Taemin-ah! Dugeun Dugeun~

ini lanjutannya yang dulu pernah aku post di halaman ini
part #1 #2 #3, sekarang part 4 nya…

yuuk langsung cekidot aja^^

Taemin-ah! Dugeun Dugeun~

Hari ini hari pertama aku menjadi mahasiswi! ^^

Rasanya senang! Ternyata menjadi mahasiswi itu enak… Selain mendapat teman baru, banyak sekali namja tampan dan keren yang berada di sekitarku…

Ups… Jangan bilang pada Taemin, nanti dia marah padaku >.<

***

Aku bosan!

Penjelasan dari Profesor Kang tidak satu pun yang masuk dalam pikiranku. Sama sekali. Bukan karena materi, Profesor Kang sudah sangat berpengalaman dalam bidang mengajar. Tetapi karena sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan Taemin, namjachinguku itu.

Aku sudah menjadi mahasiswi, dan dia masih murid SMU. Jadwal kami selalu saja berbeda, tidak seperti saat kami masih sama-sama SMU dulu. Ketika aku ada di rumah, dia sedang bersekolah. Atau sebaliknya. Ketika dia ada di rumah, aku yang sedang kuliah. Aku sering pulang malam, dan ketika aku pulang dia sudah tidur. Ketika aku sedang libur, dia sedang berlatih –kau ingat dia seorang murid training, kan?-

Kami bertetangga, tetapi tidak pernah bertemu sama sekali.

Pletak!

Aish… Siapa yang melemparku dengan penghapus ini, hah?

“Hyorin-ah!”

Aku menoleh. Ah, ternyata Kibum. Setelah lulus SMU, kami memutuskan untuk masuk di jurusan yang sama. Sebenarnya Yi En juga mendaftar di jurusan yang sama dengan kami, tetapi dia gagal di ujian wawancara.

Kibum berjalan mengendap-endap menuju bangku kosong di sebelahku, kemudian duduk di sana. “Sudah dengar akan ada perlombaan menyanyi antarmahasiswa baru?” tanyanya lirih agar tidak mengganggu mahasiswa lain yang sedang mendengarkan penjelasan dari Profesor Kang.

Aku menggeleng.

“Tim paduan suara mahasiswa sedang mencari anggota baru. Kau ikut saja! Suaramu kan bagus!”

Aku terkejut. “Eh? Tidak! Suaraku tidak bagus!”

“Jangan bercanda! Aku pernah mendengarmu bernyanyi saat SMU!”

“Aku memang pernah menyanyi saat SMU tetapi itu karena…”

Belum sempat aku mengelak, Kibum dengan enaknya memotong perkataanku. “Aku juga akan mengikuti perlombaan tersebut…”

“Aish… Pantas saja kau menyuruhku ikut juga!”

“Ayolah~ Tidak ada salahnya kau mencoba, Hyorin! Ku dengar ketua paduan suara kampus itu tampan! Dan suaranya bagus! Kau tidak tergoda?”

Aku berhenti menulis. Kutatap Kibum di sebelahku dengan tatapan tajam. “Bagiku, Lee Taemin itu namja yang paling tampan!”

“Hhh… Bocah itu… Kau masih berkencan dengannya? Pantas saja kau tidak ada kemajuan… Berkencanlah dengan yang lebih berpengalaman! Bukan dengan bocah yang masih polos itu!”

Plak!

Sebuah penghapus papan melayang mengenai kepala Kibum. Beberapa detik kemudian suasana menjadi hening, sangat hening hingga aku tersadar yang melempar penghapus tersebut kepada Kibum adalah Profesor Kang.

“Diam, atau kalian akan kubunuh!”

 

***

Hari ini hari Minggu. Aku sedang tidak ada tugas dan tidak ada pekerjaan, jadi aku hanya berdiam diri di kamar saja sambil membuka minihompy-ku. Tiba-tiba dari jendela kamarku kudengar seseorang melempar sebuah kerikil.

“Noona… Kau ada di dalam?”

Itu suara Taemin! Segera kututup minihompy-ku dan kubuka jendela kamarku. Aku merindukannya!

“Annyeong!” sapaku. Karena terlalu bersemangat, aku tidak bisa mengontrol volume suaraku.

“Ssssstttttttttt! Jangan berisik, noona!” kata Taemin. Jarinya menempel pada bibir mungilnya itu. Lucu sekali! Tetap polos seperti Taeminku yang dulu!

“Mian…” kataku lemah. Aku melihat bibirnya yang berwarna pink itu. Benar-benar menggoda… Aish~ Apa yang sedang kau pikirkan, Hyorin-ah!

Taemin tersenyum. “Apa kabar, noona? Kau merindukanku?”

Aku mengangguk cepat. “Baik. Kau sendiri bagaimana? Pasti sangat membosankan di sekolah karena tidak ada aku lagi? Kekeke~”

Taemin tersenyum lagi. “Kau benar… Aku sangat merindukanmu… Sekarang kita sudah jarang bertemu…”

Aku terdiam. Kami memang jarang bertemu. Sepertinya Taemin merasa sedikit kehilangan. Sama sepertiku. Tidak ada lagi pembicaraan di atap sekolah… Bagaimana kabar atap sekolah saat ini? Apakah Taemin masih sering berada di sana?

“Ah, noona! Bagaimana menjadi mahasiswi?” tanya Taemin tiba-tiba.

“Enak!”

“Apakah banyak namja tampan?”

Dengan cepat aku menjawab, “Tentu saja!”

Ups…

“Ani, maksudku…”

Bruak!

Taemin menutup jendela kamarnya keras-keras. Dia pasti marah dan cemburu mendengar jawabanku tadi.

Lee Taemin! Masih saja seperti yang dulu, kekanak-kanakan! Dasar anak SMU…

***

Aku sedang mengaduk jusku ketika seorang namja menegurku ramah. “Kau Hyorin?”

Aku melihatnya. Pakaiannya rapi. Rambutnya berwarna pirang, serasi dengan kulitnya yang bersih. Dan senyumnya manis. “Nuguseyo?”

“Aku Jinki, ketua paduan suara kampus. Ku dengar dari seseorang, suaramu bagus. Mengapa tidak ikut perlombaan?”

Aku terkejut. Mengapa tiba-tiba namja bernama Jinki ini datang dan menanyakan hal tersebut? Seseorang… Ah! Pasti Kibum!

“Ah, tidak, Jinki sunbae. Pasti bukan Hyorin aku. Aku tidak bisa menyanyi sama sekali. Mungkin sunbae salah orang!” jawabku berbohong. Sebenarnya aku yakin Hyorin yang dimaksud itu aku.

“Tidak. Kau Kim Hyorin teman SMU Kim Kibum, kan? Perlombaan satu minggu lagi, masih ada waktu untuk berlatih. Dengan senang hati aku mengundangmu untuk mengikutinya. Sampai jumpa minggu depan!” dia tersenyum padaku sambil memberikan formulir pendaftaran.

Andwae… Aku tidak bisa menyanyi!

Aku segera mengambil ponselku dan mencari nama Kim Kibum dalam kontakku. Ini semua gara-gara Kibum!

“Yeobseo?” sapa seseorang di seberang telepon sana.

“Ya! Kibum-ah! Apa yang kau katakan pada Jinki sunbae, hah?” teriakku.

“Oh, jadi dia sudah menemuimu? Aku bilang kau punya suara yang indah tetapi pengecut.”

“YA! Aku bukan seorang pengecut!”

“Benarkah? Kalau begitu… Kalahkan aku di perlombaan minggu depan!”

“Baiklah! Aku akan mengalahkanmu! Jika kau kalah kau harus membelikanku makan siang selama satu bulan penuh!”

“Oke, aku setuju! Dan jka kau kalah kau harus putus dengan namjachingumu itu, Lee Taemin!”

Klik.

Eh? Apa yang dikatakannya? Aku harus putus dengan Taemin? Tidak! Tidak! Aku tidak mau berpisah dengan Taemin!

Tunggu.

Taemin… Bukankah dia seorang murid training? Dia pasti bisa bernyanyi dan menari. Mungkin aku bisa meminta bantuan padanya. Lagipula ini kesempatanku untuk bersama Taemin lagi. Segera aku memencet nomor teleponnya yang sangat ku hapal itu.

“Yeobseo?”

“Taemin-ah!”

“Ya! Ada apa? Aku sedang sibuk berlatih!”

Klik.

Eh? Dia mematikan teleponnya? Mengapa?

Aish… Aku lupa! Dia sedang marah padaku karena tadi malam aku mengatakan banyak namja tampan di kampus. Tapi dia satu-satunya harapanku! Aku sudah terlanjur bertaruh dengan Kibum dan jika aku kalah aku harus berpisah dengannya…

Aku harus bagaimana sekarang?

***

H-5…

Taemin masih marah. Aku sudah berusaha menghubunginya melalui telepon ataupun pesan singkat. Terkadang aku bahkan melemparkan kerikil ke jendela kamarnya seperti biasa, tetapi dia tidak merespon kerikil-kerikilku.

“Hyorin-ah!”

Aku menoleh. Jinki sunbae sedang berlari kecil menuju kearahku. “Sunbae!”

“Pangil Onew saja.” Katanya, kemudian duduk di sebelahku. “Bagaimana? Kau sudah berlatih?”

Aku menggeleng. “Belum, sunbae… Ah, maksudku, Onew oppa…”

“Aku hanya ingin memberitahukan kepadamu bahwa lombanya tiga hari lagi, tidak lima hari lagi.”

Aku terkejut. “Eh? Tiga hari lagi?”

“Permintaan Profesor Kang. Lima hari lagi akan ada seminar, jadi lombanya dimajukan jadi tiga hari lagi.”

Aigo… Aku bahkan belum berlatih!

“Aku hanya ingin memberitahukan itu saja. Selamat berjuang, Hyorin! Hwaiting!”

Aku memandangi Onew oppa yang berlari meninggalkanku sendiri di kantin kampus ini. Taemin… Bagaimana pun caranya kau harus membantuku…

Jika tidak selesai sudah hubungan kita…

***

Tidak ada jalan lain selain menunggu Taemin pulang sekolah di kamar tidurnya. Jika tidak seperti itu, aku tidak akan bisa bertemu dan membicarakan tentang ini dengannya. Jadi itu yang kulakukan sekarang. Beruntung nyonya Lee tahu bahwa kami sangat sejak kecil, sehingga aku tidak bersusah payah untuk mendapatkan ijin menunggunya di kamar. Ah, dan satu lagi. Kami tidak mengatakan pada orangtua masing-masing bahwa kami berkencan. Nyonya Lee tidak mengijinkan Taemin berkencan karena dia masih kecil, katanya…

“Arasseo, omma…” kata seseorang di balik pintu. Sesaat kemudian pintu kamar terbuka. Dia masih mengenakan seragam SMU kami yang dulu, dengan dua kancing atasnya yang terbuka, memperlihatkan bagian dada yang tergantung liontin salib itu, dan jas sekolah berada di pundak bagian kirinya.

Ini kali pertama aku melihatnya seperti itu. Benar-benar berubah. Dulu bahkan dia tidak pernah membuka kancingnya. Penampilannya selalu rapi. Tetapi sekarang, dia sedikit merubahnya. Terlihat seperti… Siswa populer.

“Oh! Noona!” dia terkejut. Segera diletakkannya tas sekolahnya, dan mengancingkan seragamnya. “Mengapa berada di sini?”

“Kau sudah menjadi siswa populer, Lee Taemin?” tanyaku sinis. “Aku ingin memintamu mengajariku menyanyi.”

Taemin memandangku sebentar, kemudian membuka kancingnya lagi. “Begitulah.” Jawabnya tak kalah sinis denganku. Dia mengambil tasnya, menaruhnya di tempatnya. Kemudian berjalan melewatiku untuk menggantungkan jas sekolahnya. “Menyanyi untuk apa?”

“Lomba di kampus.”

“Mengapa datang padaku? Bukankah banyak namja tampan di kampus yang pandai menyanyi?”

Aish~ Ternyata dia masih marah padaku tentang masalah itu! “Kau kan seorang murid training! Pasti bisa menyanyi! Dan kau juga pandai menari!”

Taemin memandangku tajam. “Begitukah? Hanya karena aku murid training?”

Aku mendengus. Sebenarnya bukan karena itu saja, Lee Taemin! Tetapi karena aku merindukanmu, dan ini satu-satunya cara untuk lebih lama bersamamu…

Taemin tersenyum. “Benar, hanya karena aku murid training!” Dia membuka tas sekolahnya, kemudian mengeluarkan setumpuk surat ke atas meja.

Aku terkejut melihat setumpuk surat tersebut. Aku berjalan mendekatinya, melihat satu per satu surat tersebut. “To : Taemin sunbae?” tanyaku memastikan. Kubuka surat tersebut dan membacanya. “Taemin sunbae, aku mencintaimu. Kau mau berkencan denganku?” Aku mengambil satu surat lagi. “Taemin sunbae kau tampan sekali! Aku menyukaimu!” Aku mengambil satu surat lagi. “Taemin oppa, hwaiting!” Aku memandang Taemin marah. “Ya! Apa ini?”

“Surat di lokerku.” Jawabnya.

“Dari hoobaemu? Ya! Kau tidak boleh seperti ini!”

Taemin tersenyum tipis. “Wae? Bukankah noona hanya menganggapku murid training, sama seperti mereka?”

Argh! Lee Taemin! Mengapa kau kekanak-kanakan sekali sih? Aku tidak menganggapmu murid training! Kau itu namjachinguku! Kau itu milikku! Bagaimana bisa aku menganggapmu hanya murid training, hah? Kau harus dihukum, Lee Taemin!

Kutarik kerah seragam Taemin dengan segera, dan mendaratkan ciumanku di bibirnya yang lembut. Dulu aku akan sangat marah ketika dia menciumku dengan tiba-tiba seperti yang kulakukan padanya saat ini. Tetapi sekarang aku yang menciumnya lebih dulu. Aku tidak peduli apakah dia akan marah atau tidak, aku hanya memastikan bahwa dia adalah namjachinguku!

Kurasa tidak ada ciuman balasan dari Taemin. Dia hanya diam, karena itu aku segera melumatnya. Sesaat kemudian dia menciumku seperti dulu, ciuman yang disebutnya sebagai ciuman seorang mahasiswa.

“Ya…” kataku sesaat setelah kami selesai berciuman. “Apa aku terlihat menganggapmu sebagai seorang murid training?”

***

Hubunganku dengan Taemin membaik setelah hari itu. Dia tidak lagi marah padaku. Bahkan aku yang sering marah padanya karena setiap hari dia membawa setumpuk surat dari hoobaenya ke rumah. Aku sedikit merasa cemburu pada mereka.

Oh, baiklah. Aku tidak sedikit cemburu. Tetapi sangat cemburu.

Hari perlombaan pun tiba. Ditemani Taemin, aku datang ke acara perlombaan tersebut. Beruntung sekali Taemin bisa datang, karena hari ini dia sedang tidak ada jadwal latihan.

Setelah perlombaan selesai, kami berjalan perlahan menyusuri kampus. Seperti yang sudah kuduga, aku tidak memenangkan perlombaan tersebut begitu pula Kibum. Tetapi kami masuk 10 besar peserta, itu artinya kami diterima di paduan suara kampus. Aku sudah cukup senang. Tidak perlu memutuskan hubunganku dengan Taemin seperti perjanjianku pada Kibum karena kami berdua tidak menjadi juara.

“Chukkae, noona! Sekarang kau sudah menjadi anggota paduan suara kampus!” kata Taemin. Seperti biasa, dia mengeluarkan aegyonya di depanku. Salah satu hal yang kusukai darinya.

Aku mengangguk. “Ada perlombaan menari juga di sini, kau mau ikut?” tanyaku.

“Benarkah?”

Aku mengangguk lagi. “Kajja!” kataku, kemudian menariknya ke sebuah gedung di dekat kelasku. Sebuah gedung pertunjukkan milik kampus.

“Eh? Mengapa hanya ada kita berdua, noona?” tanyanya sesaat setelah kami masuk.

Aku hanya tersenyum. “Naiklah ke atas panggung.” Perintahku. Taemin menurut. Dia berjalan ke atas panggung dengan sedikit bingung. Aku berjalan menuju tempat peralatan, dan menyalakan satu lampu besar di panggung, mengarahkannya pada Taemin. Kuambil sebuah mikrofon. “Lee Taemin, aku ingin kau menari untukku hari ini. Hanya untukku.”

Taemin memandangku bingung. “Maksudnya? Aku tidak mengerti, noona…”

“Menarilah, Lee Taemin!” kataku, kemudian menekan tombol play pada pemutar musik. Beberapa detik kemudian terdengar sebuah lagu dari SHINee berjudul Lucifer, salah satu lagu favorit Taemin.

“Oh! Lucifer!” teriaknya, kemudian dia mulai menari mengikuti irama.

Yo! Here’s the dancing king, Lee Taemin!

Aku tersenyum senang. Melihatnya menari di atas panggung secara langsung hanya untukku seperti ini, benar-benar sesuatu yang membahagiakan. Aku bisa melihat dia berubah sedikit demi sedikit, menjadi lebih dewasa daripada dulu ketika kami pertama kali berkencan. Taemin yang kekanak-kanakan. Taemin yang tidak peduli penampilannya.

Dia terlihat lebih tampan. Lebih dewasa. Lebih tinggi. Lebih keren. Dan masih banyak lagi lebih-lebih yang lain. Pantas saja dia menjadi siswa populer dan banyak yang menyukainya. Taemin yang sekarang, adalah Lee Taemin yang berkharisma. Aku sangat-sangat mencintainya, Taemin yang dulu atau Taemin yang sedang menari di depanku ini, dan tidak ingin kehilangan dia.

Aku pun melihat sisi lain yang berbeda darinya, dulu dan sekarang.

Lee Taemin yang sekarang, dia bisa membuat jantungku berdegup kencang, dengan hanya memandangnya beberapa detik saja.

-end-

4 thoughts on “Taemin-ah! Dugeun Dugeun~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s