Yes, I’m a Bad Boy [part 5/END]

poster by : Shirae Mizuka

Author : chanyb

Title : Yes,I am a Bad Boy -Last Part-

Genre : Family,Brothership,Friendship

Main Cast : Choi Seunghyun – Cho Kyuhyun – Dong Young Bae

Other Cast : Lee Han Ah (OC) – Lee Seungri

Cameo : Sandara Park – Kim Kibum – Kang Daesung – Kim Jaejoong

This is the last part :3
Ff ini pernah di publish di BigBang Fanfiction

Let’s Cekidot ^^

Raut kepanikan tergambar jelas di wajah Kyuhyun. Ia terus memutar otaknya untuk menyembunyikan gadis yang mendadak masuk ke dalam kamarnya melalui jendela. Di balik pintu pun Young Bae masih saja menggedor-gedor pintu.
Tetap penasaran akan suara-suara berisik dan kegrasak-grusukan (?) yang terjadi di dalam sana. Takut dongsaengnya mencoba kabur,atau berencana membakar diri atau hal-hal lebih parah lainnya.

“Hana,pastikan kau tidak mengeluarkan suara apapun!! Kalau kau sampai mengeluarkan suara… KU PECAT KAU JADI TEMAN,arraseo!!”
Ancam Kyuhyun dengan nada suara dibuat semenyeramkan mungkin. Saat menemukan tempat persembunyian yang tepat untuk teman perempuannya. Gadis itu mengangguk mengerti dan melakukan gerakan mengunci mulutnya sendiri.

“Kyu apa kau baik-baik saja?!?”
Panggil Young Bae untuk kesekian kalinya.

Kyuhyun POV

Suara ketukan pintu dan panggilan-panggilan yang menyerukan namaku tentu saja menyebabkan detak jantungku semakin tak karuan keringat dingin sebesar biji jagungpun terus mengucur dari dahiku. Jujur saja,menyembunyikan gadis aneh itu lebih melelahkan ketimbang lari marathon. Benar-benar memacu adrenalin. Baiklah ucapanku barusan terlalu berlebihan.

“Tenang Kyu… Haaaah… Tarik nafas dalam-dalam…. Huffffttt… Lepaskan perlahan-lahan!!”
Desahku pelan menenangkan diri. Setelah memastikan ekspresi datar kembali di rautku,aku meraih ganggang pintu dan membukanya perlahan. Memancarkan aura setenang mungkin. Jangan sampai Young Bae hyung curiga.

“Kyu,tadi aku mendengar ada suara perempuan di kamarmu,apa kau??”
Selidik Young Bae hyung penasaran sembari menyembulkan kepala mohawknya ke dalam kamarku.

Melihat gerak-gerik mencurigakan darinya ,aku merentangkan ke-2 tanganku di 2 sisi bingkai pintu dengan tujuan menghalanginya melangkah memasuki area terlarang.

“Tidak ada suara apapun di kamarku!! Bukankah sudah kukatakan berulang kali jangan terlalu mencampuri urusanku dan jangan pernah lagi memamerkan perhatianmu yang berlebihan padaku karena itu takkan pernah mengubah apapun. Kau tetaplah bukan HYUNG-KU!!”
Lagi dan lagi aku harus berujar sarkatis agar dia segera pergi lalu membenciku atau paling tidak, mengabaikan kehadiranku di rumah ini. Ia hanya diam tanpa ekspresi dan sedetik kemudian ia kembali celingukan ke tiap sudut kamarku ia bersikap seakan sudah kebal ucapan-ucapan kasar yang kulayangkan padanya.

“Tapi,tadi… Aku benar -benar….”

“Tidak ada apa-apa!!”
Potongku cepat bak bajaj ngebut mengejar setoran (?)

BRUUUUUKKK…
Perfect!! Sepertinya bunyi makhluk aneh itu terjatuh dari tempat persembunyiannya. Spontan aku langsung menoleh ke belakang dimana suara itu berasal.
Hana… Kau benar-benar menguji kesabaranku yang tak seberapa ini!! Aku menatapnya horor seakan akan melemparkannya ke dalam jurang lalu ku benamkan ke dalam samudera sebagai umpan ikan hiu.

“Hehehe… Kyu,lemarimu sempit aku hampir kehabisan nafas…. Eh,annyeong oppanya Kyu!!”
Ujar Hana cengengesan dengan watadosnya sembari menggaruk-garuk kepalanya yang aku tak tahu maksudnya, apa karena kegatalan atau karena salah tingkah.

Teringat masih ada sosok Young Bae hyung di ambang pintu aku kembali memposisikan tubuhku ke tempat semula. Untuk beberapa menit ia terlihat sedang berpikir. Mencerna kejadian di depan matanya barusan lalu di menit berikutnya ia menatapku lekat dan melempar senyuman nakal.

“Ooh…. Arra… Arra…”
Ia mengangguk-anggukkan kepalanya semangat sambil menepuk bahuku pelan yang seolah bermakna ‘Jangan–takut–aku–akan–menjaga–rahasiamu!’
Seusai melakukan hal nyeleneh (?) itu,Young Bae hyung langsung pergi menuju kamarnya.

“Aish… Ini tak seperti yang kau kira!!”
Teriakku panik mencoba meluruskan pikiran sesatnya. Ia berbalik tetapi,hanya untuk mengerlingkan sebelah matanya.

Siall!! Dia pasti benar-benar berpikiran macam-macam!! Dengan amarah menjalar hingga ke ubun-ubun aku menghampiri Hana yang tampak bergidik ngeri melihatku. Baru saja aku akan mencecarnya ia sudah lebih dulu membuka suara.

“Astaga…!! Aku ingat besok ujian!! Oh… Tidak… Ada PR matematika dan bahasa inggris juga! Bagaimana ini?? Ah.. Benar sebaiknya aku pulang sekarang,annyeong Kyu……”
Layaknya orang panik ia berbicara sambil memegangi dahinya.mondar-mandir tak jelas.akting yang buruk.
Merasa ucapannya tak digubris ditambah jarak kami semakin dekat. Hana menghambur ke jendela dan mengambil ancang-ancang untuk turun.

“Mau kemana kau,huh?”
Secepat kilat aku mencengkram kerah seragam olahraganya dari belakang yang membuat ia terperanjat sesaat. Ragu-ragu ia menoleh lalu mengumbar senyum terpaksa.
Deg!! Omona… Kemana amarahku tadi?? Mengapa seluruh emosi jiwa ragaku menguap seketika saat memandang sorot mata teduhnya saja? Heh. Sorot mata yang kurindukan. Milik eomma.
Aku tidak akan pernah jenuh menghabiskan waktu untuk memandang dirinya.

“Kyu,gwenchana??”
Tanya nya khawatir seraya menggerak-gerakkan telapak tangannya di udara.

“Ani,aku tidak apa-apa… Pulanglah!!”

Tak perlu menunggu lama ia segera memegang erat tali jemuran yang ia gunakan untuk naik turun ke kamarku. Gadis nekat. Astaga dimana akal pikiranku bukankah di rumah ini masih ada pintu?? Lalu kenapa aku membiarkan seorang gadis keluar dari jendela?? Dasar pabo!

XxxxX

Hari ini adalah saat yang tepat menerapkan semua rencana menghadapi kesialanku. Cepat-cepat aku menuruni anak tangga menghindari pertanyaan Young Bae hyung ketika melihat penampilanku. Ck,sial aku kalah cepat darinya. Ia melihatku dari ujung kaki hingga kepala dengan alis saling bertautan. Merasa asing.

“Kyu… Di luar ada temanmu!!”
Setelah memberitahu kedatangan temanku yang tak lain adalah Hana. Ia melenggang menuju ruang tengah tanpa melontarkan pertanyaan ‘kenapa’ miliknya. Tak biasanya Young Bae hyung bersikap acuh padaku.

Apakah ia menyadari jika perhatian yang ia berikan pada dongsaeng kurangajar sepertiku akan sia-sia serta membuang-buang waktu?
Tak lama kemudian ia berbalik dan tersenyum hangat.

“Aku sedang berlatih untuk tidak mencampuri urusanmu agar kau tak merasa jengah atas perhatianku yang menurutmu berlebihan!!”

Demi apapun saat ini aku ingin sekali membalas senyum hangatnya dan berkata gumawoo atas semua perhatian,kasih sayang yang hanya kudapatkan darinya seorang. Tapi,aku tidak bisa jika itu terjadi maka Young Bae hyung akan selalu berada di dekat tubuh pembawa sialku.

Terpaksa aku melengos melewatinya seolah tak berminat memberikan tanggapan terhadap ucapannya.

Sama seperti Young Bae hyung,Hana memandangku aneh dari ujung ke ujung dan ketika mata kami saling bertemu ia mengernyitkan dahinya. Sebegitu anehkah penampilanku sekarang?

“Kyu,kau masih sehatkan?”
Hana meletakkan telapak tangannya ke dahiku mencari kepastian apakah aku masih waras atau tidak.

“Sudahlah! Aku tidak sakit! Lagipula tak ada larangan memakai jas hujan dan membawa-bawa payung di saat hari cerah!!”
Tukasku cepat sebelum ia bertanya lebih lanjut.

Tetapi,gadis ini sangat keras kepala dan terus melontarkan pertanyaan 5W1H salah satunya ‘mengapa kau memakai jas hujan sedangkan hari ini cerah!’ yang hanya mampu kujawab dalam hati dengan jawaban ‘hari ini cerah tapi,dini hari tadi hujan deras’.
Sepanjang perjalanan ia bertanya seolah sedang menginterogasi tersangka kasus TIPIKOR.

Agak kesal aku menghentikan langkah lalu memegang ke-2 bahunya hingga kami saling berhadapan.

“Hana dengar!! Berhentilah bertanya!! Kau akan tahu jika kau berada diposisiku yang selalu sial setiap waktu. Entah itu genangan air,bola,dan lain sebagainya mereka selalu betah menghampiriku arra!! 1 lagi saat kau bersamaku sebaiknya kau menjaga jarak minimal 20 meter dariku!!”
Perintahku tegas seraya memutar tubuhnya menghadap ke depan lalu menunggunya berjalan lebih dulu.

Ia kembali berbalik dengan raut wajah penuh tanya. Di otaknya sekarang pasti sedang merayap pertanyaan teman macam apa aku yang menyuruh temanya menjauh saat berjalan beriringan.

XxxxX

“Wae Kyu?”
Tanya Hana lagi tak pernah puas terhadap penjelasan Kyuhyun padanya.

Kyuhyun membatu. Tubuhnya menegang seketika. Pandangannya menerawang lurus ke depan ada hal menarik menyita seluruh perhatiannya. Sedetik kemudian ia mendorong tubuh Hana menjauh dari badan jalan. Suatu gerakan refleks yang Kyuhyun keluarkan tiap kali melihat kendaraan melaju kencang. Baginya seberapapun jauh jarak kendaraan tersebut ia tetap merasa kendaraan itu selalu mengincar orang-orang disekitarnya. Tidak bisa dipungkiri efek traumatis ketika Young Bae. Hyungnya. Tertabrak mobil akibat menolong dirinya masih terekam jelas.

“Kau lihat barusan hah?? Sudah kukatakan kau harus menjaga jarak dariku tapi kenapa kau terus bertanya alasannya??”
Ujar Kyuhyun gusar lalu berjalan acuh meninggalkan Hana yang meringis kesakitan dan memanggil namanya.

Meski tidak seperti dugaannya semula bahwa ia akan diguyur genangan air hujan akibat kendaraan melintas di dekatnya. Kyuhyun enggan melepas jas hujannya sampai sekolah. Mengabaikan tatapan mencemooh dirinya. Tak ingin ambil pusing.
Sesampainya di sekolah,ia tergesa-gesa melewati lapangan. Menghindar atau sedang tidak ingin berurusan pada hal-hal yang dapat memancing emosi seperti hantaman bola dan semacamnya.

Namun,malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Lagi lagi sebuah bola basket menghantam kepalanya bagian belakang. Bola yang memang sengaja dilempar ke arahnya oleh seseorang di tengah-tengah lapangan. Sontak ia menoleh dengan wajah merah padam akibat menahan amarah.

“Siapa yang melempar hah??”
Raung Kyuhyun memuntahkan segala amarahnya yang memang sudah mencapai titik klimaks dan tinggal satu sentuhan terakhir akan segera meledak seperti sekarang. Mata pria berperawakan kurus jangkung itu memerah bak harimau tengah mengintai mangsanya.

“Aku!! Wae??”
Seru seorang pria menantang dengan tatapan tak kalah sangar dibanding Kyuhyun.
Selang beberapa detik setelah seruan menantang menggema. Kyuhyun melangkahkan kakinya besar-besar. Sarat emosi. Dan BUGH!! Tanpa banyak bicara ia menyarangkan sebuah tinjuan ke wajah lawannya.

“Anak manja sepertimu sekali-sekali harus diberi pelajaran,tuan muda Seungri!!”
Desis Kyuhyun disela-sela aktifitas memukul pria bernama Seungri bertubi-tubi.

Pukulan membabi buta darinya tentu saja memaksa Seungri terjengkang (?). Darah segar mengucur dari pelipis dan sudut bibir Seungri. Dengan sisa-sisa tenaganya ia mencoba membalas pukulan dari Kyuhyun tapi hanya udara saja yang ia gapai,karena ke-2nya sudah keburu dipisahkan oleh teman masing-masing.

PLAKKK!!
Sebuah tamparan telak hinggap di wajah Kyuhyun.

“Kyu sadarlah!! Kau kenapa??”
Ujar si penampar sambil mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun untuk menyadarkannya. Kyuhyun terkesiap seakan baru disadarkan dari tidurnya lalu mengelus wajahnya.

“Sungmin sunbae??”

Sementara itu di sisi lain Seungri dibopong oleh temannya menuju ruang UKS untuk mengobati luka-luka yang ia derita.

“Seungri-ah bukankah sudah kukatakan,jangan mencari perkara dengan anak itu lagi!!”
Desah temannya kecewa.

“Akh… Aku hanya bermain-main saja bersama anak itu. Dia saja yang terlalu serius menanggapinya Daesung-ah!!”

Perkelahian yang lebih tepat disebut sebagai aksi pemukulan terhadap Seungri oleh Kyuhyun mengakibatkan ke-2nya dipanggil ke ruang kepala sekolah.
Kyuhyun hanya duduk diam sembari menundukkan kepalanya dalam-dalam tak menanggapi berbagai ocehan yang disampaikan Seungri pada kepala Sekolah mereka. Bukan karena ia takut akan hukuman apalagi dibinasakan dari sekolahnya. Tetapi,karena kehadiran yang sejak tiba selalu menatapnya tajam. Meski Kyuhyun kerap kali terlibat pertengkaran dengan orang tersebut tetap saja ia merasa takut bila umpatan-umpatan serta pukulan bersarang ditubuhnya di depan banyak orang seperti saat ia duduk dibangku SMP beberapa tahun lalu.

Seunghyun POV

Baru saja aku merebahkan diri di sofa setelah tiba di rumah untuk beristirahat sejenak. Meregangkan otot-otot kaku serta merileks kan pikiranku dari kesibukan kerja berlebihan yang membuat tenagaku terforsir lebih banyak.
Tapi mendadak Young Bae berlari tergopoh-gopoh menghampiriku, dengan nafas terengah-engah ia menyampaikan Kyuhyun anak tiriku berbuat onar lagi di sekolahnya. Aku tak tahu apa keinginan anak itu disekolahnya cuma bertengkar saja dan mencoreng nama baik keluargaku?

Tak peduli seberapa keras Young Bae melarangku pergi ke sekolah bersamanya aku masih bersikeras untuk ikut ke sana.

Selama di ruang kepala sekolah aku menatap tajam sosok Kyuhyun yang duduk berseberangan denganku dan Young Bae sambil menundukkan kepalanya. Merasa bersalah,mungkin. Pandanganku beralih ke sosok di samping Kyuhyun. Seorang anak laki-laki yang berbicara tanpa henti. Wajar saja dia di hajar.

Sekitar 15 menit kemudian,seorang pria yang sudah berumur sepertiku memasuki ruangan lalu duduk disampingku. Kami saling melepar senyuman satu sama lain.

Semua berjalan lancar sebagaimana mestinya sampai keluar dari ruangan itupun baik aku maupun orangtua anak laki-laki yang dihajar Kyuhyun berpisah baik-baik.
Saat akan membuka pintu mobil milik Young Bae aku menoleh kebelakang memastikan anak menyusahkan itu masih mengikuti kami. Ck… Kemana anak sampah itu?

“Youngie-ya apa kau melihat Kyu?”

“Bukankah tadi ada di belakang appa?”
Tanya Young Bae balik yang telah lebih dulu duduk dibangku kemudi.

Tak sabaran aku kembali menghampiri Kyuhyun. Dasar anak menyusahkan tak puaskah ia berbuat onar di sekolahnya? Di skorsing berkali-kali,di D.O hampir di 10 sekolah. Benar-benar pembawa bencana dalam keluargaku.

Dari kejauhan aku melihat Kyuhyun berlutut dan terus menggumam kata maaf pada 2 orang di hadapannya. Sial!! Yang boleh memarahi dan mengumpatinya hanya aku seorang bukan orang lain.
“Kyu… Bangun!!”
Perintahku tegas. Ia bergeming tak menanggapi ucapanku barusan. Cish… Maunya anak ini apa sebenarnya? Tanpa ba bi bu aku menarik tangannya lalu menyeretnya untuk mengikutiku.

“Jejung-shi,aku rasa kerjasama kita harus berakhir sampai disini dan 1 lagi ajari anakmu agar tidak terlalu banyak bicara!”

Untuk pertama kalinya aku memutuskan hubungan kerjasama dengan relasiku demi membela anak tiri tidak tahu diri ini.
Selama perjalanan pulang Kyuhyun duduk diam,melemparkan pandangannya ke luar jendela. Entah ada hal menarik apa di luar sana yang menarik perhatiannya. Mulutnyapun menggumam tidak jelas.

XxxxX

“Kyuhyun! Kemari kau!!”
Teriak Seunghyun emosi ingin menginterogasi orang yang ia panggil Kyuhyun.

Agak malas-malasan Kyuhyun mendekati appa tirinya. Ia tahu persis kejadian selanjutnya saat ia berada di hadapan appa tirinya.

“Waeyo??”
Ujar Kyuhyun tenang sambil melihat wajah tegas Seunghyun setengah tak peduli kemudian memalingkan wajahnya. Seolah enggan berlama-lama melihat raut kebencian yang selalu terpancar.

“Apa kau tak merasa bersalah sedikitpun hah? Kau tahu aku kehilangan relasi bisnis demi membelamu!!”
Suara pria berumur itu makin meninggi meluapkan seluruh emosinya sambil menoyor-noyor (?) kepala anak tirinya kasar.

“Aku tidak meminta kau membelaku tuan Seunghyun-shi! Salahmu sendiri menghampiri ku lagi!”
Tanggap Kyuhyun geram.

“Dasar anak kurangajar!!”
Tangan Seunghyun terayun namun tiba-tiba tangannya terkepal dan terhempas begitu saja.

“Kenapa tidak jadi?? Tampar! Ayo,tampar saja aku sampai kau puas!!”
Tantang anak tirinya garang.

“Kyu… Hentikan ucapanmu! Appa berhentilah menyulut api pertengkaran tiap kali kalian bertemu!!”
Ujar Young Bae setengah berteriak sembari memisahkan 2 orang yang masih terbakar emosi masing-masing.

“Youngie-ya sebaiknya kau tak usah ikut campur!! Anak ini akan melunjak jika kau bela dia terus menerus dan akan semakin…”

“Kurang ajar? Brengsek? Keparat? Atau umpatan apa lagi yang telah appa persiapkan untuk Kyuhyun??”
Potong Young Bae kalap menanggapi ucapan appanya yang mengarah pada umpatan-umpatan kasar.

“Kyu… Sebaiknya kau pergi dulu!!”
Sambungnya lagi yang dituruti oleh dongsaengnya.

Kyuhyun berjalan pelan seakan menikmati tiap langkah kakinya. Dalam otaknya hanya 1 tempat yang ingin ia tuju yaitu pemakaman orangtua kandungnya. Ia tak tahu lagi harus pergi kemana lagi selain tempat itu.

“Eomma… Appa… Aku datang lagi… Apa kalian senang melihatku?? Tentu saja kalian senang,kan?”
Lirih Kyuhyun. Dengan memaksakan seulas senyuman dibibirnya bagaimanapun juga ia harus terlihat baik-baik saja di hadapan nisan ke-2 orangtuanya. Sebisa mungkin ia menahan genangan airmata yang siap membasahi wajah pucatnya kapan saja.

“Eomma… Appa… Jika di dunia ini nyawa diperjual belikan secara bebas seperti benda-benda berharga lainnya maka akulah orang pertama yang akan membelinya. Seberapapun mahalnya asalkan kalian bisa kembali bersamaku! Tapi,itu tidak mungkin terjadi!”
Desahnya kecewa lalu duduk diantara batu nisan Dara dan Kibum orangtuanya. Kyuhyun merasa lebih dekat bila duduk disana berlama-lama. Menikmati semilir angin yang menerpa dirinya.

“Kyu… Apa kau menikmati hembusan angin di tempat ini??”
Ujar seorang gadis tepat dibelakang Kyuhyun sambil memegang punggungnya. Kyuhyun menengadahkan kepalanya dan mendapati sosok Hana tengah tersenyum padanya. Tubuh mungil Hana bermandikan sinar matahari dari ufuk barat yang menambah kesan hangat dalam dirinya.

“Hana… Sejak kapan kau mengikutiku,huh?”
Tanya Kyuhyun santai karena terbiasa akan kemunculan Hana yang selalu tiba-tiba.

“Sejak tadi!!!”
Jawab Hana polos kemudian ikut duduk di samping Kyuhyun.

“Hana… Bolehkah aku bertanya?”

“Ne… Silahkan…”

“Hana., apa kau tak memiliki pakaian lain selain seragam olahraga yang selalu kau kenakan tiap bertemu denganku??”
Dahi Kyuhyun berkerut pertanda ia sedang serius.

“Punya!! Tapi,hanya seragam ini yang bisa membuatku bergerak bebas mengikutimu!”
Jawab gadis itu enteng seraya mengibaskan rambut panjangnya.

Saat berpisah dengan Hana,Kyuhyun tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan terus berjalan tanpa arah tujuan.

XxxxX

Mungkin butuh belasan gelas dan beberapa botol wine untuk menenangkan pikiran seorang pria tengah baya yang memang kacau. Ia memainkan gelas wine nya sebelum menenggak habis bak meminum air putih biasa. Sekali-kali matanya liar menatap kerumunan anak muda tengah bergerak bebas dan lincah di atas lantai dansa seakan tak ada beban dalam hidup mereka.
Kadang ia tertawa sendiri. Menertawakan tingkah kekanak-kanakannya yang sering muncul jika sudah berhadapan dengan anak tirinya.
Seunghyun menelungkupkan kepalanya ke atas meja kemudian setengah mabuk tangan kanannya meraih tangan seorang wanita yang lewat disampingnya. Ia mendongak dan melempar senyuman gila (?).

“Dara-ya,kaukah itu?”
Ujarnya riang seraya menarik wanita itu ke dalam pelukannya lalu mencoba melancarkan serangan.
Wanita dipelukan Seunghyun meronta sambil berteriak memanggil seseorang.

Tepat sesudah teriakan menggaung.
Seunghyun merasakan cairan kental mengalir dari puncak kepalanya. Ia meringis kesakitan kemudian menatap sangar orang yang memukulnya menggunakan botol wine.

“Sialan kau!!”
Erangnya gusar. Pria di hadapannya mencibir dan menyeret tubuh Seunghyun keluar klub untuk menghajarnya habis-habisan.

Meskipun di sekitar mereka ada banyak orang tetapi,tak ada satupun yang ingin mencampuri apalagi memisahkan ke-2 orang itu.

Seunghyun diam tanpa perlawanan. Menerima tiap pukulan di tubuhnya. Seolah tak peduli jika ia harus kehabisan darah. Si penghajar semakin leluasa memukul Seunghyun yang merelakan dirinya dijatuhkan.

“Pukul terus… Uhuk…,,”
Gumamnya dengan mata terpejam. Menikmati.

Lama ia menunggu hantaman selanjutnya namun tak kunjung diterimanya. Samar-samar ia mendengar gebukan serta erangan orang selain dirinya.

“Hei,pak tua kenapa kau tak melawan huh? Dimana emosimu saat bertengkar denganku??”

Seunghyun menyipitkan matanya untuk mengenali orang yang tengah berjongko di sampingnya dengan wajah tak kalah babak belurnya dengan dirinya.

“Cepat naik!!”
Ujar orang tersebut menawarkan diri untuk menggendong Seunghyun.
Pengaruh alkohol dan hantaman bertubi-tubi membuat Seunghyun terpaksa menerima tawaran itu.

“Pelan-pelan bocah sampah!!”

“Diam kau pak tua seharusnya kau berterimakasih padaku karena telah menolongmu!!”
Ujar si penolong lemah yang tak lain adalah Kyuhyun. Ia menggendong appa tirinya meski sambil mengabaikan rasa sakit yang mendera seluruh tubuhnya hingga sampai di kediaman mereka.

Sesampainya di kediaman mereka Kyuhyun meringis kesakitan lalu terduduk lemas di teras sehingga Seunghyun yang berada dalam gendongannya terjatuh.

“Arrrgggh… Sialan kau bocah?!”
Ringis appanya sembari mengelus-ngelus pantatnya yang mendarat mulus di lantai.
Tak ada jawaban dari anak tirinya.

“Kyu?? Gwenchana??”
Tanyanya lagi khawatir sambil menepuk pundak Kyuhyun.
BRUUUUK!! Tubuh anak tirinya ambruk seketika. Cemas. Panik. Merasa bersalah dan sejumlah perasaan lainnya berkecamuk saat ia menyaksikan Kyuhyun ambruk di hadapannya.

“Hah? Bagaimana ini?? Ini tidak boleh terjadi!! Kyu ireona!! Hei… Bocah cepat bangun!!”
Ujarnya panik sembari menekan beberapa digit nomor di ponselnya untuk menghubungi ambulans.

“Kyu… Ireona! Ppalli!”

Kyuhyun tetap tak menunjukan reaksi apapun. Airmata mulai berjatuhan di wajah tegasnya takut anak tirinya juga meninggalkan dirinya seperti istrinya dulu.

“Kyu…. Sadarlah!! Jebal!!!”

“Enggh… Pak tua kau berisik aku hanya tidur sebentarr!!”

“Sialan kau bocah… Berani-beraninya mempermainkanku!!”
Ujar Seunghyun terisak seraya menggotong tubuh Kyuhyun malas-malasan. Gengsi.
Entah apakah kelunakan appa tirinya dengan dalih tak ingin berhutang budi itu adalah awal yang baik atau sebaliknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –

mian kalau ending tidak memuaskan ._.v

14 thoughts on “Yes, I’m a Bad Boy [part 5/END]

  1. ya AMPUUUUNNNN APA INI…!!!!!! kok cuma segini ci,,????ckckckck.. ga trima gw,,, LAJUT dach pokoknya,,,,LANJUUUUUUUUUTTTTTTTTTTT,,,!!!!!

  2. Ngegantung?? Emg gntung krn byk scene saia pangkas n s’harusny partny emg lbh dr 5 tp yah, krn respon dkit ane males lnjutin wkekeke. . . . . #authoregois

  3. yak author,apa-apaan ini?huhu
    lg nikmat-nikmatnya *halah* baca ni ff,udah tamat ja tiba-tiba. . .
    bkin sequelnya ya thor *kedip2*,kyk sesuatu ni kalo baca blum tuntas kyk gni ^^

  4. Yaaa author… K0k gtt sih?? Knpa critnya nggntung kek bgni?? Lanjuuut doongg!! Pleaseee ^_^…
    Critnya sruuu bngt kok. Lanjut yaaaa… ;)
    hwaiting!!!

  5. Untk smwany trmaksh udh bca ni epep nista #deeplybow
    maafkan krn cratny gntung maklum saia sdg galau wkt bwtny jd byk scene saia pangkas,pangkas,dan pangkas lgi #hobimangkascrta
    krn saia kira jg toh gk da yg bca =.=
    okeh, saia akn bwt sequelny sja tp, ntar stlah epep lain ny kelar wkekeke. . . :d

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s