Pra-Married Syndrome 1

 

 

 

 

Tittle:: [SungRi Couple] PMS = Pra Married Syndrom 1 of 2

Author:: IdeaFina a.k.a Jung Yuuri (@ideafina)

Maincast::

  • Yesung Super Junior
  • Jung Yuuri (author)

Support cast::

  • Jung Yunho DBSK
  • Shim Changmin DBSK
  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Kim Ryeowook Super Junior
  • Leeteuk Super Junior
  • Kim Heera (OCs)
  • Lee Reina (OCs)

Genre:: Romance (abal-abal), comedy (maybe?)

Rate:: G

Disclaimer:: This story, Yesung, and Yunho is MINE! >///< Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!\

 

 

 

 

~Happy Reading~

 

Yuuri’s PoV

 

Aku menekan password pintu dorm super junior yang sudah kuhapal lalu membuka pintunya. Kudengar ada suara menyebalkan yang sedang berteriak-teriak ribut. Pasti suara si oppa-deul evil itu. Mereka berdua selalu saja berisik jika bermain game.

“Annyeonghasseyo!”sapaku saat masuk ke dalam dan menghampiri Kyuhyun oppa yang sedang bermain game dengan Changmin oppa. Oke, mereka tetap sibuk berteriak-teriak dengan game mereka dan mengacuhkanku. (=,=)” Dasar evil maniak game!

Ya sudah. Lebih baik aku mencari ahjusshi tercintaku saja.

Aku mengetuk pintu kamar ahjusshiku. “Oppa?”panggilku. Tidak ada jawaban. Kuketuk sekali lagi. “Jongwoon oppa? Wookie oppa?” Hening.

“Aish! Mereka kemana sih?!”gerutuku. “Tadi katanya habis dari dorm oppa aku disuruh kesini!” Lalu kenapa dorm ini sepi sekali? Cuma ada kedua evil magnae itu! Masa’ aku harus bertanya sama couple yang sekarang sudah berada di dunia lain itu?

Akhirnya kuputuskan untuk bertanya pada Evil magnae couple ini. Aku menghampiri mereka dan duduk di lengan sofa di sisi Kyuhyun oppa. “Kyu oppa, kau tahu dimana Jongwoon oppa?”

Aku terkejut saat mendengar jawabannya.“YAK! Ayo sedikit lagi! Aish!” Sial! Dia malah tidak mendengarku!

Lalu kuhampiri Changmin oppa. “Minnie oppa, kau tahu dimana penghuni dorm ini?”

“Hmm?”gumamnya.

“Aku tanya: dimana yang lain?”ulangku sabar.

“Yak! Cho Kyuhyun! mati kau!” Aish! Mereka berdua sama saja! Aku yakin mereka tidak sadar kalau ada seorang gadis cantik bernama Jung Yuuri disini! (=,=)

Dengan kesal aku beranjak ke depan tivi flat besar yang sedang menampilkan adegan perang di game mereka. Aku berdiri di depan tivi agar mereka menyadari kehadiranku.

“Aish! Yak! Jung Yuuri! Sedang apa kau disana?! minggir!”

“Yuu! Jangan menghalangi! Minggir!”

Aku melotot mendengar kata yang keluar berbarengan dari mulut couple menyebalkan ini. Tadi mereka tidak menyadari kehadiranku, dan sekarang kata yang keluar dari mulut mereka saat menyadari kehadiranku adalah: minggir?!

Kujauhi tivi flat besar itu dan mereka kembali bermain dengan tenang. Tapi aku sudah terlanjur kesal. Kuambil remote tivi di meja lalu kumatikan tivi itu.

Mereka tertegun sesaat melihat dunia mereka tiba-tiba hilang di hadapan mereka. Aku tersenyum puas.

“Jung Yuuri…”ucap couple itu dengan geram dan ekspresi…

Aku bergidik, lalu berjalan mundur takut-takut. Kemudian aku berlari saat mereka berdua sudah mengejarku keliling dorm.

“Gyaaaaa….. Jongwoon oppaaaaaa…”jeritku sambil terus berusaha menghindar dari pasangan evil gamer itu. Sumpah! Mereka sangat menyeramkan! Entah apa yang terjadi padaku jika aku tertangkap!

Kemudian muncul sesosok tampan sang penyelamat masuk dan menatap bingung kami bertiga yang masih berlari-larian. Aku pun langsung berlari menghampirinya.

“Jongwoon oppaaa……”jeritku ke arahnya. Aku langsung berlari ke balik punggungnya sebelum kedua evil oppa menangkapku.

“Yak! Apa yang kau lakukan pada calon istriku!”omel ahjusshi tercintaku saat Kyuhyun oppa sampai di hadapannya. Aku menggenggam kedua lengan Jongwoon oppa sambil tetap bersembunyi di balik punggungnya.

“Hyung, sini berikan calon istrimu untuk kujitak!”kata Kyuhyun oppa dengan menatapku garang.

PLETAK.

Aku terkikik geli saat melihat ahjusshi tercintaku menjitak kepala Kyuhyun oppa. “Yak! Dia itu calon kakak iparmu, babo! Yang sopan!”

Kyuhyun oppa meringis memegangi kepalanya. “Tapi dia duluan yang cari gara-gara! Dia mematikan tivi saat aku hampir menang main game!”

“Yak! Aku yang hampir menang!”bantah Changmin oppa.

“Kalau kalian tidak mengacuhkanku dan memberi tahu dimana oppa, tidak akan kumatikan tivinya.”kataku membela diri.“Jadi gara-gara game?!”kata Jongwoon oppa, lalu…

PLETAK. PLETAK.

Aku tertawa geli saat lagi-lagi ahjusshi tercintaku menjitak kepala kedua evil oppa. “Kalian mau menyerang calon istriku gara-gara game sialan itu?! Kalian benar-benar deh…” Kemudian kudengar suara tawa di sebelahku. Ternyata Wookie oppa. Sejak kapan dia disana? O_O”

Kedua evil oppa cemberut memandang ahjusshiku, lalu mereka menatapku tajam. “Awas kau bocah!”ancam Changmin oppa dan Kyuhyun oppa berbarengan. Iuhhh…. Kekanak-kanakan sekali mengancam seperti itu! Berbeda sekali dengan ahjusshi tercintaku yang sangat dewasa. >///<

“Yak! Changmin! Kau mau kuadukan pada Yunho hah?!”omel ahjushhiku pada Changmin oppa. Changmin oppa cemberut.“Dan kau Kyu, awas kalau berani mengapa-apakan Yuu, kubuang semua kaset game-mu!”

“ANDWAE!”jerit Kyuhyun oppa.

Aku langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jeritan Kyuhyun oppa. Kedua evil magnae itu langsung menatapku ganas, membuatku langsung bersembunyi lagi di balik punggung ahjusshiku.

“Hyung! Dia itu masih bocah! Tidak cocok menjadi istrimu!”

Aku melotot mendengar kata-kata Changmin oppa. “Diam kau, Shikshin!”seruku padanya, membuat ia balas memelototiku. Dengan berani aku menantang matanya. Enak saja ia berkata seperti itu tentangku! Aku bukan bocah!

“Aish! Sudahlah! Jangan ribut terus! Kalian semua memang seperti bocah!” Setelah mengatakan hal itu Jongwoon oppa menarikku menjauh dari couple gila itu. Aku memeletkan lidahku pada kedua evil itu, membuat mereka semakin kesal.

Jongwoon oppa membawaku ke kamarnya.

“Oppa menyebalkan! Aku kan bukan bocah!”kataku kesal lalu duduk bersila di atas kasurnya. Kupandangi ia yang sekarang sibuk membuka bungkusan yang dibawanya.

“Kau memang bukan bocah, Yuu-ya. Tapi tingkah kalian bertiga tadi membuatku merasa seperti itu.”

Aish! Jawaban yang menyebalkan! “Aku bukan bocah! Memangnya oppa mau menikah dengan bocah?!”

“Aku memang tidak mau menikah dengan bocah, tapi aku mau menikah denganmu.”jawabnya dengan memandangku lembut. Kurasakan wajahku panas. Aduh…. Dia pintar sekali membuatku diam dengan kata-katanya.>///<

“Ng… tadi oppa darimana?”tanyaku, mengalihkan pembicaraan yang membuatku malu itu.

“Pergi belanja dengan Wookie dan membeli makanan kura-kura.”jawabnya lalu menunjukkan bungkusan yang dibawanya yang ternyata adalah makanan kura-kura. Ia membuka bungkusan itu lalu memberikannya pada akuarium kura-kuranya.

Aku memperhatikan morahaji yang sedang makan makanannya. Ckckck… sehat sekali ddangkoma bersaudara ini.

Tiba-tiba kurasakan pelukan di leherku. Tubuhku menegang. “Bogoshippo…”bisik namja yang kucintai itu. Bisa kurasakan napas hangatnya di leherku.

Aku terlalu tegang sampai-sampai tidak bisa mengatakan apapun. Walaupun aku malu, tapi jujur saja aku sangat merindukan sentuhan hangatnya. Jadi ya… aku tidak mau menolak. O///O

Kurasakan kecupannya di leher dan pipiku, membuat tubuhku semakin menegang lagi. bisa kudengar suara kekehannya. “Kenapa kau masih saja tegang sih kucium seperti itu?”ucapnya pelan, lalu ia membalikkan tubuhku agar menghadapnya. Aku tidak berani memandangnya. Wajahku pasti sudah seperti kepiting rebus sekarang!

Tangan kecilnya menelusuri wajahku yang masih kutundukkan. Kemudian ia mengangkat wajahku pelan. Aku memejamkan mataku, tidak berani melihatnya. Malu. Jantungku berdebar-debar dengan kencang sekarang.

“Yuu… kenapa kau tidak mau memandangku? Kau tidak merindukanku?Padahal kita tidak bertemu seminggu, tapi rasanya seperti setahun untukku…”

Aku sangat bahagia mendengar kata-katanya.Namja yang sangat kucintai itu. Kubuka mataku pelan lalu melihatnya yang sedang menatapku dengan lembut. “Na do bogoshippo…”ucapku lirih. Kemudian kurasakan napas hangatnya di wajahku dan sedetik kemudian bibir hangatnya sudah melumat lembut bibirku.Ciuman yang manis. Ciuman kedua kami. Sensasinya sangat berbeda. Bisa kurasakan jantungku sesaat berhenti berdetak.

Ia merengkuhku lebih erat, membuat ciuman kami semakin dalam, lalu…

“Hyung!”

 

BRAAKK.

 

Aku langsung mendorong tubuh Jongwoon oppa dengan kaget. Kupandangi pintu yang tiba-tiba menjeblak terbuka tadi.

Wookie oppa terlihat salah tingkah melihat kami. Wajahku pasti sudah memerah sekarang. “Eh, mian aku mengganggu!”kata Wookie oppa lalu kembali keluar dan menutup pintu.

“Aish! Wookie! Mengganggu saja.”gumam Jongwoon oppa kesal, membuatku lebih malu. Aku langsung bangkit tiba-tiba dari kasurnya.

“A… aku… aku mau bantu Wookie oppa masak!”ucapku gugup lalu berjalan keluar menuju pintu.

Tiba-tiba kurasakan tarikan di tanganku. Aku berbalik dan…

Cup.

Kukerjap-kerjapkan mataku saat ia sudah melepaskan kecupan hangatnya di keningku.

“Aku tidak sabar menjadikanmu milikku seutuhnya…”ucapnya sambil tersenyum lembut.

Aku sangat bahagia mendengar kata-katanya. Sungguh! Tapi sekarang aku sangat malu! Jadi aku berlari keluar kamarnya. Aduh… baru tunangan saja seperti ini. Bagaimana jika kami menikah nanti?!

 

Yesung’s POV

 

Aku tertawa terbahak-bahak saat Yuu berlari keluar kamar. Gadisku itu memang menggemaskan sekali! Padahal kami sudah lama bertunangan, dan aku juga sudah sering menciumnya, -di pipi dan di kening sih, yang tadi itu baru yang kedua kalinya kami berciuman di bibir– tapi ia masih saja malu padaku.Dia memang polos sekali. Benar sih kata Changmin, Yuu itu seperti bocah. (=_=)

Aish! Wookie! Kalau tadi dia tidak mendadak masuk mungkin kami sudah…. Babo Jongwoon! Apa yang kau pikirkan sih?! Kalau kau melakukannya sebelum kalian menikah Yunho bisa membunuhmu! (=_=)”

Aku pun keluar kamar dan pergi ke dapur untuk mencari gadisku itu. Ia terlihat sibuk membantu Wookie memasak. Bisa kulihat ia sangat serius memperhatikan penjelasan Wookie. Aku sangat senang melihatnya. Aku tahu jika Yuuri tidak pandai memasak. Ia sangat jarang memasak, malah cenderung menghindarinya. Ia lebih suka bercocok tanam. Tapi akhir-akhir ini ia selalu berkutat di dapur. Aku yakin ia berusaha belajar memasak agar bisa menjadi istri yang baik untukku.

Kemudian ia melihatku dan tersenyum malu. Senyum yang sangat cantik. Senyum yang bisa membuatku tidak bisa berkedip dan hanya ingin menatapnya. Senyum yang bisa membuatku melupakan segalanya. Senyum yang selalu ingin kulihat sampai kapanpun juga.

 

Author’s PoV

 

Yuuri menghela napas panjang saat membaca mention-mention bernada marah di twitternya. Mention-mention dari para fans Yesung yang tidak menyukai hubungan mereka. Sejak Yesung mengumumkan hubungan mereka Yuuri memang sudah bersiap akan kemungkinan banyaknya fans yang tidak menyukai kehadirannya. Ia yakin akan ada banyak mention-mention bashing yang menghampirinya. Tapi ia tidak menyangka akan sebanyak ini. Jumlah mention-mention itu meningkat setelah mereka berdua di wawancarai mengenai hubungan mereka.

Isi bash itu berisi macam-macam. Awalnya banyak yang membash ia jelek (yang ini sih Yuuri tidak terpengaruh, karena ia sangat tahu dengan pasti jika ia cantik) *narsis banget!(=_=)”* tapi setelah wawancara dan diwawancara tersebut disebutkan ia tidak bisa memasak atau melakukan pekerjaan rumah tangga, banyak fans yang menyerangnya dengan itu. Inilah yang membuat Yuuri tertekan.

Pada dasarnya Yuuri bukanlah tipe orang yang suka memusingkan hal-hal yang menurutnya tidak jelas atau bukan kenyataannya. Tapi jika itu menyangkut sesuatu yang benar dan itu adalah kelemahannya,ia akan pusing memikirkannya.Ia tidak suka diremehkan. Banyak sekali mention-mention bashing yang membahas kelemahan-kelemahannya itu. Itulah yang membuat Yuuri akhir-akhir ini selalu mengerecoki Jaejoong dan Ryewook untuk mengajarkannya memasak di sela-sela kesibukan mereka. Ia ingin Clouds mengakuinya pantas untuk menjadi istri seorang Yesung.

Yuuri meringis mengingat masakan buatannya tadi siang. Padahal ia ingin sekali memasakkan makanan yang enak untuk Yesung, tapi hasilnya malah tidak karuan. Ia kesal sekali mengingat Kyuhyun yang bahkan mengejeknya dan mengatakan masakan Yuuri lebih parah dari masakannya.Dan Changmin, yang memang tukang makan, malah memuntahkan makanannya.

Yuuri sedih dan pusing sekali karena ia masih saja belum bisa memasak dengan benar. Tapi ia tidak mau mengatakan apapun mengenai mention ini ataupun kesedihannya. Ia tidak ingin membebani namja yang dicintainya itu. Sudah terlalu banyak hal yang harus dipikirkan calon suaminya itu.

Yuuri kembali memeriksa mention-mention yang ditujukan kepadanya. Kemudian ia tersenyum kecil.

Ternyata menjadi adik dari seorang leaders DBSK menguntungkan juga. Setidaknya fans kakaknya, Cassiopeia, mendukungnya dan membelanya.

“Love you all, Cassiopeia.”gumam Yuuri, lalu menuliskan kata-kata itu di update status twitternya. Kemudian ia terdiam sebentar, lalu menambahkan kata ‘Clouds’.

Yah biar bagaimanapun mereka tetaplah orang-orang yang mendukung calon suaminya kan?

***

 

Yuuri’s PoV

 

“Yuu!!!”

Aku tersentak bangun mendengar suara teriakan itu. Baru saja duduk dan belum sepenuhnya sadar tiba-tiba saja ada yang melompat memelukku yang masih duduk di tempat tidur.

“Yuu! I’m so happy!”katanya lalu memelukku sangat erat. Tuhan! Erat sekali! aku susah bernapas! Buru-buru kulepaskan orang kurang ajar yang mengganggu tidur tenangku itu.

“Ya! Michyeo yeoja! Kau ingin membunuhku ya?”umpatku kesal melihat sahabatku, Lee Reina dengan wajah… errr… ada apa dengannya? Kenapa ia terlihat senang sekali? Mencurigakan.

“Coba tebak kenapa aku senang!”katanya bersemangat.

“Tidak mau. Aku ngantuk!”kataku sebal lalu kembali tidur. Enak saja ia mengganggu hari liburku. Kemarin lagi-lagi aku susah tidur gara-gara membaca mention-mention menyebalkan itu. Jadi sekarang mumpung libur aku mau mengganti waktu tidurku yang berkurang tadi malam.

Tiba-tiba aku merasakan badanku ditarik paksa untuk bangun.

“Aku jadian dengan Sungjong.”kata Reina pelan dengan wajah yang begitu dekat dengan wajahku, memandangku dengan sangat serius.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku yang pasti masih banyak beleknya. Kemudian…

“MWO??!!”

Reina menjauhkan wajahnya dari wajahku dan menangkupkan kedua tangannya ke telinganya. “Aish! Jangan berteriak begitu!”

“Neo… benar jadian sama Sungjong? Sungjong Infinite??”

Reina tersenyum lebar. aku pun tersenyum.

“Kyaaaaa…. Chukae!”ucapku tulus lalu memeluknya erat.

“Gomawo…. Aku senang sekali!”

Tentu saja Reina senang. Ia mencintai Sungjong. Sudah cukup lama semenjak ia bertemu secara langsung dengan idolanya itu. Walaupun awalnya ia berpikir jika Sungjong hanya menganggapnya sahabat, dan ia bisa menerima itu, tapi aku yakin kalau sebenarnya mereka berdua punya perasaan yang sama. Dan ternyata tebakanku benar. (^_^)

“Kapan dia menyatakan perasaannya?”tanyaku semangat.

“Kemarin malam. Apa kau mau tahu bagaimana ia menyatakannya?”tanya Reina bersemangat dan errr… senyumnya aneh, seperti menggodaku. Menggodaku?! O_O”

“Lebih baik kau tidak usah mendengarnya, Yuu.”

Aku menoleh ke asal suara. Kim Heera, sahabatku yang lain, masuk dan langsung naik ke tempat tidurku. “Kau akan panas jika mendengarnya.”katanya memperingatkan.

Aku mengernyit bingung. “Panas?”Apa maksudnya sih? Sekarang kan musim dingin. *telmi*

Reina mengangkat-angkat alisnya menggodaku. “Sungjong menyatakan perasaannya dengan romantis sekali!”ucap Reina girang.

Ehem… romantis? Kenapa Reina tiba-tiba jadi suka hal yang romantis?

Aku memandang Heera dan dari tatapan matanya ia mengatakan: ‘hentikan dia berbicara sebelum kau menyesal’, tapi tentu saja tidak ada yang bisa menghentikan Lee Reina berbicara, dia kan bawelnya melebihi aku. (=_=)’

“Sungjong mengajakku bertemu di sebuah restoran tadi malam. Saat aku sampai ke restoran yang disebutkannya, aku terkejut karena restoran itu gelap dan hanya diterangi lilin. Aku berjalan masuk mengikuti lilin-lilin itu yang berjajar membentuk jalan setapak.Lalu saat sudah sampai di dalam, aku melihat Sungjong menyanyikan lagu dengan gitar, dan bilang ia mencintaiku. Kyaaaaa aku bahagia sekali!”

Aku ternganga mendengar cerita Reina.Benarkah Sungjong seromantis itu? dan ia romantis sekali hanya untuk menjadikan Reina PACAR?? Aku langsung menatap Heera yang sekarang memasang tampang: ‘apa kubilang’-nya.

“Langsung saja kuterima. Lalu…”

“Chankaman, Na-ya!”selaku. “Kenapa kau tiba-tiba jadi suka hal romantis? Kau sengaja memamerkannya padaku ya?”omelku. Sekarang aku mengerti apa yang dikatakan Heera tadi. “Kau norak sekali!”

Reina nyengir lebar. “Haha… memang aku sengaja! Kau juga norak Yuu-ya waktu Yesung oppa melamarmu! Boleh dong sekarang aku yang norak. Aaaahh… aku bahagia sekali! Sekarang kami jadi NaJong couple!”

Aku mendengus tertawa mendengar kata terakhir Reina. “NaJong?”

“Wae? Ada yang salah dengan itu?”

Tentu saja ada! Itu kan kata yang menggelikan sekali kalau dipakai sebagai nama pasangan.

“Kau tahu kan kalau setahun yang lalu aku ke Indonesia untuk pertukaran pelajar selama satu semester?”

Reina mengangguk. Wajahnya bingung.

“Nah, dari kenalanku yang orang Indonesia, aku diberitahu arti kata Najong dalam bahasa Indonesia.”

“Apa?”tanya Reina dan Heera berbarengan. Mereka penasaran rupanya. Hohoho~

“Najong itu sama dengan najis, najis artinya haram, tidak bisa disentuh atau diapa-apakan. Sama seperti menganggap kotoran. Dan nama couple kalian itu! HUAHAHAHAHA~”

Reina dan Heera terlihat terkejut dengan  penjelasanku, kemudian Heera tertawa terbahak-bahak. Reina cemberut.

“Yak! Kita kan tidak tinggal di Indonesia! Tidak ada yang tahu!”omelnya.

“Tapi Yuu tau artinya! Sekarang aku juga tau! Dan kalau hubungan kalian diumumkan di publik, seluruh Inspirit Indonesia juga tau! HAHAHAHAHA~”Heera tertawa-tawa sambil berguling-guling di kasurku.

Aku ikut berguling-guling di kasurku, menertawakan Reina. “Jangan menertawaiku!”omelnya. Tapi aku dan Heera tidak bisa berhenti tertawa.

“Kalian pasti iri padaku!”

“Anhiyo, aku tidak iri.”jawabku cepat sambil berusaha menahan tawaku.

Reina memasang tampang menyebalkan sekarang. Aku nyengir lebar. Makanya jangan sok-sok pamer di depanku.“Kau lupa kalau aku akan menikah? Kalo Heera mungkin iya, karena sampai sekarang dia masih belum punya namjachingu karena obsesinya terhadap Mr. Shikshin itu.”

Heera cemberut mendengarku membahas-bahas Changmin oppa.

“Aku belum punya namjachingu bukan gara-gara Changmin oppa. Aku hanya mengidolakannya saja kok. Aku cumamenyukainya sebagai Cassiopeia.”

“Ra-ya, kusarankan padamu untuk tidak menyukai dua namja yang kukenal, Changmin oppa dan Kyuhyun oppa. Karena jika kau memilih Changmin oppa, kau akan kalah dengan makanan, dan kalau kau memilih Kyuhyun oppa, kau akan kalah dengan game! Jadi berhentilah menunggu si Shikshin itu!”

“Kan sudah kubilang aku tidak menunggunya!”Aigoo… lagi-lagi dia membantah.

“Aku tidak percaya.”jawabku yakin. Sahabatku yang satu ini tipe orang yang akan serius pada satu hal saja. Begitupun terhadap namja. Ia tipe yeoja yang jika sudah menyukai seorang namja ia akan terus memandangnya walaupun namja itu bahkan tidak membalas perasaannya. Well, itulah yang terjadi pada Heera.

“Dan aku juga tidak percaya kau tidak iri denganku.”kata Reina tiba-tiba padaku. Aku menatapnya kesal. Kenapa ia masih membahas hal itu sih?!

“Kau memang akan menikah, tapi kau dijodohkan. Walaupun kau dan ahjusshi itu saling mencintai, tapi cara ia melamarmu sama sekali tidak romantis. Padahal kau adalah yeoja yang sangat menyukai hal-hal yang romantis, Jung Yuuri. Drama Queen sepertimu pasti ingin sesuatu yang berbeda kan?”

JLEB. Tepat sekali! O_O”

Ia memandangku dengan senyum puas.

Ya, memang benar. Walaupun aku bukan yeoja yang feminim, tidak suka memakai pakaian-pakaian yeoja yang manis, lebih suka kegiatan outdoor, punya hobi bercocok tanam, tapi aku sangat menyukai hal-hal romantis, dan hobiku menonton drama dan film romantis. Bahkan saking tergila-gilanya aku dengan drama, aku sampai dijuluki “Drama queen” oleh orang-orang yang mengenalku.

Aku punya bayangan indah mengenai kisah cintaku. Aku membayangkan kisah cintaku akan sangat romantis. Walaupun aku mencintai ahjusshi itu dan aku bahagia akan segera menikah dengannya, tapi sebenarnya aku menginginkan lamaran romantis darinya.

Kulirik Heera yang memasang tampang: ‘apa kubilang’-nya.

Aku cemberut memandang Reina yang sekarang tampak sangat puas. Oke, sekarang sahabatku yang satu itu berhasil membuatku galau gara-gara cerita romantis NaJong! (=,=)”

***

 

Yunho’s PoV

 

Aku turun dari mobil dan memandang rumahku dengan tersenyum lebar. Setelah sekian lama akhirnya aku bisa mendapatkan waktu senggang untuk pulang ke rumah. Aku sangat merindukan rumah. Walaupun aku tahu orangtuaku sedang keluar kota tapi pasti ada Yuu di rumah. Karena setahuku hari ini dia tidak ada kuliah.

“Yuu!”panggilku saat aku masuk ke rumah. Tidak ada jawaban. Tapi…. Apa ini? Bau gosong?

“Gyaaaa… gosong!”Aku mengenal suara jeritan itu. Suara cempreng adikku. Aku pun langsung bergegas menuju dapur.

Di dapur kulihat tiga orang yeoja sedang sibuk mengurus masakan yang bisa kupastikan gosong tadi. Yeoja itu adalah adikku, Yuuri, dan kedua sahabatnya, Reina dan Heera.

“Wah Yuu, sepertinya kemampuan memasakmu masih sama buruknya.”kata Reina melihat wajan yang gosong dengan takjub.

“Eottohke…?”desah Yuu kecewa, membuatku tersenyum geli mendengarnya. Yuu memang sangat payah dalam urusan masak-memasak. Setiap ia berada di dapur pasti timbul kekacauan. Beberapa kali ia membuat Jaejoong kesal gara-gara kepayahannya itu.

“Sudahlah Yuu-ya, kau tidak perlu memaksakan dirimu. Kau kan tidak perlu pandai memasak untuk bisa menikah dengan Yesung oppa.” Kali ini Heera yang berkomentar. Nasihat yang bagus Heera! Tidak pintar memasak pun Yesung hyung sangat mencintai Yuu.

Tiba-tiba adikku satu-satunya itu mulai menitikkan airmata. “Tapi aku harus bisa memasak…”

Aigoo… ia mulai menangis. Kenapa sekarang ia jadi cengeng begini sih? Ada apa lagi dengannya?

“Sebenarnya kau kenapa sih Yuu? Kenapa harus memaksakan diri seperti itu?”tanya Reina bingung melihat Yuu yang sudah menangis.

“Bukankah kau sudah mencoba memasak sebelumnya, dan tidak mau memaksakan diri lagi saat tidak bisa? Kenapa sekarang jadi ngototgini sih?”tanya Heera.

Yuu hanya diam dan terus meneteskan airmatanya. Haaahhh… sepertinya memang harus aku yang harus turun tangan.

“Yuu…”panggilku. Mereka bertiga menoleh kepadaku. Mata Yuu membelalak lebar melihatku lalu ia menghampiriku dan langsung memelukku. Ia menangis di pelukanku.

“Kau kenapa lagi sih?”tanyaku sambil mengusap-usap rambutnya.

“Aku… gagal… memasak  lagi…”ucapnya sesengukan.

“Kan memang kau tidak bisa memasak, kenapa harus dipaksakan?”tanyaku lembut. Akhir-akhir ini adikku ini memang sedang sensitif sekali. Aduh… jatuh cinta pada Yesung hyung membuat Yuu menjadi lebih merepotkan. Memang Yuu itu gadis manja, tapi ia anti menangis, kecuali jika menonton drama-drama romantis favoritnya. Mungkinkah ini sindrom pra pernikahan?

“Anhiyo, oppa. Aku harus bisa memasak!”Kenapa dia jadi ngotot begini?

Aku mengurai pelukanku. Kusentuh dagunya dan kutengadahkan wajahnya agar memandangku. Kutatap lembut wajahnya yang berada di bawahku. Walaupun untuk ukuran yeoja tubuh Yuu cukup tinggi, tapi tinggi badannya lumayan jauh di bawahku, sekitar 15 cm.

“Ada apa?”tanyaku. “Apa Yesung hyung yang memintamu belajar memasak? Jahat sekali dia memaksamu seperti ini!” Ya sebenarnya aku yakin Yesung hyung tidak melakukannya. Tapi biasanya jika aku menyalahkan Yesung hyung karena ia menangis, Yuu akan mati-matian membelanya dan pada akhirnya mengatakan alasannya.

“Oppa! Jangan salahkan Jongwoon oppa! Aku melakukannya karena aku mau terlihat pantas dengannya!” Nah kan, Yuu sudah mulai mengatakan alasannya.

“Lalu?”

“Banyak Clouds yang mengatakan aku tidak cocok dengan Jongwoon oppa, aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuknya. Makanya aku ingin membuktikan kalau aku bisa!”

Khas Yuu. Dia paling tidak suka diremehkan. Pada dasarnya ia bukan tipe orang yang peduli akan tanggapan orang lain, tapi berbeda halnya jika yang diungkit-ungkit kelemahannya. Dulu saat Changmin mengejeknya yang tidak bisa bahasa Jepang, Yuu mati-matian belajar sampai akhirnya ia bisa berbahasa Jepang dan mengerti arti ledekan-ledekan Changmin dalam bahasa Jepang. Bahkan sekarang Changmin dan Yuu bisa saling mengejek dalam bahasa Jepang. (=_=)’

“Memangnya dimana mereka mengatakan itu? Di twitter?”tanya Reina.

Yuu mengangguk.“Di kampus juga?”tanya Heera, dan lagi-lagi adikku mengangguk.

“Kenapa kau tidak bilang kami?!”omel Reina. “Siapa yang berani mengatakan itu padamu?!”sambung Heera.

Aku menatap adikku yang sudah tertunduk. Ia sudah mulai berhenti menangis sekarang. “Apa ada Clouds yang menyakitimu, Yuu?”tanyaku cemas. “Ada yang menyerangmu?” Ini benar-benar mencemaskanku! Dulu saja saat orang-orang di kampusnya tahu dia adikku banyak anti fansku yang mengganggunya. Apalagi sekarang ia menjadi calon istri penyanyi terkenal seperti Yesung hyung? Bukankah calon istri dirasakan lebih mengancam para fans daripada seorang adik?

“Tidak ada. Hanya ada yang mengejekku. Kurasa mereka tidak berani menyerangku karena masih ingat bagaimana dulu aku mengamuk pada anti fans oppa.”jawabnya pelan. Aku menghela napas lega. Dulu memang ia sempat mengamuk pada anti fansku di kampusnya. Untungnya saat kami masih kecil kami pernah belajar taekwondo, dan Yuuri masih mengingat sedikit jurus-jurusnya. Dan saat mengamuk dengan para anti fans itu Yuubenar-benar membuat mereka takut dengan jurusnya. Selain itu memang Yuu sangat menyeramkan jika marah. (=_=)’

“Lalu? Karena itu kau belajar memasak? Yuu… itu bukan hal yang terlalu penting!”

“Itu penting buatku oppa! Aku tidak suka mereka mengatakan aku tidak pantas jadi istri Jongwoon oppa!”

Aish! Adikku ini benar-benar keras kepala! Dan kalau begini susah untuk membuatnya mendengar perkataan orang lain. “Geurae. Kau boleh belajar memasak. Tapi kau harus bersabar ya. Belajar memasak itu membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama. Tapi ingat: bekerja keras berbeda dengan memaksakan diri. Oppa tidak mau kau terlalu memaksakan dirimu.”

Yuu tertawa kecil, membuatku lega. “Oppa cerewet sekali. Ne. Aku tidak akan memaksakan diri.”

Aku tersenyum lalu mencium keningnya lembut. Ia tersenyum lebar kemudian berjinjit sedikit dan mengecup pipiku. “Gomawo, oppa.”ucapnya.

Kemudian Yuu melepaskan pelukanku. “Kajja! Kita belajar memasak lagi!”ucapnya bersemangat pada Reina dan Heera. Aku tertawa melihat tatapan malas Reina dan Heera. Mereka pasti akan kerepotan menghadapi tingkah Yuu nanti.

Ah ya, apa Yesung hyung tahu masalah ini ya?

***

 

Yuuri’s PoV

 

“Aku kesal!”ucapku saat tiba di kantin. Aku langsung duduk di hadapan kedua sahabatku dengan memasang tampang cemberut. Heera yang sedang makan menatapku bingung, sementara Reina masih sibuk dengan ponselnya. Pasti sedang menelpon Sungjong.

“Waeyo?”tanya Heera. “Bukankah kau baru saja dapat nilai tertinggi di laporan akhir semester di jurusanmu? Kenapa kesal?”

“Aku masih belum bisa memasak, padahal pernikahanku sebulan lagi. Dan para Clouds menyebalkan itu masih saja mengejekku!”

Hari ini mood-ku benar-benar jelek! Beberapa kali saat aku berjalan sendirian di kampus aku bertemu dengan Clouds dan mereka sibuk mengejekku. Tidak bisa memasak lah, tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga lah, tidak bisa jadi istri yang baik lah, mereka membuatku kesal! Ingin sekali kuhajar mereka! Tapi aku tidak mau masuk headline berita besok pagi gara-gara itu: ‘Calon istri Yesung Super Junior menghajar para Clouds karena mereka mengejeknya tidak bisa memasak’. Konyol sekali kan kalau itu sampai terjadi?!

“Sudahlah Yuu, abaikan saja mereka.”kata Reina kemudian kembali mengobrol di telpon.

“Yak! Lee Reina! Matikan dulu telponmu!”omelku. Mood-ku jadi tambah buruk mendengar ucapan-ucapan mesra NaJong couple di hadapanku ini.

Reina menatapku sebal. “Sungjong-ah, nanti kita lanjutkan lagi ya. Yuu sedang terbakar sekarang.”ucapnya pada Sungjong, membuatku memelototinya.

“Huh! Mentang-mentang baru jadian, telponan mulu!”gerutuku. Aduh… kalau sedang kesal begini aku selalu saja menyulut peperangan. Sebentar lagi pasti Reina marah-marah.

“Jangan berubah menjadi menyebalkan deh Yuu!”omel Reina. Tuh kan dia mulai marah. (=_=)”

“Haha… wajar saja Yuu. Kan orang baru jadian begitu. Mesra.”kata Heera.

Orang baru jadian? Dulu waktu aku baru jadian sama ahjusshi-ku kami tidak semesra itu. (=,=)

“Ck! Ra-ya, dulu waktu Yuu jadian sama Yesung oppa kan mereka tidak mesra sepertiku dan Sungjong. Apalagi Yesung oppa tidak pernah memberikan kejutan yang romantis padanya.”ucap Reina mencibir padaku.

Aku kembali melotot mendengar komentar Reina. Kenapa ia membahas hal itu lagi sih?! Dia sengaja membuatku iri ya?!

“Yak! Lee Reina! Neo…”

Tiba-tiba saja suasana kantin yang biasa-biasa saja berubah menjadi ramai. Aku melihat di depanku yeoja-yeoja terlihat histeris. Ini ada apa sih?

Heera dan Reina juga bingung. Tiba-tiba mereka berdua yang duduk di hadapanku terlihat terkejut dan mulut mereka menganga.

“Kalian kenapa sih?”tanyaku bingung. Mereka menganga lebar sekali. Kurasa mulut mereka cukup besar untuk kumasukkan mangkok ke dalamnya. (=_=)’

Heera menunjuk-nunjuk ke arah belakangku. Aku mengernyit bingung. Ada sesuatu di belakangku?

Aku tersentak kaget ketika tiba-tiba merasakan ciuman lembut di pipiku.

“Annyeong, chagi.”

“Oppa!”

Ahjusshi tercintaku itu tersenyum lebar melihat wajahku yang pastinya sekarang sudah memerah sekali.

“Neomu kyeopta.”ucapnya sambil mencubit pipiku gemas. Aku memelototinya kesal karena mendengar fans-fansnya menjerit iri di sekeliling kami. Dia ini mau membuatku mati sebelum pernikahan kami ya?! O_o”

“Ke… kenapa Oppa kesini?”tanyaku berusaha menghilangkan rasa gugupku akibat perlakuannya itu.

“Menjemputmu.”

“Tapi aku sudah berencana untuk jalan-jalan bersama Reina dan Heera.”kataku lalu memandang kedua sahabatku.

“Anhi. Tidak jadi!”kata Heera cepat. Wajahnya sumringah.

“Lebih baik kau pergi dengan Yesung oppa saja!”kata Reina riang.

Kemudian kedua sahabatku itu menarikku agar berdiri dari dudukku dan mendorongku ke arah ahjusshi-ku. Aku hanya bisa melotot dengan kelakuan kedua sahabatku itu.

“Gomawo, Reina-ssi, Heera-ssi. Aku pinjam chingu kalian dulu.”katanya lalu merangkulku erat dan membawaku pergi dari kerumunan fansnya di sekitar kami. Aku bisa melihat bagaimana tatapan kesal para fansnya itu. Haahh… akan ada berapa banyak bashing lagi yang kuterima nanti?

Kulepaskan rangkulannya setelah kami sampai di dekat mobilnya. Ia mengernyit, menatapku dengan mata sipitnya yang selalu berhasil membuat jantungku melompat tak terkendali.O///O

Aku berusaha mengatasi debaran jantungku dan masuk ke mobil.

“Kau menyebalkan!”ucapku saat kami berdua sudah di mobilnya.

“Waeyo?”

“Kenapa kau datang ke kampus? Kau ingin aku dibunuh oleh Clouds seluruh kampus hah?”

Ia tersenyum membuat mata sipitnya semakin sipit. Senyuman yang paling kusuka. Lagi-lagi aku berusaha mengatasi detak jantungku yang tidak karuan ini. >///<

“Tidak akan ada yang berani menyentuhmu, chagi. Aku akan selalu melindungimu.”katanya sambil mengelus lembut pipiku.

DEG. Jantungkuu…

Aku melepaskan tangannya dengan kesal. “Jangan mulai genit! Ayo pulang!”

***

 

Oke. Bagus. Ternyata kami tidak pulang. Ia membawaku ke toko designer baju pengantin ternama di Seoul.

“Kenapa kita kesini?”tanyaku  kesal. Kenapa ia tidak bilang sih jika aku akan di ajak kesini? Aku memang suka hal-hal romantis sampai-sampai dijuluki Drama Queen, tapi aku tidak suka hal-hal yang feminim. Aku paling benci gaun. Walaupun menikah mengharuskanku pakai gaun pengantin, tapi aku tidak ingin membuang-buang waktuku untuk mencobanya.

“Pertanyaan yang aneh. Tentu saja untuk fitting.”katanya, lalu menarikku masuk ke toko itu.

“Tapi kan aku sudah bilang Eomma agar Eomma saja yang memilih gaunnya. Kau kan tahu aku tidak suka gaun. Aku tidak suka fitting gaun.”gerutuku kesal.

Tiba-tiba ia menarikku ke dalam pelukannya. Aku membeku. “Jangan mulai bawel lagi Jung Yuuri-ku. Kau yang menikah, tentu saja kau yang harus fitting.”bisiknya di telingaku. Kemudian ia mencium pipiku. Pipiku memanas, jantungku seperti berhenti berdetak. Ia menatapku dalam-dalam dengan mata sipitnya itu.

“Lagipula ini kan hanya sekali seumur hidup.” Sekali seumur hidup? Benarkah itu?ya Tuhan, aku menyukai kata-katanya! Kali ini aku benar-benar tidak bisa berkutik. Aku takut kena serangan jantung! o///O

Kemudian aku –yang masih setengah sadar– ditarik lagi olehnya.Ia memintaku untuk memilih gaun-gaun yang terpajang di display gaun pengantin. Gaun-gaun itu sangat cantik, tapi aku sama sekali tidak berminat. Kurasa aku tidak pantas dijuluki Drama Queen. Tiba-tiba saja aku kembali mengingat kata-kata Reina tadi. Jongwoon oppa tidak pernah memberi kejutan romantis seperti Sungjong. Entah kenapa hal itu membuatku kesal.

“Waegurae, chagi?”

Aku menggeleng pelan.

“Kau tidak suka gaun-gaun disini?”

“Aku hanya sedang bad mood.”

Ia menatapku cemas. “Ada masalah? Kau bisa cerita padaku.”

Aku langsung merasa bersalah sekali melihat perhatiannya. Padahal ia begitu perhatian dan menyayangiku, tapi kenapa aku malah memikirkan perkataan Reina? Sudahlah Yuu, jangan memikirkan hal-hal aneh. Cobalah bersikap dewasa. Sebentar lagi kan kau akan menjadi istrinya.

Aku memaksakan seulas senyum padanya, mencoba meyakinkannya jika aku baik-baik saja. “Ini hal wajar kok. Aku sedang PMS.”ucapku bohong. Habisnya jika aku bilang tidak ada apa-apa ia pasti akan memaksaku untuk bercerita. Tapi sepertinya aku salah mencari alasan. Karena sekarang ia menatapku dengan pandangan… err… aneh.

Tiba-tiba ia mengelus pipiku lembut.

“Jangan berbohong, chagi. Kau pikir selama lebih dari setahun kita berhubungan aku tidak tahu bagaimana perubahan sikapmu saat kau PMS atau tidak?”

BLUUSSSH. Wajahku pasti memerah lagi. Kenapa dia bisa tahu perubahan sikapku saat PMS?! o///O

Sepertinya ia tahu apa yang kupikirkan. “Tentu saja aku tahu. Kau akan lebih pendiam jika sedang PMS, bahkan kau tidak akan marah jika aku menyentuh pipimu. Biasanya kau akan sangat bersemangat melakukan apapun, tapi di saat seperti itu kau malah lebih suka tidur. Wajahmu juga lebih pucat dari biasanya. Kau hanya akan marah jika aku sudah mulai menanyakan ini-itu padamu. Aku penasaran dan khawatir akan sikapmu yang seperti itu, jadi ya kutanyakan saja pada Yunho. Ia bilang itu tandanya kau sedang PMS.”

Dasar Oppa! Kenapa ia mengatakan hal itu padanya?! Itu kan privasi wanita! Memang dia akan menjadi suamiku, tapi itu kan memalukan… >///<

Tapi aku sama sekali tidak menyangka jika dia akan seperhatian itu padaku. Ia bahkan mengamati setiap perubahan sikapku! Kenapa ia sebaik itu? Beruntung sekali aku mendapatkan namja sesempurna dia. Namja yang akan menjadi suami sekali seumur hidupku.

Sementara apa yang selama ini kulakukan untuknya?

Perasaanku menjadi gusar. Tiba-tiba muncul pikiran yang amat sangat bodoh.

Ia memandangku cemas. “Gwenchana, Yuu?”

Entah kenapa aku merasa mereka benar. Aku memang tidak pantas untuknya…

***

 

Yesung’s PoV

 

Sejak kemarin entah kenapa aku jadi tidak tenang. Yuuri bersikap aneh saat fitting baju kemarin. Ia sama sekali tidak terlihat ceria seperti biasanya. Berkali-kali kutanyakan ada apa dengannya, tapi ia hanya mengatakan sedang bad mood.

Sebenarnya bukan kemarin saja sih ia jadi terlihat aneh begitu. Semenjak aku mengumumkan pertunangan kami dan pernikahan kami yang sebentar lagi, ia menjadi sedikit berubah. Tidak sebawel biasanya. Tadinya kupikir ia memikirkan bashing dari para Clouds, tapi ia terlihat biasa saja akan hal itu. Apalagi isi bashnya kebanyakan mengejeknya jelek, dan Yuuri tidak terpengaruh hal itu karena ia tahu pasti jika ia cantik. Ya aku mengakuinya sih. Tapi ia terdengar narsis sekali saat mengatakannya, ia terdengar seperti Heechul hyung. (=_=)”

Lalu sekarang saat mendekati pernikahan kami yang sebulan lagi, kenapa ia jadi aneh begitu? Apa ini sindrom pra pernikahan?

“Jongwoon-ah!”

Aku langsung tersadar dari lamunanku mendengar panggilan Teukie hyung. “Ne?”

“Sedang melamunkan apa? Sejak tadi kau tidak konsen latihan.”

“Ah, mianhe hyung. Tadi aku…”

“Yesung hyung ada?”

Aku terkejut mendengar suara yang memanggilku. Yunho masuk ke ruang latihan dan menghampiriku dengan wajah…. Cemas? Ada apa dengannya?

“Waegurae, Yunho-ya?”tanyaku bingung.

“Yuu…”

“Ada apa dengan Yuu?!”tanyaku panik dan langsung memegang kedua lengannya erat.

“Yuu… hilang.”

Jantungku serasa berhenti berdetak mendengarnya. “MWO?!”

 

~TBC~

 

Nah lho, aku kemana? tebak dong aku selingkuh sama siapa? #PLAAKKK. *tunangan gk tw diri (=,=)”

Jadi gimana? Gaje ya ceritanya? Abis gimana dong, SungRi kan emang couple gaje. kekeke~Please leave ur comment^^

FF couple ini kujadiin couple utama di wpku. http://myideamylife.wordpress.com Mampir-mampir yaaaa~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17 thoughts on “Pra-Married Syndrome 1

  1. Annyeong Aku readers baru, salam kenal . .

    Wah mimin hebat..

    Ayo Dong lanjutin udh gx sbr pngen tau yuuri kemana dan selanjutnya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s