, dia sudah punya predikat pacar baik baik, dan ia tidak akan merusaknya. Yoonji megetik ‘Reply’ di sudut kiri bawah email tersebut dan mengetik balasannya.

-oOo-

Sungmin masih berkutat dengan laptopnya di backstage sebuah acara music yang sedang menampilkan episode special tahun baru.

“Yah! Yoonji tidak akan mati hanya karena kau tinggal saat New Year,” kata Donghae sewot yang dari tadi masih mencoba coba gerakan baru yang mendadak di rombak Eunhyuk dengan seenaknya. “Well, dia tidak akan mati karena ku tinggal tetapi dia akan segera mati karena mi instan,” jawab Sungmin cuek.

Oke, kadang Sungmin berpikir kenapa manusia selalu menyukai apa yang tidak baik untuk mereka?

Ryeowook datang entah dari mana sambil membetulkan letak Microphone di telinganya. “Tenang saja,dia itu pacar baik baik,” katanya. “Tidak evil,” sambung Kyuhyun. “Tidak Moody,” kata Heechul. “Sayang orang tua,” sambung Donghae. “Penurut,” kata Ryeowook dan Eunhyuk muncul dengan wajah lucunya. “Dan tidak suka menonton Yad…”

“YAH! Jelas dia tidak menonton Yadong, jangan samakan dia denganmu. Dan kau Wookie dia tidak penurut sama sekali,” kata Sungmin.

Tiba tiba laptop Sungmin mengeluarkan alert yang menandakan ada Email baru. Sungmin langsung membuka Emailnya dan sekejap mengabaikan memberdeul lainnya yang langsung berpandang pandangan.

From     : Apple <Specialshn13@xxx.com>

To          : Pumpkin <myblacksmile@xxx.com>

Subject : RE :This Blue Day.

Hai.

Bagaimana kau bisa menyempatkan diri mengirimiku Email? Yah! Leeteuk Oppa akan membunuhku kalau ia tahu. Mengerti kan? sudah tua, darah tinggi dan sebagainya? Well jangan tunjukkan email ini padanya, ia akan menyesal telah memujiku.

Aku tidak kesepian kok, ini aku sedang di rumah menonton televise sambil mimun chocolate mint dan makan makanan yang….. ehm bergizi dan baik bagi kesehatan. Tentu saja aku makan sangat banyak tahun baru ini, seperti yang dikatakan Eunhyuk Oppa. Ah, dia baik sekali masih sempat mengirimkanku sebuket winter rose beserta ucapan Tahun baru. Oke, tenang saja hadiah macarons darimu tetap yang paling special.

Kau tidak usah berlebihan. Kesehatanku baik baik saja dan flu ku sudah hampir sembuh. Bagaimana dengan flu mu? Lucu sekali kan kita bisa kena flu di saat yang bersamaan? Oke sebenarnya aku yang flu dan kau tidak tetapi kau tidak mau menurut apa kataku dan tetap saja sering menciumku. Itu bisa membuatmu tertular kau tahu? Sekarang nikmatilah kkk~

Jadi? Malam tahun barumu akan sangat ramai, eh? Pokoknya ingat, jangan menghabiskan tahun baru dengan para selebritis cantik. Well, siapa yang memberikanku predikat ‘tidak cemburuan?’ oke dia salah besar. Tetapi…. Pengecualian untuk Soon unnie. Kau tahu kan aku SunSun shipper xD

Aku tidak tahu lagi akan mengatakan apa, jadi emailku segini saja ya? Well secret admirer, aku sudah membalas pesan darimu. Sekarang kau senang? Hahaha~ Happy New Year, tampan. Oke aku mencintaimu juga.

PS : sampaikan terima kasihku pada Eunhyuk Oppa! Bunganya cantik. Ah ya, macarons darimu juga enak kkkk~

YJ.

Sungmin tersenyum kecil membaca Email dari Yoonji dan sedikit menaikkan alisnya saat gadis itu membahas tentang makanan bergizi dan baik untuk kesehatan. Dan yah, kalau Sungmin boleh jujur ia sudah tahu Yoonji pasti memakan makanan instan dengan bebas dan bahagia tanpa ada yang menghalanginya.

Tetapi ia teringat sesuatu. Ia mendelik kea rah Eunhyuk yang memandangi layar komputernya dengan kelewat ingin tahu.

“YAH! MONKEY KAU MENGIRIM MAWAR PADA KEKASIHKU? CARI PACAR SENDIRI SANA!”

-oOo-

Yoonji berbohong saat menulis pada Sungmin tentang menonton televisi. Oke sebenarnya tidak. Ia sedang berkutat dengan kertas panjang dan tinta warna warni yang ia tulis sendiri dengan tangan. Oke ini sedikit melelahkan.

Terdengar suara beep beep dari microwave di dapurnya dan dia segera berlari ke belakang, dan mengeluarkan adonan kue yang sudah ia ia masukkan dari tadi. Oke sebenarnya untuk membuat ini dia sudah berlatih berkali kali bersama Ryeowook dan sudah Kenyang dengan omelannya betapa ia tidak memiliki tangan wanita.

Tetapi siapa yang bersalah? Memasak butuh talent khusus. Dan sedikit keberuntungan.

Yoonji menarik keluar kue yang sudah berbentuk sempurna tersebut dan meletakkannya hati hati di atas meja. Diambilnya berbagai krim warna warni yang sudah disediakan Ryeowook untuknya karena pria itu tahu Yoonji hanya akan menghancurkan rasanya kalau ia membuatnya sendiri.

Dengan sabar dihiasnya kue itu dengan krim krim warna warni, mencoba mencontoh model foto yang ditemukannya dari sebuah tumblr yang selalu mengupdate tentang dessert dan cake. Oke sedikit berhasil, thanks to Ryeowook dan hobi memasaknya.

Dengan hati hati ditaburkannya permen kecil warna warni yang tadi ia beli di sebuah supermarket besar (ya, ia membeli. Bukan membuat) dan membentuk tulisan tulisan di atas kue tersebut. Yoonji tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Sungmin melihat kue perdananya tersebut.

Ia teringat pada lilin lilin kecil yang ia beli kemarin. Jumlahnya dua puluh delapan. Oke, ia berpikir sendiri. Benarkah sudah dua puluh delapan? Dua puluh tujuh internasional sebenarnya tetapi…. Tidak bisa dipercaya, waktu berlalu begitu cepat.

“Ck… Lee Sungmin kau sudah tua ternyata. Baiklah, kalau kau melamarku akan segera kuiyakan saja,” ucap Yoonji menahan tawanya. “wah, aku berpacaran dengan ahjussi,” lanjutnya.

Yoonji menancapkan dengan hati hati lilin lilin rapat di tengah tengah kue. Yoonji tidak menyalakan apinya sekarang. Akan tiba saatnya.

Ia meraih ponselnya dan menekan sebuah tombol yang ia hapal luar kepala karena belakangan ini nomor itulah yang peling ia sering hubungi. Terdengar suara nada Sambung dan seseorang mengangkatnya disana.

“YAH! SHIN YOONJI! AKU MAU PERFORM,” terdengar suara melengking Ryeowook mengalahkan keramaian di sekitarnya.

“Er… mianhae Oppa, aku hanya ingin bertanya bagaimana caranya biar cokelatnya tidak mencair? Aku sudah selesai membuat kuenya,” ucapnya. Ryeowook memelankan suaranya. “Kau… benar benar tidak tahu?” tanyanya berbisik.

“Eo.” Jawab Yoonji singkat. “Benar benar benar tidak tahu?” bisik Ryeowook lagi. dan Yoonji mengangguk pasti walaupun Ryeowook tidak mungkin melihatnya. “Benar benar benar benar tidak tahu,” ucapnya.

“YA TINGGAL KAU MASUKKAN KULKAS  BAGAIMANA SIH!?” bentak Ryeowook kehabisan akal. Bagaimana mungkin gadis jadi jadian ini tidak tahu bagaimana caranya menjaga cokelat agar tidak lumer?

“Ah!” Yoonji menepuk jidatnya. “Aku sibuk memikirkan hal hal rumit sampai melupakan hal sesimple ini,” kata Yoonji.

Ryeowook berdecak sebal. “Ini karena setengah otakmu tidak berfungsi semestinya yoon,” ucapnya.

Tiba tiba Yoonji bisa mendengar suara seseorang di seberang sana, berteriak dari ujung. “Itu Yoon, wookie?” katanya dan Ryeowook membalas “Ah, Sungmin Hyung anii ini sepupuku Yoonra dari –“

Tuut… tuut… tuut…

Yoonji memutar matanya setelah Ryeowook memutuskan sambungan, dan membawa Kue tersebut dengan hati hati ke dalam freezer ketika tiba tiba handphonenya bergetar dan ia membaca sms dari Ryeowook.

‘JANGAN MASUKKAN FREEZER INGAT! Masukkan kulkas biasa! Bisa bisa malah kuenya membeku’

-oOo-

Sungmin mengutak atik ponselnya ketika ia selesai perform dan briefing dengan manajer hyung-nya. Ia mencoba menghubungi Yoonji tetapi gadis itu tidak kunjung mengangkat. Mungkin sudah tidur,pikirnya.

Ia meminta izin kepada manager-hyung nya dan meraih kunci mobil, lalu mengemudikannya ke apartemen Yoonji. Sungmin menyembunyikan senyumnya membayangkan ekspresi terkejut gadis itu ketika ia tiba tiba muncul di pintu rumahnya setelah mengatakan tidak akan bisa menemuinya hari ini.

Ia menekan password keamanan Yoonji di auto-lock apartemennya dan pintu terbuka otomatis. Tetapi alangkah herannya Sungmin saat menemukan ruangan itu gelap gulita. Sungmin berjalan kearah tengah ruangan karena melihat cahaya misterius berpendari disana.

Saat sampai di ruang tengah barulah Sungmin menyadari itu adalah sebuah kue ulang tahun dengan 28 lilin menjulang dan menyala terang. Terbakar sepertiganya karena mungkin sudah menyala sejak lama. Ia menyalakan lampu dan kembali memandangi kue itu. Ia menutup matanya, mengucapkan permohonan sebelum meniup habis lilinnya.

Sungmin menyadari ada sebuah kotak kecil di samping kue itu dan menemukan sebuah jam tangan perak dengan batu safir melingkarinya. Ah.. ada sebuah surat juga.

Dengan tidak sabar Sungmin membuka surat itu, dan menemukan tulisan tangan khas dengan bolpoin warna warni.

Hey, Lee Sungmin selamat Ulang Tahun um… Ahjussi. Dan aku tahu kau akan datang memberikanku kejutan. Aku tahu pasti itu, kau akan muncul karenanya aku ambil langkah duluan. Ta-ra, kali ini aku satu langkah lebih maju, Lee Sungmin *merong~

Dan yah, cepat baca suratnya dan telepon aku, aku akan beritahu tempat kemana kau harus menyusul. Sangat dingin disini~

A view things I love about you.

1. I love it when I got cold you will be the most panic one, and keep asking me if I feel cold and need you to hug me. Hey, I always say yes ^^

2. I Love it when you always make your time to see me, among all  of that crazy schedule of yours.

3. I love it when I know, I’m not pretty and so imperfect but you look at me like I’m the most beautiful Goddess you have ever seen.

4. I love it when I realize that I will never lose you. You said so, min. so don’t leave me.

5. I love it when I can’t sleep at night, I can always call you and you will accompany me through out the night, until the morning come.

6. I love it when I wake up in the morning, you will be the one whom I talk to.

7. the same thing happens every night, your voice will be the last one that I want to hear before I sleep.

8. I love the way you always remember things that I love the most, it’s nice to know there’s someone who knows myself better than me.

9. I love it every time I got so tired you will come and kiss me right on my eyes till I don’t want to open it up.

10. I love it when you smile and all the girls at the stadion will scream out. They will never know that dashing smile is only mine ^^

11. I love it when you get mad at me every time I eat something that makes me sick. And how you will act like eomma and keep talking till you got tired of it.

12.i love it because you said I’m the prettiest without any makeup on.

13. I love it because you call me beautiful instead of sexy.

14. I love it because you always hug me like it’s the last hug you will ever give.

15. I love it because you always kiss me without caring about my flu or fever. Wether I’ve already taken a bath or not. Wether I sleep or awake.

16. I love your unique smile. Your guitar skill. Your matrial arts. Your heart-warming voice. Your aegyo. Your affection. Your black eyes. Your expression. Your smell of perfume. Everything.

And the last one, I love you because you love me like I do, and yeah even if you don’t I bet I’ll still love you this way, this much. No need reason for it.

Happy birthday, I love you YJ

Sungmin terpaku membaca kertas warna warni yang sekarang ada di tangannya. Dia tidak pernah menyangka bahwa Shin Yoonji akan mengatakan hal hal tersebut. Tidak pernah, sekalipun.

Dengan gerakan cepat Sungmin segera meraih kunci mobil dan menekan pedal gas kuat kuat. Dengan cepat ia meraih ponsel dan menekan speed dial nomor 1.

“Yoboseyo?” terdengar suara Yoonji. Bibirnya sedikit gemetar sepertinya disana dingin.

“Kau dimana!?”

“Lapangan tenis dekat dorm-mu,”

“YA! AISH!”

“Mwo?”

“Pergi dari situ. Disana dingin! Kau tidak melihat saljunya, hah!?”

“Shireo”

“YA! KAU! SHIN YOON—”

“Cepat kau datang saja,” kata Yoonji dan mematikan telepon. Sungmin menggeram dan langsung mempercepat laju mobilnya dan mengerem dengan suara memekakkan ketika sampai di tempat yang di maksud.

Sungmin berlari masuk ke dalam lapangan tenis yang ditutupi salju tersebut dan mendapati Yoonji menunggunya disana membelakanginya, menggosokkan kedua telapak tangannya yang kedinginan.  Sungmin berlari cepat dan memeluknya kasar dari belakang.

Yoonji terpaku, menyadari Sungmin sudah disana.

“Oh, LeeSungmin?” katanya memastikan.

Sungmin tidak menjawab dan mengeratkan pelukannya pada Yoonji. “Siapa lagi?” katanya pelan, dan diam menikmati aroma yang menguar dari rambut gadis itu.

“Selamat ulang tahun,” kata Yoonji pelan dan Sungmin mengeratkan lagi pelukannya, seakan tidak akan pernah melepasnya lagi. “Aku mencintamu,” ucapnya.

“Aku lebih lagi,” jawab Yoonji.

“Tidak, aku lebih mencintaimu,”

“Aniyo, jelas jelas aku yang lebih mencintaimu,” bantah Yoonji.

Sungmin membalikkan tubuh Yoonji kasar menghadap kearahnya. “Kau.. siapa yang menyuruhmu menunggu di tengah salju?” kata Sungmin geram. Ia melepaskan mantel tebalnya dan menyampirkannya ke tubuh Yoonji, lalu memasukkan tangan gemetar gadis itu ke saku mantel tersebut. Yoonji menatapnya polos. “Jangan mulai bertingkah seperti eomma,” katanya membuat Sungmin menangkup kedua pipinya dan mencium bibir gadis itu.

Yoonji meronta tetapi Sungmin tidak melepaskannya. Yoonji mendorong dada Sungmin kuat sehingga ciuman mereka terlepas. “Ya! Ada apa!?” kata Sungmin kesal. “Aku flu lagi, jangan cium aku,” ucapnya pelan.

Sungmin berdecak. “Masa bodoh. Sudah kubilang aku mencintaimu,” katanya lalu mencium Yoonji lagi. tetapi kali ini Yoonji membalasnya. Diam diam dinyalakannya pemantik yang dipegangnya dan membakar ujung sumbu yang menyembul dari belakang kursi panjang lapangan.

Dan ratusan kembang api yang terpasang di sudut sudut lapangan dilepas ke udara. Warna warni, dan terang membuat malam bersalju itu terlihat seperti siang. Sungmin melepas ciumannya dan memandang kembang api itu sampai habis, menarik Yoonji merapat ke arahnya.

“Kau menyiapkannya?” katanya terharu menoleh kearah Yoonji. Gadis itu mengangguk tersenyum. “Ya, bersama Oppadeul,” ucapnya pelan. “Ayo, mereka sudah menyiapkan pesta di dorm,” Yoonji meraih tangan Sungmin dan menggandengnya sepanjang perjalanan ke mobil.

Sungmin meremas erat tangan Yoonji yang menggandengnya membuat gadis itu menoleh. “Kau tahu, aku mencintaimu Shin Yoonji,” ucapnya dan Yoonji memutar matanya mengingat Sungmin sudah mengucapkan ini ratusan kali seharian ini.

“Naddo. Kaja!”

FIN

 

Yoonji menyeduh mint chocolatenya yang masih mengepul panas dan berjalan kembali  ke sofa ruang tengah apartemennya sebelum menyalakan laptop. Ia membuka email dan menemukan satu pesan masuk dari kekasihnya membuatnya tersenyum. Lee Sungmin entah mengapa belakangain ini jadi hobi menggunakan Email.

Kemarin mereka menciptakak permainan baru “The Secret Admirer,” jadi Sungmin membuat Email rahasia dan mengirimi Yoonji pesan dan ucapan ucapan seakan akan ia adalah penggemar rahasia. Begitu pula Yoonji yang mengirimkan kado misterius ke Dorm Sungmin, dengan kode khusus jadi Sungmin akan bisa membedakan hadiah Yoonji dengan fans lainnya.

Oke terkesan kekanak kanakan, tetapi itulah cara Shin Yoonji menikmati hidup dan secara tidak langsung menyeret Sungmin masuk ke dalamnya.

Yoonji kembali terkikik kecil ketika membuka inbox dan menemukan alamat Email familiar, myblacksmile@xxx.com oke, ini akun yang jelas jelas sangat familiar bagi mereka berdua. Yoonji tersenyum kecil dan mengklil email tersebut untuk membaca isinya.

From     : Pumpkin <myblacksmile@xxx.com>

To          : Apple <Specialshn13@xxx.com>

Subject : This Blue Day.

Hey, aku  lagi penggemar rahasiamu.

Oke, aku juga tidak mengerti mengapa aku suka sekali menggunakan akun ini sekarang, mungkin hanya kau yang pernah menerima email dari akun pribadi rahasia Lee Sungmin. Kau beruntung, Shin Yoonji~ yah, aku masih heran mengapa kau bisa terima saja saat aku bilang tidak bisa melalui malam tahun baru bersamamu, tetapi aku yang mengatakannya saja masih tidak rela sekarang.

Seperti yang kau bilang, aku menguasai Chinesse Matrial Art kenapa aku tidak membunuh saja Kim Youngmin si tua Bangka itu dengan tongkat wushu-ku? Dan well, sampai sekarang aku belum menemukan jawabannya. Bisakah kau mencarikan alasan untukku membunuh kakek sihir satu itu? Setelah apa yang dilakukannya pada Super Junior di Gayo Daejun?

Yoonji-ya, tetapi ELFdeul benar benar daebak. Mereka tetap memberikan dukungan penuh di saat saat seperti ini. Kau harus tahu wajah menyeringai Eunhyuk melihat reaksi ELF saat membaca twitter updatenya. Dan kau tahu? Setelah itu dia jadi sering sekali menyuruh ELF makan banyak. Apa kau menuruti apa katanya Yoon? Kau kan Fans si monyet itu. Ingat jangan makan yang aneh aneh, kau alergi kepiting dan rentan terhadap mi instan.

Ah ya, Leeteuk Hyung benar benar kecewa pada si kakek sihir Youngmin itu kau tahu? Dan sepertinya yang kau katakan benar. Dia jadi sering bad-mood karena bawaan umur kkk~ tunggu sampai aku mengadu padanya, Shin Yoonji. Oke aku tidak tega melakukan itu.

Dan yaah tetap saja aku ingin merayakan Tahun Baru ini bersamamu Yoon, tetapi pihak SM malah memberikan kami jadwal penuh hari ini. Kami kembali ke dorm pukul satu pagi, dan aku tidak mau mengambil resiko kau terkena flu dan sejenisnya. Kau tidak kesepian kan? mengapa kau menolak pergi ke Busan untuk tahun baru bersama keluargamu?

Yoonji-ya, dingin sekali disini kalau kau ada mungkin aku sudah memelukmu, kkk~ kau jangan lupa minum yang hangat hangat dan jangan makan makanan instan. Ini musim dingin, rawan penyakit. Apakah aku terdengar seperti Eomma-mu? Donghae bilang aku terlalu over-protektif tetapi aku tidak mendengarkan perkataannya. Dia sendiri juga over protektif… terhadap Eunhyuk maksudku. Oke, aku bergurau.

Oke, Shin Yoonji sepertinya para crew sudah memanggilku dan Eunhyuk sudah penasaran tingkat dewa dengan email aneh ini, kkk~ yah…… aku merindukanmu Yoon. Aku….  Sangat mencintaimu juga. Happy New Year, cantik.

Your not-anymore Secret Admirer

Yoonji tersenyum kecil membaca email dari Sungmin tersebut. Dalam jadwal sepadat ini saja Sungmin masih sempat mengiriminya Email. Sebenarnya Yoonji sedikit kecewa saat Sungmin dengan menyesal mengatakan tidak bisa menghabiskan tahun baru ini dengannya. Tetapi toh akhirnya Yoonji mengerti.

Ini adalah resiko menjadi kekasih seorang artis. Yoonji sudah sangat bersyukur natal kemarin dihabiskannya bersama Sungmin dan keluarganya di Busan. Jadi kali ini tidak akan terlalu bermasalah kalau ia merayakan Tahun Baru sendiri.

Oke, memang member Super Junior sudah memberikannya rekor  ‘Pacar Baik Baik,’ dengan masing masing alasan.  ‘Tidak Evil,’ kata Kyuhyun. ‘tidak banyak maunya.’ Kata Leeteuk. ‘Sayang orang tua,’ kata Donghae. ‘penurut,’ kata Ryeowook. ‘Rajin ke Gereja’ kata Siwon. ‘Tidak Moody,’ kata Heechul. Bahkan ‘Tidak pernah menonton video yadong,’ kalau itu…..  kata Eunhyuk.

Oke, dia sudah punya predikat pacar baik baik, dan ia tidak akan merusaknya. Yoonji megetik ‘Reply’ di sudut kiri bawah email tersebut dan mengetik balasannya.

-oOo-

Sungmin masih berkutat dengan laptopnya di backstage sebuah acara music yang sedang menampilkan episode special tahun baru.

“Yah! Yoonji tidak akan mati hanya karena kau tinggal saat New Year,” kata Donghae sewot yang dari tadi masih mencoba coba gerakan baru yang mendadak di rombak Eunhyuk dengan seenaknya. “Well, dia tidak akan mati karena ku tinggal tetapi dia akan segera mati karena mi instan,” jawab Sungmin cuek.

Oke, kadang Sungmin berpikir kenapa manusia selalu menyukai apa yang tidak baik untuk mereka?

Ryeowook datang entah dari mana sambil membetulkan letak Microphone di telinganya. “Tenang saja,dia itu pacar baik baik,” katanya. “Tidak evil,” sambung Kyuhyun. “Tidak Moody,” kata Heechul. “Sayang orang tua,” sambung Donghae. “Penurut,” kata Ryeowook dan Eunhyuk muncul dengan wajah lucunya. “Dan tidak suka menonton Yad…”

“YAH! Jelas dia tidak menonton Yadong, jangan samakan dia denganmu. Dan kau Wookie dia tidak penurut sama sekali,” kata Sungmin.

Tiba tiba laptop Sungmin mengeluarkan alert yang menandakan ada Email baru. Sungmin langsung membuka Emailnya dan sekejap mengabaikan memberdeul lainnya yang langsung berpandang pandangan.

From     : Apple <Specialshn13@xxx.com>

To          : Pumpkin <myblacksmile@xxx.com>

Subject : RE :This Blue Day.

Hai.

Bagaimana kau bisa menyempatkan diri mengirimiku Email? Yah! Leeteuk Oppa akan membunuhku kalau ia tahu. Mengerti kan? sudah tua, darah tinggi dan sebagainya? Well jangan tunjukkan email ini padanya, ia akan menyesal telah memujiku.

Aku tidak kesepian kok, ini aku sedang di rumah menonton televise sambil mimun chocolate mint dan makan makanan yang….. ehm bergizi dan baik bagi kesehatan. Tentu saja aku makan sangat banyak tahun baru ini, seperti yang dikatakan Eunhyuk Oppa. Ah, dia baik sekali masih sempat mengirimkanku sebuket winter rose beserta ucapan Tahun baru. Oke, tenang saja hadiah macarons darimu tetap yang paling special.

Kau tidak usah berlebihan. Kesehatanku baik baik saja dan flu ku sudah hampir sembuh. Bagaimana dengan flu mu? Lucu sekali kan kita bisa kena flu di saat yang bersamaan? Oke sebenarnya aku yang flu dan kau tidak tetapi kau tidak mau menurut apa kataku dan tetap saja sering menciumku. Itu bisa membuatmu tertular kau tahu? Sekarang nikmatilah kkk~

Jadi? Malam tahun barumu akan sangat ramai, eh? Pokoknya ingat, jangan menghabiskan tahun baru dengan para selebritis cantik. Well, siapa yang memberikanku predikat ‘tidak cemburuan?’ oke dia salah besar. Tetapi…. Pengecualian untuk Soon unnie. Kau tahu kan aku SunSun shipper xD

Aku tidak tahu lagi akan mengatakan apa, jadi emailku segini saja ya? Well secret admirer, aku sudah membalas pesan darimu. Sekarang kau senang? Hahaha~ Happy New Year, tampan. Oke aku mencintaimu juga.

PS : sampaikan terima kasihku pada Eunhyuk Oppa! Bunganya cantik. Ah ya, macarons darimu juga enak kkkk~

YJ.

Sungmin tersenyum kecil membaca Email dari Yoonji dan sedikit menaikkan alisnya saat gadis itu membahas tentang makanan bergizi dan baik untuk kesehatan. Dan yah, kalau Sungmin boleh jujur ia sudah tahu Yoonji pasti memakan makanan instan dengan bebas dan bahagia tanpa ada yang menghalanginya.

Tetapi ia teringat sesuatu. Ia mendelik kea rah Eunhyuk yang memandangi layar komputernya dengan kelewat ingin tahu.

“YAH! MONKEY KAU MENGIRIM MAWAR PADA KEKASIHKU? CARI PACAR SENDIRI SANA!”

-oOo-

Yoonji berbohong saat menulis pada Sungmin tentang menonton televisi. Oke sebenarnya tidak. Ia sedang berkutat dengan kertas panjang dan tinta warna warni yang ia tulis sendiri dengan tangan. Oke ini sedikit melelahkan.

Terdengar suara beep beep dari microwave di dapurnya dan dia segera berlari ke belakang, dan mengeluarkan adonan kue yang sudah ia ia masukkan dari tadi. Oke sebenarnya untuk membuat ini dia sudah berlatih berkali kali bersama Ryeowook dan sudah Kenyang dengan omelannya betapa ia tidak memiliki tangan wanita.

Tetapi siapa yang bersalah? Memasak butuh talent khusus. Dan sedikit keberuntungan.

Yoonji menarik keluar kue yang sudah berbentuk sempurna tersebut dan meletakkannya hati hati di atas meja. Diambilnya berbagai krim warna warni yang sudah disediakan Ryeowook untuknya karena pria itu tahu Yoonji hanya akan menghancurkan rasanya kalau ia membuatnya sendiri.

Dengan sabar dihiasnya kue itu dengan krim krim warna warni, mencoba mencontoh model foto yang ditemukannya dari sebuah tumblr yang selalu mengupdate tentang dessert dan cake. Oke sedikit berhasil, thanks to Ryeowook dan hobi memasaknya.

Dengan hati hati ditaburkannya permen kecil warna warni yang tadi ia beli di sebuah supermarket besar (ya, ia membeli. Bukan membuat) dan membentuk tulisan tulisan di atas kue tersebut. Yoonji tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Sungmin melihat kue perdananya tersebut.

Ia teringat pada lilin lilin kecil yang ia beli kemarin. Jumlahnya dua puluh delapan. Oke, ia berpikir sendiri. Benarkah sudah dua puluh delapan? Dua puluh tujuh internasional sebenarnya tetapi…. Tidak bisa dipercaya, waktu berlalu begitu cepat.

“Ck… Lee Sungmin kau sudah tua ternyata. Baiklah, kalau kau melamarku akan segera kuiyakan saja,” ucap Yoonji menahan tawanya. “wah, aku berpacaran dengan ahjussi,” lanjutnya.

Yoonji menancapkan dengan hati hati lilin lilin rapat di tengah tengah kue. Yoonji tidak menyalakan apinya sekarang. Akan tiba saatnya.

Ia meraih ponselnya dan menekan sebuah tombol yang ia hapal luar kepala karena belakangan ini nomor itulah yang peling ia sering hubungi. Terdengar suara nada Sambung dan seseorang mengangkatnya disana.

“YAH! SHIN YOONJI! AKU MAU PERFORM,” terdengar suara melengking Ryeowook mengalahkan keramaian di sekitarnya.

“Er… mianhae Oppa, aku hanya ingin bertanya bagaimana caranya biar cokelatnya tidak mencair? Aku sudah selesai membuat kuenya,” ucapnya. Ryeowook memelankan suaranya. “Kau… benar benar tidak tahu?” tanyanya berbisik.

“Eo.” Jawab Yoonji singkat. “Benar benar benar tidak tahu?” bisik Ryeowook lagi. dan Yoonji mengangguk pasti walaupun Ryeowook tidak mungkin melihatnya. “Benar benar benar benar tidak tahu,” ucapnya.

“YA TINGGAL KAU MASUKKAN KULKAS  BAGAIMANA SIH!?” bentak Ryeowook kehabisan akal. Bagaimana mungkin gadis jadi jadian ini tidak tahu bagaimana caranya menjaga cokelat agar tidak lumer?

“Ah!” Yoonji menepuk jidatnya. “Aku sibuk memikirkan hal hal rumit sampai melupakan hal sesimple ini,” kata Yoonji.

Ryeowook berdecak sebal. “Ini karena setengah otakmu tidak berfungsi semestinya yoon,” ucapnya.

Tiba tiba Yoonji bisa mendengar suara seseorang di seberang sana, berteriak dari ujung. “Itu Yoon, wookie?” katanya dan Ryeowook membalas “Ah, Sungmin Hyung anii ini sepupuku Yoonra dari –“

Tuut… tuut… tuut…

Yoonji memutar matanya setelah Ryeowook memutuskan sambungan, dan membawa Kue tersebut dengan hati hati ke dalam freezer ketika tiba tiba handphonenya bergetar dan ia membaca sms dari Ryeowook.

‘JANGAN MASUKKAN FREEZER INGAT! Masukkan kulkas biasa! Bisa bisa malah kuenya membeku’

-oOo-

Sungmin mengutak atik ponselnya ketika ia selesai perform dan briefing dengan manajer hyung-nya. Ia mencoba menghubungi Yoonji tetapi gadis itu tidak kunjung mengangkat. Mungkin sudah tidur,pikirnya.

Ia meminta izin kepada manager-hyung nya dan meraih kunci mobil, lalu mengemudikannya ke apartemen Yoonji. Sungmin menyembunyikan senyumnya membayangkan ekspresi terkejut gadis itu ketika ia tiba tiba muncul di pintu rumahnya setelah mengatakan tidak akan bisa menemuinya hari ini.

Ia menekan password keamanan Yoonji di auto-lock apartemennya dan pintu terbuka otomatis. Tetapi alangkah herannya Sungmin saat menemukan ruangan itu gelap gulita. Sungmin berjalan kearah tengah ruangan karena melihat cahaya misterius berpendari disana.

Saat sampai di ruang tengah barulah Sungmin menyadari itu adalah sebuah kue ulang tahun dengan 28 lilin menjulang dan menyala terang. Terbakar sepertiganya karena mungkin sudah menyala sejak lama. Ia menyalakan lampu dan kembali memandangi kue itu. Ia menutup matanya, mengucapkan permohonan sebelum meniup habis lilinnya.

Sungmin menyadari ada sebuah kotak kecil di samping kue itu dan menemukan sebuah jam tangan perak dengan batu safir melingkarinya. Ah.. ada sebuah surat juga.

Dengan tidak sabar Sungmin membuka surat itu, dan menemukan tulisan tangan khas dengan bolpoin warna warni.

Hey, Lee Sungmin selamat Ulang Tahun um… Ahjussi. Dan aku tahu kau akan datang memberikanku kejutan. Aku tahu pasti itu, kau akan muncul karenanya aku ambil langkah duluan. Ta-ra, kali ini aku satu langkah lebih maju, Lee Sungmin *merong~

Dan yah, cepat baca suratnya dan telepon aku, aku akan beritahu tempat kemana kau harus menyusul. Sangat dingin disini~

A view things I love about you.

1. I love it when I got cold you will be the most panic one, and keep asking me if I feel cold and need you to hug me. Hey, I always say yes ^^

2. I Love it when you always make your time to see me, among all  of that crazy schedule of yours.

3. I love it when I know, I’m not pretty and so imperfect but you look at me like I’m the most beautiful Goddess you have ever seen.

4. I love it when I realize that I will never lose you. You said so, min. so don’t leave me.

5. I love it when I can’t sleep at night, I can always call you and you will accompany me through out the night, until the morning come.

6. I love it when I wake up in the morning, you will be the one whom I talk to.

7. the same thing happens every night, your voice will be the last one that I want to hear before I sleep.

8. I love the way you always remember things that I love the most, it’s nice to know there’s someone who knows myself better than me.

9. I love it every time I got so tired you will come and kiss me right on my eyes till I don’t want to open it up.

10. I love it when you smile and all the girls at the stadion will scream out. They will never know that dashing smile is only mine ^^

11. I love it when you get mad at me every time I eat something that makes me sick. And how you will act like eomma and keep talking till you got tired of it.

12.i love it because you said I’m the prettiest without any makeup on.

13. I love it because you call me beautiful instead of sexy.

14. I love it because you always hug me like it’s the last hug you will ever give.

15. I love it because you always kiss me without caring about my flu or fever. Wether I’ve already taken a bath or not. Wether I sleep or awake.

16. I love your unique smile. Your guitar skill. Your matrial arts. Your heart-warming voice. Your aegyo. Your affection. Your black eyes. Your expression. Your smell of perfume. Everything.

And the last one, I love you because you love me like I do, and yeah even if you don’t I bet I’ll still love you this way, this much. No need reason for it.

Happy birthday, I love you YJ

Sungmin terpaku membaca kertas warna warni yang sekarang ada di tangannya. Dia tidak pernah menyangka bahwa Shin Yoonji akan mengatakan hal hal tersebut. Tidak pernah, sekalipun.

Dengan gerakan cepat Sungmin segera meraih kunci mobil dan menekan pedal gas kuat kuat. Dengan cepat ia meraih ponsel dan menekan speed dial nomor 1.

“Yoboseyo?” terdengar suara Yoonji. Bibirnya sedikit gemetar sepertinya disana dingin.

“Kau dimana!?”

“Lapangan tenis dekat dorm-mu,”

“YA! AISH!”

“Mwo?”

“Pergi dari situ. Disana dingin! Kau tidak melihat saljunya, hah!?”

“Shireo”

“YA! KAU! SHIN YOON—”

“Cepat kau datang saja,” kata Yoonji dan mematikan telepon. Sungmin menggeram dan langsung mempercepat laju mobilnya dan mengerem dengan suara memekakkan ketika sampai di tempat yang di maksud.

Sungmin berlari masuk ke dalam lapangan tenis yang ditutupi salju tersebut dan mendapati Yoonji menunggunya disana membelakanginya, menggosokkan kedua telapak tangannya yang kedinginan.  Sungmin berlari cepat dan memeluknya kasar dari belakang.

Yoonji terpaku, menyadari Sungmin sudah disana.

“Oh, LeeSungmin?” katanya memastikan.

Sungmin tidak menjawab dan mengeratkan pelukannya pada Yoonji. “Siapa lagi?” katanya pelan, dan diam menikmati aroma yang menguar dari rambut gadis itu.

“Selamat ulang tahun,” kata Yoonji pelan dan Sungmin mengeratkan lagi pelukannya, seakan tidak akan pernah melepasnya lagi. “Aku mencintamu,” ucapnya.

“Aku lebih lagi,” jawab Yoonji.

“Tidak, aku lebih mencintaimu,”

“Aniyo, jelas jelas aku yang lebih mencintaimu,” bantah Yoonji.

Sungmin membalikkan tubuh Yoonji kasar menghadap kearahnya. “Kau.. siapa yang menyuruhmu menunggu di tengah salju?” kata Sungmin geram. Ia melepaskan mantel tebalnya dan menyampirkannya ke tubuh Yoonji, lalu memasukkan tangan gemetar gadis itu ke saku mantel tersebut. Yoonji menatapnya polos. “Jangan mulai bertingkah seperti eomma,” katanya membuat Sungmin menangkup kedua pipinya dan mencium bibir gadis itu.

Yoonji meronta tetapi Sungmin tidak melepaskannya. Yoonji mendorong dada Sungmin kuat sehingga ciuman mereka terlepas. “Ya! Ada apa!?” kata Sungmin kesal. “Aku flu lagi, jangan cium aku,” ucapnya pelan.

Sungmin berdecak. “Masa bodoh. Sudah kubilang aku mencintaimu,” katanya lalu mencium Yoonji lagi. tetapi kali ini Yoonji membalasnya. Diam diam dinyalakannya pemantik yang dipegangnya dan membakar ujung sumbu yang menyembul dari belakang kursi panjang lapangan.

Dan ratusan kembang api yang terpasang di sudut sudut lapangan dilepas ke udara. Warna warni, dan terang membuat malam bersalju itu terlihat seperti siang. Sungmin melepas ciumannya dan memandang kembang api itu sampai habis, menarik Yoonji merapat ke arahnya.

“Kau menyiapkannya?” katanya terharu menoleh kearah Yoonji. Gadis itu mengangguk tersenyum. “Ya, bersama Oppadeul,” ucapnya pelan. “Ayo, mereka sudah menyiapkan pesta di dorm,” Yoonji meraih tangan Sungmin dan menggandengnya sepanjang perjalanan ke mobil.

Sungmin meremas erat tangan Yoonji yang menggandengnya membuat gadis itu menoleh. “Kau tahu, aku mencintaimu Shin Yoonji,” ucapnya dan Yoonji memutar matanya mengingat Sungmin sudah mengucapkan ini ratusan kali seharian ini.

“Naddo. Kaja!”

9 thoughts on “Birthday Kiss

  1. Kok di hp aku keulang yaa tika ceritanya
    Jadi ada 2
    Aku sukaa
    Tikaaa
    Aku ngefans sm tulisan km
    ‎​;)hє^_^hє;) ..;)hє^_^hє;) ..
    Sungmin Yoonji
    Bikin ketawa sndiri n ngelupain ujian audit hehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s